Wednesday, December 2, 2009

Korvettenkapitän Hans Karpf (1916-1943). Baca Kisah Hidupnya dan Anda Akan Terharu!

Oberleutnant zur See Hans Karpf berfoto di atas U-632


Korvettenkapitän Hans Karpf dengan sweaternya yang lazim dipakai oleh para awak U-boat ketika sedang berpatroli di lautan


Hans Karpf sedang merokok. Efek perang tampak jelas dari wajahnya yang menua dengan cepat!


Penghargaan-penghargaan yang telah diraih oleh Hans Karpf


Oleh : Alif Rafik Khan


Guys, ketika membaca kisah ini tak terasa saya langsung melamun, membayangkan betapa takdir begitu berperan menentukan jalan kehidupan seorang manusia...


Timothy P. Mulligan dari National Archives adalah seorang ahli khusus di bidang kapal selam Jerman. Pekerjaannya yang biasanya membosankan dan tak “menantang”, kali ini ia rasakan menjadi begitu berharga ketika ia menemukan sebuah rekaman detail dari seorang kapten U-boat Jerman dalam Perang Dunia II, dan catatn itu diperuntukkannya bagi seorang wanita asal Virginia yang tidak lain adalah anak si kapten U-boat. Yang si wanita cari sebenarnya begitu sederhana : apakah ayahnya tahu tentang kelahirannya, sebelum si ayah tercinta tenggelam bersama kapal selam dan seluruh awaknya di dekat Eslandia tahun 1943.


Mulligan tahu bahwa Sekutu telah berhasil memecahkan kode Angkatan Laut Jerman selama Perang Dunia II, dan National Archives tempatnya bekerja mempunyai catatan tentang bocoran lalu-lintas berita antar U-boat. Ada kemungkinan bahwa markas besar Karl Dönitz di Prancis telah memberitahu sang kapten tentang kelahiran puterinya, karena hal tersebut memang biasa terjadi saat itu, di mana pada umumnya berita-berita yang dirasa penting disampaikan dari markas besar ke satuan U-boat yang sedang berpatroli di lautan lepas, dan begitu pula sebaliknya.


Tapi itu semua tetap hanya menjadi sebuah kemungkinan, sampai sebuah kepastian bisa didapatkan...


Mullligan yang kini di tahun 2009 berusia 58 tahun dan berasal dari Lanham, telah pensiun dari tugas yang ditekuninya selama 34 tahun. Dia telah berkubang dari satu arsip ke arsip lainnya. Dia telah menulis dua buah buku tentang U-boat, membantu banyak peneliti lain dalam subyek ini selama bertahun-tahun, dan telah menulis sebuah panduan yang memberikan sejarah singkat dari 889 buah kapal selam Jerman yang menteror perdagangan Sekutu selama berlangsungnya Perang Dunia II!


Tapi ketika ditanyakan apakah prestasi terbesar yang telah ditorehkannya, apakah momen yang membuat dirinya menjadi begitu berharga sebagai seseorang yang akrab dengan arsip yang segunung banyaknya? Tanpa berpikir sedetikpun dia langsung berkata bahwa hal itu terjadi 20 tahun yang lalu, ketika dia berusaha dengan keras mencari sebuah catatan radio sederhana demi seorang wanita yang ingin mengetahui tentang ayah yang tak pernah ditemuinya.


Catatan itu pastilah terselip di antara kotak-kotak penuh kertas berwarna abu-abu, di antara rak-rak berwarna sama, di antara tempat penyimpanan yang disusun secara rapi dalam begitu banyak gudang arsip. Bagi seorang peneliti, pastilah ini suatu pekerjaan yang begitu menantang karena sudah pasti akan melelahkan, meskipun hasil yang didapatkan pun biasanya sebanding dengan kerja keras yang dilakukan.


Cerita bermula dari tahun 1981 dengan diluncurkannya sebuah film Jerman fenomenal berjudul “Das Boot” (Kapal), yang menggambarkan kehidupan awak-awak U-boat yang kumuh dan diliputi oleh bahaya (saya sendiri sudah berkali-kali menonton film ini, dan tidak pernah sedikitpun merasa bosan!). Sebagai seorang ahli tentang U-boat, tentu saja Mulligan dimintai pendapatnya oleh wartawan tentang film ini, untuk sebuah berita yang akan dimuat di Washington Post. Ternyata artikel yang memuat wawancaranya menarik perhatian Inge Molzahn dari Reston, seorang wanita keturunan Jerman yang berayahkan Hans Karpf, yang dalam Perang Dunia II merupakan kapten kapal U-632, salah satu dari beratus kapal selam Jerman yang ditenggelamkan Sekutu di perairan Atlantik Utara.


Molzahn, yang saat itu berusia 39 tahun, menelepon Mulligan dan menceritakan kisahnya : dia dilahirkan pada saat ayahnya berada di lautan lepas menjalani patroli terakhirnya, dan beberapa minggu kemudian kapal selam yang dikomandani ayahnya ditenggelamkan oleh pesawat pembom Inggris di luar pantai Eslandia tanggal 6 April 1943. setelah perang usai, ibunya membawa Molzahn meninggalkan Jerman menuju Argentina. Disana ibunya menikah kembali, sementara setiap pembicaraan tentang ayahnya selalu dilarang. “Aku tidak diperbolehkan untuk mengatakan apapun tentang ayah kandungku,” kata Molzahn dalam sebuah wawancara di rumahnya tak lama setelah cerita ini beredar ke khalayak ramai.


Sekarang dia dilingkupi oleh keingintahuan yang besar akan pria yang disebut oleh saudara-saudaranya begitu mirip dengan dirinya. Yang dia punyai hanyalah foto-foto tua yang memperlihatkan seorang perwira Kriegsmarine berwajah kanak-kanak dengan topi kebesaran, dengan beberapa medali perang tersemat di seragamnya. Selain itu, yang tersisa adalah surat-surat yang dikirimkan ayahnya pada ibunya. Itu thok.


Mulligan menginsyafi bahwa arsip yang harus ditelusurinya begitu besarnya karena merupakan gabungan dari dokumen-dokumen perang Angkatan Laut Jerman yang telah dirampas Sekutu dari sebuah kastil di Jerman, dan merupakan pusat penyimpanannya. Mulligan sendiri, yang merupakan seorang Doktor bidang sejarah Eropa, telah menjadi pemerhati serius akan data-data para awak U-boat, dan telah pergi berkali-kali ke negeri Jerman untuk melakukan wawancara dengan ratusan pelaut veteran Kriegsmarine. Jangan pula lupakan bahwa dia telah menulis banyak sekali artikel yang berkaitan dengan jenis-jenis kapal selam dan kaptennya.


“Pekerjaanku bagaikan seorang prajurit yang berperang dalam bentuk yang tidak biasa,” katanya.


Mullligan adalah orang yang senantiasa berpakaian rapi dan mulai bekerja di kearsipan dari tahun 1972. Dia tumbuh di pinggiran kota Washington dan telah tergila-gila pada sejarah dari sejak kecilnya. Ketika dia berbicara, maka suaranya kecil saja layaknya orang yang berbisik di perpustakaan, tapi ketika tiba giliran untuk bercerita kisah-kisah seru para awak U-boat, maka intonasinya bagaikan seorang dalang yang memukau para pendengarnya. Di tahun-tahun terakhir masa kerjanya dia ditempatkan di fasilitas arsip di College Park.


Dia segera melacak data-data yang ada hubungannya dengan Korvettenkapitän Hans Karpf dan U-632, sebuah kapal selam sepanjang 220 kaki bertipe VIIC dengan kru 48 orang, tanpa shower dan hanya satu kamar mandi yang tersedia untuk melayani seluruh awak kapal. Ini adalah kapal yang sama seperti yang ditampilkan dalam film “Das Boot”. Pertama-tama, Mulligan mengarahkan penelitiannya pada catatan patroli harian yang ditulis oleh sang kapten, dan catatan lain yang dikumpulkan oleh para atasannya setelah dia hilang tenggelam di lautan.


Karpf, yang pada saat kematiannya baru berusia 27 tahun, telah bertugas di satu kapal selam lainnya sebelum bertugas di U-632. di kapal ini pun dia baru menjalani dua patroli dan menenggelamkan dua kapal sebelum ditenggelamkan ketika sedang mengintai sebuah konvoy Sekutu yang dijaga ketat.


Ini bukanlah hal yang tidak biasa, kata Mulligan. Banyak U-boat yang tidak kembali dengan selamat dari patroli pertamanya, sedangkan yang lain bahkan sudah tenggelam sebelum sempat melepaskan satu torpedo pun!


“Yang paling sering menimpa para awak U-boat pemberani ini adalah mereka pergi berpatroli lalu kemudian tenggelam bersama seluruh awaknya sebelum sempat melepaskan tembakan sekali pun,” katanya. Bayangkan saja, dua pertiga dari 48.000 awak U-boat Jerman tewas dalam pertempuran!


Molzahn begitu bahagia menerima informasi yang diberikan oleh Mulligan. “Setidaknya telah ada penjelasan terperinci tentang apa yang sebenarnya telah terjadi,” katanya. “Ini sangat menarik.”


Tapi mulligan juga dilingkupi rasa penasaran untuk mengetahui sendiri pesan-pesan yang terdeteksi oleh Sekutu tersebut. “Aku tak mengatakan padanya (Molzahn),” katanya. “Aku sendiri tak tahu pasti apa yang akan aku temukan,” dia kemudian bekerja keras di bangunan arsip utama di Distrik, dan mulai menelaah satu persatu pesan-pesan yang dikirimkan dari markas besar kepada U-632, yang kebanyakannya berisi detail teknis pertempuran.


Tapi kemudian dia menemukan sesuatu yang menarik. Tanggal 24 Maret 1943, markas flotilla Karpf mengirimkan padanya sebuah pesan sederhana : “telah lahir putri seorang pahlawan tanggal 18 Maret. Selamat.” Dan itulah dia, 14 hari sebelum kematiannya yang tragis, sang kapten kapal tahu bahwa ia telah menjadi seorang ayah...


Yang langsung terlintas di kepala Mulligan adalah “Wow”. Dia langsung menelepon Molzahn secepatnya, sambil berkata yang membikin penasaran,”tebak apa yang telah aku temukan?”


Ketika mendengar apa yang telah ditemukan oleh Mulligan, Molzahn hanya bisa terpana. “Ini adalah sesuatu yang sangat penting bagiku,” katanya. Hal kecil tapi merupakan salah satu bagian terpenting dalam hidupnya.


Kini Molzahn yang telah berusia 65 tahun benar-benar merasa berhutang budi pada apa yang telah dilakukan oleh Mulligan.


“Bagiku, dia adalah manusia yang luar biasa,” katanya. “Dia telah membuka pintu ini lebar-lebar untukku, semua pengetahuan baru ini. Aku tak akan pernah dapat mengetahui semua ini kalau saja tak ada dia, dan dengannya aku sangat berterima kasih.”


Bagaimana tentang data pribadi Hans Karpf sendiri plus prestasi yang telah diraihnya?


Hans Karpf dilahirkan tanggal 14 Mei 1916 di Saarbrücken, dan meninggal di lautan Atlantik Utara pada tanggal 6 April 1943. Selama karirnya, dia telah berhasil menenggelamkan dua buah kapal dengan total tonase 15.255 ton. Dia diangkat sebagai Kapitänleutnant pada tanggal 1 November 1942, dan diangkat menjadi Korvettenkapitän pada tanggal 1 April 1943.


Komando U-boat :

U-10 : 30 November 1941 s/d 22 Juni 1942. Tanpa patroli

U-632 : 23 Juli 1942 s/d 6 April 1943. Dua patroli (71 hari)


Info Patroli :

U-632 : Berangkat dari Kiel 24 Desember 1942 dan tiba di Marviken 26 Desember 1942 (3 hari)

U-632 : Berangkat dari Marviken 29 Desember 1942 dan tiba di Brest 14 Februari 1943 (patroli 1, 48 hari)

U-632 : Berangkat dari Brest 15 Maret 1943, tenggelam di lautan 6 April 1943 (patroli 2, 23 hari)


Kapal Korban Hans Karpf :

3 Februari 1943 : Cordelia (Inggris) dari konvoy HX224 berbobot 8.190 ton

6 April 1943 : Blitar (Belanda) dari konvoy HX231 berbobot 7.065 ton


Penghargaan yang diraih oleh Hans Karpf :

Eiserne Kreuz 1 klasse

U-Boat War Badge

High Seas Fleet Badge

DRL Sport Badge



Sumber :

www.forum.axishistory.com

www.uboat.net

www.washingtonpost.com



No comments:

Post a Comment