Monday, April 25, 2011

Koleksi Foto Operasi dan Pertempuran

  1. Foto Operasi Alarich
  2. Foto Operasi Bagration
  3. Foto Operasi Barbarossa
  4. Foto Operasi Blau
  5. Foto Operasi Cobra
  6. Foto Operasi Eiche
  7. Foto Operasi Fall Achse
  8. Foto Operasi Fall Gelb
  9. Foto Operasi Fall Weiß
  10. Foto Operasi Frühlingserwachen
  11. Foto Operasi Greif
  12. Foto Operasi Herbstgewitter
  13. Foto Operasi Kugelblitz
  14. Foto Operasi Marita
  15. Foto Operasi Market-Garden
  16. Foto Operasi Panzerfaust
  17. Foto Operasi Rösselsprung
  18. Foto Operasi Schneesturm
  19. Foto Operasi Skorpion
  20. Foto Operasi Wacht am Rhein
  21. Foto Operasi Weserübung
  22. Foto Pertempuran Aachen
  23. Foto Pertempuran Anzio
  24. Foto Pertempuran Arracourt
  25. Foto Pertempuran Belanda
  26. Foto Pertempuran Belogrod
  27. Foto Pertempuran Berlin
  28. Foto Pertempuran Britania
  29. Foto Pertempuran Carentan
  30. Foto Pertempuran Cherbourg
  31. Foto Pertempuran Cholm
  32. Foto Pertempuran Demjansk
  33. Foto Pertempuran Dieppe
  34. Foto Pertempuran El Alamein
  35. Foto Pertempuran Gazala
  36. Foto Pertempuran Hutan Hürtgen (Hürtgenwald)
  37. Foto Pertempuran Jembatan Remagen
  38. Foto Pertempuran Kantong Falaise
  39. Foto Pertempuran Kaukasus
  40. Foto Pertempuran Kharkov
  41. Foto Pertempuran Kiev
  42. Foto Pertempuran Königsberg dan Ofensif Prusia Timur
  43. Foto Pertempuran Korsun-Cherkassy
  44. Foto Pertempuran Kovel
  45. Foto Pertempuran Kreta
  46. Foto Pertempuran Krimea
  47. Foto Pertempuran Kurland
  48. Foto Pertempuran Kursk
  49. Foto Pertempuran La Rochelle
  50. Foto Pertempuran Lembah Po
  51. Foto Pertempuran Memel
  52. Foto Pertempuran Monte Cassino
  53. Foto Pertempuran Montélimar
  54. Foto Pertempuran Moskow
  55. Foto Pertempuran Narva
  56. Foto Pertempuran Narvik
  57. Foto Pertempuran Normandia
  58. Foto Pertempuran Rzhev
  59. Foto Pertempuran Sebastopol
  60. Foto Pertempuran Sidi Rezegh
  61. Foto Pertempuran Sisilia
  62. Foto Pertempuran Smolensk
  63. Foto Pertempuran Spartakovka
  64. Foto Pertempuran Stalingrad
  65. Foto Pertempuran Tarnopol
  66. Foto Pertempuran Tobruk
  67. Foto Pertempuran Toulon
  68. Foto Pertempuran Villers-Bocage
  69. Foto Pertempuran Volkhov
  70. Foto Pertempuran Voronezh
  71. Foto Pertempuran Warsawa
  72. Foto Pertempuran Westerplatte
  73. Foto kampanye Balkan (invasi Yugoslavia)
  74. Foto berwarna Operasi Barbarossa
  75. Foto berwarna Pertempuran Stalingrad
  76. Foto berwarna peta pertempuran dan merundingkan strategi perang
  77. Foto Feuer! (tembak)
  78. Foto operasi anti partisan dan gerilyawan
  79. Foto aksi pertempuran di darat
  80. Foto merundingkan strategi perang dan peta pertempuran
  81. Foto StuG III dalam Pertempuran Cassino

Sunday, April 24, 2011

Foto Berwarna Karya Kriegsberichter Horst Grund

Barisan Panzerkampfwagen IV Ausf.F1 dalam perjalanan ke Front Timur, 21 Juni 1941. Panzer-panzer ini menggunakan cat kamuflase Dunkelgrau Nr.46 di sekujur badannya. Pihak Jerman telah memulai mengumpulkan pasukannya di dekat perbatasan dengan Uni Soviet, bahkan sebelum kampanye militer di Balkan telah berakhir. Sampai dengan minggu ketiga bulan Februari 1941, 680.000 orang prajurit Wehrmacht dikumpulkan di wilayah perbatasan Rumania-Soviet. Sebagai persiapan serangan, Hitler memindahkan lebih dari 3,2 juta prajurit Jerman serta 500.000 prajurit Axis lainnya ke wilayah perbatasan; mengirimkan misi pengintaian udara yang tak terhitung di atas wilayah Soviet; serta menumpuk perbekalan di Timur. Meskipun semua hal ini tidak luput dari pengamatan Komando Tinggi Soviet, tapi pemimpin mereka, Stalin, menganggap bahwa itu hanyalah sebuah kekhawatiran yang terlalu berlebihan. Dia tidak percaya bahwa pihak Jerman akan menyerang Soviet dengan hanya berselang dua tahun setelah penandatanganan Perjanjian Molotov-Ribbentrop, dan hal ini berakibat pada lambatnya persiapan Tentara Merah. Meskipun begitu, para petinggi militer Soviet sendiri tidak pernah meyakini bahwa pihak Jerman akan seterusnya menjadi sekutu setia mereka. Marsekal Semyon Timoshenko pernah berujar bahwa Jerman adalah "musuh terkuat dan paling utama" dari negaranya, dan dari sejak awal bulan Juli 1940 Kepala Staff Tentara Merah, Boris Shaposhnikov, menulis makalah yang meramalkan bahwa Wehrmacht akan menyerang Uni Soviet dari tiga arah - yang ternyata sama persis dengan kenyataan yang terjadi setahun kemudian! Untuk menutupi niat serangannya, Hitler membocorkan pada intelijen Soviet rencana Unternehmen Haifisch dan Unternehmen Harpune, untuk mendukung klaimnya bahwa Inggris adalah target utama Jerman. Dalam penyerangan ke Uni Soviet sendiri, pihak penyerbu mengerahkan satu resimen independen, satu brigade pelatihan bermotor, serta 153 divisi. Yang terakhir mencakup 104 divisi infanteri, 19 divisi panzer, dan 15 divisi infanteri bermotor yang dibagi ke dalam tiga Grup AD. Ini ditambah pula dengan sembilan divisi keamanan yang akan beroperasi di wilayah yang telah diduduki, empat divisi di Finlandia, serta dua divisi sebagai cadangan yang berada di bawah kontrol langsung OKH (Oberkommando des Heeres). Unit-unit tempur ini akan dipersenjatai dengan 3.350 tank, 7.200 senjata artileri, 2.770 pesawat terbang (yang merupakan 65% kekuatan Luftwaffe), sekitar 600.000 kendaraan bermotor, serta 625.000 s/d 700.000 kuda! Untuk membantu Jerman, Finlandia menyediakan 14 divisinya, sementara Rumania mengerahkan 13 divisi yang dibantu dengan delapan brigade. Total kekuatan pihak Axis adalah 3,8 juta tentara, yang ditempatkan di sepanjang front yang membentang dari Samudera Arktik sampai ke Laut Hitam. Foto ini sendiri diambil oleh Kriegsberichter Horst Grund


1941: Pesawat amfibi Dornier Do 24 di Laut Hitam



Juli 1941: Sebuah kapal feri Siebel yang dilengkapi dengan meriam flak 88mm sedang melakukan latihan penembakan sasaran di Laut Hitam Constanta (Rumania)


Juli 1941: Dua jenderal Luftwaffe sedang menginspeksi kapal feri Siebel yang sedang mengadakan latihan penembakan sasaran dengan menggunakan bantuan alat pencari jarak. Jenderal paling kiri di dua foto di atas ada dua kemungkinan: Otto Deßloch (pangkat terakhir Generaloberst) atau Kurt Steudemann (pangkat terakhir Generalleutnant). Saya lebih cenderung pada pilihan kedua, karena saya belum pernah melihat Deßloch memakai kacamata. Yang lebih meyakinkan lagi, Steudemann sendiri adalah Inspekteur der Flakartillerie kedua. Ini nyambung banget sama perwira-perwira Luftwaffe yang berada bersama mereka di latar belakang. Perhatikan foto kedua! Kerahnya mempunyai warna dasar merah, yang menandakan bahwa mereka berasal dari unit flakartillerie (artileri anti serangan udara) Luftwaffe


1941: Inspeksi sudah selesai, sekarang saatnya kembali ke daratan!


1941: Pelaut Kriegsmarine di sebuah kapal di Laut Hitam. Di latar belakang kita bisa melihat kapal perang Jerman lain yang sedang berlabuh


1941: Para prajurit Kriegsmarine dengan seragam tropis sedang bercengkerama bersama seorang wanita di Loggia, Laut Hitam (Rumania)


1941: Seorang gadis muda berpose di atas batu karang Laut Hitam (Rumania)


1941: Tempat peristirahatan pribadi di pantai Laut Hitam (Rumania)


1941: Posisi pertahanan Jerman di Constanta, Rumania, yang dilengkapi dengan senjata anti serangan udara. Berdiri di kanan dengan kamera video adalah Horst Grund, Kriegsberichter dari Kriegsmarine


1941: Senjata anti serangan udara yang dilengkapi dengan kamera video untuk kepentingan dokumentasi koresponden perang. Tripod kamera tersebut juga berfungsi sebagai "rak darurat" untuk seragam awaknya!


1941: Tempat peristirahatan musim panas milik Raja Carol dari Rumania


1941: Lapang pasar Constanta (Rumania) dengan monumen di tengahnya


1941: Penggembala sapi Rumania dengan kudanya


1941: Sebuah kasino di Constanta (Rumania)


1941: Anggota Propaganda Kompanie Kriegsmarine dengan mobil Ford Eifel-nya dalam perjalanan ke Constanta di Rumania


1941: Dua orang anggota Propaganda Kompanie Kriegsmarine dalam perjalanan ke Constanta di Rumania


1941: Dua orang anggota Propaganda Kompanie Kriegsmarine dalam perjalanan ke Constanta di Rumania. Seorang prajurit mencoba melemparkan lembing hasil buatan sendiri


1941: Seorang anggota Kriegsmarine (Kriegsberichter?) sedang asyik melukis di pantai Constanta, Rumania


Juli 1941: Siebel bersandar di pelabuhan Constanta, Rumania


1941: Sebuah kapal bersandar di pelabuhan Constanta, Rumania


Oktober 1941: Kapal penyapu ranjau "Regele Carol" di pelabuhan Constanta. Foto ini dipastikan diambil awal Oktober karena kapal tersebut tenggelam tanggal 10 Oktober 1941


Oktober 1941: Prajurit Rumania berbaris di jalan pasar Constanta dalam perayaan direbutnya kembali Odessa dari tangan Uni Soviet


Oktober 1941: Prajurit Rumania berbaris di jalan pasar Constanta dalam perayaan direbutnya kembali Odessa dari tangan Uni Soviet. perwira di depan membawa bunga di tangannya
1941: Nelayan Rumania berjanggut


1941: Seorang petani Rumania memegang sekop berfoto bersama anaknya


1941: Pria berjanggut di depan sebuah gereja di Lipovans, Rumania. Pendeta?


1941: Sekumpulan anak-anak di sebuah bukit batu di Rumania (pada keterangan foto lain dengan obyek yang sama, disebutkan bahwa tempatnya adalah Sisilia di Italia)


1941: Anak-anak yang ceria di sebuah jalan desa berlumpur di Rumania


1941: Petani keturunan Turki di Dobrudscha, Rumania


1941: Barisan panjang prajurit di Bukarest, Rumania


1941: Pejabat partai Nazi membeli dua buah buket bunga dari penduduk lokal di Bukarest, Rumania


1941: Pejabat partai Nazi membeli sebuah cenderamata miniatur gentong anggur di Bukarest, Rumania


1941: Musim dingin di pelabuhan Kerch (Rusia) yang memperlihatkan kapal-kapal kargo bersandar di dermaga


Desember 1941: Hasil dari serangan kaum partisan (gerilyawan) telah meninggalkan lubang-lubang peluru di mobil milik Kriegsberichter Kriegsmarine ini


Desember 1941: Papan pengumuman berbahasa Jerman di Simferopol, Krim (Uni Soviet)


1942: Kapal selam mini Italia sedang berlabuh di pelabuhan Krim (Rusia), di sebelah sebuah kapal patroli cepat (Schnellboote). Kapal selam ini hanya bisa muat dua orang!


1942: Sebuah truk trailer (bertulisan "M. Gotthilf Ric ...") yang terbakar akibat pemboman musuh di jalan bersalju Yalta (Uni Soviet)


1942: Asap dari rumah-rumah yang terbakar akibat pemboman di Yalta


1942: Sebuah ranjau laut dengan tulisan "dijinakkan dan dibongkar. 11 Mei 1942. Dihancurkan dengan meledakkan 30 ranjau"


1942: Sebuah monumen rajawali di pintu masuk pelabuhan Sebastopol (Rusia)


Juni 1942: Meriam kembar kaliber kelas berat Rusia yang telah hancur di benteng Maxim Gorky, Sebastopol


Juli 1942: Sebuah potongan patung dada Lenin dengan peringatan Jerman di sebelahnya yang berbunyi: "Kepemilikan lebih lanjut atas benda ini harus mendapat persetujuan tertulis terlebih dahulu dari komandan Angkatan Darat, yang nantinya akan diproses dan pemilik barunya akan mendapat pemberitahuan langsung dari Panglima XI Armee


Juli 1942: Sebuah kapal perusak Soviet yang teronggok sebagai rongsokan di pelabuhan Sebastopol (Rusia), sementara di latar belakang masih terjadi ledakan dan asap


Juli 1942: Bagian dari kapal yang tenggelam di Pelabuhan Sebastopol (Rusia)


Juli 1942: Istana Vorontsov yang berupa paviliun di dataran tinggi dan terletak di Alupka, Krim (Rusia)


Juli 1942: Pemandangan indah pegunungan yang diambil dari balik pilar-pilar tinggi istana Vorontsov


Juli 1942: Patung singa di istana Vorontsov. Di latar belakang adalah Laut Hitam


Juli 1942: Istana Vorontsov dengan patung singanya yang terletak di pinggir tangga


Juli 1942: Patung singa di istana Vorontsov. Tulisan dalam bahasa Jerman di bawahnya berbunyi: "Dilarang menyentuh patung marmer"


Juli 1942: Patung singa di istana Vorontsov yang dipasangi topi perwira Angkatan Laut Jerman (humor prajurit!)


Juli 1942: kemungkinan topi di foto sebelumnya adalah milik perwira Kriegsmarine di atas, yang sekarang sedang sibuk jepret sana jepret sini dengan kamera mininya. Kriegsberichter?


Juli 1942: Prajurit Jerman mengadakan kunjungan ke sisa-sisa bunker Soviet yang hancur di sekitar Sebastopol, Krim (Rusia)


Juli 1942: Para wanita dan nelayan Rusia sedang beraktifitas di pelabuhan Sebastopol yang rusak oleh perang. Ada yang mencuci baju, mengambil air, atau sekedar nongkrong


Juli 1942: Sisa-sisa perang yang tampak dari bangunan yang rusak dan kosong di pelabuhan Sebastopol (Rusia)


Juli 1942: Asap membumbung tinggi di pelabuhan Sebastopol (Rusia)


1942: Para prajurit Jerman sedang menikmati masa pemulihan dari luka-luka dan cuti dari front dengan berenang di musim panas bersama pasangan mereka di pantai Krim (Rusia)


1942: Para prajurit Jerman mencuci kuda mereka di Krim (Rusia)


1942: Para prajurit dan dua truk mereka sedang beristirahat di sebuah bangunan di Krim (Rusia)


1942: Prajurit Jerman dengan gerobak kuda di depan reruntuhan sebuah rumah di Krim (Rusia)


1942: Latihan menembak sasaran menggunakan meriam flak 88 di sebuah kapal Kriegsmarine di Yalta


1942: Pengungsi Rusia menarik barang-barang mereka dengan menggunakan gerobak di wilayah Krim, Uni Soviet


1942: Sebuah tempat wisata pantai yang terbengkalai karena perang di pelabuhan Promenade di Jailagebirge, Yalta. Bangunan di foto ini kemungkinan merupakan bekas hotel atau istana


1942: Suasana pelabuhan Promenade di Jailagebirge, Yalta, dengan latar belakang gunung berselimut salju


1942: Pelabuhan Promenade di Jailagebirge, Yalta, dengan kapal-kapal dan mesin dereknya


1942: Kameraman mengarahkan perekamnya ke lingkungan sekitar yang asri di Simferopol, Krim (Uni Soviet). Menggunakan mobil VW-Kübelwagen?


November 1942: Kantor bekas Konsulat Inggris di Catania, Italia


1942: Katedral Alexander Newski di ibukota Bulgaria, Sofia. Bentuknya mirip masjid ya?


1942: Gereja Ortodoks Rusia Saint Nicholas di Sofia (Bulgaria)


1942: Salah satu rumah petani Bulgaria


1942: Sekelompok "sinti" dan "roma" sedang ngobrol-ngobrol di pinggir jalan Sofia (Bulgaria). Sinti dan Roma berasal dari etnis Gipsi yang berbicara campuran bahasa Jerman dengan latin kuno


1942: Sebuah pasar di Sofia (Bulgaria). Seperti pasar-pasar lainnya, pasar satu ini pun dipenuhi oleh barang-barang jualan "rakyat" seperti sayuran, buah-buahan, dan kebutuhan sehari-hari lainnya


1942: Suasana pasar di Sofia (Bulgaria). Seorang penjual bawang, wanita tua memegang ayam, sementara di belakangnya trem kota melintas


1942: Seorang wanita muda dengan ayam-ayamnya di pasar Sofia (Bulgaria)


1942: Seorang wanita tua, kemungkinan petani, di pasar Sofia (Bulgaria) dengan bebek dan suratkabar


1942: Patung penunggang kuda dari Tsar Alexander II ("Monumen Sang Pembebas") di depan bangunan parlemen Bulgaria di Sofia


1942: Prajurit Bulgaria di Sofia di depan pos jaganya


1942: Sebuah monumen di Sofia, Bulgaria. Monumen perang?


1943: Pesawat amfibi mesin ganda Savoia-Marchetti S-55 buatan Italia milik Angkatan Udara Rumania (Forţele Aeriene Regale ale Românie)


1943: Pasukan infanteri Rumania sedang berbaris


Maret 1943: Siluet seorang pelaut di saat matahari terbit/tenggelam di Tunis (Tunisia)


Maret 1943: Para anggota 6 Räumflottille Jerman (pelaut dan Kriegsberichter?) sedang bersantai di sekeliling meja kopi di sebuah kapal yang sedang bersandar di salah satu pelabuhan Mediterania


1943: Para Kriegsberichter Kriegsmarine (di atas pesawat amfibi?). Dari kanan ke kiri: Horst Grund, Dr. Olbert, dan Hans Zündorf


1943: Vierlingsflak empat laras di atas truk di Etna (Italia)


1943: Prajurit Italia bersama dengan pelaut Kriegsmarine menikmati reruntuhan sebuah bekas teater Yunani di Syracuse, Etna (Italia)


1943: reruntuhan sebuah bekas teater Yunani di Syracuse, Etna (Italia)


1943: Mogoknya truk film Horch yang sehari-hari digunakan oleh koresponden Kriegsmarine Horst Grund


1943: Reruntuhan kuil kuno di Sisilia


1943: Seorang anggota Kriegsberichter berbincang-bincang dengan bocah Sisilia (Italia) sementara temannya mengganti ban Kübelwagen yang kempes


1943: Mengganti ban kempes untuk VW Kübelwagen


Juni 1943: Colosseum Pula (Kroasia) di kota Roma


Juni 1943: Piazza del Popolo di kota Roma dengan Obelisk Flaminio di tengah-tengahnya


Juni 1943: Bendera Swastika dan Italia berkibar di Kedutaan Besar Jerman di Roma


Juli 1943: Unit anti serangan udara Jerman di Sisilia (Italia Selatan) dengan senjata ringan Flak 38 auf Zugkraftwagen 2cm


Juli 1943: Seorang prajurit Jerman mengabadikan pengungsi Italia dengan kereta sapinya di Palermo (Italia Selatan)


1943: Patung penunggang kuda di kota Palermo


Juli 1943: Reruntuhan sebuah gereja yang hancur di Palermo (Italia Selatan)


Juli 1943: Reruntuhan bangunan yang hancur dan rusak di Palermo (Italia Selatan)


Juli 1943: Bangunan di atas sebuah bukit di Palermo (Italia Selatan)


Agustus 1943: Seorang Kriegsberichter sedang mengarahkan kameranya ke menara flak di Messina (Italia)


 Horst Grund, seorang Filmberichter atau kameraman dari Kriegsmarine, sedang merekam beberapa gambar di atas sebuah kapal menggunakan kamera Arriflex 35mm, di sebuah lokasi di Mediterania tahun 1943. Dia mengenakan schwimmweste (jaket pelampung) model awal berbahan kapuk, demi untuk berjaga-jaga bila tiba-tiba harus nyungseb ke laut. Arriflex 35 II adalah salah satu kamera gambar bergerak terpenting sepanjang masa. Dia didesain dan dibuat oleh Arnold & Richter, A.G. dari Münich, Jerman, sebuah perusahaan pembuat perangkat laboratorium dan aksesoris film yang didirikan pada tahun 1917. Kata ARRI sendiri diambil dari inisial dua huruf pertama dari pendirinya: August Arnold dan Robert Richter. ARRI memperkenalkan kamera pertama mereka, Kinarri, pada tahun 1924. 100 buah Kinarri berhasil terjual. Setelah melakukan riset yang intens dan memakan waktu, mereka mengembangkan sistem penglihatan refleksi kaca pada tahun 1931. Setelah menyempurnakan sistem yang revolusioner ini, ARRI memperkenalkan Arriflex 35 pada tahun 1937. Kamera ini tercatat dalam sejarah sebagai kamera gambar bergerak 35mm pertama yang menggunakan sistem refleksi. Sistem ini begitu superiornya, sehingga masih digunakan oleh semua profesional perfilman dunia sampai saat ini!

Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.commons.wikimedia.org

www.wehrmachtss.blogspot.com
www.ww2colorfarbe.blogspot.com