Monday, May 10, 2010

Korvettenkapitän Peter-Erich 'Ali' Cremer (1911-1992), Satu-Satunya Kapten U-Boat Yang Berhasil Menghancurkan Tank Musuh Dengan Tangan Sendiri!

U-333 yang dikomandani Peter-Erich 'Ali' Cremer sedang keluar dari pen-nya di La Pallice tanggal 1 September 1942 untuk melakukan feindfahrt (buat arti dari kata ini, baca lengkap dulu artikel di bawah!)


Profil lukisan Peter-Erich 'Ali' Cremer, disandingkan dengan dua orang Generalfeldmarschall dari Luftwaffe : Hugo Sperrle dan Albert Kesselring



'Ali Baba' eh 'Ali' Cremer berfoto bersama dengan seorang perwira rendah Luftwaffe. Foto ini dan foto di bawah berasal dari periode yang sama


'Ali' Cremer ketika bertugas sebagai komandan dari unit penghancur tank Kriegsmarine. Achtung! perwira yang di sebelahnya bukanlah berasal dari Heer (Angkatan Darat) melainkan dari Kriegsmarine juga. Jangan pernah terkecoh oleh seragamnya yang sama dengan Heer padahal ini adalah model KM 1936. Biasanya setelan begini dikenakan oleh prajurit Kriegsmarine yang bertugas di darat seperti anggota artileri, penjaga pangkalan U-boat dan sebagainya. Nampaknya dia adalah veteran U-boat juga sama seperti Cremer, perhatikan saja U-boat War Badge yang nempel di saku seragamnya. Cremer sendiri mengenakan baju kamuflase Luftwaffe


Oleh : Alif Rafik Khan

Calon kapten U-boat Nazi Jerman ini dilahirkan ke dunia pada tanggal 25 Maret 1911 di Metz.

Peter-Erich Cremer memulai karir angkatan lautnya dari bulan Agustus 1932 setelah sebelumnya mempelajari ilmu hukum selama 6 semester. Masa pelatihannya begitu singkat dibandingkan biasanya yang bisa memakan waktu empat bulan dikarenakan suatu tragedi. Pada bulan Juni tahun tersebut, sebuah kapal layar Jerman yang khusus dipakai berlatih bernama Niobe tenggelam setelah terbalik, dan membunuh sebagian besar kadet Reichsmarine (27 orang) lulusan Kru 1932. Akibatnya secara mendadak tentu dibutuhkan pula orang untuk menggantikan kehilangan ini.

Kemudian Kremer meneruskan pelatihan lanjutan di laut selama satu tahun bersama dengan kapal penjelajah ringan Köln. Setelah menghabiskan waktu selama beberapa bulan di kapal penjelajah lapis baja Deutschland, Leutnant Cremer lalu mengabdi selama tiga tahun di unit artileri Angkatan Laut. Kemudian dia menjadi Perwira Pengawas kedua di kapal perusak Z-6 Theodor Riedel. Pada bulan Agustus 1940 barulah dia ditransfer ke pasukan U-boat yang akan melambungkan namanya.

Pada bulan Januari 1941 Kapitänleutnant Cremer ditugaskan di U-152, sebuah u-boat pantai kecil tipe IID yang hanya mempunyai peran sebagai kapal 'sekolah'. Beberapa bulan kemudian (25 Agustus 1941) dia mengambil alih komando kapal yang lebih besar ukurannya bernama U-333. Lambang kapal tersebut, 3 buah ikan kecil, dipilih untuk menyesuaikan dengan nomor kapalnya sendiri. Ada beberapa alasan lain kenapa lambang tersebut yang dipilih. Salah satu quote yang paling sering diucapkan oleh Cremer adalah "Alles kleine fische" (semuanya hanya ikan kecil saja) yang merupakan kata kiasan dari "tak penting itu, Bah!" Alasan lainnya adalah bahwa pada saat itu 'Ali' sedang senang-senangnya mendengarkan lagu Amerika bila sedang berada di samudera, dan salah satu lagu favoritnya berbunyi :

Down in the meadow in an itty-bitty pool swam three little fishes and their momma fishey too

Dan kemudian reff-nya berbunyi :
Boop, boop, didum, dadum waddum choo, Boop, boop, didum, dadum Wadum choo, Swim, said the momma fishey, Swim if you can, And they swam and they swam right over the dam

'Ali' Cremer adalah salah seorang dari komandan U-boat yang menjalani patroli pertamanya tanpa mengalami pertempuran laut. Meskipun begitu, dalam patroli ini sebenarnya dia telah menenggelamkan tiga buah kapal - yang sayangnya juga ikutan mengirim ke dasar laut sebuah kapal penembus blokade Jerman bernama Spreewald! Ceritanya, dalam perjalanan pulang ke pangkalan (U-Bootflottille ke-3 di La Rochelle), dia memergoki sesuatu yang sepertinya sebuah kapal uap, dan dia memutuskan untuk menyerang. Ternyatalah itu adalah Spreewald. Panglima pasukan U-boat Karl Dönitz yang terkenal tegas langsung meneliti insiden tersebut dan menemukan bahwa Cremer tidak bersalah dalam hal ini. Selama patroli perang (feindfahrt) Cremer selanjutnya di perairan Amerika dia bisa dibilang telah berhasil dengan baik, dengan menenggelamkan empat buah kapal, sekaligus mampu membawa pulang ke pangkalan kapalnya sendiri yang telah rusak berat setelah ditabrak kapal Sekutu! Ceritanya, ketika berusaha menenggelamkan kapal tanker Inggris Prestige, tanker tersebut malah menabrak U-333 sehingga menimbulkan kerusakan serius. Tak lama datang kapal perusak pengawal ke lokasi untuk 'berak' memuntahkan sejumlah depth charges, yang tentu saja makin menambah nyuksruknya u-boat Cremer. Meskipun begitu, dia tetap dapat pulang ke pangkalannya dengan empat bendera tonase bertengger di kapalnya!

Dalam patrolinya yang ketiga tersebut, Cremer terluka parah akibat tembakan senjata dari kapal korvet Inggris HMS Crocus. Dia juga kehilangan tujuh orang awak kapal, dan hanya karena pertolongan kru cadangan dari kapal suplai U-459 lah yang bisa membuat U-333 yang hampir-hampir tenggelam bisa kembali ke markas dengan selamat! Setelah patroli ini, Cremer mendapat julukan 'Ali Wrack' (Ali si Rongsokan) yang sebenarnya lebih sebagai penghargaan atas prestasinya tersebut. Bagaimana dengan para kru-nya sendiri? Cukuplah ucapan ini menjadi bukti betapa mereka mencintai kaptennya : "Satu kapal dengan Ali sama saja dengan menjalani asuransi jiwa terbaik!". Cremer kemudian menghabiskan waktu selama tiga bulan di rumah sakit untuk memulihkan luka-luka yang dideritanya.

Dari bulan Februari sampai dengan Mei 1943 dia bertugas sebagai staff dari Dönitz. Tapi bulan Mei yang kelabu bagi pasukan U-boat Nazi (dimana mereka banyak kehilangan kader terbaiknya yang berpengalaman) membuat Dönitz mengirimkan beberapa komandan terbaiknya untuk kembali bertugas di lautan, termasuk juga Cremer. Cremer lagi-lagi menukangi U-333 yang kini telah diservis. Dalam patroli pertamanya setelah terluka ini, kembali Cremer harus balik ke pangkalan dengan membawa kapal yang rusak berat akibat terkena serangan bom kedalaman (depth charges) Sekutu bulan April 1944! Pada bulan Juli-nya dia ditransfer keluar dari kapal tersebut (U-333 sendiri kemudian secara tragis tenggelam hanya dalam patroli pertamanya setelah ditinggal Cremer, bersama dengan kapten kapalnya yang baru!).

Cremer sendiri kini ditugasi menukangi kapal selam elektris U-2519 tipe XXI, dan tercatat dalam primbon bersama dengan sejumlah kapten U-boat veteran lainnya (seperti Adalbert Schnee, Otto von Bülow, Carl Emmermann, Hans-Ludwig Witt dan Erich Topp) yang mengambil komando kapal elektris keluaran terbaru dalam usaha Nazi untuk mengubah situasi dalam Pertempuran Atlantik yang dirasa tidak menguntungkan.

Korvettenkapitän Cremer lalu meninggalkan U-2519 di bulan Februari 1945. Kini dia bertugas di darat dan menjadi komandan dari Marine-Panzervernichtungsbataillon (Batalion Penghancur Tank Angkatan Laut) yang bertempur mati-matian melawan usaha tank-tank Inggris yang ingin menduduki kota pelabuhan Hamburg.

Lalu terjadilah sebuah peristiwa menarik. Oom bawakan disini cuplikan dari pengumuman harian Wehrmachtsbericht tertanggal 25 April 1945 yang berbunyi :

"Ein von Korvettenkapitän Cremer geführter Panzervernichtungstrupp der Kriegsmarine, zusammengestellt aus Freiwilligen eines Unterseeboot-Stützpunktes, vernichtete innnerhalb weniger Tage 24 Panzer."

(Sebuah unit penghancur tank milik Angkatan Laut di bawah pimpinanKorvettenkapitän Cremer, yang anggotanya termasuk pula para sukarelawan dari pangkalan u-boat, telah berhasil menghancurkan 24 buah tank musuh dalam beberapa hari kemarin.)

Selama beberapa hari menjelang perang berakhir, Cremer menjadi komandan dari unit pengawal Dönitz, dan karenanya terlibat dalam sebuah insiden tragis dimana terjadi kesalahpahaman fatal yang mengakibatkan tertembaknya jagoan U-boat Kapitän zur See Wolfgang Lüth sampai mati oleh penjaga Jerman. Setelah penyerahan Nazi ke tangan Sekutu dia menghabiskan waktu selama satu bulan dalam tawanan Inggris, dan kemudian menjalani hari-harinya sebagai seorang manajer sukses dalam beberapa perusahaan.

Cremer menceritakan kembali kisah hidupnya dalam sebuah otobiografi berjudul "U-Boat Commander: a periscope view of the Battle of the Atlantic."

'Ali' Cremer adalah seorang lelaki yang menyenangkan. Di tahun-tahun terakhir dari kehidupannya dia mengidap kanker prostat. Tapi bila ditanya tentang kondisinya, selalu saja jawabannya adalah : "Kanker ini tidak akan pernah bisa mengalahkanku". Sebuah kata-kata yang memperlihatkan sikap pantang menyerah yang menghiasi kisah hidup Cremer. Tapi kali ini sang kanker lebih mampu untuk berkuasa, dan Peter-Erich Cremer akhirnya menyerah pada takdir dan menutup usia tanggal 5 Juli 1992 di usia 81 tahun.

Prestasi :
6 kapal ditenggelamkan dengan total tonase 26.873 GRT
1 kapal dirusakkan dengan total tonase 8.327 GRT
1 kapal perang dirusakkan dengan total tonase 925 ton

Pangkat :
15 Agustus 1932 - Offiziersanwärter
1 Januari 1934 - Fähnrich zur See
1 September 1935 - Oberfähnrich zur See
1 Januari 1936 - Leutnant zur See
1 Oktober 1937 - Oberleutnant zur See
1 Februaru 1940 - Kapitänleutnant
11 Juli 1944 - Korvettenkapitän

Penghargaan :
11 Februari 1940 - Iron Cross 2nd Class
19 Oktober 1940 - Destroyer War Badge
10 Februari 1942 - Iron Cross 1st Class
26 Mei 1942 - U-boat War Badge 1939
5 Juni 1942 - Knight's Cross
11 November 1942 - Wounded Badge in Silver
27 September 1944 - U-boat Front Clasp

Komando U-boat :
U-152 : 29 Januari 1941 s/d 21 Juli 1941 - tanpa patroli perang
U-333 : 25 Agustus 1941 s/d 6 Oktober 1942 - 4 patroli (170 hari)
U-333 : 18 Mei 1943 s/d 19 Juli 1944 - 5 patroli (211 hari)
U-2519 : 15 November 1944 s/d Februari 1945 - tanpa patroli perang


Sumber :
www.cww2.net
www.en.wikipedia.org
www.forum.axishistory.com
www.sharkhunters.com
www.uboat.net
www.ww2talk.com


1 comment:

  1. Pernah lihat di chanel youtube kang anak dr beliau skg tgl di Jakarta

    ReplyDelete