Thursday, October 30, 2014

Unternehmen Wacht am Rhein, Ofensif Jerman di Ardennes




Oleh : Waffen Armee

Pertempuran Bulge atau dikenal juga sebagai "Ardennes Offensive" dan "Von Runstedt Offensive". Pertempuran ini berlangsung sejak tanggal 16 Desember 1944 hingga 25 Januari 1945, perang inilah yang menjadi bukti kegagalan Operasi Market Garden yang menjadi sebuah bencana yang juga mengakhiri perkiraan bahwa perang akan berakhir pada Natal 1944. Pertempuran ini melibatkan 1.3 juta tentara, 3.100 unit tank, dan 2.300 artileri juga peluncur roket 6 tabung milik Nazi Jerman yaitu Nebelwerfer. 89.000 korban tewas, 47.500 korban luka, dan 800 unit tank hancur di pihak Amerika Serikat. Sekitar 1.500 korban tewas di pihak Britania/Inggris Raya. Di pihak Nazi Jerman tercatat 67.200 korban tewas, 100.000 korban luka, dan sekitar 600 unit tank dan artileri hancur. Dan 3.000 warga sipil menjadi korban.

Pertempuran Bulge adalah serangan besar-besaran yang dilancarkan oleh Nazi Jerman di masa-masa akhir Perang Dunia II melalui hutan lebat di Pegunungan Ardennes, Belgia. Nama resmi Wehrmacht untuk operasi ini adalah "Unternehmen Wacht am Rhein" (Operasi "Jaga Sungai Rhine") dinamai sesuai dengan lagu patriotik di Jerman "Die Wacht am Rhein". Diberi nama "Ardennes-Alsace Campaign" (Kampanye Ardennes-Alsace) oleh Angkatan Darat Amerika Serikat. Tetapi secara umum diketahui sebagai Pertempuran Bulge oleh media cetak.

Serangan Jerman ini dibagi dalam 3 operasi utama yaitu Operasi Bodenplatte (Unternehmen Bodenplatte), Operasi Greif (Unternehmen Greif), dan Operasi Wahrung (Unternehmen Wahrung). Tujuan Jerman dalam operasi ini yaitu memisahkan pasukan Amerika Serikat dari Pasukan Persemakmuran Inggris di tengah-tengah garis pertahanan, merebut Antwerp dari tangan sekutu, lalu memulai pengepungan terhadap pasukan sekutu dan menghancurkannya, juga memaksa perjanjian damai terhadap Sekutu Barat (Amerika Serikat, Inggris Raya, Prancis, Belanda, Belgia).

Pemimpin utama masing-masing pasukan turun tangan dan memimpin langsung pasukannya dari Markas Besar, dari sekutu seperti Dwight D. Eisenhower, Omar Bradley,dan Bernard Montgomery.Dari Nazi Jerman,Adolf Hitler memimpin pasukannya langsung dari Berlin.Pemimpin Jerman lainnya adalah Walter Model, Gerd von Runstedt, Hasso von Manteuffel, Sepp Dietrich, dan Erich Brandenberger.
 Perencanaan serangan ini dilakukan dengan kerahasiaan penuh terhadap data rencana serangan, mengurangi komunikasi menggunakan radio, dan menggerakan pasukan dan kiriman suplai melewati kegelapan malam. Intelijen Pasukan Amerika Serikat ke-3 (Third U.S. Army), sudah memperkirakan serangan tersebut, tetapi pasukan sekutu masih terkejut dengan serangan Jerman ini. Ini dikarenakan keyakinan berlebih oleh pasukan sekutu bahwa Jerman tidak akan menyerang balik, sekutu juga sedang bersiap-siap untuk menyerang sehingga tidak bersiap untuk bertahan, juga hasil pengintaian udara yang buruk.

Serangan tiba-tiba yang hampir berhasil dilakukan Jerman di daerah pertahanan Sekutu yang paling lemah karena cuaca buruk yang memaksa Angkatan Udara Sekutu yang besar untuk tidak beroperasi. Pertahanan yang kuat, terutama di sekitar kota Bastogne, dan keadaan alam disana yang berpihak pada yang bertahan membuat Jerman tertahan dan memaksanya untuk keluar dari jadwal yang direncanakan.

Bantuan sekutu terutama dari Pasukan Amerika Serikat ke-3 (Third US Army) dibawah pimpinan Jendral George S. Patton,cuaca yang membaik yang memungkinkan bagi Angkatan Udara Sekutu untuk melancarkan serangan terhadap suplai dan pasukan Jerman itu sendiri adalah sejumlah faktor yang membalikkan keadaan di medan tempur saat itu. Pertempuran Bulge menjadi pertempuran paling berdarah dan paling mematikan yang berlangsung selama Perang Dunia II.

Pertempuran ini pernah di angkat ke layar lebar dalam miniseries "Band of Brothers" yang mengisahkan Kompi Easy dari 506th Parachute Regiment, 101st Airborne Division yang mempertahankan garis depan di Bulge hingga Bastogne.



No comments:

Post a Comment