Friday, December 13, 2019

Generalfeldmarschall Walter Model (1891-1945), Pakar Defensif Terbaik Wehrmacht




Album foto Walter Model bisa dilihat DISINI

Oleh : Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Otto Moritz Walter Model
Panggilan/julukan: Löwe der Abwehr
Lahir: 24 Januari 1891 di Genthin / Kreis Jerichow II / Sachsen-Anhalt (Kekaisaran Jerman)
Meninggal: 21 April 1945 di Heltorfer Forst bei Lintorf, Duisburg-Wedau, Ruhrkessel (Jerman)
Nomor keanggotaan NSDAP: Tidak ada
Nomor keanggotaan SS: Tidak ada
Gelar akademis: Tidak ada
Anggota keluarga: Anak dari Ludwig Moritz Model (29 Januari 1826 - ? ) dan Amalie Knebel (8 Maret 1831 - ? ); saudara dari Otto Model (26 Mei 1884 - 1964) dan Anna Model (17 Maret 1853 - 21 Desember 1909); suami dari Herta Huyssen (4 Februari 1892 - 1985); ayah dari Hella Model (22 September 1923 - ? ), Hansgeorg Model (1 Maret 1927 - ? ), dan Christa Model (16 Februari 1929 - ? )
Ciri fisik: Tidak diketahui

Beförderungen (Promosi):
27.02.1909 Fahnenjunker
19.11.1909 Fähnrich
22.08.1910 Leutnant
25.02.1915 Oberleutnant
18.12.1917 Hauptmann
01.10.1929 Major
01.11.1932 Oberstleutnant
01.10.1934 Oberst
01.03.1938 Generalmajor
01.04.1940 Generalleutnant
01.10.1941 General der Panzertruppe
28.02.1942 Generaloberst
01.03.1944 Generalfeldmarschall

Karriere (Karir):
27.02.1909 - 00.00.1910 Infanterie-Regiment "von Alvensleben" (6. Brandenburgisches) Nr. 52
00.00.1909 - 00.00.1909 Pendidikan lanjutan di Kriegsschule Neiße
00.00.1910 - 00.04.1916 Kompaniechef di I.Bataillon / Infanterie-Regiment Nr. 52
00.04.1916 - 00.00.191_ Kurzlehrgang für angehende Generalstabsoffiziere di Sedan
00.00.191_ - 00.00.191_ Adjutant 10. Infanterie-Brigade
00.00.191_ - 07.06.1917 Kompaniechef di Leib-Grenadier-Regiment "König Friedrich Wilhelm III" (1. Brandenburgisches) Nr. 8
07.06.1917 - 10.03.1918 Ordonnanzoffizier Obersten Heeresleitung (OHL)
10.03.1918 - 30.08.1918 2. Generalstabsoffizier (Ib) Garde-Ersatz-Division
30.08.1918 - 19.01.1919 2. Generalstabsoffizier (Ib) 36. Reserve-Division
19.01.1919 - 28.06.1919 Generalstabsoffizier XVII. Armeekorps di Grenzschutz Ost
28.06.1919 - 00.00.19__ Reichswehrbrigade 7
00.00.19__ - 00.03.1920 Kompaniechef di II.Bataillon / Infanterie-Regiment 14
00.03.1920 - 00.00.192_ Kommandeur Sicherungstruppen Abschnitt II
00.00.192_ - 00.00.1921 Führer MG-Kompanie / I.Bataillon / Infanterie-Regiment 14
00.00.1921 - 00.10.1925 Generalstabsoffizier di Münster
00.10.1925 - 30.09.1928 Bertugas di 8. (Preußisches) Infanterie-Regiment
30.09.1928 - 00.00.1930 Generalstabsoffizier di 3. Division
00.00.1930 - 00.11.1933 Ausbildungsabteilung Truppenamt
00.11.1933 - 01.11.1934 Bataillonskommandeur di Infanterie-Regiment Nr. 2
01.11.1934 - 15.10.1935 Kommandeur 2. (Preußisches) Infanterie-Regiment
15.10.1935 - 10.11.1938 Chef technischen Abteilung Generalstab des Heeres
10.11.1938 - 25.10.1939 Chef des Generalstabes IV. Armeekorps
25.10.1939 - 13.11.1940 Chef des Generalstabes 16. Armee
13.11.1940 - 01.10.1941 Kommandeur 3. Panzer-Division
01.10.1941 - 14.01.1942 Kommandierender General XXXXI. Panzerkorps
15.01.1942 - 06.08.1943 Oberbefehlshaber 9. Armee
06.08.1943 - 14.08.1943 Oberbefehlshaber 2. Panzerarmee
14.08.1943 - 31.03.1944 Oberbefehlshaber 9. Armee
31.03.1944 - 04.04.1944 Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd
04.04.1944 - 27.06.1944 Oberbefehlshaber Heeresgruppe Nordukraine
27.06.1944 - 17.08.1944 Oberbefehlshaber Heeresgruppe Mitte
17.08.1944 - 04.09.1944 Oberbefehlshaber West und Oberbefehlshaber Heeresgruppe D
17.08.1944 - 17.04.1945 Oberbefehlshaber Heeresgruppe B

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):
20.09.1914 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse
29.03.1915 Königlicher bayerische Militär-Verdienstorden IV.Klasse mit Schwertern
19.10.1915 1914 Eisernes Kreuz I.Klasse
26.02.1917 Ritterkreuz des königlichen Preußischen Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern
22.11.1917 Grossherzoglich Mecklenburg-Schwerinsches Militär-Verdienstkreuz II.Klasse
22.11.1917 Kaiserlich und königlich Österreicher Militär-Verdienstkreuz III.Klasse mit der Kriegsdekoration
22.11.1917 Türkischer Eiserner Halbmond (Harp Madalyasi)
27.08.1918 Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz
26.01.1935 Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914-1918
00.00.193_ Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. bis I.Klasse
31.05.1939 Spanienkreuz in Bronze mit Schwertern
22.09.1939 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse
02.10.1939 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz I.Klasse 
09.07.1941 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #344, sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 3.Panzer-Division / XXIV.Panzerkorps / Panzergruppe 2 / Heeresgruppe Mitte
29.08.1941 Panzerkampfabzeichen in Silber
17.02.1942 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub #74, sebagai Generaloberst dan Oberbefehlshaber 9.Armee / Heeresgruppe Mitte
21.02.1942 Namanya disebutkan dalam Wehrmachtbericht
25.05.1942 Verwundetenabzeichen in Gold 
15.07.1942 Medaille “Winterschlacht im Osten 1941/1942"
02.04.1943 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub und Schwertern #28, sebagai Generaloberst dan Oberbefehlshaber 9.Armee / Heeresgruppe Mitte
03.09.1943 Namanya disebutkan dalam Wehrmachtbericht
05.08.1944 Namanya disebutkan dalam Wehrmachtbericht
17.08.1944 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub, Schwerter und Brillanten #17, sebagai Generalfeldmarschall dan Oberbefehlshaber Heeresgruppe Mitte
19.04.1945 Namanya disebutkan dalam Wehrmachtbericht

----------------------------------------------------------------------------------

Aufzeichnungen (Catatan):
 Generalfeldmarschall Walter Model (24 Januari 1891 - 21 April 1945), tak diragukan lagi, adalah master peperangan defensif terbaik yang dimiliki oleh Jerman dalam Perang Dunia II (1939-1945). Saat Wehrmacht sedang jaya-jayanya di awal-awal peperangan, nama seperti Erwin Rommel, Heinz Guderian dan Erich von Manstein menjadi identik dengan kemenangan dan menjadi idola seluruh rakyat Jerman. Tapi ketika pasukan Hitler berbalik ditekan dimana-mana dari pertengahan sampai dengan akhir perang, maka nama Walter Model lah yang paling mencuat diantara semuanya! Saat Perang Dunia II pecah pada tahun 1939, dia masih menjadi Kepala Staff IV. Armeekorps dengan pangkat Generalmajor. Kecemerlangannya dalam merancang strategi dan juga dalam memimpin pasukannya membuatnya naik pangkat menjadi dua tingkat hanya dalam waktu dua tahun! Saat pasukan Jerman kelabakan oleh serangan balik Soviet di musim dingin tahun 1941/42, Model ditunjuk oleh Hitler untuk memimpin front yang paling terancam di Rzhev, dimana di kiri, kanan dan depannya adalah musuh semua! Kegigihannya - ditambah dengan mental pantang menyerah - membuat wilayah yang dipimpinnya berubah menjadi "meat grinder" (penggiling daging) bagi setiap pasukan musuh yang berani menyerang. Jenderal Model membangun pertahanan berlapis yang luar biasa sulit untuk ditembus, sementara pasukan cadangan selalu siap sedia manakala satu wilayah Jerman diterobos oleh Rusia. Dalam kurun waktu 15 bulan saja (Januari 1942 s/d Maret 1943), perebutan wilayah Rzhev telah membuat Rusia menderita korban dua juta orang, serta tercatat sebagai kekalahan paling memalukan bagi jenderalnya yang paling brilian, Georgy Zhukov! Meskipun pada akhirnya pasukan Jerman harus mundur, tapi mereka melakukannya bukan karena kalah dalam pertempuran, melainkan karena sebagian unit-unitnya dipindahkan ke Selatan demi membantu 6. Armee yang kewalahan dalam Pertempuran Stalingrad. Rzhev telah membuat nama Model melambung tinggi, dan menbuatnya dijuluki sebagai "Löwe der Abwehr" (Singa Pertahanan). Ujian selanjutnya dari sang jenderal adalah saat dia harus mempertahankan wilayah Orel dari pasukan Rusia yang berkekuatan 5:1. Dibutuhkan tiga minggu pertempuran brutal, korban setengah juta manusia serta hancurnya 2.500 tank sebelum Tentara Merah akhirnya berhasil menguasai Orel, dan itupun bisa terjadi setelah Model, lagi-lagi, diperintahkan untuk menarik mundur pasukannya demi menyeimbangkan posisi dengan pasukan Jerman di front lain yang telah terlebih dahulu balik badan! Begitu dahsyatnya reputasi Model sehingga di akhir tahun 1943 tersebut dia dicopot dari jabatannya sebagai panglima pasukan garis depan, dan diperintahkan oleh Hitler untuk standby, siap untuk dikirim kembali ke front manakala situasi pertempuran telah kritis. Dengan kata lain, kini dia telah menjelma menjadi "Pemadam Kebakaran sang Führer", yang diharapkan dapat memadamkan setiap bencana terburuk yang terjadi! Kepercayaan Hitler tersebut tidak disia-siakannya, dan pada awal tahun 1944 dia mampu memindahkan secara utuh pasukan Jerman di utara Uni Soviet - yang terdesak berat - menuju ke garis pertahanan baru di Estonia, sebuah prestasi yang membuatnya mendapat kenaikan pangkat luar biasa menjadi Generalfeldmarschall. Tak cukup dengan itu, beberapa bulan kemudian dia ditunjuk untuk mempertahankan Ukraina dari Tentara Merah. Seperti sebelumnya, anakbuah Stalin harus merelakan 5.000 tank dan lebih dari satu juta tentara yang menjadi korban sebelum akhirnya mereka merebut Ukraina dari tangan Model! Baru saja menghela nafas, kembali Model ditunjuk oleh Hitler untuk menstabilkan wilayah tengah Front Timur yang acak-acakan setelah Operasi Bagration Soviet di musim panas tahun 1944. Meskipun harus menghadapi kekuatan yang berlipat-lipat ganda - 4:1 manusia, 11:1 tank, 10:1 artileri, dan 8:1 pesawat udara - untuk kesekian kalinya manusia satu ini mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, dan berhasil menunda kekalahan Jerman sampai berbulan-bulan kemudian. Hitler yang berhutang budi langsung mengganjar Model dengan medali tertinggi yang bisa dipersembahkan oleh Jerman: Brillanten, yang hanya dimiliki oleh 27 orang saja di seantero Wehrmacht! Tidak itu saja, dengan bangga sang pemimpin Jerman menyebut Model sebagai "Marsekalku yang terbaik"! Walter Model kemudian diungsikan ke Front Barat, untuk menghadang gerak maju Sekutu yang seakan tak tertahankan setelah pendaratan di Normandia beberapa bulan sebelumnya. Dengan kegigihan dan sikap pantang menyerah yang sama, dia berhasil menstabilkan front dan membuat pasukan gabungan Amerika, Inggris dan Prancis terhenti di perbatasan Jerman. Upaya Sekutu untuk menerobos pertahanan Wehrmacht berujung dengan kegagalan dalam Operasi Market Garden dan Pertempuran Hutan Hürtgen. Ini terbukti menjadi kemenangan terakhir Model, karena dalam dua kancah peperangan berikutnya - Pertempuran Bulge dan Kantong Ruhr - dia harus merelakan reputasinya ternodai. Kesimpulannya: bahkan seorang dewa perang seperti Model pun tak dapat lagi menolong kondisi pasukan Jerman yang sudah hancur-hancuran, yang pasukan terdepannya kini diisi oleh orang-orang yang terlalu tua atau terlalu muda! Di bulan April 1945, ketika dihadapkan pada pilihan untuk menyerah kepada musuhnya (Marsekal Montgomery), Model memilih untuk pergi ke hutan seorang diri, lalu menembak kepalanya dengan pistol yang dibawanya. Salah satu pahlawan terbesar Jerman dalam Perang Dunia II tersebut kini telah tiada, dan jenazahnya kemudian dikuburkan dalam satu liang lahat bersama dengan seorang prajurit biasa yang "kebetulan" terbunuh di hari yang sama. Sebagai penutup, saya bawakan ucapan yang umum dibawakan oleh prajurit Jerman di Front Timur pada saat itu: "Dimana ada Model, maka tak akan terjadi hal yang salah".

Sumber :

Thursday, December 5, 2019

Kamera Arriflex 35mm





 Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") asyik ngoceh saat sedang diwawancarai oleh Kriegsberichter Lutz Koch, yang menodongkan mikrofon merk Beyer M 19b ke mulutnya, sementara bildberichter di belakang mereka sibuk merekam gambar dengan kamera Arriflex 35mm. Di belakang Rommel terlihat seorang operator sedang sibuk bekerja menggunakan magnetofon AEG "Tonschreiber d (Dora)" - yang tercatat sebagai magnetofon (perekam magnetik) portabel pertama di dunia - diatas mobil Horch Typ 40 mittlerer geländegängiger Personenkraftwagen (m.gl.Pkw) Kfz 15. Foto ini sendiri diambil pada tanggal 22 Juni 1942 saat pasukan Jerman baru saja merebut Tobruk dari tangan Sekutu. Kota pantai di Libya ini mempunyai peran sangat strategis dalam kancah pertempuran Afrika Utara, dan penguasaannya membuat rakyat Jerman terbuai dalam euforia: pendudukan Mesir hanya tinggal menunggu waktu, dan setelahnya adalah bersatunya pasukan Jerman dari Rusia dan Afrika di Kaukasus! Wawancara ini disiarkan secara langsung ke tanah air Jerman, dan didengarkan oleh begitu banyak orang, termasuk oleh Adolf Hitler dan konco-konconya. Di hari itu juga sang Führer - yang merasa sangat gembira - memutuskan untuk memberikan kenaikan pangkat luar biasa untuk jenderal favoritnya tersebut, dari Generaloberst (Kolonel-Jenderal) menjadi Generalfeldmarschall (Marsekal-Jenderal), sebuah pangkat yang secara resmi tidak ada pensiunnya!


Sumber :
www.forum.axishistory.com

Foto Mobil Goliath

GOLIATH F200 dan F400

 Para anggota Gebirgsjäger-Regiment 99 / 1.Gebirgs-Division berpose di depan mobil pickup Goliath F400 beroda tiga yang bentuknya mirip bemo. Meskipun tampilannya kurang menarik dibandingkan dengan mobil-mobil produksi Jerman lainnya, Goliath F400 (dan adiknya) merajai pasaran untuk kendaraan angkut ringan di heimat (tanah air), dengan total produksi sebanyak 18.368 buah dari tahun 1933 s/d 1937. Mobil ini sendiri merupakan hasil desain dari insinyur Carl F. Borgward dan mempunyai kecepatan maksimal 50 km/jam. Jumlah penjualannya yang tinggi lebih terletak kepada harganya yang murah, dimana petani dan pedagang bisa membelinya untuk keperluan mereka. Seperti sudah diduga, kesuksesan Goliath F200 dan F400 membuat banyak kompetitor yang meniru bentuk serta performanya, diantaranya adalah Tempo D200 dan D400, Framo LH200 dan LH300, serta Gutbrod Standard P203 dan P503


Sumber :
www.wehrmacht-awards.com

Wednesday, December 4, 2019

Foto Nachrichtentruppe

GENERALLEUTNANT

 Generalleutnant Eugen Wurster (12 Februari 1895 - 20 Desember 1948) bergabung dengan 10. Kompanie / Infanterie-Regiment “König Wilhelm I.” (6. Württembergisches) Nr. 124 di Weingarten pada tahun 1913 dan ikut bertempur dalam Perang Dunia Pertama. Dari sejak awal karirnya militernya, Wurster telah menjadi anggota Nachrichtentruppe (Pasukan Sandi), dan hal ini terus berlanjut sampai ke masa Reichswehr dan Wehrmacht. Sewaktu menjadi Höherer Nachrichtenführer z.b.V. 575 yang beroperasi di wilayah Yugoslavia, Gebirgskorps-Nachrichten-Abteilung 449 yang berada di bawah komandonya telah bertanggungjawab terhadap pembantaian 2.200 orang di Pančevo pada bulan Oktober 1941, sebagai pembalasan untuk serangan gerilyawan komunis yang berlangsung sebelumnya. Tindakan ini berbuntut panjang, karena sesuai Perang Dunia II Wurster diekstradisi ke Yugoslavia untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia dianggap bersalah, dan kemudian dihukum mati di Beograd pada tahun 1948. Medali dan penghargaan yang telah diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (21 September 1939) und I.Klasse (30 Mei 1940); Deutsches Kreuz in Silber (13 April 1943); Verwundetenabzeichen in Silber (23 Juli 1943); Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS (15 Oktober 1943); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (25 November 1943); serta Ritterkreuz des Kriegsverdienstkreuzes mit Schwertern (17 September 1944)


Sumber :
www.forum.axishistory.com

Sunday, December 1, 2019

Reichsautobahn, Jalan Tol Third Reich



Oleh: Alif Rafik Khan

Rencana pembangunan jalan tol di Jerman telah dimulai dari sejak tahun 1920-an, sebelum Hitler dan Partai Nazi berkuasa. Konstruksi segmen pertama (Köln-Bonn) dimulai pada tahun 1929, dan secara resmi ditahbiskan oleh Konrad Adenauer, Walikota Köln pada saat itu, tanggal 6 Agustus 1932. Ketika Adolf Hitler menjadi Kanselir Jerman pada tahun 1933, dia mengambil-alih program pembangunan yang masih berjalan, dan mengklaimnya sebagai hasil bikinannya sendiri. "Kita sedang menjalankan sebuah program," katanya di akhir tahun tersebut, "yang pelaksanaannya tak ingin kita tunda untuk kemudian dijalankan oleh anak-cucu kita."

Konstruksi autobahn Hitler dimulai pada bulan September 1933 di bawah pengawasan Kepala Insinyur Dr. Fritz Todt. Jalan sepanjang 25 kilometer antara Frankfurt dan Darmstadt, yang dibuka pada tanggal 19 Mei 1935, adalah bagian pertama yang berhasil diselesaikan pada zaman Nazi. Pada bulan Desember 1941, saat kebutuhan perang membuat terhentinya kelanjutan konstruksi Reichsautobahn, para insinyur dan pekerja Jerman telah menyelesaikan jalan tol dengan panjang total 3.819,7 kilometer, dengan 2.500 kilometer sisanya masih dalam tahap pengerjaan!



Sumber :

Monday, November 25, 2019

Generalleutnant Wolfgang Thomale (1900-1978), Kepala Staff Guderian



Oleh : Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Wolfgang Julius Max Richard Hermann Thomale
Panggilan/julukan: Thomale
Lahir: 25 Februari 1900 di Lissa, Provinz Posen (Kekaisaran Jerman)
Meninggal: 20 Oktober 1978 di Peine, Niedersachsen (Jerman)
Nomor keanggotaan NSDAP: Tidak ada
Nomor keanggotaan SS: Tidak ada
Gelar akademis: Tidak ada
Anggota keluarga: Menikah dengan Ilse Sonnenberg pada tanggal 25 Maret 1934. Istrinya meninggal dunia pada tanggal 19 Agustus 1940. Thomale menikah untuk kedua kalinya dengan Marie Cecilie Anna-Luise Gräfin von Schwerin (1910–1991) pada tanggal 25 Maret 1943. Istri keduanya adalah anak dari Ulrich Karl Wilhelm Graf von Schwerin, mantan anggota Dewan Penasihat Kekaisaran Jerman
Ciri fisik: Tidak diketahui

Beförderungen (Promosi):
25.03.1918 Fähnrich
01.04.1919 Leutnant
01.01.1926 Oberleutnant
01.09.1933 Hauptmann
01.10.1937 Major
19.08.1940 Oberstleutnant
01.03.1942 Oberst
01.02.1944 Generalmajor
25.02.1945 Generalleutnant

Karriere (Karir):
25.03.1918 - 31.01.1920 Mulai bertugas di Garde-Grenadier-Regiment Nr. 5
01.02.1920 - 31.12.1920 Dipindahkan ke Brigade-Kraftfahr-Abteilung 3
01.01.1921 - 31.01.1924 Bertugas di Kraftfahr-Abteilung 3
01.02.1924 - 28.04.1926 Bertugas di 2.Kompanie / Kraftfahr-Abteilung 6 (Hannover)
29.04.1926 - 30.04.1929 Adjutant Kraftfahr-Abteilung 6 (Münster)
01.05.1929 - 30.04.1930 Bertugas kembali di 2.Kompanie / Kraftfahr-Abteilung 6 (Hannover)
01.05.1930 - 31.12.1932 Dipindahkan ke 7.Batterie / Artillerie-Regiment 6 (Wolfenbüttel)
31.12.1932 - 31.10.1933 Mengikuti pelatihan rahasia di Uni Soviet
01.11.1933 - 31.01.1934 Ditugaskan kembali di Kraftfahr-Lehr-Kommando (Zossen)
01.02.1934 - 30.09.1934 Chef 2.Kompanie / Kraftfahr-Lehr-Kommando (Zossen)
01.10.1934 - 14.10.1935 Dipindahkan ke I.Abteilung / Panzer-Regiment 1 (Zossen)
15.10.1935 - 05.10.1936 Bersama dengan Panzer-Regiment 5 (Wünsdorf)
06.10.1936 - 11.10.1937 Stab Panzer-Regiment 5 (Wünsdorf)
12.10.1937 - 11.05.1938 Adjutant 3. Panzer-Brigade (Berlin)
12.05.1938 - 14.05.1941 Gruppenleiter in der Waffenabteilung der Panzertruppe, Kavallerie und Heeresmotorisierung im Allgemeinen Heeresamt (Berlin)
15.05.1941 - 30.07.1941 Kommandeur III.Abteilung / Panzer-Regiment 25
31.07.1941 - 31.03.1942 Kommandeur Panzer-Regiment 27
01.04.1942 - 31.05.1942 Führerreserve OKH (BdE)
01.06.1942 - 28.02.1943 Stab Chef der Heeresrüstung und Befehlshaber des Ersatzheeres
01.03.1943 - 19.04.1945 Chef des Stabes Generalinspekteur der Panzertruppen
20.04.1945 - 21.04.1945 m.W.d.G.b. (Mit der Wahrnehmung der Geschäfte beauftragt) Generalinspekteur der Panzertruppe
22.04.1945 - 08.05.1945 Chef des Stabes Generalinspekteur der Panzertruppen
08.05.1945 - 15.11.1946 Tawanan perang Sekutu
00.00.1960 - 00.00.1968 Geschäftsführender Präsident Verbandes der Automobilindustrie

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):
00.00.1918 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse
00.00.193_ Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914-1918
00.00.193_ Wehrmacht-Dienstauszeichnung, IV. bis II. Klasse
00.00.19__ Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 mit Spange "Prager Burg"
30.01.1941 Kriegsverdienstkreuz II.Klasse mit Schwertern
23.06.1941 1939 Spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse
28.06.1941 Panzerkampfabzeichen
17.07.1941 Eisernes Kreuz I.Klasse
27.11.1941 Deutsches Kreuz in Gold
10.02.1942 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes, sebagai Oberstleutnant dan Kommandeur Panzer-Regiment 27 / 19.Panzer-Division / XXXX.Armeekorps (motorisiert) / 4.Armee / Heeresgruppe Mitte
31.07.1942 Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille)
27.08.1965 Große Verdienstkreuz des Verdienstordens der Bundesrepublik Deutschland

----------------------------------------------------------------------------------

Aufzeichnungen (Catatan):
* Anak dari perwira Kaiserliche Armee berpangkat Oberstleutnant.
* Pada tanggal 7 Juli 1941, Kampfgruppe Thomale (yang sebagian besar berisikan para personil III.Abteilung / Panzer-Regiment 25 pimpinan Oberstleutnant Wolfgang Thomale) berperan besar dalam mematahkan serangan pasukan Soviet dari Divisi Tank ke-18, Meskipun hanya bermodalkan tank-tank medium dari jenis Panzer 38(t) buatan Cekoslowakia yang sudah ketinggalan zaman, Thomale berhasil memukul serangan tank-tank Rusia yang diperkuat oleh tank T-34 dan KV-2, tidak hanya sekali tapi tiga kali (termasuk di malam hari)! Sebagai akibatnya, pasukan Rusia kehilangan 17 buah tanknya, sementara Thomale hanya kehilangan empat. Atas prestasinya tersebut, sang Abteilungskommandeur dianugerahi medali Deutsches Kreuz in Gold - yang baru diresmikan penggunaannya - pada tanggal 27 November 1941, dan tercatat sebagai salah satu penerima pertamanya!
* Pada musim semi tahun 1942 Thomale berstatus Führerreserve (perwira aktif non-job yang sedang menunggu penempatan kembali), dan tinggal untuk sementara di Berlin. Mantan komandannya di 7. Panzer-Division, Generalmajor Hans von Funck, melakukan kunjungan ke rumahnya sebelum berangkat ke Prancis untuk melakukan reorganisasi divisinya yang telah berdarah-darah di Rusia. Funck meminta bantuan kepada Thomale - yang sebelumnya pernah bertugas sebagai staff inspektorat Angkatan Darat - untuk membantu mendatangkan mesin-mesin perang terbaru untuk 7. Panzer-Division. Thomale menyanggupinya, dan sebagai hasilnya, di akhir bulan Mei 1942, divisi Funck kedatangan 35 buah Panzer III dan 30 Panzer IV terbaru sebagai pengganti tank-tank buatan Cekoslowakia yang sudah ketinggalan zaman. Selain itu, 40 orang perwira junior serta 800 orang prajurit baru ditambahkan ke kompi-kompi yang kekurangan orang.
* Pada saat-saat terakhir upaya kudeta terhadap Hitler yang berlangsung pada tanggal 20 Juli 1944, Oberst im Generalstab Claus Schenk Graf von Stauffenberg (Chef des Stabes Befehlshaber des Ersatzheeres) meminta pada teman dekat sekaligus rekan konspiratornya, Oberst im Generalstab Albrecht Ritter Mertz von Quirnheim (Chef des Stabes Allgemeinen Heeresamt) untuk berusaha menunda pemindahan pasukan panzer dari sekolah-sekolah panzer di dan sekitar Berlin. Mertz langsung menelepon Generalmajor Wolfgang Thomale (Chef des Stabes Generalinspekteur der Panzertruppen) dan meminta izinnya agar menunda pemindahan tersebut. Thomale pun menelepon Generaloberst Heinz Guderian (Generalinspekteur der Panzertruppen), yang menyetujui penundaannya. Ketika menyadari bahwa permintaan tersebut hanyalah akal-akalan belaka dari para aktor dibalik upaya kudeta terhadap Hitler, dari markasnya di Bunker Mauerwalde Thomale langsung memerintahkan agar Panzer-Ersatz-Brigade agar menghancurkan upaya kudeta.
* Pada tanggal 16 Januari 1945, Generaloberst Heinz Guderian mengajukan permintaan agar Thomale dinaikkan pangkatnya menjadi Generalleutnant tertanggal 30 Januari 1945. Pada tanggal 17 Januari, Hitler memutuskan bahwa dia dipromosikan pada tanggal 20 April 1945 mit RDA vom 1 April, tapi pada tanggal 5 Februari, terdapat perubahan tanggal menjadi 1 Maret 1945.
* Jenderal Heinz Guderian menyebut Thomale sebagai "perwira panzer fenomenal", sebagai pujian atas kemampuan briliannya dalam hal pengorganisasian pasukan panzer Jerman dalam Perang Dunia II. Thomale sendiri menjadi Kepala Staff Inspektur-Jenderal Pasukan Lapis Baja Jerman (pimpinan Guderian) dari tahun 1943 s/d akhir perang.

----------------------------------------------------------------------------------


Para staff Inspekteur der Kraftfahrtruppen berfoto bersama di depan kantor Kraftfahrlehrkommando Zossen pada tanggal 1 November 1933. Satuan kendaraan bermotor Reichwehr ini merupakan cikal-bakal dari pasukan panzer Hitler yang sangat ditakuti dalam Perang Dunia II. Sebagian besar dari orang-orang yang ada dalam foto ini - terutama Heinz Guderian - nantinya menjadi dedengkot Blitzkrieg (Perang Kilat) yang membawa kejayaan bagi militer Jerman di tahun-tahun pertama Perang Dunia II. Tentu saja tidak lengkap kalau sekedar ngoceh tanpa disebutkan siapa saja yang nongtot disini. Mereka adalah, baris pertama dari kiri ke kanan: Major i.G. Walther Nehring (Ia Erster Generalstabsoffizier Inspektion der Kraftfahrtruppen. Terkenal sebagai perwiranya Rommel di Afrika. Pangkat terakhir: General der Panzertruppe), Major Josef Harpe (Kraftfahr-Lehr-Stab Zossen. Peraih Schwerter zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub, pangkat terakhir: Generaloberst), Generalleutnant Oswald Lutz (Inspekteur der Kraftfahrtruppen. Dijuluki sebagai "Bapak Motorisasi Angkatan Darat", pangkat terakhir: General der Panzertruppe), Major Ernst Buchterkirch (Kommandeur Kraftfahrlehrkommando Zossen. Pangkat terakhir: Generalmajor), dan Oberst i.G. Heinz Guderian (Chef des Stabes der Inspektion der Verkehrstruppen. Dijuluki sebagai "Pencipta Panzertruppe", pangkat terakhir: Generaloberst). Baris kedua: Hauptmann Paul Goerbig (Stab Inspekteur der Kraftfahrtruppen. Pangkat terakhir: Generalmajor), Major Johannes "Hans" Haarde (Kommandeur 3. Kraftfahr-Bataillon. Pangkat terakhir: Generalleutnant), Hauptmann Wilhelm Conze (Chef 1.Kompanie / Kraftfahr-Lehr-Kommando Zossen. Nantinya menjadi komandan Panzer-Regiment 33, pangkat terakhir: Generalmajor), Kölitz, dan Oberleutnant Werner Mildebrath (Chef 6.Kompanie / Kraftfahr-Lehr-Kommando Zossen. Peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes, pangkat terakhir: Oberst). Baris ketiga: tidak dikenal, Werner, Oberleutnant Wilhelm "Willi" Teege (Stab Inspekteur der Kraftfahrtruppen. Nantinya gugur di medan perang Afrika sebagai Komandan Panzer-Regiment 8. Pangkat terakhir: Oberst), Oberleutnant Joachim von Wilcke (Stabsoffizier in Kraftfahr-Lehr-Kommando Zossen. Nantinya menjadi Kommandeur II.Abteilung / Panzer-Regiment 5, pangkat terakhir: Oberst), Hauptmann Sebastian Fichtner (Stab Inspekteur der Kraftfahrtruppen. Pangkat terakhir: Generalleutnant), Major Fritz Koreuber (Stab Kraftwagen-Transport. Pangkat terakhir: Generalleutnant), dan Dipl.-Ing. Esser. Baris keempat: Rittmeister Walther von Hünersdorff (Stab Inspekteur der Kraftfahrtruppen. Nantinya gugur oleh sniper Rusia saat menjadi Komandan 6. Panzer-Division. Pangkat terakhir: Generalleutnant), Oberleutnant Henning (1.Lehr-Kompanie / Kraftfahr-Lehr-Kommando Zossen), Hauptmann Wolfgang Thomale (Chef 2.Kompanie / Kraftfahr-Lehr-Kommando Zossen. Peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes, pangkat terakhir: Generalleutnant), Major Dipl. Ing. Herbert Baumgart (Stab Inspekteur der Kraftfahrtruppen. Gugur tahun 1939 di Polandia sebagai Abteilungskommandeur. Pangkat terakhir: Oberstleutnant), Müller, Hauptmann Traugott Köhn (Leiter Schießlehrgang Kraftfahr-Lehr-Kommando Zossen. Nantinya menjadi komandan Panzer-Regiment 3, pangkat terakhir: Oberst), Major Hermann Breith (Kommandeur II.Abteilung / Kraftfahr-Lehr-Kommando Zossen. Peraih Schwerter zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub, pangkat terakhir: General der Panzertruppe), Oberleutnant Ebert (Chef 1.Lehr-Kompanie / Kraftfahr-Lehr-Kommando Zossen, pangkat terakhir: Oberstleutnant), Breusing, Linnarz, dan Oberleutnant Joachim Martin (Adjutant der Kommandeur Kraftfahr-Lehr-Kommando Zossen. Nantinya terbunuh di Afrika tanggal 27 Mei 1942 sebagai komandan II.Abteilung / Panzer-Regiment 5, pangkat terakhir: Oberstleutnant)


 General der Panzertruppe Ferdinand Schaal (Kommandierender General LVI. Panzerkorps) berjalan melewati sebuah jembatan dengan pagar yang terbuat dari pohon birch di kiri dan kanannya, sementara mengikuti di belakang adalah Oberstleutnant Wolfgang Thomale (Kommandeur III.Abteilung / Panzer-Regiment 25 / 7.Panzer-Division). Foto ini kemungkinan besar diambil pada saat inspeksi Schaal ke markas III. Bataillon pimpinan Thomale, di awal-awal Unternehmen Barbarossa (Juni-Juli 1941). Pada akhir bulan Juli tersebut Thomale naik jabatan menjadi Komandan Panzer-Regiment 27 / 19.Panzer-Division, yang membuatnya lepas dari "kekuasaan" LVI. Panzerkorps


 Oberstleutnant Wolfgang Thomale mengenakan "Sonderbekleidung der Deutschen Panzertruppen" (seragam khusus pasukan tank Jerman) yang berwarna hitam. Foto ini kemungkinan besar diambil pada awal tahun 1942 saat Thomale menjadi Komandan Panzer-Regiment 27 / 19.Panzer-Division. Di lehernya telah tercantol medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes yang didapatkannya pada tanggal 10 Februari 1942, sementara medali Deutsches Kreuz in Gold di dada kanannya didapatkannya pada tanggal 27 November 1941. Thomale tercatat sebagai salah satu penerima pertama medali yang disebutkan terakhir. Deutsches Kreuz in Gold (German Cross in Gold / Salib Jerman Emas) sendiri pertama kali diperkenalkan pada tanggal 28 September 1941 (meskipun mulai diberikan kepada penerima pertamanya satu bulan kemudian), dan dimaksudkan sebagai "jembatan" dari peraih Eisernes Kreuz (Iron Cross) menuju ke Ritterkreuz (Knight's Cross), yang dianggap terlalu tinggi tingkatannya. Secara umum, Deutsches Kreuz in Gold dianugerahkan kepada prajurit yang menunjukkan keberanian secara terus-menerus dalam pertempuran atau kepada komandan pasukan yang brilian, tapi yang keduanya belum memenuhi kriteria Ritterkreuz meskipun sudah mendapatkan Eisernes Kreuzes. Sampai dengan tanggal 8 Mei 1945 (menyerahnya Nazi Jerman dalam Perang Dunia II), tercatat bahwa medali ini telah diberikan kepada 24.204 orang (24.190 Jerman dan 14 sekutu asing)



  Penampakan Oberst Wolfgang Thomale (Stab Chef der Heeresrüstung und Befehlshaber des Ersatzheeres) dalam acara inspeksi mesin-mesin perang baru milik Wehrmacht yang dilakukan oleh Adolf Hitler pada bulan Desember 1942 (sebagai tempatnya adalah di Führerhauptquartier Werwolf, Vinitsa/Ukraina). Thomale ikut hadir dalam kapasitasnya sebagai anggota staff Kepala Pasukan Cadangan Wehrmacht. Ikut hadir pula para perwira-perwira tinggi Angkatan Bersenjata Jerman dalam acara ini, diantaranya adalah Generalmajor Rudolf Schmundt (Chefadjutant der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht)


Wolfgang Thomale sebagai Generalmajor dan Chef des Stabes Generalinspekteur der Panzertruppen (Kepala Staff Inspektur Jenderal Pasukan Tank). Jabatan Generalinspekteur der Panzertruppen sendiri dijabat oleh Generaloberst Heinz Guderian dari tanggal 28 Februari 1943 sampai dengan akhir perang. Pada prakteknya, Thomale lah yang lebih berperan dalam membangun pasukan panzer Jerman, karena Guderian lebih sering berada di lapangan untuk meninjau langsung perkembangan yang terjadi. Selain itu, Guderian sendiri menyebut Thomale sebagai "perwira panzer fenomenal", sebagai pujian atas kemampuan briliannya dalam hal pengorganisasian pasukan panzer Jerman dalam Perang Dunia II


 Dari kiri ke kanan: Generalmajor Wolfgang Thomale (Chef des Stabes Generalinspekteur der Panzertruppen), Generalleutnant Horst Stumpff (Generalinspekteur der Panzertruppen des Ersatzheeres), Generaloberst Heinz Guderian (Generalinspekteur der Panzertruppen), Oberst Dipl. Ing. Ernst Bolbrinker (Chef des Stabes Inspektion der Panzertruppen [In 6] im Oberkommando des Heeres), dan Oberstleutnant Hans Bonatz (Kommandeur Schießschule der Panzertruppen). Foto ini kemungkinan besar diambil di sebuah hari yang dingin - atau berhujan - di bulan Juni-Juli 1944, di Truppenübingsplatz Putlos yang merupakan tempat pelatihan pasukan panzer milik Schießschule der Panzertruppen pimpinan Bonatz


Dari kiri ke kanan: General der Panzertruppe Hasso von Manteuffel (Oberbefehlshaber 5. Panzerarmee), Generalmajor Wolfgang Thomale (Chef des Stabes Generalinspekteur der Panzertruppen), dan Generalfeldmarschall Walter Model (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B). Foto ini diambil pada bulan Desember 1944 di Eifel, sebuah wilayah pegunungan yang terletak di barat Jerman dan timur Belgia, pada saat berlangsungnya "Unternehmen Wacht am Rhein" alias Ofensif Ardennes alias Pertempuran Bulge (16 Desember 1944 - 25 Januari 1945)


Generalfeldmarschall Walter Model (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B) terlihat sibuk mengawasi langsung persiapan ofensif besar-besaran pasukan Jerman yang akan berlangsung di wilayah berhutan Ardennes, bulan Desember 1944. Ofensif tersebut diharapkan akan mengulangi kesuksesan ofensif yang sama di tahun 1940, meskipun dengan target yang lebih terbatas. Menemani di belakang Model adalah Generalmajor Wolfgang Thomale (Chef des Stabes Generalinspekteur der Panzertruppen). BTW, harap maklum akan kualitas foto yang butek, karena memang diambil dari pelm dokumenter tentang Battle of the Bulge




Sumber :
Buku "Das war Guderian" karya Horst Scheibert
Buku "Guderian: Panzer Pioneer Or Myth Maker?" karya Russell Hart
Buku "Hitler's Generals in America: Nazi POWs and Allied Military Intelligence" karya Derek R. Mallett
Buku "Panzer Commanders of the Western Front: German Tank Generals in World War II" karya Samuel W. Mitcham, Jr.
Buku "Panzer-General Walther K. Nehring" karya Wolfgang Paul
Buku "Tank Warfare on the Eastern Front 1941-1942: Schwerpunkt" karya Robert Forczyk
Buku "The Ardennes Offensive" karya Bruce Quarrie

Monday, November 11, 2019

Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (1884-1942), Jenderal Fanatik Nazi



Album foto Walther von Reichenau bisa dilihat DISINI

Oleh : Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Walther Karl Ernst August von Reichenau
Panggilan/julukan: Reichenau
Lahir: 8 Oktober 1884 di Karlsruhe, Baden-Württemberg (Kekaisaran Jerman)
Meninggal: 17 Januari 1942 karena serangan jantung dalam penerbangan dari Poltava (Ukraina) ke Leipzig (Jerman)
Nomor keanggotaan NSDAP: Tidak ada
Nomor keanggotaan SS: Tidak ada
Gelar akademis: Tidak ada
Anggota keluarga: Anak dari Ernst August von Reichenau (25 Januari 1941 - 1919) dan Elisabeth Bernhardine Greve (lahir 13 Desember 1853); saudara dari Hella Roehl (lahir 12 Juni 1880), Egon von Reichenau (lahir 27 Juli 1887) dan Ernst-Leuchtmar Friedrich Eduard Karl Wilhelm von Reichenau (lahir 23 Mei 1893); suami dari Alexandrine "Alix" Charlotte Marie Gräfin Maltzan, Freiin zu Wartenberg und Penzlin (menikah tanggal 3 April 1919); ayah dari Leutnant Friedrich Karl von Reichenau (lahir 1921), Joachim von Reichenau (lahir 1925), Erika von Reichenau (1928) dan Britta von Reichenau (lahir 1932)
Ciri fisik: Tidak diketahui

Beförderungen (Promosi):
14.03.1903 Fahnenjunker
18.10.1903 Fähnrich
18.08.1904 Leutnant (Patent 19.08.1903)
18.08.1912 Oberleutnant
28.11.1914 Hauptmann
01.06.1924 Major (Patent 01.07.1923)
01.04.1929 Oberstleutnant
01.02.1932 Oberst
18.01.1934 Generalmajor (Patent 01.01.1934)
01.10.1935 Generalleutnant
01.10.1936 General der Artillerie
01.10.1939 Generaloberst
19.07.1940 Generalfeldmarschall

Karriere (Karir):
00.00.1893 - 00.00.1903 Bersekolah di Berlin, Karlsruhe dan Allenstein, serta königliches Gymnasium di Düsseldorf
00.00.1903 - 14.03.1903 Lulus dan memutuskan untuk menjadi seorang tentara
14.03.1903 - 00.00.1903 Bergabung dengan 1. Garde-Feldartillerie-Regiment di Berlin
00.00.1903 - 00.00.1904 Mengikuti pendidikan lanjutan di Kriegsschule Metz
00.00.1904 - 00.00.1910 Adjutant I.Abteilung / 1.Garde-Feldartillerie-Regiment
00.00.1910 - 00.00.1910 Mengunjungi Amerika Selatan, dan sempat menyelamatkan orang tenggelam di Rio de la Plata
00.10.1910 - 00.07.1913 Melanjutkan pendidikan militer di Kriegsakademie Berlin
00.00.1913 - 00.00.1914 Studi banding ke Amerika Serikat bersama dengan Dr. Carl Diem, sebagai persiapan untuk gelaran Olimpiade Musim Panas yang rencananya akan diselenggarakan di Berlin di tahun 1916
00.07.1914 - 02.08.1914 Bertugas di 1. Leib-Husaren-Regiment Nr. 1 di Danzig-Langfuhr
02.08.1914 - 00.12.1914 Adjutant 1. Garde-Reserve-Feldartillerie-Regiment
00.12.1914 - 00.04.1915 Führer I.Batterie / 1.Garde-Reserve-Feldartillerie-Regiment
00.04.1915 - 00.00.1917 Ib Quartiermeister 47. Reserve-Division
00.00.1917 - 04.05.1918 Anggota Generalstab 119. Infanterie-Division
04.05.1918 - 25.11.1918 Ia Erster Generalstabsoffizier 7. Kavallerie-Schützen-Division
25.11.1918 - 11.08.1919 Anggota Generalstab Grenzschutz-Kommando / VI.Armeekorps di Breslau
11.08.1919 - 01.10.1919 Anggota Generalstab Grenzschutz-Kommando IV di Kolberg
01.10.1919 - 01.10.1920 Anggota Generalstab Wehrkreise VI di Dresden
01.10.1920 - 01.10.1921 Anggota Generalstab Artillerieführer VI di Dresden
01.10.1921 - 01.10.1923 Chef 8.(MG-)Kompanie / 18.Infanterie-Regiment di Münster
01.10.1923 - 01.10.1926 Anggota Generalstab 3. Division Reichswehr di Berlin
01.10.1926 - 01.10.1927 Anggota Generalstab Heeresgruppenkommando I di Berlin
01.10.1927 - 01.10.1929 Kommandeur 5. Nachrichten-Abteilung di Cannstadt bei Stuttgart
01.10.1929 - 31.01.1931 Chef des Stabes der Inspektion der Nachrichtentruppen
01.02.1931 - 31.01.1933 Chef des Stabes 1. Division di Königsberg
24.01.1933 - 00.00.1936 Anggota Komite Olimpiade Musim Panas ke-XI Berlin
01.02.1933 - 01.02.1934 Chef Ministeramt di Reichswehrministerium
23.08.1933 - 00.00.1936 Anggota Komite Olimpiade Musim Dingin ke-IV di Garmisch-Partenkirchen
01.02.1934 - 04.02.1938 Chef Wehrmachtsamt di Reichswehrministerium
01.10.1935 - 04.02.1938 Kommandierender General VII. Armeekorps di München
12.05.1936 - 00.00.1936 Tugas internasional ke Cina
04.02.1938 - 01.10.1938 Oberbefehlshaber Heeresgruppenkommando (motorisiert) 4 di Leipzig
01.10.1938 - 00.10.1938 Befehlshaber 3. Gebietsabschnitt (Egerland) dalam Penyatuan Sudetenland
00.10.1938 - 26.08.1939 Oberbefehlshaber Heeresgruppenkommando (motorisiert) 4 di Leipzig
26.08.1939 - 19.10.1939 Oberbefehlshaber 10. Armee
19.10.1939 - 15.01.1942 Oberbefehlshaber 6. Armee
09.12.1941 - 17.01.1942 Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):
00.00.1910 Königlichen Preußischen Rettungsmedaille am Bande
00.00.1913 Deutsche Reichssportabzeichen
00.00.191_ Ritterkreuz des königlichen Preußischen Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern
00.00.191_ 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse
00.00.191_ 1914 Eisernes Kreuz I.Klasse
00.00.191_ Königlichen Preußischen Kronen-Orden IV.Klasse
00.00.191_ Ritterkreuz I.Klasse des Königlich Württembergische Friedrichs-Orden mit Schwertern
00.00.191_ Hamburgisches Hanseatenkreuz
00.00.191_ Kaiserlich und Königlich Österreichische Militär-Verdienstkreuz III Klasse mit Schwertern
00.00.19__ Order of Saint Sava (Yugoslavia), Commander with Star
00.00.19__ Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918
00.00.19__ Wehrmacht-Dienstauszeichnung I.Klasse (25 jahre)
00.00.193_ Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 mit Spange “Prager Burg”
00.09.1939 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse
00.09.1939 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz I.Klasse
30.09.1939 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes, sebagai General der Artillerie dan Oberbefehlshaber 10. Armee
21.09.1941 Namanya disebutkan dalam Wehrmachtbericht

---------------------------------------------------------------------------------- 

Aufzeichnungen (Catatan):
* Ayah Walther von Reichenau adalah Generalleutnant Ernst August von Reichenau, seorang jenderal Angkatan Darat Kekaisaran Jerman yang ahli dalam bidang artileri dan balistik, selain sebagai seorang penggemar sepakbola. Dalam Perang Dunia Pertama Reichenau senior sudah pensiun dan bekerja di Perusahaan Mobil Düsseldorfer serta Pabrik Senjata Heinrich Erhardt.
* Sebelum Perang Dunia Pertama pecah, Walther von Reichenau menjadi salah satu pendiri dari Offiziersabteilung di Berliner Sportclubs (BSC), dan menggagas pertandingan sepakbola Gardekorps. Dia juga rutin berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan olahraga lain seperti tenis, atletik dan berburu. Begitu aktifnya dia dalam berbagai aktivitas olah tubuh sehingga rekan-rekannya menjulukinya sebagai "Jenderal Olahraga"!
* Reichenau mempunyai kemampuan berbahasa Inggris yang sangat baik, yang mulai dipelajarinya dari sejak bulan September 1929.
* Pada tahun 1932, paman Reichenau - yang merupakan Präsident “Vereins für das Volkstum im Ausland“ - memperkenalkannya dengan Adolf Hitler, politisi Jerman yang sedang naik daun pada saat itu.
* Reichenau lah orang yang menciptakan Führereid (Sumpah Hitler), dimana anggota militer Jerman mengucapkan sumpah setia pada Hitler dan bukan pada negaranya seperti sebelumnya. Teks dari sumpah ini secara buru-buru ditulis oleh Reichenau di pagi meninggalnya Kanselir Paul von Hindenburg pada tanggal 2 Agustus 1934.
* Pada penyerbuan ke Polandia di bulan September 1939, Reichenau membuat terkejut seantero Wehrmacht saat dia berenang menyeberangi sungai Vistula seorang diri! Pada saat itu jembatan kayu di Annopol telah dibakar oleh pasukan Polandia, sehingga Major Uber (Kommandeur Aufklärungs-Abteilung 4 / 4.Infanterie-Division) memerintahkan anakbuahnya untuk menyeberangi sungai Vistula di sebelah timurnya. Dengan mendapat perlindungan dari senjata berat, pasukan Radfahr (pengendara sepeda) dan Reiterschwadron (skuadron berkuda) melakukan penyeberangan dengan menggunakan perahu karet atau berenang secara langsung. Setelah tiba di ujung, mereka berhasil mendesak mundur pasukan bertahan Polandia yang masih tertinggal. Tak lama kemudian, General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee) tiba di pinggir barat sungai dengan diiringi oleh dua buah kendaraan lapis baja ringan. Setelah diberitahu mengenai situasi terkini di lapangan, secara tidak terduga sang panglima pasukan memutuskan untuk berenang menyeberangi sungai Vistula untuk bertemu langsung dengan Major Uber dan menyampaikan pujian atas gerak cepat pasukannya... tentunya tanpa mengenakan seragam jenderalnya!
* Reichenau meninggal dunia pada tanggal 17 Januari 1942 akibat serangan jantung dalam penerbangan dari Poltava (Ukraina) ke Leipzig (Jerman), dalam perjalanan ke klinik olahraga terkenal milik Prof. Dr.med. Hochrein setelah mengalami stroke dua hari sebelumnya. Di pagi yang dingin tanggal 15 Januari 1942, sang Marsekal seperti biasa melakukan joging dengan ditemani oleh kepala staff-nya di sekitar markas Heeresgruppe Süd di Poltava. Pada saat makan siang dia secara mendadak merasa tidak enak badan. Reichenau berusaha keluar menuju pintu mess, kemungkinan untuk mencari udara segar, sebelum tiba-tiba bersandar pada dinding sambil bergumam: "Sialan, sialan," diikuti oleh jatuhnya tanpa sadarkan diri ke lantai. Mendengar kabar bahwa jenderal favoritnya mengalami masalah kesehatan serius, Hitler langsung memerintahkan untuk membawa Reichenau ke klinik olahraga dokter Hochrein di Leipzig. Pada tanggal 17 Januari 1942, selama dalam penerbangan - yang sempat terhambat oleh kabut tebal sehingga harus mendarat darurat di lapangan pertanian yang baru dibajak di Krakow (Polandia) - Generalfeldmarschall Reichenau meninggal dunia akibat serangan jantung. Dia meninggalkan sebuah memorandum yang ditujukan untuk Hitler, yang berisikan saran mengenai perubahan total strategi perang Jerman di Front Timur. Tidak diketahui apakah sang Führer sempat membacanya atau tidak.
* Jenazah Walther von Reichenau disemayamkan di Zeughaus Berlin pada tanggal 22 Januari 1942, sebelum dibawa dari halaman Zeughaus untuk dimakamkan secara kenegaraan di Invalidenfriedhof keesokan harinya, tanggal 23 Januari 1942. Kuburannya - yang terletak di Lapang F, Baris 2, makam ke-3 - kemudian dihancurkan oleh pasukan Soviet tatkala kota Berlin jatuh pada tahun 1945.



Sumber :
Buku "Geschichte des 10. (Preuss.) Reiter-Regiments" karya Ferdinand Pulkowski
Buku "Hitler's Generals" karya Correlli Barnett
Buku "The Last Prussian: A Biography of Field Marshal Gerd Von Rundstedt" karya Charles Messenger
www.de.wikipedia.org
www.dhm.de
www.en.wikipedia.org
www.geni.com
www.historicalwarmilitariaforum.com
www.lexikon-der-wehrmacht.de
www.tracesofwar.com
www.unithistories.com

Sunday, November 3, 2019

Foto Sicherungs-Regiment 639

REGIMENTSKOMMANDEUR


 
August Ritter von Eberlein (27 Mei 1944 - 20 Februari 1945)
Oberst der Reserve z. V. Prof. Dr.phil. August Ritter von Eberlein (7 Januari 1877 - 23 Mei 1949) adalah perwira Jerman yang mengabdi di Angkatan Darat Bavaria (1895-1900), Angkatan Darat Kekaisaran Jerman (1914-1918), Freikorps (1919), Pasukan Separatis Palatine (1919-1924); Sturmabteilung (1938-1942), dan Wehrmacht (1942-1945). Anak guru sekolah di Kitzingen ini cukup menonjol kemampuannya dalam Perang Dunia Pertama - dengan pangkat terakhir Hauptmann der Reserve - meskipun seusai perang dia didakwa oleh pihak Prancis atas tuduhan kejahatan perang. Dakwaan tersebut mudah saja dipatahkan karena pihak Prancis sendiri bingung nama "Eberlein" yang mana yang menjadi buruan mereka (mereka sempat menjebloskan beberapa perwira Jerman dengan nama Eberlein sebelum beralih ke tokoh kita)! Setelah dilepaskan karena tak ada bukti, Eberlein menjadi anggota gerakan perlawanan bawah tanah terhadap pasukan pendudukan Prancis di Jerman. Dia menjadi anggota SA Nazi pada tahun 1938, dan pada tahun 1942 aktif kembali di militer dengan pangkat Major z.V. meskipun usianya sudah menginjak 65 tahun! Jabatan pertamanya adalah sebagai Komandan II.Bataillon / Sicherungs-Regiment 612 (1942), dilanjutkan dengan komando Infanterie-Ersatz-Bataillon 9 (1942), Infanterie-Ersatz-Bataillon "Feldherrenhalle" (1942), Kampfgruppenführer di Generalstab der Heeresgruppe E (19 April 1943 - 26 Mei 1944), serta Komandan Sicherungs-Regiment 639 (27 Mei 1944 - 25 Februari 1945). Eberlein memimpin resimennya dalam pertempuran di front Yunani dan Yugoslavia. Pada akhirnya dia ditawan oleh kaum Partisan Tito setelah kereta api yang membawanya diserang dalam perjalanan. Sang prajurit tua akhirnya meninggal di rumah sakit Yugoslavia pada tahun 1949 dalam status masih sebagai tawanan perang. Medali dan penghargaan yang diraihnya selama karir militernya yang panjang: Jubiläumsmedaille für die Armee (1905); Bayerische Landwehr-Dienstauszeichnung II.Klasse (4 November 1907); Ritterkreuz des Militär-Max-Joseph-Ordens (26 Agustus 1914); 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (9 September 1914) und I.Klasse (22 Januari 1915); Militärverdienstorden (Bayern) mit Schwertern IV.Klasse (6 November 1914) und III.Klasse (21 Desember 1916); Militärverdienstkreuz (Mecklenburg) II.Klasse und I.Klasse; Verwundetenabzeichen 1918 in Schwarz; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/18; Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Verwundetenabzeichen 1939 in Silber; Red krune kralja Zvonimira II.Klasse (Kroatisches Kriegsordens der Krone des Königs Zvonimir/Croatian Order of the Crown of King Zvonimir); Deutsches Kreuz in Gold (1 Juli 1942); serta Ordinul Mihai Viteazul Clasa a III-a (16 Juli 1942)

------------------------------------------------------------------------

Di awal pagi tanggal 25 Februari 1945, di jalur kereta api Busovača–Lašva di dekat desa Strane, Batalyon ke-4 Partisan Yugoslavia dari Brigade Krajina VI / Divisi Krajina IV - yang telah mendapat tambahan kekuatan - menunggu kedatangan kereta api lapis baja Jerman yang dijadwalkan akan melewati tempat tersebut beberapa saat lagi. Para gerilyawan komunis Yugoslavia tersebut tak mengetahui bahwa kereta api incarannya ternyata membawa pula seluruh perwira staff Kampfgruppe Eberlein (Sicherungs-Regiment 639), sebuah unit khusus Wehrmacht yang telah menjadi musuh utama mereka selama beberapa bulan ke belakang. Batalyon ke-4 melakukan serangan terhadap kereta terlebih dahulu, sementara peleton zeni sibuk menanam bahan peledak di bawah rel di kejauhan. Selama beberapa saat pihak Jerman membalas tembakan musuhnya dengan sengit, sehingga membungkam senjata-senjata Partisan, sebelum meneruskan perjalanan mereka. Tak lama kemudian sebuah ledakan besar terdengar, yang menghentikan gerak maju kereta. Kini dari segala arah datang tembakan gencar yang berasal dari grup Partisan lainnya. Pasukan Jerman menjadi panik, dan berlarian keluar kereta ke segala arah. Sebagian besar dari mereka menjadi korban tembakan, sementara sisanya menyerahkan diri dengan melambaikan kain berwarna putih dari dalam kereta. Pihak Partisan terkejut dan gembira ketika mengetahui bahwa diantara tawanan tersebut terdapat pula Oberst der Reserve z. V. Prof. Dr.phil. August Ritter von Eberlein, perwira tua yang menjadi komandan Kampfgruppe Eberlein sekaligus Sicherungs-Regiment 639. Komandan Brigade Partisan, yang ikut hadir pada saat itu, mengenang, "Kami memandang dia dengan perasaan tidak percaya. Pada akhirnya kami berhasil mencapai apa yang kami idam-idamkan sejak lama: penangkapan seorang komandan Jerman." Tidak seperti pasukan Wehrmacht yang sebagian besar terbunuh, pihak penyerang Partisan hanya kehilangan satu orang tentaranya dalam peristiwa ini!




Sumber :
www.bandenkampf.blogspot.com
www.de.metapedia.org
www.wehrmacht-awards.com

Tuesday, October 29, 2019

Foto Walther von Reichenau, Jenderal Fanatik Nazi

Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (8 Oktober 1884 - 17 Januari 1942) adalah Marsekal Heer (Angkatan Darat Jerman) yang terkenal sebagai fanatik Nazi sekaligus pengagum berat Adolf Hitler. Jenderal pencinta olahraga ini beberapa kali nyaris menjadi Panglima Heer, kalau saja jenderal-jenderal berpengaruh lainnya - yang menganggap dia telah terlalu jauh dalam berpolitik - tidak menjegalnya dalam pencalonan. Reichenau menjadi Panglima 10. Armee dalam penyerbuan Jerman atas Polandia (1939), dilanjutkan dengan menjadi Panglima 6. Armee dalam invasi atas Belgia/Prancis (1940) serta Uni Soviet (1941). Di medan perang Front Timur, Reichenau mengeluarkan maklumat kontroversial yang memerintahkan pasukan yang berada di bawah komandonya untuk membunuh warga sipil setempat bila diperlukan. Dia juga aktif dalam membantu unit-unit Einsatzgruppe SS untuk memburu orang-orang Yahudi yang berada di wilayah kekuasaannya. Pada akhir tahun 1941 Reichenau ditunjuk oleh Hitler untuk menjadi Panglima seluruh pasukan Jerman di selatan Rusia (menggantikan Gerd von Rundstedt). Tragisnya, jabatan prestisius ini hanya dinikmatinya kurang dari sebulan saja, karena pada awal tahun 1942 dia meninggal secara mendadak akibat kombinasi serangan jantung serta stroke. Penyebabnya? Lari pagi di tengah cuaca Front Timur yang luar biasa dingin dengan hanya mengenakan celana pendek dan kaos! Hitler memberikan penghormatan tertinggi kepada jenderal setianya ini dengan menyelenggarakan upacara pemakaman kenegaraan di Berlin. Jenazah Reichenau kemudian dikebumikan di kompleks pemakaman prestisius di Invalidenfriedhof. Medali dan penghargaan yang telah diterimanya: Königlichen Preußischen Rettungsmedaille am Bande (1910); Deutsche Reichssportabzeichen (1913); Ritterkreuz des königlichen Preußischen Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern; 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse; Königlichen Preußischen Kronen-Orden IV.Klasse; Ritterkreuz I.Klasse des Königlich Württembergische Friedrichs-Orden mit Schwertern; Hamburgisches Hanseatenkreuz; Kaiserlich und Königlich Österreichische Militär-Verdienstkreuz III Klasse mit Schwertern; Order of Saint Sava (Yugoslavia), Commander with Star; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918; Wehrmacht-Dienstauszeichnung I.Klasse (25 jahre); Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 mit Spange “Prager Burg”; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse und I.Klasse (September 1939); serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (30 September 1939). Namanya disebutkan pula dalam Wehrmachtbericht edisi 21 September 1941. Biografi singkatnya bisa dibaca DISINI


Pasangan suami-istri Generalleutnant Ernst August von Reichenau dan Elisabeth Bernhardine Greve bersama dengan anak-anak mereka, dari kiri ke kanan: Ernst-Leuchtmar von Reichenau (lahir 23 Mei 1893), Egon von Reichenau (lahir 27 Juli 1887), Hella von Reichenau (lahir 12 Juni 1880), dan Walther von Reichenau (lahir 8 Oktober 1884). Foto ini sendiri diambil di Oberkassel bei Düsseldorf, kemungkinan besar pada masa Perang Dunia Pertama dimana semua anak-anak Jenderal Reichenau bergabung ke dalam dinas militer. Pada saat itu, sang jenderal telah lama pensiun, dengan penugasan terakhirnya adalah sebagai Komandan 37. Division (25 Maret 1899 - 9 April 1901). Ernst August von Reichenau dikenal sebagai ahli dalam bidang artileri dan balistik, selain sebagai seorang penggemar sepakbola. Dalam Perang Dunia Pertama Reichenau senior bekerja di Perusahaan Mobil Düsseldorfer serta Pabrik Senjata Heinrich Erhardt. Dari semua anak-anak lelakinya, yang paling moncer karirnya adalah si sulung Walther, yang menjadi jenderal bintang empat - alias Marsekal - di masa Perang Dunia II


Foto yang diambil pada tahun 1909 ini memperlihatkan Kronprinz Wilhelm (tengah) bersama dengan para perwira dari 1. Garde-Feldartillerie-Regiment. Perwira muda di sebelah kanan sang Putra Mahkota Jerman - yang mengenakan selempang ajudan - adalah Leutnant Walther von Reichenau (Adjutant I.Abteilung / 1.Garde-Feldartillerie-Regiment), yang nantinya menjadi Marsekal Angkatan Darat Jerman di masa kekuasaan Nazi dan Hitler


Reichspräsident Paul von Hindenburg menginspeksi pasukan Reichswehr dari unit Kommando der Wachtruppe di Berlin, tanggal 1 Maret 1932. Dari kiri ke kanan: Generalleutnant Werner von Blomberg (Kommandeur 1. Division und Befehlshaber Wehrkreis I), Generalleutnant Gerd von Rundstedt (Kommandeur 3. Division), General der Infanterie Kurt Freiherr von Hammerstein-Equord (Chef der Heeresleitung), Oberst Walther von Reichenau (Chef des Stabes 1. Division), Oberst Carl von Tiedemann (Kommandeur Kommando der Wachtruppe), serta Reichspräsident Hindenburg. Disini sang Reichspräsident mengenakan seragam Generalfeldmarschall era Kekaisaran Jerman, lengkap dengan pickelhaube (helm berujung runcing)


 Oberst Walther von Reichenau (Chef Ministeramt di Reichswehrministerium) melompati jaring tenis setelah memenangkan sebuah pertandingan yang diselenggarakan sebagai bagian dari perlombaan tenis untuk para perwira Reichswehr. Pertandingan tersebut diadakan di lapangan Blau-Weiss 1899 di Roseneck, Berlin-Grunewald, pada bulan Agustus 1933. Foto ini pertama kali dipublikasikan dalam suratkabar "Berliner Zeitung" edisi tanggal 26 Agustus 1933. Manusia satu ini memang dikenal sebagai penggila olahraga (selain sebagai seorang anggota militer). Sebelum Perang Dunia Pertama pecah, Reichenau menjadi salah satu pendiri dari Offiziersabteilung di Berliner Sportclubs (BSC), dan menggagas pertandingan sepakbola Gardekorps. Dia juga rutin berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan olahraga lain seperti tenis, atletik dan berburu. Begitu aktifnya dia dalam berbagai aktivitas olah tubuh sehingga rekan-rekannya menjulukinya sebagai "Jenderal Olahraga"!


 Peresmian promosi untuk Olimpiade musim panas yang akan diselenggarakan di Kota Berlin (Jerman) pada bulan Agustus 1936. Acara digelar di gedung Kundgebung der Deutschen Leichtathletikverbands pada tahun 1934. Duduk di baris depan, dari kiri ke kanan: Major Albrecht Baron Digeon von Monteton (Offizier in der Reichswehrministerium), Dr. Karl Ritter von Halt (Sportfunktionär und IOC-Mitglied), Generalmajor Walther von Reichenau (Mitglied des Organisationskomitees für die Olympischen Spiele 1936), Reichssportführer Hans von Tschammer und Osten (Leiter Deutscher Reichsbund für Leibesübungen, DRL), dan Heinrich Sahm (Oberbürgermeister von Berlin)


 Dari kiri ke kanan: Generaloberst Werner von Blomberg (Reichsverteidigungsminister und Befehlshaber der Wehrmacht), Adolf Hitler (Reichskanzler), dan Generalmajor Walther von Reichenau (Chef Wehrmachtsamt di Reichswehrministerium). Foto ini diambil pada tahun 1934 saat Hitler melakukan kunjungan ke acara latihan perang yang digelar oleh Reichswehr di Wünsdorf, Brandenburg. Dua perwira di belakang Hitler terlihat mengenakan Militärisches Scheidrichter weisses Kappen Band (pita putih wasit militer). Pita ini biasanya dikenakan oleh personil Angkatan Darat yang ditunjuk sebagai wasit atau staff wasit dalam acara latihan militer atau perang-perangan. Wasit militer juga mengenakan pita putih di lengan kiri untuk membedakannya dengan peserta latihan perang. Dalam foto ini terlihat Jenderal Reichenau mengenakan Deutsches Reichssportabzeichen di seragamnya, sebuah medali olahraga yang jarang terlihat dikenakan oleh personil militer, yang didapatkan oleh Reichenau pada tahun 1913 sewaktu masih menjadi perwira Kaiserliche Armee


 Generalmajor Walther von Reichenau (kanan) dalam acara pertandingan lari estafet yang diselenggarakan di Potsdam-Berlin pada tanggal 3 Juni 1934. Selain mempunyai jabatan militer resmi sebagai Kepala Kantor Wehrmacht di Kementerian Reichswehr, kecintaan sang jenderal pada dunia olahraga membuatnya terpilih sebagai anggota Komite Olimpiade Musim Panas ke-XI Berlin serta anggota Komite Olimpiade Musim Dingin ke-IV di Garmisch-Partenkirchen sekaligus!


 Dari kiri ke kanan: Generalmajor Walther von Reichenau, pemain sepakbola Johannes "Hanne" Sobek, joki berkuda Ernst-Florian Grabsch, dan pemain tenis Roman Najuch. Foto ini diambil pada bulan Oktober 1934, beberapa saat setelah usainya pertandingan persahabatan antara klub sepakbola "Oase" melawan tokoh-tokoh olahraga Jerman. Reichenau sendiri ikut berpartisipasi disini dalam kapasitasnya sebagai anggota Komite Olimpiade Musim Panas ke-XI yang rencananya akan diselenggarakan di Berlin pada tahun 1936. Foto ini pertama kali dipublikasikan pada tanggal 30 Oktober 1934 di suratkabar "Berliner Zeitung", dan kini menjadi koleksi Ullstein Bild


 Peringatan "Tag der nationalen Arbeit" (Hari Kerja Nasional) yang diselenggarakan di Berliner Staatsoper, Unter den Linden, pada tanggal 1 Mei 1935. Foto ini diambil pada saat sedang berlangsungnya pidato oleh Reichsminister Joseph Goebbels. Duduk di baris depan, dari kiri ke kanan: Adolf Hühnlein (NSKK-Korpsführer), Viktor Lutze (SA-Stabschef), Walther Funk (Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda), Baldur von Schirach (Reichsjugendführer), Reichsleiter Dr. Robert Ley (Leiter Deutsche Arbeitsfront), Dr. Wilhelm Frick (Reichsminister des Innern), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), General der Flieger Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Rudolf Hess (Stellvertreter des Führers), Generaloberst Werner von Blomberg (Reichsverteidigungsminister und Befehlshaber der Wehrmacht), Franz Gürtner (Reichsjustizminister), Paul Freiherr von Eltz-Rübenach (Reichspostminister und Reichsminister für Verkehr), Franz Seldte (Reichsarbeitsminister), dan Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der Schutzstaffel). Baris kedua dari kiri ke kanan: SS-Obergruppenführer und Generalleutnant der Polizei Kurt Daluege (Stellvertreter des Reichsführer-SS), tidak dikenal, Artur Görlitzer (Preußischen Staatsrat), Reichsarbeitsführer Konstantin Hierl (Leiter des Reichsarbeitsdienst), Hans Pfundtner (Staatssekretär im Reichsministerium des Innern), Charakter als Generalleutnant Erhard Milch (Staatssekretär zum Reichsluftfahrtministerium), dan Generalmajor Walther von Reichenau (Chef Wehrmachtsamt di Reichswehrministerium)


 Generalmajor Walther von Reichenau (Chef Wehrmachtsamt di Reichswehrministerium) terlihat sedang asyik bermain tenis di lapangan Blau-Weiss 1899 yang terletak di Roseneck, Berlin-Grunewald, pada bulan September 1935. Pertandingan tersebut merupakan bagian dari perlombaan tenis untuk para perwira Wehrmacht yang diselenggarakan secara berkala. Selain sebagai seorang perwira militer, Reichenau juga menjadi anggota Komite Olimpiade Musim Panas ke-XI Berlin (24 Januari 1933 - 1936) serta anggota Komite Olimpiade Musim Dingin ke-IV di Garmisch-Partenkirchen (23 Agustus 1933 - 1936). Kecintaannya pada olahraga membuat dia dipilih sebagai bagian dari dua komite Olimpiade yang bergengsi tersebut


 Generalleutnant Walther von Reichenau (Kommandierender General VII. Armeekorps) memberikan hormat militer di depan Feldherrnhalle, Münich, dalam rangkaian upacara sumpah setia para anggota baru NSDAP yang diselenggarakan pada tanggal 7 November 1935. Feldherrnhalle (Aula Marsekal Lapangan) sendiri adalah loggia (bangunan berpilar lengkung) yang terletak di Odeonsplatz, yang dibangun pada tahun 1841 di masa kekuasaan Raja Bavaria Ludwig I. Bangunan ini kemudian menjadi monumen suci kaum Nazi setelah menjadi tempat utama kudeta yang gagal pada tanggal 9 November 1923, dimana 16 orang anggota NSDAP (dan dua petugas polisi) terbunuh. Di masa kekuasaan Adolf Hitler, pada tanggal 9 November setiap tahunnya selalu diselenggarakan napak-tilas untuk mengenang peristiwa kudeta tersebut - yang dinamakan sebagai "Beer Hall Putsch" - dengan puncak acaranya selalu diadakan di Feldherrnhalle


Rangkaian rangkaian upacara sumpah setia para anggota baru NSDAP yang diselenggarakan pada tanggal 7 November 1935 di Feldherrnhalle, Münich. Para petinggi Nazi dan Wehrmacht ikut hadir dalam acara ini. Yang terakhir ikut hadir meskipun notabene acara yang diselenggarakan adalah khusus untuk kepentingan NSDAP. Fenomena dimana Angkatan Bersenjata Jerman yang sedikit demi sedikit mulai tunduk pada kekuasaan Nazi ini biasa disebut sebagai "Das Hakenkreuz über der Wehrmacht" (Swastika diatas Wehrmacht). Baris depan, dari kiri ke kanan: Oberst Hellmuth Felmy (Höherer Fliegerkommandeur V), kemungkinan General der Artillerie Wilhelm Ritter von Leeb (Oberbefehlshaber Heeresgruppenkommando 2), jenderal Heer tak dikenal, Generalleutnant Walther von Reichenau (Kommandierender General VII. Armeekorps), SS-Standartenführer Hans Dauser (Leitender Staatssekretär und Leiter der Abteilung "Arbeit und Fürsorge" im Bayerischen Staatsministerium für Wirtschaft), dan SA-Gruppenführer Ludwig Siebert (Bayerischer Ministerpräsident und Vorsitzender der bayerischen Staatsregierung)


Mewakili Angkatan Darat Jerman, Generalleutnant Walther von Reichenau (Kommandierender General VII. Armeekorps) memberikan kata sambutan dalam upacara sumpah setia para anggota baru NSDAP yang diselenggarakan di Feldherrnhalle (Odeonsplatz), Münich, pada tanggal 7 November 1935. Korps AD yang dipimpin oleh Reichenau bermarkas di kota kelahiran partai Nazi tersebut, sementara sang jenderal sendiri terkenal sebagai simpatisan Hitler nomor wahid!


Sebagai seorang perwira militer yang juga doyan terjun ke dunia olahraga dan politik, pada bulan Mei 1936 Generalleutnant Walther von Reichenau dikirim ke Cina oleh Menteri Peperangan Jerman, Generaloberest Werner von Blomberg, untuk mendukung misi militer Jerman pimpinan Char. General der Infanterie Alexander von Falkenhausen yang telah ada sebelumnya. Menteri Luar Negeri Konstantin von Neurath dan Duta Besar Jerman untuk Jepang Herbert von Dirksen keberatan atas pengiriman ini karena mengkhawatirkan akan membuat hubungan persahabatan Jerman dan Jepang menjadi buruk. Foto koleksi pribadi Friedrich Busse ini diambil di Nanking pada musim panas tahun 1936 dan memperlihatkan, dari kiri ke kanan: Hans Klein, Chiang Kai-Shek, dan Reichenau


 Dari kiri ke kanan: Kuan Te-mao, Jenderal Kuei Yung-ching, Friedrich Busse, Menteri Perindustrian Cina Weng Wen-hao, Hans Klein, H.H. Kung, Generalleutnant Walther von Reichenau, ajudan, dan Hauptmann Kaspar Völker. Foto koleksi pribadi Friedrich Busse ini diambil di Nanking pada musim panas tahun 1936, saat berlangsungnya misi militer Jerman di Cina yang dipimpin oleh Jenderal Reichenau


 General der Artillerie Walther von Reichenau (tengah, Kommandierender General VII. Armeekorps) menemani Field Marshal Sir Cyril John Deverell (Chief of the Imperial General Staff) dari Inggris yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke Jerman, bulan September 1937. Mereka terlihat sedang melakukan inspeksi terhadap pasukan kehormatan Luftwaffe. Paling kiri adalah Generaloberst Werner Freiherr von Fritsch (Oberbefehlshaber des Heeres)


 Dari kiri ke kanan: ajudan yang punya blog, General der Artillerie Wilhelm Keitel (Chef des Wehrmachtsamtes im Reichskriegsministerium), General der Artillerie Walther von Reichenau (Kommandierender General VII. Armeekorps), Generalfeldmarschall Werner von Blomberg (Reichskriegsminister und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), dan Generalleutnant Curt Haase (Inspekteur der Artillerie). Foto kemungkinan besar diambil pada musim gugur tahun 1937 saat kunjungan Von Blomberg ke markas VII. Armeekorps di München


 Upacara pemakaman mantan jenderal terkenal Jerman dalam Perang Dunia I, Erich Ludendorff, yang diselenggarakan di Münich pada tanggal 22 Desember 1937. Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) berjalan paling depan, diikuti oleh, baris pertama dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Werner von Blomberg (Reichskriegsminister und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), dan General der Infanterie Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppenkommando 3). Baris kedua: General der Artillerie Walther von Reichenau (Kommandierender General VII. Armeekorps di Münich) dan General der Flieger Hugo Sperrle (Kommandierender General Luftkreis V di Münich)


Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) disambut oleh penduduk Jerman di Wildenau yang berbatasan dengan wilayah Sudetenland (Cekoslowakia), tanggal 3 Oktober 1938. Keesokan harinya dia dan rombongan melintasi perbatasan Sudetenland. SS-Gruppenführer yang berdiri dengan wajah terhalang di jok belakang adalah Konrad Henlein, sementara jenderal Heer yang wajahnya persis berada di bawah siku Hitler adalah General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber Heeresgruppenkommando 4). Di sebelah kiri Reichenau yang memakai tambang ajudan adalah Oberstleutnant Rudolf Schmundt (Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht). Terakhir: perwira Wehrmacht di latar belakang yang menghadap ke arah kiri adalah Generalleutnant Heinz Guderian (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert])


Di tengah proses penguasaan Sudetenland oleh pasukan Wehrmacht dari tanggal 1 s/d 7 Oktober 1938, pada tanggal 3 Oktober Hitler dan para petinggi Nazi Jerman lainnya melakukan perjalanan ke wilayah yang sebelumnya berada di bawah kekuasaan Cekoslowakia tersebut. Foto ini diambil di pinggir jalan antara Eger dan Franzensbad, pada saat rombongan beristirahat sekaligus makan siang dalam perjalanan ke Franzensbad. Duduk menghadap kamera, dari kiri ke kanan: SS-Oberführer Dr,jur. Harald Turner (Chef Zivilverwaltung in der Zone III Heeresgruppenkommando 4 des Sudetenlandes), Generalleutnant Heinz Guderian (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der SS und deutschen Polizei), General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber Heeresgruppenkommando 4), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Konrad Henlein (Leiter Sudetendeutsche Partei), serta Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht). Berdiri paling kiri adalah Walter Hewel (Verbindungsbeamter des Auswärtigen Amtes zum Führer und Reichskanzler), sementara yang berdiri di belakang Hitler adalah Oberstleutnant Rudolf Schmundt (Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht). Terakhir: dikatakan oleh Wikipedia bahwa perwira berpistol yang duduk membelakangi kamera adalah General der Artillerie Hans-Günther von Kluge (Kommandierender General VI. Armeekorps), tapi terlalu sulit untuk mengkonfirmasi kebenarannya karena mukanya yang tertutup


Di tengah proses penguasaan Sudetenland oleh pasukan Wehrmacht dari tanggal 1 s/d 7 Oktober 1938, pada tanggal 3 Oktober Hitler dan para petinggi Nazi Jerman lainnya melakukan perjalanan ke wilayah yang sebelumnya berada di bawah kekuasaan Cekoslowakia tersebut. Foto ini diambil di pinggir jalan antara Eger dan Franzensbad, pada saat rombongan beristirahat sekaligus makan siang dalam perjalanan ke Franzensbad. Duduk menghadap ke arah kiri, dari kiri ke kanan: SS-Oberführer Dr,jur. Harald Turner (Chef Zivilverwaltung in der Zone III Heeresgruppenkommando 4 des Sudetenlandes), Generalleutnant Heinz Guderian (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der SS und deutschen Polizei), General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber Heeresgruppenkommando 4), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Konrad Henlein (Leiter Sudetendeutsche Partei), dan Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht). Berdiri di belakang Keitel adalah Walter Hewel (Verbindungsbeamter des Auswärtigen Amtes zum Führer und Reichskanzler), yang mengenakan insignia Legationsrat II Klasse di lengannya. Terakhir: dikatakan oleh Wikipedia bahwa perwira yang duduk menghadap ke sebelah kanan adalah General der Artillerie Hans-Günther von Kluge (Kommandierender General VI. Armeekorps)


 
Di tengah proses penguasaan Sudetenland oleh pasukan Wehrmacht dari tanggal 1 s/d 7 Oktober 1938, pada tanggal 3 Oktober Hitler dan para petinggi Nazi Jerman lainnya melakukan perjalanan ke wilayah yang sebelumnya berada di bawah kekuasaan Cekoslowakia tersebut. Foto ini diambil di pinggir jalan antara Eger dan Franzensbad, pada saat rombongan beristirahat sekaligus makan siang dalam perjalanan ke Franzensbad. Duduk menghadap kamera, dari kiri ke kanan: Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der SS und deutschen Polizei), General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber Heeresgruppenkommando 4), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Konrad Henlein (Leiter Sudetendeutsche Partei), dan Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht). Terakhir: dikatakan oleh Wikipedia bahwa perwira berpistol yang duduk membelakangi kamera adalah General der Artillerie Hans-Günther von Kluge (Kommandierender General VI. Armeekorps), tapi terlalu sulit untuk mengkonfirmasi kebenarannya karena mukanya yang tertutup


Foto ini diambil pada saat berlangsungnya kunjungan Adolf Hitler ke Karlsbad (Baden) tanggal 4 Oktober 1938, demi untuk mempersiapkan operasi militer Jerman atas wilayah Sudetenland (Cekoslowakia). Dalam kunjungannya ini, sang Führer ikut didampingi pula oleh para perwira tinggi militer serta pejabat-pejabat partai. Baris depan, dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) dan General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 4). Baris belakang: SS-Oberführer und Major der Reserve des Heeres Dr.jur. Harald Turner (Preußischer Staatsrat), Charakter als Generalleutnant Erich Volk (Kommandeur Kavallerieschule Hannover), dua orang perwira Heer yang tak diketahui namanya, Oberst Anton Dostler (Ia Erster Generalstabsoffizier Heeresgruppen-Kommando 4), serta perwira staff tak dikenal


General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber Heeresgruppenkommando 4) memberikan Erinnerungsgabe (hadiah kenang-kenangan) kepada para perwira Heer dan Luftwaffe yang juga merupakan atlet-atlet olahraga terbaik di bidangnya. Foto ini diambil pada bulan Juli 1939 oleh Braemer und Guell, dan pertama kali dipublikasikan dalam suratkabar DAZ (Deutsche Allgemeine Zeitung) edisi 8 Juli 1939. BTW, selain dari perwira yang paling dekat dengan kamera, semuanya mengenakan feldbinde (ikat pinggang parade). Selain itu, perwira kedua dari kanan juga terluka di lengannya sehingga harus dibebat!


Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) sedang sibuk ngoceh di dalam bangunan Pałac Biskupów Krakowskich (Istana Keuskupan Kraków) di Kielce pada saat kunjungannya ke kota di bagian tengah-selatan Polandia tersebut pada tanggal 10 September 1939. Di kiri adalah General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), sementara yang membelakangi kamera adalah Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Reichsführer SS und Chef der Deutschen Polizei). Untuk identitas perwira bertubuh tinggi besar di sebelah Hitler sendiri saya tidak tahu, tapi yang jelas dia merupakan anggota dari 10. Armee karena selalu ngintil bersama Reichenau


 Lagebesprechung (diskusi militer) antara Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dengan General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee) yang digelar di dekat lapangan udara Maslow (timur-laut Kielce/Polandia), tanggal 10 September 1939. Paling kiri adalah SS-Obergruppenführer und General der Polizei Kurt Daluege (Chef Ordnungspolizei), sementara yang berdiri di tengah sedikit tertutup oleh Hitler adalah Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon). Paling kanan adalah Walther Hewel (Verbindungsbeamter des Auswärtigen Amtes zum Führer und Reichskanzler)


 Lagebesprechung (diskusi militer) antara Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dengan General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee) yang digelar di dekat lapangan udara Maslow (timur-laut Kielce/Polandia), tanggal 10 September 1939. Yang ikut numpang tenar di belakang, dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer Dr.rer.pol. Otto Dietrich (Reichspressechef der NSDAP und Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda), SS-Obergruppenführer und General der Polizei Kurt Daluege (Chef Ordnungspolizei), Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Reichsführer SS und Chef der Deutschen Polizei), dan dua orang perwira Wehrmacht tak dikenal


 Dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der SS und Deutschen Polizei), General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee). Foto ini diambil dalam acara kunjungan sang Führer ke markas 10. Armee di dekat lapangan udara Maslow (timur-laut Kielce/Polandia), tanggal 10 September 1939


Lagebesprechung (diskusi militer) antara Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dengan General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee) yang digelar di dekat lapangan udara Maslow (timur-laut Kielce/Polandia), tanggal 10 September 1939. Yang pengen masuk buku sejarah di latar belakang, dari kiri ke kanan: Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber der Luftwaffe und dem Führerhauptquartier), SS-Gruppenführer Dr.rer.pol. Otto Dietrich (Reichspressechef der NSDAP und Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda), dan Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Reichsführer SS und Chef der Deutschen Polizei). Foto oleh Heinrich Hoffmann


 Lagebesprechung (diskusi militer) yang digelar di dekat lapangan udara Maslow (timur-laut Kielce/Polandia), tanggal 10 September 1939. Dari kiri ke kanan: SS-Obersturmbannführer Prof.Dr.-med. Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt), SS-Gruppenführer Dr. Otto Dietrich (Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda), Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), dan Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der SS und Deutschen Polizei)


 General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee) menyambut kedatangan Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) yang baru tiba di lapangan udara di dekat Rawa/Tomaszów (sebelah tenggara Łódź), 11 September 1939. Pada saat itu pasukan Reichenau sedang dalam gerak maju menuju kota Warsawa, dan tak lama kemudian akan mengepung ibukota Polandia tersebut bersama dengan 8. Armee pimpinan General der Infanterie Johannes Blaskowitz. Reichenau sendiri adalah seorang Nazi fanatik yang bergabung sebagai anggota partai pada tahun 1932, meskipun dengan begitu dia tahu bahwa dia telah melanggar peraturan yang melarang setiap anggota militer Jerman untuk berpolitik! Tidak heran ketika Hitler naik ke puncak kekuasaan pada tahun 1933, karir sang jenderal pun melesat dengan cepat. Ketika dia meninggal karena stroke di Front Timur pada awal tahun 1942 (dan pesawat yang membawanya kembali ke Jerman kemudian malah jatuh), Hitler memerintahkan agar diselenggarakan prosesi pemakaman kenegaraan untuk salah satu jenderal favoritnya tersebut


Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) saat baru mendarat di lapangan udara di dekat Rawa/Tomaszów (sebelah tenggara Łódź), Polandia, tanggal 11 September 1939. Dia disambut oleh General der Artillerie Walther von Reichenau (tengah, Oberbefehlshaber 10. Armee), yang entah lagi nyerocos apa. Diantara Hitler dan Reichenau adalah Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber der Luftwaffe und dem Führerhauptquartier), sementara orang yang berdiri kedua dari kanan adalah Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon), diikuti oleh Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht)


 Adolf Hitler disambut dengan gegap gempita oleh prajurit-prajurit Wehrmacht saat mengadakan kunjungan ke wilayah operasional 10. Armee di Rawa/Tomaszów (sebelah tenggara Łódź), Polandia, tanggal 11 September 1939. Dari kiri ke kanan: SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (yang berbadan besar di belakang, Chefadjutant des Führers und Reichskanzler), Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), perwira tak dikenal dari 10. Armee, dan General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee)


Adolf Hitler terlibat dalam diskusi serius dengan Generalmajor Friedrich-Carl Cranz mengenai perkembangan terkini pertempuran saat melakukan kunjungan ke wilayah operasi 10. Armee di Rawa/Tomaszów (sebelah tenggara Łódź), tanggal 11 September 1939. Sebagai identifikasinya: 1.Korvettenkapitän Karl-Jesko von Puttkamer (Adjutant der Kriegsmarine beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), 2.General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), 3.Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon), 4.Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), 5.Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), 6.Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), 7.Generalmajor Friedrich-Carl Cranz (Kommandeur 18. Infanterie-Division), dan 8.Hauptmann Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht)


Komandan 18. Infanterie-Division, Generalmajor Friedrich-Carl Cranz, menerangkan kepada Adolf Hitler mengenai penempatan pasukannya dalam pertempuran melawan Polandia dan gerak maju menuju Warsawa yang terjadi baru-baru ini. Pertempuran yang menentukan di Polandia hampir usai, dan kini pasukan Jerman melakukan pengepungan di dekat Radom, sebelah barat Warsawa. Foto ini sendiri diambil pada saat sang Führer melakukan kunjungan ke wilayah operasi 10. Armee di Tomaszów (sebelah tenggara Łódź), tanggal 11 September 1939. Dari kiri ke kanan: General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), tidak diketahui, Hauptmann Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generalmajor Friedrich-Carl Cranz, dan Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber der Luftwaffe und dem Führerhauptquartier)


 Dari kiri ke kanan: General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon), SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (di belakang, Chefadjutant des Führers und Reichskanzler), Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Wilhelm Keitel (tertutup oleh Cranz, Chef der Oberkommando der Wehrmacht), Generalmajor Friedrich-Carl Cranz, dan Hauptmann Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht). Foto ini diambil pada saat Hitler melakukan kunjungan ke wilayah operasi 10. Armee di Rawa/Tomaszów (sebelah tenggara Łódź), tanggal 11 September 1939


 General der Artillerie Walther von Reichenau (tengah, Oberbefehlshaber 10. Armee) berbincang-bincang dengan Generalmajor Dr.ing. Wolfram Freiherr von Richthofen (kanan, Fliegerführer z.b.V. Nahkampf-Fliegerkorps) selama berlangsungnya penyerbuan Jerman atas Polandia, tanggal 13 September 1939. Untuk pertama kalinya pasukan darat beroperasi secara berkesinambungan dengan pasukan udara sehingga memungkinkan adanya daya dobrak yang lebih kuat dari sebelumnya. Strategi seperti ini - ditambah lagi dengan kemunculan pasukan tank - kemudian lebih dikenal dengan nama "Blitzkrieg" (Perang Kilat). Wolfram von Richthofen sendiri merupakan sepupu dari jagoan udara terdahsyat dalam Perang Dunia I yang berasal dari Jerman, Manfred Freiherr von Richthofen alias "Red Baron"


Foto ini diambil pada tanggal 25 September 1939 di lapangan udara Alexandrow yang terletak diantara Bzura dan Sungai Vistula (menghadap barat Warsawa, Polandia), pada saat Adolf Hitler mengadakan kunjungan ke wilayah operasional Heeresgruppe Süd yang pada saat itu sedang mengepung kota Warsawa. Dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generalmajor Hans-Gustav Felber (Chef des Generalstabes 8. Armee), SS-Gruppenführer Karl Wolff (Verbindungsoffizier zwischen dem Reichsführer-SS und dem Führerhauptquartier), perwira Heer tidak dikenal, Generaloberst Gerd von Rundstedt (tertutup oleh Brauchitsch, Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), dan General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee)


 Dari kiri ke kanan: General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), Oberstleutnant Nikolaus von Vormann (Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber des Heeres und dem Führerhauptquartier), Generalleutnant Erich von Manstein (Chef des Generalstabes of Heeresgruppe Süd), General der Kavallerie Erich Hoepner (berjabat tangan dengan Hitler, Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Reichsführer SS und Chef der Deutschen Polizei), dan SS-Gruppenführer Karl Wolff (Verbindungsoffizier zwischen dem Reichsführer-SS und dem Führerhauptquartier). Foto ini diambil pada tanggal 25 September 1939 di wilayah 10. Armee yang berada diantara Bzura dan Sungai Vistula (menghadap barat Warsawa)


Pada tanggal 25 September 1939, Adolf Hitler terbang dari Zoppot menuju wilayah sekitar Warsawa, Polandia. Dia melakukan kunjungan ke 8. Armee (General der Infanterie Johannes Blaskowitz) dan 10. Armee (General der Artillerie Walther von Reichenau), serta markas pasukan Jerman di Grodjisk Mazowieki. Setelahnya dia kembali ke Godentow-Lanz menggunakan pesawat terbang. Keesokan harinya (26 September 1939 pukul 09:30), Hitler pulang ke Berlin menggunakan Führersonderzug "Amerika". Dia tiba di ibukota Jerman tersebut pukul 17:05 di sore harinya. Sang Führer baru kembali ke Polandia pada tanggal 5 Oktober 1939 untuk mengikuti parade kemenangan pasukan Jerman. Foto ini diambil pada tanggal 25 September di wilayah 10. Armee yang berada diantara Bzura dan Sungai Vistula (menghadap barat Warsawa) dan memperlihatkan saat Hitler dan para petinggi Wehrmacht lainnya sedang mengawasi kondisi terakhir kota Warsawa yang terkepung melalui fernglas (teropong) dan scherenfernrohr (teropong gunting). Dari kiri ke kanan: Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Kommando), General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), dan Generalmajor Friedrich Paulus (Chef des Generalstabes 10. Armee). Foto jepretan Kriegsberichter Kliem dari Propaganda-Kompanie 637 (Ost). Mereka sedang melihat kondisi kota Warsawa ((Polandia) yang terkepung oleh pasukan Jerman melalui fernglas (teropong) dan Scherenfernrohr (teropong gunting)



25 September 1939: Dari kiri ke kanan: Generalmajor Alfred Jodl (Chef des Wehrmachtsführungsamt), Walther Hewel (Verbindungsbeamter des Auswärtigen Amtes zum Führer und Reichskanzler), Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Reichsführer SS und Chef der Deutschen Polizei), Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), dan General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee). Foto ini pertama kali dipublikasikan dalam buku "Der Große Deutsche Feldzug gegen Polen" (Peperangan Akbar Jerman Melawan Polandia) karya fotografer pribadi sang Führer, Heinrich Hoffmann, dengan caption asli berbunyi: "Ausmerklam verfolgt der Führer den Entscheidungskampf" (Führer memperhatikan pertempuran yang menentukan ini dengan lebih dekat)


 General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee) melihat kondisi kota Warsawa yang terkepung melalui Scherenfernrohr (teropong gunting), sementara Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) berdiri memperhatikan. Tertutup oleh Reichenau adalah muka dari Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), dan diantara Reichenau dan Hitler adalah Generalleutnant Erich von Manstein (Chef des Generalstabes of Heeresgruppe Süd). Foto ini diambil pada tanggal 25 September 1939 di wilayah 10. Armee yang berada diantara Bzura dan Sungai Vistula (menghadap barat Warsawa)


 Dengan latar depan sebuah Scherenfernrohr (teropong gunting), para petinggi Wehrmacht berdiskusi mengenai situasi militer terakhir di Polandia. Dari kiri ke kanan: Generalleutnant Erich von Manstein (Chef des Generalstabes of Heeresgruppe Süd), Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), dan Generalmajor Friedrich Paulus (Chef des Generalstabes 10. Armee). Foto ini diambil pada tanggal 25 September 1939 di wilayah 10. Armee yang berada diantara Bzura dan Sungai Vistula (menghadap barat Warsawa)




 Foto ini diambil pada tanggal 25 September 1939 di wilayah 10. Armee yang berada diantara Bzura dan Sungai Vistula (menghadap barat Warsawa), dan memperlihatkan saat Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) - diatas mobil Mercedes-Benz W31 tipe G4 beroda enam - disambut dengan meriah oleh prajurit-prajurit Wehrmacht kemanapun dia berkunjung. Keputusannya untuk berkeliling ke front-front terdepan di Polandia selama berlangsungnya agresi militer Jerman di bulan September 1939 memberikan suntikan moril yang cukup besar bagi pasukannya. Duduk bersamanya sang supir, SS-Sturmbannführer Erich Kempka, sementara di kursi tengah nongkrong General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee). Jok paling belakang diisi oleh tiga orang: anggota SS tidak dikenal, Hauptmann Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), dan Hauptmann Nicolaus von Below (Adjutant der Luftwaffe beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht)


 Generaloberst Walther von Reichenau berpose dengan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes yang didapatkannya pada tanggal 30 September 1939, saat masih menjadi General der Artillerie dan Oberbefehlshaber 10. Armee. Dia tercatat dalam buku sejarah sebagai salah satu dari 13 orang perwira Wehrmacht pertama yang dianugerahi Ritterkreuz, yang diberikan karena dianggap sangat berjasa dalam Fall Weiß (invasi Jerman atas Polandia). Ke-12 orang lainnya adalah Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Nord), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 3. Armee), General der Artillerie Günther von Kluge (Oberbefehlshaber 4. Armee), General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), Generaloberst Wilhelm List (Oberbefehlshaber 14. Armee), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), dan General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4). Lebih lengkap mengenai peraih Ritterkreuz pertama bisa dilihat DISINI


 Tiga orang perwira tinggi Wehrmacht mengisi waktu berbincang-bincang sambil menunggu kedatangan pemimpin mereka Adolf Hitler di lapangan udara Okecie di Aleja Krakowska, Warsawa (Polandia), pada tanggal 5 Oktober 1939. Dari kiri ke kanan: Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Ost dan Gubernur Militer Polandia), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), dan Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee). Rencananya di hari itu sang Führer akan menyaksikan langsung Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman setelah kemenangan gilang-gemilang melawan pasukan Polandia. Dalam penyerbuan Jerman ke Polandia, 8. Armee dan 10. Armee (juga 14. Armee) berada di bawah komando Heeresgruppe Süd. Foto oleh Heinrich Hoffmann, fotografer pribadi Hitler


 Dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee) berbincang-bincang dengan Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe) sambil menunggu kedatangan pemimpin mereka Adolf Hitler di lapangan udara Okecie di Aleja Krakowska, Warsawa (Polandia), pada tanggal 5 Oktober 1939. Rencananya di hari itu sang Führer akan menyaksikan langsung Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman setelah kemenangan gilang-gemilang melawan pasukan Polandia


 Pada tanggal 5 Oktober 1939 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) terbang dari Berlin ke Warsawa (Polandia) dengan menggunakan pesawat Focke-Wulf Fw 200 A-0 (S-8 ) AC+VH "Grenzmark" untuk menyaksikan parade kemenangan pasukan Jerman dari 8. Armee (yang merebut kota Warsawa dari tangan pasukan Polandia). Dia mendarat di bandara Okecie di Aleja Krakowska, dan disambut oleh para petinggi Wehrmacht. Foto jepretan Heinrich Hoffmann ini memperlihatkan Hitler sedang berjabat tangan dengan Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee). Di sebelah kiri Blaskowitz adalah Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), sementara di sebelah kanannya adalah Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee). Dalam penyerbuan Jerman ke Polandia, 8. Armee dan 10. Armee (juga 14. Armee) berada di bawah komando Heeresgruppe Süd



 Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Adolf Hitler sendiri secara khusus terbang kembali ke Warsawa menggunakan pesawat Focke-Wulf Fw 200 A-0 (S-8 ) AC+VH "Grenzmark" untuk menyaksikan parade tersebut. Dia mendarat di bandara Okecie di Aleja Krakowska, dan dengan konvoy bersenjata pergi ke bagian tengah kota dimana acara utama digelar. Setelahnya dia melakukan kunjungan singkat ke beberapa bagian kota Warsawa. Selain Hitler, podium kehormatan diisi oleh para panglima Wehrmacht, sementara di kiri bawah adalah jenderal-jenderal lain yang lebih rendah pangkatnya. Selain itu, kanan bawah diisi oleh para ajudan. Untuk identifikasi yang berdiri di podium, dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), General der Infanterie Werner Kienitz (Kommandierender General XVII. Armeekorps), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des Führers und Reichskanzler). Foto oleh Hugo Jaeger, salah seorang fotografer pribadi Hitler


Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generalmajor Friedrich-Carl Cranz (Kommandeur 18. Infanterie-Division), General der Artillerie Emil Leeb (Kommandierender General XI. Armeekorps), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (berkacamata dan tertutup oleh Blaskowitz, Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), Generaloberst Walther von Reichenau (di belakang Blaskowitz, hanya kelihatan topinya doang! Oberbefehlshaber 10. Armee), dan General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1). BTW, persis di bawah Hitler adalah Erwin Rommel yang saat itu masih menjadi Generalmajor dan menjabat sebagai komandan Führer-Begleit-Bataillon (Batalyon Pelindung Pribadi Führer). Foto oleh Hugo Jaeger, salah seorang fotografer pribadi Hitler


 Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generalmajor Friedrich-Carl Cranz (Kommandeur 18. Infanterie-Division), General der Artillerie Emil Leeb (Kommandierender General XI. Armeekorps), dan Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee). Dalam penyerbuan ke Polandia, 18. Infanterie-Division (Cranz) berada di bawah komando XI. Armeekorps (Leeb), yang merupakan bagian dari 10. Armee (Reichenau)


Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger dan memperlihatkan Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Barisan Panzerkampfwagen II melewati Adolf Hitler serta para petinggi Wehrmacht lainnya yang berdiri di atas podium. Karena satu-satunya formasi lapis baja milik 8. Armee dalam pengepungan di Warsawa adalah I.Abteilung / Panzer-Regiment 23, maka kemungkinan besar tank-tank tersebut berasal dari sana. Berdiri di podium kehormatan, dari kiri ke kanan: General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Korvettenkapitän Karl-Jesko von Puttkamer (Adjutant der Kriegsmarine beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), dan General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1)


Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger dan memperlihatkan Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Barisan Einheits-PKW (mobil penumpang standar) melewati Adolf Hitler dan para petinggi Wehrmacht lainnya yang berdiri diatas podium. Kendaraan di sebelah kiri adalah Stoewer Typ M 12 RW, sementara yang di tengah dan kanan adalah Horch 830 R Kübelwagen. Yang berdiri di podium, dari kiri ke kanan: General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), General der Infanterie Werner Kienitz (Kommandierender General XVII. Armeekorps), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des Führers und Reichskanzler). Para ajudan ikut menonton di bawah podium dan dalam foto ini terlihat di barisan paling kanan


 Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa, yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Berdiri di tribun kehormatan, dari kiri ke kanan: General der Panzertruppe Heinz Guderian (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), General der Infanterie Werner Kienitz (Kommandierender General XVII. Armeekorps), Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), dan Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee)


 Prajurit-prajurit Heer berbaris melewati podium kehormatan tempat Adolf Hitler dan perwira-perwira tinggi Wehrmacht lainnya berada dalam Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee yang diselenggarakan di Warsawa (Polandia) pada tanggal 5 Oktober 1939. Berdiri di podium, dari kiri ke kanan: Generalleutnant Conrad von Cochenhausen (memakai Stahlhelm "Kavallerie" M18, Kommandeur 10. Infanterie-Division), General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), Korvettenkapitän Karl-Jesko von Puttkamer (Adjutant der Kriegsmarine beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), Hauptmann Nicolaus von Below (Adjutant der Luftwaffe beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des Führers und Reichskanzler)


 Prajurit-prajurit Heer berbaris melewati podium kehormatan tempat Adolf Hitler dan perwira-perwira tinggi Wehrmacht lainnya berada dalam Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee yang diselenggarakan di Warsawa (Polandia) pada tanggal 5 Oktober 1939. Berdiri di podium kehormatan, dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (tertutup oleh Hitler, Oberbefehlshaber des Heeres), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), dan General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1). Sebagai tambahan: perwira SS yang memakai ledermantel dan berdiri paling dekat ke kamera (tengah) adalah SS-Oberführer Alfred-Ingemar Berndt, Leiter Abteilung VIII im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda yang nantinya bergabung dengan Heer demi bisa ikut berperang - walaupun harus merelakan pangkatnya turun drastis menjadi bintara - dan menjadi orang kepercayaan Rommel di Afrika Utara! Perhatikan pula bahwa ada seorang Letnan Medis (Assistenzarzt) dengan janggut dan kamus eh kumis "terhampar" di mukanya - sebuah pemandangan yang tidak biasa dalam tubuh Wehrmacht! Kita juga bisa melihat seorang Kriegsberichter sedang bertugas merekam acara parade dengan kamera filmnya


Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Meriam-meriam leFH 18 (leichte Feldhaubitze) kaliber 105mm bergerak melewati podium kehormatan yang diisi oleh, dari kiri ke kanan: General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generaloberst Erhard Milch (tertutup tangan Hitler yang terangkat, Generalinspekteur der Luftwaffe), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Gerd von Rundstedt (di belakang Hitler, Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Generalleutnant Conrad von Cochenhausen (memakai Stahlhelm "Kavallerie" M18, Kommandeur 10. Infanterie-Division), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Korvettenkapitän Karl-Jesko von Puttkamer (Adjutant der Kriegsmarine beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), Hauptmann Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), dan General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1)


 Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Mesin/kendaraan perang yang ditampilkan disini adalah Krupp L2H 143 Kfz. 69 Protze (für 3,7cm Pak 36). Para petinggi Wehrmacht yang berdiri di podium, dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (tertutup oleh Hitler, Oberbefehlshaber des Heeres), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Wilhelm Keitel (tertutup oleh Reichenau, Chef der Oberkommando der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), Generalleutnant Conrad von Cochenhausen (memakai Stahlhelm "Kavallerie" M18, Kommandeur 10. Infanterie-Division), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des Führers und Reichskanzler)


 Dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee) dan Generalmajor Paul von Hase (Kommandeur 46. Infanterie-Division). Foto ini diambil dalam acara Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. 46ID pimpinan Hase sendiri berada di bawah komando 10. Armee pimpinan Reichenau

 
Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) beramah-tamah dengan bocah-bocah belia anggota Hitlerjugend, dalam kunjungan sang Panglima Angkatan Darat ke wilayah Barat Jerman, tanggal 12 April 1940. Para bocah ini dipersiapkan untuk menjadi "kloter" selanjutnya bagi sumber daya manusia militer Nazi. Mereka juga dijanjikan bahwa suatu saat nanti mereka akan mendapat kehormatan untuk berjuang demi membela tanah air Jerman. Di latar belakang kita bisa melihat dua jenderal Wehrmacht lainnya, dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) dan Generalleutnant Kurt von Briesen (Kommandeur 30. Infanterie-Division). Tiga orang dalam foto ini - Brauchitsch, Reichenau dan Briesen - tercatat sebagai tiga dari 27 orang penerima pertama Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (medali yang tergantung di leher mereka), yang didapatkan pada bulan September-Oktober 1939. Di akhir perang, penerima medali keberanian bergengsi ini "membludak" menjadi 7.364 orang, termasuk 43 penerima dari luar Jerman!


 Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) dalam acara kunjungan ke pasukan Jerman yang ditempatkan di wilayah Barat, tanggal 12 April 1940. Dua jenderal yang berada di belakangnya adalah, dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) dan Generalleutnant Kurt von Briesen (Kommandeur 30. Infanterie-Division). Tiga orang dalam foto ini - Brauchitsch, Reichenau dan Briesen - tercatat sebagai tiga dari 27 orang penerima pertama Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (medali yang tergantung di leher mereka), yang didapatkan pada bulan September-Oktober 1939. Di akhir perang, penerima medali keberanian bergengsi ini "membludak" menjadi 7.364 orang, termasuk 43 penerima dari luar Jerman!


 Di tengah-tengah penyerbuan pasukan Jerman ke Negara-Negara Bawah (Belanda, Belgia, Luxemburg) dan Prancis, Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) masih menyempatkan diri untuk bertemu dengan anaknya, Friedrich Karl von Reichenau, yang bertugas sebagai gunner tank di sebuah resimen panzer. Friedrich Karl - yang merupakan kelahiran tahun 1921 - nantinya selamat sampai dengan akhir perang dengan pangkat terakhir sebagai Leutnant. Foto hasil karya Kriegsberichter Schröter ini diambil pada tanggal 16 Mei 1940


 Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) menginspeksi sebuah tank Prancis dari jenis Renault Char B1 bis milik Peleton ke-1 / Kompi ke-3 / 8e BCC (Bataillon de Chars de Combat) yang hancur dalam pertempuran melawan pasukan Jerman di Moy, tanggal 20 Mei 1940 (unit Wehrmacht yang berhadapan dengan tank ini kemungkinan adalah Gefechtsgruppe Nedtwig pimpinan Oberstleutnant Johannes Nedtwig dari Panzer-Regiment 1). Foto oleh Kriegsberichter Somme


Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) menerima delegasi Belgia yang datang untuk merundingkan gencatan senjata serta penyerahan pasukannya. Foto diambil pada pukul 09:40 tanggal 28 Mei 1940 di ruang perpustakaan Château d'Anvaing (Kastil Anvaing) di Frasnes-lez-Anvaing, provinsi Hainaut (Belgia), yang menjadi markas sementara 6. Armee selama invasi kilat ke Negara-Negara Bawah (Belanda, Belgia, Luxemburg). Dari kiri ke kanan: Generalleutnant Joachim von Kortzfleisch (Kommandierender General XI. Armeekorps), Oberst Günther Lohmann (Kommandeur Luftwaffe bei der 6. Armee), Letnan-Jenderal Olivier Joseph Jules Derousseaux (membelakangi kamera, Deputi Kepala Staff Angkatan Bersenjata Belgia), Generaloberst Reichenau, Kapten Liagre (membelakangi kamera, pengiring Jenderal Derousseaux), dan Generalmajor Friedrich Paulus (Chef des Generalstabes 6. Armee)


Perundingan gencatan senjata dan penyerahan pasukan Belgia antara Letnan-Jenderal Olivier Joseph Jules Derousseaux (Deputi Kepala Staff Angkatan Bersenjata Belgia) dengan Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee), yang diselenggarakan pada tanggal 28 Mei 1940 di Château d'Anvaing (Kastil Anvaing) di Frasnes-lez-Anvaing, provinsi Hainaut (Belgia), yang menjadi markas sementara 6. Armee selama invasi kilat ke Negara-Negara Bawah (Belanda, Belgia, Luxemburg). Dari kiri ke kanan: Kapten Liagre (Perwira Belgia), Jenderal Derousseaux, Hauptmann Rudolf Karl Paltzo (Ic Dritter Generalstabsoffizier 6. Armee), Generaloberst Reichenau (Oberbefehlshaber 6.Armee), Oberst Anton-Reichard Freiherr von Mauchenheim genannt Bechtolsheim (Ia Erster Generalstabsoffizier 6.Armee), dan Generalmajor Friedrich Paulus (Chef des Generalstabes 6.Armee). Foto ini memperlihatkan saat Oberst Mauchenheim membacakan butir-butir perjanjian


Perundingan gencatan senjata dan penyerahan pasukan Belgia antara Letnan-Jenderal Olivier Joseph Jules Derousseaux (Deputi Kepala Staff Angkatan Bersenjata Belgia) dengan Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee), yang diselenggarakan pada tanggal 28 Mei 1940 di Château d'Anvaing (Kastil Anvaing) di Frasnes-lez-Anvaing, provinsi Hainaut (Belgia), yang menjadi markas sementara 6. Armee selama invasi kilat ke Negara-Negara Bawah (Belanda, Belgia, Luxemburg). Dari kiri ke kanan: Jenderal Derousseaux, Hauptmann Rudolf Karl Paltzo (Ic Dritter Generalstabsoffizier 6. Armee), Oberleutnant Hans-Leo von Luttitz (IIb Personalverwaltung – 2. Adjutant 6. Armee), Generaloberst Reichenau (Oberbefehlshaber 6.Armee), Generalmajor Friedrich Paulus (Chef des Generalstabes 6.Armee), Oberst Anton-Reichard Freiherr von Mauchenheim genannt Bechtolsheim (Ia Erster Generalstabsoffizier 6.Armee), Generalmajor Erich Marcks (Chef des Generalstabes 18. Armee), dan Oberst Günther Lohmann (Kommandeur Luftwaffe bei der 6. Armee). Yang duduk di ujung kanan adalah Generalleutnant Joachim von Kortzfleisch (Kommandierender General XI. Armeekorps)


 Perundingan gencatan senjata dan penyerahan pasukan Belgia antara Letnan-Jenderal Olivier Joseph Jules Derousseaux (Deputi Kepala Staff Angkatan Bersenjata Belgia) dengan Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee). Hanya 20 menit waktu yang dibutuhkan untuk membaca semua ketentuan serta memutuskan jawaban, dan pada pukul 10:00 masing-masing pihak membubuhkan tandatangannya di kertas perjanjian. Dari kiri ke kanan: Kapten Liagre (hanya sedikit terlihat, perwira pasukan cadangan Belgia yang ditunjuk sebagai penterjemah), Hauptmann Rudolf Karl Paltzo (Ic Dritter Generalstabsoffizier 6. Armee), Jenderal Derousseaux, Oberleutnant Hans-Leo von Luttitz (penterjemah pihak Jerman), perwira Heer tidak dikenal, Generaloberst Reichenau, Oberst Anton-Reichard Freiherr von Mauchenheim genannt Bechtolsheim (Ia Erster Generalstabsoffizier 6.Armee), dan Generalmajor Erich Marcks (Chef des Generalstabes 18. Armee). Foto diambil pada tanggal 28 Mei 1940 di Château d'Anvaing (Kastil Anvaing) di Frasnes-lez-Anvaing, provinsi Hainaut (Belgia), yang menjadi markas sementara 6. Armee selama invasi kilat ke Negara-Negara Bawah (Belanda, Belgia, Luxemburg)


 Saat beberapa kelengkapan terakhir perjanjian gencatan senjata dibereskan, pada pukul 10:10 Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) dengan gembira memberitahu sang Führer di Berlin sono bahwa pasukan Jerman telah secara resmi mengalahkan pihak bertahan Belgia. Sebuah kemenangan besar! Foto diambil pada tanggal 28 Mei 1940 di ruang perpustakaan Château d'Anvaing (Kastil Anvaing) di Frasnes-lez-Anvaing, provinsi Hainaut (Belgia), yang menjadi markas sementara 6. Armee selama invasi kilat ke Negara-Negara Bawah (Belanda, Belgia, Luxemburg). Para staff 6. Armee ikut mendengarkan dengan bangga saat sambungan telepon dari Feldfernsprecher (Telepon Lapangan) terhubung ke Berlin, sementara seorang staff lain memberi tanda garis-garis demarkasi di atas selembar peta besar


Pada pukul 10:30 tanggal 28 Mei 1940 Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) mengantar ketua delegasi Belgia, Letnan-Jenderal Olivier Joseph Jules Derousseaux (Deputi Kepala Staff Angkatan Bersenjata Belgia), ke mobilnya yang telah menunggu di halaman Château d'Anvaing (Kastil Anvaing) di Frasnes-lez-Anvaing, provinsi Hainaut (Belgia), yang menjadi markas sementara 6. Armee selama invasi kilat ke Negara-Negara Bawah (Belanda, Belgia, Luxemburg). Seperempat jam kemudian radio-radio Jerman memberitakan dengan gegap gempita berita penyerahan pasukan Belgia. Perwira dengan adjutantschnurr (tambang ajudan) di belakang Reichenau adalah Oberst Rüdiger von Schuler (IIa Personalverwaltung – 1. Adjutant 6. Armee)


 Dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee), Oberst Rüdiger von Schuler (IIa Personalverwaltung – 1. Adjutant 6. Armee), dan seorang negosiator Belgia tak dikenal. Foto ini diambil pada bulan Mei 1940 sewaktu berlangsungnya Blitzkrieg (serangan kilat) Jerman terhadap Negara-Negara Bawah (Belgia, Belanda, Luxemburg) serta Prancis. 6. Armee sendiri berada di bawah komando Heeresgruppe B dan beroperasi di wilayah Belgia. Foto ini kemungkinan besar diambil tak lama sebelum menyerahnya pihak Belgia pada tanggal 28 Mei 1940


 
Foto-foto yang diambil pada tanggal 3 Juni 1940 ini memperlihatkan saat General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]) mempersembahkan tawanan Prancis yang baru digaruknya kepada pimpinannya, Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee). Kedua jenderal tinggi besar tersebut kemudian berdiskusi sambil melihat pada peta berukuran besar. Hoepner dan Reichenau sendiri mempunyai kecenderungan politik yang berbeda: Hoepner sangat membenci Nazi, sementara Reichenau sebaliknya, fanatik Nazi. Hoepner nantinya dihukum mati pada tahun 1944 atas tuduhan pengkhianatan, sementara Reichenau mati duluan pada tahun 1941 dan dimakamkan secara penuh kehormatan oleh pemerintahan Hitler. Bagi yang masih belum ngeh yang mana diantara kedua orang tersebut yang nongol dalam foto ini, maka Hoepner adalah jenderal bertopi visor, sementara Reichenau memakai sidecap


 Di sebuah pos observasi Korps Panzer Jerman di Prancis, tiga orang perwira tinggi Wehrmacht berdiskusi serius sambil mempelajari peta yang terhampar di meja. Mereka adalah: Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee), dan Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht). Foto ini diambil pada tanggal 18 Juni 1940, saat posisi pasukan Prancis sudah dalam keadaan sekarat setelah digempur habis-habisan oleh Jerman dari tanggal 10 Mei sebelumnya. Sekutu-sekutu mereka di Eropa Daratan sudah bertumbangan (Belanda dan Belgia), dan kini hanyalah Inggris yang tersisa. Beberapa hari setelah foto ini diambil, Prancis secara resmi menyerah kepada Hitler (22 Juni 1940)


Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) bersandar pada peta sambil mendiskusikan situasi terkini di front kepada Generalmajor Friedrich Paulus (Chef des Generalstabes 6. Armee), tahun 1940. Ketika Reichenau (saat itu sudah menjadi Generalfeldmarschall sekaligus Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd) meninggal secara mendadak tanggal 17 Januari 1942 akibat serangan jantung setelah pesawatnya mendarat darurat di Rusia, Paulus sudah menjabat sebagai Oberbefehlshaber (Panglima) 6.Armee yang baru (diangkat tanggal 1 Januari 1942). Foto oleh Kriegsberichter Horter


Pada tanggal 19 Juli 1940 bertempat di Krolloper (Gedung Opera Kroll) dalam Reichstagssitzung (sesi Reichstag), Adolf Hitler mengumumkan promosi 12 orang Generalfeldmarschall (Jenderal Marsekal Lapangan) baru Wehrmacht yang telah berprestasi luar biasa dalam peperangan di Barat satu bulan sebelumnya. Ke-12 orang tersebut terdiri dari 9 orang marsekal Heer dan 3 orang marsekal Luftwaffe. Selain itu, naik pangkat juga Panglima Luftwaffe Hermann Göring dari Generalfeldmarschall menjadi Reichsmarschall. Dalam foto ini para Generalfeldmarschall anyar dari Heer berfoto bersama Hitler dan Göring sambil membawa Marschallstab (Tongkat Marsekal) mereka. Dari kiri ke kanan: Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht), Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe A), Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Wilhelm Ritter von Leeb (Oberbefehlshaber Heeresgruppe C), Wilhelm List (Oberbefehlshaber 12. Armee), Hans-Günther von Kluge (Oberbefehlshaber 4. Armee), Erwin von Witzleben (Oberbefehlshaber 1. Armee), dan Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee). Berita lengkapnya bisa dilihat DISINI


 Pada tanggal 19 Juli 1940 bertempat di Krolloper (Gedung Opera Kroll) dalam Reichstagssitzung (sesi Reichstag), Adolf Hitler mengumumkan promosi 12 orang Generalfeldmarschall (Jenderal Marsekal Lapangan) baru Wehrmacht yang telah berprestasi luar biasa dalam peperangan di Barat satu bulan sebelumnya. Ke-12 orang tersebut terdiri dari 9 orang marsekal Heer dan 3 orang marsekal Luftwaffe. Dari kiri ke kanan: Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), serta para penerima: Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), Wilhelm Ritter von Leeb (Oberbefehlshaber Heeresgruppe C), Wilhelm List (Oberbefehlshaber 12. Armee), Hans-Günther von Kluge (Oberbefehlshaber 4. Armee), Erwin von Witzleben (Oberbefehlshaber 1. Armee), dan Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee)



Para jenderal Wehrmacht duduk di Krolloper (Gedung Opera Kroll) dalam Reichstagssitzung (sesi Reichstag) tanggal 19 Juli 1940, dimana Jerman baru saja menang perang atas Prancis dan Inggris dalam Pertempuran Prancis, dan beberapa Marsekal baru diangkat oleh Hitler serta jenderal lainnya naik pangkat. Untuk identifikasinya: 1: Hans-Günther von Kluge (diangkat sebagai Generalfeldmarschall), 2: Fedor von Bock (diangkat sebagai Generalfeldmarschall), 3: Gerd von Rundstedt (diangkat sebagai Generalfeldmarschall), 4: Wilhelm Ritter von Leeb (diangkat sebagai Generalfeldmarschall), 5: Wilhelm List (diangkat sebagai Generalfeldmarschall), 6: Johannes Blaskowitz (Generaloberst), 7: Ernst Busch (diangkat sebagai Generaloberst), 8: Georg von Küchler (diangkat sebagai Generaloberst), 9: seorang laksamana, 10: Alfred von Vollard Bockelberg (General der Artillerie), 11: Curt Ludwig Freiherr von Gienanth (General der Kavallerie z.V.), 12: Ewald von Kleist (diangkat sebagai Generaloberst), 13: Friedrich "Fritz" Fromm (diangkat sebagai Generaloberst), 14: Franz Halder (diangkat sebagai Generaloberst), 15: Walter Heitz (General der Artillerie), 16: tidak diketahui, 17: tidak diketahui, 18: tidak diketahui, 19: tidak diketahui, 20: Walther von Reichenau (diangkat sebagai Generalfeldmarschall), 21: Adolf Strauß (diangkat sebagai Generaloberst), 22: Werner Kienitz (General der Infanterie), 23: Hermann Hoth (diangkat sebagai Generaloberst), 24: Sigismund von Förster (Generalleutnant), 25: tidak diketahui, 26: tidak diketahui, 27: Richard Ruoff (General der Infanterie), 28: Erich Hoepner (diangkat sebagai Generaloberst), 29: tidak diketahui, 30: Emil Leeb (General der Artillerie), 31: Alfred Streccius (berjanggut, Charakter als General der Infanterie), 32: tidak diketahui, 33: Friedrich Olbricht (General der Infanterie), 34: Curt Haase (diangkat sebagai Generaloberst), 35: Georg Hans Reinhardt (General der Panzertruppe), 36: Rudolf Schmidt (General der Panzertruppe), 37: Heinrich von Vietinghoff (General der Panzertruppe), 38: Erich von Manstein (tangan di hidung, General der Infanterie), 39: Georg Stumme (General der Kavallerie), 40: tidak diketahui, 41: tidak diketahui, 42: tidak diketahui, 43: Joachim von Kortzfleisch (Generalleutnant), 44: tidak diketahui, 45: tidak diketahui. Yang memberi salam hormat ala Nazi adalah Ewald von Kleist, yang berdiri saat namanya disebut dalam daftar promosi. Keterangan tambahan: pangkat dalam kurung adalah pangkat saat foto ini diambil (19 Juli 1940) dan bukan pangkat terakhir mereka!


Generalfeldmarschall Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B) menunjukkan sesuatu dengan tangannya kepada Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee), sementara di sebelah kanan adalah Kepala Operasi 6. Armee yang bernama - tarik nafas - Oberst Anton Reichard Hermann Friedrich Maria Freiherr von Mauchenheim genannt Bechtolsheim (mencret mencret dah mbacanya!). Foto ini diambil pada tanggal 11 Agustus 1940, tak lama setelah berakhirnya penyerbuan Jerman ke Prancis dan Negara-Negara Bawah (Belgia, Belanda, Luxemburg) yang berakhir dengan kemenangan gilang-gemilang pasukan Jerman. 6. Armee (Reichenau) sendiri berada di bawah komando Heeresgruppe B (Bock)



 Generalfeldmarschall Walther von Reichenau mengenakan Wehrmacht offiziers-ledermantel (mantel kulit perwira Wehrmacht) M36. Mantel super keren ini terdiri dari dua baris kancing, dua saku pinggir, serta manset "Prancis". Kancingnya dipasang dengan mesin, dan dilengkapi dengan dua saku ritsleting di bagian dalam. Bagian belakang terbelah dua untuk mengantisipasi saat si pemakai mengendarai sepeda motor atau kuda. Terdapat dua buah sabuk pengikat berbahan sama: di bagian kaki untuk membuat jubah tetap membujur ke bawah, serta di bagian pinggang untuk tetap menahan jubah saat kondisi berangin kencang


Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (kanan, Oberbefehlshaber 6. Armee) berbincang-bincang serius dengan Konteradmiral Lothar von Arnauld de la Perière (Marine-Befehlshaber Bretagne) dalam acara inspeksi ke gudang persenjataan dan instalasi militer Jerman yang tersebar di sepanjang pantai Brest, Prancis, pada tanggal 23 November 1940 (sumber lain menyebutkan tanggal 26 November 1940). Ketika rencana invasi atas Inggris dibatalkan karena situasi yang tidak memungkinkan, kini giliran pihak Jerman yang memperkuat pertahanannya di sepanjang pinggiran samudera Atlantik, demi menjaga kemungkinan invasi oleh musuh beratnya tersebut!


 Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) dalam acara inspeksi ke pangkalan U-boat Jerman di pantai Atlantik Prancis, bulan Januari 1941. Perwira Kriegsmarine yang berada di sebelah kanan adalah Konteradmiral Walter Matthiae (Oberwerftdirektor Kriegsmarinewerft Lorient). Foto oleh Kriegsberichter Tolle. BTW, meskipun notabene masih dalam kondisi musim dingin - sehingga hampir semuanya mengenakan mantel dalam foto ini - tapi masih ada saja yang "iseng" memakai pakaian putih musim panas seperti yang terlihat di latar belakang!


 Resepsi setelah makan malam di Reichskanzlei, Berlin, sebagai penghormatan untuk kunjungan Menteri Luar Negeri Jepang Yoshuke Matsuoka di Jerman, yang diselenggarakan pada tanggal 28 Maret 1941. Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (tertutup oleh Brauchitsch, Oberbefehlshaber 6. Armee), Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (tertutup oleh Brauchitsch, Oberbefehlshaber West), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Generalfeldmarschall Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), dan Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht)


 Tidak ada keterangan kapan dan dimana foto ini diambil, tapi kemungkinan besar di musim semi tahun 1941 sebelum berlangsungnya Unternehmen Barbarossa alias penyerbuan Jerman atas Uni Soviet. Para perwira yang nongkrong disini berasal dari 6. Armee. Untuk identifikasinya: 1.Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee), 2.Generalleutnant Friedrich Paulus (Chef des Generalstabes 6. Armee), 3.Generalmajor Fritz Koreuber (Höherer Kraftfahrzeugoffizier 6. Armee), 4.Generalleutnant Alfred von Puttkamer (Kommandant rückwärtigen Armeegebiets 585 - Korück 585), 5.Oberst Dietrich von Schlieben (Armee-Pionierführer 6. Armee), 6.Oberst im Generalstab Anton-Reichard Freiherr von Mauchenheim genannt Bechtolsheim (Ia Erster Generalstabsoffizier 6. Armee), 7.Major Dr.phil. h.c. Otto Wagener (Ordonnanzoffizier 6. Armee), 8.Oberst Günther Lohmann (Kommandeur Luftwaffe bei der 6. Armee), 9.Tidak dikenal, 10.Tidak dikenal, dan 11.Tidak dikenal


 Marsekal Slavko Kvaternik (kiri, Menteri Angkatan Bersenjata Kroasia) berbincang-bincang dengan Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee), sementara sedikit tertutup oleh Reichenau adalah SA-Obergruppenführer Siegfried Kasche (Gesandter I. Klasse in Zagreb), diikuti oleh Generalmajor z.V. Edmund Glaise von Horstenau (Deutscher Bevollmächtigter General in Kroatien) yang berdiri paling kanan. Foto ini diambil pada tanggal 24-25 Juli 1941 di dekat Zhitomir (Ukraina), saat Marsekal Kvaternik melakukan kunjungan kepada unit sukarelawan Kroasia yang tergabung dalam 6. Armee pimpinan Reichenau. Unit ini nantinya musnah dalam Pertempuran Stalingrad setahun kemudian



Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (tengah, Oberbefehlshaber 6. Armee) mengantar berkeliling Marsekal Slavko Kvaternik (kiri, Menteri Angkatan Bersenjata Kroasia) yang sedang mengadakan kunjungan kepada unit sukarelawan Kroasia yang tergabung dalam 6. Armee pimpinan Reichenau. Unit ini nantinya musnah dalam Pertempuran Stalingrad setahun kemudian. Foto diambil pada tanggal 24-25 Juli 1941 di dekat Zhitomir (Ukraina). Di latar belakang terlihat deretan Leichter Panzerspähwagen Sd.Kfz. 222, yang biasa digunakan oleh Aufklärungstruppe (Pasukan Pelopor)



Foto hasil karya Kriegsberichter Mahla yang diambil pada bulan Juli 1941 di Ukraina (Uni Soviet) ini memperlihatkan Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) sedang duduk sendirian sambil mempelajari sebuah peta, sementara holster pistol Luger tersampir di ikat pinggangnya. Selama berlangsungnya Unternehmen Barbarossa (invasi Jerman atas Uni Soviet), sebagai Panglima 6. Armee, Reichenau memimpin pasukannya sampai ke jantung wilayah Rusia di musim panas tahun 1941. Pasukan yang dipimpinnya merupakan bagian dari Heeresgruppe Süd dan mampu merebut kota Kiev, Belgorod, Kharkov dan Kursk dari tangan musuh. Selama berlangsungnya gerak maju tersebut, pasukan Jerman harus menghadapi tank-tank Soviet yang mempunyai kualitas serta persenjataan yang jauh lebih baik. Reichenau menyempatkan diri untuk menginspeksi beberapa tank musuh yang dijumpainya, dengan masuk ke bagian dalam dan mengukur lapisan bajanya. Berdasarkan keterangan dari Paul Jordan, salah seorang perwira staff-nya, setelah menginspeksi sebuah tank T-34, Reichenau berkata kepada perwira-perwira yang mengiringinya: "Bila pihak Rusia memproduksi ini dalam jumlah besar, kita sudah pasti akan kalah perang!"


 Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) dengan serius membaca sebuah peta, sementara interimstab (tongkat komando) miliknya tertancap di sampingnya. Foto ini diambil di Front Timur di bulan Agustus 1941. Meskipun notabene seorang marsekal (jenderal bintang empat), tapi Reichenau tidak segan-segan untuk membawa serta senapan atau pistol bersamanya saat melakukan inspeksi ke front depan pertempuran, layaknya seorang prajurit biasa! Disini kita melihat patronentasche (kantong peluru) untuk senapan Kar98k yang tersampir di ikat pinggangnya


 Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) berdiskusi dengan General der Infanterie Hans von Obstfelder (Kommandierender General XXIX. Armeekorps) mengenai situasi terkini gerak maju pasukan Jerman di Front Timur. Foto diambil pada tanggal 6 Agustus 1941. Dalam Unternehmen Barbarossa (penyerbuan Jerman atas Uni Soviet), 6. Armee beroperasi di selatan Rusia di bawah komando Heeresgruppe Süd pimpinan Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt. Ketika Rundstedt dipecat oleh Hitler pada tanggal 9 Desember 1941 gara-gara kegagalannya dalam merebut kota Moskow, Reichenau lah yang ditunjuk sebagai penggantinya


 Dari kiri ke kanan: Generaloberst Ewald von Kleist (Oberbefehlshaber Panzergruppe 1), Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), dan Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee). Tampak Brauchitsch dan Reichenau membawa serta interimstab (tongkat komando) yang hanya khusus dipakai oleh Marsekal Jerman. Foto hasil jepretan Kriegsberichter Fremke ini diambil pada tanggal 11 Agustus 1941, saat Kleist dan Reichenau menyambut kedatangan Brauchitsch yang baru tiba di lapangan udara dalam lawatannya ke ke Front Timur. Fotonya kemudian dipublikasikan untuk pertama kalinya dalam "Berliner Morgenpost" edisi tanggal 18 Agustus 1941


Dua orang jenderal Wehrmacht terlihat jalan bareng sambil berbincang-bincang santai di Kiev (Ukraina), musim panas tahun 1941. Mereka adalah, dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) dan General der Infanterie Werner Kienitz (Kommandierender General XVII. Armeekorps). Kienitz merupakan bawahan Reichenau dalam penyerbuan Jerman atas Uni Soviet di tahun 1941 - yang lebih dikenal dengan nama "Unternehmen Barbarossa" (Operasi Barbarossa) - dimana XVII. Armeekorps sendiri berada di bawah komando 6. Armee dari tanggal 22 April 1941 s/d 7 Oktober 1942



Kunjungan Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd) ke markas 6. Armee di Zhitomir, Ukraina, pada tanggal 22 September 1941. Dia diterima oleh Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee), yang mengenakan Weißer Dienstrock (seragam putih musim panas). Kedua Marsekal Jerman ini sama-sama membawa serta interimstab (tongkat komando), yang merupakan pelengkap utama seorang jenderal bintang empat saat bertugas. Foto bawah memperlihatkan penampakan General der Infanterie Georg von Sodenstern (Chef des Generalstabes Heeresgruppe Süd) di belakang Rundstedt


 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dan Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) menyantap nasi uduk bersama-sama. Foto ini diambil pada tanggal 23 September 1941 di Zhitomir, Ukraina, saat sang Führer melakukan kunjungan ke markas 6. Armee. Reichenau sendiri adalah seorang fanatik Nazi yang sangat memuja Hitler. Dia telah menjadi anggota NSDAP dari sejak sebelum naiknya Hitler ke tampuk kekuasaan, walaupun hal tersebut jelas-jelas dilarang bagi seorang anggota militer Jerman pada saat itu!


Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) sedang membahas sebuah peta bersama dengan perwira-perwira Wehrmacht. Pertama dari kanan adalah Oberstleutnant Heinz von Gyldenfeldt (Erster Generalstabsoffizier beim Oberbefehlshaber des Heeres), diikuti oleh Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee). Caption foto ini menyebutkan bahwa dia diambil pada tanggal 30 September 1941 di sebuah Hauptquartier (markas), meskipun tidak diketahui markas siapa: Brauchitsch ataukah Reichenau?


Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) berdiskusi serius dengan Generalleutnant Otto Stapf (Kommandeur 111. Infanterie-Division), yang melaporkan situasi terkini di Front Timur, bulan September 1941. Dalam penyerbuan Jerman ke Rusia di tahun tersebut, 111. Infanterie-Division (Stapf) berada di bawah komando 6. Armee (Reichenau), dan sebagian besar beroperasi di wilayah Ukraina (Kiev dan Zhitomir). Foto hasil karya Kriegsberichter Andersen ini pertama kali dipublikasikan pada tanggal 1 Oktober 1941.


 Foto lain yang memperlihatkan Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (kanan, Oberbefehlshaber 6. Armee) dan Generalleutnant Otto Stapf (Kommandeur 111. Infanterie-Division), yang diambil selama berlangsungnya Unternehmen Barbarossa di Front Timur tahun 1941. Stapf sendiri adalah salah satu dari sangat sedikit anggota Wehrmacht yang dianugerahi dua medali bergengsi era Perang Dunia II: Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (untuk keberanian atau kepemimpinan di garis depan pertempuran) serta Ritterkreuz des Kriegsverdienstkreuz (untuk upaya membantu peperangan di garis belakang pertempuran). Medali pertama diraihnya pada tanggal 31 Agustus 1941 sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 111. Infanterie-Division, sementara medali kedua diraihnya pada tanggal 10 September 1944 sebagai General der Infanterie dan Chef Wehrwirtschaftsstab Ost


 Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) dalam sebuah foto studio yang diambil pada tanggal 13 November 1941. Disini kita bisa melihat dengan jelas monokel (kacamata tunggal) yang tertempel di mata kanannya. Benda satu ini menjadi salah satu ciri khas jenderal-jenderal Jerman dalam Perang Dunia I dan II (terutama yang berasal dari Prusia). Selain Reichenau, perwira-perwira tinggi Wehrmacht lain yang mengenakannya diantaranya adalah Hans Krebs, Werner Freiherr von Fritsch, Walter Model, Dietrich von Saucken, Dietrich von Choltitz, Hugo Sperrle, dan "saudara kembar" Reichenau, Georg Stumme (saking miripnya tampang mereka berdua!)


 Upacara pemakaman General der Infanterie Kurt von Briesen (Kommandierender General LII. Armeekorps) yang tewas pada tanggal 20 November 1941 di dekat Isjum (Donetsk) saat mendapat serangan dari pesawat udara Rusia. Jenazahnya kemudian dikebumikan di Deutscher Soldatenfriedhof Kharkov di Ukraina tak lama kemudian. Untuk identifikasinya, aki-aki yang menghadap kamera sambil memegang tongkat adalah General der Infanterie Georg von Sodenstern (Chef der Generalstabes Heeresgruppe Süd), sementara di belakangnya yang sedang menunduk adalah Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd). Di sebelah kanan memakai ledermantel (jaket kulit) adalah Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee)


 Upacara pemakaman Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd) yang diselenggarakan di halaman Berliner Zeughaus (Gudang Senjata Berlin), sebelum dikebumikan di Invalidenfriedhof di hari yang sama. Sebagai identifikasinya, dari kiri ke kanan: 1.SS-Obergruppenführer Dr. Philipp Bouhler (Leiter der Reichsstelle für das Schul- und Unterrichtswesen), 2.Dr. Wilhelm Frick (Reichsminister des Innern), 3.Generaloberst Friedrich "Fritz" Fromm (Chef Heeresrüstung und Befehlshaber des Ersatzheeres), 4.Dr. Joseph Goebbels (Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda), 5.General der Artillerie Emil Leeb (Chef Heereswaffenamtes im Oberkommando des Heeres), 6.Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), 7.Generalfeldmarschall Hugo Sperrle (Chef Luftflotte 3), dan 8.Generalfeldmarschall Erhard Milch (Generalinspekteur der .Foto hasil karya Kriegsberichter Schwahn yang diambil pada tanggal 23 Januari 1942 ini mempunyai teks asli yang berbunyi: "Des Generalfeldmarschalls von Reichenau letzte Fahrt. Während der Sarg mit den sterblichen Überresten auf die Lafette gehoben wird, haben die Trauergäste vor dem Zeughaus Aufstellung genommen" (Perjalanan terakhir Marsekal Lapangan von Reichenau. Saat peti jenazah diangkat ke penarik meriam, para pelayat berdiri memperhatikan di depan Gudang Senjata)


23 Januari 1942: Reichsmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe) - mewakili sang Führer - memberi hormat menggunakan marschallstab (tongkat Marsekal) di hadapan peti jenazah Generalfeldmarschall Walther von Reichenau yang disemayamkan di halaman Berliner Zeughaus sebelum dikebumikan di Invalidenfriedhof di hari yang sama. Göring juga memberi eulogi (kata kenangan) sebagai penghargaan bagi sang Marsekal yang meninggal akibat serangan jantung beberapa hari sebelumnya, sementara kata sambutan lainnya diberikan oleh Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt. Foto oleh Kriegsberichter Braemer dan Guell


 Gambar ini saya buat hanya dengan bermodalkan pulpen semata, dibuat di atas sampul buku folio yang digunakan untuk mencatat tabungan anak-anak tetangga saya! Hehehe... Yang jelas, disini diperlihatkan Adolf Hitler sedang berunding dengan jenderal Walther von Reichenau (kelak menjadi Generalfeldmarschall) tentang operasi Fall Weiss yang dilancarkan Jerman (invasi ke Polandia) tahun 1939. Di latar belakang tampak panglima Schutzstaffel Heinrich Himmler, juga Generalmajor dari Luftwaffe, Karl-Heinrich Bodenschatz (pangkat terakhirnya adalah General der Flieger). Harusnya sih yang ditatap Hitler adalah gambar peta, tapi saya ubah menjadi 'judul' buku tempat gambar tersebut ditulis, yaitu : Boekoe Doeit! Hehehe...



Sumber :
Buku "Die Chinapolitik des Deutschen Reiches 1871 bis 1945" karya Udo Ratenhof
Buku "Fall Gelb 1940 (1): Panzer breakthrough in the West" karya Douglas C. Dildy
Buku "Wydawnictwo Militaria 75: Fall Gelb 1940"
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi pribadi Gregg "Graveland"
Foto koleksi pribadi Jason D. Mark
Foto koleksi pribadi Jeremy Dixon
Foto koleksi pribadi Ken Crane
www.alamy.com
www.beeldbankwo2.nl
www.bildarchiv.bsb-muenchen.de
www.commons.wikimedia.org
www.digitaltmuseum.se
www.express.co.uk
www.forum.axishistory.com
www.geocities.ws
www.gettyimages.com
www.gmic.co.uk
www.granger.com
www.historicalwarmilitariaforum.com
www.kulturpool.at
www.maisondusouvenir.be
www.verwaltungshandbuch.bayerische-landesbibliothek-online.de
www.warrelics.eu
www.wehrmacht-awards.com
www.wwii.space