Thursday, September 13, 2012

Foto Westwall (Siegfriedstellung/Siegfried Line)

Peta Westwall/Siegfried Line. Sebenarnya ada dua Siegfried Line yang dikenal: yang pertama dibuat sebagai bagian dari Hindenburg Line yang dibangun di Prancis Utara tahun 1916-1917 (Perang Dunia Pertama), sementara yang kedua (yang lebih populer) dibuat oleh Nazi Jerman tahun 1930-an di wilayah perbatasannya dengan Prancis, berhadapan dengan Maginot Line. Orang Jerman menamainya Westwall, sementara Sekutu lebih senang menamainya sebagai Siegfried Line sebagai pengingat benteng yang lebih dulu dibangun. Jalinan benteng pertahanan ini membentang dari Kleve, di perbatasan dengan Belanda, melalui perbatasan lama di wilayah barat zaman kekaisaran Jerman sampai ke kota Weil am Rhein di perbatasan dengan Swiss, sepanjang 630km dengan lebih dari 18.000 bunker, terowongan dan jebakan tank di dalamnya!


Foto ini diambil pada bulan Mei 1938 saat Heer (Angkatan Darat) mempersembahkan maket rancangan Westwall (benteng pertahanan Jerman di sepanjang perbatasan dengan Prancis) kepada Adolf Hitler. Sebagai identifikasinya, dari kiri ke kanan: Hauptmann Nicolaus von Below (Adjutant der Luftwaffe beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), jenderal Luftwaffe tak dikenal, Generaladmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), SS-Untersturmführer Hans Hermann Junge (di belakang Raeder, Ordonnanzoffizier in der Führerbegleitkommando), Hauptmann tak dikenal, Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Hauptmann Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), dua orang perwira Heer tak dikenal, Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (Verbindungsoffizier zwischen Oberbefehlshaber der Luftwaffe und Führerhauptquartier), dan Major Rudolf Schmundt (Chefadjutant der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht)



Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dalam acara inspeksi ke benteng pertahanan Westwall di Front Barat pada tanggal 14-19 Mei 1939. Disini sang Führer - yang mengenakan mantel berwarna cerah - tampak berjalan dengan didampingi oleh General der Infanterie Erwin von Witzleben (Kommandierender general Gruppenkommando 2), sementara di kiri dan kanannya para pekerja dari Organisation Todt (OT) memberi salam hormat Nazi. Perwira Luftwaffe yang berjalan di belakang Hitler adalah Hauptmann Nicolaus von Below (Adjutant der Luftwaffe beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht)


 
Foto berwarna hasil jepretan Heinrich Hoffmann (fotografer pribadi Hitler) ini memperlihatkan saat Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) melakukan inspeksi ke benteng pertahanan Jerman di Barat (yang dinamakan sebagai Westwall / Siegfried Line), dengan ditemani oleh Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Kunjungan tersebut berlangsung dari tanggal 14 Mei s/d 19 Mei 1939 dengan rincian sebagai berikut: Pada tanggal 14 Mei, sang Führer memulai inspeksi enam harinya dengan mengunjungi wilayah Aachen dan Herzogenrath; pada tanggal 15 Mei dia mengunjungi wilayah Eifel dan Moseltal; pada tanggal 16 Mei dia mengunjungi wilayah Rheinland Pfalz dan Saarland; pada tanggal 17 Mei dia mengunjungi wilayah Saarpfaltz dan Lorraine; pada tanggal 18 Mei dia mengunjungi wilayah antara Karlsruhe dan Kehl, dilanjutkan dengan inspeksi ke bunker-bunker di Ottersdorf dengan berkendara melewati Plittersdorf dan Wintersdorf; pada tanggal 19 Mei (hari terakhir), dia mengunjungi Westwall diantara Kehl dan perbatasan dengan Swiss


 Adolf Hitler dalam inspeksi ke Westwall tanggal 14-19 Mei 1939. Dari kiri ke kanan: General der Infanterie Erwin von Witzleben (Kommandierender general Gruppenkommando 2), SS-Untersturmführer Karl Wilhelm Krause (persönliche Kammerdiener von Hitler), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht), SS-Obersturmbannführer Prof.dr.med. Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt), Reichsführer-SS Dipl.-Landwirt Heinrich Himmler (Reichsführer-SS und Chef der Deutschen Polizei), Reichsleiter Martin Bormann (Reichsleiter der NSDAP), SS-Obersturmführer Fritz Darges (Adjutant der Reichsleiter Martin Bormann), SA-Obergruppenführer Dr.ing.Prof.h.c. Fritz Todt (Chef der Organisation Todt), Führer Adolf Hitler (Führer und Reichskanzlei), dan Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber des Gruppenkommando 1)


Adolf Hitler dalam inspeksi ke Westwall tanggal 14-19 Mei 1939. General der Infanterie Alfred Wäger (Generalkommando Grenz Truppen Oberrhein) sedang menunjukkan dimana lokasi WC umum berada. Di kiri dan kanan Hitler berdiri dua orang kepercayaannya: Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommandos der Wehrmacht) dan Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der SS und Deutschen Polizei)



Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dalam acara inspeksi ke benteng pertahanan Westwall di Front Barat pada tanggal 14-19 Mei 1939. Foto ini memperlihatkan saat sang Führer mendengarkan seorang perwira Wehrmact yang bertugas di lokasi yang dokunjunginya. Di belakang perwira tersebut adalah Generalleutnant Alfred Jacob (Inspekteur der Pioniere und der Festungen), sementara di belakangnya lagi yang bertolak pinggang adalah General der Infanterie Erwin von Witzleben (Kommandierender general Gruppenkommando 2). Identifikasi tambahan: berdiri paling kiri kemungkinan adalah Charakter als Generalmajor Walter Eckstein (Festungs-Pionier-Kommandeur VII)



15 Mei 1939: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehshaber der Wehrmacht) meninjau rangkaian kawat berduri di benteng pertahanan Siegfried Line yang memisahkan antara perbatasan Jerman dengan Prancis di wilayah Eifel-Mosel, dalam sebuah rangkaian inspeksi di sekitar Westwall yang berlangsung dari tanggal 14 s/d 19 Mei 1939. Mengikuti di belakangnya berturut-turut adalah: General der Infanterie Erwin von Witzleben (Kommandierender general Gruppenkommando 2), Generalleutnant Alfred Jacob (Inspekteur der Pioniere und der Festungen), SA-Obergruppenführer Dr.ing.Prof.h.c. Fritz Todt (Chef der Organisation Todt), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), Charakter als Generalmajor Walter Eckstein (Festungs-Pionier-Kommandeur VII), serta Reichsführer-SS Dipl.-Landwirt Heinrich Himmler (Chef der SS und Deutschen Polizei)



15 Mei 1939: Acara makan siang - dengan menu masakan rebus - dari para petinggi militer Nazi Jerman, yang diadakan pada saat berlangsungnya kunjungan Hitler ke rangkaian benteng pertahanan Siegfried Line di Westwall yang berbatasan dengan Maginot Line Prancis, tanggal 14-19 Mei 1939. Dua orang jenderal yang duduk di sebelah kiri adalah Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht) dan General der Infanterie Erwin von Witzleben (Kommandierender general Gruppenkommando 2), diikuti oleh Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generalleutnant Alfred Jacob (Inspekteur der Pioniere und der Festungen), serta Reichsleiter Martin Bormann (Reichsleiter der NSDAP); di atas kepala Bormann berdiri Oberstleutnant Rudolf Schmundt (Chefadjutant der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht); Persis di seberang Keitel dan Witzleben di sebelah kanan adalah SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant Führer und Reichskanzler); terakhir, yang berdiri sendirian sambil menghadap kamera di semak-semak adalah SS-Untersturmführer Heinz Linge (Persönlicher Ordonnanzoffizier Führer und Reichskanzler)


Adolf Hitler dalam inspeksi ke Westwall tanggal 14-19 Mei 1939. Dari kiri ke kanan: SA-Obergruppenführer Dr.ing.Prof.h.c. Fritz Todt (Generalinspekteur für das deutsche Straßenwesen), General der Infanterie Alfred Wäger (Generalkommando Grenz Truppen Oberrhein), Heinz Linge (persönliche Ordonnanz Hitlers), SS-Obersturmbannführer Prof.Dr.med. Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt), dan Adolf Hitler


 Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) dalam inspeksi ke Gau Saarpfalz/Westwall pada tanggal 14-19 Mei 1939. Dari kiri ke kanan: Oberstleutnant Wolfgang Pickert (berkacamata di belakang, Chef des Stabes Luftgau-Kommando XIII), Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), Reichsführer-SS Dipl.-Landwirt Heinrich Himmler (Reichsführer-SS und Chef der Deutschen Polizei), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht), SS-Gruppenführer Karl Wolff (di belakang, Chef des Hauptamtes Persönlicher Stab Reichsführer-SS), Hitler, Generalleutnant Karl Kitzinger (Kommandeur Luftverteidigungszone West), SS-Obersturmführer Max Wünsche (di belakang memakai gogel, Ordonnanz-Offizier in Begleitkommando des Führers), General der Infanterie Erwin von Witzleben (Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 2), Generalmajor Max Dennerlein (berkumis, Inspekteur der Westbefestigung), dan Generalleutnant Alfred Jacob (Inspekteur der Pioniere und der Festungen)


 Foto hasil jepretan Kriegsberichter Bauer ini memperlihatkan kunjungan Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) ke benteng pertahanan Jerman di Westwall, tanggal 30 Desember 1939. Seorang perwira Wehrmacht menunjukkan posisi pertahanan Prancis di garis pertahanan Maginot Line, yang berhadap-hadapan dengan pertahanan milik pihak Jerman. Orang Jerman biasa menamakan sistem pertahanan mereka - yang membentang sejauh 630 kilometer dari perbatasan Belanda sampai Swiss - dengan nama Westwall, meskipun pihak Sekutu lebih familiar dengan nama Siegfried Line. Benteng pertahanan ini dibangun dari tahun 1938 s/d 1940, dan dilengkapi dengan 18.000 buah bunker, terowongan, serta perangkap tank!


Berdiri di barisan depan, dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Charakter als Generalleutnant Hans Schmidt (Kommandeur 260. Infanterie-Division), General der Artillerie Friedrich Dollmann (Oberbefehlshaber 7. Armee), Oberstleutnant Kurt Adam (Ia Erster Generalstabsoffizier XXV. Armeekorps) , Generalmajor Walter Friedrichs (Kommandeur 212. Infanterie-Division), Generalmajor Walther Fischer von Weikersthal (Chef des Generalstabes 7. Armee), serta Generalmajor Walter Eckstein (Pionierführer 7. Armee). Foto ini diambil saat Generaloberst Brauchitsch mengunjungi benteng pertahanan Jerman di Oberrhein, yang dinamakan sebagai Westwall. Tidak ada keterangan kapan foto ini diambil, tapi kemungkinan besar pada tanggal 30 Desember 1939. Uniknya, disini Brauchitsch tidak mengenakan medali Ritterkreuz di lehernya, meskipun dia sudah mendapatkan medali tersebut dari akhir bulan September 1939


 Acara kunjungan Panglima Angkatan Darat Jerman Walther von Brauchitsch ke garis pertahanan Westwall / Siegfried Line di Front Barat, tanggal 11 Maret 1940. Pada saat ini, pihak Jerman sedang giat membangun konstruksi bunker dan jaringan pertahanan yang berhadapan dengan Maginot Line di wilayah Prancis. Berdiri sendirian di tengah adalah General der Infanterie Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee), sementara di atasnya adalah, dari kiri ke kanan: perwira Heer tak dikenal, Generalleutnant Albrecht Schubert (Kommandierender General XXIII. Armeekorps), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Oberst Erich Brandenberger (Chef des Generalstabes XXIII. Armeekorps), dan Generalmajor Franz Mattenklott (Kommandeur 72. Infanterie-Division)


15 Maret 1940: Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) berjabat tangan dengan para pekerja sipil anggota Organisation Todt yang terlibat dalam konstruksi benteng pertahanan Jerman di Westwall (Siegfried Line). Selama beberapa waktu lamanya, terdapat laporan berkala yang menyebutkan tentang keluhan para pekerja ini berkaitan dengan masa pekerjaan yang lama dengan upah yang tidak memadai. Di belakang Brauchitsch adalah Dr. Fritz Todt (Führer Organisation Todt) yang mengenakan seragam kehormatan Generalmajor Luftwaffe


 Atas nama Führer und Reichskanzler, Panglima Angkatan Darat Walther von Brauchitsch menganugerahkan medali Eisernes Kreuz II.Klasse kepada 11 orang pekerja Westwall, yang dengan gagah berani membangun benteng pertahanan Jerman di front terdepan, persis di depan pengawasan pasukan Prancis. Di hari ulang tahun Adolf Hitler yang ke-51 tanggal 20 April 1940, Dr. Fritz Todt (Reichsminister für Bewaffnung und Munition) memperkenalkan tiga orang diantara mereka ke hadapan Panglima Angkatan Darat. Mereka adalah, dari kiri ke kanan: Insinyur dan Betriebsfphrer Karl Göttert dari Weisel, Vorarbeiter Franz Hoffmann dari Essen, dan Frontführer (SA-Oberführer) Hans-Gerhard Breymann dari Göttingen. Dalam foto ini, Todt mengenakan holster untuk pistol berukuran kecil seperti Mauser HSc, CZ Modell 27, atau Walther PPK



Pada tanggal 6 November 1940, Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch melakukan inspeksi ke Maginot Line, bekas perbentengan Prancis yang dikuasai oleh pihak Jerman setelah berakhirnya peperangan di Front Barat (Mei-Juni 1940). Disini sang Panglima Angkatan Darat berjalan paling depan (tengah). Di belakangnya mengikuti, dari kiri ke kanan: Oberst Anton Dostler (Chef des Generalstabes XXV. Armeekorps) dan Generalfeldmarschall Erwin von Witzleben (Oberbefehlshaber Heeresgruppe D). Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Lehnhardt


 
Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Scheerer pada bulan Oktober 1944, dan memperlihatkan Oberst Gerhard Wilck (tak bertopi) yang sedang menerima laporan dari anakbuahnya yang baru saja pulang dari patroli militer di sekitar kota Aachen, Nordrhein-Westfalen. Di belakang Wilck adalah salah satu dari banyak bunker yang merupakan bagian dari Siegfriedwall, barisan benteng pertahanan di perbatasan Barat Jerman. Sang Kolonel diserahi tanggungjawab sebagai Komandan 246. Volksgrenadier-Division sekaligus Kampfkommandant Aachen. Dia diberi perintah tegas untuk mempertahankan kota tersebut sampai mati, karena tak hanya Aachen adalah wilayah asli Jerman pertama yang terancam oleh musuh, tapi juga karena kota tersebut mempunyai nilai sejarah sebagai ibukota "Reich Pertama" yang didirikan oleh Charlemagne (747-814 Masehi), seperti yang dikatakan oleh seorang perwira Jerman, "Kini kita tak lagi menjadi tentara penjajah Nazi, melainkan tentara Jerman yang sedang mempertahankan tanah airnya." Pertempuran berkobar dari tanggal 2 Oktober 1944, dimana pasukan Wehrmacht dengan gigih mempertahankan setiap jengkal pertahanan mereka sambil berupaya menimbulkan korban sebanyak mungkin pada pihak penyerbu Sekutu. Tentara Amerika baru bisa mencapai wilayah kota pada tanggal 13 Oktober, dan pertempuran terus berlanjut dari satu bangunan ke bangunan yang lain, dengan masing-masingnya dipertahankan dengan keras kepala oleh 5.000 orang tentara Jerman yang tersisa. Pasukan penyerang dipaksa untuk secara konstan menambah kekuatannya demi untuk menggantikan korban yang terus berjatuhan. Tentara yang bertahan sendiri menderita korban besar, dan baru menyerah pada tanggal 21 Oktober saat persediaan amunisi dan perbekalan sudah hampir habis. Dengan berlinang air mata, Oberst Gerhard Wilck dan sisa-sisa pasukannya menyerahkan diri pada pasukan Amerika dari 26th Infantry Regiment. Ketakutan bahwa keluarganya di Jerman akan menjadi sasaran kemarahan Hitler membuat sang Kolonel menangis tersedu-sedu saat menandatangani surat penyerahan tanpa syarat. Pertempuran Aachen sendiri membuat tentara Amerika kehilangan 7.000 orang prajuritnya yang menjadi korban (dengan 2.000 orang diantaranya terbunuh), sementara pihak Jerman kehilangan 5.000 orang ditambah jumlah yang sama yang menjadi tawanan perang



Sumber :
Foto koleksi Hugo Jaeger/LIFE
Foto koleksi pribadi Todd Gylsen
www.audiovis.nac.gov.pl
www.beeldbankwo2.nl
www.bpk-bildagentur.de
www.commons.wikimedia.org
www.forum.axishistory.com
www.gettyimages.com
www.picturemaxx.com
www.wordpress.260id.de
www.wehrmacht-awards.com

No comments:

Post a Comment