Friday, October 31, 2014

Foto 18. Panzer-Division

Unternehmen Barbarossa baru saja dimulai dan konvoy panjang kendaraan perang dari 18. Panzer-Division mulai bergerak maju. Perhatikan lambang divisi di bagian belakang mobil di sebelah kanan, begitu juga marking genjang taktis Panzer di dekatnya. Gruppe kendaraan ini bisa dikenali melalui huruf "G" berwarna putih yang dicat di belakang (dan kadangkala di bagian lainnya), dan menunjukkan bahwa mereka merupakan bagian dari Panzergruppe Guderian (Panzergruppe von Kleist menggunakan huruf "K" putih). Pada periode ini kendaraan-kendaraan perang Wehrmacht dicat dengan pola warna Dunkelgrau RAL 7021. Asap hitam yang membumbung tinggi di horison menunjukkan betapa efektifnya Luftwaffe dalam menghancurkan dan menceraiberaikan pasukan Soviet yang terkejut


Sumber :
Buku "Soldat (1) The German Soldier on the Eastern Front 1941-43" karya Gordon Rottman dan Stephen Andrews

Foto Panzergruppe Guderian

Pagi tanggal 22 Juni 1941, hari pertama penyerbuan ke Uni Soviet yang dikenal dengan nama "Unternehmen Barbarossa". Konvoy kendaraan perang sebuah divisi Wehrmacht sedang menunggu insyarat untuk bergerak. Kendaraan yang ada di dalamnya termasuk mobil cross-country Horch serta truk-truk Henschel dan Büssing yang menarik trailer pembawa peralatan jembatan ponton tipe "T" 1. Mereka merupakan bagian dari Panzergruppe Guderian (yang nantinya dinamai ulang menjadi 2. Panzerarmee di bulan Oktober 1941) yang berada di bawah pimpinan Generaloberst Heinz Guderian. Komandonya berkekuatan 996 tank yang tersebar di lima divisi panzer, tiga divisi infanteri bermotor, satu divisi kavaleri dan enam divisi infanteri. Mereka berada di bawah kontrol XXIV, XLVI, dan XLVII. Panzerkorps


Unternehmen Barbarossa baru saja dimulai dan konvoy panjang kendaraan perang dari 18. Panzer-Division mulai bergerak maju. Perhatikan lambang divisi di bagian belakang mobil di sebelah kanan, begitu juga marking genjang taktis Panzer di dekatnya. Gruppe kendaraan ini bisa dikenali melalui huruf "G" berwarna putih yang dicat di belakang (dan kadangkala di bagian lainnya), dan menunjukkan bahwa mereka merupakan bagian dari Panzergruppe Guderian (Panzergruppe von Kleist menggunakan huruf "K" putih). Pada periode ini kendaraan-kendaraan perang Wehrmacht dicat dengan pola warna Dunkelgrau RAL 7021. Asap hitam yang membumbung tinggi di horison menunjukkan betapa efektifnya Luftwaffe dalam menghancurkan dan menceraiberaikan pasukan Soviet yang terkejut


Sumber :
Buku "Soldat (1) The German Soldier on the Eastern Front 1941-43" karya Gordon Rottman dan Stephen Andrews

Foto 11. Infanterie-Division

PERAIH RITTERKREUZ

 
Hauptmann Artur Bahr (14 November 1920 - 27 November 1944) bergabung dengan Infanterie-Ersatz-Bataillon 44 pada tahun 1940. Sebagai seorang perwira, Bahr berkali-kali mempertontonkan keberanian di depan musuh dalam memimpin pasukannya menyelesaikan tugas-tugas yang dibebankan kepada mereka, terutama dalam Pertempuran Jembatan Kirishi pada musim panas 1944 dan pertempuran defensif di Kurland. Pada tanggal 25 November 1944 Bahr terluka parah setelah pecahan artileri Soviet menghantam lengan dan abdomennya. Dua hari kemudian dia meninggal akibat luka-lukanya di Hauptverbandplatz Eglieni, Latvia. Sebagai penghargaan atas keberaniannya, Bahr dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes secara anumerta tanggal 3 Desember 1944 sebagai Oberleutnant dan Chef 7.Kompanie / II.Bataillon / Grenadier-Regiment 44 / 11.Infanterie-Division / I.Armeekorps / 18.Armee / Heeresgruppe Nord. Pangkatnya juga dinaikkan secara anumerta menjadi Hauptmann pada tahun 1945. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (5 September 1941); Eisernes Kreuz I.Klasse (25 Juli 1943); Anerkennungsurkunde des Oberbefehlshaber des Heeres (30 Juli 1941); Infanterie-Sturmabzeichen (1 Agustus 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (12 Agustus 1942); Verwundetenabzeichen in Silber (28 Maret 1944); Nahkampfspange in Bronze (27 Juli 1944); serta Ehrenblattspange des Heeres (25 November 1944)



Sumber :
www.ritterkreuztraeger.info

Foto Gewehr G-41

Seorang Landser mengarahkan senapannya pada target yang berada di dekat blok apartemen yang telah runtuh di Stalingrad, akhir musim panas 1942. Dia dipersenjatai dengan sebuah senapan semi-otomatis G.41(W) 7.92mm yang mempunyai magasin bawaan berisi 10 butir peluru serta diisi menggunakan kantung pemisah per lima peluru seperti yang terdapat dalam senapan larik Kar98k. Permintaan untuk senapan jenis ini meningkat setelah pasukan Jerman mendapati bahwa pihak Soviet menggunakan senjata semi-otomatis yang sama. Sayangnya, distribusi Selbstladegewehr ini tidak sebanyak senapan resmi K98k


Sumber :
Buku "Stalingrad Inferno: The Infantryman's War" karya Gordon Rottman dan Ronald Volstad

Thursday, October 30, 2014

Diagram Panzer IV

Bentuk kap bensin, roda dan knalpot versi awal dari Panzer IV


Sumber :
Buku "Panzer IV: The Panzerkampfwagen IV Medium Tank 1939-1945" karya Kevin Hjermstad

Unternehmen Wacht am Rhein, Ofensif Jerman di Ardennes




Oleh : Waffen Armee

Pertempuran Bulge atau dikenal juga sebagai "Ardennes Offensive" dan "Von Runstedt Offensive". Pertempuran ini berlangsung sejak tanggal 16 Desember 1944 hingga 25 Januari 1945, perang inilah yang menjadi bukti kegagalan Operasi Market Garden yang menjadi sebuah bencana yang juga mengakhiri perkiraan bahwa perang akan berakhir pada Natal 1944. Pertempuran ini melibatkan 1.3 juta tentara, 3.100 unit tank, dan 2.300 artileri juga peluncur roket 6 tabung milik Nazi Jerman yaitu Nebelwerfer. 89.000 korban tewas, 47.500 korban luka, dan 800 unit tank hancur di pihak Amerika Serikat. Sekitar 1.500 korban tewas di pihak Britania/Inggris Raya. Di pihak Nazi Jerman tercatat 67.200 korban tewas, 100.000 korban luka, dan sekitar 600 unit tank dan artileri hancur. Dan 3.000 warga sipil menjadi korban.

Pertempuran Bulge adalah serangan besar-besaran yang dilancarkan oleh Nazi Jerman di masa-masa akhir Perang Dunia II melalui hutan lebat di Pegunungan Ardennes, Belgia. Nama resmi Wehrmacht untuk operasi ini adalah "Unternehmen Wacht am Rhein" (Operasi "Jaga Sungai Rhine") dinamai sesuai dengan lagu patriotik di Jerman "Die Wacht am Rhein". Diberi nama "Ardennes-Alsace Campaign" (Kampanye Ardennes-Alsace) oleh Angkatan Darat Amerika Serikat. Tetapi secara umum diketahui sebagai Pertempuran Bulge oleh media cetak.

Serangan Jerman ini dibagi dalam 3 operasi utama yaitu Operasi Bodenplatte (Unternehmen Bodenplatte), Operasi Greif (Unternehmen Greif), dan Operasi Wahrung (Unternehmen Wahrung). Tujuan Jerman dalam operasi ini yaitu memisahkan pasukan Amerika Serikat dari Pasukan Persemakmuran Inggris di tengah-tengah garis pertahanan, merebut Antwerp dari tangan sekutu, lalu memulai pengepungan terhadap pasukan sekutu dan menghancurkannya, juga memaksa perjanjian damai terhadap Sekutu Barat (Amerika Serikat, Inggris Raya, Prancis, Belanda, Belgia).

Pemimpin utama masing-masing pasukan turun tangan dan memimpin langsung pasukannya dari Markas Besar, dari sekutu seperti Dwight D. Eisenhower, Omar Bradley,dan Bernard Montgomery.Dari Nazi Jerman,Adolf Hitler memimpin pasukannya langsung dari Berlin.Pemimpin Jerman lainnya adalah Walter Model, Gerd von Runstedt, Hasso von Manteuffel, Sepp Dietrich, dan Erich Brandenberger.
 Perencanaan serangan ini dilakukan dengan kerahasiaan penuh terhadap data rencana serangan, mengurangi komunikasi menggunakan radio, dan menggerakan pasukan dan kiriman suplai melewati kegelapan malam. Intelijen Pasukan Amerika Serikat ke-3 (Third U.S. Army), sudah memperkirakan serangan tersebut, tetapi pasukan sekutu masih terkejut dengan serangan Jerman ini. Ini dikarenakan keyakinan berlebih oleh pasukan sekutu bahwa Jerman tidak akan menyerang balik, sekutu juga sedang bersiap-siap untuk menyerang sehingga tidak bersiap untuk bertahan, juga hasil pengintaian udara yang buruk.

Serangan tiba-tiba yang hampir berhasil dilakukan Jerman di daerah pertahanan Sekutu yang paling lemah karena cuaca buruk yang memaksa Angkatan Udara Sekutu yang besar untuk tidak beroperasi. Pertahanan yang kuat, terutama di sekitar kota Bastogne, dan keadaan alam disana yang berpihak pada yang bertahan membuat Jerman tertahan dan memaksanya untuk keluar dari jadwal yang direncanakan.

Bantuan sekutu terutama dari Pasukan Amerika Serikat ke-3 (Third US Army) dibawah pimpinan Jendral George S. Patton,cuaca yang membaik yang memungkinkan bagi Angkatan Udara Sekutu untuk melancarkan serangan terhadap suplai dan pasukan Jerman itu sendiri adalah sejumlah faktor yang membalikkan keadaan di medan tempur saat itu. Pertempuran Bulge menjadi pertempuran paling berdarah dan paling mematikan yang berlangsung selama Perang Dunia II.

Pertempuran ini pernah di angkat ke layar lebar dalam miniseries "Band of Brothers" yang mengisahkan Kompi Easy dari 506th Parachute Regiment, 101st Airborne Division yang mempertahankan garis depan di Bulge hingga Bastogne.



Gefreiter Matthäus Hetzenauer (1924-2004),Sniper Jerrman Dengan Kills Tertinggi




Oleh : Waffen Armee

Matthäus Hetzenauer adalah salah satu sniper (penembak jitu) terkenal sepanjang sejarah. Ia lahir pada tanggal 23 Desember 1924 di Tyrol, Austria. Ia bergabung dengan Wehrmacht sebagai seorang sniper di Divisi Ke-3 Gebirgsjäger, yang ditempatkan di Front Timur. Sepanjang karirnya, Hetzenauer memegang rekor sebanyak 345 kali membunuh tentara musuh.

Hetzenauer menjalani pelatihan sniper dari tanggal 27 Maret hingga 16 Juli 1944. Setalah itu ia diperbolehkan bertugas di Divisi Ke-3 Gebirgsjäger. Semasa bertugas sebagai sniper, Hetzenauer menggunakan dua jenis senapan. Yang pertama adalah Mauser Karabiner 98 Kurz dengan teleskop yang memiliki lensa pembesaran 6x, dan yang kedua adalah Gewehr 43 dengan teleskop yang memiki lensa pembesaran 4x.

Pada tanggal 6 November 1944, ia mengalami trauma kepala akibat serangan artileri Uni Soviet, dan dianugerahi Verwundeten-Abzeichen tiga hari kemudian.

Dalam beberapa kesempatan, ia kerap ditugaskan bersama Josef "Sepp" Allerberger, yang juga seorang sniper Wehrmacht terkenal. Allerberger sendiri juga kelahiran Austria. Mereka berdua telah banyak membunuh tentara Uni Soviet di berbagai pertempuran.

Hetzenauer dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 17 April 1945. Ia dipromosikan untuk penganugerahan medali bergengsi tersebut oleh Genaralleutnant Paul Klatt karena rekornya sebagai seorang sniper. Ia juga menaklukan dua kompi terkuat musuh tanpa rasa takut akan keselamatannya di bawah tembakan artileri dan serangan musuh. Rekomendasi tersebut telah disetujui oleh General der Gebirgstruppe Karl von Le Suire dan General der Panzertruppe Walter Nehring.

Hatzenauer pun tertangkap oleh Uni Soviet pada bulan berikutnya. Selama lima tahun ia menempati kamp penjara Uni Soviet.

Hetzenauer wafat pada tanggal 3 Oktober 2004, setelah beberapa tahun kesehatannya semakin memburuk.



Foto Reichsparteitag der NSDAP

 Acara Reichsparteitag der NSDAP yang diadakan di Nürnberg bulan September 1934. Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) berjalan paling depan bersama dengan Generaloberst Werner von Blomberg (Reichswehrminister), sementara di belakang mereka mengikuti Admiral Erich Raeder (Chef der Marineleitung), Charakter als General der Infanterie Hermann Göring (Reichsminister der Luftfahrt) dan Generaloberst Werner Freiherr von Fritsch (Chef der Heeresleitung). Orang yang berlari kecil di sebelah kiri adalah fotografer pribadi Hitler, Heinrich Hoffmann


 Para petinggi Nazi dalam acara Reichsparteitag bulan September 1938 di dalam gedung Luitpoldhalle (Nürnberg). Depan dari kiri ke kanan: Reichsminister Joseph Goebbels (Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda), Reichsleiter Dr. Robert Ley (Leiter des Einheitsverbands Deutsche Arbeitsfront), Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Reichsführer-SS und Chef der deutschen Polizei), SA-Stabschef Viktor Lutze, Rudolf Hess (Stellvertreter des Führers), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), dan Gauleiter Julius Streicher (Gauleiter Franken). Di belakang kita bisa melihat para ajudan Hitler: NSKK-Brigadeführer Albert Bormann (antara Lutze dan Hess), Major Rudolf Schmundt (tertutup oleh Hess), NSKK-Brigadeführer Fritz Wiedemann (tertutup oleh Hitler), dan SS-Gruppenführer Julius Schaub (antara Hitler dan Streicher)



Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.commons.wikimedia.org

Wednesday, October 29, 2014

Ristra dan Soldatenkaffee


Ini adalah kesan yang didapatkan oleh gadis Bandung bernama Ristra D. Yusuf setelah berkunjung ke Soldatenkaffee di Jl. Cikawao, Bandung: "Cafenya full of history. Ngafe disitu serasa dibawa pada masa rezim Jerman. Cozy banget deh!"

Biodata:
Nama lengkap: Ristra Dewicitrawati Yusuf
TTL: Bandung, 5 Desember 1993
Pendidikan: FISIP UNPAS jurusan HI (Hubungan Internasional)





Stalingrad (2013), Film Rusia Berbujet Termahal





Tujuh puluh tahun telah berlalu sejak Pertempuran Stalingrad, perang sengit antara Adolf Hitler dan Joseph Stalin yang menewaskan hampir dua juta orang. Namun bulan ini, generasi baru Rusia datang ke bioskop untuk melihat film terbaru berjudul Stalingrad.

Ksenia Kuznetsova, seorang mahasiswi yang baru melihat film itu di sebuah bioskop dalam mal di Moskow, mengatakan ia bersyukur lahir setelah periode itu dan tidak perlu mengalaminya.

"Namun karakter-karakter di dalam film itu membuat penonton merasa ada di sana," ujarnya.

Dirilis pada Oktober, Stalingrad telah menjadi film terlaris sejak kejatuhan Uni Soviet satu generasi lalu. Film ini juga cukup banyak ditonton di China, dan diikutsertakan dalam kompetisi film asing terbaik pada ajang Oscar. 

Pertempuran Stalingrad merupakan kemenangan bagi Soviet, namun dengan banyak pengorbanan. Dengan keseluruhan korban tewas hampir dua juta pada kedua belah pihak, Stalingrad dianggap sebagai pertempuran paling berdarang dalam sejarah manusia.

Kritikus film Rusia Sergei Levrentev mengatakan keberhasilan box office Stalingrad merefleksikan penghormatan yang terus ada atas pengorbanan pada Perang Dunia II, penghormatan yang sekarang dilanjutkan pada generasi baru.

"Untuk anak-anak muda, yang merupakan penonton utama di bioskop saat ini, ini merupakan hal yang tidak biasa," ujar Levrentev.

"Mereka tak pernah melihat film-film Soviet sperti itu mengenai perang. Selain itu, mereka tidak tahu seburuk apa perang tersebut untuk warga Rusia, untuk penduduk Soviet."

Stalingrad merupakan film pertama Rusia yang dibuat dalam versi 3D untuk Imax. Namun agak janggal memasukkan kisah cinta ke dalam film tersebut.

Katya, seorang penonton di Moskow menyukai plot dan efek-efek khusus di film tersebut, menyebut produksinya sangat baik.

"Para aktornya hebat, dan tentu saja filmnya menyentuh hati karena ini mencerminkan kekuatan dan sejarah kita," ujarnya.

Pemerintah Rusia menanggung seluruh dana film berbiaya US$30 juta tersebut, sebagai bagian dari upaya Kremlin membuat film-film modern yang menunjukkan sejarah Rusia dalam perspektif positif.

Sekarang, kota Stalingrad telah berganti nama menjadi Volgograd. Hancur lebur saat perang, kota tersebut telah dibangun kembali dengan didominasi patung patriotis yang disebut "Motherland Calls (Panggilan Ibu Pertiwi)".

Dua kali lebih tinggi dari Patung Liberty, patung itu merupakan patung terbesar di dunia ketika diresmikan oleh otoritas Soviet pada 1967.

Namun karena monumen baja dan semen berbobot 8.000 ton itu dibangun di atas tanah liat, ia mulai miring. Jika ada angin kencang, patung itu bergoyang.

Warga kota berharap setelah menghabiskan jutaan dolar mendanai film bergaya Hollywood, pemerintah Rusia akan membiayai perbaikan monumen penghormatan korban perang di kota Stalingrad yang sebenarnya itu.


Sumber :













Fury (2014), Film Rambo ala awak Tank Sherman





 Ada begitu banyak cerita tentang perang dunia kedua. Kengeriannya, pembantaiannya, dan kegigihan prajurit yang rela mati demi negaranya telah banyak dikisahkan secara turun temurun untuk mengingat-ingat betapa perang hanya membawa petaka semata. Pun kesemuanya sudah pernah difilmkan dengan beragam bintang dan sutradara dari berbagai era. Namun siapa sangka ada tema yang segar, yang membawa tank sebagai sudut pandang cerita. Ya, Fury judulnya. Sebuah film tentang tank Sherman yang menjadi senjata bagi sebuah pasukan untuk membantai habis serdadu Nazi yang sedang menuju kehancurannya.

Fury diambil dari nama tank yang menjadi pusat aktifitas dari film ini. Ia mengambil setting pada tahun terakhir Perang Dunia Kedua, yang menceritakan tentang seorang anak muda yang tidak terlatih berperang kemudian berproses menjadi mesin pembunuh. Norman Ellison (Logan Lerman) namanya. Ia berada di bawah komando Don 'Wardaddy' Collier (Brad Pitt). Ellison menjadi asisten Trini 'Gordo' Garcia (Michael Pena) yang mengemudikan tank. Ia menggantikan asisten pengemudi sebelumnya yang tewas. Pun ada dua orang lagi dalam tank tersebut yang masih dalam komando Collier, yakni Boyd 'Bible' Swan (Shia LeBeouf), penembak yang religius dan Grady 'Coon-Ass' Travis (Jon Bernthal) selaku pengisi amunisi. Keempat orang itu, terutama Collier, memiliki saham dalam membentuk Ellison sebagai prajurit yang tanpa belas kasih terhadap musuh.


Fury memiliki plot yang tidak begitu kuat dan hanya berkisah tentang perjalanan tank yang berjenis M4A3E8 Sherman. Jika dibaca dengan psikologi global masa kini, Fury tidak begitu efektif untuk mengisahkan tentang rasa nasionalisme, kepahlawanan maupun persaudaraan. Yang terjadi, Fury justru menggambarkan sebuah film yang tidak fokus namun mengganggu  karena rasa takut yang diceritakan dari seberapa banyak tank ini membunuh lawannya.

David Ayer selaku sutradara memang tak membuang secara percuma USD 70 juta. Karena Fury memiliki kapasitasnya sebagai film kelas atas yang berada di atas rata-rata film perang yang sudah muncul. Detail scene, dengan populasi prajurit yang masif, tahanan perang dan tank-tank lain yang berseliweran di sepanjang film menjadikan film ini enak dilihat. Banyaknya tank Sherman menunjukkan Collier tidak sendiri dalam memimpin pasukan tank-nya. Meski pada akhirnya, Fury terpojok diantara para prajurit Jerman.

Film perang rasanya kurang lengkap jika tanpa tragedi. Akhir ceritanya pun mirip Saving Private Ryan, yang hanya menyisakan Ryan sebagai penutur kisah. Pun dengan Fury, yang hanya menyisakan Ellison sebagai satu-satunya awak Fury yang selamat. Sementara Grady, Bible dan Gordo tewas menyusul kemudian Collier yang terkena ledakan granat. Namun bukan film Amerika jika ending prajurit dalam filmnya harus kalah. Karena esok hari pasca perang yang melibatkan Fury, tentara Amerika Serikat datang dan memastikan bahwa tentara Jerman sudah kalah.


Sumber :











Foto Reruntuhan dan Puing-Puing

Pada tanggal 21 Desember 1939 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) mengadakan kunjungan ke semenanjung Westerplatte (Danzig) menggunakan perahu dan berkesempatan menaiki kapal perang Schleswig-Holstein. Setelahnya dia mengadakan kunjungan ke Gotenhafen (Gdynia/Gdingen) dan pulang ke Zoppot di hari yang sama. Foto yang diambil oleh Heinrich Hoffmann ini memperlihatkan saat sang Führer meninjau puing-puing sisa Pertempuran Westerplatte (1-7 September 1939) yang baru berakhir beberapa hari sebelumnya dan yang tercatat sebagai pertempuran pertama dalam Perang Dunia II! Beberapa orang yang bisa saya kenali dari foto ini: 1.Kapitän zur See Gustav Kleikamp (Kommandant Linienschiff "Schleswig-Holstein"), 2.Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), 3.Charakter als Vizeadmiral Lothar von Arnauld de la Perière (Marinebevollmächtigter Danzig), 4.SS-Gruppenführer Dr.jur. Hans Heinrich Lammers (Staatssekretär und Chef der Reichskanzlei), 5.Albert Forster (Gauleiter Danzig), 6.Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Kommando), 7.SS-Untersturmführer Heinz Linge (Persönlicher Ordonnanzoffizier des Führers), 8.Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), 9.Generalmajor Alfred Jodl (Chef des Wehrmachtsführungsamt), 10.Hauptmann im Generalstab Wilhelm "Willy" Deyhle (Adjutant Chef des Wehrmachtsführungsamt), 11.Hauptmann Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), 12.Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), 13.Hauptmann Nicolaus von Below (Adjutant der Luftwaffe beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), 14.Konteradmiral Hubert Schmundt (Befehlshaber der Seestreitkräfte in der Danziger Bucht), 15.Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), dan 16.Oberst Walter Warlimont (Stellvertreter Chef des Wehrmachtsführungsamt)


Sebuah pos terluar Jerman dalam pertempuran memperebutkan kota Stalingrad, akhir musim panas 1942. Dua orang Landser yang berlindung di Stichgraben (Celah Parit) ini mempersenjatai diri dengan sebuah senapan mesin MG-34, mortir ringan IeGW.36 5cm, dan sebuah senapan mesin ringan MP-40. Kotak amunisi kosong di belakang mereka merupakan bukti dari pertempuran berat yang telah terjadi sebelumnya. Sekarang, setelah kemenangan mulai terlihat jelas oleh 6. Armee, unit-unit Jerman mengadaptasi metode dalam mengalihkan kekuatan pendorong utama mereka antara satu wilayah dengan wilayah lainnya serta menghantam habis satu demi satu blok pertahanan musuh

Tiga buah foto yang memperlihatkan gudang gandum di Stalingrad, salah satu bangunan yang paling dipertahankan secara mati-matian oleh pasukan Rusia di kota tersebut. Di tempat penggilingan gandum raksasa yang terletak di selatan lembah Tsaritsa ini, pertempuran yang terjadi benar-benar tidak mengenal ampun. Kedua belah pihak sama-sama menderita korban besar dalam usaha merebut dan mempertahankan bangunan ini. Selama tiga hari nonstop pasukan dari 24. Panzer-Division membombardir struktur beton masif tersebut dengan artileri, senjata anti-tank, mortir, dan meriam tank, sehingga membuat biji gandum yang tersimpan di dalamnya terbakar hebat. Tentara Soviet yang berlindung di dalamnya menolak untuk menyerah, sehingga pertempuran berlanjut dengan duel satu lawan satu yang menyebar di seluruh ruangan. Pada tanggal 21 September 1942 akhirnya pihak Jerman berhasil mendudukinya. Tapi penderitaan tidak berhenti sampai disini: pertempuran yang sama brutalnya kemudian berlanjut ke Lapangan Merah, pabrik kuku, dan Department Store Univermag


Satu regu Maschinengewehrtrupp bersenjatakan MG 34 bergerak menuju posisi baru mereka melalui jalanan kota Stalingrad yang sudah penuh dengan puing-puing. Grup senapan mesin biasanya membawa satu atau dua buah laras cadangan, yang biasanya dipakai untuk mengganti laras utama setelah 250 peluru ditembakkan secara non-stop. Tujuannya adalah untuk memberi kesempatan laras utama didinginkan sebelum dipakai kembali. Pada fase ini (September 1942), semua prajurit infanteri yang bertempur di kota Stalingrad digolongkan sebagai Alte Hasen (Kelinci Tua, Tangan Tua, Veteran Tempur), yaitu mereka yang mampu bertahan hidup melalui hari demi hari pertempuran brutal tak terperikan!



Tiga buah foto ini memperlihatkan prajurit-prajurit infanteri dari 389. Infanterie-Division dengan penuh kewaspadaan bergerak di antara pabrik traktor "Krasny Oktyabr" (Oktober Merah) yang telah hancur di Stalingrad bulan Oktober 1942. Dalam pertempuran brutal memperebutkan pabrik tersebut, Divisi Senapan Jaga ke-37 Soviet mampu dipukul mundur oleh pasukan Wehrmacht, tapi mereka bertempur dengan luar biasa fanatik sehingga setiap jengkal dan meter wilayah harus dibayar dengan amat mahal oleh pihak penyerang. Granat tangan menjadi senjata "favorit" oleh kedua belah pihak. Pada sore tanggal 4 Oktober 1942, 389. Infanterie-Division baru berhasil menguasai satu blok flat di wilayah blok apartemen pabrik. Tapi tetap pasukan Soviet yang bertahan menolak untuk menyerah. Di waktu malam mereka akan menyerang balik pihak Jerman dengan roket-roket Katyusha yang memekakkan telinga, dan cukup berhasil dalam usahanya. Selama seminggu selanjutnya pertempuran yang sengit terus berlangsung nonstop. Pada tanggal 14 Oktober 1942, yang disebut-sebut sebagai "ofensif terakhir", General der Panzertruppe Friedrich Paulus (Oberbefehlshaber 6. Armee) mengirimkan lima divisi yang didukung oleh pesawat-pesawat Luftwaffe untuk menyerbu Krasny Oktyabr. Di sepanjang hari itu pertempuran berdarah-darah berlangsung di wilayah sekitar pabrik dan juga di dalamnya, dan di hari itu juga pasukan Wehrmacht kehilangan 2.000 orang prajurit terbaiknya yang terbunuh serta 40 tank!


Sarang senapan mesin Jerman di bagian dalam reruntuhan pabrik traktor Stalingrad, pertengahan bulan Oktober 1942. Unteroffizier di sebelah kiri bersenjatakan sebuah senapan Mosin-Nagant M-1898/30 7.62mm hasil rampasan dari Soviet, yang biasa disebut prajurit Jerman sebagai Gewehr 252(r). Puing-puing yang berserakan dan semrawut sama-sama memberikan perlindungan bagi pihak penyerang dan yang bertahan, juga perlindungan dari hujan tembakan artileri yang biasa disindir para Landser sebagai "Post Bekommen" (menerima surat)


Foto yang memperlihatkan kehancuran total salah satu pabrik di Stalingrad setelah pertempuran sengit yang terjadi disana. Selain akibat dari kontak senjata, banyak juga pasukan dari kedua belah pihak yang terluka karena kuku copot, lutut keseleo, pergelangan tangan memar-memar, serta tertimpa oleh puing-puing! Di pertengahan bulan Oktober 1942, saat panzer-panzer Wehrmacht berhasil menembus pertahanan kuat pihak Soviet, pasukan infanteri dari 389. Infanterie-Division bergerak masuk untuk menduduki sisa-sisa reruntuhan bangunan pabrik dan toko yang membentang sepanjang 2,5 kilometer!


Dua orang prajurit Jerman berjalan ke arah bagian pusat kota Stalingrad yang telah dikuasai, Oktober 1942. Reruntuhan ini seakan menjadi saksi dari setiap pertempuran dan duel brutal yang telah terjadi diantara kedua belah pihak yang berseteru, yang tidak jarang berlangsung dari satu blok ke blok lainnya, dan dari satu rumah ke rumah yang lainnya. Pasukan Soviet yang bertahan kemudian merubah taktik mereka dan mulai menggunakan grup serbu berkekuatan kecil tapi bersenjata berat yang melakukan serangan kilat ke bangunan-bangunan dan pertahanan Jerman di medan operasi mereka


Pasukan infanteri Jerman bergerak masuk melintasi puing-puing di pinggiran kota Stalingrad untuk membantu rekan-rekan mereka yang sedang bertempur disana, Oktober 1942. Meskipun wilayah tersebut notabene sudah diduduki, tapi bergerak melintasinya tetaplah berbahaya. Banyak jalan masuk ke kota yang masih ditanami ranjau darat, belum lagi sniper musuh yang tak henti-hentinya menimbulkan korban di kalangan tentara Wehrmacht. Para penanam ranjau Soviet akan menyergap kendaraan lapis baja Jerman yang melintas secara bergerombol dan melemparkan ranjau di depannya, melemparkan bahan peledak di dek mesin, menempelkan ranjau magnetik hasil rampasan di tubuh tank, atau hanya sekedar melontarkan bom molotov. Yang terakhir ini biasa disebut pasukan Rusia sebagai "Butylka s goryuchej smes' yu" (botol dengan bahan mudah terbakar) dan bukannya "Molotov Cocktail" karena menyebut nama pemimpin mereka sebagai bahan sindiran adalah terlarang dan bisa mendapatkan hukuman berat!


Peralatan dan kendaraan perang Wehrmacht yang hancur lebur oleh tembakan artileri Amerika di wilayah Montélimar, Auvergne-Rhône-Alpes (Prancis), bulan Agustus 1944. Dalam pergulatan sengit yang terjadi di sekitar wilayah Montélimar tersebut, pasukan Jerman berusaha menarik mundur pasukannya dari Prancis selatan menuju ke arah utara sungai Drôme. Meskipun penarikan mundur tersebut berjalan dengan sukses dan sebagian besar personil militer Wehrmacht berhasil dievakuasi keluar dari kepungan Sekutu, tapi mereka terpaksa meninggalkan banyak peralatan perang yang merupakan hasil dari delapan hari pertempuran berat melawan tentara Amerika. Tidak kurang dari 2.000-3.000 kendaraan dari berbagai jenis, lebih dari 80 meriam artileri dan 5 artileri rel kelas berat yang musnah atau jatuh ke tangan musuh!


Sumber :
Buku "Der Große Deutsche Feldzug gegen Polen" karya Heinrich Hoffmann
Buku "Stalingrad Inferno: The Infantryman's War" karya Gordon Rottman dan Ronald Volstad
Buku "The War Against Germany and Italy: Mediterranean and Adjacent Areas" karya Kent Roberts Greenfield