Saturday, February 22, 2020

Aksi Berani Berbuah Medali

GEBIRGSJÄGER

 Oberstleutnant Otto Stampfer (13 Januari 1913 - 5 Februari 1945) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 23 Juli 1942 sebagai Hauptmann dan Führer III.Bataillon / Gebirgsjäger-Regiment 136 / 2.Gebirgs-Division. Aksi yang membuatnya diganjar oleh medali prestisius tersebut kemudian disebutkan dalam pengumuman harian Divisionskommandeur Generalmajor Georg Ritter von Hengl tertanggal 26 Juli 1942: "Führer dan Panglima Tertinggi Wehrmacht telah menganugerahkan Ritterkreuz untuk Hauptmann Stampfer. Adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya untuk memberi selamat secara pribadi - atas nama seluruh anggota 2. Gebirgs-Division - kepada perwira luar biasa satu ini, yang telah teruji dalam begitu banyak pertempuran. Di musim panas tahun lalu, Hauptmann Stampfer telah memimpin 12. Kompanie dengan penuh keberanian sekaligus penuh perhitungan. Meskipun kompinya menderita korban besar dalam pertempuran di kamp Bolischaja Liza beberapa hari sebelumnya, tapi dia masih mampu untuk memimpin anakbuahnya dalam menyerbu Bukit 200 yang strategis dalam sebuah serangan yang berani. Setelah Hauptmann Stampfer mengambil alih komando III./Gebirgsjäger-Regiment 136 di bulan April 1942, dia diperbantukan di Kampfgruppe Penanen dengan tujuan untuk membantu menguasai kamp Soviet di wilayah Luttojoki. Dengan semangat ofensif yang patut dijadikan contoh, batalyon pimpinannya berhasil menduduki kamp yang dipertahankan dengan kuatnya tersebut, di bawah kepemimpinan langsung sang komandan. Dalam prosesnya, mereka mampu merebut 41 buah bunker / posisi pertahanan, sekaligus memusnahkan satu kompi pasukan elit Soviet sampai manusia yang terakhir. Setelah istirahat singkat, batalyon tersebut kemudian digunakan kembali di akhir bulan April. Sebagai bagian dari Kampfgruppe Hofmeister, mereka memegang peranan penting dalam menghancurkan Brigade Ski-Rusa ke-4 dan 6 Rusia. Pemberian medali perang tertinggi Jerman tersebut adalah sebagai sebuah penghargaan yang layak atas prestasi luar biasa yang telah ditorehkan oleh Hauptmann Stampfer, meskipun hal tersebut juga berlaku untuk seluruh anggota III./Gebirgsjäger-Regiment 136 yang telah sama-sama membuktikan ketangguhannya. Divisi ini merasa sangat bangga terhadap Ritterkreuzträger-nya yang termuda, yang menjadi anggota ke-5 dari 2. Gebirgs-Division yang mendapatkan medali setinggi itu". Medali dan penghargaan lain yang diterima oleh Otto Stampfer: DRL Sportabzeichen; Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV.Klasse; Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42; Infanterie-Sturmabzeichen; serta Vapaudenristin ritarikunta (Finlandia)


Sumber :
www.tracesofwar.com

Foto Tokoh Third Reich Peraih Militär-St. Heinrichs-Orden (Military Order of St. Henry)



Generalleutnant Johan Pflugbeil


Sumber :
www.forum.axishistory.com

Sunday, February 9, 2020

Negara-Negara Netral dalam Perang Dunia II

  1. Foto Turki dalam Perang Dunia II

Foto Turki dalam Perang Dunia II

 Tiga orang perwira tinggi Wehrmacht yang menjadi atase militer Jerman di Ankara (Turki) terlihat sedang asyik menonton parade militer Angkatan Bersenjata Turki dalam rangka peringatan "Cumhuriyet Bayramı" (Hari Republik), pada tanggal 29 Oktober 1942. Dari kiri ke kanan: Generalmajor Hans Rohde (Militärattaché), Vizeadmiral Ralf von der Marwitz (Marineattaché), dan Oberst Erich Morell (Luftattaché)


Sumber :
www.de.metapedia.org

Wednesday, February 5, 2020

Foto Sonderabteilung Einsatz R (Abteilung R)

 SS-Oberscharführer Paul Bredow (31 Desember 1903 - Desember 1945) dari Sonderabteilung Einsatz R (disingkat: Abteilung R) mengenakan jaket kamuflase Telo Mimetico M29 buatan Italia. Di kepalanya dia memakai stahlhelm dengan tambahan Augenschützer 42 alias gogel pelindung debu. Senapan mesin yang berada dalam pangkuannya bukanlah buatan Jerman, melainkan sebuah Pistolet maszynowy wz. 39 Mors buatan Polandia. Foto ini sendiri kemungkinan besar diambil di Trieste, Italia, yang menjadi wilayah operasional unit tempat Bredow bergabung dari tahun 1943 s/d 1945


Sumber :
www.de.wikipedia.org

Monday, February 3, 2020

Foto 12. Feld-Division (Luftwaffe)

 
Pada tanggal 29 Mei 1944, General der Infanterie Hans Gollnick (Kommandierender General XXVIII. Armeekorps) melakukan kunjungan ke markas 12. Feld-Division (Luftwaffe) di Wasserburg dekat Pleskau, Uni Soviet (20 kilometer dari perbatasan dengan Estonia), untuk melakukan inspeksi sekaligus memberi selamat kepada divisi lapangan Luftwaffe tersebut yang telah berhasil mematahkan serangan Tentara Merah satu bulan sebelumnya. Foto koleksi pribadi dari Akira Takiguchi ini memperlihatkan saat Jenderal Gollnick - yang bertubuh mungil untuk ukuran Eropa - beramah-tamah dengan para staff divisi, yang terdiri dari campuran perwira Heer dan Luftwaffe. Ikut menemaninya berkeliling adalah Generalmajor Hans Schittnig (Kommandeur 12. Feld-Division), sementara dua orang Divisionsstab yang bisa dikenali adalah Major Heinrich Seidel (Ia Erster Generalstabsoffizier 12. Feld-Division) dan Major Zimmer (jabatan tidak diketahui). Pada saat foto ini diambil, 12.Feld-Division (L) berada di bawah garis komando XXVIII.Armeekorps / 18.Armee / Heeresgruppe Nord


Sumber :
www.forum.axishistory.com

Sunday, February 2, 2020

Foto Führerbegleitkommando (FBK), Unit Bodyguard Hitler

Foto hasil jepretan Heinrich Hoffmann ini memperlihatkan Hitler yang berfoto bersama dengan para pengawal terpercayanya, yang berasal dari Führerbegleitkommando (FBK), di Führerhauptquartier Wolfsschanze, Rastenburg (Prusia Timur), musim dingin tahun 1942-43. Dari kiri ke kanan: SS-Hauptsturmführer August Körber (27 Januari 1905 - 1983. Nomor keanggotaan SS: 5887), SS-Obersturmführer Adolf Dirr (14 Februari 1907 - ???. Nomor keanggotaan SS: 54958), SS-Sturmbannführer Erich Kempka (16 September 1910 - 24 Januari 1975. Nomor keanggotaan SS: 2803), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), SS-Sturmbannführer Bruno Gesche (5 November 1905 - 27 Desember 1967. Nomor keanggotaan SS: 1093), dan SS-Hauptsturmführer Franz Schädle (19 November 1906 - 1 Mei 1945. Nomor keanggotaan SS: 2605). Para perwira SS yang bersama Hitler dalam foto ini adalah lima dari delapan anggota pertama SS-Begleitkommando. Tiga anggota lainnya - Bodo Gelzenleuchter (15 Mei 1905 - ???. Nomor keanggotaan SS: 1029), Willi Herzberger (11 Juli 1895 - ???. Nomor keanggotaan SS: 4995) dan Kurt Gildisch (2 Maret 1904 - 1953. Nomor keanggotaan SS: 13138) - telah keluar dari pekerjaan mereka dari tahun 1933-34


Sumber :
www.forum.axishistory.com
www.markfelton.co.uk

Friday, January 31, 2020

Foto RSD (Reichssicherheitsdienst), Unit Pengaman Pribadi Hitler

Dari kiri ke kanan: SS-Standartenführer Johann "Hans" Rattenhuber (Chef der Reichssicherheitsdienst), Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der SS und deutschen Polizei), SS-Sturmbannführer Erich Kempka (Persönlicher fahrer Führer und Reichskanzler), SS-Sturmbannführer Adolf Dirr (Stellvertreter Chef der Führerbegleitkommando), SS-Hauptsturmführer Franz Schädle (anggota Führerbegleitkommando), SS-Obersturmführer tak dikenal dari Reichssicherheitsdienst, dan SS-Obersturmführer Peter Högl (anggota Führerbegleitkommando)


Sumber :
www.forum.axishistory.com

Sunday, January 26, 2020

Video Perang Dunia II dari Channel YouTube BLITZKRIEG

BLITZKRIEG adalah salah satu channel favorit saya di YouTube, yang banyak menyediakan video-video asli zaman Perang Dunia II (khususnya Nazi Jerman) yang telah diwarnai

-----------------------------------------------------------------------------------


Messerschmitt Me 323 "Gigant"


 Serangan udara pesawat pemburu Sekutu


Duel Luftwaffe vs bomber-bomber USAAF


Pertempuran Iwo Jima tahun 1945


Angkatan Laut Kekaisaran Jepang


Lagu pilot Kamikaze Jepang


Pertempuran Moskow (klip Jerman)


Surat prajurit Jerman tak dikenal untuk saudarinya (1944)


Pidato Stalingrad Hitler (1942)


Jenderal-jenderal Jerman dalam Perang Dunia II


Pengepungan Bastogne


Pengepungan Tobruk (klip Jerman)


Gebirgsjäger (Pasukan Gunung Jerman)


Pertempuran Berlin (1945)


Pertempuran Ardennes (1944-45)


 George S. Patton


Pertempuran Prancis 1940 (klip Jerman)


Sumber :
www.youtube.com

Foto Karya Pendeta dan Fotografer Alois Beck

Pendeta Wehrmacht (Kriegspfarrer) Dr. Alois Beck di bulan September 1942, di hari-hari sebelum Pertempuran Stalingrad yang membawa bencana. Alois bertugas sebagai pendeta di front depan untuk Infanterie-Regiment 257 / 297.Infanterie Division / LI.Armeekorps / 6.Armee / Heeresgruppe Süd, dan menghabiskan sebagian besar hari-harinya dengan memberikan pengharapan kepada prajurit yang terluka serta menuliskan surat yang akan dikirimkan ke kampung halaman mewakili mereka. Dr. Beck meyakini bahwa 'dari tiga cabang Wehrmacht, Angkatan Darat (Heer) adalah yang paling sedikit mendapat pengaruh ideologi Nasional-Sosialisme'. Kurang dalam jangka waktu enam bulan setelah foto ini diambil, Alois tertangkap pasukan Soviet di Stalingrad. Dia beruntung kemudian bisa kembali pulang ke Jerman dan menuliskan pengalaman perangnya dalam sebuah buku berjudul "Bis Stalingrad"

-----------------------------------------------------------------------------------

FOTO BERWARNA

  Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (menghadap kamera, Oberbefehlshaber 6. Armee) dalam salah satu kunjungan ke unit yang berada di bawah komandonya di Front Timur. Foto ini diambil di musim panas tahun 1941 selama berlangsungnya Unternehmen Barbarossa, penyerbuan Jerman atas Uni Soviet, dimana 6. Armee berada di bawah kendali Heeresgruppe Süd (Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt). Foto ini sendiri diambil oleh Alois Beck, seorang pendeta militer dari 6. Armee yang juga mempunyai hobi fotografi. Dia banyak mengabadikan kondisi pasukan Jerman selama di Front Timur, khususnya dalam Pertempuran Stalingrad. Seusai Perang Dunia II Beck berjasa besar dalam mendata nasib ribuan prajurit Jerman yang tewas atau hilang di Stalingrad


   Dua orang perwira Jerman berkomunikasi menggunakan Feldtelefon (telepon lapangan) di sebuah posisi pertahanan di dekat Stalingrad, musim gugur tahun 1942. Dari kiri ke kanan: Oberst Moritz von Drebber (Kommandeur Infanterie-Regiment 523 / 297.Infanterie-Division) dan Hauptmann Bender. Pada bulan Oktober 1942, resimen pimpinan Drebber berganti nama menjadi Grenadier-Regiment 523. Von Drebber sendiri naik pangkat menjadi Generalmajor pada tanggal 1 Januari 1943, dan pada tanggal 22 Januari 1943 dia ditunjuk menjadi Komandan 297. Infanterie-Division yang baru, menggantikan General der Artillerie Max Pfeffer. Hanya berselang tiga hari kemudian, Drebber dan pasukannya menyerah kepada Tentara Merah di neraka Stalingrad! Foto ini diambil oleh Alois Beck



Sumber :
Buku "The Onslaught: The German Drive to Stalingrad Documented in 150 Unpublished Colour Photographs" karya Max Hastings
www.akg-images.com

Saturday, January 25, 2020

Foto 560. Infanterie-Division / 560. Volksgrenadier-Division




DIVISIONSKOMMANDEUR (KOMANDAN DIVISI)

 Generalleutnant Erich Hofmann (27 Juli 1944 - 10 November 1944)
Generalleutnant Erich Hofmann (30 September 1889 - 8 September 1961) adalah salah satu dari begitu banyak jenderal Austria yang bergabung dengan Wehrmacht setelah "Anschluss" (Penyatuan) tahun 1938. Veteran Perang Dunia Pertama ini memasuki kancah Perang Dunia II sebagai Kepala Operasi XVIII. Armeekorps, sebelum menjadi Bataillonskommandeur (Infanterie-Regiment 270) dan Regimentskommandeur (Infanterie-Regiment 352). Setelah itu berturut-turut divisi yang dipimpinnya: 207. Sicherungs-Division (31 Desember 1942 - November 1943), 93. Infanterie-Division (20 Juni 1944 - 20 Juli 1944), 560. Infanterie-Division (27 Juli 1944 - 9 Oktober 1944), dan 560. Volksgrenadier-Division (9 Oktober 1944 - 10 November 1944). Setelahnya Hofmann berstatus Führerreserve (perwira aktif tanpa jabatan) sampai dengan akhir perang. Uniknya, dia baru ditangkap oleh Sekutu pada tanggal 1 Agustus 1945, beberapa bulan setelah perang berakhir di Eropa! Medali dan penghargaan yang telah diraihnya: Kaiserlich und königlich Österreichische Militärverdienstkreuz III.Klasse mit Kriegsdekoration und Schwertern; Kaiserlich und königlich Österreichische Karl-Truppenkreuz; Kaiserlich und königlich Österreichische Verwundetenmedaille mit 1 Mittelstreifen; Österreichische Kriegserinnerungsmedaille mit Schwertern; Ungarische Kriegserinnerungsmedaille für Frontkämpfer; Militärdienstzeichen für Offiziere II.Klasse; Militärverdienstkreuz III.Klasse des Bundesstaates Österreich (20 November 1937); Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914-1918; 1939 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; serta Deutsches Kreuz in Gold (9 Juni 1943)


Sumber :
Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi
www.axishistory.com

Thursday, January 23, 2020

Foto Tokoh Third Reich yang Mengenakan Feldmütze M43

Dari sejak kancah Perang Dunia Pertama, pasukan gunung Jerman dan Austro-Hungaria sudah biasa mengenakan Bergmütze (Topi Gunung) berbahan wol saat sedang beroperasi di wilayah pegunungan atau yang dipenuhi oleh salju. Topi jenis ini mudah dikenali dari lipatan penutup kuping yang dikuatkan dengan dua buah kancing di bagian depannya. Versi lain dari topi jenis ini yang berbahan kain - dengan kedok yang lebih panjang serta lipatan yang berfungsi sebagai aksesoris belaka - telah dikeluarkan untuk prajurit-prajurit yang beroperasi di wilayah tropis atau gurun. Pada tahun 1943, topi serupa dari bahan wol yang berwarna abu-abu lapangan akhirnya dibagikan ke seluruh personil Wehrmacht untuk pemakaian di medan perang. Topi ini identik dengan topi gunung atau topi tropis, hanya saja mempunyai kedok dengan panjang di tengah-tengah diantara keduanya. Tak lama dia sudah menjadi penutup kepala yang paling banyak ditemui di front. Insignianya sama saja dengan topi mut (side cap), hanya saja lambang elang dan kokade dipasang di atas kancing. Versi lain yang berwarna hitam juga ikut dikeluarkan, dan dikhususkan untuk dipakai oleh pasukan panzer Jerman

----------------------------------------------------------------------------

FELDMÜTZE HEER

Generalleutnant Hans Boeckh-Behrens (27 November 1898 - 13 Februari 1955) adalah veteran Perang Dunia Pertama yang kemudian melanjutkan karir kemiliteran di Reichswehr dan Wehrmacht. Dalam Perang Dunia II, peranannya terutama sekali menonjol saat memimpin 32. Infanterie-Division dalam kurun waktu antara tanggal 15 September 1943 s/d 16 Agustus 1944 serta antara tanggal 15 September 1944 s/d 8 Mei 1945. Boeckh-Behrens dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 9 Desember 1944 sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 32. Infanterie-Division. Dia ditawan oleh pasukan Rusia bersama dengan pasukannya di Semenanjung Hela pada tanggal 8 Mei 1945. Tragisnya, Boeckh-Behrens dikabarkan meninggal dunia saat masih berstatus sebagai tawanan perang pada tahun 1955 dalam usia 56 tahun, pada saat sedang menunggu kepulangan kembali ke Jerman! Penyebab kematiannya dikabarkan sebagai akibat serangan jantung. Jenazahnya kemudian dikebumikan di pemakaman khusus prajurit Jerman di Cherntsy, Ivanovo, Ivanovo Oblast, Rusia (Baris 4 kuburan ke-4). Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuzes II.Klasse (11 Mei 1915) und I.Klasse (19 April 1916); Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz (21 Juni 1920); Ehrenkreuz für Frontkämpfer  1914-1918 (26 Januari 1935); Dienstauszeichnung der Wehrmacht 1.Klasse, 25 Jahre; 1939 spange zum 1914 Eisernen Kreuzes II.Klasse (18 September 1939) und I.Klasse (1 Oktober 1939); Magyar Érdemrend Középkeresztje Hungaria (16 November 1939); Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" (30 Juli 1942); Deutsches Kreuz in Gold (30 Januari 1943); serta Ärmelband Kurland. Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 6 November 1944



Generalleutnant Hermann Flörke (23 Oktober 1893 - 19 Agustus 1979) mendaftar sebagai tentara Jerman saat Perang Dunia Pertama dimulai di tahun 1914. Dia merasakan bertempur di Front Timur dan Front Barat sebelum perang usai pada tahun 1918. Dia tetap menjadi anggota militer di Reichswehr (Angkatan Bersenjata Republik Weimar), setelah sebelumnya ikut andil dalam memadamkan pemberontakan kaum Komunis Jerman di tahun 1919-1920. Saat Perang Dunia II pecah di tahun 1939, Flörke sudah menjabat sebagai Komandan Batalyon di Infanterie-Regiment 53. Setahun setelahnya dia sudah menjadi Komandan Resimen, dilanjutkan dengan jabatan sebagai Komandan Divisi: 31. Infanterie-Division (1 April 1943 - 15 Mei 1943) dan 14. Infanterie-Division (8 Juni 1943 - 15 Desember 1944). Jabatan terakhirnya adalah sebagai Komandan LXVI. Armeekorps (18 Februari 1945 - 21 April 1945). Flörke dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 15 Desember 1943 sebagai Generalmajor dan Kommandeur 14. Infanterie-Division, serta Eichenlaub untuk Ritterkreuz-nya pada tanggal 2 September 1944 sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 14. Infanterie-Division. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (15 Juni 1915) und I.Klasse (27 Agustus 1917); Ritterkreuz des Königlicher Preußischer Hausorden von Hohenzollern mit Schwertern; Hamburgisches Hanseatenkreuz; Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914-1918; Dienstauszeichnung der Wehrmacht IV. bis I.Klasse; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (15 Oktober 1939) und I.Klasse (21 Mei 1940); Deutsches Kreuz in Gold (23 Oktober 1942); Großkreuzes Verdienstorden der Bundesrepublik Deutschland (10 Maret 1967); serta Bundesverdienstkreuz (10 Maret 1967). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht (19 November 1943)


Generalleutnant Dipl.Ing. Erich Schneider (12 Agustus 1894 - 3 Agustus 1980) bergabung sebagai sukarelawan di Fußartillerieregiment 13 pada bulan Agustus 1914 saat Perang Dunia Pertama pecah. Dia kemudian melanjutkan karirnya di Reichswehr sebagai seorang perwira artileri, dan begitu juga di Wehrmacht. Setelah menjadi Chef der Artillerieabteilung im Heereswaffenamt, Schneider dipercaya untuk memimpin 4. Panzer-Division (28 November 1942 - 31 Mei 1943). Ternyata jabatan barunya sebagai Divisionskommandeur membawa berkah, karena dia kemudian dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 5 Mei 1943 sebagai Generalmajor dan Kommandeur 4. Panzer-Division. Pada bulan Juni 1943 Schneider ditarik dari front untuk menjadi Kommandeur Amtsgruppe für Entwicklung und Prüfung im Heereswaffenamt (1 Juni 1943 - 31 Agustus 1943), dilanjutkan dengan jabatan sebagai Chef der Amtsgruppe für Entwicklung und Prüfung im Heereswaffenamt (1 September 1943 - 9 Oktober 1944). Pada tanggal 15 Desember 1944 dia kembali menjalani peran sebagai Divisionskommandeur, dan kali ini menangani 14. Infanterie-Division. Untuk kedua kalinya pula kepemimpinannya yang brilian di medan pertempuran mendapat pengakuan dari Wehrmacht, ketika Schneider mendapatkan Eichenlaub untuk Ritterkreuz-nya pada tanggal 6 Maret 1945 sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 14. Infanterie-Division. Hanya berselang beberapa hari kemudian, tepatnya pada tanggal 21 Maret 1945, Divisionskommandeur Schneider terluka parah dalam pertempuran sehingga harus dirawat di rumah sakit. Hal ini sangat disayangkan, karena rencananya dia akan naik jabatan sebagai Komandan Korps seandainya masih aktif bertugas, karena semua jenderal Wehrmacht yang pernah menjadi komandannya (Kessel, Matzky, Großmann, Weidling, Roman, Müller, dan Weiß) sama-sama sepakat bahwa Schneider mempunyai kualitas kepemimpinan diatas rata-rata! Ada sumber pula yang menyebutkan bahwa dia sebenarnya dicopot dari jabatannya karena dianggap menentang perintah atasan (dan bahkan rumahnyapun diawasi oleh Gestapo!), tapi hal ini hanya sebatas rumor belaka dan tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Sampai berakhirnya Perang Dunia II, Schneider masih terkulai lemah di ruang perawatan, dan dia bahkan menghabiskan sebagian besar masa tahanannya sebagai tawanan Sekutu di rumah sakit Zell am See (dia baru dibebaskan pada tanggal 1 Agustus 1947)!. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (22 September 1915) und I.Klasse (26 Oktober 1916); Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914-1918; Dienstauszeichnung der Wehrmacht I.Klasse; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (24 Juni 1941) und I.Klasse (16 Juli 1941); Allgemeines-Sturmabzeichen; Verwundetenabzeichen in Schwarz (21 November 1941); serta Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (6 Agustus 1942)


Generalleutnant Otto Schünemann (6 Oktober 1891 - 29 Juni 1944) bergabung sebagai Kadet Angkatan Darat Kekaisaran Jerman pada bulan Oktober 1906. Dia ikut bertempur dalam Perang Dunia Pertama, dan setelah perang usai kemudian memilih untuk melanjutkan karir sebagai perwira Polizei. Pada bulan Maret 1936 Schünemann mendaftar lagi ke militer dan diterima. Ketika Perang Dunia II pecah, dia telah menjadi seorang Komandan Resimen. Schünemann dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 20 Desember 1941 sebagai Oberst dan Kommandeur Infanterie-Regiment 184 / 86.Infanterie-Division, setelah kepemimpinannya di medan pertempuran membuat resimennya mampu menguasai kota Polozk pada bulan Juli sebelumnya. Dia kemudian diangkat sebagai Komandan 337. Infanterie-Division pada tanggal 1 Oktober 1942. Perbendaharaan medalinya kemudian bertambah setelah dianugerahi Eichenlaub #339 untuk Ritterkreuz-nya pada tanggal 28 November 1943 sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 337. Infanterie-Division, sebagai penghargaan atas prestasinya dalam memimpin divisinya secara gemilang dalam pertempuran bertahan melawan Tentara Merah di selatan Dnieper. Pada tanggal 28 Juni 1944 dia ditunjuk sebagai Komandan sementara XXXIX. Panzerkorps, jabatan yang hanya dijalaninya sehari saja, karena keesokan harinya Schünemann tewas oleh serangan pesawat udara musuh saat mobil yang dikendarainya sedang melaju di jalanan antara Mogilev dan Minsk. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Ehrenkreuz für Frontkämpfer; Dienstauszeichnung der Wehrmacht I.Klasse; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (28 Mei 1940) und I.Klasse (18 Juni 1940); Infanterie-Sturmabzeichen; Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (28 Agustus 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (3 Agustus 1942); serta Deutsches Kreuz in Gold (11 Februari 1943). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht tanggal 3 Juli 1944


Sumber :
www.geocities.ws
www.medalsmilitary.com
www.tracesofwar.com
www.zenker-militaria.de

Tuesday, January 14, 2020

Rekor Satu-Satunya Third Reich

Satu-Satunya Jenderal Jerman yang Meninggal dalam Invasi ke Prancis

General der Artillerie Hermann Ritter von Speck (8 Agustus 1888 - 15 Juni 1940) dilahirkan dengan nama Hermann Speck, dan merupakan anak dari seorang Generalmajor asal Bavaria yang bernama Maximilian Ritter von Speck. Dia kemudian mengikuti jejak ayahnya sebagai seorang prajurit setelah bergabung sebagai Fahnenjunker di 3. Feldartillerie-Regiment "Prinz Leopold" pada tahun 1907. Speck ikut berpartisipasi dalam Perang Dunia I dan, setelah aksinya yang mengarahkan tembakan artileri ke arah pasukan Prancis di Gellenoncourt sehingga membuat mereka menyerah, dia kemudian dianugerahi keberanian tertinggi Bavaria, Ritterkreuz des Militär-Max-Joseph-Ordens, pada tanggal 7 September 1914. Selain itu, Speck juga mendapat gelar kebangsawanan Bavaria, "Ritter von". Setelah perang usai, Speck bergabung dengan Freikorps yang bertempur melawan pemberontakan kaum komunis dan sosialis di kampung halamannya. Ketika Reichswehr dibentuk pada tahun 1919, dia termasuk satu dari 100.000 orang mantan prajurit Kekaisaran Jerman yang diikutsertakan. Karirnya makin menanjak, sampai menjadi komandan dari 33. Infanterie-Division (1 Maret 1938 - 29 April 1940). Pada tanggal 15 Juni 1940, Generalleutnant Speck tertembak oleh musuh dalam pertempuran di Pont-Sur-Yonne, Prancis, saat memimpin pasukannya di posisi terdepan. Dia meninggal beberapa jam kemudian akibat dari luka-lukanya. Speck tercatat sebagai satu-satunya jenderal Wehrmacht yang terbunuh dalam penyerbuan Jerman atas Prancis! Sebagai penghargaan atas jasanya, dia secara anumerta mendapatkan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 17 Oktober 1940, sebagai Generalleutnant dan Kommandierender General XVIII. Armeekorps. Dengan alasan yang tidak diketahui, Speck juga dipromosikan secara anumerta menjadi General der Artillerie pada tanggal 15 Desember 1944, berselang 4½ tahun setelah kematiannya! Pada tahun 2010, wartawan Jay Nordlinger mewawancarai anak perempuan Speck, yang mengklaim bahwa ayahnya telah dengan sengaja mencari kesempatan untuk gugur dalam pertempuran. "Berdasarkan kata putrinya, sang jenderal ingin mati, dan mencari cara agar keinginannya terpenuhi. Dia merasa bahwa dia tak dapat melanggar sumpahnya sebagai seorang prajurit militer dengan menyeberang ke pihak musuh. Sementara itu, keyakinan Katoliknya mencegah dia untuk melakukan bunuh diri - bunuh diri secara langsung, dapat dikatakan begitu. Jadi dia menempatkan dirinya di arah tembakan musuh. Dalam kata terakhirnya, dia tidak mengatakan "sampaikan cintaku pada keluargaku" - atau sesuatu seperti itu - melainkan hanya sekedar "memang harus seperti ini jalannya..." (Salzburg Souvenirs part IV)


Sumber :
www.omsa.org

Sunday, January 12, 2020

Kartentaschenlupe (Kaca Pembesar) Third Reich

Oberstleutnant Mathias Kräutler (Kommandeur II.Bataillon / Gebirgsjäger-Regiment 137 / 2.Gebirgs-Division) menyempatkan diri untuk mempelajari peta menggunakan kartentaschenlupe (kaca pembesar), saat unitnya terjebak di tengah kemacetan dalam gerak maju ke Uni Soviet di musim panas tahun 1941. Kräutler sendiri adalah seorang perwira asal Austria yang otomatis menjadi anggota Wehrmacht (Angkatan Bersenjata Nazi Jerman) saat negaranya melakukan "Anschluss" - alias penyatuan - dengan Jerman pada tahun 1938. Dia juga adalah veteran Perang Dunia Pertama yang pernah bertempur melawan tentara Kekaisaran Rusia di Front Timur. Kesannya begitu mendalam terhadap prajurit-prajurit yang menjadi musuhnya dalam pertempuran beberapa dekade sebelumnya ini: "Mereka adalah orang-orang sederhana yang dibesarkan dengan baik, selalu terlihat ceria walaupun sebagian besar dari mereka adalah orang-orang miskin, dan kamu bisa ngobrol dengan mudahnya kepada mereka layaknya sahabat lama," kenangnya, sebelum melanjutkan, "Dan inilah dia, sekarang yang menghadapi kami adalah orang-orang bersenjata lengkap yang berdisiplin tinggi serta dipimpin oleh perwira mereka secara brutal dalam setiap pertempuran." ('Blitzkrieg Unleashed' karya Richard Hargreaves halaman 202)


 Hitler bertemu kembali dengan dua orang mantan ajudannya, Max Wünsche dan Hans Pfeiffer, di Große Halle (Aula Besar) Berghof/Berchtesgaden (Obersalzberg) dalam acara ulangtahun sang pemimpin Jerman yang ke-55 tanggal 20 April 1944. Uniknya, Wünsche juga berulangtahun di tanggal yang sama (yang ke-30) dan konon di acara ini Sang Führer berbaik hati menghadiahkan 10.000 Reichsmark kepada mantan ajudannya! Dari kiri ke kanan: SS-Sturmmann tak dikenal, SS-Sturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), SS-Unterscharführer Balthasar "Bobby" Woll (Zugführer di 2.Kompanie / schwere SS-Panzer-Abteilung 501), SS-Hauptsturmführer Hans Pfeiffer (Chef 4.Kompanie / I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 12 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), dan SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Hermann Fegelein (Verbindungsoffizier der Waffen-SS zum Führerhauptquartier). Pfeiffer menjadi bawahan Wünsche di resimen panzer yang sama, sementara Woll adalah gunnernya jagoan panzer Michael Wittmann yang terkenal. Saya bisa bayangkan betapa terkejutnya perwira muda ini mendapati betapa perang telah "menggerogoti" Hitler, baik fisik maupun mental! BTW, dalam foto ini Hitler sedang mengamati desain dari Flakpanzer IV Wirbelwind yang disodorkan oleh Wünsche. Konsepnya sendiri berasal dari SS-Hauptsturmführer Karl Wilhelm Krause dari Flak-Zug SS-Panzer-Regiment 12 "Hitlerjugend" (juga mantan bawahan Hitler!) yang kemudian mengajukannya pada komandan resimennya, Wünsche. Hitler menyetujui konsep tersebut dan lahirlah Wirbelwind (Angin Puting Beliung) beberapa bulan kemudian! Pada dasarnya senjata bergerak anti pesawat satu ini adalah perpaduan sasis Panzer IV dengan Flakvierling 38 quad AA 20mm


Sumber :
Buku "Blitzkrieg Unleashed: The German Invasion of Poland, 1939" karya Richard Hargreaves
www.de.metapedia.org

Friday, January 10, 2020

Foto Divisionsgruppe Kräutler / Divisionsstab z.b.V. 140 / 9. Gebirgs-Division (Nord)

Pada musim semi tahun 1944 Gebirgsjäger-Regiment 139 - yang sebelumnya telah ditinggalkan di Lapland oleh unit induknya, 3. Gebirgs-Division, yang ditarik mundur pada tahun 1941 - kini ditambah kekuatannya sehingga menjadi setingkat divisi dengan nama Divisionsgruppe Kräutler. Pada bulan September tahun yang sama unit ini berganti nama menjadi Divisionsstab z.b.V. 140, yang biasa disingkat sebagai "Div.Gr.K (Div.z.b.V.140)". Pada tanggal 6 Mei 1945 OKW (Oberkommando der Wehrmacht) mengeluarkan surat perintah perubahan nama kembali, kali ini menjadi 9. Gebirgs-Division. Sayangnya, surat perintah tersebut datangnya terlambat sehingga Perang Dunia II keburu berakhir sebelum nama barunya dicantumkan dalam dokumen resmi. Uniknya lagi, kekacauan administrasi di akhir perang membuat OKW mengeluarkan perintah perubahan nama 9. Gebirgs-Division untuk dua unit yang berbeda! Akibatnya, terdapat dua divisi gunung Wehrmacht dengan nama tersebut - meskipun hanya nama di atas kertas belaka - dan untuk membedakannya maka para sejarawan menambahkan embel-embel "Nord" dan "Ost" di ujung, sesuai dengan wilayah operasionalnya. Kembali kepada 9. Gebirgs-Division (Nord): unit ini kemudian ditarik dari wilayah Lapland (Norwegia) saat pasukan Jerman terdesak oleh gabungan pasukan Soviet dan Finlandia di wilayah Arktik. Pada akhir perang dia menyerahkan diri pada pasukan Inggris bersama dengan sang Komandan yang telah memimpin unit tersebut dari sejak pembentukannya di musim semi tahun 1944: Generalmajor Mathias Kräutler. Yang lebih membingungkan adalah, beberapa dokumentasi pasca-perang menyebutkan unit ini dengan nama 10. Gebirgs-Division!

------------------------------------------------------------------------

DIVISIONSKOMMANDEUR

 Mathias Kräutler (1 Maret 1944 - 8 Mei 1945)
Generalmajor Mathias Kräutler (2 Mei 1895 - 8 September 1968) adalah perwira Gebirgsjäger asal Austria yang bergabung dengan Wehrmacht pada tahun 1938. Dia menghabiskan sebagian besar masa perangnya di Eropa Utara, terutama Norwegia. Setelah menjadi Komandan Divisionsgruppe Kräutler (1 Maret 1944 - 7 September 1944), dia kemudian dipercaya untuk menjadi Komandan Divisionsstab z.b.V. 140 (7 September 1944 - 6 Mei 1945) dan 9. Gebirgs-Division (6 Mei 1945 - 8 Mei 1945). Semua unit tersebut sebenarnya itu-itu saja, hanya kemudian mengalami perubahan nama seiring dengan berjalannya waktu. Medali dan penghargaan yang diterima oleh Kräutler: Kaiserlich und königlich Österreichische Militärverdienstkreuz III.Klasse mit der Kriegsdekoration und den Schwertern; Kaiserlich und königlich Österreichische Bronzene Militär-Verdienst-Medaille ("Signum Laudis") am Bande des Militär-Verdienstkreuzes mit Schwertern (1915); Kaiserlich und königlich Österreichische Silberne Militär-Verdienst-Medaille ("Signum Laudis“) am Bande des Militär-Verdienstkreuzes mit Schwertern (1916); Karl-Truppenkreuz; Kaiserlich und königlich Österreichische Verwundeten-Medaille; Kaiserlich und königlich Österreichische Militär-Verdienstkreuz III.Klasse mit der Kriegsdekoration und den Schwertern (1918); Goldenes Verdienstzeichen der Republik Österreich; Ehrensäbel für gutes Schießen mit der Pistole; Österreichische Kriegs-Erinnerungs-Medaille mit Schwertern; Königlich Ungarische Kriegs-Erinnerungs-Medaille mit Schwertern; Goldenes Ehrenzeichen für Verdienste um die Republik Österreich; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914-1918; 1939 Eisernes Kreuz II.Klasse (1 Oktober 1939) und I.Klasse (14 Juli 1941); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (30 Agustus 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (15 Agustus 1942); Vapaudenristin II.luokka Finlandia (30 Juni 1943); serta Deutsches Kreuz in Gold (20 Januari 1945)


Sumber :
www.en.wikipedia.org
www.wehrmacht-awards.com