Saturday, June 23, 2012

Foto Aksi Pertempuran Darat (In Action)

 Pasukan Jerman dari 9.Kompanie / III.Bataillon / Infanterie-Regiment 236 / 69. Infanterie-Division (Gruppe Daubert) mendapat serangan secara mendadak dari kelompok tentara Norwegia pimpinan Fenrik Kvaals saat melintasi wilayah selatan Bagn, Valdres (Norwegia), tanggal 18 April 1940 pukul 18:30 (pada saat-saat tertentu, di wilayah Skandinavia matahari baru tenggelam pukul 21:00!). Mereka berlindung dari tembakan musuh yang berasal dari arah hutan dengan memanfaatkan sebuah Panzerkampfwagen I Ausf.A dari 3.Kompanie / Panzer-Abteilung z.b.V. 40. Dalam usahanya untuk bergerak maju menuju Begnadalen, 67 orang tentara Jerman menjadi korban serta dua tank hancur sementara korban di pihak Norwegia hanya 2 orang! Ini karena lawan pihak Jerman berasal dari sebuah klub menembak lokal yang melepaskan tembakan-tembakan terarah sembari mematikan!


 Pasukan Jerman dari 9.Kompanie / III.Bataillon / Infanterie-Regiment 236 / 69. Infanterie-Division (Gruppe Daubert) mendapat serangan secara mendadak dari kelompok tentara Norwegia pimpinan Fenrik Kvaals saat melintasi Leiteberget di wilayah selatan Bagn, Valdres (Norwegia), tanggal 18 April 1940 pukul 18:30. Mereka melakukan serangan balik untuk mengusir penyerang dengan memanfaatkan mortir Granatwerfer (GrW) 34 8cm. Pertempuran berlangsung selama 1½ jam dan, ketika posisi utama pasukan Kvaals tetap tidak diketahui dengan pasti, pihak Jerman di bawah pimpinan Hauptmann Herbert Stemmer kemudian mundur dengan teratur


 Pasukan Jerman dari III.Bataillon / Infanterie-Regiment 236 / 69. Infanterie-Division (Gruppe Daubert) mendapat serangan secara mendadak dari kelompok tentara Valdresgruppen Norwegia (pimpinan Mayor Halfdan Haneborg-Hansen) di jalan antara Hønefoss dan Bagn, Valdres (Norwegia), tanggal 18 April 1940. Paling kiri yang memegang senapan mesin dari jenis Bergmann-Maschinen-Pistole M32 adalah Oberleutnant Herman Kornoff yang nantinya gugur di Bagnsbergatn, sementara yang menghadap kamera adalah Hauptmann Herbert Stemmer (Chef 9.Kompanie / III.Bataillon / Infanterie-Regiment 236 / 69.Infanterie-Division) yang nantinya terluka berat di Bagnsbergatn


 Prajurit-prajurit Schnelltruppen (Pasukan Cepat) berhamburan keluar dari Hanomag Mittlere Schutzenpanzerwagen Ausf.D SdKfz 251/10 (latar belakang) dan halftrack SdKfz 251/1 (depan) untuk menyerbu sebuah desa Rusia yang terbakar di hari-hari pertama Unternehmen Barbarossa tanggal 26 Juni 1941. Ranpur SdKfz 251/1, dengan tiga buah senapan mesin MG 34 yang disandangnya, merupakan alat angkut lapis baja standar bagi pasukan infanteri dalam mengikuti cepatnya pasukan Panzer saat bergerak. Anggota Schnelltruppen (nantinya dinamai ulang menjadi Panzergrenadier tahun 1943) dilatih untuk bertempur di dalam kendaraan perang mereka atau setelah keluar darinya. Ranpur SdKfz 251/10 dipersenjatai dengan meriam PaK 36 37mm sebagai sarana anti-tank dan juga artileri ringan pendukung infanteri. Setiap Zug (peleton) Schnelltruppen dilengkapi dengan tiga SdKfz 251/1 dan satu SdKfz 251/10. Setiap SdKfz 251/1 dapat membawa serta 10 prajurit ditambah dengan dua supir/navigator. Saat pertempuran sedang berlangsung, maka kendaraan ini akan disimpan di belakang sebagai cadangan mobil. Saat mencapai sasaran, maka komandannya akan berteriak "Abspringen!" (mampret!) dan ke-10 prajuritnya akan mengambil dua MG 34 untuk membentuk Schützenkette (garis tembak) dengan senapan mesin di tengah dan pemimpin skuadnya mengarahkan di paling pinggir. 16.000 buah Hanomag SdKfz 251 diproduksi antara tahun 1939-1945 dan banyak dari kendaraan ini yang difungsikan secara berbeda seperti sebagai sarana anti serangan udara, peluncur roket atau lampu pijar. Meskipun hal ini menunjukkan dengan jelas bahwa SdKfz 251 adalah sebuah kendaraan perang yang multi-fungsi, tapi dia juga secara tidak langsung mengalihkan fungsi utamanya sebagai kendaraan pengangkut pasukan. Hanya 1/3 Panzergrenadier yang menggunakan SdKfz 251 sebagai sarana saat bergerak, sementara sisanya menggunakan segala kendaraan yang ada, dari mulai truk, mobil ringan sampai ambulans!


Prajurit-prajurit Wehrmacht bersiap untuk "membersihkan" rumah-rumah dari pasukan Rusia yang bersembunyi dalam Unternehmen Barbarossa, bulan Juli 1941. Orang di depan bersenjatakan pistol P08 Luger, Stielhandgrate 24, dan sabuk peluru 7.92mm (kaliber 32) untuk senapan mesin Maschinengewehr 34 (MG34). Temannya di latar belakang sedang mengecek kesiapan senapan Mauser Karabiner 98 Kurz. Adolf Hitler berkali-kali menyuruh tentaranya untuk menghindari pertempuran kota. Di Kiev, Leningrad dan Moskow dia menolak permintaan untuk mengirim pasukan Jerman ke kota dan memilih untuk mengepungnya. Tetap saja, tentara Jerman dipaksa untuk membersihkan setiap desa dan kota yang lebih kecil dari pasukan musuh dalam gerak maju mereka di Front Timur. Pada akhirnya pihak Jerman terjun 100% dalam pertempuran kota di Stalingrad tahun 1942/1943, dengan hasil yang sama-sama sudah kita ketahui di koran Lampu Merah

 Pasukan dari Leibstandarte SS Adolf Hitler (motorisiert) dalam operasi pembersihan kota Cherson dari sisa-sisa Tentara Merah yang masih bertahan, Unternehmen Barbarossa Agustus 1941. Pertempuran di kota tersebut bermula dari tanggal 18 Agustus dan baru berakhir bulan September 1941. Karena saking beratnya pertempuran, para anggota Leibstandarte yang terlibat di dalamnya (terutama dari Aufklärungs-Abteilung "LSSAH" pimpinan Kurt "Panzermeyer" Meyer yang bertempur dari hari pertama) diperbolehkan untuk berwisata melepas lelah tak lama setelahnya! Foto oleh SS-Kriegsberichter Augustin. Kota ini sekarang menjadi bagian dari negara Ukraina



Meskipun diambil dari kejauhan, tapi foto besutan Helmut Ritgen ini masih tetap menarik karena memperlihatkan berlangsungnya pertempuran tanggal 2 Oktober 1941 di Vyazma yang patut mendapatkan keterangan yang lebih mendalam. Di kanan depan teronggok kereta api Soviet yang terhenti di relnya - perhatikan dua buah lokomotif, satu menghadap ke depan sementara satunya ke belakang. Di latar belakang beberapa bangunan terbakar dengan hebat dan masih mengeluarkan api, sementara langit dipenuhi asap hitam yang berasal dari depot bahan bakar Soviet yang dibom. Di kiri dan tengah depan berjajar Panzerkampfwagen 35(t) dari 6. Panzer-Division dengan kekuatan satu kompi yang berusaha maju di tengah-tengah tembakan gencar pasukan Rusia

7 Oktober 1941 di Melitopol, Ukraina: Para prajurit Waffen-SS berusaha membawa rekan mereka SS-Unterscharführer Martin Bergemann (1.Krad-Kompanie/SS-Aufklärungs-Abteilung "Leibstandarte SS Adolf Hitler") yang terluka setelah seorang diri berusaha menghancurkan sebuah tank T-34 Soviet dan gagal. Si tank biang kerok akhirnya berhasil dilumpuhkan oleh sebuah StuG yang dikomandani oleh Georg Iseke (1.Batterie/SS-Sturmgeschütz-Abteilung "Leibstandarte SS Adolf Hitler")


Prajurit infanteri Jerman berusaha mendobrak masuk ke dalam sebuah rumah yang menjadi tempat persembunyian sniper Rusia yang beberapa saat sebelumnya menembaki pasukan Wehrmacht yang sedang bergerak maju, 1 September 1941


Rangkaian foto tertanggal 7 April 1942 yang diambil dari album seorang perwira Wehrmacht dari 1.Kompanie / I.Bataillon / Infanterie-Regiment 90 (motorisiert) / 20.Infanterie-Division (motorisiert) ini memperlihatkan sebuah aksi mengagumkan di medan pertempuran Volkhov (Uni Soviet) yang terekam oleh kamera dari fotografer batalyon Schaumann : Pasukan infanteri dari kompi pertama baru saja menggagalkan serangan sekelompok tank T-34 Rusia di depan garis pertahanan mereka. Satu tank yang terjebak di parit dan masih "hidup" menembak dengan liar ke sekelilingnya. Apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini? Dipinjamlah sebuah tim Flammenwerfer (penyembur api) dari unit Pionier-Stosstrupp Waffen-SS terdekat. Meskipun tank tersebut telah disemprot api yang begitu panas, ternyata para awaknya masih tetap gigih bertempur dan menolak untuk menyerah! Akhirnya seorang sukarelawan bernama Obergefreiter Cilinsky maju untuk meledakkan penutup kubahnya menggunakan stielhandgranate, disusul oleh bintara lain bernama Feldwebel Schnoor yang menghabisi para awak di dalam T-34 dengan berondongan senapan mesin


Pasukan penyerbu dari 1.Kompanie / Pionier-Bataillon 173 / 73.Infanterie-Division / XIV. Panzerkorps / 1.Panzerarmee / Heeresgruppe Süd berusaha untuk menghancurkan meriam No.2 dari benteng Maxim Gorky I tanggal 18 Juni 1942. Meskipun kedua meriam raksasa benteng tersebut sudah tidak beroperasi, tapi pasukan zeni Jerman tidak henti-hentinya menggempur menggunakan bahan peledak serta bom bakar rakitan demi berusaha memastikan agar dia tidak lagi menjadi ancaman karena masih adanya awak meriam yang bertahan dan bersembunyi di bunker bawah tanah


 Oberstabsfeldwebel (Sersan-Mayor) dan Stabsfeldwebel (Sersan-Satu) dari Heer ini berjibaku melawan pasukan Soviet dalam perjalanan menuju kota Stalingrad, 10 Juli 1942. Ofensif Jerman untuk merebut Stalingrad (sekarang bernama Volgograd) dimulai pada tanggal 23 Agustus 1942 dengan menggunakan elemen gabungan dari 6. Armee dan 4. Panzerarmee. Serangan tersebut didukung penuh oleh bombardemen intensif dari pesawat-pesawat Luftwaffe yang membuat sebagian besar kota menjadi puing-puing. Pertempuran terbuka kemudian berkembang menjadi pergulatan sengit dari rumah ke rumah yang menguras tenaga dan memakan banyak korban, dimana kedua belah pihak yang berseteru mengalirkan bantuan manusia dan perlengkapan ke kota yang sudah tak terbentuk lagi


Istilah "Schützenloch für Maschinengewehr" (Lubang Tembak untuk Senapan Mesin) lebih dikenal oleh para Landser sebagai Maschinengewehrnest (Sarang Senapan Mesin). Lensa optik dari MG-34 di atas terlihat nyempil di antara dua stahlhelm yang dipakai oleh awaknya. Dalam istilah Jerman, kata Maschinengewehre "leichte" (ringan) atau "schwere" (berat) lebih menekankan pada perannya dan bukan ukuran senjatanya karena keduanya sama-sama menggunakan senapan mesin MG-34 7,92mm. Leichte Schützengruppe (Grup Senapan Ringan) dilengkapi dengan satu buah MG-34 yang dilengkapi bipod serta cadangan satu atau dua buah laras senapan, sementara schwere Schützengruppe (Grup Senapan Mesin berat) tetap membawa senapan mesin dengan bipod yang sama, hanya saja dibekali dengan tambahan tripod, lensa optik, serta cadangan laras senapan untuk memampukan awaknya dalam menyediakan tembakan jarak jauh yang berkelanjutan. Foto ini diambil di perbatasan kota Stalingrad bulan September 1942. Di latar belakang tampak dua buah tank T-34 Rusia yang terbakar. Dari banyaknya kotak amunisi kosong yang tercecer di belakang awak senapan mesin, kita bisa mengetahui bahwa tank-tank Soviet tersebut diiringi oleh sejumlah besar pasukan infanteri, yang sebagian besar darinya kini berserakan tak bernyawa di hamparan ladang gandum! Misi sikat habis musuh lebih dikenal dengan nama "Ausradieren" (pemusnahan total infanteri, posisi pertahanan, kendaraan atau instalasi lawan)


Sejumlah Panzerkampfwagen III berhenti sebentar untuk meneliti padang stepa yang membentang di hadapan mereka. Asap dari beberapa tank Soviet yang terbakar bisa terlihat di kejauhan. Pada awal bulan September 1942, tank-tank dari 4. Panzerarmee ini mencapai bagian selatan dari kota Stalingrad untuk membantu gerak maju pasukan serang Jerman yang sedang berusaha keras memasuki kota


Tank-tank dari jenis Panzerkampfwagen III bergerak cepat memasuki wilayah selatan kota Stalingrad awal bulan September 1942. Mereka sedang berusaha membersihkan sejumlah tank-tank Soviet yang masih tersisa setelah serangan mematikan dari pesawat-pesawat pembom tukik Luftwaffe. Dalam periode ini pasukan darat Wehrmacht relatif mudah dalam merebut wilayah dari tangan musuh karena unit-unit udara Luftwaffe membantu mereka dalam formasi-formasi besar serta secara non-stop menghantam setiap usaha serangan balik yang dilakukan oleh pihak Soviet


Satu leichter Maschinengewehrtrupp (pasukan senapan mesin ringan) bergerak maju dengan penuh kewaspadaan sementara tim senapan mesin dan penembak senapan kedua melindungi mereka dari belakang (pada saat ini banyak grup senapan dipersenjatai dengan dua senapan mesin untuk menambah kekuatan pendobrak). Seorang Funker (operator radio) mengoperasikan sebuah radio panggul Torn.Fu Bl di ujung parit, lengkap dengan kotak baterainya yang berada di sebelah kiri. Set radio ini tidak dapat dioperasikan pada saat pasukan sedang bergerak, karenanya ini kemungkinan adalah pos komando kompi. Foto diambil di Stalingrad akhir musim panas 1942


Seorang Landser mengarahkan senapannya pada target yang berada di dekat blok apartemen yang telah runtuh di Stalingrad, akhir musim panas 1942. Dia dipersenjatai dengan sebuah senapan semi-otomatis G.41(W) 7.92mm yang mempunyai magasin bawaan berisi 10 butir peluru serta diisi menggunakan kantung pemisah per lima peluru seperti yang terdapat dalam senapan larik Kar98k. Permintaan untuk senapan jenis ini meningkat setelah pasukan Jerman mendapati bahwa pihak Soviet menggunakan senjata semi-otomatis yang sama. Sayangnya, distribusi Selbstladegewehr ini tidak sebanyak senapan resmi K98k


Seorang Panzergrenadier berlindung di samping sebuah tank saat unitnya mendapat tembakan gencar pasukan Soviet dalam Pertempuran Stalingrad. Di latar belakang kita juga bisa melihat sebuah Panzerkampfwagen III yang terhenti oleh tembakan yang sama. Sang prajurit membawa sebuah Klappspaten (sekop lipat) yang pertama kali dikeluarkan tahun 1938, meskipun penggunaannya tak pernah benar-benar menggantikan kleines Schanzzeug (alat penggali kecil) yang lebih kaku. Tragbüchse für Gasmaske (kaleng silinder penyimpan masker) tahan air kadang-kadang dipakai untuk menyimpan rokok dan korek apinya sehingga dia disebut juga sebagai Zigarettenbüchse (kaleng rokok)! Tidak hanya itu, seringkali kaos kaki, gaiter atau peralatan tulis-menulis dijejalkan juga ke kaleng masker. Ini tentu saja dilarang, tapi tetap saja prajurit Jerman yang bertempur di front "ngeyel" dan penggunaannya menjadi sebuah hal yang umum terjadi!



Prajurit Jerman menembaki jalanan di luar kota Stalingrad dari sarang senapan mesin mereka, akhir musim panas 1942. Penembak senapan mesin di sebelah kanan membawa perlengkapan infanteri standar seperti tali pengikat ("Y" Straps), kaleng masker gas beserta kantong pembungkus masker yang diikatkan di luarnya, kanvas kamuflase Zeltbahn yang digulung, kantong roti, botol air, peralatan menggali, serta Stielhandgranate Stg.24. Kontras dengannya adalah asisten senapan mesin di sebelah kiri yang telah melepaskan semua perlengkapannya. Dua buah kaitan metal pendukung ikat pinggang di seragamnya jelas terlihat


Awak senapan mesin MG-34 Jerman memuntahkan peluru mereka ke bangunan pabrik di kejauhan untuk menghabisi sniper Soviet yang diduga bersembunyi disana, Stalingrad 1942. "Klotzen" alias tembak apa saja yang ada di sasaran merupakan salah satu cara yang dipakai oleh pihak Wehrmacht demi menangkal infiltrasi sniper-sniper komunis yang keberadaannya cukup membuat resah karena telah menimbulkan korban yang signifikan di kalangan pasukan reguler Jerman. Tidak hanya itu, unit Rusia yang kecil tapi efektif ini telah membuat disiagakannya pengamanan selama terus-menerus, memaksa dialihkannya sebagian pasukan demi memburu mereka, dan - ini yang paling fatal - menurunkan moral bertempur! "Läuse und Scharfschützen" (Lintah dan Sniper) adalah ungkapan yang biasa diucapkan oleh para Landser saat mendeskripsikan seperti apa Front Timur itu, dan merupakan kata umum yang digunakan untuk menggambarkan segala hal yang bersifat mengganggu. BTW, penembak senapan dalam foto ini mengenakan kantung ransel berbahan kasar yang tidak umum di punggungnya


Dengan mendapat perlindungan dari sebuah senjata serang StuG III 75mm, pasukan infanteri dari 389. Infanterie-Division bergerak menuju distrik pabrik yang merupakan pusat perlawanan pasukan Soviet di Stalingrad. Pada tanggal 3 Oktober 1942 pihak Jerman menyerbu Pabrik Traktor "Krasny Oktyabr" (Oktober Merah) menggunakan tiga divisi infanteri dan dua divisi panzer dalam front sepanjang lima kilometer. Keesokan harinya pabrik traktor tersebut diserang kembali secara habis-habisan oleh pasukan gabungan dari 15. Panzer-Division, 60. Infanterie-Division (motorisiert) dan 389. Infanterie-Division



Tiga buah foto ini memperlihatkan prajurit-prajurit infanteri dari 389. Infanterie-Division dengan penuh kewaspadaan bergerak di antara pabrik traktor "Krasny Oktyabr" (Oktober Merah) yang telah hancur di Stalingrad bulan Oktober 1942. Dalam pertempuran brutal memperebutkan pabrik tersebut, Divisi Senapan Jaga ke-37 Soviet mampu dipukul mundur oleh pasukan Wehrmacht, tapi mereka bertempur dengan luar biasa fanatik sehingga setiap jengkal dan meter wilayah harus dibayar dengan amat mahal oleh pihak penyerang. Granat tangan menjadi senjata "favorit" oleh kedua belah pihak. Pada sore tanggal 4 Oktober 1942, 389. Infanterie-Division baru berhasil menguasai satu blok flat di wilayah blok apartemen pabrik. Tapi tetap pasukan Soviet yang bertahan menolak untuk menyerah. Di waktu malam mereka akan menyerang balik pihak Jerman dengan roket-roket Katyusha yang memekakkan telinga, dan cukup berhasil dalam usahanya. Selama seminggu selanjutnya pertempuran yang sengit terus berlangsung nonstop. Pada tanggal 14 Oktober 1942, yang disebut-sebut sebagai "ofensif terakhir", General der Panzertruppe Friedrich Paulus (Oberbefehlshaber 6. Armee) mengirimkan lima divisi yang didukung oleh pesawat-pesawat Luftwaffe untuk menyerbu Krasny Oktyabr. Di sepanjang hari itu pertempuran berdarah-darah berlangsung di wilayah sekitar pabrik dan juga di dalamnya, dan di hari itu juga pasukan Wehrmacht kehilangan 2.000 orang prajurit terbaiknya yang terbunuh serta 40 tank!


Satu grup senapan mesin berat melindungi pergerakan pasukan infanteri Jerman saat mereka menginspeksi sebuah artileri-gerak Sturmgeschütz III 75mm yang di-K.O. oleh tembakan pasukan Rusia di Stalingrad, Oktober 1942. Adalah biasa bagi pihak yang berperang untuk menduduki kendaraan tempur yang tak berfungsi atau sudah rusak lalu menjadikannya sebagai benteng pertahanan. Para awak kendaraan lapis baja sendiri biasanya segan untuk maju ke medan yang dipenuhi oleh bangunan kecuali mendapatkan pengawalan dari pasukan infanteri agar bisa terlindungi dari serangan jarak dekat musuh


Satu tim MG-34 Jerman bersiap-siap untuk keluar dari tempat perlindungan mereka dan pindah ke posisi pertahanan lainnya selama berlangsungnya pertempuran sengit di Stalingrad bulan Oktober 1942. Bayonet yang nampang dalam foto ini berasal dari jenis S.84/98, meskipun orang-orang di lapangan lebih sering menyebutnya sebagai Seitengewehr (sidearm). Dalam bahasa Inggris, istilah ini merujuk pada pistol dan senjata ringan genggam tangan lainnya, sementara dalam kosakata Wehrmacht dia hanya terbatas pada bayonet. Dalam bahasa Jerman pula, senjata genggam tangan biasa disebut sebagai Handwaffen (senjata tangan) atau Handfeuerwaffen (senjata api tangan)


 
Sebuah Panzerkampfwagen VI Tiger dari 13.Kompanie / SS-Panzer-Regiment 1 / 1.SS-Panzer-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" menembakkan senjata utamanya ke arah posisi musuh untuk memberikan tambahan kekuatan penekan bagi pasukan infanteri yang sedang merangsek maju di dekat wilayah Petrivka (timur Vinnytsia), Ukraina, bulan Februari 1944. Tiger tersebut merupakan salah satu dari tank pengganti yang dikirimkan pada LSSAH di bulan itu dan mempunyai penanda taktis berbentuk angka "2" kecil berwarna hitam yang terletak di bagian depan turetnya serta di boks penyimpan peralatan di turet belakang. 13./Pz.Rgt.1 sendiri adalah kompi tank berat (schwere panzer kompanie) yang dilengkapi oleh tank-tank dari jenis Tiger. Kompi tersebut diupgrade dari akhir bulan November 1942 di Fallingbostel

SS-Untersturmführer Gerhard Mahn dari 11./SS-Panzergrenadier-Regiment 9 "Germania" (kanan) memimpin rekan-rekannya maju bertempur menggunakan penanda lalulintas yang biasa dipakai oleh Feldgendarmerie. Mahn adalah peraih Deutsches Kreuz in Gold yang didapatnya tanggal 4 Juni 1944, dan disini dia mengenakan seragam kamuflase pola Palmenmuster yang dipadukan dengan ikat pinggang buatan Rusia. Sementara itu, dua prajurit di kiri mengenakan Tarnhelmüberzug Platanenmuster yang mempunyai "block print" atau semacam "salah cetak". Ini bisa dibilang unik karena keduanya sama-sama punya "kekurangan" yang sama! Lebih menarik lagi karena cover helm di tengah mempunyai pola "block pattern" Platanenmuster versi awal yang langka!


Awak senjata anti-tank ini berhasil menembak dengan tepat sasaran mereka dalam jarak point-blank (luar biasa dekat). Melihat dari posisi laras meriam tank T-34 yang menjadi korbannya, bisa dipastikan bahwa apabila si awak anti-tank terlambat beberapa detik saja menembak, maka merekalah yang berbalik menjadi korban!


Foto ini berasal dari album milik seorang prajurit yang bertugas di Korps Pekerja Bagian III. Saat sedang menaiki sepeda bersama dengan rekan-rekannya di Front Timur, mereka disergap oleh tembakan dari Partisan yang bersembunyi. Para prajurit profesional ini langsung keluar dari sepeda mereka dan berlindung di parit yang berada di kiri-kanan jalan. Tidak diketahui bagaimana akhir dari pertempuran kecil ini


Dua orang GI (prajurit Amerika) yang bersembunyi di balik dinding menghancurkan sebuah Panzerkampfwagen V Panther Jerman menggunakan bazooka di sebuah desa di Normandia, Prancis, tanggal 29 Juli 1944. Ini sebenarnya adalah foto propaganda yang diatur! Alasannya? Pertama: Perhatikan posisi tim bazooka yang tampak rileks di tempat yang begitu terbuka: bagaimana mereka tahu bila si Panther tak diiringi oleh serombongan Panzergrenadier di belakang (seperti yang biasanya berlaku)? Kedua: posisi laras meriam Panther yang menghadap ke bawah. Seharusnya kalau memang ini adalah tank aktif yang sedang menjaga persimpangan, larasnya sedikit "ngaceng" siap untuk menembak demi menghadapi kemungkinan melawan tank atau posisi pertahanan lain. Mau ngancurin semut, Mas? Si Panther sendiri merupakan "peninggalan" dari I.Abteilung/SS-Panzer-Regiment 2 yang rusak lalu ditinggalkan awaknya. Sejak saat itu dia digunakan sebagai bahan latihan pasukan Amerika untuk mencari cara terbaik melumpuhkan tank. Akibatnya, si tank sial ini lalu dijuluki sebagai "Bazooka Panther"!


 SS-Panzergrenadiers dari 5. SS-Freiwilligen-Sturmbrigade "Wallonien" di antara rongsokan tank T-34/85 dan IS-2 Soviet dari 5th Guard Tank Army. Para Grenadier ini sedang memeriksa kondisi sekitar medan pertempuran demi mencari target baru tak lama setelah baku tembak kecil-kecilan di dekat Riga, Latvia, bulan Agustus 1944


SS-Panzergrenadier dari 3. SS-Panzergrenadier-Division "Totenkopf" melewati sebuah tank T-34 yang hancur dan terbakar sambil memberi tanda kepada Kriegsberichter yang mengambil foto ini untuk menyingkir dari medan pertempuran selama berlangsungnya adu senjata sengit di wilayah Starówka (Kota Tua), Warsawa, Polandia, 18 Agustus 1944 


 Prajurit Waffen-SS beraksi dengan latar belakang dua buah Sd.Kfz.251. Kemungkinan besar mereka berasal dari unit SS-Panzergrenadier. "Kecintaan pada tanah air, kesetiaan pada rakyat, dan determinasi tak tergoyahkan untuk membela kemerdekaan keduanya - hal-hal inilah yang membuat mereka layak menjadi contoh bagi generasi selanjutnya, bahkan meskipun saat ini hak tersebut tidak mereka dapatkan"


 Foto yang sedikit buram tapi "dinamis" ini memperlihatkan serangan balasan dari Panzerkampfgruppe Schmidt terhadap posisi pasukan Rusia di Prusia Timur, awal pagi di akhir tahun 1944. Panzerkampfgruppe Schmidt sendiri adalah grup tempur panzer dari 6. Panzer-Division yang dipimpin oleh komandan Panzer-Regiment 11 di saat itu. Serangan tersebut dilakukan oleh gabungan tank-tank Panzerkampfwagen IV dan Panzerkampfwagen V Panther dengan dibantu oleh prajurit-prajurit infanteri bermotor yang menaiki Sd.Kfz.251



Foto-foto ini memperlihatkan pertempuran yang dijalani oleh schwere Panzer-Abteilung 503 di Polgárdi, Hungaria, tanggal 23 Desember 1944. Dengan saling melindungi bagian samping masing-masing, beberapa Panzerkampfwagen VI Tiger II Ausf.B (Königstiger) dari detasemen tank berat tersebut bergerak cepat menuju kota tanpa dilindungi oleh pasukan infanteri. Tiba-tiba tank terdepan, sebuah Königstiger dengan turmnummer "133", mendapat tembakan dari samping kiri oleh senjata anti-tank Soviet yang tersembunyi. Supir dan operator radionya langsung tewas seketika. Rangkaian foto ini sendiri diambil oleh Unteroffizier Lochmann, supir komandan kompi pertama. Dalam pertempuran tersebut kota Polgárdi berhasil direbut oleh pihak Jerman

 Setelah sebuah pertempuran sengit, seorang SS-Unterscharführer (bersenjatakan pistol Walther P38) dan SS-Panzergrenadier dari SS-Panzergrenadier-Ausbildungs-und Ersatz Bataillon 3 memeriksa dengan hati-hati sebuah tank T-34-85 yang dihancurkan oleh mereka dalam sebuah penyergapan. Lokasinya adalah di Guben, Brandenburg, Jerman, bulan Februari 1945


Sumber :
Buku "20. Infanterie-Division (mot.) Chronik & Geschichte" karya Dietwart Asmus dan Fritz Rudolf Averdieck
Buku "Sevastopol 1942 - Von Manstein's Triumph" karya Robert Forczyk
Buku "Stalingrad Inferno: The Infantryman's War" karya Gordon Rottman dan Ronald Volstad
Buku "The 6th Panzer Division: 1937-45" karya Oberst a.D. Helmut Ritgen
www.5sswiking.tumblr.com
www.bag-of-dirt.tumblr.com
www.commons.wikimedia.org
www.facebook.com
www.flickr.com 
www.instagram.com
www.reibert.info
www.wehrmacht-awards.com
www.wwiivehicles.com

No comments: