Sunday, May 5, 2013

Foto 6. Panzer-Division



 
Dari kiri ke kanan: Oberstleutnant Dipl.-Ing. Wilhelm Philipps (Kommandeur Panzer-Regiment 11) dan ajudannya, Oberleutnant Fritz Tölke. Keduanya mengenakan Sonderbekleidung Der Deutschen Panzertruppen (Seragam Hitam Pasukan Lapis Baja Jerman) lengkap dengan Schutzmütze (Baret Panzer). Tölke mengenakan tambang ajudan yang biasa dinamakan sebagai Adjutant-Schnur. Foto ini diambil tahun 1937 di Sennelager



Panzer-Regiment 11 merayakan ulang-tahun pertamanya di Sudetenland tanggal 12 Oktober 1938. Sang komandan Oberst Dipl.-Ing. Wilhelm Philipps berdiri di atas mobil komandonya dengan diapit oleh Panzerkampfwagen II, sementara di depannya adalah panji resimen yang dibawa oleh para prajurit berpakaian hitam Panzertruppen. Philipps menjadi komandan Panzer-Regiment 11 yang pertama dari tanggal 12 Oktober 1937 s/d 1 Januari 1940


 
Oberst Dipl.-Ing. Wilhelm Philipps (Kommandeur Panzer-Regiment 11) dalam sebuah acara parade. Di belakangnya adalah Oberleutnant Fritz Tölke (Adjutant Panzer-Regiment 11). Philipps mengakhiri perang dengan pangkat Generalleutnant dan Chef der Amtsgruppe für Industrielle Rüstung - Waffen und Gerät (Wa I Rü-WuG). Dalam karirnya dia pernah menjadi komandan dua divisi panzer: 20. Panzer-Division (10 April 1944 - 25 Mei 1944) dan 3. Panzer-Division (25 Mei 1944 - 20 Januari 1945)


 Foto lain yang memperlihatkan Oberst Dipl.-Ing. Wilhelm Philipps (Kommandeur Panzer-Regiment 11) dalam sebuah acara parade. Dia berdiri di atas mobil, sementara di depannya adalah Oberleutnant Fritz Tölke (Adjutant Panzer-Regiment 11). Tölke nantinya menjadi Major dan komandan Panzer-Regiment 25 (1 Desember 1944 - 15 Januari 1945)


Tampaknya diambil pada waktu yang sama dengan foto sebelumnya, foto ini memperlihatkan, dari kiri ke kanan: Major Richard Koll (Kommandeur II.Abteilung/Panzer-Regiment 11) dan Major Friedrich Stephan (Kommandeur I.Abteilung/Panzer-Regiment 11). Di belakang mereka nongkrong Panzerkampfwagen II diiringi oleh barisan bocah Hitlerjugend


 
Salah satu dari sedikit Panzerkampfwagen III Ausf.B yang dimiliki oleh 1. leichte-Division (cikal-bakal 6. Panzer-Division), yang hanya dilengkapi satu peleton perbatalyon. Tank satu ini terbakar setelah terkena tembakan senjata anti-tank Polandia di Warsawa tanggal 18 September 1939. Komandannya adalah Leutnant Viktor IV Albrecht Johannes Josef Michael Maria Prinz von Ratibor von Hohenlohe-Schillingsfürst (lahir 12 Februari 1916), yang juga adalah seorang Zugführer (komandan peleton) di 2.Kompanie/Panzer-Regiment 11/6.Panzer-Brigade/1.leichte Division/zur Verfügungs.Armeekorps/10.Armee/Heeresgruppe Süd. Dia terbunuh dalam peristiwa ini, dan secara anumerta dipromosikan menjadi Oberleutnant


 
April 1940: Satu kompi panzer Skoda 35 dari Panzer-Regiment 11/6.Panzer-Division menunggu di hutan di dekat Mayen, Rhineland-Palatinate (Jerman), untuk pembukaan Blitzkrieg ke Barat yang akan dilancarkan bulan Mei 1940. Pada tanggal 30 Januari 1940, 6. Panzer-Division yang baru dibentuk meninggalkan markas mereka di wilayah Wuppertal dan pada tanggal 2 Februari 1940 dikumpulkan di Euskirchen dengan markas komandonya di Münstereifel


 
Iring-iringan panzer dari Kampfgruppe Esebeck/6.Panzer-Division/16.Armee/Heeresgruppe B bergerak untuk menyerang Cassel (latar belakang), yang dipertahankan oleh 145th (South) Brigade/I Corps Inggris, tanggal 26 Mei 1940; Panzerkampfwagen II bergerak di belakang Panzerkampfwagen 35(t). Perhatikan bendera penanda pesawat udara serta plat nomor taktis PzKfw II '502' yang bisa dibongkar-pasang!


 Sebuah Panzerkampfwagen 35(t) dari Panzer-Abteilung 65 memimpin barisan Panzerkampfwagen IV selama berlangsungnya Pertempuran Prancis, Mei-Juni 1940. 118 buah PzKpfw 35(t) diberikan untuk 6.Panzer Division/XXXI.Armeekorps/Panzergruppe Guderian/Heeresgruppe A dan digunakan sebagai cadangan manakala tank-tank yang kualitasnya lebih baik (Panzer III atau IV) rusak atau hancur. Foto oleh Kriegsberichter Erich Borchert (PK OKW)



Foto hasil karya Kriegsberichter Erich Borchert ini memperlihatkan para perwira dari 6. Panzer-Division sedang berdiskusi selama berlangsungnya kampanye militer di Prancis, musim panas tahun 1940. Di belakang mereka terparkir sebuah tank medium dari jenis Panzer 35(t) buatan Cekoslowakia. Berdiri di tengah memakai kradmantel adalah Major Hans-Karl Schenck (Kommandeur Panzer-Abteilung 65), sementara yang menunjuk di sampingnya adalah Hauptmann Erich Löwe (Chef 3.Kompanie / Panzer-Abteilung 65). Berdasarkan buku "Panzer-Regiment 11 / Panzer-Abteilung 65 1937-1945" karya Michael Schadewitz (halaman 162), pada tanggal 12 Juni 1940 - di tengah berlangsungnya gerak maju tentara Jerman di Prancis dan dengan sebab yang tidak diketahui - Major Schneck ditarik dari front dan posisinya digantikan oleh Major Theodor Kretschmer. Schenck sendiri kemudian dimutasi menjadi Komandan Panzertruppenschule, sebuah jabatan yang "kurang menggairahkan" bagi seorang prajurit tempur! Atas jasa-jasanya dalam merebut secara utuh sebuah jembatan strategis di kanal Oise, menawan para perwira staff AD ke-9 Prancis di La Catelet dan merebut desa Doullens dari tangan musuh, Hauptmann Löwe dianugerahi medali bergengsi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 4 September 1940


 Perayaan kembalinya Panzer-regiment 11 ke garnisunnya di Paderborn setelah kampanye di Prancis yang berjalan dengan sukses. Komandan resimen, Oberst Richard Koll, memimpin parade resepsi di atas mobil staff Horch Sd.Kfz.15. Dia menjadi komandan resimen tersebut dari tanggal 1 Januari 1940 s/d 1 Juli 1942, sementara pangkatnya naik dari Oberstleutnant menjadi Oberst tanggal 1 Desember 1940


 Dua buah Panzerkampfwagen IV Ausf.D dari Panzer-Abteilung 65 (yang nantinya menjadi III.Abteilung dari Panzer-Regiment 11 / 6.Panzer-Division) difoto di Prusia Timur bulan Mei 1941 sebelum dimulainya Operasi Barbarossa (penyerbuan Jerman terhadap Uni Soviet). Nomor '421' berwarna kuning di kubah menandakan bahwa tank tersebut merupakan tank ke-1 (Zugführer, kepala peleton) di peleton ke-2 kompi ke-4. Huruf 'XX' berwarna kuning di sebelah visor supir di depan adalah simbol divisi, menggantikan rune huruf 'Y' terbalik dan dua titik yang sebelumnya digunakan. Di atas spatbor depan terpasang lampu kemudi yang ditutupi pelindung, juga penyemprot api, tuas pendongkrak  bergagang kayu, batang pembersih laras meriam, dan empat buah jerigen yang disangga oleh lempeng besi bertuliskan 'XX'. Perhatikan pintu ventilator yang terbuka di atas kubah; kipas ventilator belum lagi terpasang saat itu. Foto ini diambil oleh Helmut Ritgen yang nantinya mengakhiri perang dengan pangkat Oberst


Foto lain yang memperlihatkan Panzerkampfwagen IV Ausf.D turmnummer '421' dari Panzer-Abteilung 65 di Prusia Timur bulan Mei 1941 sebelum dimulainya Operasi Barbarossa. 6. Panzer-Division hanya mempunyai tiga kompi yang dilengkapi dengan PzKfw IV pada saat invasi dimulai (22 Juni 1941), sementara kompi-kompi lainnya mengandalkan Panzerkampfwagen 35(t) buatan Skoda Cekoslowakia dengan sedikit tambahan tank ringan Panzerkampfwagen II serta beberapa tank komando Panzerbefehlswagen III. Di foto bawah kita bisa melihat sebuah mobil staff Sd.Kfz.15 yang memasang marking markas divisi di bagian spatbornya. Dua orang bintara komandan tank mengenakan armband wasit putih, yang menandakan bahwa foto ini diambil pada saat sedang berlangsungnya sebuah latihan perang. Juga kita bisa melihat campuran jenis topi yang dikenakan oleh para anggota Panzertruppen di masa transisi ini: ada yang memakai Schutzmütze (Baret Panzer) hitam orsinil, feldmütze abu-abu, dan feldmütze hitam keluaran terbaru


 50mm PaK-38 merupakan senjata anti-tank paling efektif yang tersedia bagi 6. Panzer-Division di awal Operasi Barbarossa, dan hanya 15 buah saja yang dibagikan kepada mereka. Senjata satu ini difoto di dekat Rasyeinyai bulan Juni 1941, dengan kendaraan penarik halftrack 1-ton dan sebuah Panzerkampfwagen 35(t) terparkir di latar belakang


 Motor ber-sespan BMW R12 adalah kendaran tempur yang menjadi andalan Wehrmacht di masa awal perang. BMW R12 dalam foto di atas memajang simbol divisi 6. Panzer-Division di bagian sespannya serta nomor taktis HQ II.Abteilung/Panzer-Regiment 11 di spatbor. Di latar belakang terparkir Panzerkampfwagen IV '600' (kiri) dan Panzerkampfwagen 35(t) '721'


Para anggota 6. Panzer-Division berfoto dengan "sumringah" di atas bangkai tank T-28B Soviet di minggu-minggu pertama Unternehmen Barbarossa. Kendaraan lapis baja dengan berat 25 ton ini merupakan turunan dari desain Vickers A6E1 Inggris dan dipersenjatai dengan meriam 76,2mm sebagai senjata utama serta tiga buah senapan mesin. T-28 pertama kali diperkenalkan dalam acara parade bulan Oktober 1932. Tidak diketahui marking apa yang terdapat di kubahnya. Perhatikan seorang prajurit yang berkonyol-ria dengan peluru meriam 76,2mm!


Kerjasama tank/infanteri: Panzer 35(t) Skoda (turmnummer 713) dari 6. Panzer-Division/Heeresgruppe Nord bergerak maju melewati sebuah desa Rusia yang telah terbakar di dekat Pskow, Rusia utara, tanggal 6 Juli 1941, dalam Operasi Barbarossa. Perhatikan jerigen berisi bahan bakar yang menempel di pinggir tank! Panzer produksi Skoda ini mendapat dukungan Panzer IV yang lebih canggih, yang diselipkan satu kompi per batalyon panzer. Nomor turet yang berukuran kecil tampaknya merupakan karakteristik dari 6. Panzer-Division di fase ini


 Oberstleutnant Erich Freiherr von Seckendorff (21 Juni 1897 - 23 September 1944), Komandan Schützen-Regiment 114/6.Panzer-Division/XXXXI.Armeekorps/4.Panzergruppe/Heeresgruppe Nord, mengamati medan pertempuran menggunakan scherenfernrohr (scissor-scope/teropong gunting) dari atas sebuah tank komando Panzerkampfwagen III dengan turmnummer (nomor turet) '1107'. Foto diambil di stasiun Iamkino di dekat Leningrad bulan Juli 1941


 Diskusi di tengah jalan antara elemen-elemen dari 1. Panzer-Division dan 6. Panzer-Division selama berlangsungnya gerak maju ke Leningrad dalam Operasi Barbarossa tahun musim panas tahun 1941. Sd.Kfz.221 dan (latar belakang) Sd.Kfz.261 adalah milik Aufklärungs-Abteilung (batalyon pendahulu) dari 1. Panzer-Division. Oberstleutnant Alfred Siebert (Kommandeur II.Abteilung/Panzer-Regiment 11) di kiri depan tampak sedang memberi perintah pada pembawa pesan (membelakangi kamera)


Generaloberst Erich Hoepner (mantan komandan 1. leichte-Division sebelum berganti nama menjadi 6. Panzer-Division, dan di musim panas 1941 menjadi Oberbefehlshaber 4. Panzergruppe) dalam acara kunjungan ke unit lamanya, sembari mendiskusikan situasi pertempuran terkini di depan sebuah rumah kayu. Lokasinya adalah di Leningrad bulan Agustus 1941. Dari kiri ke kanan: Major im Generalstab Johann-Adolf Graf von Kielmansegg (Ia Erster Generalstabsoffizier 6. Panzer-Division); Generaloberst Erich Hoepner (Oberbefehlshaber 4.Panzergruppe); Hauptmann Strack; dan Generalmajor Franz Landgraf (Kommandeur 6. Panzer-Division)


 Masih dari kunjungan Hoepner ke unit lamanya 6. Panzer-Division di Leningrad. Dari kiri ke kanan: Generaloberst Erich Hoepner (Oberbefehlshaber 4.Panzergruppe); Hauptmann Strack; Major im Generalstab Johann-Adolf Graf von Kielmansegg (Ia Erster Generalstabsoffizier 6. Panzer-Division); dan Generalmajor Franz Landgraf (Kommandeur 6. Panzer-Division)


 Akhir musim panas 1941: "Konferensi Front Pertempuran" di markas terdepan 6. Panzer-Division. Dari kiri ke kanan: Generalmajor Franz Landgraf (Kommandeur 6. Panzer-Division); General der Panzertruppe Georg Hans Reinhardt (Kommandierender General XXXXI. Panzerkorps); perwira tak dikenal; dan Major im Generalstab Johann-Adolf Graf von Kielmansegg (Ia Erster Generalstabsoffizier 6. Panzer-Division). Para "tamu" dalam acara ini bisa terlihat dari kradmantel (jaket pengendara sepeda motor) yang mereka kenakan, sementara tuan rumah mengenakan seragam lapangan standar, dengan Landgraf memakai seragam M20 berkancing delapan serta celana Kielmansegg dihiasi strip pink (bukan merah) yang menandakan bahwa dia adalah perwira staff markas. Seusai Perang Dunia II Kielmansegg menjadi jenderal di Bundeswehr dan mengomandani NATO-AFCENT (Allied Forces Central Europe) di masa Perang Dingin


 Kendaraan perang Jerman, termasuk kereta suplai ditarik kuda yang masih banyak digunakan oleh divisi-divisi infanteri, bergerak melintasi sebuah jembatan kayu yang dibangun di atas sebuah cabang sungai Dnieper. Jembatan ini memajang simbol 6. Panzer-Division sebagai penghargaan atas divisi tersebut yang pertama kali membangun dan melintasinya tanggal 3 Oktober 1941. Gerak maju menuju wilayah "tutup-botol" natural seringkali tertunda karena sebagian besar unit infanteri Jerman masih bergerak dengan berjalan kaki


 Dalam gerak majunya yang tak tertahankan di musim panas dan gugur 1941, pasokan suplai untuk satuan-satuan panzer terdepan Wehrmacht menjadi masalah serius yang membuat pusing para pengambil kebijakan di markas besar karena sangat sedikitnya jalan aspal yang berada dalam kondisi bagus ditambah lagi sangat kurangnya jalur kereta api yang tersedia. Pada bulan Oktober 1941, 6. Panzer-Division mendapat sebagian pasokan suplainya dari udara melalui pesawat glider Messerschmitt Me 321 "Gigant". Mesin udara raksasa ini mempunyai bentang sayap 55m dan mampu membawa muatan sampai 21,5 ton yang disimpan dalam ruang kargo seluas ruangan kereta api!


 Sebuah plang penunjuk jalan di Wolossowo, Leningradskaya Oblast (Uni Soviet), bulan September 1941. Plang ini menunjukkan rentang jarak antara Leningrad dengan tengah-tengah Berlin! Plang paling bawah menunjukkan Versorgungskompanie (kompi suplai) dari 6. Panzer-Division yang ditunjukkan dengan simbol huruf 'N'


Di tengah luasnya padang stepa Rusia utara yang seakan tak berkesudahan, di bawah terik sinar matahari musim panas yang menyengat, tank-tank Panzerkampfwagen 38(t) buatan Skoda Cekoslowakia dan Panzerkampfwagen II buatan Jerman melintasinya. Mereka berasal dari Panzer-Regiment 25 / 7.Panzer-Division yang untuk sementara bergabung dengan tank-tank 6. Panzer-Division dalam unit "Panzer Bigade Koll" yang dipimpin oleh komandan Panzer-Regiment 11 / 6.Panzer-Division, Oberst Richard Koll dalam pertempuran di bulan Oktober 1941. Foto oleh Helmut Ritgen (pangkat terakhir Oberst) yang saat itu bergabung dengan 6. Panzer-Division dan nantinya pindah ke unit elit Panzer-Lehr Division


Diabadikan oleh Helmut Ritgen tanggal 2 Oktober 1941 selama berlangsungnya terobosan oleh Panzer-Brigade Koll di utara Vyazma, foto di atas memperlihatkan Panzerbefehlswagen III milik komandan brigade Oberst Richard Koll dengan tulisan 'RO6' di kubah sedang melintasi jalan berdebu (rollbahn) yang banyak terdapat fi Front Timur dan kini mulai mengeras karena efek musim gugur. Di depannya adalah konvoy kendaraan ambulans Phänomen Granit 25H sementara di sebelah kanan adalah sekelompok tawanan Rusia yang sedang digiring menuju kamp penampungan sementara. Di latar belakang tampak asap hitam tebal yang berasal dari depot bahan bakar Rusia yang dibom oleh pesawat-pesawat Stuka Jerman


 Meskipun diambil dari kejauhan, tapi foto besutan Helmut Ritgen ini masih tetap menarik karena memperlihatkan berlangsungnya pertempuran tanggal 2 Oktober 1941 di Vyazma yang patut mendapatkan keterangan yang lebih mendalam. Di kanan depan teronggok kereta api Soviet yang terhenti di relnya - perhatikan dua buah lokomotif, satu menghadap ke depan sementara satunya ke belakang. Di latar belakang beberapa bangunan terbakar dengan hebat dan masih mengeluarkan api, sementara langit dipenuhi asap hitam yang berasal dari depot bahan bakar Soviet yang dibom. Di kiri dan tengah depan berjajar Panzerkampfwagen 35(t) dari 6. Panzer-Division dengan kekuatan satu kompi yang berusaha maju di tengah-tengah tembakan gencar pasukan Rusia


Foto yang sedikit burem ini memperlihatkan eselon kedua dari 6. Panzer-Division sedang melewati konvoy suplai dari eselon pertama. Banyaknya jumlah kendaraan yang terlihat dalam foto ini mengingatkan kita kembali akan betapa panjangnya "ekor" logistik yang dibutuhkan demi membuat sebuah divisi panzer tetap bergerak maju! Panzerkampfwagen 35(t) di sebelah kanan membawa sebuah bendera Swastika di dek belakang sebagai tanda pengenal udara. Perhatikan tongggak-tonggak kayu yang dipasang di sepanjang pinggir jalanan yang berfungsi sebagai pembatas "rollbahn"!


 Gambar lain yang memperlihatkan Panzerbefehlswagen III milik komandan brigade Oberst Richard Koll dengan tulisan 'RO6' di kubah, difoto tanggal 2 Oktober 1941 saat akan melewati sebuah jembatan kayu di lokasi yang merupakan tipikal desa-desa di Rusia. Bagi anda yang senang membuat model atau miniatur, disarankan untuk mempelajari detail dari bangunan dan pinggiran jalan yang ada dalam foto di atas!



Leutnant Helmut Ritgen (10 Maret 1916 - 7 Februari 2013) dari Panzer-Regiment 11 / 6.Panzer-Division sedang mengambil jatah makan siangnya dari feldküche (dapur lapangan) yang bertempat di atas truk 2½ton 6x6 diesel yang biasa dibuat oleh MAN, Henschel, Büssing-NAG, Magirus dan Faun. Foto ini merupakan hasil cropping dimana versi "penuh"nya memperlihatkan marking "GI" (Gefechtstross I alias kereta tempur depan I) berwarna putih di bagian belakang kanan. Perlu diketahui bahwa sampai dengan tahun 1944, setiap kompi mempunyai "kereta tempur"nya sendiri, termasuk sebuah feldküche. Pada akhirnya ini semua dimasukkan ke dalam kompi suplai khusus yang melayani satu unit setingkat batalyon


Hujan musim gugur tahun 1941 merubah semua jalan tanah di Front Timur menjadi lautan lumpur yang luar biasa sulit untuk diseberangi. Akibatnya, gerak maju pasukan Wehrmacht dalam Operasi Barbarossa yang sebelumnya tak tertahankan menjadi mandek, sekaligus membuat sebagian besar peralatan dan kendaraan rusak karena mendapat beban yang terlalu berat. Para prajurit dari 6. Panzer-Division di atas sedang berusaha dengan susah payah untuk menarik salah satu kendaraan divisi mereka yang terjebak dalam lumpur


 Dukungan penuh yang diberikan oleh pesawat-pesawat serang-darat Luftwaffe terhadap gerak maju pasukan panzer Jerman tersimbolisasikan dari foto snapshot di atas yang memperlihatkan General der Flieger Dr.-ing. Wolfram Freiherr von Richthofen (Kommandierender General VIII. Fliegerkorps) sedang ngadu huntu dengan Oberst Richard Koll (Kommandeur Panzer-Regiment 11 / 6.Panzer-Division) di Rusia. Richthofen terkenal sebagai otak dibalik strategi brilian penyerangan oleh unit-unit Stuka, dan disini dia baru saja turun dari pesawat penghubung ringan Fieseler Fi 156 Storch untuk berunding dengan Koll di garis depan pertempuran, musim gugur 1941. Sengitnya pertempuran masih terlihat dari asap yang membumbung hanya beberapa ratus meter di depan! Sedikit terlihat di lengan kanan Richthofen adalah pita lengan bertuliskan "Jagdgeschwader Frhr. V. Richthofen Nr. 1 1917/18” yang merupakan penghormatan atas jagoan terbang terbaik dalam Perang Dunia Pertama, Manfred von Richthofen, yang juga merupakan sepupu Wolfram


General der Panzertruppe Walter Model (Kommandierender General XXXXI.Panzerkorps) bersama dengan Oberst Richard Koll (Kommandeur Panzer-Regiment 11 / 6.Panzer-Division) di musim gugur 1941. 6. Panzer-Division berada di bawah komando XXXXI. Panzerkorps pada saat itu. Hubungan Model dan Koll terus berlanjut setelahnya ketika Model (yang telah naik pangkat menjadi Generaloberst dan Oberbefehlshaber 9.Armee) mengangkat Koll sebagai "Höherer Panzeroffizier AOK 9" pada tanggal 9 Maret 1942. Koll menjadi Chef Kraftfahrzeug Instandsetzungswesens (Kepala Perbaikan Kendaraan Bermotor) bulan Juli 1943 dan mengikuti kursus pelatihan komandan divisi bulan November 1943. Bulan Januari 1944 dia mengambil alih komando 1.Panzer-Division dari Generalleutnant Walter Krüger yang pindah menangani LVIII.Panzerkorps. Ternyata Koll tidak menunjukkan hasil yang memuaskan saat memimpin divisinya dalam usaha pembebasan pasukan Jerman yang terperangkap di Kantong Cherkassy (Februari 1944). Akibatnya, atasannya General der Panzertruppe Hermann Breith mencopot Koll dari jabatannya dengan catatan yang kurang baik tanggal 21 Februari 1944. Sang jenderal berpengalaman lalu dikembalikan ke posisinya yang semula sebagai tukang reparasi di satuan yang kini berubah namanya menjadi Wehrmacht-Kraftfahrzeugwesens! Pangkat terakhir Koll adalah Generalleutnant


Musim dingin di Front Timur tidaklah bersahabat pada mesin perang Jerman, terutama panzer-panzernya. Panzerbefehlswagen III dari 6. Panzer-Division ini mogok setelah nyungseb di kubangan lumpur yang ditutupi salju tipis, November 1941. Kalau tidak dikeluarkan buru-buru, bisa dipastikan dia bakal tertancap di tempat yang sama selama berbulan-bulan akibat datangnya salju tebal yang membekukan!


 Musim dingin 1941/1941 di Front Timur: 6.Panzer-Division yang sebelumnya begitu digdaya dan dilengkapi dengan mesin-mesin perang yang mematikan kini hanya bisa bergerak menggunakan sled (kereta luncur) khusus yang dinamakan sebagai panje. Leutnant Helmut Ritgen (10 Maret 1916 - 7 Februari 2013) dari Panzer-Regiment 11 duduk di depan berselubung mantel tebal yang terbuat dari bulu domba sambil memegang senapan mesin MP 40 sebagai jaga-jaga bila Tentara Merah tiba-tiba menyerang


 Kepindahan yang melegakan ke Prancis untuk pemulihan diri di musim semi 1942 diikuti dengan kelengkapan-ulang mesin-mesin perang 6. Panzer-Division yang sebelumnya telah digerogoti medan perang Rusia. Tiga kompi "ringan" di masing-masing dua batalyon yang dimiliki Panzer-Regiment 11 menerima jatah Panzerkampfwagen III Ausf.J dengan meriam L/60 50mm, serta peleton tunggal bermaterikan Ausf.N dengan meriam howitzer pendek 75mm. Sementara itu, kompi "medium" di tiap batalyon mendapat Panzerkampfwagen IV Ausf.F yang dilengkapi dengan meriam L/48 75mm


 Sebuah halftrack Sd.Kfz.250/10 Leichter Schützenpanzerwagen (3.7cm) milik batalyon pengintai dari 6. Panzer-Division, Aufklärungs-Abteilung 57 (nantinya diupgrade menjadi Panzer-Aufklärungs-Abteilung 6 tanggal 1 April 1943). Simbol divisi dan nomor taktis bisa kita lihat terletak di atas permukaan kap mesin, di depan palka depan. Plat kendaraannya adalah WH 1260760



Gerakan maju untuk merebut jembatan Myshkova: tank komando (Panzerbefehlswagen) milik Oberst Walther von Hünersdorff (Kommandeur Panzer-Regiment 11 / 6.Panzer-Division) yang digunakan dalam usaha untuk menyelamatkan 6. Armee yang terjebak di Stalingrad terlihat di latar depan dari foto ini saat berlangsungnya pengumpulan pasukan dari Panzer-Regiment 11 tanggal 19 Desember 1942. Tank ini juga digunakan oleh Oberleutnant Helmut Ritgen, pengarang buku "The 6th Panzer Division: 1937-45"


 General der Panzertruppe (Kommandierender General LVII. Panzerkorps) memerintahkan 6. Panzer-Division untuk melanjutkan gerak majunya dari Vasiljevka ke Stalingrad, tapi Oberst Walther von Hünersdorff (Kommandeur Panzer-Regiment 11 / 6.Panzer-Division) meminta atasannya tersebut untuk datang langsung ke jembatan penghubung disana dan melihat sendiri sebesar apa jumlah pasukan Rusia yang menghadangnya. Setelah Kirchner turun langsung, dia akhirnya insyaf bahwa gerak maju untuk menyelamatkan 6. Armee di kantong Stalingrad hampir mustahil dilaksanakan. Disini terlihat jenderal Kirchner (memakai feldmütze) sedang mendapat keterangan dari Oberst Hünersdorff, sementara di belakang mereka yang memakai topi bulu Rumania adalah Oberst Martin Unrein (Kommandeur Panzergrenadier-Regiment 4 / 6.Panzer-Division)


 Halftrack Sd.Kfz.251 dari 6. Panzer-Division difoto di Vasiljevka dekat Myshkova di akhir Desember 1942 - hanya berjarak 48km dari Stalingrad, dan merupakan jarak terjauh yang bisa dicapai oleh divisi tersebut dalam usahanya menyelamatkan ratusan ribu prajurit Jerman dari 6. Armee yang terjebak di Stalingrad



Di dekat Don, musim dingin 1942-1943: pertempuran yang memakan banyak korban demi membuka jalan pengepungan Soviet dan membebaskan 6. Armee yang terjebak di Stalingrad. Sebuah rongsokan tank T-34/76, dengan sebagian amunisinya tercecer di atas salju, sedang dikerubungi oleh para Panzergrenadier dari 6. Panzer-Division yang memakai jaket kamuflase bolak-balik musim dingin yang biasa disebut sebagai Umkehrbare Winteranzug (Winter Reversible Camo Parka)


 Oberst Walther von Hünersdorff (Kommandeur Panzer-Regiment 11 / 6.Panzer-Division) membrifing anakbuahnya sambil membawa kertas yang berisi susunan unit tempur di hari itu selama berlangsungnya serangan atas posisi pertahanan Soviet yang disebut sebagai "Peternakan Kelinci", Januari 1943. Dalam pertempuran sengit antara Don dan Donets di musim dingin itu, Hünersdorff mengkomandani sebuah Kampfgruppe (Grup Tempur) yang merupakan gabungan dari 6. dan 7. Panzer-Division ditambah unit-unit artileri serbu cadangan Heer


Antara Don dan Donets, musim dingin 1942/1943: Di bawah pancaran sinar matahari pagi, Panzerkampfwagen III dan Sd.Kfz.251 dari 6. Panzer-Division bergerak maju melintasi sebuah desa Rusia yang masih diselubungi asap dan kebakaran hasil dari pertempuran sebelumnya. Foto oleh Helmut Ritgen yang merupakan perwira dari divisi tersebut


 

 Generalmajor Walther von Hünersdorff (Kommandeur 6. Panzer-Division) sedang merundingkan strategi bersama dengan anakbuahnya beberapa minggu sebelum Pertempuran Kursk pecah (5 Juli 1943 - 23 Agustus 1943). Sang jenderal nantinya terbunuh dalam pertempuran tersebut setelah stahlhelm yang dikenakannya tertembak oleh sniper Rusia tanggal 14 Juli 1943. Salah satu pecahan dari helmnya tertancap di otaknya, sehingga dia buru-buru diungsikan menggunakan pesawat Fieseler Fi 156 Storch ke Feldlazarett (rumah sakit lapangan) Kharkov. Meskipun ahli bedah terbaik Wehrmacht saat itu, Oberstarzt der Reserve (Luftwaffe) Dr.med. Wilhelm Tönnis, telah didatangkan untuk mengoperasinya, tapi usahanya tetap sia-sia belaka dan Hünersdorff meninggal tanggal 17 Juli 1943. Jenazahnya kemudian dikebumikan dua hari kemudian dengan upacara kebesaran di Deutscher Soldatenfriedhof Kharkov dengan dihadiri oleh Generalfeldmarschall Erich von Manstein (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Generaloberst Hermann Hoth (Oberbefehlshaber 4. Panzerarmee), General der Panzertruppe Erhard Raus (Kommandierender General XI. Armeekorps), dan General der Panzertruppe Werner Kempf (Oberbefehlshaber Armeeabteilung Kempf). Untuk menghargai jasanya, maka pangkat Hünersdorff dinaikkan secara anumerta (nachträglich) menjadi Generalleutnant tanggal 10 Agustus 1943 setelah sebelumnya dianugerahi Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #259 tanggal 14 Juli 1943. BTW, Foto di atas diambil oleh Kriegsberichter Kipper dari PK (Propaganda-Kompanie) 637 tanggal 21 Juni 1943


 Dari kiri ke kanan: Oberst Hermann von Oppeln-Bronikowski (Kommandeur Panzer-Regiment 11 / 6.Panzer-Division) dan Generalmajor Walther von Hünersdorff (Kommandeur 6. Panzer-Division) sedang merundingkan strategi pertempuran beberapa minggu sebelum Pertempuran Kursk pecah (5 Juli 1943 - 23 Agustus 1943). Foto di atas diambil oleh Kriegsberichter Kipper dari PK (Propaganda-Kompanie) 637 tanggal 21 Juni 1943




Major der Reserve Dr.med.dent. Franz Bäke (Führer Panzer-Regiment 11 / 6.Panzer-Division) bersama dengan dua orang perwiranya, musim panas tahun 1943. Di sebelah kiri adalah Regimentsadjutant, Leutnant Herbert Lappe, sementara di sebelah kanan kemungkinan besar adalah salah satu komandan batalyonnya yang sama-sama berpangkat Major. Di belakang mereka "bertengger" tank komando Panzerbefehlswagen III Ausf.K yang menjadi tunggangan pribadi sang Regimentsführer. Markingnya sendiri tidak kelihatan, meskipun secara umum harusnya bernomor "R01" atau "R00" yang dikuhususkan bagi komandan unit panzer. Di leher Bäke tercantol medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub yang didapatkannya tanggal 1 Agustus 1943. Yang menarik adalah tiga buah strip Panzervernichtungsabzeichen di lengan yang menunjukkan bahwa sang perwira telah menghancurkan tiga buah tank musuh menggunakan senjata genggam tangan! Pada tanggal 11 Juli 1943 saat Pertempuran Kursk sedang berlangsung dengan sengit, Bäke memimpin konvoy panzer Jerman dengan didahului oleh tank T-34 rampasan yang berfungsi sebagai pengecoh. Mereka ditugaskan untuk merebut sebuah jembatan yang strategis yang melintasi sungai Donets. Pada saat malam tiba tanknya didapati telah terkepung oleh beberapa buah tank Soviet. Bäke memutuskan untuk keluar dari panzernya (yang mempunyai senjata meriam utama tapi terlalu lemah untuk menghadapi tank-tank medium musuh) dan memimpin serangan balasan yang sukses dengan berjalan kaki menggunakan peledak anti-tank magnetis Haft-HI 3 "Panzerknacker" Dia secara pribadi menghancurkan tiga buah tank!


Selama musim gugur 1944 produksi senjata anti-tank pegang-tangan berpeluncur roket Panzerfaust meningkat dengan pesat sehingga pemakaiannya meluas di unit-unit Wehrmacht, termasuk divisi panzer. Foto ini memperlihatkan pelatihan penggunaan senjata tersebut untuk para perwira dari Panzer-Regiment 11 / 6.Panzer-Division


 Foto yang sedikit buram tapi "dinamis" ini memperlihatkan serangan balasan dari Panzerkampfgruppe Schmidt terhadap posisi pasukan Rusia di Prusia Timur, awal pagi di akhir tahun 1944. Panzerkampfgruppe Schmidt sendiri adalah grup tempur panzer dari 6. Panzer-Division yang dipimpin oleh komandan Panzer-Regiment 11 di saat itu. Serangan tersebut dilakukan oleh gabungan tank-tank Panzerkampfwagen IV dan Panzerkampfwagen V Panther dengan dibantu oleh prajurit-prajurit infanteri bermotor yang menaiki Sd.Kfz.251


 Sebagian besar unit-unit panzer Wehrmacht berawal dari cabang kavaleri Kekaisaran Jerman atau Reichswehr. Monumen berbentuk Panzerkampfwagen I di atas batu-bata berbentuk kotak persegi panjang yang terletak di Paderborn ini merupakan kepunyaan dari 7.Kompanie / Panzer-Regiment 11. Unit tersebut bisa ditelusuri asalnya sampai dengan Reiter-Regiment 15, sementara Reiter-Regiment 15 sendiri berawal mula dari Cuirassier-Regiment 4 milik Angkatan Darat Prusia

  -------------------------------------------------------------------

KOMMANDEUR


Generaloberst Erhard Raus (8 Januari 1889 - 3 April 1956) adalah perwira keturunan Austria dan mantan pimpinan Schützen-Brigade 6 yang menjadi komandan 6. Panzer-Division periode 23 November 1941 - 7 Februari 1943. Sebelumnya dia telah menjadi komandan sementara divisi tersebut menggantikan Franz Landgraf dalam Operasi Barbarossa (7-15 September 1941). Dia lalu menjadi Kommandierender General 4. Panzerarmee periode 3 November 1943 - 21 April 1944. Medali bergengsi yang telah diraihnya: Eichenlaub #280 (22 Agustus 1943) zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (11 Oktober 1941). Dalam foto yang diambil di tahun 1942 di atas Raus masih berpangkat Generalmajor (1 September 1941 - 1 Januari 1943) dan terlihat sedang membaca sebuah peta ditemani oleh para perwiranya


 Generalleutnant Walther von Hünersdorff (28 November 1898 – 17 Juli 1943) adalah perwira Panzertruppen (pasukan tank Jerman) kelahiran Kairo, Mesir, yang menjadi komandan 6. Panzer-Division periode 7 Februari 1943 - 16 Juli 1943. Tak lama setelah puncak Pertempuran Kursk (5 Juli 1943 - 23 Agustus 1943), Hünersdorff dan beberapa orang staffnya mendapat serangan mendadak dari sekelompok pesawat Heinkel He 111 Luftwaffe yang menyangka mereka adalah musuh. Para perwira yang kemudian terluka buru-buru diangkut ke Feldlazarett (rumah sakit lapangan) terdekat untuk mendapat perawatan, sementara Hünersdorff sendiri tetap tinggal meskipun sama-sama menderita luka. Sialnya tak lama kemudian dia menjadi sasaran sniper Rusia pada tanggal 14 Juli 1943 sehingga terluka parah di bagian kelapa eh kepala dan menghembuskan nafas terakhirnya beberapa hari kemudian. Medali bergengsi yang telah diraihnya: 1914 Eisernes Kreuz II. dan I.Klasse; Ehrenkreuz des Weltkriegs 1914/1918; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (14 Mei 1940) dan I.Klasse (27 Mei 1940); Panzerkampfabzeichen in Silber; Die Medaille Winterschlacht Im Osten 1941/42 (Ostmedaille); Deutsches Kreuz in Gold (26 Januari 1942); dan Eichenlaub #259 (14 Juli 1943) zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (22 Desember 1942)

-------------------------------------------------------------------

PERAIH SCHWERTER


Major der Reserve (pangkat terakhir Generalmajor) Dr. med. dent. Franz Bäke (28 Februari 1898 - 12 Desember 1978) adalah Kommandeur II.Abteilung / Panzer-Regiment 11 / 6.Panzer-Division yang sangat menonjol keberaniannya di medan perang. Dia menempati berbagai posisi di Panzer-regiment 11 sebelum diangkat sebagai komandannya (Juli 1943 s/d Juli 1944). Di musim dingin 1943-1944 dia memimpin "schwere Panzer-regiment Bäke" yang Panther dan Tiger-nya mencapai hasil yang mencengangkan dalam menghancurkan kekuatan Rusia; dan pada tahun 1945 dia diangkat sebagai komandan 13. Panzer-Division. Dalam foto yang diambil pada tahun 1943 di atas, Major Bäke mengenakan seragam hitam Panzertruppen dengan garis luar pink. Di lehernya tergantung Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #262 yang didapatkannya tanggal 1 Agustus 1943 (nantinya dia juga akan mendapatkan Schwerter #49 tanggal 21 Februari 1944). Di dada kiri tercantol 1939 Eiserne Kreuz I.Klasse, Verwundetenabzeichen in Gold (menunjukkan sedikitnya telah terluka lima kali dalam pertempuran!), dan Panzerkampfabzeichen. Di kerah lebarnya tersampir pita Ostmedaille serta 1939 spange zum 1914 Eiserne Kreuz II.Klasse. Tapi yang paling "mencolok mata" dari semuanya adalah tiga buah strip Panzervernichtungsabzeichen di lengan kanan, hasil dari tiga buah tank Soviet yang dihancurkannya secara pribadi menggunakan senjata genggam-tangan dalam Pertempuran Kursk!

-------------------------------------------------------------------

PERAIH RITTERKREUZ


Oberfeldwebel Ludwig Bloos (7 Maret 1915 - 18 Februari 1991) merupakan seorang Zugführer dari 8.Kompanie /Panzer-Regiment 11 / 6.Panzer-Division yang mendapat medali sebagai berikut: Eisernes Kreuz II.Klasse (4 Juli 1941) dan I.Klasse (27 November 1941); Deutsches Kreuz in Gold (9 Juni 1943)' dan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (6 April 1944). Foto yang diambil di Prusia Timur bulan Agustus 1944 ini memperlihatkan Bloos dan seorang rekannya mengenakan seragam panzer abu-abu (mausgrau panzerbluse) yang langka, dimana atasannya merupakan model pertama dan bawahannya model kedua


Foto ini diambil pada bulan Oktober 1941 dan memperlihatkan Oberst Richard Koll (7 April 1897 - 13 Mei 1963), Kommandeur Panzer-Regiment 11 / 6.Panzer-Division yang juga menjadi komandan gabungan pasukan tank dari 6. dan 7. Panzer-Division pada saat foto di atas diambil. Dia berpose elegan - lengkap dengan cangklong rokok cap Bangke Kuya - di atas cupola Panzerbefehlswagen III 'RO6'. Perhatikan detail dari kerangka besi tambahan di atas badan tanknya yang berfungsi sebagai frame antena radio. Di sebelah kanan adalah perwira Nachrichtentruppe (sandi) yang memakai Kopfhörer (headphone). Tiang antena radio sendiri terletak di belakang Gefreiter yang nampang di kiri. Koll dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 15 Juli 1941. Pangkat terakhirnya adalah Generalleutnant

-------------------------------------------------------------------

PERAIH DEUTSCHES KREUZ IN GOLD


Oberst Dr.-Ing. Alexander von Grundherr zu Altenthan und Weyerhaus (1896-1973), Kommandeur Panzer-Artillerie-Regiment 76 / 6.Panzer-Division, difoto di atas ranpur-nya yang dipenuhi oleh dedaunan sebagai kamuflase. Dia adalah peraih Deutsches Kreuz in Gold yang didapatkannya tanggal 11 Februari 1943. Grundherr menjadi komandan artileri divisi panzer ke-6 periode 1940 s/d September 1943 sebelum digantikan oleh Oberst Hans-Joachim Deckert (September 1943 - Juli 1944) dan Oberst Heinrich-Eugen Plecher (Juli 1944 - Mei 1945). Dia lahir dari pasangan  Maximilian Karl Werner von Grundherr zu Altenthann und Weyherhaus dan Therese von Berswordt-Wallrabe 


Sumber :
Buku "The 6th Panzer Division: 1937-45" karya Oberst a.D. Helmut Ritgen
Majalah "Allied-Axis" issue 10 - Sturmgeschütz at the Front
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi Helmut Ritgen
www.battlebornbooks.com

No comments:

Post a Comment