Wednesday, October 1, 2014

Foto Patroli


 Anggota 1.SS-Infanterie-Brigade (motorisiert) dalam sebuah patroli untuk mendeteksi keberadaan gerilyawan Rusia, 1943. Di tahun itu unit brigade infanteri Waffen-SS tersebut terlibat dalam operasi anti-Partisan di wilayah Velikiye Luki, Podluschje, Witebsk-Gorodok-Gurki-Danau Senniza, dan Borrissov. Mereka juga membentuk para kader yang nantinya akan dimasukkan ke unit baru para sukarelawan Estonia, 3. Estnische SS-Freiwilligen Brigade. Foto oleh SS-Kriegsberichter August Ahrens


Sumber :
Foto koleksi US National Archives and Records Administration (NARA)

Foto 88. Infanterie-Division

PERAIH RITTERKREUZ

Hauptmann Kurt Bahns (24 Januari 1916 - 18 Februari 1945) bergabung dengan Infanterie-Regiment 96 tanggal 3 November 1937. Setelah berpartisipasi dalam penyerbuan ke Polandia (1939) dia dipindahkan ke 88. Infanterie-Division sebagai Zugführer (komandan peleton) dan ikut serta dalam penyerbuan ke Uni Soviet (1941). Dalam pertempuran sengit melawan Tentara Merah di utara bukit Tim (wilayah antara Olym dan Kschen) bulan Oktober 1942, divisi infanteri tersebut mencatat prestasi menonjol Bahns yang mempertontonkan keberanian luar biasa di depan musuh, khususnya tanggal 13-16 Oktober 1942. Dalam pertempuran tersebut sang komandan kompi sendiri terluka sehingga harus dirawat di Reserve-Lazarett Haynau di Schlesien. Disana dia secara resmi dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 13 November 1942 sebagai Chef 6.Kompanie / II.Bataillon / Infanterie-Regiment 246 / 88.Infanterie-Division / LV.Armeekorps / 2.Armee / Heeresgruppe B. Setelah itu Bahns ditugaskan sebagai instruktur di  Infanterieschule sebelum aktif kembali bertugas beberapa bulan kemudian sebagai komandan Panzer-Grenadier-Regiment 100 / Führer-Begleit-Division. Dia dinyatakan gugur dalam pertempuran di tenggara Stargard/Pommern melalui telegram yang dikirimkan oleh 19. Panzer-Division. Menariknya, saat itu divisi panzer tersebut tidaklah beroperasi di Stargard melainkan di Breslau, tapi kenapa telegramnya dikirimkan dari mereka dan bukannya oleh unit tempat Bahns bergabung? Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (24 September 1939); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (12 Juli 1942); Eisernes Kreuz I.Klasse (21 Juli 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1 Agustus 1942); serta Verwundetenabzeichen in Schwarz (11 November 1942


Sumber :
www.epier.com
www.oocities.org
www.ritterkreuztraeger-1939-45.de

Foto 18. SS Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Horst Wessel"

Sebuah foto studio yang memperlihatkan SS-Hauptscharführer Abel Chapy (pangkat terakir SS-Untersturmführer) dan diambil tahun 1944. Dia bergabung dengan Waffen-SS tahun 1943 dan lulus dari pelatihan calon perwira di SS-Junkerschule Bad Tölz awal tahun 1944. Selanjutnya Chapy bertugas di I.Bataillon / 8. Französische SS-Freiwilligen Sturmbrigade (Brigade Frankreich) yang di medan pertempuran Galicia, Ukraina, di musim panas tahun 1944, menjadi bagian dari SS-Panzergrenadier-Regiment 40 / 18.SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Horst Wessel". Pengalamannya cukup menarik: Di Galicia peleton anti-tanknya "turun derajat" menjadi prajurit infanteri biasa setelah semua senjata mereka hancur dalam pertempuran. Tanggal 14 Agustus 1944 Chapy terluka dan dipaksa mengeluarkan sisa-sisa pecahan granat dari tangannya menggunakan pisau. Dahsyatnya, dia menolak untuk dievakuasi dan hanya menginginkan perban untuk membebat lukanya sebelum kembali bertempur! Peleton Chapy kemudian ditugaskan untuk membebaskan kompi lain yang terkepung musuh, dan sang jagoan Prancis berhasil melakukannya dengan jalan satu-satunya yang tersedia: serangan bayonet dilanjutkan dengan pertempuran satu lawan satu. Kemudian dia menemukan bahwa salah seorang bintara Jerman di brigadenya yang mengurusi logistik bernama Egel telah melakukan pencurian serta aktif di pasar gelap. Chapy hanya bisa kecewa tapi tak bisa berbuat apapun. Tapi ketika beberapa orang anakbuahnya yang terluka tiba di markas dan melapor bagaimana mereka berjalan kaki dari front karena ditolak oleh Egel untuk menumpang di Kübelwagen-nya yang penuh dengan minuman keras, Chapy tak dapat menahan diri lagi. Dia lalu membawa empat orang yang terluka tersebut sebagai "saksi" (termasuk SS-Grenadier Duverger yang merupakan anggota termuda SS-Sturmbrigade ketika mendaftar di usia 15 tahun!), menyeret Egel lalu membawanya ke hutan untuk mengeksekusinya. Tak lama kemudian Chapy dijemput oleh SS-Feldgendarmerie (Polisi Militer) dari Horst Wessel untuk ditangkap. Beberapa anakbuahnya naik pitam dan mengelilingi para penangkapnya sambil bersiap untuk berkonfrontasi tapi Chapy menenangkan mereka lalu pergi dengan tenang bersama penjemputnya. Perwira hukum divisi yang menangani kasusnya bersimpati kepadanya, tapi dia diadili oleh perwira dari SS-Wallonie (keturunan Prancis dari Belgia) yang tak mengetahui kasus sebenarnya dan menyatakan bahwa dia telah bersalah sehingga dikirimkan ke kamp konsentrasi Dachau. Kasus ini sempat mengemuka dan di tahun 1945 Reichsführer-SS Heinrich Himmler, yang diberitahu duduk perkara sebenarnya, memerintahkan agar diadakan pengadilan baru yang lebi adil. Persis saat Chapy akan dibebaskan dan dikembalikan sebagai perwira SS aktif, pasukan Amerika datang dan menahannya! Dia diserahkan pada pemerintahan Gaullist Prancis yang kembali menahannya selama beberapa lama sebelum dibebaskan. Chapy lalu meneruskan karirnya sebagai pemilik restoran di tenggara Prancis. Saat diwawancara seusai perang tentang perasaannya mengabdi di militer "asing", Chapy menjawab: "Aku tak menyesal. Aku tidak mengkhianati siapapun dan aku tak pernah memerangi negaraku..."


Sumber :
www.5sswiking.tumblr.com

Monday, September 29, 2014

Foto 4. Schnellbootflottille

PERAIH RITTERKREUZ

Korvettenkapitän Niels Bätge (19 April 1913 - 12 Desember 1944) bergabung dengan Reichsmarine tanggal 1 April 1931 dimana dia belajar dasar-dasar pelayaran di kapal latihan "Niobe" dan penjelajah ringan "Karlsruhe". Setelah sempat bertugas di satuan kapal torpedo, Bätge bergabung dengan unit kapal cepat (Schnellboote) dan menjadi kapten 4. Schnellbootflottille tanggal 1 Oktober 1940. Setelah Flotilla-nya berhasil menenggelamkan kapal dengan total tonase 90.500 GRT, Bätge dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 4 Januari 1942 sebagai Kapitänleutnant dan Chef 4. Schnellbootflottille / Marineoberkommando Nordsee. Ketika semua flotilla kapal cepat dipindahkan ke Front Timur setelah dimulainya Unternehmen Barbarossa, 4. Schnellbootflottilla adalah satu-satunya unit yang tetap bertahan di perairan Front Barat. Bätge dipromosikan sebagai Korvettenkapitän tanggal 1 September 1943. Tak lama kemudian dia mengambil alih kapal perusak Z-35. Bersama dengan Z-36, kapal ini menghantam ladang ranjau Jerman di Teluk Finlandia tanggal 12 Desember 1944. Bätge dan ke-24 awaknya berhasil menyelamatkan diri menggunakan perahu penyelamat, tapi cuaca yang luar biasa dingin membuat mereka mati membeku beberapa lama kemudian! Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse (15 September 1940); Verwundetenabzeichen in Schwarz (7 Oktober 1940); Zerstörer-Kriegsabzeichen (12 Januari 1941); Schnellboot-Kriegsabzeichen (30 Maret 1941); Eisernes Kreuz I.Klasse (11 Juni 1941); serta disebutkan namanya dalam Wehrmachtbericht edisi 25 November 1941: "Vor der britischen Küste griffen Schnellboote unter Führung des Flottillenchefsvon Kapitänleutnant Baethge einen stark gesicherten Geleitzug an und versenkten bei heftigen Kämpfen mit britischen Zerstörern vier schwer beladene Handelsschiffe mit zusammen 16 500 BRT, darunter einen Tanker von 6 500 BRT. Alle Boote kehrten unversehrt an ihren Stützpunkt zurück" (Kapal-kapal serang cepat di bawah pimpinan Kapten Flotilla Kapitänleutnant Baethge menyerang konvoy yang dilindungi oleh kapal perusak Inggris. Dalam pertempuran sengit yang terjadi, empat kapal barang yang penuh muatan dengan total 16.500 GRT - termasuk sebuah tanker dengan berat 6.500 GRT - berhasil ditenggelamkan di lepas pantai Inggris)


Sumber :
www.ritterkreuztraeger-1939-45.de

Foto Kampfgeschwader 100 (KG 100) "Wiking"

PERAIH RITTERKREUZ



Oberstleutnant Hansgeorg Bätcher (13 Januari 1914 - 23 April 2003) menerima pelatihan terbang di Fliegergruppe Tutow (November 1935 - Maret 1936) sebelum bergabung dengan Kampfgeschwader 157 bulan Desember 1938. Dia ikut berpartisipasi dalam invasi Jerman atas Polandia (1939) dan Prancis (1940). Di yang terakhir Bätcher sempat tertawan tanggal 5 Juni 1940 setelah pesawatnya ditembak jatuh, tapi dilepaskan kembali ketika Prancis menyerah atas Jerman beberapa hari kemudian. Dia ditugaskan sebagai instruktur terbang selama beberapa bulan sebelum aktif kembali di front bulan Mei 1941 dengan bergabung bersama Kampfgeschwader 100 yang dilengkapi oleh pesawat pembom Heinkel He 111. Pada awal tahun 1942 unitnya terlibat dalam pemboman maritim atas kapal-kapal soviet di Laut Hitam dan Bätcher menjadi pilot pembom tersukses dalam operasi ini setelah berhasil menenggelamkan dan merusak beberapa kapal musuh. Setelah itu Bätcher berpindah tugas ke Kaukasus dan Stalingrad. Dia selalu menunjukkan prestasi yang jempolan sebagai veteran bomber sehingga dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 21 Desember 1942 sebagai Hauptmann dan Staffelkapitän 1.Staffel / I.Gruppe / Kampfgeschwader 100 "Wiking" / VIII.Fliegerkorps / Luftflotte 4. Setelah menyelesaikan misi tempurnya yang ke-658 bulan Februari 1944, Bätcher dianugerahi Eichenlaub #434 tanggal 24 Maret 1944 sebagai Major dan Gruppenkommandeur I.Gruppe / Kampfgeschwader 4 "General Wever" / I.Fliegerkorps / Luftflotte 4. Jasanya begitu diperlukan sehingga dia dilarang untuk terbang dan dialihtugaskan sebagai perwira staff sampai bulan Desember 1944 ketika dibalikkan lagi sebagai perwira lapangan di Kampfgeschwader 76 yang dilengkapi oleh pesawat-pesawat pembom bermesin jet Arado Ar 234. Pada bulan Februari 1945 dia ditunjuk sebagai komandan KG(J) 54 yang dilengkapi oleh pesawat-pesawat Messerschmitt Me 262 fighter-bomber sampai dengan akhir perang. Seusai perang dia menjadi pengusaha plastik yang super sukses. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Flugzeugführerabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse (27 September 1939); Eisernes Kreuz I.Klasse (15 Juli 1940); Frontflugspange für Kampfflieger in Bronze (23 Agustus 1941); Frontflugspange für Kampfflieger in Silber (3 September 1941); Frontflugspange für Kampfflieger in Gold (8 November 1941); Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (24 November 1941); serta Deutsches Kreuz in Gold #71/28 (2 Juli 1942)


Sumber :
Foto koleksi pribadi Willi Schumacher
www.rommel-lebt.com
www.ww2awards.com

Friday, September 26, 2014

Foto Mobil Amfibi Trippel

 SS-Infanterie-Regiment 8 (motorisiert) / 1.SS-Infanterie-Brigade (motorisiert) dalam sebuah latihan penyeberangan sungai menggunakan kendaraan amfibi Trippel SG6/41 yang merupakan versi lanjutan dari Trippel SG6/38. Kendaraan ini adalah hasil karya desainer muda Hans Trippel (1908-2001) yang juga adalah anggota Sturmabteilung. Berhubung tidak berhasil mendapatkan order resmi dari Wehrmacht maka produksinya pun terbatas hanya sampai 1000 buah saja. Kebanyakannya merupakan hasil dari pembelian pribadi dan digunakan oleh unit-unit Waffen-SS. Pamornya kalah jauh dibandingkan dengan kendaraan fungsi serupa keluaran Volkswagen (Schwimmwagen). Foto oleh SS-Kriegsberichter August Ahrens ini kemungkinan besar dibuat tahun 1943


Sumber :
Foto koleksi US National Archives and Records Administration (NARA)

Foto 1. SS-Infanterie-Brigade (motorisiert)

Anggota Waffen-SS sedang membersihkan mobil Wanderer W 23 S Kübelwagen mereka di pinggir sungai atau danau. Plat nomor mobil tersebut adalah "SS 83 384", dan diatasnya tergantung sebuah Kraftstoff feuergefährlich (jerigen bahan bakar) model standar. Dari plat nomornya kita bisa mengetahui bahwa kendaraan tersebut merupakan kepunyaan 8. SS-Totenkopf Standarte yang pada tanggal 25 Februari 1941 berubah nama menjadi SS-Infanterie-Regiment 8 (motorisiert) Reichsführer-SS


 
 "Tentara Nazi juga manusia". Para prajurit dari 8. SS-Totenkopf Standarte ini menikmati waktu senggang di masa pelatihan mereka (perhatikan drillichjacke kelabu yang mereka kenakan!) dengan pergi ke danau untuk berenang dan mandi bersama. Mereka tidak melupakan "kodrat" mereka sebagai anggota militer dan berbaris tiga-tiga sambil menyanyikan lagu-lagu mars Wehrmacht serta menyimpan senjata dan stahlhelm mereka dengan rapi. Tapi beda ceritanya kalau sudah ketemu sama air! Bagaikan anak kecil baru nemu mainan, mereka juga saling bercanda antar sesama dan memanfatkan sebuah perahu kayu sebagai sarana "heureuy"!


Para prajurit dari 8. SS-Totenkopf Standarte bernyanyi bersama di pinggir danau setelah berpuas-puas mandi di waktu senggang saat masa pelatihan mereka. Untuk "memperindah" nyanyian digunakanlah akordeon. Beberapa bulan setelah foto ini diambil mereka akan berdarah-darah di medan perang Rusia setelah dimulainya Unternehmen Barbarossa (22 Juni 1941)



Pelatihan para anggota SS yang dipimpin oleh seorang bintara berpangkat SS-Unterscharführer. Pelatihan tersebut meliputi lintas-alam dengan membawa perlengkapan lengkap, berbaris di alam terbuka, dan pengenalan medan menggunakan bantuan peta serta kompas. Juga tak lupa diperagakan pelatihan dasar bagi setiap anggota militer dimanapun di dunia: berdiri tegap dalam satu barisan


Generaloberst Georg-Hans Reinhardt (Oberbefehlshaber 3. Panzerarmee) melakukan kunjungan ke SS-Infanterie-Regiment 8 (motorisiert) / 1.SS-Infanterie-Brigade (motorisiert) dan disambut langsung oleh komandannya, SS-Sturmbannführer August Wilhelm Trabandt. Trabandt menjadi komandan resimen tersebut dari bulan Februari 1943 sampai dengan tanggal 18 Oktober 1943. Selanjutnya dia naik jabatan menjadi komandan 1. SS-Infanterie-Brigade (motorisiert) sampai dengan tanggal 24 Januari 1944. Foto oleh SS-Kriegsberichter August Ahrens






 Sema seperti prajurit lainnya di kolong dunia, para anggota SS-Infanterie-Regiment 8 (motorisiert) / 1.SS-Infanterie-Brigade (motorisiert) ini menghabiskan waktu mereka (saat tidak sedang bertempur) dengan berlatih perang-perangan, baris-berbaris, membersihkan senjata, dan makan berkelompok. Foto diambil tahun 1943 oleh SS-Kriegsberichter August Ahrens


 SS-Infanterie-Regiment 8 (motorisiert) / 1.SS-Infanterie-Brigade (motorisiert) dalam sebuah latihan penyeberangan sungai menggunakan kendaraan amfibi Trippel SG6/41 yang merupakan versi lanjutan dari Trippel SG6/38. Kendaraan ini adalah hasil karya desainer muda Hans Trippel (1908-2001) yang juga adalah anggota Sturmabteilung. Berhubung tidak berhasil mendapatkan order resmi dari Wehrmacht maka produksinya pun terbatas hanya sampai 1000 buah saja. Kebanyakannya merupakan hasil dari pembelian pribadi dan digunakan oleh unit-unit Waffen-SS. Pamornya kalah jauh dibandingkan dengan kendaraan fungsi serupa keluaran Volkswagen (Schwimmwagen). Foto oleh SS-Kriegsberichter August Ahrens ini kemungkinan besar dibuat tahun 1943




 Anggota 1.SS-Infanterie-Brigade (motorisiert) membagikan barang-barang propaganda Nazi kepada penduduk sipil Rusia di wilayah operasi mereka, 1943. Brigade infanteri Waffen-SS ini bertugas di garis belakang front pertempuran dalam memerangi kaum partisan dan gerilyawan yang biasanya mengganggu serta mensabotase sarana/kepentingan Jerman. Untuk menarik hati rakyat di wilayah tempat 1.SS-Infanterie-Brigade (motorisiert) bertugas biasanya diadakan kegiatan-kegiatan untuk membantu mereka seperti pengobatan gratis, pasar murah dan pembagian sandang pangan



 Anggota 1.SS-Infanterie-Brigade (motorisiert) dalam sebuah patroli untuk mendeteksi keberadaan gerilyawan Rusia, 1943. Di tahun itu unit brigade infanteri Waffen-SS tersebut terlibat dalam operasi anti-Partisan di wilayah Velikiye Luki, Podluschje, Witebsk-Gorodok-Gurki-Danau Senniza, dan Borrissov. Mereka juga membentuk para kader yang nantinya akan dimasukkan ke unit baru para sukarelawan Estonia, 3. Estnische SS-Freiwilligen Brigade. Foto oleh SS-Kriegsberichter August Ahrens



Sumber :
Foto koleksi US National Archives and Records Administration (NARA)