Thursday, November 17, 2011

Foto Schlauchbootbrücke (Jembatan Ponton)

 Pasukan Zeni Gunung Jerman (Gebirgs-Pionier) bekerja gotong royong untuk mempersiapkan lahan pinggir sungai yang akan dijadikan sebagai lokasi jembatan ponton, demi memudahkan pasukan Wehrmacht untuk melintasinya, dalam kampanye militer di bulan September 1939. Banyak jembatan yang berada di Polandia selatan yang dihancurkan oleh pasukan yang bertahan sehingga menghambat pergerakan pihak penyerang


Sebuah unit Gebirgs-Pionier (Zeni Gunung) terlihat sedang membangun Brüko C (Brückengerät C, 4 Tonnen Tragslast) melintasi sebuah sungai di Polandia, September 1939. Sebagian besar dari kayu yang dipakai dalam proses ini diambil dari stok gelondongan yang diangkut oleh kendaraan-kendaraan truk yang mengikuti pergerakan pasukan utama di Polandia
 
 
Ini adalah jembatan ponton terpanjang yang dibangun dalam penyerbuan Jerman di Barat tahun 1940. Membentang sepanjang 375 meter di atas sungai Loire, dia dibuat dengan menggunakan 14 lajur peralatan jembatan. Kapasitasnya adalah 16 ton dan hanya memerlukan waktu 22 jam untuk menyelesaikannya (22-23 Juni 1940)! Dibutuhkan enam kompi zeni untuk mengerjakannya (1., 2. dan 3./Pi.Btl.45, 2. dan 3./Pi.Btl.31 dan 3./Pi.Btl.2). Jembatan ini kemudian dinamakan sebagai "Velke-Brücke" (Jembatan Velke), sebagai penghormatan terhadap Oberstleutnant Paul Velke, komandan Pionier-Bataillon 45. Velke kemudian mendapatkan Ritterkreuz atas peranan batalyonnya dalam pertempuran di Prancis


Pionier (pasukan zeni) Wehrmacht sedang bersiap mendirikan sebuah jembatan ponton menggunakan Schlauchboot. Perahu karet berukuran 2,8 x 1,2 meter semacam ini bisa menampung antara tiga sampai empat prajurit bersenjata penuh atau peralatan seberat 300kg. Biasanya dia digunakan oleh Pioniertruppen untuk tugas-tugas pengintaian atau menyeberangi sungai. Schlauchboot juga dapat membantu menyeberangkan pasukan infanteri melalui medan berair dan kadang-kadang digunakan pula untuk membuat sebuah jembatan ponton kecil (Schlauchboot-Brücke) yang dapat dilalui oleh pasukan pejalan kaki



Di tengah hari tanggal 22 Agustus 1942 pasukan Pionier (Zeni) dari 6. Armee berhasil menyelesaikan jembatan ponton yang melintasi sungai Don. Foto ini memperlihatkan para anggota Panzer-Pionier-Bataillon 16 dari 16. Panzer-Division (Generalleutnant Hans-Valentin Hube) sedang bersantai di atas perahu-perahu karet cadangan. Istirahat singkat semacam ini biasa dinamakan sebagai "Feuerpause" (Berhenti Menembak) dan biasanya menyediakan waktu yang cukup untuk sekedar makan, merokok, atau tidur-tidur ayam. Perahu-perahu ini mempunyai ukuran 5m x 1,8m serta sanggup membawa sampai tujuh orang, meskipun biasanya digunakan sebagai rakit dengan menyatukan satu sampai tiga pasang perahu karet yang serupa. Pioniertruppen sendiri adalah para spesialis yang sangat terlatih dan biasanya digunakan sebagai ujung tombak saat menyeberangi sungai, membersihkan ladang ranjau, menetralisasi kawat berduri dan menyerbu benteng pertahanan. Mereka bertempur bahu-membahu dengan prajurit infanteri biasa. Pasukan Pionier rata-rata dipersenjatai dengan penyembur api, alat peledak, ranjau, detektor ranjau, pencipta asap, dan peralatan khusus yang bermacam-macam. Brückenpioniere adalah unit pembangun jembatan yang dilengkapi dengan perahu-perahu karet, jembatan ponton dan alat penyeberangan lainnya. Setiap divisi biasanya dilengkapi dengan dua peleton semacam ini. Di latar belakang kita bisa melihat sebuah Sd.Kfz.251/3 Funkwagen (kendaraan radio) yang membawa panji komando Panzergruppe di bagian depannya


Di pagi tanggal 23 Agustus 1942 sebuah batalyon dari Panzer-Regiment 2 / 1.Panzer-Division yang dibantu oleh satu kompi Panzergrenadier bergerak maju dari sungai Don menuju Volga dengan tujuan Stalingrad. Foto ini memperlihatkan sebuah halftrack Sd.Kfz.8 yang menyeberangi Don menggunakan jembatan ponton


 
 Salah satu dari sedikit foto yang memperlihatkan penyeberangan sungai Don oleh 2. Panzer-Division dalam gerak maju menuju Volga di akhir Agustus 1942. Tiga foto yang diambil berurutan ini memperlihatkan tipe konstrukis yang dibangun oleh batalyon zeni divisi tersebut, Panzer-Pionier-Bataillon 38. Beberapa mobil cross-country Horch terlihat menyeberangi jembatan, diikuti oleh truk-truk Opel "Blitz", ranpur pembawa personil, dan kendaraan lainnya. Salah satu foto malah memperlihatkan sebuah tank T-34 Soviet hasil rampasan yang terparkir di pinggir kiri jembatan. Balkenkreuz putih telah dilaburkan di bagian samping turetnya

Jembatan ponton dari jenis 8 tonne Bruckengerat B. Bruckengerat B bisa dibuat menjadi jembatan 8 ton dengan menggunakan setengah ponton, seperti tampak dalam foto di atas, atau menjadi jembatan 16 ton dengan menyatukan sepasang ponton menjadi satu


Diagram Bruckengerat B dan cara pengoperasian menjadi jembatan 8 ton atau 16 ton. Untuk referensi terbaik masalah jembatan ponton Jerman dan juga unit zeni tempurnya, maka sangat disarankan untuk membacanya di buku "German Combat Engineers in World War II: A Photo Chronicle" karya Horst Riebenstahl. Anda bisa membelinya DISINI


Jembatan ponton yang menggunakan perahu karet model 35 besar sebagai alasnya


Sumber :

Buku "Hitler's Mountain Troops 1939-1945" karya Ian Baxter 
Buku "Soldat (1) The German Soldier on the Eastern Front 1941-43" karya Gordon Rottman dan Stephen Andrews
Buku "Stalingrad Inferno: The Infantryman's War" karya Gordon Rottman dan Ronald Volstad
Foto koleksi pribadi Jason D. Mark
Foto koleksi pribadi R. Michael
www.forum.axishistory.com
www.historical-media.com
www.wehrmacht-awards.com

No comments:

Post a Comment