Saturday, November 29, 2014

Foto KIA (Killed in Action) Jepang

 Seorang pelaut Amerika membantu mengangkat mayat seorang pilot Jepang dari dasar Pearl Harbor, dimana sebelumnya dia dan pesawatnya terbakar lalu jatuh dalam serangan dadakan terhadap pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Hawaii tanggal 7 Desember 1941. Pesawatnya sendiri berasal dari jenis pembom torpedo Nakajima B5N "Kate" AII-356 yang terbang dalam gelombang pertama dan dipiloti oleh Letnan Mimori Suzuki bersama dengan dua orang awaknya. Pesawat tersebut kemudian meledak dan terbakar setelah kepala torpedo yang dibawanya tepat terkena tembakan oleh senjata anti pesawat Amerika di darat. Tubuh sang pilot langsung berhamburan dan sulit dikenali lagi, sementara jenazah Sersan Kepala Tsuneki Morita (navigator/bombardier/observer) berhasil ditemukan dari dasar air, begitu juga dengan jenazah Sersan Dua Yoshiharu Machimoto (gunner/operator radio). Morita adalah yang nampak dalam foto. Wajahnya yang hancur bukan disebabkan oleh ledakan, melainkan karena dimakan oleh kepiting-kepiting pemakan daging!


Sebagian dari 700 lebih mayat tentara Jepang anggota Resimen "Ichiki" yang bergelimpangan di pinggir muara sungai Tenaru di Guadalcanal, Kepulauan Solomon, dengan sebagiannya terkubur oleh pasir pantai. Mereka terbantai ketika berusaha menyerbu pertahanan pasukan Marinir Amerika Serikat secara frontal di malam tanggal 21 Agustus 1942, dalam apa yang dinamakan sebagai "Pertempuran Tenaru" (juga dikenal sebagai Pertempuran Sungai Ilu dan Battle of Alligator Creek). Dari 917 orang anggota resimen pimpinan Kolonel Kiyonao Ichiki tersebut, hanya 128 yang berhasil selamat!


 Mayat prajurit Jepang berserakan di pantai Tanapag, pulau Saipan, tanggal 14 Juli 1944, setelah serangan habis-habisan mereka yang terakhir yang ditujukan pada tentara Marinir Amerika yang mendarat disana. Diperkirakan sebanyak 1.300 orang tentara Jepang kehilangan nyawanya dalam operasi ini. Secara keseluruhan, dari 30.000 orang prajurit Jepang yang mempertahankan Saipan, 24.000 orang diantaranya terbunuh dalam pertempuran, 5.000 orang bunuh diri, dan hanya 921 orang yang menyerah hidup-hidup!


 Dua orang tentara Amerika mengobrol di dekat mayat seorang prajurit Jepang di Iwo Jima, Februari 1945. Kekerasan tekad pasukan Jepang untuk bertempur sampai mati dalam pertempuran di pulau vulkanik gersang  ini bisa terlihat dari statistik yang luar biasa: Dari 20.000 orang tentara Jepang yang bertempur, hanya sekitar 200 orang yang menyerah, sementara sisanya gugur!


 Saat pasukan Amerika dari 25th US Division bergerak maju melintasi dataran di ujung Celah Balete, Luzon utara (Filipina) tanggal 12 April 1945, mereka melewati mayat seorang tentara Jepang yang terpanggang oleh pohon yang patah oleh ledakan. Tampaknya dia telah jatuh di tempat yang tidak tepat!


Sumber :
www.theatlantic.com
www.tumblr.com

Friday, November 28, 2014

Foto Berwarna Pertempuran Stalingrad

Pendeta Wehrmacht (Kriegspfarrer) Dr. Alois Beck di bulan September 1942, di hari-hari sebelum Pertempuran Stalingrad yang membawa bencana. Alois bertugas sebagai pendeta di front depan untuk Infanterie-Regiment 257/297.Infanterie Division/LI.Armeekorps/6.Armee/Heeresgruppe Süd, dan menghabiskan sebagian besar hari-harinya dengan memberikan pengharapan kepada prajurit yang terluka serta menuliskan surat yang akan dikirimkan ke kampung halaman mewakili mereka. Dr. Beck meyakini bahwa 'dari tiga cabang Wehrmacht, Angkatan Darat (Heer) adalah yang paling sedikit mendapat pengaruh ideologi Nasional-Sosialisme'. Kurang dalam jangka waktu enam bulan setelah foto ini diambil, Alois tertangkap pasukan Soviet di Stalingrad. Dia beruntung kemudian bisa kembali pulang ke Jerman dan menuliskan pengalaman perangnya dalam sebuah buku berjudul "Bis Stalingrad"


 Foto yang tidak biasa dari Perang Dunia II: Para pilot dari pesawat pembom Heinkel He 111 (II.Gruppe / Kampfgeschwader 27 "Boelcke") ini beramai-ramai melaksanakan upacara pemakaman secara simbolis, entah dengan tujuan apa! Di peti mati yang dibakar tersebut terdapat tulisan "Dein leben - dein gewinn" (hidupmu, hadiahmu) dan "Mich auch" (aku juga). Foto di atas diambil di lapangan udara Tatsinskaya, Stalingrad, musim gugur 1942 oleh Siegfried Lauterwasser



Di dekat Don, musim dingin 1942-1943: pertempuran yang memakan banyak korban demi membuka jalan pengepungan Soviet dan membebaskan 6. Armee yang terjebak di Stalingrad. Sebuah rongsokan tank T-34/76, dengan sebagian amunisinya tercecer di atas salju, sedang dikerubungi oleh para Panzergrenadier dari 6. Panzer-Division yang memakai jaket kamuflase bolak-balik musim dingin yang biasa disebut sebagai Umkehrbare Winteranzug (Winter Reversible Camo Parka)



Sumber :
Buku "The 6th Panzer Division: 1937-45" karya Oberst a.D. Helmut Ritgen
www.ww2colorfarbe.blogspot.com

Major Joachim Müncheberg (1918-1943), Jagoan Udara Luftwaffe


Album foto Joachim Müncheberg bisa dilihat DISINI

 Oleh : Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Joachim Müncheberg
Panggilan/julukan: Jochen
Lahir: 31 Desember 1918 di Friedrichsdorf/Dramburg/Pommern (Jerman)
Meninggal: 23 Maret 1943 di barat-daya Maknassy/Sidi Bouzid (Tunisia)
Anggota keluarga: Paul Müncheberg dan Erika Ulrich (orangtua); Eva-Brigitte Müncheberg (kakak perempuan)

Beförderungen (Promosi):
04.12.1936 Fahnenjunker
00.09.1938 Oberfähnrich
01.11.1938 Leutnant
19.07.1940 Oberleutnant
19.09.1941 Hauptmann
30.11.1942 Major (RDA)

Karriere (Karir):
04.12.1936 - 23.09.1938 Bergabung dengan Wehrmacht sebagai prajurit infanteri
23.09.1938 - 31.08.1939 Dipindahkan ke Luftwaffe sebagai Oberfähnrich di I./JG 234
01.09.1939 - 22.09.1939 Ditempatkan di 10.(N)/III./JG 26
23.09.1939 - 22.08.1940 Adjutant III./JG 26
22.08.1940 - 17.09.1941 Staffelkapitän 7./JG 26
18.09.1941 - 21.07.1942 Gruppenkommandeur II./JG 26
22.07.1942 - 05.08.1942 Stellvertreter Geschwaderkommodore JG 51
01.10.1942 - 23.03.1943 Geschwaderkommodore JG 77

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):
00.00.19__ Flugzeugführer- und Beobachterabzeichen
17.09.1939 Eisernes Kreuz II.Klasse
10.05.1940 Eisernes Kreuz I.Klasse
14.09.1940 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #118 sebagai Staffelkapitän 7.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 26 (JG 26) "Schlageter" / Jagdfliegerführer 2 / Luftflotte 2 setelah meraih kemenangan udara ke-20, sebuah Spitfire dari 222 Squadron RAF di selatan Maidstone.
15.09.1940 Disebutkan namanya dalam Wehrmachtbericht: "Oberleutnant Müncheberg errang seinen 20. Luftsieg" (Oberleutnant Müncheberg meraih kemenangan udaranya yang ke-20)
01.05.1941 Disebutkan namanya dalam Wehrmachtbericht: "Oberleutnant Müncheberg errang bei Luftkämpfen über der Insel Malta seinen 39. und 40. Luftsieg" (Oberleutnant Müncheberg meraih kemenangan yang ke-39 dan ke-40 dalam pertempuran udara di atas Malta)
07.05.1941 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub #12 sebagai Staffelkapitän 7.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 26 (JG 26) "Schlageter" / X.Fliegerkorps atas 43 kemenangan udara yang telah diraihnya
07.05.1941 Medaglia d'Oro al Valore Militare, dengan kutipan: "Pilota da caccia di raro ardire e di virtù eccezionali, con fredda e mirabile audacia, in aspri combattimenti nel cielo del Mediterraneo conseguiva venti vittorie aeree che sommava alle altre ventitré vittorie ottenute sul fronte dell’Ovest. L’esempio diuturno di tanto valore era di sprone ai gregari della sua squadriglia che ne traevano l’ardore e la fede per i maggiori cimenti e le maggiori vittorie. Cielo del Mediterraneo Centrale, febbraio - agosto 1941" (Pilot pemburu dengan keberanian yang langka dan prestasi yang luar biasa, dengan ketenangan yang membuat kagum dalam pertempuran sengit di udara Mediterania. Hasilnya adalah 20 kemenangan udara yang menjadi penambah 23 kemenangan sebelumnya yang diraih di Front Barat. Pemberian contoh dari nilai-nilai yang terus berlanjut menjadi pemberi semangat bagi skuadronnya, yang selalu berhasrat meniru pemimpin mereka dalam hal semangat dan kepercayaan di setiap peristiwa dan kemenangan besar. Angkasa Mediterania tengah, Februari - Agustus 1941)
11.12.1941 Disebutkan namanya dalam Wehrmachtbericht: "Hauptmann Müncheberg errang seinen 60. Luftsieg" (Hauptmann Müncheberg meraih kemenangan udaranya yang ke-60)
04.06.1942 Disebutkan namanya dalam Wehrmachtbericht: "Hauptmann Müncheberg errang am 2. Juni seinen 80., Oberleutnant Marseille am 3. Juni in Nordafrika seinen 70. bis 75. Luftsieg" (Hauptmann Müncheberg meraih kemenangan ke-80 tanggal 2 Juni, sementara Oberleutnant Marseille yang ke-70 sampai 75 di tanggal 3 Juni di Afrika Utara)
00.00.194_ Brevetto Pilota Regia Aeronautica (Italian Pilot's Badge)
00.00.194_ Frontflugspange für Jäger in Gold mit Anhänger "400"
05.06.1942 Deutsches Kreuz in Gold #1/66
09.09.1942 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub und Schwertern #19 sebagai stellvertreter Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 51 (JG 51) "Mölders" / Luftwaffenkommando Ost atas 103 kemenangan udara yang telah diraihnya
25.03.1943 Disebutkan namanya dalam Wehrmachtbericht: "Major Müncheberg, ausgezeichnet mit dem Eichenlaub und Schwertern zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes, fand nach seinem 135. Luftsieg den Heldentod" (Major Müncheberg, peraih Daun Ek dan Pedang ke Salib Ksatria dari Salib Baja, gugur sebagai pahlawan setelah kemenangan udaranya yang ke-135)

Aufzeichnungen (Catatan):
* Joachim Müncheberg lahir sebagai anak kedua dari pasangan Paul Müncheberg dan Erika Ulrich yang merupakan keluarga petani di Friedrichsdorf (Peomerania). Kakak perempuannya, Eva-Brigitte, berusia satu setengah tahun lebih tua. Ayahnya pernah bertugas sebagai perwira cadangan kavaleri Jerman dalam Perang Dunia Pertama. Inflasi tinggi zaman pemerintahan Republik Weimar memaksa dia untuk menjual tanah pertaniannya di Friedrichsdorf tahun 1923. Mereka kemudian tinggal di Königsberg (Prusia Timur) dimana Müncheberg memulai sekolah dasarnya (Grundschule). Ayahnya kemudian mampu membeli kembali tanah peternakan keluarga di tahun 1927 dan keluarga kecil tersebut pindah lagi ke Friedrichsdorf. Müncheberg menyelesaikan pendidikan sekolah dasarnya di Falkenburg, Pomerania. Setiap hari dia berjalan atau menaiki kereta kuda sejauh 24km untuk sampai ke sekolahnya! Pada tahun 1928 dia dipindahkan ke Realgymnasium (setingkat sekolah kedua) di Dramburg dan lulus dengan Abiturnya (Diploma) tahun 1936.
* Pada masa remajanya Müncheberg mempunyai bakat besar di bidang olahraga terutama atletik lapangan. Dia menjadi anggota tim sepakbola remaja T.V. Falkenburg di awal tahun 1930-an. Dia juga mengikuti sekolah olahraga Sturmabteilung di Hammerstein selama beberapa minggu tahun 1934, dan setahun kemudian menghabiskan masa liburan musim panasnya di Bulgaria dimana dia tinggal di Biara Rila. Pada awal tahun 1936 dia mengikuti kursus Nasional-Sosialisme di Lauenburg, Pomerania. Müncheberg menyelesaikan masa tugas buruh wajibnya (Reichsarbeitsdienst) bulan Oktober 1936 bersama dengan Abteilung 5/50 Lüttmannshagen, Distrik Cammin. Sebagai seorang atlet, dia terutama sekali menonjol dalam Dasalomba. Hampir setiap hari dia berlatih 10 disiplin olahraga. Pada usia 17 tahun Müncheberg mengikuti kamp musim panas yang digelar bersamaan waktunya dengan Olimpiade Musim Panas tahun 1936 di Berlin.
* Kemenangan udara pertama Müncheberg diraih tanggal 7 November 1939 saat dia berhasil menembak jatuh sebuah pesawat pembom bermesin ganda RAF Blenheim di atas Opladen/Leverkusen (Jerman).
* Dalam Pertempuran Prancis (10 Mei - 25 Juni 1940), Müncheberg mengklaim delapan pesawat Inggris dan Prancis yang ditembak jatuh.
* Dalam Pertempuran Britania (10 Juli - 31 Oktober 1940), Müncheberg mengklaim 14 kemenangan.
* Dari bulan Februari 1941, 7./JG 26 yang dipimpin oleh Müncheberg beroperasi di wilayah udara Mediterania dari basisnya di Sisilia. Disinilah unit yang kecil tersebut meraih kesuksesan jauh di luar proporsi ukurannya: menembak jatuh 52 pesawat musuh tanpa kehilangan satu pilot pun, dengan hampir setengah di antaranya dibukukan oleh Müncheberg seorang!
*  Selain terbang di atas Malta, Müncheberg juga terbang di atas wilayah udara Yugoslavia dalam membantu invasi pasukan darat Jerman ke Balkan. Dia mengklaim sebuah pesawat pemburu bersayap ganda JKRV yang ditembak jatuh di atas Podgorica tanggal 6 April 1941 serta mengklaim pesawat lainnya yang sama sebagai kemenangan darat. Pada kenyataannya, Müncheberg salah mengidentifikasi korbannya dan kedua kemenangan ini diraih atas pesawat pemburu bersayap ganda Avia BH-33.
* Dalam masa tugas sementara di Libya bulan Juni-Juli 1941 saat membantu pasukan Afrikakorps Rommel menggagalkan usaha penyelamatan Tobruk yang terkepung oleh pihak Inggris, Müncheberg mampu menambah jumlah kemenangannya menjadi lima lagi sehingga total 48 fliegerabschüsse.
* Pada bulan Agustus 1941, 7./26 dipindahkan ke Prancis. Müncheberg menembak jatuh sebuah pesawat pemburu Spitfire RAF di dekat Dunkirk tanggal 29 Agustus 1941 sebagai kemenangannya yang ke-50. Dari saat dia kembali dari Afrika Utara sampai dia meninggalkan JG 26 di akhir bulan Juni 1942, Müncheberg mengklaim 35 kemenangan udara dimana 34 diantaranya adalah Spitfire; termasuk kemenangan ke-50 tanggal 29 Agustus 1941, ke-60 tanggal 8 Desember 1941, ke-70 tanggal 26 April 1942 dan yang ke-80 tanggal 2 Juni 1942.
* Dia meraih kemenangan udaranya yang ke-100 tanggal 5 September 1942 saat menembak jatuh sebuah pesawat P-39 Soviet di atas Kubinka (Rusia) pukul 17:53.
* Müncheberg berhasil menembak jatuh 33 pesawat Rusia dalam masa tugasnya yang singkat (empat minggu) di Front Timur (kemenangan no.84 - 116), tapi dia juga ditembak jatuh dua kali!
* Pada tanggal 23 Maret 1943 Müncheberg terbunuh dalam dogfight melawan pesawat-pesawat Spitfire milik Amerika dari 52nd Fighter Group USAAF di barat-daya Maknassy/Sidi Bouzid (Tunisia) ketika pesawat Messerschmitt Bf 109 G-6 Werknummer 16381 (-+-) yang dipilotinya terkena serpihan pecahan sebuah Spitfire yang tertembak jatuh saat melintas di bawahnya. Saat itu dia baru saja menembak jatuh korbannya yang terakhir, sebuah Spitfire juga, pukul 09:50 pagi.
* Dalam karirnya sebagai pilot Luftwaffe, Müncheberg tercatat telah menembak jatuh 135 pesawat musuh dari 500 misi tempur. 102 diantaranya diraih atas pesawat-pesawat Sekutu Barat (33 di Front Timur). 46 di antara korbannya adalah pesawat pemburu Supermarine Spitfire.
* Unit-unit tempat dia bertugas: JG 234, JG 26, JG 51 dan JG 77.
* Pada tanggal 30 November 1962 keluarga Müncheberg dianugerahi satu kali "Pensiun Kehormatan" sebesar 1.500 DM (yang juga diberikan kepada keluarga Hans-Joachim Marseille) oleh Menteri Pertahanan Italia Giulio Andreotti.


Sumber :
Buku "Luftwaffe Officer Career Summaries: Section L-R" karya Henry L. deZeng IV dan Douglas G. Stankey

Thursday, November 27, 2014

Seri Postkarten (Kartu Pos) Robert Röhr

SS-Gruppenführer Erich Hilgenfeldt (1897-1945)


Jagoan udara Oberst Herbert Ihlefeld (1914-1995)


Jagoan udara Major Joachim Müncheberg (1918-1943)


Sumber :
www.audiovis,nac.gov.pl
www.elektra.bsb-muenchen.de

Wednesday, November 26, 2014

Foto Konferensi Münich (1938)

 Perdana Menteri Prancis Edouard Daladier bersama dengan Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe) dalam sebuah sedan kap terbuka di Münich, Jerman, tanggal 29 September 1938, selama berlangsungnya konferensi untuk membahas aneksasi Jerman terhadap sebagian wilayah Cekoslowakia di perbatasan yang dihuni oleh orang-orang Jerman (yang dinamakan sebagai Sudetenland). Perwira SS yang berdiri di belakang Göring adalah SS-Hauptsturmführer Peter Hogl (Stellvertreter des Kommandoführer Johann Rattenhuber in der RSD, Reichssicherheitsdienst). Foto oleh Hugo Jaeger


Sumber :

Foto 389. Infanterie-Division

"Ich hatt' einen Kameraden" (Saya punya Rekan Seperjuangan) adalah sebuah lagu sendu yang berasal dari tahun 1809 dan biasanya dinyanyikan di upacara pemakaman. Lagu ini masih dinyanyikan oleh Angkatan Bersenjata Jerman sampai saat ini. Bekas perban dan kain yang berserakan menunjukkan bahwa sebelumnya telah dilakukan upaya untuk menyelamatkan nyawa si prajurit malang, tapi... dran sein (waktunya telah tiba). Di dekatnya sekelompok prajurit dari 389. Infanterie-Division sedang menunggu perintah untuk bergerak. Di akhir bulan September 1942, 6. Armee telah kehilangan 7.700 orang prajuritnya yang terbunuh dan 31.000 lainnya luka-luka. Paulus telah kehilangan 10% dari anakbuahnya, dan tetap dia masih belum bisa menyingkirkan secara tuntas perlawanan gigih pasukan Rusia yang terkepung di Stalingrad. Padahal yang terburuk belum lagi dimulai: perebutan distrik industri di kota tersebut


Dengan mendapat perlindungan dari sebuah senjata serang StuG III 75mm, pasukan infanteri dari 389. Infanterie-Division bergerak menuju distrik pabrik yang merupakan pusat perlawanan pasukan Soviet di Stalingrad. Pada tanggal 3 Oktober 1942 pihak Jerman menyerbu Pabrik Traktor "Krasny Oktyabr" (Oktober Merah) menggunakan tiga divisi infanteri dan dua divisi panzer dalam front sepanjang lima kilometer. Keesokan harinya pabrik traktor tersebut diserang kembali secara habis-habisan oleh pasukan gabungan dari 15. Panzer-Division, 60. Infanterie-Division (motorisiert) dan 389. Infanterie-Division



Tiga buah foto ini memperlihatkan prajurit-prajurit infanteri dari 389. Infanterie-Division dengan penuh kewaspadaan bergerak di antara pabrik traktor "Krasny Oktyabr" (Oktober Merah) yang telah hancur di Stalingrad bulan Oktober 1942. Dalam pertempuran brutal memperebutkan pabrik tersebut, Divisi Senapan Jaga ke-37 Soviet mampu dipukul mundur oleh pasukan Wehrmacht, tapi mereka bertempur dengan luar biasa fanatik sehingga setiap jengkal dan meter wilayah harus dibayar dengan amat mahal oleh pihak penyerang. Granat tangan menjadi senjata "favorit" oleh kedua belah pihak. Pada sore tanggal 4 Oktober 1942, 389. Infanterie-Division baru berhasil menguasai satu blok flat di wilayah blok apartemen pabrik. Tapi tetap pasukan Soviet yang bertahan menolak untuk menyerah. Di waktu malam mereka akan menyerang balik pihak Jerman dengan roket-roket Katyusha yang memekakkan telinga, dan cukup berhasil dalam usahanya. Selama seminggu selanjutnya pertempuran yang sengit terus berlangsung nonstop. Pada tanggal 14 Oktober 1942, yang disebut-sebut sebagai "ofensif terakhir", General der Panzertruppe Friedrich Paulus (Oberbefehlshaber 6. Armee) mengirimkan lima divisi yang didukung oleh pesawat-pesawat Luftwaffe untuk menyerbu Krasny Oktyabr. Di sepanjang hari itu pertempuran berdarah-darah berlangsung di wilayah sekitar pabrik dan juga di dalamnya, dan di hari itu juga pasukan Wehrmacht kehilangan 2.000 orang prajurit terbaiknya yang terbunuh serta 40 tank!


Sumber :
Buku "Stalingrad Inferno: The Infantryman's War" karya Gordon Rottman dan Ronald Volstad

Foto Berwarna Senjata Anti Pesawat Udara (Flak)

Sebuah SdKfz 7/1 yang ditinggalkan oleh awaknya di Fischhausen (sekarang berganti nama menjadi Primorsk di Kaliningrad Oblast, Rusia), bulan Maret 1945, selama berlangsungnya Ofensif Prusia Timur, 13 Januari s/d 25 April 1945. Halftrack ini dilengkapi dengan sebuah sistem senjata anti pesawat udara lipat empat Flakvierling 38 20mm (nama resmi Jermannya: 2cm Flakvierling 38 auf Selbstfahrlafette Sd.Kfz.7/1). Menarik untuk diperhatikan bahwa lempengan baja pelindung tambahan di depan dan di framework mesin Flakvierling-nya sama-sama mempunyai warna Panzergrau (abu-abu tua)


Sumber :
www.ww2colorfarbe.blogspot.com

Foto Flakvierling

Sebuah SdKfz 7/1 yang ditinggalkan oleh awaknya di Fischhausen (sekarang berganti nama menjadi Primorsk di Kaliningrad Oblast, Rusia), bulan Maret 1945, selama berlangsungnya Ofensif Prusia Timur, 13 Januari s/d 25 April 1945. Halftrack ini dilengkapi dengan sebuah sistem senjata anti pesawat udara lipat empat Flakvierling 38 20mm (nama resmi Jermannya: 2cm Flakvierling 38 auf Selbstfahrlafette Sd.Kfz.7/1). Menarik untuk diperhatikan bahwa lempengan baja pelindung tambahan di depan dan di framework mesin Flakvierling-nya sama-sama mempunyai warna Panzergrau (abu-abu tua)


Sumber :
www.ww2colorfarbe.blogspot.com

Foto Berwarna Ranpur dan Halftrack

Sebuah SdKfz 7/1 yang ditinggalkan oleh awaknya di Fischhausen (sekarang berganti nama menjadi Primorsk di Kaliningrad Oblast, Rusia), bulan Maret 1945, selama berlangsungnya Ofensif Prusia Timur, 13 Januari s/d 25 April 1945. Halftrack ini dilengkapi dengan sebuah sistem senjata anti pesawat udara lipat empat Flakvierling 38 20mm (nama resmi Jermannya: 2cm Flakvierling 38 auf Selbstfahrlafette Sd.Kfz.7/1). Menarik untuk diperhatikan bahwa lempengan baja pelindung tambahan di depan dan di framework mesin Flakvierling-nya sama-sama mempunyai warna Panzergrau (abu-abu tua)


Sumber :
www.ww2colorfarbe.blogspot.com

Foto Sd.Kfz.7 (Sonderkraftfahrzeug 7) mittlerer Zugkraftwagen 8t

Sebuah SdKfz 7/1 yang ditinggalkan oleh awaknya di Fischhausen (sekarang berganti nama menjadi Primorsk di Kaliningrad Oblast, Rusia), bulan Maret 1945, selama berlangsungnya Ofensif Prusia Timur, 13 Januari s/d 25 April 1945. Halftrack ini dilengkapi dengan sebuah sistem senjata anti pesawat udara lipat empat Flakvierling 38 20mm (nama resmi Jermannya: 2cm Flakvierling 38 auf Selbstfahrlafette Sd.Kfz.7/1). Menarik untuk diperhatikan bahwa lempengan baja pelindung tambahan di depan dan di framework mesin Flakvierling-nya sama-sama mempunyai warna Panzergrau (abu-abu tua)


Sumber :
www.ww2colorfarbe.blogspot.com