Monday, September 24, 2012

Foto Panzerkampfwagen VI Tiger


 VK 45.01 (P) adalah salah satu dari hasil pengujian desain untuk tank berat Jerman. Satu tim dikepalai oleh Ferdinand Porsche, yang lebih memilih sistem penggerak bensin-elektrik yang rumit. Yang lainnya adalah VK 36.01 (H) yang dibuat oleh Henschel dan memilih untuk menggunakan mesin bensin dan girboks yang lebih sederhana. Kedua desain tersebut sama-sama dipasangi kubah berbentuk silinder yang membawa meriam 8.8cm KwK 36. Pada akhirnya yang dipilih untuk diproduksi massal adalah desain keluaran Henschel


 Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") menginspeksi salah satu Tiger keluaran pertama Jerman dengan nomor sasis 250001, kemungkinan di Pusat Pengembangan Senjata Wehrmacht di Kummersdorf pada bulan September-Oktober 1942. Pelindung roda rantai depannya masih bersifat tambalan, sementara bagian belenggu penariknya sendiri bukan dari tipe standar. Selain dari ukurannya yang bongsor, Rommel terutama sekali mengagumi lampu sorot Bosch yang dipasang di bagian depan (begitu berharganya lampu ini, sehingga para awak Tiger biasa mencopot dan menyimpannya terlebih dahulu sebelum berangkat menuju medan tempur!). Tiga Tiger pertama tiba di medan perang Afrika Utara pada tanggal 23 November 1942, dan untuk pertama kalinya beraksi dalam pertempuran di Tunisia pada tanggal 1 s/d 3 Desember 1942 saat mereka - dengan dibantu oleh pesawat-pesawat Stuka dan "gerombolan" Panzer III - menghancurkan 134 tank Sekutu di timur Tebourba! BTW, pada saat pertama keluar dari pabrik, tank berat satu ini mempunyai nama resmi "Panzerkampfwagen VI Ausführung H (Henschel)" (Panzer VI versi H), biasa disingkat "PzKpfw VI Ausf.H", sementara bagian suplai senjata biasa menyebutnya sebagai "Sonderkraftfahrzeug 182" (Kendaraan Fungsi Khusus 182) atau "Sd.Kfz.182". Tapi pada bulan Maret 1943 penamaannya dirubah menjadi PzKpfw VI Ausf.E atau Sd.Kfz.181.


 Para anggota sebuah kompi tank berat Jerman berpose bersama dengan dua buah tunggangan andalan mereka, Panzerkampfwagen VI Tiger (8,8 cm L/56) Ausf.E (Sd.Kfz. 181). Detasemen Tank Berat Jerman (schwere Panzerabteilungen), adalah unit tank elite dalam Perang Dunia II seukuran batalyon yang dilengkapi dengan Tiger I, dan kemudian Tiger II. Pada awalnya unit semacam ini ditujukan untuk bertempur secara ofensif dalam operasi penembusan pertahanan musuh, tapi kemudian situasi perang yang makin memburuk memaksa mereka digunakan untuk tujuan defensif dengan menyediakan tembakan pendukung serta ujung tombak dalam serangan balik ke wilayah-wilayah dimana pasukan lapis baja musuh berhasil menembus masuk pertahanan Jerman. Karenanya dalam beberapa kesempatan mereka kadang direorganisasi menjadi Kampfgruppen (Grup-Grup Tempur) yang hanya digunakan sementara dan sesuai kebutuhan saja sebelum dikembalikan kembali ke unit asal mereka




Tiger 121 (Zugführer 2.Zug/schwere Panzer-Abteilung 501) dalam foto sebelum tanggal 22 Januari 1943 di Tunisia. Tiger ini menjadi korban dalam pertempuran di tanggal tersebut. Leutnant Vermehren adalah komandannya, sementara penumpang yang ikut nebeng bersamanya tidak diketahui. Untuk Richtschütze (gunner) Tiger satu ini tercatat adalah Unteroffizier Ullrich

 
Tiger 112 (Fgst.Nr. 250012) dari Kampfgruppe Lueder melintasi sebuah jembatan tua peninggalan Romawi di kota Jedeida, Tunisia. Komandan Oberfeldwebel Siegfried Krebs terlihat disini, sementara di belakang kemungkinan adalah gunnernya, Unteroffizier Werner Lange, sementara di sebelah kiri adalah loader Gefreiter Brunner. Foto ini kemungkinan diambil tanggal 25 November 1942, yang juga merupakan hari pertama misi operasi yang dilakukan oleh schwere Panzer-Abteilung 501 di Tunisia


Tiger 112 (Fgst.Nr. 250012) yang mendapat penomoran ulang menjadi 724 sewaktu diperbantukan di 7.Kompanie/Panzer-Regiment 7/10.Panzer-Division. Tiger ini masih berada di bawah pimpinan Oberfeldwebel Siegfried Krebs, meskipun tidak diketahui siapa saja awak tank yang nampang dalam foto yang kemungkinan diambil antara tanggal 17 s/d 26 Februari 1943 di Oghrane, Tunisia, ini



Sebuah Panzerkampfwagen VI Tiger dari schwere Panzer-Abteilung 501 di Afrika Utara, musim semi 1943. Hasil pertempuran disini memperlihatkan superioritas tak tertandingi tank Tiger dibandingkan dengan tank-tank milik Sekutu. Schwere Panzer-Abteilung 501 menghancurkan lebih dari 150 tank Sekutu di Afrika Utara sementara hanya kehilangan sebelas Tiger (itupun cuma tiga yang dihancurkan oleh musuh, sisanya ditinggalkan oleh awaknya karena masalah teknis), dengan kill ratio 13,6 tank musuh yang dihancurkan untuk setiap tank Tiger yang menjadi korban!


 Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Reichsführer SS und Chef der deutschen Polizei) menginspeksi sebuah Panzerkampfwagen VI Tiger dengan ditemani oleh SS-Hauptsturmführer Herbert Zimmermann (kiri), komandan 8.(schwere)Kompanie / SS-Panzer-Regiment 2 / SS-Panzergrenadier-Division "Das Reich". Foto diambil di wilayah Kharkov, Ukraina, tanggal 24 April 1943. Di tangan para komandan terlatih Wehrmacht dan Waffen-SS, Tiger-Tiger ini akan menunjukkan peranannya dan menjadi salah satu mesin perang yang paling ditakuti oleh musuh 


 
Generaloberst Heinz Guderian (Generalinspekteur der Panzertruppen) mengadakan inspeksi terhadap Panzerkampfwagen VI Tiger "405" milik 13.(schwere)Kompanie / SS-Panzer-Regiment 1 / SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" di Kharkov (Ukraina), pada tanggal 27 April 1943. Dalam foto atas tampak SS-Hauptsturmführer Heinz Kling (Kompaniechef) sedang menunjukkan pada Guderian bagian-bagian dari Tiger. 13.(schwere)Kompanie sendiri merupakan satu-satunya kompi di SS-Panzer-Regiment 1 LSSAH yang dilengkapi dengan tank-tank berat dari jenis tersebut. Foto oleh Kriegsberichter Wiesebach


 Generaloberst Heinz Guderian (Generalinspekteur der Panzertruppen) mengadakan inspeksi terhadap Panzerkampfwagen VI Tiger "405" milik 13.(schwere)Kompanie / SS-Panzer-Regiment 1 / SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" di Kharkov (Ukraina), pada tanggal 27 April 1943. Berdiri di atas Tiger, dari kiri ke kanan: SS-Obersturmbannführer Georg Schönberger (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 1 LSSAH), SS-Oberführer Werner Ostendorff (Chef des Stabes II. SS-Panzerkorps), Generaloberst Guderian, SS-Hauptsturmführer Heinz Kling (Chef 13.Kompanie / SS-Panzer-Regiment 1 LSSAH), xxx (jangan ngeres!) , dan SS-Sturmbannführer Rudolf Lehmann (Ia Erster Generalstabsoffizier SS-Panzergrenadier-Division LSSAH). 13.(schwere)Kompanie sendiri merupakan satu-satunya kompi di SS-Panzer-Regiment 1 LSSAH yang dilengkapi dengan tank-tank berat dari jenis tersebut. Foto oleh Kriegsberichter Ohlemacher




 Panzerkampfwagen VI Tiger "114" yang dikomandani oleh Alfred Rubbel dari schwere Panzer-Abteilung 503 dalam sebuah latihan perang bulan Mei 1943 di dekat kota Kharkov, dalam persiapan untuk Unternehmen Zitadelle (Operasi Benteng). Mengambil pelajaran dari pertempuran sebelumnya, tambahan rantai roda cadangan telah ditempelkan ke bagian depan tank. Perbaikan kecil dalam hal Formänderungen (modifikasi) terus menerus ditambahkan untuk meningkatkan performanya. Sebagai contohnya adalah pelindung hujan yang diletakkan di atas teropong teleskop di bagian mantel meriam yang merupakan hasil modifikasi para awaknya di lapangan


 Salah satu Tiger keluaran terbaru milik SS-Panzergrenadier-Division "Totenkopf" tak lama setelah tiba di Budy (barat-daya Kharkov) bulan Mei 1943 sebagai persiapan untuk ofensif yang akan berlangsung tak lama lagi di wilayah Kursk. Tank berat milik SS-Untersturmführer Walter Köhler yang masih fresh ini belum ditambahkan marking dan cat kamuflase di badannya. Nantinya dia akan mendapat nomor taktis "911" yang menunjukkan asal unitnya: tank pertama dari Zug (Peleton) pertama kompi ke-9


Awak sebuah Tiger "921" dari SS-Panzergrenadier-Division "Totenkopf" berpose di depan tank mereka di wilayah peristirahatan Budy (barat-daya Kharkov) bulan Juni 1943 tak lama sebelum Pertempuran Kursk pecah satu bulan kemudian. Mereka mengenakan "Panzerkombi" (pakaian terusan panzer) kamuflase keluaran terbaru dengan pola erbsenmuster, sementara Tiger yang mereka gunakan masih belum dilengkapi dengan gantungan rantai roda di turet serta periskop supir K.F.F.2. Tank berat Totenkopf yang masuk kriteria ini pada saat itu adalah Tiger "913", "921", "923", dan "933". Semuanya berasal dari 9.Kompanie / SS-Panzer-Regiment 3 "Totenkopf"


 Lima orang awak sebuah Panzerkampfwagen VI Tiger dari schwere Panzer-Abteilung 502 berpose di depan tank mereka, musim panas 1943. Pelatihan para awak Tiger terutama dirancang untuk memperkenalkan setiap kandidat pada lima posisi penting di dalam tubuh Tiger: komandan, gunner, loader, operator radio dan supir. Setiap peran mempunyai tanggungjawab khususnya masing-masing, dan pengetahuan yang cukup mengenai hal-hal ini diperlukan untuk menjamin koordinasi yang berkesinambungan antara kelima orang awak Tiger yang bekerja dalam satu tank yang sama


Foto Oberstleutnant Adelbert Schulz (kanan, Kommandeur Panzer-Regiment 25/7.Panzer-Division) yang diambil pada tanggal 21 Juni 1943. Di belakang Schulz terparkir sebuah Panzerkampfwagen VI "Tiger" yang berasal dari 3.Kompanie/schwere Panzer-Abteilung 503. Unit ini diperbantukan kepada 7.Panzer-Division untuk keperluan latihan sebelum dan selama berlangsungnya Pertempuran Kursk. Perwira di samping Schulz mengenakan jaket kamuflase pola "splinter" yang biasa digunakan oleh unit-unit Heer dan Fallschirmjäger 



Awak Panzerkampfwagen VI Tiger I (turmnummer 123) dari 1.Kompanie/sPzAbt.503 sedang mempersiapkan amunisi mereka sebelum dimulainya Unternehmen Zitadelle (Pertempuran Kursk), 21 Juni 1943. Di atas Tiger, dari kiri ke kanan: Fahrer (driver) Hans Thome, Obergefreiter Heinz Quast dan Funker (operator radio) Rolf Sichel, sementara di bawah adalah para anggota seksi amunisi. Foto oleh Kriegsberichter Dr. Paul Wolff dari PK (Propaganda-Kompanie) 637. Adalah biasa bagi unit Flak (senjata anti serangan udara) untuk membawa amunisi 88mm dengan menggunakan kotak yang terbuat dari anyaman. Meskipun begitu, unit-unit Panzertruppen dan Panzerjäger lebih menyukai membawanya dengan menggunakan kotak kayu seperti terlihat dalam foto di atas. Satu kotak kayu atau nyaman bisa membawa tiga buah peluru meriam 88mm L/56, tapi untuk PaK/KwK 43 biasanya hanya muat satu biji satu kotak saja (kemungkinan karena ukurannya yang lebih besar dan panjang kayak Mak Erot!) 

Tiger-Tiger dari 8.Kompanie/SS-Panzer-Regiment 2/2.SS-Panzergrenadier-Division "Das Reich" bergerak melintasi padang stepa Rusia di selatan jalan Tomarowka-Bykowka dengan diiringi oleh Panzergrenadier SS dalam fase awal Unternehmen Zitadelle, Kursk, 6 Juli 1943. Sehari sebelumnya mereka telah menghancurkan 23 tank Soviet di dekat Beresoff, sementara di hari pada saat foto ini diambil 12 tank musuh menjadi korban tambahan sekaligus sebuah kereta api lapis baja Rusia!


 Panzerkampfwagen VI Tiger "932" dari 9.Kompanie / SS-Panzer-Regiment 3 / SS-Panzergrenadier-Division "Totenkopf" di sebuah padang terbuka di utara Belgorod pada saat dimulainya Unternehmen Zitadelle yang berujung pada Pertempuran Kursk. Tank-tank dari divisi ini mencapai prestasi terbaik dari unit-unit Jerman lainnya dan bergerak paling jauh menembus pertahanan berlapis pasukan Rusia. Mereka berhasil melintasi jembatan yang melintasi sungai Psel di sektor selatan Kursk


Salah satu dari delapan buah Panzerkampfwagen VI Tiger I Ausf.E milik Tigergruppe Meyer di bulan Agustus 1943. Dia diberi nama "Stroich" (Pengembara), dan menggunakan cat dasar kuning gelap yang dikamuflasekan dengan warna hijau zaitun dan, kemungkinan besar, garis merah-coklat di sekelilingnya. Tidak seperti unit-unit panzer lainnya, Tiger-Tiger yang tergabung dalam unit tempur kecil ini (dua Zug dengan masing-masing empat Tiger) hanya menggunakan turmnummer (nomor kubah) dengan penomoran satu digit saja (dan bukan tiga seperti biasanya). Lambang perisai yang dihiasi oleh Baltenkreuz (Salib Jerman) di lapisan baja depan merupakan penanda Tigergruppe Meyer karena selama bulan Agustus s/d September 1943, schwere Panzer-Kompanie/Tigergruppe Meyer di-BKO kan ke (44.) Reichsgrenadier-Division Hoch und Deutschmeister (HuD) untuk keperluan pelucutan tentara Italia setelah menyerahnya negara sekutu Jerman tersebut ke tangan Sekutu bulan September 1943. Lambang dari Divisi HuD sendiri adalah Baltenkreuz


13 Agustus 1943: Serombongan Panzerkampfwagen VI Tiger, dengan para komandannya nongol di cupola, yang berasal dari schwere Panzer-Abteilung 503/III.Armeekorps sedang menanjaki sebuah bukit di front depan dekat Belgorod, Rusia, dalam fase Ofensif Belgorod-Kharkov yang dilancarkan oleh Tentara Merah (12 Agustus 1943 - 23 Agustus 1943). Schwere Panzer-Abteilung 503 sendiri adalah satu-satunya unit tank berat Jerman yang berada di dekat Belgorod. Foto oleh Kriegsberichter Bernd Lohse dari Propaganda-Kompanie (PK) 666


 Panzerkampfwagen VI Tiger (turmnummer B12) dari 11. Kompanien/III. Abteilung/Panzer-Regiment "Großdeutschland" bergerak melintasi sebuah meriam anti-tank 76mm M1942 ZiS-3 Rusia yang teronggok di jalanan, sementara dua orang Obergefreiter mengawasi udara dari keberadaan pesawat musuh di wilayah Achtyrka-Kharkov-Poltava, Ukraina, tanggal 23 September 1943. Tiger-Tiger Großdeutschland bertugas untuk melindungi gerak mundur tentara Jerman ke arah garis pertahanan baru di Dniepr. Tiger di atas telah mendapat cat kamuflase di seluruh badannya serta membawa cadangan rantai roda di plat depan. Foto oleh Kriegsberichter Pfeiffer (PK Div.Großdeutschland)


 Foto Tiger S33 (depan) dan S13 dari 8.Kompanie/"Kampfgruppe Lammerding"/SS-Panzer-Regiment 2/2.SS-Panzer-Division "Das Reich" yang diambil di Kirovograd, Ukraina, tanggal 1 Desember 1943. Mereka memainkan peranan kurang signifikan dalam serangan balasan Jerman di wilayah Zhitomir karena korban berat yang diderita dalam Pertempuran Kursk beberapa bulan sebelumnya. Perhatikan coak bekas tembakan senjata anti-tank di lapisan depan dan juga gambar "Springender Teufel" di samping turet. Foto oleh Kriegsberichter Schnitzer


Tiger 134 dari schwere Panzer-Abteilung 501, kemungkinan dalam misi di wilayah Orscha, Uni Soviet, saat Oberstleutnant von Legat diangkat menjadi komandan baru schwere Panzer-Abteilung 501. Untuk daftar komandan unit ini dari mulai berdirinya: Major Hans-Georg Lueder (10 Mei 1942 - 26 Februari 1943), Major August Seidensicker (17 Maret 1943 - 12 Mei 1943), Major Erich Löwe (September 1943 - 24 Desember 1943), Oberstleutnant von Legat (Januari 1944 - Agustus 1944), dan Major Saemisch (Agustus 1944 - 27 November 1944)


Upacara penganugerahan medali Ritterkreuz di Ingolstadt (Jerman) tanggal 14 Januari 1944 kepada awak tank terbaik Jerman: Michael Wittmann dan Bobby Woll, atas prestasi mereka yang sejauh ini telah menghancurkan 88 tank musuh! Dari kiri ke kanan: SS-Untersturmführer Michael Wittmann (Zugführer 13.Kompanie(schwere)/SS-Panzer-Regiment 1 "LSSAH"), SS-Panzerschütze Sepp Rößner (Ladeschütze), SS-Panzerschütze Werner Irrgang (Funker), SS-Sturmmann Eugen Schmidt (Fahrer), dan SS-Rottenführer Balthasar 'Bobby' Woll (Richtschütze)


 
Sebuah Panzerkampfwagen VI Tiger dari 13.Kompanie / SS-Panzer-Regiment 1 / 1.SS-Panzer-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" menembakkan senjata utamanya ke arah posisi musuh untuk memberikan tambahan kekuatan penekan bagi pasukan infanteri yang sedang merangsek maju di dekat wilayah Petrivka (timur Vinnytsia), Ukraina, bulan Februari 1944. Tiger tersebut merupakan salah satu dari tank pengganti yang dikirimkan pada LSSAH di bulan itu dan mempunyai penanda taktis berbentuk angka "2" kecil berwarna hitam yang terletak di bagian depan turetnya serta di boks penyimpan peralatan di turet belakang. 13./Pz.Rgt.1 sendiri adalah kompi tank berat (schwere panzer kompanie) yang dilengkapi oleh tank-tank dari jenis Tiger. Kompi tersebut diupgrade dari akhir bulan November 1942 di Fallingbostel

SS-Obersturmführer Michael Wittmann dengan medali Eichenlaub #380, difoto bersama dengan Panzerkampfwagen VI "Tiger" berlapis zimmerit di Prancis Utara bulan Mei 1944 (satu bulan sebelum Operasi Overlord) oleh Kriegsberichter Scheck dari PK 698. Skor akhir Wittmann adalah 138 tank dan 132 meriam anti-tank. Meskipun dia bukanlah jagoan panzer dengan skor tertinggi dalam Perang Dunia II (predikat ini diraih oleh Oberfeldwebel Kurt Knispel dengan 168 kills), tapi tak diragukan lagi dialah yang paling terkenal!



Panzerkampfwagen VI Tiger I (Sd.Kfz.181) Ausf.E Trumnummer (nomor turet) 131 dari 3.Zug/1.Kompanie/schwere SS-Panzer-Abteilung 101, dengan SS-Untersturmführer Walther Hahn (kelahiran 9 Juni 1913) duduk di atas turet, melintas di depan gereja Notre-Dame di desa Morgny, Département de l'Eure, Haute-Normandie, Prancis, tanggal 8 Juni 1944. Di sebelah kanan adalah Schwimmwagen tipe 166


 Schwere SS-Panzer-Abteilung 101 tiba di Normandia dari Paris tanggal 12 Juni 1944 setelah perjalanan yang kebanyakan dilakukan di malam hari demi menghindari sergapan pesawat-pesawat Sekutu. Panzerkampfwagen VI Tiger I (Sd.Kfz.181) Ausf.E Trumnummer (nomor turet) 222 milik SS-Unterscharführer Kurt Sowa dari 2.Zug / 2.Kompanie ini ditugaskan di wilayah sekitar Villers-Bocage. Dua lubang di turetnya merupakan tempat ngintip untuk teropong TZF9b. Foto oleh Kriegsberichter Arthur Grimm

Tiger #205 milik SS-Obersturmführer Michael Wittmann dalam perjalanan dari Prancis Utara ke Normandia. Perlu diketahui bahwa Tiger yang dipakainya tidak hanya satu. Tank dari jenis ini yang pertama kali dipakainya dalam Pertempuran Kursk mempunyai nomor turet 1331; Tiger #205 dalam foto di atas sendiri kemudian rusak di jalan sebelum sempat beraksi sehingga dia "meminjam" Tiger #222 milik SS-Unterscharführer Kurt Sowa. Saat Wittmann menemui ajalnya tanggal 8 Agustus 1944, Tiger yang dipakainya mempunyai nomor turet 007 (James Bond kaleee!)

Tank-tank Tiger dari I SS Panzer-Korps Leibstandarte SS Adolf Hitler mendekati wilayah Villers-Bocage, bulan Juni 1944


Tiger S16 dari Divisi Panzer Leibstandarte SS Adolf Hitler di Front Timur


Tiger 922 dari Totenkopf dengan jaring kamuflase


Tiger Totenkopf sedang beristirahat


Tiger 911 Totenkopf bergerak maju


Tiger 911 Totenkopf bergerak maju


Kru Tiger Totenkopf berpose di depan tanknya yang telah dikamuflase seadanya dengan menggunakan alang-alang


Para awak tank Tiger Totenkopf


Laras meriam dari Tiger Totenkopf yang memperlihatkan 15 buah baris jumlah kemenangannya


Tiger 911 dari 9./SS-Panzer-Regiment 3 "Totenkopf"


Tiger 401 dari Divisi Panzer SS Totenkopf pada saat Pertempuran Kharkov. Tank ini dipakai oleh komandan kompi. Pada saat itu 4. Kompanie mempunyai 9 Tiger dan 10 Panzer IV. Hanya beberapa Tiger yang operasional pada saat itu, tapi ketika pertempuran telah usai, 4./SS-Panzer-Regiment "Totenkopf" hanya kehilangan 3 tanknya!


Tiger 401 dari Divisi Panzer SS Totenkopf


Prajurit Totenkopf berpose di depan Tigernya

----------------------------------------------------------------------

 
Oberleutnant der Reserve Friedrich Stadler dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold pada tanggal 30 September 1944 sebagai perwira di III.Abteilung / Panzer-Regiment "Großdeutschland" / Panzergrenadier-Division "Großdeutschland" / XXXIX.Panzerkorps / 3.Panzerarmee / Heeresgruppe Mitte. Foto ini sendiri diambil bulan Juni 1943 (satu bulan sebelum Unternehmen Zitadelle) dan memperlihatkan Oberleutnant Stadler berpose gaya "nyepong" di depan sebuah Panzerkampfwagen VI Tiger. Saat itu dia menjadi Chef 13.Kompanie / III.Abteilung / Panzer-Regiment "Großdeutschland"


Sumber :
Buku "Tiger" karya Thomas Anderson 
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.5sswiking.tumblr.com
www.commons.wikimedia
www.en.wikipedia.org
www.flickr.com 
www.panzergrenadier.net
www.wehrmacht-awards.com

No comments:

Post a Comment