Thursday, September 15, 2011

Zahnarzt (Dokter Gigi) Wehrmacht

HEER

Setiap divisi Wehrmacht mempunyai satu kompi medis (Sanitäts-Kompanie atau Divisionsärzte) dengan satu orang Zahnarzt (dokter gigi) yang biasanya berpangkat Leutnant sampai Hauptmann, meskipun kadang di satu Divisionsärzte ada juga dua orang Zahnarzt yang bertugas. Bila di satu divisi terdapat dua kompi medis, maka jumlah Zahnarzt-nya tetap satu (atau dua, tergantung jumlah anggota divisi). Para dokter gigi ini bekerja dibantu dengan asisten medis yang biasanya berpangkat bintara. Selain itu, setiap Feldlazarett (Rumahsakit lapangan) juga mempunyai seorang Zahnarzt-nya sendiri yang dibantu oleh asisten medis yang dilatih khusus mengenai masalah kedokteran gigi. Markas dari Feldlazarett batalyon mempunyai sampai 12 orang Zahnarzt berpangkat perwira, sementara lebih jauh lagi ke garis belakang atau di heimat (tanah air), rumah sakit militer atau sipil dilengkapi oleh ahli bedah yang mengambil spesialisasi bedah gigi, bedah rahang, atau disiplin ilmu "kegigian" lainnya, dan mereka pun mempunyai asisten medisnya tersendiri. Waffen-SS mempunyai organisasi yang menginduk ke Wehrmacht, meskipun di pertengahan dan akhir perang mereka juga mempunyai organisasi kompi medis yang independen dan terpisah dari Wehrmacht



Foto studio seorang Zahnarzt (Dokter Gigi) Heer. Penunjuk yang paling utama bahwa dia adalah seorang gigi adalah schulterklappen (tanda pangkat pundak) dengan tambahan lambang arzt (kedokteran) berbentuk ular sawah melilit tongkat serta huruf "Z" yang merupakan singkatan dari Zahnarzt


 Mencabut gigi menggunakan tang? WTF! Tidak ada keterangan apapun selain bahwa foto ini diambil di front Leningrad bulan September 1941. Tampaknya mereka hanya sedang mencoba mempraktekkan sedikit "humor" di tengah keganasan medan perang, terlihat dari para kameraden yang ceria saat melihat temannya "tersiksa"!



Komedi Wehrmacht: Saat teman-temannya sedang "disiksa" habis-habisan di meja operasi, teman-temannya menunggu dengan cemas giliran mereka untuk diperiksa oleh Zahnarzt (Dokter Gigi). Seperti warga biasa, para prajurit Hitler pun membutuhkan perawatan gigi secara berkala, yang biasanya disediakan oleh Zahnarzt. Masalah yang paling sering terjadi adalah ketiadaan persediaan obat bius sehingga kadangkala prajurit yang paling berani sekalipun dibuat ngeri ketika harus memeriksa atau mencabut gigi mereka! Ada idiom yang populer saat itu: "Saya siap untuk melawan 100 orang Rusia sekalipun, tapi saya tak pernah siap untuk menghadapi satu orang dokter gigi"!

------------------------------------------------------------------------------------------

LUFTWAFFE


Zahnarzt (dokter gigi) Luftwaffe berpangkat bintara sedang bekerja. Di masa damai keperluan merawat gigi para prajurit biasanya dipercayakan pada Zahnarzt sipil yang dibayar oleh negara. Untuk hal ini terdapat edaran yang disebarkan pada para komandan unit agar "memberikan perhatian lebih pada para rekrutan baru dalam soal perawatan oleh dokter gigi atas biaya Wehrmacht, dimana masalah kadang timbul sampai pada saat mereka direkrut"

------------------------------------------------------------------------------------------

KRIEGSMARINE

Dokter Gigi Angkatan Laut dari 11. U-Flottille (11. Unterseebootsflottille) di Norwegia sedang bekerja. Perawatan gigi dan pelayanan kesehatan lainnya menjadi bagian penting dari semua pangkalan utama Kriegsmarine. Kapal perang berukuran besar biasanya dilengkapi dengan fasilitas mereka sendiri (yang mempunyai standar tinggi), meskipun sebagian besar anggota Angkatan Laut lainnya masih tetap memanfaatkan sarana yang tersedia di pelabuhan. Pelayanan kesehatan gigi sendiri masih belum semodern sekarang. Dilain pihak, "oknum" utama keroposnya gigi, yaitu gula, tidak tersedia dalam jumlah yang melimpah sampai jauh setelah usainya Perang Dunia II. Meskipun begitu, kondisi gigi yang tidak sehat menjadi faktor penyebab utama dari banyaknya pria Jerman yang gagal lolos uji di sebagian cabang Wehrmacht yang lebih selektif, yang mensyaratkan gigi tanpa masalah sebagai salah satu dari beberapa kriteria yang ditetapkan.



------------------------------------------------------------------------------------------

SS UND POLIZEI

 


SS-Zahnarzt (dokter gigi SS) sedang memberikan pelayanan publik dengan mengobati gigi para warga lokal di wilayah pendudukan (Rusia). Kegiatan semacam ini merupakan bagian dari propaganda Wehrmacht bahwa mereka adalah pihak penjajah yang "baik hati", jauh lebih baik dibandingkan dengan Komunis yang kejam. Selain pengobatan gratis, juga diadakan beasiswa pendidikan bagi para anak muda yang berprestasi ke Jerman (sekaligus Jermanisasi bagi mereka), pelatihan teknologi pertanian terbaru serta perekrutan orang-orang lokal dalam struktur pemerintahan di wilayah pendudukan


 Seorang bintara Polizei tak dikenal sedang mendapat pengobatan dari Zahnarzt (dokter gigi). Tampaknya sang bintara telah malang-melintang dalam banyak pertempuran, yang terlihat dari medali-medali yang tersemat di seragamnya, diantaranya adalah Eisernes Kreuz I.Klasse dan Infanterie-Sturmabzeichen. Medali-medali militer ini menunjukkan bahwa pemegangnya kemungkinan besar berasal dari Divisi Polizei SS - satu-satunya unit Polizei setingkat divisi yang ikut bertempur di medan perang - yang biasa beroperasi di Front Timur. Schulterklappen (tanda pangkat bahu) menunjukkan bahwa sang bintara berpangkat SS-Scharführer


 Foto pers yang memperlihatkan SS-Zahnarzt (dokter gigi SS) sedang bekerja mengoperasi pasien dibantu oleh asistennya. Foto ini kemungkinan diambil di Belanda atau menunjukkan unit sukarelawan SS Belanda karena Kriegsberichter-nya (koresponden perang) adalah orang dari "Tanah Rendah" yang bernama Wenniger-Mulder


 
 SS-Brigadeführer Dr. med. dent. Hugo Johannes Blaschke (14 November 1881 - 6 Desember 1959) adalah dokter gigi pribadi Adolf Hitler (Hitlers Leibzahnarzt) yang biasa merawat gigi sang Führer bersama dengan asistennya Käthe Heusermann dan teknisi gigi Fritz Echtmann. Dia mempelajari kedokteran gigi di Philadelphia (Amerika Serikat) dan London tahun 1907-1911 sebelum membuka praktek di Berlin tahun 1911. Blaschke ikut serta dalam Perang Dunia Pertama sebagai Zahnarzt (dokter gigi) di unitnya, Kieferstation III.Armee-Korps. Kontak pertamanya dengan NSDAP terjadi ketika Hermann Göring menjadi pasiennya di tahun 1930. Setahun kemudian Blaschke menjadi anggota NSDAP dengan nomor keanggotaan 452 082, dilanjutkan dengan menjadi anggota SS tahun 1935 (no. 256 882). Kehormatan besar menyinggahinya tahun 1933 ketika ditunjuk sebagai dokter pribadi Adolf Hitler, jabatan yang diembannya sampai tahun 1945. Selain sang Führer, dia juga rutin memeriksa gigi para petinggi Nazi seperti Hermann Göring, Heinrich Himmler, Martin Bormann dan Eva Braun. Seusai Perang Dunia II, tepatnya bulan Mei 1945, pihak berwenang Uni Soviet memintanya mengidentifikasi deretan gigi yang kemudian diklaimnya sebagai milik Hitler. Blaschke juga merekonstruksi catatan gigi Martin Bormann hanya berdasarkan ingatan belaka, dan kemudian catatannya dijadikan sebagai patokan utama dalam mengenali sisa-sisa kerangka yang ditemukan di Berlin tahun 1972. Setelah keluar dari penjara tahun 1948 dia meneruskan karirnya sebagai dokter gigi di Nürnberg dan meninggal disana dalam usia 78 tahun. Medali dan penghargaan yang diterimanya: Ehrendegen des Reichsführers-SS; Totenkopfring der SS; serta Kriegsverdienstkreuz II.Klasse dan I.Klasse mit Schwertern

------------------------------------------------------------------------------------------

PERLENGKAPAN


 Contoh sebuah SS-Zahnarzttasche (tas dokter gigi SS) peninggalan masa Perang Dunia II milik salah seorang kolektor di forum Wehrmacht-Awards. Tas yang terbuat dari kulit kecoak ini dilengkapi dengan kunci berantai serta daftar benda-benda yang bisa disimpan di dalamnya. Tentu saja semua yang berhubungan dengan kegiatan seorang dokter gigi!

------------------------------------------------------------------------------------------

PERAIH RITTERKREUZ YANG JUGA ADALAH DOKTER GIGI

 
 Generalleutnant Dr. med. dent. Walter Assmann (22 Juli 1896 – 1 Mei 1964) bergabung dengan 1. Oberelsässischen Infanterie-Regiment Nr. 167 tanggal 10 Agustus 1914. Pengalaman dalam Perang Dunia Pertama membawanya meneruskan karir di Reichswehr dan Wehrmacht sampai akhirnya menjadi Generalleutnant tanggal 16 Maret 1945 (sempat juga mengambil pendidikan dokter gigi dan lulus tahun 1921). Kepahlawanannya dalam medan pertempuran sempat membuatnya direkomendasikan untuk menerima Ritterkreuz tahun 1942 saat menjadi komandan Infanterie-Regiment 478, tapi rekomendasi ini ditolak oleh OKW (Oberkommando der Wehrmacht). Assmann menjadi komandan 101. Jäger-Division periode 12 Juli 1944 - 9 Mei 1945. Dalam pertempuran sengit yang dihadapi oleh divisi inspirasi film "Cross of Iron" tersebut dia tetap menunjukkan kepemimpinan dan keberanian yang menonjol, terutama dalam mempertahankan selatan Schemnitz  serta lembah Altsohl dan Neusohl. Kali ini rekomendasi pemberian Ritterkreuz-nya diterima, dan dia secara resmi dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 10 Februari 1945 sebagai Generalmajor dan Kommandeur 101.Jäger-Division / XXXXIX.Gebirgskorps / 1.Panzerarmee / Heeresgruppe A. Di akhir perang dia berhasil menyelamatkan prajuritnya dari kejaran Tentara Merah dan lebih memilih untuk menyerahkan diri ke tangan pasukan Amerika dari 26th Infantry Division. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (28 Agustus 1915) dan I.Klasse (16 Oktober 1916); Großherzoglich Hessische Tapferkeitsmedaille (25 Mei 1917); Hamburger Hanseatenkreuz (28 Mei 1918); Verwundetenabzeichen 1918 (atas luka yang diderita tanggal 24 April 1915); Schlesischer Adler-Orden; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918 (12 Februari 1935); Dienstauszeichnung der Wehrmacht IV.Klasse (12 Oktober 1936); 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (29 Juni 1940) dan I.Klasse (15 Juli 1941); Verwundetenabzeichen (atas luka yang diderita tanggal 14 Juni 1940); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); serta Deutsches Kreuz in Gold (25 April 1942)



Dari sejak mudanya komandan panzer sekaligus Schwerternträger (peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub und Schwerter) Generalmajor Dr.med.dent. Frank Bäke sudah bercita-cita untuk berkarir di bidang medis. Tapi kemudian Perang Dunia Pertama membuat rencananya berubah sehingga dia pun bergabung di dinas militer sebagai sukarelawan. Di masa antar perang Bäke kembali melanjutkan studi medisnya yang tertunda dan lulus sebagai dokter gigi tahun 1922. Dia membuka praktek yang cukup sukses di Hagen, hanya untuk diselingi kedua kalinya oleh tugas militer saat Nazi naik ke tampuk kekuasaan. Ketika Perang Dunia II usai (dan Bäke telah resmi ditahbiskan sebagai "pahlawan" Jerman), tak terlalu sulit untuk menduga kemana arah karirnya berlanjut: dokter gigi! Dalam foto ini Bäke sedang mengobati gigi salah seorang anakbuahnya

 

Sumber :
Buku "Hitler's Naval Bases: Kriegsmarine Bases During the Second World War" karya Jak Mallmann Showell
www.feldgrau.net
www.forum.axishistory.com

www.forum.leslufteaux.com
www.forum.panzer-archiv.de
www.histomil.com
www.warrelics.eu 
www.worldwartwozone.com 
www.ww2f.com

No comments:

Post a Comment