Tuesday, May 26, 2009

Marder, Artileri Yang Dipasang Di Sasis Tank!

Self Propelled Marder II yang telah diambil alih oleh Soviet. Di foto ini tampak kendaraan tersebut sedang mengikuti parade para partisan komunis di Minks, Juli 1944


Sersan Soviet yang tak diketahui namanya ini berhasil merampas sebuah Marder III yang masih operasional di wilayah Orel tahun 1943. Sebelum digunakan untuk bertempur melawan bekas tuannya, kira-kira apa yang akan dilakukan sang sersan ini?


... Sederhana : Menamai ulang Marder tersebut dengan satu-satunya alat tulis yang tersedia : kapur putih!


Sisa-sisa Marder III yang mengambil sasis dari Panzerkampfwagen 38(t), yang asalnya merupakan buatan Cekoslowakia (TNH P-S), tapi kemudian produksinya diambil alih oleh Jerman setelah aneksasi negara tersebut tahun 1939


Marder II D tahun 1943


Diorama Marder III sdkfz 139 Pak36 (r) Auf Gw38 (t). Ribet ya nama lengkapnya?


Marder III pandangan depan


Kru Marder berpose untuk sampul majalah KUNCUNG!


Marder III (atau biasa juga dipanggil dengan nama Sonderkampfenzeug 139, Sd.Kfz. 139) dalam format 3D untuk keperluan game


Monumen Marder di kota Moskow


Heereswaffenamt Jerman mulai mengembangkan Marder se¬bagai senjata anti-tank otomatis (self-propelled] diakhir tahun 1941. Tujuannya adalah untuk meningkatkan mobilitas meriam anti-tank (PaK) dengan menaruhnya di beragam rangka tank atau panser. Kebutuhan ini dianggap mendesak terutama setelah munculnya kendaraan tempur Uni Soviet yang baru, seperti tank kelas menengah T-34/76 maupun tank kelas berat seperti seri KV 1 dan KV2. Solusi berupa penciptaan Marder ini merupakan 'solusi antara' hingga dibuatnya desain panser baru yang lebih efektif.

Marder dibuat dengan menggunakan rangka tank yang sudah tidak digunakan lagi seperti rangka tank Prancis yang dirampas oleh Jerman. Senjata yang digunakan mulai dari meriam Jerman buatan Rheinmetall-Borsig Pak 40 dengan kaliber 75 mm atau menggunakan meriam Uni Soviet F-22 model tahun 1936 dengan kaliber 76,2 mm. Meriam Uni Soviet ini merupakan meriam lapangan divisi yang banyak dirampas pada musim panas 1941.

Meriam Jerman 75 mm mampu menembus lapis baja setebal 116 mm dengan peluru penembus baja dengan tingkat kemiringan 10 derajat dari jarak 1.000 meter. Meriam Uni Soviet 76,2 mm terlebih dahulu dimodifkasi sehingga bisa memuat amunisi dari meriam 75 mm. Meriam ini mampu menembus baja setebal 108 mm dari tingkat kemiringan dan jarak yang sama. Semua Marder juga dilengkapi dengan teleskop ZF3 dengan pembesaran 8x.

Marder diproduksi sebanyak 2.812 buah selama April 1942 hingga Mei 1944. Kelemahan yang paling menyolok adalah strukturnya yang tinggi serta awaknya tidak terlindungi dengan baik. Seluruh Mardei tidak memiliki atap dan hanya membawa kain kanvas untuk melindungi diri dari cuaca.

Meski Marder secara teknis bukan dikategori sebagai panser namun ia cukup sukses memberikan fungsi senjata anti-tank yang kuat dan bergerak terhadap semua divisi, baik divisi panzer, Panzergrena-dier maupun infantri, sebagai Panzerjaeger Abteilungen atau Batalion Pemburu Tank. Secara teoritis setiap Batalion Pemburu Tank dilengkapi dengan 51 Marder. Divisi-divisi Waffen SS pertama yang menerima Marder adalah Leibstandarte Adolf Hitler, das Reich, Totenkopf dan Wiking.f Marder kemudian digantikan oleh Panzerjaegeryang lebih kuat namun tetap digunakan hingga akhir perang.


Sumber :
www.kaskus.us


No comments:

Post a Comment