Wednesday, January 13, 2010

Obergefreiter Eduard Hug (1921- ), Menghabisi Puluhan Musuhnya Sendirian Dengan Bermodalkan MG 42!

Obergefreiter Eduard Hug tak lama setelah menerima Ritterkreuz. Karena apa yang diperbuatnya adalah sesuatu yang luar biasa, maka penghargaan yang diterima pun 'loncat' dari Eiserne Kreuz 1 klasse (pangkat tertingginya saat itu) langsung ke Ritterkreuz, tanpa menerima Deutsches Kreuz in Gold terlebih dahulu!


Inilah tampang kalem dari orang yang membantai puluhan tentara Soviet dalam beberapa jam saja hanya dengan bermodalkan senapan mesin MG 42!


Oleh : Alif Rafik Khan


Obergefreiter Eduard Hug dilahirkan tanggal 23 September 1921 dan memulai karir militernya bulan Februari 1941 setelah sebelumnya berkecimpung di organisasi RAD. Dia bergabung dengan Jäger Regiment 75 dan ditempatkan di 1 Kompanie. Jäger Regiment tempat Eduard bergabung merupakan bagian dari Divisi Infanterie ke-1.


Dalam pertempuran berat di sekitar wilayah Vyasma dimana banyak rekan seperjuangan Eduard jatuh berguguran, dia dianugerahi Infantry Assault Badge atas jasa-jasanya. Karena dianggap begitu banyak kehilangan anggotanya, maka Divisi Infanteri ke-1 ditarik dari front dan dikirim ke Prancis untuk pemulihan dan penambahan anggota baru bulan Desember 1941. Setelah pultenk (emangnya motor!) kembali, divisi ini dinamai ulang menjadi Divisi Jäger (Infanteri Ringan) ke-5 bulan Februari 1942.


Mereka diterjunkan lagi ke Front Timur dan dimasukkan menjadi bagian dari Heeres gruppe Nord. Selama bulan Maret dan April Divisi Jäger Eduard ikut ambil bagian dalam usaha pembebasan unit-unit Jerman yang terkepung Rusia di kantong Demjansk. Disini Eduard mendapat kenaikan pangkat menjadi Obergefreiter. Dalam gerakan mundur ke arah barat laut sungai Bug, peran Eduard begitu menonjol sehingga dia langsung mendapat ‘berondongan’ penghargaan, Eiserne Kreuz kelas pertama dan kedua hanya dalam waktu dua hari! Eiserne Kreuz 2 klasse didapat tanggal 2 Agustus, sementara Eiserne Kreuz 1 klasse 4 Agustus.


Tanggal 2 September Divisi Jäger ke-1 terlibat pertempuran defensif melawan pergerakan maju pasukan Rusia. Lokasi tempat Eduard dan rekan-rekannya bertahan mendapat gempuran musuh begitu beratnya sehingga banyak temannya yang tewas, termasuk kru senapan mesin yang seharusnya melindungi posisi pasukan secara keseluruhan. Tanpa pikir panjang Eduard yang mencium bahaya besar bila posisi tersebut kosong segera lari menuju tempat tersebut sambil memanggul MG 42 di bahunya.


Sementara berlari, dia melihat tidak kurang dari 70 pasukan musuh (Rusia) yang juga berlari menyerbu ke arahnya. Dia sadar dia tak akan keburu sampai. Maka Eduard berhenti di tanah datar, sadar bahwa dirinya begitu terekspos oleh tembakan musuh karena tak ada parit atau bunker yang melindunginya. Tapi manusia ini tidak peduli. Senapan mesin yang begitu berat langsung diarahkan ke posisi musuh yang menghambur, dan berondongan peluru yang begitu dahsyatnya langsung murudul. Ingat sodara-sodara! Eduard Hug tidak sedang bersembunyi di kolong parit, celah bunker ataupun sekedar berbaring, tapi dia BERDIRI dengan satu tangan memegang senapan dan satunya menguntai amunisi! Kita biasa melihat film Hollywood setara Rambo dan Commando dan sering melihat adegan seperti ini, dan kita tahu itu BULLSHIT, tapi ini benar-benar terjadi, dan si “Rambo” disini bernama Eduard Hug!


Tentu saja pasukan Rusia yang menuju ke arahnya tidak akan menyangka bahwa ada manusia “gila” yang nekat menghadapi mereka dengan gaya sedemikian mengejutkannya, dan sebelum mereka sempat berpikir, nyawa mereka keburu melayang terbabat tembakan MG 42 yang disemburkan Eduard. Didorong oleh naluri menyelamatkan diri, mereka segera berbalik mundur!


Melihat musuh berbalik, Eduard meneruskan larinya dan langsung menerjunkan diri ke lubang tempat posisi senapan mesin yang kosong. Ternyata tentara infanteri Soviet hanya mundur untuk sementara sambil memanggil pasukan yang lebih besar, dan mereka menyerbu kembali! Kini Eduard telah siap sedia. Dia hanya sendirian saja tanpa ada teman di sampingnya, tapi sedikitpun dia tak gentar. Enam kali pasukan Rusia menyerbu, dan enam kali pula mereka lari tunggang langgang dilanda “badai” peluru dari senapan mesin Eduard. Rusia masih belum menyerah, dan melancarkan serangan habis-habisan yang ketujuh. Kini mereka membawa pula tim senapan mesin yang menghujani posisi Eduard tanpa ampun, membuat Eduard sedikit-sedikit bersembunyi sambil tetap menembakkan MG 42-nya yang telah mengepul dan panas karena diekspos terus-terusan. Karena keadaan seperti ini membuat pasukan Rusia makin dekat dan mendekat lagi, sehingga tinggal berjarak 30 atau 40 meter dari posisi senapan mesin Eduard. Akhirnya sabuk amunisi yang melintang di badannya habis.


Apakah sekarang manusia ini lalu angkat tangannya dan menyerah sambil berseru membujuk : “kamerad?” Tidak bung! Dia ambil granat tangan yang menggantung baik di dirinya maupun di mayat kru senapan mesin yang teronggok di sampingnya, dengan tenang dilemparkannya ke setiap musuh yang mendekat. Terbayang kini di benak kita yang naif bahwa ledakan demi ledakan berdentum tiap kali ada tentara Rusia yang menongolkan batang zakarnya (wtf)!


Sedikit dirasa aman, Eduard ambil itu sabuk senapan mesin bekas temannya yang telah tewas, dan kembali membabat habis musuh. Ampuun dah! Sudah cukup penderitaan pasukan Rusia di tangan seorang Eduard Hug, dan mereka pun memutuskan untuk lari ke belakang, tidak berani lagi maju ke depan atau setidaknya berdiam disitu.


Akhirnya datang pasukan bantuan Jerman untuk melepaskan posisi Eduard yang sudah dalam kondisi lelah fisik dan mental, jangan pula ditanya luka yang dideritanya! Berkat jasanya, front depan divisinya tetap stabil dan pasukan Rusia tidak berhasil mengambil keuntungan untuk masuk kesana dan membelah pasukan Jerman menjadi dua. Para komandannya melihat dengan penuh kekaguman pada Eduard yang ditandu keluar dari medan pertempuran, sementara di sekelilingnya 70 sampai 80 mayat pasukan Rusia bergelimpangan di sekitar posisi pertahanan Eduard dalam formasi melingkar!


Tentu saja perbuatan seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, dan Eduard pun segera direkomendasikan untuk menerima Ritterkreuz oleh komandan divisinya. Permintaan ini baru dikabulkan setahun kemudian, dan Obergefreiter Eduard Hug pun dianugerahi medali bergengsi tersebut tanggal 2 September 1944. jadi bisa dibilang perwira rendahan (NCO) ini mendapat medali Eiserne Kreuz 2 klasse, Eiserne Kreuz 1 klasse, dan Ritterkreuz hanya dalam jangka waktu satu bulan!



Sumber :

www.rommel-lebt.com

www.panzerace.net



No comments:

Post a Comment