Thursday, September 18, 2014

Koleksi Karya Seni dari Don Troiani

"The Fourth Alabama"
Brigadier General Barnard Elliott Bee, Jr dari pihak Selatan memberi semangat pada 4th Alabama Regiment untuk maju ke medan pertempuran dalam Pertempuran Pertama Bull Run tanggal 12 Juli 1861. Dalam pertempuran ini pula Jenderal Bee terluka parah dan meninggal 10 hari kemudian (22 Juli 1861). Dia tercatat sebagai salah satu jenderal pertama yang gugur dalam Perang Saudara Amerika (1861-1865)


 "Lone Star"
1st Texas yang merupakan bagian dari Texas Brigade pimpinan Brigadier General John Bell Hood dari pihak Selatan menyerbu membabi-buta melewati ladang jagung di Antietam tanggal 17 September 1862. Mereka hampir gila karena belum merasakan sarapan selama berhari-hari sehingga ketika akhirnya bertemu dengan Iron Brigade dari pihak Utara, mereka merangsek terus tanpa mempedulikan bahwa musuh telah menunggu mereka dari kiri dan depan. Gabungan tembakan senapan dan artileri memaksa brigade orang-orang Texas yang terkenal pemberani itu untuk mundur meninggalkan bendera unit mereka serta 8 pembawa bendera dan 186 (dari 226 prajurit) yang menjadi korban! Jumlah yang mencapai 82,2% dari total kekuatan pasukan ini tercatat sebagai persentase tertinggi yang dialami oleh unit Konfederasi dalam Perang Saudara Amerika (1861-1865)


 "Rock of Erin"
Lukisan ini memperlihatkan pertahanan penuh determinasi yang dipertontonkan oleh 69th Pennsylvania Volunteer Infantry dari pihak Utara saat menghadapi serangan Lieutenant-General James Longstreet dari pihak Selatan ke wilayah tengah Cemetery Ridge di hari terakhir Pertempuran Gettysburg tanggal 3 Juli 1863. Serangan yang terkenal itu biasa dinamakan sebagai "Pickett's Charge" yang diambil dari nama jenderal kavaleri Selatan yang memimpin serangan, Major-General George Edward Pickett


 "Patrick Cleburne"
Major-General Patrick Ronayne Cleburne dari pihak Selatan memimpin divisinya dalam serangan terhadap benteng pertahanan yang dibangun oleh Army of Ohio (pihak Utara) di sekeliling Franklin, Nashville (Tennessee), tanggal 30 November 1864. Di saat-saat terakhir sebelum serbuan tersebut, Cleburne sempat berkata pada koleganya Brigadier General Daniel Chevilette Govan: "Well, Govan... bila kita harus mati, maka kita harus mati seperti seorang lelaki!" Cleburne akhirnya terbunuh dalam serangan tersebut oleh peluru yang merobek dadanya setelah sebelumnya sempat berganti kuda dua kali dan berada di baris terdepan serangan


Sumber :
www.facebook.com
www.firstbullrun.co.uk

Sunday, September 14, 2014

Foto Ergänzungs-Jagdgeschwader 2 (EJG 2)

 Oberstleutnant Heinz Bär dan pesawat Messerschmitt Me 262 "Rote 13" (werknummer 110559). Pada bulan Februari 1945 dia didapuk menjadi Gruppenkommandeur III.Gruppe / Ergänzungs-Jagdgeschwader 2 (EJG 2) yang dilengkapi dengan pesawat-pesawat jet Messerschmitt Me 262. Di unit dan tunggangan barunya tersebut Bär berhasil menembak jatuh 13 pesawat musuh (sebagian besar adalah pesawat pembom kelas berat semacam B-17 dan B-24) sehingga mengerek skor kemenangannya menjadi 217


Sumber :
www.britmodeller.com

Foto Pemburu dan Korbannya

PESAWAT

Leutnant Hans-Joachim Marseille (Flugzeugführer 3./JG 27) dengan bangga berpose bersama salah satu pesawat Sekutu yang ditembak jatuhnya, sebuah Hurricane MK IIB berbaling-baling kayu dari Skuadron RAF no. 274, bulan Februari 1942. Dia juga menyempatkan diri untuk berfoto bersama salah seorang warga Arab lokal. Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Oppitz dari KBK Lw 7 dan pertama kali dipublikasikan tanggal 31 Maret 1942


Major Heinz Bär (Flugzeugführer di 6.Staffel / Jagdgeschwader 1) meninjau korbannya yang ke-184, sebuah Boeing B-17 F"Miss Ouachita" dari 91st Bomb Group, tanggal 21 Februari 1944. Bär mengenakan pakaian favoritnya: jaket kulit penerbang Amerika. Yang berdiri di sebelahnya adalah wingmannya, Oberfeldwebel Leo Schuhmacher yang juga merupakan seorang jagoan udara dengan 23 kemenangan. Lokasinya adalah di perbatasan Jerman dengan Belanda. Foto oleh Kriegsberichter Rothkopf dari PK (Propaganda-Kompanie) Luftflotte 4



Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.en.wikipedia.org

Upacara Promosi Kenaikan Pangkat Wehrmacht

 1 Agustus 1941 : upacara kenaikan pangkat dari Leutnant menjadi Oberleutnant untuk Heinz Bär (Flugzeugführer di 1.Staffel / Jagdgeschwader 51). Dia adalah jagoan udara Luftwaffe yang telah mencetak puluhan kemenangan udara dan telah mendapatkan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes atas prestasinya tersebut satu bulan sebelumnya (2 Juli 1941)

 
Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi ini memperlihatkan Hauptmann Theodor Schulz (Kommandeur II.Bataillon / Jäger-Regiment 75 / 5.Jäger-Division) dipromosikan menjadi Major oleh Generalleutnant Friedrich Sixt (Kommandeur 5. Jäger-Division) tanggal 17 September 1944. Dari kiri ke kanan: Sixt, Major Dieter Keller (IIa Personalverwaltung 5. Jäger-Division) dan Hauptmann Schulz. Dalam foto ini kita bisa dengan jelas melihat Ehrenblattspange des Heeres (lingkaran merah) yang didapatkan Schulz tanggal 17 Februari 1944, sementara Deutsches Kreuz in Gold di dada kanan yang didapatkannya tanggal 3 Oktober 1942 tidak terlihat dalam foto ini

Sumber :

Foto Heinz Bär


 
Oberstleutnant Oskar-Heinz (Heinrich) "Pritzl" Bär (23 Mei 1913 - 28 April 1957) adalah jagoan udara Luftwaffe yang berhasil menembak jatuh 220 pesawat musuh dalam lebih dari 1000 misi tempur.  Dengan total 220 kemenangan udara, Heinz “Pritzl” Bär berada di urutan ke-8 pilot dengan skor terbesar sepanjang sejarah (tujuh pilot di atasnya semuanya merupakan pilot Luftwaffe!). Selain itu, dengan 16 kemenangan menggunakan Me 262, dia berada di urutan ke-3 pilot jet dengan skor terbesar dalam Perang Dunia II. Perlu diketahui bahwa Bär sangat beruntung, dimana dalam semua misi yang pernah dijalaninya, dia sendiri ditembak jatuh oleh musuhnya sebanyak 18 kali! Keberuntungan Bär berakhir saat dia terbunuh dalam sebuah kecelakaan pesawat terbang ringan di Braunschweig, Jerman, tanggal 28 April 1957


 Heinz Bär dengan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes yang didapatkannya tanggal 2 Juli 1941 sebagai Leutnant dan Flugzeugführer di 1.Staffel / Jagdgeschwader 51 (JG 51) "Mölders". Medali tersebut didapatkannya setelah dia berhasil mencetak 27 kemenangan di udara


 1 Agustus 1941 : upacara kenaikan pangkat dari Leutnant menjadi Oberleutnant untuk Heinz Bär (Flugzeugführer di 1.Staffel / Jagdgeschwader 51). Dia adalah jagoan udara Luftwaffe yang telah mencetak puluhan kemenangan udara dan telah mendapatkan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes atas prestasinya tersebut satu bulan sebelumnya (2 Juli 1941)



 Oberleutnant Heinz Bär (Flugzeugführer di 1.Staffel / Jagdgeschwader 51) dalam foto dari tahun 1941. Di tahun itu unitnya, JG 51, berpartisipasi dalam Unternehmen Barbarossa (penyerbuan ke Rusia) sebagai bagian dari II. Fliegerkorps dan beroperasi di front wilayah tengah. Bär mengklaim lima kemenangan udara tanggal 30 Juni 1941 sehingga membuat total skornya menjadi 22. Pada hari ini pula pilot-pilot JG 51 "mengamuk" dengan menembak jatuh 113 pesawat musuh, termasuk di antaranya adalah kemenangan ke-1000 JG 51 sehingga menjadi unit Luftwaffe pertama yang meraihnya! Selain itu, Geschwaderkommodore Oberst Werner Mölders mencatat kemenangan ke-82 sehingga secara resmi melampaui pencapaian 80 kemenangan milik Manfred von Richthofen, jagoan udara dengan pencapaian terbanyak dalam Perang Dunia Pertama!


 Heinz Bär dengan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub #31 yang didapatkannya tanggal 14 Agustus 1941 sebagai Leutnant dan Flugzeugführer di 1.Staffel / Jagdgeschwader 51 (JG 51) "Mölders". Medali tersebut didapatkannya setelah dia berhasil mencetak 60 kemenangan di udara


 
Heinz Bär dengan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub und Schwerter #7 yang didapatkannya tanggal 16 Februari 1942 sebagai Hauptmann dan Staffelkapitän 1.Staffel / Jagdgeschwader 51 (JG 51) "Mölders". Medali tersebut didapatkannya setelah dia berhasil mencetak 90 kemenangan di udara. Tiga kali dia direkomendasikan oleh unitnya untuk mendapatkan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub Schwerter und Brillanten, dan tiga kali pula rekomendasi tersebut ditolak oleh Reichsmarschall Hermann Göring, padahal setelah penganugerahan medalinya yang terakhir tersebut Bär masih "mengamuk" dan menembak jatuh tambahan 130 pesawat lagi!



 
Empat orang pilot jagoan dari I.Gruppe / Jagdgeschwader 51 (JG 51) "Mölders" yang juga adalah Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz), difoto di musim semi 1942. Dari kiri ke kanan: Hauptmann Heinrich "Gaudi" Krafft (Gruppenkommandeur I./JG 51. RK 18 Maret 1942; total 78 kemenangan; KIA 14 Desember 1942), Hauptmann Heinz "Pritzl" Bär (Staffelkapitän 1./JG 51. RK 2 Juli 1941, EL 14 Agustus 1941, SW 16 Februari 1942; total 222 kemenangan), Leutnant Erwin Fleig (Staffelkapitän 2./JG 51. RK 12 Agustus 1941; total 66 kemenangan; ditawan 29 Mei 1942 setelah bail-out seusai dogfight melawan MiG 3 Rusia), serta Oberfeldwebel Heinrich "Tubby" Höfemeier (Flugzeugführer di 1./JG 51. RK 5 April 1942; total 96 kemenangan; KIA 7 Agustus 1943)



Empat orang pilot jagoan dari I.Gruppe / Jagdgeschwader 51 (JG 51) "Mölders" yang juga adalah Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz), difoto di musim semi 1942. Dari kiri ke kanan: Oberfeldwebel Heinrich "Tubby" Höfemeier (Flugzeugführer di 1./JG 51. RK 5 April 1942; total 96 kemenangan; KIA 7 Agustus 1943), Leutnant Erwin Fleig (Staffelkapitän 2./JG 51. RK 12 Agustus 1941; total 66 kemenangan; ditawan 29 Mei 1942 setelah bail-out seusai dogfight melawan MiG 3 Rusia), Hauptmann Heinz "Pritzl" Bär (Staffelkapitän 1./JG 51. RK 2 Juli 1941, EL 14 Agustus 1941, SW 16 Februari 1942; total 222 kemenangan), dan Hauptmann Heinrich "Gaudi" Krafft (Gruppenkommandeur I./JG 51. RK 18 Maret 1942; total 78 kemenangan; KIA 14 Desember 1942)


Hauptmann Heinz Bär (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Jagdgeschwader 77) dan pesawat Messerschmitt Bf109F dengan 103 baris kemenangan di ekornya (tulisan "100" tambah tiga buah Abschußbalken) yang difoto tanggal 10 Mei 1942. Kalau anda mengira bahwa ini pesawat punya dia, maka anda salah! saat itu Bär baru mempunyai 91 kemenangan, dan kemungkinan ini adalah pesawat punya Herbert Ihlefeld, komandan I/JG 77 yang di saat itu menyerahkan tongkat komando kepada Bär


Dua orang pilot andalan dari I.Gruppe / Jagdgeschwader 77  (JG 77) "Herz As" di teater Mediterania, pertengahan tahun 1942. Dari kiri ke kanan: Leutnant Armin Köhler (Flugzeugführer di 3.Staffel / I.Gruppe / Jagdgeschwader 77) dan Hauptmann Heinz Bär (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Jagdgeschwader 77). Köhler (31 Maret 1912 - 30 Agustus 2000) nantinya meraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 7 Februari 1945 sebagai Hauptmann dan Gruppenkommandeur III.Gruppe / Jagdgeschwader 77. Jumlah kemenangannya berada di angka 69


 Jagoan Luftwaffe Jerman Hauptmann Heinz Bär (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Jagdgeschwader 77) bersama dengan staff Gruppe-nya di Comiso, Italia, bulan Juli 1942. Messerschmitt Me 109F-4 di sebelah kiri memperlihatkan baris kemenangan dan karangan bunga Eichenlaub mengelilingi angka "40" di sayap ekornya. Bär sendiri telah mengemas 100+ kemenangan pada saat itu dan akan mengakhiri perang dengan skor 220 fliegerabschüsse




 
 
 
Pesawat Messerschmitt Bf 109 F-4 ((+ (werknummer 13376) milik Stab I.Gruppe / Jagdgeschwader 77 yang dipiloti oleh Gruppenkommandeur Hauptmann Heinz Bär, difoto di Sisilia bulan Juli 1942. Berhubung prestasi pemiliknya yang "mempesona", maka pesawat ini kerap dijadikan latar belakang saat berfoto oleh para anggota unit atau tamu yang berkunjung. Bagian favorit untuk berpose adalah sayap ekor karena memperlihatkan Abschußbalken (baris kemenangan) yang telah diraih oleh Bär sejauh ini. Angka "100" dalam karangan daun ek serta jumlah baris 13 menunjukkan bahwa jumlah kemenangannya bertengger di angka 113, sementara medali Schwerter di bawah karangan daun ek menunjukkan bahwa pemiliknya adalah Schwerternträger (peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub und Schwerter)


 Hauptmann Heinz Bär (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Jagdgeschwader 77) berfoto bersama seekor anak singa di atas pesawat Messerschmitt Bf 109 G-2 yang juga memajang gambar singa melompat sebagai lambangnya. Anak singa tersebut merupakan persembahan dari kebun binatang Leipzig untuk para anggota I./JG 77 saat mereka singgah ke kota yang berada di Freistaat Sachsen tersebut. Foto diambil di lapangan udara Comiso, Sisilia, tahun 1942


 
Dari kiri ke kanan: Hauptmann Heinz Bär (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Jagdgeschwader 77), perwira Luftwaffe tidak dikenal, Leutnant Armin köhler (Flugzeugführer di 3.Staffel / I.Gruppe / Jagdgeschwader 77), dan Major Joachim Müncheberg (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 77). Foto diambil di Tunisia awal tahun 1943. Beberapa minggu kemudian Müncheberg gugur dalam pertempuran udara di atas Zanouch/Gafsa, 23 Maret 1943



 
  
Major Heinz Bär (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Jagdgeschwader 77) di Fatnassa, tunisia, bulan April 1943. Di wilayah udara sekitar Tunisia dan Mediterania Bär telah menambah jumlah kemenangan udaranya menjadi 179, tapi kondisi di medan pertempuran dimana Bär berada di pihak yang kalah dan menghadapi musuh yang selalu berlipat-lipat ganda kekuatannya membuat mental sang pilot jagoan menjadi down serta lelah luar-dalam. Setelah beradu argumen dengan komandan baru JG 77 Oberst Johannes Steinhoff serta Hermann Göring, pada pertengahan tahun 1943 Bär dipindahkan ke Prancis sekaligus dimutasi dari Gruppenkommandeur menjadi hanya Staffelkapitän dengan alasan "menunjukkan sikap pengecut di hadapan musuh"!


Major Heinz Bär (Flugzeugführer di 6.Staffel / Jagdgeschwader 1) meninjau korbannya yang ke-184, sebuah Boeing B-17 F"Miss Ouachita" dari 91st Bomb Group, tanggal 21 Februari 1944. Bär mengenakan pakaian favoritnya: jaket kulit penerbang Amerika. Yang berdiri di sebelahnya adalah wingmannya, Oberfeldwebel Leo Schuhmacher yang juga merupakan seorang jagoan udara dengan 23 kemenangan. Lokasinya adalah di perbatasan Jerman dengan Belanda. Foto oleh Kriegsberichter Rothkopf dari PK (Propaganda-Kompanie) Luftflotte 4


 Hampir segala sesuatu tentang Heinz Bär bisa dibilang "luar biasa". Salah satunya adalah kebiasaannya mengenakan jaket terbang kulit A-2 Amerika "pinjaman" yang menjadi favoritnya, dimulai dari bulan Februari 1944. Jaket tersebut mendapat penambahan schulterklappen (tanda pangkat bahu) kuning dengan jalinan perak yang memperlihatkan pangkat Mayor yang disandangnya, serta di bagian depan tercantol medali Eisernes Kreuz I.Klasse yang didapatkannya tanggal 6 Juli 1940 dalam Pertempuran Britania.. dan semua itu bisa dibilang melanggar peraturan utama Luftwaffe dalam hal berpakaian! Belum lagi pilihannya untuk selalu menerbangkan pesawat cadangan skuadronnya dari tahun 1939! Perlu diketahui bahwa dari jumlah 12 buah pesawat dalam satu Staffel (Skuadron), selalu terdapat tambahan satu pesawat sebagai cadangan darurat untuk berjaga-jaga manakala ada pesawat yang rusak atau hilang. Tapi karena Bär secara kebetulan menembak jatuh pesawat musuh pertamanya saat menggunakan pesawat "Weisse 13", maka dari sejak saat itu dia memutuskan bahwa angka 13 adalah angka keberuntungannya!


 Major Heinz Bär (Staffelkapitän 6.Staffel / II.Gruppe / Jagdgeschwader 1) berbicara dengan rekan sejawatnya dengan latar belakang sebuah pesawat Focke-wulf Fw 190 A-8 "Rote 13" yang merupakan tunggangan dari Bär sendiri. Foto diambil tahun 1944

 Major Heinz Bär (Gruppenkommandeur II.Gruppe / Jagdgeschwader 1) berdiri di atas pesawat Messerschmitt Bf 109 G-6 yang sedang terparkir di landasan udara sekaligus markas II.Gruppe / Jagdgeschwader 1 (JG 1), musim semi 1944. Bär menjadi komandan Gruppe-nya setelah komandan sebelumnya, Hauptmann Hermann Segatz, gugur dalam pertempuran udara tanggal 8 Maret 1944


 Oberstleutnant Heinz Bär dan pesawat Messerschmitt Me 262 "Rote 13" (werknummer 110559). Pada bulan Februari 1945 dia didapuk menjadi Gruppenkommandeur III.Gruppe / Ergänzungs-Jagdgeschwader 2 (EJG 2) yang dilengkapi dengan pesawat-pesawat jet Messerschmitt Me 262. Di unit dan tunggangan barunya tersebut Bär berhasil menembak jatuh 13 pesawat musuh (sebagian besar adalah pesawat pembom kelas berat semacam B-17 dan B-24) sehingga mengerek skor kemenangannya menjadi 217

----------------------------------------------------------------


Messerschmitt Bf 109 F-4 ((+ (werknummer 13376) milik Stab I.Gruppe / Jagdgeschwader 77 (JG 77) yang dpiloti oleh Gruppenkommandeur Hauptmann Heinz Bär di atas udara Krimea (Rusia) bulan Mei 1942. Ekornya menunjukkan jumlah kemenangan 103 buah, yang diraihnya tanggal 19 Mei 1942 dimana Bär menembak jatuh tidak kurang dari lima pesawat Soviet! Di hari yang sama General der Jagdflieger Adolf Galland melakukan inspeksi ke I./JG 77, yang bersamaan waktunya dengan kemenangan ke-2000 yang diraih oleh JG 77. Pencapaian Bär ini membuat namanya disebutkan dalam Wehrmachtbericht untuk kedua kalinya dalam edisi 20 Mei 1942


Messerschmitt Bf 109 F-4 ((+ (werknummer 13376) milik Stab I.Gruppe / Jagdgeschwader 77 (JG 77) yang dpiloti oleh Gruppenkommandeur Hauptmann Heinz Bär di atas udara Comiso (Italia) bulan Agustus 1942. Cat kamuflasenya terdiri dari RLM 74/75/76 sementara di bagian baling-baling adalah RLM 70. Chevron hitam-putih terdapat di bagian mesin. Perhatikan 13 baris putih dengan bintang merah di atasnya di bagian ekor yang merupakan tambahan dari jumlah kemenangan bersimbolkan angka "100"


 Focke-Wulf Fw 190 A-7 "Gelbe 12" yang diterbangkan oleh Major Heinz Bär (Staffelkapitän 6.Staffel / Jagdgeschwader 1) tanggal 21 Februari 1944. Di hari itu dia menembak jatuh tiga buah pesawat USAAF (sebuah Boeing B-17 "Flying Fortress" dan dua buah North American P-51 "Mustang"). Bär nantinya akan menembak jatuh tujuh P-51 lainnya, termasuk empat yang menjadi korban Messerschmitt Me 262 yang dipilotinya. Skor ini terbilang sedikit dibandingkan dengan total 220 pesawat yang telah ditembak jatuhnya. Penyebabnya seperti yang diutarakan oleh Bär sendiri: "P-51 mungkin adalah pesawat tersulit yang kuhadapi dari seluruh pesawat Sekutu. Mustang mempunyai kecepatan, manuver, serta sulit diidentifikasi karena bentuknya yang mirip dengan Me 109 saat sedang berada di udara... Bila dia mempunyai keuntungan taktis, maka besar kemungkinan dia akan menang dalam setiap pertempuran.."


Sumber :
Buku “Luftwaffe Fighter Aircraft in Profile” oleh Christer Bergström dan Claes Sundin
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman