Monday, September 19, 2016

Kunjungan Adolf Hitler ke Front Polandia (1939)

Bad Polzin yang terletak di dekat perbatasan Jerman-Polandia merupakan tujuan pertama dari total 12 kunjungan yang Hitler lakukan ke front di Polandia selama berlangsungnya penyerbuan tentara Jerman ke negara tersebut di tahun 1939 (termasuk perjalanan terakhir ke Warsawa untuk memimpin parade kemenangan Wehrmacht pada tanggal 5 Oktober 1939). Sebagai sarana transportasi, sang Führer menggunakan kereta api pribadinya, Führersonderzug "Amerika" (nantinya berganti nama menjadi Führersonderzug "Brandenburg" setelah Jerman menyatakan perang terhadap Amerika Serikat di akhir tahun 1941), dan juga mobil. Dia tiba di Bad Polzin pada waktu subuh tanggal 4 September 1939 dan di hari itu mengadakan kunjungan pertama di front pertempuran yang menjadi wilayah dari 4. Armee pimpinan General der Artillerie Hans-Günther von Kluge



-----------------------------------------------------------------------

KRONOLOGI KUNJUNGAN HITLER DI POLANDIA

3 September : Pada pukul 21:00 Führersonderzug "Amerika" meninggalkan Berlin.
4 September : Pada pukul 01:56 Führersonderzug "Amerika" tiba di Bad Polzin (Połczyn-Zdrój). Kunjungan pertama dengan menggunakan mobil diarahkan ke markas 4. Armee pimpinan General der Artillerie Hans-Günther von Kluge, dilanjutkan ke markas II. Armeekorps pimpinan General der Infanterie Adolf Strauß yang masih merupakan bagian dari 4. Armee. Selain konferensi perang bersama dengan para jenderalnya, Hitler juga mencoba mencicipi langsung makanan para prajurit di Feldküche (Dapur Lapangan). Malamnya sang Führer menginap di Plietnietz (Płytnica), sementara Führersonderzug "Amerika" disimpan di stasiun Lebehnke di dekat hutan Döberitz.
5 September : Hitler meninggalkan Plietnitz dan pergi ke Truppenübungsplatz Groß Born (Borne Sulinowo) menggunakan mobil. Führersonderzug "Amerika" juga tiba di tempat itu di hari yang sama.
6 September : Hitler pergi ke Schwetz, Graudenz dan Tucheler Heide dengan menggunakan mobil. Dia lalu kembali ke Groß Born dan mengunjungi rumah sakit militer disana.
7 September : Hitler mengadakan dua pertemuan penting di dalam Führersonderzug "Amerika" yang diparkir di Groß Born: pertama dengan Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), dan yang kedua dengan Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Keduanya membahas mengenai situasi terkini di Front Barat. Hitler memerintahkan kepada Raeder agar jangan menyerang kapal-kapal dagang Prancis dan juga perairannya tidak ditanami ranjau laut.
8 September : Hitler mengadakan pertemuan dengan Arthur Greiser, Erich Koch, Albert Forster dan Hans Frank di Führersonderzug "Amerika". Pada pukul 11:00 dia terbang ke Zossen untuk membahas mengenai situasi terkini di Front Barat, dan kembali lagi pada hari yang sama. Di malam harinya Hitler berangkat ke selatan ke Illnau (Jełowa) menggunakan Führersonderzug "Amerika".
9 September : Hitler tiba di Opole/Oppeln (Illnau) pukul 14:00. Di hari ini pula sang Führer menandatangani Surat Perintah No.3 yang berisi tentang panduan pasukan Jerman dalam peperangan, operasi militer melawan Polandia serta penggunaan kekuatan udara di perbatasan barat Jerman. Dia juga menandatangani surat perintah yang mewajibkan para prajurit Jerman untuk "bertindak baik terhadap warga sipil di wilayah pendudukan" serta pemberian pengampunan bagi anggota militer Polandia yang menyerah. Di hari ini pula Hitler mendapat kabar bahwa SS-Obersturmführer Ernst Bahls, mantan pelayannya di SS-Führerbegleitkommando yang kini berperang di Polandia bersama dengan 17.Kompanie / Leibstandarte SS Adolf Hitler, terbunuh dalam pertempuran.
10 September : Führersonderzug "Amerika" diparkir di Opole/Oppeln (Illnau), sementara Hitler mengadakan kunjungan ke front di Końskie menggunakan pesawat terbang dengan melewati Opoczno, lalu dilanjutkan dengan perjalanan darat ke Kielce.
11 September : Hitler melakukan kunjungan ke front di Tomaszów yang berada di sebelah tenggara Łódź dengan menggunakan pesawat terbang dan mobil. Disana dia bertemu dengan General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee) dan Generalmajor Friedrich-Carl Cranz (Kommandeur 18. Infanterie-Division). Setelahnya dia kembali lagi ke Illnau.
12 September : Hitler mengadakan pertemuan dengan Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe) dan Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) di dalam Führersonderzug "Amerika" yang sedang diparkir di Illnau. Göring memberitahukan pada Hitler tentang kesuksesan Luftwaffe-nya di Polandia. Pada sore harinya kereta api pribadi Hitler berangkat menuju Gogolin, dan disana sang Führer mengadakan pertemuan dengan Vizeadmiral Wilhelm Canaris (Leiter der Abwehr), membahas mengenai populasi rakyat Polandia. Di hari yang sama dalam acara bincang-bincang santai dengan Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), untuk pertama kalinya Hitler mengungkapkan optimismenya mengenai kesuksesan peperangan di Barat melawan Sekutu setelah melihat performa pasukan Jerman di Polandia.
13 September : Hitler meninggalkan Illnau dan pergi ke Łódź dengan menggunakan pesawat terbang dan mobil. Disana dia meninjau wilayah operasi 8. Armee (General der Infanterie Johannes Blaskowitz), X. Armeekorps (General der Artillerie Wilhelm Ulex), 10. Infanterie-Division (Generalleutnant Conrad von Cochenhausen), 17. Infanterie-Division (Generalmajor Herbert Loch), dan 30. Infanterie-Division (Generalleutnant Kurt von Briesen). Di siang harinya dia berangkat ke Gogolin dimana Führersonderzug "Amerika" telah menunggu.
14 September : Di Gogolin Hitler bertemu dengan Dr. Fritz Todt (Generalbevollmächtigter für die Bauwirtschaft) yang memberitahukan perkembangan terkini pembangunan garis pertahanan Jerman di Barat, dilanjutkan dengan pertemuan bersama Menteri Propagandanya Dr. Joseph Goebbels. Hitler juga bertemu kembali dengan Hermann Göring yang melaporkan pencapaian Luftwaffe dalam pertempuran sehari sebelumnya.
15 September : Di pagi hari Hitler menerima kedatangan Reichsminister Dr. Hans Frank di Führersonderzug "Amerika" di Gogolin. Secara resmi Sang Führer menunjuk dia sebagai pemimpin sipil di wilayah pendudukan Polandia. lalu berangkat menuju Jarosław dengan menggunakan pesawat terbang Junkers Ju 52/3m untuk mengunjungi markas 14. Armee pimpinan Generaloberst Wilhelm List. Dia menyaksikan prajurit-prajuritnya yang berasal dari dua divisi Wehrmacht melintasi Sungai San.
16 September : Hitler tinggal di Gogolin dan menerima kedatangan Pimpinan Palang Merah Jerman (Geschäftsführer des Deutschen Roten Kreuzes), SS-Brigadeführer Prof.Dr.med. Ernst-Robert Grawitz, di Führersonderzug "Amerika" yang melaporkan mengenai kegiatan Palang Merah terkini.
17 September : Hitler mengadakan pertemuan dengan Wilhelm Keitel, Alfred Jodl dan Joachim von Ribbentrop di dalam gerbong Führersonderzug "Amerika" yang sedang diparkir di Gogolin. Malam harinya dia meninggalkan kota tersebut dan berangkat menuju Lauenburg/Goddentow-Lanz (Lębork).
18 September : Hitler tiba di Goddentow-Lanz, yang terletak di 65km barat-laut Danzig.
19 September : Di pagi hari Hitler meninggalkan Goddentow-Lanz dan berangkat menuju Zoppot (Sopot). Untuk sementara Kasino Hotel dijadikan sebagai Führerhauptquartier. Di siang harinya Hitler berpidato di Artus Hof Danzig.
20 September : Hitler tinggal di Zoppot.
21 September : Hitler pergi ke Westerplatte menggunakan perahu dan berkesempatan menaiki kapal perang Schleswig-Holstein. Setelahnya dia mengadakan kunjungan ke Gotenhafen (Gdingen) dan pulang ke Zoppot di hari yang sama.
22 September : Hitler mengunjungi wilayah Warsawa. Disana dia menginspeksi kereta api lapis baja Polandia yang hancur oleh serangan pesawat-pesawat Stuka Jerman. Hitler lalu kembali ke Zoppot dimana dia tinggal selama hari-hari selanjutnya.
25 September : Hitler terbang dari Zoppot menuju wilayah Warsawa. Dia mengunjungi 8. Armee (General der Infanterie Johannes Blaskowitz) dan 10. Armee (General der Artillerie Walther von Reichenau) serta markas pasukan Jerman di Grodjisk Mazowieki. Setelahnya dia kembali ke Godentow-Lanz menggunakan pesawat terbang.
26 September : Di pagi hari pukul 09:30 Hitler pulang ke Berlin menggunakan Führersonderzug "Amerika". Dia tiba di Berlin pukul 17:05 sore.
5 Oktober : Di akhir kampanye militer, Hitler terbang kembali ke Warsawa menggunakan pesawat Focke-Wulf Fw 200 A-0 (S-8 ) AC+VH "Grenzmark" untuk menyaksikan parade kemenangan pasukan Jerman. Dia mendarat di bandara Okecie di Aleja Krakowska, dan dengan konvoy bersenjata pergi ke bagian tengah kota dimana acara utama digelar. Setelahnya dia melakukan kunjungan singkat ke beberapa bagian kota Warsawa.

-----------------------------------------------------------------------

DAFTAR LOKASI DI POLANDIA YANG DIKUNJUNGI HITLER

1. Allenstein 1a. Bahnhof, Bad Polzin 2. Jahrhunderthalle, Breslau 3. Radrennbahn Grüneiche, Breslau 4. Stadion Hindenburg, Beuthen 5. Langgasser Tor, Danzig 6. Artus-Hof, Danzig 7. Westerplatte, Danzig 8. Automobil- montagehalle, Elbing 8a. Schichau-Werft, Elbing 9. Ordensburg Krössinsee  10. Gdynia-Hafen 11.Gleiwitz 11a. Goddentow-Lanz 11b. Gogolin 12. Friedrichsplatz, Görlitz 12a. Graudenz 12b. Grodzisk Mazowiecki 12c. Groß Born 13. Illnau  14. Jarosław  14a. San river 15. Kielce 16. Palace Biskupow, Kielce 17. Airfield, Krosno 18. Köslin 19. Lauenburg 20. Liegnitz 21. Wolności, Łódź 22. Stasiun kereta api Radegast,  Łódź 23.Lötzen 24. Lyck 25. Lapangan udara Maslow 26. Marienburg 27. Minsk Mazowiecki 28. Neiße 29. Schloß Neudeck 30. Tannenberg Denkmal 31. Oppeln 32. Osterode 33. Marktplatz, Ortelsburg 34. Plietnietz 35. Rie-senburg 36. Rügenwalde 37. Stadion, Schneidemühl 38. Grand Hotel, Sopot 39. Sommerfeld 40. Messehallen, Stettin 41. Anlage Süd, Ste-pina 42. Strzyzow 43. Swinemunde 43a. Terespol 43b. Brest 44. Anlage Mitte, Tomaszow Mazowiecki 45. Tucheler Heide 46 Mokotow, Warsawa 46a. Praga, Warsawa 47. Lapangan udara Okecie, Warsawa 48. Boulevard Aleje Ujazdowski 49. Istana Belvedère 50. Lapangan Charles de Gaulle, Warsawa 51. Stadion Waldenburg 52. Weichsel river 53. Breitenheide 54. Schloss Finckenstein 55. Schloss Liebenow, Lubno 56. Istana Saxon, Warsawa

-----------------------------------------------------------------------

DAFTAR PENGIRING HITLER YANG IKUT KE POLANDIA
  1. Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht)
  2. Generalmajor Alfred Jodl (Chef des Wehrmachtsführungsamt)
  3. SS-Gruppenführer Dr.jur. Hans Heinrich Lammers (Staatssekretär und Chef der Reichskanzlei)
  4. Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess)
  5. Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon)
  6. SS-Gruppenführer Dr.rer.pol. Otto Dietrich (Reichspressechef der NSDAP und Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda)
  7. SS-Gruppenführer Karl Wolff (Verbindungsoffizier zwischen dem Reichsführer-SS und dem Führerhauptquartier)
  8. Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber der Luftwaffe und dem Führerhauptquartier)
  9. Oberstleutnant Nikolaus von Vormann (Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber des Heeres und dem Führerhauptquartier)
  10. Walther Hewel (Verbindungsbeamter des Auswärtigen Amtes zum Führer und Reichskanzler)
  11. SS-Oberführer Hans Baur (Hitlers Chefpilot und Führer der Flugstaffel "Reichsregierung") 
  12. SS-Standartenführer Johann "Hans" Rattenhuber (Kommandeur Reichssicherheitsdienst)
  13. SS-Obersturmbannführer Prof.Dr.-med. Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt)
  14. SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des Führers und Reichskanzler)
  15. Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht)
  16. Hauptmann Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht)
  17. Hauptmann Nicolaus von Below (Adjutant der Luftwaffe beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht)
  18. Korvettenkapitän Karl-Jesko von Puttkamer (Adjutant der Kriegsmarine beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht)
  19. SS-Gruppenführer Julius Schaub (Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht)
  20. SS-Sturmbannführer Erich Kempka (Persönlicher Fahrer des Führers)
  21. SS-Obersturmführer Max Wünsche (Persönlicher Ordonnanzoffizier des Führers)
  22. SS-Untersturmführer Karl Wilhelm Krause (Persönlicher Ordonnanzoffizier des Führers). Pada tanggal 10 September 1939 Krause dipecat oleh Hitler dan posisinya digantikan oleh Heinz Linge setelah ketahuan berbohong mengenai masalah pemberian air mineral!
  23. SS-Untersturmführer Heinz Linge (Persönlicher Ordonnanzoffizier des Führers) 
  24. Heinrich Hoffmann (Leibfotograf des Führers und Reichskanzler)
 Untuk staff Führerhauptquartier (FHQ), Secara total Hitler membawa serta sembilan atau lebih ajudan bersamanya dalam perjalanan ke Polandia dengan menggunakan kereta api pribadi sekaligus markas berjalannya, Führersonderzug "Amerika". Selain itu, setidaknya dua orang dokter pribadi, dua sekretaris, tiga atau lebih petugas pers, beberapa operator radio, "tamu khusus" semacam kepala fotografer pribadinya Heinrich Hoffmann, pejabat penghubung dari Reichsführer-SS Heinrich Himmler, perwakilan Kementerian Luar Negeri, tiga pelayan pribadi, kepala supir beserta wakilnya, sepuluh anggota SS-Begleit-Kommando dan sepuluh anggota Reichssicherheitsdienst (RSD), 14 pekerja Jawatan Kereta Api, 13 pekerja dapur kereta (termasuk koki beserta asistennya, pelayan, dan pembersih peralatan makan dari perak), lima petugas polisi kereta, dan tiga pekerja Jawatan Pos Reich.

----------------------------------------------------------------------- 



Pada tanggal 1 September 1939 pukul 10:00 pagi, Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) berbicara di hadapan para deputi Reichstag Jerman dan mengumumkan bahwa saat ini Jerman dalam keadaan berperang dengan Polandia. Pengumuman tersebut disambut dengan gegap gempita, tepuk tangan panjang dan teriakan "Heil Hitler" yang membahana diselingi oleh salam Nazi. Untuk identifikasi foto bawah: Generalfeldmarschall Hermann Göring (Reichstagspräsident) duduk di atas Hitler dalam fungsinya sebagai pimpinan Reichstag; di kiri Hitler berdiri SS-Gruppenführer Julius Schaub (Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dan SS-Gruppenführer Dr.jur. Hans Heinrich Lammers (Staatssekretär und Chef der Reichskanzlei), sementara di kanannya adalah SS-Gruppenführer Dr. Otto Dietrich (Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda) dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des "Führers und Reichskanzlers“); di baris depan di sebelah kiri adalah Reichsminister Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auwärtigen) dan SS-Obergruppenführer Rudolf Hess (Stellvertreter des Führers), sementara di belakang mereka adalah Reichsminister Walter Funk (Reichswirtschaftsminister) dan Reichsminister Lutz Graf Schwerin von Krosigk (Reichsminister für Finanz). Isi lengkap pidato Hitler bisa dilihat DISINI


Pada tanggal 3 September 1939 pukul 21:00 Führersonderzug "Amerika" meninggalkan Berlin dan berangkat menuju perbatasan dengan Polandia. Pada pukul 4 September pukul 01:56 kereta tiba di stasiun Bad Polzin (Połczyn-Zdrój). Hitler lalu mengadakan kunjungan ke front terdekat dengan menggunakan mobil. Pada pukul 08:00 paginya, Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Nord) bersama dengan Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon) melapor pada Hitler, dan bertiga mereka lalu pergi melakukan kunjungan ke wilayah sekitarnya. Hitler menaiki Mercedes-Benz W31 tipe G4 beroda enam, sementara staff dan pengawalnya menggunakan enam mobil bertipe sama. Tidak kurang dari 70 mobil yang berada dalam konvoy kendaraan sang Führer yang diisi oleh para perwira tinggi dan pejabat partai Nazi! Kunjungan pertama diarahkan ke markas 4. Armee pimpinan General der Artillerie Hans-Günther von Kluge, dilanjutkan ke markas II. Armeekorps pimpinan General der Infanterie Adolf Strauß yang masih merupakan bagian dari 4. Armee


Kunjungan Adolf Hitler ke markas 4. Armee dan II. Armeekorps di sekitar wilayah Bad Polzin (Połczyn-Zdrój), Polandia, tanggal 4 September 1939. Dari kiri ke kanan: General der Infanterie Adolf Strauß (Kommandierender General II. Armeekorps), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), dan General der Artillerie Hans-Günther von Kluge (Oberbefehlshaber 4. Armee). Strauß sedang memberikan laporan situasi terkini di front pertempuran melawan Polandia. Korps yang berada di bawah pimpinannya merupakan bagian dari 4. Armee pimpinan Kluge



Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) membalas salam hormat dari prajurit-prajuritnya yang bersiap untuk menyeberangi sungai Vistula (Weichsel), tanggal 4 September 1939. Sang Führer khusus datang ke bagian sungai yang berada di sebelah selatan Kulm untuk menyaksikan aksi penyeberangan sungai terbesar di Polandia tersebut oleh elemen-elemen dari 3. Infanterie-Division. Ini merupakan salah satu kegiatan di hari pertama kunjungannya di Polandia yang akan berlangsung nonstop sampai dengan tanggal 26 September 1939. Foto oleh Heinrich Hoffmann


 Adolf Hitler disambut oleh para prajurit Wehrmacht saat tiba di pinggiran Sungai Vistula (Weichsel) di sebelah selatan Kulm untuk menyaksikan penyeberangan sungai terbesar di Polandia tersebut oleh pasukan Jerman dari 3. Infanterie-Division, 4 September 1939. Dari kiri ke kanan: Generalmajor Erwin Rommel (tertutup oleh Kluge, Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon), General der Artillerie Hans-Günther von Kluge (Oberbefehlshaber 4. Armee), Generaloberst Fedor von Bock (tertutup oleh Kluge, Oberbefehlshaber Heeresgruppe Nord), Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), Reichsminister Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auwärtigen), SS-Gruppenführer Reinhard Heydrich (tertutup oleh Hitler, Chef Sicherheitsdienst), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), dan General der Infanterie Adolf Strauß (Kommandierender General II. Armeekorps)


 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) disambut oleh para prajurit Wehrmacht saat tiba di pinggiran Sungai Vistula (Weichsel) di sebelah selatan Kulm untuk menyaksikan penyeberangan sungai terbesar di Polandia tersebut oleh pasukan Jerman dari 3. Infanterie-Division, 4 September 1939. Bersama Hitler, dari kiri ke kanan: Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Nord), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), General der Artillerie Hans-Günther von Kluge (Oberbefehlshaber 4. Armee), Hitler, Reichsminister Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auwärtigen), dan General der Infanterie Adolf Strauß (Kommandierender General II. Armeekorps)


 4 September 1939: Adolf Hitler dan para pengiringnya berjalan di pinggir sungai Vistula dengan latar belakang sebuah jembatan. Sang Führer mengadakan kunjungan ke bagian sungai tersebut yang berada di sebelah selatan Kulm untuk menyaksikan aksi penyeberangan oleh prajurit-prajurit dan mesin perang dari 3. Infanterie-Division. Dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer Julius Schaub (Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des Führers und Reichskanzler), Reichsleiter Martin Bormann (tertutup oleh Hitler, Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Hauptmann Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), dan perwira Panzertruppen tak dikenal yang tampaknya bertugas sebagai guide. Foto oleh Heinrich Hoffmann


 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) melihat melalui teropong saat prajurit-prajurit Jerman dari 3. Infanterie-Division menyeberangi Sungai Vistula (Weichsel) di sebelah selatan Kulm, 4 September 1939. Di belakangnya tampak memperhatikan SS-Gruppenführer Reinhard Heydrich (Chef Sicherheitsdienst), diikuti oleh SS-Gruppenführer Julius Schaub (Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) lebih ke belakangnya lagi. Ini adalah hari pertama tur Hitler di Polandia, dan di hari itu sang Führer mempunyai jadwal sebagai berikut: pukul 09.30 pagi berada di Komierowo (Pos Komando 4. Armee), lalu dilanjutkan ke Prusziz (Pos Komando II. Armeekorps), dan diakhiri ke wilayah operasi 3. Infanterie-Division di Vistula. Foto ini sendiri pertama kali dipublikasikan dalam buku "Mit Hitler in Polen" (Bersama Hitler di Polandia) karya fotografer pribadi sang Führer, Heinrich Hoffmann, dengan caption asli berbunyi: "Unter den Augen des Führers gehen unsere Divisionen über die Weichsel" (Di bawah tatapan mata Führer, divisi kita menyeberangi sungai Vistula)


 Dengan diawasi oleh tatapan mata Führer mereka Adolf Hitler yang melihat melalui teropong, para prajurit dari 3. Infanterie-Division beristirahat sebentar setelah menyeberangi Sungai Vistula di sebelah selatan Kulm, 4 September 1939. Vistula (atau Weichsel bagi orang-orang Jerman) merupakan sungai terbesar di Polandia, dan airnya bersumber dari Barania Góra yang terletak di Pegunungan Beskidy, Polandia selatan. Alirannya kemudian melewati kota-kota terbesar di negara tersebut (seperti Krakow dan Warsawa) sebelum akhirnya bermuara di Laut Baltik di dekat Danzig/Gdańsk. Foto ini sendiri pertama kali dipublikasikan dalam buku "Mit Hitler in Polen" (Bersama Hitler di Polandia) karya fotografer pribadi sang Führer, Heinrich Hoffmann, dengan caption asli berbunyi: "Übergang über die Weichsel: Polnischer Boden wurde in harten Eilmärschen erkämpft - nur kurz ist die Rast!" (Setelah menyeberangi hulu Sungai Vistula: tanah Polandia diperjuangkan melalui perjalanan darat yang berat - istirahat seringkali hanya sebentar saja!)


 Acara kunjungan Adolf Hitler ke wilayah operasi 3. Infanterie-Division di Vistula (Weichsel) di sebelah selatan Kulm. Dari kiri ke kanan: General der Infanterie Adolf Strauß (Kommandierender General II. Armeekorps), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), SS-Gruppenführer Karl Wolff (Verbindungsoffizier zwischen dem Reichsführer-SS und dem Führerhauptquartier), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generalmajor Walter Lichel (Kommandeur 3. Infanterie-Division), dan General der Artillerie Hans-Günther von Kluge (Oberbefehlshaber 4. Armee). Divisi Lichel berada di bawah komando IIAK pimpinan Strauß, sementara IIAK sendiri berada di bawah komando 4. Armee pimpinan Kluge. Foto ini pertama kali dipublikasikan dalam buku "Mit Hitler in Polen" (Bersama Hitler di Polandia) karya fotografer pribadi sang Führer, Heinrich Hoffmann, dengan caption asli berbunyi: "und Generalmajor Lichel schildert den Verlauf den Kämpfe" (dan Mayor-Jenderal Lichel menerangkan tentang pertempuran yang telah terjadi)


Kunjungan Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) ke Truppenübungsplatz Groß Born (Borne Sulinowo) di Neustettin pada tanggal 5 September 1939. Tempat pelatihan pasukan Wehrmacht ini dibuka oleh sang Führer pada tanggal 18 Agustus 1938 dan sebagai komandannya adalah Generalmajor Wilhelm Thofern. Di dalamnya terdapat tempat pelatihan prajurit, pengujian senjata, barak, dan sekolah artileri


Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) melakukan kunjungan ke gerbong kereta medis (Verwundetentransportzug) yang berisi prajurit-prajurit Jerman yang terluka dalam pertempuran di Polandia. Dalam kesempatan itu sang Führer mengucapkan terimakasih karena mereka telah berbuat yang terbaik untuk negara Reich dan jasa-jasa mereka akan dibalas dengan setimpal. Foto ini diambil oleh Heinrich Hoffmann di dekat Truppenübungsplatz Groß Born (Borne Sulinowo), Neustettin, pada tanggal 5 September 1939


Lagebesprechung (Perundingan militer) para petinggi Wehrmacht yang berlangsung di dalam kereta api pribadi Hitler yang juga berfungsi sebagai markas berjalannya, Führersonderzug "Amerika", yang saat itu sedang berada di dekat Vistula/Wista (Polandia), 5-6 September 1939. Dari kiri ke kanan: Generalmajor Alfred Jodl (Chef des Wehrmachtsführungsamt), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), dan Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht). Foto oleh Heinrich Hoffmann

Pada tanggal 6 September 1939, Adolf Hitler mengadakan kunjungan ke wilayah Schwetz, Graudenz dan Tucheler Heide dengan menggunakan mobil. Disana dia bertemu dengan General der Panzertruppe Heinz Guderian yang merupakan Kommandierender General XIX. Armeekorps (motorisiert). KTB (Kriegstagebuch atau catatan harian perang) XIX.AK di hari itu berisi pernyataan sebagai berikut: "Pada pukul 11:30 Komandan Armeekorps, Kepala Staff dan Kepala Operasi berangkat dari Lubiewo menuju ke persimpangan yang terletak 1 kilometer di selatan Plewno (Julienhof). Disana mereka akan bertemu dengan Führer. Pada pukul 14:30 Führer akhirnya datang juga, dan dengan ditemani oleh Jenderal Guderian (Komandan Armeekorps), mereka melihat-lihat front di sepanjang jalan Plewno - Schwetz (Swiecie) sampai ke jembatan di Graudenz yang melintasi Sungai Vistula". Dari kiri ke kanan: General der Panzertruppe Heinz Guderian (memakai stahlhelm), Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generalmajor Alfred Jodl (Chef des Wehrmachtsführungsamt), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), dan Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Reichsführer SS und Chef der Deutschen Polizei)


Adolf Hitler melihat-lihat sisa pertempuran dengan menggunakan mobil di sepanjang jalan Plewno - Schwetz (Swiecie) sampai ke jembatan di Graudenz yang melintasi Sungai Vistula dalam salah satu rangkaian inspeksinya ke front depan di Polandia pada tanggal 6 September 1939. Di hari itu dia mengunjungi wilayah Schwetz, Graudenz dan Tucheler Heide, dan disana bertemu dengan General der Panzertruppe Heinz Guderian yang merupakan Kommandierender General XIX. Armeekorps (motorisiert). Di tengah-tengah perjalanan, Hitler melihat sebuah unit artileri Polandia yang hancur berserakan dan bertanya apakah itu merupakan hasil dari pemboman oleh pesawat-pesawat Stuka. Dengan bangga Guderian menjawab bahwa yang melakukannya adalah panzer-panzer Jerman! Pada pukul 17:00 sang Führer kembali lagi ke Plewno dan dilanjutkan ke Truppenübungsplatz Groß Born (Borne Sulinowo) di Neustettin



Semua kendaraan menepikan kendaraannya saat Führerkolonne (iring-iringan kendaraan bermotor pengiring Adolf Hitler) melintas dalam perjalanan ke Tucheler Heide di utara Polandia, 6 September 1939. Supir pribadi Hitler, SS-Sturmbannführer Erich Kempka, mengatakan bahwa biasanya jumlah kendaraan pengiring sang Führer minimal terdiri dari enam sampai delapan mobil. Kecuali bila tidak sedang bersama dengan tamu penting atau petinggi partai, Hitler lebih suka untuk duduk di kursi depan bersama Kempka sementara para pelayannya berada di belakang. Dalam sebuah iring-iringan, mobil Hitler akan diikuti oleh mobil kedua yang berisi para bodyguard SS-nya, lalu kemudian berturut-turut oleh mobil polisi, mobil lain berisi ajudan dan dokter, dan lebih banyak mobil lagi yang diisi oleh para wartawan pengiring, stenografer, serta pelayan pribadi. Perlu diingat bahwa hal tersebut merupakan regulasi yang berlaku di dalam negeri atau di masa sebelum perang. Dalam perjalanan ke "wilayah musuh" seperti Polandia ini, tentunya konvoy pengiring Hitler lebih panjang lagi dan bisa terdiri dari segudang prajurit pengawal tambahan serta senjata anti pesawat udara! Nantinya mobil pribadi Hitler mendapat perlindungan pula dari kaca anti peluru dan plat baja di bodinya. Foto bawah pertama kali dipublikasikan dalam buku "Mit Hitler in Polen" (Bersama Hitler di Polandia) karya fotografer pribadi sang Führer, Heinrich Hoffmann, dengan caption asli berbunyi: "Die Führerkolonne fährt durch die Tucheler Heide zur Vordesten Front!" (iring-ringan kendaraan bermotor Führer melintasi Hutan Tuchel dalam perjalanan ke front!)


 Führerkolonne (iring-iringan kendaraan bermotor pengiring Adolf Hitler) saat baru tiba di Tucheler Heide di utara Polandia, 6 September 1939. Barisan panjang unit berkuda dan kendaraan bermotor Wehrmacht langsung menepi saat berpapasan dengan iring-iringan orang nomor satu di Jerman tersebut. Baru satu hari sebelumnya "Schlacht in der Tucheler Heide" (Pertempuran Hutan Tuchel) berakhir dengan kemenangan pasukan Wehrmacht di bawah pimpinan General der Panzertruppe Heinz Guderian. Dengan kemenangan tersebut wilayah utama Jerman kini terhubung ke Prusia Timur tanpa terhalang oleh "Koridor Polandia" seperti sebelumnya


Dalam perjalanan ke Tucheler Heide di utara Polandia tanggal 6 September 1939, Adolf Hitler menyempatkan diri untuk berhenti sebentar dan menyapa prajurit Jerman yang bertugas disana. Momen langka seperti ini tentu saja dimanfaatkan oleh para "Landser" (prajurit biasa) dengan sebaik mungkin, dan segera sang Führer telah dikerubungi oleh pasukannya - yang sejauh ini telah memperlihatkan hasil yang mengesankan dalam pertempuran di Polandia. Foto ini sendiri pertama kali dipublikasikan dalam buku "Mit Hitler in Polen" (Bersama Hitler di Polandia) karya fotografer pribadi sang Führer, Heinrich Hoffmann, dengan caption asli berbunyi: "Eine unerwartete begegnung: Frontsoldaten umjubeln ihren Führer" (Sebuah pertemuan tak terduga: para prajurit garis depan bergembira menyambut Führer mereka)


Dalam apa yang dinamakan sebagai "Koridor Polandia" di Tucheler Heide (wilayah diantara Tuchel dan Graudenz), bermukim banyak Volksdeutsche, yaitu etnis Jerman yang tinggal di luar negeri. Foto ini memperlihatkan saat Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) menyempatkan diri untuk berhenti dari perjalanannya di wilayah tersebut pada tanggal 6 September 1939 untuk menyapa warga etnis Jerman yang tinggal disana. Warga setempat tentu saja sangat terkejut dan tidak menyangka jika "Sang Penyelamat Jerman" kini tiba-tiba berada begitu dekat dengan mereka! Sebagian dari mereka begitu gembira bertemu dengan Führer-nya sehingga sampai meneteskan air mata. Momen ini dengan jeli dimanfaatkan oleh Heinrich Hoffmann, fotografer pribadi Hitler, yang kemudian mengambil foto diatas dan menampilkannya dalam bukunya yang berjudul "Der Große Deutsche Feldzug gegen Polen" (Peperangan Akbar Jerman Melawan Polandia) dengan teks tambahan yang menyatakan bahwa mereka begitu bahagia karena telah dilepaskan dari tirani orang-orang Polandia selama bertahun-tahun. Di tengah adalah SS-Standartenführer Johann "Hans" Rattenhuber (Kommandeur Reichssicherheitsdienst), sementara perwira Luftwaffe di sebelah kanannya yang tertutup mukanya adalah Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber der Luftwaffe und dem Führerhauptquartier)



 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) menyempatkan diri untuk menyapa etnis Jerman di perantauan (Volksdeutsche) dalam perjalanannya melintasi Tucheler Heide (wilayah diantara Tuchel dan Graudenz), Polandia, 6 September 1939. Untuk identifikasi foto bawah: Perwira di belakang Hitler yang cemong wajahnya akibat asap dan debu perjalanan adalah SS-Gruppenführer Julius Schaub (Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), sementara yang berdiri di tengah adalah SS-Standartenführer Johann "Hans" Rattenhuber (Kommandeur Reichssicherheitsdienst). Perwira Luftwaffe yang tersenyum lepas di kanan Rattenhuber adalah Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber der Luftwaffe und dem Führerhauptquartier). Foto oleh Heinrich Hoffmann


 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) menyempatkan diri untuk menyapa etnis Jerman di perantauan (Volksdeutsche) dalam perjalanannya melintasi Tucheler Heide (wilayah diantara Tuchel dan Graudenz), Polandia, 6 September 1939. Seorang wanita tua menyerahkan buket bunga dadakan - yang langsung diteruskan oleh Hitler kepada pesuruhnya (berpangkat SS-Hauptscharführer) yang berada di belakang. Berdiri di tengah adalah Hauptmann Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), sementara di sebelah kirinya adalah SS-Gruppenführer Dr.rer.pol. Otto Dietrich (Reichspressechef der NSDAP und Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda). Meskipun tidak berperang sebagai perwira aktif dalam Perang Dunia II, tapi Dietrich adalah mantan prajurit Jerman dalam Perang Dunia I, dan di kancah tersebut dianugerahi Eisernes Kreuz I.Klasse (seperti yang terlihat dalam foto hasil jepretan Heinrich Hoffmann ini)


 Fotografer Hugo Jaeger mengabadikan Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) saat sedang berada di sebuah landasan udara di Polandia, bulan September 1939. Jenderal Luftwaffe yang sedang berdiskusi dengannya adalah Generalmajor Hans Siburg (Geschwaderkommodore Kampfgeschwader 26). Di belakang Hitler berdiri SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant Führer und Reichskanzler) dan SS-Obersturmbannführer Dr.med. Karl Brandt (Begleitarzt Führer und Reichskanzler). Sementara itu, yang sedang sibuk membuka peta di sebelah kiri adalah Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht). Di latar belakang kita bisa melihat sebuah pesawat Focke-Wulf Condor 200A-0 (S-8 ) "Grenzmark" yang terparkir di landasan. Pesawat ini merupakan angkutan udara pribadi sang Führer. BTW, disini kita bisa melihat dua aspek dari Hitler yang jarang terlihat: penggunaan kaca pembesar saat membaca serta holster pistol Walther PPK di ikat pinggangnya!



 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) disambut dengan meriah oleh warga Volksdeutsche saat tiba di lapangan udara Maslow (Polandia), tanggal 10 September 1939. Volksdeutsche adalah etnis Jerman yang tinggal di perantauan, dan banyak dari mereka yang menetap di Polandia Barat karena sebelumnya wilayah tersebut merupakan bagian dari Kekaisaran Jerman. Ketika pasukan Nazi menyerbu Polandia pada bulan September 1939, sebagian Volksdeutsche ini membantu para prajurit Wehrmacht secara langsung dengan jalan mensabotase fasilitas publik serta melakukan kekerasan terhadap warga etnik Polandia yang tinggal bersama dengan mereka. Yang paling militan diantaranya kemudian membentuk milisi yang dinamakan sebagai Selbstschutz. Organisasi ad-hoc ini nantinya dibubarkan pada awal tahun 1940 dan anggota-anggotanya disebar di Wehrmacht dan Waffen-SS


 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) disambut dengan meriah oleh warga Volksdeutsche (bangsa Jerman yang tinggal di luar negeri) saat tiba di lapangan udara Maslow (Polandia), 10 September 1939. Di tengah adalah Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon) yang bertanggungjawab terhadap keamanan sang Führer selama kunjungannya ke Polandia (4-26 September 1939 dan 5 Oktober 1939). Pada tanggal 10 September 1939 Hitler berkunjung ke Opole/Oppeln, Końskie dan Kielce, sementara pada 11 September dia berada di Tomaszów dan Illnau


 Pada tanggal 10 September 1939, Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) melakukan kunjungan singkat ke wilayah Końskie dalam perjalanannya ke kota Kielce (Polandia) setelah mendarat di lapangan udara yang berdekatan di Maslow. Maslow sendiri adalah sebuah desa kecil yang terletak di arah timur-laut Kielce, sementara lapangan udaranya berlokasi di Jalan 745 yang berada di pinggiran desa tersebut. Foto ini memperlihatkan saat sang Führer baru tiba di lapangan udara Maslow. Di sebelahnya adalah Komandan Pasukan Pengawalnya, Generalmajor Erwin Rommel, sementara diantara Hitler dan Rommel adalah Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess)


 Lagebesprechung (diskusi militer) antara Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dengan General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee) yang digelar di dekat lapangan udara Maslow (timur-laut Kielce/Polandia), tanggal 10 September 1939. Paling kiri adalah SS-Obergruppenführer und General der Polizei Kurt Daluege (Chef Ordnungspolizei), sementara yang berdiri di tengah sedikit tertutup oleh Hitler adalah Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon). Paling kanan adalah Walther Hewel (Verbindungsbeamter des Auswärtigen Amtes zum Führer und Reichskanzler)


 Lagebesprechung (diskusi militer) antara Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dengan General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee) yang digelar di dekat lapangan udara Maslow (timur-laut Kielce/Polandia), tanggal 10 September 1939. Yang ikut numpang tenar di belakang, dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer Dr.rer.pol. Otto Dietrich (Reichspressechef der NSDAP und Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda), SS-Obergruppenführer und General der Polizei Kurt Daluege (Chef Ordnungspolizei), Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Reichsführer SS und Chef der Deutschen Polizei), dan dua orang perwira Wehrmacht tak dikenal


 Dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der SS und Deutschen Polizei), General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee). Foto ini diambil dalam acara kunjungan sang Führer ke markas 10. Armee di dekat lapangan udara Maslow (timur-laut Kielce/Polandia), tanggal 10 September 1939


Lagebesprechung (diskusi militer) antara Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dengan General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee) yang digelar di dekat lapangan udara Maslow (timur-laut Kielce/Polandia), tanggal 10 September 1939. Yang pengen masuk buku sejarah di latar belakang, dari kiri ke kanan: Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber der Luftwaffe und dem Führerhauptquartier), SS-Gruppenführer Dr.rer.pol. Otto Dietrich (Reichspressechef der NSDAP und Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda), dan Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Reichsführer SS und Chef der Deutschen Polizei). Foto oleh Heinrich Hoffmann


 Lagebesprechung (diskusi militer) yang digelar di dekat lapangan udara Maslow (timur-laut Kielce/Polandia), tanggal 10 September 1939. Dari kiri ke kanan: SS-Obersturmbannführer Prof.Dr.-med. Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt), SS-Gruppenführer Dr. Otto Dietrich (Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda), Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), dan Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der SS und Deutschen Polizei)



Pada tanggal 10 September 1939, Adolf Hitler melakukan kunjungan singkat ke wilayah Końskie dalam perjalanannya ke kota Kielce (Polandia) setelah mendarat di lapangan udara yang berdekatan di Maslow (kereta api pribadi sekaligus markas berjalannya, Führersonderzug "Amerika", diparkir di Illnau). Konvoy kendaraan bermotor Hitler singgah di markas General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee) yang mengambil tempat di sebuah bangunan megah. Kedatangan Hitler diikuti pula oleh Leni Riefenstahl, sineas film kenamaan Jerman, yang tiba di Końskie keesokan harinya untuk memfilmkan kemenangan Jerman di Polandia. Konon katanya Riefenstahl jatuh pingsan alias semaput manakala menyaksikan peristiwa eksekusi secara acak terhadap dua lusin orang Yahudi yang diperintah untuk menggali kuburan mereka sendiri pada tanggal 12 September 1939!


Pada tanggal 10 September 1939, Adolf Hitler melakukan kunjungan ke wilayah Końskie dan Kielce di Polandia dengan menggunakan pesawat terbang dan mobil, sementara kereta api pribadi yang berfungsi sebagai markas berjalannya, Führersonderzug "Amerika", diparkir di Illnau. Foto ini memperlihatkan saat Hitler berada di Pałac Biskupów Krakowskich (Istana Keuskupan Kraków) di Kielce dimana dia dikerubungi oleh para prajurit Wehrmacht yang antusias menyambut kedatangannya. Kota tersebut direbut oleh 10. Armee dibawah komando General der Artillerie Walther von Reichenau beberapa hari sebelumnya


Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) sedang sibuk ngoceh di dalam bangunan Pałac Biskupów Krakowskich (Istana Keuskupan Kraków) di Kielce pada saat kunjungannya ke kota di bagian tengah-selatan Polandia tersebut pada tanggal 10 September 1939. Di kiri adalah General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), sementara yang membelakangi kamera adalah Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Reichsführer SS und Chef der Deutschen Polizei). Untuk identitas perwira bertubuh tinggi besar di sebelah Hitler sendiri saya tidak tahu, tapi yang jelas dia merupakan anggota dari 10. Armee karena selalu ngintil bersama Reichenau


 Para pengiring dan staff Adolf Hitler di Kielce (Polandia) saat sang Führer mengadakan kunjungan ke kota tersebut pada tanggal 10 September 1939. Kedua dari kiri Persis di belakang prajurit jaga adalah Generalmajor Erwin Rommel yang saat itu masih menjadi Komandan Führer-Begleit-Bataillon, dan berturut-turut di sebelah kanannya adalah Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dan Hauptmann Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht). Rommel tidak ikut bersama Hitler dalam tur lanjutan di Polandia dari tanggal 12 s/d 14 September 1939 karena sibuk mencari calon lokasi Führerhauptquartier baru di sepanjang garis perbatasan barat Jerman yang rencananya akan digunakan oleh sang Führer untuk markas operasinya di Front Barat dalam melawan Inggris dan Prancis


 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) bertatap muka dengan para pilot Luftwaffe di dekat kereta api pribadi Hitler sekaligus markas berjalannya, Führersonderzug "Amerika", yang sedang diparkir di Opole/Oppeln (Illnau), 10 September 1939. Dalam penyerbuan ke Polandia, Luftwaffe mengerahkan 1.180 pesawat tempur, 1.100 pesawat pembom, 290 pesawat pembom-tukik Stuka, 550 pesawat transport, serta 350 pesawat pengintai. Karena partisipasi sebelumnya dalam Perang Saudara Spanyol (1936-1939), bisa dibilang bahwa pada saat Perang Dunia II pecah tanggal 1 September 1939, Luftwaffe adalah kekuatan udara yang paling berpengalaman dengan pilot-pilot paling terlatih di dunia! Foto oleh Heinrich Hoffmann


 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) disambut dengan meriah oleh prajurit-prajurit Wehrmacht saat tiba di lapangan udara di dekat Rawa/Tomaszów (sebelah tenggara Łódź), 11 September 1939. Di sebelah kanannya adalah pesuruh kepercayaannya, SS-Untersturmführer Heinz Linge, yang sibuk mengamankan sang Führer dari desakan orang-orang yang ingin melihat pemimpin mereka dengan lebih dekat. Linge baru satu hari bertugas menjadi pesuruh Hitler. Hari sebelumnya (10 September 1939), sang Führer memecat pendahulu Linge, SS-Untersturmführer Karl Wilhelm Krause, setelah ketahuan berbohong mengenai masalah pemberian air mineral! Krause, mantan anggota Kriegsmarine yang sudah menjadi pesuruh Hitler dari tahun 1934, telah dengan sengaja memberikan botol air biasa saat Hitler yang kehausan (dalam perjalanan mengunjungi General der Artillerie Walther von Reichenau di Końskie dan Kielce) meminta air mineral. Rupanya Krause lupa membawa air yang diminta dan, bukannya mengaku, malah kemudian memberikan air "standar" sebagai penggantinya. Hitler, yang muak karena ini untuk kesekian kalinya Krause berbohong kepadanya, langsung memecat sang pesuruh dan menggantinya dengan Linge (yang akan mendampingi Hitler sampai akhir). Krause sendiri kemudian kembali bertugas di Kriegsmarine sebagai awak kapal perusak. Ternyata kesialan (atau keberuntungan?) masih "memayungi" dirinya, karena beberapa kapal tempat dia bertugas kemudian tenggelam atau rusak sementara dia sendiri, entah bagaimana, bisa selamat! Atasannya kemudian mengeluarkannya dari Angkatan Laut dengan alasan: "kalau ini dibiarkan terus berlangsung, bisa-bisa seluruh kapal Kriegsmarine habis!" Krause kemudian meneruskan karir di Leibstandarte SS Adolf Hitler sebelum dipindahkan ke Divisi SS Hitlerjugend. Dialah yang merancang Flakpanzer Wirbelwind, sebuah senjata anti pesawat gerak-sendiri yang memanfaatkan sasis Panzer IV. Foto oleh Heinrich Hoffmann


 General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee) menyambut kedatangan Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) yang baru tiba di lapangan udara di dekat Rawa/Tomaszów (sebelah tenggara Łódź), 11 September 1939. Pada saat itu pasukan Reichenau sedang dalam gerak maju menuju kota Warsawa, dan tak lama kemudian akan mengepung ibukota Polandia tersebut bersama dengan 8. Armee pimpinan General der Infanterie Johannes Blaskowitz. Reichenau sendiri adalah seorang Nazi fanatik yang bergabung sebagai anggota partai pada tahun 1932, meskipun dengan begitu dia tahu bahwa dia telah melanggar peraturan yang melarang setiap anggota militer Jerman untuk berpolitik! Tidak heran ketika Hitler naik ke puncak kekuasaan pada tahun 1933, karir sang jenderal pun melesat dengan cepat. Ketika dia meninggal karena stroke di Front Timur pada awal tahun 1942 (dan pesawat yang membawanya kembali ke Jerman kemudian malah jatuh), Hitler memerintahkan agar diselenggarakan prosesi pemakaman kenegaraan untuk salah satu jenderal favoritnya tersebut


 
Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) saat baru mendarat di lapangan udara di dekat Rawa/Tomaszów (sebelah tenggara Łódź), Polandia, tanggal 11 September 1939. Dia disambut oleh General der Artillerie Walther von Reichenau (tengah, Oberbefehlshaber 10. Armee), yang entah lagi nyerocos apa. Diantara Hitler dan Reichenau adalah Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber der Luftwaffe und dem Führerhauptquartier), sementara orang yang berdiri kedua dari kanan adalah Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon), diikuti oleh Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht)


 Adolf Hitler disambut dengan gegap gempita oleh prajurit-prajurit Wehrmacht saat mengadakan kunjungan ke wilayah operasional 10. Armee di Rawa/Tomaszów (sebelah tenggara Łódź), Polandia, tanggal 11 September 1939. Dari kiri ke kanan: SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (yang berbadan besar di belakang, Chefadjutant des Führers und Reichskanzler), Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), perwira tak dikenal dari 10. Armee, dan General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee)


Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) mencicipi makanan yang menjadi ransum prajurit biasa, langsung dari Feldküche (Dapur Lapangan), sementara di belakangnya yang sama-sama bermuka cemong (setelah melakukan perjalanan darat yang lumayan melelahkan) adalah, dari kiri ke kanan: Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber der Luftwaffe und dem Führerhauptquartier) dan SS-Untersturmführer Heinz Linge (Persönlicher Ordonnanzoffizier des Führers). Foto ini diambil pada tanggal 11 September 1939 di sekitar Tomaszów (sebelah tenggara Łódź), Polandia, pada saat sang Führer mengunjungi wilayah operasional 10. Armee pimpinan General der Artillerie Walther von Reichenau dan bertemu dengan para perwira Heer disana. Dia pertama kali dipublikasikan dalam buku "Mit Hitler in Polen" (Bersama Hitler di Polandia) karya fotografer pribadi sang Führer, Heinrich Hoffmann, dengan caption asli berbunyi: "Auch der Erste Soldat an der Gulasch-Kanone" (Prajurit Pertama Jerman dan Gulasch-Kanone)


Foto ini diambil pada tanggal 11 September 1939 di sekitar Tomaszów (sebelah tenggara Łódź), Polandia, pada saat sang Führer mengunjungi wilayah operasional 10. Armee pimpinan General der Artillerie Walther von Reichenau dan bertemu dengan para perwira Heer disana. Disana pula Hitler mencicipi makanan yang menjadi ransum prajurit biasa, langsung dari Feldküche (Dapur Lapangan). Sebelah kirinya adalah SS-Untersturmführer Heinz Linge (Persönlicher Ordonnanzoffizier des Führers), sementara sebelah kanannya adalah Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon). Foto ini pertama kali dipublikasikan dalam buku "Der Große Deutsche Feldzug gegen Polen" (Peperangan Akbar Jerman Melawan Polandia) karya fotografer pribadi sang Führer, Heinrich Hoffmann, dengan caption asli berbunyi: "Wie jeder Soldat im Kriege, nimmt auch der Führer seine mahlzeiten an der Feldküche ein..." (seperti semua prajurit lain dalam peperangan, begitu juga Führer yang memakan makanannya di Dapur Lapangan)


Adolf Hitler terlibat dalam diskusi serius dengan Generalmajor Friedrich-Carl Cranz mengenai perkembangan terkini pertempuran saat melakukan kunjungan ke wilayah operasi 10. Armee di Rawa/Tomaszów (sebelah tenggara Łódź), tanggal 11 September 1939. Sebagai identifikasinya: 1.Korvettenkapitän Karl-Jesko von Puttkamer (Adjutant der Kriegsmarine beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), 2.General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), 3.Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon), 4.Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), 5.Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), 6.Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), 7.Generalmajor Friedrich-Carl Cranz (Kommandeur 18. Infanterie-Division), dan 8.Hauptmann Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht)


Komandan 18. Infanterie-Division, Generalmajor Friedrich-Carl Cranz, menerangkan kepada Adolf Hitler mengenai penempatan pasukannya dalam pertempuran melawan Polandia dan gerak maju menuju Warsawa yang terjadi baru-baru ini. Pertempuran yang menentukan di Polandia hampir usai, dan kini pasukan Jerman melakukan pengepungan di dekat Radom, sebelah barat Warsawa. Foto ini sendiri diambil pada saat sang Führer melakukan kunjungan ke wilayah operasi 10. Armee di Tomaszów (sebelah tenggara Łódź), tanggal 11 September 1939. Dari kiri ke kanan: General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), tidak diketahui, Hauptmann Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generalmajor Friedrich-Carl Cranz, dan Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber der Luftwaffe und dem Führerhauptquartier)


 Dari kiri ke kanan: General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon), SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (di belakang, Chefadjutant des Führers und Reichskanzler), Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Wilhelm Keitel (tertutup oleh Cranz, Chef der Oberkommando der Wehrmacht), Generalmajor Friedrich-Carl Cranz, dan Hauptmann Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht). Foto ini diambil pada saat Hitler melakukan kunjungan ke wilayah operasi 10. Armee di Rawa/Tomaszów (sebelah tenggara Łódź), tanggal 11 September 1939


 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) tiba kembali di lapangan udara Opole/Oppeln setelah usai dari melakukan kunjungan ke wilayah operasi 10. Armee di Rawa/Tomaszów (sebelah tenggara Łódź), tanggal 11 September 1939. Tiga orang di kiri adalah tiga orang Mayor-Jenderal: Generalmajor Alfred Jodl (Chef des Wehrmachtsführungsamt), Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber der Luftwaffe und dem Führerhauptquartier) dan Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon), sementara yang cemong di belakang Hitler adalah SS-Obersturmbannführer alias Letnan-Kolonel SS Prof.Dr.-med. Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt)


  
Perundingan militer para petinggi Wehrmacht yang berlangsung di dalam kereta api pribadi Hitler yang juga berfungsi sebagai markas berjalannya, Führersonderzug "Amerika", yang saat itu sedang berada di Illnau (Polandia), 12 September 1939. Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber der Luftwaffe und dem Führerhauptquartier), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), Generalmajor Alfred Jodl (Chef des Wehrmachtsführungsamt), Hauptmann im Generalstab Wilhelm "Willy" Deyhle (Adjutant Chef des Wehrmachtsführungsamt), Oberstleutnant Nikolaus von Vormann (Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber des Heeres und dem Führerhauptquartier), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), dan Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auwärtigen). Dalam pertemuan tersebut, Göring melaporkan mengenai pencapaian Luftwaffe dalam pertempuran di Polandia sampai sejauh ini


 Pada tanggal 13 September 1939 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) meninggalkan Illnau dan berangkat menuju Łódź/Litzmannstadt (dua-duanya berada di Polandia) dengan menggunakan pesawat terbang Junkers Ju 52/3m D+AVAU. Di hampir seluruh tur kunjungannya di Polandia dari tanggal 4 s/d 26 September 1939, pemimpin Jerman tersebut selalu menggunakan pesawat transport ringan Junkers Ju 52 karena kehandalannya yang mampu mendarat di lapangan dengan landasan pendek dan kasar (seperti tampak jelas dalam foto ini yang berlapiskan rumput!). Khusus untuk penerbangan dari Berlin ke Warsawa pada tanggal 5 Oktober 1939, sang Führer menggunakan Focke-Wulf Fw 200 A-0 (S-8 ) AC+VH "Grenzmark". Foto hasil karya Heinrich Hoffmann ini memperlihatkan saat Hitler baru saja mendarat di lapangan udara Łódź, dan disambut oleh pasukan penjaga kehormatan Luftwaffe. Di belakangnya mengikuti Hauptmann Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), sementara yang baru keluar dari pintu pesawat adalah Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht). Yang nongtot di atas atap pesawat adalah awak senapan mesin


Pada tanggal 13 September 1939 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) meninggalkan Illnau dan berangkat menuju Łódź (Polandia) dengan menggunakan pesawat terbang. Disana dia disambut oleh General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee). Selain mengunjungi wilayah operasi 8. Armee, di hari yang sama Hitler melakukan kunjungan ke X. Armeekorps (General der Artillerie Wilhelm Ulex), 10. Infanterie-Division (Generalleutnant Conrad von Cochenhausen), 17. Infanterie-Division (Generalmajor Herbert Loch), dan 30. Infanterie-Division (Generalleutnant Kurt von Briesen). Foto ini pertama kali dipublikasikan dalam buku "Mit Hitler in Polen" (Bersama Hitler di Polandia) karya fotografer pribadi sang Führer, Heinrich Hoffmann, dengan caption asli berbunyi: "Kameradschaftlicher Händedruck mit General der Infanterie Blaskowitz" (Jabat tangan penuh persahabatan dengan Jenderal Infanteri Blaskowitz)


 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) menginspeksi para pilot Luftwaffe di pangkalan mereka yang berlokasi di lapangan udara Łódź, tak lama setelah kedatangannya ke kota terbesar nomor dua di Polandia tersebut tanggal 13 September 1939. Dia ditemani oleh komandan grup penerbang tersebut, yang badannya terbilang "mungil" untuk ukuran orang Eropa. Berbeda dengan Waffen-SS yang sangat ketat dalam menetapkan batasan tinggi badan (di tahun-tahun awalnya bahkan hanya meloloskan yang mempunyai tinggi 180cm ke atas!), Luftwaffe terbilang "moderat" untuk masalah ini. Ini dikarenakan untuk pengoperasian mesin-mesin perangnya - terutama pesawat - tidak dibutuhkan orang dengan tinggi badan tertentu. Batasan tinggi badan minimal seorang pilot Luftwaffe bahkan lebih rendah dari persyaratan bagi anggota Polri/TNI: "cuma" 155cm! Foto ini pertama kali dipublikasikan dalam buku "Mit Hitler in Polen" (Bersama Hitler di Polandia) karya fotografer pribadi sang Führer, Heinrich Hoffmann, dengan caption asli berbunyi: "Wo es zum Luftkampf kam, da zerbrach der Gegner" (Untuk urusan pertempuran udara, kekuatan musuh sudah dipatahkan)



Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dikerumuni oleh prajurit-prajurit Wehrmacht dari 8. Armee di Łódź (Polandia), tanggal 13 September 1939. Dalam kunjungannya ke berbagai front pertempuran, Hitler selalu menyempatkan diri untuk sekedar berhenti sebentar dan beramah-tamah dengan prajurit-prajurit rendah Wehrmacht. Sebagai seorang bekas prajurit di Perang Dunia Pertama, Hitler tahu persis pentingnya kehadiran figur pemimpin bagi peningkatan moral tempur pasukan. Karenanya, acara "kumpul-kumpul" seperti ini tak pernah dia tolak, walaupun kadangkala tidak ada dalam jadwal kunjungan dan, tentunya, membuat repot para pengawalnya yang harus memberikan pengamanan semaksimal mungkin di tengah puluhan bahkan ratusan orang manusia


 
 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) memberi salam hormat Nazi kepada prajurit-prajurit Wehrmacht dari 8. Armee yang menyambutnya dengan gegap gempita di Łódź (Polandia), tanggal 13 September 1939. Dalam acara kunjungan ke kota tersebut, Hitler ditemani oleh Panglima 8. Armee, General der Infanterie Johannes Blaskowitz, yang wajah mesemnya tampak nongol di belakang tangan Hitler yang terangkat. Perwira SS di sebelah kiri Hitler adalah SS-Gruppenführer Dr.jur. Hans Heinrich Lammers (Staatssekretär und Chef der Reichskanzlei), sementara perwira Wehrmacht di sebelah kanannya adalah Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht). Foto oleh Heinrich Hoffmann


Acara kunjungan Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) ke kota Łódź (Polandia) yang berlangsung pada tanggal 13 September 1939. Dalam kunjungan ini Hitler ditemani oleh General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee). Di akhir siang harinya dia kembali ke Gogolin dimana telah menunggu kereta api pribadi sekaligus markas berjalannya, Führersonderzug "Amerika". Dalam buku "Der Große Deutsche Feldzug gegen Polen" karya Heinrich Hoffmann (dimana pertama kali foto ini dipublikasikan), teks aslinya berbunyi: "Di hari dimana pihak Inggris memprovokasi Polandia untuk merebut kembali Łódź yang kini diduduki oleh Jerman, Führer dengan berani mengadakan kunjungan ke kota tersebut. Dimana-mana warga setempat kembali ke turun ke jalan untuk mengembalikan keteraturan."



 Führerkolonne (iring-iringan kendaraan Adolf Hitler) memasuki Łódź pada tanggal 13 September 1939. Bangunan berkubah besar di kiri adalah Plac Wolności. Łódź sendiri adalah kota terbesar kedua di Polandia dan terletak di tengah-tengah negara tersebut. Wehrmacht merebut kota Łódź pada tanggal 8 September 1939 dan menyerahkannya pada pemerintahan sipil Reich pada bulan November tahun yang sama. Kota tersebut kemudian mendapat nama baru, Litzmannstadt. Pada tanggal 13 September 1939 pagi, Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) meninggalkan Illnau dan berkunjung ke Łódź. Pada siang harinya dia berangkat menuju Gogolin. Pada masa pendudukan Nazi, Ghetto Łódź menampung lebih dari 200.00 orang Yahudi

Pada tanggal 13 September 1939 Hitler meninggalkan Illnau dan berangkat ke Łódź dengan menggunakan pesawat terbang. Pada siang harinya dia pergi ke Gogolin dimana telah menunggu Führersonderzug "Amerika", kereta api pribadi yang sekaligus juga merupakan markas berjalannya. Di Gogolin Hitler mengadakan kunjungan ke markas Generalleutnant Kurt von Briesen (Kommandeur 30. Infanterie-Division). Panglima Oberkommando der Wehrmacht, Wilhelm Keitel, mengenang: "Di hari itu Führer mengunjungi temanku Jenderal von Briesen dari Divisi Infanteri ke-30, yang selama beberapa hari ini telah mempertahankan dengan mati-matian bagian sayap dari AD ke-8 Blaskowitz yang berkekuatan minim. Dengan hanya satu divisi pimpinannya, dia telah berhasil menggagalkan usaha terobosan besar-besaran dari pasukan Polandia yang terkepung oleh Jerman. Posisi markasnya sendiri cuma bisa ditempuh dengan berjalan kaki dan berada dalam jangkauan senjata artileri musuh. Hanya dengan otoritas langsung dari Führer-lah yang membuat kami akhirnya bisa bertemu dengan von Briesen di markasnya, yang mengambil tempat di sebuah ruangan sekolah. Briesen, yang lengan kanannya terluka parah oleh serpihan bom dalam pertempuran beberapa hari sebelumnya, mendeskripsikan pada Führer pertempuran berat selama berhari-hari yang telah dijalani oleh divisinya. Ketika ditanyakan mengenai lengannya yang terbebat, dia mengaku bahwa luka tersebut didapatkannya saat memimpin langsung batalyon cadangan terakhir yang dipunyainya ke medan perang. Saat kami dalam perjalanan pulang dari markas komandonya, Hitler mengatakan padaku: 'Seperti itulah tipikal jenderal Prusia tulen keluaran sekolah militer kerajaan! Prajurit sejati seperti dia tak banyak jumlahnya, dan dia telah memenangkan hatiku. Sebelum hari ini berakhir, aku ingin dia menjadi komandan divisi pertama yang dianugerahi Ritterkreuz. Dia telah menyelamatkan AD Blaskowitz dengan keberanian dan kegigihannya!" Foto ini sendiri memperlihatkan saat Hitler ngobrol dengan Divisionskommandeur Briesen sementara para prajurit dari 30. Infanterie-Division memberikan salam hormat Nazi. Sedikit tertutup oleh Hitler adalah kepala dari General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), sementara berjalan di belakang diantara Hitler dan Briesen adalah Hauptmann Nicolaus von Below (Adjutant der Luftwaffe beim Führer und Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), yang diikuti oleh Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht). Foto oleh Heinrich Hoffmann


 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) berdiskusi dengan Menteri Luar Negerinya, Joachim von Ribbentrop, di dekat kereta api pribadi sekaligus markas berjalan Hitler, Führersonderzug "Amerika" (nantinya berganti nama menjadi Führersonderzug "Brandenburg" setelah Jerman menyatakan perang terhadap Amerika Serikat di akhir tahun 1941). Di tempat, waktu dan hari yang sama Hitler juga mengadakan pertemuan dengan Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht) dan Generalmajor Alfred Jodl (Chef des Wehrmachtsführungsamt). Foto ini diambil oleh Heinrich Hoffmann pada tanggal 13 September 1939 di Gogolin (Polandia), dan foto bawah memperlihatkan bahwa, selain Hitler dan Ribbentrop, nongol juga Walther Hewel (Verbindungsbeamter des Auswärtigen Amtes zum Führer und Reichskanzler) yang pernah bekerja selama beberapa tahun di Jawa!


 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) berjalan-jalan santai bersama dengan dua orang ajudannya, Hauptmann Gerhard Engel (kiri, Adjutant des Heeres beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dan Oberst Rudolf Schmundt (kanan, Chefadjutant der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), sementara di sebelah kanan foto sedang ngadu huntu Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) dan Generaloberst Wilhelm Keitel (membelakangi kamera, Chef Oberkommando der Wehrmacht). Foto ini diambil pada tanggal 13 September 1939 saat kereta api pribadi sekaligus markas berjalan Hitler, Führersonderzug "Amerika", berada di stasiun Gogolin, Polandia, dalam rangkaian tur pemimpin Nazi Jerman tersebut ke medan perang Polandia. Di bagian samping gerbong kita bisa melihat lambang Adler (elang) Nazi dengan inisial "DR", yang merupakan singkatan dari 'Deutsche Reichsbahn' (Jawatan Kereta Api Jerman). Uniknya, lokomotif pertama yang tercatat beroperasi di Jerman pada tahun 1835 juga mempunyai nama "Adler" (Elang)!



Momen langka ini memperlihatkan saat Adolf Hitler berdiskusi dengan para ajudan pribadinya yang mengiringi sang Führer dalam perjalanan keliling Polandia (4-26 September 1939 dan 5 Oktober 1939). Dari kiri ke kanan: Hauptmann Nicolaus von Below (Adjutant der Luftwaffe beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Hauptmann Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), dan Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess). Foto ini diambil didekat kereta api pribadi sekaligus markas berjalan Hitler, Führersonderzug "Amerika", yang sedang berada di stasiun Gogolin, Polandia, 13 September 1939


Momen langka ini memperlihatkan saat Adolf Hitler berdiskusi dengan para ajudan pribadinya yang mengiringi sang Führer dalam perjalanan keliling Polandia (4-26 September 1939 dan 5 Oktober 1939). Membelakangi kamera, dari kiri ke kanan: Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), dan Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der SS und Deutschen Polizei). Menghadap kamera dari kiri ke kanan: Hauptmann Nicolaus von Below (Adjutant der Luftwaffe beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dan Hauptmann Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht). Foto ini sendiri diambil didekat kereta api pribadi sekaligus markas berjalan Hitler, Führersonderzug "Amerika", yang sedang berada di stasiun Gogolin, Polandia, tanggal 13 September 1939



Dari kiri ke kanan: Hauptmann Nicolaus von Below (Adjutant der Luftwaffe beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), dan Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber der Luftwaffe und dem Führerhauptquartier). Foto ini diambil didekat kereta api pribadi sekaligus markas berjalan Hitler, Führersonderzug "Amerika", yang sedang berada di stasiun Gogolin, Polandia, 13 September 1939


Pada tanggal 15 September 1939 Adolf Hitler berangkat dari Gogolin dengan menggunakan pesawat Junkers Ju 52/3m "Tante" untuk mengunjungi markas 14. Armee di Jarosław (sebelah utara Przemyśl/Polandia). Foto hasil karya Heinrich Hoffmann ini memperlihatkan, dari kiri ke kanan: Generaloberst Wilhelm List (Oberbefehlshaber 14. Armee), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), dan Generalmajor Alfred Jodl (Chef des Wehrmachtsführungsamt)


 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) menyaksikan prajurit-prajurit dari dua divisi Wehrmacht menyeberangi Sungai San yang berada di wilayah Galicia (sebelah tenggara Polandia dan barat Ukraina), 15 September 1939. Foto ini diambil saat sang Führer mengunjungi markas 14. Armee pimpinan Generaloberst Wilhelm List di wilayah  Jarosław (sebelah utara Przemyśl/Polandia). Prajurit-prajurit tersebut menyeberangi sungai dengan menggunakan Pionierbrücke (Jembatan Zeni) karena jembatan aslinya sudah dihancurkan oleh pasukan bertahan Polandia yang mundur

 
Dalam salah satu rangkaian tur ke front pertempuran di Polandia, pada tanggal 15 September 1939 Adolf Hitler berangkat dari Gogolin menuju Jarosław dengan menggunakan pesawat terbang untuk mengunjungi markas 14. Armee pimpinan Wilhelm List. Disana dengan bangga dia menyaksikan prajurit-prajuritnya - yang berasal dari dua divisi Wehrmacht - melintasi Sungai San yang berada di wilayah Galicia (sebelah tenggara Polandia dan barat Ukraina), sementara Generaloberst Wilhelm List sendiri ikut menonton di belakang Hitler, diikuti oleh Generalmajor Alfred Jodl (Chef des Wehrmachtsführungsamt)


 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) menyaksikan prajurit-prajurit dari dua divisi Wehrmacht menyeberangi Sungai San yang berada di wilayah Galicia (sebelah tenggara Polandia dan barat Ukraina), 15 September 1939. Foto ini diambil saat sang Führer mengunjungi markas 14. Armee pimpinan Generaloberst Wilhelm List di wilayah  Jarosław, Polandia. Di sebelah Hitler berdiri General der Infanterie Ernst Busch (Kommandierender General VIII. Armeekorps), sementara di belakangnya adalah Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht). Kedua jenderal ini sama-sama mempunyai postur tinggi besar!


 Adolf Hitler menyaksikan prajurit-prajurit dari dua divisi Wehrmacht menyeberangi Sungai San yang berada di wilayah Galicia (sebelah tenggara Polandia dan barat Ukraina), 15 September 1939. Foto ini diambil saat sang Führer mengunjungi markas 14. Armee pimpinan Generaloberst Wilhelm List di wilayah  Jarosław, Polandia. Dari kiri ke kanan: Generalleutnant Hans von Obstfelder (Kommandeur 28. Infanterie-Division), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), General der Infanterie Ernst Busch (Kommandierender General VIII. Armeekorps), dan Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht). Di latar belakang tampak barisan panjang kereta berkuda Wehrmacht yang sedang menyeberangi jembatan ponton


 Adolf Hitler menyaksikan prajurit-prajurit dari dua divisi Wehrmacht menyeberangi Sungai San yang berada di wilayah Galicia (sebelah tenggara Polandia dan barat Ukraina), 15 September 1939. Foto ini diambil saat sang Führer mengunjungi markas 14. Armee pimpinan Generaloberst Wilhelm List di wilayah  Jarosław, Polandia. Dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), General der Infanterie Ernst Busch (Kommandierender General VIII. Armeekorps), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), Generaloberst Wilhelm List (Oberbefehlshaber 14. Armee), dan Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess). Foto ini diambil dari buku "Von Lemberg bis Bordeaux: Fronterlebnisse eines Kriegsberichters" karya Leo Leixner


 Adolf Hitler menyaksikan prajurit-prajurit dari dua divisi Wehrmacht menyeberangi Sungai San yang berada di wilayah Galicia (sebelah tenggara Polandia dan barat Ukraina), 15 September 1939. Foto ini diambil saat sang Führer mengunjungi markas 14. Armee di wilayah  Jarosław, Polandia. Dari kiri ke kanan: Generaloberst Wilhelm List (Oberbefehlshaber 14. Armee), Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon), Generalmajor Alfred Jodl (Chef des Wehrmachtsführungsamt), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), SS-Obersturmbannführer Prof.Dr.-med. Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des Führers und Reichskanzler). Foto oleh Heinrich Hoffmann


 Adolf Hitler dan para petinggi Jerman menyaksikan prajurit-prajurit dari dua divisi Wehrmacht menyeberangi Sungai San yang berada di wilayah Galicia (sebelah tenggara Polandia dan barat Ukraina), 15 September 1939. Foto ini diambil saat sang Führer mengunjungi markas 14. Armee di wilayah  Jarosław, Polandia. Dari kiri ke kanan: Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Reichsführer SS und Chef der Deutschen Polizei), SS-Gruppenführer Dr.jur. Hans Heinrich Lammers (Staatssekretär und Chef der Reichskanzlei), Generaloberst Wilhelm List (Oberbefehlshaber 14. Armee), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), dan Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht). Nyelip diantara Hitler dan Keitel kemungkinan adalah Hauptmann Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht)



Adolf Hitler dan para petinggi Jerman menyaksikan prajurit-prajurit dari dua divisi Wehrmacht menyeberangi Sungai San yang berada di wilayah Galicia (sebelah tenggara Polandia dan barat Ukraina), 15 September 1939. Foto ini diambil saat sang Führer mengunjungi markas 14. Armee di wilayah  Jarosław, Polandia. Sebagai identifikasinya: 1.SS-Gruppenführer Karl Wolff (Verbindungsoffizier zwischen dem Reichsführer-SS und dem Führerhauptquartier), 2.Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Reichsführer SS und Chef der Deutschen Polizei), 3.SS-Gruppenführer Dr.jur. Hans Heinrich Lammers (Staatssekretär und Chef der Reichskanzlei), 4.Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), 5.Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), 6.General der Infanterie Werner Kienitz (Kommandierender General XVII. Armeekorps), 7.Generalmajor Alfred Jodl (Chef des Wehrmachtsführungsamt), 8.Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), dan 9.Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber der Luftwaffe und dem Führerhauptquartier). BTW, kendaraan perang yang nampak dalam foto ini adalah kereta If.5 (Typ 36) yang ditarik kuda dengan MG34 ganda, yang mempunyai fungsi utama sebagai Flak (senjata anti pesawat udara)


 Adolf Hitler dan para petinggi Jerman menyaksikan prajurit-prajurit dari dua divisi Wehrmacht menyeberangi Sungai San yang berada di wilayah Galicia (sebelah tenggara Polandia dan barat Ukraina), 15 September 1939. Foto ini diambil saat sang Führer mengunjungi markas 14. Armee di wilayah  Jarosław, Polandia. Dari kiri ke kanan: Generaloberst Wilhelm List (Oberbefehlshaber 14. Armee), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Infanterie Werner Kienitz (Kommandierender General XVII. Armeekorps), dan Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess). Alat perang yang sedang ditarik oleh truk di sebelah kanan adalah Howitzer sFH18 howitzer kaliber 150mm dengan meriam yang sudah dicopot. Foto oleh Heinrich Hoffmann


 Adolf Hitler dan para petinggi Jerman menyaksikan prajurit-prajurit dari dua divisi Wehrmacht menyeberangi Sungai San yang berada di wilayah Galicia (sebelah tenggara Polandia dan barat Ukraina), 15 September 1939. Foto ini diambil saat sang Führer mengunjungi markas 14. Armee di wilayah  Jarosław, Polandia. Satu baris dengan Hitler, dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer Karl Wolff (Verbindungsoffizier zwischen dem Reichsführer-SS und dem Führerhauptquartier), SS-Gruppenführer Dr.jur. Hans Heinrich Lammers (Staatssekretär und Chef der Reichskanzlei), Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Reichsführer SS und Chef der Deutschen Polizei), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Infanterie Werner Kienitz (Kommandierender General XVII. Armeekorps), dan Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess). Selain itu, terdapat pula SS-Obersturmbannführer Prof.Dr.-med. Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt) yang berada ketiga dari kiri, menghadap ke kanan. Foto ini pertama kali dipublikasikan dalam buku "Mit Hitler in Polen" (Bersama Hitler di Polandia) karya fotografer pribadi sang Führer, Heinrich Hoffmann, dengan caption asli berbunyi: "Ostmärkische Soldaten gehen über den San" (Prajurit-Prajurit Ostmark menyeberangi San)



Dalam acara kunjungannya ke markas 14. Armee di wilayah  Jarosław/Galicia, Polandia, Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) menyempatkan diri untuk beramah-tamah dengan prajurit-prajurit Wehrmacht yang bertugas disana. 14. Armee sendiri dipimpin oleh Generaloberst Wilhelm List dan merupakan bagian dari Heeresgruppe Süd (Generaloberst Gerd von Rundstedt). Foto ini diambil pada tanggal 15 September 1939 oleh Heinrich Hoffmann


Akhir kunjungan Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) di Jarosław/Polandia pada tanggal 15 September 1939. Foto ini diambil oleh Heinrich Hoffmann di lapangan udara kota tersebut dan memperlihatkan saat Hitler mengucapkan terimakasih kepada tuan rumah, Generaloberst Wilhelm List (Oberbefehlshaber 14. Armee), sebelum berangkat pulang menuju Gogolin. Di belakang List berdiri memperhatikan, dari kiri ke kanan: Hauptmann Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), dan SS-Gruppenführer Dr.jur. Hans Heinrich Lammers (Staatssekretär und Chef der Reichskanzlei). Dalam perjalanan pulang-pergi ini, SS-Oberführer Hans Baur sebagai pilot pribadi Hitler menerbangkan pesawat Junkers Ju 52/3m "Tante" yang dapat mendarat di landasan yang pendek atau tidak mulus permukaannya. Di latar belakang terlihat seorang Kriegsberichter (Koresponden Perang) sedang mengabadikan acara salaman Hitler dan List dengan menggunakan kamera film


 
Kunjungan Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) di Polandia: pada malam hari tanggal 17 September 1939 Hitler meninggalkan Gogolin dan berangkat menuju Goddentow-Lanz (Lębork). Keesokan harinya (18 September) dia tiba di Goddentow-Lanz yang terletak 65 kilometer barat-laut Danzig. Pada pagi hari tanggal 19 September sang Führer meninggalkan Goddentow-Lanz dan pergi ke Zoppot (Sopot). Führerhauptquartier kemudian mengambil tempat di Kasino Hotel yang berada di kota tersebut. Pada siang harinya Hitler berpidato di kota Danzig/Ostsee yang menjadi ibukota Pommerania, tepatnya di Artus Hof. Pada tanggal 20 September dia menghabiskan hari di Zoppot. Foto ini diambil di Danzig pada tanggal 19 September 1939 dan memperlihatkan penyambutan meriah warga kota terhadap Hitler dan rombongan, yang rata-rata menaiki mobil Mercedes-Benz W31 tipe G4 beroda enam. Di latar belakang terlihat bangunan  Goldenes Tor (Gerbang Emas), sementara di belakangnya lagi adalah Menara Katownia. Tulisan "Ein Volk, Ein Reich, Ein Führer" mempunyai arti "Satu Bangsa, Satu Negara, Satu Pemimpin"


 Kunjungan Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) di Danzig, 19 September 1939. Freie Stadt Danzig/Wolne Miasto Gdańsk (Kota Bebas Danzig) adalah sebuah wilayah semi-otonom yang terletak di antara Jerman dengan Prusia Timur. Bekas wilayah Kekaisaran Jerman yang terdiri dari kota utama Danzig dan 200 kota kecil di sekelilingnya ini mendapatkan statusnya sebagai Kota Bebas pada tanggal 15 November 1920 setelah berakhirnya Perjanjian Versailles. Berdasarkan perjanjian yang kontroversial tersebut, Danzig tidak lagi menjadi bagian dari Jerman, tapi tidak juga bergabung dengan Polandia yang baru merdeka. Meskipun begitu, dia bukanlah sebuah negara yang independen, melainkan sebuah wilayah perlindungan di bawah Liga Bangsa-Bangsa. Statusnya sebagai Kota Bebas berakhir setelah Jerman mendudukinya pada bulan September 1939, bersama dengan wilayah Polandia lainnya. Tulisan "Danzig grüßt seinen Führer" mempunyai arti "Danzig menyambut pemimpinnya"


 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) disambut oleh Gauleiter Danzig, Albert Forster (kedua dari kanan) saat mengadakan kunjungan ke Freie Stadt Danzig/Wolne Miasto Gdańsk (Kota Bebas Danzig) pada tanggal 19 September 1939. Di belakang Hitler berdiri SS-Gruppenführer Julius Schaub (Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dan SS-Untersturmführer Heinz Linge (Persönlicher Ordonnanzoffizier des Führers). Tulisan "Danzig grüßt seinen Führer" mempunyai arti "Danzig menyambut pemimpinnya", sementara mobil yang dipakai Hitler di kanan adalah mobil Mercedes-Benz W31 tipe G4 beroda enam


Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) berpidato di dalam gedung Artus Hof tak lama setelah kedatangannya di kota Danzig pada tanggal 19 September 1939. Sebenarnya sang Führer berencana untuk berbicara di kota Warsawa yang diduduki, tapi ternyata sampai dengan tanggal yang ditentukan kota tersebut keukeuh tidak mau menyerah terhadap pengepungan yang dilakukan oleh pasukan Jerman sehingga akhirnya pemimpin Jerman tersebut terpaksa memindahkan lokasinya ke Danzig. Hitler kemudian memanfaatkan kesempatan ini untuk menawarkan inisiatif perdamaian terhadap Inggris dan Prancis yang telah menyatakan perang terhadap Jerman beberapa minggu sebelumnya. Isi lengkap pidatonya bisa dilihat DISINI


Pada tanggal 21 Desember 1939 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) mengadakan kunjungan ke semenanjung Westerplatte (Danzig) menggunakan perahu dan berkesempatan menaiki kapal perang Schleswig-Holstein. Setelahnya dia mengadakan kunjungan ke Gotenhafen (Gdynia/Gdingen) dan pulang ke Zoppot di hari yang sama. Foto yang diambil oleh Heinrich Hoffmann ini memperlihatkan saat sang Führer meninjau puing-puing sisa Pertempuran Westerplatte (1-7 September 1939) yang baru berakhir beberapa hari sebelumnya dan yang tercatat sebagai pertempuran pertama dalam Perang Dunia II! Beberapa orang yang bisa saya kenali dari foto ini: 1.Kapitän zur See Gustav Kleikamp (Kommandant Linienschiff "Schleswig-Holstein"), 2.Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), 3.Charakter als Vizeadmiral Lothar von Arnauld de la Perière (Marinebevollmächtigter Danzig), 4.SS-Gruppenführer Dr.jur. Hans Heinrich Lammers (Staatssekretär und Chef der Reichskanzlei), 5.Albert Forster (Gauleiter Danzig), 6.Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Kommando), 7.SS-Untersturmführer Heinz Linge (Persönlicher Ordonnanzoffizier des Führers), 8.Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), 9.Generalmajor Alfred Jodl (Chef des Wehrmachtsführungsamt), 10.Hauptmann im Generalstab Wilhelm "Willy" Deyhle (Adjutant Chef des Wehrmachtsführungsamt), 11.Hauptmann Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), 12.Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), 13.Hauptmann Nicolaus von Below (Adjutant der Luftwaffe beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), 14.Konteradmiral Hubert Schmundt (Befehlshaber der Seestreitkräfte in der Danziger Bucht), 15.Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), dan 16.Oberst Walter Warlimont (Stellvertreter Chef des Wehrmachtsführungsamt)


 Dengan latar belakang kapal perang Kriegsmarine "Schleswig-Holstein" - beserta seluruh awaknya - yang sedang bersandar di pelabuhan Danzig, Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) berjabat tangan dengan kapten kapal tersebut, Kapitän zur See Gustav Kleikamp, yang telah memimpin pemboman dari laut terhadap Semenanjung Westerplatte yang dikuasai oleh pasukan Polandia beberapa hari sebelumnya. Pada tanggal 1 September 1939 pukul 04:47, "Schleswig-Holstein" membuka tembakan terhadap posisi pertahanan pasukan Polandia di Westerplatte dari baterai artileri utamanya. Tembakan ini kemudian tercatat dalam sejarah sebagai tembakan pertama dalam Perang Dunia II! Foto ini sendiri diambil oleh Heinrich Hoffmann pada saat kunjungan Hitler ke kota pelabuhan Danzig dan Semenanjung Westerplatte tanggal 21 September 1939. Di tengah-tengah diantara Hitler dan Kleikamp adalah SS-Gruppenführer Dr.jur. Hans Heinrich Lammers (Staatssekretär und Chef der Reichskanzlei), sementara di belakang kanan Lammers berdiri SS-Obersturmbannführer Prof.Dr.-med. Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt). Yang menarik adalah perwira Kriegsmarine di sebelah kanan yang memakai medali Pour le Mérite di lehernya. Dia adalah Charakter als Vizeadmiral Lothar von Arnauld de la Perière (Marinebevollmächtigter Danzig) yang merupakan kapten kapal selam TERDAHSYAT dalam sejarah umat manusia. Dalam Perang Dunia I dia tercatat menenggelamkan 195 kapal (455.869 ton) dan merusakkan 8 kapal (34.312 ton). Prestasinya ini jauh diatas komandan kapal selam terhebat dalam Perang Dunia II yang juga berasal dari Jerman: Fregattenkapitän Otto Kretschmer yang "hanya" menenggelamkan 47 kapal (274.418 ton) dan merusakkan 5 kapal (37.965 ton)!


Foto ini diambil oleh Heinrich Hoffmann ketika Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) melakukan kunjungan ke kota pelabuhan Danzig dan Semenanjung Westerplatte tanggal 21 September 1939. Disini Hitler sedang mendengarkan dengan serius saat Kapitän zur See Gustav Kleikamp (keempat dari kiri, Kommandant Linienschiff "Schleswig-Holstein") menerangkan aksi kapalnya dalam Pertempuran Westerplatte (1-7 September 1939) yang baru berakhir beberapa hari sebelumnya. Paling kiri adalah Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), sementara yang nyelip diantara Hitler dan Kleikamp adalah Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess). Selain itu, perwira Heer yang berdiri di belakang kanan Kleikamp dengan memakai ledermantel adalah Oberstleutnant Nikolaus von Vormann (Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber des Heeres und dem Führerhauptquartier), dan perwira SS yang nyelip ketiga dari kanan adalah SS-Untersturmführer Heinz Linge (Persönlicher Ordonnanzoffizier des Führers). Semua pembicaraan antara Hitler dan Kleikamp direkam melalui mikrofon


Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) memberi salam hormat Nazi kepada para awak kapal perang "Schleswig-Holstein" yang sedang berlabuh di Pelabuhan Danzig, 21 September 1939. Ikut mengiringi di samping kanannya kapten kapal tersebut, Kapitän zur See Gustav Kleikamp, sementara perwira SS yang berjalan di sebelah kanan adalah SS-Gruppenführer Dr.jur. Hans Heinrich Lammers (Staatssekretär und Chef der Reichskanzlei). Sedikit tertutup oleh tangan Hitler yang terangkat adalah Generalmajor Alfred Jodl (Chef des Wehrmachtsführungsamt). Foto oleh Heinrich Hoffmann. BTW, untuk daftar awak "Schleswig-Holstein" bisa dilihat DISINI atau DISINI


 Inspeksi kapal perang "Schleswig-Holstein" yang sedang berlabuh di Pelabuhan Danzig (Pomerania) tanggal 21 September 1939. Baris pertama, dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Kapitän zur See Gustav Kleikamp (Kommandant Linienschiff "Schleswig-Holstein") dan SS-Gruppenführer Dr.jur. Hans Heinrich Lammers (Staatssekretär und Chef der Reichskanzlei). Baris kedua: Generalmajor Alfred Jodl (Chef des Wehrmachtsführungsamt), perwira Kriegsmarine tak dikenal, Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), Konteradmiral Hubert Schmundt (Befehlshaber der Seestreitkräfte in der Danziger Bucht), dan Charakter als Vizeadmiral Lothar von Arnauld de la Perière (Marinebevollmächtigter Danzig)


 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) bersama dengan para perwira dari kapal perang "Schleswig-Holstein" yang ikut berperang melawan pasukan Polandia dalam Pertempuran Westerplatte (1-7 September 1939). Mendampingi di sebelahnya adalah kapten kapal, Kapitän zur See Gustav Kleikamp, sementara di latar belakang kita bisa melihat para pelaut awak "Schleswig-Holstein" berbaris dengan rapi di atas kapal mereka. Paling kiri dalam foto ini adalah Generalmajor Alfred Jodl (Chef des Wehrmachtsführungsamt), sementara perwira Heer yang tertutup oleh Hitler adalah Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht). Foto ini sendiri diambil oleh Heinrich Hoffmann pada saat kunjungan Hitler ke kota pelabuhan Danzig dan Semenanjung Westerplatte tanggal 21 September 1939


Foto ini diambil oleh Heinrich Hoffmann ketika Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) melakukan kunjungan ke kota pelabuhan Danzig dan Semenanjung Westerplatte tanggal 21 September 1939. Disana Hitler melihat sisa-sisa Pertempuran Westerplatte (1-7 September 1939), diantaranya adalah barak tentara Polandia yang sudah rusak oleh bekas peluru dan bom (latar belakang). Di sebelah kiri Hitler adalah Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), sementara di sebelah kanannya adalah Kapitän zur See Gustav Kleikamp (Kommandant Linienschiff "Schleswig-Holstein"). Diantara Keitel dan Hitler berjalan mengikuti Charakter als Vizeadmiral Lothar von Arnauld de la Perière (Marinebevollmächtigter Danzig). Perwira SS di belakang Hitler kemungkinan adalah SS-Standartenführer Ludolf "Ludi" Jakob von Alvensleben, Chef des Volksdeutschen Selbstschutzes in der Inspektion Płutowo (tolong dibedakan dengan SS-Gruppenführer Ludolf-Hermann "Bubi" von Alvensleben, meskipun mereka berdua masih mempunyai hubungan keluarga)


 Pada tanggal 21 Desember 1939 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) mengadakan kunjungan ke semenanjung Westerplatte (Danzig) menggunakan perahu dan berkesempatan menaiki kapal perang Schleswig-Holstein. Setelahnya dia mengadakan kunjungan ke Gotenhafen (Gdynia/Gdingen) dan pulang ke Zoppot di hari yang sama. Foto yang diambil oleh Heinrich Hoffmann ini memperlihatkan saat sang Führer berada di Gotenhafen. Di belakangnya berjalan Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), sementara beriringan bersama Hitler adalah General der Flieger Leonhard Kaupisch (Kommandeur Korps Kaupisch). Kaupisch adalah mantan perwira Heer yang diperbantukan di Luftwaffe sebagai pakar artileri. Pada tahun 1940 dia balik lagi ke Heer dengan pangkat terakhir General der Artillerie z.V.


21 September 1939: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dan para pengiringnya menginspeksi sebuah meriam pantai XI Polandia yang dinamakan "Baterai Canet" M1891 (Canet Battery) kaliber 100mm sisa Pertempuran Kępa Oksywska yang berlangsung di Dataran Tinggi Oksywie di luar kota Gotenhafen (Gdynia/Gdingen), yang berlangsung dari tanggal 10 s/d 19 September 1939. Ke-60 awaknya gugur saat pasukan Jerman menyerang posisi pertahanan mereka, dan kini di Pemakaman Angkatan Laut yang berada tak jauh dari sana didirikan sebuah monumen untuk mengenang pengorbanan unit pimpinan Mayor Stanislaw Jablonski ini. Di sebelah kiri Hitler adalah Albert Forster (Gauleiter Danzig). Figur familiar lain yang nongtot dalam foto ini adalah SS-Obersturmbannführer Prof.Dr.-med. Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), SS-Untersturmführer Heinz Linge (Persönlicher Ordonnanzoffizier des Führers), dan SS-Obersturmführer Max Wünsche (Persönlicher Ordonnanzoffizier des Führers). Foto oleh Heinrich Hoffmann


 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dan para pengiringnya menginspeksi sebuah QF 3-pounder Hotchkiss kaliber 47mm / L40 (Canon Hotchkiss à tir rapide de 47 mm), tanggal 21 September 1939. Meriam laut ini aslinya dipasang di kapal tapi kemudian digunakan sebagai meriam darat dalam Pertempuran Kępa Oksywska yang berlangsung di Dataran Tinggi Oksywie di luar kota Gotenhafen (Gdynia/Gdingen), yang berlangsung dari tanggal 10 s/d 19 September 1939. BTW, yang nyengir di tengah adalah Gauleiter Albert Forster (Gauleiter Danzig), sementara bapak-bapak ndut di kanan, siapa lagi kalau bukan Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe). Nyelip di belakang Hitler adalah Hauptmann Nicolaus von Below (Adjutant der Luftwaffe beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht). Foto oleh Heinrich Hoffmann


Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) memanfaatkan waktu dalam kunjungannya ke Gotenhafen (Gdynia/Gdingen) untuk mengintip janda mandi, 21 September 1939. Di sebelah kirinya adalah Gauleiter Albert Forster (Gauleiter Danzig). Yang memakai Kradmantel (jaket tahan air untuk pengendara sepeda motor) di kanan adalah SS-Untersturmführer Heinz Linge (Persönlicher Ordonnanzoffizier des Führers), sementara tertutup oleh Hitler adalah Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht)


21 September 1939 di Gotenhafen (Gdynia/Gdingen): Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) memberikan ucapan selamat kepada prajurit-prajurit Wehrmacht yang berprestasi dalam Pertempuran Westerplatte (1-7 September 1939) beberapa hari sebelumnya. Dalam kesempatan tersebut sang Führer juga berkesempatan menganugerahkan medali Eisernes Kreuz II.Klasse secara langsung kepada beberapa orang diantaranya. Ikut memperhatikan Generaloberst Wilhelm Keitel (kiri, Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Artillerie Walter Heitz (kedua dari kiri, Militärbefehlshaber Danzig-Westpreußen), dan Oberstleutnant Nikolaus von Vormann (tertutup oleh Hitler, Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber des Heeres und dem Führerhauptquartier). Foto hasil karya Heinrich Hoffmann


 Pada tanggal 22 September 1939 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) mengadakan kunjungan ke wilayah operasional Heeresgruppe Nord yang berada diantara Warsawa dan Minsk (sekitar 50km dari ibukota Polandia). Disini Hitler disambut dengan gegap gempita oleh para prajuritnya yang mengangkat tangan mereka dengan salam hormat Nazi. Meskipun secara resmi Wehrmacht (Heer, Luftwaffe, Kriegsmarine) baru "mengadopsi" salam Nazi sebagai pengganti salam militer standar dari sejak tanggal 20 Juli 1944, tapi sebelumnya salam tersebut kerap menjadi sikap militer "wajib" demi menyambut sang Führer. Foto ini pertama kali dipublikasikan dalam buku "Mit Hitler in Polen" (Bersama Hitler di Polandia) karya fotografer pribadi sang Führer, Heinrich Hoffmann, dengan caption asli berbunyi: "Alle Augen strahlen - alle Hände heben sich zum Gruß!" (Semua mata bercahaya - semua tangan terangkat dalam salam!)


 Kunjungan Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) ke wilayah operasional Heeresgruppe Nord yang berada diantara Warsawa dan Minsk (sekitar 50km dari ibukota Polandia), tanggal 22 September 1939. Dalam foto ini sang Führer berjabat tangan dengan General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 3. Armee), sementara di belakang Küchler adalah Hauptmann Nicolaus von Below (Adjutant der Luftwaffe beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht). Foto ini pertama kali dipublikasikan dalam buku "Mit Hitler in Polen" (Bersama Hitler di Polandia) karya fotografer pribadi sang Führer, Heinrich Hoffmann, dengan caption asli berbunyi: "Im Frontabschnitt mit General der Artillerie von Küchler" (Di front bersama dengan Jenderal Artileri von Küchler)


 Dari kiri ke kanan: General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 3. Armee), Generalmajor Wilhelm Speidel (Chef des Generalstabes Luftflotte 1), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon), dan Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht). Kesselring sedang memberikan laporan terbaru mengenai aksi militer armada udaranya di Polandia. Foto ini diambil oleh Heinrich Hoffmann pada tanggal 22 Desember 1939 saat Hitler berkunjung ke wilayah operasional Heeresgruppe Nord yang berada diantara Warsawa dan Minsk (sekitar 50km dari ibukota Polandia). Di hari ini pula Kepala Staff Kesselring, Speidel, naik pangkat dari Oberst menjadi Generalmajor


 Foto ini diambil pada tanggal 22 September 1939 dan memperlihatkan Adolf Hitler beserta para petinggi Wehrmacht lainnya sedang menginspeksi Pociag Pancerny (Kereta Api Lapis Baja atau Armored Train) Nr.13 "General Sosnkowski" milik Polandia yang rusak terkena bom pesawat-pesawat Stuka Jerman di stasiun Łochów, 75 kilometer di utara Warsawa. Disini kita bisa melihat bagian kanan dari kendaraan perang istimewa tersebut, terutama bagian lokomotif serta gerbong artileri pertama. Para peninjau, dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer Dr.rer.pol. Otto Dietrich (Reichspressechef der NSDAP und Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda), perwira SS tidak dikenal, Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon), perwira SS tidak dikenal, SS-Gruppenführer Dr.jur. Hans Heinrich Lammers (Staatssekretär und Chef der Reichskanzlei), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber der Luftwaffe und dem Führerhauptquartier), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Prof.Dr.-med. Theodor "Theo" Morell (Hitlers Leibarzt), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 3. Armee), dan perwira Luftwaffe tidak dikenal. Foto oleh Heinrich Hoffmann



Pociag Pancerny (Kereta Api Lapis Baja atau Armored Train) Nr.13 "General Sosnkowski" bisa dibilang merupakan kereta api lapis baja paling terkenal (dan paling banyak difoto) dalam Perang Dunia II, semata karena dia pernah mendapatkan "kehormatan" untuk diinspeksi langsung oleh pemimpin Nazi Jerman! Kendaraan perang istimewa ini dibuat oleh Polandia pada tahun 1920 dengan desain berdasarkan kereta api lapis baja Soviet. Namanya sendiri diambil dari Kazimierz Sosnkowski, seorang jenderal terkenal Polandia yang bertempur dalam Perang Dunia I, Perang Polandia-Soviet, serta Perang Dunia II. Ketika perang melawan Jerman pecah pada tanggal 1 September 1939, "General Sosnkowski" dikomandani oleh Kapten Stanisław Młodziankowski bersama dengan wakilnya, Kapten Mieczysław Wnukowski (jumlah total awaknya adalah 191 orang). Pada tanggal 10 September 1939 kereta api lapis baja ini mendapat hantaman bom SC 500 250kg dari pesawat-pesawat Junkers Ju 87 "Stuka" Luftwaffe saat sedang berada di stasiun Łochów, 75 kilometer sebelah utara Warsawa. Karena sudah tidak difungsikan lagi, awaknya kemudian meninggalkannya. Pada tanggal 22 September 1939 Hitler menyempatkan diri untuk menginspeksi "General Sosnkowski" saat dia mengadakan kunjungan ke sekitar wilayah Warsawa. Kereta api lapis baja ini kemudian diperbaiki dan digunakan oleh pihak Jerman. Dia tercatat sebagai satu-satunya (dari 10 buah) Pociag Pancerny reguler Polandia yang rusak oleh serangan udara Luftwaffe, meskipun jenis kendaraan perang seperti ini tidak terhitung banyaknya mendapat hantaman bom dari atas! Data lengkap tentangnya bisa dilihat DISINI


 22 September 1939: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) berjalan untuk melihat lebih dekat gerbong artileri kedua dari Pociag Pancerny (Kereta Api Lapis Baja atau Armored Train) Nr.13 "General Sosnkowski" milik Polandia yang rusak terkena bom pesawat-pesawat Stuka Jerman di stasiun Łochów, 75 kilometer di utara Warsawa. Di belakang Hitler, dari kiri ke kanan: Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 3. Armee), Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon), SS-Gruppenführer Dr.rer.pol. Otto Dietrich (Reichspressechef der NSDAP und Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda), perwira Luftwaffe tidak dikenal, SS-Gruppenführer Dr.jur. Hans Heinrich Lammers (Staatssekretär und Chef der Reichskanzlei), Prof.Dr.-med. Theodor "Theo" Morell (Hitlers Leibarzt), dan Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess). Foto oleh Heinrich Hoffmann



22 September 1939: Dengan ditemani oleh Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) melihat-lihat lebih dekat pintu masuk gerbong artileri kedua dari Pociag Pancerny (Kereta Api Lapis Baja atau Armored Train) Nr.13 "General Sosnkowski" milik Polandia yang rusak terkena bom pesawat-pesawat Stuka Jerman di stasiun Łochów, 75 kilometer di utara Warsawa. "General Sosnkowski" membawa serta dua gerbong artileri yang dipasang di bagian depan dan belakang. Yang diinspeksi oleh Hitler adalah gerbong artileri depan yang bersanding dengan gerbong pengangkut peleton serbu. Gerbong artileri ini berasal dari "Tipe 1" yang dipersenjatai dengan dua buah meriam wz.02/26 kaliber 75mm yang bisa diputar sampai dengan 270°. Persenjataan lainnya adalah termasuk pula empat buah MG-08 Maxim 7,92mm di bagian pinggir serta senapan mesin anti pesawat udara di atapnya. Setiap gerbong artileri diawaki oleh 35 orang, sementara jumlah keseluruhan awak "General Sosnkowski" sendiri adalah 191 orang. Foto oleh Heinrich Hoffmann


 22 September 1939: Adolf Hitler dalam acara inspeksi Pociag Pancerny (Kereta Api Lapis Baja atau Armored Train) Nr.13 "General Sosnkowski" milik Polandia yang rusak terkena bom pesawat-pesawat Stuka Jerman di stasiun Łochów, 75 kilometer di utara Warsawa. Foto ini memperlihatkan bagian gerbong artileri kedua (kiri) yang "menyatu" dengan gerbong peleton serbu (kanan) akibat dari ledakan bom. Sebagai identifikasi para peninjau, dari kiri ke kanan: Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (kelihatan mukanya doang, Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber der Luftwaffe und dem Führerhauptquartier), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), SS-Gruppenführer Dr.rer.pol. Otto Dietrich (Reichspressechef der NSDAP und Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), dan General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 3. Armee)


22 September 1939: Adolf Hitler dalam acara inspeksi Pociag Pancerny (Kereta Api Lapis Baja atau Armored Train) Nr.13 "General Sosnkowski" milik Polandia yang rusak terkena bom pesawat-pesawat Stuka Jerman di stasiun Łochów, 75 kilometer di utara Warsawa. Foto ini memperlihatkan bagian gerbong artileri kedua (belakang) yang "menyatu" dengan gerbong peleton serbu (kanan) akibat dari ledakan bom. Sebagai identifikasi para peninjau, dari kiri ke kanan: SS-Standartenführer Johann "Hans" Rattenhuber (Kommandeur Reichssicherheitsdienst), Reichsleiter Martin Bormann (di belakang Vormann, Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), Oberstleutnant Nikolaus von Vormann (Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber des Heeres und dem Führerhauptquartier), Hauptmann Nicolaus von Below (belakang, Adjutant der Luftwaffe beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber der Luftwaffe und dem Führerhauptquartier), SS-Gruppenführer Dr.rer.pol. Otto Dietrich (Reichspressechef der NSDAP und Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda), dan General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 3. Armee)



 22 September 1939: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dalam acara inspeksi Pociag Pancerny (Kereta Api Lapis Baja atau Armored Train) Nr.13 "General Sosnkowski" milik Polandia yang rusak terkena bom pesawat-pesawat Stuka Jerman di stasiun Łochów, 75 kilometer di utara Warsawa. Foto ini memperlihatkan bagian gerbong artileri pertama dengan meriam wz.02/26 kaliber 75mm tampak nongol di bagian turetnya. Di sebelah kiri Hitler adalah Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), sementara di sebelah kanannya adalah General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 3. Armee)


 22 September 1939: Adolf Hitler dalam acara inspeksi Pociag Pancerny (Kereta Api Lapis Baja atau Armored Train) Nr.13 "General Sosnkowski" milik Polandia yang rusak terkena bom pesawat-pesawat Stuka Jerman di stasiun Łochów, 75 kilometer di utara Warsawa. Foto ini memperlihatkan bagian gerbong artileri pertama dengan meriam wz.02/26 kaliber 75mm tampak menyembul di bagian turetnya. Para peninjau, dari kiri ke kanan: Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber der Luftwaffe und dem Führerhauptquartier) Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), dan General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 3. Armee)


 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) berjabat tangan dengan Generalleutnant Walter Petzel (Kommandierender General I. Armeekorps) saat melakukan kunjungan ke wilayah operasional Heeresgruppe Nord yang berada diantara Warsawa dan Minsk (sekitar 50km dari ibukota Polandia), 22 September 1939. Tertutup oleh Hitler adalah General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 3. Armee), sementara di belakangnya lagi adalah SS-Gruppenführer Julius Schaub (Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht). Jenderal yang berdiri di tengah sambil membawa peta adalah Generalleutnant Max Bock (Kommandeur 11. Infanterie-Division), dan yang berdiri paling dekat dengan kamera di sebelah kanan adalah SS-Obersturmbannführer Prof.Dr.-med. Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt)


 Kunjungan Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) pada wilayah operasional Heeresgruppe Nord yang berada diantara Warsawa dan Minsk (sekitar 50km dari ibukota Polandia), 22 September 1939. Disini Hitler mendapat sambutan meriah para prajurit Wehrmacht. Di sebelah kirinya adalah Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon), Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Nord) dan Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht); sementara di sebelah kanannya adalah Generalleutnant Walter Petzel (Kommandierender General I. Armeekorps)


 22 September 1939 di Wyszków/Vyshkava (Polandia): Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) memeriksa panji 8 Pułk Strzelców Konnych (Resimen Senapan Berkuda ke-8) yang berhasil dirampas dalam pertempuran tanggal 12 September 1939 sebelumnya oleh seorang Leutnant Kavaleri Wehrmacht (kanan). Pada saat perang pecah pada tanggal 1 September 1939, resimen Polandia tersebut dipimpin oleh Kolonel Jerzy Jan Jastrzębski dan bertempur melawan pasukan Jerman di wilayah Mokotów yang berada di pinggiran Warsawa. Berdiri berhadapan dengan Hitler, dari kiri ke kanan: Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Kommando) yang tertutup mukanya tapi terlihat jelas tulisan "Führer-Hauptquartier" di pita lengannya; SS-Gruppenführer Julius Schaub (Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) yang memakai tanda pangkat kerah SS model pertama; SS-Gruppenführer Dr.rer.pol. Otto Dietrich (Reichspressechef der NSDAP und Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda) yang cuma kelihatan kepalanya doang; dan Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Reichsführer SS und Chef der Deutschen Polizei) yang memalingkan muka karena mencium bau kentut dari arah Hitler. Foto ini pertama kali dipublikasikan dalam buku "Mit Hitler in Polen" (Bersama Hitler di Polandia) karya fotografer pribadi sang Führer, Heinrich Hoffmann, dengan caption asli berbunyi: "Ein Leutnant erbeutete das Feldzeichen des polnischen 8. Schützen-Regiments zu Pferde" (Letnan ini telah merebut lambang Resimen Senapan ke-8 Polandia di atas kudanya)


 22 September 1939 di Wyszków/Vyshkava (Polandia): Adolf Hitler memeriksa panji 8 Pułk Strzelców Konnych (Resimen Senapan Berkuda ke-8) yang berhasil dirampas dalam pertempuran tanggal 12 September 1939 sebelumnya oleh seorang Leutnant Kavaleri Wehrmacht. Dari kiri ke kanan: General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 3. Armee), ajudan Heer tidak dikenal, Generalmajor Erwin Rommel (tertutup oleh Hitler, Kommandeur Führer-Begleit-Kommando), Adolf Hitler (membelakangi kamera, Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), SS-Gruppenführer Julius Schaub (tertutup oleh Hitler, Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), SS-Gruppenführer Dr.rer.pol. Otto Dietrich (Reichspressechef der NSDAP und Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda), Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Reichsführer SS und Chef der Deutschen Polizei), Leutnant Kavaleri tak dikenal yang mempersembahkan panji resimen Polandia, Generalmajor tak dikenal (membelakangi kamera, kemungkinan adalah atasan dari si Leutnant), dua perwira tak dikenal, dan Oberstleutnant Nikolaus von Vormann (Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber des Heeres und dem Führerhauptquartier). BTW, Wikipedia telah salah mengidentifikasi Vormann sebagai Gauleiter Konrad Henlein!






Pada tanggal 22 September 1939 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) mengunjungi wilayah terluar Warsawa untuk melihat perkembangan terakhir pengepungan Jerman atas ibukota Polandia tersebut. Di hari yang sama dia kembali ke Zoppot (Sopot) dan tinggal disana selama beberapa hari selanjutnya. Foto hasil karya Heinrich Hoffmann ini memperlihatkan saat sang Führer berada di wilayah Praga yang berada di pinggiran Warsawa. Melalui Scherenfernrohr (teropong gunting), dia memperhatikan aksi pemboman oleh meriam-meriam artileri dari I. Armeekorps. Identifikasi untuk foto paling bawah: perwira Heer yang memakai kacamata di sebelah Hitler adalah Generalleutnant Walter Petzel (Kommandierender General I. Armeekorps); perwira Luftwaffe di belakang Hitler adalah Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber der Luftwaffe und dem Führerhauptquartier); muka hampir seluruhnya tertutup oleh Hitler adalah General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 3. Armee); perwira SS yang memakai ledermantel di belakang adalah SS-Gruppenführer Dr.rer.pol. Otto Dietrich (Reichspressechef der NSDAP und Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda); dan yang paling kanan adalah Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht). Keitel masih ingat mengenai momen dalam foto ini: "Kami tiba di bandara, dan lalu melanjutkan perjalanan menuju pos komandan artileri I. Armeekorps yang berada di utara Warsawa dengan menggunakan mobil melewati jembatan ponton yang melintasi sungai Vistula. Dengan mengambil tempat di menara sebuah gereja yang berada di timur-laut Praga, sebuah wilayah di pinggiran Warsawa yang terletak di tepi timur Sungai Vistula, Hitler memerintahkan bombardir artileri terhadap pertahanan terluar Warsawa. Disinilah sang Führer menerima berita tentang gugurnya Generaloberst Werner Freiherr von Fritsch (mantan Panglima Angkatan darat Jerman) dalam pertempuran di pagi hari di markas komandan infanteri saat berlangsungnya gerak maju oleh Artillerie-Regiment 12." Dengan ini, Fritsch tercatat sebagai jenderal kedua Jerman yang terbunuh dalam Perang Dunia II. Yang pertama adalah SS-Brigadeführer und Generalmajor der Ordnungspolizei Wilhelm Fritz von Roettig yang tewas tanggal 10 September 1939 di dekat Opoczno (Jenderal kedua - dari semua pihak yang berperang - yang terbunuh dalam Perang Dunia II tercatat atas nama Józef Kustroń, Brigadir-Jenderal Polandia yang gugur tanggal 16 September 1939 di Ulazow)


Adolf Hitler (tengah), "Sang Prajurit Pertama Reich", terlihat berada di dekat kota Warsawa dengan dikelilingi oleh para perwira staff dan pengiringnya, 22 September 1939. Ibukota Polandia yang menjadi target utama pasukan Jerman tersebut kini dikepung habis dari tiga arah dan setiap harinya dibombardir dari darat dan udara. Pihak yang bertahan sendiri mengatakan bahwa pasukan penyerbu berhasil dipukul mundur dari Warsawa, tapi pada kenyataannya kota tersebut akhirnya menyerah juga pada tanggal 27 September 1939 kepada 8. Armee pimpinan General der Infanterie Johannes Blaskowitz


Pada tanggal 25 September 1939, Adolf Hitler terbang dari Zoppot menuju wilayah sekitar Warsawa, Polandia. Dia melakukan kunjungan ke 8. Armee (General der Infanterie Johannes Blaskowitz) dan 10. Armee (General der Artillerie Walther von Reichenau), serta markas pasukan Jerman di Grodjisk Mazowieki. Setelahnya dia kembali ke Godentow-Lanz menggunakan pesawat terbang. Keesokan harinya (26 September 1939 pukul 09:30), Hitler pulang ke Berlin menggunakan Führersonderzug "Amerika". Dia tiba di ibukota Jerman tersebut pukul 17:05 di sore harinya. Sang Führer baru kembali ke Polandia pada tanggal 5 Oktober 1939 untuk mengikuti parade kemenangan pasukan Jerman. Foto ini diambil pada tanggal 25 September di wilayah 10. Armee yang berada diantara Bzura dan Sungai Vistula (menghadap barat Warsawa) dan memperlihatkan saat Hitler baru saja tiba di lapangan udara terdekat. Sebagai identifikasinya, baris depan dari kiri ke kanan: General der Artillerie Franz Halder (Chef des Generalstabes des Heeres), Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon), General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generalmajor Friedrich Paulus (Chef des Generalstabes 10. Armee), dan SS-Gruppenführer Karl Wolff (Verbindungsoffizier zwischen dem Reichsführer-SS und dem Führerhauptquartier)

 
Foto ini diambil pada tanggal 25 September 1939 di lapangan udara Alexandrow yang terletak diantara Bzura dan Sungai Vistula (menghadap barat Warsawa, Polandia), pada saat Adolf Hitler mengadakan kunjungan ke wilayah operasional Heeresgruppe Süd yang pada saat itu sedang mengepung kota Warsawa. Dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generalmajor Hans-Gustav Felber (Chef des Generalstabes 8. Armee), SS-Gruppenführer Karl Wolff (Verbindungsoffizier zwischen dem Reichsführer-SS und dem Führerhauptquartier), perwira Heer tidak dikenal, Generaloberst Gerd von Rundstedt (tertutup oleh Brauchitsch, Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), dan General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee)


 Dari kiri ke kanan: General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), Oberstleutnant Nikolaus von Vormann (Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber des Heeres und dem Führerhauptquartier), Generalleutnant Erich von Manstein (Chef des Generalstabes of Heeresgruppe Süd), General der Kavallerie Erich Hoepner (berjabat tangan dengan Hitler, Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Reichsführer SS und Chef der Deutschen Polizei), dan SS-Gruppenführer Karl Wolff (Verbindungsoffizier zwischen dem Reichsführer-SS und dem Führerhauptquartier). Foto ini diambil pada tanggal 25 September 1939 di wilayah 10. Armee yang berada diantara Bzura dan Sungai Vistula (menghadap barat Warsawa)


Pada tanggal 25 September 1939,
Adolf Hitler terbang dari Zoppot menuju wilayah sekitar Warsawa, Polandia. Dia melakukan kunjungan ke 8. Armee (General der Infanterie Johannes Blaskowitz) dan 10. Armee (General der Artillerie Walther von Reichenau), serta markas pasukan Jerman di Grodjisk Mazowieki. Setelahnya dia kembali ke Godentow-Lanz menggunakan pesawat terbang. Keesokan harinya (26 September 1939 pukul 09:30), Hitler pulang ke Berlin menggunakan Führersonderzug "Amerika". Dia tiba di ibukota Jerman tersebut pukul 17:05 di sore harinya. Sang Führer baru kembali ke Polandia pada tanggal 5 Oktober 1939 untuk mengikuti parade kemenangan pasukan Jerman. Foto ini diambil pada tanggal 25 September di wilayah 10. Armee yang berada diantara Bzura dan Sungai Vistula (menghadap barat Warsawa) dan memperlihatkan saat Hitler dan para petinggi Wehrmacht lainnya sedang mengawasi kondisi terakhir kota Warsawa yang terkepung melalui fernglas (teropong) dan scherenfernrohr (teropong gunting). Dari kiri ke kanan: Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Kommando), General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), dan Generalmajor Friedrich Paulus (Chef des Generalstabes 10. Armee). Foto jepretan Kriegsberichter Kliem dari Propaganda-Kompanie 637 (Ost). Mereka sedang melihat kondisi kota Warsawa ((Polandia) yang terkepung oleh pasukan Jerman melalui fernglas (teropong) dan Scherenfernrohr (teropong gunting)



25 September 1939: Dari kiri ke kanan: Generalmajor Alfred Jodl (Chef des Wehrmachtsführungsamt), Walther Hewel (Verbindungsbeamter des Auswärtigen Amtes zum Führer und Reichskanzler), Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Reichsführer SS und Chef der Deutschen Polizei), Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), dan General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee). Foto ini pertama kali dipublikasikan dalam buku "Der Große Deutsche Feldzug gegen Polen" (Peperangan Akbar Jerman Melawan Polandia) karya fotografer pribadi sang Führer, Heinrich Hoffmann, dengan caption asli berbunyi: "Ausmerklam verfolgt der Führer den Entscheidungskampf" (Führer memperhatikan pertempuran yang menentukan ini dengan lebih dekat)


 General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee) melihat kondisi kota Warsawa yang terkepung melalui Scherenfernrohr (teropong gunting), sementara Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) berdiri memperhatikan. Tertutup oleh Reichenau adalah muka dari Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), dan diantara Reichenau dan Hitler adalah Generalleutnant Erich von Manstein (Chef des Generalstabes of Heeresgruppe Süd). Foto ini diambil pada tanggal 25 September 1939 di wilayah 10. Armee yang berada diantara Bzura dan Sungai Vistula (menghadap barat Warsawa)


 Dengan latar depan sebuah Scherenfernrohr (teropong gunting), para petinggi Wehrmacht berdiskusi mengenai situasi militer terakhir di Polandia. Dari kiri ke kanan: Generalleutnant Erich von Manstein (Chef des Generalstabes of Heeresgruppe Süd), Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), dan Generalmajor Friedrich Paulus (Chef des Generalstabes 10. Armee). Foto ini diambil pada tanggal 25 September 1939 di wilayah 10. Armee yang berada diantara Bzura dan Sungai Vistula (menghadap barat Warsawa)


 Dari kiri ke kanan: Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), dan Generalmajor Friedrich Paulus (Chef des Generalstabes 10. Armee). Foto ini diambil pada tanggal 25 September 1939 di wilayah 10. Armee yang berada diantara Bzura dan Sungai Vistula (menghadap barat Warsawa). Di tempat tersebut Hitler dan para petinggi Wehrmacht lainnya mengawasi kondisi terakhir kota Warsawa yang terkepung melalui fernglas (teropong) dan scherenfernrohr (teropong gunting)


 Foto ini diambil pada tanggal 25 September 1939 di wilayah 10. Armee yang berada diantara Bzura dan Sungai Vistula (menghadap barat Warsawa), dan memperlihatkan saat Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) - diatas mobil Mercedes-Benz W31 tipe G4 beroda enam - disambut dengan meriah oleh prajurit-prajurit Wehrmacht kemanapun dia berkunjung. Keputusannya untuk berkeliling ke front-front terdepan di Polandia selama berlangsungnya agresi militer Jerman di bulan September 1939 memberikan suntikan moril yang cukup besar bagi pasukannya. Duduk bersamanya sang supir, SS-Sturmbannführer Erich Kempka, sementara di kursi tengah nongkrong General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee). Jok paling belakang diisi oleh tiga orang: anggota SS tidak dikenal, Hauptmann Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), dan Hauptmann Nicolaus von Below (Adjutant der Luftwaffe beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht)


Acara kunjungan Adolf Hitler ke markas Leibstandarte SS Adolf Hitler (motorisiert) di Alexandrow (antara Bzura dan Weichsel), Polandia, tanggal 25 September 1939. Disini dia sedang menginspeksi para anggota resimen pengawal pribadinya, yang semuanya memakai Kradmantel (jaket pengendara sepeda motor). Selama fase awal penyerbuan ke Polandia, LSSAH berada di bawah komando 17. Infanterie-Division dan bertugas untuk melindungi sayap kanan gerak maju pasukan Jerman dari arah selatan. Resimen tersebut terlibat dalam beberapa pertempuran melawan brigade kavaleri Polandia yang mencoba menerobos sayap pergerakan Jerman. Di Pabianice, sebuah kota yang terletak di dekat Łódź, LSSAH berperang melawan elemen-elemen dari Divisi Infanteri ke-28 Polandia dan Brigade Kavaleri Wołyńska dalam pertempuran jarak dekat. Di sepanjang kampanye militer di Polandia, resimen ini dikenal "doyan" membakar desa-desa yang mereka lewati. Sebagai tambahan, anggota-anggotanya juga dituduh berkali-kali melakukan kejahatan perang, diantaranya adalah pembunuhan 50 orang Yahudi di Błonie dan pembantaian 200 orang warga sipil di Złoczew. Setelah kesuksesan di Pabianice, LSSAH dikirimkan ke wilayah di sekitar Warsawa dan diperbantukan dibawah 4. Panzer-Division. Resimen ini bertugas untuk mencegah usaha pelarian pasukan Polandia dari ibukota mereka yang terkepung. Meskipun bisa dibilang cukup sukses dalam masa tugas mereka di Polandia, tapi pihak Angkatan darat tetap memandang mereka mempunyai kualitas yang lebih rendah karena jumlah korban yang diderita dalam pertempuran lebih tinggi dari unit-unit Wehrmacht standar! BTW, Foto ini pertama kali dipublikasikan dalam buku "Mit Hitler in Polen" (Bersama Hitler di Polandia) karya fotografer pribadi sang Führer, Heinrich Hoffmann, dengan caption asli berbunyi: "Diese Männer der Leibstandarte haben sich besonders ausgezeichnet" (Para anggota Leibstandarte ini telah membuktikan kemampuan mereka)


 Acara kunjungan Adolf Hitler ke markas Leibstandarte SS Adolf Hitler (motorisiert) di Alexandrow, Polandia, tanggal 25 September 1939. Dari kiri ke kanan: SS-Obergruppenführer Josef "Sepp" Dietrich (Kommandeur Leibstandarte SS Adolf Hitler), SS-Obersturmführer Max Wünsche (Persönlicher Ordonnanzoffizier des Führers), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), dan bintara SS tidak dikenal


 Pada tanggal 5 Oktober 1939 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) terbang dari Berlin ke Warsawa (Polandia) dengan menggunakan pesawat Focke-Wulf Fw 200 A-0 (S-8 ) AC+VH "Grenzmark" untuk menyaksikan parade kemenangan pasukan Jerman dari 8. Armee (yang merebut kota Warsawa dari tangan pasukan Polandia). Dia mendarat di bandara Okecie di Aleja Krakowska, dan disambut oleh para petinggi Wehrmacht. Foto jepretan Heinrich Hoffmann ini memperlihatkan Hitler sedang berjabat tangan dengan Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee). Di sebelah kiri Blaskowitz adalah Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), sementara di sebelah kanannya adalah Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee). Dalam penyerbuan Jerman ke Polandia, 8. Armee dan 10. Armee (juga 14. Armee) berada di bawah komando Heeresgruppe Süd


 "Der Führer bei seinen Truppen in Warschau" (Führer sedang bersama dengan pasukannya di Warsawa) adalah caption yang tertera sebagai pengantar gambar kartupos ini. Foto ini sendiri diambil di bandara Okecie di Aleja Krakowska saat Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) mengadakan kunjungan ke Kota Warsawa pada tanggal 5 Oktober 1939 untuk mengikuti Siegesparade (Parade Kemenangan) pasukan Jerman yang telah berhasil menduduki Polandia hanya dalam waktu kurang dari satu bulan. Sebagai penahan udara dingin musim gugur yang mulai melanda, Hitler melindungi tubuhnya dengan ledermantel (jaket kulit)


Persiapan sebelum acara parade kemenangan Jerman di Warsawa tanggal 5 Oktober 1939. Puing-puing reruntuhan bangunan bekas pemboman sebelumnya masih jelas terlihat. Foto oleh Hugo Jaeger


Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Adolf Hitler sendiri secara khusus terbang kembali ke Warsawa menggunakan pesawat Focke-Wulf Fw 200 A-0 (S-8 ) AC+VH "Grenzmark" untuk menyaksikan parade tersebut. Dia mendarat di bandara Okecie di Aleja Krakowska, dan dengan konvoy bersenjata pergi ke bagian tengah kota dimana acara utama digelar. Setelahnya dia melakukan kunjungan singkat ke beberapa bagian kota Warsawa. Selain Hitler, podium kehormatan diisi oleh para panglima Wehrmacht, sementara di kiri bawah adalah jenderal-jenderal lain yang lebih rendah pangkatnya. Selain itu, kanan bawah diisi oleh para ajudan. Untuk identifikasi yang berdiri di podium, dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), General der Infanterie Werner Kienitz (Kommandierender General XVII. Armeekorps), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des Führers und Reichskanzler). Foto oleh Hugo Jaeger, salah seorang fotografer pribadi Hitler


Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generalmajor Friedrich-Carl Cranz (Kommandeur 18. Infanterie-Division), General der Artillerie Emil Leeb (Kommandierender General XI. Armeekorps), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (berkacamata dan tertutup oleh Blaskowitz, Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), Generaloberst Walther von Reichenau (di belakang Blaskowitz, hanya kelihatan topinya doang! Oberbefehlshaber 10. Armee), dan General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1). BTW, persis di bawah Hitler adalah Erwin Rommel yang saat itu masih menjadi Generalmajor dan menjabat sebagai komandan Führer-Begleit-Bataillon (Batalyon Pelindung Pribadi Führer). Foto oleh Hugo Jaeger, salah seorang fotografer pribadi Hitler



Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generalmajor Friedrich-Carl Cranz (Kommandeur 18. Infanterie-Division), General der Artillerie Emil Leeb (Kommandierender General XI. Armeekorps), dan Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee). Dalam penyerbuan ke Polandia, 18. Infanterie-Division (Cranz) berada di bawah komando XI. Armeekorps (Leeb), yang merupakan bagian dari 10. Armee (Reichenau)


Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Dari kiri ke kanan: Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), Generalleutnant Conrad von Cochenhausen (memakai stahlhelm, Kommandeur 10. Infanterie-Division), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber der Luftwaffe und dem Führerhauptquartier), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des "Führers und Reichskanzlers“). Dalam foto ini Brückner mengenakan schirmmütze (topi visor) SA masa perang yang langka yang hanya diperuntukkan bagi para staff pribadi Adolf Hitler. Topi jenis tersebut bisa dkenali dari bagian tengahnya yang berwarna coklat gelap dengan lambang Reichsadler SA di tengah atas yang mirip-mirip Reichsadler Heer/Kriegsmarine. Foto oleh Hugo Jaeger, salah seorang fotografer pribadi Hitler


Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger dan memperlihatkan Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Barisan Panzerkampfwagen II melewati Adolf Hitler serta para petinggi Wehrmacht lainnya yang berdiri di atas podium. Karena satu-satunya formasi lapis baja milik 8. Armee dalam pengepungan di Warsawa adalah I.Abteilung / Panzer-Regiment 23, maka kemungkinan besar tank-tank tersebut berasal dari sana. Berdiri di podium kehormatan, dari kiri ke kanan: General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Korvettenkapitän Karl-Jesko von Puttkamer (Adjutant der Kriegsmarine beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), dan General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1)


Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger dan memperlihatkan Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Barisan truk militer melewati Adolf Hitler dan para petinggi Wehrmacht lainnya, diikuti oleh Einheits-PKW (mobil penumpang standar). Tampaknya kendaraan-kendaraan ini telah mendapat tambahan cat kamuflase dua warna abu-abu coklat, juga kinclong mengkilat seperti baru keluar dari pabrik (perintah untuk menggunakan kamuflase abu-abu seluruhnya baru diberlakukan setelah berakhirnya penguasaan Prancis tahun 1940). Disini pula kita bisa melihat bahwa jenderal-jenderal yang berada di sekeliling Hitler berubah-ubah sesuai dengan giliran unit mereka yang melakukan parade. Dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), General der Infanterie Werner Kienitz (Kommandierender General XVII. Armeekorps), dan General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps)


Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger dan memperlihatkan Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Barisan Einheits-PKW (mobil penumpang standar) melewati Adolf Hitler dan para petinggi Wehrmacht lainnya yang berdiri diatas podium. Kendaraan di sebelah kiri adalah Stoewer Typ M 12 RW, sementara yang di tengah dan kanan adalah Horch 830 R Kübelwagen. Yang berdiri di podium, dari kiri ke kanan: General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), General der Infanterie Werner Kienitz (Kommandierender General XVII. Armeekorps), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des Führers und Reichskanzler). Para ajudan ikut menonton di bawah podium dan dalam foto ini terlihat di barisan paling kanan


PaK (Panzerabwehrkanone) 35/36 kaliber 37mm milik sebuah unit anti-tank Wehrmacht yang melintas dalam parade kemenangan pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan tanggal 5 Oktober 1939 dengan disaksikan oleh Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dan para petinggi Wehrmacht lainnya. PaK 35/36 sendiri merupakan senjata anti-tank standar Jerman di awal perang, sebelum digantikan oleh kaliber yang lebih besar seiring dengan bertambahnya ketebalan kendaraan-kendaraan lapis baja Sekutu dan Soviet. Perhatikan bahwa senjata-senjata anti-tank ini dicat abu-abu lapangan sehingga warnanya "menyatu" dengan warna bannya! Foto diambil oleh Hugo Jaeger, salah seorang fotografer pribadi Adolf Hitler


 Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa, yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Berdiri di tribun kehormatan, dari kiri ke kanan: General der Panzertruppe Heinz Guderian (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), General der Infanterie Werner Kienitz (Kommandierender General XVII. Armeekorps), Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), dan Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee)


 Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Parade tersebut dibuka oleh barisan Korps Musik Wehrmacht yang berderap sampai ke depan podium dan kemudian mengambil tempat persis di seberangnya, sebuah lapang kecil yang berada di halaman gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat. Sepanjang berlangsungnya acara, korps musik tersebut tidak henti-hentinya memainkan lagu-lagu mars penggugah semangat dengan judul-judul yang tak asing lagi seperti "Wadhon bae", "Mati Penasaran" dan "Gadis atau Kambing". Foto ini merupakan salah satu dari seri kartu foto stereo yang ditampilkan dalam "Die Soldaten des Führers im Felde - der Feldzug in Polen" (Para Prajurit Führer di Lapangan - Kampanye Militer di Polandia), sebuah buku foto 3D atau raumbild yang diterbitkan pada tahun 1940 oleh Raumbild-Verlag Otto Schönstein atas pesanan dari Oberst im Generalstab Hasso von Wedel (Abteilungschef im Oberkommando der Wehrmacht) dan Reichsamtsleiter Henrich Hansen (Reichspressestelle der NSDAP)



 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) menyaksikan Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Parade kemenangan ini menjadi simbol dari keperkasaan militer Jerman atas penguasaannya terhadap Polandia yang berhasil dilaksanakan kurang dari satu bulan. Mereka telah mampu memenangkan peperangan dengan mengimplementasikan secara sempurna serangkaian terobosan yang cepat dan mengejutkan. Terobosan ini selalu diikuti dengan pengepungan pasukan musuh yang, berkebalikan dengan taktik pihak Jerman, didasarkan atas sistem pertahanan yang tidak fleksibel dan ketinggalan zaman


 Para petinggi Wehrmacht yang berdiri di podium kehormatan pada saat Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), dan Generalleutnant Dr.phil. Friedrich-Ernst von Cochenhausen (Stadtkommandant Warschau)


Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) dan Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dalam acara Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee yang digelar di Warsawa pada tanggal 5 Oktober 1939. Brauchitsch mengenakan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes di lehernya, yang dia dapatkan beberapa hari sebelumnya (30 September 1939) sebagai penghargaan atas kontribusinya bagi kesuksesan pasukan Heer (Angkatan Darat Jerman) dalam kampanye militer Jerman di Polandia (1 September 1939 s/d 6 Oktober 1939; satu bulan lebih enam hari). Dalam foto ini, Brauchitsch dan Hitler sama-sama mengenakan ledermantel (jaket kulit) sebagai pelindung dari dinginnya musim gugur yang mulai melanda. Foto oleh Berichter Mensing dari Scherl Bilderdienst


 Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939, dilihat dari atas. Parade tersebut digelar di sepanjang jalan Aleje Ujazdowskie, sementara podiumnya berada diantara villa dan bangunan kedutaan (50 meter sebelah selatan Pałac Rembielińskiego, bangunan putih yang berbatasan dengan taman tempat podium), di depan Park Ujazdowski (kanan) dan di seberang gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat (kiri). Halaman kedutaan terlihat dipakai oleh Korps Musik Wehrmacht untuk mengiringi parade kemenangan dengan musik-musik mars penggugah semangat. Foto ini pertama kali dipublikasikan dalam buku "Mit Hitler in Polen" (Bersama Hitler di Polandia) karya fotografer pribadi sang Führer, Heinrich Hoffmann, dengan caption asli berbunyi: "Die Wehrmacht des Führers - der Stolz der Nation!" (Angkatan Bersenjata Führer - Sang kebanggaan negara!)


Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Berdiri di belakang Adolf Hitler (memberi salam hormat Nazi), dari kiri ke kanan: Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (memakai stahlhelm, Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), dan General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]). Foto ini pertama kali dipublikasikan dalam buku "Mit Hitler in Polen" (Bersama Hitler di Polandia) karya fotografer pribadi sang Führer, Heinrich Hoffmann, dengan caption asli berbunyi: "Der 'Feldzug der achtzehn Tage' ist in die Geschichte eingegangen" ('Kampanye 18 Hari' kini telah menjadi sejarah)


 Prajurit-prajurit Heer berbaris melewati podium kehormatan tempat Adolf Hitler dan perwira-perwira tinggi Wehrmacht lainnya berada dalam Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee yang diselenggarakan di Warsawa (Polandia) pada tanggal 5 Oktober 1939. Berdiri di podium, dari kiri ke kanan: Generalleutnant Conrad von Cochenhausen (memakai Stahlhelm "Kavallerie" M18, Kommandeur 10. Infanterie-Division), General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), Korvettenkapitän Karl-Jesko von Puttkamer (Adjutant der Kriegsmarine beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), Hauptmann Nicolaus von Below (Adjutant der Luftwaffe beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des Führers und Reichskanzler)


 Prajurit-prajurit Heer berbaris melewati podium kehormatan tempat Adolf Hitler dan perwira-perwira tinggi Wehrmacht lainnya berada dalam Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee yang diselenggarakan di Warsawa (Polandia) pada tanggal 5 Oktober 1939. Foto ini merupakan salah satu dari seri kartu foto stereo yang ditampilkan dalam "Die Soldaten des Führers im Felde - der Feldzug in Polen" (Para Prajurit Führer di Lapangan - Kampanye Militer di Polandia), sebuah buku foto 3D atau raumbild yang diterbitkan pada tahun 1940 oleh Raumbild-Verlag Otto Schönstein atas pesanan dari Oberst im Generalstab Hasso von Wedel (Abteilungschef im Oberkommando der Wehrmacht) dan Reichsamtsleiter Henrich Hansen (Reichspressestelle der NSDAP). Dalam foto ini kita bisa melihat dengan jelas gaya berbaris khas Wehrmacht yang disebut sebagai "Stechschritt" atau "Goose Step" (mengayunkan langkah tanpa menekuk lutut). Gaya ini pertama kali diperkenalkan oleh Marsekal Prusia Leopold I, Fürst von Anhalt-Dessau (3 Juli 1676 - 7 April 1747), seorang komandan lapangan jempolan di masa Friedrich der Große yang terutama dikenal karena memodernisasi pasukan infanteri Prusia sehingga menjadi yang terbaik di masanya


Prajurit-prajurit Heer berbaris melewati podium kehormatan tempat Adolf Hitler dan perwira-perwira tinggi Wehrmacht lainnya berada dalam Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee yang diselenggarakan di Warsawa (Polandia) pada tanggal 5 Oktober 1939. Berdiri di podium kehormatan, dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (tertutup oleh Hitler, Oberbefehlshaber des Heeres), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), dan General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1). Sebagai tambahan: perwira SS yang memakai ledermantel dan berdiri paling dekat ke kamera (tengah) adalah SS-Oberführer Alfred-Ingemar Berndt, Leiter Abteilung VIII im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda yang nantinya bergabung dengan Heer demi bisa ikut berperang - walaupun harus merelakan pangkatnya turun drastis menjadi bintara - dan menjadi orang kepercayaan Rommel di Afrika Utara! Perhatikan pula bahwa ada seorang Letnan Medis (Assistenzarzt) dengan janggut dan kamus eh kumis "terhampar" di mukanya - sebuah pemandangan yang tidak biasa dalam tubuh Wehrmacht! Kita juga bisa melihat seorang Kriegsberichter sedang bertugas merekam acara parade dengan kamera filmnya


Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dan General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps) menyaksikan Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Kendaraan perang yang nampak dalam foto ini adalah kereta If.5 (Typ 36) dengan MG34 ganda, yang biasanya ditarik kuda dan mempunyai fungsi utama sebagai Flak (senjata anti pesawat udara). Foto ini pertama kali dipublikasikan dalam buku "Mit Hitler in Polen" (Bersama Hitler di Polandia) karya fotografer pribadi sang Führer, Heinrich Hoffmann, dengan caption asli berbunyi: "Der große Kampf um deutsche Freiheit ist beendet!" (Pertempuran besar untuk kebebasan Jerman kini telah usai!)


 Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Barisan truk yang tampak dalam foto ini adalah Henschel Typ 33 D 1 Pionierkraftwagen I, sementara bangunan berkubah di latar belakang adalah kościół św. Aleksandra (Gereja St. Alexander). Berdiri di podium kehormatan, dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (tertutup oleh Hitler, Oberbefehlshaber des Heeres), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Generaloberst Wilhelm Keitel (tertutup oleh Blaskowitz, Chef der Oberkommando der Wehrmacht), dan General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee). Karena ini adalah podium kehormatan untuk pemimpin Jerman, maka penjaganya pun bukan lagi prajurit melainkan perwira pilihan!



Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Berdiri di podium kehormatan, dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), dan Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht). Perwira yang memakai monokel serta stahlhelm dan berdiri di bawah Hitler adalah Generalmajor Wilhelm Stemmermann (Chef des Generalstabes XIII. Armeekorps)


 Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Barisan truk yang tampak dalam foto ini adalah Henschel Typ 33 D 1 Pionierkraftwagen I, sementara rimbunan pohon di belakang podium kehormatan merupakan bagian dari Park Ujazdowski. Di seberang podium, Korps Musik Wehrmacht menyanyikan lagu-lagu mars penggugah semangat. Henschel Typ 33 D 1 adalah kendaraan Pioniere (Zeni) yang merupakan hasil modifikasi dari tipe sebelumnya. Perbaikan dilakukan di bagian transmisi, batang gardan dan bemper. Sebagai tambahan, jarak antara ban pertama dan ban kedua juga ditambah


 Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Kendaraan perang yang ditarik kuda dalam foto ini adalah kereta penghantar meriam sFH 18 kaliber 150mm atau K 18 kaliber 105mm, sementara bangunan berkubah di latar belakang adalah kościół św. Aleksandra (Gereja St. Alexander). Berdiri di podium kehormatan, dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (tertutup oleh Hitler, Oberbefehlshaber des Heeres), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), dan General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1)


 Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generalmajor Friedrich-Carl Cranz (Kommandeur 18. Infanterie-Division), General der Artillerie Emil Leeb (Kommandierender General XI. Armeekorps), Generaloberst Wilhelm Keitel (tertutup oleh Leeb, Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), dan Generaloberst Walther von Reichenau (di belakang Blaskowitz, hanya kelihatan topinya doang! Oberbefehlshaber 10. Armee). Foto ini merupakan salah satu dari seri kartu foto stereo yang ditampilkan dalam "Die Soldaten des Führers im Felde - der Feldzug in Polen" (Para Prajurit Führer di Lapangan - Kampanye Militer di Polandia), sebuah buku foto 3D atau raumbild yang diterbitkan pada tahun 1940 oleh Raumbild-Verlag Otto Schönstein atas pesanan dari Oberst im Generalstab Hasso von Wedel (Abteilungschef im Oberkommando der Wehrmacht) dan Reichsamtsleiter Henrich Hansen (Reichspressestelle der NSDAP)


Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Meriam-meriam leFH 18 (leichte Feldhaubitze) kaliber 105mm bergerak melewati podium kehormatan yang diisi oleh, dari kiri ke kanan: General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generaloberst Erhard Milch (tertutup tangan Hitler yang terangkat, Generalinspekteur der Luftwaffe), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Gerd von Rundstedt (di belakang Hitler, Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Generalleutnant Conrad von Cochenhausen (memakai Stahlhelm "Kavallerie" M18, Kommandeur 10. Infanterie-Division), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Korvettenkapitän Karl-Jesko von Puttkamer (Adjutant der Kriegsmarine beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), Hauptmann Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), dan General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1)


 Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Meriam-meriam leFH 18 (leichte Feldhaubitze) kaliber 105mm bergerak melewati podium kehormatan yang diisi oleh, dari kiri ke kanan: General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generaloberst Erhard Milch (tertutup tangan Hitler yang terangkat, Generalinspekteur der Luftwaffe), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Gerd von Rundstedt (di belakang Hitler, Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Generalleutnant Conrad von Cochenhausen (memakai Stahlhelm "Kavallerie" M18, Kommandeur 10. Infanterie-Division), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Korvettenkapitän Karl-Jesko von Puttkamer (Adjutant der Kriegsmarine beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Hauptmann Nicolaus von Below (tertutup oleh Reichenau, Adjutant der Luftwaffe beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), Hauptmann Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), dan General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1). Selain itu, terdapat identifikasi tambahan: 1.Generalleutnant Walter Petzel (Kommandierender General I. Armeekorps) dan 2.Generalleutnant Johann Pflugbeil (Kommandeur 221. Infanterie-Division)




 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dan General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps) menyaksikan Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Kendaraan perang yang nampak dalam foto ini adalah meriam leFH 18 (leichte Feldhaubitze) kaliber 105mm yang merupakan howitzer ringan standar divisi Jerman dalam Perang Dunia II. Sebagai pembuatnya adalah Rheinmetall, sementara mulai operasional dari tahun 1935. Biasanya meriam ini ditarik oleh kuda, tapi juga bisa ditarik oleh truk atau halftrack


 Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Mesin/kendaraan perang yang ditampilkan disini adalah Krupp L2H 143 Kfz. 69 Protze (für 3,7cm Pak 36). Para petinggi Wehrmacht yang berdiri di podium, dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (tertutup oleh Hitler, Oberbefehlshaber des Heeres), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Wilhelm Keitel (tertutup oleh Reichenau, Chef der Oberkommando der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), Generalleutnant Conrad von Cochenhausen (memakai Stahlhelm "Kavallerie" M18, Kommandeur 10. Infanterie-Division), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des Führers und Reichskanzler)



Foto-foto lain yang memperlihatkan Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman yang diadakan di Warsawa pada tanggal 5 Oktober 1939. Berhubung pasukan pertahanan Polandia yang berada di kota tersebut menyerahkan diri pada Generaloberst Johannes Blaskowitz dari 8. Armee, maka pasukannya lah yang mendapatkan kehormatan untuk mengisi parade. Pada penyerbuan ke Polandia tahun 1939, 8. Armee terdiri dari X. Armeekorps (General der Artillerie Wilhelm Ulex), XIII. Armeekorps (General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs), XVI. Armeekorps (General der Kavallerie Erich Hoepner), Grenz-Abschnitt-Kommando 13 (Generalleutnant Max von Schenckendorff), Grenz-Abschnitt-Kommando 14 (Charakter als General der Kavallerie Curt Ludwig Freiherr von Gienanth), dan 30. Infanterie-Division (Generalleutnant Kurt von Briesen)


Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) bersiap-siap untuk meninggalkan lokasi Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman di Aleje Ujazdowskie, Warsawa, menuju ke Pałac Belwederski (Istana Belvedere/Schloss Belvedere). Dia akan mengadakan kunjungan singkat ke bangunan bersejarah tersebut sebelum melanjutkan perjalanan berkeliling kota Warsawa (Polandia) bersama dengan para pengiringnya menggunakan mobil Mercedes-Benz W31 tipe G4 beroda enam. Duduk bersamanya sang supir, SS-Sturmbannführer Erich Kempka, sementara di kursi tengah nongkrong General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee) dan General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1). Kursi paling belakang diisi oleh SS-Untersturmführer Heinz Linge (Persönlicher Ordonnanzoffizier des Führers) dan Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht). Disini Linge adalah orang terakhir yang naik mobil alias didid alias oto alias kareta mesin


5 Oktober 1939 di Warsawa (Polandia): Para perwira tinggi Wehrmacht dan pejabat partai Nazi dalam kunjungan ke Pałac Belwederski (Istana Belvedere/Schloss Belvedere) setelah usainya acara Siegesparade (Parade Kemenangan) yang digelar di sepanjang jalan Aleje Ujazdowskie. Patung dada di sebelah kanan menampilkan wajah Marsekal Józef Piłsudski, pemimpin Polandia terkemuka yang memerintah dari tahun 1926 s/d 1935. Pałac Belwederski adalah bangunan bersejarah yang dibangun dari tahun 1660 dan kemudian mengalami banyak renovasi selama keberadaannya. Pada masa pendudukan Jerman, gedung tersebut direnovasi kembali sebelum ditempati oleh Gubernur Generalgouvernement Warsawa, Ludwig Fischer. Para pengunjung, dari kiri ke kanan: Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), SS-Gruppenführer Dr.jur. Hans Heinrich Lammers (Staatssekretär und Chef der Reichskanzlei), dan General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4)


 5 Oktober 1939 di Warsawa (Polandia): Para perwira tinggi Wehrmacht dan pejabat partai Nazi dalam kunjungan ke Pałac Belwederski (Istana Belvedere/Schloss Belvedere) setelah usainya acara Siegesparade (Parade Kemenangan) yang digelar di sepanjang jalan Aleje Ujazdowskie. Patung dada di latar belakang menampilkan wajah Marsekal Józef Piłsudski, pemimpin Polandia terkemuka yang memerintah dari tahun 1926 s/d 1935. Para pengunjung, dari kiri ke kanan: General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Reichsführer SS und Chef der Deutschen Polizei), Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), SS-Gruppenführer Dr.jur. Hans Heinrich Lammers (Staatssekretär und Chef der Reichskanzlei), dan Prof.Dr.-med. Theodor "Theo" Morell (Hitlers Leibarzt)


 Adolf Hitler dkk meninggalkan Pałac Belwederski (Istana Belvedere/Schloss Belvedere) untuk melanjutkan perjalanan berkeliling kota Warsawa, 5 Oktober 1939. Komposisi penumpang Mercedes-Benz W31 tipe G4 beroda enam yang dikendarai oleh Hitler adalah sebagai berikut: (dari kiri ke kanan dilihat dari perspektif muka): kursi depan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dan SS-Sturmbannführer Erich Kempka (Persönlicher Fahrer des Führers); kursi tengah: General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1) dan General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee); kursi belakang: SS-Untersturmführer Heinz Linge (Persönlicher Ordonnanzoffizier des Führers) dan Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht). Di belakangnya mengikuti pengawal SS bersenjata yang membawa beraneka ragam senjata layaknya sedang mengawal boss Mafia!


 Dengan menaiki Mercedes-Benz W31 tipe G4 beroda enam, Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) berkeliling kota Warsawa yang kini diduduki oleh pasukan Jerman, 5 Oktober 1939. Duduk di kursi belakang adalah General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), sementara di belakangnya lagi yang duduk di kap adalah SS-Untersturmführer Heinz Linge (Persönlicher Ordonnanzoffizier des Führers). Sebagai supirnya sendiri adalah SS-Sturmbannführer Erich Kempka (Persönlicher Fahrer des Führers). Bangunan di latar belakang adalah Pałac Saski w Warszawie (Saxon Palace) yang beralamat di Plac Marszałka Józefa Piłsudskiego 1-3. Bangunan ini dihancurkan oleh pihak pendudukan Jerman sesudah berakhirnya Pemberontakan Warsawa tahun 1944, dan hanya menyisakan bagian tengah jalan beratapnya dimana tersimpan "Kuburan Prajurit tak Dikenal". Foto oleh Heinrich Hoffmann


 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) berkeliling kota Warsawa - yang kini diduduki oleh pasukan Jerman - dengan Mercedes-Benz W31 tipe G4 beroda enam, 5 Oktober 1939. Duduk di kursi belakang adalah SS-Untersturmführer Heinz Linge (Persönlicher Ordonnanzoffizier des Führers) dan General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), sementara sebagai supir adalah SS-Sturmbannführer Erich Kempka (Persönlicher Fahrer des Führers). Bangunan di latar belakang bernama Pałac Brühla (Istana Brühl), sebuah bangunan yang didirikan pada tahun 1639-42 dan berlokasi di Lapangan Pilsudski. Pałac Brühla tercatat sebagai salah satu istana terbesar di Polandia, sekaligus contoh terbaik arsitektur gaya Rococo yang mencapai masa kejayaannya pada abad ke-17 dan ke-18


Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) berkeliling kota Warsawa - yang kini diduduki oleh pasukan Jerman - dengan Mercedes-Benz W31 tipe G4 beroda enam, 5 Oktober 1939. Foto ini memperlihatkan saat kendaraan yang dinaikinya melewati Józefa Piłsudskiego (Lapangan Pilsudski), salah satu ciri khas kota Warsawa yang juga menjadi lapangan terbesar di Polandia. Namanya diambil dari nama Marsekal Józef Piłsudski, orang yang berperan paling penting dalam restorasi negara Polandia seusai berakhirnya Perang Dunia I. Ketika Jerman menduduki negara tersebut pada tahun 1939, namanya dirubah menjadi Adolf Hitler Platz. Pada tahun 1946 namanya dirubah kembali menjadi Zwycięstwa (Lapangan Kemerdekaan) sebagai penghormatan bagi kemenangan Polandia dan Sekutunya dalam Perang Dunia II. Ujung-ujungnya namanya kembali lagi ke awal, Józefa Piłsudskiego, setelah Polandia menyingkirkan rezim Komunis yang bercokol di negaranya pada tahun 1989


 Adolf Hitler berkendara ke sekeliling kota Warsawa dengan menaiki Mercedes-Benz W31 tipe G4 beroda enam, tak lama setelah usainya acara Siegesparade (Parade Kemenangan) pasukan Jerman pada tanggal 5 Oktober 1939. Dalam foto ini dia melintasi sebuah toko dengan nama "Klepczynski". Di dalam G4 sang Führer terdapat pula lima orang lainnya, dengan komposisi sebagai berikut (dari kiri ke kanan dilihat dari perspektif muka): kursi depan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dan SS-Sturmbannführer Erich Kempka (Persönlicher Fahrer des Führers); kursi tengah: General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1) dan General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee); kursi belakang: SS-Untersturmführer Heinz Linge (Persönlicher Ordonnanzoffizier des Führers) dan Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht)



Adolf Hitler berkendara ke sekeliling kota Warsawa dengan menaiki Mercedes-Benz W31 tipe G4 beroda enam, tak lama setelah usainya acara Siegesparade (Parade Kemenangan) pasukan Jerman pada tanggal 5 Oktober 1939. Setelah melalui bagian utara kota dan melewati gedung Kedutaan Besar Inggris yang sudah ditinggalkan penghuninya, kendaraan yang membawa Hitler dkk bergerak menuju jalan yang bernama Nowy Świat. Sebelumnya pasukan perlawanan Polandia telah menanam sebuah bahan peledak di persimpangan dengan jalan Aleje Jerozolimskie, tapi ketika Hitler melintasi persimpangan tersebut ternyata tidak terjadi apa-apa. Tak ada yang tahu pasti kenapa bom yang ditanam tidak meledak (meskipun kemungkinan besar penyebabnya adalah human error). Yang jelas, hal ini merupakan salah satu dari 42 kali usaha pembunuhan terhadap Hitler di sepanjang hidupnya... yang seluruhnya berakhir dengan kegagalan!


Sumber :
Buku "Adolf Hitler und die Geschichte der NSDAP Teil 2: 1938 bis 1945" karya Paul Bruppacher
Buku "Blitzkrieg Unleashed: The German Invasion of Poland, 1939" karya Richard Hargreaves
Buku "Der Große Deutsche Feldzug gegen Polen" karya Heinrich Hoffmann
Buku "Die Soldaten des Führers im Felde - der Feldzug in Polen" terbitan Oberkommando der Wehrmacht
Buku "Hitler: A Chronology of his Life and Time" karya M. Hauner
Buku "Hitler's Light Panzers at War: Rare Photographs from Wartime" karya Paul Thomas
Buku "Hitler's Personal Security: Guarding the Führer, 1921-1945" karya Peter Hoffmann
Buku "In the service of the Reich: The Memoirs of Field-Marshal Keitel" karya David Irving
Buku "Mit Hitler in Polen" karya Heinrich Hoffmann
Buku "Von Lemberg bis Bordeaux: Fronterlebnisse eines Kriegsberichters" karya Leo Leixner
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi pribadi Gregg "Graveland"
Foto koleksi pribadi Jeremy Dixon
Foto koleksi pribadi Ken Crane
www.alamy.com
www.allworldwars.com
www.audiovis.nac.gov.pl
www.bildarchiv.bsb-muenchen.de
www.coldwarsites.net
www.commons.wikimedia.org
www.cs.finescale.com
www.danzig.org
www.der-fuehrer.org
www.en.wikipedia.org
www.feldgrau.net
www.forum.axishistory.com
www.fpp.co.uk
www.germanpostalhistory.com
www.gettyimages.com
www.hitlerpages.com
www.icollector.com
www.militaria-depot.de
www.old.ipn.gov.pl
www.ordersofbattle.com
www.rschneiderstamps.com
www.ushmm.org
www.wehrmacht-awards.com

No comments:

Post a Comment