Saturday, September 10, 2011

Foto Pendudukan Jerman di Norwegia (1940-1945)

- 1940 -

Nördlicher Polarkreis (Lingkar Kutub Utara) yang terletak di dataran tinggi gunung Saltfjellet, Norwegia, bulan Mei 1940. Tulisan "1940" ditambahkan oleh tentara Jerman ke inskripsi monumen selama berlangsungnya Perang Dunia II (bersama dengan lambang Swastika yang ditempatkan di tengah-tengah angka. Swastika ini kemudian dihilangkan)



Pasukan polisi Jerman berbaris menuju Oslo, 10 Mei 1940. Di hari yang sama Wehrmacht memulai serangannya ke Negara-Negara Bawah dan Prancis


Parade militer Jerman dari satuan Panzertruppen (Pasukan Tank) yang digelar di jalan Karl Johans gate, Oslo, ibukota Norwegia, pada tanggal 1 Oktober 1940. Tank-tank dari jenis Panzerkampfwagen I Ausf.B ini berasal dari Panzer-Abteilung z.b.V. 40 pimpinan Oberstleutnant Ernst Volckheim, yang tampak dalam foto sedang memberi hormat militer dengan didampingi oleh salah seorang perwiranya. Dalam foto ini, Abteilungskommandeur Volckheim berdiri di atas podium kehormatan yang ditempatkan di pinggir lapang Universitetsplassen, yang merupakan bagian dari komplek Universitas Oslo. Ernst Volckheim sendiri tercatat dalam sejarah sebagai salah satu pendiri pasukan panzer Jerman, selain dari Heinz Guderian yang lebih terkenal. Dari tahun 1924 dia sudah menulis tentang teori perang tank, yang dibuatnya berdasarkan pengalamannya dalam Perang Dunia Pertama sebagai seorang anggota Korps Tank Kekaisaran Jerman. Ironisnya, yang kemudian mendapat publikasi lebih luas adalah Guderian, yang baru menulis buku masterpiece-nya, "Achtung Panzer!", baru pada tahun 1937! Ini karena yang terakhir lah yang memperkenalkan satuan lapis baja pada pemimpin Jerman Adolf Hitler, yang kemudian begitu terkesan atas pemaparan Guderian sehingga langsung berkata dengan antusias, "Inilah yang aku butuhkan! Inilah yang aku ingin miliki!"


Jenderal dan Laksamana Wehrmacht berkumpul di Nationaltheatret, Norwegia, tahun 1940. Baris depan dari kiri ke kanan: General der Flieger Karl Kitzinger (Kommandierender General Luftgau Norwegen); Admiral Hermann Boehm (Kommandierenden Admiral Norwegen); Generaloberst Nikolaus von Falkenhorst (Kommandierender General XXI. Armeekorps und Wehrmachtbefehlshaber Norwegen); perwira korps diplomatik (kemungkinan penterjemah); dan Charakter als Generalleutnant Hans von Kempski (Territorialabschnittsbefehlshaber Oslo und Südwest-Norwegen)

--------------------------------------------------------------------------------------

 - 1941 -

 
 
Acara perekrutan sukarelawan untuk SS-Regiment "Nordland" yang diselenggarakan di Hippodromen Vinderen, Oslo (Norwegia), tanggal 30 Januari 1941. Foto atas, duduk dari kiri ke kanan:Vidkun Abraham Lauritz Jonssøn Quisling (Ketua Partai Nasjonal Samling Norwegia); Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der SS und Deutschen Polizei); Gauleiter Josef Antonius Heinrich Terboven (Reichskommissar fur die besetzten Norwegischen Gebiete); Generaloberst Paul Nikolaus von Falkenhorst (Oberbefehlshaber der Armee Norwegen), SS-Gruppenführer Wilhelm Rediess (HSSPF/Führer SS-Oberabschnitt "Nord"); dan General der Flieger Karl Kitzinger (Kommandierender General Luftgau Norwegen). Terboven nantinya naik ke podium untuk ngahuntu sampai bucat (foto bawah)


Foto berukuran asli 239mm x 178mm dan dilelang oleh situs emedals.com ini memperlihatkan sebuah korps musik Ordnungspolizei sedang berbaris menunggu aba-aba di sebuah lapang terbuka di wilayah pendudukan Norwegia, bulan April 1941. Hak cipta atas fotonya sendiri dipegang oleh sebuah perusahaan pers Norwegia yang berkantor di Oslo


Dengan dipimpin oleh Reinhard Heydrich, para perwira Gestapo (Geheime Staatspolizei), Kripo (Kriminalpolizei) dan SD (Sicherheitsdienst) melakukan ziarah ke Soldatenfriedhof (makam prajurit Jerman) Ekeberg di Oslo, Norwegia. Ini adalah salah satu bagian dari acara kunjungan sang dedengkot polisi rahasia Nazi tersebut ke wilayah pendudukan Norwegia, yang berlangsung dari tanggal 3 s/d 6 September 1941. Heydrich sendiri baru saja melepas jabatannya sebagai perwira Luftwaffe setelah didamprat oleh Himmler gara-gara ketahuan ikut terbang dalam misi tempur ke wilayah musuh, suatu resiko yang tidak perlu bagi seorang petinggi militer SS sepenting dirinya. Sebagai identifikasi bule-bule dalam foto ini, dari kiri ke kanan: SS-Sturmbannführer Hermann Kluckhohn (Adjutant Chef Reichssicherheitshauptamt), SS-Sturmbannführer Walter Schellenberg (Chef Sicherheitsdienst), tidak dikenal, SS-Brigadeführer und Generalmajor der Polizei Heinrich Müller (Chef Gestapo), SS-Obersturmbannführer Dr. Rudolf "Rolf" Schiedermair (Leiter Abteilung "Allgemeine Staatsverwaltung" in Reichskommissariat Norwegen), tidak dikenal, SS-Gruppenführer Reinhard Heydrich (Chef Reichssicherheitshauptamt), SS-Obersturmbannführer Heinrich Fehlis (Kommandeur Sicherheitspolizei und SD Oslo und Befehlshaber Sicherheitspolizei und SD Norwegen), dan tidak dikenal



Perayaan Erntedankefest yang diselenggarakan di halaman universitas di Oslo tahun 1941. Reichskommissar Josef Terboven sedang memberikan pidatonya

--------------------------------------------------------------------------------------
 
- 1942 -

Gauleiter Josef Terboven (Reichskommissar fur die besetzten Norwegischen Gebiete) menganugerahkan medali terhadap para karyawan Reichskommissariat Jerman di Norwegia yang berprestasi tanggal 2 Februari 1942



SS-Obersturmbannführer Dr.jur. Rudolf "Rolf" Schiedermair (8 Mei 1909 - 6 Juni 1991) mengenakan Mückenschleier (Jaring Anti-Serangga-Nyamuk/Mosquito Nets). Foto ini diambil saat Schiedermair menemani Reichskommissar Norwegia Josef Terboven dalam kunjungan kerja ke wilayah utara Norwegia, musim panas tahun 1942. Schiedermair sendiri adalah seorang ahli hukum, hakim dan pengacara yang dipercaya sebagai Kepala Departemen Administrasi Jerman di wilayah pendudukan Norwegia

--------------------------------------------------------------------------------------

- 1943 -

Parade Wehrmacht lainnya yang digelar di Oslo, Norwegia, musim semi 1943. Dari kiri ke kanan: , Generaloberst Nikolaus von Falkenhorst (Wehrmachtbefehlshaber Norwegen); General der Flieger Willi Harmjanz (Kommandierender General Feldluftgau-Kommandos Norwegen); General der Gebirgstruppe Valentin Feurstein (Kommandierender General LXX. Armeekorps); dan Generalleutnant Max Horn (Kommandeur 214.Infanterie-Division). Dari foto ini, kita bisa mengetahui bahwa yang terakhir (Horn) memakai medali sbb: Panzerkampfabzeichen der Legion Condor, Reitersportabzeichen, Verwundetenabzeichen 1.Form durchbrochen, EK1 mit Wiederholungsspange 1939, dan EK2-Bändchen ebenfalls mit Wiederholungsspange 1939


Masih dari Parade Wehrmacht yang digelar di Oslo, Norwegia, musim semi 1943. Foto atas memperlihatkan barisan Panzerkampfwagen III/IV dari 25.Panzer-Division yang saat itu ditempatkan di Norwegia, sementara foto tengah adalah sebuah Hotchkiss H35 (depan) yang diikuti oleh dua buah SOMUA S35. I.Bataillon/Panzer-Regiment 9/25.Panzer-Division masih mempunyai tank-tank bekas Prancis ini dalam perbendaharaan mereka sampai dengan awal tahun 1943, dan tank-tank "jadul" ini kemudian ditinggalkan di Norwegia saat sebagian besar divisi dikirimkan ke Eropa daratan akhir tahunnya


Para jenderal dan laksamana Jerman meninggalkan podium dalam parade Wehrmacht yang digelar di Oslo, Norwegia, musim semi 1943. Dari kiri ke kanan: SS-Obergruppenführer Wilhelm Rediess (Höhere SS und Polizeiführer Nord); General der Flieger Willi Harmjanz (Kommandierender General Feldluftgau-Kommandos Norwegen); Generaloberst Nikolaus von Falkenhorst (Wehrmachtbefehlshaber Norwegen) yang berjabat tangan dengan Generalleutnant Max Horn (Kommandeur 214.Infanterie-Division); serta Admiral Otto Ciliax (Oberbefehlshaber Marineoberkommando Norwegen)


Para jenderal dan laksamana Jerman dalam parade Wehrmacht yang digelar di Oslo, Norwegia, musim semi 1943. Dari kiri ke kanan: General der Gebirgstruppe Valentin Feurstein (Kommandierender General LXX. Armeekorps); SS-Obergruppenführer Wilhelm Rediess (Höhere SS und Polizeiführer Nord); Admiral Otto Ciliax (Oberbefehlshaber Marineoberkommando Norwegen); dan Generaloberst Nikolaus von Falkenhorst (Wehrmachtbefehlshaber Norwegen)



Para petinggi militer dan pemerintah pendudukan Jerman di Norwegia berkumpul dalam sebuah acara yang diselenggarakan pada tanggal 9 November 1943 di aula Universitas Oslo. Kursi-kursi di baris depan dan beberapa baris di belakangnya diisi oleh orang-orang Jerman, sementara warga Norwegia sendiri harus puas duduk di baris belakang, termasuk diantaranya adalah tamu-tamu kehormatan, tokoh masyarakat setempat serta para petinggi partai Nasjonal Samling (NS) pimpinan Vidkun Quisling yang berkolaborasi dengan Nazi. Untuk identifikasinya, baris depan dari kiri ke kanan: Generalingenieur für Norwegen und Dänemark Willi Henne (Leiter OT-Einsatzgruppe Wiking), Generalleutnant Maximilian Siry (Höheren Küsten-Artillerie-Kommandeur Nord), Generalleutnant Rudolf Bamler (Chef des Generalstabes Armeeoberkommando Norwegen), General der Artillerie Hermann Tittel (Kommandierender General LXX. Armeekorps), SS-Oberführer Carlo Otte (Leiter Hauptabteilung Volkswirtschaft beim Reichskommissariat Norwegen), General der Flieger Willi Harmjanz (Kommandierender General Feldluftgau-Kommando Norwegen), SS-Obersturmbannführer Hans-Hendrik Neumann (Landesgruppenleiter Auslandsorganisation der NSDAP und Verbindungsoffizier zwischen dem Reichskommissariat Norwegen und der Regierung von Vidkun Quisling), Admiral Otto Ciliax (Oberbefehlshaber Marinekommando Norwegen), SS-Oberführer Georg Wilhelm Müller (Leiter Hauptabteilung für Volksaufklärung und Propaganda im Reichskommissariat Norwegen), Generaloberst Nikolaus von Falkenhorst (Oberbefehlshaber Armee Norwegen und Wehrmachtbefehlshaber Norwegen), serta Vidkun Quisling (pimpinan Nasjonal Samling). Juga terlihat dalam foto adalah RAD-Generalarbeitsführer Herbert Bormann (berkacamata, di atas kepala Bamler, Höherer RAD-Führer H VIII), SS-Obersturmbannführer Rudolf Schiedermair (perwira SS di atas kepala Tittel, Leiter Abteilung "Allgemeine Staatsverwaltung" in der Reichskommissariat Norwegen), Carl Dietrisch Hildisch (di atas kepala Schiedermair, Wakil Presiden Norges Næringssamband), serta Carl haakon langlie (ajudan Qusling)

--------------------------------------------------------------------------------------

- 1944 -

Para perwira staff 20. Gebirgsarmee di Norwegia berfoto bersama di depan kamera. Sebagai identifikasinya adalah: 1.Oberst Hans Steets (Ia Erster Generalstabsoffizier 20. Gebirgsarmee), 2.Generalmajor Erich Wüerst (Armee-Pionierführer 20. Gebirgsarmee), 3.Generalleutnant Ferdinand Jodl (Chef des Generalstabes 20. Gebirgsarmee), 4.Generaloberst Eduard Dietl (Oberbefehlshaber 20. Gebirgsarmee), 5.Generalstabsarzt Dr.med. Kurt Bingler (Armeearzt 20. Gebirgsarmee), 6.Gottfried Menny (Armeenachrichtenführer 20. Gebirgsarmee), dan 7.Generalveterinär Dr.med.vet. Franz Werner (Armeeveterinär 20. Gebirgsarmee). BTW, tidak ada keterangan kapan dan dimana foto ini diambil, tapi yang jelas dalam rentang waktu antara bulan September 1943 s/d Maret 1944



Patung kepala Adolf Hitler di Stortinget (Parlemen Norwegia) mendapat kalungan bunga tanda simpati setelah terjadinya serangan 20 Juli 1944
 

Vidkun Quisling (tengah, Kepala Pemerintahan Boneka Norwegia) dalam kunjungannya ke pameran akbar PK (Propaganda-Kompanie) yang diselenggarakan di Galeri Nasional di Oslo tanggal 15 Agustus 1944. Pameran ini menampilkan hasil karya pilihan para Kriegsberichter (koresponden perang) Jerman. Paling kiri adalah Generalleutnant Georg Rosenbusch (PiFü Norwegen, kemudian menjadi Inspk. Landbefestigungen Nord), sementara kedua dari kiri adalah Generalmajor Eugen Theilacker (Kepala Staff Generaloberst Nikolaus von Falkenhorst, Panglima Wehrmacht di Norwegia). BTW, selain sebagai seorang kolaborator, Quisling dikenal juga akan pandangan pro Islam-nya yang kuat, begitu kuatnya sehingga saat ini di Norwegia terdapat julukan sinis bagi orang-orang yang dianggap bersimpati kepada Islam sebagai "Quisling"! (sumber: buku THE CHOICE karya Ahmed Deedat)




Foto ini diambil pada pagi hari tanggal 29 Oktober 1944 dan memperlihatkan seorang komandan Gebirgsjäger Jerman sedang membrifing para perwiranya sebelum dilakukan aksi bumihangus di Bugøyfjord, Finnmark (Norwegia). Perintah pembakaran - yang dinamakan sebagai Unternehmen Nordlicht (Operasi Cahaya Utara) - telah diterima oleh komando militer Wehrmacht di Oslo sehari sebelumnya, tapi baru sampai ke pasukan Jerman yang ditempatkan di Finnmark pada malam harinya. Dalam aksi untuk menahan gerak maju Tentara Merah ini, tidak kurang dari 11.000 rumah, 106 sekolah, 27 gereja, dan 21 rumahsakit yang dibakar. Selain itu, 4.700 sapi juga dilepaskan dari kandangnya, 22.000 jalur komunikasi diputus, jalan-jalan dibom, perahu dan kapal dihancurkan, binatang ternak dibantai, dan 1.000 anak-anak warga setempat yang dipisahkan dari orangtua mereka. Konyolnya, setelah menguasai wilayah Kirkenes pada tanggal 25 Oktober 1944, pasukan Rusia memutuskan untuk menghentikan ofensifnya dan tidak memasuki wilayah Finnmark seperti yang ditakutkan sebelumnya (seusia perang, Kirkenes dikembalikan pada Norwegia)! Finnmark sendiri berada di sebelah utara Norwegia dan berbatasan dengan Lapland (Finlandia) serta Murmansk Oblast (Uni Soviet). BTW, tidak ada keterangan mengenai asal unit para perwira dalam foto ini, yang jelas mereka berasal dari 20. Gebirgsarmee (2. Gebirgs-Division dan 6. Gebirgs-Division) yang beroperasi di front Finnmark dan Murmansk dari tahun 1941 s/d 1944

--------------------------------------------------------------------------------------

- 1945 -

Pada tanggal 11 Mei 1945, delegasi Wehrmacht dari Norwegia tiba dengan menggunakan pesawat transport Junkers Ju 52 di pangkalan udara milik Royal Naval Air Station, Drem, East Lothian, Skotlandia. Mereka sengaja datang dari Oslo untuk mendiskusikan penyerahan total seluruh pasukan pendudukan Jerman di Norwegia, sekaligus menyerahkan detail tentang posisi-posisi ranjau laut serta benteng pertahanan di sepanjang pantai negara Skandinavia tersebut. Setelah pesawat mendarat, rombongan dari Jerman ini disambut oleh Commander Mundy Cox, Komandan Royal Naval Air Station, yang didampingi oleh Captain Loewisch, Captain Kruger dan Lieutenant Albens. Dari bandara, mereka kemudian diberangkatkan dengan beberapa buah mobil menuju lokasi perundingan di kapal perang HMS Renown. Di menit 02:00 kita bisa melihat kepala delegasi Jerman, Oberst Dr.jur. Ernst Kühl, mantan Komandan 5. Flieger-Division di Narvik yang juga adalah seorang pilot pembom jempolan (Kühl dianugerahi medali bergengsi Ritterkreuz dan Eichenlaub saat masih menjadi pimpinan Kampfgeschwader 55 "Greif"). Ketika perang di Eropa berakhir pada tanggal 8 Mei 1945, pasukan pendudukan Jerman di Norwegia masih utuh tak kurang suatu apa, dengan total personil berjumlah 400.000 orang, sementara penduduk Norwegia sendiri pada saat itu kurang dari tiga juta orang! Hitler sengaja menempatkan begitu banyak pasukannya di Norwegia - yang seharusnya bisa digunakan di wilayah lain yang lebih membutuhkan - karena parno berlebihan akan kemungkinan adanya invasi pihak Sekutu dari Skandinavia, salah satu wilayah yang menjadi sumber utama bahan baku mesin-mesin perang Jerman. Begitu pentingnya wilayah ini, sehingga sang Führer keukeuh untuk tidak memindahkan sebagian saja personilnya ke Front Timur atau Barat yang di akhir-akhir perang sedang digempur habis-habisan!



Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi pribadi Dave "SeekWhence"
www.arkivverket.no
www.commons.wikimedia.org

www.emedals.com
www.facebook.com
www.flickr.com
www.forum.axishistory.com
www.nrk.no
www.wehrmacht-awards.com

No comments:

Post a Comment