Saturday, May 4, 2013

Foto 95. Infanterie-Division




DIVISIONSKOMMANDEUR (KOMANDAN DIVISI)

  
Generalmajor Eduard Aldrian (8 Februari 1942 - 1 Maret 1942 dan 20 Juli 1942 - 15 September 1942)
Generalleutnant Eduard Aldrian (26 April 1888 - 1 Oktober 1955) adalah perwira asal Austria yang mengabdi di Wehrmacht setelah "Anschluss" (Penyatuan) di tahun 1938 (pada saat itu pangkatnya telah mencapai Oberstleutnant). Pada masa Perang Dunia Pertama, Aldrian berperang membela Kekaisaran Austro-Hungaria dan menjadi tawanan pihak Italia di akhir perang. Sebagian besar masa karir militernya dihabiskan di unit-unit Gebirgsjäger (Pasukan Gunung), terutama di seksi artileri. Dia dipromosikan menjadi Generalmajor pada tanggal 1 September 1942 dan Generalleutnant pada tanggal 1 Juni 1943. Aldrian dianugerahi medali Deutsches Kreuz in Gold pada tanggal 14 Maret 1943 sebagai Generalmajor dan Höherer Artillerie-Kommandeur 308. Seperti sebagian besar jenderal lainnya, dia juga merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang Divisionskommandeur (Komandan Divisi): 95. Infanterie-Division (8 Februari 1942 - 1 Maret 1942 dan 20 Juli 1942 - 15 September 1942), 88. Infanterie-Division (19 Oktober 1942 - 14 Desember 1942), dan 373.(Kroatische) Infanterie-Division (5 Agustus 1943 - 20 Oktober 1944). Yang disebut terakhir adalah divisi yang sebagian besar anggotanya diambil dari sukarelawan asal Kroasia. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Kaiserlich und königlich Österreichische Bronzene und Silberne Militärverdienstmedaille (“Signum Laudis”) am Bande des Militärverdienstkreuzes mit Schwertern; Kaiserlich und königlich Österreichische Militärverdienstkreuz III.Klasse mit Kriegsdekoration und Schwertern; Kaiserlich und königlich Österreichische Orden der Eisernen Krone III.Klasse mit Kriegsdekoration und Schwertern; Kaiserlich und königlich Österreichisches Karl Truppenkreuz; Kaiserlich und königlich Österreichische Verwundetenmedaille ohne Mittelstreifen; Österreichische Ehrenmedaille des Weltkrieges 1914-1918 mit Schwertern,; Goldenes Verdienstzeichen des Bundesstaates Österreich; Militärdienstzeichen der Republik Österreich für Offiziere II.Klasse (für 25 Jahre); Ehrenkreuz des Weltkrieges 1914-1918 mit Schwertern; Verwundetenabzeichen in Schwarz; Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938; Wehrmacht-Dienstauszeichnung (4 Jahre); Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" (Ostmedaille); serta Red Krune Kralja Zvonimira I.Stupnja Cross with Oak Wreath and Star (Kroasia)

------------------------------------------------------------------------------


Oberst Walter Beißwänger (Kommandeur Artillerie-Regiment 195 / 95.Infanterie-Division) bersantai sambil merokok dan minum miras di wilayah Chelaincourt (Prancis) yang baru diduduki oleh pasukan Jerman, musim panas tahun 1940. Foto ini - yang merupakan koleksi pribadi Unteroffizier H. Schäfer - diambil setidaknya sebelum tanggal 4 Juli 1940, saat Beißwänger dianugerahi 1939 spange untuk medali 1914 Eisernes Kreuz I.Klasse yang diraihnya dalam Perang Dunia Pertama. Pangkat terakhir Beißwänger adalah Generalmajor


Foto ini diambil tak jauh dari Voronezh (Rusia) di musim panas 1942 dan memperlihatkan kendaraan pribadi (sebuah Jeep versi awal rampasan) dari perwira yang berdiri di kiri, Major der Reserve Hans Bonenkamp (Kommandeur III.Bataillon/Artillerie-Regiment 295 /95.Infanterie-Division). Bohnenkamp nantinya meraih Ritterkreuz tanggal 22 Januari 1943 dan di akhir perang pangkatnya adalah Oberst der Reserve. Perhatikan panji komandan "III" yang ditempelkan di jip tersebut!

------------------------------------------------------------------------------

RITTERKREUZTRÄGER (PERAIH RITTERKREUZ)




Oberfeldwebel Franz Schmitz (12 Oktober 1918 - 11 Juni 1985) bergabung dengan Wehrmacht tahun 1937, lima hari sebelum ulangtahunnya yang ke-19, dan - setelah menjalani pendidikan intensif di bidang kedokteran - mulai bertugas di korps medis Wehrmacht pada tahun 1939 dengan pangkat Sanitäts-Gefreiter. Dalam pertempuran pertama yang dilakoninya di Polandia bulan September 1939, Schmitz telah menunjukkan kualitasnya yang luar biasa, dengan selalu menjadi yang pertama menolong rekannya yang terluka, bahkan di tengah hujan peluru. Karenanya, dia langsung diganjar dengan kenaikan pangkat serta medali Eisernes Kreuz II.Klasse, sebuah medali keberanian yang jarang diberikan kepada anggota korps medis pada saat itu! Prestasi Schmitz terus berlanjut dalam pertempuran di Prancis tahun 1940, dimana dia selalu bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugasnya, apakah dengan senjata di tangan saat menyerbu posisi musuh ataupun saat sedang mengobati rekannya yang terluka. Setelah mendapat cuti ke kampung halaman, Schmitz ditugaskan di 95. Infanterie-Division, dan menyertai unit barunya tersebut dalam peperangan di Rusia di tahun 1941. Setiap kali anggota unitnya terluka, maka tak lama kemudian Schmitz dan regu medisnya akan berada di samping mereka. Dua kali dia sendiri terluka dalam tugasnya, dan dua kali pula dia menolak untuk dievakuasi ke garis belakang. Puncak prestasi Schmitz terjadi di bulan Juli 1943, saat divisinya mati-matian menahan serangan Tentara Merah di sekitar Kiev (Ukraina). Pada tanggal 7 Juli dia berhasil mengobati dan mengevakuasi 100 orang rekannya yang terluka. Di hari-hari berikutnya - dengan hanya sedikit beristirahat - Schmitz mengevakuasi lebih banyak lagi prajurit yang kepayahan, baik dari pihak Jerman maupun Rusia. Ketika pertempuran berpindah ke sekitar Vyazma dan Dorogobusch, hanya dalam tempo 14 jam dia sendirian menyelamatkan 98 orang, dimana masing-masing dari mereka susah payah diseretnya ke tempat yang aman dengan melewati hujan peluru dan bom! Hanya setelah dia mengetahui bahwa prajurit terakhir yang terluka telah berhasil diselamatkan, Schmitz kolaps karena kelelahan luar biasa! Sudah cukup? Tidak! Karena pada tanggal 25 Juli di Mileyevo, dia secara pribadi memimpin kompinya dalam serangan menembus hujan artileri Rusia, ketika komandan kompi dan dua komandan peletonnya menjadi korban dalam usaha yang gagal sebelumnya. Hanya setelah bertempur sengit satu lawan satu melawan kekuatan musuh yang setingkat batalyon, Schmitz dan 33 orang sisa anakbuahnya menuntaskan tugasnya secara gemilang, dengan membebaskan kepungan terhadap unitnya! Schmitz sendiri terluka parah dalam peristiwa ini, dan saat sedang mendapat perawatan di rumah sakit di Krakov lah dia mendapat kabar bahwa dirinya telah dianugerahi medali keberanian yang sangat diidamkan oleh setiap prajurit Jerman: Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes, yang secara resmi diberikan kepadanya pada tanggal 13 September 1943 sebagai seorang Sanitäts-Unteroffizier dan Gruppenführer di 3.Kompanie / I.Bataillon / Grenadier-Regiment 279 / 95.Infanterie-Division / XXIII.Armeekorps / 9.Armee / Heeresgruppe Mitte. Schmitz berhasil selamat sampai Perang Dunia II usai. Selanjutnya dia mengabdi di Bundeswehr (Angkatan Darat Jerman Barat) dari tahun 1956 s/d 1962, dan pensiun dengan pangkat Oberstabsfeldwebel. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (3 Oktober 1939) und I.Klasse (8 Juli 1943); Infanterie-Sturmabzeichen in Bronze (1940) und in Silber (20 September 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille); Nahkampfspange in Bronze (28 Juli 1943) und in Silber; serta Verwundetenabzeichen in Gold (11 Maret 1945)


Sumber :
www.axishistory.com
www.en.wikipedia.org
www.lexikon-der-wehrmacht.de
www.tracesofwar.com
www.wehrmacht-awards.com

No comments:

Post a Comment