Thursday, June 20, 2013

Foto Ilmuwan Third Reich



Major Dr.-Ing. Alfred Becker (20 Agustus 1899 - 26 Desember 1981) adalah perwira sekaligus insinyur artileri Wehrmacht yang terkenal karena mampu memodifikasi mesin-mesin perang peninggalan Inggris dan Prancis - yang sudah ketinggalan zaman - menjadi mesin perang baru yang lebih mumpuni. Melalui skill teknik serta manajemennya, Becker mengalihfungsikan bekas pabrik Hotchkiss yang tak terpakai di Prancis menjadi pusat modifikasi mesin perang Wehrmacht, yang dikenal dengan nama "Baustab Becker". Disini dia menghasilkan tidak kurang dari 1.800 kendaraan perang "baru tapi lama" dari berbagai jenis yang sangat dibutuhkan oleh pasukan di garis depan, dari mulai senjata anti-tank, artileri gerak sendiri, peluncur roket dan lainnya. Dari mulai musim dingin tahun 1943 dia memfokuskan diri untuk melengkapi mesin-mesin perang 21. Panzer-Division yang baru dibentuk kembali, sekaligus menjadi komandan dari satuan artileri mobilnya, Sturmgeschütz Abteilung 200. Becker sendiri dianugerahi medali Deutsches Kreuz in Gold pada tanggal 13 Mei 1942 sebagai Oberleutnant dan Chef 15.Batterie / Artillerie-Regiment 227 / 227. Infanterie.Division. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuzes II.Klasse und I.Klasse; Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914-1918; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuzes II.Klasse (18 Mei 1940) und I.Klasse (3 Juni 1940); Allgemeines-Sturmabzeichen; Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" (Ostmedaille); Kriegsverdienstkreuzes II.Klasse und I.Klasse (1 September 1942) mit Schwertern; serta Ritterkreuz des Kriegsverdienstkreuzes mit Schwertern (20 April 1945)


 Dr. Claude (Claudius) Honoré Desiré Dornier (14 Mei 1884 - 5 Desember 1969) adalah perancang pesawat sekaligus pendiri Dornier Flugzeugwerke keturunan Prancis. Pesawat-pesawat hasil karyanya di antaranya adalah Dornier Do 18 dan "perahu terbang" Dornier Do X bermesin 12 yang selama beberapa dekade menjadi pesawat terbesar sekaligus terkuat. Namanya juga mengemuka dalam sejarah penerbangan Jerman karena konsepnya yang unik dalam hal instalasi mesin multi pesawat terbang. Pesawat ciptaannya kadang kala dilengkapi oleh baling-baling ganda di depan dan belakang dalam konfigurasi tarik-dorong


Dr. Ernst Heinkel (24 Januari 1888 - 30 Januari 1958) adalah perancang sekaligus produsen pesawat, Wehrwirtschaftsführer (pembuat mesin dan perlengkapan perang untuk keperluan Wehrmacht), dan anggota Partai Nazi. Perusahaan Heinkel Flugzeugwerke yang dipimpinnya memproduksi Heinkel He 178, pesawat turbojet pertama di dunia, serta Heinkel He 176, pesawat berbahan bakar roket pertama. Atas jasa-jasanya, pada tahun 1938 dia dianugerahi Deutscher Nationalpreis für Kunst und Wissenschaft (Penghargaan Nasional Jerman untuk Seni dan Keilmuan)


Wilhelm Emil "Willy" Messerschmitt (26 Juni 1898 - 15 September 1978) adalah pembuat pesawat terkemuka yang terutama terkenal melalui pesawat Messerschmitt Bf 109 yang menjadi pesawat pemburu utama Jerman dalam Perang Dunia II. Sampai pada detik ini, Bf 109 tercatat sebagai pesawat pemburu yang paling banyak diproduksi dalam sejarah: 35.000 buah! Pesawat lainnya - Messerschmitt Me 209 - menjadi pemecah rekor sebagai pesawat berbaling-baling paling cepat sampai dengan tahun 1969. Perusahaannya juga memproduksi pesawat jet pertama di dunia yang masuk proses produksi yaitu Messerschmitt Me 262, meskipun secara pribadi dia tidak merancangnya

-------------------------------------------------------------------------

 Upacara penganugerahan Deutscher Nationalpreis für Kunst und Wissenschaft (The German National Prize for Arts and Science) untuk para tokoh nasional Jerman yang berprestasi dalam bidang seni dan keilmuan, yang diselenggarakan pada tanggal 30 Januari 1939 di Reichskanzlei, Berlin. Yang memberikan penghargaan adalah Adolf Hitler (membelakangi kamera, Führer und Reichskanzler), yang ditemani oleh Joseph Goebbels (Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda) di sebelah kirinya. Sebagai penerima di hari itu adalah, dari kiri ke kanan: Profesor Ernst Heinkel (perancang pesawat), Profesor Willy Messerschmitt (bersalaman dengan Hitler, perancang pesawat), Dr. Ferdinand Porsche (perancang mobil dan tank), dan Dr. Fritz Todt (Generalinspektor für das Straßenwesen). Diantara barisan penonton di latar belakang kita bisa melihat Oberstleutnant Rudolf Schmundt (antara Goebbels dan Hitler, Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), SA-Obergruppenführer Franz Seldte (di belakang Todt, Reichsarbeitsminister), Generaloberst Erhard Milch (di belakang kepala Todt, Staatssekretär zum Reichsluftfahrtministerium), SS-Gruppenführer Paul "Pilli" Körner (antara Milch dan Seldte, Abgeordneter der NSDAP im Reichstag), dan SS-Gruppenführer Reinhard Heydrich (di belakang Milch, Chef der Sicherheitsdienst)


Pada bulan September 1942, III.Gruppe / Jagdgeschwader 26 (JG 26) kedatangan tamu istimewa di pangkalannya yang terletak di Wevelghem, Belgia. Profesor Kurt Tank, perancang utama pesawat-pesawat Focke-Wulf, dan ilmuwan seniornya Rudolf Blaser (kepala perancang pesawat berkursi tunggal sekaligus kepala program Fw 190), datang untuk membantu penyempurnaan Focke-Wulf Fw 190 A-2 dengan mendasarkan pada pengalaman para pilot JG 26 yang menggunakannya. Disini terlihat Oberingenieur Blaser berdiri di atas sayap Fw 190 A-2 dengan marking taktis < + I. Pesawat dengan Werknummer 20206 ini dipiloti oleh Oberfeldwebel Walter Grünlinger, katschmarek (wingman) dari Gruppenkommandeur Hauptmann Josef Priller. Grünlinger tampaknya baru kembali dari sebuah feindflug (misi tempur) ketika foto ini diambil, dan Blaser terlihat sedang menerangkan beberapa aspek teknis dari pesawat. Fw 190 milik Grünlinger, yang sebelumnya diterbangkan oleh Hauptmann Priller dan pertama kali tercatat dalam logbook sang Gruppenkommandeur pada tanggal 11 Desember 1941. Chevron (tanda pangkat berbentuk V) besar ganda menandakan bahwa pemiliknya adalah seorang Gruppenkommandeur (Komandan Gruppe), sementara lambang pribadi Priller, yaitu sebuah kartu remi As Hati dengan nama "Jutta", kini telah dihapus dan digantikan oleh lambang pilihan Grünlinger, yang berbentuk kartu remi tujuh Hati dengan nama "Rata" (gambar kartu tersebut dilukis di kedua sisi bagian mesin). Perhatikan juga "sayap elang" hitam yang hampir semuanya tertutup oleh jas yang dikenakan Blaser. Marking ini biasa ditemukan di pesawat-pesawat berjenis Fw 190 pada saat itu, dan gunanya untuk menutupi noda hitam bekas knalpot di bagian mesin. Pesawat ini memakai pola kamuflase RLM 74 bawaan pabrik (terlihat jelas di bawah kokpit) yang dipadukan dengan RLM 76 serta bintik-bintik RLM 75 yang tersebar di bagian logam penutup mesin. Grünlinger sendiri terus bertugas bersama Priller setelah yang disebut terakhir menjadi Jagdgeschwaderkommodore (Komandan Skuadron Pemburu) dari JG 26 pada tanggal 11 Januari 1943. Pada tanggal 4 September 1943 dia telah mengumpulkan jumlah kemenangan udaranya menjadi 12 (5 pesawat pemburu serta 7 pesawat pembom berat dan medium), yang dibukukan dalam 88 misi tempur. Di hari itu Grünlinger tinggal landas bersama dengan 10.Staffel/JG 26, dimana dia telah diperbantukan sehari sebelumnya. Staffel ini lalu bertemu dengan sekitar 20 Spitfire, dan Oberfeldwebel Grünlinger kemudian gugur ketika pesawatnya ditembak jatuh sekitar tiga kilometer barat-laut Bomy di Prancis utara. Pesawat yang digunakannya di saat kematiannya adalah Fw 190 A-5 Werknummer 7287 dari Geschwaderstab. Tanggal 9 September 1943 dia dikebumikan di kompleks pemakaman JG 26 di Abbéville


 Foto ini diambil pada bulan Juni 1943 dan memperlihatkan, dari kiri ke kanan: Generalmajor Dr.ing. h.c. Walter Dornberger (membelakangi kamera, Chef der Raketenabteilung des Heereswaffenamt), Dr. Rudolph Herrmann (Chef transsonischen Windkanal), Oberst Dipl.ing Leo Zanssen (Kommandeur Heeresversuchsanstalt Peenemünde), Generalmajor Hugo Beißwänger (General beim Chef der Heeresrüstung), Generalmajor Dipl.Ing. Erich Schneider (Amtsgruppenchef vom Waffenprüfungsamt wieder im Heereswaffenamt), dan Prof. Dr. Wernher Freiherr von Braun (Technischer Direktor Heeresversuchsanstalt Peenemünde). Hampir semua orang yang disebutkan namanya disini terkait dengan pengembangan senjata roket V1 dan V2 milik Angkatan Bersenjata Jerman


Sumber :
Majalah "Luftwaffe im Focus Spezial" edisi No.1 terbitan tahun 2003
Foto koleksi pribadi Walter Frentz
www.en.wikipedia.org
www.forum.axishistory.com
www.flickr.com

No comments:

Post a Comment