Friday, February 28, 2020

Foto 353. Infanterie-Division




DIVISIONSKOMMANDEUR (KOMANDAN DIVISI)

 Oberst Kurt Hummel (2 Maret 1945 - 8 April 1945)
Oberst Kurt Hummel (17 November 1901 - 20 Januari 1959) menjadi anggota 1.Kompanie / Freiwilligen-Feldergänzungsbataillon 1 pada tanggal 28 Maret 1919. Setelah itu karir militernya kebanyakan berputar di sekitar Infanterie-Regiment 10. Saat Perang Dunia II pecah, Kummel bertugas sebagai Komandan Batalyon di Infanterie-Regiment 163 dengan pangkat Major. Dia dipromosikan menjadi Oberstleutnant pada tanggal 1 Februari 1942, dan Oberst pada tanggal 1 Juli 1943. Dia dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 15 Mei 1944 sebagai Oberst dan Kommandeur Grenadier-Regiment 124 / 72.Infanterie-Division. Meskipun pangkatnya tidak pernah beranjak menjadi jenderal, tapi Kummel sempat dipercaya untuk memimpin beberapa divisi ini (meskipun sifatnta hanya pengganti sementara): 304. Infanterie-Division (2 Oktober 1944 - 5 November 1944), 79. Volksgrenadier-Division (30 Desember 1944 - 25 Februari 1945), 353. Infanterie-Division (2 Maret 1945 - 8 April 1945), dan 3. Fallschirmjäger-Division (8 April 1945 - 16 April 1945). Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse (28 Oktober 1939) und I.Klasse (19 Juni 1940); Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 (20 Mei 1940); Deutsches Kreuz in Gold (29 Oktober 1943); Verwundetenabzeichen in Schwarz (16 Februari 1944)'; serta Infanterie-Sturmabzeichen (1 Mei 1944)


Sumber :
www.axishistory.com

Foto 304. Infanterie-Division



DIVISIONSKOMMANDEUR

 Oberst Kurt Hummel (2 Oktober 1944 - 5 November 1944)
Oberst Kurt Hummel (17 November 1901 - 20 Januari 1959) menjadi anggota 1.Kompanie / Freiwilligen-Feldergänzungsbataillon 1 pada tanggal 28 Maret 1919. Setelah itu karir militernya kebanyakan berputar di sekitar Infanterie-Regiment 10. Saat Perang Dunia II pecah, Kummel bertugas sebagai Komandan Batalyon di Infanterie-Regiment 163 dengan pangkat Major. Dia dipromosikan menjadi Oberstleutnant pada tanggal 1 Februari 1942, dan Oberst pada tanggal 1 Juli 1943. Dia dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 15 Mei 1944 sebagai Oberst dan Kommandeur Grenadier-Regiment 124 / 72.Infanterie-Division. Meskipun pangkatnya tidak pernah beranjak menjadi jenderal, tapi Kummel sempat dipercaya untuk memimpin beberapa divisi ini (meskipun sifatnta hanya pengganti sementara): 304. Infanterie-Division (2 Oktober 1944 - 5 November 1944), 79. Volksgrenadier-Division (30 Desember 1944 - 25 Februari 1945), 353. Infanterie-Division (2 Maret 1945 - 8 April 1945), dan 3. Fallschirmjäger-Division (8 April 1945 - 16 April 1945). Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse (28 Oktober 1939) und I.Klasse (19 Juni 1940); Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 (20 Mei 1940); Deutsches Kreuz in Gold (29 Oktober 1943); Verwundetenabzeichen in Schwarz (16 Februari 1944)'; serta Infanterie-Sturmabzeichen (1 Mei 1944)



Sumber :
www.balsi.de
www.forum.axishistory.com

Sunday, February 23, 2020

Foto 4. Fallschirmjäger-Division




Foto hasil karya koresponden perang Ernst Haas (Kriegsberichterzug XI. Fliegerkorps) yang dibuat pada bulan Februari-Maret 1944 ini memperlihatkan para prajurit dari Batalyon pertama atau kedua dari Fallschirmjäger-Regiment 11 / 4.Fallschirmjäger-Division. Mereka sedang beristirahat di sela-sela mempersiapkan garis pertahanan di sepanjang sungai Moletta yang berada di sekitar wilayah Anzio, Nettuno (Italia). 4. Fallschirmjäger-Division sendiri adalah divisi penerjun payung Luftwaffe yang didirikan di Venezia, Italia, pada bulan November 1943. Mereka ditempatkan di sekitar wilayah Anzio untuk melawan aksi pendaratan amfibi pihak Sekutu yang dilakukan pada bulan Januari 1944 (Operation Shingle). Secara keseluruhan, divisi yang dipimpin oleh Generalleutnant Heinrich Trettner ini berada di bawah komando I. Fallschirmkorps (General der Fallschirmtruppe Alfred Schlemm)


 Posisi pertahanan prajurit-prajurit Fallschirmjäger-Regiment 11 (bagian dari 4. Fallschirmjäger-Division) di sektor Ardea, utara Anzio dan Nettuno, pada bulan Februari-Maret 1944. Salah seorang dari mereka tampak membiarkan janggut tumbuh di wajahnya, suatu hal yang biasa dilakukan saat sedang berlangsungnya misi tempur di front terdepan. Sementara itu, prajurit lainnya "sibuk" melakukan kegiatan yang biasa dilakukan di saat bersantai: minum air dari flask, merokok, dan mengupas buah-buahan. Foto ini dibuat oleh koresponden perang Ernst Haas dari Kriegsberichterzug XI. Fliegerkorps


 Oberleutnant Johann "Hans" Engelhardt (kedua dari kanan, Chef 2.Kompanie / I.Bataillon / Fallschirmjäger-Regiment 11 / 4.Fallschirmjäger-Division), yang baru saja dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes, berfoto bersama dengan anakbuahnya di sektor Anzio-Nettuno, Italia, bulan Maret 1944. Tidak lupa ikut mejeng Kriegsberichter Thönnessen (kanan), koresponden perang dari Heer yang biasa meliput unit-unit Fallschirmjäger. Engelhardt sendiri mendapatkan Ritterkreuz pada tanggal 29 Februari 1944 sebagai Chef 8.Kompanie / II.Bataillon / Fallschirmjäger-Regiment 6 / 2.Fallschirmjäger-Division, yang merupakan unit dia sebelumnya. Foto ini dibuat oleh koresponden perang Ernst Haas dari Kriegsberichterzug XI. Fliegerkorps


Sumber :
www.archives.ecpad.fr
www.en.wikipedia.org
www.histomil.com
www.wehrmacht-awards.com

Saturday, February 22, 2020

Aksi Berani Berbuah Medali

AFRIKAKORPS



Oberstleutnant der Reserve Wilhelm Bach (5 November 1892 – 22 Desember 1942) adalah salah satu karakter yang paling tidak biasa dalam tubuh Afrikakorps. Dia merupakan seorang mantan pastor Lutheran yang juga salah satu komandan batalyon terbaik yang dipunyai Erwin Rommel. Meskipun pangkatnya membuat ia selayaknya dihormati, tapi dia adalah salah satu komandan Jerman yang paling bersahabat, paling cu'ek dan paling santai yang berada di bawah komando si Serigala Rumah Makan Padang eh Padang Pasir Rommel! Ketika Erwin Rommel mencapai Afrika di bulan Februari 1941, dia diperkenalkan kepada para perwira yang menyambutnya. Dia tidak tersenyum atau mencoba bersikap bersahabat. Dia tahu tak ada waktu untuk beramah tamah dan ngadu huntu karena dia harus menguji mereka dalam pertempuran terlebih dahulu. Tapi ada satu orang perwira yang begitu dibenci Rommel pada awalnya: dia adalah Hauptmann Bach, seorang veteran pertempuran Prancis sama seperti Rommel dan peraih medali Eisernes Kreuz I klasse. Bach pernah terluka di lututnya sehingga kemana-mana dia selalu membawa tongkat. Rommel tidak menyukai kenyataan bahwa ada seorang komandan pasukan "tidak sehat" di bawah komandonya, apalagi setelah dia mengetahui bahwa Bach juga adalah seorang pendeta Lutheran. Seorang pendeta bertempur??? Tak pernah terbayangkan! Beberapa bulan kemudian, Rommel berbalik mencintai dan mengagumi Bach. "Si Pincang" ternyata adalah master dari meriam artileri 88mm, sehingga seakan-akan benda tersebut menyatu dalam dirinya. Berkali-kali dia memanfaatkan senjata yang sejatinya ditujukan untuk melawan pesawat udara itu untuk menghantam tank-tank Inggris yang mencoba mengancam posisi Jerman. Bahkan meskipun kapten Bach tidak pernah terlihat memakai seragamnya dengan benar (dan kadangkala tampak culun!), dia begitu dicintai para bawahannya. Wajar saja, karena Bach tidak pernah menjaga jarak sejengkalpun, dan dia menganggap para prajuritnya sebagai anak kandung yang diperlakukan dengan penuh kehangatan. Bach adalah salah satu figur yang paling mudah dikenali di seantero Afrikakorps... Rokok yang selalu menempel di mulutnya, kumis ala Hitler dan kacamata miopik, semuanya telah sama diketahui oleh para penembak artileri DAK. Major Bach pula lah yang berhasil menahan serbuan 20.000 pasukan Inggris dari 12th Corps di Halfaya Pass dengan hanya bermodalkan 4.000 orang saja! Dengan gagah berani dia mempertahankan Halfaya Pass (biasa dinamakan dengan "Hellfire Pass" oleh pihak Sekutu) sampai akhirnya pasokan suplainya terputus dan dia sama sekali terkepung tanggal 17 Januari 1942 sehingga kemudian terpaksa menyerah. Sebagai tawanan perang dia dikirimkan ke Kanada dimana dia meninggal karena kanker (saya tidak mendapat data kanker apa, tapi kemungkinan kanker paru-paru karena hobi merokoknya yang gila-gilaan!) akhir tahun itu juga, tepatnya tanggal 22 Desember 1942. Rasa cinta pasukannya ditunjukkan dengan adanya sebuah tanda peringatan dari kayu yang ditempatkan di sudut pemakaman dan terpisah dari kuburannya. Wilhelm Bach sendiri dikuburkan di Woodland Cemetery yang terletak di Kitchener, Ontario (Kanada). Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 9 Juli 1941 sebagai Hauptmann der Reserve dan Kommandeur I.Bataillon / Schützen-Regiment 104 / 5.leichte-Division / Deutsches Afrika-Korps (DAK). Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (7 Mei 1915) dan I.Klasse (31 Januari 1920); Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918 (24 Oktober 1934); 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (12 Juni 1940) dan I.Klasse (17 Juli 1940); Verwundetenabzeichen in Schwarz; serta Infanterie-Sturmabzeichen in Silber

 ---------------------------------------------------------------------------

GEBIRGSJÄGER

 Oberstleutnant Otto Stampfer (13 Januari 1913 - 5 Februari 1945) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 23 Juli 1942 sebagai Hauptmann dan Führer III.Bataillon / Gebirgsjäger-Regiment 136 / 2.Gebirgs-Division. Aksi yang membuatnya diganjar oleh medali prestisius tersebut kemudian disebutkan dalam pengumuman harian Divisionskommandeur Generalmajor Georg Ritter von Hengl tertanggal 26 Juli 1942: "Führer dan Panglima Tertinggi Wehrmacht telah menganugerahkan Ritterkreuz untuk Hauptmann Stampfer. Adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya untuk memberi selamat secara pribadi - atas nama seluruh anggota 2. Gebirgs-Division - kepada perwira luar biasa satu ini, yang telah teruji dalam begitu banyak pertempuran. Di musim panas tahun lalu, Hauptmann Stampfer telah memimpin 12. Kompanie dengan penuh keberanian sekaligus penuh perhitungan. Meskipun kompinya menderita korban besar dalam pertempuran di kamp Bolischaja Liza beberapa hari sebelumnya, tapi dia masih mampu untuk memimpin anakbuahnya dalam menyerbu Bukit 200 yang strategis dalam sebuah serangan yang berani. Setelah Hauptmann Stampfer mengambil alih komando III./Gebirgsjäger-Regiment 136 di bulan April 1942, dia diperbantukan di Kampfgruppe Penanen dengan tujuan untuk membantu menguasai kamp Soviet di wilayah Luttojoki. Dengan semangat ofensif yang patut dijadikan contoh, batalyon pimpinannya berhasil menduduki kamp yang dipertahankan dengan kuatnya tersebut, di bawah kepemimpinan langsung sang komandan. Dalam prosesnya, mereka mampu merebut 41 buah bunker / posisi pertahanan, sekaligus memusnahkan satu kompi pasukan elit Soviet sampai manusia yang terakhir. Setelah istirahat singkat, batalyon tersebut kemudian digunakan kembali di akhir bulan April. Sebagai bagian dari Kampfgruppe Hofmeister, mereka memegang peranan penting dalam menghancurkan Brigade Ski-Rusa ke-4 dan 6 Rusia. Pemberian medali perang tertinggi Jerman tersebut adalah sebagai sebuah penghargaan yang layak atas prestasi luar biasa yang telah ditorehkan oleh Hauptmann Stampfer, meskipun hal tersebut juga berlaku untuk seluruh anggota III./Gebirgsjäger-Regiment 136 yang telah sama-sama membuktikan ketangguhannya. Divisi ini merasa sangat bangga terhadap Ritterkreuzträger-nya yang termuda, yang menjadi anggota ke-5 dari 2. Gebirgs-Division yang mendapatkan medali setinggi itu". Medali dan penghargaan lain yang diterima oleh Otto Stampfer: DRL Sportabzeichen; Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV.Klasse; Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42; Infanterie-Sturmabzeichen; serta Vapaudenristin ritarikunta (Finlandia)


Sumber :
www.deutsches-afrikakorps.blogspot.com
www.feldgrau.net
www.forum.axishistory.com
www.tracesofwar.com

Foto Tokoh Third Reich Peraih Militär-St. Heinrichs-Orden (Military Order of St. Henry)



Generalleutnant Johan Pflugbeil


Sumber :
www.forum.axishistory.com

Sunday, February 9, 2020

Negara-Negara Netral dalam Perang Dunia II

  1. Foto Turki dalam Perang Dunia II

Foto Turki dalam Perang Dunia II

 Tiga orang perwira tinggi Wehrmacht yang menjadi atase militer Jerman di Ankara (Turki) terlihat sedang asyik menonton parade militer Angkatan Bersenjata Turki dalam rangka peringatan "Cumhuriyet Bayramı" (Hari Republik), pada tanggal 29 Oktober 1942. Dari kiri ke kanan: Generalmajor Hans Rohde (Militärattaché), Vizeadmiral Ralf von der Marwitz (Marineattaché), dan Oberst Erich Morell (Luftattaché)


Sumber :
www.de.metapedia.org

Wednesday, February 5, 2020

Foto Sonderabteilung Einsatz R (Abteilung R)

 SS-Oberscharführer Paul Bredow (31 Desember 1903 - Desember 1945) dari Sonderabteilung Einsatz R (disingkat: Abteilung R) mengenakan jaket kamuflase Telo Mimetico M29 buatan Italia. Di kepalanya dia memakai stahlhelm dengan tambahan Augenschützer 42 alias gogel pelindung debu. Senapan mesin yang berada dalam pangkuannya bukanlah buatan Jerman, melainkan sebuah Pistolet maszynowy wz. 39 Mors buatan Polandia. Foto ini sendiri kemungkinan besar diambil di Trieste, Italia, yang menjadi wilayah operasional unit tempat Bredow bergabung dari tahun 1943 s/d 1945


Sumber :
www.de.wikipedia.org

Monday, February 3, 2020

Foto 12. Feld-Division (Luftwaffe)

 
Pada tanggal 29 Mei 1944, General der Infanterie Hans Gollnick (Kommandierender General XXVIII. Armeekorps) melakukan kunjungan ke markas 12. Feld-Division (Luftwaffe) di Wasserburg dekat Pleskau, Uni Soviet (20 kilometer dari perbatasan dengan Estonia), untuk melakukan inspeksi sekaligus memberi selamat kepada divisi lapangan Luftwaffe tersebut yang telah berhasil mematahkan serangan Tentara Merah satu bulan sebelumnya. Foto koleksi pribadi dari Akira Takiguchi ini memperlihatkan saat Jenderal Gollnick - yang bertubuh mungil untuk ukuran Eropa - beramah-tamah dengan para staff divisi, yang terdiri dari campuran perwira Heer dan Luftwaffe. Ikut menemaninya berkeliling adalah Generalmajor Hans Schittnig (Kommandeur 12. Feld-Division), sementara dua orang Divisionsstab yang bisa dikenali adalah Major Heinrich Seidel (Ia Erster Generalstabsoffizier 12. Feld-Division) dan Major Zimmer (jabatan tidak diketahui). Pada saat foto ini diambil, 12.Feld-Division (L) berada di bawah garis komando XXVIII.Armeekorps / 18.Armee / Heeresgruppe Nord


Sumber :
www.forum.axishistory.com

Sunday, February 2, 2020

Foto Führerbegleitkommando (FBK), Unit Bodyguard Hitler

Foto hasil jepretan Heinrich Hoffmann ini memperlihatkan Hitler yang berfoto bersama dengan para pengawal terpercayanya, yang berasal dari Führerbegleitkommando (FBK), di Führerhauptquartier Wolfsschanze, Rastenburg (Prusia Timur), musim dingin tahun 1942-43. Dari kiri ke kanan: SS-Hauptsturmführer August Körber (27 Januari 1905 - 1983. Nomor keanggotaan SS: 5887), SS-Obersturmführer Adolf Dirr (14 Februari 1907 - ???. Nomor keanggotaan SS: 54958), SS-Sturmbannführer Erich Kempka (16 September 1910 - 24 Januari 1975. Nomor keanggotaan SS: 2803), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), SS-Sturmbannführer Bruno Gesche (5 November 1905 - 27 Desember 1967. Nomor keanggotaan SS: 1093), dan SS-Hauptsturmführer Franz Schädle (19 November 1906 - 1 Mei 1945. Nomor keanggotaan SS: 2605). Para perwira SS yang bersama Hitler dalam foto ini adalah lima dari delapan anggota pertama SS-Begleitkommando. Tiga anggota lainnya - Bodo Gelzenleuchter (15 Mei 1905 - ???. Nomor keanggotaan SS: 1029), Willi Herzberger (11 Juli 1895 - ???. Nomor keanggotaan SS: 4995) dan Kurt Gildisch (2 Maret 1904 - 1953. Nomor keanggotaan SS: 13138) - telah keluar dari pekerjaan mereka dari tahun 1933-34


Sumber :
www.forum.axishistory.com
www.markfelton.co.uk