Thursday, October 16, 2014

Foto 94. Infanterie-Division


Landser dari Infanterie-Regiment 267 / 94.Infanterie-Division menggunakan sebuah rumah pertanian Rusia yang ditinggalkan oleh penghuninya sebagai pos komando sementara tidak jauh dari Volga, akhir Agustus 1942. Para prajurit Jerman ini mengadaptasi nama Rusia untuk kabin kayu yang mereka tempati, "Isba". Dari sini mereka memperhatikan formasi pesawat terbang Luftwaffe membombardir kota Stalingrad dan dapat melihat jelas gumpalan asap hitam tebal membumbung tinggi menembus hangatnya langit selatan Rusia dari bangunan dan pabrik yang terbakar


Seorang Gefreiter dari 94. Infanterie-Division memanfaatkan waktu istirahatnya yang singkat dengan menikmati sebotol jus apel yang segar. Panas cuaca Rusia di akhir Agustus 1942 begitu menyengat, yang terlihat dari kerah seragam wol sang prajurit yang sengaja dibuka. Kondisi ini akan segera berubah tak lama kemudian ketika hujan musim gugur mulai tiba di sekitar pinggiran sungai Volga. Pasukan di garis belakang hanya diberi jatah tiga deret Patronentasche 11 (kantong peluru) yang berisi 30 butir peluru dan bukannya enam seperti biasanya pasukan di garis depan (Frontsoldat). Dia menggantungkan sebuah Gasplane (kantong kain masker) yang terbuat dari kain berlapis karet berwarna hijau tua kebiru-biruan di strap yang biasa digunakan untuk membawa masker gas (Gasmaske)



Sumber :
Buku "Stalingrad Inferno: The Infantryman's War" karya Gordon Rottman dan Ronald Volstad

No comments:

Post a Comment