Sunday, December 29, 2019

Foto Granatwerfer Kaliber 50mm

5 cm GRANATWERFER 205/1(r)

Dua orang jenderal Wehrmacht melakukan inspeksi ke lokasi pelatihan Turkistanische Legion (Legiun Turkistan), musim panas tahun 1943. Foto ini - yang diambil dari majalah SIGNAL edisi khusus "Ost" no.24 tahun 1943 - memperlihatkan saat mereka sedang ngadu huntu dengan awak mortir RM40 kaliber 50mm yang merupakan hasil rampasan dari Rusia. Jenderal di kiri adalah Generalmajor Hellmuth Nickelmann (Kommandeur Osttruppen z.b.V. 720), sementara jenderal di tengah adalah Generalleutnant Heinz Hellmich (Inspekteur der Osttruppen im Oberkommando des Heeres). Sebagian besar dari para sukarelawan bangsa Turkistan ini diambil dari mantan tawanan Tentara Merah yang bersedia untuk menjadi kolaborator Jerman. Legiun Turkistan pertama dibentuk pada bulan Mei 1942 dan hanya berkekuatan satu batalyon, tapi pada tahun 1943 jumlahnya membengkak menjadi 16 batalyon dengan berkekuatan 16.000 prajurit. Di bawah arahan khusus dari Wehrmacht, mereka semua ditempatkan di Front Barat, Yugoslavia dan Italia, sehingga mengisolasi mereka dari "persentuhan kembali" dengan pasukan Soviet. Sebagian besar dari mereka tergabung dalam 162. (Turk.) Infanterie-Division, yang anggota-anggotanya diisi oleh orang-orang Turkistan, Azerbaijan dan Georgia. Pada akhir perang mereka menyerah pada pasukan Inggris, tapi kemudian dikembalikan lagi ke Rusia setelah Stalin - yang menganggap mereka sebagai pengkhianat - melakukan tuntutan keras kepada Inggris dan Amerika Serikat. Nasib mereka setelahnya bisa diduga: dieksekusi atau menghabiskan waktu selama bertahun-tahun di gulag (kamp kerja paksa) di Siberia!



Sumber :
www.wehrmachtss.blogspot.com

Foto Kampanye Militer Jerman di Kepulauan Dodecanese (8 September - 22 November 1943)

Dari kiri ke kanan: General der Flieger Martin Fiebig (Befehlshaber Luftwaffenkommando Südost), Oberstleutnant Kurt Kuhlmey (Geschwaderkommodore Schlachtgeschwader 3), dan Major Bernhard Hamester (Gruppenkommandeur III.Gruppe / Schlachtgeschwader 3). Foto ini diambil pada akhir bulan November 1943 setelah berakhirnya kampanye militer Jerman di Dodecanese, Yunani, dimana pihak Jerman merebut pulau-pulau di Laut Aegea dari tangan pasukan Inggris. Peristiwa ini juga tercatat sebagai kemenangan terakhir Jerman dalam invasi ke wilayah yang masih dikuasai oleh musuhnya


Sumber :
Buku "Kos and Leros 1943: The German Conquest of the Dodecanese" karya Anthony Rogers dan Darren Tan

Thursday, December 26, 2019

Kendaraan Aneh dan Langka Third Reich

KENDARAAN AMFIBI

Landwasserschlepper

-------------------------------------------------------------------------------

KENDARAAN ANTI-TANK

3.7cm Selbstfahrlafette L/60

-------------------------------------------------------------------------------

KENDARAAN BENGKEL

 Opel Blitz 3-ton AufsetzKran


Sumber :
www.flickriver.com
www.forum.axishistory.com
www.kfzderwehrmacht.de

Tuesday, December 24, 2019

Foto Unternehmen Osterei (Operasi Telur Paskah) 12-13 April 1944


Petugas radio dari I.Bataillon / SS-Freiwilligen-Gebirgsjäger-Regiment 28 - yang dikenal sebagai Batalyon Albania dalam tubuh 13. SS-Freiwilligen-Bosnien-Herzegowina-Gebirgs-Division (Kroatien) - dengan topi fez Totenkopf SS Albania (Albanerfez) mereka yang khas, melakukan komunikasi dengan markas pusat dalam Unternehmen Osterei (Operasi Telur Paskah), di Bosnia pada bulan April 1944. Tujuan utama dari operasi militer ini adalah untuk membersihkan wilayah pegunungan Majevica dari gerombolan Partisan Komunis Yugoslavia pimpinan Josif Broz Tito. Resimen SS ke-28 bergerak melintasi Mackovac dan - setelah pertempuran di Priboj - berhasil mendesak Divisi Partisan ke-38 ke arah selatan. Divisi ke-38 Tito akhirnya terusir dari Majevica beberapa hari kemudian dengan membawa serta 200 orang anggota mereka yang terluka. Dalam foto ini kita bisa melihat bintara Jerman sedang menyampaikan laporan situasi terkini dan bersiap untuk menerima perintah selanjutnya, sementara prajurit-prajurit Albania membawa perlengkapan radio di punggung mereka. Para anggota dari batalyon ini kebanyakan diambil dari etnis Albania yang bermukim di Kosovo dan Sandzak/Rashka (Serbia). Mereka mempunyai seorang imam sendiri, dan formasinya  dibentuk berdasarkan model Legion Muslim Albania di era Austro-Hungaria berpuluh-puluh tahun sebelumnya


Seorang SS-Unterscharführer Albania yang berasal dari I.Bataillon / SS-Freiwilligen-Gebirgsjäger-Regiment 28 / 13.SS-Freiwilligen-Bosnien-Herzegowina-Gebirgs-Division (Kroatien) meniup flute tradisional saat sedang beristirahat di sela-sela perjalanan. Batalyon ini khusus berisi orang-orang Albania, dan tak lama kemudian dikirimkan ke Priština untuk membentuk inti dari divisi SS baru yang sepenuhnya berisi orang-orang Albania: 21. SS Waffen-Gebirgs-Division der SS "Skanderbeg" (albanische Nr. 1). Menurut kesaksian SS-Hauptsturmführer Georg Berger, Kepala Staff Divisi Skanderberg, orang-orang Albania "Terlihat sedih saat harus berangkat meninggalkan unit lama mereka". Para bintaranya mengenakan topi fez Totenkopf SS Albania (Albanerfez), yang mempunyai bentuk berbeda dengan topi fez Handschar dan dibuat berdasarkan topi tradisional bangsa Albania yang bernama qeleshe. Foto ini sendiri diambil pada bulan April 1944 saat berlangsungnya Unternehmen Osterei (Operasi Telur Paskah) di Bosnia. Operasi ini berhasil dilaksanakan, dan pasukan Partisan Yugoslavia dari Divisi ke-38 terusir dari wilayah pegunungan Majevica. Secara umum, pihak Jerman mengklaim Osterei sebagai sebuah kesuksesan besar, dimana semua target divisi berhasil terpenuhi dengan kerugian yang minimal 


Sumber :
www.instagram.com

Sunday, December 22, 2019

Foto 267. Infanterie-Division


Daftar peraih penghargaan dari 267. Infanterie-Division bisa dilihat DISINI

--------------------------------------------------------------------

DIVISIONSKOMMANDEUR (KOMANDAN DIVISI)

Robert Martinek (10 November 1941 - 2 Januari 1942)
General der Artillerie Robert Martinek (2 Februari 1889 - 28 Juni 1944) adalah mantan tentara Austro-Hungaria dalam Perang Dunia I yang kemudian bergabung dengan Wehrmacht Jerman seusai "Anschluss" (Penyatuan) dengan Jerman pada tahun 1938. Dalam Perang Dunia II, dia menjadi Komandan 267. Infanterie-Division (10 November 1941 - 2 Januari 1942), Komandan 7. Gebirgs-Division (22 Juli 1942 - 10 September 1942), serta kemudian juga bertanggungjawab atas bombardir artileri berat terhadap benteng Rusia di Sebastopol di musim panas tahun 1942. Pada tanggal 1 Desember 1942 dia mengambil alih komando XXXIX. Panzerkorps. Pada bulan Juni 1944, XXXIX. Panzerkorps berada di bawah kendali Heeresgruppee Mitte di wilayah Belorusia. Tak lama sebelum Tentara Merah melancarkan ofensif musim panas besar-besaran yang menggulung Grup AD Tengah Jerman - yang dinamakan sebagai Operasi Bagration - seorang komandan batalyon dari 12. Infanterie-Division melaporkan kekhawatirannya akan kemungkinan datangnya serangan kepada Martinek, yang saat itu sedang melakukan tur inspeksi ke unit-unit bawahannya. Martinek setuju dengan pendapat tersebut, tapi menjawabnya dengan mengutip sebuah pepatah "Siapa yang akan Tuhan hancurkan, maka Dia buat buta terlebih dahulu". Pasukan Soviet akhirnya benar-benar menyerbu laksana air bah pada tanggal 22 Juni, dan tak lama kemudian korps Martinek terkepung dari mana-mana. Sang jenderal Austria terbunuh dalam sebuah serangan udara pada tanggal 28 Juni 1944 di dekat Berezino. Selama karir perangnya, dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 26 Desember 1941 sebagai Generalmajor dan Kommandeur 267.Infanterie-Division / VII.Armeekorps / 4.Armee / Heeresgruppe Mitte, serta Eichenlaub #388 untuk Ritterkreuz-nya pada tanggal 10 Februari 1944 sebagai General der Artillerie dan Kommandierender General XXXIX.Panzerkorps / 4.Armee / Heeresgruppe Mitte. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Österreichisches Militär-Jubiläumskreuz (1908); Österreichisches Karl-Truppenkreuz; Österreichisches Militärverdienstkreuz, III. Klasse mit der Kriegsdekoration und den Schwertern (Juli 1915 dan September 1917); Österreichisches Bronzene Militärverdienstmedaille am Bande des Militärverdienstkreuzes mit Schwertern; Österreichisches Silberne Militärverdienstmedaille am Bande des Militärverdienstkreuzes mit Schwertern ("Signum Laudis" tahun 1916, 1917 dan 1918); Österreicherischer kaiserlicher Orden der Eisernen Krone, III. Klasse mit der Kriegsdekoration und den Schwertern (Agustus 1918); Goldenes Verdienstzeichen der Republik Österreich; Militärdienstzeichen, II. Klasse für Offiziere der Republik Österreich; Österreichisches Weltkriegserinnerungsmedaille mit Schwertern; Ungarische Weltkriegs-Erinnerungsmedaille mit Schwertern; Wehrmacht-Dienstauszeichnung, IV. bis I. Klasse; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918; 1939 Eisernes Kreuz II.Klasse (25 September 1939) und I.Klasse (20 Mei 1940); Krimschild; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1 September 1942); Anerkennungsurkunde des Oberbefehlshabers des Heeres #336 (22 September 1941); Ordinul Coroana României (Rumania); serta Deutsches Kreuz in Gold (21 Maret 1943). Namanya juga disebutkan tiga kali dalam Wehrmachtbericht: 24 Oktober 1943, April 1944, dan 3 Juli 1944. Pada tanggal 28 Juni 1963, Artillerie-Kaserne (Barak Artileri) milik Bundesheeres Austria di Wina diberi nama sesuai nama Martinek

--------------------------------------------------------------------

 Para perwira Wehrmacht terlihat sedang melintasi sebuah jalan berlumpur - di sebuah tempat yang kemungkinan besar adalah Front Timur - di musim gugur atau awal musim dingin tahun 1941. Paling kiri adalah Generalmajor Friedrich-Karl von Wachter (Kommandeur 267. Infanterie-Division). Manusia satu ini tampaknya mempunyai keahlian (atau takdir?) langka: menjadi cadangan untuk menambal posisi yang bolong di saat genting! Hanya empat hari sebelum dimulainya Fall Gelb (penyerbuan Jerman ke wilayah Barat tanggal 10 Mei 1940), dia ditunjuk menggantikan Generalmajor Friedrich Zickwolff sebagai Komandan sementara 227. Infanterie-Division. Setelah itu, berselang 11 bulan setelah menyerahkan komando kembali kepada komandan aslinya, Wachter dipercaya untuk menjadi Komandan 267. Infanterie-Division hanya tiga minggu sebelum dimulainya Unternehmen Barbarossa (penyerbuan Jerman atas Uni Soviet)!


Seorang Kriegspfarrer (pendeta/pastor) dari Grenadier-Regiment 487 - yang merupakan bagian dari 267. Infanterie-Division - terlihat sedang menjalankan tugasnya dalam sebuah acara misa yang digelar di tengah hutan belantara Rusia, dalam periode antara musim dingin akhir tahun 1942 s/d musim panas pertengahan tahun 1943. Ikut hadir dalam acara ini Musikzug (peleton musik) yang memainkan lagu-lagu dari Bang Haji Rhoma Irama



Sumber :
www.forum.axishistory.com

Flak (Flugabwehrkanone) kaliber 105mm

FLAK 38

Pemasangan pertama Flak 38 kaliber 105mm di bagian atap Gefechtsturm III di Humboldthain, Berlin), pada tahun 1942. Di latar belakang kita bisa melihat samar-samar bangunan Himmelfahrtskirche, sebuah gereja Evangelis yang didirikan pada tahun 1893 dan mempunyai menara setinggi 72 meter. Yang sedang ngoceh di latar depan adalah Generalmajor Ludwig Schilffarth (Kommandeur 1. Flak-Division), sementara yang sedang mendengarkan sambil membelakangi kamera adalah Oberstleutnant Dr. Ernst Ziem, yang merupakan Komandan pertama dari Turmflakabteilung 123 (bagian dari 1. Flak-Division), sebuah jabatan yang diembannya dari tahun 1942 s/d pertengahan tahun 1943




Sumber :
Buku "Flaktürme Wien Hamburg Berlin" karya Hans Sakkers

Foto Flaktürme (Menara Flak)

Pada bulan Mei s/d Agustus 1942, delegasi perwira-perwira Angkatan Udara Bulgaria melakukan kunjungan ke rangkaian Flakturm (Menara Flak) Jerman di Berlin. Pada tanggal 2 Desember 1942 OKL (Oberkommando der Luftwaffe) mengeluarkan pengumuman: "Kunjungan ke rangkaian Flak dan fasilitas Luftwaffe di Berlin adalah dalam rangka pelatihan, berlangsung secara rahasia, dan hanya dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Ia (Kepala Operasi) Führungsstab der Luftwaffe". Dalam foto ini, di latar belakang kita bisa melihat gerbang utama dari Gefechtsturm III (Menara Tempur 3) di Humboldthain, dimana truk-truk Wehrmacht bisa keluar-masuk untuk membawa amunisi serta suplai lainnya. Gerbang ini bisa ditutup dengan menggunakan Panzertüren (pintu lapis baja) sebagai sebuah perlindungan tambahan dari upaya penetrasi pihak luar. Saat Tentara Merah mengepung Berlin di bulan April-Mei 1945, mereka terkejut ketika mendapati bahwa bahkan meriam terkuat mereka - yang berkaliber 203mm - tak mampu untuk membuat kerusakan berarti pada lapisan dindingnya yang mempunyai ketebalan 3,5 meter! Pada akhirnya pasukan Soviet dipaksa untuk membiarkan saja para penghuni Flaktürme Jerman ini dalam kondisi terkepung, sampai akhirnya mereka kehabisan persediaan makanan sendiri dan menyerah. Bahkan setelah diduduki oleh pihak musuh pun, menghancurkannya begitu sulit sehingga sebagian besar Flaktürme Jerman (termasuk yang ada dalam foto ini) masih kokoh bertahan sampai hari ini! Seperti biasa, nggak lengkap Aliando ngoceh kalau nggak disebutkan identifikasinya: ketiga dari kanan adalah Generalmajor Ludwig Schilffarth (Kommandeur 1. Flak-Division), sementara kedua dari kanan adalah Oberstleutnant Dr. Ernst Ziem (Kommandeur Turmflakabteilung 123 / 1.Flak-Division). Foto ini sendiri diambil dari buku "Flaktürme Wien Hamburg Berlin" karya Hans Sakkers (halaman 24)


 Kunjungan delegasi Angkatan Udara Bulgaria ke rangkaian Flakturm (Menara Flak) Jerman di Berlin, yang berlangsung di bulan Mei - Agustus 1942. Foto ini memperlihatkan saat para perwira Bulgaria tersebut memperhatikan dengan seksama sebuah Flak 38 kaliber 20mm yang dipasang di Leitturm III di Humboldthain. Senjata anti pesawat udara ini merupakan salah satu dari rangkaian Flak ringan yang disebar di platform bawah menara Flak yang doperasikan oleh Luftwaffe. Tangga di latar belakang menuju ke platform atas dimana dipasang alat penjejak arah yang memudahkan dalam menembak sasaran di udara. Yang memakai ledermantel (mantel kulit) di tengah adalah Generalmajor Ludwig Schilffarth (Kommandeur 1. Flak-Division), sementara perwira yang membelakangi kamera di sebelah kanannya adalah Oberstleutnant Dr. Ernst Ziem (Kommandeur Turmflakabteilung 123 / 1.Flak-Division)


 Kunjungan delegasi Angkatan Udara Bulgaria ke rangkaian Flakturm (Menara Flak) Jerman di Berlin, yang berlangsung di bulan Mei - Agustus 1942. Foto ini memperlihatkan saat para perwira Bulgaria tersebut memperhatikan dengan seksama Kommandogerät 40, sebuah penjejak arah militer yang berfungsi untuk memudahkan para awak Flak (senjata anti pesawat udara) dalam menembak targetnya. Beberapa buah alat ini dipasang dalam rentang jarak 10 meter di platform atas Leitturm III di Humboldthain, Berlin, sementara di platform bawah adalah rangkaian Flak ringan kaliber 20mm. Terlihat Oberleutnant Horst Meyer (Kommandeur Gefechtsturm III und Batteriechef) di sebelah kanan sedang memberi penjelasan kepada para tamu Bulgarianya, sementara paling kiri adalah Oberstleutnant Dr. Ernst Ziem (Kommandeur Turmflakabteilung 123 / 1.Flak-Division) dan Generalmajor Ludwig Schilffarth (Kommandeur 1. Flak-Division) yang sedang sibuk ngadu huntu


Pemasangan pertama Flak 38 kaliber 105mm di bagian atap Gefechtsturm III di Humboldthain, Berlin), pada tahun 1942. Di latar belakang kita bisa melihat samar-samar bangunan Himmelfahrtskirche, sebuah gereja Evangelis yang didirikan pada tahun 1893 dan mempunyai menara setinggi 72 meter. Yang sedang ngoceh di latar depan adalah Generalmajor Ludwig Schilffarth (Kommandeur 1. Flak-Division), sementara yang sedang mendengarkan sambil membelakangi kamera adalah Oberstleutnant Dr. Ernst Ziem, yang merupakan Komandan pertama dari Turmflakabteilung 123 (bagian dari 1. Flak-Division), sebuah jabatan yang diembannya dari tahun 1942 s/d pertengahan tahun 1943




Sumber :
Buku "Flaktürme Wien Hamburg Berlin" karya Hans Sakkers

Saturday, December 21, 2019

Foto 256. Infanterie-Division



Daftar peraih penghargaan dari 256. Infanterie-Division bisa dilihat DISINI


DIVISIONSKOMMANDEUR (KOMANDAN DIVISI)

  
 Friedrich Weber (12 Januari 1942 - 14 Februari 1942)
Generalleutnant Friedrich Weber (31 Maret 1892 - 2 September 1974) memasuki dinas kemiliteran sebagai seorang sukarelawan pada bulan Agustus 1914 saat Perang Dunia Pertama pecah. Setelah perang usai dia bergabung dengan Freikorps Epp dan kemudian Reichswehr. Perwira berputra empat orang ini telah menjadi seorang Regimentskommandeur pada saat Perang Dunia II pecah pada tahun 1939, dan bersama dengan resimennya ikut berpartisipasi dalam penyerbuan pasukan Jerman ke Polandia dan Belanda. Atas jasa-jasanya dalam menaklukkan Benteng Rotterdam, Weber dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 8 Juni 1940 sebagai Oberstleutnant dan Kommandeur Infanterie-Regiment 481 / 256.Infanterie-Division. Dia kemudian diberi kepercayaan sebagai Komandan 256. Infanterie-Division (12 Januari 1942 - 14 Februari 1942), dilanjutkan dengan posisi sebagai Komandan 334. Infanterie-Division di medan perang Afrika Utara (13 November 1942 - 15 April 1943). Berturut-turut jabatan Weber sebagai Divisionskommandeur setelahnya: Komandan Division Sizilien (28 Mei 1943 - 9 Juni 1943), Komandan 296. Infanterie-Division (7 Desember 1943 - 26 Desember 1943), dan Komandan 131. Infanterie-Division (15 Januari 1944 - 10 Desember 1944). Pada tanggal 15 Desember 1944 dia ditunjuk sebagai Komandan Festung Warschau (Benteng Warsawa) yang dikepung oleh Tentara Merah, hanya untuk dipecat sebulan kemudian karena menarik mundur pasukannya tanpa izin! Weber kemudian menjadi tawanan Amerika Serikat sampai dengan tahun 1947. Dia melanjutkan karir setelahnya sebagai Kepala Sekolah Volkshochschule Deggendorf. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Königlichen Bayerische Militär-Verdienstkreuz II.Klasse mit Schwertern; 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (19 April 1915) und I.Klasse (18 Juni 1917); Königlichen Bayerische Militär-Verdienstorden IV.Klasse mit Schwertern (23 Desember 1916); Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914-1918 (18 Januari 1935); Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. bis II.Klasse (2 Oktober 1936); Wehrmacht-Dienstauszeichnung I.Klasse (Agustus 1939); Medaille zur Erinnerung an den 13. März 1938; Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 mit Spange Prager Burg; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (11 Mei 1940) und I.Klasse (17 Mei 1940); Verwundetenabzeichen in Schwarz und Silber; Anerkennungsurkunde des Oberbefehlshabers des Heeres (3 Juli 1941); Deutsches Kreuz in Gold (22 April 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (14 Juli 1942); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (14 Juli 1942); Silberne Italienische Tapferkeitsmedaille (10 Maret 1943); Großoffizierkreuz des Tunesischer Orden Nischan-el-Iftikhar (13 April 1943); Deutsch-Italienische Erinnerungsmedaille (28 April 1943); Ärmelband “Afrika”; Bundesverdienstkreuz I.Klasse (15 Oktober 1959); Bayerischer Verdienstorden; serta Goldene Bürgermedaille der Stadt Deggendorf


Sumber :
www.axishistory.com

Wednesday, December 18, 2019

Foto 708. Infanterie-Division

DIVISIONSKOMMANDEUR

Hermann Wilck (1 Maret 1942 - 15 Agustus 1944)
Generalleutnant z.V. Hermann Wilck (28 Oktober 1885 - 10 Juni 1967) adalah pahlawan Jerman dalam Perang Dunia Pertama yang dianugerahi medali Pour le mérite pada tanggal 9 Oktober 1918 sebagai seorang Hauptmann dan Führer Sturmschule di 2. Garde-Infanterie-Division. Seusai perang dia melanjutkan karir militernya di Reichswehr dan Wehrmacht, serta sempat dikirim ke Cina pada tahun 1938 saat pangkatnya sudah mencapai Oberst. Setahun kemudian dia pensiun, tapi kemudian dipanggil kembali untuk bertugas saat Perang Dunia II pecah. Berturut-turut jabatan yang diisinya adalah sebagai Komandan Infanterie-Regiment 270 (25 September 1939 - 30 November 1939), 161. Infanterie-Division (1 Desember 1939 - 17 September 1941), 454. Sicherungs-Division (30 September 1941 - 9 Desember 1941), dan 708. Infanterie-Division (1 Maret 1942 - 15 Agustus 1944). Wilck pensiun untuk terakhir kalinya pada tanggal 31 Desember 1944. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Regierungsjubiläumsmedaille 1905 (Schwarzburg-Sondershausen); 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Fürstlich Schwarzburgisches Ehrenkreuz III.Klasse mit Schwertern; Großherzoglich Hessische Tapferkeitsmedaille; Ritterkreuz II.Klasse des Herzoglich Sachsen-Ernestinischen Hausordens mit Schwertern; Herzoglich Sachsen-Meiningisches Ehrenkreuz für Verdienst im Kriege; Kaiserlich und königlich Österreichische Militär-Verdienstkreuz III.Klasse mit der Kriegsdekoration; Ritterkreuz des Königlicher Preußischer Hausorden von Hohenzollern mit Schwertern (1917); Verwundetenabzeichen 1918 in Gold; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914-1918; Spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (24 Juni 1940) und I.Klasse (5 Juni 1941); Kriegsverdienstkreuz I.Klasse mit Schwertern; serta Deutsches Kreuz in Silber (30 Oktober 1943)


Sumber :
www.forum.axishistory.com

Foto 454. Sicherungs-Division

DIVISIONSKOMMANDEUR

Hermann Wilck (30 September 1941 - 9 Desember 1941)
Generalleutnant z.V. Hermann Wilck (28 Oktober 1885 - 10 Juni 1967) adalah pahlawan Jerman dalam Perang Dunia Pertama yang dianugerahi medali Pour le mérite pada tanggal 9 Oktober 1918 sebagai seorang Hauptmann dan Führer Sturmschule di 2. Garde-Infanterie-Division. Seusai perang dia melanjutkan karir militernya di Reichswehr dan Wehrmacht, serta sempat dikirim ke Cina pada tahun 1938 saat pangkatnya sudah mencapai Oberst. Setahun kemudian dia pensiun, tapi kemudian dipanggil kembali untuk bertugas saat Perang Dunia II pecah. Berturut-turut jabatan yang diisinya adalah sebagai Komandan Infanterie-Regiment 270 (25 September 1939 - 30 November 1939), 161. Infanterie-Division (1 Desember 1939 - 17 September 1941), 454. Sicherungs-Division (30 September 1941 - 9 Desember 1941), dan 708. Infanterie-Division (1 Maret 1942 - 15 Agustus 1944). Wilck pensiun untuk terakhir kalinya pada tanggal 31 Desember 1944. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Regierungsjubiläumsmedaille 1905 (Schwarzburg-Sondershausen); 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Fürstlich Schwarzburgisches Ehrenkreuz III.Klasse mit Schwertern; Großherzoglich Hessische Tapferkeitsmedaille; Ritterkreuz II.Klasse des Herzoglich Sachsen-Ernestinischen Hausordens mit Schwertern; Herzoglich Sachsen-Meiningisches Ehrenkreuz für Verdienst im Kriege; Kaiserlich und königlich Österreichische Militär-Verdienstkreuz III.Klasse mit der Kriegsdekoration; Ritterkreuz des Königlicher Preußischer Hausorden von Hohenzollern mit Schwertern (1917); Verwundetenabzeichen 1918 in Gold; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914-1918; Spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (24 Juni 1940) und I.Klasse (5 Juni 1941); Kriegsverdienstkreuz I.Klasse mit Schwertern; serta Deutsches Kreuz in Silber (30 Oktober 1943)


Sumber :
www.forum.axishistory.com

Monday, December 16, 2019

Bergführerabzeichen, Lencana Komandan Gunung



Oleh : Alif Rafik Khan

Bergführerabzeichen (Lencana Pemimpin Gunung) adalah sebuah lencana kualifikasi Gebirgsjäger (Pasukan Gunung) dan bukannya medali perang. Pemakainya haruslah mengikuti ujian mendaki gunung (di musim panas dan musim dingin) serta hal-hal yang berkaitan dengannya, ditambah lagi minimal mempunyai pengalaman di gunung selama satu tahun penuh, sehingga layak untuk dianggap sebagai seorang "Pemandu Gunung" sejati. Tak ada batasan pemakaian Bergführerabzeichen, dimana baik jenderal maupun prajurit biasa boleh memasangnya (kalau sudah lolos kualifikasi), yang menunjukkan bahwa Pasukan Gunung Jerman sangat menghargai skill para anggotanya (salah satu pemakainya yang paling terkenal adalah Jenderal Eduard Dietl sang Pahlawan Narvik). Adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi anggota Gebirgsjäger Jerman untuk memakai lencana ini, baik dari unit Heer ataupun Waffen-SS. Selain itu pemakaiannya juga mencakup anggota kepolisian dan bea-cukai yang biasa berpatroli di wilayah perbatasan selatan Jerman yang bergunung-gunung.

Heeres-Bergführerabzeichen milik Angkatan Darat Jerman telah dikeluarkan dari zaman Reichswehr (Angkatan Bersenjata Republik Weimar) dengan bentuk yang tidak berubah: lingkaran oval dengan bentuk bunga edelweiss di bagian tengahnya serta tulisan "Heeresbergführer" di bagian bawah.

Dari 10 Divisi Gunung Wehrmacht sendiri, hanya terdapat 380 orang anggotanya yang lolos kualifikasi untuk menjadi seorang Heeresbergführer. Dari jumlah tersebut, 14 diantaranya kemudian meraih pangkat jenderal.


 ------------------------------------------------------------------------------

HEERES-BERGFÜHRERABZEICHEN



Generalleutnant August Wittmann (20 Juli 1895 - 29 Maret 1977) dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes setelah berakhirnya Pertempuran Kreta pada tanggal 21 Juni 1941, sebagai Oberstleutnant dan Kommandeur Gebirgs-Artillerie-Regiment 95 / 5.Gebirgs-Division. Catatan ini berasal dari pengantar rekomendasinya: "Setelah menyerang tiga kali bersama dengan batalyonnya pada tanggal 28/29 Mei 1941, Oberstleutnant Wittmann - atas hasil inisiatif sendiri - memimpin anakbuahnya dalam gerak maju tak tertahankan sehingga berhasil mencegah upaya mundur pihak Inggris dari Stylos (yang direncanakan berlangsung pada tanggal 28 Mei 1941). Melalui serangan beraninya di sebelah timur Rethimnon pada tanggal 29 Mei 1941, dia memaksa dua batalyon Australia serta beberapa ratus prajurit Yunani untuk menyerah. Pasukan Oberstleutnant Wittmann berhasil mencapai kota Jerapetra setelah berjalan kaki sejauh 175 kilometer dari posisi awalnya di Iraklion, sehingga membuat bagian timur pulau Kreta diduduki oleh Jerman. Semua kesuksesan ini semata karena kekuatan dan komitmen dari Oberstleutnant Wittmann". Setelah mendapat kenaikan pangkat menjadi Generalmajor pada tahun 1943, berturut-turut Wittmann diserahi tanggungjawab untuk menjadi seorang Divisionskommandeur: 3. Gebirgs-Division (1 Oktober 1943 - 3 Juli 1944), 117. Jäger-Division (10 Juli 1944 - 10 Maret 1945), dan 1. Volksgebirgs-Division (12 Maret 1945 - 8 Mei 1945). Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (6 Mei 1915); Königlich Bayerische Militärverdienstkreuz III.Klasse mit Schwertern (4 Juli 1915); Königlich Bayerische Militärverdienstorden IV.Klasse mit Schwertern (12 September 1917); Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse; 1939 Eisernes Kreuz I.Klasse; serta Deutsches Kreuz in Gold (25 Agustus 1944). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 11 Juni 1941

------------------------------------------------------------------------------

 POLIZEI-BERGFÜHRERABZEICHEN



 Seorang anggota Ordnungspolizei tak dikenal yang mengenakan insignia langka Polizei-Bergführerabzeichen di bagian dada seragam M43 yang dikenakannya. Dia kemungkinan besar berasal dari SS-Polizei-Gebirgsjäger-Regiment 18 yang biasa beroperasi di wilayah pendudukan yang bergunung-gunung. Foto ini sendiri diambil di wilayah Norwegia


 
Foto yang diambil di sektor utara Front Timur dan berasal dari tahun 1944 ini memperlihatkan seorang perwira dari SS-Polizei-Regiment 16 yang mengenakan Polizei-Bergführerabzeichen di seragamnya. Dalam foto bawah dia mengenakannya di bagian kiri (sesuai regulasi), sementara di foto atasnya di bagian kanan - entah apa sebabnya. Dia juga adalah seorang veteran dari banyak pertempuran, yang terlihat dari medali Nahkampfspange, Infanterie-Sturmabzeichen, Verwundetenabzeichen serta Eisernes Kreuz II.Klasse yang tersemat di seragamnya


Sumber :
Buku "Gebirgsjäger: German Mountain Trooper 1939–45" karya Gordon Williamson

Friday, December 13, 2019

Generalfeldmarschall Walter Model (1891-1945), Pakar Defensif Terbaik Wehrmacht




Album foto Walter Model bisa dilihat DISINI

Oleh : Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Otto Moritz Walter Model
Panggilan/julukan: Löwe der Abwehr
Lahir: 24 Januari 1891 di Genthin / Kreis Jerichow II / Sachsen-Anhalt (Kekaisaran Jerman)
Meninggal: 21 April 1945 di Heltorfer Forst bei Lintorf, Duisburg-Wedau, Ruhrkessel (Jerman)
Nomor keanggotaan NSDAP: Tidak ada
Nomor keanggotaan SS: Tidak ada
Gelar akademis: Tidak ada
Anggota keluarga: Anak dari Ludwig Moritz Model (29 Januari 1826 - ? ) dan Amalie Knebel (8 Maret 1831 - ? ); saudara dari Otto Model (26 Mei 1884 - 1964) dan Anna Model (17 Maret 1853 - 21 Desember 1909); suami dari Herta Huyssen (4 Februari 1892 - 1985); ayah dari Hella Model (22 September 1923 - ? ), Hansgeorg Model (1 Maret 1927 - ? ), dan Christa Model (16 Februari 1929 - ? )
Ciri fisik: Tidak diketahui

Beförderungen (Promosi):
27.02.1909 Fahnenjunker
19.11.1909 Fähnrich
22.08.1910 Leutnant
25.02.1915 Oberleutnant
18.12.1917 Hauptmann
01.10.1929 Major
01.11.1932 Oberstleutnant
01.10.1934 Oberst
01.03.1938 Generalmajor
01.04.1940 Generalleutnant
01.10.1941 General der Panzertruppe
28.02.1942 Generaloberst
01.03.1944 Generalfeldmarschall

Karriere (Karir):
27.02.1909 - 00.00.1910 Infanterie-Regiment "von Alvensleben" (6. Brandenburgisches) Nr. 52
00.00.1909 - 00.00.1909 Pendidikan lanjutan di Kriegsschule Neiße
00.00.1910 - 00.04.1916 Kompaniechef di I.Bataillon / Infanterie-Regiment Nr. 52
00.04.1916 - 00.00.191_ Kurzlehrgang für angehende Generalstabsoffiziere di Sedan
00.00.191_ - 00.00.191_ Adjutant 10. Infanterie-Brigade
00.00.191_ - 07.06.1917 Kompaniechef di Leib-Grenadier-Regiment "König Friedrich Wilhelm III" (1. Brandenburgisches) Nr. 8
07.06.1917 - 10.03.1918 Ordonnanzoffizier Obersten Heeresleitung (OHL)
10.03.1918 - 30.08.1918 2. Generalstabsoffizier (Ib) Garde-Ersatz-Division
30.08.1918 - 19.01.1919 2. Generalstabsoffizier (Ib) 36. Reserve-Division
19.01.1919 - 28.06.1919 Generalstabsoffizier XVII. Armeekorps di Grenzschutz Ost
28.06.1919 - 00.00.19__ Reichswehrbrigade 7
00.00.19__ - 00.03.1920 Kompaniechef di II.Bataillon / Infanterie-Regiment 14
00.03.1920 - 00.00.192_ Kommandeur Sicherungstruppen Abschnitt II
00.00.192_ - 00.00.1921 Führer MG-Kompanie / I.Bataillon / Infanterie-Regiment 14
00.00.1921 - 00.10.1925 Generalstabsoffizier di Münster
00.10.1925 - 30.09.1928 Bertugas di 8. (Preußisches) Infanterie-Regiment
30.09.1928 - 00.00.1930 Generalstabsoffizier di 3. Division
00.00.1930 - 00.11.1933 Ausbildungsabteilung Truppenamt
00.11.1933 - 01.11.1934 Bataillonskommandeur di Infanterie-Regiment Nr. 2
01.11.1934 - 15.10.1935 Kommandeur 2. (Preußisches) Infanterie-Regiment
15.10.1935 - 10.11.1938 Chef technischen Abteilung Generalstab des Heeres
10.11.1938 - 25.10.1939 Chef des Generalstabes IV. Armeekorps
25.10.1939 - 13.11.1940 Chef des Generalstabes 16. Armee
13.11.1940 - 01.10.1941 Kommandeur 3. Panzer-Division
01.10.1941 - 14.01.1942 Kommandierender General XXXXI. Panzerkorps
15.01.1942 - 06.08.1943 Oberbefehlshaber 9. Armee
06.08.1943 - 14.08.1943 Oberbefehlshaber 2. Panzerarmee
14.08.1943 - 31.03.1944 Oberbefehlshaber 9. Armee
31.03.1944 - 04.04.1944 Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd
04.04.1944 - 27.06.1944 Oberbefehlshaber Heeresgruppe Nordukraine
27.06.1944 - 17.08.1944 Oberbefehlshaber Heeresgruppe Mitte
17.08.1944 - 04.09.1944 Oberbefehlshaber West und Oberbefehlshaber Heeresgruppe D
17.08.1944 - 17.04.1945 Oberbefehlshaber Heeresgruppe B

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):
20.09.1914 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse
29.03.1915 Königlicher bayerische Militär-Verdienstorden IV.Klasse mit Schwertern
19.10.1915 1914 Eisernes Kreuz I.Klasse
26.02.1917 Ritterkreuz des königlichen Preußischen Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern
22.11.1917 Grossherzoglich Mecklenburg-Schwerinsches Militär-Verdienstkreuz II.Klasse
22.11.1917 Kaiserlich und königlich Österreicher Militär-Verdienstkreuz III.Klasse mit der Kriegsdekoration
22.11.1917 Türkischer Eiserner Halbmond (Harp Madalyasi)
27.08.1918 Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz
26.01.1935 Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914-1918
00.00.193_ Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. bis I.Klasse
31.05.1939 Spanienkreuz in Bronze mit Schwertern
22.09.1939 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse
02.10.1939 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz I.Klasse 
09.07.1941 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #344, sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 3.Panzer-Division / XXIV.Panzerkorps / Panzergruppe 2 / Heeresgruppe Mitte
29.08.1941 Panzerkampfabzeichen in Silber
17.02.1942 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub #74, sebagai Generaloberst dan Oberbefehlshaber 9.Armee / Heeresgruppe Mitte
21.02.1942 Namanya disebutkan dalam Wehrmachtbericht
25.05.1942 Verwundetenabzeichen in Gold 
15.07.1942 Medaille “Winterschlacht im Osten 1941/1942"
02.04.1943 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub und Schwertern #28, sebagai Generaloberst dan Oberbefehlshaber 9.Armee / Heeresgruppe Mitte
03.09.1943 Namanya disebutkan dalam Wehrmachtbericht
05.08.1944 Namanya disebutkan dalam Wehrmachtbericht
17.08.1944 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub, Schwerter und Brillanten #17, sebagai Generalfeldmarschall dan Oberbefehlshaber Heeresgruppe Mitte
19.04.1945 Namanya disebutkan dalam Wehrmachtbericht

----------------------------------------------------------------------------------

Aufzeichnungen (Catatan):
 Generalfeldmarschall Walter Model (24 Januari 1891 - 21 April 1945), tak diragukan lagi, adalah master peperangan defensif terbaik yang dimiliki oleh Jerman dalam Perang Dunia II (1939-1945). Saat Wehrmacht sedang jaya-jayanya di awal-awal peperangan, nama seperti Erwin Rommel, Heinz Guderian dan Erich von Manstein menjadi identik dengan kemenangan dan menjadi idola seluruh rakyat Jerman. Tapi ketika pasukan Hitler berbalik ditekan dimana-mana dari pertengahan sampai dengan akhir perang, maka nama Walter Model lah yang paling mencuat diantara semuanya! Saat Perang Dunia II pecah pada tahun 1939, dia masih menjadi Kepala Staff IV. Armeekorps dengan pangkat Generalmajor. Kecemerlangannya dalam merancang strategi dan juga dalam memimpin pasukannya membuatnya naik pangkat menjadi dua tingkat hanya dalam waktu dua tahun! Saat pasukan Jerman kelabakan oleh serangan balik Soviet di musim dingin tahun 1941/42, Model ditunjuk oleh Hitler untuk memimpin front yang paling terancam di Rzhev, dimana di kiri, kanan dan depannya adalah musuh semua! Kegigihannya - ditambah dengan mental pantang menyerah - membuat wilayah yang dipimpinnya berubah menjadi "meat grinder" (penggiling daging) bagi setiap pasukan musuh yang berani menyerang. Jenderal Model membangun pertahanan berlapis yang luar biasa sulit untuk ditembus, sementara pasukan cadangan selalu siap sedia manakala satu wilayah Jerman diterobos oleh Rusia. Dalam kurun waktu 15 bulan saja (Januari 1942 s/d Maret 1943), perebutan wilayah Rzhev telah membuat Rusia menderita korban dua juta orang, serta tercatat sebagai kekalahan paling memalukan bagi jenderalnya yang paling brilian, Georgy Zhukov! Meskipun pada akhirnya pasukan Jerman harus mundur, tapi mereka melakukannya bukan karena kalah dalam pertempuran, melainkan karena sebagian unit-unitnya dipindahkan ke Selatan demi membantu 6. Armee yang kewalahan dalam Pertempuran Stalingrad. Rzhev telah membuat nama Model melambung tinggi, dan menbuatnya dijuluki sebagai "Löwe der Abwehr" (Singa Pertahanan). Ujian selanjutnya dari sang jenderal adalah saat dia harus mempertahankan wilayah Orel dari pasukan Rusia yang berkekuatan 5:1. Dibutuhkan tiga minggu pertempuran brutal, korban setengah juta manusia serta hancurnya 2.500 tank sebelum Tentara Merah akhirnya berhasil menguasai Orel, dan itupun bisa terjadi setelah Model, lagi-lagi, diperintahkan untuk menarik mundur pasukannya demi menyeimbangkan posisi dengan pasukan Jerman di front lain yang telah terlebih dahulu balik badan! Begitu dahsyatnya reputasi Model sehingga di akhir tahun 1943 tersebut dia dicopot dari jabatannya sebagai panglima pasukan garis depan, dan diperintahkan oleh Hitler untuk standby, siap untuk dikirim kembali ke front manakala situasi pertempuran telah kritis. Dengan kata lain, kini dia telah menjelma menjadi "Pemadam Kebakaran sang Führer", yang diharapkan dapat memadamkan setiap bencana terburuk yang terjadi! Kepercayaan Hitler tersebut tidak disia-siakannya, dan pada awal tahun 1944 dia mampu memindahkan secara utuh pasukan Jerman di utara Uni Soviet - yang terdesak berat - menuju ke garis pertahanan baru di Estonia, sebuah prestasi yang membuatnya mendapat kenaikan pangkat luar biasa menjadi Generalfeldmarschall. Tak cukup dengan itu, beberapa bulan kemudian dia ditunjuk untuk mempertahankan Ukraina dari Tentara Merah. Seperti sebelumnya, anakbuah Stalin harus merelakan 5.000 tank dan lebih dari satu juta tentara yang menjadi korban sebelum akhirnya mereka merebut Ukraina dari tangan Model! Baru saja menghela nafas, kembali Model ditunjuk oleh Hitler untuk menstabilkan wilayah tengah Front Timur yang acak-acakan setelah Operasi Bagration Soviet di musim panas tahun 1944. Meskipun harus menghadapi kekuatan yang berlipat-lipat ganda - 4:1 manusia, 11:1 tank, 10:1 artileri, dan 8:1 pesawat udara - untuk kesekian kalinya manusia satu ini mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, dan berhasil menunda kekalahan Jerman sampai berbulan-bulan kemudian. Hitler yang berhutang budi langsung mengganjar Model dengan medali tertinggi yang bisa dipersembahkan oleh Jerman: Brillanten, yang hanya dimiliki oleh 27 orang saja di seantero Wehrmacht! Tidak itu saja, dengan bangga sang pemimpin Jerman menyebut Model sebagai "Marsekalku yang terbaik"! Walter Model kemudian diungsikan ke Front Barat, untuk menghadang gerak maju Sekutu yang seakan tak tertahankan setelah pendaratan di Normandia beberapa bulan sebelumnya. Dengan kegigihan dan sikap pantang menyerah yang sama, dia berhasil menstabilkan front dan membuat pasukan gabungan Amerika, Inggris dan Prancis terhenti di perbatasan Jerman. Upaya Sekutu untuk menerobos pertahanan Wehrmacht berujung dengan kegagalan dalam Operasi Market Garden dan Pertempuran Hutan Hürtgen. Ini terbukti menjadi kemenangan terakhir Model, karena dalam dua kancah peperangan berikutnya - Pertempuran Bulge dan Kantong Ruhr - dia harus merelakan reputasinya ternodai. Kesimpulannya: bahkan seorang dewa perang seperti Model pun tak dapat lagi menolong kondisi pasukan Jerman yang sudah hancur-hancuran, yang pasukan terdepannya kini diisi oleh orang-orang yang terlalu tua atau terlalu muda! Di bulan April 1945, ketika dihadapkan pada pilihan untuk menyerah kepada musuhnya (Marsekal Montgomery), Model memilih untuk pergi ke hutan seorang diri, lalu menembak kepalanya dengan pistol yang dibawanya. Salah satu pahlawan terbesar Jerman dalam Perang Dunia II tersebut kini telah tiada, dan jenazahnya kemudian dikuburkan dalam satu liang lahat bersama dengan seorang prajurit biasa yang "kebetulan" terbunuh di hari yang sama. Sebagai penutup, saya bawakan ucapan yang umum dibawakan oleh prajurit Jerman di Front Timur pada saat itu: "Dimana ada Model, maka tak akan terjadi hal yang salah".

Sumber :

Thursday, December 5, 2019

Kamera Arriflex 35mm





 Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") asyik ngoceh saat sedang diwawancarai oleh Kriegsberichter Lutz Koch, yang menodongkan mikrofon merk Beyer M 19b ke mulutnya, sementara bildberichter di belakang mereka sibuk merekam gambar dengan kamera Arriflex 35mm. Di belakang Rommel terlihat seorang operator sedang sibuk bekerja menggunakan magnetofon AEG "Tonschreiber d (Dora)" - yang tercatat sebagai magnetofon (perekam magnetik) portabel pertama di dunia - diatas mobil Horch Typ 40 mittlerer geländegängiger Personenkraftwagen (m.gl.Pkw) Kfz 15. Foto ini sendiri diambil pada tanggal 22 Juni 1942 saat pasukan Jerman baru saja merebut Tobruk dari tangan Sekutu. Kota pantai di Libya ini mempunyai peran sangat strategis dalam kancah pertempuran Afrika Utara, dan penguasaannya membuat rakyat Jerman terbuai dalam euforia: pendudukan Mesir hanya tinggal menunggu waktu, dan setelahnya adalah bersatunya pasukan Jerman dari Rusia dan Afrika di Kaukasus! Wawancara ini disiarkan secara langsung ke tanah air Jerman, dan didengarkan oleh begitu banyak orang, termasuk oleh Adolf Hitler dan konco-konconya. Di hari itu juga sang Führer - yang merasa sangat gembira - memutuskan untuk memberikan kenaikan pangkat luar biasa untuk jenderal favoritnya tersebut, dari Generaloberst (Kolonel-Jenderal) menjadi Generalfeldmarschall (Marsekal-Jenderal), sebuah pangkat yang secara resmi tidak ada pensiunnya!


Sumber :
www.forum.axishistory.com

Foto Mobil Goliath

GOLIATH F200 dan F400

 Para anggota Gebirgsjäger-Regiment 99 / 1.Gebirgs-Division berpose di depan mobil pickup Goliath F400 beroda tiga yang bentuknya mirip bemo. Meskipun tampilannya kurang menarik dibandingkan dengan mobil-mobil produksi Jerman lainnya, Goliath F400 (dan adiknya) merajai pasaran untuk kendaraan angkut ringan di heimat (tanah air), dengan total produksi sebanyak 18.368 buah dari tahun 1933 s/d 1937. Mobil ini sendiri merupakan hasil desain dari insinyur Carl F. Borgward dan mempunyai kecepatan maksimal 50 km/jam. Jumlah penjualannya yang tinggi lebih terletak kepada harganya yang murah, dimana petani dan pedagang bisa membelinya untuk keperluan mereka. Seperti sudah diduga, kesuksesan Goliath F200 dan F400 membuat banyak kompetitor yang meniru bentuk serta performanya, diantaranya adalah Tempo D200 dan D400, Framo LH200 dan LH300, serta Gutbrod Standard P203 dan P503


Sumber :
www.wehrmacht-awards.com

Wednesday, December 4, 2019

Foto Nachrichtentruppe

 Para prajurit dari Stabskompanie / SS-Nachrichten-Abteilung 13 / 13.Waffen-Gebirgs-Division der SS Handschar (kroatische Nr. 1) berpose di depan kamera sambil mengenakan fez dan menyelipkan stielhandgranate di ikat pinggang mereka. Batalyon Sandi milik Divisi Handschar ini bermarkas di Brčko, Bosnia, dari bulan Maret s/d September 1944, dan menjadi satu-satunya batalyon Handschar yang semua anggotanya merupakan orang asli Jerman! Pertama dari kiri yang memakai celemek adalah Friedbald Bauer, tukang masak kompi yang berasal dari Ebensfeld (Jerman)

--------------------------------------------------------------------------------

GENERALLEUTNANT

 Generalleutnant Eugen Wurster (12 Februari 1895 - 20 Desember 1948) bergabung dengan 10. Kompanie / Infanterie-Regiment “König Wilhelm I.” (6. Württembergisches) Nr. 124 di Weingarten pada tahun 1913 dan ikut bertempur dalam Perang Dunia Pertama. Dari sejak awal karirnya militernya, Wurster telah menjadi anggota Nachrichtentruppe (Pasukan Sandi), dan hal ini terus berlanjut sampai ke masa Reichswehr dan Wehrmacht. Sewaktu menjadi Höherer Nachrichtenführer z.b.V. 575 yang beroperasi di wilayah Yugoslavia, Gebirgskorps-Nachrichten-Abteilung 449 yang berada di bawah komandonya telah bertanggungjawab terhadap pembantaian 2.200 orang di Pančevo pada bulan Oktober 1941, sebagai pembalasan untuk serangan gerilyawan komunis yang berlangsung sebelumnya. Tindakan ini berbuntut panjang, karena sesuai Perang Dunia II Wurster diekstradisi ke Yugoslavia untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia dianggap bersalah, dan kemudian dihukum mati di Beograd pada tahun 1948. Medali dan penghargaan yang telah diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (21 September 1939) und I.Klasse (30 Mei 1940); Deutsches Kreuz in Silber (13 April 1943); Verwundetenabzeichen in Silber (23 Juli 1943); Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (15 Oktober 1943); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (25 November 1943); serta Ritterkreuz des Kriegsverdienstkreuzes mit Schwertern (17 September 1944)


Sumber :
www.forum.axishistory.com
www.instagram.com

Sunday, December 1, 2019

Reichsautobahn, Jalan Tol Third Reich



Oleh: Alif Rafik Khan

Rencana pembangunan jalan tol di Jerman telah dimulai dari sejak tahun 1920-an, sebelum Hitler dan Partai Nazi berkuasa. Konstruksi segmen pertama (Köln-Bonn) dimulai pada tahun 1929, dan secara resmi ditahbiskan oleh Konrad Adenauer, Walikota Köln pada saat itu, tanggal 6 Agustus 1932. Ketika Adolf Hitler menjadi Kanselir Jerman pada tahun 1933, dia mengambil-alih program pembangunan yang masih berjalan, dan mengklaimnya sebagai hasil bikinannya sendiri. "Kita sedang menjalankan sebuah program," katanya di akhir tahun tersebut, "yang pelaksanaannya tak ingin kita tunda untuk kemudian dijalankan oleh anak-cucu kita."

Konstruksi autobahn Hitler dimulai pada bulan September 1933 di bawah pengawasan Kepala Insinyur Dr. Fritz Todt. Jalan sepanjang 25 kilometer antara Frankfurt dan Darmstadt, yang dibuka pada tanggal 19 Mei 1935, adalah bagian pertama yang berhasil diselesaikan pada zaman Nazi. Pada bulan Desember 1941, saat kebutuhan perang membuat terhentinya kelanjutan konstruksi Reichsautobahn, para insinyur dan pekerja Jerman telah menyelesaikan jalan tol dengan panjang total 3.819,7 kilometer, dengan 2.500 kilometer sisanya masih dalam tahap pengerjaan!



Sumber :