Sunday, March 20, 2011

Foto Medali Tempelan dan Pengganti / Imitasi

MEDALI HASIL EDIT FOTO

Hauptmann der Reserve Heinz Paul Adolff (29 Juni 1914 – 17 Juli 1943) adalah Führer Fallschirm-Pionier-Bataillon 1 / 1.Fallschirmjäger-Division yang terluka parah saat berusaha menghancurkan jembatan Primasole yang melintasi sungai Simeto (Italia) saat berlangsungnya invasi Sekutu atas pulau Sisilia. Adolff berupaya meledakkan jembatan strategis tersebut agar pasukan Inggris tidak bisa menyeberanginya. Dua kali usahanya berakhir dengan kegagalan. Di usahanya yang ketiga dia dengan berani mengemudikan sebuah truk yang membawa dua buah bom berat menuju jembatan. Bom tersebut meledak dan jembatan hancur, tapi Adolff sendiri mengalami luka parah di sekujur tubuhnya, dan meninggal tak lama kemudian. Jasadnya kemudian dikebumikan di Deutscher Soldatenfriedhof Motta San Anastasia, Plot:4. Baris:6. Kuburan:1-27. Tindakan heroiknya membuat pasukan Inggris, yang berusaha menerobos garis belakang Jerman, membatalkan usaha mereka. Atas jasa-jasanya tersebut, sang perwira Zeni dinaikkan pangkatnya secara anumerta menjadi Major der Reserve tanggal 18 November 1943 sekaligus dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 26 Maret 1944. Medali-medali lain yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse (2 Juni 1940) dan I.Klasse (27 Juni 1940); Fallschirmschützenabzeichen der Luftwaffe; serta Deutsches Kreuz in Gold (19 Maret 1942). BTW, berhubung Ritterkreuz punya Adolff diterimanya setelah dia gugur, maka bisa dipastikan bahwa medali tersebut yang tercantol di leher Adolff di atas merupakan hasil tempelan!


 Oberfeldwebel Heinrich-Wilhelm Ahnert (29 April 1915 – 23 Agustus 1942) pertama kali berpartisipasi di kampanye Polandia dan Prancis sebagai pilot pengintai. Pada musim semi 1941 dia ditransfer ke Jagdwaffe, dan di bulan September tahun yang sama sudah mengemas empat kemenangan udara. Dalam ofensif musim panas di Rusia bulan Mei-Juni 1942 Ahnert "menggila" dengan mengemas 30 kemenangan! Tanggal 23 Agustus 1942 dia bertempur dengan sebuah pesawat pembom Rusia Petlyakov Pe-2 bermesin ganda di atas Koptewo. Pesawat Messerschmitt Bf 109 G-2 (W.Nr. 13508) “gelbe 9” yang dipilotinya terkena oleh tembakan balik dari gunner musuh dan Ahnert tewas setelah pesawatnya jatuh. Secara anumerta dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 23 Agustus 1942 sebagai Oberfeldwebel dan Flugzeugführer di 3.Staffel / I.Gruppe / Jagdgeschwader 52 (JG 52) / VIII.Fliegerkorps / Luftflotte 4. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (2 Maret 1942); Frontflugspange für Jäger in Gold; serta Deutsches Kreuz in Gold (27 Juli 1942). Sebagai seorang pilot pemburu Luftwaffe, dalam karirnya Ahnert mengemas 57 fliegerabschüße dengan 53 di antaranya dicetak di Front Timur. BTW, Perhatikan bahwa medali Ritterkreuz di lehernya adalah hasil tempelan!



SS-Sturmmann der Reserve Hermann Alber (12 November 1915 - 2 Agustus 1944) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes secara anumerta tanggal 26 Desember 1944 sebagai Truppmelder 9.Kompanie / SS-Panzer-Grenadier-Regiment 20 / 9.SS-Panzer-Division "Hohenstaufen" / II.SS-Panzerkorps / 6.SS-Panzerarmee / Heeresgruppe West. Medali prestisius ini diterimanya atas aksi heroik yang diperlihatkannya tanggal 2 Agustus 1944. Jam 08:00 di jalan antara Le Bény-Bocage, Catheolles, Montchauvet (Prancis), infanteri Inggris dibantu oleh lima tank memulai serangan terhadap pertahanan Jerman. Mereka dihadapi oleh tiga Panzer IV dari 6.Kompanie / SS-Panzer-Regiment 9 "Hohenstaufen" serta satu seksi pasukan pembantu dari 9.Kompanie / SS-Panzer-Grenadier-Regiment 20 yang dikomandani oleh Alber. Dia dan sembilan orang di bawah komandonya menyerbu bukit 221 Arcais selatan dan mampu menahan segambreng infanteri Inggris plus enam tank di La Vaupalière yang berada di bawah bukit. Tidak hanya itu, secara pribadi Alber menghancurkan sebuah tank Cromwell musuh menggunakan granat tangan! Sturmmann pemberani ini akhirnya gugur jam 19:30 di wilayah Le Desert, Montchauvet. Atas penghargaan untuk aksinya yang luar biasa, dia diganjar Ritterkreuz secara anumerta plus, ini yang super ajib, Eisernes Kreuz II.Klasse (6 Agustus 1944), Eisernes I.Klasse (7 Agustus 1944), dan Panzervernichtungsabzeichen in Silber. Jadinya, Alber mendapat empat medali sekaligus! Foto di atas memperlihatkan Alber dengan Ritterkreuz di lehernya yang merupakan hasil tempelan, sebuah praktek yang biasa dilakukan terhadap peraih medali yang telah gugur sebelum sempat meraih medalinya



Hauptmann Kurt Arendt (8 Oktober 1917 - 9 Januari 1945) bergabung sebagai Schütze di unit Nachrichtenzug dari Panzerabwehr-Abteilung 21 tanggal 1 Oktober 1936. Dalam kampanye di Polandia, Leutnant Arendt menjadi ajudan di Panzerabwehr-Abteilung 161, dilanjutkan dengan Panzer-Regiment 39 di Rusia. Setelah malang melintang di berbagai unit panzer, pada tanggal 7 November 1944 Hauptmann Arendt ditunjuk sebagai komandan Panzer-Abteilung 5 dan bertempur di Front Barat. Tanggal 9 Januari 1945 batalyon Arendt menjadi bagian dari Kampfgruppe Huss dan terlibat dalam serangan ke Hatten, Niedersachsen. Saat keluar dari hutan pukul 11:00, Kampfgruppe Huss mendapat tembakan gencar dari pasukan Sekutu yang bertahan sehingga komandan grup tempur tersebut memutuskan untuk memutar ke arah utara dan menghantam musuh dari belakang. Manuver ini berhasil sebagian besar berkat kinerja Arendt dan panzer-panzernya. Sayangnya, dia harus membayar keberhasilan ini dengan nyawanya saat gugur di hari yang sama di sekitar wilayah Bitsch, Lorraine. Jenazahnya kemudian dikebumikan di Kriegsgräberstätte di Gleiszellen-Gleishorbach, makam no.60. Untuk menghargai jasa-jasanya, komandan Arendt mengajukan proposal penganugerahan Ritterkreuz ke Oberkommando Wehrmacht, dan proposal tersebut disetujui. Dia secara resmi dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes secara anumerta tanggal 24 Februari 1945 sebagai Kommandeur Panzer-Abteilung 5 / Kampfgruppe Huss / 25.Panzergrenadier-Division / 1.Panzerarmee / Heeresgruppe G. Klaim istri mendiang bahwa dia juga dinaikkan pangkatnya secara anumerta menjadi Major masih belum terbukti. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse (2 Desember 1939) dan I.Klasse (1 Agustus 1941); Panzerkampfabzeichen in Silber (18 Agustus 1941); Allgemeines-Sturmabzeichen; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); serta Kriegsverdienstkreuz II.Klasse mit Schwertern (30 Januari 1944). BTW, foto Arendt menggunakan Ritterkreuz di atas, medalinya merupakan hasil tempelan meskipun tidak kelihatan bohongnya!


Oberstleutnant Paul Audorff (6 Februari 1904 – 17 Januari 1981) bergabung dengan 19. (Bayerische) Infanterie-Regiment tanggal 16 April 1923 dan kemudian berganti-ganti unit layaknya ganti kolor: Infanterie-Regiment 21 (10 April 1933), Infanterie-Regiment 42 (1 Oktober 1935), Infanterie-Regiment 330 (9 April 1940), Infanterie-Regiment 596 (26 Oktober 1940), dan Grenadier-Regiment 754 (10 November 1942). Setelah ikut serta dalam pertempuran di Polandia dan Prancis, Audorff ikut pula berpartisipasi bersama Afrikakorps di Tunisia. Pada tanggal 25 April 1943 pasukan Inggris melancarkan serangan besar-besaran di wilayah Medjez el Bab demi menerobos pertahanan Jerman dan mencapai Tunis. Audorff (yang kini menjadi komandan resimen) bertahan mati-matian dan secara pribadi berkeliling di front mengarahkan strategi membendung serangan infanteri musuh yang didukung oleh pasukan lapis baja. Atas kesuksesan usahanya dia direkomendasikan untuk mendapatkan Ritterkreuz. Akhirnya rekomendasi disetujui dan Audorff dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 13 Mei 1943 sebagai Oberstleutnant dan Kommandeur Grenadier-Regiment 754 / 334.Infanterie-Division / 5.Panzerarmee / Heeresgruppe Afrika. Sayangnya, berhubung dari sejak tanggal 8 Mei 1943 sang pahlawan sudah ditangkap oleh pasukan Amerika, maka medalinya terpaksa diberikan melalui perantaraan Palang Merah Internasional! Audorff sendiri baru dibebaskan dari kamp tawanan tanggal 11 Maret 1946. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Dienstauszeichnung der Wehrmacht III. dan IV.Klasse (2 Oktober 1936); Eisernes Kreuz II.Klasse (5 Oktober 1939) dan I.Klasse (6 Juni 1940); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Verwundetenabzeichen in Schwarz; serta Ärmelband "Afrika"


SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Franz Augsberger (10 Oktober 1905 – 19 Maret 1945) adalah anak pemilik hotel di Wina (Austria) yang mempelajari arsitektur dan teknik sipil selepas Perang Dunia Pertama. Pandangan nasionalismenya yang tinggi membuat dia bergabung dengan NSDAP cabang Austria tahun 1930 sebelum organisasi tersebut dilarang disana tiga tahun kemudian. Augsberger memilih untuk pindah ke Jerman dan meneruskan aktifitas Nazi-nya disana. Setelah bergabung dengan SS-Verfügungstruppe tanggal 1 Oktober 1934, dia berkarir di berbagai unit Waffen-SS di antaranya SS-Standarte “Der Führer”, SS-Standarte “Westland”, SS-Standarte “Nordland”, dan SS-Standarte 7. Prestasinya di medan perang membuatnya diserahi tugas untuk membentuk unit sukarelawan SS Estonia yang dinamakan 3. Estnische SS Freiwilligen Brigade bulan Agustus 1942. Pada bulan Januari 1944 unit ini diupgrade menjadi 20. Estnische SS-Freiwilligen-Division. Meskipun pada awalnya Ausgberger tidak mendapat kepercayaan penuh dari anakbuahnya yang orang Estonia, tapi pada akhirnya performanya di lapangan (dimana berkali-kali dia memimpin paling depan dalam pertempuran) serta empati yang ditunjukkannya pada mereka membuat dia menjadi komandan Jerman yang dicintai. Atas kinerja cemerlangnya dalam mempertahankan Oppeln dari serangan Soviet, Augsberger dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 8 Maret 1945 sebagai SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS dan Kommandeur 20.Waffen-Grenadier-Division der SS (estnische Nr. 1)  / VIII.Armeekorps / 17.Armee / Heeresgruppe Mitte. Tapi dia hanya menikmati status barunya sebagai seorang Ritterkreuzträger sebentar saja karena beberapa hari kemudian sang komandan divisi yang dihormati ini gugur dalam pertempuran di dekat Neustadt saat mobil yang ditumpanginya terkena hantaman bom Rusia. Sampai saat ini para veteran SS Estonia mengenangnya sebagai seorang pemimpin yang kebapakan, yang selalu mudah diajak bicara dan memperhatikan kesejahteraan prajuritnya. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Julleuchter der SS (16 Desember 1935); DRL Sportabzeichen in Bronze (1 Desember 1937); SA-Sportabzeichen in Bronze (1 Desember 1937); Ehrendegen des Reichsführer-SS (1 Desember 1937); SS-Ehrenring (1 Desember 1937); Deutsches Reiterabzeichen in Bronze; Dienstauszeichnung der NSDAP in Silber (15 jahre); SS-Dienstauszeichnung 2.Stufe (12 jahre); Ehrenwinkel der Alten Kämpfer; Medaille zur Erinnerung an den 13. März 1938 (1938); Eisernes Kreuz II.Klasse (4 Juli 1941) dan I.Klasse (15 September 1941); Vapaudenristin 3.Luokka (1 Desember 1941) dan 2.Luokka (30 Oktober 1943); Infanterie-Sturmabzeichen in Bronze (15 Januari 1942); Deutsches Kreuz in Gold (30 Mei 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (20 Juli 1942); serta Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (19 April 1945). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 9 Maret 1944


 Kartupos Röhr seri Ritterkreuzträger bergambar jagoan udara Luftwaffe Hauptmann Wilhelm Balthasar ini diterbitkan setelah kematiannya pada tanggal 3 Juli 1941. Disini terlihat bahwa medali Eichenlaub telah ditambahkan pada Ritterkreuz-nya, sebuah praktek edit foto yang biasa dilakukan pada masa Perang Dunia II bagi para pahlawan perang Jerman yang mendapatkan medalinya secara anumerta (setelah dia gugur). Balthasar sendiri sebenarnya dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub pada saat dia masih hidup (2 Juli 1941), tapi sayangnya dia "menikmati" statusnya sebagai seorang Eichenlaubträger hanya selama beberapa jam saja, karena sehari kemudian Balthasar tewas dalam pertempuran udara di atas Ardennes. Karenanya, tak diketahui adanya foto asli yang memperlihatkan dia mengenakan medali Eichenlaub-nya



Major Friedrich Bauer (23 September 1913 - 10 September 1943) bergabung dengan Panzerabwehr-Abteilung 17 tanggal 28 Oktober 1935 setelah menyelesaikan masa tugas wajibnya di Reichsarbeitsdienst (RAD). Bersama dengan unitnya tersebut dia ikut serta dalam penyerbuan Jerman ke Polandia tahun 1939, dilanjutkan dengan peran sebagai instruktur di Panzertruppenschule Wünsdorf sehingga tdak berpartisipasi dalam Blitzkrieg Wehrmacht di Barat tahun 1940. Setelah kembali bertugas di front depan dalam Unternehmen Barbarossa, Bauer ditransfer ke Panzer-Regiment 33 tanggal 10 April 1942 sebagai komandan kompi sekaligus komandan sementara detasemennya. Dalam pertempuran sengit di Ivanovka pada tanggal 6 Juli 1943 dia terluka parah oleh pecahan granat yang menghantam saraf otaknya sehingga harus dirawat secara intensif di rumah sakit. Bauer tak pernah pulih dan meninggal karena luka-lukanya tersebut pada tanggal 10 September 1943. Dua hari sebelumnya (8 September 1943), unitnya mengajukan rekomendasi penganugerahan Ritterkreuz untuk salah satu perwira terbaiknya itu, dan rekomendasi tersebut diterima beberapa hari kemudian sehingga Bauer mendapatkan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes secara anumerta tanggal 13 September 1943 sebagai Hauptmann dan Führer I.Abteilung / Panzer-Regiment 33 "Prinz Eugen" / 9.Panzer-Division / XXXXVII.Panzerkorps / 9.Armee / Heeresgruppe Mitte. Vorläufiges Besitzzeugnis-nya (Dokumen Pendahulu) sendiri tertanggal 15 September 1943. Selain mendapat medali, Bauer juga dinaikkan pangkatnya secara anumerta menjadi Major. Yang jadi pertanyaan adalah: kepahlawanan seperti apa yang membuat sang perwira tank ini mendapatkan kehormatan begitu rupa beberapa bulan setelah dia tergolek tak berdaya di rumah sakit? Ini alasannya: Dalam pertempuran di Orelbogen bulan Juli 1943, bagian samping divisinya terancam oleh serangan mendadak 45 tank Soviet. Tak berpikir panjang, Bauer dengan hanya bermodalkan 16 panzer medium menghadapi gerombolan tank musuh dan, hanya dalam beberapa jam, berhasil menghancurkan 30 tank musuh tanpa kehilangan satu panzer pun! Termasuk diantara korbannya di hari itu adalah 26 tank berat Soviet serta tiga tank land-lease produksi Amerika. Serangan balik brilian ini sekaligus juga mengamankan dataran tinggi yang strategis dari serangan musuh - yang kemudian mundur meninggalkan bangkai tank-tank rekan mereka yang telah hancur. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (September 1939); Eisernes Kreuz I.Klasse (4 Juli 1941); Panzerkampfabzeichen; serta Verwundetenabzeichen


 
Feldwebel Ludwig Bauer (24 Juli 1912 - 26 Oktober 1944) adalah anak seorang pembuat roda di Bavaria yang bergabung dengan Fahr-Ersatz-Abteilung 7 tanggal 22 April 1940. Tak lama setelahnya dia dipindahkan ke Grenadier-Ersatz-Bataillon 61, berlanjut ke Veterinär-Ersatz-Abteilung 7 (23 Agustus 1941), Veterinär-Kompanie 387 (5 Februari 1942), dan Grenadier-Regiment 541 (11 September 1942). Setelah terluka dalam pertempuran, pada tanggal 14 Juni 1943 dia dipindahkan lagi ke Grenadier-Ersatz-Bataillons 61, lalu ke Grenadier-Regiment 117 (1 Oktober 1943) yang beroperasi di medan perang Italia. Bauer ikut serta dalam pertempuran defensif di wilayah Adriatik. Pada tanggal 7 September 1944 dia dan anakbuahnya berhasil merebut sebuah desa bernama Il palazzo dari tangan musuh sehingga dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 23 Oktober 1944 sebagai Unteroffizier der Reserve dan Gruppenführer di 5.Kompanie / II.Bataillon / Grenadier-Regiment 117 / 98.Infanterie-Division / LLVI.Armeekorps / 10.Armee / Heeresgruppe C. Hanya berselang beberapa hari kemudian sang bintara Ritterkreuzträger terluka parah dalam pertempuran dan meninggal karenanya tanggal 26 Oktober 1944 di Hauptverbandsplatz St. Lamzo, Morciano (selatan Rimini). Secara anumerta pangkatnya dinaikkan satu tingkat menjadi Feldwebel der Reserve. Keluarga Bauer sangat terpukul mendengar berita gugurnya sang pahlawan karena sebelumnya dua orang adiknya telah mendahului berpulang ke Rahmatullah: Oberfeldwebel Gottfried Bauer (14 Oktober 1914 - 26 Juli 1943) yang gugur di Kursk, dan Gefreiter Richard Bauer (13 November 1924 - 8 Agustus 1943) yang gugur di Smolensk. Saving Private Ryan dalam kehidupan nyata! Medali dan penghargaan lain yang diraih oleh Ludwig Bauer: Eisernes Kreuz II.Klasse (4 Januari 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); Eisernes Kreuz I.Klasse (1 September 1943); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Verwundetenabzeichen in Silber; serta Nahkampfspange in Bronze (1944). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 10 September 1944. Dalam foto ini kita bisa melihat medali Ritterkreuz dan Nahkampfspange-nya merupakan tempelan!



Oberleutnant der Reserve Dr.jur. Adolf Baum (28 Oktober 1916 - 4 Desember 1942) adalah anak dari petugas jawatan kereta api Austria yang pertama kali bergabung dengan militer negaranya sebelum pindah ke Wehrmacht tahun 1938. Meskipun pada awalnya bertugas sebagai prajurit infanterie, setelah "Anschluß" (bersatunya Austria dengan Jerman) dia memilih untuk meneruskan karir di unit Flak-Artillerie (Flak-Regiment 13, Flak-Regiment 61, dan Flak-Regiment 37). Baum ikut berpartisipasi dalam penyerbuan Jerman ke Polandia (1939), Barat (1940) dan Balkan (1941). Menariknya, di sela-sela tugas militer dia masih menyempatkan diri untuk meneruskan pendidikan ke yang lebih tinggi dan lulus dari Universitas Wina dengan gelar Dr.jur. (Doctor Juris) pada bulan Maret 1942. Tak lama kemudian Baum ditempatkan di wilayah Mius (Ukraina), dan berlanjut terus sampai ke Stalingrad. Dalam Pertempuran Novo-Belenkaya di bulan September 1942 Baum membuktikan kehandalannya sebagai komandan baterai artileri udara dalam menghadapi Tentara Merah di utara Stalingrad. Dia memfungsikan meriam-meriamnya sebagai senjata anti-tank dan berhasil menghancurkan 13 buah tank T-34 (dari 17 tank) yang menyerang posisi pertahanannya! Hancurnya pasukan tank Rusia membuat sayap utara 6. Armee yang bertempur di dalam kota menjadi aman (untuk sementara waktu). Tak lama kemudian, tanggal 15 Oktober 1942, Baum terluka di bagian paha dan lengan sehingga harus ditarik dari front untuk mendapatkan perawatan di Heeres-Lazarett Krakow (Polandia). Di rumah sakit dia menderita komplikasi penyakit kuning sehingga kondisinya tambah memburuk dan meninggal tak lama kemudian di bulan Desember 1942. Untuk menghargai jasa-jasanya, Baum dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes secara anumerta tanggal 21 Desember 1942 sebagai Oberleutnant der Reserve dan Führer 5.Batterie / Flak-Regiment 37 (motorisiert) / 9.Flak-Division / I.Flakkorps / Luftflotte 4. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (18 Juli 1940); Eisernes Kreuz I.Klasse (19 April 1941); Flak-Kampfabzeichen der Luftwaffe (1941); Verwundetenabzeichen in Schwarz (1942); serta Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (9 September 1942)

 Generalleutnant Wolf Hagemann (20 Juli 1898 - 12 September 1983) adalah perwira Gebirgsjäger yang dianugerahi Ritterkreuz tanggal 4 September 1940 sebagai Oberstleutnant dan Kommandeur III.Bataillon/Gebirgsjäger-Regiment 139, serta Eichenlaub #484 tanggal 4 Juni 1944 sebagai Generalmajor dan Kommandeur 336. Infanterie-Division. Foto di atas memperlihatkan saat Hagemann masih berpangkat sebagai Hauptmann (1 April 1933 - 1 Oktober 1936). Karenanya, Ritterkreuz yang tergantung di lehernya, schulterklappen (tanda pangkat bahu), dan bahkan hoheitsadler-nya kemungkinan adalah tempelan!




Medali Eichenlaub yang tergantung di leher Jagoan Stuka Oberst Dr.jur. Ernst Kupfer (1907-1943) ini merupakan hasil tempelan


Keliatan banget kalau medali Eichenlaub yang tertempel di foto jagoan kapal selam Kapitänleutnant Rolf Mützelburg ini adalah tempelan, dan caranya pun begitu amatir sekali!



SS-Untersturmführer Peter Renold (6 Juni 1924 - 13 April 1995) disebut-sebut sebagai Ritterkreuzträger satu-satunya yang berkewarganegaraan Swiss! Klaim ini patut dipertanyakan, baik mengenai Ritterkreuz yang dia terima maupun kewarganegaraannya: Dia memang lahir di Wollishofen/Kanton Zürich, tapi ya sekedar numpang lahir dan tetap dibesarkan di wilayah Jerman yang berbatasan dengan Swiss. Dia bergabung dengan Waffen-SS bulan November 1941 setelah sebelumnya menjadi anggota Hitlerjugend. Ditransfer ke Brandenburgers medio 1942-1943, dia terlibat dalam 16 misi tempur di belakang garis pertahanan Rusia sebelum kembali ke Waffen-SS sebagai anggota SS-Fallschirmjäger-Bataillon 500 dan ikut ambil bagian dalam Unternehmen Rösselsprung bulan Mei 1944 (serangan terhadap markas pemimpin Partisan Yugoslavia Josip Broz Tito). Di akhir perang Renold kembali pindah unit, kali ini ke SS-Panzergrenadier-Regiment 5/3.SS-Panzer-Division "Totenkopf". Sebagai anggota unit ini dia mendapat julukan "Panzerbubi" setelah menghancurkan 9 tank sehingga diberitakan mendapat Ritterkreuz sebagai ganjarannya tanggal 6 Mei 1945 (foto bukti di atas yang memperlihatkan RK di lehernya berasal dari buku "An deutscher Seite: Internationale Freiwillige von Wehrmacht und Waffen- SS" karya Hans Werner Neulen). Tapi klaim terakhir ini tidak pernah terbukti, dan dalam Das-Ritterkreuz, Wikipedia, catatan Bundesarchiv Zentralnachweisstelle Aachen, serta dalam buku "Their Honor Was Loyalty!: An Illustrated and Documentary History of the Knight's Cross Holders of the Waffen-SS and Police, 1940-1945" karya Jost W. Schneider sama sekali tidak tercantum namanya! Foto di atas sendiri merupakan hasil editan pasca perang dengan ditempelkannya Ritterkreuz di lehernya

Medali Ritterkreuz yang dikenakan oleh SS-Oberscharführer Adolf Rüd ini sudah pasti tempelan, karena dia mendapatkannya secara anumerta. Rüd terbunuh dalam pertempuran tanggal 2 Agustus 1944, dan tanggal 23 Agustus 1944-nya dia dianugerahi Ritterkreuz sebagai penghargaan atas jasa-jasanya. Selain itu, pangkatnya juga dinaikkan satu tingkat secara anumerta menjadi SS-Hauptscharführer


Oberst Günter Schwartzkopff tewas tanggal 14 Mei 1940 saat pesawat Ju 87 yang membawanya tertembak jatuh oleh tembakan senjata anti serangan udara musuh. Dia secara anumerta dianugerahi Ritterkreuz tanggal 24 November 1940 dan secara anumerta pula pangkatnya dinaikkan satu strip menjadi Generalmajor tanggal 28 Juni 1944. Jadi jelas-jelas medali Ritterkreuz yang nempel di foto Schwartzkopff ini (dengan seragam Oberstleutnant) adalah tempelan. Uniknya, foto ini adalah koleksi Bundesarchiv Jerman, jadi kemungkinan besar medalinya sudah "nempel" disana dari sejak zaman perang!


 Foto ini mulai dipublikasikan ke masyarakat Jerman bulan Mei 1940, tak lama setelah kesuksesan penyerbuan Eben-Emael dan penganugerahan Ritterkreuz untuk Generalleutnant Kurt Student (Kommandeur 7. Flieger-Division) tanggal 12 Mei 1940. Anehnya, dalam foto ini Student masih berpangkat Generalmajor dan kelihatan Ritterkreuz-nya juga hasil tempelan! Lah? Penyebabnya adalah karena berselang hanya dua hari setelah dia mendapatkannya, Student terluka parah di bagian kepala sehingga mengharuskannya dirawat di rumah sakit sampai lima bulan! Ada cerita menarik di balik lukanya: Saat itu pukul 20:30 malam. Generalleutnant Student ditemani oleh Oberstleutnant Dietrich von Choltitz (Kommandeur III.Bataillon / Infanterie-Regiment 16) dan Hauptmann Hümner (Staff XXXIX. Armeekorps) sedang menegosiasikan penyerahan kota Rotterdam dengan Kapitein J.D. Backer, perwakilan Kolonel P.W. Scharroo yang sedang absen, di markas besar pasukan Belanda di Statenweg 149a. Di waktu yang sama datang elemen dari 15. SS-Kradschützensturm Kompanie pimpinan SS-Hauptsturmführer Kurt "Schnell" Meyer yang rencananya akan bertemu dengan pasukan Student. Di persimpangan Statenweg di jalan yang menuju ke Den Haag terjadilah tragedi: Pasukan SS, yang dalam perjalanan telah beberapa kali berhenti gara-garus harus mengeliminasi kantong perlawanan Belanda, dari kejauhan melihat pasukan Belanda bersenjata lengkap di dekat sebuah taman kecil. Sesuai textbook mereka turun dari motor masing-masing, berlindung dan mulai menembaki pasukan Belanda, yang langsung kocar-kacir kaget. Mereka sama sekali tidak tahu bahwa tentara-tentara Belanda itu sedang menunggu hasil negosiasi antara Backer dengan Student yang dilangsungkan di dekat taman. Di dalam markas yang terletak di loteng, Student sedang mempelajari sebuah peta besar kota Rotterdam saat tiba-tiba senapan mesin mulai menyalak dan sebuah peluru menghantam kaca jendela diikuti dengan teriakan Kapten Backer, "Berlindung!" Student yang merasa terkejut dan terganggu beranjak ke jendela untuk melihat apa yang terjadi, ketika kepalanya dihantam oleh peluru di atas kening kanan. Yang lainnya langsung tiarap ke lantai. Choltitz berteriak pada Backer, "Stellen Sie das ein, bitte!" (buat mereka berhenti). Sang Kapten menjawab bahwa tembakan itu pastilah dari pihak Jerman. "Lalu ikuti saya keluar," kata Choltitz di tengah desingan peluru. "Setelah anda, Herr Oberst," jawab Backer. Choltitz secara perlahan menuruni tangga dan berjalan ke arah pintu, membawa bendera putih dan kemudian sekuat tenaga berteriak sambil melambai-lambaikan benderanya, "Nicht schiessen, nicht schiessen!" Tak lama kemudian tembakan berhenti dan para prajurit Kradschützen berjalan kaki dengan waspada ke arah Choltitz. Seakan melihat film horor, mereka luar biasa terkejut ketika mendapati para anggota Luftlandetruppen Jerman di antara tentara Belanda. Beberapa di antaranya telah terkena peluru. Langsung saja tentara Belanda yang ada diperintahkan untuk menghadap ke tembok, siap untuk dieksekusi. Untunglah Choltitz buru-buru datang ditemani oleh Backer untuk menenangkan situasi. Ketika para Kradschützen melihat darah di seragam Jenderal Student yang berasal dari luka-luka di kepalanya mereka langsung murka karena menyangka pihak Belanda lah yang telah melakukannya! "Mereka telah membunuh jenderal Student" langsung menyebar, dan senapan mesin segera diarahkan ke dinding dimana tentara Belanda berjajar, tapi ketika Choltitz berdiri merentangkan tangan di antara senapan dan tentara Belanda, pasukan SS dari Leibstandarte tersebut langsung tenang kembali. Choltitz menerangkan apa yang sebenarnya telah terjadi, dan orang-orang Meyer tersebut langsung ngeri melihat apa yang telah mereka lakukan. Choltitz memerintahkan agar para prajurit Belanda ditempatkan di bawah penjagaan di dalam sebuah gereja, sementara 15. SS-Kradschützensturm Kompanie meneruskan perjalanan mereka guna membebaskan 22. Infanterie-Division (Generalleutnant Hans Graf von Sponeck) yang masih terkepung. Generalleutnant Student sendiri segera dibawa ke rumah sakit terdekat dimana seorang dokter bedah Belanda mengoperasi dan menyelamatkan nyawanya

 
Wolf von Stutterheim, peraih dua medali bergengsi dalam dua Perang Dunia, Pour le Mérite (Perang Dunia I) dan Ritterkreuz (Perang Dunia II). Keduanya nongol dalam foto di atas. Saya luar biasa yakin kalau medali Ritterkreuz yang ada di foto ini adalah tempelan dan bukan asli. Sebabnya sederhana: ketika dia dianugerahi Ritterkreuz, Stutterheim masih mendapat perawatan atas luka-luka parah yang dideritanya (dan kemudian dia pun meninggal akibat luka-lukanya tersebut), jadi rada tidak mungkin ketika dia masih sempat berfoto di studio sambil majangin medali barunya!


SS-Obersturmführer Michael Wittmann memakai fellmantel (jaket bulu) dan knautschmütze (crusher cap/topi remas), sementara lehernya berhiaskan medali Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes yang didapatkannya tanggal 30 Januari 1944. Foto ini diambil di Belgia oleh Kriegsberichter Max Büschel (SS-Kavallerie Brd. 1941, LSSAH Kurskand Zhitomir 1943-1944, Hohenstaufen musim semi 1944 di Galicia, LSSAH akhir musim semi 1944 di Belgia) dan tertanggal 9 Februari 1944. Memang pada periode ini Wittmann sudah berkalungkan Eichenlaub, tapi bila anda perhatikan lebih lanjut... Eichenlaub-nya hasil editan! Bener-bener kagak ngerti saya!


 Oberleutnant Gert Blume (5 Juli 1919 - 23 Mei 1942) adalah pilot pembom jempolan di 1.Staffel / I.Gruppe / Kampfgeschwader 51 "Edelweiss" yang gugur pada musim semi 1942 saat pesawat Junkers Ju 88 A-4 "9K+GB" (Werknummer 5721) yang dipilotinya ditembak jatuh oleh pesawat pemburu Rusia di atas Kharkov. Ikut gugur pula ketiga awaknya: Oberfeldwebel Christof Müller, Feldwebel Heinrich Deussen dan Unteroffizier Werner von Drage. Pria kelahiran Schwelm ini kemudian dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold secara anumerta tanggal 2 Juli 1942, dan medalinya tersebut tampak ditempelkan menggunakan teknik fotografi dalam foto koleksi Peter Weinsoldner di atas. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Flugzeugführer- und Beobachterabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse; Eisernes Kreuz I.Klasse; Frontflugspange für Kampfflieger; serta Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (1 Desember 1941)
-----------------------------------------------------------------

MEDALI PENGGANTI / IMITASI

Foto hasil cropping yang disatukan ini diambil pada tanggal 15 September 1941 di Front Timur dan memperlihatkan SS-Hauptsturmführer Hans Scappini (kiri, Chef 10.Kompanie / II.Bataillon / Leibstandarte SS Adolf Hitler) bersama dengan atasannya, SS-Sturmbannführer Theodor "Teddy" Wisch (Kommandeur II.Bataillon / Leibstandarte SS Adolf Hitler). Pada saat foto ini diambil, Wisch baru saja mendapat pemberitahuan melalui Funkspruch (berita radio) bahwa dia telah dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes oleh Führer und Oberste Befehlshaber der Wehrmacht, dengan dokumen serta medalinya menyusul dikirim melalui kurir. Dalam foto ini sendiri terlihat Wisch sedang memegang Funkspruch bersejarah tersebut dengan tangan kirinya, sementara Scappini sedang membantu memasangkan "Ritterkreuz darurat" di leher sang Bataillonskommandeur. Medalinya sendiri merupakan hasil konversi dari Eisernes Kreuz II.Klasse (penjelasannya di bawah)!


 
Foto ini memperlihatkan SS-Sturmbannführer Theodor "Teddy" Wisch (kiri, Kommandeur II.Bataillon / Leibstandarte SS Adolf Hitler) bersama dengan SS-Obersturmführer Josef "Jupp" Diefenthal (Adjutant II.Bataillon / Leibstandarte SS Adolf Hitler) pada tanggal 15 September 1941, di hari dia mendapat pengumuman penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes melalui radio. Perhatikan bahwa medali Ritterkreuz-nya tampak lebih kecil dari ukuran biasanya! Menurut buku sejarah divisi Leibstandarte SS Adolf Hitler karangan Rudolf Lehmann, disebutkan bahwa ketika "Funkspruch" (berita radio) resmi tentang penganugerahan medali tersebut sampai ke markas besar divisi yang berada di front depan, maka para anggota Leibstandarte segera berimprovisasi membuat medali sementara sebelum medali aslinya datang. Medali itu adalah medali Eiserne Kreuz II klasse. Apakah berarti medali "imitasi" tersebut yang tampak dalam foto di atas? BTW, Diefenthal mengenakan adjutant-schnur (tambang ajudan) yang tersambung dengan peluit ke saku seragamnya


Gefreiter Hans Baindner. Menerima Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 24 Juni 1944 sebagai Gefreiter dan MG-Schütze di 11.Kompanie / III.Bataillon / Jäger-Regiment 228 / 101.Jäger-Division / XI.Armeekorps / 1. ungarische Armee / Heeresgruppe Nordukraine. Uniknya, medali yang tergantung di lehernya bukanlah Ritterkreuz melainkan Eisernes Kreuz II klasse yang menjadi pengganti sementara karena Ritterkreuz aslinya saat itu belum datang!


 
 Kapitänleutnant Ernst Bauer (3 Januari 1914 - 12 Maret 1988) mendapat kabar melalui pesan radio dari Befehlshaber der Unterseeboote bahwa dia telah dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 16 Maret 1942. Pada saat itu dia masih berada di lautan, berpatroli bersama dengan kapal selam U-126 dari tipe IXC yang dikomandaninya. Untuk merayakan penganugerahan tersebut, maka segenap awak U-126 mengalungkan kepada kaptennya sebuah Ritterkreuz "jadi-jadian" yang dibuat dari bahan karton tebal, yang kemudian dipakai oleh Bauer sampai dia pulang ke pangkalannya di Lorient (Prancis) tanggal 29 Maret 1942! Barulah di saat itu sang kapten kapal selam jagoan mendapatkan medali aslinya. Selama karirnya sebagai kapten U-boat, Bauer tercatat ikut serta dalam lima patroli laut dengan total 391 hari di lautan, sekaligus menenggelamkan 26 kapal dengan total tonase 119.010 GRT serta merusakkan empat kapal dengan total tonase 31.304 GRT



Pada awalnya timbul keyakinan bahwa medali Ritterkreuz yang dipakai oleh Kapitän zur See Ernst-Felix Krüder dalam foto pertama adalah hasil tempelan di studio, baik dilakukan pasca perang maupun saat perang masih berlangsung, tapi kemudian menyeruak foto kedua yang memperlihatkan medali versi 'aneh' yang sama dipakai oleh Krüder! Ini berarti bahwa Ritterkreuz tersebut adalah asli dan bukan hasil edit Photoshop atau sejenisnya. Tapi dalam sejarahnya, tak pernah ada medali Ritterkreuz berbentuk seperti itu. Lalu diketahui bahwa Krüder adalah kapten hilfskreuzer (kapal pembantu) 'pinguin'. Dia menerima Ritterkreuz tanggal 22 Desember 1940 saat berada di lautan, dan menemui ajal saat kapalnya ditenggelamkan oleh Sekutu tanggal 8 Mei 1941. Secara anumerta Krüder dianugerahi Eichenlaub. Tentu saja dalam selang waktu antara penerimaan Ritterkreuz sampai dengan kematiannya dia pasti telah diberikan Ritterkreuz 'asli' sesuai ketentuan, tapi ternyata Krüder lebih menyukai memakai medali Ritterkreuz "dadakan" yang dipersembahkan oleh awak kapalnya di atas laut saat berita penganugerahan Ritterkreuz-nya diterima!



Sumber :

Buku "An deutscher Seite: Internationale Freiwillige von Wehrmacht und Waffen- SS" karya Hans Werner Neulen 
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi pribadi Gareth Collins
www.audiovis.nac.gov.pl
www.en.wikipedia.org
 
www.forum.axishistory.com
www.geocities.com
www.luftwaffe.cz 
www.ritterkreuztraeger-1939-45.de
www.wehrmacht-awards.com

No comments: