Monday, November 23, 2009

Leutnant Günter Halm (1922- ), Perontok 9 Tank Berumur 19 Tahun!

Gefreiter Günter Halm di Afrika Utara. Foto anak Reichsbahnobersekretärs ini diambil pada saat upacara penganugerahan Ritterkreuz-nya tanggal 7 Agustus 1942 ketika Halm bertugas sebagai Grenadier dan Richtschütze PaK-Zug Stabskompanie/Panzergrenadier-Regiment 104, sementara pengumumannya sendiri telah dia terima dari tanggal 29 Juli 1942. Medali prestisius ini disematkan langsung ke leher Halm oleh Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") langsung (dan juga kenaikan pangkat verbal menjadi Gefreiter), yang ditemani oleh Marsekal Italia Ugo Cavallero, General der Panzertruppe Walther Nehring (Kommandierender General Deutsche Afrika Korps), Generalleutnant Wilhelm Ritter von Thoma (sampai tanggal 1 Juli 1942 menjabat sebagai General der schnellen Truppen im OKH), dan Oberst i.G. Siegfried Westphal (Ia Panzergruppe-Afrika)


Gefreiter Günter Halm dan tanda tangannya


Lukisan yang memperlihatkan aksi dari Gefreiter Günter Halm yang kemudian membuatnya dianugerahi Ritterkreuz


Gefreiter Günter Halm menerima Ritterkreuz langsugn dari tangan Erwin Rommel si "Serigala Masakan Padang eh Padang Pasir"


Kebayang kan bagaimana perasaan sang Gefreiter dalam acara ini? Bangga yang membuncah-buncah!


Foto dari Gefreiter Günter Halm ini diambil di Afrika Utara dalam sebuah upacara penghargaan dimana Halm menerima medali bergengsi Ritterkreuz langsung dari tangan "Serigala Padang Pasir" Erwin Rommel. Setelah perang, Halm mengenang bahwa saat itu dia merasa terganggu sekaligus malu karena seekor lalat nakal terus menerus terbang di sekitar wajahnya, pada saat Rommel sedang mengajaknya berbincang! Uniknya, di upacara ini Halm juga menerima tambahan medali Eiserne Kreuz kelas pertama yang masih baru dari pabrik dan disematkan di dada kirinya. Halm yang saat itu berusia 19 tahun merupakan peraih Ritterkreuz termuda nomor dua di seluruh Wehrmacht!


Banyak yang terkecoh dan mengira bahwa foto ini adalah Günter Halm, padahal Herr Halm sendiri mengatakan bahwa foto ini bukanlah dirinya! Pendapat saya pribadi, setelah penelusuran yang seksama terhadap anggota Korps Afrika Rommel, maka saya berkeyakinan bahwa orang di atas adalah Leutnant Hellmut von Leipzig. Kalau nggak percaya, liat saja foto Leipzig disini


Günter Halm sebagai Leutnant. Masih terlihat wajahnya yang imut-imut!


Oleh : Alif Rafik Khan

Günter Halm dilahirkan tanggal 27 Agustus 1922 di sebuah desa kecil bernama Elze, sebagai anak dari Reichsbahnobersekretärs (sekretaris kepala jawatan kereta api nasional). Ketika Perang Dunia II pecah di tahun 1939, Halm sedang magang (maschineschloßer) di sebuah bengkel kendaraan bermotor, yang berhasil dia selesaikan di musim gugur tahun 1941. Di luar profesinya tersebut, minat dia yang sangat besar untuk mengutak-atik mesin motor/mobil berkembang setelah bergabung dengan Klub Bermotor Hitlerjugend 1/79 sebagai leader senior.

Bulan Oktober 1941, Halm mendaftarkan diri secara sukarela di unit bermotor Angkatan Darat (Heer) yang termasuk ke dalam sebuah Panzerjäger Ersatzabteilung (seksi cadangan anti-tank). Tak lama setelah menyelesaikan latihan dasar di akhir bulan April 1942, Halm dikirim ke Afrika sebagai bagian dari Deutsche Afrikakorps (DAK), Pak-Zug (peleton anti-tank), Stabskompanie (staff kompi), Panzergrenadier-Regiment 104, di bawah pimpinan Leutnant Skubovius. Peleton itu sendiri diperlengkapi dengan dua buah senjata anti-tank 7,62cm dengan berat 1400 kilogram yang merupakan hasil rampasan dari pihak Rusia. Halm adalah cannonier senjata pertama yang dikomandani oleh Unteroffizier Jabeck. Biasanya, situasi sulit dapat diatasi apabila sang cannonier dapat membidik targetnya (yang ditunjukkan oleh kepala kru senjata atau komandan peleton). Jauh dari kesan sebagai seorang pemberani atau tukang perang, sebenarnyalah Günter Halm adalah seorang yang pemalu dan senang berasyik-masyuk dengan kesendiriannya. Tapi itu tak menghalanginya dari bakat besarnya sebagai tukang merontokkan tank musuh, karena tanggal 15 Juli 1942 Halm sudah dianugerahi Eiserne Kreuz II klasse setelah memberantakkan 2 buah tank Inggris (yang merupakan korban pertamanya) dalam Pertempuran Bir Hacheim.

Daerah operasi Afrika Utara terutama aktif dalam masa-masa ini. Generalfeldmarschall Erwin Rommel yang merupakan Oberbefehlshaber Panzerarmee Afrika sedang berada di puncak kesuksesannya, dimana dia kini telah nongkrong di tapal batas Alexandria setelah didudukinya Tobruk tanggal 21 Juni 1942 dan mencapai wilayah El-Alamein. Rommel berusaha untuk maju lebih jauh lagi ke wilayah Mesir. Tapi Inggris tidak membiarkan Rommel untuk berbuat sekenanya, karena Jenderal Sir Claude Auchinlek yang merupakan panglima 8th Army Inggris segera melancarkan serangan balasan kuat yang didukung oleh gabungan pasukan Inggris, Australia, Afrika Selatan dan India. Tujuan utama dari serangan ini adalah front tengah El-Alamein yang dijaga oleh pasukan Jerman dan Italia yang sudah kepayahan karena pertempuran yang tak henti-hentinya. Ini membuat posisi Rommel dalam bahaya besar. Dan memang, terbukti bahwa dalam fase awal pasukan Sekutu berhasil masuk jauh ke dalam posisi Italia. Untuk lebih memperkuat ‘tusukannya’, jenderal Auchinlek menambahkan Brigade Tank ke-23 yang baru datang dari Inggris ke front pertempuran, bersama dengan Brigade India ke-161. Perintahnya adalah untuk menggulung habis Divisi Panzer Jerman ke-21 di bawah pimpinan Generalmajor Georg von Bismarck. Dalam serangan ini, Inggris mengerahkan lebih dari 100 buah tank Mark II, IV dan Valentine. Mungkin Auchinlek akan berkata kepada Rommel “Bersiap-siaplah Rommel! Ora gelem wadon bae ble’e-ble’e!”

Inilah masa dimana seorang prajurit muda berusia 19 tahun bernama Günter Halm memperlihatkan yang terbaik dari dirinya. Selama menderasnya serangan 22nd Armored Brigade Sekutu yang tak henti-henti di perbukitan Ruweisat, Grenadier Halm berhasil menghancurkan 7 buah tank Inggris dengan senjatanya, sementara secara keseluruhan, kompinya yang dipimpin Skubovius meluluhlantakkan 9 tank dan membuat 6 lainnya tidak berfungsi hanya dalam 6 menit! Bahkan setelah dua orang kameradnya terluka parah dihantam serangan yang bergelombang, Halm tetap terus berjuang tanpa kenal lelah dan takut, menghajar setiap tank musuh yang nyelonong masuk ke wilayah ‘kekuasaannya’. Di tanggal 22 Juli 1942, sebanyak 146 tank Sekutu tergeletak hancur. Tanggal 27 Juli, tidak kurang dari 1.400 tawanan berhasil dibungkus Jerman. Ketika Rommel melancarkan serangan balasan ke pihak Inggris, tambahan 1.000 orang tawanan Sekutu masuk kantong dan 60 tank Inggris kembali hancur lebur. Setiap tank yang luput dari penghancuran oleh Panzerjäger (Pemburu Tank), maka akan dihancurkan oleh segerombolan Panzer IV Jerman dari Divisi Panzer ke-21, dan Stuka yang menukik dari udara. Ngeri!

Begitu terkesannya Oberst Herbert Ewert (komandan Panzergrenadier-Regiment 104 tempat) atas apa yang telah dilakukan ABG pendiam ini, sehingga pada tanggal 23 Juli 1942 dia menganugerahkan Eiserne Kreuz I klasse kepada Grenadier Günter Halm. Masih belum cukup? Tanggal 7 Agustus 1942, Halm menerima tambahan medali bergengsi Ritterkreuz yang dikalungkan ke lehernya langsung oleh si “Serigala Padang Pasir” sendiri, Erwin Rommel, yang dihadiri oleh para pemimpin pasukan Axis di Afrika kelas kakap : Marsekal Italia Ugo Cavallero, General der Panzertruppe Walther Nehring, komandan lapangan DAK General der Panzertruppe Wilhelm Ritter von Thoma, dan kepala staff Rommel Oberst i.G. Siegfried Westphal (kelak menjadi General der Kavallerie)! Bersama ini, naik pula pangkat Halm menjadi Gefreiter. Jangan pula lupakan, dia juga adalah pemegang rekor penerima Ritterkreuz termuda sampai saat itu!

Apa lagi yang harus saya komentari? Yang jelas, I LIKE HIM A LOT! Dia adalah seorang prajurit artileri yang bertempur bagaikan singa melebihi dari tugas yang menjadi tanggungjawabnya, dengan tanpa kenal takut menghadapi musuh yang jauh berlipat dengan kekuatan yang mengerikan. Dan cukuplah sebagai bukti dalam pertempuran yang amit-amit serunya itu, Halm berhasil keluar darinya dengan kepala tegak, tanpa tersentuh satu luka pun! Sangat jarang orang dari artileri menerima Ritterkreuz, tidak seperti unit lainnya yang ‘”langganan” masuk Wehrmachtbericht seperti Panzerwaffen atau pilot Luftwaffe. Apalagi, usianya yang begitu belia menjadi nilai tambah yang tak terbantahkan akan betapa spesial pake telornya orang satu ini!

BTW, skor akhir Günter Halm sendiri adalah 9 tank, dan untuk ini dia berhak menyandang status jagoan...

Promosi :
1 Juli 1942 Gefreiter
1 November 1942 Unteroffizier
1 Juli 1943 Fahnenjunker
1 Oktober 1943 Feldwebel
1 November 1943 Oberfähnrich
1 Maret 1944 Leutnant

Karir Militer :
4 Agustus 1941 Panzerjäger-Abteilung Braunschweig
28 Desember 1942 Dak, cannonier, Panzergrenadier-Regiment 104, Divisi Panzer ke-21
Sampai dengan Maret 1943 dirawat di rumah sakit Athena dan Wina setelah terluka parah di Afrika
Agustus 1943 Fallschirmjäger-Lehrgang Wischau- Böhmen-Mähren
Desember 1943-Maret 1944 Oberfähnrichs-Lehrgang Berlin
Maret 1944 Prancis, front invasi : Ord.Offz, I./Pz.Gren.Rgt.192., 21.Pz.Div
24 Agustus 1944 menjadi tawanan perang di Inggris dan Amerika Serikat
Maret 1946 dikeluarkan dari tahanan dan kembali pulang ke kampung halaman


Sumber :
www.warandgame.blogspot.com
www.snyderstreasures.com
www.stengerhistorica.com
www.afrikakorps.org

No comments:

Post a Comment