Sunday, February 27, 2011

Tokoh Third Reich Jerman dalam Sampul/Cover Majalah

DIE NEUE GARTENLAUBE

 Oberleutnant Werner Baumbach (Staffelkapitän 5.Staffel / II.Gruppe / Kampfgeschwader 30 "Adler") dalam sampul majalah "Die neue Gartenlaube" (Gazebo Baru) edisi No.18 yang diterbitkan pada tanggal 30 April 1941. Majalah satu ini pada asalnya merupakan suratkabar Jerman pertama yang mencapai kesuksesan setelah diproduksi massal pada tahun 1853 dan sekaligus merupakan pelopor majalah modern. Pada awalnya dia bernama "Die Gartenlaube - Illustrirtes Familienblatt", tapi kemudian dirubah menjadi "Die neue Gartenlaube" pada tahun 1938

----------------------------------------------------------------------------------

TIME

TIME volume XVIII terbitan 21 Desember 1931 : Führer Adolf Hitler sedang berpidato dengan berapi-api (demagog). "Kebenaran berjalan beriringan dengan kekuatan"


TIME volume XXI terbitan 13 Maret 1933 : Führer Adolf Hitler bersantai di kursi ditemani anjingnya. "Ucapannya: kelahiran kembali atau Bolsewik!"


TIME volume XXII terbitan 10 Juli 1933 : Reichsminister Joseph Goebbels digambar dari samping. "Menteri Propaganda Goebbels. Katakan dalam mimpimu: Orang Yahudilah yang harus disalahkan!"


TIME volume XXII terbitan 21 Agustus 1933 : Reichsmarschall Hermann Göring mengenakan seragam SA-Gruppenführer. "Perdana Menteri Prusia Göring. Pedang dan kilat telah kembali pada cakar rajawali Prusia"


TIME volume XXVII terbitan 13 April 1936 : Führer Adolf Hitler dengan salam Nazi. "99%"


TIME volume XXXIII terbitan 24 April 1939 : Reichsführer-SS Heinrich Himmler dengan latar belakang lambang swastika. "Dia adalah bayangan dibalik swastika"


TIME volume XXXIV terbitan 25 September 1939 : Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch tersenyum. "Kampanye bergantung padanya"


TIME volume XXXV terbitan 1 April 1940 : Reichsmarschall Hermann Göring memakai seragam berburu tradisional Jerman. "Dalam satu perintah saja, neraka akan dilepaskan kepada musuh"


TIME volume XXXV terbitan 13 Mei 1940 : Generaloberst Nikolaus von Falkenhorst memakai seragam Oberst (Kolonel). "Falkenhorst: penyerbu Norwegia. Dia menjadi yang pertama datang kesana - mampukan dia bertahan sampai menjadi yang paling akhir?"


TIME volume XXXVI terbitan 26 Agustus 1940 : Generalfeldmarschall Erhard Milch dengan latar belakang pesawat pembom Jerman yang tampaknya adalah Heinkel He 111. "Penguasa udara adalah juga penguasa lautan"


TIME volume XXXVII terbitan 24 Maret 1941 : Generalfeldmarschall Wilhelm List dengan latar belakang pasukan lapis baja dan kendaraan bermotor Jerman. "Balkan berarti pegunungan, dan dia sudah biasa dengan pegunungan"


TIME volume XXXVII terbitan 14 April 1941 : Führer Adolf Hitler duduk di kursi. "Musim panas telah tiba"


TIME volume XXXVIII terbitan 14 Juli 1941 : Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel dikelilingi oleh Napoleon Bonaparte dan Paul von Hindenburg. "Dia juga ikut ambil bagian dalam petualangan besar - invasi ke Rusia"


TIME volume XXXVIII terbitan 8 Desember 1941 : Generalfeldmarschall Fedor von Bock dengan latar belakang puing-puing. "Bock, penyerbu Moskow. Di musim dingin Napoleon mundur, tapi dia malah menyerang"


TIME volume XXXIX terbitan 2 Februari 1942 : Großadmiral Karl Dönitz sebagai Vizeadmiral dengan latar belakang U-boat Jerman. "Laksamana Madya kapal selam Jerman: Dönitz. Kemenangannya berada pada loker Davy Jones"


TIME volume XXXIX terbitan 23 Februari 1942 : SS-Obergruppenführer Reinhard Heydrich dengan latar belakang tali gantungan. "Heydrich, pengeksekusi Gestapo. Dapatkan teror, kelaparan dan propaganda memerintah 150.000.000 tawanan?"


TIME volume XXXIX terbitan 20 April 1942 : Großadmiral Erich Raeder dengan latar belakang swastika hitam berdarah dan air mata. "Untuk pertama kalinya sejak Jutland, air biru memanggil Angkatan Laut Jerman"


TIME volume XXXIX terbitan 29 Juni 1942 : Generaloberst Franz Halder dengan latar belakang soldatenfriedhof (kuburan prajurit). "Thunderbolt-Thunderbolt harusnya sudah menyerang pada waktunya"


TIME volume XL terbitan 13 Juli 1942 : Generalfeldmarschall Erwin Rommel dengan latar belakang Terusan Suez. "Takdir Mesir adalah juga takdir Timur Tengah"



TIME volume XL terbitan 31 Agustus 1942 : Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt dengan latar belakang bayonet di pantai. "Rundstedt Jerman: pembela pantai. Lebih banyak tongkang di pantai, lebih banyak tembakan di waktu malam"


TIME volume XL terbitan 21 September 1942 : Generalfeldmarschall Fedor von Bock dengan latar belakang sungai darah. "Darah Nazi juga sama merahnya"


TIME volume XLI terbitan 10 Mei 1943 : Großadmiral Karl Dönitz menjadi simbol U-boat Jerman dengan periskopnya. "Dönitz si kapal selam Atlantik. Pertahanan pertama Jerman adalah di parit bentengnya"


TIME volume XLII terbitan 11 Oktober 1943 : Reichsführer-SS Heinrich Himmler dengan latar belakang tumpukan mayat manusia. "Himmler, Kepala Polisi Nazi Eropa. Orang mati tidak bisa melawan"


TIME volume XLIII terbitan 10 Januari 1944 : Generalfeldmarschall Erich von Manstein dengan latar belakang Iron Cross. "Gerakan mundur mungkin saja jagonya, tapi kemenangan berada di arah yang berlawanan"


TIME volume XLIV terbitan 7 Agustus 1944 : Generaloberst Heinz Guderian mengenakan medali Eichenlaub. "Guderian, Kepala Staff Nazi baru. Karat menyebar ke mesin perangnya"


TIME volume XLIV terbitan 21 Agustus 1944 : Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt dengan latar belakang ular Nazi. "Kepala-kepala akan bergelindingan"


TIME volume XLV terbitan 12 Februari 1945 : Reichsführer-SS Heinrich Himmler membentuk Totenkopf (tengkorak) SS. "Teror telah tiba pada akhirnya"


TIME volume XLV terbitan 7 Mei 1945 : Führer Adolf Hitler dengan tanda 'kali' besar


TIME volume XLVI terbitan 10 Desember 1945 : Para terdakwa Pengadilan Nürnberg di antaranya Alfred Rosenberg, Rudolf Hess, Hermann Göring dan Joachim von Ribbentrop. "Pewaris Hitler. Dakwaan: konspirasi bersama-sama melawan perdamaian dan kemanusiaan"


Sumber :
www.life.com

Saturday, February 26, 2011

Operasi Valkyrie Dan Maraknya Buku Bertema Nazi


Pria bertubuh jangkung dan tegap itu kehilangan mata kiri, lengan kanan, dan dua jari di tangan kirinya. Tapi itu tak melunturkan semangat Claus Philipp Maria Justinian Schenk Graf von Stauffenberg mencoba mengubah garis sejarah pada 20 Juli 1944.

Hari itu Stauffenberg menjadi ujung tombak rencana pembunuhan pemimpin tertinggi Nazi, Adolf Hitler. Namun bom dalam koper yang dibawa Claus von Stauffenberg gagal membunuh Hitler malah ia ditangkap, dieksekusi, dan namanya tenggelam dalam sejarah.

Sosok Stauffenberg kemudian dihidupkan kembali dalam film layar lebar dengan aktor Tom Cruise yang memerankan pemuda aristokrat itu. Film tersebut mengambil judul Valkyrie, sebuah rencana penanganan keadaan darurat yang dibuat Hitler seandainya ada sesuatu terjadi pada dirinya.

Film ini juga memicu kemunculan buku yang membahas hidup dan sepak terjang Stauffenberg seperti yang disusun Peter Hoffman yakni Stauffenberg: A Family History, 1905-1944. Sebelumnya Hoffmann sudah menerbitkan beberapa buku tentang faksi-faksi di Jerman yang menentang Hitler.

Penulis Michael Baigent dan Richard Leigh yang sebelumnya berkonsentrasi pada tema religius seperti The Holy Blood and the Holy Grail pun ikut menulis soal Stauffenberg. Sebelum jadwal rilis pada Juni 2008, keduanya meluncurkan Secret Germany: Stauffenberg and the True Story of Operation Valkyrie.

Bahkan memoar salah seorang konspirator dalam rencana membunuh Hitler, Hans Berd Gisevius, diolah ulang dan diterbitkan dengan judul baru Valkyrie: An Insider’s Account of the Plot to Kill Hitler. Gisevius sendiri banyak dikritik karena bukunya kelewat mengecilkan peran Stauffenberg.

Memang Stauffenberg sendiri agak terlambat masuk gerakan bawah tanah menentang Hitler. Namun penganut Katolik yang taat ini sudah sejak lama tak menyukai kebijakan pemerintahan partai Nazi yang menekan kehidupan beragama dan kekejaman terhadap etnis lain yang dinilainya membuat malu bangsanya.

Penindasan secara sistematis terhadap masyarakat Yahudi yang dijalankan pasukan paramiliter Schutzstaffel (SS) telah dipaparkan secara runut oleh Stephane Downing dalam bukunya Inside The Death Camp. Mulanya mereka dilarang menjadi pegawai negeri, lantas harus memakai tanda bintang kuning pada baju serta mengganti nama depan jadi Israel untuk lelaki dan Sarah bagi perempuan.

Diskriminasi berlanjut dengan larangan berbisnis, berbelanja pada jam yang ditentukan, bahkan ada izin yang membolehkan siapa saja menghancurkan rumah ibadah, tempat usaha, dan rumah mereka. Ujungnya adalah kamp konsentrasi dimana tanpa pandang usia dan jenis kelamin masyarakat etnis ini dipaksa bekerja dengan ransom kuah sup dan roti tipis.

Diskriminasi dan agresi militer yang dijalankan pemerintah jerman kala itu tak lepas dari kebijakan partai Nationalsozialistischen Deutsche Arbeiter Partei atau Nazi yang didirikan Hotler pada 1920. Haluan partai ini berakar dari pemikiran Hitler yang ditulis dalam biografi sekaligus manifesto politiknya, Mein Kampf (Perjuanganku).

Dalam buku versi terjemahan yang dikeluarkan penerbit Narasi ini terbagi menjadi dua volume dimana pada bagian pertama Hitler berfokus pada dirinya mulai dari masa kecilnya hingga perkembangan pemikirannya. Sementara pada bagian kedua Hitler lebih mengurai gagasan partai Nazi.

Dalam banyak bagian terungkap kemarahan-kemarahan Hitler yang seringkali diarahkan kepada kelompok Yahudi. Dalam satu bagian ia bahkan menyebut tujuan akhir Marxisme adalah kehancuran semua negara bangsa non Yahudi dan menuturkan bagaiman kelas pekerja Jerman berhasil bangkit melawannya.

Mein Kampf hanyalah satu dari beberapa buku terbitan Narasi yang mengulas soal Nazi dan perang dunia kedua. Selama dua tahun terakhir penerbit yang bermarkas di Yogyakarta ini memang paling getol menyuplai referensi seputar topik itu baik karya terjemahan maupun kompilasi data oleh penulis lokal.

Pada 2007, misalnya, Narasi menerbitkan Neraka di Stalingrad yang ditulis F. Schneider dan C. Gullans dan Waffen-SS: Mesin Perang Nazi karangan Fernando R. Srivanto. Lalu pada 2008 Narasi meluncurkan Operasi Barbarossa: Ketika Hitler Menyerang Stalin yang ditulis Ari Subiakto.

Sekilas masalah soal perkembangan fasisme ini jauh dari kehidupan Indonesia namun mahasiswa Jurusan Sejarah Universitas Indonesia, Wilson, berhasil melacak pengaruh gerakan fasisme Hitler di Indonesia pada era penjajahan Belanda. Penelusuran untuk skripsi tersebut dibukukan dengan judul Orang dan Partai Nazi di Indonesia: Kaum Pergerakan Menyambut Fasisme dan diterbitkan oleh Komunitas Bambu.

Wilson menjelaskan, fasisme masuk ke Hindia Belanda sebagai efek samping dari kebijakan pemerintah kolonial yang membagi warga negara berdasarkan kategori rasial. Saat krisis Eropa menjalar ke tanah jajahan, golongan Indo kecewa dengan keputusan yang menyamakan upah bagi Indo dan bumiputera.

Menurut Wilson kelompok ini merasa terancam akan digeser oleh bumiputera dan punya ketakutan bangsa jajahan ini akan memberontak. Mereka lantas mengadopsi fasisme sebagai paham organisasi dan melancarkan gerakan pemurnian dan proteksi bagi kelompok Indo.

Kalangan pergerakan kemerdekaan juga ada yang mengadopsi fasisme berkaca dari keberhasilan Hitler membangkitkan Jerman dari keterpurukan setelah kalah pada perang dunia pertama. Bekas anggota PNI, Notonindito, mendirikan Partai Fascist Indonesia di Bandung pada 1933.

Ada tiga hal yang menjadi benang merah dari berbagai buku ini, yakni prasangka rasial dan hancurnya kondisi ekonomi yang kini kembali dirasakan secara global. Ketika Hitler mengampanyekan ideologinya, dunia tengah terpuruk akibat anjloknya bursa saham Wall Street yang dikenal sebagai era Great Depression sementara di kawasan Jerman sendiri tengah berkembang sikap antisemit.

Ini tak jauh beda dari kondisi dunia saat ini setelah perekonomian Amerika Serikat yang ambruk dan mulai menjalar ke seluruh dunia. Di sisi lain prasangka rasial terhadap kaum imigran tengah merebak di dataran Eropa.

Mungkin buku-buku tersebut ditrbitkan dengan pertimbangan sisi komersial bahkan sebagian sengaja dimaksudkan mendompleng film Valkyrie. Namun buku bertema Nazi ini bisa menjadi semacam obat pengingat kondisi krisis ekonomi dan sosial yang tak ditangani dengan baik bisa berujung menjadi treagedi kemanusiaan.


Sumber :
www.duniabuku.wordpress.com


Friday, February 25, 2011

Foto Max Wünsche


Acara konferensi pers di Führerbau selama berlangsungnya peristiwa "Kristallnacht" tanggal 10 November 1938. Kalau gambar orang-orang ini terlalu kecil sehingga membuat mata anda tetelo, coba klik gambarnya sehingga ngebelegedeg dan perhatikan! SS-Obersturmführer Max Wünsche (Ordonnanz-Offizier di Begleitkommando des Führers) berdiri di bawah lampu dinding di tengah, si pirang dalam seragam hitam Allgemeine-SS yang berendengan dengan Hauptmann Nicolaus von Below (Luftwaffen-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"). Disini kita juga bisa melihat SS-Gruppenführer Julius Schaub (sebelah kiri Brückner memagai seragam hitam Allgemeine-SS, Persönlicher Adjutant Hitler), SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (sebelah kiri Wünsche, Chefadjutant “Führer und Reichskanzler”), Reichsminister Dr. phil. Joseph Goebbels (keempat dari kanan, Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda), SS-Gruppenführer Dr. Otto Dietrich (kedua dar kanan, Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda), dan Reichsminister Rudolf Hess (kanan, Stellvertreter des Führers). Foto oleh Hugo Jaeger (fotografer pribadi Adolf Hitler)


Perayaan ulang tahun ke-50 Adolf Hitler yang diselenggarakan secara besar-besaran tanggal 20 April 1939 di seluruh Jerman. Dalam foto jepretan Hugo jaeger ini, sang Führer sedang menerima tamu-tamunya yang berkunjung dalam resepsi malam di Berlin. Dari kiri ke kanan: Hitler, Dr. Karl Brandt (dokter pribadi Hitler), Heinrich Hoffmann (berjabat tangan, fotografer pribadi Hitler), Max Wünsche (masih berpangkat SS-Untersturmführer), dan Dr. Theodor Morell (antri salaman, dokter pribadi Hitler yang lain). Uniknya, Wünsche mempunyai tanggal lahir yang sama (20 April) dengan Führer-nya!


 Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) dalam inspeksi ke Gau Saarpfalz/Westwall pada tanggal 14-19 Mei 1939. Dari kiri ke kanan: Oberstleutnant Wolfgang Pickert (berkacamata di belakang, Chef des Stabes Luftgau-Kommando XIII), Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), Reichsführer-SS Dipl.-Landwirt Heinrich Himmler (Reichsführer-SS und Chef der Deutschen Polizei), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht), SS-Gruppenführer Karl Wolff (di belakang, Chef des Hauptamtes Persönlicher Stab Reichsführer-SS), Hitler, Generalleutnant Karl Kitzinger (Kommandeur Luftverteidigungszone West), SS-Obersturmführer Max Wünsche (di belakang memakai gogel, Ordonnanz-Offizier in Begleitkommando des Führers), General der Infanterie Erwin von Witzleben (Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 2), Generalmajor Max Dennerlein (berkumis, Inspekteur der Westbefestigung), dan Generalleutnant Alfred Jacob (Inspekteur der Pioniere und der Festungen)


 Acara Hari Veteran Reich (Heldengedenktag) yang diselenggarakan di Kassel, Jerman, tanggal 4 Juni 1939 dan dihadiri oleh Führer Adolf Hitler. Duduk di depan dari kiri ke kanan: General der Infanterie a.D. Carl Eduard Herzog von Sachsen-Coburg und Gotha (veteran Perang Dunia I), SS-Gruppenführer Dr. Otto Dietrich (Reichspressechef), General der Artillerie Friedrich Dollmann (Befehlshaber Wehrkreis IX), SA-Obergruppenführer Willy Marschler (Ministerpräsident Thüringen), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des "Führers und Reichskanzlers“). Duduk di baris belakang: SS-Brigadeführer und General der Waffen-SS Franz Breithaupt (SS Standortführer in SS-Hauptamt), SS-Oberführer tak dikenal, SS-Gruppenführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant Hitler), Oberstleutnant Rudolf Schmundt (Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), Hauptmann Gerhard Engel (Heeres-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), SS-Obersturmführer Max Wünsche (Ordonnanz-Offizier di Begleitkommando des Führers), SS-Obersturmführer Ludwig Bahls (Ordonnanz-Offizier di Begleitkommando des Führers), SS-Obersturmführer Fritz Darges (Adjutant der Reichsleiter Martin Bormann), veteran Perang Dunia I tak dikenal, SA-Obergruppenführer Adolf Heinz Beckerle (Führer SA-Gruppe Hessen), dan SS-Gruppenführer Walter Schmitt (Chef SS-Personalkanzlei in SS-Hauptamt)
 
Selain sebagai komandan panzer tangguh, Max Wünsche juga dikenal sebagai seorang penari waltz yang handal. Disini si tampan berpose dengan seragam tuxedo bersama artis Austria Magda Schneider (ibu dari aktor terkenal Austria era 60-an dan 70-an, Romy Schneider). Foto ini sendiri merupakan hasil cropping dari jepretan fotografer Nazi Hugo Jäger yang nongol dalam buku "Hitlers Neue Reichskanzlei" terbitan Arndt, dimana Magda Schneider berdiri di antara Wünsche dan aktor Paul Richter. Tahunnya adalah tahun 1939


SS-Obersturmführer Max Wünsche sebagai ajudan Adolf Hitler dalam pembukaan acara Tag der Deutschen Kunst (Day of the German Art Festival) di Münich tanggal 14 Juli 1939. Di paling kiri adalah ajudan Hitler lainnya SS-Gruppenführer Julius Schaub, sementara di belakangnya (memakai seragam Gauleiter) adalah Adolf Wagner, Gauleiter München-Oberbayern dari tahun 1929 sampai dengan kematiannya di tahun 1944. Foto diambil oleh fotografer pribadi Hitler Hugo Jaeger


SS-Obersturmführer Max Wünsche (SS-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler") bersama dengan bosnya Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) dalam acara kunjungan para gadis BDM (Bund Deutscher Mädel) cabang Gut Hohenfried ke tempat peristirahatan Hitler di Berghof/Berchtesgaden (Obersalzberg) tanggal 20 Juli 1939. Di meja di hadapan mereka (tidak terlihat di foto) adalah maket Große Halle (Aula Akbar) Marmortisch di Linz yang masih dalam tahap rencana pembangunan. Wünsche tampak mengenakan weißer Uniformjacke mit Ärmelstreifen "Adolf Hitler" (seragam putih dengan pita lengan "Adolf Hitler") serta dasi dengan pin NSDAP. Nomor keanggotaan partainya: 491403. Nomor keanggotaan SS: 153 508. Ritterkreuz Vorschlag nummer: 1567, dan Eichenlaub Vorschlag nummer: 548


21 September 1939: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dan para pengiringnya menginspeksi sebuah meriam pantai XI Polandia yang dinamakan "Baterai Canet" M1891 (Canet Battery) kaliber 100mm sisa Pertempuran Kępa Oksywska yang berlangsung di Dataran Tinggi Oksywie di luar kota Gotenhafen (Gdynia/Gdingen), yang berlangsung dari tanggal 10 s/d 19 September 1939. Ke-60 awaknya gugur saat pasukan Jerman menyerang posisi pertahanan mereka, dan kini di Pemakaman Angkatan Laut yang berada tak jauh dari sana didirikan sebuah monumen untuk mengenang pengorbanan unit pimpinan Mayor Stanislaw Jablonski ini. Di sebelah kiri Hitler adalah Albert Forster (Gauleiter Danzig). Figur familiar lain yang nongtot dalam foto ini adalah SS-Obersturmbannführer Prof.Dr.-med. Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), SS-Untersturmführer Heinz Linge (Persönlicher Ordonnanzoffizier des Führers), dan SS-Obersturmführer Max Wünsche (Persönlicher Ordonnanzoffizier des Führers). Foto oleh Heinrich Hoffmann


 Acara kunjungan Adolf Hitler ke markas Leibstandarte SS Adolf Hitler (motorisiert) di Alexandrow, Polandia, tanggal 25 September 1939. Dari kiri ke kanan: SS-Obergruppenführer Josef "Sepp" Dietrich (Kommandeur Leibstandarte SS Adolf Hitler), SS-Obersturmführer Max Wünsche (Persönlicher Ordonnanzoffizier des Führers), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), dan bintara SS tidak dikenal


 Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) berpidato di hadapan para "Alte Kämpfer" (Pejuang Tua) dalam Peringatan Münich Putsch yang diselenggarakan di Bürgerbräukeller tanggal 8 November 1939. Tanpa disadari oleh semua pihak yang hadir, sebuah bom telah ditanam oleh Georg Elser di podium tempat Hitler berpidato. Banyak dari pentolan NSDAP-Reichsleitung ini dipastikan tewas atau terluka kalau saja Hitler tidak secara tiba-tiba menghentikan pidatonya lebih cepat dari biasanya dan kemudian meninggalkan lokasi acara! Untuk identifikasinya, dari kiri ke kanan: Alfred Rosenberg (kiri bawah memegang mulut), Joseph Goebbels, Wilhelm Grimm (memakai seragam Heer diatas Goebbels), Dr. Wilhelm Frick, Max Amann (paling bawah kelihatan kepalanya doang), Karl Fiehler, Prof. Dr.med.vet. Friedrich Weber, Adolf Hühnlein, Hermann Kriebel, Dr. Fritz Todt, Franz Ritter von Epp, Rudolf Hess, Julius Schaub, Adolf Wagner, Martin Bormann, Wilhelm von Grolmann, Wilhelm Brückner, Heinrich Himmler, Ulrich Graf, Christian Weber, Heinrich Hoffmann, Rudolf Schmundt, Karl Wolff, Hans Pfeiffer, dan Max Wünsche


 
SS-Obersturmführer Max Wünsche sebagai ajudan Adolf Hitler. Foto jepretan Heinrich Hoffmann ini diambil dalam kunjungan sang Führer ke Westwall, 23-25 Desember 1939. Tampaknya Hitler sedang diperlihatkan sebuah replika burung elang dari bahan metal oleh seorang prajurit Luftwaffe. Antara Hitler dan Wünsche berdiri seorang perwira Luftwaffe yang tak diketahui identitasnya


SS-Obersturmführer Max Wünsche (SS-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler") dalam sebuah pesta bersama dengan SS-Gruppenführer Julius Schaub (Chefadjutant des Führers Adolf Hitler). Wünsche tampak santai dengan segelas bir di tangannya, sementara di dada Schaub kita bisa melihat pita Blutorden tersemat di kancing sakunya


SS-Obersturmführer Joachim "Jochen" Peiper saat masih berstatus sebagai ajudan Reichsführer-SS Heinrich Himmler. Di sebelahnya adalah SS-Obersturmführer Max Wünche, si tampan yang saat itu juga menjadi Ordonnanzoffizier (tukang disuruh-suruh) dari Adolf Hitler. Dalam foto koleksi National Archives (NARA) ini terlihat Peiper mengenakan adjutantschnur (tambang ajudan) di seragamnya, sementara Wünche kelihatannya sedang ngupil!


 Adolf Hitler dan staff-nya dalam sebuah perayaan di Berghof Obersalzberg. Foto ini biasanya dilabeli sebagai perayaan ulangtahun Hitler di tahun 1943 (bahkan 1944), meskipun sebenarnya merupakan perayaan tahun baru 1940. Baris depan dari kiri ke kanan: SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des "Führers und Reichskanzlers“), Christa Schroeder (Hitlers Sekretärin), Eva Braun (kekasih Hitler), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Margarete "Gretl" Braun (adik Eva Braun yang nantinya menikah dengan SS-Gruppenführer Hermann Fegelein), Gauleiter Adolf Wagner (Gauleiter München-Oberbayern), dan SS-Gruppenführer Dr. Otto Dietrich (Reichspressechef). Baris tengah: Gerda Daranowski (Hitlers Sekretärin), Prof. Dr. med. Theodor "Theo" Morell (Hitlers Leibarzt), Margarete Weber (istri dari Albert Speer), SS-Obergruppenführer Martin Bormann (Stabsleiter im Amt des Stellvertreters des Führers), SS-Sturmbannführer Prof.dr.med. Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt), dan Prof. Heinrich Hoffmann (Reichsbilderstatter der NSDAP). Baris belakang: Hannelore "Hanni" Moller (istri Theo Morell), Fregattenkapitän Karl-Jesko von Puttkamer (Marine-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), Gerda Buch (istri Martin Bormann), SS-Hauptsturmführer Max Wünsche (SS-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), dan SS-Sturmbannführer Heinrich Heim (Leiter Abteilung Rechtstfragen in Amt Staatsrechtlichefragen in Amt Stellvertreter des Führers)


SS-Obersturmführer Max Wünsche dalam sebuah foto tertanggal 10 Maret 1940. Saat itu posisinya masih sebagai SS-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler" alias ajudan SS dari Adolf Hitler. Orang-orang yang pernah menempati posisi ini adalah: Ludwig Bahls (1938-1939), Max Wünsche (1939-1940), Hans-Georg Schulze (1940-1941), Hans Pfeiffer (1941-1942), Richard Schulze (1942-1944), Fritz Darges (1943-1944), dan Otto Günsche (1944-1945) 


 Si ganteng SS-Obersturmführer Max Wünsche (SS-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler") berpose santai sambil mengigit pipa cangklong dalam foto yang diambil oleh salah seorang fotografer pribadi Hitler, Walter Frentz, tanggal 15 Mei 1940. Mantep nggak seragam yang dikenakannya? Sekedar informasi, seragam dan insignia SS (Schutzstaffel) dirancang oleh SS-Oberführer Prof. Dr. Karl Diebitschen sementara desain grafisnya oleh SS-Sturmhauptführer Walter Heck. Perusahaan Hugo Boss diserahi kepercayaan untuk memproduksi seragam ini bersama dengan seragam punya Hitlerjugend


Max Wünsche sebagai SS-Hauptsturmführer. Dia tercatat berpangkat Kapten SS dari tanggal  25 Mei 1940 s/d 1 September 1942. Pada bulan Desember 1940 Wünsche dicopot dari jabatannya sebagai ajudan Adolf Hitler dan dipindahkan sebagai ajudan komandan Leibstandarte SS Adolf Hitler, Sepp Dietrich. Baru di bulan Februari 1942 dia dipercaya untuk menjadi komandan tempur di lapangan dan terbukti mempunyai kapabilitas yang memadai. Dalam foto ini Wünsche memakai bügelbrille (kacamata gantung) yang biasa dipakai oleh Kradmelder (pengendara motor). Dia juga mengenakan chevron silver khusus di lengan kanannya yang biasa dinamakan sebagai SS-Ehrenwinkel (Ehrenwinkel der Alten Kämpfer/Honour Chevron for the Old Guard), yang menunjukkan bahwa pemakainya bergabung dengan SS sebelum tanggal 30 Januari 1933 (naiknya Hitler ke tampuk kekuasaan). Medali Eisernes Kreuz I.Klasse yang terdapat di bawah saku didapat Wünsche tanggal 31 Mei 1940


Adolf Hitler bersama para staffnya berfoto bersama di Hauptquartier Felsennest (Münstereifel) awal bulan Juni 1940. Dari kiri ke kanan, baris pertama: SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des "Führers und Reichskanzlers“); SS-Gruppenführer Dr.rer.pol. Otto Dietrich (Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda); Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommandos der Wehrmacht); Führer Adolf Hitler; Generalmajor Alfred Jodl (Chef des Wehrmachtsführungsamtes); SS-Obergruppenführer Martin Bormann (Stabsleiter im Amt des Stellvertreters des Führers); Hauptmann Nicolaus von Below (Luftwaffen-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"); dan Prof. Heinrich Hoffmann (Reichsbilderstatter der NSDAP). Baris kedua : Major Gerhard Engel (Heeres-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"); SS-Obersturmbannführer Prof.dr.med. Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt); Fregattenkapitän Karl-Jesko von Puttkamer (tertutup topi Keitel, Marine-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"); Generalleutnant Karl-Heinrich Bodenshatz (Chef des Ministeramtes des Reichministers der Luftfahrt und Oberbefehlshabers der Luftwaffe); Heinz Lorenz (sedikit terhalang oleh Bodenshatz, deutscher Pressesekretär im Führerhauptquartier); SS-Oberführer Walther Hewel (di atas kepala Hitler, Verbindungsbeamter des Auswärtigen Amtes zum Führer und Reichskanzler); orang dengan kacamata tidak diketahui identitasnya; Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht); SS-Gruppenführer Julius Schaub (di atas kepala Jodl, Chefadjutant des Führers Adolf Hitler); SS-Hauptsturmführer Max Wünsche (SS-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"); SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Karl Wolff (Chef der Hauptamt Persönlicher Stab Reichsführer-SS); Prof.Dr.med. Theodor "Theo" Morell (Hitlers Leibarzt); dan SS-Obersturmführer Hans-Georg Schulze-Kossens (Hitlers Ordonanz-Offizier)



Foto diambil di balkon Reichskanzlei yang menghadap Wilhelmplatz tanggal 6 Juli 1940, sekembalinya Hitler ke Berlin dari masa tinggalnya di Führerhauptquartier Tannenberg, Schwarzwald (28 Juni - 5 Juli 1940). Dari kiri ke kanan: Führer Adolf Hitler (Führer und Reichsanzlei), SS-Hauptsturmführer Max Wünsche (SS-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), Reichsmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), dan Generalleutnant Karl-Heinrich Bodenschatz (Chef des Ministeramtes des Reichministers der Luftfahrt und Oberbefehlshabers der Luftwaffe). Foto ini sering nongol di History Channel!


 
Foto yang diambil oleh SS-Kriegsberichter Weill ini diambil pada tanggal 6 April 1941 di perbatasan Bulgaria-Macedonia saat Infanterie-Regiment (motorisiert) "Leibstandarte SS Adolf Hitler" (LSSAH) menyeberangi perbatasan Yugoslavia sebagai bagian dari XL. Armeekorps yang ikut serta dalam Unternehmen 25 atau Balkanfeldzug (invasi Jerman atas wilayah Balkan). Korps tersebut melintasi perbatasan dari arah Bulgaria melalui jalur Kyustendil - Kriva Palanka - Blagoevgrad - Carevo Selo (saat ini bernama Delčevo). Regimentskommandeur SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich berpose untuk kepentingan propaganda bersama anakbuahnya dengan diiringi oleh perwira serta prajurit Bulgaria... dan juga seekor keledai! Momen tersebut ikut diabadikan oleh awak film dengan komen mengolok-olok: "Hanya keledai yang masih tertarik oleh selebaran yang dikeluarkan oleh pihak berwenang di Beograd!" (selebaran dimaksud diletakkan di mulut keledai oleh salah seorang prajurit SS). Terlihat pula beberapa tokoh lain yang bisa dikenali dari beungeutnya: SS-Sturmbannführer Theodor "Teddy" Wisch (Kommandeur II.Bataillon / Infanterie-Regiment [motorisiert] LSSAH), SS-Hauptsturmführer Max Wünsche (Adjutant Infanterie-Regiment [motorisiert] LSSAH), dan SS-Hauptsturmführer Gunter d'Alquen (Leiter der Propagandatruppe der Waffen-SS)


SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandeur Leibstandarte SS Adolf Hitler [motorisiert]) merundingkan penyerahan pasukan Yunani bersama dengan Letnan-Jenderal Georgios Tsolakoglu (komandan Army of Epirus). SS-Hauptsturmführer tampan di belakang kiri adalah Max Wünsche (pangkat terakhir SS-Obersturmbannführer) yang merupakan ajudan dari Dietrich. Foto ini diambil di Yunani tanggal 20 April 1941


 Dari kiri ke kanan: SS-Sturmbannführer Fritz Witt (Kommandeur I.Bataillon / Leibstandarte SS Adolf Hitler [motorisiert]) dan SS-Hauptsturmführer Max Wünsche (Adjutant Kommandeur Leibstandarte SS Adolf Hitler [motorisiert]). Melihat dari bergschuhe (sepatu gunung) yang dikenakan oleh Witt, maka foto ini kemungkinan besar diambil di Yunani saat berlangsungnya Unternehmen Marita, musim semi 1941


 SS-Sturmbannführer Fritz Witt (Kommandeur I.Bataillon / Leibstandarte SS Adolf Hitler [motorisiert]) duduk berjongkok sambil menerangkan taktik tempur yang digunakan oleh Leibstandarte di medan perang Yunani dengan menggunakan obyek di tanah kepada Reichsführer-SS Heinrich Himmler (kanan), yang berdiri memperhatikan dengan serius. Mengelilingi, baris depan dari kiri ke kanan: SS-Obersturmführer Heinrich "Hein" Springer (Chef 3.Kompanie / I.Bataillon / Leibstandarte SS Adolf Hitler [motorisiert]), SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandeur Leibstandarte SS Adolf Hitler [motorisiert]), SS-Hauptsturmführer Joachim "Jochen" Peiper (Persönlicher Stab Reichsführer-SS in der Hauptabteilung SS-Adjutantur), SS-Hauptsturmführer Max Wünsche (Adjutant Kommandeur Leibstandarte SS Adolf Hitler [motorisiert]), SS-Hauptsturmführer Werner Grothmann (2. Adjutant Reichsführer-SS), SS-Untersturmführer tidak dikenal, dan Heinrich Himmler (Reichsführer-SS und Chef der Deutschen Polizei). Foto diambil di Larissa/Yunani tanggal 6-10 Mei 1941 saat Himmler mengadakan kunjungan ke LSSAH


 Para anggota Leibstandarte SS Adolf Hitler (motorisiert) berjemur menikmati matahari. Dari kiri ke kanan: SS-Sturmbannführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Aufklärungs-Abteilung LSSAH), SS-Hauptsturmführer Max Wünsche (Adjutant Kommandeur LSSAH), SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandeur LSSAH), dan SS-Sturmbannführer Fritz Witt (Kommandeur I.Bataillon LSSAH). Tidak ada keterangan kapan dan dimana foto ini diambil, tapi kemungkinan besar setelah berakhirnya Balkanfeldzug (kampanye militer Jerman di Yunani dan Yugoslavia) dan sebelum dimulainya Unternehmen Barbarossa (invasi Jerman ke Uni Soviet) tahun 1941


 Dari kiri ke kanan: SS-Hauptsturmführer Max Wünsche (Adjutant Kommandeur Leibstandarte SS Adolf Hitler [motorisiert]), SS-Hauptsturmführer Joachim "Jochen" Peiper (Persönlicher Stab Reichsführer-SS in der Hauptabteilung SS-Adjutantur), SS-Sturmbannführer Fritz Witt (Kommandeur I.Bataillon / Leibstandarte SS Adolf Hitler [motorisiert]), dan SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandeur Leibstandarte SS Adolf Hitler [motorisiert]). Foto yang diambil pada tahun 1941 ini memperlihatkan Witt yang mengenakan kemeja sipil tanpa Ritterkreuz yang tergantung di lehernya



 Dua orang perwira dari Leibstandarte SS Adolf Hitler (motorisiert) menyempatkan diri untuk tidur siang di sela-sela jeda pertempuran. Mereka adalah, dari kiri ke kanan: SS-Hauptsturmführer Rudolf "Rudi" Lehmann (Ordonnanzoffizier Leibstandarte SS Adolf Hitler) dan SS-Hauptsturmführer Max Wünsche (Adjudant Kommandeur Leibstandarte SS Adolf Hitler). Foto ini sendiri diperkirakan diambil di musim panas 1941

Para perwira dari Heeresgruppe Süd Membahas strategi serangan di medan perang Rusia dalam fase pertama Operasi Barbarossa, bulan Juli/Agustus 1941. Dalam foto yang diambil oleh Kriegsberichter Roth ini, dari kiri ke kanan: SS-Hauptsturmführer Rudolf Lehmann (Kepala Staff 1. SS Division Leibstandarte Adolf Hitler), SS-Gruppenführer Sepp Dietrich (komandan 1. SS Division Leibstandarte Adolf Hitler), Generalleutnant Erich Clößner (komandan 25. Infanterie-Division), Georg Schönberger, dan Max Wünsche



 Menghadap kamera, dari kiri ke kanan: Generalmajor Walther Düvert (mit der Führung der 13. Panzer-Division beauftragt), SS-Hauptsturmführer Max Wünsche (Adjutant Kommandeur Leibstandarte SS Adolf Hitler [motorisiert]), SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandeur Leibstandarte SS Adolf Hitler [motorisiert]), dan Major im Generalstab Fritz Kraemer (Ia Erster Generalstabsoffizier 13. Panzer-Division). Foto ini diambil pada fase awal Unternehmen Barbarossa (penyerbuan Jerman atas Uni Soviet), bulan Juni-Juli 1941



SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandeur Leibstandarte SS Adolf Hitler [motorisiert]) dalam acara penganugerahan medali untuk unit SS-Sturmgeschütz-Abteilung 1 LSSAH di Taganrog, Rostov Oblast (Rusia), tanggal 21 Maret 1942. Dari kiri ke kanan: SS-Hauptsturmführer Heinz von Westernhagen, SS-Obersturmführer Karl-Heinz Prinz, SS-Hauptscharführer Wolfgang Rabe, Sepp Dietrich, SS-Untersturmführer Emil Wiesemann, SS-Hauptsturmführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Sturmgeschütz-Abteilung 1 LSSAH), SS-Obersturmführer Karl Rettlinger, dan SS-Obersturmführer Max Tischendorf. Foto oleh Kriegsberichter Gayk


 SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Sepp Dietrich (Kommandeur Leibstandarte SS Adolf Hitler (mot.)) dan SS-Hauptsturmführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Sturmgeschütz-Abteilung "LSSAH") dalam acara penganugerahan medali untuk unit Sturmgeschütz-Abteilung dari Divisi Leibstandarte SS Adolf Hitler di Taganrog, Rostov Oblast (Rusia), tanggal 21 Maret 1942. Foto oleh SS-Hauptscharführer dan Kriegsberichter Paul Augustin

Max Wünsche mengenakan kemeja musim panas bersama dengan anak buahnya. Dari tanda pangkat di bahunya, tahulah kita bahwa di foto ini dia masih berpangkat SS-Hauptsturmführer (Kapten SS)


 SS-Sturmbannführer Georg Schönberger dan SS-Hauptsturmführer Max Wünsche (tengah) memberi medali kepada seorang Untersturmführer dari divisi Leibstandarte Adolf Hitler. Lokasinya adalah di dekat Kharkov, Ukraina, bulan Maret 1943. Dalam foto ini, Schönberger dan Wünsche sama-sama mengenakan topi lapangan (feldmütze) M38 yang biasanya dipakai oleh pasukan panzer Heer. Satu lagi, foto ini adalah milik Bundesarchiv, dan sekali lagi mereka membuat sedikit kesalahan kecil (atau kesalahan ketik?) karena menyebutkan sang perwira di sebelah kiri sebagai Schöneberger


Max Wünsche (kanan) bersama dengan Kurt "Panzermeyer" Meyer di front Rusia

 Max Wünsche bersama dengan Kurt Meyer di selatan Kharkov tanggal 3 Maret 1943. Kendaraan di kanan adalah "s. gl. Einheits-Pkw" di atas sasis Horch 108. Fungsi kendaraan ini sendiri tampaknya sebagai sebuah Kfz 23 atau truk telepon (perhatikan kabel-kabel yang terpasang di bempernya!). Plat nomornya adalah SS-166497. Bener nggak?


SS-Standartenführer Fritz Witt (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 1 / SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler") memberikan instruksi pada seorang prajurit Waffen-SS yang menyampirkan senapan K98k di punggungnya dan mengenakan kopfschützer (scarf) di kepalanya. Si prajurit tampaknya adalah seorang Kradmelder (pembawa pesan bermotor) yang terlihat dari Kradmantel tahan air yang dikenakannya. Disini kita juga bisa melihat SS-Sturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 1 / SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler") yang mengenakan ushanka dan fellmantel di sebelah kanan, SS-Obersturmbannführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Aufklärungs-Abteilung 1 / SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler") yang mengenakan Panzerkombi (dengan bagian dalamnya berada di luar) tertutup oleh tangan Witt di belakang Wünsche, serta SS-Standartenführer Dr. Hermann Besuden (IVb Divisionsarzt SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler") berdiri di kiri. Foto diambil tanggal 9 Maret 1943 di desa Peresechnaya selama berlangsungnya Pertempuran Ketiga Kharkov (19 Februari - 15 Maret 1943)


 Para perwira dari Divisi SS Totenkopf dan Leibstandarte SS Adolf Hitler (LSSAH) bertemu di Kharkov tanggal 12 Maret 1943 saat beberapa Panzer IV dari 7.Kompanie / SS-Panzer-Regiment 3 Totenkopf berpapasan dengan Sd.Kfz.251 milik Witt dan Peiper di jalanan kota tersebut. Foto ini diambil beberapa hari sebelumnya, tanggal 3 Maret 1943. Dari kiri ke kanan: SS-Obersturmbannführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Aufklärungs-Abteilung 1 / SS-Panzergrenadier-Division LSSAH), SS-Hauptsturmführer Hubert-Erwin Meierdrees (Kommandeur I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 3 / SS-Panzergrenadier-Division Totenkopf), SS-Standartenführer Dr. Hermann Besuden (IVb Divisionsarzt SS-Panzergrenadier-Division LSSAH), SS-Standartenführer Fritz Witt (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 1 / SS-Panzergrenadier-Division LSSAH), dan SS-Sturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 1 / SS-Panzergrenadier-Division LSSAH)


 Para perwira dari SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" dalam Pertempuran Ketiga Kharkov tanggal 12 Maret 1943. Dari kiri ke kanan: SS-Standartenführer Fritz Witt (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 1 LSSAH), SS-Standartenführer Dr. Hermann Besuden (IVb Divisionsarzt SS-Panzergrenadier-Division LSSAH), SS-Sturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 1 LSSAH), dan SS-Obersturmbannführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Aufklärungs-Abteilung 1 LSSAH)

 
Max Wünsche memakai topi bulu khas Rusia (ushanka)

 
SS-Sturmbannführer Max Wünsche dalam balutan seragam hitam pasukan panzer (Panzertruppen). Mata biru, rambut pirang, bibir seksi, wajah tampan... siapa yang nahaaaaann! (Busyet, sudah kayak cewek aja nih!)




Para perwira dan bintara Waffen-SS pilihan dari tiga divisi utamanya (Leibstandarte, Das Reich dan Totenkopf) dalam acara resepsi bersama dengan Menteri Propaganda Joseph Goebbels tanggal 5 April 1943, sekaligus sebagai perayaan beberapa orang peraih medali setelah kemenangan dalam Pertempuran Ketiga Kharkov. Dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Hans Jüttner (Chef des SS-Führungshauptamtes), SS-Sturmbannführer Kurt Meyer (Führer SS-Aufklärungs-Abteilung 1/SS-Panzergrenadier-Division LSSAH), SS-Sturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur I.Abteilung/SS-Panzer-Regiment 1/SS-Panzergrenadier-Division LSSAH), Joseph Goebbels (Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda), SS-Sturmbannführer Hugo Kraas (Führer I.Bataillon/SS-Panzergrenadier-Regiment 2/SS-Panzergrenadier-Division LSSAH), SS-Hauptsturmführer Hermann Buchner (Chef 9.Kompanie/SS-Totenkopf-Infanterie-Regiment 1/SS-Panzergrenadier-Division Totenkopf), SS-Untersturmführer Heinz Macher (Chef 16.Kompanie (Pionier)/SS-Panzergrenadier-Regiment Deutschland/SS-Panzergrenadier-Division Das Reich), SS-Oberscharführer Hans Hirning (Granatwerfertruppführer 6.Kompanie/SS-Totenkopf-Infanterie-Regiment 1/SS-Panzergrenadier-Division Totenkopf), dan SS-Scharführer Egon Endell (6.Batterie/SS-Totenkopf-Artillerie-Regiment/SS-Panzergrenadier-Division Totenkopf)



Max Wünsche sebagai SS-Sturmbannführer (Mayor SS)


Max Wünsche dalam balutan seragam hitam Panzertruppen

 Pembuat caption di foto ini telah membuat kesalahan dengan menyebutkan bahwa perwira di sebelah kanan adalah Johannes Mühlenkamp, padahal dia jelas-jelas adalah Max Wünsche! Untuk Ritterkreuzträger dari Rumania di sebelah kiri, namanya adalah Radu Korne (pangkat terakhir: General de Brigadă alias Brigadir Jenderal). Foto diambil di Kaukasus, musim panas 1943


Para perwira Wehrmacht dan SS berkumpul di depan aula kota di Charleroi, Belgia, dalam acara parade "Kembalinya ke Kampung Halaman" Sturmbrigade Wallonien dari pengepungan Kantong Cherkassy yang digelar pada tanggal 1 April 1944. Di acara ini pula dilakukan upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub untuk perwira Sturmbrigade Wallonien yang paling cemerlang, Léon Degrelle, oleh SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS Panzerkorps "Leibstandarte"). Baris depan, dari kiri ke kanan: SS-Oberführer Fritz Witt (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"); Militärverwaltungschef Eggert Reeder (Verwaltungschef für Belgien und Nordfrankreich); dan Generalleutnant Emil Zellner (Oberfeldkommandantur 520 Mons). Baris kedua: perwira Heer yang tidak diketahui namanya; SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-regiment 12/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"); dan SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 25/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"). Paling belakang adalah seorang perwira Gebirgsjäger (perhatikan Edelweiss di schirmmütze!) yang tidak diketahui namanya. Para dedengkot divisi Hitlerjugend ikut hadir dalam acara ini karena lokasinya berdekatan dengan tempat pelatihan mereka di Beverloo (Belgia)


 Para perwira Wehrmacht dan SS berkumpul di depan aula kota di Charleroi, Belgia, dalam acara parade "Kembalinya ke Kampung Halaman" Sturmbrigade Wallonien dari pengepungan Kantong Cherkassy yang digelar pada tanggal 1 April 1944. Dari kiri ke kanan: SS-Oberführer Fritz Witt (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"); Militärverwaltungschef Eggert Reeder (Verwaltungschef für Belgien und Nordfrankreich); dan Generalleutnant Emil Zellner (Oberfeldkommandantur 520 Mons). Baris belakang: SS-Sturmbannführer Heinrich "Hein" Springer (Divisionsadjutant 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"); SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-regiment 12/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"); SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 25/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"); SS-Sturmbannführer León Degrelle (Kommandeur SS-Freiwilligen-Brigade "Wallonie"); SS-Oberführer Fritz Kraemer (Ia Erster Generalstabsoffizier I. SS-Panzer-Korps "Leibstandarte"); SS-Hauptsturmführer tak dikenal; SS-Hauptsturmführer Hermann "Bibl" Weiser (Adjutant Kommandierender-General I. SS-Panzer-Korps "Leibstandarte" Dietrich); SS-Standartenführer tak dikenal; dan SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Polizei Richard Jungclaus (Bevollmächtigter des Reichsführer-SS in Belgien und Nordfrankreich)


 Hitler bertemu kembali dengan dua orang mantan ajudannya, Max Wünsche dan Hans Pfeiffer, di Große Halle (Aula Besar) Berghof/Berchtesgaden (Obersalzberg) dalam acara ulangtahun sang pemimpin Jerman yang ke-55 tanggal 20 April 1944. Uniknya, Wünsche juga berulangtahun di tanggal yang sama (yang ke-30) dan konon di acara ini Sang Führer berbaik hati menghadiahkan 10.000 Reichsmark kepada mantan ajudannya! Dari kiri ke kanan: SS-Sturmmann tak dikenal, SS-Sturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), SS-Unterscharführer Balthasar "Bobby" Woll (Zugführer di 2.Kompanie / schwere SS-Panzer-Abteilung 501), SS-Hauptsturmführer Hans Pfeiffer (Chef 4.Kompanie / I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 12 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), dan SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Hermann Fegelein (Verbindungsoffizier der Waffen-SS zum Führerhauptquartier). Pfeiffer menjadi bawahan Wünsche di resimen panzer yang sama, sementara Woll adalah gunnernya jagoan panzer Michael Wittmann yang terkenal. Saya bisa bayangkan betapa terkejutnya perwira muda ini mendapati betapa perang telah "menggerogoti" Hitler, baik fisik maupun mental! BTW, dalam foto ini Hitler sedang mengamati desain dari Flakpanzer IV Wirbelwind yang disodorkan oleh Wünsche. Konsepnya sendiri berasal dari SS-Hauptsturmführer Karl Wilhelm Krause dari Flak-Zug SS-Panzer-Regiment 12 "Hitlerjugend" (juga mantan bawahan Hitler!) yang kemudian mengajukannya pada komandan resimennya, Wünsche. Hitler menyetujui konsep tersebut dan lahirlah Wirbelwind (Angin Puting Beliung) beberapa bulan kemudian! Pada dasarnya senjata bergerak anti pesawat satu ini adalah perpaduan sasis Panzer IV dengan Flakvierling 38 quad AA 20mm



Dari kiri ke kanan: SS-Sturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 1 / SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler"), SS-Standartenführer Fritz Witt (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 1 / SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler") dan SS-Obersturmbannführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Ersatz-Bataillon / SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler"). Foto ini kemungkinan besar diambil antara tanggal 21 Juni 1943 (Mohnke naik pangkat menjadi SS-Obersturmbannführer) s/d 1 juli 1943 (Witt naik pangkat menjadi SS-Oberführer), beberapa hari sebelum ketiga orang ini ditarik untuk menangani 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" yang baru dibentuk


 Demonstrasi persenjataan baru Waffen-SS yang diadakan di Arys/Orzysz (Front Timur) pada tanggal 20 Oktober 1943. Acara ini ikut dihadiri oleh para pakar senjata Wehrmacht serta para pahlawan Waffen-SS. Dari kiri ke kanan: SS-Obersturmbannführer Otto Baum (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 5 "Thule" / 3.SS-Panzer-Division "Totenkopf"), SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS-Panzerkorps), dan SS-Sturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-regiment 12 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend")


 SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12 / 12.SS-Panzer-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler") memberi perintah pada anakbuahnya dari atas turet Panzerkampfwagen V Panther dalam sebuah demonstrasi militer di hadapan para petinggi Wehrmacht yang digelar di Truppenübungsplatz Beverloo, Belgia, pada tanggal 6 Februari 1944. Berdiri di bawah tank sambil membelakangi kamera, dari kiri ke kanan: General der Panzertruppe Leo Freiherr Geyr von Schweppenburg (Oberbefehlshaber Panzergruppe West), Generaloberst Heinz Guderian (Generalinspekteur der Panzertruppen), SS-Oberführer Fritz Kraemer (Chef des Stabes I. SS-Panzerkorps), dan SS-Oberführer Fritz Witt (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend")

  
 
SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12 / 12.SS-Panzer-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler") di atas turet Panzerkampfwagen V Panther dalam sebuah demonstrasi militer di hadapan para petinggi Wehrmacht yang digelar di Truppenübungsplatz Beverloo, Belgia, pada tanggal 6 Februari 1944. Dia mengenakan jaket kamuflase Telo Mimetico M29 pola kedua buatan Italia sebagai pakaian luar, sementara di kepalanya terpasang Kopfhörer (headphone) dan Kehlkopfmikrofon (mikrofon tenggorokan) yang umum dipakai oleh komandan panzer. Resimennya tercatat menghancurkan 250 tank Sekutu dalam pertempuran di Normandia! Perhatikan cord (tambang) di schirmmütze Wünsche yang sedikit longgar


Berdasarkan Kriegstagebuch (catatan harian perang) Divisi Leibstandarte tertanggal 26 Februari 1944, pihak Wehrmacht-Adjutantur dari Führer mengirimkan perintah kepada Komandan 1. SS-Panzer-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler", SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Theodor Wisch, untuk segera datang ke Führerhauptquartier demi menerima langsung medali Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes dari tangan Adolf Hitler. Pada tanggal 24 Februari 1944 Wisch, dengan ditemani oleh beberapa perwira SS lainnya, kemudian terbang ke tempat peristirahatan Hitler di Berghof Obersalzberg dimana upacara penganugerahan diselenggarakan. Foto ini diambil pada saat upacara tersebut baru saja dimulai. Dari kiri ke kanan: SS-Oberführer Fritz Witt (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS-Panzerkorps), Adolf Hitler, dan Theodor Wisch


Para perwira Waffen-SS yang merupakan lulusan dari Leibstandarte berfoto bersama seusai upacara penganugerahan medali Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Theodor "Teddy" Wisch (Kommandeur 1. SS-Panzer-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler") yang diselenggarakan di Berghof Obersalzberg pada tanggal 24 Februari 1944. Dari kiri ke kanan: SS-Obersturmführer Otto Günsche (persönlicher Adjutant Adolf Hitler), SS-Oberführer Fritz Witt (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS-Panzerkorps), Theodor Wisch, dan SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"). BTW, Hitler sangat membenci perokok dan tidak mengizinkan siapapun untuk merokok di dekatnya, apalagi di tempat peristirahatan pribadinya. Tapi khusus untuk Sepp Dietrich (yang merupakan mantan komandan pengawal pribadinya), sang Führer memberi pengecualian seperti tampak dalam foto ini!


Upacara penganugerahan Eichenlaub #393 zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes oleh Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) untuk SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Theodor "Teddy" Wisch (Kommandeur 1. SS-Panzer-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler") yang diselenggarakan di Berghof Obersalzberg pada tanggal 24 Februari 1944. Selesai upacara, Wisch dan para perwira SS pengiringnya berfoto bersama di pelataran Berghof dengan latar belakang pegunungan yang diselimuti salju. Dari kiri ke kanan: Theodor Wisch, SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS-Panzerkorps), dan SS-Oberführer Fritz Witt (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend")


 Dari kiri ke kanan: SS-Oberführer Fritz Witt (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), SS-Hauptsturmführer Albert "Papa" Schuch (Kommandeur Stabquartier Adjudantur-Abteilung 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS-Panzerkorps), SS-Sturmbannführer Hubert Meyer (Ia Erster Generalstabsoffizier 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), dan SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"). Foto ini diambil di bagian depan Château de Broglie (Normandia) saat Sepp Dietrich dkk menunggu kedatangan Reichsjugendführer Artur Axmann yang akan datang berkunjung ke markas divisi Hitlerjugend, periode Februari-April 1944. Tanda tangan yang tertera adalah milik dari Hubert Meyer


 Acara ulang tahun SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Fritz Witt (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend") ke-36 yang berlangsung tanggal 27 Mei 1944 di Tillierès-sur-Avre, Prancis. Setelah pemberian hadiah (lihat foto sebelumnya), kini para perwira Divisi Hitlerjugend berpose bersama di depan kamera. Baris pertama/depan: ? , ? , SS-Sturmbannführer Horst Schürer (Ordonanz-Offizier), SS-Sturmbannführer Heinrich "Hein" Springer (Divisions-adjutant), SS-Standartenführer Kurt "Panzermeyer" Meyer (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 25), SS-Oberführer Fritz Witt (Divisions-Kommandeur), SS-Obersturmbannführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Panzergrenadier-regiment 26), SS-Obersturmbannführer Fritz Schroeder (Kommandeur SS-Panzer-Artillerie-Regiment 12), dan SS-Hauptsturmführer Siegfried Rothemund (IIa Generalstabsoffizier). Baris kedua: SS-Hauptsturmführer Gerd von Reitzenstein (Chef 5.Kompanie/SS-Panzer-Aufklärungs-Abteilung 12),  SS-Sturmbannführer Artur Manthey (Abteilung V Divisions-Ingenieur), SS-Sturmbannführer Erich Pandel (Kommandeur SS-Panzer-Nachrichten-Abteilung 12), SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12), SS-Sturmbannführer Hubert Meyer (Ia 1. Generalstabsoffizier einer höheren Dienststelle - Leiter der Führungsabteilung), SS-Sturmbannführer Fritz Buchsein (IIa Generalstabsoffizier), dan SS-Hauptsturmführer Albert "Papa" Schuch (Kommandeur Stabquartier Adjudantur-Abteilung). Baris ketiga: SS-Sturmbannführer Hermann Weiser (Korps-Adjutant), SS-Sturmbannführer Bernhard Krause (Kommandeur I.Bataillon/ SS-Panzergrenadier-Regiment 26), SS-Sturmbannführer Gerhard "Gerd" Bremer (Kommandeur SS-Panzer-Aufklärungs-Abteilung 12), SS-Sturmbannführer Siegfried Müller (Kommandeur SS Panzer-Pionier-Bataillon 12), SS-Sturmbannführer Bernhard Siebken (Kommandeur II.Bataillon/SS-Panzergrenadier-Regiment 26), SS-Sturmbannführer Jakob Hanreich (Kommandeur SS Panzerjäger-Abteilung 12), dan SS-Obersturmführer Heinz Ritzert (Chef 15.Kompanie/SS-Panzergrenadier-Regiment 25). Baris keempat: SS-Hauptsturmführer Georg Urabl (Kommandeur SS Feldersatz-Bataillon 12), SS-Sturmbannführer Dr. Wilhelm Kos (IVa Divisions-Intendant), SS-Sturmbannführer Hans Waldmüller (Kommandeur I.Bataillon/ SS-Panzergrenadier-Regiment 25), dan SS-Sturmbannführer Rolf Kolitz (Kommandeur SS-Panzer-Nachschubtruppen 12)


 Foto ini diambil pada acara perayaan ulangtahun yang ke-36 dari SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Fritz Witt (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend") yang diselenggarakan di Tillierès-sur-Avre, Prancis, pada tanggal 27 Mei 1944. Diantara para perwira dari divisi tersebut yang hadir adalah, dari kiri ke kanan: SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 25), SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12), dan SS-Sturmbannführer Bernhard Siebken (Kommandeur II.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 26). Meyer mendapatkan medali Eichenlaub untuk Ritterkreuz-nya dalam Pertempuran Ketiga Kharkov (1943), pertempuran yang sama dimana Wünsche mendapatkan Ritterkreuz-nya. Keduanya kemudian mendapatkan medali dengan tingkatan yang lebih tinggi di Normandia tahun 1944: Meyer dianugerahi Schwerter, sementara Wünsche menerima Eichenlaub. Keduanya juga tertangkap oleh Sekutu di medan perang Normandia yang sama, dan hanya berselang seminggu satu sama lain! Mengenai Siebken sendiri, dia selamat dari nasib yang menimpa Meyer dan Wünsche dengan berhasil lolos dari kepungan Sekutu di Kantong Argentan-Falaise. Setelah pertempuran di Normandia dia diberi kepercayaan untuk menjadi Komandan SS-Panzergrenadier-Regiment 2 "Leibstandarte SS Adolf Hitler", dan dalam kapasitas tersebut mendapatkan medali Ritterkreuz. Seperti halnya Meyer, seusai perang Siebken didakwa atas tuduhan sebagai penjahat perang dalam Mahkamah Militer Sekutu. Mereka berdua juga sama-sama dijatuhi hukuman mati. Yang membedakan adalah, Meyer berhasil lolos dari hukumannya (yang diperingan setelah naik banding) dan keluar dari penjara beberapa tahun kemudian, sementara eksekusi untuk Siebken tetap dilaksanakan dan dia digantung pada tanggal 20 Januari 1949. Sampai berpuluh-puluh tahun setelahnya kontroversi tetap muncul mengenai apakah hukuman tersebut "pantas" untuk Siebken


 Tiga orang perwira tinggi dari 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" mendiskusikan situasi pertempuran terkini sekaligus cara menangkal serangan Sekutu dengan menggunakan bantuan peta. Foto diambil di Normandia bulan Juni 1944. Dari kiri ke kanan: SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12), SS-Sturmbannführer Hans Waldmüller (Kommandeur I.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 25) dan SS-Standartenführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 26). Uniknya, mereka semua mengenakan seragam kamuflase Telo Mimetico M29 buatan Italia yang banyak dikenakan oleh perwira dari Divisi SS Hitlerjugend di Normandia


Dari kiri ke kanan: SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Fritz Witt (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), SS-Hauptsturmführer Albert Schuch (Kommandant des Stabsquartiers 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), dan SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"). Disini Wünsche mengenakan seragam kamuflase Telo Mimetico M29 buatan Italia. Foto diambil di l'Abbaye d'Ardenne, Caen, Normandia (Prancis), bulan Juni 1944 oleh Kriegsberichter Wilfried Woscidlo. Dalam hari-hari pertama Pertempuran Normandia, Witt menjalin kontak terus-menerus dengan para bawahannya demi mencari cara terbaik menahan laju pasukan Sekutu yang telah mendarat di pantai


Dalam foto jepretan Wilfried Woscidlo ini, memperlihatkan perwira-perwira tinggi 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" di  l'Abbaye d'Ardenne di Caen, Prancis, bulan Juni 1944 tak lama setelah Sekutu mendarat di Normandia. Dari kiri ke kanan: SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 25), SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Fritz Witt (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend") dan SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12). Perhatikan anjing Schäferhund (gembala Jerman) di sebelah kanan yang sedang "kuliat" (sumpah, saya tidak menemukan arti kata ini dalam bahasa Indonesia!). Dia adalah Patras yang merupakan anjing milik Regimentskommandeur Meyer hadiah langsung dari Hitler, anak dari Blondi (anjing gembala peliharaan sang Führer)

Max Wünsche dalam acara penganugerahan medali Eisernes Kreuz II klasse untuk para prajurit di bawah komandonya (termasuk SS-Oberscharführer Stempel yang berdiri di hadapannya) di front Normandia tanggal 20 Juli 1944. Di kepalanya bertengger tarnmütze (topi camo SS) dengan pola kamuflase Telo Mimetico M29 Italia yang langka dan jarang terdapat di foto-foto periode tersebut (biasanya topi jenis ini dibuat sendiri di penjahit dan bukannya hasil "pembagian"). Uniknya, Wünsche juga memakai overall kamuflase Italia dan bukannya Waffen-SS! Medali-medali yang akan dibagikan, terlihat dipegang oleh SS-Hauptsturmführer Helmut Schlauss (Nachrichten Offizier SS-Panzer-Regiment 12 "Hitlerjugend") di belakangnya. SS-Oberscharführer Stempel dianugerahi EKII setelah menembak jatuh lima buah pesawat musuh menggunakan senjata anti pesawat udara ringan! Foto oleh SS-Kriegsberichter Willi Stollberg


Yang mana nih yang Max Wünsche? Ono noh yang pake perban, bersama pasukan Hitlerjugend! Disini dia sedang merundingkan strategi bersama dengan para bintara seniornya tak lama setelah serangan atas Norrey-en-Bessin tanggal 9 Juni 1944. Dari kiri ke kanan: SS-Unterscharführer Koslowski, soldat Otto Funk, SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (cuman keliatan punggungnya doang), soldat (?), soldat Klaus Schuh dan SS-Hauptscharführer Wilhelm Boigk. Mengenai cerita bagaimana Wünsche sampai terluka di kepala: Saat dia sedang menyaksikan Panther-Panther dari kompi ke-1 dan ke-4 yang berada di bawah komandonya di Villeneuve de Rot yang baru pulang dari aksi penyerangan di Bretteville tanggal 8/9 Juni 1944, tiba-tiba sebuah granat menghantam bagian depan salah satu Panther. Salah satu pecahan ledakan granat tersebut melukai Wünsche di kepala, dan bahkan sempat membuatnya tidak sadar. Perwira lain yang ada disitu, SS-Obersturmführer Chemnitz, terkena pecahan bom dari kepala sampai kaki, sementara Nehrlich (SS-Untersturmführer dari Stab SS-PzRgt 12) terluka parah dan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit


SS-Hauptsturmführer Rudolf von Ribbentrop (Chef 3.Kompanie / I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 12 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend") sedang dibonceng di bagian sespan BMW R75 oleh Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend", SS-Obersturmbannführer Max Wünsche, setelah mengadakan kunjungan terhadap para anggota kompi Ribbentrop (3.Kompanie) dan III.Zug / 15.Kompanie / SS-Panzergrenadier-Regiment 25 yang selamat dari penyerangan yang gagal terhadap 2nd Armoured Brigade Kanada di Norrey-en-Bessin, Normandia, tanggal 9 Juni 1944. Perhatikan bahwa Ribbentrop dan Wünsche sama-sama terluka dalam foto yang diambil oleh SS-Kriegsberichter Siegfried Woscidlo ini! Wünsche mendapatkan lukanya pada tanggal 9 Juni 1944, sementara Ribbentrop dari tanggal 4 Juni 1944, dua hari sebelum D-Day, sehingga tidak bisa ikut serta dalam penyerangan gabungan yang dilakukan oleh kompinya

Diskusi situasi lapangan terakhir di pos komando 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" di Caen-Venoix tanggal 13-14 Juni 1944. Dari kiri ke kanan: SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 25), SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Fritz Witt (Kommandeur 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend") dan SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12). Bisa dibilang bahwa ini adalah foto terakhir dari Divisionskommandeur Witt karena pada tanggal 14 Juni 1944 dia tewas seketika setelah terkena pecahan peluru meriam yang ditembakkan oleh kapal-kapal Inggris di lepas pantai Normandia. Sebagai penggantinya ditunjuk SS-Standartenführer Meyer. Di usia 33 tahun, Meyer tercatat sebagai komandan divisi termuda di seantero Wehrmacht!


 SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend") dengan kepala diperban mendengarkan pembicaraan dari SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), sementara di tengah ikut menyimak SS-Sturmbannführer Bernhard Krause (Kommandeur I.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 26 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"). Meyer baru saja diangkat sebagai komandan Divisi SS "Hitlerjugend" setelah komandan sebelumnya, SS-Brigadeführer Fritz Witt, gugur tanggal 14 Juni 1944. Berdasarkan keterangan dari "Die Wehrmacht", foto di atas diambil di Caen (Prancis) tanggal 28 Juni 1944. BTW, dalam foto ini semuanya (kecuali Meyer) mengenakan seragam kamuflase Telo Mimetico M29 buatan Italia, sementara Meyer sendiri tampaknya mengenakan kradmantel yang biasa digunakan oleh kradschützen atau kradmelder


 

Diambil dari cuplikan berita film "Die Deutsche Wochenschau" dan memperlihatkan upacara penganugerahan Ritterkreuz tanggal 11 Juli 1944 untuk dua orang perwira 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" yang berprestasi: SS-Obersturmbannführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 26/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend") dan SS-Sturmbannführer Karl-Heinz Prinz (Führer II.Bataillon/SS-Panzer-Regiment 12/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"). Dua foto di atas memperlihatkan saat Mohnke (yang berbalut perban) dikalungi Ritterkreuz oleh SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS Panzerkorps "Leibstandarte"), sementara Prinz memperhatikan di kiri (foto kedua). Ikut hadir komandan 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend", Kurt Meyer (kanan), dan Komandan SS-Panzer-Regiment 12 "Hitlerjugend", Max Wünsche(tengah)


Setelah upacara penganugerahan medali selesai, kini giliran kedua orang Ritterkreuzträger anyar berpose bersama yang lainnya. Dari kiri ke kanan: SS-Obersturmbannführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 26/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"); SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"); SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS Panzerkorps "Leibstandarte"); SS-Standartenführer Kurt "Panzermeyer" Meyer (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"); dan SS-Sturmbannführer Karl-Heinz Prinz (Führer II.Bataillon/SS-Panzer-Regiment 12/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend")


SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS Panzerkorps "Leibstandarte") melakukan kunjungan pada markas 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" di Normandia pada saat upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk SS-Sturmbannführer Erich Olboeter (Kommandeur III.[gepanzerte]Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 26) yang diadakan pada tanggal 28 Juli 1944. SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend") SS-Standartenführer Wilhelm Mohnke (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 26) dan SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12) yang merupakan mantan anakbuah Dietrich di Divisi SS Leibstandarte terlihat berbincang-bincang dengannya dan mengantarnya pergi


Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk SS-Sturmbannführer Erich Olboeter (Kommandeur III.[gepanzerte]Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 26 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), yang diselenggarakan di Normandia pada tanggal 28 Juli 1944. Dari kiri ke kanan: tidak diketahui, Erich Olboeter (membelakangi kamera), SS-Hauptsturmführer Hermann "Bibl" Weiser (Adjutant I. SS Panzerkorps "Leibstandarte"), SS-Sturmbannführer Hubert Meyer (Ia Erster Generalstabsoffizier 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS Panzerkorps "Leibstandarte"), dan SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"). Dietrich dan Meyer sama-sama mengenakan seragam kamuflase dengan insignia khusus di bagian lengan, sesuai dengan pangkat mereka masing-masing. Insignia milik Dietrich tetap dia simpan, bahkan setelah naik pangkat menjadi SS-Oberstgruppenführer beberapa hari kemudian. Insignia tersebut nantinya diberikannya kepada salah satu rekan seperjuangannya, dan ujung-ujungnya berakhir menjadi salah satu koleksi dari pengarang buku Markus Lippl



 Raut muka bangga tampak kentara terlihat dari komandan resimen panzer SS Max Wünsche, yang menerima medali Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #548 atas dedikasinya yang luar biasa dalam pertempuran, apalagi yang menyematkannya adalah dedengkot SS semua, dengan dihadiri oleh panglima tertinggi SS Heinrich Himmler. Dari kiri ke kanan : SS-Oberführer Kurt Meyer (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS-Panzerkorps), Reichsführer-SS Heinrich Himmler, dan "Meyer" yang lain, SS-Sturmbannführer Hubert Meyer (Ia Erster Generalstabsoffizier 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"). Foto diambil tanggal 11 Agustus 1944


Max Wünsche di hari tua dalam salah satu acara reuni para perwira SS. Dengan bangga dia masih memakai Eichenlaub yang tergantung di lehernya, dan sisa-sisa ketampanannya pun masih terlihat!

Foto lain Max Wünsche sebagai aki-aki


Der alter Max...


Lukisan Max Wünsche (tahu dong yang mana?) bersama dengan para panglima Kriegsmarine, Großadmiral Erich Raeder dan Karl Dönitz (entahlah kenapa sang pelukis memasangkannya bersama mereka, apakah karena sama-sama berpakaian hitam?). Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa lukisan ini dicomot dari foto ulang tahun Hitler bulan April 1944, dimana Wünsche mewakili Himmler menyerahkan kenang-kenangan untuk Hitler dari SS. Yang harusnya frame lukisan kenang-kenangan di tangan Wünsche dirubah menjadi sarung tangan!
Boneka Max Wünsche dari TOYS CITY dengan detail yang mengagumkan!


Untuk melihat biografi Max Wünsche, bisa dilihat DISINI.


Sumber :

Buku "The 12th SS: The History of the Hitler Youth Panzer Division" karya Hubert Meyer
Foto koleksi pribadi André Vandewynckel
Foto koleksi pribadi Harry von Gebhardt
Foto koleksi pribadi Michael D. Miller
www.1ss-lsah.com

www.bandenkampf.blogspot.com
www.commons.wikimedia.org
www.forum.axishistory.com
www.kai-winkler.com

www.kriegsberichter-archive.com
www.life.com

www.plus.google.com
www.reibert.info 
www.thirdreichruins.com
www.toyshammer.com
www.wehrmacht-awards.com