Thursday, December 25, 2008

Wanita Pertama Yang Dihukum Mati Nazi!

Liselotte Hermann Straße, nama jalan sebagai penghormatan terhadap Lilo Herrmann


Lilo Herrmann memegang bayi


Berita tentang Lilo Herrmann


Oleh : Alif Rafik Khan

Liselotte Herrmann (1908-1938) masih seorang mahasiswi berusia 29 tahun ketika dia terlibat dalam aktivitas anti-Nazi. Dia kemudian ditangkap oleh Gestapo dan dijatuhi hukuman mati dengan tuduhan pengkhianatan tingkat tinggi karena telah menyebarkan informasi tentang pabrik amunisi underground super rahasia yang dibangun di dekat kota Celle. Sebagai seorang anggota komunis yang loyal, Lilo meneruskan informasi ini ke perwakilan partai komunis di Swiss. LIlo lalu menjalani eksekusi dengan guillotine (penggal kepala ala Prancis) pada 20 Juni 1938. Dia tercatat sebagai wanita pertama yang menjalani hukuman mati oleh Nazi Jerman.

 

Sumber :

www.members.iinet.net.au

www.en.wikipedia.org



Wednesday, December 24, 2008

Oberfeldwebel Kurt Knispel (1921-1945), Jagoan Panzer Yang Tak Dihargai!

Kurt Knispel (kiri) sedang 'ngadu huntu' bersama rekan-rekan se-Panzertruppe


Kurt Knispel sebagai komandan panzer Tiger


Sekarang dia naik pangkat jadi komandan Tiger II Königstiger (King Tiger atau Raja Singa, bukan nama penyakit lho!)


Kurt Knispel sedang melakukan inspeksi pasukan Königstiger. Videonya bisa dilihat di bawah


Masih adegan yang sama


Kurt Knispel bersama rekan-rekannya


Biografi Kurt Knispel oleh Franz Kurowski


Kurt Knispel bersantai dengan tanknya


Knispel sebagai komandan pasukan Königstiger (King Tiger). Videonya yang dahsyat bisa dilihat pada bagian bawah profil ini!


Gambar Knispel yang diambil oleh rekan seperjuangannya, Alfred Rubbel.
Pada akhirnya, Rubbel menjadi orang yang menguburkan jasad Knispel...



Oleh : Alif Rafik Khan

Bila anda sedang mencari tokoh favorit untuk dicantumkan dalam profil hidup anda, maka saya sarankan untuk memilih manusia ini. Kisah hidupnya yang luar biasa dan penuh dengan pelajaran hidup benar-benar memberikan inspirasi bagi siapapun yang mengetahuinya. Inilah contoh keteguhan prinsip seorang pria yang rela memberikan segalanya demi negaranya, tapi di lain pihak, pula tak berharap untuk sedikitpun menerima penghargaan yang sesungguhnya sangat layak dia dapatkan. Dialah Kurt Knispel, dialah pahlawan saya...

Kurt Knispel dilahirkan pada tanggal 20 September 1921 di Salisfeld (Salisov), Cekoslowakia, yang saat itu bagian dari Sudetenland, salah satu dari tiga wilayah yang dianeksasi Hitler sebelum berkobarnya Perang Dunia II (yang lainnya adalah Rhineland dan Austria). Setelah menyelesaikan masa magang kerjanya di sebuah pabrik mobil tahun 1940, Knispel mendaftar menjadi tentara Angkatan Darat Jerman (Heer) di kesatuan panzer yang sedang naik daun.

Tak lama setelah lulus masa pendidikannya, Knispel langsung ditempatkan Batalion Cadangan Pelatihan Panzer di Sagan, Lower Silesia. Disana dia menerima pelatihan dasar infantri sebelum beralih ke pelatihan tank untuk penguasaan Panzer I, Panzer II dan Panzer IV. Pada 1 Oktober 1940 Knispel dipindahkan ke kompi 3 dari Resimen Panzer 29, Divisi Panzer ke-12. Knispel menyelesaikan pelatihannya sebagai loader (pengisi peluru) dan gunner (penembak) Panzer IV. Latihan intensif terus berlanjut sampai tanggal 11 Juni 1941, dan termasuk kursus tambahan di Sagan dan Putlos.

Kini Knispel 100% siap tempur! Dia menjalani peran pertamanya dalam perang yang sesungguhnya sebagai gunner Panzer IV di bawah kepemimpinan Leutnant Hellman, bertepatan dengan invasi Jerman ke Uni Soviet yang lebih dikenal sebagai Operasi Barbarossa (22 Juni 1941). Dia turut berpartisipasi dalam Blitzkrieg awal yang merupakan bagian dari Panzergruppe 3, Korps Armee LVII (kemudian berganti nama menjadi Korps Panzer LVII), yang dikomandani oleh Jenderal Adolf Kuntzen. Knispel kemudian bertempur habis-habisan dari Yarzevo sampai pintu gerbang Stalingrad, juga di front utara sekitar wilayah Leningrad-Tikhvin. Masih kurang? Knispel pun ikut mencicipi ganasnya pertempuran di front Kaukasus dibawah komando Jenderal Eberhard von Mackensen.

Knispel akhirnya kembali ke Putlos untuk beristirahat pada akhir Januari 1943 dan kemudian mulai mengenal 'monster' baru tank Jerman, Panzerkampfwagen VI Tiger. Saat itu dia telah mendapat kredit 12 kemenangan di tangannya (12 tank musuh yang dihancurkan).

Dari Putlos pula, dikirimkanlah satu grup tentara ke Batalion Panzer ke-500 di Paderborn. Grup ini dipimpin oleh Oberfeldwebel Fadensack dan kemudian dibentuk menjadi kompi pertama dari Batalion Berat Panzer ke-503 yang bertempur di Kursk sebagai bagian dari sayap pelindung Divisi Panzer ke-7 (Armee Abteilung Kempf). Knispel kemudian turut juga bertempur dalam serangan untuk membebaskan pasukan Jerman yang terjebak dalam kantong Korsun-Cherkassy, Vinnitsa, Jampol dan Kamenets-Podolsk.

Setelah puas merasakan keganasan pasukan Merah di Timur, kini satuan Knispel dikirim ke front Barat untuk menahan laju Sekutu di kota Caen, Prancis, dan juga dalam gerak mundur dari Normandia. Dari sana, Knispel balik lagi ke Rusia dan berturut-turut terlibat dalam pertempuran di Mezotúr, Törökszentmiklós, Cegléd, Kecskemét, dan juga jembatan Gran, Gyula, Neutra, Kastil Bab (dalam salah satu kesempatan, dilaporkan bahwa Knispel berhasil meng-K.O. 24 tank musuh dengan Tiger II-nya!), Laa, dan akhirnya Wostitz, dimana pahlawan kita ini terbunuh pada tanggal 28 April 1945. Tak terbayangkan betapa berat tantangan yang harus dihadapinya, pertempuran demi pertempuran yang tak habis-habisnya, kematian demi kematian yang seakan menjadi pemandangan sehari-hari...

Dari begitu banyak pertempuran yang dijalaninya, Knispel membukukan 168 kemenangan (semuanya telah mendapat konfirmasi, dan bahkan apabila digabungkan dengan kemenangannya yang tak dikonfirmasi, maka skornya menjadi 195!), sehingga membuat dia menjadi tanker tersukses sepanjang sejarah, suatu prestasi yang sampai sekarang tak ada yang dapat menyamainya! Luar biasanya, salah satu kemenangan fenomenal yang dicatatnya adalah ketika ia berhasil membumihanguskan sebuah tank T-34 Rusia dari jarak 3.000 meter (3 km)!

Bisa dikatakan, Knispel benar-benar seorang tanker sejati yang merasakan bertempur dari berbagai posisi yang berbeda, sebagai loader, gunner, juga komandan, dari berbagai tipe tank Jerman yang berbeda-beda. Untuk jasanya yang luar biasa besar, apa yang telah Hitler berikan kepadanya? 'Cukup' Iron Cross kelas pertama (setelah menghancurkan tanknya yang ke-50), juga Tank Assault Badge berlapis emas setelah melewati 100 pertempuran. Ketika Knispel dianugerahi German Cross berlapis emas setelah catatan kemenangannya menjadi 126 (dengan 20 kemenangan yang tidak terkonfirmasi), dia menjadi satu-satunya perwira rendah (non-commissioned officer) yang disebutkan namanya dalam Wehrmachtbericht. Sebagai komandan tank tipe Tiger dan Königstiger, Knispel menambah daftar korbannya dengan 42 tank lagi.

Seharusnya bila melihat prestasinya yang tidak main-main itu, pemerintah Jerman mengganjarnya dengan penghargaan yang jauh lebih tinggi dari 'sekadar' German Cross. Lihat saja Michael Wittmann yang diganjar dengan Swords (Schwerter) atau Otto Carius dengan Oak Leaves (Eichenlaub), padahal jumlah kemenangan mereka masih dibawah Knispel. Tapi nyatanya? Meskipun telah empat kali namanya direkomendasikan untuk menerima Knight's Cross (Ritterkreuz, medali standar untuk prajurit Jerman yang berprestasi dalam pertempuran), tapi tetap saja Knispel tak pernah memperolehnya, baik ketika dia hidup ataupun setelah tubuhnya dikebumikan! Diduga bahwa ini semua adalah kesengajaan, demi melihat sikap Knispel yang tidak sungkan untuk memperlihatkan ketidaksukaannya akan Nazi dan Hitler, suatu sikap yang bisa dianggap 'pengkhianatan' pada masa itu. Tapi untunglah, prestasinya yang membumbung membuat siapapun sungkan untuk memberikan 'hukuman' kepadanya, hanya ketidak adaan medali itu yang menjadi bukti bahwa mereka yang tidak menyukainya bukannya tidak ada usaha untuk menghambat karirnya (bayangkan, dengan prestasi yang terang benderang bagaikan bintang di langit, pangkat Knispel tak pernah melebihi Oberfeldwebel atau Kopral)!

Tapi dahsyatnya, Knispel tak pernah sedikitpun mempermasalahkan hal yang dianggapnya tidak penting tersebut. Tak pernah dia terkena sindrom 'tenggorokan kering', suatu sindiran yang ditujukan pada orang-orang yang berambisi memakai Knight's Cross di leher mereka. Ketika terjadi konflik dengan sesama koleganya akan klaim tank musuh yang dihancurkan siapakah yang menembaknya, Knispel selalu mengalah, mundur ke belakang dan membiarkan temannya yang mendapat konfirmasi akan klaim gazebo (gak jelas bo) tersebut. Ada hal lain yang lebih penting baginya, tak lain dari tak pernah berhenti berjuang membela negaranya, tak lelah bertempur dari satu medan ke medan yang lain, sampai akhirnya maut jualah yang menghentikan keperwiraannya.

Penghargaan yang diraih Kurt Knispel :
  • Iron Cross kelas kedua dan pertama
  • Tank Assault Badge berlapis emas
  • German Cross berlapis emas (20 Mei 1944)
  • Disebutkan namanya dalam Wehrmachtbericht (25 April 1944)


Sumber :
www.en.wikipedia.org
www.forum.axishistory.com
www.lg-c.dk
www.christian-schmidt-fachbuchhandlung.de
www.forosegundaguerra.com


Tuesday, December 23, 2008

Daftar Peraih Ritterkreuz - M (457 Orang)


Heinz Macher (31 Desember 1919 - 21 Desember 2001)
Ritterkreuz (3 April 1943) : SS-Untersturmführer dan Führer 16.(Pi.)/SS-Panzergrenadier-Regiment "Deutschland"
Eichenlaub #554 (19 Agustus 1944) : SS-Obersturmführer dan Chef 16.(Pi.)/SS-Panzergrenadier-Regiment 3 "Deutschland"
Pangkat terakhir: SS-Sturmbannführer



Sigfrid Macholz (20 September 1890 - 25 Mei 1975)
Ritterkreuz (16 Oktober 1944) : Generalleutnant dan komandan 49.Infanterie-Division
Pangkat terakhir: Generalleutnant


Hellmuth Mäder (5 Juli 1908 - 12 Mei 1984)
Ritterkreuz (3 April 1942) : Major dan komandan III./InfRgt 522
Eichenlaub #560 (27 Agustus 1944) : Oberst dan Führer Lehr-Brigade Nord/Heeresgruppe Waffenschule Nord serta pada saat yang sama menjadi komandan tempur Schaulen
Schwerter #143 (18 April 1945) : Generalmajor dan komandan Führer-Grenadier-Division
Pangkat terakhir: Generalmajor


Jürgen Freiherr von Maercken zu Geerath (14 Agustus 1915 - 14 Februari 1945)
Ritterkreuz (17 September 1941) : Oberleutnant dan Chef 1./PzRgt 36
Pangkat terakhir: Major

Rolf Mager (1 Desember 1917 - 1 Januari 1945)
Ritterkreuz (31 Oktober 1944) : Hauptmann dan komandan II./FschJägRgt 6
Pangkat terakhir: Major


Hannes "Hanns" Magold (16 November 1918 - 15 September 1944)
Ritterkreuz (3 April 1943) : Oberleutnant dan Chef 1./SturmGeschAbt "Großdeutschland"
Pangkat terakhir: Hauptmann



 Helmut Mahlke (27 Agustus 1913 – 26 Desember 1998)
Ritterkreuz (16 Juli 1941) : Hauptmann dan Gruppenkommandeur III.Gruppe / Sturzkampfgeschwader 1
Pangkat terakhir: Oberstleutnant

 Wilhelm von Malachowski (6 Juni 1914 - 28 Oktober 1980)
Ritterkreuz (30 Januari 1942) : Oberleutnant dan Chef 2./SturmGeschAbt 189
Eichenlaub #206 (6 Maret 1943) : Hauptmann dan komandan SturmGeschAbt 228
Pangkat terakhir: Major im Generalstab


Hans Malkomes (15 November 1913 - 21 Maret 1945)
Ritterkreuz (30 Oktober 1944) : Obersturmführer dan komandan 2.Kompanie/SS-Panzer-Regiment 1 "Leibstandarte SS Adolf Hitler"
Pangkat terakhir: SS-Hauptsturmführer


Fritz Erich Georg Eduard von Lewinski genannt von Manstein (24 November 1887 - 9 Juni 1973)
Ritterkreuz (19 Juli 1940) : General der Infanterie dan komandan XXXVIII.Armee-Korps
Eichenlaub #209 (14 Maret 1943) : Generalfeldmarschall dan komandan Heeresgruppe Süd
Schwerter #59 (30 Maret 1944) : Generalfeldmarschall dan komandan Heeresgruppe Süd
Pangkat terakhir: Generalfeldmarschall


Hasso-Eccard Freiherr von Manteuffel (14 Januari 1897 - 24 September 1978)
Ritterkreuz (31 Desember 1941) : Oberst dan komandan SchtzRgt 6
Eichenlaub #332 (23 November 1943) : Generalmajor dan komandan 7. Panzer-Division
Schwerter #50 (22 Februari 1944) : Generalmajor dan komandan 7. Panzer-Division
Brillanten #24 (18 Februari 1945) : General der Panzertruppe dan Oberbefehlshaber 5.Panzerarmee
Pangkat terakhir: General der Panzertruppe


Willy Marienfeld (1 Oktober 1897 - 7 Juni 1944)
Ritterkreuz (17 Agustus 1942) : Major der Reserve dan komandan II./InfRgt 123
Eichenlaub #482 (25 Mei 1944) : Major der Reserve dan komandan GrenRgt 123
Pangkat terakhir: Oberstleutnant der Reserve



Hans-Joachim Marseille (13 Desember 1919 - 30 September 1942)
Ritterkreuz (22 Februari 1942) : Leutnant dan Flugzeugführer 3./JG 27
Eichenlaub #97 (6 Juni 1942) : Oberleutnant dan Flugzeugführer 3./JG 27
Schwerter #12 (18 Juni 1942) : Oberleutnant dan Staffelkapitän 3./JG 27
Brillanten #4 (3 September 1942) : Oberleutnant dan Staffelkapitän 3./JG 27
Pangkat terakhir: Hauptmann


Arzelino "Lino" Masarié (10 Oktober 1912 - 9 Agustus 1944)
Ritterkreuz (3 April 1943) : SS-Hauptsturmführer dan Führer SS-PzAufklAbt 3 "Totenkopf"
Pangkat terakhir: SS-Sturmbannführer


Walter Matoni (27 Juni 1917 - 26 Juni 1988)
Ritterkreuz (16 Desember 1944) : Hauptmann dan komandan II./JG 2 "Richthofen"
Pangkat terakhir: Major
Heinrich Maurer (9 Desember 1914 - ? )
Ritterkreuz (6 Oktober 1944) : Obergefreiter dan Gruppenführer StabsKp/PzGrenRgt 125
Pangkat terakhir: Unteroffizier


Dr. Karl Mauss (17 Mei 1898 - 9 Februari 1959)
Ritterkreuz (26 November 1941) : Oberstleutnant dan komandan II./Schützen-Regiment 69
Eichenlaub #335 (24 November 1943) : Oberst dan komandan Panzergrenadier-Regiment 33
Schwerter #101 (23 Oktober 1944) : Generalmajor dan komandan 7. Panzer-Division
Brillanten #26 (15 April 1945) : Generalleutnant dan komandan 7. Panzer-Division
Pangkat terakhir: Generalleutnant


Egon Mayer (19 Agustus 1917 - 2 Maret 1944)
Ritterkreuz (1 Agustus 1941) : Leutnant dan pilot di III./JG 2 "Richthofen"
Eichenlaub #232 (16 April 1943) : Hauptmann dan Gruppenkommandeur dari III./JG 2 "Richthofen"
Schwerter #51 (anumerta, 2 Maret 1944) : Oberstleutnant dan Geschwaderkommodore dari JG 2 "Richthofen"
Pangkat terakhir: Oberstleutnant
Dr.rer.pol. Johannes Mayer (6 September 1893 - 7 Agustus 1963)
Ritterkreuz (13 September 1941) : Oberst dan Kommandeur Infanterie-Regiment 501
Eichenlaub #453 (13 April 1944) : Generalleutnant dan Kommandeur 329.Infanterie-Division
Schwerter #89 (23 Agustus 1944) : Generalleutnant dan Kommandeur 329.Infanterie-Division
Pangkat terakhir: General der Infanterie

Rudolf Mayr (1 Mei 1910 - 4 Agustus 1991)
Ritterkreuz (18 Mei 1943) : Oberleutnant dan Staffelkapitän 9./KG 40
Pangkat terakhir: Hauptmann


Gustav Meierkord (15 Oktober 1916 - 24 Desember 1977)
Ritterkreuz (9 Desember 1943) : Oberleutnant der Reserve di 3./Panzergrenadier-Regiment 64
Pangkat terakhir: Hauptmann der Reserve


Julius Meimberg (11 Januari 1917 - )
Ritterkreuz (24 Oktober 1944) : Hauptmann dan komandan II./JG 53
Pangkat terakhir: Major


Eugen Meindl (16 Juli 1892 - 24 Januari 1951)
Ritterkreuz (14 Juni 1941) : Generalmajor dan komandan dari Fallschirmjäger-Sturm-Regiment
Eichenlaub #564 (31 Agustus 1944) : General der Fallschirmtruppe dan komandan dari II. Fallschirmkorps
Schwerter #155 (8 Mei 1945) : General der Fallschirmtruppe dan komandan II. Fallschirmkorps
Pangkat terakhir: General der Fallschirmtruppe


Martin Meisel (15 September 1916 - 13 Agustus 2006)
Ritterkreuz (21 Desember 1942) : Oberleutnant dan Flugzeugführer/Technischer Offizier 2.(F)/AufklGrp 123
Pangkat terakhir: Hauptmann
Horst von Mellenthin (31 Juli 1898 - 8 Januari 1977)
Ritterkreuz (10 Oktober 1944) : Generalleutnant dan komandan 205.Infanterie-Division
Eichenlaub #815 (4 April 1945) : Generalleutnant dan komandan 205.Infanterie-Division
Pangkat terakhir: General der Artillerie


Karl-Friedrich Merten (15 Agustus 1905 - 2 Mei 1993)
Ritterkreuz (13 Juni 1942) : Korvettenkapitän dan komandan U-68
Eichenlaub #147 (16 November 1942) : Korvettenkapitän dan komandan U-68
Pangkat terakhir: Kapitän zur See


Peter Merten (23 Juni 1916 - ? )
Ritterkreuz (15 Oktober 1942) : Oberfeldwebel der Reserve dan Zugführer 5./InfRgt 124
Pangkat terakhir: ?
Walter Metze (23 Desember 1916 - 6 Oktober 1944)
Ritterkreuz (9 Juni 1944) : Oberwachtmeister dan Zugführer FlakRgt 36 (mot.)
Pangkat terakhir: Oberwachtmeister

Eugen Metzger (1 Agustus 1914 - 27 November 1942?)
Ritterkreuz (29 September 1941) : Leutnant der Reserve dan Zugführer 1.Batterie/Sturmgeschütz-Abteilung 203
Pangkat terakhir: Hauptmann der Reserve


 Manfred Meurer (8 September 1919 - 22 Januari 1944)
Ritterkreuz (16 April 1943) : Oberleutnant dan Staffelkapitän 3.Staffel / I.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1 (NJG 1) / 1.Jagd-Division / XII.Fliegerkorps / Luftwaffen-Befehlshaber Mitte
Eichenlaub #264 (2 Agustus 1943) : Hauptmann dan Staffelkapitän 3.Staffel / I.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1 (NJG 1) / 1.Jagd-Division / XII.Fliegerkorps / Luftwaffen-Befehlshaber Mitte
Pangkat terakhir: Hauptmann


Fritz Meusgeier (8 Maret 1913 - 30 Agustus 1945)
Ritterkreuz: Oberfeldwebel dan Oberschirrmeister dari 3./PzJägAbt 13
Pangkat terakhir: Leutnant


Kuno von Meyer (27 Desember 1913 - 25 Januari 2010)
Ritterkreuz (26 November 1944) : Major dan komandan I./Panzer-Regiment 24
Eichenlaub #795 (23 Maret 1945) : Oberstleutnant dan komandan PzRgt Coburg PzBrig 103
Pangkat terakhir: Oberst


Kurt "Panzermeyer" Meyer (23 Desember 1910 - 23 Desember 1961)
Ritterkreuz (18 Mei 1941) : SS-Sturmbannführer di SS-Aufklärungs-Abteilung "Leibstandarte SS Adolf Hitler"
Eichenlaub #195 (23 Februari 1943) : SS-Obersturmbannführer dan komandan SS-Aufklärungs-Abteilung "Leibstandarte SS Adolf Hitler"
Schwerter #91 (27 Agustus 1944) : SS-Standartenführer dan komandan dari 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"
Pangkat terakhir: SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS
Wilhelm Meyn (3 Juni 1923 - 4 Mei 2002)
Ritterkreuz (24 Oktober 1944) : Leutnant dan Staffelführer 9./SchlachtG 3
Pangkat terakhir: Oberleutnant


Friedrich-August von Michael (10 Maret 1917 - )
Ritterkreuz (10 Februari 1945) : Hauptmann di II./Grenadier-Regiment 172
Pangkat terakhir: Major


Gerhard Michalski (25 Juni 1917 - 22 Februari 1946)
Ritterkreuz (4 September 1942) : Oberleutnant dan Staffelkapitän dari 4./JG 53
Eichenlaub #667 (25 November 1944) : Major dan Geschwaderkommodore dari JG 4
Pangkat terakhir: Oberstleutnant


Klaus Mietusch (5 Agustus 1918 - 17 September 1944)
Ritterkreuz (26 Maret 1944) : Hauptmann dan Gruppenkommandeur dari III./Jagdgeschwader 26 "Schlageter"
Eichenlaub #653 (anumerta, 18 November 1944) : Major dan Gruppenkommandeur III./Jagdgeschwader 26 "Schlageter"
Pangkat terakhir: Major


Erhard Milch (30 Maret 1892 - 25 Januari 1972)
Ritterkreuz (4 Mei 1940) : Generaloberst dan Staatssekretär der Luftfahrt im Reichsluftfahrtministerium
Pangkat terakhir: Generalfeldmarschall


Otto Moritz Walter Model (24 Januari 1891 - 21 April 1945)
Ritterkreuz (9 Juli 1941) : Generalleutnant dan komandan 3. Panzer-Division
Eichenlaub #74 (17 Februari 1942) : General der Panzertruppe dan komandan XXXXI.Panzerkorps
Schwerter #28 (2 April 1943) : Generaloberst dan Oberbefehlshaber 9.Armee
Brillanten #17 (17 Agustus 1944) : Generalfeldmarschall dan Oberbefehlshaber Heeresgruppe Mitte
Pangkat terakhir: Generalfeldmarschall


Martin Möbus (9 Mei 1917 - 2 Juni 1944)
Ritterkreuz (8 Mei 1940) : Leutnant dan Flugzeugführer 1./StukaG 1
Eichenlaub #463 (27 April 1944) : Major dan komandan I./SG 5
Pangkat terakhir: Major


Werner "Vati" Mölders (18 Maret 1913 - 22 November 1941)
Ritterkreuz (29 Mei 1940) : Hauptmann dan Gruppenkommandeur dari III./JG 53
Eichenlaub #2 (21 September 1940) : Major dan Geschwaderkommodore dari JG 51
Schwerter #2 (22 Juni 1941) : Oberstleutnant dan Geschwaderkommodore dari JG 51
Brillanten #1 (15 Juli 1941) : Oberst dan Geschwaderkommodore dari JG 51
Pangkat terakhir: Oberst


Walter Möse (30 September 1920 - 28 November 1944)
Ritterkreuz (11 Maret 1943) : Oberjäger dan Zugführer 13./JägRgt 49
Eichenlaub #390 (10 Februari 1944) : Feldwebel dan Zugführer 13./JägRgt 49
Pangkat terakhir: Oberfeldwebel



 
 Willibald Wilhelm Mohnke (15 Maret 1911 - 6 Agustus 2001)
Ritterkreuz (11 Juli 1944) : SS-Obersturmbannführer dan Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 26 / 12.SS-Panzer-Division “Hitlerjugend” / I.SS-Panzerkorps / 7.Armee / Heeresgruppe B
Pangkat terakhir: SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS

 Johann Mohr (12 Juni 1916 - 2 April 1943)
Ritterkreuz (27 Maret 1942) : Kapitänleutnant dan komandan U-124
Eichenlaub #177 (13 Januari 1943) :
Kapitänleutnant dan komandan U-124
Pangkat terakhir: Korvettenkapitän


Kurt Mohring (3 Januari 1900 - 18 Desember 1944)
Ritterkreuz (18 Juli 1943) : Oberst dan komandan Grenadier-Regiment 82
Pangkat terakhir: Generalleutnant



Rudolf Mons (2 Oktober 1914 - 26 November 1943)
Ritterkreuz (18 September 1941) : Oberleutnant dan Flugzeugführer I./KG 40
Pangkat terakhir: Major


Gerardus Leonardus Mooyman (23 September 1923 - 21 Juni 1987)
Ritterkreuz (20 Februari 1943) : SS-Sturmmann dan Geschützführer di 14./SS-Freiwilligen-Legion "Nederland"
Pangkat terakhir: SS-Untersturmführer



Friedrich-Wilhelm "Fritz" Morzik (10 Desember 1891 - 17 Juni 1985)
Ritterkreuz (16 April 1942) : Oberst dan Kommodore Kampfgeschwader z.b.V. 1 juga Lufttransportführer Ost der Luftflotte 1
Pangkat terakhir: Generalmajor


Wilhelm Moser (10 Februari 1921 - )
Ritterkreuz (5 September 1944) : Obergefreiter dan Gruppenführer 3./GrenRgt 24
Pangkat terakhir: Obergefreiter


Martin Moßdorf (10 Januari 1916 - 11 Januari 2002)
Ritterkreuz (3 September 1942) : Oberleutnant dan Staffelkapitän 3./StukaG 3
Pangkat terakhir: Hauptmann


 Johannes Mücke (31 Desember 1905 - 5 Juli 1944)
Ritterkreuz (10 Februari 1942) : Oberleutnant dan Chef 3./InfRgt 51 (mot.)
Pangkat terakhir: Oberstleutnant



 Rudolph Mühlbauer (27 Maret 1919 - 26 Maret 2000)
Ritterkreuz (10 Desember 1944) : Oberbootsmannsmaat dan  Brückenmaat U-123
Pangkat terakhir: Oberbootsmann


Johannes Rudolf Mühlenkamp (9 Oktober 1910 - 23 September 1986)
Ritterkreuz (3 September 1942) : SS-Sturmbannführer dan komandan SS-PzAbt 5 "Wiking"
Eichenlaub #596 (21 September 1944) : SS-Standartenführer dan Divisionsführer 5. SS-Panzer-Division "Wiking"
Pangkat terakhir: SS-Standartenführer



Alfred Johannes Müller (23 November 1915 - 2 Juli 1997)
Ritterkreuz (20 Februari 1943) : Hauptmann dan Chef Sturmgeschütz-Lehr-Batterie 901 / 19.Panzer-Division / 1.Panzer-Armee / Heeresgruppe Don (Süd) 
Eichenlaub #354 (15 Desember 1943) : Hauptmann dan Kommandeur Sturmgeschütz-Abteilung 191 „Büffel“ / 17.Armee / Heeresgruppe A 
Pangkat terakhir: Oberst


Anton Müller (12 April 1914 - 27 Juli 2006)
Ritterkreuz (10 September 1944) : Hauptmann dan Führer I./GrenRgt 501
Eichenlaub #738 (14 Februari 1945) : Hauptmann dan komandan II./GrenRgt 503
Pangkat terakhir: Major




Dietrich von Müller (16 September 1891 - 3 Januari 1961)
Ritterkreuz (3 Mei 1942) : Oberstleutnant dan Kommandeur Schützen-Regiment 5
Eichenlaub #272 (16 Agustus 1943) : Oberst dan Kommandeur Panzergrenadier-Regiment 5
Schwerter #134 (20 Februari 1945) : Generalmajor dan Kommandeur 16.Panzer-Division
Pangkat terakhir: Generalleutnant


Friedrich-Wilhelm Müller (29 Agustus 1897 - 20 Mei 1947)
Ritterkreuz (22 September 1941) : Oberstleutnant dan Kommandeur Infanterie-Regiment 105
Eichenlaub #86 (8 April 1942) :
Oberst dan Kommandeur Infanterie-Regiment 105
Schwerter #128 (27 Januari 1945) : General der Infanterie dan Kommandierender General LXVIII.Armeekorps
Pangkat terakhir: General der Infanterie


Gerhard Müller (19 Desember 1896 - 10 April 1977)
Ritterkreuz (9 September 1942) : Oberst dan komandan Panzer-Regiment 5
Pangkat terakhir: Generalmajor




Georg Müller (30 Mei 1918 - 2 April 1985)
Ritterkreuz (9 Agustus 1942) : Oberleutnant der Reserve dan Chef 2./InfRgt 321
Pangkat terakhir: Hauptmann der Reserve



Hans Müller (16 Maret 1910 - 26 September 1998)
Ritterkreuz (18 Januari 1942) : Hauptmann dan komandan III./InfRgt 111
Pangkat terakhir: Oberst



Horst Müller (23 Februari 1916 - 13 Juli 1943)
Ritterkreuz (3 Mei 1942) : Oberleutnant dan Flugzeugführer II./KG 76
Pangkat terakhir: Hauptmann




Johann Müller (16 Juni 1922 - 24 Oktober 1944)
Ritterkreuz (23 Oktober 1944) : Feldwebel dan Panzerkommandant 3./PzAbt 502
Pangkat terakhir: Oberfeldwebel



Karl Müller (2 September 1916 - 19 Mei 1989)
Ritterkreuz (8 Juli 1943) : Kapitänleutnant dan komandan S 52 di 5.Schnellbootflottille
Pangkat terakhir: Kapitänleutnant



 Rudolf "Rudi" Müller (21 November 1920 - 21 Oktober 1943)
Ritterkreuz (19 Juni 1942) : Feldwebel dan Flugzeugführer 6./JG 5
Pangkat terakhir: Oberfeldwebel


Walter-Christian Müller (22 November 1914 - 22 September 2003)
Ritterkreuz (27 Juli 1944) : Hauptmann dan Kommandeur Panzerjäger-Abteilung 389
Pangkat terakhir: Major


Joachim Müncheberg (31 Desember 1918 - 23 Maret 1943)
Ritterkreuz (14 September 1940) : Oberleutnant dan Staffelkapitän 7./JG 26 "Schlageter"
Eichenlaub #12 (7 Mei 1941) : Oberleutnant dan Staffelkapitän 7./JG 26 "Schlageter"
Schwerter #19 (9 September 1942) : Hauptmann dan stellv. Kommodore JG 51 "Mölder"
Pangkat terakhir: Major


Rolf Mützelburg (23 Juni 1913 - 11 September 1942)
Ritterkreuz (17 November 1941) : Kapitänleutnant dan komandan U-203
Eichenlaub #104 (15 Juli 1942) : Kapitänleutnant dan komandan U-203
Pangkat terakhir: Kapitänleutnant
Werner Mummert (31 Maret 1897 - 28 Januari 1950)
Ritterkreuz (17 Agustus 1942) : Major der Reserve dan Kommandeur Aufklärungs-Abteilung 256
Eichenlaub #429 (20 Maret 1944) : Oberstleutnant der Reserve dan Kommandeur PzGrenRgt 103
Schwerter #107 (23 Oktober 1944) : Oberst der Reserve dan Kommandeur PzGrenRgt 103
Pangkat terakhir: Generalmajor der Reserve


Sumber :
Foto koleksi pribadi Edgar Alcidi

Foto koleksi pribadi László Gulyás
Foto koleksi pribadi Sepp45
www.audiovis.nac.gov.pl
www.commons.wikimedia.org
www.falkeeins.blogspot.com
www.finearts-autographs.com
www.forum.axishistory.com
www.heinzmigeod.com

www.historicalwarmilitariaforum.com
www.militaria321.com
www.norglexi.com
www.nostalgicaviation.com
www.ritterkreuz.us
www.rommel-lebt.com
www.thefuhrerbunker.com
www.thirdreichcolorpictures.blogspot.com

www.vho.org
www.warintheair.com 
www.weitze.net
www.wehrmacht-awards.com
www.ww2awards.com 
www.ww2colorfarbe.blogspot.com