Friday, April 18, 2014

Foto Schwere SS-Panzer Abteilung 103 / 503 (s.SS-Pz.Abt.103/503)

Upacara penganugerahan medali Eisernes Kreuz II.Klasse untuk para anggota schwere SS-Panzer-Abteilung 503, yang diselenggarakan pada awal tahun 1945. Dari kiri ke kanan: SS-Untersturmführer Adolf Grimminger (Ordonnanzoffizier schwere SS-Panzer-Abteilung 503), SS-Unterscharführer Emil Reichel (Richtschütze), SS-Oberscharfürer Brede (Halbzugführer), SS-Unterscharführer Böde (I-Staffel), SS-Unterscharführer Bier (Funker), SS-Sturmbannführer Friedrich "Fritz" Herzig (Kommandeur schwere SS-Panzer-Abteilung 503), dan SS-Untersturmführer Karl Brommann (Führer 1.Kompanie / schwere SS-Panzer-Abteilung 503). Di atas Panzerkampfwagen VI Tiger II "Königstiger" nongkrong SS-Unterscharführer Menke (Fahrer). Disini terlihat bahwa yang mendapat medali di hari itu adalah Brede, Böde dan Bier, dimana dua yang terakhir telah memegang urkunde (sertifikat) penganugerahannya. Yang paling "mengerikan" prestasinya dari para veteran tank ini adalah SS-Untersturmführer Brommann (yang diperban kepalanya), dimana hanya dalam waktu 10 minggu pertempuran di wilayah Danzig-Sopot (2 Februari s/d 26 Maret 1945), dia dan empat orang awak Königstiger-nya berhasil menghancurkan tidak kurang dari 72 tank Soviet (termasuk enam tank berat IS-2), 44 senjata anti-tank, serta 15 kendaraan lainnya. Luar biasanya, semuanya dilakukan saat Brommann hampir selalu dalam kondisi terluka (tapi tetap memaksakan bertempur), sehingga ketika akhirnya dia ditarik dari medan pertempuran, tercatat bahwa manusia satu ini telah kehilangan sebelah matanya, menderita luka bakar parah di bagian kepala dan lengan, serta carut-marut luka bekas serpihan bom di berbagai bagian tubuh lainnya! Atas prestasi azegilenya tersebut, Brommann dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 29 April 1945, yang diserahkan saat dia masih terbaring lemah di rumah sakit. BTW, pada saat foto ini diambil, jumlah Abschußringe für Panzer (ring kemenangan tank) di laras meriam Königstiger milik Brommann "baru" mencapai 30. Ini berarti bahwa baru 30 tank musuh yang berhasil dihancurkannya. Perhatikan pula bahwa Abteilungskommandeur Herzig mengenakan Fliegerstiefel (sepatu penerbang) di kakinya!



Sebuah Königstiger Ausf.B milik schwere SS-Panzer-Abteilung 503 di jalanan Berlin setelah menyerahnya Jerman. Di belakangnya adalah Ostwind/Wirbelwind disusul oleh Beobachtungs-Panzer (yang terakhir ini langkanya minta ampun!). Pada awal pertempuran Berlin, para komandan Königstiger yang ikut terlibat adalah sebagai berikut: SS-Unterscharführer Karl-Heinz Turk, SS-Unterscharführer Georg Diers, SS-Oberscharführer Karl körner, SS-Obersturmführer Max Lippert, SS-Untersturmführer Karl Brommann, SS-Untersturmführer Oskar Schäfer, SS-Oberscharführer Günther Gaul, SS-Hauptscharführer Harrer, SS-Unterscharführer Bender, SS-Unterscharführer Semik, SS-Unterscharführer Bootsmann, SS-Obersturmführer Müller, SS-Oberscharführer Stolze, dan SS-Hauptscharführer Scholte. Perlu diingat bahwa hanya sedikit yang di antara mereka yang kemudian tetap beraksi menggunakan Königstiger, sementara sisanya tewas, terluka, atau terpaksa berjibaku tanpa senjata andalannya karena hancur atau rusak dalam pertempuran!



Pada tanggal 19 April 1945, 3 buah Königstiger (Karl Körner, Oskar Schäfer, dan Harrer) menghadang iringan 100 buah T-34/85 serta satu kompi JS II. JS II pertama dan terakhir dihancurkan sehingga menghalangi putaran turet tank-tank Soviet yang berada di tengah-tengah. Dalam beberapa jam pertempuran, ketiga Königstiger tersebut menghancurleburkan tank-tank Soviet yang terjebak, dengan Körner menyikat lebih dari 39 tank seorang diri sementara Harrer 25 tank! Königstiger-Königstiger ini kemudian mengambil lebih banyak cadangan amunisi di belakang garis pertahanan dan mengundurkan diri ke wilayah Werneuchen. Menjelang sore, ketiga Königstiger tersebut mendapat serangan dari 30 lebih T-34. Dengan bantuan Königstiger lain yang dikomandani SS-Untersturmführer Oskar Schäfer, semua tank Soviet dibuat bertekuk lutut. Malam harinya SS-Hauptscharführer Karl Körner mencetak kemenangan ke-76 setelah menghancurkan tank berat JS II Soviet dengan menggunakan bantuan cahaya peluru suar dalam pertempuran di Bollersdorf, sebelah timur Berlin. Dia lalu mundur ke arah Straussberg. Di hari itu Körner telah menghancurkan 40 tank musuh dalam pertempuran sehari penuh!



Pada hari itu (19 April 1945) bertepatan dengan ulang tahun ke-25 dari SS-Hauptscharführer Karl Körner. Manusia satu ini benar-benar luar biasa dahsyatnya: Dia menghancurkan tidak kurang dari 102 tank dan 26 senjata anti-tank (semuanya terkonfirmasi) hanya dalam kurun waktu 3 bulan! Memang dia bukanlah jagoan panzer dengan pencapaian tertinggi dalam hal jumlah korban, tapi semua jagoan panzer lain rata-rata mencapai 100 kemenangan dalam waktu 1,5 s/d 4 tahun dan bukannya 3 bulan seperti Körner! Selain itu, dia juga memegang rekor terbanyak menghancurkan tank dalam satu aksi pertempuran yaitu 39 tank! Dia juga tercatat sebagai jagoan panzer dengan jumlah kemenangan terbanyak dari schwere SS-Panzer-Abteilung 503 serta merupakan bintara panzer dengan pencapaian tertinggi dalam Perang Dunia II! Atas prestasinya, dia dianugerahi Ritterkreuz tanggal 29 April 1945 bersama dengan SS-Sturmbannführer Friedrich Herzig dan SS-Untersturmführer Oskar Schäfer (semuanya dari schwere SS-Panzer-Abteilung 503). Ritterkreuz ini dikalungkan secara pribadi oleh SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Wilhelm Mohnke


SS-Unterscharführer Karl-Heinz Turk dari schwere SS-Panzer-Abteilung 503 (yang merupakan salah satu komandan dari sedikit tank Königstiger yang masih tersisa dari unitnya) ditugaskan untuk mempertahankan Potsdamer Platz bersama dengan elemen-elemen dari Panzer-Division "Müncheberg" dalam menghadapi gerak maju pasukan Soviet yang seakan tak tertahankan. Di akhir pertempuran, dia dipaksa untuk meninggalkan tanknya yang rusak di bagian roda setelah terkena tembakan dan terperosok ke dalam lubang bekas ledakan


Karl-Heinz Turk yang berhasil selamat keluar hidup-hidup dari kegilaan pertempuran Berlin dan mengakhiri perang dengan pangkat SS-Oberscharführer. Uniknya, walaupun dia notabene adalah seorang komandan tank, tapi terlihat medali Infanterie-Sturmabzeichen di seragam hitamnya! Ini menunjukkan bahwa Turk berasal dari unit infanteri atau panzergrenadier sebelum dipindahkan ke panzertruppen


Selain Karl-Heinz Turk, terdapat juga satu buah Königstiger lain (nomor 314) yang dikomandani oleh SS-Oberscharführer Georg Diers yang ditugaskan untuk mengambil posisi bertahan di bangunan Reichstag pada tanggal 30 April 1945. Ini adalah salah satu dari hanya tiga Königstiger milik schwere SS-Panzer-Abteilung 503 yang masih tersisa di Berlin. Pertempuran di hari itu berlangsung begitu sengitnya, dan pada sore hari Diers dan awaknya telah menghancurkan 30 tank T-34 Soviet yang mencoba menyerang. Tidak hanya itu, keesokan harinya (1 Mei 1945), mereka memimpin sebuah serangan balasan yang sukses terhadap bangunan Krolloper yang tepat menghadap Reichstag. Tapi usaha mereka hanya menunda sesuatu yang tidak mungkin dihindari, dan di akhir hari itu datang perintah untuk meninggalkan posisi mereka sambil bersiap-siap untuk menerobos kepungan keluar dari Berlin. Sebelum pergi, dia terpaksa menghancurkan tanknya sendiri dengan ranjau di lorong Schonhause demi menghindari kemungkinan jatuh ke tangan musuh




Sketsa karya David Pentland ini menggambarkan usaha meloloskan diri SS-Oberscharführer Georg Diers dengan Königstiger-nya dari puing-puing kota Berlin. Tank berat ini menggilas perintang jalan yang dipasangkan pihak Soviet di Weidammerbrücke (jembatan Weidammer). Diers memimpin salah satu barisan terakhir prajurit Jerman yang berusaha meninggalkan kota yang telah berubah menjadi neraka tersebut, tanggal 2 Mei 1945 jam 3 subuh


SS-Oberscharführer Georg Diers. Dia menjadi komandan dari Königstiger #314 dan Königstiger #101 dengan awaknya adalah sebagai berikut: gunner Wolf-Dieter Kothe, loader Alex Sommer, driver Willi Kenkel, dan operator radio Bodo Harms. Dia dan semua awaknya selamat sampai akhir perang, dan Diers sendiri secara resmi tercatat telah menghancurkan 39 tank musuh selama karir militernya dalam Perang Dunia II. Atas prestasinya tersebut dia seharusnya mendapat medali, tapi kacaunya suasana perang waktu itu dan sekaratnya Third Reich membuat aksinya tidak mendapat penghargaan sebagaimana mestinya


Selain Diers, rekannya dari schwere SS-Panzer-Abteilung 503 yaitu SS-Hauptscharführer Karl Körner juga berusaha meloloskan diri dari Berlin tanggal 2 Mei 1945. Dia menggunakan sebuah Panzerkampfwagen V Panther yang ditinggalkan oleh komandannya dan mencoba kabur melalui pinggiran Staaken. Dalam perjalanan, Körner masih sempat meluluhlantakkan sebuah tank JS II dan beberapa artileri bergerak musuh sebelum tanknya rusak untuk kali penghabisan di malam harinya



Panzerkampfwagen VI Tiger II Ausf.B Königstiger (Sd.Kfz.182) yang telah ditinggalkan oleh awaknya teronggok di pinggir Pariser Straße 27, Wilmersdorf (Berlin), bulan April 1945. Tank satu ini kemungkinan milik SS-Untersturmführer Oskar Schäfer dari schwere SS-Panzer-Abteilung 503, sebuah batalyon tank berat Waffen-SS yang dilengkapi oleh 10 tank dari jenis tersebut dalam Pertempuran Berlin
 


Sumber :
www.achtungpanzer.com
www.beute.narod.ru

www.forum.axishistory.com
www.forum.panzer-archiv.de
www.frontalbum.ru
www.military-art.com
www.mundosgm.com
www.network54.com
www.panzer-prints.com
www.tiif.de
www.worldwartwozone.com
www.ww2f.com

No comments:

Post a Comment