Friday, April 25, 2014

Foto 3. Infanterie-Division / 3. Panzergrenadier-Division






 
 
 
Acara parade militer oleh 8. (Preußisches) Infanterie-Regiment, yang diselenggarakan di Frankfurt and der Oder di masa Reichswehr. Jenderal yang memakai mantel di sebelah kiri adalah Charakter als Generalleutnant a.D. Hans Petri. Sementara itu, tiga orang yang berdiri di tengah adalah, dari kiri ke kanan: Oberst Erwin von Witzleben (Kommandeur 8. Infanterie-Regiment), Major Heinrich Strack (Kommandeur I.Bataillon / 8.Infanterie-Regiment), dan Generalleutnant Gerd von Rundstedt (Kommandeur Wehrkreis III di Berlin). Perwira yang tertangkap kamera sedang berbaris di depan mereka adalah Hauptmann Joachim von Tresckow (Chef 1.Kompanie / I.Bataillon / 8.Infanterie-Regiment). Tidak ada keterangan kapan foto ini diambil, tapi yang jelas sewaktu Witzleben masih menjabat sebagai Komandan 8. Infanterie-Regiment (Oktober 1931 - September 1933). Hans Petri sendiri hadir dalam acara ini sebagai seorang mantan Komandan resimen tersebut sebelum diambil alih oleh Witzleben



General der Infanterie Erwin von Witzleben (kedua dari kiri, Kommandierender General III. Armeekorps und Befehlshaber Wehrkreis III) dalam acara peninjauan latihan perang 3. Infanterie-Division yang diadakan di Prignitz, Brandenburg, pada tahun 1936. Seorang Leutnant memberikan laporan terkini pada jenderal Witzleben mengenai situasi latihan yang sedang dijalankan. Uniknya, dalam foto ini kita juga bisa melihat ada sekumpulan bocil yang ikut menjadi "pengamat" dari perang-perangan yang sedang berlangsung saat itu! Tidak diketahui sedang kemana bapak bocah-bocah ini, sampe anaknya bisa nyelonong se'ena'e dewe...



Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) membalas salam hormat dari prajurit-prajuritnya yang bersiap untuk menyeberangi sungai Vistula (Weichsel), tanggal 4 September 1939. Sang Führer khusus datang ke bagian sungai yang berada di sebelah selatan Kulm untuk menyaksikan aksi penyeberangan sungai terbesar di Polandia tersebut oleh elemen-elemen dari 3. Infanterie-Division. Ini merupakan salah satu kegiatan di hari pertama kunjungannya di Polandia yang akan berlangsung nonstop sampai dengan tanggal 26 September 1939. Foto oleh Heinrich Hoffmann


 Adolf Hitler disambut oleh para prajurit Wehrmacht saat tiba di pinggiran Sungai Vistula (Weichsel) di sebelah selatan Kulm untuk menyaksikan penyeberangan sungai terbesar di Polandia tersebut oleh pasukan Jerman dari 3. Infanterie-Division, 4 September 1939. Dari kiri ke kanan: Generalmajor Erwin Rommel (tertutup oleh Kluge, Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon), General der Artillerie Hans-Günther von Kluge (Oberbefehlshaber 4. Armee), Generaloberst Fedor von Bock (tertutup oleh Kluge, Oberbefehlshaber Heeresgruppe Nord), Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), Reichsminister Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auwärtigen), SS-Gruppenführer Reinhard Heydrich (tertutup oleh Hitler, Chef Sicherheitsdienst), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), dan General der Infanterie Adolf Strauß (Kommandierender General II. Armeekorps)


 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) disambut oleh para prajurit Wehrmacht saat tiba di pinggiran Sungai Vistula (Weichsel) di sebelah selatan Kulm untuk menyaksikan penyeberangan sungai terbesar di Polandia tersebut oleh pasukan Jerman dari 3. Infanterie-Division, 4 September 1939. Bersama Hitler, dari kiri ke kanan: Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Nord), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), General der Artillerie Hans-Günther von Kluge (Oberbefehlshaber 4. Armee), Hitler, Reichsminister Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auwärtigen), dan General der Infanterie Adolf Strauß (Kommandierender General II. Armeekorps)


 Dengan diawasi oleh tatapan mata Führer mereka Adolf Hitler yang melihat melalui teropong, para prajurit dari 3. Infanterie-Division beristirahat sebentar setelah menyeberangi Sungai Vistula di sebelah selatan Kulm, 4 September 1939. Vistula (atau Weichsel bagi orang-orang Jerman) merupakan sungai terbesar di Polandia, dan airnya bersumber dari Barania Góra yang terletak di Pegunungan Beskidy, Polandia selatan. Alirannya kemudian melewati kota-kota terbesar di negara tersebut (seperti Krakow dan Warsawa) sebelum akhirnya bermuara di Laut Baltik di dekat Danzig/Gdańsk. Foto ini sendiri pertama kali dipublikasikan dalam buku "Mit Hitler in Polen" (Bersama Hitler di Polandia) karya fotografer pribadi sang Führer, Heinrich Hoffmann, dengan caption asli berbunyi: "Übergang über die Weichsel: Polnischer Boden wurde in harten Eilmärschen erkämpft - nur kurz ist die Rast!" (Setelah menyeberangi hulu Sungai Vistula: tanah Polandia diperjuangkan melalui perjalanan darat yang berat - istirahat seringkali hanya sebentar saja!)


 Acara kunjungan Adolf Hitler ke wilayah operasi 3. Infanterie-Division di Vistula (Weichsel) di sebelah selatan Kulm. Dari kiri ke kanan: General der Infanterie Adolf Strauß (Kommandierender General II. Armeekorps), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), SS-Gruppenführer Karl Wolff (Verbindungsoffizier zwischen dem Reichsführer-SS und dem Führerhauptquartier), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generalmajor Walter Lichel (Kommandeur 3. Infanterie-Division), dan General der Artillerie Hans-Günther von Kluge (Oberbefehlshaber 4. Armee). Divisi Lichel berada di bawah komando IIAK pimpinan Strauß, sementara IIAK sendiri berada di bawah komando 4. Armee pimpinan Kluge. Foto ini pertama kali dipublikasikan dalam buku "Mit Hitler in Polen" (Bersama Hitler di Polandia) karya fotografer pribadi sang Führer, Heinrich Hoffmann, dengan caption asli berbunyi: "und Generalmajor Lichel schildert den Verlauf den Kämpfe" (dan Mayor-Jenderal Lichel menerangkan tentang pertempuran yang telah terjadi)



Generalleutnant Helmuth Schlömer (tengah), Kommandeur 3. Infanterie-Division (motorisiert), menginspeksi sebuah Panzerkampfwagen IV Ausf.G bersama dengan tiga orang perwira Wehrmacht lainnya. Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Koch (Propaganda-Kompanie 694) di sektor selatan Front Timur pada bulan Juni-Juli 1942. Pada periode tersebut Jenderal Schlömer dan divisi pimpinannya sibuk berjibaku melawan Tentara Merah dalam gerak maju mereka ke Stalingrad, terutama sewaktu melakukan penyeberangan Sungai Tim (28 Juni 1942), pertempuran mempertahankan jembatan Voronezh (7-13 Juli 1942), dan pertempuran di pinggiran sungai Don (24 Juli s/d 10 Agustus 1942). Sebagai penghargaan atas kepemimpinannya dalam fase-fase paling kritis yang dihadapi oleh Divisi Infanteri ke-3, Divisionskommandeur Schlömer dianugerahi medali Eichenlaub pada tanggal 23 Desember 1942 (dia sebelumnya telah mendapatkan Ritterkreuz pada tanggal 2 Oktober 1941 sewaktu masih menjadi Oberst / Kolonel dan Komandan Schützen-Regiment 5 / 12.Panzer-Division)

-----------------------------------------------------------------------

PERAIH RITTERKREUZ

Hauptmann Gerhard Ball (6 September 1915 - 9 Oktober 1941) ikut serta bersama dengan 3. Infanterie-Division dalam penyerbuan ke Uni Soviet (Unternehmen Barbarossa). Dalam gerak maju menuju Moskow tanggal 9 Oktober 1941, Ball gugur dalam pertempuran di jalan raya yang terletak di Medyn, sebelah tenggara Juchnows. Sebelumnya dia dengan gagah berani telah memimpin anakbuahnya dalam menahan serangan balasan pasukan musuh yang dilengkapi dengan tank. Atas jasa-jasanya, Ball dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes secara anumerta tanggal 23 November 1941 sebagai Hauptmann dan Führer Aufklärungs-Abteilung 53 (motorisiert) / 3.Infanterie-Division / LVII.Armeekorps / Panzergruppe 4 / Heeresgruppe Mitte. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse dan Eisernes Kreuz I.Klasse



Oberst Sigurd-Horstmar Freiherr von Beaulieu-Marconnay (31 Desember 1900 - 8 Oktober 1953) adalah perwira kelahiran Berlin-Charlottenburg yang ikut bertempur dalam Perang Dunia Pertama dan pensiun dini pada tahun 1920 dengan pangkat Leutnant. Pada tahun 1934 dia masuk lagi ke Angkatan Darat Jerman yang sedang diperluas dengan menjadi anggota Infanterie-Regiment 9. Beaulieu-Marconnay ikut serta dalam kampanye militer Wehrmacht di Polandia dan Prancis sebagai komandan batalyon, dan invasi ke Soviet sebagai ajudan Korps-Kommando X. Pada bulan Agustus 1942, Beaulieu-Marconnay diangkat sebagai komandan Infanterie-Regiment 29 (mot.) yang merupakan bagian dari 3. Infanterie-Division. Ketika divisinya terjebak oleh pasukan Soviet di Stalingrad, Beaulieu-Marconnay ditugaskan untuk menjaga jalan masuk di Marinovka-Dimitriyevka (barat laut Stalingrad) dari usaha terobosan terus-menerus pihak musuh. Bersama dengan Kampfgruppe-nya, dia berkali-kali menangkal serangan Rusia yang bermaksud menutup satu-satunya jalur penyelamatan diri 6. Armee apabila hendak keluar dari kota yang terkepung. Selama 1,5 bulan jalur tersebut terbuka berkat perjuangan tanpa kenal lelah Beaulieu-Marconnay dan anakbuahnya. Sayangnya, perintah Hitler yang dituruti dengan membabibuta oleh Panglima 6. Armee, Friedrich Paulus, membuat pasukan Jerman tetap bertahan di kota yang semakin lama semakin menciut oleh kepungan musuh. Pada akhirnya, pada tanggal 10 Januari 1943 Beaulieu-Marconnay dipaksa untuk meninggalkan posisi pertahanannya setelah musuh berhasil menerobos sektor lainnya sehingga membahayakan posisi anakbuahnya dari serangan yang datang dari arah belakang. Atas kegigihannya dalam bertempur, Heeresgruppe Don merekomendasikan Beaulieu-Marconnay agar mendapatkan Ritterkreuz pada tanggal 20 Januari 1943, dan rekomendasi tersebut langsung diterima pada hari yang sama! Secara resmi dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 20 Januari 1943 sebagai Oberst dan Kommandeur Grenadier-Regiment 29 (motorisiert) / 3.Infanterie-Division / XIV.Panzerkorps / 6.Armee / Heeresgruppe Don. Bersama dengan pasukannya yang setia, sang Regimentskommandeur kemudian menyerahkan diri pada pasukan Rusia pada tanggal 30 Januari 1943 dan menghabiskan sisa hidupnya sebagai tawanan perang. Dia meninggal dunia akibat sakit pada tahun 1953 di Kamp Krasnopolye dan dimakamkan di Gundurovka (Ukraina Selatan). Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918 (1935); 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; serta Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942)


Oberleutnant Karlartur (Karl-Arthur) Apitzsch (25 Oktober 1920 - 1 Januari 1943) bertugas sebagai Vorgeschobene Beobachter alias Forward Observer di Artillerie-Regiment 3 (motorisiert) dalam pertempuran di Stalingrad (23 Agustus 1942 – 2 Februari 1943). Pada tanggal 1 Januari 1943 dia dinyatakan hilang dan jejaknya tak pernah terlihat lagi. Meskipun begitu, sebuah sumber baru-baru ini menyebutkan bahwa batang hidungnya pernah terlihat di kamp tawanan perang Soviet di wilayah Stalingrad, tak lama setelah pasukan Jerman menyerah! Atas prestasinya dalam pertempuran habis-habisan tersebut, Oberkommando der Wehrmacht menganugerahi Apitzsch Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes secara "anumerta" tanggal 4 November 1943 sebagai Vorgeschobene Beobachter (VB) 4.Batterie / II.Abteilung / Artillerie-Regiment 3 (motorisiert) / 3.Infanterie-Division / XIV.Armeekorps / 6.Armee / Heeresgruppe Don. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Allgemeines-Sturmabzeichen; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); serta Deutsches Kreuz in Gold (13 September 1942)



Sumber :
Buku "Der Große Deutsche Feldzug gegen Polen" karya Heinrich Hoffmann
Buku "Helden der Wehrmacht" dari Kriegswinter-Hilfswerke
Buku "Mit Hitler in Polen" karya Heinrich Hoffmann
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.en.wikipedia.org

www.pantorijn.blogspot.com
www.ritterkreuztraeger-1939-45.de

No comments:

Post a Comment