Wednesday, June 11, 2014

Bir (Bier/Bräu) Zaman Nazi


Foto hasil karya Franz Eichberger ini diambil pada bulan Juni 1932 menggunakan kamera Leica I 35mm dan memperlihatkan parade para anggota SA (Sturmabteilung) di jalanan Wedding (salah satu distrik di Berlin). Ini merupakan salah satu unjuk kekuatan partai Nazi sebelum pemilihan umum tanggal 31 Juli 1932, dan dengan sengaja mereka berbaris dengan gagahnya di wilayah yang dikenal sebagai basis partai komunis Jerman! Menariknya, di belakang kiri kita bisa melihat banner dari sebuah Biergarten atau Ausflugslokal (kios bir dadakan yang biasanya digelar di taman) bernama "Sturm-Lokal" yang menyajikan andalan utama Schultheiß Bier (bir Schultheiß) untuk pengunjungnya. Di Berlin sendiri bersaing dua merk bir setempat: Schultheiß dan Berlin Kindl. Masing-masing mempunyai kelebihannya dan komunitas peminumnya sendiri. "Bier her, Bier her- oder ich fall um...dra ra dumm..."


Foto minum bir zaman Nazi bisa dilihat DISINI!

Oleh : Alif Rafik Khan

Bir sampai saat ini masih menjadi minuman yang sangat populer di Jerman (dan juga di negara-negara Eropa lainnya). Begitu pula di zaman saat Adolf Hitler berkuasa. Setiap kota rata-rata mempunyai satu penyulingan atau merknya sendiri, meskipun di akhir-akhir perang kualitas bir menurun drastis dan lebih banyak kandungan airnya. Merk yang populer di Prusia saat itu adalah Dortmunder Union dan Dortmunder Hansa, juga terdapat Wickühler yang berasal dari Wupperthal. Merk-merk lainnya adalah Erdinger Weissbräu (Münich), Pschorr Bräu, Kulmbacher, dan lain-lain. Kadang-kadang tempat penyulingan bir ini, baik secara sengaja ataupun tidak, menjadi lokasi pemboman Sekutu. Sebagai contoh adalah penyulingan di Lohbusch yang mendapat hantaman bom saat berlangsungnya serangan udara Sekutu tanggal 24 Februari 1945. Beberapa galon penyimpan pecah sehingga jalanan dibasahi oleh bir!

Industri bir dan perdagangannya di Jerman pada saat itu masih terlokalisasi dan tidak dipasarkan secara global seperti sekarang. Biasanya pembuatnya adalah pemilik bar atau restoran yang menyediakan merk bir yang bernama sama dengan bar/restoran mereka. Mereka menyewa fasilitas penyulingan untuk memproduksi bir yang memajang brand mereka. Karenanya di banyak merk kita bisa melihat logo tempat penyulingan yang bersanding dengan logo perusahaan birnya. Uniknya, rata-rata pemilik merk memilih tempat penyulingan yang jauh jaraknya dari lokasi mereka untuk menjamin lebih luasnya jalur distribusi dan pasar peminum bir (umumnya berada di jalur jalan antara pembuat merk dan penyulingan)! Seringkali lokasi penyulingan berada di dalam atau sekitar gereja, karena beberapa ratus tahun yang lalu hanya pihak gereja yang berhak mengatur produksi dan distribusi bir!

Sebelum dan selama Perang Dunia II, secara umum orang Jerman minum bir rame-rame di Gasthaus/bar atau di rumah. Kebanyakan dari birnya (yang dikemas dalam botol) diperjualbelikan di warung-warung pinggir jalan (Kiosks) atau di toko kelontong biasa. Bir untuk remaja dan bir untuk orang dewasa sedikit berbeda. Karena harganya yang lebih mahal, bir untuk konsumsi bapak-bapak biasanya dijual dalam bentuk kontainer terbuka (jug) secara literan di restoran atau bar. Yang membelinya adalah anak-anak mereka, yang biasanya antri sebelum makan malam di hari minggu sambil membawa jug di tempat penjualan bir segar.

Bagi peminum bir sejati (Bierdimpfler), kemasan bir dalam botol dianggap kurang rasanya dibandingkan bir yang dijual dalam kemasan terbuka atau langsung ngocor dari drumnya. Untuk mendapatkan bir sendiri tidak terlalu sulit karena di setiap desa di Jerman rata-rata mempunyai satu Gasthaus tempat nongkrong. Gasthaus populer zaman Nazi yang masih ada sampai saat ini contohnya adalah Hofbräu Haus, Löwenbräukeller dan Torbraeu im Tal yang semuanya ada di Münich (yang memang merupakan pusat bir Jerman dan ajang pesta bir Oktoberfest yang digelar tiap tahun!).

Saat berlangsungnya Perang Dunia II, tipe bir yang anda minum tergantung dari lokasi anda berada. Sebagai contoh, di Bavaria orang-orang secara umum minum bir Hefewiezen dan Marzen, di Düsseldorf Altbier, di Köln Kölsch, dan di Jerman selatan dekat Cekoslowakia Pilsen. Saat ini jenis-jenis bir tersebut telah lebih mengglobal dan tidak hanya didapatkan di wilayah tertentu seperti baheula.

Jerman sendiri mempunyai tradiri bir yang menarik dan telah berlangsung selama beratus-ratus tahun. Sampai saat bergabungnya mereka dengan Uni Eropa, semua perusahaan penyulingan bir disana harus mematuhi peraturan yang telah diterapkan dari sejak tahun 1516 yang dikenal dengan nama Reinheitsgebot. Intinya, peraturan ini mewajibkan bahwa bir harus dibuat HANYA dengan perpaduan bahan air, bunga hop kering, ragi dan gandum! Pada tahun 1994 peraturan ini dimodifikasi menjadi Biergesetz yang memperbolehkan bir dari negara Eropa lain masuk Jerman meskipun harus ada keterangan di bungkusnya.

Jangan lupakan pula bahwa salah satu usaha percobaan pembunuhan terhadap Hitler dilakukan di tempat minum bir, tepatnya di Bürgerbräukeller (Münich) tanggal 8 November 1939. Setelah mengalami kerusakan beberapa kali akibat serangan udara Sekutu, tempat nongkrong favorit para petinggi Nazi tersebut diperbaiki seusai perang dan menjadi lokasi US Army Service Club yang merupakan tempat hiburan utama prajurit Amerika di Jerman. Bagian belakangnya dirubah menjadi ballroom besar dengan panggung raksasa. Banyak para penghibur terkemuka Amerika saat itu yang mentas di Bürgerbräukeller, seperti Johnny Cash dan band pengiringnya. Saat ini Bürgerbräukeller sudah diruntuhkan dan di lokasi tempatnya didirikan kini bertengger salah satu cabang hotel Hilton.

Merk bir populer yang "beredar" zaman Nazi:
- Astra Urquell
- Beck's
- Berliner Kindl
- Dortmunder Hansa
- Dortmunder Union
- Erdinger Weissbräu
- Grüner Bräu Bad Tölz
- Hasen-Bräu Augsburger
- Hofbräu München
- Kulmbacher
- Lederer Braü Nürnberg
- Pschorr Bräu
- Radeberger
- Ratsherren Pilsener
- Schultheiß 
- St. Pauli Girl
- Weihenstephan 
- Wernesgrüner
- Wickühler
- Würzburger



Sumber :
Foto koleksi pribadi Dwight R. Messimer
www.forum.axishistory.com
www.germanpostalhistory.com
www.warrelics.eu

---------------------------------------------------------------------------











No comments:

Post a Comment