Thursday, November 15, 2018

Bumi Hangus


  Panzerkampfwagen III Ausf.J satu ini, yang berkendara melewati sebuah desa Rusia yang terbakar pada tanggal 11 Oktober 1941, memperlihatkan nomor sasis di bagian depan kubahnya (persis di atas visor supir): 68435. Selain itu, terdapat pula nomor taktis satu digit "7" di bagian samping depan turet, diikuti dengan gambar bison Eropa di belakangnya. Berbekal itu semua, kita bisa mengidentifikasi panzer ini sebagai milik Panzer-Regiment 7, yang merupakan bagian dari 10. Panzer-Division. Sebuah panji kecil berkibar di bagian atas antenanya. Yang cukup menarik adalah penampilan awaknya, yang dengan santai duduk di luar panzer. Dia mengenakan stahlhelm di kepalanya, sebuah pemandangan yang jarang ditemukan di kalangan Panzermänner (orang-orang tank)!


  Panzerkampfwagen III Ausf.J satu ini adalah contoh paling sempurna dari kemampuan pihak Jerman untuk selalu beradaptasi di medan peperangan, dan dalam hal ini adalah pola kamuflase putih musim dingin. Tidak seperti kamuflase lain yang dibuat dengan menggunakan cat, warna putih yang melekat di sekujur badan panzer ini dibuat dengan memanfaatkan kapur tulis (perhatikan pola awut-awutannya)! Foto ini sendiri dijepret oleh Kriegsberichter Tannenberg di bulan Februari 1942, saat Oberkommando der Wehrmacht dengan terburu-buru mengirimkan unit-unit panzernya demi menambal kebocoran di garis pertahanannya yang berada di sekitar kota Moskow, Uni Soviet. Pada saat itu Oberkommando der Wehrmacht masih belum mengantisipasi dengan baik datangnya musim dingin, sehingga sebagian besar mesin perang yang dikirimkan masih memakai cat musim panas dan bukannya putih. Di latar belakang kita bisa melihat sepasang mittlerer schützenpanzerwagen Sd.Kfz.251 (kemungkinan Ausf.B), yang parkir di pinggir rumah-rumah yang terbakar



Sumber :
Buku "Panzer Vor: German Armor At War 1939-45" karya Frank V. De Sisto

Foto Pertempuran Moskow (1941-1942)

  Panzerkampfwagen III Ausf.J satu ini adalah contoh paling sempurna dari kemampuan pihak Jerman untuk selalu beradaptasi di medan peperangan, dan dalam hal ini adalah pola kamuflase putih musim dingin. Tidak seperti kamuflase lain yang dibuat dengan menggunakan cat, warna putih yang melekat di sekujur badan panzer ini dibuat dengan memanfaatkan kapur tulis (perhatikan pola awut-awutannya)! Foto ini sendiri dijepret oleh Kriegsberichter Tannenberg di bulan Februari 1942, saat Oberkommando der Wehrmacht dengan terburu-buru mengirimkan unit-unit panzernya demi menambal kebocoran di garis pertahanannya yang berada di sekitar kota Moskow, Uni Soviet. Pada saat itu Oberkommando der Wehrmacht masih belum mengantisipasi dengan baik datangnya musim dingin, sehingga sebagian besar mesin perang yang dikirimkan masih memakai cat musim panas dan bukannya putih. Di latar belakang kita bisa melihat sepasang mittlerer schützenpanzerwagen Sd.Kfz.251 (kemungkinan Ausf.B), yang parkir di pinggir rumah-rumah yang terbakar


Sumber :
Buku "Panzer Vor: German Armor At War 1939-45" karya Frank V. De Sisto

Foto Berwarna Rumania dalam Perang Dunia II

Heinkel He 111 H-3 Nr.27 milik Aeronautica Regală Română (ARR, Angkatan Udara Kerajaan Rumania), yang terparkir di sebuah lapangan udara di Bessarabia musim panas 1941 ini, nantinya mengalami kerusakan parah di Stalino tanggal 24 Januari 1943, sehingga ditinggalkan ketika pangkalan udaranya dipindahkan ke front lain. Berdasarkan kontrak militer Jerman-Rumania yang ditandatangani awal tahun 1939, Rumania akan menerima sejumlah persenjataan yang signifikan, di antaranya adalah pesawat tempur. Di antara pesawat-pesawat yang dikirimkan ke ARR tak lama setelahnya adalah 32 buah Heinkel He 111H keluaran terbaru (meskipun Werknummer yang terdapat pada set pertama ini berada di bilangan antara dua set H-5, tapi entah kenapa semua dokumen Rumania merujuknya sebagai H-3!). Kontraknya diselesaikan pada awal tahun 1940, dan bomber-bomber tersebut kemudian dimasukkan ke Grupul 5 bombardament (Grup Pembom ke-5) yang berpangkalan di Brasov (Kronstadt), di sebelah tenggara Transylvania. Grup ini terdiri dari tiga skuadron yang dinamakan sebagai Escadrile bombardament 78, 79 dan 80. Grupul 5 bombardament sendiri merupakan sebuah unit bomber élite dari ARR dalam dua kampanye militer pertama Angkatan Darat Rumania, yaitu “Pertempuran Bessarabia dan Odessa” di musim panas dan gugur 1941, serta “Pertempuran Stalingrad” di musim dingin 1942/1943. Diterjunkan di tengah-tengah sengitnya pertempuran, grup He 111 tersebut menderita banyak korban meskipun bisa dibilang merupakan tipe bomber ARR paling modern pada saat itu (sebelum digantikan oleh Junkers Ju 88 yang berkualitas lebih baik). Pesawat yang menjadi korban kemudian digantikan oleh 15 buah He 111 H-6 bekas pakai yang dimasukkan ke Escadrila 78 bombardament maritime yang baru dibentuk kembali. Meskipun namanya berbau-bau laut, pesawat-pesawat H-6 ini tidak dilengkapi oleh torpedo seperti rencana sebelumnya, tapi malah berperan sebagai pembom biasa untuk menghajar sasaran darat dan bukannya laut! Mereka bertempur di musim semi dan panas 1944 dalam pertempuran untuk mempertahankan Moldavia. Ironisnya, aksi pertempuran terakhir dari Heinkel He 111 Rumania terjadi melawan pasukan Jerman dan Hungaria, tak lama setelah Rumania beralih pihak dan bergabung dengan Sekutu di akhir bulan Agustus 1944! Pada tanggal 20 Desember 1944, beberapa Heinkel He 111 H yang masih tersisa ikut ambil bagian dalam misi terakhir mereka: serangan pembom besar-besaran yang diarahkan pada target-target yang berada di Hungaria utara (saat ini menjadi Lučenec di Slovakia). Setelah perang usai, pesawat He 111 H terakhir yang masih tersisa – yang ternyata merupakan H-20 bekas Luftwaffe yang dirampas akhir bulan Agustus 1944 – ditarik dari tugas aktif dan dipreteli untuk dijadikan besi tua dan dijual ke tukang lek-dut tahun 1956. Heinkel He 111 H-3 Rumania dinomori secara berurutan dari 1 sampai 32 dan diwarnai putih di siripnya. Mereka menggunakan skema kamuflase serpih (splinter) dari masa sebelum perang, yang terdiri dari RLM 61 (Coklat Gelap), RLM 62 (Hijau) dan RLM 63 (Abu-Abu Cerah) di atas RLM 65 (Biru Cerah). Karena pesawat-pesawat Heinkel He 111 H-6 ini merupakan bekas Luftwaffe, maka mereka pun tetap memajang pola kamuflase asli  RLM 71 (Hijau Gelap) dan RLM 70 (Hitam Hijau) di atas RLM 65 (Biru Cerah). Mereka dinomori dari 47 ke 60, dengan nomornya dicat putih di bagian sirip


Dua buah foto yang memperlihatkan pesawat pembom Heinkel He 111 H-3 Nr.5 milik Aeronautica Regală Română (ARR, Angkatan Udara Kerajaan Rumania), yang teronggok di sebuah landasan udara tak dikenal di Bessarabia. Pesawat ini jatuh karena cuaca buruk selama berlangsungnya misi malam hari di bulan Juli 1942, tak jauh dari pangkalan udara Popesti-Leordene di dekat Bukharest, ibukota Rumania. Empat orang terbunuh dalam peristiwa ini (termasuk seorang Leutnant Luftwaffe), sementara seorang lagi selamat meskipun menderita luka-luka


Sumber :
Majalah "Luftwaffe im Focus" edisi No.1 tahun 2002

Saturday, November 10, 2018

Foto Adolf Hitler di Balkon

BALKON NEUE REICHSKANZLEI



 Petinggi Nazi Jerman dan Fasis Italia memberi hormat pada masyarakat Berlin di atas balkon Neue Reichskanzlei setelah penandatanganan "Stahlpakt" (Pakta Besi/Pact of Steel/Patto d'Acciaio) untuk mempertegas aliansi kedua negara tanggal 22 Mei 1939. Baris depan dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auwärtigen), Galeazzo Ciano (Menteri Luar Negeri Italia yang juga adalah menantu Benito Mussolini), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), dan Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe). Di belakang kita bisa melihat Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) dan Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Uniknya, dalam foto ini kita bisa melihat EMPAT cara hormat yang berbeda: hormat Nazi alias Hitlergruß (Von Ribbentrop dan Hitler), hormat Fasis (Ciano), hormat militer (Von Brauchitsch), dan hormat Marsekal (Raeder dan Göring)!


Foto diambil di balkon Neue Reichskanzlei yang menghadap Wilhelmplatz tanggal 6 Juli 1940, sekembalinya Hitler ke Berlin dari masa tinggalnya di Führerhauptquartier Tannenberg, Schwarzwald (28 Juni - 5 Juli 1940). Dari kiri ke kanan: Führer Adolf Hitler (Führer und Reichsanzlei), SS-Hauptsturmführer Max Wünsche (SS-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), Reichsmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), dan Generalleutnant Karl-Heinrich Bodenschatz (Chef des Ministeramtes des Reichministers der Luftfahrt und Oberbefehlshabers der Luftwaffe). Foto ini sering nongol di History Channel!


6 Juli 1940: Rakyat Jerman menyambut dengan penuh sorak-sorai para pemimpin mereka yang berdiri di balkon bangunan Neue Reichskanzlei (Berlin) yang menghadap Wilhelmplatz, yang baru saja meraih kemenangan gilang-gemilang di Front Barat melawan pasukan Sekutu. Hitler sendiri baru saja balik ke Berlin dari masa tinggalnya di Führerhauptquartier Tannenberg, Schwarzwald, yang berlangsung selama seminggu (28 Juni s/d 5 Juli 1940). Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auswärtigen), dan Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht)


Sumber :
www.kulturpool.at

Update! DVD Film Dokumenter Terbaru (November 2018)

 CARA PEMBELIAN :

Isi formulir di bawah ini :

Nama lengkap :
Alamat lengkap :
Judul yang dipesan :

Kirimkan melalui SMS/WA ke 0856-2007755, atau bisa juga melalui email ke alifrafikkhan@gmail.com.

Untuk pembayaran ke BCA 3770149389 atau MANDIRI 9000003384550 a/n ALIF RAFIK KHAN

Keterangan :

    Film dalam format DVD (bisa diputar di player atau komputer)
    Film dikemas dalam box, lengkap dengan cover dan label
    Rata-rata 1 DVD untuk 1 judul film (kecuali ada keterangan tambahan)
    Rata-rata merupakan copy dari ORI, jadi kualitas gambar terjamin
    Harga Rp 30.000/DVD. Pembelian 6 DVD ke atas diskon Rp 5.000 jadi Rp 25.000/DVD
    Harga dihitung per-DVD bukan per-judul. Contoh: bila ada satu judul terdiri dari 2 DVD, maka harganya adalah untuk 2 DVD
    Minimal pembelian: 2 DVD (Jawa) dan 4 DVD (luar Jawa)
    Harga SUDAH TERMASUK ongkir, jadi tidak ada tambahan biaya macam-macam
    Untuk jasa ekspedisi rata-rata menggunakan JNE OKE/REG (Jawa) dan PT. POS (luar Jawa)
    Setiap DVD yang dikirimkan akan dicek terlebih dahulu untuk mengetahui kualitasnya
    Bila kerusakan akibat kesalahan ekspedisi, maka di luar tanggung jawab pengirim. Tapi bila kerusakan akibat kesalahan pengirim, maka DVD bisa diretur untuk diganti dengan yang baru (judul sama)
    Terakhir: bila ada yang ragu-ragu takut ini penipuan atau yang lainnya, maka silakan dilihat bahwa blog ini telah eksis dari tahun 2008, dan sejak itu pula saya berkecimpung di bidang ini. Nomor HP saya tidak pernah ganti, begitu juga dengan nomor rekening.

---------------------------------------------------------------------

Untuk daftar lengkap film dokumenter, bisa dilihat DISINI


BATTLEFIELD COMPLETE EDITION (1994-2002)
Battlefield adalah seri dokumenter terkenal yang pertama kali keluar pada tahun 1994, yang membahas pertempuran-pertempuran paling terkenal dalam sejarah, terutama selama Perang Dunia II dan Perang Vietnam. Seri ini menggunakan pendekatan baru, dimana sejarah digambarkan melalui laporan terperinci tentang pertempuran besar, bersamaan dengan latar belakang dan informasi kontekstual yang menggambarkannya, mulai pertempuran di laut, udara dan darat. 18 DVD, teks Indonesia.


 DAWN OF THE TITANS (2001)
Film dokumenter tentang tank-tank Jerman yang ditempatkan di Perancis utara selama Perang Dunia II, dan menggambarkan efek dahsyat monster-monster ini terhadap pasukan infanteri Sekutu yang menghadapi mereka. 1 DVD tanpa teks, narasi Inggris


 IWO JIMA: FROM COMBAT TO COMRADES (2015)
 Salah satu pertempuran paling sengit dalam Perang Dunia II di Iwo Jima telah 70 tahun telah berlalu., tapi kenangan dari 36 hari berdarah-darah di pulau tandus tersebut tidak akan hilang. Film menawan ini menyuguhkan secara langkap bagaimana pertempuran antara pasukan Marinir Amerika melawan tentara Kekaisaran Jepang tersebut berkobar, dimana ribuan orang telah tehilangan nyawa karena membela atau mengambil 'batu karang' ini. Dan sekarang korban yang selamat dari kedua sisi kembali untuk terakhir kalinya, bergabung dalam Reuni Kehormatan, membawa pemirsa ke dalam dua cerita yang memukau. 1 DVD teks Inggris


INSIDE WORLD WAR II (2012)
Laporan langsung Perang Dunia II, yang mencakup tak terhitung rekaman arsip serta lebih dari 50 kesaksian dari tentara Amerika, Inggris, Jerman dan Soviet secara terperinci. Hari demi hari, jam demi jam, detik demi detik. Inilah kisah konflik paling berdarah dalam sejarah yang diceritakan secara singkat dan menarik selama 3 jam. Termasuk pengalaman pribadi, analisis strategis dan rekaman langka, yang memberikan perspektif baru dan lebih dalam tentang pengalaman Perang Dunia II. 1 DVD, teks Indonesia


 NIGHT WILL FALL (2014)
Selama bulan April 1945 di Jerman, Perang Dunia II semakin mendekati akhir seiring dengan pasukan Sekutu yang bergerak menuju ke Berlin. Di antara jajaran mereka, terdapat tentara Inggris yang baru dilatih sebagai juru kamera tempur, dengan tugas tunggal untuk mendokumentasikan adegan mengerikan di balik kamp konsentrasi Nazi yang baru dibebaskan. Filmnya kemudian dipublikasikan tak lama kemudian. Diberi nama "German Concentration Camps Factual Survey", dan diproduksi oleh Sidney Bernstein dengan partisipasi Alfred Hitchcock. Film ini sempat hilang, namun akhirnya ditemukan kembali. Selama hampir tujuh dekade, dia disimpan di arsip-arsip Inggris, ditinggalkan tanpa skrining publik karena alasan politik atau prioritas pemerintah yang bergeser, yang akhirnya direstorasi oleh tim sejarawan dan ilmuwan film dari Museum Perang Imperial Inggris. 1 DVD, Teks Indonesia


PEARL HARBOR: INTO THE ARIZONA (2016)
USS Arizona telah beristirahat di dasar laut Pearl Harbor selama 75 tahun terakhir. Untuk pertama kalinya sejak dihancurkan pada tahun 1941, ilmuwan memiliki teknologi untuk melihat secara mendalam di dalam kapal. Setelah dianggap sebagai kebanggaan armadanya, Arizona telah melakukan perubahan drastis di perairan dangkal Pearl. Ekspedisi tersebut menceritakan kembali kisah-kisah pribadi orang-orang yang selamat dari serangan mendadak Jepang di Pearl Harbor, terutama bagaimana mereka bisa selamat dari serangan tersebut. 1 DVD, Teks Indonesia


PEARL HARBOR: USS OKLAHOMA THE FINAL STORY (2016)
7 Desember 1941. Jepang meluncurkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di atas pulau Hawaii di Oahu. Sasaran utama mereka: armada Angkatan Laut A.S. yang ditempatkan di Pearl Harbor. Dokumenter ini menguji bukti baru serangan tersebut, dan rincian nasib mengerikan dari USS Oklahoma. Sebuah teori baru mungkin menjelaskan mengapa Oklahoma membawa ratusan orang tenggelam ke dasar laut bersamanya. Korban yang selamat mengingat kengerian serangan tersebut, dan bagaimana mereka lolos dari kematian di peristiwa tersebut. 1 DVD, Teks Indonesia


THE HOLOCAUST: PERSECUTION IN EUROPE 1933-45 (2005)
Holocaust adalah istilah yang umumnya digunakan untuk menggambarkan genosida orang Yahudi Eropa selama Perang Dunia II, sebuah program pemusnahan yang disponsori secara sistematis oleh Nazi Jerman. Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa definisi Holocaust juga harus mencakup pembunuhan sistematis Nazi terhadap jutaan orang di kelompok lain, termasuk etnis Polandia, Rumania, warga sipil Soviet, tawanan perang, orang-orang cacat, homoseksual, Saksi-Saksi Yehuwa, dan politisi lainnya. Semuanya digambarkan secara langsung, mulai dari mereka yang diwajibkan untuk menggunakan Yellow Star di dadanya, sampai keadaan kamp-kamp konsentrasi Auschwitz, Majdanek, Ghetto Theresienstadt, Ravensbruck, dan Dachau (yang ditemukan menjelang perang berakhir). 6 DVD , tanpa teks, narasi Inggris


 THE LAST DAY OF WORLD WAR I (2008)
Michael Palin menceritakan bagaimana Perang Dunia Pertama berakhir pada tanggal 11 November 1918, dan mengungkapkan kenyataan mengejutkan tentang tentara dari kedua belah pihak yang terus terbunuh dalam pertempuran, selama berjam-jam setelah gencatan senjata telah ditandatangani! Film dokumenter ini mengisahkan kejadian hari-hari dan jam-jam menjelang pagi terakhir itu. Palin juga menceritakan kisah-kisah pribadi tentara terakhir yang tewas saat menit dan detik menjelang gencatan senjata Perang Dunia Pertama. 1 DVD, Teks Indonesia


 WAR AND PEACE OF MIND / SOTA JA MIELENRAUHA (2016)
Finlandia, sebuah negara kecil Nordik yang terjebak diantara Soviet dan Jerman, terbawa dalam arus Perang Dunia II ketika harus menghadapi invasi tetangga komunisnya. Film ini dikemas dalam bentuk dokumenter, dan berkisah tentang pemuda-pemuda Finlandia yang diwajibkan untuk berperang dengan Soviet demi negara mereka. 1 DVD, Teks Inggris

Friday, November 9, 2018

Foto Menari Wehrmacht

 Seorang Kosak yang memakai seragam Jerman, yang merupakan anggota dari 1. Kosaken-Kavallerie-Division, merayakan kemenangan sebuah pertempuran melawan Partisan Yugoslavia dengan menari di depan rekan-rekannya. Tiga belati tertempel di giginya, sementara dia sendiri bergoyang di atas seekor kuda yang dibaringkan. Tarian seperti ini dinamakan Lezginka, yang namanya diambil dari orang-orang Lezgin yang tinggal di Kaukasus. Seperti bisa kita lihat, penari ini dikelilingi oleh orang-orang Kosak lainnya, yang bersuit-suit penuh semangat sambil bertepuk tangan. Terlihat juga keberadaan dua orang anggota Orpo (Ordnungspolizei) di sebelah kanan, yang ikut bertepuk tangan mengiringi ritme tarian. Foto ini diambil oleh fotografer Stanek di sebuah lokasi di Yugoslavia, musim panas tahun 1944


Sumber :
www.bandenkampf.blogspot.com

Koleksi Hasil Karya Terbaik Masami Onishi




Heer (Angkatan Darat) Wehrmacht adalah nama dari komponen pasukan darat Wehrmacht (Angkatan Bersenjata Nazi Jerman), dari tahun 1935 sampai dengan pembubarannya di bulan Agustus 1946. Meskipun seringkali secara keliru dibatasi peranannya hanya pada pasukan darat semata, tapi sebenarnya Wehrmacht mencakup juga Luftwaffe (Angkatan Udara) dan Kriegsmarine (Angkatan Laut). Dalam kancah Perang Dunia II, tidak kurang dari 13 juta orang yang pernah bertugas di Angkatan darat Jerman, dengan sebagian besar diantaranya masuk karena ikut wajib militer. Hanya berselang 17 bulan setelah Adolf Hitler mengumumkan secara terbuka niatnya untuk mempersenjatai kembali tentara Jerman (yang sebelumnya dibatasi secara ketat jumlah dan perlengkapan perangnya oleh Perjanjian Versailles), Angkatan darat telah mencapai tujuan jangka pendeknya untuk memiliki 36 divisi. Selama musim gugur tahun 1937, kekuatan sebesar dua korps (2-3 divisi per-Korps) kembali dibentuk; pada tahun 1938 giliran empat korps yang muncul, termasuk lima divisi Austria yang baru saja dicaplok dengan jalan damai pada bulan Maret. Selama masa ekspansinya yang pesat, Angkatan Darat Jerman terus mengembangkan konsep yang telah dipelopori dari masa Perang Dunia I, yaitu penggabungan kekuatan darat (Heer) dan udara (Luftwaffe) menjadi satu tim yang terpadu. Hal ini, yang ditambah lagi dengan metode taktis dan operasional seperti misalnya pengepungan dan "Vernichtungsgedanke" (penghancuran kekuatan musuh), membuat pasukan Jerman meraih kemenangan yang cepat dan mengejutkan di tahun-tahun pertama Perang Dunia II. Semua hal tersebut mendorong penggunaan kata Blitzkrieg (Perang Kilat), untuk menggambarkan teknik yang digunakan oleh pasukan Jerman. Pada kenyataannya, pasukan infanteri tetap menjadi "prajurit pejalan kaki" sampai dengan akhir perang, sementara kekuatan artileri utama tetap ditarik oleh kuda. Yang jelas, formasi-formasi kendaraan bermotor lah yang menjadi "primadona" publikasi dunia selama berlangsungnya perang, dan dianggap sebagai sebab utama kemenangan-kemenangan Jerman di Polandia (September 1939), Skandinavia (April 1940), Prancis dan Negara-Negara Bawah (Mei-Juni 1940), Yugoslavia dan Yunani (April 1941), serta fase-fase awal penyerbuan Uni Soviet (musim panas 1941). Padahal bila dibuat perbandingan, kekuatan bermotor hanya mencakup 20% dari seluruh kekuatan Angkatan darat Jerman!


 
Feldgendarmerie


 Grup observasi Wehrmacht


Dari mulai tahun 1935, para anggota Panzertruppen (pasukan panzer) Jerman mendapat pembagian jatah pakaian khusus yang menonjolkan identitas mereka sebagai “orang-orang tank”. Pakaian ini lengkapnya dinamakan "schwarzer sonderbekleidung der deutschen panzertruppen" (pakaian hitam khusus untuk pasukan tank), yang sengaja didesain untuk memudahkan pergerakan di dalam tank atau kendaraan beroda rantai lainnya, sementara warnanya sengaja dibuat hitam untuk menyembunyikan noda bekas oli atau kotoran. Mereka yang menjadi anggota unit-unit tank tertentu mengenakan pakaian yang lebih spesifik lagi (biasanya dilengkapi dengan tambahan pin khusus di topi). Untuk yang di Heer (Angkatan Darat), unit yang kebagian seragam jenis ini adalah schwere Panzer-Abteilung 103, Panzer-Regiment 22, Panzer-Lehr-Regiment 130, Panzer-Regiment 3, Panzer Regiment 33, dan Panzer-Regiment 16. Untuk seragam yang dikenakan oleh personil Waffen-SS sedikit berbeda dengan yang di Heer, terutama posisi Reichsadler yang pindah ke bagian lengan, totenkopf di topi, serta kragenspiegel dan schulterklappen khas SS.


 Panzergrenadier


 Artileri Afrikakorps


 Deutsches Afrikakorps (Korps Afrika Jerman) adalah nama dari pasukan ekspedisi Jerman di Afrika selama berlangsungnya kampanye militer Afrika Utara (1941-1943). Unit ini pertama kali dikirimkan pada bulan Februari 1941 sebagai pasukan bantuan untuk memperkuat pertahanan Italia - yang merupakan sekutu Jerman dalam Perang Dunia II - di wilayah-wilayah koloni Afrikanya. Pada awalnya unit yang dikirimkan hanya setingkat Korps (dua divisi), tapi kemudian membengkak sampai akhirnya setingkat Heeresgruppe (belasan divisi), dengan tetap mempertahankan satu korps yang dinamakan Afrikakorps sebagai bagian darinya. Selama masa operasionalnya di Afrika Utara dari tanggal 12 Februari 1941 s/d 13 Mei 1943, bisa dibilang bahwa unit satu ini telah melaksanakan tugasnya dengan sangat baik, terutama karena dipimpin oleh salah satu jenderal terbaik Jerman dalam Perang Dunia II, Si Rubah Gurun Erwin Rommel. Selain itu, Afrikakorps juga dikenal sebagai unit yang "bersih" dari kejahatan perang dan selalu bertempur dengan ksatria, suatu hal yang sangat kontras - misalnya - dengan unit-unit Jerman di Front Timur atau divisi-divisi Waffen-SS. Ketika pada akhirnya dia menderita kekalahan dan terusir dari Afrika, ini bukan semata-mata karena kualitasnya kalah bagus dibandingkan dengan lawannya, tapi karena kurangnya pasokan persenjataan dan amunisi yang sangat dibutuhkan di medan perang. Hitler selalu menganggap bahwa medan perang Afrika hanyalah "pertunjukan tambahan" saja, jauh kelasnya bila dibandingkan dengan medan perang Rusia. Ketika pada akhirnya dia menyadari kekeliruannya, semua sudah terlambat. Akibatnya, 270.000 tentara veteran Jerman dan Italia - yang seharusnya bisa digunakan dengan sangat baik di front lain - dipaksa untuk menyerahkan diri pada bulan Mei 1943 dan masuk kamp tawanan Sekutu. Ini tercatat sebagai kekalahan terbesar Jerman sampai saat itu, mengalahkan kehancuran di Stalingrad yang terjadi hanya beberapa bulan sebelumnya!


 Pakaian musim dingin


 Infanterie


 Panzertruppen (tahun-tahun awal)


 Werkstatt-Kompanie (Kompi Perawatan)


 Grup mortir Wehrmacht


Grup Flak Luftwaffe


 Flak 36 kaliber 88mm Afrikakorps


Prajurit SS sedang beristirahat


 Jagoan panzer Michael Wittmann dan awak Tiger-nya


 Jagoan udara Hans-Joachim Marseille "Der Stern von Afrika"


 Generalfeldmarschall Erwin Rommel dan Sd.Kfz.250/3 "Greif"


Generalfeldmarschall Erwin Rommel dan Kübelwagen


Generalfeldmarschall Erwin Rommel


 Generaloberst Heinz Guderian 


 Komandan lapangan Wehrmacht


 Perwira Wehrmacht


Komandan panzer


Jagoan udara Luftwaffe


Prajurit infanteri Waffen-SS


Jaket bolak-balik musim dingin tentara infanteri Wehrmacht


Penembak senapan mesin dengan mantel musim dingin


Penembak senapan mesin Wehrmacht


Awak senapan mesin pembawa amunisi Wehrmacht (membawa tripod di punggungnya)


Awak panzer Afrikakorps


 Panzerkampfwagen II Ausf.C (Sd.Kfz.121)


 Panzerjäger 'Jagdtiger' (Sd.Kfz.186) Mittlere Produktion Kommandant Otto Carius


 Sd.Kfz.251/1 Ausf.D


Pkw.K1 Kübelwagen Tipe 82 Luftwaffe


Pkw.K1 Kübelwagen Tipe 82 Ramcke Brigade


Schweres Wurfgerät 41 'Heulende Kuh' (Peluncur Roket Berat Tipe 41)


  
Adolf Hitler


 Generalfeldmarschall Erwin Rommel - Desert War




Generaloberst Heinz Guderian


Generalfeldmarschall Erich von Manstein - Panzertruppen


Generalfeldmarschall Erich von Manstein - Citadel


Generalfeldmarschall Wolfram Freiherr von Richthofen


 Jagoan udara Luftwaffe Adolf Galland - The Battle over the Reich


Großadmiral Erich Raeder


 Großadmiral Karl Dönitz - The Atlantic War


Panzertruppen


Battle of Britain (Pertempuran Britania)



Sumber :
www.pinterest.com
www.warwall.ru