Sunday, August 9, 2015

Dijual! DVD Film Nazi - Front Skandinavia

Bagi para penggemar sejarah Perang Dunia II terutama yang berkaitan dengan Nazi Jerman, saya ingin membagi koleksi video-video film Nazi yang saya miliki. Untuk mendapatkannya, caranya sangat sederhana : Harga adalah 30 ribu/DVD, dan untuk pembelian 10 DVD ke atas maka diskon menjadi 25 ribu/DVD. Berhubung TIDAK ADA TAMBAHAN ONGKOS KIRIM, maka untuk di Jawa pemesanan minimal 2 DVD, sementara luar Jawa 4 DVD. Untuk pembayarannya bisa ditransfer ke rekening BCA dengan nomor 3770149389 atau Mandiri 9000003384550 (Sukabumi) atas nama ALIF RAFIK KHAN. Setelah itu, e-mail judul video yang anda inginkan (2 judul) ke alamat : alifrafikkhan@gmail.com atau ke HP 0856-2007755, plus alamat pengiriman. Pesanan akan dikerjakan setelah konfirmasi transfer diterima, dan pengiriman ke alamat tujuan menggunakan TIKI, JNE atau Pos biasa (tergantung lokasi). So, tunggu apa lagi? Pesan dari sekarang! BTW, harga dihitung per-keping DVD bukan per-judul. Untuk film yang mempunyai beberapa seri/DVD sudah saya cantumkan keterangannya.

Untuk daftar semua koleksi DVD film Nazi dilihat DISINI!




BEYOND THE BORDER (2011)
Enam orang prajurit Swedia menembus perbatasan dengan Norwegia (yang diduduki Jerman) demi menyelamatkan temannya yang disekap disana. Bagi yang senang adegan pertempuran di atas salju yang melibatkan pasukan ski dan Gebirgsjäger, film ini adalah jawabannya!Teks Indonesia

Dijual! DVD Film Nazi - Neo Nazi dan Pasca Perang Dunia II

 Bagi para penggemar sejarah Perang Dunia II terutama yang berkaitan dengan Nazi Jerman, saya ingin membagi koleksi video-video film Nazi yang saya miliki. Untuk mendapatkannya, caranya sangat sederhana : Harga adalah 30 ribu/DVD, dan untuk pembelian 10 DVD ke atas maka diskon menjadi 25 ribu/DVD. Berhubung TIDAK ADA TAMBAHAN ONGKOS KIRIM, maka untuk di Jawa pemesanan minimal 2 DVD, sementara luar Jawa 4 DVD. Untuk pembayarannya bisa ditransfer ke rekening BCA dengan nomor 3770149389 atau Mandiri 9000003384550 (Sukabumi) atas nama ALIF RAFIK KHAN. Setelah itu, e-mail judul video yang anda inginkan (2 judul) ke alamat : alifrafikkhan@gmail.com atau ke HP 0856-2007755, plus alamat pengiriman. Pesanan akan dikerjakan setelah konfirmasi transfer diterima, dan pengiriman ke alamat tujuan menggunakan TIKI, JNE atau Pos biasa (tergantung lokasi). So, tunggu apa lagi? Pesan dari sekarang! BTW, harga dihitung per-keping DVD bukan per-judul. Untuk film yang mempunyai beberapa seri/DVD sudah saya cantumkan keterangannya.

Untuk daftar semua koleksi DVD film Nazi dilihat DISINI!



 AMERICAN HISTORY X (1998)
Kisah tentang seorang Neo-Nazi Amerika yang "bertobat" demi menyelamatkan adik tercintanya yang mengikuti jejaknya. Akting yang mengagumkan dari Edward Norton. Siap-siap deh ngeliat adegan sodomi disini! Teks Indonesia


APT PUPIL (1998)
Kisah persahabatan aneh antara seorang bocah ABG Amerika dengan pelarian Nazi yang memiliki identitas palsu. Persahabatan tersebut kemudian berkembang menjadi sebuah thriller yang mencekam ala film-filmnya Stephen King. Teks Inggris



 BEASTLY SKINNING 2 (2010)
Film Serbia berjudul asli "Sisanje" ini menceritakan seorang pemuda sekolahan yang berotak jenius dalam matematika yang akhirnya terbawa menjadi Neo-Nazi Skinhead akibat pengaruh temannya. Dengan segera dia menjadi pemimpin yang disegani dan membawa teman-temannya ke arah konfrontasi melawan polisi dan kelompok Gipsi. Teks Indonesia




EUROPA (1991)
Tak lama seusai Perang Dunia II, seorang warganegara Amerika mengambil pekerjaan di industri perkeretaapian Jerman. Tapi dia kemudian menemukan kesulitan untuk bekerja dengan tenang saat orang-orang disana, yang masih mengalami traumatis pasca-perang, bersikap bermusuhan terhadapnya. Teks Inggris



 PARADOX SOLDIERS (2010)
Empat orang mahasiswa yang sedang melakukan perang-perangan antara Nazi dengan Rusia, tiba-tiba mereka memasuki lorong waktu karena sebuah ledakan bom sisa Perang Dunia kedua. Mereka berada di tahun 1942, dimana mereka berada ditengah terjadinya peperangan besar antara Rusia dengan Jerman. Kini mereka dihadapkan dengan perang sesungguhnya! Mampukah mereka bertahan dan kembali ke masa depan? Teks Indonesia

THE ODESSA FILE (1974)
Setelah membaca buku harian seorang pria Yahudi tua yang bunuh diri, seorang jurnalis bernama Peter Miller mulai menyelidiki dugaan 'penampakan' mantan Kapten SS-yang memimpin sebuah kamp konsentrasi selama Perang Dunia II. Miller akhirnya membuat dirinya terlibat dengan organisasi yang berhubungan kuat dengan mantan anggota SS yang dinamakan Odessa, juga dengan dinas rahasia Israel. Miller lebih dalam menyelidiki dan akhirnya menemukan hubungan antara Kapten SS, Odessa, dan keluarganya sendiri. Di dalam buku file Odessa tertulis semua mantan SS yang telah berganti identitas untuk mengelabui dunia, dan akhirnya mereka semua bisa dibawa ke pengadilan militer karena buku tersebut. Teks Indonesia

Monday, August 3, 2015

Foto S.S. Sturmbrigade R.O.N.A. (Brigade Kaminski)

Foto ini memperlihatkan tank-tank T-34 Soviet hasil rampasan milik Waffen-Sturm-Brigade "RONA" (Brigade Kaminski). Lokasi dan tanggal tidak diketahui. Waffen-Sturm-Brigade "RONA" adalah unit anti-Partisan yang anggotanya kebanyakan merupakan warga area otonomi Lokot di wilayah Soviet yang diduduki oleh pasukan Jerman (Hutan Bryansk). Pada pertengahan tahun 1943, jumlahnya telah membengkak menjadi 10-12 ribu prajurit dan dilengkapi dengan tank dan artileri hasil rampasan dari Rusia


 Kepala Staff SS-Sturmbrigade RONA, Waffen-Sturmbannführer der SS Ivan Denisovich Frolov (tengah), bersama dengan para perwira dari RONA (Russkaya Osvoboditelnaya Narodnaya Armiya, Tentara Pembebasan Nasional Rusia) selama berlangsungnya Pemberontakan Warsawa, Agustus 1944. Setidaknya tiga orang dari mereka memakai topi Kubanka khas Cossack, sementara perwira di kiri memakai seragam M1935 dengan kragenspiegel dan hoheitsabzeichen M1940. Di sebelah kanannya (kedua dari kiri) adalah perwira Schutzpolizei Jerman. Frolov sendiri memakai seragam dan kragenspiegel M1940 Jerman, tapi dilengkapi dengan schulterklappen Cossack M1943 perak bergaris merah, celana sharovary biru, dan sepatu lars. Kedua dari kanan adalah Podporuchik (Letnan) Michalczewski yang juga memakai celana biru Sharovary, sementara di paling kanan yang memakai seragam hitam Panzertruppen M1942 dengan Totenkopf kerah M1935 serta feldmütze M1943 abu-abu berasal dari unit POA/ROA (Русская освободительная армия, Russkaya osvoboditel'naya armiya). Dengan kekuatan 1.700 prajurit yang belum menikah, empat T-34, satu SU-76 dan beberapa meriam artileri, RONA menjadi salah satu unit Jerman yang ditugaskan untuk memadamkan pemberontakan Warsawa. Frolov, bersama dengan anggota ROA lainnya, nantinya didakwa atas tuduhan pengkhianatan oleh Mahkamah Militer Uni Soviet seusai perang dan digantung pada tahun 1946


Sumber :
Buku "Hitler’s Russian & Cossack Allies 1941–45" karya Nigel Thomas
www.online-instagram.com

Sunday, August 2, 2015

Foto Pertempuran Jembatan Remagen

Tiga orang perwira tinggi Wehrmacht yang bertanggungjawab terhadap pertahanan pasukan Jerman di wilayah Ruhr bulan Maret-April 1945, dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Walter Model (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), Generalleutnant Fritz Bayerlein (mit der Führung beauftrag LIII. Armeekorps), dan seorang perwira Panzertruppen tak dikenal yang disebut-sebut sebagai penanggungjawab pertahanan Jembatan Remagen. Setelah cari sana sini, saya menemukan bahwa unit tank Jerman yang bertugas di Remagen pada periode ini adalah Panzer-Regiment 15 yang merupakan bagian dari 11.Panzer-Division dan dipimpin oleh Major Jürgen Reichart. Saya tidak tahu apakah perwira di kanan adalah Major Reichart atau bukan, soalnya belum pernah nemu fotonya, dan apalagi ketemu orangnya


Sumber :
www.forum.axishistory.com

Foto Pertempuran Tobruk

 Rommel berunding dengan para staffnya di markas besarnya Libya bulan April 1942 untuk merancang strategi terbaik demi merebut kota pelabuhan Tobruk dari tangan pasukan Inggris. Foto jepretan Sonderführer Fritz Moosmüller dari PK (Propaganda-Kompanie) "Afrika" ini sendiri pertama kali dipublikasikan pada tanggal 26 Mei 1942. Dari kiri ke kanan: Oberstleutnant im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps), Oberstleutnant im Generalstab Friedrich-Wilhelm von Mellenthin (Ic Dritter Generalstabsoffizier Panzerarmee "Afrika"), Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") dan Generalleutnant Walther Nehring (Kommandierender General Deutsches Afrikakorps)


 Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") bersama dengan Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps) berdiri dengan latar belakang konvoy pasukan Poros (Jerman, Italia, dan sukarelawan Arab) di dekat Gazala yang sedang bergerak maju menuju Tobruk, Mei 1942. Dalam apa yang dinamakan sebagai Pertempuran Gazala, anakbuah Rommel berhasil menggasak pasukan gabungan Inggris dan Persemakmuran, mengusir mereka dari Libya sekaligus menduduki kota pelabuhan Tobruk yang sangat strategis. Hal ini dianggap sebagai pencapaian terbesar Sang Rubah Gurun di Afrika Utara, dan sebagai balasannya Hitler langsung menaikkan pangkat secara luar biasa jenderal favoritnya tersebut menjadi Generalfeldmarschall, sehingga menjadikan Rommel Marsekal (Jenderal Bintang Lima) termuda di seantero Wehrmacht dalam usia 50 tahun! Foto oleh Sonderführer Fritz Moosmüller


 Generaloberst Erwin Rommel (kedua dari kanan, Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") dan Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (kanan, Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps) di atas ranpur pribadi Sd.Kfz.250/3 leichter Schützenpanzer Funkpanzerwagen "GREIF" (Grifon/Serang) dalam kancah Pertempuran Gazala (26 Mei s/d 21 Juni 1942). Foto diambil di dekat wilayah Tobruk (Libya)


 Generaloberst Erwin Rommel (memakai topi visor, Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") dan Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (memakai gogel, Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps) di atas ranpur pribadi Sd.Kfz.250/3 leichter Schützenpanzer Funkpanzerwagen WH-937036 "GREIF" (Grifon/Serang) dalam kancah Pertempuran Gazala (26 Mei s/d 21 Juni 1942). Foto diambil oleh Kriegsberichter Ernst Alexander Zwilling di dekat wilayah Bir Hacheim (Libya) bulan Juni 1942


 Generaloberst Erwin Rommel (kanan, Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") mengobservasi lapangan di dekat El Alamein (Mesir) sesampainya disana pada tanggal 18 Juni 1942 untuk melakukan pertemuan dengan Fliegerführer Afrika, General der Flieger Otto Hoffmann von Waldau. Berdiri nomor dua dari kiri adalah Oberst Fritz Bayerlein (kanan, Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps), sementara di latar belakang kita bisa melihat sebuah mobil staff Horch serta Flak 88. Foto oleh Kriegsberichter Ernst Alexander Zwilling


Dengan menggunakan mobil staff Horch Kfz.15, Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") dan Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps) mengunjungi Tobruk di Libya tak lama setelah kota pelabuhan yang menjadi salah satu pangkalan utama Inggris di Afrika Utara tersebut jatuh ke tangan pasukan Jerman pada tanggal 21 Juni 1942, setelah sebuah serangan memutar yang brilian. Sekitar 33.000 orang prajurit Inggris dan Persemakmuran yang tertawan sehingga menjadikannya kekalahan terbesar kedua Inggris dalam Perang Dunia II setelah jatuhnya Singapura (80.000 orang yang tertawan)! Foto oleh Sonderführer Fritz Moosmüller dari PK (Propaganda-Kompanie) "Afrika"


 Dengan menggunakan mobil staff Horch Kfz.15, Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") dan Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps) mengunjungi Tobruk di Libya tak lama setelah kota pelabuhan yang menjadi pangkalan Inggris tersebut jatuh ke tangan pasukan Jerman pada tanggal 21 Juni 1942 (Bayerlein duduk di kiri sementara Rommel di kanan). Di sebelah kiri foto tampak terparkir sebuah Panzerbefehlswagen III Ausf.C/H (SdKfz. 266/267/268). Foto oleh Sonderführer Fritz Moosmüller dari PK (Propaganda-Kompanie) "Afrika"



 Dengan menggunakan mobil staff Horch Kfz.15, Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") dan Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps) mengunjungi Tobruk di Libya tak lama setelah kota pelabuhan yang menjadi pangkalan Inggris tersebut jatuh ke tangan pasukan Jerman pada tanggal 21 Juni 1942). Latar belakang memperlihatkan suasana pelabuhan yang dipenuhi oleh kapal-kapal rusak tak terpakai hasil pemboman selama berbulan-bulan. Foto oleh Sonderführer Fritz Moosmüller dari PK (Propaganda-Kompanie) "Afrika"


 Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") mengunjungi Tobruk di Libya tak lama setelah kota pelabuhan yang menjadi salah satu pangkalan utama Inggris di Afrika Utara tersebut jatuh ke tangan pasukan Jerman pada tanggal 21 Juni 1942. Disini sang Marsekal sedang berjalan di tengah diikuti oleh seorang perwira Italia di kiri dan Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps) di kanan. Di sebelah kanan foto terlihat "britische Kriegsgefangene" (tawanan Inggris) yang sedang duduk-duduk santai menunggu untuk dikirim ke kamp tawanan Jerman di garis belakang. Pada kenyataannya, cukup banyak pasukan dari negara lain yang ikut mempertahankan Tobruk dari serangan Jerman, termasuk dari Australia, Afrika Selatan, dan bahkan Cekoslowakia! Foto oleh Sonderführer Fritz Moosmüller dari PK (Propaganda-Kompanie) "Afrika"



Generaloberst Erwin Rommel (kanan, Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") dan Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (kedua dari kanan, Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps) mengunjungi Tobruk di Libya tak lama setelah kota pelabuhan yang menjadi salah satu pangkalan utama Inggris di Afrika Utara tersebut jatuh ke tangan pasukan Jerman pada tanggal 21 Juni 1942. Disini tampak sang Marsekal sedang menanyai seorang prajurit Afrikakorps dengan latar belakang pelabuhan tempat bersandar kapal. Foto oleh Sonderführer Fritz Moosmüller dari PK (Propaganda-Kompanie) "Afrika"


 Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") menerangkan sesuatu di peta kepada para prajurit Jerman dan Italia di Tobruk di hari kota tersebut jatuh ke tangan Jerman. Bertolak pinggang di sebelah kanan adalah Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps), sementara di belakang mereka adalah Leutnant tak dikenal yang berasal dari unit Panzertruppen (terlihat dari pin tengkorak di kerahnya). Foto diambil tanggal 21-22 Juni 1942 oleh Kriegsberichter Otto dari PK (Propaganda-Kompanie) "Afrika"


 Foto ini diambil pada tanggal 22 Juni 1942 oleh Sonderführer Fritz Moosmüller dan memperlihatkan Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") bersama dengan Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps) di atas sebuah mobil atap terbuka dalam inspeksi ke kota pelabuhan Tobruk yang baru diduduki oleh pasukan Jerman sehari sebelumnya. Di hari ini pula Rommel naik pangkat secara luar biasa dari Generaloberst menjadi Generalfeldmarschall sebagai penghargaan dari sang Führer untuk prestasinya tersebut


 Foto ini diambil pada tanggal 22 Juni 1942 oleh Kriegsberichter Valtingojer dari PK (Propaganda-Kompanie) "Afrika" dan memperlihatkan Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") sedang diwawancarai oleh PK-Tonberichter (reporter radio) Günther Halm mengenai Pertempuran Tobruk yang baru saja usai (dengan pihak Jerman yang keluar sebagai pemenangnya). Di tengah ikut menyimak Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps). Di hari ini pula Rommel naik pangkat secara luar biasa dari Generaloberst menjadi Generalfeldmarschall sebagai penghargaan dari sang Führer untuk prestasinya tersebut


Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.commons.wikimedia.org

Foto Pertempuran Gazala

 Dari kiri ke kanan: Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika"), Sonderführer Dr. Ernst Franz (Dolmetscher Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika"), dan Generale di Divisione Arnaldo Azzi (Komandan 101ª Divisione di fanteria “Trieste”). Foto kemungkinan besar diambil di sekitar kancah Pertempuran Gazala yang berlangsung dari tanggal 26 Mei s/d 21 Juni 1942


Source :
www.forum.axishistory.com

Foto Pertempuran Sidi Rezegh

PERAIH RITTERKREUZ

Generalleutnant Fritz Bayerlein (14 Januari 1899 - 30 Januari 1970) adalah perwira veteran Perang Dunia Pertama dari Bavaria yang kemudian malang-melintang dalam Perang Dunia II, kebanyakan sebagai anggota staff unit. Dia mendapat nama harum saat menjadi Kepala Staff "Si Rubah Gurun" Erwin Rommel dalam medan pertempuran di Afrika Utara, sebelum kemudian dipercaya sebagai Komandan 3. Panzer-Division (20 Oktober 1943 - 5 Januari 1944), Panzer-Lehr-Division (10 Januari 1944 - 20 Januari 1945), dan LIII. Armeekorps (29 Maret 1945 - 8 Mei 1945). Karena sifatnya yang tidak bisa diduga baik oleh kawan maupun lawan, para komandan Amerika menjuluki setiap jenderal Jerman yang bersifat sama sebagai "being on the Fritz" (menjadi layaknya Fritz)! Kepahlawanannya di medan perang membuatnya dianugerahi empat medali bergengsi: Deutsches Kreuz in Gold (23 Oktober 1942), Ritterkreuz (26 Desember 1941), Eichenlaub (6 Juli 1943) serta Schwerter (20 Juli 1944). Medali dan penghargaan lain yang diperolehnya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (30 Agustus 1918); Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz (31 Agustus 1918); Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918; Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. bis II. Klasse; Spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (13 September 1939) und I.Klasse (27 September 1939); Panzerkampfabzeichen in Silber; Ärmelband “Afrika”; Königlich Italienische Silberne Tapferkeitsmedaille; Ritterkreuz des Königlich Italienische Militärordens von Savoyen; Erinnerungsmedaille für den deutsch-italienischen Feldzug in Afrika; Verwundetenabzeichen in Silber; serta Nennung im Ehrenblatt des Heeres (6 Maret 1945). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 11 Januari 1944 dan 26 Juni 1944. Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI


Sumber :
Buku "Das Afrikakorps: In Original-Farbfotografien" karya Bernd Peitz