Tuesday, February 18, 2014

Foto Flammenwerfer

Tentara Jerman dengan Flammenwerfer 41 dan Flammenwerfer-Schützenanzug. Karena individu yang membawa alat penyembur api semacam ini memberikan ancaman yang nyata bagi musuh yang melawannya, mereka selalu menjadi sasaran pertama tembakan dan bombardir. Hal ini berusaha diminimalisir dengan cara mengkamuflase peralatannya: menutupi tangki bensin dengan kain terpal untuk menyamarkannya seakan-akan sebagai tas punggung, dan bahkan menyembunyikan tabung pelontarnya di dalam dudukan yang menyerupai senapan! Ini membuat si penyembur api terlihat seakan-akan sebagai prajurit infanteri biasa


 Flammenwerfer Jerman sedang beraksi. Flammenwerfer yang digunakannya berasal dari jenis Flammenwerfer 35 (FmW 35) yang mampu menyemburkan api sampai 25 meter. Dengan berat 35,8kg, FmW 35 mampu menampung sampai 11,8 liter minyak pembakar (Flammöl 19) yang merupakan campuran dari bensin dan tar. Sebagai pemantiknya digunakan "obor" hidrogen yang dapat menyemburkan api tanpa terputus sampai 10 detik. Alat penembaknya sendiri terdapat di dalam pipa pelindung dan diaktivasi menggunakan Selbstschlussventil. Flammenwerfer 35 digunakan oleh Wehrmacht sampai tahun 1941, ketika Flammenwerfer 41 yang lebih ringan mulai menggantikannya. Foto ini dipublikasikan dalam kartu pos yang diterbitkan tahun 1944


 Foto ini telah tersebar luas di media internet serta buku yang membahas tentang Pertempuran Stalingrad (23 Agustus 1942 - 2 Februari 1943), dan dikatakan diambil pada tanggal 4 Oktober 1942 saat tentara Jerman berusaha merebut Volgogradski traktorni zavod (pabrik traktor Volgogradski) dari tangan Tentara Merah, yang mempertahankannya sampai titik darah penghabisan. Bagi orang yang mempelajari secara mendalam tentang sejarah Wehrmacht, maka akan didapati beberapa hal janggal - yang membawa pada kesimpulan bahwa foto ini tidaklah dibuat pada tahun 1942 di Stalingrad, melainkan pada periode setelahnya: (1) Prajurit di tengah membawa senjata MP 43 atau StG 44 (bukan prototipe Mkb 42 buatan Haenel/Walther), padahal senjata tersebut baru diproduksi pada tahun 1943; (2) Feldmütze M43 yang dikenakan oleh perwira di kanan yang menggenggam stielhandgranate baru diperkenalkan bulan Juni 1943, sementara foto ini diklaim diambil tujuh bulan sebelumnya; serta (3) Gaiter kaki yang dikenakan oleh perwira yang sama baru secara umum digunakan di akhir-akhir perang. Sebagai tambahan, dalam buku "Winter Storm: The Battle for Stalingrad and the Operation to Rescue 6th Army" karya Hans Wijers (halaman 28), terdapat identifikasi dari ketiga orang prajurit Pionier (Zeni) yang nongtot dalam foto ini, dari kiri ke kanan: Unteroffizier Werner Jattke, Stabsfeldwebel Gawenda, dan Leutnant Alfred Prinz von Habsburg zu Hohenberg. Seusai perang, Von Habsburg (yang merupakan keturunan bangsawan) berimigrasi ke Amerika Serikat dan menetap disana. Dalam wawancara oleh Russ Schalke yang diadakan di acara Weekend of Heroes Gathering pada tahun 2004, Von Habsburg mengakui bahwa itu memang foto dia dan rekan-rekan seperjuangannya, tapi menambahkan bahwa keterangan yang menyatakan bahwa foto tersebut diambil di Stalingrad tidaklah benar (meskipun Von Habsburg sendiri adalah veteran Stalingrad yang tergabung dalam Pionier-Bataillon 389 / 389.Infanterie-Division). Sebagai bukti terakhir bahwa foto ini tidak diambil di Stalingrad pada tahun 1942, cukuplah fakta bahwa dia sebenarnya diambil dari cuplikan "Die Deutsche Wochenschau" - film propaganda Wehrmacht yang dipublikasikan secara berkala - yang memperlihatkan pertempuran di Front Timur di bulan-bulan terakhir Perang Dunia II (Februari-April 1945)


Sumber :
www.warrelics.eu
www.ww2colorfarbe.blogspot.com

No comments:

Post a Comment