Tuesday, May 11, 2010

Koleksi Foto Pakaian, Seragam, Topi dan Medali Dalam Bentuknya Yang Paling Aneh Dan Langka!

MEDALI

 Major der Reserve Friedrich Alpers (25 Maret 1901 – 3 September 1944) bergabung dengan NSDAP bulan Juni 1929, SA Mei 1930, dan SS Maret 1931. Uniknya, di masa perang dia mempunyai jabatan yang beragam: selain sebagai perwira Luftwaffe berprestasi, Alpers juga merupakan politisi aktif, Gaujägermeister di Gau Südhannover-Braunschweig, Staatssekretär, Menteri Kehutanan, Chef der Stadtwacht, komandan Fallschirmjäger, dan jenderal Allgemeine-SS dengan pangkat terakhir SS-Obergruppenführer (21 Juni 1943)! Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 14 Oktober 1942 sebagai Major dan Kommandeur Fernaufklärungsgruppe 4 / Luftflotte 4. Setelah sempat meneruskan karir di SS, dia kembali ke Luftwaffe sebagai Führer Fallschirmjäger-Regiment 9 / 3.Fallschirmjäger-Division (21 Agustus 1944 - 3 September 1944). Alpers bunuh diri dalam tahanan Amerika di Quevy le Grand dekat Mons (Belgia) dua hari setelah tertangkap tanggal 1 September 1944. Ajudannya, SS-Obersturmbannführer Franz Wurm, secara resmi mengumumkan kehilangannya di daerah sekitar Lille, dan Alpers baru secara resmi dinyatakan meninggal tanggal 9 November 1944 (sumber lain menyebutkan bahwa dia gugur di medan pertempuran). Itulah alasannya kenapa namanya masih nongol di SS-Dienstalterliste edisi 9 November 1944! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Abzeichen des SA-Treffens in Braunschweig 1931; Julleuchter der SS (16 Desember 1935); Ehrendolch der SS; SS-Zivilabzeichen #1255; Ehrenwinkel für alte Kämpfer; Flugzeugbeobachterabzeichen (1 Januari 1938); Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938; Deutsches Reiterabzeichen in Silber; Ehrendegen des Reichsführers-SS (1 Desember 1937); Totenkopfring der SS ( 1 Desember 1937); Dienstauszeichnung der NSDAP in Silber (15 Jahre); Eisernes Kreuz II.Klasse (1939) dan I.Klasse (2 Juni 1940); Frontflugspange für Aufklärer in Gold; Deutsches Kreuz in Gold (9 April 1942); Goldenes Parteiabzeichen der NSDAP (30 Januari 1943); Krimschild (20 Maret 1943); serta Fallschirmschützenabzeichen der Luftwaffe (1944)


Kapitänleutnant Jürgen Ebert (25 September 1916 - 24 Februari 1945). Pada awalnya bertugas di Luftwaffe (September 1939 - Juni 1943), tapi kemudian dipindahkan ke Kriegsmarine dan menjadi kapten kapal selam! Dalam foto di atas dia terlihat mengenakan Deutsches Kreuz in Gold, Flugzeugbeobachterabzeichen Luftwaffe dan Frontflug-Spange für Kampfflieger Luftwaffe



SS-Unterscharführer Ewald Ehm (disini sebagai SS-Unterführeranwärter). Ehm menerima Verwundetenabzeichen in Schwarz tanggal 18 Oktober 1943, dan yang in Gold-nya tanggal 30 Oktober 1944. Dia juga menerima Panzerkampfabzeichen in Bronze tanggal 10 April 1943, Nahkampfspange in Gold tanggal 30 Oktober 1944, Eisernes Kreuz I klasse tanggal 24 Februari 1943, Kraftfahrerbewährungsabzeichen, Infanterie-Sturmabzeichen, serta tiga Panzervernichtungsabzeichen yang dia dapatkan tanggal 10 Juni 1942, 1 April 1943 dan 30 Oktober 1944. Yang kedua dia dapatkan atas aksinya menghancurkan tank musuh tanggal 22 Februari 1943. Perhatikan bahwa dalam foto ini dia mengenakan Panzervernichtungsabzeichen dengan cara yang tidak biasa, yaitu di bagian bawah lengan kiri (di atas ärmelstreifen "Deutschland") dan bukannya di bagian atas lengan kanan seperti yang lain!

Kapitänleutnant Hans-Joachim Ernst (17 Agustus 1918 - 2002) pertama bertugas sebagai perwira torpedo di kapal perusak Z22 Anton Schmitt. Pada bulan April 1940 dia menjalani pelatihan udara Angkatan Laut dan bertugas sebagai pilot sampai dengan bulan Juni 1943. Di bulan tersebut dia ditransfer ke unit U-boat dan menjadi kapten U-1022 sampai dengan akhir perang. Dalam foto di atas dia mengenakan dua medali Luftwaffe: Flugzeugbeobachterabzeichen dan Frontflug-Spange für Aufklärer mit anhanger 



Ini sesuatu yang tidak anda lihat setiap hari: Oberst Wolf Hagemann (20 Juli 1898 - 12 September 1983) sama-sama memakai Narvikschild (atas) dan Krimschild di lengan kirinya! Hagemann adalah perwira Gebirgsjäger yang dianugerahi Ritterkreuz tanggal 4 September 1940 sebagai Oberstleutnant dan Kommandeur III.Bataillon/Gebirgsjäger-Regiment 139, serta Eichenlaub #484 tanggal 4 Juni 1944 sebagai Generalmajor dan Kommandeur 336. Infanterie-Division


 Obermaschinenmaat Karl Kaiser dari U-181 dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold tanggal 29 Maret 1945 oleh Fregattenkapitän Wilhelm Dommes di Singapura (Komandan Pangkalan U-boat Jerman di Singapura). Foto di atas mungkin rada butek, tapi dia memperlihatkan medali DKiG terbuat dari bahan metal versi lokal, suatu hal yang wajar terjadi mengingat jauhnya jarak tanah air Jerman dengan Singapura!


 Banyak yang menduga bahwa foto yang memperlihatkan seorang bintara Luftwaffe dengan medalinya yang "bling bling" ini adalah palsu dan hanya seorang reenactor belaka, padahal sebenarnya dia adalah asli. Foto ini, sesuai dengan captionnya, merupakan milik Eric Queen (anggota Wehrmacht Awards Forum), dan orang yang ada dalam foto tersebut adalah Unteroffizier Frederich (bukan Friedrich!) Lange. Medali yang terpampang dalam foto ini: Eisernes Kreuzes II & I. Klasse, Fallschirmschützenabzeichen, Allgemeines-Sturmabzeichen, Infanterie-Sturmabzeichen, Panzervernichtungsabzeichen (3 buah), Nahkampfspange, Erdkampfabzeichen der Luftwaffe, Verwundetenabzeichen, dan Kreissieger


Oberfeldwebel Johann Schwerdfeger. Sama seperti Ewald Ehm di foto sebelumnya, di foto ini Schwerdfeger mengenakan Panzervernichtungsabzeichennya dengan cara tidak biasa: di lengan kiri dan bukannya di lengan kanan!


 Generaladmiral Oskar Kummetz bercakap-cakap singkat dengan para pelaut dan awak artileri laut Kriegsmarine yang dipaksa oleh keadaan untuk bertempur di darat sebagai infanteri dalam pertempuran di Kantong Kurland. Orang di kanan memakai medali Kriegsabzeichen für Minensuch-, U-Boot-Jagd- und Sicherungsverbände dan Infanterie-Sturmabzeichen, sementara ketiga dari kanan mengenakan 1939 Eisernes Kreuz I. Klasse dan Kriegsabzeichen für Hilfskreuzer


Unteroffizier Johannes Flath (kelahiran 4 Januari 1920), yang berasal dari Luftwaffe, mengenakan Flotten-Kriegsabzeichen (High Seas Fleet Badge) - yang merupakan medalinya Kriegsmarine - dalam sebuah foto studio saat dia masih berpangkat Obergefreiter. Flath merupakan bordflieger (pilot pesawat pengintai yang biasa diperbantukan dalam kapal-kapal penjelajah ringan Jerman alias leichte Kreuzer) yang tercatat pernah bertugas di  Kreuzer Königsberg (16 Maret 1940 - 26 April 1940), Kreuzer Prinz Eugen (15 Oktober 1940 - 9 Juli 1941; 3 Februari 1942 - 31 Mei 1942), serta Kreuzer Admiral Scheer (15 Mei 1943 - 20 Juni 1943; 16 Juni 1944 - 12 Oktober 1944; 6 Januari 1945 - 16 April 1945). Medali dan penghargaan yang telah diraihnya: Reichsjugend Sportabzeichen #156722 (15 Oktober 1937); Reichssportabzeichen in Bronze (13 Oktober 1938); Kriegsverdienstkreuz II.Klasse mit Schwerten (11 November 1940); Flotten-Kreigsabzeichen (27 Maret 1942); Eisernes Kreuz II.Klasse (5 Juni 1942); serta Golden kordel zum Armelbätigkeitsabzeichen (10 Februari 1944)



Prajurit Heer dengan lencana Oberschütze (foto atas) dan medali Abzeichen Für Blockadebrecher (Blockade Runner/Breaker Badge) Kriegsmarine di seragamnya! Ini kemungkinan bahwa mereka merupakan mantan awak kapal dagang Kriegsmarine yang kemudian dipindahkan ke Heer karena kurangnya sumber daya manusia yang akut



Seorang tawanan Jerman yang ditangkap di dekat Aachen. Dia berasal dari Heer tapi mempunyai medali Schnelboot-Kriegsabzeichen (E-Boat War Badge) Kriegsmarine di seragamnya!


Kalau yang ini anggota Sturmgeschütz tapi mempunyai medali Kriegsabzeichen Für Minesuch, U-Bootsjagd und Sicherungsverbände (Minesweeper Badge) Kriegsmarine di seragamnya. Di akhir perang, memang banyak anggota Kriegsmarine atau Luftwaffe yang dipindahkan ke Heer demi mengisi kekurangan pengganti prajurit yang akut


Penempatan medali Deutsches Kreuz yang tidak biasa: di bawah saku! Sebagai contoh adalah foto Hauptmann Kurt Breuckmann dari Artillerie-Regiment 7 (atas) dan Hauptmann Georg Mensing dari Grenadier-Regiment 284 (bawah)


Kalau anda perhatikan lebih kanjut eh lanjut, perwira Kriegsmarine berpangkat Leutnant zur See yang memakai topi putih mengenakan Panzerkampfabzeichen di dadanya! Kemungkinan besar unit dia sebelumnya adalah Panzertruppen sebelum dipindahkan ke Kriegsmarine. Desain medali PAB-nya sendiri kelihatannya merupakan "desain tipe II" yang dibuat oleh Hymmen atau Deumer, sementara Eisernes Kreuz I klasse adalah tipe Schinkelform. Sekedar informasi, PAB Hymmen adalah salah satu versi PAB yang paling langka ditemui di kalangan Panzermänner, sehingga bertambahlah pula keunikan foto ini! Foto ini sendiri tidak ditambahi keterangan apa-apa, tapi dari Urkunde yang dipegang si Leutnant serta boks yang dipegang orang di kiri, tahulah kita kalau ini adalah upacara penganugerahan medali Eisernes Kreuz I klasse. Benar-benar unik kalau dia memperoleh II klasse-nya sebagai Panzermann, dan I klasse sebagai pelaut! Kemungkinan lain dari didapatnya PAB adalah, medali tersebut dia terima saat menjadi FO (Forward Observer) di sebuah unit panzer, di tempat-tempat semacam Baltik atau Laut Hitam di awal-awal perang


Masih sama: seorang Ritterkreuzträger sekaligus panzerknacker dengan panzervernichtungsabzeichen berada di posisi yang salah!



Prajurit Heer dengan medali Flak Luftwaffe 



Foto langka yang memperlihatkan anggota Hitlerjugend mengenakan pakaian sipil. Dengan bangga dia mengenakan dua buah medali HJ, yaitu 'Goldenes Führer-Sportabzeichen der Hitlerjugend' (kiri) dan 'Golden Hitlerjugend Honor Badge'
-------------------------------------------------------------------------------

 PITA LENGAN


SS-Sturmmann muda anggota 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" yang memakai ärmelband tidak biasa: "HJ.Div" dan bukannya "Hitlerjugend" seperti umumnya! Ini tampaknya merupakan seragam buatan sendiri atau hasil modifikasi, yang terlihat dari schulterklappen (tanda pangkat bahu) yang dijahit menyatu dengan seragam dan bukannya diselipkan. Dia memperlihatkan pita Kriegsverdienstkreuz II. Klasse mit Schwertern di kancing serta Verwundetenabzeichen in Schwarz di seragamnya



Anggota SS yang memakai pita lengan "AFRIKA"! Ini bisa dibilang luar biasa karena secara teori tidak ada unit Waffen-SS yang diterjunkan di medan perang Afrika Utara. Kemungkinan mereka adalah mantan anggota Heer yang kemudian dipindahkan ke SS, atau anggota unit intelijen SD (Sicherheitsdienst) yang masih bernaung di bawah ruang lingkup SS


Panzertruppen dengan Flak Badge Luftwaffe




Kesan pertama saat melihat foto ini adalah: WTF? Nggak ada tuh ceritanya seorang perwira rendah seperti prajurit Luftwaffe di atas yang mempunyai medali dan penghargaan sebegitu bejibunnya, apalagi ditambah dengan armband swastika segala! Kemungkinan besar ini hanyalah foto pasca-perang dari kolektor Third Reich militaria dan semacam itu yang ingin showing-off koleksi yang sudah dia punyai. Apakah dia orang Yugoslavia? Soalnya medali yang tergantung di lehernya adalah Serbian order of St. Sava
-------------------------------------------------------------------------------

SERAGAM

 Tidak ada yang salah dengan foto ini bukan? Hanya memperlihatkan SS-Brigadeführer Paul Worm dalam seragam Generalmajor der Polizei. Tapi berbeda ketika diketahui bahwa dia dipromosikan ke pangkat tersebut tanggal 1 Mei 1944, ketika peraturan (dari sejak 1942) melarang penggunaan seragam jenderal Ordnungspolizei model lama yang dilengkapi dengan kerah "larisch stickerei" berwarna hijau, dan diganti dengan seragam SS lengkap dengan kepangkatan dalam versi berwarna hijau (contoh seragamnya bisa dilihat DISINI)



SS-Oberführer Herbert Otto Gille (Kommandeur SS-Artillerie Regiment 5 / SS-Division "Wiking") mengenakan kerah dengan kragenspiegel rune SS ganda. Kerah ganda semacam ini hanya seraca resmi diperkenankan selama beberapa waktu pada tahun 1940, meskipun beberapa foto yang hadir kemudian menunjukkan bahwa dia tetap digunakan secara terbatas. Contoh pemakaiannya, selain foto Gille di atas, bisa kita dapatkan dalam buku "German Cross in Gold Holders of the SS and Police" karya Mark C. Yerger (Fritz Klingenberg dari "Das Reich") dan "Uniforms of the S.S." karya Andrew Mollo (Dr. Hans Lardschneider dari "Nord"). Satu yang jelas, kragenspiegel ganda semacam ini terlihat digunakan juga oleh Divisi SS "Totenkopf" (tengkorak) dan "Prinz Eugen" (odalrune)



Oberstleutnant Adelbert Schulz (Kommandeur Panzer-Regiment 25 / 7.Panzer-Division) bersama dengan salah seorang perwira staffnya beberapa hari sebelum Unternehmen Zitadelle (yang kemudian dikenal sebagai Pertempuran Kursk), 21 Juni 1943. Di belakang mereka terparkir sebuah Panzerkampfwagen III. Perhatikan bahwa Schulz mengenakan jaket Zeltbahn kamuflase hasil modifikasi dengan pola SS-Platanenmuster yang biasanya dikenakan oleh personil Waffen-SS! Foto oleh Kriegsberichter Kipper dari PK (Propaganda-Kompanie) 637


 

Contoh-contoh pemakaian seragam hasil modifikasi lapangan yang menggunakan bahan kain kamuflase Heeres Splittertarnmuster (splinter-pattern) yang biasa dipakai sebagai Zeltbahn. Zeltbahn sendiri merupakan bahan kamuflase resmi angkatan darat Jerman sampai tahun 1942, ketika mereka menambahkan Tarnhemd (smock) dan Tarnhelmüberzug (helmet cover), yang keduanya dibuat dari bahan kain kepar ringan herringbone. Di lapangan sendiri bermunculan garmen dan penutup helm tidak resmi yang diproduksi dari hasil modifikasi cepat di lapangan atau pemesanan ke penjahit, dan kebanyakannya terbuat dari bahan zeltbahn. Yang termasuk ke dalam hal ini adalah seragam tugas, jaket penerjun payung, jaket lapangan, tas ransel dan jaket panzer



 Foto yang kemungkinan besar diambil di Eropa Daratan ini (perhatikan bentuk bangunan di latar belakang!) memperlihatkan seorang pelayan kulit hitam - yang bertugas di unit udara Jerman di Afrika Utara - mengenakan seragam hasil modifikasi dengan insignia Luftwaffe. Seragam ini bukanlah seragam resmi hasil keluaran Oberkommando der Luftwaffe (dan sebenarnya bisa dikatakan ilegal di dalam hukum perang) serta hanya digunakan untuk mempermudah identifikasi bahwa pemakainya bertugas sebagai pembantu di kamp militer Jerman. Sudah umum diketahui bahwa pasukan Afrikakorps banyak mengandalkan bantuan penduduk lokal untuk tugas-tugas tertentu seperti bersih-bersih, memasak dan kuli angkut. Pada kenyataannya, hal serupa tersebut dilakukan kemanapun Wehrmacht pergi dan apapun ras dari penduduk lokalnya! Yang paling terkenal dari hal ini adalah pelayan kulit hitam dari jagoan udara Luftwaffe Hans-Joachim Marseille, Mathew "Mathias" Letulu yang berasal dari Afrika Selatan. Dari buku "Ln - die Geschichte der Luftnachrichtentruppe. Bd. 2. Der Weltkrieg. Der Flugmelde- und Jägerleitdienst 1939 - 1945" karya Karl Otto Hoffmann: "Oberst Gustav Rödel dari JG 27 mengatakan pada penulis bahwa Staffel-nya mempunyai pos observasi untuk mewaspadai serangan udara musuh yang mungkin datang. Untuk membuat hidup di Afrika menjadi lebih 'mudah', pos-pos tersebut mempekerjakan beberapa 'bocah' (dia mendeskripsikan mereka sebagai 'negro Arab yang antusias'). Setelah para 'bocah' ini diberitahu oleh 'tuannya' tentang tugas mereka (yaitu sebagai Luftspäher dan Flugmelder, pengamat udara), mereka menjadi sangat bersemangat dan menjalani tugas mereka dengan sungguh-sungguh. Tak lama kemudian orang-orang Jerman mendapati kenyataan yang mengagumkan: para sukarelawan pengintai udara ini mempunyai penglihatan dan pendengaran yang jauh lebih tajam dari rekan-rekan bule mereka, serta dapat mengenali datangnya pesawat udara jauh lebih dulu dengan berteriak-teriak serta melambaikan tangan mereka ke arah datangnya musuh!" 


 Perwira dari Totenkopf ini menjalani pelatihan militer bersama dengan Heer di masa sebelum perang. Dia mengenakan seragam yang unik dimana terdapat dua Adler di dalamnya: Adler Wehrmacht (dada) dan SS (lengan)!


Foto ini diambil di Belanda bulan November 1944 dan memperlihatkan seorang perwira Heer mengenakan jaket kamuflase SS dari jenis M44 Erbsentarn (dot44). Uniknya, dia memindahkan Adler SS dari lengan ke bagian dada!


Prajurit Heer ini mengenakan SS-tarnwendejacke (splittertarn) yang biasa dikenakan oleh unit-unit Waffen-SS sebagai jaket utama saat musim dingin (winterbekleidung), terutama di Front Timur. Jaket semacam ini bisa dibolak-balik (reversible) dimana di bagian dalamnya berwarna putih salju


 Bila jaket seperti yang dipakai oleh Leutnant di atas muncul di pasaran saat ini, pastilah dia dikatakan sebagai barang palsu atau abal-abal! Bukti foto di atas menunjukkan bahwa seringkali prajurit/perwira Wehrmacht memodifikasi pakaiannya di lapangan untuk menyesuaikan dengan keterbatasan bahan dan pasokan dari tanah air, terutama di akhir-akhir Perang Dunia II


Perhatikan kerahnya yang "aneh", pita lengan dengan corak yang tidak biasa, juga tidak adanya lambang elang (Hoheitszeichen) di dada seragamnya. Terlalu sulit untuk mengatakan apakah di topinya terdapat pula Hoheitszeichen, meskipun rosette dan soutache-nya kelihatan dengan jelas. Kemungkinan aki-aki ini adalah anggota unit Volksdeutsche Landschutz atau Selbstschutz, dimana tab kosong gaya SS adalah salah satu cirinya



Kerah panzer di seragam tugas standar dengan empat kantung


Banyak hal "langka" yang bisa didapatkan dari foto ini: seragam Sturmartillerie dengan lambang Jäger di lengan dan Medali Parasut Heer di dada (salah satunya versi jahit), belum lagi celana Fallschirmhose yang dikenakan orang di kiri. Orang-orang ini berasal dari satuan Brandenburgers, dan biasanya mereka memang bebas mengenakan apa saja sesuai dengan tugas "penyelundupan" yang mereka emban!



Seragam Luftwaffe dengan kerah Heer



Anggota NSKK (Nationalsozialistisches Kraftfahrkorps) yang memakai ikat pinggang DJ (Deutsches Jungvolk)



Seragam panzer yang tidak biasa, karena biasanya hitam. Kemungkinan ini adalah seragam putih musim panas (lihat DISINI), meskipun "penampakannya" jarang terlihat!


Dua orang awak Stug. Perhatikan lambang rajawali di prajurit sebelah kiri. Terbalik brooo!



Tiga orang anggota Panzerjäger-Abteilung ini mengenakan seragam latihan (Drillichschutzanzug) tanpa simbol apap pun di kerah. Seragam ini biasanya dikenakan oleh prajurit yang baru masuk ke sebuah unit. Ketiadaan soutache (garis/lining) pada topi dan insignia di lengan mengindikasikan kalau foto ini diambil tahun 1942 ke atas. Perhatikan bahwa ketiganya juga tak mengenakan tanda pangkat di bahu!


Meskipun kelihatan aneh, sebenarnyalah si prajurit Fallschirmjäger ini mengenakan pakaian sipil dengan tambahan lambang elang Luftwaffe hasil modifikasi sendiri


Bingung kan orang ini berasal dari organisasi apa? Soalnya nggak ada tanda pangkat di kerah maupun bahu yang menjadi petunjuk "keberadaannya". Tapi dilihat dari armband yang dikenakannya (Straßenbau), kita bisa tahu bahwa dia adalah anggota RAD, tepatnya Straßenbau Trupp Nr.45 di 'Der Generalinspektor für das Deutsche Straßenwesen'

-------------------------------------------------------------------------------

TOPI DAN HELM
 
Jagoan udara Luftwaffe Hauptmann Ernst-Wilhelm Reinert mengenakan ledermantel. Perhatikan schirmmütze di kepalanya yang tidak dilengkapi lambang Adler Luftwaffe! Selama karir perangnya dia telah terlibat dalam 715 feindflug dan menembak jatuh 174 pesawat di udara serta menghancurkan 16 lainnya di darat. 103 klaimnya dibukukan di Front Timur, 20 di Front Barat, dan 51 di Front Mediterania. Dia juga tercatat menghancurkan 16 kendaraan lapis baja serta 6 kereta api!


Topi yang dikenakan oleh prajurit di atas adalah feldmütze M42 yang dikembangkan karena mampu memberikan perlindungan lebih maksimal dalam menghadapi musim dingin Rusia yang terkenal ami-amit panas (WTF?). Dia bisa dilipat dan dikancingkan ke bawah kepala pemakai untuk melindungi sekaligus bagian mulut, dagu, dan leher. Pada dasarnya feldmütze M42 sama saja dengan bergmütze (topi gunung), hanya saja tanpa dilengkapi visor di bagian depan



Alfred Regeniter, Ritterkreuzträger dan Leutnant di 3.Batterie / Sturmgeschütz-Brigade 276, meminta helm Fallschirmjäger untuk dipakai saat bertugas di Dt. Eylau (Prusia Timur). Ini bukannya tanpa alasan: Beberapa masalah timbul saat stahlhelm standar yang mereka pakai membuat headphone-nya tidak muat. Karena itu, Sang Geschützführer terpaksa bertempur tanpa memakai helm baja, dan ini sangat berbahaya buat keselamatannya. Regeniter lalu mengirimkan permintaan kepada komandannya agar dikirimkan helm Fallschirmjäger sebagai pengganti, dan berangkat bersama lima orang lainnya ke Berlin. Setelah membuat permohonan resmi, mereka pindah ke Brandenburg dan akhirnya mendapat 100 buah helm FJ sesuai dengan permintaan (ukuran 52-62)!



Perwira Luftwaffe ini memasangkan tali Schirmmütze di Feldmütze M43 yang dia kenakan. Dia teridentifikasi sebagai Oberst Hans-Jochen von Arnim (pangkat terakhir Generalmajor), komandan 5.Luftwaffe-Feld-Division




Contoh kasus yang sama. Kali ini "menimpa" General der Fallschirmtruppe Eugen Meindl. Cord ganda di einheitsfeldmütze M43 adalah hasil inovasi Meindl dan segelintir perwira tinggi Luftwaffe karena "benda" ini tidak pernah dikeluarkan secara resmi (atau tidak resmi) oleh OKW (Oberkomando der Wehrmacht). BTW, foto Meindl dengan senapan mesin MG 34 diambil pada saat pelatihan Aufklärungsabteilung XIII. Fliegerkorps di Bergen (Celle), musim gugur 1942; sementara foto bawahnya adalah saat dia berinteraksi bersama staff Sturmregiment di Rusia bulan Mei 1942


Perwira panzer dengan feldmütze M43 yang tidak biasa


Panzermann satu ini mengenakan Hoheitszeichen langka berbentuk tidak biasa (apakah Hoheitszeichen SS?) yang terbuat dari metal di topinya, dan juga arah menghadap Totenkopf (tengkorak) di kerahnya pun salah!




SS-Sturmbannführer Christian Tychsen (peraih Eichenlaub) dengan seragam panzer SS dan topi hitam panzer Heer yang dimodifikasi. Perhatikan lambang elang di topinya yang masih berbentuk elang Heer, juga logo tengkorak (Totenkopf) yang dilintasi soutache (lining). Medali Eichenlaubnya juga sepertinya diphotoshop!


Oberleutnant Richard Anders (3 Januari 1915 - 9 September 1993) telah ikut berpartisipasi dalam penyerbuan ke Polandia tahun 1939 bersama Aufklärungsgruppe 21 ketika pesawat pengintainya ditembak jatuh oleh pesawat pemburu musuh sehingga membuat dia dan Hauptmann Walter Months terluka. Anders kemudian berganti unit menjadi Ergänzungs-Aufklärungsgruppe (6 Agustus 1942) dan Aufklärungsgruppe 12 (1 September 1942). Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 27 Juli 1944 sebagai Oberleutnant dan Flugzeugführer di 11.Staffel (H) / Nahaufklärungsgruppe 12 / Fliegerführer Kroatien / Luftwaffenkommando Südost setelah menyelesaikan banyak misi pengintaian serta pengarahan tembakan artileri. Di akhir perang Anders tergabung dengan Staff 8.  Flak-Division. Secara total dia telah menyelesaikan 370 feindflug (misi tempur) yang kebanyakannya berlangsung di Front Timur. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Flugzeugführerabzeichen; Verwundetenabzeichen in Schwarz (26 November 1939) dan in Silber (21 Januari 1944); Dienstauszeichnung der Wehrmacht IV. Klasse (1939); Eisernes Kreuz II.Klasse (13 Desember 1939) dan I.Klasse (25 Juli 1940); Frontflugspange für Auklärer in Bronze (21 April 1941), in Silber (22 Februari 1942), in Gold (30 November 1942) dan mit Anhänger (19 Juli 1943); Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (10 Agustus 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1942/42 (31 Desember 1942); serta Deutsches Kreuz in Gold (12 April 1943). Dia juga mendapat satu medali asing yaitu Ehrenzeichen der Slowakisches Schnellen Division XLII (Slovakien Honor award for service against the Soviet Union) yang didapatnya tanggal 23 Mei 1942. Yang rada tidak biasa dari foto Oberleutnant Richard Anders ini adalah absennya logo elang Luftwaffe di topinya! Foto yang diambil pasca-perang?
-------------------------------------------------------------------------------




Foto ini diambil di Italia, akhir tahun 1943. Tampaknya perwira berpakaian tropis ini sedang melatih Fallschirmjäger anak buahnya berbaris. Si perwira sendiri kelihatannya tidak mempunyai pengalaman terjun dengan parasut (terlihat dari tidak adanya medali Fallschirmschützen-abzeichen), tapi dia setidaknya adalah seorang pilot (perhatikan medali Flugzeugführerabzeichen). Tapi bukan itu yang membuat saya terheran-heran. Saya mendapati bahwa di topinya ada lambang yang setelah di-zoom langsung bikin kening berkerut: Tengkorak! WTF? Kenapa ada lambang Totenkopf nongrong di perwira Luftwaffe? Apakah dia mantan prajurit SS? Ternyata setelah ditelusuri, ada sebuah skuadron pembom Luftwaffe (Kampfgeschwader 54) yang bersimbolkan tengkorak dan mempunyai julukan "Totenkopf". Mungkin itulah jawaban yang masuk akal, bahwa si perwira di atas merupakan mantan bomber dari unit tersebut!


Generalmajor Fritz Bayerlein (tengah) bersama dengan para perwira Afrikakorps. Saya cuma mengenali satu di antaranya, yaitu cowok berjanggut di sebelah kanan. Dia adalah Fritz Moosmüller yang merupakan Sonderführer di Propagandakompanie, meskipun kebanyakan waktunya digunakan sebagai penterjemah. Perhatikan betapa beraneka ragamnya seragam yang mereka kenakan (dari mulai hijau zaitun, kuning cerah, coklat tua dan abu-abu), sesuatu yang tidak akan anda ketahui bila foto ini dibuat dalam format hitam-putih! Bayerlein memakai seragam jenderal tapi dengan kancing putih standar (bukannya kuning seperti biasanya dikenakan orang berpangkat jenderal). Sekarang beralih ke Moosmüller, perhatikan bahwa tanda pangkat Sonderführer di kerahnya telah dicabut! Dua orang memakai celana dengan saku di betis: hasil rampasan dari Inggris mungkin, atau bikinan sendiri? satu lagi, veteran Perang Dunia I kedua dari kanan dengan bordiran pink panzer di topinya (yang mengindikasikan bahwa dia berasal dari unit panzer) tampaknya tidak ambil pusing untuk memakai logo tengkorak di kerahnya, seperti umumnya panzertruppen di Afrika


Foto ini diambil dari buku "Rommel's Tropical Army in Original Color" oleh Bernd Peitz. Sang pengarang memberi label pada seragam yang dipakai oleh prajurit Afrikakorps ini sebagai 'buatan sendiri', yang mungkin dibikin dengan menggunakan material jaket berbahan wol yang tersedia saat itu. Bisa dikatakan bahwa dia salah! Penjelasannya sendiri sebenarnya sederhana saja: Prajurit ini memakai seragam hasil rampasan dari Inggris (perhatikan kancingnya yang tersembunyi) yang mendapat tambahan lambang Elang di dada supaya terlihat lebih 'Jerman'. Selain itu, seragam ini mendapat tambahan juga lining kuning tropis di kerah (tanda panah), dan simbol militer Jerman standar (pangkat bahu dan chevron di lengan). Topi kainnya yang berwarna terang juga terlihat kontras dengan seragam coklat khas Inggris yang dikenakannya!


Foto di atas memperlihatkan seorang sukarelawan Belanda di Waffen-SS yang termuat dalam sebuah buku kecil tentang SD dan SIPO di Belanda. Sedikit informasi didapat menceritakan bahwa orang ini memulai karirnya di Waffen-SS tahun 1941 dan kemudian dipindahkan ke SD di Belanda setelah terluka dalam pertempuran. Dia juga ikut ambil bagian dalam Pertempuran Arnhem tahun 1944. Beberapa aspek dalam foto ini patut untuk dikedepankan: Dia memakai seragam kamuflase Knochensack yang biasa dipakai oleh Fallschirmjäger, dengan tali bahu dan kerah berlambang tengkorak Totenkopf (padahal jelas-jelas dia bukan anggota Totenkopf, apalagi anggota Fallschirmjäger)!


Anggota Divisi Lapangan Luftwaffe ini memakai baju yang dibuat sendiri di lapangan!


Baru kali ini nemu tentara Jerman yang nikah dengan tetap memakai helm perangnya! Kayaknya dia sayang banget sama tuh helm. Sayang, saya tidak berhasil mendapatkan identitas si pemegang Deutsches Kreuz in Gold ini


Foto dari dua orang pasukan panzer veteran Afrikakorps. Yang menarik adalah pita lengan yang mereka kenakan, satu memakai pita lengan standar AFRIKAKORPS (kiri), dan satunya lagi non-standar (kemungkinan buatan sendiri)!


Dalam foto kepunyaan Bundesarchiv ini, sekelompok Fallschirmjäger sedang melakukan patroli di sebuah lembah di Italia. Prajurit yang paling dekat dengan kamera membawa serta Karabiner K-98 yang telah dilengkapi dengan bayonet. Yang menarik adalah, ini merupakan salah satu foto SANGAT langka yang memperlihatkan digunakannya seragam kamuflase dengan pola "palm" (kelapa sawit) alias palmentarn


Awak tank dari Divisi Panzergrenadier SS ke-16 "Reichsführer" ini memakai jaket kulit hitam yang biasa dipakai oleh kapten U-boat. Tak terbayangkan panasnya kalau dia memakai jaket tersebut di dalam tank yang sempit dan pengap, apalagi di front Italia tempat unitnya bertugas!


Ketika Austria bergabung dengan Jerman Raya (Anschluss) bulan Maret 1938, diperlukan proses untuk mengganti perlengkapan dan seragam militer negara tersebut menjadi perlengkapan dan seragam Wehrmacht. Foto ini diambil bulan Mei 1938, dan memperlihatkan dengan jelas "evolusi" masih berlangsung : seragamnya sih masih seragam Austria, tapi telah dilengkapi dengan lambang elang Jerman!



Leutnant dari Divisi Panzer ke-26 di Front Italia ini memakai U-boat Badge di seragamnya! Mantan awak U-boat?
Kalau yang ini kebalikannya: pelaut Kriegsmarine yang juga peraih Panzer Assault Badge!
Super langka : SS memakai helm Luftwaffe!
Prajurit Fallschirmjäger ini memakai ikat pinggang era Perang Dunia I! Mungkinkah peninggalan bapaknya yang veteran perang? Sepertinya ini adalah foto yang dibuat pasca perang. Perhatikan saja lambang elang Luftwaffe di dada yang tampaknya ditempelkan dengan tangan dan bukannya dijahit menggunakan mesin
Gerd Hein (peraih Ritterkreuz yang berasal dari Hitlerjugend) dengan balutan seragam kancing ganda yang langka. Kemungkinan dibuat pasca perang seperti foto di atas
Perhatikan kanvas proteksi langka yang digunakan prajurit Fallschirmjäger ini untuk membungkus senapan K98-nya!
Perhatikan kanvas pelindung yang digunakan untuk menutup senapan mesin MP38/40 yang digunakan Fallschirmjäger ini. Perhatikan pula posisi senjatanya yang tidak biasa (kayak lagi mangku bayi)!
Fallschirmjäger dengan seragam buatan Italia yang tiada duanya. Cuchoooo!!!



Kalau anda perhatikan dalam video ini bahwa para pelaut Kriegsmarine ini memakai helm Fallschirmjäger! Mereka adalah para awak kapal torpedo kecil yang bertugas menghantam kapal-kapal Sekutu di sungai dan pantai

Sumber :
Buku "German Army Uniforms and Insignia 1933-1945" karya Brian L. Davis
Buku
"Rommel's Tropical Army in Original Color" karya Bernd Peitz
Foto koleksi pribadi Gordon Williamson
Foto koleksi pribadi Hundestaffel
Foto koleksi pribadi Joe Slavick
Foto koleksi pribadi Onkel Kurt
Foto koleksi pribadi William "Bill" Petz
 
www.aufhimmelzuhause.com
www.fjr2.be
www.forum.axishistory.com
www.gmic.co.uk
www.gothicline.wordpress.com

www.militaryphotos.net
www.panzer-archiv.de
www.reibert.info
www.warrelics.eu
www.wehrmacht-awards.com

www.ww2photomuseum.com

No comments: