Friday, November 30, 2012

Album Foto 29. Waffen-Grenadier-Division der SS (italienische Nr. 1)

SS-Sturmbannführer Luis Thaler (kiri) berbincang-bincang dengan Waffen Obersturmbannführer der SS Armando Giorleo dari 29. Waffen-Grenadier-Division der SS (italienische Nr. 1), November 1944. Giorleo mengenakan seragam hijau dan abu-abu AD Italia berbahan wol dengan kragenspiegel merah SS yang ditempelkan di kerah (meskipun Himmler sudah memerintahkan untuk dirubah dengan warna hitam dari sejak bulan Juni 1944!). Letnan-Kolonel Giorleo juga mengenakan schulterklappen (tanda pangkat bahu) dengan benang berwarna perak cerah dipadukan dengan lipatan khas Waffen-SS berwarna paduan putih di atas merah khas pasukan infanteri Jerman


 Elemen-elemen terakhir dari 29. Waffen-Grenadier-Division der SS (italienische Nr. 1) menyerahkan diri ke tangan Amerika di Hotel Regina, Milan, tanggal 30 April 1945. Perwira SS yang memakai jaket kulit di tengah adalah SS-Standartenführer Walter Rauff, mantan kepala SD Einsatz-Kommando Tunis di Tunisia. Sedikit kisah menarik tentang orang ini: Dia gagal tes keturunan SS dalam percobaan pertamanya karena tunangannya pernah menikah dengan seorang pengacara Yahudi. RUSHA akhirnya menerima alasan yang diajukannya bahwa perkawinan pertama tunangannya adalah sebuah "kekhilafan" disebabkan oleh si wanita yang "tidak mempelajari biologi ras sebelumnya dan tidak menyadari konsekwensi perkawinannya". Rauff sebelumnya pernah bertugas di Reichsmarine dan mencapai pangkat Kapitänleutnant sebelum diberhentikan dengan tidak hormat oleh Mahkamah Kehormatan Angkatan Laut karena mempunyai affair dengan seorang pelajar wanita (mirip-mirip sama Reinhard Heydrich!). Di akhir perang dia ditangkap oleh partisan komunis Italia tanggal 2 Mei 1945. Dia menegosiasikan keselamatannya dengan memberikan orang-orang Italia tersebut arsipnya yang berisi daftar nama-nama kolaborator fasis Italia. Rauff kemudian dilepaskan tapi orang-orang yang dikhianatinya kemudian teridentifikasi (karena laporan di dokumennya), ditangkap dan dieksekusi di tempat oleh para Partisan! Sang oportunis ini lalu melarikan diri ke Chili dan tinggal dengan nama samaran. Tidak lupa dia membantu pemerintah negara barunya dalam membentuk satuan polisi rahasia selama bertahun-tahun sehingga namanya sangat dihormati disana. Pemerintah Israel, yang berhasil melacak keberadaannya, berusaha untuk melakukan percobaan pembunuhan di Santiago (ibukota Chili) tahun 1960-an tapi gatot alias gagal total, meskipun setidaknya telah menelan tiga nyawa. Rauff sendiri kemudian meninggal dengan tenang dan saat ini dua anak lelakinya menjadi petinggi militer di Chili




Sumber :
Buku "The Italian Army 1940-45: Italy 1943-45" karya Philip S. Jowett dan Stephen Andrew
www.histomil.com

No comments:

Post a Comment