Tuesday, September 6, 2011

Foto Komandan Panzer dan Panzernya

PANZER III
 Generalmajor der Reserve Dr. med. dent. Franz Bäke (28 Februari 1898 - 12 Desember 1978) adalah mantan Kommandeur II.Abteilung / Panzer-Regiment 11 / 6.Panzer-Division yang sangat menonjol keberaniannya di medan perang. Dia menempati berbagai posisi di Panzer-regiment 11 sebelum diangkat sebagai komandannya (Juli 1943 s/d Juli 1944). Di musim dingin 1943-1944 dia memimpin "schwere Panzer-regiment Bäke" yang Panther dan Tiger-nya mencapai hasil yang mencengangkan dalam menghancurkan kekuatan Rusia; dan pada tahun 1945 dia diangkat sebagai komandan 13. Panzer-Division. Dalam foto di atas, Major Bäke nongkrong di atas kubah Panzerbefehlswagen III sambil mengenakan seragam hitam Panzertruppen dengan garis luar pink. Di lehernya tergantung Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #262 yang didapatkannya tanggal 1 Agustus 1943 (nantinya dia juga akan mendapatkan Schwerter #49 tanggal 21 Februari 1944). Di dada kiri tercantol 1939 Eiserne Kreuz I.Klasse, Verwundetenabzeichen in Gold (menunjukkan sedikitnya telah terluka lima kali dalam pertempuran!), dan Panzerkampfabzeichen. Di kerah lebarnya tersampir pita Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (lebih dikenal sebagai Ostmedaille). Tapi yang paling "mencolok mata" dari semuanya adalah tiga buah strip Panzervernichtungsabzeichen di lengan kanan, hasil dari tiga buah tank Soviet yang dihancurkannya secara pribadi menggunakan senjata genggam-tangan dalam Pertempuran Kursk!


Oberst Hermann Balck (Kommandeur Panzer-Regiment 3 / 2.Panzer-Division) di atas Panzerbefehlswagen III Ausf.E atau F di dekat Pandelejmon (Yunani) tanggal 16 April 1941 selama berlangsungnya Unternehmen Marita. Tank komando ini dilengkapi dengan senjata utama meriam 37mm KwK 36 L/45 dan senapan mesin MG-34 ganda dalam satu dudukan. Untuk mengantisipasi ranjau darat yang dipasang oleh musuh atau kerusakan di tengah jalan, dibawa pula rantai roda cadangan di kubahnya. Di belakang mengikuti Panzerkampfwagen III lainnya, sementara yang ikut nebeng di tank Balck adalah tawanan perang Selandia Baru. Dia akan dibawa ke garis belakang untuk diinterogasi


Oberstleutnant Fritz Fechner (16 Desember 1913 - 6 April 1990), Kommandeur III.Abteilung / Panzer-Regiment 23 / 23.Panzer-Division, mulai bertugas di ketentaraan tanggal 1 Oktober 1934. Dalam Perang Dunia II dia bertempur mulai dari Polandia (1939), Prancis (1940), sampai dengan Front Timur (1945). Dia tercatat sebagai komandan terakhir Schießschule der Panzertruppen di Putlos (Juli 1944 - Mei 1945). Seusai perang Fechner bergabung dengan Bundeswehr (1956 - 31 Maret 1972) dan pensiun dengan pangkat Oberst. Medali-medali yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse (2 Oktober 1939) dan I.Klasse (21 Juni 1940); Panzerkampfabzeichen in Silber; Panzervernichtungsabzeichen in Silber; Deutsches Kreuz in Gold (5 November 1942); serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (6 Oktober 1943)


 SS-Untersturmführer Horst Gresiak (Zugführer di 2.Kompanie / I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 2 "Das Reich") di atas kupola Panzerkampfwagen III selama berlangsungnya latihan di Fallingbostel - kemungkinan akhir musim panas 1942. Dia nantinya akan mendapatkan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes saat berlangsungnya Pertempuran Bulge sebagai SS-Obersturmführer dan Chef 7.Kompanie / III.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 2 "Das Reich". Gresiak berhasil melewati Perang Dunia II dengan selamat dan meninggal pada tahun 1995


Oberst der Reserve Hyazinth Graf Strachwitz von Groß-Zauche (Kommandeur Panzer-Regiment "Großdeutschland" / Panzergrenadier-Division "Großdeutschland") sedang berada di atas turet kendaraan komandonya, yang merupakan sebuah tank medium dari jenis Panzerbefehlswagen III Ausf.K "01". Foto ini diambil pada bulan Maret 1943 sewaktu berkobarnya Pertempuran Ketiga Kharkov. Panzerbefehlswagen III Ausf.K sendiri adalah varian komando dari Panzerkampfwagen III Ausf.J, dengan senjata utamanya adalah sebuah meriam KwK 39 L/60 kaliber 50mm (99 peluru). Tercatat ada 50 tank dari model K yang diproduksi oleh pabrikan Jerman, dengan Fahrgestell Nummer (nomor kendaraan) dari 70201 s/d 70250


 SS-Sturmbannführer Christian Tychsen (Kommandeur II.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 2 / SS-Panzergrenadier-Division "Das Reich") di atas tank komandonya yang dipakainya dalam Pertempuran Ketiga Kharkov (19 Februari 1943 - 15 Maret 1943). Tanknya sendiri dari jenis Panzerkampfwagen III Ausf.L "B11". Berdasarkan Gliederung (Order of Battle/Susunan Tempur) "Das Reich" tertanggal 1 Juli 1943, tercatat terdapat 10 Panzerbefehlswagen yang dimiliki unit tersebut: 1 buah  Panzerbefehlswagen I (Sd.Kfz. 265, nomor sasis 15036), 1 buah Panzerbefehlswagen III (Sd.Kfz. 267, nomor sasis 68790), dan 8 buah Panzerbefehlswagen III 5 cm Kwk/L42 (nomor sasis 70159, 73751, 73760, 73744, 73722, 73714, 73794, 73679)

--------------------------------------------------------------------------

PANZER IV

 Komandan sekaligus jagoan panzer Wachtmeister Siegfried Freyer (Zugführer di 4.Kompanie / I.Abteilung / Panzer-Regiment 24 / 24.Panzer-Division) berfoto bersama dengan keempat orang awaknya dan tunggangan mereka: Panzerkampfwagen IV Ausf.F2 (turmnummer "434"), musim panas tahun 1942. Sebelah kiri Freyer adalah Richtschütze Unteroffizier Alfons Fischer (kelahiran 24 Desember 1915 di Reichenberg), sementara di sebelah kanannya adalah Ladeschütze Gefreiter Arnold Groll (kelahiran 13 Juni 1921 di Oberhausen); Sebelah kiri meriam KwK 40 L/43 adalah Funker Gefreiter Heinrich Müller (kelahiran 24 Mei 1921 di Kätalingen; terbunuh bulan Januari 1943 dalam Pertempuran Stalingrad), sementara di sebelah kanannya adalah Fahrer Unteroffizier Wilhelm Schmidt (kelahiran 13 Juni 1915 di Riedermähren; terbunuh bulan Januari 1943 dalam Pertempuran Stalingrad). Dalam pertempuran sengit melawan Tentara Merah di Voronezh pada tanggal 7 Juli 1942, Freyer dan awaknya menghancurkan delapan tank T-34 dan tiga T-60 Soviet hanya dalam setengah jam pertempuran! Tindakannya menghindarkan resimennya dari kepungan brigade lapis baja musuh yang berkekuatan 30 tank. Tentu saja tindakan heroik seperti ini pantas diganjar dengan combro. Pada tanggal 19 Juli 1942 divisi Freyer mengirimkan permohonan penganugerahan Ritterkreuz untuk salah seorang komandan panzernya yang gagah berani tersebut. Permohonannya kemudian diterima oleh OKW (Oberkommando der Wehrmacht), dan Freyer secara resmi mendapatkan Ritterkreuz pada tanggal 23 Juli 1942, dengan Vorläufiges Besitzzeugnis (Dokumen/Sertifikat Pendahulu) diterima oleh 2. Armee sehari kemudian (24 Juli)



Oberstleutnant Herbert Gomille (15 Oktober 1913 - 18 Mei 2009) adalah seorang jagoan panzer yang, bersama dengan Hauptmann Joachim Barth (Chef 1.Kompanie / Panzerjäger-Abteilung 13), berhasil menghancurkan 33 buah tank Soviet dalam pertempuran sengit di bulan September 1942 yang berlangsung selama tiga hari! Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 25 Oktober 1942 sebagai Hauptmann dan  Kommandeur II.Abteilung / Panzer-Regiment 4 / 13.Panzer-Division / III.Panzerkorps / 1.Panzerarmee / Heeresgruppe A. Pada tanggal 5 Mei 1943 dia berada di Panzertruppenschule Wünsdorf, tapi hanya beberapa bulan kemudian (10 Juli 1943) dipromosikan sebagai Kommandeur III.Schwere-Abteilung (Tiger) / Panzer-Regiment "Großdeutschland" yang merupakan unit elit Wehrmacht. Pada tanggal 10 Maret 1944 Gomille ditarik kembali dari front dan menjadi staff Inspekteur der Panzertruppen. Tidak diketahui lagi penempatannya setelahnya. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (29 September 1939) und I.Klasse (23 Mei 1940); serta Deutsches Kreuz in Gold (24 Februari 1942)


 Oberst Friedrich-Karl Nökel (2 Juni 1917 - 17 Oktober 1998) bergabung dengan Panzer-Regiment 15 di akhir tahun 1937. Bersama dengan unitnya, dia ikut berpartisipasi dalam pencaplokan wilayah Sudetenland dan Cekoslowakia yang dilakukan tanpa pertumpahan darah. Dalam Perang Dunia II, Nökel terlibat pula dalam invasi ke Polandia, Prancis, Yugoslavia, Yunani, dan Uni Soviet. Pada tahun 1944 dia telah menjelma menjadi seorang komandan panzer yang telah kenyang makan asam-garam pertempuran. Atas prestasinya dalam Pertempuran Kurland, Nökel dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 17 September 1944 sebagai Hauptmann der Reserve dan Führer II.Abteilung / Panzer-Regiment 31 / 5.Panzer-Division / XXXX.Panzerkorps / 3.Panzerarmee / Heeresgruppe Mitte. Dalam pertempuran tersebut, batalyon panzer Nökel menghancurkan 22 tank dan 30 senjata anti-tank Rusia, sementara sang Abteilungskommandeur sendiri secara pribadi meluluhlantakkan 11 diantaranya! Pada bulan Maret 1945 dia terluka berat dalam Pertempuran Pillau sehingga harus menghabiskan sisa akhir perang di rumah sakit militer Jerman di Denmark. Pada tahun 1956 dia bergabung dengan Bundeswehr (Angkatan Bersenjata Jerman Barat), dan sempat menjadi Komandan Panzer-Bataillon 194 di Neumünster serta Heimatschutzkommando 13 di Eutin sebelum pensiun dengan pangkat Oberst. Medali dan penghargaan lain yang telah diraihnya:Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 mit Spange “Prager Burg” (5 November 1939); Panzerkampfabzeichen (26 Mei 1940); Eisernes Kreuz II.Klasse (26 Mei 1940) und I.Klasse (25 Februari 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (15 Agustus 1942); Verwundetenabzeichen in Schwarz (18 Maret 1943) und in Silber; Deutsches Kreuz in Gold (2 April 1943); serta Panzerkampfabzeichen II.Stufe "25" (11 Juli 1944), III.Stufe "50" (22 September 1944) und IV Stufe "75" (4 Desember 1944)


SS-Oberscharführer Johann Terdenge (kelahiran 24 Februari 1919) adalah Zugführer 3.Zug / 6.Kompanie / II.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 12 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend", dan disini dia berfoto dengan Panzerkampfwagen IV Ausf.H (Sd.Kfz.161/2) "635" miliknya dalam sebuah latihan di Flandern/Belgia, musim semi 1944. Terdenge mengenakan Lederkleidung mit Lederkappe (jaket dan topi kulit) sisa awak U-boat sebagai penghangat dari udara dingin yang menerpa. Dia adalah salah satu dari sedikit veteran dari mayoritas anggota unit yang masih belia. Nantinya Terdenge mendapatkan medali Eisernes Kreuz II.Klasse dalam Pertempuran Normandia tanggal 11 Juni 1944. Foto oleh Kriegsberichter Kurth dari Propaganda-Kompanie (PK) 698


Foto oleh Kriegsberichter Günther Thiede dari PK (Propaganda-Kompanie) 694 ini memperlihatkan Nachrichtenoffizier (Perwira sandi) Leutnant Heinz Endruweit dari Panzer-Regiment 24/24.Panzer-Division), difoto di atas kupola Panzerkampfwagen IV Ausf.F1 sambil memakai Kopfhörer (headphone) dan Kehlkopfmikrofon (mikrofon tenggorokan), sementara di latar belakang adalah halftrack schützenpanzerwagen Sd.Kfz.251 (dengan insignia kuda loncat simbol 24. Panzer-Division di bagian depan) diikuti oleh dua buah tank intai Panzerkampfwagen II. Foto ini diambil di barat Blinikov, dekat Stalingrad, tanggal 29 atau 30 Agustus 1942. Endruweit bunuh diri tanggal 16 Januari 1943 setelah kehilangan semua harapan untuk lolos dari pengepungan Stalingrad

--------------------------------------------------------------------------

PANTHER

SS-Hauptsturmführer Wilhelm Beck di atas Panther. Dia adalah komandan peleton Sturmgeschütz yang terlibat dalam tembak-menembak melawan kapal bersenjata Rusia serta kapal selam dalam pertempuran di pelabuhan Kerson dalam Operasi Barbarossa (1941)! Dia menerima Ritterkreuz setelah berhasil menumpas habis 100 artileri dan 13 tank T-34 Soviet dalam tiga minggu pertempuran di Kharkov! Dia terbunuh dalam pertempuran Normandia tanggal 10 Juni 1944 dalam usia 24 tahun


 SS-Hauptsturmführer Karl Nicolussi-Leck (14 Maret 1917 - 30 Agustus 2008) adalah anak seorang petani keturunan Jerman dari Tirol Selatan, utara Italia, yang bergabung dengan Waffen-SS pada bulan Januari 1940, dan ditempatkan di Resimen "Germania", cikal-bakal Divisi SS "Wiking". Dia ikut berpartisipasi dalam penyerbuan Jerman ke Rusia pada tahun 1941, dan dari sejak saat itu menghabiskan sebagian besar masa tempurnya di Front Timur. Puncak prestasinya diraih pada tahun 1944, saat Nicolussi-Leck menjadi komandan sebuah kompi tank Panther Wiking dalam usahanya untuk membebaskan pasukan Jerman yang terkepung di wilayah Kovel, bulan Maret 1944. Pada tanggal 27 di bulan yang sama, dengan proses pembebasan masih berlangsung, Nicolussi-Leck tiba-tiba menerima perintah untuk menghentikan semua upaya ofensif. Pada saat itu padahal dia telah menjalin kontak radio dengan garnisun Jerman yang terkepung, dan menganggap bahwa pembebasan mereka tak bisa ditunda-tunda lagi. Dia lalu memerintahkan operator radionya untuk mengirimkan balasan pada markas pusat bahwa dia (Nicolussi-Leck) tak bisa ditemukan keberadaannya, dan dengan itu tetap meneruskan gerak maju ke Kovel! Tiga hari kemudian - setelah melewati pertempuran sengit - dia dan tujuh tank lainnya akhirnya mampu mencapai garnisun yang terjebak, di awal pagi tanggal 30 Maret 1944. Kedatangannya menambah kekuatan pertahanan garnisun Jerman, sehingga mereka mampu bertahan sampai akhirnya dibebaskan oleh pasukan pembebas yang lebih besar. Meskipun bisa dibilang telah melanggar perintah dari atasannya, Nicolussi-Leck dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 9 April 1944 sebagai SS-Obersturmführer dan Chef 8.Kompanie / II.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 5 / 5.SS-Panzer-Division “Wiking” / LVI.Armeekorps / 2.Armee / Heersgruppe Mitte. Rekomendasi penganugerahannya juga menyebutkan bahwa dia telah menghancurkan 17 tank Rusia dalam prosesnya, meskipun ada kemungkinan bahwa angka tersebut adalah korban total yang dicapai oleh seluruh kompinya. Seusai perang dia banyak membantu mantan anggota SS yang melarikan diri ke Amerika Selatan. Dia sendiri bermigrasi ke Argentina pada tahun 1948, hanya untuk kembali ke kampung halamannya di Tirol Selatan (Italia) pada awal tahun 1950-an, dimana dia bekerja sebagai wirausahawan di Mannesmann. Medali dan penghargaan lain yang telah diraih oleh Nicolussi-Leck: Eisernes Kreuz II.Klasse (25 Juli 1942); Eisernes Kreuz I.Klasse (9 Agustus 1942); Verwundetenabzeichen in Schwarz (2 September 1942); Panzerkampfabzeichen in Silber (11 September 1942); serta Deutsches Kreuz in Gold (10 Maret 1945). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 3 April 1944


SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12 / 12.SS-Panzer-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler") di atas turet Panzerkampfwagen V Panther dalam sebuah demonstrasi militer di hadapan para petinggi Wehrmacht yang digelar di Truppenübungsplatz Beverloo, Belgia, pada tanggal 6 Februari 1944. Dia mengenakan jaket kamuflase Telo Mimetico M29 buatan Italia sebagai pakaian luar, sementara di kepalanya terpasang Kopfhörer (headphone) dan Kehlkopfmikrofon (mikrofon tenggorokan) yang umum dipakai oleh komandan panzer

--------------------------------------------------------------------------

JAGDPANTHER


Seorang awak Jagdpanther penghancur tank sedang nongkrong di atas tunggangannya yang berlapis zimmerit. Dia adalah Leutnant der Reserve Hermann Feldheim, Zugführer 2.Zug / 1.Kompanie / schwere Panzerjäger-Abteilung 654. Foto diambil di Prancis bulan Juni 1944 oleh Kriegsberichter Wagner dari KBZ OB West saat Jagdpanther-Jagdpanther dari 654 dibaluri kamuflase sebelum berangkat ke medan pertempuran di Normandia. Ini merupakan salah satu contoh pemakaian seragam hasil modifikasi lapangan yang menggunakan bahan kain kamuflase Heeres Splittertarnmuster (splinter-pattern) yang biasa dipakai sebagai Zeltbahn. Zeltbahn sendiri merupakan bahan kamuflase resmi angkatan darat Jerman sampai tahun 1942, ketika mereka menambahkan Tarnhemd (smock) dan Tarnhelmüberzug (helmet cover), yang keduanya dibuat dari bahan kain kepar ringan herringbone. Di lapangan sendiri bermunculan garmen dan penutup helm tidak resmi yang diproduksi dari hasil modifikasi cepat di lapangan atau pemesanan ke penjahit, dan kebanyakannya terbuat dari bahan zeltbahn. Yang termasuk ke dalam hal ini adalah seragam tugas, jaket penerjun payung, jaket lapangan, tas ransel dan jaket panzer

--------------------------------------------------------------------------

TIGER

Leutnant Johannes "Hans" Bölter (19 Februari 1915 - 16 September 1987) dari schwere Panzer-Abteilung 502 nongkrong di atas kupola Panzerkampfwagen VI Tiger di musim panas 1943. Pada awalnya dia merupakan salah seorang perwira dari 2.Kompanie, tapi kemudian ditransfer ke 1.Kompanie untuk menjadi komandannya. Sepanjang karir militernya dia telah menghancurkan tidak kurang dari 139 tank musuh (beberapa sumber menyebutkan skornya sampai 144 buah). Bersama dengan Kurt Knispel, Michael Wittmann, Otto Carius dan Ernst Barkmann dia digolongkan sebagai salah satu komandan tank tersukses dalam sejarah! Pangkat terakhirnya adalah Hauptmann


 Leutnant der Reserve Otto Carius (Zugführer di 2.Kompanie / schwere Panzer-Abteilung 502) nongkrong di atas kubah Panzerkampfwagen VI Tiger "213" sambil memakai kopfhörer (headphone) dan Kehlkopfmikrofon (mikrofon tenggorokan). Menurut Carius sendiri, inilah posisi utama saat menyerang musuh di front pertempuran: menongolkan sedikit muka - sejelek apapun - daripada harus ngumpet di dalam dan mengandalkan lubang intip yang terbatas cakupan penglihatannya (perhatikan lubang horizontal di bawah!). Meskipun begitu, "diving" pada saat yang tepat juga benar-benar penting demi menghindari pecahan peluru atau sasaran tembakan sniper musuh. Palka turet Tiger ini berasal dari model pertama yang lebih jangkung dari model-model selanjutnya. Siluetnya yang tinggi - ditambah dengan pola lasannya - memberikan kerugian yang tidak sedikit bagi para komandan tank yang bertugas di front. Segera bermunculan keluhan dan saran perbaikan, yang langsung ditampung dan diterapkan pada produksi keluaran selanjutnya


--------------------------------------------------------------------------



Oberstleutnant Fritz Fechner (16 Desember 1913 - 6 April 1990), Kommandeur III.Abteilung / Panzer-Regiment 23 / 23.Panzer-Division, mulai bertugas di ketentaraan tanggal 1 Oktober 1934. Dalam Perang Dunia II dia bertempur mulai dari Polandia (1939), Prancis (1940), sampai dengan Front Timur (1945). Dia tercatat sebagai komandan terakhir Schießschule der Panzertruppen di Putlos (Juli 1944 - Mei 1945). Seusai perang Fechner bergabung dengan Bundeswehr (1956 - 31 Maret 1972) dan pensiun dengan pangkat Oberst. Medali-medali yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse (2 Oktober 1939) dan I.Klasse (21 Juni 1940); Panzerkampfabzeichen in Silber; Panzervernichtungsabzeichen in Silber; Deutsches Kreuz in Gold (5 November 1942); serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (6 Oktober 1943)


Feldwebel Heinz Gärtner (21 Desember 1920 - 7 Januari 1945) di atas Panzer III dengan Kopfhörer di telinganya. Dia adalah jagoan panzer dengan 103 kemenangan. Dianugerahi Ritterkreuz tanggal 20 Juni 1944 sebagai Unteroffizier di 3.Kompanie/schwere Panzer-Abteilung 503


Oberst Hyazinth Strachwitz von Groß-Zauche, komandan Panzer-Regiment Großdeutschland, sedang berada di atas turet tank komandonya


Leutnant der Reserve Karl-Heinrich Gsell dari Panzer-Regiment 35




Generalmajor Hans-Valentin Hube (komandan 16.Panzer-Division yang merupakan bagian dari 1.Panzer-Armee) di atas Panzer III dalam Operasi Barbarossa, Juli 1941. Panji komandan divisi panzer berkibar di sebelah kiri panzernya. Foto ini memperlihatkan kebiasaan para anggota Panzerwaffe Jerman yang seringkali menyimpan persediaan bahan bakar dalam jerigen yang dipasang di depan turet. Ini sebenarnya adalah kebiasaan "buruk" karena kalau si jerigen tersebut terkena pecahan artileri atau sedikit saja terkena tembakan, maka akibatnya akan fatal bagi para awak panzer yang membawanya!


Oberleutnant der Reserve Wilhelm Knauth (29 Januari 1916 - 25 April 1945) di atas turet Tiger I, Rusia, Januari-Februari 1944

Oberfeldwebel Kurt Knispel. Peraih skor tertinggi sebagai jagoan panzer (168 kills), tapi "hanya" dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold sebagai medali tertingginya karena pandangan-pandangannya yang dikenal kritis terhadap Partai Nazi!


 Hauptmann Oskar Munzel (13 Maret 1899 - 1 Januari 1992) sebagai Chef 5.Kompanie / Panzer-Regiment 6. Dia mengakhiri perang dengan pangkat Generalmajor sebelum ditawan oleh Sekutu pada tahun 1945. Pada tahun 1947 Munzel dibebaskan. Selama 4 tahun berikutnya dia menjadi penasihat militer di Mesir sebelum kemudian melanjutkan karir di Bundeswehr (1956 - 31 Maret 1962), sebagai General der Kampftruppen yang mengepalai beberapa divisi, dan pensiun dengan pangkat Generalmajor. Dia merupakan seorang peraih Deutsches Kreuz in Gold (14 Februari 1943) dan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (16 Oktober 1944 sebagai Oberst dan komandan 14. Panzer-Division)



Hauptmann der Reserve Walter Scherf


Oberst Theodor Schimmelmann Graf von Lindenburg menongolkan kepalanya dari pintu keluar darurat Befehlspanzer III. Medali-medali yang telah diraih oleh perwira dari 11.Panzer-Division ini adalah: Ritterkreuz (14 Mei 1941), Deutsches Kreuz in Gold (3 Februari 1943), 1939 Spange zum Eisernen Kreuzes 2er Klasse 1914, 1939 Spange zum Eisernen Kreuzes 1er Klasse 1914, Ehrenkreuz für Frontkämpfer, Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938, Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" (Ostmedaille), dan Dienstauszeichnung der Wehrmacht 4.Klasse 4.Jahre


SS-Obersturmführer Joachim-Günther Schöntaube (lahir tanggal 4 Juli 1919), komandan Tiger dari SS-Panzer-Regiment 2/2.SS-Panzer-Division "Das Reich". Panzervernichtungsabzeichen di lengannya berasal dari sewaktu dia masih bertugas di batalyon intai. Dia juga memegang sebuah senapan mesin MP40 yang kemungkinan merupakan jaga-jaga bila terjadi pertempuran jarak dekat melawan infanteri musuh

SS-Hauptsturmführer Viktor Schubert menerima Deutsches Kreuz in Gold tanggal 2 Februari 1942 sebagai SS-Obersturmführer dan Chef 1.Kompanie/SS-Panzerjäger-Abteilung/SS-Panzergrenadier-Division "Das Reich". Foto koleksi Mark C. Yerger di atas memperlihatkan Schubert di atas turet tank komando Panzerkampfwagen III yang dinamakannya "Satan", dan terlihat jelas dua buah "Sonderabzeichen für das Niederkämpfen von Panzerkampfwagen" alias Panzervernichtungsabzeichen di lengannya. Schubert tewas terbunuh secara instan tanggal 25 Februari 1943 setelah tertembus peluru saat baru keluar dari turet panzer kesayangannya!
 

Leutnant Hans Strippel (1 Desember 1912 - 26 November 1983). Dia tercatat menghancurkan 37 tank T-34 Soviet di Pertempuran Cherkassy!
SS-Obersturmbannführer Max Wünsche nongkrong di atas Panzerkampfwagen V Panther sambil mengenakan bahan seragam kamuflase Italia (Telo Mimentico M29) di Normandia


Major Ernst von Zeschau di atas Befehlspanzer III. Dia meraih Deutsches Kreuz in Gold tanggal 27 November 1941 sebagai komandan III./Panzer-Regment 18. Seperti kebanyakan foto dalam thread ini, Zeschau mengenakan Kopfhörer (headphone) di telinganya

 Major Karl Roßmann (kiri, Kommandeur Fallschirm-Panzer-Regiment 1 "Hermann Göring") dan Oberleutnant Gerhard Tschierschwitz (Chef 2.Kompanie / Fallschirm-Panzer-Regiment "Hermann Göring") membahas peta pertempuran di atas kubah Panzerkampfwagen V Panther, musim gugur tahun 1944. Roßmann merupakan seorang Eichenlaubträger (peraih Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes), sedangkan Tschierschwitz Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes)

Sumber : 
Buku "For Führer and Fatherland: Military Awards of the Third Reich" karya John R. Angolia
Buku "The Combat History of the 654th Schwere Panzerjager Abteilung" karya Karlheinz Munch
Buku "The Panzers and the Battle of Normandy" karya Georges Bernage
Buku "Tigers in the Mud" karya Otto Carius
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman 
Foto koleksi pribadi Jan-Hendrik
Foto koleksi pribadi Juhani Sierla
 
Foto koleksi pribadi Mark C. Yerger
www.commons.wikimedia.org

www.de.metapedia.org
www.flickriver.com
www.forum.axishistory.com
www.forum.panzer-archiv.de

www.online-instagram.com
www.panzerregiment35.blogspot.com
 
www.wehrmacht-awards.com

No comments:

Post a Comment