Saturday, December 31, 2016

Foto Berwarna Koleksi Pribadi Akira Takiguchi

Akira Takiguchi adalah seorang kolektor foto-foto Third Reich asal Jepang yang mengemuka karena kualitas koleksinya yang mengesankan, baik dalam masalah kualitas maupun karena kelangkaannya. Selain memiliki website sendiri di alamat www.history.jp, Akira San juga menjadi moderator di www.wehrmacht-awards.com.


Sebuah foto berwarna langka yang memperlihatkan Panzer II dalam invasi Jerman ke Polandia (September 1939)


 Jenderal Erwin Rommel berbicara dengan seorang perwira Italia sekutunya di padang pasir Afrika Utara. Di tengah adalah Sonderführer Dr. Ernst Franz yang merupakan penterjemah Rommel. Franz mengingat bagaimana, setelah posisi pertahanan unit elit Bersaglieri diduduki oleh musuh, komandannya membela diri pada Rommel sambil memohon: "Percayalah padaku, anakbuahku bukanlah orang-orang pengecut." Dan Rommel menjawab: "Siapa yang mengatakan anakbuahmu pengecut? Atasanmu di Roma lah yang harusnya dipersalahkan! Mengirim kalian ke medan pertempuran dengan peralatan perang yang begitu buruk." (beberapa unit Italia dalam perang di Afrika dipersenjatai dengan meriam-meriam artileri hasil rampasan dari pasukan Austria dalam Perang Dunia Pertama, senjata yang bisa dibilang tidak berguna ketika menghadapi tank-tank lapis baja modern!)


 Anggota RAD (Reichsarbeitsdienst) sedang makan siang di sela-sela tugas mereka. Mereka mengenakan armband dengan tulisan "Deutsche Wehrmacht". Armband khusus ini biasanya dikenakan oleh orang-orang sipil yang bekerja untuk kepentingan Wehrmacht (Angkatan Bersenjata Jerman) di masa perang


 Leutnant (pangkat terakhir Oberleutnant) Eugen Kastner dari Grenadier-Regiment 316 / 212. Infanterie-Division di front Volkhov, Uni Soviet. Dia mengenakan jaket kamuflase bolak-balik musim dingin yang biasa disebut sebagai Umkehrbare Winteranzug (Winter Reversible Camo Parka), dengan bagian abu-abunya berada di luar sedangkan bagian putihnya di dalam. Di bagian lengan terjahit insignia pangkat yang biasa dinamakan sebagai tarn-dienstgradabzeichen. Tampaknya foto ini diambil saat Kastner akan melakukan patroli, yang terlihat dari peralatan ski yang dikenakannya serta senapan mesin MP40 (lengkap dengan kantong amunisi) yang tersampir di dadanya. Di latar belakang tampak jalan kereta api dengan bantalan kayu yang melewati belantara Volkhov. Tidak ada keterangan kapan foto ini diambil. Foto ini sendiri merupakan salah satu dari 500+ foto peninggalan Oberleutnant Kastner, dan sekarang menjadi koleksi pribadi Akira Takiguchi



Major Heinrich Gerlach (pilot pribadi Kommandierender-General XI. Fliegerkorps, Generaloberst Kurt Student) terkenal setelah menjadi pilot pesawat transport Fieseler Fi 156 "Storch" yang menerbangkan Benito Mussolini keluar dari lokasi penyekapannya di Gran Sasso bulan September 1943. Dalam foto berwarna yang menakjubkan koleksi Akira Takiguchi ini, Gerlach sedang "bermain-main" dengan seekor babi di kandangnya!


Generalmajor Alfred Erhard


 Generalmajor Erich von Falkenhayn


General der Fallschirmtruppe Eugen Meindl


  Generalleutnant Hermann-Meyer Rabingen berdiri di atas sebuah mobil staff Buick Special serie 60 (1938) model 66C Convertible Coupe empat penumpang buatan Amerika yang indah dengan plat nomor WH (Wehrmacht Heer) 707165, sementara supirnya berpose di samping. Dalam Perang Dunia II Wehrmacht menggunakan semua kendaraan yang tersedia, apapun jenisnya dan berasal dari mana, demi memenuhi kebutuhan mobil-mobil penumpang/staff mereka. Bisa dibilang semua mobil atau truk asal Amerika buatan tahun 1935-1941 dapat ditemukan dalam perbendaharaan kendaraan Jerman, di wilayah manapun mereka berada. Untuk pemakaian di luar medan tempur, maka mobil-mobil tersebut biasanya tetap memakai warna cat asli mereka atau ditutup oleh warna militer yang tersedia, sementara untuk bannya sendiri kebanyakan mobil yang tergolong mewah/lux mempunyai pelk atau dop putih yang kemudian ditimpah dengan warna apapun yang bisa digunakan saat itu


Sumber :
www.history.jp
www.wehrmacht-awards.com

Friday, December 30, 2016

Neo-Nazi Indonesia





Punya foto-foto yang memperlihatkan anda dengan simbol-simbol swastika/Nazi? Silakan kirimkan ke alifrafikkhan@gmail.com untuk menambah koleksi album ini!


Sumber :
www.facebook.com

Abu Bakar, Pianis Hitler Asal Indonesia


Pemimpin Nazi Jerman, Adolf Hitler, sering menggelar konser pribadi di rumah peristirahatannya di Berghof Obersalzberg (Münich, Jerman). Dia memiliki pianis, Ernst Hanfstaengl, anak dari Franz Hanfstaengl, seorang pengusaha penerbitan di Jerman dan Amerika Serikat, yang sering membantu keuangan Hitler (termasuk menerbitkan bukunya, Mein Kampf). Bahkan, Hitler dikabarkan menikahi anak perempuan Franz, Erna Hanfstaengl. Namun, Hitler membantah dan mengatakan “aku hanya kawin dengan seluruh rakyat Jerman!”

Ernst pernah belajar di Universitas Harvard dan berteman dengan Franklin D. Roosevelt. Mereka anggota New York Harvard Club. Ernst lulus kuliah tahun 1909 dan melanjutkan usaha ayahnya di Amerika Serikat. Dia menikah dengan Helene Niemeyer, seorang Amerika berdarah Jerman.

Pada 1919, Ernst kembali ke Jerman dan menjadi doktor ilmu filsafat dari Universitas München. Hitler menunjuk Ernst sebagai kepala Biro Pers Luar Negeri di Amerika karena relasinya yang bagus.

Namun, hubungan Ernst dengan Hitler kemudian retak. Dia berbeda pendapat dengan Menteri Propaganda Goebbels yang menceritakan hal-hal buruk tentang Ernst kepada Hitler. Puncak rusaknya hubungan mereka karena Unity Mitford, perempuan cantik teman dekat Hitler dan Goebbels. Setelah bercerai dengan Helene, Ernst mendekati Unity yang membuat Hitler tidak senang.

Merasa nyawanya terancam, Ernst lari ke Swiss kemudian ke Inggris. Ketika Perang Dunia II meletus, dia ditahan di Kanada. Pada 1942, dia dikirim ke Amerika atas permintaan pribadi Roosevelt. Dan Roosevelt mengangkatnya sebagai penasihat politik.

Siapa yang menggantikan Ernst sebagai pianis Hitler?

Dalam buku "Jejak Hitler di Indonesia" (2016), Horst H. Geerken mengungkap bahwa pianis pengganti Ernst adalah Abu Bakar dari Hindia Belanda (Indonesia). Sebelumnya, Geerken menulis pengalaman tinggal dan kerja di Indonesia selama 18 tahun dalam buku "A Magic Gecko".

Geerken mengetahuinya setelah mendapatkan informasi dari Iwan Ong Santosa, wartawan Kompas yang menekuni sejarah. Iwan dan ibunya menceritakan bahwa pada 1990-an mereka ingin membeli rumah di Bogor lalu ditawari sebuah rumah di Jalan Raya Bogor milik Abu Bakar yang berusia sekitar 80 tahun. Abu Bakar mengajar les piano dan biola.

“Tembok rumahnya tertutup oleh foto-foto dari guntingan koran berbahasa Jerman dan Indonesia yang memperlihatkan Abu Bakar sedang berpose bersama Hitler; dan Abu Bakar sedang memainkan piano dengan Hitler dan Eva Braun di dekatnya,” tulis Geerken.

Kendati gagal membeli rumah itu karena Abu Bakar memutuskan tidak mau menjualnya, Iwan mendapatkan kisah menarik sang pemilik rumah. Abu Bakar bercerita kepada Iwan dan ibunya bahwa dia pernah tinggal di Jerman tahun 1937 dan selama perang paling lama di paviliun tambahan di kediaman Hitler di Obersalzberg. Dia secara teratur pergi menghibur Hitler dan istrinya, Eva Braun, ketika mereka bersantai dengan mendengarkan musik di petang hari.

Bagaimana Abu Bakar bisa pergi ke Jerman? Menurut Geerken barangkali tidak akan pernah diperoleh jawaban yang pasti. “Dalam pikiran saya, kuncinya ada di Walther Hewel,” kata Geerken.

Sampai tahun 1936, Hewel tinggal di perkebunan Neglasari (Neglasari Estate Plantation), dekat Garut, Jawa Barat. Hewel juga penggemar berat musik klasik sebagaimana terlihat dalam catatan di buku hariannya. Dia mengenal Abu Bakar karena sering konser eksklusif di hadapan bos-bos perkebunan. Hewel kemungkinan mendengar kaburnya Ernst dan mengatur agar Abu Bakar bisa berangkat ke Jerman.

Abu Bakar kembali ke Indonesia setelah tahun 1950. Dia hidup membujang dan kesepian di usia tua. Dia menjual rumahnya pada 1994. Jejaknya lenyap seperti bekas rumahnya yang telah menjadi kebun penuh pepohonan.

Abu Bakar tidak mendapat kekayaan dari hasil bermusik bagi elite Nazi Jerman. “Namun, masa-masa berada dekat Hitler dan kalangan elitenya, membuat dia banyak dihormati orang di Bogor dan kisah-kisahnya tentang Hitler dan Obersalzberg selalu diterima baik oleh para tetanganya,” kata Geerken.


Sumber :

Monday, December 26, 2016

Foto Tarn Dienstgradabzeichen (Tanda Pangkat Seragam Kamuflase)

LEUTNANT / SS-UNTERSTURMFÜHRER


 Leutnant (pangkat terakhir Oberleutnant) Eugen Kastner dari Grenadier-Regiment 316 / 212. Infanterie-Division di front Volkhov, Uni Soviet. Dia mengenakan jaket kamuflase bolak-balik musim dingin yang biasa disebut sebagai Umkehrbare Winteranzug (Winter Reversible Camo Parka), dengan bagian abu-abunya berada di luar sedangkan bagian putihnya di dalam. Di bagian lengan terjahit insignia pangkat yang biasa dinamakan sebagai tarn-dienstgradabzeichen. Tampaknya foto ini diambil saat Kastner akan melakukan patroli, yang terlihat dari peralatan ski yang dikenakannya serta senapan mesin MP40 (lengkap dengan kantong amunisi) yang tersampir di dadanya. Di latar belakang tampak jalan kereta api dengan bantalan kayu yang melewati belantara Volkhov. Tidak ada keterangan kapan foto ini diambil. Foto ini sendiri merupakan salah satu dari 500+ foto peninggalan Oberleutnant Kastner, dan sekarang menjadi koleksi pribadi Akira Takiguchi

---------------------------------------------------------------------

HAUPTMANN / SS-HAUPTSTURMFÜHRER


SS-Hauptsturmführer Josef Kramer (Kampkommandant Bergen-Belsen) mengenakan pakaian dalam dengan print insignia camo yang langka - dengan pangkat SS-Hauptsturmführer. Foto ini diambil pada tanggal 17 April 1945, dua hari setelah Kamp Konsentrasi Bergen-Belsen (di barat daya kota Bergen, Niedersachsen, Jerman) dibebaskan oleh pasukan Inggris dari 11th Armoured Division. Meskipun menjelang pembebasan banyak para penjaga kamp yang melarikan diri karena takut akan adanya pembalasan dari tawanan mereka, Kramer dengan berani memutuskan untuk tetap tinggal dan mengerjakan tugas sehari-hari seperti biasa. Pasukan Inggris begitu terkejut ketika mendapati bahwa kamp tersebut menampung 60.000 penghuni - dengan sebagian besarnya dalam kondisi sangat menyedihkan - sementara tidak kurang dari 13.000 mayat lainnya bertebaran di segala penjuru tanpa sempat dikuburkan! Sang Kampkommandant dengan tenang menyambut tentara Inggris, dan bahkan menyempatkan diri untuk menemani mereka melihat-lihat Bergen-Belsen! Pada tanggal 17 November 1945 Kramer dijatuhi hukuman mati atas peran aktifnya dalam "kejahatan terhadap kemanusiaan", dan dihukum gantung di penjara Hamelin pada tanggal 13 Desember 1945. Sebagai algojonya adalah Albert Pierrepoint, seorang pekerja toko kelontong yang bekerja sampingan sebagai petugas eksekusi. Pierrepoint terkenal sebagai "pengeksekusi paling efisien dalam sejarah Inggris", dan di sepanjang karirnya telah membantu mengirimkan 435 orang ke alam baka!

---------------------------------------------------------------------

GENERALOBERST / SS-OBERSTGRUPPENFÜHRER



Generaloberst Eduard Dietl (Oberbefehlshaber 20. Gebirgs-Armee) mengenakan jaket tebal bulu domba untuk menghadapi musim dingin Skandinavia yang terkenal membekukan. Di bagian lengannya terdapat insignia kepangkatan - yang biasanya tersemat di seragam kamuflase - dengan tiga rangstern (pips) yang menunjukkan pangkat pemakainya saat itu: Generaloberst. Dietl juga mengenakan bergmütze (topi gunung) dengan simbol khas bunga Edelweiss di bagian pinggir. Tidak ada keterangan kapan foto ini diambil

---------------------------------------------------------------------


Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk SS-Sturmbannführer Erich Olboeter (Kommandeur III.[gepanzerte]Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 26 / 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), yang diselenggarakan di Normandia pada tanggal 28 Juli 1944. Dari kiri ke kanan: tidak diketahui, Erich Olboeter (membelakangi kamera), SS-Hauptsturmführer Hermann "Bibl" Weiser (Adjutant I. SS Panzerkorps "Leibstandarte"), SS-Sturmbannführer Hubert Meyer (Ia Erster Generalstabsoffizier 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), SS-Obersturmbannführer Max Wünsche (Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"), SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS Panzerkorps "Leibstandarte"), dan SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend"). Dietrich dan Meyer sama-sama mengenakan seragam kamuflase dengan insignia khusus di bagian lengan, sesuai dengan pangkat mereka masing-masing. Insignia milik Dietrich tetap dia simpan, bahkan setelah naik pangkat menjadi SS-Oberstgruppenführer beberapa hari kemudian. Insignia tersebut nantinya diberikannya kepada salah satu rekan seperjuangannya, dan ujung-ujungnya berakhir menjadi salah satu koleksi dari pengarang buku Markus Lippl


Sumber :
Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi
www.wehrmacht-awards.com
www.yadvashem.org

Foto Tokoh Third Reich Peraih Gau-Ehrenzeichen

GAU-EHRENZEICHEN DES GAUES BADEN



Foto ini adalah salah satu dari enam seri kartupos masa perang dengan tema "Polizei im Osten", dan merupakan hasil karya fotografer terkenal dari SS, Franz Bauer. Dia diambil di Polandia pada tahun 1939 dan memperlihatkan tiga orang anggota Einsatzgruppe. Perwira di tengah adalah SS-Sturmbannführer Franz Sommer (Kommandeur Einsatzkommando 1 / Einsatzgruppe VI). Bila fotonya diperbesar, kita bisa melihat bahwa Sommer mengenakan medali Baltisches Kreuz, SA-Sportsabzeichen, Gau-Ehrenzeichen des Gaues Baden, serta baris pita untuk 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse, Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918, dan Dienstauszeichnungen der NSDAP


Sumber :
www.wehrmacht-awards.com

Foto Einsatzgruppen

Foto ini adalah salah satu dari enam seri kartupos masa perang dengan tema "Polizei im Osten", dan merupakan hasil karya fotografer terkenal dari SS, Franz Bauer. Dia diambil di Polandia pada tahun 1939 dan memperlihatkan tiga orang anggota Einsatzgruppe. Perwira di tengah adalah SS-Sturmbannführer Franz Sommer (Kommandeur Einsatzkommando 1 / Einsatzgruppe VI). Bila fotonya diperbesar, kita bisa melihat bahwa Sommer mengenakan medali Baltisches Kreuz, SA-Sportsabzeichen, Gau-Ehrenzeichen des Gaues Baden, serta baris pita untuk 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse, Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918, dan Dienstauszeichnungen der NSDAP


Foto ini adalah salah satu dari enam seri kartupos masa perang dengan tema "Polizei im Osten", dan merupakan hasil karya fotografer terkenal dari SS, Franz Bauer. Dia diambil di Polandia pada tahun 1939 dan memperlihatkan para anggota Einsatzgruppe. Membelakangi kamera adalah SS-Sturmbannführer Franz Sommer (Kommandeur Einsatzkommando 1 / Einsatzgruppe VI). Tak lama setelah pasukan Jerman menguasai Polandia di bulan September 1939, Reichsführer-SS Heinrich Himmler mengirimkan grup-grup Einsatzgruppe untuk membantu "mengatur" wilayah pendudukan: Einsatzgruppe I (SS-Standartenführer Bruno Streckenbach), Einsatzgruppe II (SS-Obersturmbannführer Emanuel Schäfer), Einsatzgruppe III (SS-Obersturmbannführer Hans Fischer), Einsatzgruppe IV (SS-Brigadeführer Lothar Beutel), Einsatzgruppe V (SS-Standartenführer Ernst Damzog), Einsatzgruppe VI (SS-Oberführer Erich Naumann), Einsatzgruppe z. B.V (SS-Obergruppenführer Udo von Woyrsch), serta Einsatzkommando 16 (SS-Sturmbannführer Rudolf Tröger)


Sumber :
www.thefifithfield.com
www.wehrmacht-awards.com

Sunday, December 25, 2016

Foto Hasil Karya SS-Kriegsberichter Jobst Gösling



Mufti Yerusalem Amin al-Husseini dalam acara kunjungan ke tempat latihan 13. SS-Freiwilligen-Bosnien-Herzegowina-Gebirgs-Division (Kroatien) di Truppenübungsplatz Neuhammer am Queis (Jerman), bulan November 1943. Disini dia sedang menginspeksi latihan menembak (dengan menggunakan peluru tajam!) dari para prajurit muda anggota II.Bataillon / Kroatisches SS-Freiwilligen-Gebirgsjäger-Regiment 2. Berdiri paling kiri  dengan memakai pakaian sipil (di sebelah Mufti) adalah Ibrahim Kirlić, seorang tokoh otonomis Bosnia terkemuka, sementara tiga orang perwira SS yang ikut mengawasi di sebelah kanan adalah, dari kiri ke kanan: SS-Obersturmbannführer Franz Matheis (Kommandeur Kroatisches SS-Freiwilligen-Gebirgsjäger-Regiment 2), SS-Sturmbannführer Egon Zill (Kommandeur II.Bataillon / Kroatisches SS-Freiwilligen-Gebirgsjäger-Regiment 2), serta SS-Sturmbannführer Götz Berens von Rautenfeld (Adjutant 13. SS-Freiwilligen-Bosnien-Herzegowina-Gebirgs-Division). Zill mengenakan apa yang dinamakan sebagai "Totenkopf" (Kepala Kematian/Tengkorak) di kerahnya, sebuah insignia yang dengan bangga tetap dia pakai dari sejak masa penugasannya sebagai Komandan Kamp Konsentrasi Flossenbürg di masa sebelum perang. Seusai Perang Dunia II, Zill bersembunyi dengan menggunakan nama palsu. Penyamarannya terbongkar hanya setelah dia dikaruniai anak perempuan di luar pernikahan, dan dia ingin agar sang anak mempunyai garis keluarga yang sebenarnya sehingga membubuhkan nama aslinya di akte kelahiran! Foto yang dibuat oleh Kriegsberichter SS-Untersturmführer Jobst Gösling ini pertama kali dipublikasikan tanggal 13 Januari 1944



Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman

Monday, December 19, 2016

SS-Gruppenführer Karl-Gustav Sauberzweig (1899-1946), Komandan Divisi Handschar


Album foto Karl-Gustav Sauberzweig bisa dilihat DISINI
Oleh : Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Karl-Gustav Sauberzweig
Panggilan/julukan: Schnellchen (Si Cepat)
Lahir: 1 September 1899 di Wissek, Posen (Jerman)
Meninggal: 20 Oktober 1946 di Kamp Neuengamme, Bergedorf, Hamburg (Jerman)
Nomor keanggotaan NSDAP: Tidak diketahui
Nomor keanggotaan SS: Tidak diketahui
Gelar akademis: Tidak diketahui
Anggota keluarga: Dr. Joachim Sauberzweig (ayah); Erna Giese (istri, menikah tanggal 15 Desember 1924); Dieter Sauberzweig (anak, lahir tanggal 17 November 1925)
Ciri fisik: Tidak diketahui

Beförderungen (Promosi):
28.09.1916 Fahnenjunker
17.05.1917 Fähnrich
25.08.1917 Leutnant (ohne Patent)
00.05.1919 Leutnant
01.04.1925 Oberleutnant
01.04.1933 Hauptmann im Generalstab
01.10.1936 Major im Generalstab
01.03.1938 Oberstleutnant im Generalstab
01.02.1942 Oberst im Generalstab
01.08.1943 SS Oberführer
01.10.1943 SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS
21.06.1944 SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS
00.01.1945 Generalleutnant (Wehrmacht)

Karriere (Karir):
28.09.1916 - 00.11.1918 Bergabung dengan Königlich Preußische Armee dan ditempatkan di 2. Brandenburgisches Grenadier-Regiment "Prinz Karl von Preußen" Nr. 12
15.05.1919 - 07.02.1920 Ordonanzoffizier di Reichswehr-Infanterie-Regiment 54
07.02.1920 - 30.09.1920 Bataillon-Adjutant di Reichswehr-Infanterie-Regiment 10
30.09.1920 - 01.06.1922 Zugführer di MG-Kompanie / 3. (Preußische) Infanterie-Regiment
01.06.1922 - 00.00.1924 Zugfuhrer di 3.Kompanie / 8. (Preußische) Infanterie-Regiment
00.00.1924 - 00.00.1927 Kompanieoffizier di 8.(MG) Kompanie / 8. (Preußische) Infanterie-Regiment
00.00.1927 - 00.00.1928 Kompanieoffizier di 4.(MG) Kompanie / 8. (Preußische) Infanterie-Regiment
00.00.1928 - 30.09.1930 Ordonanzoffizier dan Signaloffizier di 8. (Preußische) Infanterie-Regiment
01.10.1930 - 01.07.1933 Staboffizier di 3. Division (Reichswehr) 
00.03.1932 - 01.04.1933 Terlibat dalam kecelakaan udara dan menderita patah tulang berat sehingga harus absen untuk sementara dari dinas kemiliteran
01.04.1933 - 01.10.1934 Führergehilfenausbildung Abteilung D / Artillerieschule Jüterbog
01.10.1934 - 30.06.1935 Lehrer zur Heeres- und Luftwaffen-Nachrichtenschule
01.08.1935 - 15.10.1935 Kompaniechef di Nachrichten-Abteilung Potsdam A
15.10.1935 - 00.00.1936 Kompaniechef di Nachrichten-Abteilung 43
00.00.1936 - 01.04.1938 Quartiermeister für Nachschub und Versorgung (Ib) XI. Armeekorps
01.04.1938 - 25.09.1939 Quartiermeister für Nachschub und Versorgung (Ib) XVII. Armeekorps
25.09.1939 - 17.12.1939 Ausbildungsabteilung vom Generalstab des Heeres
17.12.1939 - 01.06.1941 Erster Generalstabsoffizier für Führung und Ausbildung (Ia) XI. Armeekorps
01.06.1940 - 00.00.1940 Terluka dalam pertempuran di sebelah tenggara Dunkirk
01.05.1941 - 18.08.1941 Kommandeur Infanterie-Regiment 466 / 257.Infanterie-Division
18.08.1941 - 19.08.1941 Dirawat di rumah sakit setelah terkena pecahan ledakan bom di bagian matanya. Sebagai akibatnya, Sauberzweig kehilangan penglihatan di mata kanannya
00.10.1941 - 14.01.1942 Kommandeur Infanterie-Regiment 306 / 211.Infanterie-Division
01.05.1942 - 01.11.1942 Kommandeur Infanterie-Ersatz-Regiment 131
01.11.1942 - 01.08.1943 Chef des Stabes in der Inspektion des Erziehungs- und Ausbildungswesens
01.08.1943 - 09.08.1943 Dipindahkan ke Waffen-SS dan mendapat pangkat SS-Oberführer
09.08.1943 - 19.06.1944 Kommandeur Kroatische SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division, yang kemudian berganti nama menjadi 13. SS-Freiwilligen-Bosnien-Herzegowina-Gebirgs-Division (Kroatien) pada bulan Oktober 1943, dan 13. Waffen-Gebirgs-Division der SS "Handschar" (kroatische Nr. 1) bulan Mei 1944
21.06.1944 - 15.11.1944 Kommandierender General IX. Waffen-Gebirgs-Armeekorps der SS
15.11.1944 - 00.01.1945 Führerreserve der Waffen-SS im Führungshauptamt
00.01.1945 - 00.03.1945 Setelah berbeda pendapat dengan Heinrich Himmler dan Hans Jüttner, Sauberzweig ditransfer balik ke Heer dengan pangkat Generalleutnant
00.03.1945 - 26.04.1945 General z.b.V. bei der Heeresgruppe H
26.04.1945 - 00.05.1945 Stellvertreter Kommandierender General XVII. Armeekorps und Kommandeur Korps Sauberzweig

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):
00.00.19__ 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse
00.00.19__ 1914 Eisernes Kreuz I.Klasse
00.00.1918 Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz
00.00.193_ 1914-1918 Ehrenkreuz für Frontkämpfer
00.00.19__ 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse 
00.00.19__ 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz I.Klasse
00.00.1941 Verwundetenabzeichen in Gold
00.00.19__ Bulgarian Order of Military Merit, 3rd Class with War Decoration Wreath

Aufzeichnungen (Catatan):
* Fasih berbahasa Spanyol
* "Seorang pemimpin pasukan yang teruji dari masa mudanya, Sauberzweig telah menjadi komandan kompi dan mendapatkan Eisernes Kreuz I.Klasse pada saat usianya baru menginjak 18 tahun. Dia juga mempunyai reputasi sebagai seorang organisator yang luar biasa. Determinasinya yang tak mengenal lelah dan etos kerjanya yang sempurna membuat dia dijuluki sebagai Schnellchen (Si Cepat)." - George Lepre dalam buku "Himmler's Bosnian Division: The Waffen-SS Handschar Division 1943–1945"
* Kehilangan penglihatan di mata kanannya dalam Unternehmen Barbarossa saat masih menjadi perwira Heer.
* Dari hari pertama masa tugasnya sebagai komandan Divisi SS Handschar, Sauberzweig memperlakukan anakbuahnya - yang sebagian besar adalah muslim - selayaknya anak sendiri. Mantan prajurit Handschar, Dzemal Ibrahimovic, mengenang 50 tahun kemudian bahwa sang Divisionskommandeur seringkali memanggil mereka sebagai "anak-anak".
* Sauberzweig menyerahkan diri pada Sekutu Barat pada bulan Mei 1945, dan pada tanggal 26 September 1946 menyerahkan laporan tertulis yang berisi pengalamannya selama menjabat sebagai komandan Divisi Handschar. Laporan tersebut ditulisnya sewaktu menjadi tawanan Inggris di Preetz, Schleswig-Holstein. Manuskrip yang tak pernah dipublikasikan ini kemudian menjadi salah satu dokumen penting mengenai sejarah Divisi Handschar. Sauberzweig bunuh diri dengan menelan pil sianida pada tanggal 20 Oktober 1946 saat dipenjara di Civil Internment Camp No. 6 (bekas Kamp Konsentrasi Neuengamme), tak lama setelah mengetahui bahwa dia akan diekstradisi ke Yugoslavia dan menghadapi sidang pengadilan disana yang terkenal kejam.
* Anaknya, Professor Dr. Dieter Sauberzweig, setelah perang kemudian menjadi seorang Kulturpolitiker (komentator kultur politik) Jerman terkemuka.


Sumber :
Buku "Himmler's Bosnian Division: The Waffen-SS Handschar Division 1943–1945" karya George Lepre 

U-595

Meskipun foto yang ditampilkan disini bukanlah dari jenis yang mempunyai kualitas mumpuni, tapi dia tetap merupakan salah satu dari foto berwarna asli super langka yang memperlihatkan penampakan pasukan kapal selam Jerman dalam Perang Dunia II. Foto ini kemungkinan besar diambil pada saat pengujian crash dive (selam cepat) di Laut Baltik pada bulan November 1941. Diambil dari dek U-595, terlihat kapal selam lain yang memakai emblem putih UAK (Unterseebootsabnahmekommando) di atas menara pengawasnya, sedang berlayar menuju fjord Kiel. Emblem putih UAK sendiri hanya disematkan di kedua belah sisi menara pengawas selama berlangsungnya ujicoba ketahanan U-boat. Setelah lolos ujicoba UAK pada tanggal 11 Desember 1941, U-595 berangkat menuju Agru-Front (Hela) di perairan dalam Teluk Danzig untuk menjalani pelatihan lanjutan yang berlangsung dari tanggal 12 s/d 22 Desember 1941. Lalu, tanggal 23 Desember-nya, kapal selam tersebut bergabung dengan 8. Unterseebootsflottille (8th Submarine Flotilla) di Königsberg. Bersama Flotila ini, yang pada bulan Februari 1942 pindah ke pangkalan baru di Danzig, U-595 menjalani serangkaian ujicoba selam kedalaman, pengukuran kecepatan, antisipasi bom barel, perbaikan kerusakan, penembakan torpedo siang dan malam hari, serta pelatihan penggunaan senjata dek. Tes-tes tersebut, yang berlanjut sampai dengan tanggal 31 Juli 1942, mencakup juga beberapa pelatihan taktis di darat. Tes terakhir adalah sesi monitor suara yang dilangsungkan di Rönne/Bornholm. U-595 sendiri dibuat oleh Blohm & Voss di Hamburg. U-boat dari Tipe VIIC ini kemudian mulai bertugas pada tanggal 6 November 1941 dengan komandan pertamanya adalah Oberleutnant zur See Jürgen Quat-Faslem. Dari Hamburg, U-595 berlayar menyusuri sungai Elbe dan Kanal Kaiser-Wilhelm sampai ke Laut Baltik. Perjalanan pertama ini bukannya tanpa kendala, dan kapal selam tersebut beberapa kali membawa serta pilot Luftwaffe untuk membantu dalam masalah navigasi. Setelah tiba di Kiel, U-595 menjalani 14 hari ujicoba UAK, yang diantaranya adalah tes selam kedalaman, penggunaan kompas gyro, dan pengawasan suara kapal oleh UAG-Schall di Sonderburg, Denmark. Mikrofon bawah-air menangkap suara yang dikeluarkan oleh kapal selam tersebut, yang berlayar dalam kecepatan yang berbeda-beda. Tujuannya adalah untuk membuat U-595 lebih sulit untuk dideteksi manakala dia sudah mulai bertugas


Foto ini diambil pada bulan Januari/Februari 1942 di salah satu pangkalan pelatihan U-boat di Teluk Danzig, dan memperlihatkan Obersteuermann Georg Schwarz sedang bertugas di depan menara pengawas U-595. Kita bisa melihat dengan jelas emblem "Frosch" (Kodok) dari U-595 yang didesain dan dicat oleh 1. Wachtoffizier (Perwira Pengawas Pertama) Leutnant zur See Friedrich Kaiser saat kapal selam tersebut masih menjalani serangkaian ujicoba di Agru-Front. Pada tanggal 14 November 1942, U-595 rusak berat setelah mendapat serangan bom Sekutu di lepas pantai Oran di Mediterania, sehingga pada akhirnya terpaksa ditenggelamkan oleh awaknya sendiri demi menghindari jatuh ke tangan musuh. Dua awaknya gugur, sementara sisanya menjadi tawanan perang 


Sumber :
Majalah "U-Boot im Focus" edisi no.4 - 2008

Monday, November 28, 2016

Koleksi Lukisan Karya Canaletto


Giovanni Antonio Canal (18 Oktober 1697 - 19 April 1768), yang lebih dikenal sebagai "Canaletto" (Canal Kecil), adalah pelukis Italia abad ke-18 yang terkenal melalui karya-karya landscape, atau vedute, dari Venesia. Dia adalah anak dari Bernardo Canal yang juga adalah seorang pelukis. Canaletto tinggal di Inggris selama periode 1746-56 dan menciptakan banyak pula lukisan pemandangan disana - meskipun popularitas serta kualitasnya disebut-sebut kalah jauh bila dibandingkan dengan karya-karya awalnya semasa di Venesia. Canaletto mempunyai kelebihan khusus dimana lukisan-lukisannya dianggap menampilkan "pemandangan perkotaan yang menggugah". Karyanya yang paling terkenal adalah "The Stonemason´s Yard" (Halaman Tukang Batu), yang dibuat pada tahun 1725. Lukisan ini kemudian dipersembahkan untuk Sir George Beaumont pada tahun 1823/8. Canaletto, bersama dengan Giambattista Pittoni, Giovan Battista Tiepolo, Giovan Battista Piazzetta, Giuseppe Maria Crespi dan Francesco Guardi, tergabung dalam kelompok pelukis Venesia terkemuka pada masanya

------------------------------------------------------------------------


 San Cristoforo, San Michele and Murano from the Fondamenta Nuove (1722-23)


Grand Canal, Looking Northeast from Palazo Balbi toward the Rialto Bridge (1723-24)


 Grand Canal, Looking East from the Campo San Vio (1723-24)
 
 
 Piazza San Marco (1723-24)


Rio dei Mendicanti (1723-24)


 The Grand Canal, Looking North-East from Palazzo Balbi to the Rialto Bridge (1724)


 The Grand Canal with the Rialto Bridge in the Background (1724-25)


 The Stonemason's Yard (1725)


 Bucentaur's return to the pier by the Palazzo Ducale (1727-29)


The Entrance to the Grand Canal, Venice (1730) 


 Piazza San Marco with the Basilica, Venice (1730-34)


 View of the entrance to the Venetian Arsenal (1732)


The Grand Canal from Palazzo Flangini to Campo San Marcuola (1738)


Rome: Ruins of the Forum, Looking towards the Capitol (1742)


 London: Seen Through an Arch of Westminster Bridge (1746-47)


 Westminster Bridge, with the Lord Mayor's Procession on the Thames (1747)


Westminster Abbey (1749)


 The Strand front of Northumberland House (1752)


Sumber :
www.canalettogallery.com
www.en.wikipedia.org
www.wga.hu