Friday, June 27, 2014

PzKpfw V (Panzerkampfwagen V) "Panther"




Oleh : Hostuf Rizal

 PzKpfw V Panther adalah tank kelas medium yang diproduksi untuk mengimbangi superioritas T-34 dan KV-1 di medan perang Rusia yang tidak mampu dilakukan oleh tank Panzer III dan Panzer IV. Pada tanggal 25 November 1941, Adolf Hitler memerintahkan untuk membuat suatu rancangan tank baru yang lebih baik daripada Panzer IV, tank terbaik yang dimiliki Jerman pada saat itu. Panther direncanakan untuk menggantikan sepenuhnya Panzer III, dengan tetap mempertahankan Panzer IV. Dari tiap-tiap divisi Panzer yang masing-masing terdiri dari dua batalion, rencananya adalah untuk memperkuat satu batalion penuh dengan unit-unit Panther, sementara satu batalion yang lain tetap diperkuat oleh Panzer IV. Dan rencana akhirnya, mulai pertengahan tahun 1943 semua batalion telah diperkuat oleh Panther.

Wehrmacht menginginkan suatu rancangan tank yang baru yang lebih baik dari Panzer III dan Panzer IV dan dengan berat antara 30 - 35 ton. Jerman telah belajar banyak dari pengalaman mereka di medan perang Rusia. Dan dari pengalaman ini, desain Panther mengambil banyak sisi keistimewaan dari T-34. Di antaranya adalah pemasangan lapisan plat baja pelindung secara miring (sloped armor) dengan sudut kemiringan tertentu. Cara pemasangan seperti ini terbukti ampuh untuk menahan tembakan meriam pada kaliber tertentu sehingga Jerman mengerahkan Panzer III dan Panzer IV sempat mengalami kesulitan dalam menghadapi T-34. Selain itu, berdasarkan pengamatan dari T-34 Uni Soviet, Panther juga dilengkapi dengan track atau rantai roda yang lebih lebar untuk meningkatkan kemampuan di medan yang berat. Proses desain Panther telah dimulai pada bulan April 1942.

Panther dilengkapi dengan senjata utama meriam 75mm KwK 42 L/70 dan dua senapan mesin MG-34 7,92mm. Proses produksi Panther dimulai pada Desember 1942. Pada 11 Januari 1943, unit Panther yang pertama telah meninggalkan pabrik. Model Panther yang pertama ini diberi nama PzKpfw V Ausf. D. Dari 1000 unit yang direncanakan untuk diproduksi, 250 unit di antaranya telah siap untuk diterjunkan ke medan perang Rusia pada Mei 1943, dan bergabung dalam Panzer Abteilungen (Batalion Panzer) 51 dan 52 dalam Heeresgruppe Sued (Grup Tentara Selatan). Masing-masing batalion ini diperkuat oleh 96 unit Panther.

PzKpfw V Panther telah dianggap sebagai salah satu tank terbaik dalam kancah Perang Dunia II selain T-34/85 milik Uni Soviet. Kehadiran Panther untuk pertama kalinya adalah di Kursk, Uni Soviet pada 5 Juli 1943 (Operasi Citadel). Jenderal Heinz Guderian berpendapat bahwa Panther terlalu terburu-buru untuk dikerahkan. Karena selain masih banyak memiliki masalah teknis tersendiri dan juga awak tank yang belum cukup terlatih dalam mengoperasikan Panther yang dinilai lebih rumit daripada pengoperasian Panzer tipe-tipe sebelumnya.

Dalam pertempuran Kursk, Panther Ausf. D masih memiliki banyak masalah mekanis. Masalah yang paling sering terjadi adalah kerusakan sistem transmisi dan overheating mesin. Ini sering mengakibatkan kebakaran. Banyak tank Panther yang rusak karena masalah ini, dan justru bukan karena serangan dari musuh. Masalah lain yang sering dihadapi adalah masalah suspensi. Ini mengakibatkan Panther sering mengalami goncangan dan tidak dapat membidik sasarannya dengan baik dalam keadaan berjalan. Ditambah lagi tangki bahan bakar yang tidak terlindungi dengan baik sehingga sering kali pula menjadi titik terlemah yang selalu diincar musuh. Meskipun demikian, Panther mencatat prestasi mengesankan di Kursk dengan berhasil menghancurkan 263 unit tank milik Uni Soviet.

Pada Agustus 1943, beberapa Panther yang tersisa dari pertempuran Kursk dimodifikasi menjadi PzKpfw V Ausf. A. Perbaikan yang dilakukan, antara lain dilakukan pada gearbox dan sistem transmisi dan suspensi serta penambahan satu senapan mesin MG-34 7,92mm di bagian depan.

Panther model A diproduksi sebanyak 2192 unit dalam bulan Agustus 1943 sampai Mei 1944. Pada Maret 1944, PzKpfw Ausf. G mulai diproduksi sebagai versi perbaikan dari model A. Perbaikan yang dilakukan, antara lain dengan menambahkan lapisan antimagnet (lapisan keramik Zimmerit) untuk mencegah serangan dengan ranjau magnetis. Model G diproduksi sebanyak 2953 unit dan model ini merupakan model yang terbaik.

Tidak banyak masalah mekanis yang dimiliki Panther model G dibanding dengan model-model pendahulunya, dan oleh karena itu Panther model G dinilai sebagai tank terbaik pada Perang Dunia II dalam segi efektifitas tempur yang meliputi kekuatan senjata, pelindung, mobilitas serta kemampuan dan daya tahan mesin. Panther lebih banyak beraksi di front timur (Uni Soviet), dan tidak pernah digunakan di front barat (Eropa Barat) sampai awal tahun 1944 untuk melawan pendaratan massal tentara Sekutu di Anzio, Italia. Barulah pada pertempuran di Normandia, Panther dikerahkan secara besar-besaran.

Panther memiliki kombinasi yang sangat baik antara persenjataan, pelindung, dan kemampuan manuver. Kemampuannya bahkan dinilai jauh di atas tank milik Amerika Serikat, M4 Sherman dan T-34 Uni Soviet. Panther dapat menghancurkan sebuah M4 Sherman dan T-34 dari jarak 1000-2000 meter, dari sisi manapun juga. Dari depan, lapisan pelindung Panther yang dipasang secara miring tidak dapat ditembus oleh tembakan meriam 75mm Sherman, bahkan dari jarak 500 meter.

Sejak 1943, tank-tank Panther yang berhasil dirampas oleh Soviet digunakan untuk membentuk satu kompi utuh yang dipimpin Letnan Sotnikov dan digunakan untuk melawan pemilik aslinya. Soviet sangat memuji dan mengagumi Panther dan oleh karena itu mereka berusaha merampas sebanyak mungkin tank-tank Panther milik Jerman, dan kalau bisa dalam keadaan baik dan utuh. Karena itulah, sebenarnya setiap awak tank Jerman yang meninggalkan tanknya karena masalah mekanis atau yang lain dan tidak ada kemungkinan sama sekali untuk dibawa dan diperbaiki, harus menghancurkan tank tersebut supaya tidak dapat dimanfaatkan oleh musuh. Setiap tank Panther yang berhasil dirampas oleh Soviet dalam kondisi baik dan utuh akan dihadiahkan sebagai penghargaan kepada awak tank yang berprestasi. Untuk itu, Soviet melatih para mekanik secara khusus untuk menangani Panther. Uni Soviet juga menerjemahkan dan menerbitkan buku manual pengoperasian Panther (Pantherfibel) yang ditulis dalam bahasa Rusia pada tahun 1944.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Inggris, Kanada, Amerika Serikat dan Polandia. Gerakan perlawanan bawah tanah Perancis juga berhasil merampas beberapa unit Panther pada pertengahan 1944. Tank-tank ini digunakan dalam pertempuran sekitar Rouen pada 30 Agustus 1944. Dua di antaranya dihancurkan oleh tank Tiger Jerman dari sSSPzAbt 102. Ini adalah situasi pertempuran yang sangat menarik dan jarang terjadi di mana tank-tank terbaik Jerman saling bertempur satu sama lain.

Salah seorang ace Panther yang paling terkenal selama Perang Dunia II adalah Ernst Barkmann, dari kesatuan elit divisi II SS Das Reich. Barkmann pertama kali memimpin tank Panther pada Operasi Citadel di sekitar Kursk, Uni Soviet pada Juli 1943. Salah satu pertempuran yang memopulerkan namanya terjadi di dekat desa Le Lorey, Perancis pada 27 Juli 1944.

Ernst Barkmann dan Panthernya yang terpisah dari kesatuannya yang mengundurkan diri ke desa tersebut. Dari seorang mata-mata Jerman diketahui bahwa suatu barisan M4 Sherman AS sedang menuju ke arah mereka. Barkmann kemudian menempatkan dan menyamarkan Panthernya di sebuah hutan pohon ek dan siap melakukan penghadangan. Korban pertama Barkmann adalah 2 unit M4 Sherman di barisan paling depan dan sebuah truk pengangkut bahan bakar. Tank-tank Sherman di belakangnya terhalang oleh kobaran api dan kepulan asap yang ditimbulkan, dan mereka menjadi sasaran empuk bagi Barkmann yang berhasil menghancurkan 2 unit M4 yang lain. Pasukan Amerika Serikat kemudian memanggil bantuan pesawat pembob hanya untuk menghancurkan satu unit Panther milik Erns Barkmann. Karena posisi Barkmann yang tersembunyi dengan baik, pesawat pembom Amerika hanya dapat merusakkan Panther Barkmann, yang masih sempat menghancurkan 2 unit M4 Sherman lagi dalam kekacauan yang timbul setelah itu. Ketika awak Panther berusaha memperbaiki tank yang rusak, mereka masih dapat menghancurkan 2 unit lagi M4 Sherman.

Pada akhirnya, Erns Barkmann dapat mengundurkan diri dengan selamat dan masih dapat menghancurkan 1 unit M4 Sherman. Dalam pertempuran yang terkenal dalam sejarah sebagai "Barkmann's Corner" ini, total 9 unit M4 Sherman dan beberapa truk pengangkut hancur oleh hanya 1 unit Panther yang masih dapat mengundurkan diri dengan selamat. Atas prestasi ini, Ernst Barkmann mendapatkan medali penghargaan berupa Ritterkreuz (Salib Ksatria).

Ernst Brkmann masih dapat menujukkan kegemilangannya bersama Panther dalam operasi ofensif Jerman di pegunungan Ardennes pada Desember 1944 dan beberapa pertempuran lain, termauk terakhir dalam mempertahankan kota Berlin dari serangan balik Tentara Merah Uni Soviet pada Maret 1945.

Divisi II SS Das Reich adalah pemegang rekor untuk jumlah total korban dari kendaraan tempur lawan selama perang yaitu sebanyak lebih dari 3000 unit, termasuk 4 unit tank T-34 Uni Soviet yang dihancurkan Barkmann dalam pertempuran di dekat kota Stuhlweissenburg, Jerman. Ernst Barkmann akhirnya menghadapi lawan yang sangat tangguh, yaitu tank-tank berat Uni Soviet Josef Stalin (JS-2). Dalam pertempuran ini, Ernst Barkmann kehilangan 3 dari 9 unit Panther dalam kesatuan yang dipimpinnya dan terpaksa mengundurkan diri.

Pada April 1945, Ernst Brkmann menyerah kepada pasukan Inggris di Wina, Austria setelah Panthernya tertembak oleh kawan sendiri (friendly fire) dan mengalami kerusakan. Tank Panther tersebut terpaksa dihancurkan supaya tidak jatuh ke tangan musuh, dan Barkmann bersama para awaknya menyerahkan diri.

Statistik PzKpfw V 'Panther':
*Kelas : Medium Tank
*Berat :
-) 43 ton (PzKpfw V Panther D)
-) 45,5 ton (PzKpfw V Panther G)
*Senjata Utama : 75mm KwK 42 L/70
*Kru : 5 orang
*Pelindung :
-) 16 - 100 mm (PzKpfw V Panther D)
-) 16 - 110 mm (PzKpfw V Panther G)
*Kecepatan : 46 km/jam

Sumber :
- Darmawan, Muh. Daud (2010). "Kendaraan Tempur Perang Dunia II". Penerbit NARASI



No comments:

Post a Comment