Friday, September 14, 2012

Foto Mobil VW-Kübelwagen

Seorang  prajurit DAK (Deutsches Afrikakorps) bersiap-siap mengenakan sepatunya sambil duduk di feldbett (kasur lapangan), sementara rekannya masih terbungkus selimut terlelap dalam mimpi. Di dekatnya terparkir sebuah Kübelwagen dengan nomor polisi WH (Wehrmacht Heer) 936769. Feldbett-feldbett ini kemungkinan merupakan barang hasil "pembebasan" dari tangan Sekutu karena bentuknya sedikit berbeda dibandingkan dengan feldbett standar yang biasa digunakan oleh Wehrmacht - kemungkinan adalah buatan Amerika Serikat


  Sebuah mobil Jerman dari jenis VW Typ 82 leichter geländegängiger Personenkraftwagen (Kfz. 1) "Kübelwagen" sedang berada di depan sebuah desa pegunungan di Piero Patti, Messina (Sisilia/Italia), dengan latar belakang bangunan Convento dei Carmelitani yang berbentuk kastil, tahun 1943. Kübel satu ini dilengkapi dengan dudukan jerigen bahan bakar tambahan yang dipasang di atas spatbor kiri. Dalam perbendaharaan Jerman, jerigen militer mempunyai nama resmi 'Wehrmacht-Einheitskanister', dan pertama kali dikembangkan pada tahun 1937 oleh firma teknik Müller di Schwelm, berdasarkan desain dari kepala insinyur mereka, Vinzenz Grünvogel. Sebenarnya desain serupa telah digunakan dari sejak tahun 1936 dalam kancah Perang Saudara Spanyol, dimana jerigen yang diproduksi memajang logo perusahaan Ambi-Budd Presswerk G.m.b.H. Pada tahun 1939, militer Jerman telah menumpuk ribuan dari jerigen jenis ini sebagai cadangan, sebagai antisipasi dari perang yang kemungkinan terjadi. Pasukan bermotor biasanya mendapat jatah jerigen lengkap dengan selangnya, sebagai sarana untuk memudahkan penyedotan bahan bakar dari segala sumber yang tersedia. Selang ini terutama berguna sekali manakala tentara-tentara Jerman melibas negara-negara Sekutu dalam gerak cepat di tahun-tahun awal peperangan. Musuh bebuyutan Jerman, Inggris, tak lama kemudian telah menemukan kegunaan Wehrmachtskanister 20 L, dan segera meng-copy-nya mentah-mentah. Karena pihak Inggris biasa menjuluki tentara-tentara Jerman sebagai "Jerry", maka merekapun memberi nama "Jerry Cans" kepada tempat penyimpanan bahan bakar / air hasil tiruan tersebut (nama ini nantinya diadopsi oleh orang-orang kita menjadi "jerigen")


Dengan menggunakan sebuah Kübelwagen, Generaloberst Walter Model (Oberbefehlshaber 9. Armee) melakukan acara kunjungan sekaligus inspeksi ke markas 6. Infanterie-Division di Manuilowa, Rusia. Dia kemudian berdiskusi dengan Oberstleutnant im Generalstab Friedrich-Wilhelm John (Ia Erster Generalstabsoffizier 6. Infanterie-Division) mengenai situasi terkini di front pertempuran. Tidak ada keterangan kapan foto ini diambil, tapi kemungkinan besar pada musim panas tahun 1942 saat 6. Infanterie-Division berada di bawah kendali 9. Armee dalam Pertempuran Rzhev



Generalmajor Paul Schultz (30 Oktober 1891 - 15 September 1964)


 Leutnant der Reserve Otto Carius (Führer 2.Kompanie / schwere Panzer-Abteilung 502) berperan sebagai supir dari VW-Kübelwagen ini, sementara rekan-rekannya menjadi penumpang. Di sebelah Carius duduk Leutnant der Reserve Bernhard Nienstedt (Führer Aufklärungszug schwere Panzer-Abteilung 502), sementara di belakang adalah Leutnant der Reserve Karl Eichhorn (Zugführer di 2.Kompanie / schwere Panzer-Abteilung 502). Foto kemungkinan besar diambil awal musim panas 1944


Generalfeldmarschall Walter Model (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B) di atas sebuah Kübelwagen dalam perjalanan inspeksi ke pos-pos komando Jerman di sekitar wilayah Aachen, Nordrhein-Westfalen (Jerman), pada tanggal 9 Oktober 1944. Disini dia sedang mengunjungi 246. Volksgrenadier-Division (pimpinan Oberst Gerhard Wilck yang merangkap sebagai Kampfkommandant Aachen), yang bermarkas di sebuah bunker benteng pertahanan Westwall. Duduk di kursi belakang adalah dua orang perwira staff Model yang juga adalah Ritterkreuzträger (peraih medali Ritterkreuz), dari kiri ke kanan: Leutnant der Reserve Hans Luthardt dan SS-Hauptsturmführer Heinrich Springer. Foto ini juga memperlihatkan penggunaan Zeltbahn sebagai tarnung (kamuflase) di kap mesin depan, sebuah praktek yang tidak biasa! Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Scheerer dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 16 Oktober 1944. Kota Aachen sendiri menjadi wilayah pertama negara Jerman yang jatuh ke tangan Sekutu setelah pertempuran yang berlangsung dari tanggal 2 s/d 21 Oktober 1944



 SS-Oberführer Otto Baum (Kommandeur 16. SS-Panzergrenadier-Division "Reichsführer-SS") menaiki Kübelwagen bersama dengan staff-nya di Italia, akhir tahun 1944. Dia mengenakan medali Schwerter #95 zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub yang didapatkannya tanggal 2 September 1944 sebagai SS-Standartenführer dan Kommandeur 17.SS-Panzergrenadier-Division "Götz von Berlichingen" / LXXXIV.Armeekorps / 7.Armee / Heeresgruppe B. Proposalnya dikirimkan dari tanggal 23 Agustus 1944 oleh Oberbefehlshaber Heeresgruppe B, Generalfeldmarschall Walter Model, sementara Vorläufiges Besitzzeugnis alias Dokumen Pendahulu-nya tertanggal 14 Oktober 1944. Pada saat itu Baum juga menjadi komandan sementara 2. SS-Panzer-Division "Das Reich"


Dua orang GI dari US 75th Infantry Division memeriksa sebuah VW type 82 "Kübelwagen" yang ditinggalkan oleh pemiliknya di jalan utama Beffe, 40km sebelah selatan Liège, Belgia, tanggal 7 Januari 1945. Mobil ini berasal dari 2. SS-Panzer-Division "Das Reich" yang ikut berpartisipasi dalam Ofensif Ardennes bulan Desember 1944. Di latar belakang tampak tank Sherman M4A3(76)W dari 4th Cavalry Group Amerika


SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Theodor Eicke (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Division "Totenkopf") berkendara di atas Kübelwagen bersama dengan ajudannya, SS-Hauptsturmführer Otto Friedrich, musim dingin 1942/1943. Friedrich nantinya ikut terbunuh bersama dengan Eicke saat pesawat yang mereka tumpangi ditembak jatuh oleh pasukan Rusia tanggal 26 Februari 1943 selama berlangsungnya Pertempuran Ketiga Kharkov



Sumber :

Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Buku "Tigers in the Mud" karya Otto Carius
www.commons.wikimedia.org
www.flickr.com
www.ww2colorfarbe.blogspot.com

No comments:

Post a Comment