Tuesday, April 10, 2012

Helm Selam Hagenuk

Ini adalah helm selam dengan rancangan tiga baut klasik yang disukai oleh para produsen Jerman, Prancis dan Rusia. Helm jenis ini mempunyai empat jendela termasuk sekrup di bagian bukaan muka. Sambungan di bagian kiri berguna untuk menambahkan dua botol kecil berisi cadangan udara sekaligus sebagai penyeimbang berat di bagian depan. Simpal berat ditambahkan ke penutup dada di depan dan belakang


Oleh : Alif Rafik Khan

Untuk foto-foto pemakaian helm Hagenuk di masa Nazi Jerman bisa dilihat DISINI!

Hagenuk merupakan singkatan dari Hanseatische Apparatebouw Gesellschaft Neufeldt und Kuhnke (Perusahaan Pembuat Mesin Neufeldt and Kuhnke), yang sebelumnya bernama perusahaan Ludwig von Bremen.

Perusahaan ini bermarkas di Kiel dan menjadi terkenal di awal tahun 1920-an setelah mengembangkan salah satu pakaian selam lapis baja pertama di dunia. Yang tak banyak orang tahu adalah, bahwa mereka juga memproduksi kelengkapan selam standar. Yang jelas, helm selam Hagenuk begitu miripnya dengan helm selam produksi Prancis sehingga banyak orang yang kebalik saat menggambarkannya!


Model pertama helm selam Hagenuk dengan penutup dada berbentuk segi empat. Bagian belakang memperlihatkan katup non-return yang berada di dekat lubang masuk udara di bagian bahu. Tak ada sambungan untuk persediaan udara cadangan. Baut berukuran besar berguna untuk melindungi cantelan jalur komunikasi. Volume helm model awal ini lebih kecil dibandingkan dengan model-model setelahnya. Tak ada hanggar berat menempel di bagian belakang helm


Foto bagian pinggir memperlihatkan katup pembuangan serta pegangan (handel) tradisional Jerman di bagian atas yang ditambahkan ke model-model selanjutnya


Sumber :
www.divingheritage.com

Foto Landser / Soldat Wehrmacht

"Bagi seorang Landser, peperangan terdiri dari seribu pertempuran kecil; perjuangan sehari-hari untuk bertahan hidup di tengah ketakutan, kebingungan, dan penderitaan. Peperangan berarti pula bahwa bertempur dalam kelompok-kelompok kecil, di tengah ancaman kegelapan atau kedinginan, di dalam bunker yang sepi, di tengah keriuhan bangunan dari satu ruangan ke ruangan yang lain, di padang rumput berangin melawan monster baja, dengan setiap unit dan setiap orang - manusia-manusia kacau yang saling membutuhkan satu sama lain - berjuang demi hidup mereka, berharap untuk selamat dari nasib yang menimpa mereka, dengan meninggalkan jejak daging yang mati, koyak dan termutilasi di belakang mereka".

HEER


Seorang Gefreiter dari 94. Infanterie-Division memanfaatkan waktu istirahatnya yang singkat dengan menikmati sebotol jus apel yang segar. Panas cuaca Rusia di akhir Agustus 1942 begitu menyengat, yang terlihat dari kerah seragam wol sang prajurit yang sengaja dibuka. Kondisi ini akan segera berubah tak lama kemudian ketika hujan musim gugur mulai tiba di sekitar pinggiran sungai Volga. Pasukan di garis belakang hanya diberi jatah tiga deret Patronentasche 11 (kantong peluru) yang berisi 30 butir peluru dan bukannya enam seperti biasanya pasukan di garis depan (Frontsoldat). Dia menggantungkan sebuah Gasplane (kantong kain masker) yang terbuat dari kain berlapis karet berwarna hijau tua kebiru-biruan di strap yang biasa digunakan untuk membawa masker gas (Gasmaske)


Seorang prajurit infanteri berlari ke depan sambil membawa kotak amunisi senapan mesin ekstra untuk rekan-rekannya. Berlari demi menghindari tembakan biasa dinamakan sebagai "hinrotzen" yang secara harfiah berarti "menghindari ingus"! Dia membawa serta perlengkapan infanteri standar seperti kantong peluru ganda (masing-masing tiga buah) di ikat pinggang yang berisi 30 butir, bayonet S.84/98, peralatan menggali, dan granat tongkat Stg.24. Yang terakhir biasa dinamakan sebagai Türklopfer (Pengetuk Pintu), sebuah julukan yang sama dengan yang digunakan oleh pasukan Soviet, "Kolotushka"! Si prajurit juga membawa dua buah senapan, yang kemungkinan salah satunya diambil dari kamerad yang telah gugur - yang dia bawa demi mencegahnya jatuh ke tangan pasukan Rusia yang memang kekurangan senjata. Kadang-kadang senjata cadangan juga dibawa serta untuk mengganti senjata yang rusak atau tidak berfungsi


 Oberfeldwebel dari unit Panzer-Pionier dengan teropong dan senapan mesin sebagai perlengkapannya. Dia memakai Waffenfarbe hitam/putih yang pertama kali diperkenalkan bulan Mei 1940 agar lebih mudah terlihat bila dipadukan dengan seragam hitam Panzertruppen. Mulai tahun 1941 unit Panzer-Pionier diharuskan untuk memakai seragam abu-abu lapangan dan bukan hitam lagi seperti sebelumnya. Karena Waffenfarbe Pionier standar (yaitu hitam) lebih jelas terlihat bila dipadu-padankan dengan seragam abu-abu, maka penggunaan waffenfarbe hitam/putih tak lagi diteruskan. Tapi seperti pula hal lainnya, masih banyak anggota Panzer-Pionier yang "ngeyel" memakai seragam model lama meskipun peraturan yang baru sudah keluar! BTW, Bundesarchiv-Wikipedia memberi keterangan bahwa foto ini diambil oleh Kriegsberichter Koch (Propaganda-Kompanie 694) di Rusia utara tanggal 21 Juni 1941. Tapi sepertinya ada yang salah, karena di tanggal itu Jerman belum berperang dengan Uni Soviet!

-----------------------------------------------------------------

WAFFEN-SS

Seorang SS-Oberschütze yang memanggul senapan Kar98k dan kotak amunisi. Kemungkinan besar dia adalah salah seorang dari dua-awak senapan mesin bagian isi peluru, sementara temannya yang bagian nembakin musuh. Tidak lupa Stielhandgranaten terselip di ikat pinggangnya


Prajurit Waffen-SS dari divisi Totenkopf dengan muka yang terbakar matahari. Tampaknya dia adalah veteran dari berjalan jauh!


Prajurit Waffen-SS dengan wajah tegang (atau pengen boker?)


 Pada awal tahun 1943 situasi peperangan di Rusia terlihat buruk. 6. Armee di bawah pimpinan Generalfeldmarschall Friedrich Paulus telah terpuruk di Stalingrad dan ofensif lanjutan yang dilancarkan oleh Tentara Merah telah membawa mereka jauh ke barat sampai ke Kharkov. Kondisi kritis tersebut telah diselamatkan berkat kepemimpinan dahsyat Generalfeldmarschall Erich von Manstein yang mampu memanfaatkan dengan maksimal I. SS-Panzerkorps yang baru datang dari Prancis. Pasukannya berhasil merebut kembali Kharkov dengan cara yang spektakulerrrr! Foto ini memperlihatkan sebuah Sd.Kfz.251 milik SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" yang sedang mendekati Kharkov di akhir bulan Februari 1943. Divisi tersebut nantinya memasuki kota Kharkov pada tanggal 11 Maret 1943 dengan bagian sampingnya dilindungi oleh SS-Panzergrenadier-Division "Das Reich" (kiri) dan SS-Panzergrenadier-Division "Totenkopf" (kanan)

-----------------------------------------------------------------

AFRIKAKORPS

 Dua orang prajurit Afrikakorps memakai mantel hangat yang melindungi mereka dari udara dingin gurun pasir di waktu malam. Mereka berdua juga mengenakan patronentasche (kantong amunisi) untuk tempat menyimpan peluru Kar98. Perhatikan tropenmütze yang dikenakan salah seorang dari mereka di bagian dalam stahlhelm berwarna pasirnya, sementara rivet kanan dari stahlhelm yang dikenakan oleh prajurit di sebelah kanan digantikan oleh paku kecil. Di balik koppelschloss-nya tersembul alat penggali panjang yang merupakan hasil rampasan dari pasukan Inggris, dan di punggungnya tersampir tromol magasin peluru senapan mesin MG-34 atau MG-42


Sumber :

Buku "Lives of Hitler's Jewish Soldiers: Untold Tales of Men of Jewish Descent who Fought for the Third Reich" karya Bryan Mark Rigg
Buku "Stalingrad Inferno: The Infantryman's War" karya Gordon Rottman dan Ronald Volstad
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi Doug Banks

www.5sswiking.tumblr.com
www.commons.wikimedia.org
www.warrelics.eu

Monday, April 9, 2012

U-124, Kapal Selam Jerman (U-boat) Dengan Lambang Edelweiss!

Emblem U-124 yang berbentuk bunga Kahitutan eh Edelweiss. Lambang ini terinspirasi dari karamnya U-64 di bulan April 1940. Kapten kapal selam ini dan juga awaknya adalah juga kapten dan awak U-124 nantinya, dan mereka diselamatkan dari perairan Norwegia oleh anggota Gebirgsjäger-Regiment 139 yang mempunyai lambang yang sama


Ketika Johann Mohr mengambil-alih komando U-124 dari Georg-Wilhelm Schulz di bulan September 1941, dia menambahkan lambang kodok ini ke kapal selamnya sebagai tambahan dari lambang bunga Edelweiss yang sudah ada sebelumnya. Beberapa U-boat lain ada pula yang memakai gambar kodok sebagai emblemnya, hanya saja bentuk kodok yang tergambar di atas hanya dipakai oleh U-124


Komandan pertama U-124 adalah Korvettenkapitän Georg-Wilhelm Schulz (10 Maret 1906 - 5 Juli 1986). Dia adalah seorang jagoan U-boat yang berhasil menenggelamkan 19 kapal (89.886 GRT) dan merusakkan 1 kapal (3.900 ton) dalam 8 patroli perang (263 hari di lautan). Schulz menjadi komandan U-124 periode 11 Juni 1940 s/d 7 September 1941, dan sebelum bertugas di kapal selam ini dia juga pernah ditempatkan di U-10 dan U-64. Medali yang telah diraihnya adalah Ritterkreuz (4 April 1941), Eisernes Kreuz I dan II klasse (25 September 1940), U-boots-Kriegsabzeichen (23 Desember 1939), dan Spanienkreuz in Bronz ohne Schwerter (6 Juni 1939)


Komandan kedua U-124 adalah Korvettenkapitän Johann "Jochen" Mohr (12 Juni 1916 - 2 April 1943). Dia adalah seorang jagoan U-boat yang berhasil menenggelamkan 29 kapal (135.751 GRT) dan merusakkan 3 kapal (26.167 GRT) dalam 6 patroli perang (268 hari di lautan). Mohr menjadi komandan U-124 periode 8 September 1941 s/d 2 April 1943. Medali yang telah diraihnya adalah Ritterkreuz (27 Maret 1942) mit Eichenlaub (13 Januari 1943), Eisernes Kreuz I klasse (4 Mei 1941) und II klasse (29 November 1939), dan U-boots-Kriegsabzeichen (4 Mei 1941)


Tiga orang awak U-124 sedang mempersiapkan torpedo untuk dimasukkan ke dalam kapal. Gambar bunga Edelweiss terpampang jelas di pinggir menara pengawas. Lambang ini berjumlah dua buah dan terdapat di bagian pinggir kiri dan kanan U-124


Oleh : Alif Rafik Khan

U-124 adalah kapal selam dari tipe IXB yang pertama kali diluncurkan tanggal 9 Maret 1940. Dari bulan Juni 1940 s/d September 1941 dia dikomandani oleh Korvettenkapitän Georg-Wilhelm Schulz. Selanjutnya Korvettenkapitän Johann Mohr mengambil-alih komando sampai sisa karirnya.

U-124 meninggalkan Wilhelmshaven untuk patroli perang pertamanya tanggal 19 Agustus 1940. Selama 11 patroli yang telah dijalaninya dalam kurun waktu 2 tahun 8 bulan, U-boat satu ini mencatatkan salah satu pencapaian terbaik yang diraih oleh kapal selam Jerman di Perang Dunia II dalam hal prestasi kapal musuh yang ditenggelamkan: Tidak kurang dari 48 kapal Sekutu (46 kapal dagang, 2 kapal perang) dikirim ke dasar lautan dengan total tonase 225.637 GRT; 4 kapal dirusakkan dengan total tonase 30.067 GRT; dan satu pesawat terbang ditembak jatuh!

Data U-boat:
Nama: U-124
Pemesanan: 15 Desember 1937
Galangan pembuat: AG Weser
Nomor Seri: 956
Diletakkan: 11 Agustus 1939
Diluncurkan: 9 Maret 1940
Ditugaskan: 11 Juni 1940
Akhir: Ditenggelamkan tanggal 2 April 1943 dengan seluruh 53 awaknya tewas tenggelam

Kelas dan Tipe: U-boat tipe IXB
Berat: Di permukaan 1.051 ton, di dalam air 1.178 ton
Panjang: keseluruhan 76,5 m (251 ft), lambung utama 58,7 m (192 ft 7 in)
Lebar: Keseluruhan 6,8 m (22 ft 4 in), lambung utama 4,4 m (14 ft 5 in)
Tinggi: 4.7 m (15 ft 5 in)
Tenaga Penggerak: Diesel/listrik, 2x MAN M9V40/mesin diesel 9 silinder - 46 supercharged, 4,400 hp (3,300kW), 2xSSW GU345/motor listrik double acting 34, 1000 hp (740kW)
Kecepatan: Permukaan 18,2 knot (33,7 km/jam), dalam air 7,3 knot (13,5 km/jam)
Jarak Jangkau: Permukaan: 22.200 km (12.000 nmi) dengan kecepatan 10 knot, dalam air: 118 km (64 nmi) dengan kecepatan 4 knot (7 km/jam)
Test kedalaman: 230 m (750 ft)
Awak: 48 sampai 56 orang (perwira dan pelaut)
Persenjataan: 6 buah tabung torpedo 53,3cm : 4 haluan, 2 buritan (22 torpedo); 1 buah Utof 105/45 dengan 110 round amunisi

Catatan Perang:
Patroli Pertama
- 25 Agustus 1940: Merusakkan kapal Inggris Stakesby (3.900 ton) dari (Konvoy) HX 65A
- 25 Agustus 1940: Menenggelamkan kapal Inggris Harpalyce (5.169 ton) dari HX 65A
- 25 Agustus 1940: Menenggelamkan kapal Inggris Fircrest (5.394 ton) dari HX 65A

Patroli Kedua
- 16 Oktober 1940: Menenggelamkan kapal Kanada Trevisa (1.813 ton) dari SC 7
- 20 Oktober 1940: Menenggelamkan kapal Inggris Sulaco (5.389 ton) dari OB 229
- 20 Oktober 1940: Menenggelamkan kapal Norwegia Cubano (5.810 ton) dari OB 229
- 31 Oktober 1940: Menenggelamkan kapal Inggris Rutland (1.437 ton) dari HX 82
- 1 November 1940: Menenggelamkan kapal Inggris Empire Bison (5.612 ton) dari HX 82

Patroli Ketiga
- 6 Januari 1941: Menenggelamkan kapal Inggris Empire Thunder (5.965 ton) dari OB 269. 30 dari 39 awaknya diselamatkan oleh HMS Kingston Onyx (Captain J.B.Wright)

Patroli Keempat
Patroli keempat U-124 selama bulan Maret dan April 1941 adalah yang paling sukses dari semua patroli yang telah dan akan dijalaninya!
- 8 Maret 1941: Menenggelamkan kapal Inggris Hindpool (4.897 ton) dari SL 67
- 8 Maret 1941: Menenggelamkan kapal Inggris Lahore (5.304 ton) dari SL 67
- 8 Maret 1941: Menenggelamkan kapal Inggris Tielbank (5.984 ton) dari SL 67
- 8 Maret 1941: Menenggelamkan kapal Inggris Nardana (7.974 ton) dari SL 67
- 30 Maret 1941: Menenggelamkan kapal Inggris Umona (3.767 ton)
- 4 April 1941: Menenggelamkan kapal Inggris Marlene (6.507 ton)
- 7 April 1941: Menenggelamkan kapal Kanada Portadoc (1.746 ton)
- 8 April 1941: Menenggelamkan kapal Inggris Tweed (2.697 ton)
- 11 April 1941: Menenggelamkan kapal Yunani Aegeon (5.285 ton)
- 12 April 1941: Menenggelamkan kapal Inggris St Helena (4.313 ton)
- 13 April 1941: Menenggelamkan kapal Inggris Corinthic (4.823 ton)

Patroli Kelima
- 10 Juli 1941: U-124 meninggalkan Lorient di bawah pimpinan Georg-Wilhelm Schulz dan tiba kembali di Lorient 6½ minggu kemudian tanggal 25 Agustus 1941 tanpa hasil!

Patroli Keenam
- 16 September 1941 meninggalkan Lorient di bawah pimpinan Johann Mohr
- 20 September 1941: Menenggelamkan kapal Inggris Baltallinn (1.303 ton) dari OG 74
- 20 September 1941: Menenggelamkan kapal Inggris Empire Moat (2.922 ton) dari OG 74
- 25 September 1941: Menenggelamkan kapal Inggris Empire Stream (2.922 ton) dari HG 73
- 26 September 1941: Menenggelamkan kapal Inggris Lapwing (1.348 ton) dari HG 73
- 26 September 1941: Menenggelamkan kapal Inggris Petrel (1.354 ton) dari HG 73
- 26 September 1941: Menenggelamkan kapal Inggris Cervantes (1.810 ton) dari HG 73

Patroli Ketujuh
- 24 November 1941: Menenggelamkan kapal penjelajah ringan Inggris HMS Dunedin (4.850 ton)
- 3 Desember 1941: Menenggelamkan kapal Amerika Sagadahoc (6.275 ton)
- 9 Desember 1941: Mendekati Georgetown di permukaan dengan niat untuk membombardir pangkalan kabel atau menenggelamkan kapal mana saja yang sedang berlabuh. Sebuah baterai meriam pantai tiba-tiba menyalak dan hampir mengenainya sehingga U-124 buru-buru menyelam dan kabur!
- 29 Desember 1941: Tiba di pangkalannya di Prancis dengan membawa 104 orang awak yang selamat dari kapal selam suplai Jerman yang ditenggelamkan oleh Inggris

Patroli Kedelapan
- 14 Maret 1942: Menenggelamkan kapal Inggris Resource (7.209 ton)
- 17 Maret 1942: Menenggelamkan kapal Ceiba (1.698 ton)
- 17 Maret 1942: Merusakkan kapal Amerika Acme (6.878 ton)
- 18 Maret 1942: Menenggelamkan kapal Yunani Kassandra Louloudi (5.106 ton)
- 18 Maret 1942: Menenggelamkan kapal Amerika Papoose (5.939 ton)
- 18 Maret 1942: Menenggelamkan kapal Amerika EM Clark (9.647 ton)
- 19 Maret 1942: Menenggelamkan kapal Amerika WE Hutton (7.076 ton)
- 21 Maret 1942: Merusakkan kapal Amerika Esso Nashville (7.934 ton)
- 21 Maret 1942: Merusakkan kapal Amerika Atlantic Sun (11.355 ton)
- 23 Maret 1942: Menenggelamkan kapal Amerika Naeco (5.373 ton)

Patroli Kesembilan
- 12 Mei 1942: Menenggelamkan kapal Yunani Mount Parnes (4.371 ton) dari ONS 92
- 12 Mei 1942: Menenggelamkan kapal Inggris Llanover (4.959 ton) dari ONS 92
- 12 Mei 1942: Menenggelamkan kapal Inggris Cristales (5.389 ton) dari ONS 92
- 12 Mei 1942: Menenggelamkan kapal Inggris Empire Dell (7.065 ton) dari ONS 92
- 9 Juni 1942: Menenggelamkan kapal korvet Prancis Mimose (925 ton) dari ONS 100
- 12 Juni 1942: Menenggelamkan kapal Inggris Dartford (4.093 ton) dari ONS 100
- 18 Juni 1942: Menenggelamkan kapal Amerika Seattle Spirit (5.627 ton) dari ONS 102

Patroli Kesepuluh
- 28 Desember 1942: Menenggelamkan kapal Inggris Treworlas (4.692 ton)
- 1 Januari 1943: U-124 mendapat serangan dari pesawat terbang Angkatan Laut Amerika Serikat, VP-53 squadron. U-124 tidak mengalami kerusakan berarti dan malah berhasil menembak balik pesawat musuh dan menghancurkannya dengan menggunakan senjata anti serangan udara yang terdapat di dek!
- 9 Januari 1943: Menenggelamkan kapal Amerika Minotaur (4.554 ton) dari TB 1
- 9 Januari 1943: Menenggelamkan kapal Amerika Collingsworth (5.101 ton) dari TB 1
- 9 Januari 1943: Menenggelamkan kapal Amerika Birmingham City (6.194 ton) dari TB 1
- 9 Januari 1943: Menenggelamkan kapal Amerika Broad Arrow (7.718 ton) dari TB 1

Patroli Kesebelas (Terakhir)
- 2 April 1943: Menenggelamkan kapal Inggris Katha (4.357 ton) dari OS 45
- 2 April 1943: Menenggelamkan kapal Inggris Gogra (5.190 ton) dari OS 45

Dalam penyerangan terhadap Konvoy OS 45 ini, kapal-kapal pengawal HMS Black Swan dan HMS Stonecrop balik menyerang U-124 dan membombardirnya dengan bom dalam sehingga menenggelamkannya bersama seluruh awaknya di hari yang sama (2 April 1943).


Sumber :
www.ebay.ca
www.en.wikipedia.org
www.u124.de
www.uboat.net



Penyelam Tongkang (Taucherprahm) dan Pasukan Katak (Kampfschwimmer)

Foto pernikahan seorang anggota penyelam Kriegsmarine (Tauchretter). Dia mengenakan lencana Taucher di lengannya


Detail lencana Taucher Kriegsmarine dari seorang awak panzerschiff. Bentuk lencananya kemudian diadopsi oleh Volksmarine (Angkatan Laut Jerman Timur) dengan mengalami sedikit perubahan saja


 Seorang penyelam dari TeNo (Technische Nothilfe) yang memperlihatkan lencana Taucher (penyelam) serta ärmelstreifen "Technische Nothilfe" di lengannya. Lencananya berwarna merah di atas dasar biru tua Kriegsmarine. TeNo didirikan pada tanggal 30 September 1919 oleh Otto Lummitzsch dengan tujuan untuk melindungi dan merawat fasilitas-fasilitas yang strategis dan vital (kilang minyak, pabrik gas, pembangkit listrik, kantor pos, jalan kereta api, produksi pertanian dan sebagainya). Pada masa Nazi Jerman (terutama setelah Perang Dunia II pecah), tugas TeNo lebih ke pertahanan sipil seperti penyelamatan dari serangan udara, penanggulangan bencana alam, dan tugas-tugas SAR (Search and Rescue)


Seorang Taucher sedang beraksi


 Torpedotaucherabzeichen Kriegsmarine


Ini adalah salah seorang anggota Kampfschwimmer yang mencoba meledakkan Jembatan Remagen di tahun 1945. Usahanya gagal dan dia menjadi tawanan Amerika


Seorang penyelam Kriegsmarine yang mengenakan helm dari jenis 3-bolt Draeger atau Hagenuk. Seorang petugas di belakangnya mengenakan pakaian kerja yang tidak biasa!

-----------------------------------------------------------------





















 


Sumber :
Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi
Foto koleksi pribadi Marc Cohen
www.en.wikipedia.org
www.gmic.co.uk
www.odkrywca.pl
www.wehrmacht-awards.com

Friday, April 6, 2012

Interior U-Boat

Kondisi ruangan kontrol utama sekaligus pusat urat syaraf kapal selam tipe IIB (kemungkinan U-18 di bawah komando Hans Pauckstadt) tak lama setelah dilepas ke lautan tahun 1936. Di bagian kiri (sedikit terhalang oleh petugas) adalah roda kemudi utama, sementara roda lainnya adalah pengendali peluncur depan. Kontrol peluncur belakang berada sedikit di bagian kanan. Foto ini tidak diambil saat kapal sedang bersandar di pelabuhan melainkan saat dia sedang berada di dalam air, yang terindikasi dari jarum penunjuk kedalaman di meteran bulat yang sedang dipandangi oleh si petugas. Hitungan pecahan meter menjadi kurang berfungsi saat kedalaman mencapai 25 meter atau lebih, dan karenanya beberapa meteran tambahan diperlukan untuk mengukur secara akurat kedalaman selam kapal. Sepasang meteran yang berada di atas kepala petugas merupakan telegraf mesin yang menunjukkan apakah mesin dieselnya menyala atau tidak. Lebih ke kanan lagi adalah pengeras dari kompas giro dengan kabel sambungan yang mencapai dek. Di dekat atap adalah periskop penerang untuk melihat secara jelas kompas magnetik yang terdapat di dalam tonjolan di bagian bawah menara pengawas. Tentu saja kompas magnetik tidak akan berfungsi di dalam kapal selam yang terbuat dari besi, karenanya menara pengawas dibuat khusus dari bahan perunggu non-magnetik, yang membuatnya menjadi salah satu bagian paling mahal dari sebuah kapal selam!


 Gambar besar kemungkinan merupakan bagian dalam dari U-108, sebuah kapal selam dari tipe IXB, dengan model panel kontrol elektrik model awal dimana kecepatan dirubah dengan menggerakkan tuasnya ke atas dan ke bawah. Pintu berbentuk bundar di latar belakang mengarah pada sekat anti tekanan yang berujung pada kompartemen diesel. Maschinengefreiter Hein Schmidt sedang bekerja menggunakan sebuah meja kecil. Inset: bagian dapur dari U-121, sebuah kapal selam kecil dari tipe IIB. Disini sang koki harus menyediakan makan tiga kali sehari untuk 25 orang. Untuk kapal yang lebih besar pun (seukuran Tipe VII yang mampu menampung sampai 56 awak), ukuran dapurnya tidak jauh lebih besar!


Sisi bagian kanan ruang kontrol pusat dengan roda-roda pengendali untuk menyeimbangkan posisi kapal selam. Satu set keran yang dicat hijau berfungsi sebagai pengendali tangki kanan, sementara tangki kiri dikendalikan oleh keran-keran berwarna merah dan sistem penyeimbang oleh gagang berwarna abu-abu. Tapi sesungguhnya pewarnaan yang berbeda-beda ini tidak terlalu berpengaruh karena orang yang mengoperasikannya harus bisa menggunakannya dalam keadaan gelap gulita! Foto kondisi interior dari U-995 ini diambil di Laboe dekat Kiel oleh Christoph Aschmoneit, salah satu perancang U-boat paling terkemuka. Meskipun pelaut biasanya tetap mempertahankan ‘bahasa’ mereka saat sedang berlayar (menggunakan kata ‘port’ dan ‘starboard’ daripada ‘kiri’ dan ‘kanan’), tapi ketika kondisi dalam keadaan genting atau darurat maka mereka biasanya mengidentifikasi sisi yang dimaksudkan dengan menyebutkan warnanya saja. Warna ini kadang dapat juga diingat dengan mudah dengan mengidentikannya dengan benda tertentu, seperti misalnya wine port yang berwarna merah


 Kompartemen diesel dari U-178 di bawah pimpinan Korvettenkapitän Wilhelm Dommes memperlihatkan dengan jelas betapa sempitnya ruang yang tersedia bagi para awak u-boat untuk menjalankan tugasnya, yaitu membuat mesin "kendaraan" mereka tetap berfungsi. Bergerak di dalam kapal selam, terutama saat laut sedang bergejolak, membutuhkan skill yang menyerupai pemain akrobat! Karenanya tidak heran jika banyak orang yang lecet-lecet dan beberapa bahkan ada yang terluka serius karena berbenturan dengan bodi kapal yang hampir seluruhnya terbuat dari besi keras!


Pompa balast (tolak) utama. Air yang masuk ke bagian dalam kapal selam dapat dikeluarkan melalui pompa bertenaga listrik semacam ini. Di bagian bawahnya adalah beberapa kain penutup yang dapat dipindah-pindahkan dan berfungsi untuk membersihkan bagian dalam sistem pipa


Ruangan dapur dari U-121, sebuah U-boat kecil Jerman dari Tipe IIB. Dalam kapal yang sempit ini, sang koki harus menyediakan makan tiga kali sehari untuk 25 orang awaknya. Ruangan dapur kapal selama dari Tipe VII pun ternyata tidak terlalu besar dibandingkan dengan tipe sebelumnya, meskipun si koki berkewajiban untuk memberi makan awaknya yang berjumlah sampai 56 orang!


Foto ini kemungkinan besar memperlihatkan U-108, sebuah kapal selam Jerman dari tipe IXB yang masih menggunakan panel kontrol elektrik versi sebelumnya dimana kecepatan kapal diubah dengan menggerakkan tuas ke atas dan ke bawah. Lubang keluar di latar belakang menuju pada sekat pemisah tahan-tekanan dari kompartemen diesel. Maschinengefreiter Hein Schmidt terlihat sedang bekerja dengan serius di meja kecil yang tersedia


Kompartemen mesin diesel dari U-995, kapal selam Jerman yang dirampas Sekutu secara utuh dan kemudian dijadikan sebagai museum teknis di Jerman. Mesin berkapasitas 3.000-4.000 tenaga kuda ini menimbulkan suara yang begitu bisingnya sehingga bahkan bel alarm pun tak dapat terdengar dengan jelas dan fasilitas lampu petunjuk tambahan ikut dipasang di ruangan mesin yang akan menyala manakala bel berbunyi!


 Kompartemen mesin diesel dari U-995 yang dilihat dari bagian belakang. Di bagian tengah yang berbentuk lingkaran adalah tabung torpedo tunggal dengan roda kemudi darurat terpasang di bagian kanan. Bagian atas dari motor elektrik terlihat berada diatas permukaan lantai dan panel kontrol dari tipe akhir bisa kita lihat ke arah atasnya. Dalam masa perang, torpedo biasanya digeletakkan di lantai, di ruang kosong diantara dua motor penggerak


Sumber :
Buku "Wolfpacks At War: The U-Boat Experience In WWII" karya Jak Mallmann Showell