Saturday, July 30, 2016

Foto Bernyanyi

SS-Hauptsturmführer Hans Siegel (tengah) bersama dengan Panzermänner dari II.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 12 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" yang berada di bawah komandonya, musim dingin di akhir tahun 1944. Disini mereka sedang bernyanyi bersama sebagai penggugah semangat sebelum keberangkatan ke front pertempuran. Keterangan di belakang foto menyebutkan bahwa selain Siegel, hadir pula SS-Obersturmführer Helmut Gaede (Chef 1.Kompanie / I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 12) dan SS-Obersturmführer Albert Gasch (Chef 7.Kompanie / II.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 12) dalam foto ini, meskipun tidak diketahui persis mereka yang mana


Sumber :
www.home.att.net

Wednesday, July 27, 2016

Foto Seragam Sturmartillerie (StuG Wrap)

SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandeur Leibstandarte SS Adolf Hitler [motorisiert]) dalam acara penganugerahan medali untuk unit SS-Sturmgeschütz-Abteilung 1 LSSAH di Taganrog, Rostov Oblast (Rusia), tanggal 21 Maret 1942. Dari kiri ke kanan: SS-Hauptsturmführer Heinz von Westernhagen, SS-Obersturmführer Karl-Heinz Prinz, SS-Hauptscharführer Wolfgang Rabe, Sepp Dietrich, SS-Untersturmführer Emil Wiesemann, SS-Hauptsturmführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Sturmgeschütz-Abteilung 1 LSSAH), SS-Obersturmführer Karl Rettlinger, dan SS-Obersturmführer Max Tischendorf. Foto oleh Kriegsberichter Gayk


Sumber :
www.commons.wikimedia.org

Tuesday, July 26, 2016

Peraih Penghargaan dari 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"


PERAIH RITTERKREUZ

SS-Hauptsturmführer Wilhelm Beck (Chef 2.Kompanie/SS-Panzer-Regiment 12) di atas Panther (kiri). Dia adalah komandan peleton Sturmgeschütz yang terlibat dalam tembak-menembak melawan kapal bersenjata Rusia serta kapal selam dalam pertempuran di pelabuhan Kerson dalam Operasi Barbarossa (1941)! Dia menerima Ritterkreuz setelah berhasil menumpas habis 100 artileri dan 13 tank T-34 Soviet dalam tiga minggu pertempuran di Kharkov! Dia terbunuh dalam serangan "Carpet Bombing" oleh pesawat-pesawat Sekutu di dekat Caen tanggal 10 Juni 1944 dalam usia 24 tahun. Jenazahnya kemudian dikebumikan di Kuburan Perang Jerman di La Cambe, Prancis 


 SS-Hauptsturmführer Rudolf von Ribbentrop (Chef 3.Kompanie/SS-Panzer-regiment 12) adalah anak dari Menteri Luar Negeri Nazi Joachim von Ribbentrop. Dia memilih untuk bertempur menyabung nyawa daripada mencari pekerjaan yang "aman" dengan mengandalkan nama besar ayahnya, dan bertempurlah dia dengan gagah berani meskipun notabene memiliki penglihatan yang sangat buruk! Dalam foto di atas (sebagai SS-Obersturmführer dan Ritterkreuzträger), Rudolf tidak mengenakan kacamata tebal seperti yang biasanya dia pakai (contohnya adalah DISINI)


 SS-Sturmbannführer Heinrich "Hein" Springer (3 November 1914 - 27 Oktober 2007) adalah mantan perwira dari Divisi Leibstandarte yang kemudian dipindahkan ke Divisi Hitlerjugend (seperti sebagian besar perwira divisi tersebut lainnya). Setelah memperoleh Ritterkreuz tanggal 12 Januari 1942 sebagai Führer 3.Kompanie/SS-Infanterie-Regiment (mot.) "LSSAH", Springer menghabiskan sebagian besar sisa karir militernya sebagai perwira staff


SS-Obersturmbannführer Hans Waldmüller adalah komandan I.Bataillon/SS-Panzergrenadier-Regiment 25 yang merupakan pindahan dari Leibstandarte, sama seperti sebagian besar perwira Divisi Hitlerjugend lainnya. Dia dianugerahi Ritterkreuz pada tanggal 27 Agustus 1944 sebagai penghargaan atas keberaniannya dalam pertempuran di Cambes, dekat Caen. Waldmüller terbunuh pada tanggal 8 September 1944 di dekat Basse-Bodeux dalam perjalanan dari Werbomont dan Stavelot saat kendaraan yang ditumpanginya disergap oleh gerakan perlawanan bawah tanah Belgia. Mayatnya kemudian ditemukan dalam keadaan termutilasi parah dan dijejalkan dalam sebuah pipa pembuangan kotoran!

------------------------------------------------------------------

PERAIH DEUTSCHES KREUZ IN GOLD

 SS-Sturmbannführer Hans Scappini (28 April 1912 - 8 Juni 1944) adalah perwira yang meniti karir di Divisi SS Leibstandarte sebelum kemudian pindah ke Divisi SS Hitlerjugend. Dia tewas dua hari setelah Sekutu mendarat di Normandia tatkala tembakan tank Kanada menghantam posisinya. Saat itu dia menjabat sebagai Bataillonskommandeur II./ SS-Panzer-Grenadier-Regiment 25 "Hitlerjugend". Medali-medali yang diraihnya: DRL Sportabzeichen in Bronze; SA-Sportabzeichen in Bronze; Medaille zur Erinnerung an den 13. März 1938; Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938; SS-Dienstauszeichnung 4.Stufe (4 Jahre) dan 3.Stufe (8 Jahre); Eisernes Kreuz II.Klasse (1 Juli 1940) dan I.Klasse (11 Agustus 1941); Infanterie-Sturmabzeichen (1 Maret 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (25 Agustus 1942); Verwundetenabzeichen in Schwarz; dan Deutsches Kreuz in Gold (28 Maret 1943). Yang terakhir dia raih saat menjadi SS-Hauptsturmführer dan Chef 6.Kompanie / II.Bataillon / SS-Panzergrenadier Regiment 1 "LSSAH"


 SS-Obersturmführer Johann "Hans" Wachter (24 November 1912 - 19 Desember 1944) bersama dengan istrinya dalam sebuah foto studio. Pada awalnya dia berkarir di Leibstandarte dan mendapat Deutsches Kreuz in Gold tanggal 6 Mei 1943 sebagai SS-Untersturmführer di 3.Kompanie / SS-Panzerjäger-Abteilung "LSSAH". Seperti banyak perwira Leibstandarte lainnya, pada musim panas 1943 dia ditransfer ke 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" yang baru dibentuk. Wachter gugur di dekat Rocherath/Krinkelt (Ardennes) dalam Battle of the Bulge. Pada waktu itu dia menjadi Chef 2.Batterie / SS-Panzerjäger-Abteilung 12 (Sturmgeschütz Abteilung) ”Hitlerjugend”. Medali-medali lain yang diraihnya: Medaille zur Erinnerung an den 13. März 1938, Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938, Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse, Verwundetenabzeichen in Bronze (Januari 1942), Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille), serta Panzerkampfabzeichen in Silber (Februari 1942). BTW, dalam foto di atas dia masih bergabung dengan Leibstandarte, yang terlihat dari schulterklappen-nya yang berhiaskan emblem divisi


Sumber :
Buku "Die 12. SS-Panzerdivision HJ" karya Herbert Walther
Buku "Panzer IV: The Panzerkampfwagen IV Medium Tank 1939-1945" oleh Kevin Hjermstad
Buku "The Panzers and the Battle of Normandy" karya Georges Bernage
www.forum.axishistory.com

Tuesday, July 12, 2016

Willem Eduard de Graaff, Pilot Luftwaffe Kelahiran Sukabumi



Oleh: Alif Rafik Khan

Willem Eduard de Graaff dilahirkan di Soekaboemi (Hindia Belanda) pada tanggal 11 Januari 1908 dari pasangan Gustaaf Willem de Graaff ( ? -1952) dan Elisabeth Christina Füglistahler (1883-1982). Ayahnya adalah bule asal Belanda sementara ibunya, berdasarkan beberapa literatur, adalah orang Indonesia (indo Jerman?). De Graaff junior mempunyai satu orang kakak perempuan (Cornelia Augustina de Graaff yang lahir di Kediri pada tanggal 24 Mei 1906 dan meninggal tanggal 8 Maret 1991) serta satu adik laki-laki (Felix Victor de Graaff yang lahir pada tanggal 28 Februari 1915 di Zandfoord dan meninggal tahun 1995). Pada tahun 1926 De Graaff bergabung dengan maskapai penerbangan Belanda, KLM (Koninklijke Luchtvaart Maatschappij), sebagai seorang insinyur aeronautika. Dari bulan Oktober 1930 sampai dengan awal tahun 1933 dia bertugas aktif di Departemen Penerbangan Angkatan Darat Belanda, LVA (Luchtvaartafdeling), demi untuk mendapatkan kualifikasi brevet pilot militer (20 Januari 1931) dan brevet B (1933). Pada tanggal 22 September 1932 De Graaff menikah dengan Reijkje Regina Meijer, yang berusia delapan tahun lebih tua, di Zeist. Pada bulan Mei 1933 dia ditunjuk sebagai co-pilot dalam penerbangan ke KLM rute Eropa-Asia (biasanya antara Amsterdam dan Batavia). Kemungkinan dalam masa tugasnya inilah De Graaff mengalami diskriminasi dan penolakan karena tampilannya yang “Indonesia banget”, yang dapat menjelaskan keputusannya untuk “mengkhianati” negara induknya di masa Perang Dunia II.

Setelah pasukan Jerman menginvasi Belanda pada tahun 1940, De Graaff menjadi seorang simpatisan fanatik partai Nazi Belanda, NSB (Nationaal-Socialistische Beweging) pimpinan Anton Mussert, dan diterima menjadi anggota penuh tanpa hambatan (mungkin bisa dimengerti mengingat hubungan dekat antara negara Induk dengan koloninya). Pilihan De Graaff untuk masuk menjadi anggota NSB mungkin bisa diketahui alasannya melalui penjelasan dari faktor psikologi: sebagai seorang peranakan yang selalu dipandang sebelah mata oleh orang Belanda asli, De Graaff “membalas” melalui keanggotaannya di organisasi yang terkenal rasis dan merupakan kolaborator dari negara yang menjajah Belanda.

Pada tahun 1942 dia mendaftar untuk bergabung sebagai pilot sukarelawan di Luftwaffe, dan De Graaff diterima dengan antusias meskipun dia notabene tidak memenuhi standar “ras bule” yang diperlukan (kemungkinan karena pengalaman berharganya sebagai pilot KLM selama bertahun-tahun dan sedikitnya orang Belanda yang menjadi sukarelawan Luftwaffe). Pada bulan April 1942 De Graaff sudah menjadi anggota dari 4.Staffel / Flieger-Ausbildungs-Regiment 42 di Salzwedel, tapi tak lama kemudian dia meninggalkan unit pelatihan tersebut untuk mengabdi sebagai pilot pengantar antara pabrik pesawat di Leipzig dengan tempat pendistribusiannya di lapangan terbang Berlin-Rangsdorf. Pada tahun 1943 dia ditransfer ke Versuchsverband des Oberkommandos der Luftwaffe, sebuah unit elit yang biasa melakukan misi pengintaian rahasia dan menerjunkan agen-agen Jerman di garis belakang musuh. Penempatan ini menjadi ajang pembuktian sang pilot indo dan menambah kepercayaan para atasannya. Pada tanggal 3 November 1943 De Graaff menderita cedera serius di bagian kaki saat pesawat Letov B-71 DR+PG Werknummer 230 (produksi Cekoslowakia yang merupakan hasil lisensi pembom Tupolev SB-2) yang dipilotinya jatuh di wilayah utara Semenanjung Krim (Front Timur). Cedera tersebut membuatnya absen dari front selama berbulan-bulan.

Pada bulan Februari 1944 Versuchsverband des ObdL dimasukkan menjadi bagian dari skuadron bomber khusus Kampfgeschwader 200 (KG 200) pimpinan salah satu pilot pembom terbaik Luftwaffe dalam Perang Dunia II, Oberst Werner Baumbach. De Graaff dan rekan-rekan seperjuangannya melakukan lebih banyak lagi misi-misi rahasia dan berbahaya sebagai anggota dari Kommando Maria I.Gruppe / Kampfgeschwader 200. Dia biasa menerbangkan bebagai jenis pesawat terbang (dan seringkali merupakan hasil rampasan) demi untuk menerjunkan agen-agen rahasia sedekat mungkin ke wilayah target sebelum meninggalkan mereka. Misi-misi beresiko tinggi tersebut berhasil ditunaikan Willem Eduard De Graaff dengan baik sampai dengan bulan-bulan akhir Perang Dunia II dimana dia beralih menggunakan pesawat jet Messerschmitt Me 262. Setelah Jerman menyerah pada bulan Mei 1945, De Graaff menyembunyikan diri selama berbulan-bulan di Jerman sebelum kabur ke Amerika Selatan. Dari sana semua jejak kehidupannya seakan terhapus dan sampai saat ini dia tidak diketahui keberadaannya serta bagaimana akhir kehidupannya!



Sumber :
Buku "Airborne Espionage: International Special Duty Operations in the World Wars" karya David Oliver
www.facebook.com

Saturday, July 9, 2016

Foto Pemberontakan Warsawa (Warsaw Uprising)

 Kepala Staff SS-Sturmbrigade RONA, Waffen-Sturmbannführer der SS Ivan Denisovich Frolov (tengah), bersama dengan para perwira dari RONA (Russkaya Osvoboditelnaya Narodnaya Armiya, Tentara Pembebasan Nasional Rusia) selama berlangsungnya Pemberontakan Warsawa, Agustus 1944. Setidaknya tiga orang dari mereka memakai topi Kubanka khas Cossack, sementara perwira di kiri memakai seragam M1935 dengan kragenspiegel dan hoheitsabzeichen M1940. Di sebelah kanannya (kedua dari kiri) adalah perwira Schutzpolizei Jerman. Frolov sendiri memakai seragam dan kragenspiegel M1940 Jerman, tapi dilengkapi dengan schulterklappen Cossack M1943 perak bergaris merah, celana sharovary biru, dan sepatu lars. Kedua dari kanan adalah Podporuchik (Letnan) Michalczewski yang juga memakai celana biru Sharovary, sementara di paling kanan yang memakai seragam hitam Panzertruppen M1942 dengan Totenkopf kerah M1935 serta feldmütze M1943 abu-abu berasal dari unit POA/ROA (Русская освободительная армия, Russkaya osvoboditel'naya armiya). Dengan kekuatan 1.700 prajurit yang belum menikah, empat T-34, satu SU-76 dan beberapa meriam artileri, RONA menjadi salah satu unit Jerman yang ditugaskan untuk memadamkan pemberontakan Warsawa. Frolov, bersama dengan anggota ROA lainnya, nantinya didakwa atas tuduhan pengkhianatan oleh Mahkamah Militer Uni Soviet seusai perang dan digantung pada tahun 1946



Sumber :
Buku "Hitler’s Russian & Cossack Allies 1941–45" karya Nigel Thomas