Wednesday, September 30, 2015

Peraih Ritterkreuz dalam Pertempuran Kharkov

PERAIH RITTERKREUZ

 SS-Hauptsturmführer der Reserve Wilhelm Beck (22 Desember 1919 - 10 Juni 1944) telah menjadi anggota Schutzstaffel (SS) dari tanggal 1 November 1938. Pada tahun 1940, SS-Oberscharführer Beck bertugas di unit Sturmgeschütz LSSAH bersama dengan calon jagoan panzer lainnya, Michael Wittmann. Pada saat dimulainya Unternehmen Barbarossa dia telah menjadi seorang komandan peleton berpangkat SS-Unterstrumführer. Dalam gerak maju ke kota pelabuhan Kerson di pinggiran Laut Hitam, unit StuG Beck sempat berduel menghadapi perahu patroli serta kapal selam Soviet! Pada tahun 1942 dia diangkat sebagai komandan baterai StuG, dan tak lama kemudian ditransfer ke unit panzer LSSAH yang baru dibentuk. Pada kancah Pertempuran Kharkov di musim semi 1943, Beck dan kompi di bawah pimpinannya tercatat menghancurkan lebih dari 100 meriam artileri dan 10 tank T-34 Rusia dalam pergulatan yang berlangsung selama tiga minggu! Atas prestasinya tersebut dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 28 Maret 1943 sebagai SS-Obersturmführer dan Führer 2.Kompanie / I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 1 / SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" / SS-Panzerkorps / 4.Panzerarmee / Heeresgruppe Süd. Pada tahun 1943, Beck - bersama dengan sejumlah perwira LSSAH lainnya - dipindahkan ke 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" yang baru dibentuk. Pada awalnya dia tetap bertugas sebagai komandan kompi, tapi kemudian beralih menjadi perwira penghubung antara divisi HJ dengan "orangtuanya", LSSAH. Dia terbunuh dalam pemboman brutal Sekutu di sekitar Caen/Normandia pada bulan Juni 1944. Beck kemudian dikebumikan di Deutscher Soldatenfriedhof La Cambe, Prancis. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (2 Mei 1941) und I.Klasse (14 September 1941); Panzerkampfabzeichen in Silber (21 Februari 1942); Bulgarischer Tapferkeitsorden IV.Klasse (10 Juli 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (20 Agustus 1942); serta Verwundetenabzeichen in Silber (15 Maret 1943)



SS-Sturmbannführer Hans Becker (5 November 1911 - 20 Agustus 1944) bergabung dengan NSDAP dan SA pada waktu yang bersamaan pada tahun 1932. Setahun setelahnya dia menjadi anggota SS, dan kemudian dipromosikan menjadi SS-Untersturmführer sebagai penghargaan atas kepahlawanannya dalam medan pertempuran di Polandia (1939). Sebagai seorang pemimpin kompi dia ikut berpartisipasi dalam Pertempuran Kharkov (1943). Pada tanggal 11 Maret dia dan batalyonnya ditugaskan untuk mengusir pasukan Rusia dari desa Alekseevka yang menutupi gerak maju pihak Jerman ke arah landasan udara yang strategis. Meskipun telah mendapat bantuan dari pesawat-pesawat Stuka serta empat buah Sturmgeschütz, usaha Becker dkk menemui kegagalan karena kuatnya pertahanan musuh. Dengan ditemani oleh beberapa orang anakbuahnya yang terbaik, Becker memutari desa tersebut dan menyerang posisi Rusia dari arah belakang, yang membuat mereka terkejut karena tidak mengira mendapat bokongan dari wilayah yang masih dikuasai oleh Tentara Merah. Tidak hanya berhasil merebut Alekseevka dari tangan Rusia, Becker dan segelintir anakbuahnya juga berhasil menggagalkan serangan balik musuh yang didukung oleh tank. Pendudukan desa tersebut menjadi pembuka perebutan Kharkov oleh pasukan Jerman, dan karenanya Hans Becker kemudian dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 28 Maret 1943 sebagai SS-Hauptsturmführer dan Chef 2.Kompanie / I.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 2 / SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" / SS-Panzerkorps / 4.Panzerarmee / Heeresgruppe Süd. Setelah upgrade Divisi LSSAH menjadi divisi panzer, Becker naik pangkat menjadi komandan batalyon dengan pangkat SS-Sturmbannführer. Sang pahlawan SS gugur di medan perang Normandia pada bulan Agustus 1944 dalam pertempuran sengit melawan pasukan Sekutu di St. Lambert (Prancis). Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Panzerkampfabzeichen; serta Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42


Sumber :
www.wehrmacht-awards.com

Tuesday, September 29, 2015

Daftar Film Yang Sudah Diupdate Teks/Subtitle Indonesia

Untuk cara pemesanan bisa dilihat DISINI:

42 Ways To Kill Hitler
1941 1979
1959 up periscope
1962 merrills marauders
1974 Last Days of Mussolini
1976 midway
1989 226 four days of snow and blood
1989 return from the river kwai
2009 john rabe
A Woman in Berlin (2009)
Battle of the Atlantic
Battleground (1949)
Come and See (1985)
 633 squadron 1964
 above us the waves 1955
 action in the north atlantic
 dark blue world 2001
 escape from sobibor 1987
 gallipoli 1981
 generation war unsere muetter unsere vaetter 2013
 ghetto 2006
 in which we serve 1942
 mosquito squadron 1969
 straight into darkness 2005
 the battle of the river plate 1956
 the bunker 2001
 the enemy below
 the fallen 2004
 the great dictator 1940
 the star of africa 1957
 the tuskegee airmen 1995
 twelve oclock high 1949
 u47 kapitanleutnant prien
D-Day 6.6.44
Die Wehrmacht - Eine Bilanz
dvd  front apt pupil
dvd  front the devil arithmetic
Enigma (2001)
Escape To Athena (1979)
France Falls
Hans Kloss (2012)
Hearts of War (2007)
Hitler in Colour DVD VCD documenter  film movie Brian Cox 2005
Hitler The Last Ten Days (1973)
Kampf um Norwegen feldzug 1940 - Battle for Norway 1940 campaign documenter german world war II
Liberation (1969)
Stauffenberg (2004)
The Boys From Brazil (1978)
The Devil's Brigade (1968)
The Last Armored Train (2006)
The Last Drop (2005)
The Passage (1979)
The Third Reich in Colour
The Young Lions (1958)
Triple Cross (1969)
WW2 In HD In Color

Foto 85. Infanterie-Division

KOMANDAN DIVISI

Generalmajor Helmut Bechler (2 Juni 1898 - 9 Januari 1971) ikut bertempur dalam Perang Dunia Pertama dan sempat mengalami luka parah pada tahun 1916. Seusai perang dia telah menjadi seorang komandan kompi, tapi kemudian memilih untuk menjadi warga sipil daripada menjadi anggota Reichswehr. Pada tahun 1934 dia dipanggil kembali untuk bertugas di kemiliteran dengan pangkat Hauptmann. Bersama dengan Infanterie-Regiment 11, dia ikut serta dalam penyerbuan ke Polandia, Prancis dan Rusia (yang terakhir bersama dengan Infanterie-Regiment 173). Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 26 Maret 1944 sebagai Oberst dan Kommandeur Grenadier-Regiment 504 / 291.Infanterie-Division / LIX.Armeekorps / 1.Panzerarmee / Heeresgruppe Süd, untuk kepahlawanannya dalam pertempuran di "Hube-Kessel" (Kantong Hube). Di wilayah yang terkepung ini, Bechler dan anakbuahnya mati-matian menahan gelombang serangan pasukanSoviet selama tiga hari sehingga memampukan tiga divisi Jerman keluar dari kepungan. Bechler terluka parah dalam Pertempuran Hutan Hürtgen di musim semi 1945 sehingga harus merelakan lengan kirinya yang diamputasi. Saat itu dia telah menjadi komandan 85. Infanterie-Division yang telah dia pimpin dari tanggal 7 Desember 1944. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (20 Juli 1916) und I.Klasse (21 Agustus 1918); Ritterkreuz II.Klasse des Sächsische Albrechts-Orden mit Schwertern (23 Mei 1917); Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz (30 September 1918); Schlesischer Adler-Orden II.Stufe (29 November 1919) und I.Stufe (30 Januari 1920); Baltenkreuz I.Klasse; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918 (5 Maret 1935); Dienstauszeichnung der Wehrmacht IV.Klasse (2 Oktober 1936); Deutsches Schutzwall-Ehrenzeichen (1940); 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (14 Mei 1940) und I.Klasse (8 Juni 1940); Deutsches Kreuz in Gold (19 Desember 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); Verwundetenabzeichen in Gold; serta Infanterie-Sturmabzeichen (3 Juli 1944). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 2 April 1944



Sumber :
www.das-ritterkreuz.de

Friday, September 25, 2015

Pengadilan Penjahat Perang Terhadap Perempuan Berusia 91 Tahun


Jaksa penuntut Jerman mengadili perempuan berusia 91 tahun dengan 260 tuduhan keterlibatan pembunuhan saat ia masih menjabat sebagai anggota Nazi yang bertugas di kamp Auschwitz.

Dilansir The Independent, Senin (21/9/15), merujuk pada keterangan juru bicara jaksa penuntut Schleswig-Holstein, Heinz Doellel, perempuan yang tak diungkap identitasnya tersebut bertugas sebagai operator radio di kamp komando Nazi dari April hingga Juli 1944.

Para jaksa berargumentasi bahwa ia dapat diadili atas tuduhan keterlibatan karena ia membantu fungsi kamp kematian tersebut.

Doellel mengatakan tak ada indikasi bahwa perempuan itu tak bisa diadili, meski pengadilan belum memutuskan apakah akan melanjutkan sidangnya hingga tahun depan.

Sebelumnya, seorang pria Jerman berusia 94 tahun yang bekerja sebagai staf administrasi di kamp Auschwitz, Oskar Groening, dinyatakan bersalah atas tuduhan ikut andil dalam pembunuhan 300 ribu warga Yahudi.

Meskipun tak membunuh siapapun selama bekerja di kamp di Polandia yang diduduki Nazi, Groening dijatuhi hukuman empat tahun penjara.

Selama bekerja di kamp Auschwitz, Groening juga bertugas memeriksa gerbong kereta yang membawa warga Yahudi, menghapus dan menghitung catatan bank di dalammya, lalu mengirimnya ke kantor SS di Berlin. Catatan bank ini membantu mendanai perang Nazi.

Tuduhan terhadap dirinya terkait dengan periode kerja antara bulan Mei hingga Juli 1944, ketika 137 kereta membawa sekitar 425 ribu warga Yahudi dari Hungaria tiba di Auschwitz. Setidaknya 300 ribu di antaranya dikirim langsung ke tempat pembantaian umat Yahudi.

Jaksa berpendapat bahwa dengan menyortir catatan bank dari kedatangan warga Yahudi di kamp itu, Groening ikut mendukung rezim Nazi yang melakukan pembunuhan massal.

Kala itu, Groening berusia 21 tahun dan mengakui bahwa ia merupakan anggota Nazi yang antusias ketika dikirim untuk bekerja di kamp Auschwitz sejak 1942.

Groening menjalani proses pengadilan sejak April tahun ini dan mengaku bersalah secara moral. Ia menyerahkan kepada pengadilan untuk memutuskan apakah dia bersalah di mata hukum.

Awal Juli, Groening menyatakan ia hanya bisa meminta Tuhan untuk memaafkannya karena tak berhak menanyakan hal ini kepada korban Holocaust.

Persidangan atas Groening ini menimbulkan pertanyaan klasik ihwal apakah seluruh orang yang bekerja dengan Nazi, meskipun tidak terlibat dalam pembunuhan, dapat dinyatakan bersalah atas pembantaian ratusan ribu jiwa. Hingga saat ini, pengadilan Jerman selalu memutuskan para pekerja itu tidak bersalah.

Banyak warga Jerman ingin menutup sejarah pahit pembantaian Yahudi pada masa Holocaust. Mereka menilai, persidangan anggota Nazi yang kini renta atas kejahatan lebih dari 70 tahun lalu merupakan hal tidak pantas.


Sumber :