Wednesday, April 23, 2014

Foto Kampfgeschwader 51 (KG 51) "Edelweiss"

Oberst Willibald Spang (baris depan sebelah kiri), Geschwaderkommodore Kampfgeschwader 255, menyambut para awak udara muda unitnya di pangkalan baru mereka di Landsberg tahun 1937. Perhatikan perpaduan hormat Nazi dan militer yang terdapat dalam foto ini! KG 255 berubah nama menjadi KG 51 tanggal 1 Mei 1939, sementara komponen II. Gruppe yang dimilikinya diupgrade menjadi KG 77. Spang (25 Maret 1887 - 28 September 1978) sendiri menjadi komandan KG 255 periode 1 Maret 1937 - 31 Januari 1939. Pangkat terakhirnya adalah Generalleutnant (1 Januari 1942), sementara medali tertinggi yang diperolehnya adalah Deutsches Kreuz in Gold (10 Januari 1944)


 Hauptmann Joachim Poetter (kanan), Staffelkapitän 7.Staffel / Kampfgeschwader 51, memberi arahan pada salah seorang awaknya, funker (operator radio) Stabsfeldwebel Sepp Traut, di dalam kokpit pesawat pembom Junkers Ju 88 A-4. Mereka sama-sama mengenakan jaket penerbang lengkap dengan flieger-kopfhaube (penutup kepala pilot). Poetter nantinya meraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 16 April 1942 sebagai Gruppenkommandeur I.Gruppe / Kampfgeschwader 77. Pangkat terakhirnya adalah Oberstleutnant im Generalstab


 Pesawat Junkers Ju 88 A-1 '9K+HS' dari 8.Staffel / III.Gruppe / Kampfgeschwader 51 dengan marking yang menunjukkan bahwa foto ini diambil di Front Barat, tepatnya di Prancis, musim panas tahun 1940. Pada saat itu Staffelkapitän dari 8. Staffel adalah Hauptmann Gundolf Freiherr Schenk zu Schweinsberg, Gruppenkommandeur III. Gruppe adalah Major Walter Marienfeld, dan Geschwaderkommodore KG 51 adalah Oberstleutnant Hans Bruno Schulz-Heyn


 Kunjungan inspeksi Generalfeldmarschall Hugo Sperrle (Chef der Luftflotte 3 und Oberbefehlshaber West) ke hanggar pesawat terbang Kampfgeschwader 51 "Edelweiss" di Paris-Orly tanggal 12 November 1940. Major Walter Marienfeld (Gruppenkommandeur III./KG 51) memberi laporan bahwa anakbuahnya telah bersiap sedia untuk diinspeksi, sementara di belakang Sperrle berdiri Oberstleutnant Hans Bruno Schulz-Heyn (Geschwaderkommodore KG 51)


 Kunjungan inspeksi Generalfeldmarschall Hugo Sperrle (Chef der Luftflotte 3 und Oberbefehlshaber West) ke hanggar pesawat terbang Kampfgeschwader 51 "Edelweiss" di Paris-Orly tanggal 12 November 1940. Hauptmann Kurt von Greiff (Gruppenkommandeur I./JG 51) melaporkan kesiapan Gruppe-nya pada sang Marsekal, sementara antara Greiff dan Sperrle berdiri Hauptmann Endres (Adjutant I./KG 51)



Etampes-Mondésir, Prancis, bulan Juni 1940. Para pilot dari Kampfgeschwader 51 "Edelweiss" bersiap-siap untuk melaksanakan misi pengeboman ke Inggris. Rona ketegangan tampak kentara di wajah-wajah mereka. Dari kiri ke kanan: Major Johann Wilhelm Kind (Gruppenkommandeur III./KG 51), Oberfeldwebel Hans-Georg Lubrich (Bordfunker 1./KG 51), Oberfeldwebel Hermann Görres (Bombenschütze 1./KG 51), Oberleutnant Wilhelm Rath (Stab III./KG 51), Hauptmann Werner Brandt (Staffelkapitän 9./KG 51), dan Oberleutnant Matthias "teddy" Schwegler (Staffelkapitän 1./KG 51)


 Upacara pemakaman bagi para anggota Kampfgeschwader 51 "Edelweiss" yang gugur dalam Pertempuran Britania di Pemakaman Meux, Prancis, musim panas tahun 1940. Major Walter Marienfeld (Gruppenkommandeur III./KG 51) memberikan eulogi terakhir, sementara di belakangnya adalah Musikzug alias orkes dangdut pengiring yang dipinjam dari pasukan panzer


 "Dua jadi satu bisa", di Teluk Euboea (Yunani) tanggal 20 April 1941. Teks laporannya, yang dipersiapkan oleh Seksi Foto Udara Kampfgeschwader 51, berbunyi: "Bagian barat laut Teluk Euboea - satu buah kapal dagang seberat 3000-4000 ton tenggelam. Pilot: Oberleutnant (Matthias) Schwegler, Observer: Feldwebel Kräher


 Generaloberst Alexander Löhr memberikan brifing pribadi mengenai operasi udara melawan Yugoslavia kepada dua orang perwira dari Kampfgeschwader 51 (KG 51) "Edelweiss". Dari kiri ke kanan: Generaloberst Alexander Löhr (Oberbefehlshaber Luftflotte 4), Oberstleutnant Hans Bruno Schulz-Heyn (Geschwaderkommodore KG 51) dan Major Walter Marienfeld (Gruppenkommandeur III./KG 51). Dari kragenspiegelnya kita tahu bahwa Löhr sudah berpangkat Generaloberst, karenanya foto di atas dipastikan diambil setelah 3 Mei 1941, tanggal dimana Löhr naik pangkat dari General der Flieger (Jenderal Udara) menjadi Generaloberst (Kolonel Jenderal)


 Salah satu dari awak Kampfgeschwader 51 yang paling sukses dan terkenal, berpose di depan pesawat Junkers Ju 88A-4 Werknummer 1046 "9K + KH" andalan mereka. Dari kiri ke kanan: Oberleutnant Matthias "teddy" Schwegler (Staffelkapitän 1./KG 51), Oberfeldwebel Hans-Georg Lubrich (Bordfunker 1./KG 51) dan Oberfeldwebel Hermann Görres (Bombenschütze 1./KG 51). Schwegler dan dua orang awaknya yang setia tersebut tetap terbang bersama sampai gugur tanggal 18 April 1945


 Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Oberfeldwebel Albert Spieth (Flugzeugführer di 3.Staffel / I.Gruppe / Kampfgeschwader 51 "Edelweiss") yang diselenggarakan pada tanggal 24 Maret 1943. Tidak ada keterangan siapa yang memberi selamat di sebelah kanan, tapi kemungkinan besar adalah Major Egbert von Frankenberg und Proschlitz (Geschwaderkommodore Kampfgeschwader 51 "Edelweiss") atau Major Klaus Häberlen (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Kampfgeschwader 51 "Edelweiss")
-------------------------------------------------------------------

PERAIH RITTERKREUZ



Oberstleutnant Siegfried Barth (23 Januari 1916 - 19 Desember 1997) bergabung dengan dinas militer tahun 1936. Dia dilatih untuk menjadi pilot pembom di Kampfgeschwader 255 (KG 255) "Edelweiss" yang nantinya dinamai ulang menjadi Kampfgeschwader 51 tanggal 1 Mei 1939. Dia terbang dalam misi pertamanya dalam Pertempuran Prancis dengan tugas membombardir lapangan udara dan kapal-kapal yang berseliweran di Dunkirk. Dalam Pertempuran Britania, Barth juga turut serta dalam aksi pemboman pusat-pusat industri di Inggris. Dalam Unternehmen Barbarossa dia bertugas di selatan Rusia dan biasa menyerang lapangan udara, stasiun kereta serta konsentrasi pasukan dan tank. Pesawat andalannya adalah Junkers Ju 88. Barth dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 2 Oktober 1942 sebagai Hauptmann dan Staffelkapitän 4.Staffel / II.Gruppe / Kampfgeschwader 51 (KG 51) " Edelweiss" / IV.Fliegerkorps / Luftflotte 4. Dia ditunjuk untuk menjadi Gruppenkommandeur IV./KG 51 tanggal 1 Februari 1944 dan bertanggungjawab untuk pelatihan awak-awak udara baru unitnya. Pesawat-pesawat yang mereka gunakan beragam, mulai dari Messerschmitt Me 410, Focke-Wulf Fw 190, sampai ke Messerschmitt Me 262 yang merupakan jet fighter-bomber pertama yang beroperasi di dunia. Pada tanggal 19 April 1945 Barth menjadi Kommodore unitnya, yang dia pimpin sampai dengan berakhirnya Perang Dunia II. Dia lalu meniti karir lanjutan di Bundeswehr dan pensiun pada tanggal 31 Maret 1973 dengan pangkat terakhir Oberst im Generalstab. Di era Perang Dingin Barth terutama terkenal saat Insiden F-84 Thunderstreak terjadi tahun 1961 yang membuatnya dicopot dari jabatannya, hanya untuk dipulihkan kembali setelah investigasi mendalam atas peristiwa tersebut. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Flugzeugführerabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse (17 Juli 1940); Eisernes Kreuz I.Klasse; Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (4 Mei 1942); serta Deutsches Kreuz in Gold (27 Juli 1942)

-------------------------------------------------------------------

PERAIH DEUTSCHES KREUZ IN GOLD



 
Oberleutnant Gert Blume (5 Juli 1919 - 23 Mei 1942) adalah pilot pembom jempolan di 1.Staffel / I.Gruppe / Kampfgeschwader 51 "Edelweiss" yang gugur pada musim semi 1942 saat pesawat Junkers Ju 88 A-4 "9K+GB" (Werknummer 5721) yang dipilotinya ditembak jatuh oleh pesawat pemburu Rusia di atas Kharkov. Ikut gugur pula ketiga awaknya: Oberfeldwebel Christof Müller, Feldwebel Heinrich Deussen dan Unteroffizier Werner von Drage. Pria kelahiran Schwelm ini kemudian dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold secara anumerta tanggal 2 Juli 1942, dan medalinya tersebut tampak ditempelkan menggunakan teknik fotografi dalam foto koleksi Peter Weinsoldner di atas. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Flugzeugführer- und Beobachterabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse; Eisernes Kreuz I.Klasse; Frontflugspange für Kampfflieger; serta Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (1 Desember 1941)



Sumber :
Buku "Kampfgeschwader Edelweiss: The History of a German Bomber Unit 1939-1945" karya Wolfgang Dierich
www.forum.axishistory.com
www.jabog32.de
www.ww2awards.com

No comments:

Post a Comment