Thursday, January 29, 2015

Foto Bergepanzer, Bergepanther dan Bergetiger

Bagian bodi dari schwere Panzerjäger Tiger(P) "Ferdinand" digunakan sebagai basis bagi produksi beberapa Bergepanzer Tiger (P) pertama. Kendaraan satu ini bukanlah mesin perang melainkan berfungsi sebagai "bengkel berjalan" untuk memperbaiki setiap Tiger yang mengalami kerusakan atau mogok. Bilamana diperlukan, dia juga bisa menjadi mobil derek bagi tank-tank berat Jerman, sebuah pekerjaan yang tidak bisa dilakukan oleh kendaraan yang lebih ringan


Sumber :
Majalah "Combat Tanks" no.111

Download Manga "Otto Carius - Doromamire no tora" (Tigers Covered with Mud)




"Otto Carius - Doromamire no tora" adalah Manga produksi 1998-1999 hasil karya sutradara animasi terkenal Jepang Hayao Miyazaki (Studio Ghibli) yang didasarkan atas pengalaman hidup jagoan panzer Jerman Otto Carius (dalam memoarnya, "Tiger im Schlamm"), ditambah dengan pendalaman oleh Miyazaki sendiri melalui wawancara dengan sang tokoh langsung serta eksplorasi ke bekas medan pertempuran di Estonia yang menjadi tema cerita.

Manga ini semuanya diwarnai menggunakan cat air sehingga menambah keindahannya, sementara semua pemerannya dipersonifikasikan sebagai babi dan bukannya manusia (trade mark Miyazaki). Ceritanya difokuskan pada pertempuran yang dilakukan oleh Carius di Narva (Estonia) melawan pasukan Soviet, pertempuran yang membuat namanya melambung ke seantero dunia dan membantunya mendapatkan dua medali paling bergengsi Wehrmacht: Ritterkreuz dan Eichenlaub

Manga ini terdiri dari enam seri singkat yang masing-masingnya terdiri dari 6-7 halaman. Seperti standar semua komik Jepang, maka anda harus membacanya dari kanan ke kiri dan bukannya kiri ke kanan!

Wednesday, January 28, 2015

Pengeboman Dresden (1945), Pembantaian Keji Sekutu atas Jerman


Oleh : Cahyono Adi

Selama ini kita hanya mendapatkan informasi sepihak mengenai Perang Dunia II, yaitu informasi dari pihak pemenang, yaitu sekutu Amerika-Inggris-Perancis-Uni Sovyet dan negara-negara ZOG (zionist occupied goverments) lainnya. Kita jarang sekali, kalau tidak bisa dikatakan tidak pernah, mengetahui dari sudut pandang lawan sekutu, yaitu Jerman-Italia-Jepang. Kita misalnya tidak pernah mengetahui motif Hitler membiarkan ratusan ribu Tentara Ekspedisi Inggris yang terkepung di Dunkirk, Perancis, melarikan diri kembali ke Inggris. Kita tentu saja juga jarang, kalau tidak dikatakan tidak pernah, mendengar tentang peristiwa Pemboman Dresden meski itu adalah sebuah peristiwa paling memilukan dalam Perang Dunia II!

Dresden pada tahun 1945 adalah kota yang indah dengan 650.000 penduduknya yang ramah tamah. Pada tgl 13 Februari 1945 kota ini dipenuh sesaki oleh sekitar 750.000 pengungsi Jerman yang melarikan diri dari kekejaman tentara komunis-yahudi Uni Sovyet. Mereka berkemah di taman-taman dan tanah lapang yang ada, bahkan di trotoar dan jalan-jalan. Mereka merasa aman di sana karena Dresden bukan kota yang memiliki fasilitas militer target serangan musuh. Sebaliknya Dresden adalah "kota rumah sakit" yang memiliki 25 rumah sakit dan fasilitas medis besar. Mereka juga sadar bahwa menurut hukum internasional, kota mereka tidak mungkin menjadi sasaran serangan militer sebagaimana Jerman juga tidak pernah menyentuh "kota-kota pendidikan" Inggris seperti Oxford dan Cambridge.

Namun anggapan mereka keliru. Pada jam 10.15 malam sebanyak 800 pesawat bomber dan pesawat-pesawat tempur pengawal Inggris memenuhi langit Dresden dan menumpahkan berton-ton bom penghancur. Ribuan orang tewas maupun luka-luka dalam satu serangan tersebut. Saat pesawat-pesawat itu menghilang dari langit, penduduk dan pengungsi yang selamat keluar dari persembunyian untuk memberikan pertolongan para korban. Demikian juga ribuan penolong dari kota-kota dan desa-desa sekitar bergegas menuju Dresden. Mereka tidak pernah membayangkan peristiwa tragis yang baru saja terjadi. Tentu saja mereka juga tidak pernah menyangka bahwa berhentinya serangan hanya tipuan belaka. Karena saat jalan-jalan dipenuhi para penolong dan korbannya, gelombang kedua serangan udara Inggris kembali datang.

Serangan kedua memberikan dampak kehancuran yang lebih besar dari kota yang masih dipenuhi bara api oleh serangan pertama itu. Api berkobar lebih hebat lagi membakar. Demikian hebat kebakaran tersebut dan panas yang ditimbulkannya hingga para penolong dari luar kota kesulitan untuk memasuki kota. Sementara ribuan penduduk Dresden dan pengungsi terbakar hidup-hidup hingga ke tulang.

Cerita tentang kengerian peristiwa itu tidak terkatakan. Saat anak-anak kecil yang terpisah dari orang tuanya terjebak di dalam genangan aspal yang meleleh karena panas. Atau saat anak-anak kecil terinjang-injak oleh orang-orang yang berebut jalan menyelamatkan diri. Hal seperti ini tentunya tidak pernah dialami rakyat Inggris, Amerika dan sekutu-sekutunya.

Bencana kemanusiaan ini belum berhenti karena keesokan harinya giliran Amerika unjuk gigi. Sebanyak 400 pesawat pembom menumpahkan muatannya dan pesawat-pesawat tempur menembaki orang-orang di jalanan termasuk para tenaga medis yang tengah merawat pasiennnya di sepanjang tepi Sungai Elbe.

Namun itu semua masih belum berakhir karena tiga serangan lanjutan telah direncanakan tentara sekutu: 15 Februari, 3 Maret, dan 17 April 1945 dengan total pesawat pengebom mencapai 1.172 unit. Korban tewas diperkirakan mencapai 400.000 jiwa, atau bahkan lebih. Dan karena Jerman tidak memiliki cukup orang untuk melakukan evakuasi, mayat-mayat hanya disemprot dengan disinfektan atau api kemudian dikubur bersama reruntuhan bangunan.

Sebagaimana ditulis oleh Jendral Patton, kamandan pasukan sekutu yang berhasil mengalahkan dan menduduki Jerman, dalam buku hariannya, pemerintahan sipil sekutu, terutama Amerika dan Inggris, secara sistematis berupaya melakukan pembersihan etnis terhadap warga kulit putih Jerman, semata-mata dengan motif balas dendam orang-orang yahudi kepada mereka. Antara 800.000 sampai 1,1 juta tawanan perang Jerman dibiarkan tinggal di kamp tawanan tanpa atap dan alas selama berbulan-bulan menahan kelaparan, kepanasan dan kedinginan. Warga sipil Jerman diusir dari rumah-rumah mereka untuk diisi oleh orang-orang yahudi yang didatangkan dari Uni Sovyet dan Eropa Timur. Sekitar 500.000 tawanan perang lainnya, sipil maupun militer, dikirim ke Siberia untuk menjalani kerja paksa. Bagi para wanita Jerman, masa-masa terakhir regim Nazi adalah neraka sesungguhnya. Mereka hanya mempunyai dua pilihan: diperkosa oleh tentara Uni Sovyet atau dibom oleh pesawat pembom Amerika dan Inggris.

Diperkirakan sekitar 5 juta warga Jerman secara sistematis dibiarkan mati kelaparan selama 5 tahun setelah perang oleh tentara sekutu yang menduduki Jerman.

Dan karena yahudi mengontrol pemerintahan dan media massa barat, bahkan warga Jerman sendiri tidak banyak mengetahui tentang tragedi Dresden. Yahudi menginginkan hak eksklusif sebagai korban perang, hingga meski korban perang justru bukan orang yahudi, mereka terus saja mengkampanyekan "holocoust". Tujuannya tentu agar mereka bisa tetap terus "memeras" seluruh masyarakat di dunia. Hingga kini misalnya, negara-negara barat terus memberikan bantuan "kompensasi korban perang" kepada Israel. Pada dekade 90-an, ketika memori rakyat Eropa tentang "holocoust" meredup, orang-orang yahudi dibawah koodinasi World Jewish Association mengkampanyekan "holocoust" yang oleh pengkritiknya disebut sebagai "holocoust industry". Mereka memeras perbankan Jerman dan Swiss dengan dalih mendapatkan keuntungan ilegal dari dana-dana masyarakat yahudi yang hangus selama perang, hingga dalam sekali tepuk berhasil meraup miliaran dolar. Namun, seperti biasa, dana kompensasi itu sebagian besar justru masuk ke kantong pribadi tokoh-tokoh yahudi, bukan para korban perang sebenarnya.

"Holocoust industry" adalah upaya-upaya sistematis orang-orang yahudi untuk melanggengkan kenangan palsu "holocoust" sembari mendapatkan keuntungan melimpah darinya. "Holocoust industry" termasuk museum-museum holocoust di beberapa negara barat, pendidikan "holocoust", LSM-LSM, buku-buku, film-film dan sebagainya. Film-film Hollywood tentang Perang Dunia II hampir pasti juga bagian dari "holocoust industry".

Ketika rakyat Ukraina ingin memperingati peristiwa "Holomador", lobi internasional yahudi menolaknya dengan keras. "Holomador" adalah "etnis cleansing" terhadap rakyat Ukraina oleh regim komunis Uni Sovyet yang didirikan dan dijalankan secara eksklusif oleh orang-orang yahudi. Ukraina yang adalah lumbung gandum mengalami bencana kelaparan massal yang menewaskan sekitar 7 juta penduduknya karena hasil panen dirampas oleh regim komunis sebelum terjadinya Perang Dunia II. Mereka juga menentang peringatan pembantaian etnis Armenia oleh Kemal Attaturk, seorang yahudi "domne" Turki.

Tujuan lainnya agar hak eksklusif korban perang hanya menjadi milik yahudi adalah untuk memberi alasan mereka melakukan terorisme terhadap rakyat Palestina. Mereka berharap masyarakat dunia memaklumi pendudukan yahudi atas Palestina karena "yahudi membutuhkan negeri sendiri" setelah mengalami "holocoust".


Sumber :



Foto 98. Infanterie-Division

PERAIH RITTERKREUZ

 
Feldwebel Ludwig Bauer (24 Juli 1912 - 26 Oktober 1944) adalah anak seorang pembuat roda di Bavaria yang bergabung dengan Fahr-Ersatz-Abteilung 7 tanggal 22 April 1940. Tak lama setelahnya dia dipindahkan ke Grenadier-Ersatz-Bataillon 61, berlanjut ke Veterinär-Ersatz-Abteilung 7 (23 Agustus 1941), Veterinär-Kompanie 387 (5 Februari 1942), dan Grenadier-Regiment 541 (11 September 1942). Setelah terluka dalam pertempuran, pada tanggal 14 Juni 1943 dia dipindahkan lagi ke Grenadier-Ersatz-Bataillons 61, lalu ke Grenadier-Regiment 117 (1 Oktober 1943) yang beroperasi di medan perang Italia. Bauer ikut serta dalam pertempuran defensif di wilayah Adriatik. Pada tanggal 7 September 1944 dia dan anakbuahnya berhasil merebut sebuah desa bernama Il palazzo dari tangan musuh sehingga dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 23 Oktober 1944 sebagai Unteroffizier der Reserve dan Gruppenführer di 5.Kompanie / II.Bataillon / Grenadier-Regiment 117 / 98.Infanterie-Division / LLVI.Armeekorps / 10.Armee / Heeresgruppe C. Hanya berselang beberapa hari kemudian sang bintara Ritterkreuzträger terluka parah dalam pertempuran dan meninggal karenanya tanggal 26 Oktober 1944 di Hauptverbandsplatz St. Lamzo, Morciano (selatan Rimini). Secara anumerta pangkatnya dinaikkan satu tingkat menjadi Feldwebel der Reserve. Keluarga Bauer sangat terpukul mendengar berita gugurnya sang pahlawan karena sebelumnya dua orang adiknya telah mendahului berpulang ke Rahmatullah: Oberfeldwebel Gottfried Bauer (14 Oktober 1914 - 26 Juli 1943) yang gugur di Kursk, dan Gefreiter Richard Bauer (13 November 1924 - 8 Agustus 1943) yang gugur di Smolensk. Saving Private Ryan dalam kehidupan nyata! Medali dan penghargaan lain yang diraih oleh Ludwig Bauer: Eisernes Kreuz II.Klasse (4 Januari 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); Eisernes Kreuz I.Klasse (1 September 1943); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Verwundetenabzeichen in Silber; serta Nahkampfspange in Bronze (1944). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 10 September 1944


Sumber :
www.ritterkreuztraeger-1939-45.de

Foto Jagdgeschwader 300 (JG 300) "Wilde Sau"


 Feldwebel Konrad "Pitt" Bauer (Flugzeugführer di 5.Staffel / II.Gruppe / Jagdgeschwader 300 "Wilde Sau") berpose di atas kokpit pesawat pemburu Focke-Wulf Fw 190 A-8 (Werknummer 171641) "Rote 3" yang diberi grafiti "Kornjark". Ketika ditanya apakah itu adalah nama akek, tuak, anggur orangtua atau sebangsanya (karena pilot satu ini memang pemabok berat!), Bauer menjawab bahwa sebenarnyalah itu adalah nama Nordik. Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Doelfs dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 18 September 1944. Teks aslinya berbunyi: "Er vernichtete vierzehn 'Viermotorige'. Der Luftkrieg der letzten Wochen wird vor allem durch die mit sämtlichen Mitteln gesteigerte Offensive des Feindes vom Westen und Süden gegen das Reichsgebiet gekennzeichnet. Sie Stellen an unsere Abwehr, insbesondere an unsere Jäger, die höchsten Anforderungen. Hier einer unserer erfolgreichen Jäger, Feldwebel Konrad Bauer. Er bezwang bisher 36 feindliche Flugzeuge, unter ihnen 14 'Viermotorige'" (Dia menghancurkan 14 "Pesawat Mesin Empat". Peperangan udara di minggu-minggu ini ditandai dengan semakin meningkatnya sumber daya ofensif musuh melawan Reich dari Barat dan Selatan. Kondisi ini menuntut para pemburu kita untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Ini adalah salah satu pemburu yang paling sukses, Sersan Konrad Bauer. Dia telah menembak jatuh 36 pesawat musuh dengan 14 diantaranya adalah "Mesin Empat")

-------------------------------------------------------------------------

PERAIH RITTERKREUZ


 
Oberleutnant Konrad "Pitt" Bauer (9 Februari 1919 - 17 Juni 1990) bertugas bersama Jagdgeschwader 51 di Front Timur pada bulan Maret 1943. Dia mencatat kemenangan pertamanya saat menembak jatuh sebuah pesawat pembom Pe-2 bermesin ganda Rusia pada tanggal 20 Maret 1943. Pada tanggal 15 Desember 1943 Bauer mengklaim enam kemenangan dalam satu hari, dengan lima diantaranya dia hancurkan hanya dalam waktu lima menit! Setelah mencatat total 18 kemenangan di Front Timur, pada bulan Maret 1944 dia dipindahkan ke JG 3 "Udet" untuk melakukan tugas "Reichsverteidigung" (Pertahanan Reich). Dia mencatat kemenangan udara pertamanya melawan Sekutu Barat tanggal 18 April 1944 setelah menembak jatuh sebuah pembom B-17 bermesin empat dari USAAF. Pada bulan Juni 1944 Bauer dipindahkan lagi ke II./JG 300, sebuah unit khusus yang dilengkapi dengan pesawat-pesawat Focke-Wulf Fw 190 dengan dua kanon 30mm dan dua kanon 20mm demi mengantisipasi semakin bertambahnya jumlah bomber bermesin empat Sekutu yang merongrong Jerman. Dengan unit inilah Bauer menjelma menjadi salah satu "Viermottöters" (pembunuh bomber bermesin empat) terbaik dengan menembak jatuh 29 buah pesawat pembom dari jenis tersebut! Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 31 Oktober 1944 sebagai Feldwebel dan Flugzeugführer di 5.Staffel / II.(Sturm)Gruppe / Jagdgeschwader 300 (JG 300) "Wilde Sau" / 3.Jagd-Division / I.Jagdkorps / Luftflotte Reich setelah berhasil mencatatkan kemenangan udara ke-34 (termasuk 14 pembom bermesin empat). Di bulan-bulan terakhir perang Bauer direkomendasikan untuk menerima Eichenlaub tapi tidak pernah kesampaian. "Pitt" Bauer tercatat terbang dalam 416 misi tempur dan menembak jatuh 57 pesawat. 18 dari kemenangannya diraih di Front Timur, sementara dari 39 kemenangan di Front Barat, 32 diantaranya diraih dari pesawat pembom bermesin empat (termasuk juga beberapa Herausschüsse dan setidaknya lima pemburu P-51). Di lain pihak, Bauer juga merasakan ditembak jatuh sebanyak tujuh kali. Seusai perang dia bergabung dengan Bundesluftwaffe dan pensiun pada tanggal 31 Desember 1960 dengan pangkat Hauptmann. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Flugzeugführerabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse; Eisernes Kreuz I.Klasse; Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (31 Maret 1944); serta Deutsches Kreuz in Gold (10 Juli 1944)


Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.cieldegloire.com
www.commons.wikimedia.org
www.jg300.de
www.luftwaffe.cz

Tuesday, January 27, 2015

Foto Heinrich Himmler dalam Acara Penganugerahan Medali

 Upacara penganugerahan Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #535 oleh Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Oberrhein) untuk Oberleutnant der Reserve Otto Carius yang diselenggarakan pada tanggal 2 Januari 1945 di pinggiran Salzburg (Austria). Upacara ini terbilang LUAR BIASA karena Carius telah menerima berita penganugerahannya dari tanggal 27 Juli 1944, tapi seremoninya secara resmi baru dilakukan lima bulan kemudian! Ini karena sang pahlawan panzer keburu terluka parah terkena tembakan di tujuh bagian tubuhnya (termasuk leher!) beberapa hari sebelum dia menerima Eichenlaub sehingga harus dirawat intensif selama berbulan-bulan di Feldlazarett (Rumah Sakit Lapangan). Carius menerima berita penganugerahannya melalui surat kabar saat tergolek lemah di ranjang dan baru bisa berjalan dengan kakinya di bulan September. Pada saat foto ini diambil, dia tidak lagi bertugas di schwere Panzer-Abteilung 502 melainkan sudah ditransfer ke Panzer-Ersatz- und Ausbildungs-Abteilung 500. Hal menarik lainnya adalah upacara penganugerahannya yang dilakukan oleh Himmler, padahal upacara medali ukuran Eichenlaub ke atas biasanya dihadiri oleh Hitler langsung. Ini karena dari sejak akhir tahun 1944 sang Führer mulai membatasi kegiatan publiknya seiring dengan memburuknya situasi peperangan sehingga kegiatan semacam ini lalu diwakilkan kepada orang kepercayaannya seperti Himmler dan Göring


Sumber :
www.forum.axishistory.com

Sunday, January 25, 2015

Foto Otto Carius

Oberleutnant der Reserve Otto Carius (27 Mei 1922 - 24 Januari 2015) merupakan salah seorang jagoan panzer Jerman dalam Perang Dunia II yang selama karirnya tercatat menghancurkan 150+ buah (100-110 buah dalam beberapa sumber), dengan jumlah yang tidak berbeda jauh untuk senjata anti-tank! Mayoritas jumlah kemenangannya diraih di Front Timur saat melawan pasukan Soviet. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #3066 pada tanggal 4 Mei 1944 sebagai Leutnant der Reserve dan Zugführer di 2.Kompanie / schwere Panzer-Abteilung 502 / 61.Infanterie-Division / XXXXIII.Armeekorps / Armeegruppe Narwa / Heeresgruppe Nord (direkomendasikan tanggal 26 April 1944. Dokumen pendahulu dan medalinya sampai di Heeresgruppe Nord tanggal 10 Mei 1944). Carius mendapatkan medali tersebut setelah peleton Tiger yang dipimpinnya berhasil menghancurkan 38 tank, artileri gerak dan 17 senjata anti-tank dalam Pertempuran Narva bulan Maret 1944. Dia juga mendapatkan Eichenlaub #535 tanggal 27 Juli 1944 sebagai Leutnant der Reserve dan Führer 2.Kompanie / schwere Panzer-Abteilung 502 / II.Armeekorps / 16.Armee / Heeresgruppe Nord, setelah berhasil menghancurkan 28 tank dan sejumlah truk Rusia sehingga berhasil melindungi penarikan mundur 290. Infanterie-Division dalam pertempuran di Daugavpils tanggal 21 Juli 1944. Hanya beberapa hari sebelumnya (24 Juli 1944) sang pahlawan perang terluka parah dalam penyergapan oleh musuh saat melakukan operasi pengintaian menggunakan sepeda motor di depan tanknya sehingga harus ditarik dari front depan menggunakan pesawat terbang untuk mendapatkan perawatan di tanah air. Carius tertembus empat peluru di punggung dan masing-masing satu di lengan, kaki dan leher. Setelah perang usai dia membuka toko farmasi yang dinamakannya sebagai "Tiger Apotheke". Dia juga menulis buku "Tiger im Schlamm" yang berisikan pengalamannya di masa Perang Dunia II. Edisi bahasa Inggris buku ini berjudul "Tigers in the mud: the combat career of German Panzer Commander Otto Carius". Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI


 Obergefreiter Otto Carius duduk di atas turet Panzer 38(t) buatan Cekoslowakia tunggangannya sementara sang komandan tank, Unteroffizier August Dehler, berdiri sambil bersender di sebelah kiri. Dehler (27 Mei 1916 - 17 Januari 1943) nantinya tewas dalam kecelakaan ketika tanknya, yang diposisikan di wilayah yang licin, menggilas dia. Foto ini sendiri diambil pada awal Unternehmen Barbarossa saat Carius dan Dehler bertugas bersama di 1.Kompanie / I.Abteilung / Panzer-Regiment 21 / 20.Panzer-Division. Carius berperan aebagai loader/ladeschütze bagi Dehler


 Efek dari tembakan pasukan Rusia terlihat jelas di Panzer 38(t) yang digunakan oleh Obergefreiter Otto Carius (1.Kompanie / I.Abteilung / Panzer-Regiment 21 / 20.Panzer-Division) yang merasakan pengalaman tempur pertamanya dalam Unternehmen Barbarossa tahun 1941. Penetrasi dari peluru berdaya ledak tinggi membuat awak funker (operator radio) kehilangan salah satu lengannya, sementara Carius sendiri menderita luka terbuka dan kehilangan beberapa giginya


Setelah mengikuti pelatihan operasi Tiger bersama dengan Panzer-Ersatz-Abteilung 500 di Ploermel (Bretagne, Prancis Selatan) selama tiga bulan, pada bulan Mei 1943 Leutnant der Reserve Otto Carius ditugaskan sebagai Zugführer (Kepala Peleton) di 2.Kompanie / schwere Panzer-Abteilung 502. Panzerkampfwagen VI Tiger pertama yang dikomandaninya masih belum mendapatkan "turmnummer" (nomor turet), meskipun tak lama kemudian diberi jatah nomor "213" yang menunjukkan bahwa tank tersebut merupakan kendaraan ketiga dari peleton pertama kompi kedua. Perhatikan bahwa Tiger-nya masih memakai cat polos bawaan pabrik dan belum dibaluri kamuflase sesuai dengan kebutuhan, apalagi zimmerit (pasta anti-magnetik). Palka komandannya juga masih mempunyai siluet tinggi


Otto Carius berfoto di depan Panzerkampfwagen VI Tiger milik Oberfeldwebel Rudolf Zwetti, akhir tahun 1943. Menghadap kamera, dari kiri ke kanan: Gefreiter Lippmann (funker/operator radio), Unteroffizier Spallek (gunner/richtschütze), Gefreiter Schochart (loader/ladeschütze), Leutnant der Reserve Otto carius (Zugführer di 2.Kompanie / schwere Panzer-Abteilung 502), dan Oberfeldwebel Rudolf Zwetti. Yang menyembul di palka supir adalah Gefreiter Monses (driver/fahrer)


 Leutnant der Reserve Otto Carius (Zugführer di 2.Kompanie / schwere Panzer-Abteilung 502) nongkrong di atas kubah Panzerkampfwagen VI Tiger "213" sambil memakai kopfhörer (headphone) dan Kehlkopfmikrofon (mikrofon tenggorokan). Menurut Carius sendiri, inilah posisi utama saat menyerang musuh di front pertempuran: menongolkan sedikit muka - sejelek apapun - daripada harus ngumpet di dalam dan mengandalkan lubang intip yang terbatas cakupan penglihatannya (perhatikan lubang horizontal di bawah!). Meskipun begitu, "diving" pada saat yang tepat juga benar-benar penting demi menghindari pecahan peluru atau sasaran tembakan sniper musuh. Palka turet Tiger ini berasal dari model pertama yang lebih jangkung dari model-model selanjutnya. Siluetnya yang tinggi - ditambah dengan pola lasannya - memberikan kerugian yang tidak sedikit bagi para komandan tank yang bertugas di front. Segera bermunculan keluhan dan saran perbaikan, yang langsung ditampung dan diterapkan pada produksi keluaran selanjutnya


 Leutnant der Reserve Otto Carius (kedua dri kanan, Zugführer di 2.Kompanie / schwere Panzer-Abteilung 502) dalam acara kunjungan ke pangkalan kapal penyapu ranjau Kriegsmarine di Teluk Reval, Estonia. Dia dikirim kesana bersama dengan Leutnant Karl Ruppel (Zugführer di 3.Kompanie / schwere Panzer-Abteilung 502) untuk beristirahat tak lama setelah kesuksesan operasi "Judennase" (Hidung Yahudi) tanggal 17-21 Maret 1944. Sialnya, hanya sehari setelah kedatangannya, Carius menerima telegram yang berbunyi: "Segera kembali ke unitmu!"



 Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Leutnant der Reserve Otto Carius dari schwere Panzer-Abteilung 502 yang diselenggarakan pada tanggal 10 Mei 1944. Rekomendasinya sendiri sudah dikirim dari tanggal 26 April 1944, dan secara resmi disetujui tanggal 4 Mei 1944. Vorläufiges Besitzzeugnis (Dokumen Pendahulu) serta medalinya kemudian sampai di Heeresgruppe Nord tanggal 10 Mei 1944 dan saat itu pula Verleihung (upacara penganugerahan) langsung digelar. Carius mendapatkan medali tersebut setelah peleton Tiger yang dipimpinnya berhasil menghancurkan 38 tank, artileri gerak dan 17 senjata anti-tank Rusia dalam Pertempuran Narva bulan Maret 1944. Dalam foto ini kita bisa melihat para perwira dari sPz.Abt.502, dari kiri ke kanan: Leutnant Johannes Bölter (Zugführer di 1.Kompanie / schwere Panzer-Abteilung 502), Major Hans-Joachim Schwaner (Kommandeur schwere Panzer-Abteilung 502), Leutnant der Reserve Otto Carius (Zugführer di 2.Kompanie / schwere Panzer-Abteilung 502, Leutnant der Reserve Karl Eichhorn (Zugführer di 2.Kompanie / schwere Panzer-Abteilung 502), dan Oberleutnant der Reserve Rolf Schütze (Adjutant schwere Panzer-Abteilung 502)


 Leutnant der Reserve Otto Carius (Führer 2.Kompanie / schwere Panzer-Abteilung 502) berperan sebagai supir dari VW-Kübelwagen ini, sementara rekan-rekannya menjadi penumpang. Di sebelah Carius duduk Leutnant der Reserve Bernhard Nienstedt (Führer Aufklärungszug schwere Panzer-Abteilung 502), sementara di belakang adalah Leutnant der Reserve Karl Eichhorn (Zugführer di 2.Kompanie / schwere Panzer-Abteilung 502). Foto kemungkinan besar diambil awal musim panas 1944


 Foto yang diambil dari klip "Die Deutsche Wochenschau" ini memperlihatkan Leutnant der Reserve Otto Carius (Führer 2.Kompanie / schwere Panzer-Abteilung 502) sedang mendiskusikan operasi terbaru tanknya bersama dengan para awaknya di selatan Dünaburg (Daugavpils, Latvia) bulan Juli 1944. Uniknya, mereka nongkrong di atas Panzerkampfwagen VI Tiger dengan menjadikan bagian kubah turet sebagai alas! Setidaknya tiga orang diantaranya (termasuk Carius) mengenakan Panzerkombi Mausgrau (overall tank mouse grey) yang berwarna cerah. Paling kanan adalah Unteroffizier Heinz Kramer (6 Februari 1921 - 27 Januari 1945), Richtschütze (penembak meriam) Tiger yang dikomandani oleh Carius yang nantinya dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 6 Oktober 1944. Dia merupakan salah satu dari sangat sedikit orang di seantero dunia yang tercatat pernah menembak pesawat terbang musuh dengan laras meriamnya! Kramer sendiri mempunyai catatan kemenangan pribadi 50+ buah


 Gambar yang diambil dari buku terbitan Osprey ini merupakan ilustrasi dari foto Wochenschau di atas. Disini sang jagoan panzer mengenakan Panzerkombi Mausgrau (overall tank mouse grey) yang berwarna cerah. Selain itu, dia juga mengenakan panzerschiffchen (side cap panzer) khusus buatan ibunya tercinta yang selalu dia pakai kemana-mana. Carius mengenang bagaimana sewaktu pengambilan gambar untuk kepentingan publikasi Wehrmacht, bildberichter dari Propaganda-Kompanie kurang berkenan ketika melihat Carius lebih memilih untuk mengenakan topi buatan sendiri tanpa kokade tersebut sehingga memintanya untuk mengganti dengan yang lebih "formal", tapi Carius menolak!



Leutnant der Reserve Otto Carius memimpin delapan Panzerkampfwagen VI Tiger I dari 2.Kompanie / schwere Panzer-Abteilung 502 bergerak maju melintasi desa Malinava (batas terluar di utara Dunaburg) dengan tujuan menghentikan pergerakan pasukan lapis baja Rusia. Setelah melakukan pengintaian, Leutnant Carius menerangkan rencananya untuk menduduki Malinava. Dia memutuskan untuk mengirimkan hanya dua Tiger karena sempitnya jalan yang mengarah ke desa. Jadinya, enam Tiger menunggu sebagai cadangan saat Leutnant Carius dan Oberfeldwebel Albert Kerscher (jagoan panzer lain dari S.Pz.Abt.502 sama seperti Carius) bergerak menuju Malinava. Kecepatan dan pendadakan merupakan elemen penting dari pertempuran yang kemudian terjadi, sehingga nantinya Otto Carius bersaksi bahwa lamanya pertempuran tidak lebih dari 20 menit... tapi apa yang telah diraih dalam kurun waktu yang sedikit itu? Ketika pertempuran usai, 17 tank berat keluaran terbaru IS-1 serta 5 T-34 teronggok hancur! Kepahlawanan Carius yang mengerikan tidak cukup sampai disitu, karena setelahnya dia mengorganisasi keenam Tiger lain untuk melakukan sergapan terhadap sisa batalyon tank musuh yang bergerak ke arah mereka, tanpa menyadari bahwa elemen terdepannya sudah luluh lantak gara-gara perbuatan dua komandan panzer Jerman. Sergapan yang kedua benar-benar berhasil, dan malah lebih sukses dari sebelumnya: 28 tank hancur bersama dengan kendaraan dan truk pendukungnya! Jadinya, SELURUH batalyon tank musuh MUSNAH sementara pihak Jerman TIDAK menderita kerugian satu tank pun! Tentu saja tindakan heroik seperti ini tidak bisa "dibiarkan" begitu saja, dan Hitler langsung mengganjar Carius dan Kerscher satu gelas es cendol!


 Upacara penganugerahan Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #535 oleh Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Oberrhein) untuk Oberleutnant der Reserve Otto Carius yang diselenggarakan pada tanggal 2 Januari 1945 di pinggiran Salzburg (Austria). Upacara ini terbilang LUAR BIASA karena Carius telah menerima berita penganugerahannya dari tanggal 27 Juli 1944, tapi seremoninya secara resmi baru dilakukan lima bulan kemudian! Ini karena sang pahlawan panzer keburu terluka parah terkena tembakan di tujuh bagian tubuhnya (termasuk leher!) beberapa hari sebelum dia menerima Eichenlaub sehingga harus dirawat intensif selama berbulan-bulan di Feldlazarett (Rumah Sakit Lapangan). Carius menerima berita penganugerahannya melalui surat kabar saat tergolek lemah di ranjang dan baru bisa berjalan dengan kakinya di bulan September. Pada saat foto ini diambil, dia tidak lagi bertugas di schwere Panzer-Abteilung 502 melainkan sudah ditransfer ke Panzer-Ersatz- und Ausbildungs-Abteilung 500. Hal menarik lainnya adalah upacara penganugerahannya yang dilakukan oleh Himmler, padahal upacara medali ukuran Eichenlaub ke atas biasanya dihadiri oleh Hitler langsung. Ini karena dari sejak akhir tahun 1944 sang Führer mulai membatasi kegiatan publiknya seiring dengan memburuknya situasi peperangan sehingga kegiatan semacam ini lalu diwakilkan kepada orang kepercayaannya seperti Himmler dan Göring



Oberleutnant der Reserve Otto Carius berpose dalam sebuah foto studio sambil mengenakan Weißer Dienstrock (seragam putih musim panas). Selain dari medali Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #535 - yang tercantol di leher - yang didapatkannya tanggal 27 Juli 1944 sebagai Führer 2.Kompanie / schwere Panzer-Abteilung 502, di seragamnya Carius juga mengenakan medali Eisernes Kreuz I.Klasse (23 November 1943), Panzerkampfabzeichen in Silber II.Stufe "25" (15 Juli 1944), serta Verwundetenabzeichen in Gold (11 September 1944). Meskipun keterangan resmi dari Bundesarchiv menyebutkan bahwa foto ini diambil di bulan Juli 1944, tapi sebenarnya dia dibuat setidaknya setelah bulan Januari 1945 (upacara penganugerahan secara resmi oleh Himmler). Selain itu, pada bulan Juli 1944 Carius masih berpangkat Leutnant d.R. dan baru naik pangkat menjadi Oberleutnant d.R. bulan Agustus 1944. Dia juga terluka parah dalam pertempuran sehingga harus dirawat secara intensif selama berbulan-bulan!



Seusai Perang Dunia II Otto Carius belajar farmasi di Zweibrücken dan Freiburg/Breisgau. Setelah magang di beberapa apotik, pada tanggal 1 Juli 1956 dia mendirikan apotiknya sendiri di Herschweiler-Pettersheim yang dinamakan sebagai "Tiger-Apotheke" (merunut pada nama tunggangan utamanya dalam perang). Carius mengelola tempat ini sampai dengan saat kematiannya pada tanggal 24 Januari 2015 di usia 93 tahun, meskipun dari sejak 31 Januari 2011 dia mulai mengurangi kegiatannya karena masalah kesehatan. Di waktu senggangnya dia biasa meluangkan waktu untuk membalas surat-surat dari para fansnya yang berdatangan dari berbagai penjuru dunia. Carius juga dengan tangan terbuka selalu menerima setiap tamu yang datang berkunjung. Dalam foto ini sang veteran memegang medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub yang dia terima dari tangan Reichsführer-SS Heinrich Himmler tanggal 2 Januari 1945


"Retaking Tirtsu" karya David Pentland. Dua buah tank Tiger milik Albert Kerscher dan Otto Carius dari 2.Kompanie / schwere Panzer-Abteilung 502 dengan dibantu oleh hanya 16 orang Grenadier dari 11. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Division Nordland melakukan serangan ke garis pertahanan Rusia di Tirtsu di subuh buta tanggal 18 Maret 1944. Serangan kecil tapi efektif ini berhasil menstabilkan front depan untuk sementara waktu


 "Kampfgruppe Carius" karya David Pentland. Danau Ricu, Dunaburg (Latvia), tanggal 12-16 Juli 1944. Panzerkampfwagen VI Tiger I milik Otto Carius dan Albert Kerscher dari 2.Kompanie / schwere Panzer-Abteilung 502 ditugaskan untuk membantu unit infanteri Jerman di wilayah Karasino dan Marruga dalam membentuk garis pertahanan yang kokoh dari serangan bergelombang Tentara Merah



 
 Medali dan penghargaan yang diperoleh Otto Carius di sepanjang karir militernya yang gemilang: Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (4 Mei 1944); Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (27 Juli 1944); Verwundetenabzeichen in Schwarz (8 Juli 1941); Eisernes Kreuz II.Klasse (19 Juli 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (20 Agustus 1942); Eisernes Kreuz I.Klasse (23 November 1943); Verwundetenabzeichen in Silber (15 Desember 1943) Panzerkampfabzeichen II.Stufe "25" (15 Juli 1944); Panzerkampfabzeichen III.Stufe "50" (1 September 1944); Verwundetenabzeichen in Gold (11 September 1944); serta Panzerkampfabzeichen IV.Stufe "75" (21 April 1945)


Sumber :
Buku "Tigers in the Mud" karya Otto Carius
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi pribadi Sepp45
www.audiovis.nac.gov.pl
www.commons.wikimedia.org
www.davidpentland.com
www.forum.axishistory.com
www.galerie.valka.cz
www.nakop.ru
www.tiger-apotheke.de
www.wehrmacht-awards.com

Oberleutnant der Reserve Otto Carius (1922-2015), Jagoan Panzer dengan Korban Terbanyak Kedua setelah Kurt Knispel!


 Album foto Otto Carius bisa dilihat DISINI

 Oleh : Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Otto Carius
Panggilan/julukan: Otto
Lahir: 27 Mei 1922 di Zweibrücken, Rheinland-Pfalz (Jerman)
Meninggal: 24 Januari 2015 di Herschweiler-Pettersheim, Rheinland-Pfalz (Jerman)
Nomor keanggotaan NSDAP: Tidak ada
Nomor keanggotaan SS: Tidak ada
Gelar akademis: Bidang farmasi
Anggota keluarga: Inge Trapp (istri), Frank Carius dan Carsten Carius (putera)
Ciri fisik: Berbadan kecil (untuk ukuran orang Eropa)

Beförderungen (Promosi):
01.08.1941 Unteroffizier
01.02.1942 Feldwebel
01.10.1942 Leutnant der Reserve
01.08.1944 Oberleutnant der Reserve

Karriere (Karir):
00.00.1932 - 00.03.1940 Belajar di Humanistische Gymnasium di Zweibrücken
01.04.1940 - 21.05.1940 Mendaftar di Wehrmacht dan mengikuti pelatihan dasar
21.05.1940 - 04.08.1940 Mengikuti pelatihan di Infanterie-Ersatz-Bataillon 104 di Posen
04.08.1940 - 27.09.1940 Mengikuti pelatihan lanjutan di Panzer-Ersatz-Abteilung 25 di Erlangen
27.09.1940 - 01.10.1940 Mengikuti pelatihan lanjutan di Stuttgart-Vaihingen dan Putlos bersama dengan  Panzer-Ersatz-Abteilung 7 di Darmstadt
01.10.1940 - 08.07.1941 Bergabung dengan 1.Kompanie / Panzer-Regiment 21 / 20.Panzer-Division
08.07.1941 - 05.08.1941 Ditransfer ke Panzer-Ersatz-Abteilung 25 di Erlangen
05.08.1941 - 29.08.1941 Mengikuti 8. Offiziersanwärterlehrgang di Wünsdorf/Berlin
29.08.1941 - 14.03.1942 Anggota 6.Kompanie / Panzer-Ersatz-Abteilung 25
14.03.1942 - 00.04.1942 Zugführer di 10.Kompanie / Panzer-Regiment 21 / 20.Panzer-Division
00.04.1942 - 00.10.1942 Führer Erkundungs-Pionierzug Stabskompanie III./Panzer-Regiment 21
00.10.1942 - 21.10.1942 Zugführer di 1.Kompanie / I.Abteilung / Panzer-Regiment 21
21.10.1942 - 05.01.1943 Stabskompanie III.Abteilung / Panzer-Regiment 21
05.01.1943 - 10.05.1943 Mengikuti pelatihan operasi Tiger di Panzer-Ersatz-Abteilung 500 di Putlos. Carius mendapat Tiger pertamanya di Sennelager Paderborn
10.05.1943 - 31.03.1944 Zugführer di 2.Kompanie / schwere Panzer-Abteilung 502
31.03.1944 - 00.06.1944 Stabsoffizier schwere Panzer-Abteilung 502
00.06.1944 - 24.07.1944 Führer 2.Kompanie / schwere Panzer-Abteilung 502
24.07.1944 - 25.07.1944 Chef 2.Kompanie / schwere Panzer-Abteilung 502
24.07.1944 - 02.01.1945 terluka parah dalam penyergapan oleh musuh saat melakukan operasi pengintaian menggunakan sepeda motor di depan tanknya sehingga harus ditarik dari front depan menggunakan pesawat terbang untuk mendapatkan perawatan di tanah air. Carius tertembus empat peluru di punggung dan masing-masing satu di lengan, kaki dan leher!
06.08.1944 - 02.01.1945 Mendapat perawatan lanjutan di Reserve-Lazarett Lingen/Ems
02.01.1945 - 11.02.1945 Ditransfer ke Panzer-Ersatz- und Ausbildungs-Abteilung 500
11.02.1945 - 07.05.1945 Chef 2.Kompanie / schwere Panzerjäger-Abteilung 512 (Jagdtiger)
07.05.1945 - 21.05.1946 Menyerah pada pasukan Amerika di Iserlohn dan ditawan
00.00.1946 - 00.00.1948 Belajar farmasi di Sonnen-Apotheke (Zweibrücken)
00.00.1948 - 00.00.1951 Lulus sebagai Apothekerassistent (Asisten Farmasi) dan meneruskan pendidikan lanjutan tentang farmasi di Freiburg/Breisgau
00.00.1951 - 00.00.1952 Kandidatenhalbjahr di Münster Apotheke di Freiburg
00.00.1952 - 00.00.1956 Petugas farmasi di Fortuna Apotheke di Zweibrücken
01.07.1956 - 31.01.2011 Leiter Tiger-Apotheke di Herschweiler-Pettersheim
01.02.2011 - 24.01.2015 Bertugas paruh waktu di Tiger-Apotheke karena faktor usia. Bila memungkinkan, dia bekerja sampai full-time. Carius meninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya setelah mengalami masa sakit yang singkat. Usianya menginjak 93 tahun

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):
08.07.1941 Verwundetenabzeichen in Schwarz
18.08.1941 Panzerkampfabzeichen in Silber
19.07.1942 Eisernes Kreuz II.Klasse
20.08.1942 Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42
23.11.1943 Eisernes Kreuz I.Klasse
15.12.1943 Verwundetenabzeichen in Silber
04.05.1944 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #3066, sebagai Leutnant der Reserve dan Zugführer di 2.Kompanie / schwere Panzer-Abteilung 502 / 61.Infanterie-Division / XXXXIII.Armeekorps / Armeegruppe Narwa / Heeresgruppe Nord (direkomendasikan tanggal 26 April 1944. Dokumen pendahulu dan medalinya sampai di Heeresgruppe Nord tanggal 10 Mei 1944). Carius mendapatkan medali tersebut setelah peleton Tiger yang dipimpinnya berhasil menghancurkan 38 tank, artileri gerak dan 17 senjata anti-tank dalam Pertempuran Narva tanggal 17-22 Maret 1944
15.07.1944 Panzerkampfabzeichen II.Stufe "25" (untuk 25 hari pertempuran tank)
27.07.1944 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub #535, sebagai Leutnant der Reserve dan Führer 2.Kompanie / schwere Panzer-Abteilung 502 / II.Armeekorps / 16.Armee / Heeresgruppe Nord, setelah berhasil menghancurkan 28 tank dan sejumlah truk Rusia sehingga berhasil melindungi penarikan mundur 290. Infanterie-Division dalam pertempuran di Daugavpils tanggal 21 Juli 1944
01.09.1944 Panzerkampfabzeichen III.Stufe "50" (untuk 50 hari pertempuran tank)
11.09.1944 Verwundetenabzeichen in Gold (untuk lima luka yang diterima tanggal 8 Juli 1941, 9 Desember 1942, 2 Desember 1943, 20 April 1944 dan 24 Juli 1944)
21.04.1945 Panzerkampfabzeichen IV.Stufe "75" (untuk 75 hari pertempuran tank)

Aufzeichnungen (Catatan):
* Pengalaman tempur pertama Carius adalah saat berlangsungnya Unternehmen Barbarossa (invasi Jerman atas Rusia), akhir bulan Juni 1941. Saat itu dia bertugas sebagai loader/ladeschütze Panzer 38(t) buatan Cekoslowakia. Dalam operasi ini pula dia terluka untuk pertama kalinya saat tank yang digunakannya dihantam oleh peluru musuh.
* Dua kali Carius mendaftar masuk militer, dan dua kali pula aplikasinya ditolak karena dianggap "mempunyai berat badan yang kurang". Barulah pada percobaan ketiga dia berhasil dalam usahanya tersebut.
* Total jumlah tank musuh yang dihancurkannya adalah 150+ buah (100-110 buah dalam beberapa sumber), dengan jumlah yang tidak berbeda jauh untuk senjata anti-tank. Mayoritas jumlah kemenangannya diraih di Front Timur saat melawan pasukan Soviet.
* Kampanye militer yang diikutinya: Unternehmen Barbarossa (1941), Pertempuran Gshatsk (1941), Pertempuran Nevel (1943), Pengepungan Leningrad (1944), Pertempuran Narva (1944), Pertempuran Malinava (1944), dan Pertempuran Kantong Ruhr (1945).
* Kendaraan perang yang pernah dioperasikannya: Panzerkampfwagen 38(t), Panzerkampfwagen VI Tiger I tanpa nomor (Tiger pertamanya), Tiger "213", Tiger "217", dan Jagdtiger "Z1".
* Seusai perang menulis buku "Tiger im Schlamm" yang berisikan pengalamannya di masa Perang Dunia II. Edisi bahasa Inggris buku ini berjudul "Tigers in the mud: the combat career of German Panzer Commander Otto Carius".
* Sutradara animasi terkenal Jepang Hayao Miyazaki merupakan penggemar berat Carius. Dia bahkan membuatkan sebuah seri komik tentang aksinya dalam Pertempuran Narva yang diberi judul "Otto Carius: Doromamire no tora" (Tiger Penuh Lumpur)". Komik tersebut diterbitkan secara berkala dalam majalah Model Graphix dari bulan Desember 1998 s/d Mei 1999. Ceritanya sendiri sebagian besar diambil dari buku "Tiger im Schlamm" ditambah dengan hasil wawancara Miyazaki langsung dengan Carius serta penelitian sang sutradara ke Estonia yang menjadi lokasi pertempuran.


Sumber :
www.carius.de

Foto Kampanye Balkan (Invasi Yugoslavia)

Seorang anggota Nachrichtentruppe (Pasukan Sandi) Heer berdiri di sebelah sepeda motor Puch GS 350ccm produksi Austria sementara di sisi lain para prajurit Serbia yang tertangkap oleh Wehrmacht sedang menunggu kendaraan transportasi yang akan membawa mereka ke kamp tawanan perang. Di belakang si prajurit Jerman berdiri perwira Bulgaria yang memakai mantel. Foto diambil pada musim semi 1941 saat berlangsungnya kampanye militer Jerman di wilayah Balkan


Sumber :
www.forum.axishistory.com

Foto Sepeda Motor Puch

Seorang anggota Nachrichtentruppe (Pasukan Sandi) Heer berdiri di sebelah sepeda motor Puch GS 350ccm produksi Austria sementara di sisi lain para prajurit Serbia yang tertangkap oleh Wehrmacht sedang menunggu kendaraan transportasi yang akan membawa mereka ke kamp tawanan perang. Di belakang si prajurit Jerman berdiri perwira Bulgaria yang memakai mantel. Foto diambil pada musim semi 1941 saat berlangsungnya kampanye militer Jerman di wilayah Balkan


Sumber :
www.forum.axishistory.com