Friday, June 4, 2010

Das Infanterie-Sturmabzeichen (Infantry Assault Badge/Medali Serang Infanteri), Penghargaan Untuk Veteran Perang Infanteri!

Infantry Assault Badge alias Infanterie-Sturmabzeichen alias Medali Serang Infanteri alias panghargaan jeung walad leumpang anu nyerang!


Seorang prajurit Heer dengan Infantry Assault Badge tersemat di saku kirinya. Selain itu, kita juga bisa melihat pita Iron Cross 2nd class, Iron Cross 1st class dan Wound's Badge


Buku yang khusu membahas tentang Infantry Assault Badge karangan Sascha Weber. Benar-benar buku yang dahsyat dengan 200 halaman dan 1000 foto berwarna!


Dokumen pemberian Infantry Assault Badge in Bronze untuk SS-Oberscharführer Werner Steppan dari Divisi Panzer SS ke-1 'Leibstandarte SS Adolf Hitler' tertanggal 20 September 1940. Yang menandatangan dokumen ini adalah komandan Leibstandarte, SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef 'Sepp' Dietrich


Oleh : Alif Rafik Khan

Medali Tempur Infanteri, atau yang lebih dikenal dengan Medali Serang Infanteri (Infantry Assault Badge) adalah medali yang diberikan kepada prajurit infanteri, utamanya dari Heer dan Waffen-SS, yang berprestasi dalam pertempuran sehingga membuat mereka layak dianugerahi medali tersebut. Medali ini dirancang oleh C.E. Junker dari Berlin dan mulai diinstitusikan tanggal 20 Desember 1939 oleh Generaloberst Walther von Brauchitsch. Pertama dikeluarkan, medali ini hanya terdiri dari satu kelas/tingkatan, yaitu dengan bahan dari perak saja.

Kelas yang terpisah, yang terbuat dari perunggu, mulai dikeluarkan tanggal 1 Juni 1940. Kelas dari perunggu ini mempunyai kriteria penganugerahan yang sama dengan pendahulunya yang dari perak. Hanya satu saja perbedaannya: status pasukan. Perunggu dikeluarkan untuk pasukan panzer, sedangkan perak untuk infanteri.

Infantry Assault Badge berbentuk daun ek yang melingkar secara oval, dengan empat daun di kiri dan kanannya. Setiap daun ek mempunyai dua buah biji, yang terdapat di bagian bawah daun. Di tengah dasar medali terdapat pita yang terikat di sekeliling lingkaran, dengan lima butir peluru bedil mimis dalam posisi vertikal di tengah-tengahnya. Benda paling menonjol yang tergambar dalam medali ini adalah senapan K98 yang terletak secara diagonal. Bagian popor terdapat di sebelah kanan, sedikit di bawah lingkaran ek. Senapan tersebut nanggeyeng (bersandar) ke arah kiri, dengan bayonet tidak lupa terpasang di ujungnya. Di bagian atas lingkaran terdapat lambang nasional: burung rajawali dengan sayap tertutup ke bawah dan mencengkeram lambang swastika di kakinya. Medali ini mempunyai detail yang mengagumkan dalam segala aspeknya, dari rajawali sampai popor senapan.

Infantry Assault Badge berukuran 46mm dari atas ke bawah, dan sedikit menggelembung dengan bagian belakang padat atau berlubang yang merupakan hasil tempelan atau dicetak. Bagian belakang mempunyai pengait/klip vertikal lengkap dengan engselnya. Metode penambahan klip ini sendiri bervariasi: ada yang di las dan ada juga yang di solder.

Meskipun sebagian besar Infantry Assault Badge dibuat dengan tanpa merk pembuatnya, tapi kadang beberapa medali juga memuat nama inisial dari pembuatnya. Di bawah ini adalah daftar lengkap para produsen medali ini:

FZS : Fritz Zimmerman und Sohne, Ludenscheid
BSW : Gebruder Schweiger, Wien
S.H.u.Co. : Sohni, Heubach und Co
WH : Walter und Henlein
JFS : Josef Feix Sohne Gablonz
A : Assmann und Sohne, Ludenscheid
C.W. : Carl Wilde, Hamburg
R.S.S. : Richard Simm und Sohne, Gablonz
R.S. : Rudolf Souval, Wein
F.O. : Freidrich Orth, Wein
WH : Hermann Wernstein, Jena-Lobstadt
F.L.L. : Friedrich Linden, Ludenscheid
C.E. : Junker, Berlin
AS : Adolf Schilze, Grunwald
H.A. : Hermann Aurich, Dresden
GWL : Gerbruder Weger, Ludenscheid

Medali ini tersedia juga dalam versi pin miniatur yang dipasang di kerah dan dikenakan ketika si penerima memakai pakaian sipil biasa.

Karena begitu banyaknya pembuat medali ini, maka bukanlah hal yang langka ketika didapati sedikit perbedaan di masing-masing buatannya. Infantry Assault Badge model awal yang di cap mempunyai hasil sepuhan sempurna pada setiap bagiannya. Ketika pembatasan mulai diberlakukan dan medali-medali terbaru dengan bahan metal berkualitas lebih nyuksruk keluar, materi perunggu dan perak "dilaburkan" ke kulit medali, yang akan terkelupas tak lama kemudian dan meninggalkan bahan aslinya yang berwarna butek abu-abu yang tidak "menggairahkan"!

Kedua seri Infantry Assault Badge ini diberikan sebagai penghargaan untuk prestasi dalam pertempuran. Otorisasinya harus sepersetujuan sang komandan resimen, dan diserahkan lengkap dengan dokumen khusus yang menyertainya. Dokumennya sendiri adalah tipe standar yang memasang nama dan unit si penerima, juga tanggal medali itu diberikan. Seperti hampir semua penghargaan Third Reich lainnya, tak ada keterangan tentang aksi apa yang telah dilakukan si penerima yang membuat ia layak mendapatkan Infantry Assault Badge. Dokumennya terbuat dari kertas coklat dengan nama jenis medali telah di-print sebelumnya.

Medali ini dipasang di dada sebelah kiri, tepatnya di saku. Tak ada pembatasan bahwa medali ini hanya dikenakan di seragam saja, dan beberapa foto era Perang Dunia II memperlihatkan bahwa banyak juga prajurit Wehrmacht yang mengenakannya di jaket abu-abu mereka.

Infantry Assault Badge perak diberikan kepada tamtama dan perwira dari kompi senapan (yang bukan bagian dari Divisi Infanteri Bermotor), juga kompi dari pasukan gunung (Gebirgsjäger). Kriteria penerimaannya sendiri adalah sebagai berikut:

PERAK:
1. Ikut ambil bagian dalam tiga atau lebih serangan infanteri.
2. Ikut ambil bagian dalam tiga atau lebih serangan balasan infanteri.
3. Ikut ambil bagian dalam tiga atau lebih operasi pengintaian bersenjata.
4. Ikut ambil bagian dalam tiga atau lebih pertempuran satu-lawan-satu dalam posisi menyerang.
5. Ikut ambil bagian dalam pertempuran selama tiga hari yang berbeda.

PERUNGGU:
1. Ikut ambil bagian dalam tiga atau lebih serangan infanteri bermotor.
2. Ikut ambil bagian dalam tiga atau lebih serangan balasan infanteri bermotor.
3. Ikut ambil bagian dalam tiga atau lebih operasi pengintaian bermotor dengan senjata.
4. Terlibat dalam pertempuran satu lawan satu dalam posisi serangan bermotor.
5. Ikut ambil bagian dalam pertempuran bermotor selama tiga hari yang berbeda.

Serangan tersebut harus dilakukan dalam hari yang berlainan, dan bila dilakukan dalam beberapa hari berturut-turut, maka hanya satu "point" yang diterima.


Sumber :
www.aberdeenbookstore.com
www.en.wikipedia.org
www.leibstandarte.co.uk
www.snyderstreasures.com
www.wehrmacht-awards.com
www.ww2army.com


No comments: