Friday, March 30, 2012

Album Foto Focke-Wulf Fw 58 Weihe "Harrier"

Pola kamuflase yang menarik diperlihatkan oleh pesawat Focke-Wulf Fw 58 A-0 (Stkz. KK+UB, Werknummer 1198) yang merupakan alat transportasi pribadi milik Profesor Kurt Tank yang merupakan kepala perancang Focke-Wulf. Foto ini diambil di musim panas 1943 di lapangan udara pabrik Focke-Wulf di Bad Eilsen. Perhatikan pola berkelak-kelok kecil dengan warna pasir (?) serta pita putih di bagian belakang dari “Weihe”. Kedua hal ini mengindikasikan bahwa pesawat tersebut baru saja kembali dari Mediterania. KK+UB pertama kali dilaporkan keberadaannya di Bremen tahun 1939 dan merupakan salah satu dari beberapa pesawat kurir yang digunakan untuk bepergian oleh Prof. Kurt Tank


Sumber :
Majalah "Luftwaffe im Focus" edisi No.1 tahun 2002

Album Foto Arado Ar 96

Gruppenfluglehrer Oberleutnant Willi Bottländer dari FFS A/B 23 Kaufbeuren di atas pesawat Arado Ar 96. Foto ini diambil di musim panas 1944. Perhatikan lambang Sekolah Pelatihan Pilot serta bercak di bagian sayap yang merupakan akibat dari gesekan selang bensin saat pengisian bahan bakar. Setelah mendaftar secara sukarela dalam Reichsverteidigung, Hauptmann Willi Bottländer terbunuh dalam misi keempatnya sebagai Staffelkapitän dari 11./JG 54 selama berlangsungnya Unternehmen Bodenplatte tanggal 1 Januari 1945 (tahun baru!). Pesawat Focke-Wulf Fw 190 D-9 “Gelbe 2” (Werknummer 210045) yang dipilotinya nyuksruk di dekat Sinaai/Belgia


Sumber :
Majalah "Luftwaffe im Focus" edisi No.1 tahun 2002

Album Foto Tokoh Third Reich Peraih Zerstörer-Kriegsabzeichen (Destroyer War Badge)




Konteradmiral Rolf Johannesson (22 Juli 1900 – 6 Desember 1989) adalah orang yang sama-sama menjadi laksamana di Kriegsmarine (Perang Dunia II) dan Deutsche Marine (Jerman Barat). Medali-medali yang telah diraihnya: 1914 Eisernes Kreuz II. Klasse (19 Juli 1919), Baltenkreuz II. und I. Klasse, Ehrenkreuz des Weltkriegs 1914/1918, Spanienkreuz in Silber mit Schwertern, 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II. Klasse (6 November 1939), Eisernes Kreuz I. Klasse (15 Desember 1939), Zerstörer-Kriegsabzeichen (1940), Deutsches Kreuz in Gold (12 Februari 1942), Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (7 Desember 1942), serta Verdienstorden der Bundesrepublik Deutschland (12 Juni 1961)



Obersteuermannsmaat Walter Nehm, seorang pelaut yang memulai karirnya di kapal penjelajah pembantu "Thor" dan kemudian dipindahkan ke kapal perusak (tercatat menjadi salah seorang yang selamat dari Z8 Bruno Heinemann dan kemudian melanjutkan tugas di Z31). Ketiga foto di atas memperlihatkan transformasi Nehm dari seorang Matrosenobergefreiter (atas), Unteroffizier dalam balutan seragam abu-abu lapangan (tengah), dan foto formil dengan jaket biru Angkatan Laut (bawah). Dalam kesemua fotonya Nehm mengenakan paduan medali Kriegsabzeichen für Hilfskreuzer serta Zerstörer-Kriegsabzeichen


Sumber :
Foto koleksi pribadi Erik Krogh
www.gmic.co.uk

www.ea-antik

Thursday, March 29, 2012

Album Foto Tokoh Third Reich Peraih Abzeichen Für Blockadebrecher (Blockade Runner Badge)


Oberleutnant zur See Ludolf Petersen merupakan perwira pertama di kapal penembus blokade "Stiers". Sebelumnya dia bertugas di kapal penjelajah berat "Lützow" dan "Admiral Scheer". Dia juga pernah bertugas di Hilfszkreuzer "Pinguin" di bawah komando Ernst-Felix Krüder, dimana dia ikut berpartisipasi dalam pengganyangan kapal-kapal penangkap paus Norwegia dari Samudera Antartika sampai ke Bordeaux! Tidak hanya itu, Petersen juga pernah bertugas sebagai perwira pertama di kapal barang "Kiel", yang bolak-balik Hamburg-Amerika, dan dia bawa menembus blokade kapal-kapal perang Inggris pada tahun 1939. Ini menjelaskan tiga medali Kriegsmarine unik yang berkumpul dalam seragamnya: Kriegsabzeichen für Hilfskreuzer (Auxiliary Cruiser War Badge), Abzeichen für Blockadebrecher (Blockade Runner Badge) dan Flotten-Kriegsabzeichen (High Seas Fleet War Badge)


Sumber :
Foto koleksi pribadi Martin W.
www.gmic.co.uk

Album Foto Feldbinde (Ikat/Pita Pinggang Parade)

Anggota RLB (Reichsluftschutzbund) yang juga veteran Perang Dunia Pertama. Tampaknya aki-aki ini lumayan moncer juga dalam perang tersebut, yang terlihat dari sederetan medali yang dia pakai plus Verwundetenabzeichen versi PD1. Dia juga memakai ikat pinggang khusus yang biasanya dipakai saat parade atau acara-acara non-militer. Namanya adalah feldbinde. BTW, lambang elangnya adalah lambang elang RLB versi awal, sementara untuk belatinya sendiri, dia mengenakan belati perwira RLB model pertama. Jadinya, ini adalah suatu foto yang langka yang memajang belati yang juga langka!


Kapitänleutnant Hans-Joachim Ernst (17 Agustus 1918 - 2002) pertama bertugas sebagai perwira torpedo di kapal perusak Z22 Anton Schmitt. Pada bulan April 1940 dia menjalani pelatihan udara Angkatan Laut dan bertugas sebagai pilot sampai dengan bulan Juni 1943. Di bulan tersebut dia ditransfer ke unit U-boat dan menjadi kapten U-1022 sampai dengan akhir perang. Dalam foto di atas dia mengenakan dua medali Luftwaffe: Flugzeugbeobachterabzeichen dan Frontflug-Spange für Aufklärer mit anhanger


Seorang perwira Kriegsmarine berpangkat Korvettenkapitän yang mengenakan feldbinde, Baltisches Kreuz, serta medali U-boots-Kriegsabzeichen era Perang Dunia I


Sumber :
Foto koleksi pribadi Gordon Williamson
www.forum.axishistory.com
www.gmic.co.uk
www.wehrmacht-awards.com

Wednesday, March 28, 2012

Album Foto Sukarelawan Denmark Dalam Tubuh SS

Poster propaganda perekrutan untuk sukarelawan Prancis dalam tubuh Waffen-SS dengan judul "Unités françaises de la Waffen SS" (Unit Waffen-SS Prancis) ini sangat terkenal, tapi tahukah anda siapa orang yang menjadi model dalam poster tersebut? Ternyata dia bukanlah orang Prancis melainkan sukarelawan asal Denmark! Namanya adalah Karl-Peter Köppen yang telah bergabung dengan Waffen-SS dari sejak tahun 1941, dan merupakan salah satu dari orang Denmark pertama yang dianugerahi Eisernes Kreuz I. Klasse!




Dua orang anggota SS-Propaganda-Kompanie "Eggers" asal Denmark. Yang atas berpangkat SS-Rottenführer, sementara yang bawah kemungkinan besar adalah SS-Unterscharführer dan Kriegsberichter Ulf Fritz Christian Kjær dar Kopenhagen


 SS-Obersturmführer Søren Kam (lahir 2 November 1921) adalah anggota DNSAP (Partai Nazi Denmark) yang kemudian bergabung dengan SS-Panzergrenadier-Division "Wiking" dan memperoleh Ritterkreuz tanggal 7 Februari 1945 (sebagai SS-Untersturmführer dan Führer 1./SS-Panzergrenadier-Regiment 9 "Germania") atas keberaniannya dalam pertempuran. Seusai perang dia menjadi warga negara Jerman dan menjadi salah satu incaran nomor satu Simon Wiesenthal Centre sebagai penjahat perang Nazi dalam Perang Dunia II. Sejak tahun 2006 pemerintah Denmark berusaha mengekstradisinya kembali ke negara asalnya untuk diadili atas tuduhan pembunuhan yang dilakukannya sebelum perang, tapi usaha itu tidak berhasil karena pemerintah Jerman menolaknya. Setidaknya sampai tulisan ini dibuat (21 November 2012), Kam masih hidup dan setidaknya dia telah berusia 91 tahun!

 SS-Obersturmbannführer Ernst Christian Hartvig Viffert (10 November 1893 - 1950/51) adalah perwira zeni SS yang merupakan sukarelawan dari Denmark. Dia bergabung di unit Pionier Wiking setelah dilancarkannya Unternehmen Barbarossa (penyerbuan Jerman ke Uni Soviet) tahun 1941. Seusai perang, Viffert dijatuhi hukuman kerja paksa selama 25 tahun oleh pengadilan penjahat perang Soviet, dan dia meninggal karena sakit dalam kamp tawanan Stalino

Sumber :

www.ditt.almanet.dk  
www.forum.axishistory.com
www.warrelics.eu

Album Foto Sukarelawan Swedia Dalam Tubuh SS

Enam orang sukarelawan asal Swedia dalam tubuh 11. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nordland", difoto di front Narva musim semi 1944 (antara 20 Mei - 21 Juni). Dari kiri ke kanan: SS-Untersturmführer Gösta Borg (Kriegsberichter dari SS-Standarte "Kurt Eggers"), SS-Untersturmführer Hans-Caspar Krüger (Kriegsberichter dari SS-Standarte "Kurt Eggers"); SS-Obersturmführer Hans-Gösta Pehrsson (komandan kompi di Nordland), SS-Untersturmführer Gunnar Eklöf (Staff Divisi Nordland), SS-Obersturmführer Carl Svensson (Kriegsberichter dari SS-Standarte "Kurt Eggers"), dan SS-Sturmscharführer Torkel Tillman (Kriegsberichter dari SS-Standarte "Kurt Eggers" yang KIA tanggal 26 Juni 1944 di Normandia). Di balik kamera adalah Rune Ahlgren yang nantinya terbunuh dalam pertempuran tanggal 30 Oktober 1944 di Preekuln, Latvia, sebagai Zugführer (komandan peleton) di Nordland


 Dua orang sukarelawan Swedia yang sedang menaiki sebuah Schwimmwagen. SS-Obersturmführer Carl Svensson berdiri di sebelah kiri sementara SS-Untersturmführer Gösta Borg duduk paling belakang. Keduanya bertugas sebagai Kriegsberichter di SS-Standarte "Kurt Eggers" pada saat foto ini diambil (musim semi 1944). Svensson sebelumnya bertugas di Angkatan Laut Kerajaan Swedia sebelum bergabung dengan Waffen-SS tahun 1941 sebagai instruktur senjata anti serangan udara di SS-Flak-Ersatz-Abteilung. Dia lulus dari SS-Junkerschule Bad Tölz tahun 1942 dan bertugas sebagai Kriegsberichter di 11. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nordland" dan 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend". Tidak hanya itu, dia juga ikut meliput pertempuran di Mediterania bersama unit Luftwaffe. Svensson lahir di Stockholm tahun 1915 dan meninggal di Jerman tahun 1999


 Sebuah Sd.Kfz.250 dari 11. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nordland" yang diawaki oleh para sukarelawan Swedia di Kurland tahun 1944 (versi lain menyebutkan Oderfront tahun 1945). Orang ketiga dari kanan adalah SS-Unterscharführer Ragnar Johansson yang berasal dari Resimen "Skaraborgs" di Skövde, Swedia. Dia gugur pada malam tanggal 1-2 Mei 1945 yang merupakan hari terakhir Pertempuran Berlin. Berdiri selanjutnya adalah Alfons Wahlberg asal Stockholm yang nantinya ditangkap oleh pasukan Rusia di Reinickendorf, luar Berlin, tanggal 21 April 1945. Dia kembali ke Swedia tahun 1947



Di foto yang diambil di Friedrichstrasse sebelah selatan Reichskanzlei setelah Pertempuran Berlin berakhir ini, kita bisa melihat seorang prajurit SS yang tergeletak tewas di sebelah halftrack-nya yang hancur. Dahsyatnya, dia bukanlah prajurit Jerman melainkan sukarelawan asal Swedia! Namanya adalah Ragnar Johansson (pangkat SS-Unterscharführer) asal Stockholm yang merupakan mantan sersan di Angkatan Darat Swedia (P4 Skövde) dan anggota dari Partai Nazi Swedia, Svensk Socialistisk Samling (SSS). Ketika pertama dia bergabung dengan Waffen-SS dia ditempatkan di SS-Panzer-Division "Wiking", tapi kemudian dipindahkan ke SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nordland". Johansson terbunuh pada malam tanggal 1-2 Mei 1945 dalam Pertempuran Berlin ketika sedang mengemudikan kendaraan komando Sd.Kfz.250 milik SS-Hauptsturmführer Hans-Gösta Pehrsson dalam usahanya melarikan diri dari Berlin yang terkepung. Kendaraannya tertembak pasukan Rusia dan hancur (versi lain yang menyebabkannya mledug adalah sebuah granat). Foto ini diambil oleh fotografer Rusia Mark Redkin. Sebuah rekonstruksi pasca-perang yang dilakukan oleh peneliti Lennart Westberg mendapati bahwa foto ini diambil di Friedrichstrasse 107 dengan dinding pasukan penjaga di latar belakang, 200m sebelah utara sungai Spree


SS-Untersturmführer Gösta Borg (1915-2000) dari Stockholm, Swedia, ikut berperang melawan invasi Soviet ke Finlandia bersama dengan para rekan sebangsanya yang tergabung dalam Korps Sukarelawan Swedia selama berlangsungnya Winter War 1939-1940. Borg sendiri adalah mantan anggota Svea Livgarde (Pasukan Penjaga Kerajaan Swedia) yang bergabung secara sukarela dengan Waffen-SS pada tahun 1941 dan ditempatkan di Regiment Westland/Divisi SS "Wiking". Setelah terluka dalam pertempuran dia kembali ke negaranya dimana dia meneruskan studi di Akademi Militer Swedia. Pada tahun 1943 dia balik lagi ke Jerman dan lulus dari SS-Junkerschule Bad-Tölz (Sekolah Kandidat Perwira SS) dan menjadi Kriegsberichter di SS-Standarte Kurt Eggers. Borg meliput beragam front bersama dengan 5.SS-Panzer-Division "Wiking" dan 11.SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nordland". Dia juga berkesempatan mewawancarai beberapa tokoh terkenal selama perang, seperti SS-Oberstgruppenführer Sepp Dietrich, Generalfeldmarschall Walter Model dan Ferdinand Schörner. Tidak hanya itu, dia juga mengarahkan pancaran siaran radio ke Swedia dari radio Königsberg "Deutschen Europasender". Pada tahun 1951 dia mempublikasikan memoarnya, Det röda massanfallet (Gempuran Merah), yang menceritakan pengalamannya semasa bertugas di Waffen-SS. Buku ini diperuntukkan sebagai bahan rujukan bagi militer Swedia dalam menghadapi kemungkinan invasi Uni Soviet ke Eropa Barat. Dalam foto di atas, perhatikan tengkorak Danziger di schirmmütze Borg yang umum berlaku di periode 1923-1934!


SS-Untersturmführer Hans-Caspar Krüger adalah Kriegsberichter paling terkenal asal Swedia yang menjadi sukarelawan Waffen-SS. Dia lahir tahun 1902 dan menguasai enam bahasa! Setelah berjuang membela Finlandia dalam Perang Musim Dingin melawan Rusia tahun 1939/1940, Krüger mendaftar ke Waffen-SS dan kemudian ikut bergabung bersama pasukan Jerman yang terkepung di Kantong Cherkassy. Ketika diperintah untuk keluar dari sana menggunakan pesawat, dia menolak dan memilih untuk tetap tinggal di parit pertahanan bersama rekan-rekan seperjuangannya! Krüger lalu melanjutkan aksi di Narwa dan kemudian di Berlin dimana dia meliput pertempuran di sektor SS-Sturmbataillon Prancis. Dia berhasil menyelusup keluar kota yang hancur lebur itu bersama beberapa orang kawan Swedianya, sebelum menyerahkan diri ke pihak Amerika. Seusai perang, Krüger menjadi salah satu pendiri "Europa-House" yang mengurusi orang Eropa di pengasingan. Setelah kematiannya timbul rumor (yang masih belum terbukti kebenarannya) bahwa dia sebenarnya adalah anggota Odessa, agen CIA dan menjadi penasihat Angkatan Bersenjata Argentina!


 SS-Hauptsturmführer Hans-Gösta Pehrsson berasal dari Karlskrona, sebuah kota yang berada di sebelah tenggara Swedia. Pada awalnya dia bertugas di Frikorps Danmark bulan September 1941 dan kemudian menjadi bintara setelah pertempuran di dekat danau Ilmen, selatan Novgorod, tahun 1941-1942. Setelah mengikuti pelatihan lanjutan di Sekolah Perang SS tahun 1943, Pehrsson diangkat sebagai komandan sebuah kompi kendaraan bermotor lapis baja di 11. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nordland" dalam rangkaian pertempuran di Estland, Lettland dan Pommerania (Estonia dan Latvia) tahun 1944-1945. Dia lalu menjadi staff komandan batalyon dan kepala seksi staff Divisi Nordland bulan April 1945, sebelum kemudian ditangkap oleh Soviet dalam fase terakhir Pertempuran Berlin (meskipun kemudian dia mampu melarikan diri dari kamp tawanannya musim panas 1945!). Medali-medali yang telah diraihnya: Eisernes Kreuzes, Nahkampfspange in Silber (Closecombat badge in silver) dan Eherenblattspange des deutschen Heeres. Hans-Gösta Pehrsson meninggal dunia tahun 1974 dalam usia 64 tahun


 SS-OberscharführerErik Wallin (lahir 9 Agustus 1921) dari 3.Batterie/SS-Panzer-Artillerie-Regiment 11 merupakan anggota Svensk Socialistisk Samling (SSS) veteran "Winter War" di Finlandia tahun 1939-1940. Dia bergabung dengan Waffen-SS bulan Januari 1943 tapi menolak untuk menyatakan sumpah kesetiaan terhadap Hitler! Setelah bertugas sementara waktu di 5. SS-Panzer-Division "Wiking", Wallin dipindahkan ke 11. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nordland" sebagai Zugführer. Dia bertempur di Kroasia, Latvia, Pomerania, Brandenburg, dan Berlin, serta terluka parah dalam pertempuran yang terakhir sehingga harus dibawa ke rumah sakit militer sementara di Lützowplatz. Wallin memutuskan untuk meninggalkan rumah sakit dan berjalan ke Kedutaan Besar Swedia untuk mendapatkan perawatan sebelum kemudian dia pergi lagi. Dalam perjalanan dia pingsan akibat dari luka-lukanya dan kemudian dibawa ke rumah sakit di Nikolsburger Platz. Mengetahui akhir sudah dekat, Wallin mencopot semua insignia SS yang melekat di badannya dan menghancurkan Soldbuch-nya demi menghindari kemungkinan dibunuh oleh tentara Rusia. Setelah menghabiskan beberapa hari di rumah sakit (yang kini dijaga oleh pasukan Soviet), dia berhasil melarikan diri dan kemudian disembunyikan di sebuah apartemen oleh orang Swedia yang tinggal di Berlin. Wallin akhirnya pulang ke negaranya melalui jalur Belgia dan Denmark. Di Swedia, dia dijatuhi hukuman satu bulan penjara karena tidak menunaikan wajib militernya. Dalam Perang Dunia II, dia dianugerahi Eisernes Kreuz II. Klasse, Verwundetenabzeichen, Nahkampfspange in Silber, dan Panzerkampfabzeichen in Bronze. Seusai perang Torulf Hillblad menulis buku berjudul "Ragnarök" (dipublikasikan di Jerman sebagai "Endkampf um Berlin") yang didasarkan atas pengalaman Wallin selama bulan-bulan terakhir perang. Wallin meninggal tahun 1997 sewaktu sedang mengadakan kunjungan ke Berlin untuk mengikuti reuni para mantan anggota Divisi Nordland. BTW, dalam foto bawah Wallin adalah orang yang berdiri di kiri memakai stahlhelm!


Sumber :

www.die-freiwilligen.pl
www.feldgrau.com
www.forum.axishistory.com

www.stabswache-de-euros.blogspot.com

Album Foto Bermain Musik Nazi Jerman


SS-Untersturmführer Franz-Josef Kneipp (kiri) bermain gitar sambil bernyanyi bersama dengan sesama anggota SS-Panzergrenadier-Regiment 25 di dekat Buron, Normandia, tahun 1944. "Biarkan mereka saling bercanda, biarkan mereka menyanyi bersama, tak ada yang tahu kapan mereka akan meninggalkan dunia..."


SS-Kriegsberichter Paul Douliez adalah seorang pianis sekaligus dirigen (bukan jerigen!) di NIR (Nationaal-Instituut voor Radio-omroep), Belgia. Pada tahun 1943 dia bergabung dengan Waffen-SS sebagai sukarelawan Flemish dan kemudian kembali ke Brussels karena ditunjuk sebagai ketua "Zender Brussel" (nama pengganti NIR setelah Belgia diduduki Jerman). Setelah evakuasi Brussels, dia menjadi pemimpin "Kampfsender Flandern" yang mobil


Sumber :
www.knightsandsteel.wordpress.com
www.ronnydeschepper.com

Album Foto Tokoh Third Reich Peraih Kriegsabzeichen für Hilfskreuzer (Auxiliary Cruiser War Badge)



Upacara penganugerahan Kriegsabzeichen für Hilfskreuzer (Auxiliary Cruiser War Badge) untuk para awak "Atlantis" yang diberikan oleh sang komandan, Kapitän zur See Bernhard Rogge, yang diselenggarakan di Berlin awal Januari 1942. Foto ini diambil dari buku "Die Kriegsfarht des Hilfskreuzers Atlantis" yang dibuat oleh mantan ajudan "Atlantis", Ulrich Mohr, dan edisi pertamanya (sebanyak 400 eksemplar) dicetak tahun 1944 serta dibagikan kepada para awak kapal tersebut bersama keluarganya. Perwira yang berdiri di belakang Rogge, dengan "kotak-kotak karton coklat" di tangannya yang berisi medali, tiada lain adalah Ulrich Mohr sendiri


Kapitän zur See Theodor Detmers, kapten kapal penjelajah pembantu Jerman "Kormoran" yang berhasil menangkap serta menenggelamkan 11 kapal dagang Sekutu hanya dalam kurun waktu 16 bulan! Dalam pertempuran habis-habisan terakhir melawan kapal penjelajah Australia dia berhasil menenggelamkan musuhnya. Meskipun begitu, kapalnya sendiri mengalami kerusakan berat sehingga harus ditenggelamkan demi mencegah jatuh ke tangan musuh. Detmers sendiri lalu ditawan di Australia. Sempat berupaya melarikan diri ke Indonesia, dia akhirnya tertangkap kembali dan kemudian dipenjara sampai akhir perang. BTW, Detmers dianugerahi Ritterkreuz SETELAH dia ditawan, dan kemudian medalinya dikirimkan ke kamp tawanan di Australia melalui Palang Merah Internasional. Karena itu, foto di atas yang memperlihatkan Detmers dengan Ritterkreuz-nya diambil saat dia berstatus sebagai tawanan perang!


Kapitänleutnant Herbert Fröhlich (21 Januari 1908 - 26 Juni 1995) adalah asisten operator radio di Hilfskreuzer "Atlantis" dan sebelumnya dia sempat bertugas di kapal penjelajah Graf Spee sebelum pindah tugas tanggal 26 April 1941. Dia pulang ke Jerman menumpang kapal "Dresden" dan memilih untuk tetap di lautan dengan menjadi awak "Atlantis". Karena itulah dalam foto ini Fröhlich mengenakan dua macam medali: Kriegsabzeichen für Hilfskreuzer dan Flotten-Kriegsabzeichen (sedikit ngelepot!)


Obersteuermannsmaat Walter Nehm, seorang pelaut yang memulai karirnya di kapal penjelajah pembantu "Thor" dan kemudian dipindahkan ke kapal perusak (tercatat menjadi salah seorang yang selamat dari Z8 Bruno Heinemann dan kemudian melanjutkan tugas di Z31). Ketiga foto di atas memperlihatkan transformasi Nehm dari seorang Matrosenobergefreiter (atas), Unteroffizier dalam balutan seragam abu-abu lapangan (tengah), dan foto formil dengan jaket biru Angkatan Laut (bawah). Dalam kesemua fotonya Nehm mengenakan paduan medali Kriegsabzeichen für Hilfskreuzer serta Zerstörer-Kriegsabzeichen


Oberleutnant zur See Ludolf Petersen merupakan perwira pertama di kapal penembus blokade "Stiers". Sebelumnya dia bertugas di kapal penjelajah berat "Lützow" dan "Admiral Scheer". Dia juga pernah bertugas di Hilfszkreuzer "Pinguin" di bawah komando Ernst-Felix Krüder, dimana dia ikut berpartisipasi dalam pengganyangan kapal-kapal penangkap paus Norwegia dari Samudera Antartika sampai ke Bordeaux! Tidak hanya itu, Petersen juga pernah bertugas sebagai perwira pertama di kapal barang "Kiel", yang bolak-balik Hamburg-Amerika, dan dia bawa menembus blokade kapal-kapal perang Inggris pada tahun 1939. Ini menjelaskan tiga medali Kriegsmarine unik yang berkumpul dalam seragamnya: Kriegsabzeichen für Hilfskreuzer (Auxiliary Cruiser War Badge), Abzeichen für Blockadebrecher (Blockade Runner Badge) dan Flotten-Kriegsabzeichen (High Seas Fleet War Badge)


Vizeadmiral Bernhard Rogge adalah komandan Hilfskreuzer (penjelajah pembantu) Atlantis (Schiff 16) yang berdarah Yahudi tapi kemudian tetap diizinkan bertugas di Kriegsmarine setelah menandatangai "Sertifikat Darah". Atas prestasinya menghantam kapal-kapal dagang Sekutu di samudera, dia dianugerahi Eichenlaub oleh Hitler serta pedang samurai kehormatan oleh Dai Nippon. Rogge tercatat sebagai salah satu di antara segelintir perwira tinggi Wehrmacht yang tidak ditahan oleh Sekutu seusai Perang Dunia II! Ini karena sikapnya yang manusiawi terhadap para korbannya di masa perang


Matrosengefreiter Ernst Schwabe yang merupakan awak dari Hilfskreuzer "Stier" (HSK 6) pimpinan Fregattenkapitän Horst Gerlach. Nama "Stier" sendiri artinya adalah "banteng", dan diambil berdasarkan zodiak Taurus. Kapal penjelajah pembantu satu ini mampu menenggelamkan empat kapal dagang sebelum dia sendiri tenggelam pada tanggal 27 September 1942. Hanya dua orang awaknya yang berhasil selamat...


Sumber :
Buku "Die Kriegsfarht des Hilfskreuzers Atlantis" karya Ulrich Mohr
Foto koleksi pribadi Erik Krogh
Foto koleksi pribadi Martin W.
www.gmic.co.uk
www.liveauctioneers.com
www.pixpast.com
www.wamuseum.com.au

Thursday, March 22, 2012

Ikat Pinggang dan Kepala Ikat Pinggang (Leibriemen mit Koppelschloss)




Oleh : Alif Rafik Khan

Ikat pinggang standar (Koppel) terbuat dari bahan kulit dengan lebar 4,4cm dan panjang sesuai besar tubuh penggunanya. Ikat pinggang ini berwarna hitam di bagian luar sementara bagian dalamnya adalah warna natural kulit tanpa tambahan pewarna.


Pada ujung bagian kiri terdapat sabuk lain yang berukuran lebih kecil (lebar 3,5cm dan panjang 8cm) yang berguna untuk menahan bagian pengait berbahan metal. Pengait ini pada awal perang terbuat dari alumunium, tapi kemudian digantikan oleh besi di pertengahan/akhir perang yang lebih ekonomis


Kadangkala inisial pembuatnya bisa ditemukan di ikat pinggang, dan seperti contoh di atas inisialnya berbentuk seperti ini:
WITTKOPP & C°
BIELEVELD
1940


Detail bagian kaitan ikat pinggang


Di bagian kanan ikat pinggang terdapat flap kulit berukuran 3,5 x 20cm dengan tujuh pasang lubang. Flap ini dijahitkan ke ikat pinggang sehingga kepala ikat pinggang bisa dicantolkan


Sebagian besar ikat pinggang ini juga dilengkapi dengan ukuran panjangnya (dalam sentimeter) yang dicetak di bagian pinggir. Sebagai contoh adalah 110cm (atas) dan 105cm (bawah)


Ikat pinggang buatan akhir perang seperti contoh di atas tidak lagi dilengkapi dengan selempang pengikat (strap)


Bagian belakang dari ikat pinggang dengan panjang 100cm buatan masa akhir perang. Disini kita bisa melihat bahwa lubangnya terdiri dari lima pasang dan bukannya tujuh pasang seperti biasanya!


Detail bagian cetakan panjang ikat pinggang (100). Inisial yang ditambahkan (M.O.) kemungkinan besar adalah inisial penggunanya (Mamat Ohang)


Marking pembuat (Reichs Betriebs Nummer) dan tanggal pembuatannya
RB Nr 0/0890/0069 - 1944


Kepala ikat pinggang (Koppelschloss) terdiri dari banyak variasi. Contoh yang diperlihatkan disini adalah yang terbuat dari bahan alumunium yang dicat abu-abu lapangan dan bagian kulitnya dijahitkan


Empat foto kepala ikat pinggang alumunium yang telah dilepaskan dari badannya, dilihat dari bagian depan dan belakang. Marking pembuat di bagian kulitnya jelas terlihat:
W. ASSMANN & SOHNE
LÜDENSCHEID
1938


Kepala ikat pinggang berbahan besi dengan carikan kulit (cat hijaunya kebanyakan telah pudar)


Marking pembuat di bagian carikan kulit:
G.H. OSANG
1940
DRESDEN


Kepala ikat pinggang besi tanpa tambahan (carikan kulit penambah kepala ikat pinggang mulai dihapuskan dari sejak tahun 1942). Foto bagian atas berwarna abu-abu lapangan pucat yang diperkenalkan pada tahun 1936, sementara bawahnya adalah contoh kepala ikat pinggang "einheits" yang berwarna campuran abu-abu/biru gelap


Bagian belakang kepala ikat pinggang berwarna abu-abu lapangan pucat


Bagian belakang kepala ikat pinggang berwarna campuran abu-abu/biru gelap


Marking pembuat J.F.S yang merupakan singkatan dari:
Josef Feix & Söhne
Gablonz


Untuk penggunaan di daerah tropis maka diperkenalkanlah ikat pinggang berbahan anyaman dan bukannya kulit seperti biasanya. Tentu saja ikat pinggang dari jenis ini tidak hanya dipergunakan di wilayah beriklim tropis saja, tapi juga digunakan di medan operasi lain sampai dengan akhir perang. Perhatikan warna ikat pinggang yang berbeda, dari coklat muda, coklat tua sampai hijau!


Tipe yang berbeda-beda dari bagian "lidah" yang berfungsi untuk mengencangkan ikat pinggang. Untuk bagian ini digunakan bahan anyaman dan juga kulit


Tipe yang berbeda-beda dari bagian kaitan besi. Di bagian atas kita dapat melihat marking pembuatnya, hanya saja sudah tidak bisa terbaca karena termakan usia


Seperti halnya ikat pinggang kulit, ikat pinggang berbahan anyaman ini juga kadangkala dilengkapi dengan keterangan panjangnya


Contoh ikat pinggang tropis dengan Koppelschloss GB (Gustav Brehmer) dan carikan berbahan anyaman


Kepala ikat pinggang Gustav Brehmer dari tahun 1941. Tidak ada marking pembuat GB di dalamnya, hanya saja dari bentuk dan coraknya bisa dipastikan bahwa dia adalah buatan firma tersebut!



 Seorang Oberleutnant (kanan) dari 21. Panzer-Division mengkonsultasikan sebuah peta di pinggir mittleren Schützenpanzer (Sd.Kfz.251/1) di Caen, Prancis, tanggal 21 Juni 1944. Dia mengenakan Eisernes Kreuz I. Klasse serta seragam tropis peninggalannya saat masih bertugas di Afrika Utara sebagai anggota Deutsche Afrika Korps (DAK). Setelah hancur di Tunisia, 21. Panzer-Division dibentuk ulang di Prancis tahun 1943 dan kemudian ikut berpartisipasi dalam Pertempuran Normandia. Sementara itu, tanker di sebelah kiri memasukkan bagian bawah seragam ke dalam ikat pinggangnya sehingga memperlihatkan kantong celana yang nongkrong di lokasi tidak biasa. Kopfhörer (headphone) dia lesakkan ke dalam saku celana dengan sedikit bagiannya dikaitkan ke ikat pinggang. Koppel (ikat pinggang) yang dikenakannya sendiri adalah dari model standar buatan sebelum tahun 1943. Setelah tahun itu lebar dan warnanya berubah: dari Koppel kulit abu-abu dengan lebar 50mm menjadi Koppel kulit hitam dengan lebar 45mm. Seragam yang dikenakannya memang tidak dilengkapi dengan schulterklappen (tanda pangkat bahu), sesuai dengan peraturan. Topinya masih dilengkapi dengan garis bordir berbentuk "V" terbalik dengan waffenfarbe pink yang sudah ditinggalkan dari tahun 1942, sementara fernglas (teropong) yang tergantung di dadanya diwarnai kuning seperti umumnya teropong Wehrmacht tahun 1944


Sumber :


Buku "After the Battle: Panzers in Normandy Then and Now" karya Eric Lefèvre www.mp44.nl
www.ww2-antiques.de