Friday, March 30, 2012

Album Foto Focke-Wulf Fw 58 Weihe "Harrier"

Pola kamuflase yang menarik diperlihatkan oleh pesawat Focke-Wulf Fw 58 A-0 (Stkz. KK+UB, Werknummer 1198) yang merupakan alat transportasi pribadi milik Profesor Kurt Tank yang merupakan kepala perancang Focke-Wulf. Foto ini diambil di musim panas 1943 di lapangan udara pabrik Focke-Wulf di Bad Eilsen. Perhatikan pola berkelak-kelok kecil dengan warna pasir (?) serta pita putih di bagian belakang dari “Weihe”. Kedua hal ini mengindikasikan bahwa pesawat tersebut baru saja kembali dari Mediterania. KK+UB pertama kali dilaporkan keberadaannya di Bremen tahun 1939 dan merupakan salah satu dari beberapa pesawat kurir yang digunakan untuk bepergian oleh Prof. Kurt Tank


Sumber :
Majalah "Luftwaffe im Focus" edisi No.1 tahun 2002

Album Foto Arado Ar 96

Gruppenfluglehrer Oberleutnant Willi Bottländer dari FFS A/B 23 Kaufbeuren di atas pesawat Arado Ar 96. Foto ini diambil di musim panas 1944. Perhatikan lambang Sekolah Pelatihan Pilot serta bercak di bagian sayap yang merupakan akibat dari gesekan selang bensin saat pengisian bahan bakar. Setelah mendaftar secara sukarela dalam Reichsverteidigung, Hauptmann Willi Bottländer terbunuh dalam misi keempatnya sebagai Staffelkapitän dari 11./JG 54 selama berlangsungnya Unternehmen Bodenplatte tanggal 1 Januari 1945 (tahun baru!). Pesawat Focke-Wulf Fw 190 D-9 “Gelbe 2” (Werknummer 210045) yang dipilotinya nyuksruk di dekat Sinaai/Belgia


Sumber :
Majalah "Luftwaffe im Focus" edisi No.1 tahun 2002

Album Foto Tokoh Third Reich Peraih Zerstörer-Kriegsabzeichen (Destroyer War Badge)




Konteradmiral Rolf Johannesson (22 Juli 1900 – 6 Desember 1989) adalah orang yang sama-sama menjadi laksamana di Kriegsmarine (Perang Dunia II) dan Deutsche Marine (Jerman Barat). Medali-medali yang telah diraihnya: 1914 Eisernes Kreuz II. Klasse (19 Juli 1919), Baltenkreuz II. und I. Klasse, Ehrenkreuz des Weltkriegs 1914/1918, Spanienkreuz in Silber mit Schwertern, 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II. Klasse (6 November 1939), Eisernes Kreuz I. Klasse (15 Desember 1939), Zerstörer-Kriegsabzeichen (1940), Deutsches Kreuz in Gold (12 Februari 1942), Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (7 Desember 1942), serta Verdienstorden der Bundesrepublik Deutschland (12 Juni 1961)



Obersteuermannsmaat Walter Nehm, seorang pelaut yang memulai karirnya di kapal penjelajah pembantu "Thor" dan kemudian dipindahkan ke kapal perusak (tercatat menjadi salah seorang yang selamat dari Z8 Bruno Heinemann dan kemudian melanjutkan tugas di Z31). Ketiga foto di atas memperlihatkan transformasi Nehm dari seorang Matrosenobergefreiter (atas), Unteroffizier dalam balutan seragam abu-abu lapangan (tengah), dan foto formil dengan jaket biru Angkatan Laut (bawah). Dalam kesemua fotonya Nehm mengenakan paduan medali Kriegsabzeichen für Hilfskreuzer serta Zerstörer-Kriegsabzeichen


Sumber :
Foto koleksi pribadi Erik Krogh
www.gmic.co.uk

www.ea-antik

Thursday, March 29, 2012

Album Foto Tokoh Third Reich Peraih Abzeichen Für Blockadebrecher (Blockade Runner Badge)


Oberleutnant zur See Ludolf Petersen merupakan perwira pertama di kapal penembus blokade "Stiers". Sebelumnya dia bertugas di kapal penjelajah berat "Lützow" dan "Admiral Scheer". Dia juga pernah bertugas di Hilfszkreuzer "Pinguin" di bawah komando Ernst-Felix Krüder, dimana dia ikut berpartisipasi dalam pengganyangan kapal-kapal penangkap paus Norwegia dari Samudera Antartika sampai ke Bordeaux! Tidak hanya itu, Petersen juga pernah bertugas sebagai perwira pertama di kapal barang "Kiel", yang bolak-balik Hamburg-Amerika, dan dia bawa menembus blokade kapal-kapal perang Inggris pada tahun 1939. Ini menjelaskan tiga medali Kriegsmarine unik yang berkumpul dalam seragamnya: Kriegsabzeichen für Hilfskreuzer (Auxiliary Cruiser War Badge), Abzeichen für Blockadebrecher (Blockade Runner Badge) dan Flotten-Kriegsabzeichen (High Seas Fleet War Badge)


Sumber :
Foto koleksi pribadi Martin W.
www.gmic.co.uk

Album Foto Feldbinde (Ikat/Pita Pinggang Parade)

HEER


Hauptmann Alfred Jarosch (10 Oktober 1915 - 30 Agustus 2001) dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold tanggal 19 Mei 1942 (Leutnant di 6.Kompanie / Jäger-Regiment 38) dan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 24 September 1942 (Führer 8.Kompanie / Jäger-Regiment 38). Berpatokan dari foto studio di atas, dimana Jarosch mengenakan paradeanzug (seragam parade), adjutant-schnur (tambang ajudan) dan feldbinde (ikat/pita pinggang parade), kita bisa mengetahui medali-medali lain yang diraihnya: Dienstauszeichnung der Wehrmacht IV.Klasse 4.Jahre; Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Infanterie-Sturmabzeichen; Verwundetenabzeichen in Schwarz; Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938; spange zum Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938; dan Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille)

-----------------------------------------------------------------------

KRIEGSMARINE

Kapitänleutnant Hans-Joachim Ernst (17 Agustus 1918 - 2002) pertama bertugas sebagai perwira torpedo di kapal perusak Z22 Anton Schmitt. Pada bulan April 1940 dia menjalani pelatihan udara Angkatan Laut dan bertugas sebagai pilot sampai dengan bulan Juni 1943. Di bulan tersebut dia ditransfer ke unit U-boat dan menjadi kapten U-1022 sampai dengan akhir perang. Dalam foto di atas dia mengenakan dua medali Luftwaffe: Flugzeugbeobachterabzeichen dan Frontflug-Spange für Aufklärer mit anhanger

Seorang perwira Kriegsmarine berpangkat Korvettenkapitän yang mengenakan feldbinde, Baltisches Kreuz, serta medali U-boots-Kriegsabzeichen era Perang Dunia I

-----------------------------------------------------------------------

NSDAP

Anggota RLB (Reichsluftschutzbund) yang juga veteran Perang Dunia Pertama. Tampaknya aki-aki ini lumayan moncer juga dalam perang tersebut, yang terlihat dari sederetan medali yang dia pakai plus Verwundetenabzeichen versi PD1. Dia juga memakai ikat pinggang khusus yang biasanya dipakai saat parade atau acara-acara non-militer. Namanya adalah feldbinde. BTW, lambang elangnya adalah lambang elang RLB versi awal, sementara untuk belatinya sendiri, dia mengenakan belati perwira RLB model pertama. Jadinya, ini adalah suatu foto yang langka yang memajang belati yang juga langka!


Sumber :
Foto koleksi pribadi Gordon Williamson
www.forum.axishistory.com
www.gmic.co.uk
www.wehrmacht-awards.com

www.ww2awards.com

Wednesday, March 28, 2012

Foto Sukarelawan Denmark Dalam Tubuh SS

Poster propaganda perekrutan untuk sukarelawan Prancis dalam tubuh Waffen-SS dengan judul "Unités françaises de la Waffen SS" (Unit Waffen-SS Prancis) ini sangat terkenal, tapi tahukah anda siapa orang yang menjadi model dalam poster tersebut? Ternyata dia bukanlah orang Prancis melainkan sukarelawan asal Denmark! Namanya adalah Karl-Peter Köppen yang telah bergabung dengan Waffen-SS dari sejak tahun 1941, dan merupakan salah satu dari orang Denmark pertama yang dianugerahi Eisernes Kreuz I. Klasse!




Dua orang anggota SS-Propaganda-Kompanie "Eggers" asal Denmark. Yang atas berpangkat SS-Rottenführer, sementara yang bawah kemungkinan besar adalah SS-Unterscharführer dan Kriegsberichter Ulf Fritz Christian Kjær dar Kopenhagen


 SS-Obersturmführer Søren Kam (lahir 2 November 1921) adalah anggota DNSAP (Partai Nazi Denmark) yang kemudian bergabung dengan SS-Panzergrenadier-Division "Wiking" dan memperoleh Ritterkreuz tanggal 7 Februari 1945 (sebagai SS-Untersturmführer dan Führer 1./SS-Panzergrenadier-Regiment 9 "Germania") atas keberaniannya dalam pertempuran. Seusai perang dia menjadi warga negara Jerman dan menjadi salah satu incaran nomor satu Simon Wiesenthal Centre sebagai penjahat perang Nazi dalam Perang Dunia II. Sejak tahun 2006 pemerintah Denmark berusaha mengekstradisinya kembali ke negara asalnya untuk diadili atas tuduhan pembunuhan yang dilakukannya sebelum perang, tapi usaha itu tidak berhasil karena pemerintah Jerman menolaknya. Setidaknya sampai tulisan ini dibuat (21 November 2012), Kam masih hidup dan setidaknya dia telah berusia 91 tahun!


 SS-Obersturmbannführer Knud Børge Martinsen (30 November 1905 - 25 Juni 1949) adalah mantan perwira militer Denmark yang bergabung dengan Waffen-SS bulan Mei 1941, ditempatkan di Frikorps Danmark (korps sukarelawan Denmark di Waffen-SS) yang berada di bawah komando Christian Frederik von Schalburg dan bertempur di medan perang Rusia. Setelah kematian Schalburg bulan Juni 1942, Martinsen mengambil alih komando Frikorps Danmark sampai dengan bulan Maret 1943 ketika unit tersebut ditarik dari front. Martinsen dianugerahi Infanterie-Sturmabzeichen in Silber serta dua kelas Eisernes Kreuzes. Seusai perang dia dijatuhi hukuman mati oleh negaranya karena keterlibatannya sebagai sukarelawan Jerman dan dua kasus pembunuhan (salah satu di antaranya terhadap sesama perwira Frikorps Danmark, Fritz Henning Tonnies von Eggers, yang dituduh Martinsen telah berselingkuh dengan istrinya). Dalam foto ini kita bisa melihat ärmelstreifen "Freikorps Danmark" di lengannya


Sukarelawan Waffen-SS asal Denmark, SS-Untersturmführer Ellef Henry Rasmussen, dalam sebuah foto yang diambil pada tahun 1944 di front Narva, Estonia, tak lama setelah lulus dari sekolah pelatihan perwira SS-Junkerschule Bad Tölz. Rasmussen bergabung dengan Waffen-SS pada tahun 1940 dan bertugas di Divisi Wiking. Pada tahun 1943 dia ditransfer ke 11. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nordland" yang baru dibentuk, dimana di akhir perang dia sudah dipercaya untuk menjadi Kommandeur II.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 24 "Danmark". Rasmussen ikut ambil bagian dalam banyak kampanye militer dan pertempuran: Unternehmen Barbarossa (invasi ke Uni Soviet), Unternehmen Blau (gerak maju ke wilayah Kaukasus), Pertempuran Narva, dan Pertempuran Berlin. Seusai perang, Ellef Henry Rasmussen menulis buku otobiografinya dengan dibantu oleh sejarawan terkemuka dari Troskab Denmark, "Dansk SS-frivillig E.H. Rasmussens erindringer 1940-45". Sang sukarelawan yang bertempur dari awal sampai akhir ini meninggal dunia pada tahun 2016


 SS-Obersturmbannführer Christian Frederik von Schalburg (15 April 1906 - 2 Juni 1942) berasal dari keluarga bangsawan keturunan Jerman yang lama tinggal di Denmark serta secara turun-temurun berprofesi sebagai produsen anggur yang menjadi konsumsi keluarga kerajaan Denmark. Dia lahir di Siberia karena ayahnya mempunyai usaha disana, dan saat Perang Dunia Pertama banyak anggota keluarganya yang membela Rusia dalam melawan Jerman. Ketika mereka balik terusir dari Rusia oleh pemberontakan kaum Bolsevik, Schalburg muda bersumpah akan membalas dendam. Dari sejak saat itu dia menjadi pembenci komunis nomor wahid. Keluarganya balik kembali ke Denmark dan Schalburg bergabung dengan angkatan darat negara tersebut tahun 1925. Dia menikah dengan sesama bangsawan keturunan Jerman yang menetap di Denmark, Helga Frederikke von Bülow, dan pasangan ini dikaruniai seorang putra bernama Alexander von Schalburg yang lahir tanggal 22 November 1934. Secara politis Schalburg adalah seorang nasionalis yang anti-komunis, tapi setelah Hitler menjadi penguasa Jerman tahun 1933 pandangan politiknya semakin mengarah ke nasional-sosialis, dan Schalburg menjadi anggota DNSAP (partai Nazi Denmark) akhir tahun 1930-an. Kesempatan untuk membalas dendam terhadap kaum komunis yang sangat dibencinya datang saat Uni Soviet menginvasi Finlandia musim dingin tahun 1939, dan Schalburg segera mendaftarkan diri menjadi sukarelawan untuk membantu Finlandia memerangi satu-satunya negara komunis di dunia (saat itu). Ketika Jerman menyerbu Denmark bulan April 1940 Schalburg masih berada di Finlandia. Dia tetaplah seorang nasionalis yang menyayangkan kenapa begitu cepat negaranya takluk oleh Wehrmacht, tapi kemudian pihak pendudukan Jerman berhasil merebut hatinya sehingga Schalburg berbalik mendukung agresor yang menguasai negaranya. Dia bergabung dengan Waffen-SS bulan September 1940 dan bertugas bersama Divisi SS Wiking dalam Unternehmen Barbarossa. Hanya tiga minggu setelah perang antara Jerman dan Uni Soviet dimulai, Schalburg sudah dianugerahi Eisernes Kreuz II.Klasse atas keberaniannya, dan sebulan kemudian Eisernes Kreuz I.Klasse. Dia memimpin Frikorps Danmark (korps sukarelawan Denmark di Waffen-SS) dalam pertempuran di Front Timur dari bulan Maret 1942 sampai dengan saat kematiannya yang berselang hanya dua bulan kemudian. Pada tanggal 2 Juni 1942 dia berusaha membangkitkan semangat anakbuahnya yang masih bertiarap di bunker mereka tak lama setelah serangan artileri Soviet mereda di front Demjansk. Tak dinyana SS-Sturmbannführer Schalburg menginjak ranjau darat sehingga membuatnya tewas seketika. Pasukan penyelamat mendapati kakinya telah hancur dari pinggang ke bawah! Jenazahnya kemudian dikuburkan dalam upacara kebesaran, dan Reichsführer-SS Heinrich Himmler menaikkan pangkatnya secara anumerta menjadi SS-Obersturmbannführer


Sukarelawan asal Kopenhagen (Denmark) SS-Sturmmann Kurt Tebring berpose di atas Panzerkampfwagen V Panther Ausf.D (tidak terlalu kelihatan dalam foto ini). Panther tersebut bukanlah miliknya melainkan milik SS-Oberscharführer Philipp Wild, seorang Ritterkreuzträger dari SS-Panzer-Abteilung 11 "Hermann von Salza", sementara Tebring hanya berperan sebagai supirnya. Pita lengan "Nordland" yang dipakai di lengannya menandakan bahwa sebelumnya Tebring adalah anggota 11. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nordland". Foto di atas sendiri diambil setelah Pertempuran Narwa (2 Februari – 10 Agustus 1944) dimana Wild kemudian dianugerahi Ritterkreuz atas jasa-jasanya sementara Tebring kebagian Eisernes Kreuz I. Klasse. Sekedar info tambahan: Panther Ausf.D yang dipakai Tebring merupakan salah satu Panther versi awal yang sebenarnya diperuntukkan bagi I.Abteilung/SS-Panzer-Regiment 1 "Leibstandarte SS Adolf Hitler" di musim panas 1943, tapi kemudian Sepp Dietrich (Komandan LSSAH) menolaknya karena menganggapnya sering mengalami masalah mekanis sehingga tidak bisa diandalkan dalam pertempuran. Beberapa dari Panther ini kemudian dikirimkan ke front Leningrad untuk dijadikan sebagai bunker artileri (dengan awak diambil dari Panzer-Regiment 29 / 12.Panzer-Division). Sebagiannya lagi (sekitar 20 buah) dioper ke SS-Panzer-Abteilung 11 "Hermann von Salza" yang, setelah usaha keras para montirnya, mampu membuat para Panther "KW 2" ini beroperasi kembali tanpa hambatan!

 SS-Obersturmbannführer Ernst Christian Hartvig Viffert (10 November 1893 - 1950/51) adalah perwira zeni SS yang merupakan sukarelawan dari Denmark. Dia bergabung di unit Pionier Wiking setelah dilancarkannya Unternehmen Barbarossa (penyerbuan Jerman ke Uni Soviet) tahun 1941. Seusai perang, Viffert dijatuhi hukuman kerja paksa selama 25 tahun oleh pengadilan penjahat perang Soviet, dan dia meninggal karena sakit dalam kamp tawanan Stalino

Sumber :

www.5sswiking.tumblr.com
www.ditt.almanet.dk  
www.forum.axishistory.com
www.moonwheel.net
www.warrelics.eu

Foto Sukarelawan Swedia Dalam Tubuh SS

Enam orang sukarelawan asal Swedia dalam tubuh 11. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nordland", difoto di front Narva musim semi 1944 (antara 20 Mei - 21 Juni). Dari kiri ke kanan: SS-Untersturmführer Gösta Borg (Kriegsberichter dari SS-Standarte "Kurt Eggers"), SS-Untersturmführer Hans-Caspar Krüger (Kriegsberichter dari SS-Standarte "Kurt Eggers"); SS-Obersturmführer Hans-Gösta Pehrsson (komandan kompi di Nordland), SS-Untersturmführer Gunnar Eklöf (Staff Divisi Nordland), SS-Obersturmführer Carl Svensson (Kriegsberichter dari SS-Standarte "Kurt Eggers"), dan SS-Sturmscharführer Torkel Tillman (Kriegsberichter dari SS-Standarte "Kurt Eggers" yang KIA tanggal 26 Juni 1944 di Normandia). Di balik kamera adalah Rune Ahlgren yang nantinya terbunuh dalam pertempuran tanggal 30 Oktober 1944 di Preekuln, Latvia, sebagai Zugführer (komandan peleton) di Nordland


 Foto ini memperlihatkan seorang sukarelawan Swedia dari 11. SS Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nordland" sedang mengoperasikan sebuah Panzerschreck (Teror Tank) di front Narva tahun 1944. Senjata satu ini terdiri dari sebuah tabung metal yang menembakkan proyektil kosong berpendorong roket dengan kepala peledak anti-tank. Fungsi perisai di depan adalah untuk melindungi si penembak dari semburan bagian belakang roket saat ditembakkan



Dua orang sukarelawan Swedia dari 11. SS Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nordland" sedang menaiki sebuah Schwimmwagen di front Narva tahun 1944. SS-Obersturmführer Carl Svensson berdiri di sebelah kiri sementara SS-Untersturmführer Gösta Borg duduk paling belakang. Keduanya bertugas sebagai Kriegsberichter di SS-Standarte "Kurt Eggers" pada saat foto ini diambil (musim semi 1944). Svensson sebelumnya bertugas di Angkatan Laut Kerajaan Swedia sebelum bergabung dengan Waffen-SS tahun 1941 sebagai instruktur senjata anti serangan udara di SS-Flak-Ersatz-Abteilung. Dia lulus dari SS-Junkerschule Bad Tölz tahun 1942 dan bertugas sebagai Kriegsberichter di 11. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nordland" dan 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend". Tidak hanya itu, dia juga ikut meliput pertempuran di Mediterania bersama unit Luftwaffe. Svensson lahir di Stockholm tahun 1915 dan meninggal di Jerman tahun 1999


 Sebuah Sd.Kfz.250 dari 11. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nordland" yang diawaki oleh para sukarelawan Swedia di Kurland tahun 1944 (versi lain menyebutkan Oderfront tahun 1945). Orang ketiga dari kanan adalah SS-Unterscharführer Ragnar Johansson yang berasal dari Resimen "Skaraborgs" di Skövde, Swedia. Dia gugur pada malam tanggal 1-2 Mei 1945 yang merupakan hari terakhir Pertempuran Berlin. Berdiri selanjutnya adalah Alfons Wahlberg asal Stockholm yang nantinya ditangkap oleh pasukan Rusia di Reinickendorf, luar Berlin, tanggal 21 April 1945. Dia kembali ke Swedia tahun 1947



Di foto yang diambil di Friedrichstrasse sebelah selatan Reichskanzlei setelah Pertempuran Berlin berakhir ini, kita bisa melihat seorang prajurit SS yang tergeletak tewas di sebelah halftrack-nya yang hancur. Dahsyatnya, dia bukanlah prajurit Jerman melainkan sukarelawan asal Swedia! Namanya adalah Ragnar Johansson (pangkat SS-Unterscharführer) asal Stockholm yang merupakan mantan sersan di Angkatan Darat Swedia (P4 Skövde) dan anggota dari Partai Nazi Swedia, Svensk Socialistisk Samling (SSS). Ketika pertama dia bergabung dengan Waffen-SS dia ditempatkan di SS-Panzer-Division "Wiking", tapi kemudian dipindahkan ke SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nordland". Johansson terbunuh pada malam tanggal 1-2 Mei 1945 dalam Pertempuran Berlin ketika sedang mengemudikan kendaraan komando Sd.Kfz.250 milik SS-Hauptsturmführer Hans-Gösta Pehrsson dalam usahanya melarikan diri dari Berlin yang terkepung. Kendaraannya tertembak pasukan Rusia dan hancur (versi lain yang menyebabkannya mledug adalah sebuah granat). Foto ini diambil oleh fotografer Rusia Mark Redkin. Sebuah rekonstruksi pasca-perang yang dilakukan oleh peneliti Lennart Westberg mendapati bahwa foto ini diambil di Friedrichstrasse 107 dengan dinding pasukan penjaga di latar belakang, 200m sebelah utara sungai Spree

------------------------------------------------------------------------------


SS-Untersturmführer Gösta Borg (1915-2000) dari Stockholm, Swedia, ikut berperang melawan invasi Soviet ke Finlandia bersama dengan para rekan sebangsanya yang tergabung dalam Korps Sukarelawan Swedia selama berlangsungnya Winter War 1939-1940. Borg sendiri adalah mantan anggota Svea Livgarde (Pasukan Penjaga Kerajaan Swedia) yang bergabung secara sukarela dengan Waffen-SS pada tahun 1941 dan ditempatkan di Regiment Westland/Divisi SS "Wiking". Setelah terluka dalam pertempuran dia kembali ke negaranya dimana dia meneruskan studi di Akademi Militer Swedia. Pada tahun 1943 dia balik lagi ke Jerman dan lulus dari SS-Junkerschule Bad-Tölz (Sekolah Kandidat Perwira SS) dan menjadi Kriegsberichter di SS-Standarte Kurt Eggers. Borg meliput beragam front bersama dengan 5.SS-Panzer-Division "Wiking" dan 11.SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nordland". Dia juga berkesempatan mewawancarai beberapa tokoh terkenal selama perang, seperti SS-Oberstgruppenführer Sepp Dietrich, Generalfeldmarschall Walter Model dan Ferdinand Schörner. Tidak hanya itu, dia juga mengarahkan pancaran siaran radio ke Swedia dari radio Königsberg "Deutschen Europasender". Pada tahun 1951 dia mempublikasikan memoarnya, Det röda massanfallet (Gempuran Merah), yang menceritakan pengalamannya semasa bertugas di Waffen-SS. Buku ini diperuntukkan sebagai bahan rujukan bagi militer Swedia dalam menghadapi kemungkinan invasi Uni Soviet ke Eropa Barat. Dalam foto di atas, perhatikan tengkorak Danziger di schirmmütze Borg yang umum berlaku di periode 1923-1934!


SS-Untersturmführer Hans-Caspar Krüger adalah Kriegsberichter paling terkenal asal Swedia yang menjadi sukarelawan Waffen-SS. Dia lahir tahun 1902 dan menguasai enam bahasa! Setelah berjuang membela Finlandia dalam Perang Musim Dingin melawan Rusia tahun 1939/1940, Krüger mendaftar ke Waffen-SS dan kemudian ikut bergabung bersama pasukan Jerman yang terkepung di Kantong Cherkassy. Ketika diperintah untuk keluar dari sana menggunakan pesawat, dia menolak dan memilih untuk tetap tinggal di parit pertahanan bersama rekan-rekan seperjuangannya! Krüger lalu melanjutkan aksi di Narwa dan kemudian di Berlin dimana dia meliput pertempuran di sektor SS-Sturmbataillon Prancis. Dia berhasil menyelusup keluar kota yang hancur lebur itu bersama beberapa orang kawan Swedianya, sebelum menyerahkan diri ke pihak Amerika. Seusai perang, Krüger menjadi salah satu pendiri "Europa-House" yang mengurusi orang Eropa di pengasingan. Setelah kematiannya timbul rumor (yang masih belum terbukti kebenarannya) bahwa dia sebenarnya adalah anggota Odessa, agen CIA dan menjadi penasihat Angkatan Bersenjata Argentina!


 SS-Untersturmführer Heino Meyer dilahirkan di Stockholm pada tahun 1923. Dia bergabung dengan Waffen-SS pada tahun 1941 dan bertugas di Divisi Wiking. Meyer kemudian terluka dalam pertempuran di Front Timur di tahun 1942. Setelah sembuh, tak lama kemudian dia mengikuti pendidikan calon perwira Waffen-SS di SS-Junkerschule Bad Tölz dan lulus pada tahun 1943. Meyer kemudian bergabung dengan 11. SS Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nordland" dan bertugas di unit pelopornya, 3.Kompanie / SS-Panzer-Aufklärungs-Abteilung 11. Dalam pertempuran di Estonia tanggal 21 Juni 1944 dia terluka berat untuk kedua kalinya dan malah dilaporkan secara keliru bahwa dia telah tewas karena Soldbuch-nya tertukar! Meyer kembali ke unitnya setelah menyelesaikan masa perawatan di rumah sakit, hanya untuk terluka kembali dalam pertempuran defensif di Pomerania bulan Maret 1945. Saat Perang Dunia II berakhir dia masih menjalani perawatan di rumah sakit. Seusia perang Meyer bermigrasi ke Amerika Selatan dan Spanyol sambil membawa serta pecahan granat di lehernya yang tak bisa dilepaskan karena dipastikan akan membahayakan nyawanya! Dia meninggal pada tahun 1995 di Argentina


 SS-Oberscharführer Sven-Erik Olsson (7 Juli 1923 - 7 Maret 1985) ikut bertempur dalam pertempuran di Kantung Kamenets-Podolsky sebelum ditugaskan sebagai petugas sandi pribadi bagi SS-Brigadeführer Heinz Harmel, Komandan 10. SS-Panzer-Division "Frundsberg". Olsson berturut-turut bertempur di Normandia, Pommerania, Stettin-Altdamm, Stargard dan Raum Cottbus sebelum mengakhiri perang di Komotau dimana dia dipaksa untuk menghancurkan kendaraan halftrack-nya setelah usaha untuk mencapai Dresden gagal. Olsson kemudian ditawan oleh pihak Amerika dan kembali ke Swedia tahun 1947. Medali-medali yang telah diraihnya: Deutsches Kreuz in Gold (20 April 1945), Eisernes Kreuzes II. dan I. Klasse, Nahkampfspange in Bronze, dan Infanterie-Sturmabzeichen in Silber


SS-Hauptsturmführer Hans-Gösta Pehrsson (10 Maret 1910 - 16 Maret 1974) berasal dari Karlskrona, sebuah kota yang berada di sebelah tenggara Swedia. Pada awalnya dia bertugas di Frikorps Danmark bulan September 1941 dan kemudian menjadi bintara setelah pertempuran di dekat danau Ilmen, selatan Novgorod, tahun 1941-1942. Setelah mengikuti pelatihan lanjutan di Sekolah Perang SS tahun 1943, Pehrsson diangkat sebagai komandan sebuah kompi kendaraan bermotor lapis baja di 11. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nordland" dalam rangkaian pertempuran di Estland, Lettland dan Pommerania (Estonia dan Latvia) tahun 1944-1945. Dia lalu menjadi staff komandan batalyon dan kepala seksi staff Divisi Nordland bulan April 1945, sebelum kemudian ditangkap oleh Soviet dalam fase terakhir Pertempuran Berlin (meskipun kemudian dia mampu melarikan diri dari kamp tawanannya musim panas 1945!). Medali-medali yang telah diraihnya: Eisernes Kreuzes, Nahkampfspange in Silber (Closecombat badge in silver) dan Eherenblattspange des deutschen Heeres. Hans-Gösta Pehrsson meninggal dunia tahun 1974 dalam usia 64 tahun


 SS-OberscharführerErik Wallin (lahir 9 Agustus 1921) dari 3.Batterie/SS-Panzer-Artillerie-Regiment 11 merupakan anggota Svensk Socialistisk Samling (SSS) veteran "Winter War" di Finlandia tahun 1939-1940. Dia bergabung dengan Waffen-SS bulan Januari 1943 tapi menolak untuk menyatakan sumpah kesetiaan terhadap Hitler! Setelah bertugas sementara waktu di 5. SS-Panzer-Division "Wiking", Wallin dipindahkan ke 11. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nordland" sebagai Zugführer. Dia bertempur di Kroasia, Latvia, Pomerania, Brandenburg, dan Berlin, serta terluka parah dalam pertempuran yang terakhir sehingga harus dibawa ke rumah sakit militer sementara di Lützowplatz. Wallin memutuskan untuk meninggalkan rumah sakit dan berjalan ke Kedutaan Besar Swedia untuk mendapatkan perawatan sebelum kemudian dia pergi lagi. Dalam perjalanan dia pingsan akibat dari luka-lukanya dan kemudian dibawa ke rumah sakit di Nikolsburger Platz. Mengetahui akhir sudah dekat, Wallin mencopot semua insignia SS yang melekat di badannya dan menghancurkan Soldbuch-nya demi menghindari kemungkinan dibunuh oleh tentara Rusia. Setelah menghabiskan beberapa hari di rumah sakit (yang kini dijaga oleh pasukan Soviet), dia berhasil melarikan diri dan kemudian disembunyikan di sebuah apartemen oleh orang Swedia yang tinggal di Berlin. Wallin akhirnya pulang ke negaranya melalui jalur Belgia dan Denmark. Di Swedia, dia dijatuhi hukuman satu bulan penjara karena tidak menunaikan wajib militernya. Dalam Perang Dunia II, dia dianugerahi Eisernes Kreuz II. Klasse, Verwundetenabzeichen, Nahkampfspange in Silber, dan Panzerkampfabzeichen in Bronze. Seusai perang Torulf Hillblad menulis buku berjudul "Ragnarök" (dipublikasikan di Jerman sebagai "Endkampf um Berlin") yang didasarkan atas pengalaman Wallin selama bulan-bulan terakhir perang. Wallin meninggal tahun 1997 sewaktu sedang mengadakan kunjungan ke Berlin untuk mengikuti reuni para mantan anggota Divisi Nordland. BTW, dalam foto bawah Wallin adalah orang yang berdiri di kiri memakai stahlhelm!


Sumber :

www.5sswiking.tumblr.com
www.die-freiwilligen.pl 
www.eestileegion.com
www.feldgrau.com
www.forum.axishistory.com

www.stabswache-de-euros.blogspot.com

Foto Bermain Musik

AKORDEON



Ritterkreuzträger Josef Barmetler bersama dengan anggota Fallschirmjäger lainnya. Major der Reserve Barmetler (11 Maret 1904 - 20 Februari 1945) bergabung dengan 19. (Bayerische) Infanterie-Regiment tanggal 2 April 1924. Dia sempat "melanglang buana" ke Gebirgsjäger-Regiment 99 (1935) dan Infanterie-Regiment 316 (1939) sebelum berlabuh di Sturm-Regiment Fallschirmjäger tahun 1940 sehingga secara resmi berpindah dari Heer ke Luftwaffe. Dalam Pertempuran Kreta, Barmetler menjadi komandan kompi yang bertugas menduduki sebuah bukit di sekitar lapangan udara Maleme. Ketika bukit tersebut berhasil dikuasai (dengan menawan 4 perwira serta 100 prajurit), Barmetler menyadari pasukan Gebirgsjäger yang sedang bertempur di Galatas mendapat kesulitan. Bahkan sebelum komandan batalyonnya (Major Eduard Stentzler) memberi perintah, dia segera membawa sebagian dari kompinya untuk membantu rekan-rekan seperjuangannya yang sedang terkepung tersebut. Dengan memutar dari belakang dia menghantam elemen dari 5th New Zealand Brigade, yang begitu terkejut sehingga mereka terpaksa mundur meninggalkan dataran tinggi yang sangat strategis. Barmetler terluka dalam pertempuran ini, tapi jerih payahnya terbayar ketika dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 9 Juli 1941 sebagai Oberleutnant der Reserve dan Führer 7.Kompanie / II.Bataillon / Luftlande-Sturm-Regiment 1 / 7.Flieger-Division / XI.Fliegerkorps / Luftflotte 4, sekaligus kenaikan pangkat menjadi Hauptmann d.R. tanggal 25 Juli 1941. Setelah sembuh dari luka-lukanya, Barmetler menjadi staff Fallschirmjäger-Regiment 1 dan kemudian menjadi komandan batalyon. Ternyata pendaratan yang tidak sempurna sewaktu terjun di atas Kreta membawa pengaruh yang besar. Kondisinya semakin memburuk dari waktu ke waktu dan akhirnya dia meninggal dunia di kampung halamannya, Kempten im Allgäu, tanggal 20 Februari 1945 karena luka bawaannya tersebut (sumber lain menyebutkan meninggal di sebuah rumah sakit di Bonn). Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (22 Juni 1940); Eisernes Kreuz I.Klasse (18 Juni 1941)


Natal pertama untuk SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen", Desember 1942. Meskipun Schutzstaffel (SS), sebagai sebuah organisasi pagan, pada dasarnya adalah penentang agama Kristen - tapi mereka tetap mengizinkan perayaan Natal bagi para anggota-anggotanya, karena begitu dalamnya agama ini berakar di benua Eropa (dan oleh sebab itu, untuk menghindarkan penyia-nyiaan potensi sumber daya manusia untuk dijadikan prajurit SS). Foto ini memperlihatkan saat beberapa orang anggota Prinz Eugen - yang sebagian besarnya diambil dari etnis Jerman yang tinggal di wilayah Banat, Eropa Tengah - merayakan secara sederhana Hari Natal pertama dan satu-satunya yang diadakan di masa tenang, sebelum keberangkatan menuju operasi tempur tanpa henti di wilayah Yugoslavia. Wajah-wajah mereka sudah menunjukkan ekspresi kerinduan yang teramat dalam terhadap kampung halaman, tempat dimana sebagian besar dari mereka tak akan pernah kembali pulang kepadanya




 Para anggota dari 14.Kompanie(Panzerjäger) / Grenadier-Regiment 19 menghabiskan waktu luang dengan bermain musik bersama menggunakan akordeon bermerk "Bang Rhoma". Di antara mereka nyempil dua orang Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz): Ruprecht Kral (kiri, RK 15 Mei 1944) dan Anton Bayer (kedua dari kanan, RK 5 Oktober 1943)


Para anggota dari 1.Kompanie / Panzer-Regiment 35 menghabiskan waktu senggang dengan menyanyi diiringi oleh akordeon di Fahrschulpanzer (sekolah pelatihan supir tank) Bamberg tahun 1935. Nama-nama yang numpang-nampang dalam foto ini: Berthold "Bertl" Cramer, Adam Utzmann, Schirrmeister (Sersan Instruktur) Heine, Hugo Plötscher, dan Panzerwart (mekanik tank) Georg Birkner


Seorang prajurit Afrikakorps memanfaatkan waktu senggang dengan bermain akordeon bermerk "Schifferklavier". Foto ini diterbitkan di masa perang dalam bentuk kartu pos

------------------------------------------------------------------------

GITAR

Anggota tim perbaikan (I-Staffel) dari 6.Kompanie/SS-Panzer-Regiment 12 sedang beristirahat makan sambil naik traktor 1 ton di sela-sela latihan di dekat Ostend, Flanders (Belgia) musim dingin 1943/1944. Mereka semua mengenakan jaket kulit hitam (horsehide) yang awalnya diperuntukkan bagi awak U-boat. Komandan kompi tersebut pada waktu itu adalah SS-Obersturmführer Ludwig Ruckdeschel. Sebagai supirnya adalah SS-Sturmmann Knöpfle, sementara yang main gitar adalah komandan I-Staffel, SS-Unterscharführer Köhnen, yang sebelumnya merupakan anggota Luftwaffe

SS-Untersturmführer Franz-Josef "Franzl" Kneipp dari III.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 25 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" meluangkan waktu saat tidak ada pertempuran dengan bermain gitar untuk kawan-kawannya sambil duduk bernyanyi di pinggir sebuah lubang pertahanan di dekat Buron, Normandia, tahun 1944. Dari kiri ke kanan: SS-Obersturmbannführer Karl-Heinz Milius (Kommandeur III.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 25), SS-Untersturmführer Franz-Josef Kneipp (Nachrichtenoffizier III.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 25), dan SS-Untersturmführer Kurt Bergmann (Adjutant III.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 25). Foto ini diambil oleh SS-Kriegsberichter Wilfried Woscidlo pada periode 6-14 Juni 1944. Pada tanggal 14 Juni 1944 Milius naik jabatan menjadi komandan SS-Panzergrenadier-Regiment 25, sementara penggantinya sebagai komandan Batalyon ke-3 adalah Hauptmann Fritz Steger (yang merupakan seorang perwira Heer!). Dalam foto ini Kneipp mengenakan jaket kamuflase Platanenmuster (Plane Tree Pattern), sementara Bergmann Splittertarn (Splinter Pattern). Lagunya kira-kira: "Biarkan mereka saling bercanda, biarkan mereka menyanyi bersama, tak ada yang tahu kapan mereka akan meninggalkan dunia..."

------------------------------------------------------------------------

PIANO

 Tiga orang prajurit dari SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" menghentikan kendaraan mereka saat melihat sebuah piano yang ditinggalkan oleh penghuninya di pinggir jalan. Salah seorang diantaranya - yang ternyata mempunyai keahlian bermain piano - kemudian melakukan konser dadakan di hadapan teman-temannya. Mereka memakai, dari kiri ke kanan: jaket parka musim dingin, baju pelapis kamuflase, dan seragam hitam panzer. Perhatikan bendera swastika yang dipasang di kap depan  Kübelwagen yang dimaksudkan sebagai pengenal bagi pesawat udara Luftwaffe. Foto ini diambil di Kharkov (Ukraina) pada bulan Maret 1943 tak lama setelah pasukan Jerman berhasil merebut kota tersebut dari tangan Tentara Merah

------------------------------------------------------------------------ 

DIRIGEN

SS-Kriegsberichter Paul Douliez adalah seorang pianis sekaligus dirigen (bukan jerigen!) di NIR (Nationaal-Instituut voor Radio-omroep), Belgia. Pada tahun 1943 dia bergabung dengan Waffen-SS sebagai sukarelawan Flemish dan kemudian kembali ke Brussels karena ditunjuk sebagai ketua "Zender Brussel" (nama pengganti NIR setelah Belgia diduduki Jerman). Setelah evakuasi Brussels, dia menjadi pemimpin "Kampfsender Flandern" yang mobil 



 
 
 
Entah apa yang sedang terjadi disini, tapi yang jelas Oberstleutnant der Reserve Dr. Max Klüver tampak sedang menjadi dirigen dadakan dan mengatur Musikzug (Peleton Musik) melalui lambaian tangannya. Ekspresinya tampak santai dan bahkan masih sempat merokok pula! Sementara itu unitnya turut mendengarkan dan bernyanyi bersama seiring suara musik. Klüver meraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 12 Oktober 1943 sebagai Hauptmann der Reserve dan Kommandeur I.Bataillon / Panzergrenadier-Regiment 40 / IV.Armeekorps / 6.Armee / Heeresgruppe A. Seusai perang dia menulis buku berjudul "Adolf-Hitler-Schulen" (Sekolah Adolf Hitler) karena selain sebagai perwira Wehrmacht, dia juga mempunyai pangkat ganda Hauptbannführer di Hitlerjugend



Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi pribadi Hans-Jürgen Zeis
Foto koleksi pribadi John P. Moore
Foto koleksi pribadi Larrister 
Foto koleksi pribadi William "Bill" Petz 
www.5sswiking.tumblr.com
www.bandenkampf.blogspot.com
www.berthold-cramer.blogspot.com
www.feldgrau.net
www.knightsandsteel.wordpress.com 
www.ronnydeschepper.com
www.wehrmacht-awards.com