Nama lengkap: Walter Bruno Karl Alfred Heitz
Panggilan/julukan: -
Tanggal lahir: 8 Desember 1878 - Berlin (Kekaisaran Jerman)
Tanggal meninggal: 9 Februari 1944 - Moskow (Uni Soviet)
Orangtua: Ayah Alfred Bruno Theodor Heitz (Major z.D. dan Bezirks-Kommandeur), Ibu Anna Helene Ida Schulz
Saudara: Bruno Carl Gustav Heitz (lahir 9 Desember 1880 di Danzig, tewas sebagai Hauptmann pada 9 November 1915 di Perang Dunia I)
Istri: Gisela Friederike Caroline von Below (menikah secara standesamtlich pada 6 Oktober 1903 dan secara kirchlich pada 7 Oktober 1903 di Spandau)
Anak: Ingeborg Gisela Margarete Anna Heitz (lahir 14 Agustus 1904 di Danzig), Hans-Georg Walter Alfred Ulrich Heitz (lahir 26 Maret 1906, meninggal 27 Agustus 1906 karena penyakit anak-anak)
Beförderungen (Promosi):
Fahnenjunker: 7 Maret 1898
Portepeefähnrich: 25 November 1898
Fähnrich: 1 Januari 1899
Leutnant: 18 Agustus 1899
Oberleutnant: 17 September 1909
Hauptmann: 10 September 1913 (Wirkung vom 1. Oktober 1913)
Major: 1 April 1922
Oberstleutnant: 1 Februari 1927 (Rangdienstalter 1 Februari 1927)
Oberst: 1 Februari 1930
Generalmajor: 1 Februari 1933
Generalleutnant: 1 Oktober 1934
General der Artillerie: 1 April 1937
Generaloberst: 30 Januari 1943
Karriere (Karir):
1898: Bergabung dengan 2. Westpreußisches Feldartillerie-Regiment Nr. 36 sebagai Fahnenjunker, kemudian ikut dalam pembentukan Feldartillerie-Regiment Nr. 72 "Hochmeister" pada akhir Maret 1899.
1901-1902: Bertugas sebagai Batterieoffizier di 1. Batterie di Preußisch-Stargard.
1902: Dikirim ke Vereinigte Artillerie- und Ingenieur-Schule.
1903: Menjadi Adjutant dan Gerichtsoffizier II. Abteilung di Danzig.
1909: Dipromosikan menjadi Oberleutnant sebagai Adjutant.
1913: Dipromosikan menjadi Hauptmann dan bertugas di 5. Batterie.
1914-1918: Selama Perang Dunia I bertugas sebagai Batteriechef dan Abteilungsführer di Feldartillerie-Regiment Nr. 72 "Hochmeister", terlibat di Front Timur dan Front Barat, dianugerahi kedua Eisernes Kreuz.
1919: Masuk ke vorläufiges Reichsheer, menjadi Lehrer di Feldartillerie-Schießschule Jüterbog.
1922: Dipindahkan ke Inspektion der Artillerie di Reichswehrministerium.
1927: Menjadi Kommandeur I. Abteilung 4. Artillerie-Regiment di Halberstadt.
1929: Bertugas di Kommandantur Truppenübungsplatz Jüterbog sebagai Kommandeur Artillerie-Schießschule.
1930: Dipindahkan ke Regimentsstab 1. Artillerie-Regiment di Königsberg.
1931: Menjadi Kommandant der Festung Königsberg.
1933: Dipromosikan menjadi Generalmajor sambil tetap sebagai Kommandant Königsberg.
1934: Dipromosikan menjadi Generalleutnant.
1936: Ditunjuk sebagai Präsident des Reichskriegsgerichts di Berlin.
1937: Dipromosikan menjadi General der Artillerie.
1939: Menjadi Militärbefehlshaber di Gebiet Freie Stadt Danzig, kemudian meminta tugas di garis depan meski sudah berusia 60 tahun.
25 Oktober 1939: Ditunjuk sebagai Kommandierender General VIII. Armeekorps, memimpin korps selama invasi Polandia, pertempuran di Prancis, Operasi Barbarossa, dan Pertempuran Stalingrad sebagai bagian dari 6. Armee.
1941-1942: Sementara memimpin 9. Armee dan 15. Armee selama periode singkat.
Januari 1943: Memimpin pocket tengah di Stalingrad setelah pocket dibagi, menolak menyerah meski situasi putus asa, hingga menyerah pada 31 Januari 1943.
Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):
Eisernes Kreuz 1914, 2. Klasse
Eisernes Kreuz 1914, 1. Klasse
Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz
Hanseatisches Kreuz (Hamburg)
Ritterkreuz des Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern
Ehrenkreuz des Weltkrieges 1914/1918
Wehrmacht-Dienstauszeichnung 4. Klasse dengan Spange 1. Klasse
1939 Spange zum Eisernen Kreuz 2. Klasse (10 Oktober 1939)
1939 Spange zum Eisernen Kreuz 1. Klasse (19 Mei 1940)
Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (4 September 1940)
Deutsches Kreuz in Gold (22 April 1942)
Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub (21 Desember 1942)
-------------------------------------------------------------------------------
Walter Heitz lahir dalam keluarga militer di Berlin pada 8 Desember 1878 sebagai anak tertua dari Major z.D. Alfred Bruno Theodor Heitz dan Anna Helene Ida Schulz. Ia menikah dengan Gisela Friederike Caroline von Below pada Oktober 1903 dan memiliki seorang putri bernama Ingeborg serta seorang putra yang meninggal saat bayi. Karir militernya dimulai pada 1898 ketika ia bergabung dengan artileri Prusia dan naik pangkat secara bertahap melalui berbagai tugas di unit artileri selama masa damai dan Perang Dunia I.
Selama Perang Dunia I, Heitz bertugas sebagai Batteriechef dan Abteilungsführer di Feldartillerie-Regiment Nr. 72 "Hochmeister", berjuang di Front Timur dan kemudian Front Barat, serta mendapat kedua Eisernes Kreuz. Setelah perang, ia melanjutkan dinas di Reichswehr dengan menjadi instruktur di sekolah artileri Jüterbog dan staf Kementerian Pertahanan. Pada masa Reichswehr, ia memimpin berbagai unit artileri dan menjadi Kommandant der Festung Königsberg sebelum naik menjadi General der Artillerie pada 1937.
Pada 1936, Heitz diangkat sebagai Präsident des Reichskriegsgerichts di Berlin, jabatan yang dipegangnya hingga pecahnya Perang Dunia II. Meskipun sudah mendekati usia pensiun, ia meminta tugas tempur dan ditunjuk sebagai Militärbefehlshaber di Danzig pada September 1939. Tak lama kemudian pada 25 Oktober 1939, ia menjadi Kommandierender General VIII. Armeekorps dan memimpin korps tersebut melalui invasi Polandia, pertempuran di Prancis (di mana ia memimpin penyeberangan Sungai Oise secara langsung di bawah tembakan musuh), Operasi Barbarossa di Front Timur, serta serangan menuju Stalingrad pada 1942.
Di Pertempuran Stalingrad, VIII. Armeekorps di bawah Heitz menjadi bagian dari 6. Armee dan terjebak dalam pocket setelah Operasi Uranus pada November 1942. Ketika pocket terpecah, Heitz memimpin pocket tengah dan dikenal karena sikap kerasnya: ia mengeluarkan perintah untuk menembak setiap prajurit yang mencoba menyerah, mengibarkan bendera putih, atau tidak menyerahkan pasokan, serta menyebut dirinya dengan slogan "Kami bertempur sampai peluru terakhir!" Ia bahkan mengambil alih komando beberapa divisi setelah Walther von Seydlitz-Kurzbach dicopot. Pada 31 Januari 1943, Heitz akhirnya menyerah sebagai salah satu perwira Jerman tertinggi yang ditawan (setelah Friedrich Paulus) dan menjadi Generaloberst tepat sebelum penyerahan.
Sebagai tawanan perang Soviet, Heitz menolak bekerja sama dengan Komite Nasional Jerman Bebas meskipun mengalami tekanan, pemukulan, dan ancaman terhadap keluarganya. Ia meninggal pada 9 Februari 1944 di Moskau karena operasi kanker usus besar di rumah sakit Soviet, dan dimakamkan di pemakaman perang Jerman di Krassnogorsk. Heitz dikenal sebagai perwira karir yang tegas dan pendukung kuat Nazi, dengan karir yang membentang dari artileri Kekaisaran hingga puncak Wehrmacht di medan pertempuran paling brutal Perang Dunia II.
Sumber:
https://www.lexikon-der-wehrmacht.de/Personenregister/H/HeitzW-R.htm
https://grokipedia.com/
https://rk.balsi.de/index.php?action=list&cat=300
https://www.unithistories.com/units_index/index.php?file=/officers/personsx.html
https://web.archive.org/web/20091027052912fw_/http://geocities.com/orion47.geo/index2.html
https://forum.axishistory.com/
https://www.wehrmacht-awards.com/forums/
https://www.bundesarchiv.de/en/
https://www.geni.com/
https://books.google.com/
http://de.metapedia.org/
https://www.ww2.dk/lwoffz.html
https://en.wikipedia.org/wiki/Walter_Heitz
https://www.tracesofwar.com/persons/6264/Heitz-Walter.htm
https://generals.dk/general/Heitz/Walter/Germany.html

No comments:
Post a Comment