Sunday, October 29, 2017

Staatsbegräbnis (Upacara Pemakaman Kenegaraan)



DAFTAR STAATSBEGRÄBNIS MASA THIRD REICH :

24.01.1934 Architekt Paul Ludwig Troost (arsitek pribadi Hitler)
07.08.1934 Reichspräsident Paul von Hindenburg
19.09.1934 Edwin Bechstein (industrialis Jerman pendukung Hitler)
12.12.1934 SA-Gruppenführer Gustav Zunkel
26.10.1935 Gauleiter Wilhelm Friedrich Loeper
12.02.1936 Wilhelm Gustloff (tokoh Nazi Swiss)
15.04.1936 Leopold von Hoesch (Duta Besar Jerman untuk Inggris)
20.05.1936 SS-Oberführer Julius Schreck (pengawal pribadi Hitler)
03.06.1936 General der Infanterie a.D. Karl Litzmann (simpatisan Nazi veteran Perang Dunia I)
22.12.1937 General der Infanterie a.D. Erich Ludendorff (simpatisan Nazi veteran Perang Dunia I)
30.09.1938 General der Infanterie a.D. Alfred Krauss
17.11.1938 Ernst vom Rath (Diplomat Jerman)
18.02.1939 Gauleiter Hubert Klausner
28.06.1939 General der Kavallerie Wilhelm Knochenhauer
25.08.1939 Generalleutnant a.D. Oskar Freiherr von Watter
23.09.1939 Generaloberst Werner Freiherr von Fritsch
10.11.1939 Delapan orang korban bom Bürgerbräukeller
12.04.1940 General der Artillerie Prof. Dr. Karl Becker
24.08.1940 Paul Nipkow (pelopor siaran televisi yang juga anggota Partai Nazi)
11.10.1940 Admiral a.D. Adolf von Trotha
02.02.1941 Reichsminister Franz Gürtner 
20.02.1941 SA-Obergruppenführer Hermann Kriebel
04.03.1941 Vizeadmiral Lothar von Arnauld de la Perière (jagoan U-boat zaman Perang Dunia I)
30.03.1941 Generaloberstabsarzt Prof. Dr. med. Anton Waldmann
06.09.1941 Hugo Bruckmann (penerbit publikasi Nazi)
22.11.1941 Generaloberst (Luftwaffe) Ernst Udet
28.11.1941 Oberst Werner Mölders (jagoan udara Luftwaffe)
14.12.1941 Char. Generalfeldmarschall Eduard Freiherr von Böhm-Ermolli
16.12.1941 Reichsminister Hanns Kerrl
22.01.1942 Generaldirektor August Diem
23.01.1942 Generalfeldmarschall Walther von Reichenau
04.02.1942 SA-Obergruppenführer Georg Hofmann
12.02.1942 Reichsminister Dr. Fritz Todt
18.03.1942 Wehrwirtschaftsführer Robert Bosch (industrialis Jerman)
14.05.1942 General der Infanterie z.V. Fritz von Lossberg
22.05.1942 Gauleiter Carl Röver
06.06.1942 SS-Obergruppenführer Reinhard Heydrich
21.06.1942 NSKK-Korpsführer Adolf Hühnlein
10.08.1942 General der Flieger Hermann von der Lieth-Thomsen
07.11.1942 Reichsminister Ludwig Siebert
29.03.1943 Reichssportführer Hans von Tschammer und Osten
07.05.1943 SA-Stabschef Viktor Lutze
13.05.1943 General der Infanterie Walter von Brockdorff-Ahlefeldt
22.08.1943 Generaloberst Hans Jeschonnek
27.09.1943 Generalkommissar Wilhelm Kube
04.02.1944 SS-Brigadeführer Franz Kutschera
26.04.1944 Generaloberst Hans-Valentin Hube
27.04.1944 Gauleiter Adolf Wagner
00.07.1944 SS-Gruppenführer Wilhelm Grimm
03.08.1944 Generaloberst (Luftwaffe) Günther Korten
04.10.1944 Gauleiter Joseph Bürckel
09.10.1944 General der Infanterie Rudolf Schmundt (ajudan Hitler)
11.10.1944 Major Helmut Lent (jagoan udara Luftwaffe)
18.10.1944 Generalfeldmarschall Erwin Rommel
14.11.1944 Major Walter Nowotny (jagoan udara Luftwaffe)
20.01.1945 SS-Gruppenführer Josef Fitzthum
28.03.1945 SS-Obersturmbannführer Hans Dorr (Schwerterträger)
15.05.1945 Kapitän zur See Wolfgang Lüth (jagoan U-boat)

------------------------------------------------------------------------------

 Upacara pemakaman mantan jenderal terkenal Jerman dalam Perang Dunia I, Erich Ludendorff, yang diselenggarakan di Münich pada tanggal 22 Desember 1937. Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) berjalan paling depan, diikuti oleh, baris pertama dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Werner von Blomberg (Reichskriegsminister und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), dan General der Infanterie Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppenkommando 3). Baris kedua: General der Artillerie Walther von Reichenau (Kommandierender General VII. Armeekorps di Münich) dan General der Flieger Hugo Sperrle (Kommandierender General Luftkreis V di Münich)


 Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) memberikan pidato di kompleks pemakaman Invalidenfriedhof (Berlin), dalam acara pemakaman kenegaraan untuk Generalleutnant a.D. Oskar Freiherr von Watter, yang diselenggarakan pada tanggal 25 Agustus 1939. Watter (kelahiran 2 September 1861) adalah veteran Perang Dunia Pertama yang menjadi Komandan 54. Infanterie-Division di Front Barat. Dia dikenal sebagai seorang komandan divisi yang pemberani sekaligus cerdas, sehingga mendapatkan anugerah medali Eichenlaub zum Pour le Mérite sebagai penghargaan atas prestasinya. Sang pensiunan jenderal era Kekaisaran dan Reichswehr sekaligus pahlawan perang Jerman ini meninggal dunia dengan tenang di usia 77 tahun pada tanggal 23 Agustus 1939 di Berlin


 Upacara pemakaman kenegaraan untuk General der Artillerie Prof.Dr.-Ing. Dr.Phil.h.c. Karl Becker (Chef Heeres-Waffenamt), yang diselenggarakan di Technische Hochschule Berlin, tanggal 12 April 1940. Becker meninggal dunia beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada tanggal 8 April 1940, akibat dari bunuh diri. Selama berbulan-bulan dia mengalami depresi karena mendapat tekanan dari Hitler dan atasannya, yang menyalahkannya atas menurunnya kapasitas produksi mesin-mesin perang Jerman. Bunuh dirinya sang jenderal ditutupi dengan upacara pemakaman kenegaraan yang megah, yang dihadiri langsung oleh Adolf Hitler. Dalam foto ini, tiga orang yang berada di belakang sang Führer adalah, dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Rudolf Hess (Stellvertreter des Führers), dan Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe). Di belakangnya lagi adalah para ajudan: Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), Hauptmann Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), dan Oberstleutnant Curt Siewert (1. Adjutant Oberbefehlshaber des Heeres)


Upacara pemakaman Generaloberst Dr.-Ing. h.c. Ernst Udet (Generalluftzeugmeister und Chef des Planungsamts der Luftwaffe) yang diselenggarakan pada tanggal 21 November 1941. Jenazah sang mantan jagoan udara Jerman dalam Perang Dunia Pertama tersebut - yang kemudian mati karena bunuh diri - kini diantarkan menuju ke tempat peristirahatannya yang terakhir di Invalidenfriedhof, Berlin. Reichsmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe) memimpin para jenderal Wehrmacht yang berjalan di belakang peti jenazah. Tepat berada di depan Göring adalah barisan jagoan udara Luftwaffe yang bertindak sebagai penjaga kehormatan, dari kiri ke kanan: Hauptmann Gordon Gollob (Gruppenkommandeur II.Gruppe / Jagdgeschwader 3) dan Major Günther Freiherr von Maltzahn (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 53). Sementara itu, yang berada di baris pertama di belakang Göring adalah, dari kiri ke kanan: General der Flieger Bruno Loerzer (Kommandierender General II. Fliegerkorps), General der Infanterie Georg Thomas (Chef Wehrwirtschafts und Rüstungsamt), Generaloberst Hubert Weise (Luftwaffen-Befehlshaber Mitte), Dr. ing. Prof. h.c. Fritz Todt (Reichsminister für Bewaffnung und Munition) yang mengenakan seragam kehormatan Generalmajor Luftwaffe, serta General der Flieger Karl-Heinrich Bodenschatz (Chef des Ministeramts des Reichsministers für Luftfahrt und Oberbefehlshaber der Luftwaffe)

 23 Januari 1942: Reichsmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe) - mewakili sang Führer - memberi hormat menggunakan marschallstab (tongkat Marsekal) di hadapan peti jenazah Generalfeldmarschall Walther von Reichenau yang disemayamkan di Berliner Zeughaus sebelum dikebumikan di Invalidenfriedhof di hari yang sama. Göring juga memberi eulogi (kata kenangan) sebagai penghargaan bagi sang Marsekal yang meninggal akibat serangan jantung beberapa hari sebelumnya, sementara kata sambutan lainnya diberikan oleh Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt


 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) memberi hormat dalam Staatsbegräbnis (Upacara Pemakaman Kenegaraan) untuk  Generaloberst Hans-Valentin Hube (Oberbefehlshaber 1. Panzerarmee) yang diselenggarakan di Reichskanzlei, Berlin, pada tanggal 26 April 1944. Jarang sekali Sang Führer mau menghadiri sebuah upacara pemakaman (apalagi untuk perwira Wehrmacht!) kecuali kalau memang si orang yang meninggal dianggap penting. Begitu special pake telor-nya Hube buat Hitler, sehingga Hitler pun menyempatkan diri untuk menyampaikan eulogi singkat dalam upacara ini! Di sebelah kanan terlihat dua orang Panzermänner membawa Ordenskissen (bantal medali) berisi medali-medali dan penghargaan yang telah diraih Hube semasa hidupnya. Biasanya cukup hanya satu Ordenskissen yang dibawa, tapi ini ada dua Brow! Ordenskissen di sebelah kiri dikhususkan menyimpan medali Brillanten yang diterima Hube sehari sebelum dia tewas. BTW, orang dengan stahlhelm dan pita hitam yang menjadi penjaga kehormatan di tengah-tengah foto ini adalah Heinrich Eberbach, sementara yang persis menghadap tangan Hitler adalah Friedrich Kirchner. Dua-duanya mempunyai pangkat terakhir General der Panzertruppe




Sumber :

Friday, October 27, 2017

Chef des Regiments (Komandan Resimen Kehormatan)

Desember 1936: Mantan Chef des Heeresleitung masa Reichswehr - dan orang yang paling berjasa dalam pengembangan militer Jerman di masa sebelum Nazi - Generaloberst z.V. Hans von Seeckt, mengadakan kunjungan ke markas Infanterie-Regiment 67 dimana dia diangkat menjadi Komandan Kehormatan atau Chef des Regiment (Seeckt sendiri mengenakan insignia Chef des Regiment dan bukannya insignia jenderal). Disini dia (berdiri di tengah menghadap kamera) sedang memperhatikan komandan upacara yang juga merupakan komandan Infanterie-Regiment 67, Oberst Ernst Seifert. Di sebelah kiri adalah Generalmajor Ernst Busch (Kommandeur 23. Infanterie-Division), sedangkan di sebelah kanan adalah Generaloberst Werner Freiherr von Fritsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Dari tanggal 15 Oktober 1935, Infanterie-Regiment 67 (Seifert) berada di bawah komando 23. Infanterie-Division (Busch). Kemungkinan besar foto ini diambil pada saat upacara penganugerahan Chef des Regiment untuk Generaloberst Seeckt.

-------------------------------------------------------------------------



Oleh : Alif Rafik Khan

Di dalam tubuh Angkatan Bersenjata Jerman, Secara umum terdapat dua cara penghormatan yang dijadikan pertimbangan untuk  mengikutsertakan jenderal yang telah pensiun ke dalam Rangliste (daftar pangkat aktif) sebuah unit militer:

1. Chef eines Regiments 
2. die Uniform eines Regiments tragen 

Kekhususan ini hanya berlaku untuk jenderal dengan pangkat tiga bintang ke atas, apakah dengan paten/resmi ataukah hanya gelar saja. Jenderal tiga bintang paling senior (paten penuh) yang tidak terdaftar, baik dalam Rangliste pra 1933 atau Stellenbesetzung keluaran 3 Januari 1939, adalah General der Artillerie Freiherr Kreß von Kressenstein (Friedrich) 

Inilah daftar para Chef des Regiments serta die Uniform eines Regiments yang terdapat dalam Rangliste pra 1933 atau Stellenbesetzung keluaran 3 Januari 1939:

-------------------------------------------------------------------------

CHEF DES REGIMENTS

22.04.1936 Generaloberst Hans von Seeckt: Chef des Infanterie-Regiments 67
09.08.1936 Generalfeldmarschall August von Mackensen: Chef des Kavallerie-Regiments 5
13.03.1937 Generalfeldmarschall Werner von Blomberg: Chef des Infanterie-Regiments 73
15.06.1938 Generaloberst Werner Freiherr von Fritsch: Chef des Artillerie-Regiments 12
16.10.1938 General der Infanterie Franz Ritter von Epp: Chef des Infanterie-Regiments 61
01.11.1938 Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt: Chef des Infanterie-Regiments 18
05.07.1940 Generaloberst Günther Rüdel: Chef des Flak-Regiments 5
31.10.1940 Generalfeldmarschall Eduard von Böhm-Ermolli: Chef des Infanterie-Regiments 28
00.00.19__ General der Artillerie Richard von Berendt: Chef des Artillerie-Regiments 59  
00.00.19__ Generalfeldmarchall Ewald von Kleist: Chef des Kavallerie-Regiments 8 
00.00.19__ General der Infanterie Curt Liebmann: Chef des Infanterie-Regiments 5 

-------------------------------------------------------------------------

DIE UNIFORM EINES REGIMENTS TRAGEN

01.10.1920 General der Infanterie Walter von Hülsen : 15. Infanterie-Regiment
01.10.1920 General der Infanterie Walter von Bergmann : 6. Infanterie-Regiment
01.09.1921 General der Artillerie Richard von Berendt : 3. (Preußisches) Artillerie-Regiment
01.01.1923 General der Infanterie Arnold Ritter von Möhl : 20. (Bayerische) Infanterie-Regiment
01.01.1925 General der Infanterie Walter Reinhardt : 13. (Württembergische) Infanterie-Regiment
01.01.1925 General der Kavallerie Maximilian von Poseck : 6. (Preußisches) Reiter-Regiment
01.01.1926 Generaloberst Hans von Seeckt : 9. (Preußisches) Infanterie-Regiment
01.10.1926 General der Infanterie Friedrich von Loßberg : 9. (Preußisches) Infanterie-Regiment
01.02.1927 General der Artillerie Rudolf Bleidorn : 5. Artillerie-Regiment
01.02.1927 General der Infanterie Ernst Hasse : Infanterie-Regiment 4
01.11.1927 General der Infanterie Erich von Tschischwitz : 8. (Preußisches) Infanterie-Regiment
01.03.1928 General der Infanterie Leopold Freiherr von Ledebur : Infanterie-Regiment 16
01.01.1929 General der Infanterie Erich Wöllwarth : Infanterie-Regiment 15
01.04.1929 General der Infanterie Otto Hasse : Infanterie-Regiment 7
01.10.1929 General der Infanterie Hermann Reinicke : Infanterie-Regiment 3
01.10.1929 General der Infanterie Friedrich Freiherr von Esebeck : Infanterie-Regiment 8
01.10.1929 General der Infanterie Joachim von Amsberg : Infanterie-Regiment 17
01.12.1929 General der Infanterie Adolf Ritter von Ruith : Infanterie-Regiment 19
01.12.1929 General der Kavallerie Hugo von Kayser : 3. (Preußisches) Reiter-Regiment
01.01.1930 Generaloberst Wilhelm Heye : 1. (Preußisches) Infanterie-Regiment
01.02.1931 General der Infanterie Karl Ritter von Prager : 19. (Bayerische) Infanterie-Regiment
01.05.1931 General der Artillerie Max Föhrenbach : 1. (Preußisches) Artillerie-Regiment
01.10.1931 General der Infanterie Rudolf Schniewindt : 12. Infanterie-Regiment
01.11.1931 General der Infanterie Edwin von Stülpnagel : 4. (Preußisches) Infanterie-Regiment
01.12.1931 General der Infanterie Hans Freiherr Seutter von Lötzen : Infanterie-Regiment 16
01.01.1932 General der Infanterie Joachim von Stülpnagel : Infanterie-Regiment 17
01.10.1933 General der Kavallerie Kurt Freiherr von Gienanth : Kavallerie-Regiment 13
01.10.1933 General der Artillerie Erich Freiherr von dem Bussche-Ippenburg : Artillerie-Regiment 6
01.10.1933 General der Artillerie Alfred von Vollard-Bockelberg : Artillerie-Regiment 12
31.01.1934 Generaloberst Kurt Freiherr von Hammerstein-Equord : Generalstab des Heeres
01.10.1934 General der Infanterie Wolfgang Fleck : Infanterie-Regiment 9
01.11.1935 General der Panzertruppe Oswald Lutz : Panzer-Regiment 1
01.08.1936 General der Kavallerie Ewald von Kleist : Kavallerie-Regiment 8
01.10.1936 General der Kavallerie Franz Freiherr Kress von Kressenstein : Kavallerie-Regiment 17
01.03.1938 Generalfeldmarschall Wilhelm Ritter von Leeb : Artillerie-Regiment 7
01.11.1938 Generaloberst Ludwig Beck : Artillerie-Regiment 5
01.10.1939 Generaloberst Wilhelm Adam : Gebirgsjäger-Regiment 98



Sumber :

Foto Nachtjagd / Nachtjäger (Unit Pemburu Malam Luftwaffe)

Foto bersejarah yang memperlihatkan para "Mannschaft" (anggota) Fliegerhorst Leeuwarden, Belanda, sekitar tahun 1942. Baris pertama (duduk), dari kiri ke kanan: Hauptmann Heinrich Ruppel (Nachtjagd Raumführer Leeuwarden), Hauptmann Siebeneicher (Kommandant Stabskompanie), Hauptmann Helmut Lent (Gruppenkommandeur II.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 2), dan Hauptmann Julius Schürbel (Divisionsinspekteur). Baris kedua (berdiri di tengah), dari kiri ke kanan: Oberleutnant Paul Gildner (Flugzeugführer di 5.Staffel / II.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 2), Leutnant Karl-Heinz Völlkopf (Flugzeugführer di 5.Staffel / II.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 2), Oberleutnant Leopold "Poldi" Fellerer (Flugzeugführer di 5.Staffel / II.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1), Oberleutnant Rudolf Sigmund (Staffelkapitän 11.Staffel / IV.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1), Oberinspektor Rhinow (Schreibstube/administrasi), Leutnant Johannes Richter (Tele-Offizier: radio+telepon+telex-kurir), Oberleutnant Egmont zur Lippe-Weissenfeld (Staffelkapitän 5.Staffel / II.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 2), dan Dr. Schreiber (Dienstarzt/Medis). Baris ketiga (berdiri di belakang), dari kiri ke kanan: Leutnant Robert Denzel (Flugzeugführer di 6.Staffel / II.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 2), Leutnant Wolfgang Kuthe (Flugzeugführer di 5.Staffel / II.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 2), Oberleutnant Eberhard Gardiewski (Flugzeugführer di 6.Staffel / II.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 2), Oberleutnant Josef Schauberger (Flugzeugführer di 10.Staffel / IV.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1), Oberleutnant Herman Greiner (Flugzeugführer di 4.Staffel / II.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 2), Oberleutnant der Reserve Ludwig Becker (Staffelkapitän 12.Staffel / IV.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1), dan Leutnant Oskar Köstler (Flugzeugführer di 10.Staffel / IV.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1).



Dari kiri ke kanan: Major Helmut Lent (Geschwaderkommodore Nachtjagdgeschwader 3) bersama dengan Hauptmann Heinrich Ruppel (Nachtjagd Raumführer Leeuwarden / Area Controller Leeuwarden), pada tahun 1943. Raumführer Ruppel adalah mantan pilot Kekaisaran Jerman dalam Perang Dunia Pertama, sementara dalam Perang Dunia Kedua dia diakui sebagai salah satu Kontroler pilot paling jempolan di seantero Nachtjagd (Pemburu Malam).


"Die Deutsche Wochenschau" edisi Januari 1944 yang memperlihatkan para Nachtjäger (Pemburu Malam) sedang beraksi



Sumber :
Buku "Nachtjagd: Defenders of the Reich 1940-1943" karya Martin W. Bowman

Thursday, October 26, 2017

Foto 3. Fallschirmjäger-Division

KOMMANDEUR

Oberst Karl-Heinz Becker (2 Januari 1914 - 3 Oktober 2000) mengawali karirnya pada tanggal 10 Oktober 1934 saat bergabung dengan Landespolizeigruppe "General Göring", sebelum kemudian berpindah ke unit Pasukan Terjun Payung Jerman yang baru didirikan. Pada saat penyerbuan Jerman ke Pulau Kreta, Kompaniechef Becker berperan besar dalam mengalahkan gabungan pasukan Inggris, Australia dan Yunani di kota Heraklion, padahal pada saat itu dia dan pasukannya mengalami kelelahan luar biasa setelah bertempur nonstop selama berhari-hari. Atas jasa-jasanya, Becker dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 9 Juli 1941 sebagai Oberleutnant dan Chef 11.Kompanie / III.Bataillon / Fallschirmjäger-Regiment 1 / 7.Flieger-Division / XI.Fliegerkorps / Luftflotte IV. Setelah itu dia masih aktif bertempur di Rusia dan Prancis, dari komandan kompi sampai menjadi komandan resimen. Becker dianugerahi Eichenlaub #780 untuk Ritterkreuz-nya pada tanggal 12 Maret 1945 sebagai Oberstleutnant dan Kommandeur Fallschirmjäger-Regiment 5 / 3.Fallschirmjäger-Division / LXXIV.Armeekorps / 5.Armee, setelah berhasil mementahkan serangan balasan pasukan Amerika di wilayah Bullange, Honsfeld, Bucholz, dan Berk, yang merupakan bagian dari Pertempuran Ardennes. Pada tanggal 8 Maret 1945 Oberst Becker dipercaya untuk menjadi Komandan 3. Fallschirmjäger-Division, sampai dengan menyerahnya pada tanggal 8 April 1945. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Wehrmacht-Dienstauszeichnung, IV. Klasse; Eisernes Kreuz II.Klasse (15 Oktober 1939) und I.Klasse (31 Mei 1940); Fallschirmschützenabzeichen der Luftwaffe; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); Ärmelband "Kreta“; Verwundetenabzeichen in Schwarz (7 Februari 1943); Nahkampfspange in Bronze; Deutsches Kreuz in Gold (29 Juni 1944); serta Nahkampfspange in Silber (6 Februari 1945). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht (29 Juli 1944)


Sumber :
www.de.metapedia.org

Foto 10. U-Flottille (10. Unterseebootsflottille)

13 Juli 1942: Kapitänleutnant Günter Kuhnke (kiri, Kommandant U-125) menyambut rekan sesama kapten U-boat, Kapitänleutnant Helmut Witte (Kommandant U-159), yang baru saja pulang ke pangkalan 10th U-boat Flottilla (10. Unterseebootsflottille) yang terletak di Lorient, Prancis, setelah menenggelamkan 12 kapal di perairan Amerika dalam patroli keduanya. Atas prestasinya yang menawan tersebut - ditambah dengan korban-korban lain yang menyusul di patroli selanjutnya - Witte dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 22 Oktober 1942. Kuhnke sendiri telah mendapatkan medali yang sama setahun sebelumnya, tepatnya pada tanggal 19 September 1940 sebagai Kapitänleutnant dan Kommandant U-28


Sumber :

Wednesday, October 25, 2017

Foto Kuburan Third Reich di Masa Perang Dunia II


Oberleutnant Johannes Brandenburg merupakan Staffelführer di 2.Staffel/Stukageschwader 2 "Immelmann". Dia terbunuh tanggal 28 Februari 1942 di selatan Dobrovo (Rusia) sebagai Staffelkapitän 4.Staffel/Kampfgeschwader 1 "Hindenburg", dan kemudian pangkatnya dinaikkan menjadi Hauptmann secara anumerta. Dia sendiri merupakan peraih Ritterkreuz yang didapatkannya tanggal 18 September 1940


Major Hans-Detloff von Cossel (1 Juli 1916 - 22 Juli 1943) yang merupakan komandan I.Abteilung / Panzer-Regiment 35 / 4.Panzer-Division gugur dalam pertempuran antar tank (panzerbesatzung) di Shukowka, Orel (Rusia), tanggal 22 Juli 1943 selama berlangsungnya Operasi Kutuzov. Saat itu panzer yang ditungganginya dilempari granat oleh tentara Rusia sehingga terbakar. Tiga orang awaknya terbunuh (termasuk Cossel) sementara dua lagi selamat. Di latar belakang adalah dua kuburan awak Panzer Cossel yang gugur di hari yang sama: Obergefreiter Nikolaus Schuster (26 November 1921 - 22 Juli 1943) dan Feldwebel Berthold "Bertl" Cramer (30 April 1917 - 22 Juli 1943). Semua kuburan ini kelak diratakan kembali oleh pasukan Wehrmacht yang mundur demi menghindari dihancurkan atau dijarah oleh Tentara Merah. Kuburannya sendiri terletak di Kromy, Orel, di sebuah kebun buah-buahan yang terletak di kaki bukit


Oberstleutnant Walter Ehle (28 April 1912 - 17 November 1943). Major Ehle (Gruppenkommandeur II.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1) tewas dalam sebuah kecelakaan udara di malam tanggal 17 November 1943. Di malam naas itu (tepatnya pukul 20:20), pesawat Messerschmitt Bf 110 yang dipiloti oleh Ehle mengalami masalah teknis sehingga dia berusaha mendaratkan pesawatnya secara darurat di sebuah lapangan rumput yang terletak di Horpmaal, Belgia (sekitar 10km dari pangkalannya di Brustum). Sialnya, saat berusaha mendarat ternyata lampu pesawat padam sehingga pesawat Ehle menghantam daratan dan hancur seketika. Selain Ehle, ikut gugur pula dua orang awaknya: Oberfeldwebel Ludwig Leidenbach (Bordfunker, radio/wireless operator) dan Unteroffizier Heinz Derlitzky (Bordschütze, aerial gunner). Jenazah mereka bertiga kemudian dikebumikan di Deutscher Soldatenfriedhof Lommel (Belgia), Blok 21 kuburan ke-42. Secara anumerta pangkatnya dinaikkan dari Major menjadi Oberstleutnant


Kuburan Theodor Eicke di Otdochnina. Tidak seperti kuburan Wehrmacht dengan salib Kristen, kuburan-kuburan anggota Waffen-SS selalu berbentuk Toten-Rune yang merupakan simbol kematian kaum pagan Jerman kuno. Simbol ini (bersama dengan Leben-Rune yang berbentuk sama tapi mengarah ke atas) sampai saat ini selalu digunakan dalam banyak tulisan untuk menggambarkan kelahiran dan kematian. Setelah kematiannya tanggal 26 Februari 1943, Eicke digambarkan oleh pers Nazi sebagai seorang pahlawan, dan kemudian sebuah resimen infanteri Totenkopf mendapat kehormatan dengan penyematan ärmelstreifen (strip lengan) "Theodor Eicke". Pada awalnya Eicke dikebumikan di Deutscher Soldatenfriedhof (Kuburan Prajurit Jerman) Otdochnina di dekat Orelka (Rusia), tapi kemudian pada bulan September 1943 Himmler memerintahkan agar jenazahnya digali dan dikubur ulang di Deutscher Soldatenfriedhof Hegewald di Zhitomir. Ketika pasukan Wehrmacht mundur massal dari Front Timur tahun 1944, jenazah sang komandan Totenkopf masih terkubur disana


Anton 'Toni' Hafner (1918-1944). Tanggal 16 Oktober 1944, Hafner (salah satu jagoan Luftwaffe ternama) menembak jatuh 4 buah pesawat tempur musuh sehingga mengerek skor kemenangannya mencapai angka 200. Kemenangan ke-204 sekaligus terakhir Hafner adalah sebuah pesawat Yak-7 Rusia tanggal 17 Oktober 1944. Sayangnya, dalam dog fight tersebut pesawat Messerschmitt Bf 109 G-6 (Werknummer 442 013)-nya menabrak pohon yang secara instant membunuh sang pilot peraih skor tertinggi dari JG 51 "Mölders" ini. Saya ambil foto di atas dari koleksi LIFE. Cubluknya, disana disebutkan bahwa foto ini diambil bulan Maret 1942... WTF?


Oberst Fritz Iwand (1898-1941). Dia terbunuh tanggal 27 Juli 1941 akibat terkena bom udara di Tschernyj Rutschej, Bjeloy (Rusia). Waktu itu dia menjabat sebagai komandan I.Bataillon/Schützen-Regiment 10/9.Panzer-Division. Kuburannya tidak dipindahkan ke Soldatenfriedhof (kuburan prajurit perang), melainkan tetap ditempat dia pertama dikubur yaitu di antara pohon ek yang berada di pinggir sebelah timur danau Orda, 4,8km barat daya Tschornnyj Rutschej




 Oberleutnant Otto Schulz (29 Mei 1915 - 6 April 1941) adalah Ritterkreuzträger dari Infanterie-Regiment 125 yang meraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 19 Juni 1940 sebagai Chef 3. Kompanie. Dia terluka dalam pertempuran di selatan Promachon (Yunani, dekat perbatasan dengan Bulgaria), di hari pertama serangan terhadap Benteng Usita di Celah Rupel bulan April 1941 dan kemudian ditembak mati di kepala saat serangan balik pasukan Yunani. Ritterkreuz yang tergantung di lehernya dirampas. Dalam keadaan inilah dia ditemukan oleh pasukan Jerman. Foto atas memperlihatkan dua orang prajurit Bulgaria sedang berdiri di dekat kuburannya (yang telah mendapat rangkaian bunga), sementara foto bawahnya memperlihatkan Major Karl Ens (kedua dari kiri), Kommandeur II.Bataillon / Infanterie-Regiment 125, sedang berpidato di hadapan anakbuahnya tanggal 10 April 1941, beberapa hari setelah Schulz kehilangan nyawanya


Oberstleutnant Adalbert Weitzel (komandan Panzergrenadier-Regiment 6/7.Panzer-Division) terbunuh dalam pertempuran tanggal 17 Agustus 1944 di barat daya Schaulen. Secara anumerta dia dianugerahi Ritterkreuz sekaligus dipromosikan menjadi Oberst tanggal 23 Agustus 1944. Weitzel dimakamkan di B. Pagiriai, 10km timur-laut Kelme, Lithuania. Dia tercatat sebagai salah seorang penerima Deutsches Kreuz in Gold pertama tanggal 18 Oktober 1941 sewaktu masih menjadi Hauptmann dan komandan I.Bataillon/Schützen-Regiment 7


Foto yang diambil pada bulan Juni 1944 ini memperlihatkan kuburan pertama dari SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Fritz Witt (mantan komandan pertama 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend") di halaman Chateau de la Guillerie di Tillieres sur Avre, Prancis. Jenazahnya kemudian dipindahkan ke Cimetière militaire allemand de Champigny-St. André, Blok 8 - baris 12 - kuburan no. 1027



Sumber :
Foto koleksi pribadi Paul Peters
Foto koleksi pribadi Rob Hopmans
www.ww2gravestone.com

Foto Tokoh Third Reich Peraih Ehrenzeichen für Deutsche Volkspflege (German Social Welfare Decoration) dan Ehrenzeichen des Deutschen Roten Kreuzes (German Red Cross Decorations)

EHRENZEICHEN DES DEUTSCHEN ROTEN KREUZES
EHRENZEICHEN FÜR DEUTSCHE VOLKSPFLEGE
1. STUFE / 1ST CLASS

Ehrenzeichen des Deutschen Roten Kreuzes 1.Stufe (1934-1937)


Ehrenzeichen für Deutsche Volkspflege 1.Stufe (1937-1939)


Kriegsverwaltungsvizechef Franz Xaver Hasenöhrl


Gauleiter Dr. Otto Hellmuth


Generalfeldmarschall Erhard Milch

-----------------------------------------------------------------------

EHRENZEICHEN DES DEUTSCHEN ROTEN KREUZES
EHRENZEICHEN FÜR DEUTSCHE VOLKSPFLEGE
BRUSTSTERN / BREAST STAR

Ehrenzeichen des Deutschen Roten Kreuzes Bruststern (1934-1937)


Ehrenzeichen für Deutsche Volkspflege Bruststern (1937-1939)


SS-Obergruppenfuhrer Werner Lorenz



Sumber :
Foto koleksi pribadi Sepp45

Tuesday, October 24, 2017

Foto Tokoh Third Reich sebagai Pilot Pesawat

FIESELER Fi 156 "STORCH"

General der Flieger Wolfram Freiherr von Richthofen (Kommandierender General VIII. Fliegerkorps) mencoba duduk di atas kursi pilot pesawat penghubung kecil Fieseler Fi 156 "Storch", bulan Oktober 1941. Sang "Jenderal Terbang" memang biasa menerbangkan sendiri pesawat dari jenis tersebut saat kampanye perang Jerman sedang berlangsung demi untuk melihat situasi di front depan pertempuran dengan mata kepalanya sendiri! Foto ini diambil oleh Leutnant Benno Wundshammer, Kriegsberichter dari Propaganda-Kompanie Luftwaffe 1 (PK Lw 1)


Generaloberst Wolfram Freiherr von Richthofen (Oberbefehlshaber Luftflotte 4 und Oberbefehlshaber Südost) di balik kemudi pesawat ringan Fieseler Fi 156 "Storch" yang biasa digunakannya untuk berkeliling front pertempuran. Foto ini kemungkinan besar diambil pada saat sang Baron menemani 6. Armee dalam Unternehmen Blau yang berujung di Stalingrad, tahun 1942. Dia berasal dari album foto pribadi milik Generalfeldmarschall Wolfram Freiherr von Richthofen yang dilelang secara terbuka oleh Dickins Auctioneer Ltd pada bulan Maret 2017

-------------------------------------------------------------

MESSERSCHMITT BF 110

Oberstleutnant Walter Ehle (28 April 1913 - 17 November 1943) adalah veteran Perang Saudara Spanyol yang memulai karirnya dalam Perang Dunia II sebagai pilot di ZG 1 (Zerstörergeschwader 1). Dia sempat mencatat tiga kemenangan udara di siang hari sebelum ZG 1 dirubah menjadi Nachtjagdgeschwader 1), dan Ehle banting setir menjadi pilot tempur malam. Dia merupakan salah satu Gruppenkommandeur (Komandan Gruppe) terlama dalam sejarah Luftwaffe, saat memimpin II. Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1 (II./NJG 1) dari tanggal 6 Oktober 1940 s/d saat kematiannya dalam sebuah kecelakaan udara tanggal 17 November 1943! Ehle dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 29 Agustus 1943 sebagai Major dan Gruppenkommandeur II.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1 (NJG 1) / 1. Jagd-Division / XII. Fliegerkorps / Luftwaffenbefehlshaber Mitte, setelah menembak jatuh pesawat yang ke-31. Pada saat kematiannya yang hanya berselang tiga bulan kemudian, jumlah kemenangannya bertengger di angka 39 (35 diantaranya diraih di malam hari). Medali dan penghargaan lain yang diperolehnya: Flugzeugführerabzeichen; Medaille zur Erinnerung an den 13. März 1938; Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938; Spanisches Kriegskreuz; Spanienkreuz in Gold (Juni 1939); Wehrmacht-Dienstauszeichnung, IV. Klasse; Eisernes Kreuzes II.Klasse und I.Klasse; Flugzeugführerabzeichen (Italien); Frontflugspange für Nachtjäger in Gold; serta Deutsches Kreuz in Gold (20 Oktober 1942)



Sumber :
Buku "Nachtjagd: Defenders of the Reich 1940-1943" karya Martin W. Bowman
www.audiovis.nac.gov.pl
www.dailymail.co.uk

Foto NJG 3 (Nachtjagdgeschwader 3)

Para pilot dari Nachtjagdgeschwader 3 (NJG 3), difoto pada tahun 1943. Dari kiri ke kanan: Oberleutnant Paul Szameitat (Staffelkapitän 5.Staffel / II.Gruppe), Hauptmann Josef Förster (Staffelkapitän 11.Staffel / IV.Gruppe); Dr. Straussenberg, dan Pieper. Dalam buku "Nachtjagd: Defenders of the Reich 1940-1943" karya Martin W. Bowman (halaman 113), dikatakan bahwa dua perwira yang terakhir berasal dari 11. Staffel, sama seperti Hauptmann Förster. BTW, foto ini kemungkinan besar diambil pada musim semi tahun 1943, karena pada bulan Agustus Szameitat sudah naik pangkat menjadi Hauptmann.


Dari kiri ke kanan: Major Helmut Lent (Geschwaderkommodore Nachtjagdgeschwader 3) bersama dengan Hauptmann Heinrich Ruppel (Nachtjagd Raumführer Leeuwarden / Area Controller Leeuwarden), pada tahun 1943. Raumführer Ruppel adalah mantan pilot Kekaisaran Jerman dalam Perang Dunia Pertama, sementara dalam Perang Dunia Kedua dia diakui sebagai salah satu Kontroler pilot paling jempolan di seantero Nachtjagd (Pemburu Malam).



Sumber :
Buku "Nachtjagd: Defenders of the Reich 1940-1943" karya Martin W. Bowman

Sunday, October 22, 2017

Foto 24. Waffen-Gebirgs-(Karstjäger-) Division der SS


Para anggota SS-Karstwehr-Bataillon sedang berlatih mendaki di pegunungan berbatu karst, 1942. Batalyon ini ternyata tidak dipersiapkan dengan baik sebelum penempatan mereka. "Ein spezialisierter Verband für den Gebirgskampf im Karst" (Unit Spesialis Pertempuran di Pegunungan Karst) adalah hanya sekedar slogan belaka yang jauh dari kenyataan, yang digembar-gemborkan oleh komandan mereka pada saat pembentukannya, SS-Standartenführer Dr. Hans Brand


11 Juni 1944: SS-Oberscharführer Walter Weber (Zugführer 3.Zug / 1.Kompanie / SS-Karstwehr-Bataillon) membelah salah satu dari dua anggota Partisan yang tertangkap dengan sebuah kapak, sementara seorang prajurit berpangkat SS-Rottenführer tampak memegangi lengan si terhukum. Eksekusi super brutal yang dilakukan di desa bernama Idrijske Krnice (sebelah barat Idrija, Slovenia) ini dilakukan sebagai pembalasan atas hilangnya 15 orang anggota peleton pimpinan SS-Unterscharführer Albert Horeth saat melakukan patroli di sebuah desa kecil di utara Cividale del Friuli, saat berlangsungnya operasi anti-Partisan (Unternehmen Annemarie) di wilayah Schebrelje dan Cerkno yang berlangsung di bulan yang sama. Karena setelah lebih dari dua hari tidak ada kabar dari patroli tersebut, markas batalyon yang berada di Cividale segera mengirimkan kompi susulan untuk melakukan investigasi. Akhirnya Horeth dkk ditemukan telah menjadi mayat - dengan kondisi badan telanjang dan dimutilasi (kepala beberapa dari mereka bahkan dipancang "auf die Bajonette gesteckt"!). Akibatnya, teman-teman mendiang Horeth yang murka bersumpah untuk membalas perlakuan keji ini, dan yang ketiban sial menjadi sasaran kemarahan mereka adalah dua orang tawanan Partisan komunis. Foto-foto lain dari peristiwa ini bisa dilihat dibawah: 


 Dua orang gerilyawan ini telah disiksa sebelum kepala mereka dipenggal. Mereka dihajar menggunakan balok kayu, ditendang, dan diseret dengan menjambak rambut mereka. Dilaporkan bahwa seorang prajurit SS bahkan mencungkil mata salah seorang diantaranya dengan menggunakan pisau, lalu mencemooh: "Apakah sekarang kamu bisa melihat Sekutu?" diikuti dengan gelak tawa dari prajurit lainnya. Mereka lalu dibawa ke tempat pemotongan kayu, dengan disaksikan oleh para anggota batalyon. Dua orang prajurit bertugas memegang lengan sang terhukum, sementara petugas eksekusi - dengan lengan seragam tergulung - lalu memenggal kepala mereka dengan menggunakan sebilah kampak. Beberapa orang anggota SS yang menonton terlihat santai sambil merokok, dengan beberapa lagi memakai seragam tropis sementara sisanya menutup badan mereka dengan jaket kamuflase SS


Pasukan yang melakukan eksekusi ini adalah para anggota dari SS-Karstwehr-Bataillon, yang sebagian besar terdiri dari Volksdeutsche (etnis Jerman) yang berasal dari wilayah Tirol Selatan (Italia) serta Balkan (Yugoslavia). Unit yang dibentuk pada tanggal 15 November 1942 ini terlibat dalam beberapa operasi anti-gerilyawan seperti Zypresse, Märzveilchen, Maulwurf, Hellblau, Osterglocke, Liane, dan Annemarie. Pada tanggal 1 Agustus 1944, SS-Karstwehr-Bataillon diupgrade menjadi 24. Waffen-Gebirgs-(Karstjäger-) Division der SS, hanya untuk didowngrade kembali menjadi Waffen-Gebirgs-(Karstjäger) Brigade der SS pada tanggal 5 Desember 1944. Ketika situasi peperangan makin memburuk, brigade ini mundur ke arah Austria, dan menyerahkan diri pada pasukan Inggris dari 6th Armored Division di wilayah antara Villach dan Klagenfurt pada tanggal 9 Mei 1945


Tidak diketahui siapa nama dua orang korban eksekusi yang malang tersebut (yang diperkirakan berusia sekitar 20 tahunan). Yang jelas, mereka merupakan anggota Partisan komunis Slovenia yang berperang secara gerilya melawan pasukan pendudukan Jerman dan Italia. Kedua belah pihak (Partisan dan Jerman) sama-sama melakukan kebrutalan yang tak terperikan terhadap musuh mereka, sehingga aksi-aksi semacam ini bukanlah menjadi sesuatu yang langka terjadi di medan tempur wilayah Balkan. Bedanya, yang satu ini dipublikasikan secara luas karena ada fotografer yang mengabadikannya!


Yang jadi pertanyaan adalah: apakah eksekusi semacam ini bisa digolongkan sebagai kejahatan perang, karena membunuh tawanan yang tak bersenjata? Sebagai anggota gerilyawan, bisa diperdebatkan bahwa mereka tidak masuk ke dalam kategori "legal combatant", melainkan hanya sekedar “free shooter” yang hak-haknya tidak masuk dalam Konferensi Jenewa tentang perlakuan terhadap tawanan perang. Masalahnya kemudian berputar di sekitar apakah mereka adalah warga sipil ataukah milisi bersenjata, dan apakah mereka ditembak begitu saja ataukah sebelumnya telah membahayakan nyawa pasukan pendudukan Jerman. Dalam foto-foto ini kita bisa melihat bahwa dua orang gerilyawan ini mengenakan pakaian sipil (dengan salah seorangnya memakai kaos putih). Tak terlihat adanya "penampakan" seragam atau kelengkapan militer dalam segala bentuknya yang menempel di tubuh mereka


Pasukan Jerman memajang kepala dua orang terhukum tersebut di sebuah meja, dengan catatan di sebelahnya yang bertuliskan: "Salam hangat dari SS KWB - orang-orang dengan jaket hijau". SS-KWB sendiri merupakan singkatan dari SS-Karst-Wehr-Bataillon (Batalyon Pertahanan Karst SS). Tujuan dari tindakan serupa ini adalah sebagai teror untuk masyarakat sekitar dan ancaman bagi mereka yang coba-coba menentang terhadap tentara pendudukan Jerman. Perhatikan bahwa kepala di sebelah kanan telah ditutupi oleh merahnya darah serta penuh oleh luka-luka hasil siksaan


Sumber :
Majalah "Militärgeschichte", Heft 1/2017
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.axishistory.com
www.commons.wikimedia.org
www.searchlight-germany.blogspot.com
www.serbianna.com

Saturday, October 21, 2017

Generalfeldmarschall Ernst Busch (1885-1945)



Album foto Ernst Busch bisa dilihat DISINI

Oleh : Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Ernst Bernhard Wilhelm Busch
Panggilan/julukan: Busch
Lahir: 6 Juli 1885 di Essen-Steele, Nordrhein-Westfalen (Jerman)
Meninggal: 17 Juli 1945 di Aldershot, Hampshire (Inggris)
Nomor keanggotaan NSDAP: Tidak ada
Nomor keanggotaan SS: Tidak ada
Gelar akademis: Tidak ada
Anggota keluarga: Tidak diketahui
Ciri fisik: Tidak diketahui

Beförderungen (Promosi):
10.03.1904 Leutnant
16.06.1913 Oberleutnant
27.01.1915 Hauptmann
01.04.1925 Major
01.02.1930 Oberstleutnant
01.12.1932 Oberst
01.09.1935 Generalmajor
01.10.1937 Generalleutnant
01.02.1938 General der Infanterie
19.07.1940 Generaloberst
01.02.1943 Generalfeldmarschall

Karriere (Karir):
00.00.190_ - 10.03.1904 Masuk dinas ketentaraan, menjalani pendidikan di Hauptkadettenanstalt Groß-Lichterfelde, dan menjadi Fähnrich di Infanterie-Regiment "Herwart von Bittenfeld" Nr.13 di Münster
10.03.1904 - 17.11.1906 Menjadi Leutnant di Infanterie-Regiment "Herwart von Bittenfeld" Nr.13
17.11.1906 - 03.08.1914 Dipindahkan ke Infanterie-Regiment "Herzog Ferdinand von Braunschweig" (8. Westfälisches) Nr.57
01.10.1909 - 31.08.1910 Diperbantukan untuk sementara di Militärgymnasium
01.10.1910 - 31.08.1911 Diperbantukan lagi di Militärgymnasium
13.09.1912 - 03.08.1914 Ditugaskan sebagai Inspektionsoffizier di Kriegsschule Kassel
03.08.1914 - 21.05.1915 Chef 11.Kompanie / Infanterie-Regiment "Vogel von Falkenstein" Nr.56
19.11.1914 - 25.12.1914 Pada waktu yang sama: diberi kepercayaan sebagai Komandan Sementara II.Bataillon / Infanterie-Regiment "Vogel von Falkenstein" Nr.56
21.05.1915 - 11.06.1915 Terluka di lutut kanan oleh tembakan artileri di dekat La Bassée dan Arras. Dirawat di rumah sakit lapangan di Pont-á-Marcq (Prancis) selama tiga minggu
11.06.1915 - 18.06.1916 Chef 11.Kompanie / Infanterie-Regiment "Vogel von Falkenstein" Nr.56
18.05.1916 - 15.06.1916 Kembali diberi kepercayaan sebagai Komandan Sementara II.Bataillon / Infanterie-Regiment "Vogel von Falkenstein" Nr.56
18.06.1916 - 10.03.1917 Kommandeur II.Bataillon / Infanterie-Regiment "Vogel von Falkenstein" Nr.56
10.03.1917 - 24.03.1917 Terluka di lengan kanan oleh tembakan infanteri di dekat Verdun. Dirawat di rumah sakit lapangan selama dua minggu
24.03.1917 - 07.09.1918 Kommandeur II.Bataillon / Infanterie-Regiment "Vogel von Falkenstein" Nr.56
31.01.1918 - 06.02.1918 Ditugaskan ke Nachrichten-Schule 21 di Saarburg
07.03.1918 - 11.03.1918 Mengikuti Kursus Kepemimpinan di Wörth
07.09.1918 - 10.01.1919 Kompaniechef di Infanterie-Regiment "Vogel von Falkenstein" Nr.56
11.12.1918 - 19.12.1918 Führer Infanterie-Regiment "Vogel von Falkenstein" Nr.56
10.01.1919 - 25.04.1919 Chef MG-Kompanie / Infanterie-Regiment "Vogel von Falkenstein" Nr.56
25.04.1919 - 13.08.1919 Mengikuti Kursus Pelatihan Perwira di Münster
13.08.1919 - 15.09.1919 MG-Offizier di Staff 7. Brigade (Reichswehr)
15.09.1919 - 15.05.1920 Kompaniechef di Infanterie-Regiment Libau (Reichswehr)
15.05.1920 - 01.10.1920 Kompaniechef di Schützen-Regiment 13 (Reichswehr)
01.10.1920 - 08.08.1921 Kompaniechef di 18. Infanterie-Regiment (Reichswehr)
08.08.1921 - 01.10.1924 Dipindahkan menjadi Staff 6. Division (Reichswehr)
01.10.1924 - 01.10.1925 Dipindahkan menjadi Generalstab di Gruppenkommando 1
01.10.1925 - 01.10.1928 Dipindahkan ke Reichswehrministerium
01.10.1928 - 01.03.1930 Dipindahkan menjadi Stabsoffizier di 2. Division (Reichswehr)
01.03.1930 - 01.01.1932 Kommandeur III.Bataillon / 9.(Preußische) Infanterie-Regiment
01.01.1932 - 01.10.1934 Kommandeur 9. (Preußische) Infanterie-Regiment
01.10.1934 - 15.10.1935 Kommandeur Infanterie-Regiment Potsdam
15.10.1935 - 04.02.1938 Kommandeur 23. Infanterie-Division
29.11.1937 - 11.12.1937 Pada waktu yang sama: Direktur Kursus Stabsoffizier 23. Infanterie-Division
04.02.1938 - 23.10.1939 Kommandierender-General VIII. Armeekorps
01.03.1938 - 31.08.1939 Pada waktu yang sama: Kommandeur Wehrkreis VIII
23.10.1939 - 04.11.1943 Oberbefehlshaber 16. Armee
28.10.1943 - 06.05.1944 Führer-Reserve OKH dan, pada waktu yang sama, menjadi Panglima Sementara Heeresgruppe Mitte
06.05.1944 - 28.06.1944 Oberbefehlshaber Heeresgruppe Mitte
28.06.1944 - 16.08.1944 Dicopot dari jabatannya dan diberi cuti panjang
16.08.1944 - 14.03.1945 Führer-Reserve OKH
14.03.1945 - 20.03.1945 Oberbefehlshaber Führungsstab Nordküste
20.03.1945 - 01.05.1945 Oberbefehlshaber Nordwest
02.05.1945 - 04.05.1945 Oberbefehlshaber Nord
04.05.1945 - 17.07.1945 Ditawan oleh Inggris, dan akhirnya meninggal setelah terkena Angina (Angin Duduk) dalam tahanan

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):
20.09.1914 1914 Eisernes Kreuz II. Klasse
06.03.1915 1914 Eisernes Kreuz I. Klasse
14.06.1917 Ritterkreuz des Königlichen Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern
00.00.1918 Verwundetenabzeichen 1918 in Silber
04.10.1918 Pour le mérite, sebagai Hauptmann dan Kommandeur II.Bataillon / Infanterie-Regiment “Vogel von Falckenstein“ Nr.56
01.01.1935 Ehrenkreuz für Frontkämpfer
02.10.1936 Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. bis I. Klasse
00.00.193_ Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 mit Spange “Prager Burg”
18.09.1939 1939 Spange zum 1914 Eisernes Kreuz II. Klasse
25.09.1939 1939 Spange zum 1914 Eisernes Kreuz I. Klasse
26.05.1940 Ritterkreuz des Eisernes Kreuz #45, sebagai General der Infanterie dan Oberbefehlshaber 16.Armee / Heeresgruppe A
06.08.1941 Disebutkan namanya dalam Wehrmachtbericht
16.09.1941 Disebutkan namanya dalam Wehrmachtbericht
21.10.1941 Disebutkan namanya dalam Wehrmachtbericht
30.07.1942 Medaille “Winterschlacht im Osten 1941/1942“ (Ostmedaille)
00.00.194_ Demjanskschild
28.01.1943 Disebutkan namanya dalam Wehrmachtbericht
29.03.1943 Vapaudenristin Ritarikunta (Order of the Cross of Liberty) Finlandia, 1st Class with Star and Swords
21.08.1943 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub #274, sebagai Generaloberst dan Oberbefehlshaber 16.Armee / Heeresgruppe Nord

Aufzeichnungen (Catatan):
* Ernst Busch


Sumber :

Friday, October 20, 2017

Foto 11. U-Flottille (11. Unterseebootsflottille)

Dokter Gigi Angkatan Laut dari 11. U-Flottille (11. Unterseebootsflottille) di Norwegia sedang bekerja. Perawatan gigi dan pelayanan kesehatan lainnya menjadi bagian penting dari semua pangkalan utama Kriegsmarine. Kapal perang berukuran besar biasanya dilengkapi dengan fasilitas mereka sendiri (yang mempunyai standar tinggi), meskipun sebagian besar anggota Angkatan Laut lainnya masih tetap memanfaatkan sarana yang tersedia di pelabuhan. Pelayanan kesehatan gigi sendiri masih belum semodern sekarang. Dilain pihak, "oknum" utama keroposnya gigi, yaitu gula, tidak tersedia dalam jumlah yang melimpah sampai jauh setelah usainya Perang Dunia II. Meskipun begitu, kondisi gigi yang tidak sehat menjadi faktor penyebab utama dari banyaknya pria Jerman yang gagal lolos uji di sebagian cabang Wehrmacht yang lebih selektif, yang mensyaratkan gigi tanpa masalah sebagai salah satu dari beberapa kriteria yang ditetapkan.


Sumber :
Buku "Hitler's Naval Bases: Kriegsmarine Bases During the Second World War" karya Jak Mallmann Showell

Tuesday, October 17, 2017

Upacara Penerimaan Legion Condor di Berlin (6 Juni 1939)


 Upacara penyambutan Legion Condor yang diselenggarakan di Berlin pada tanggal 6 Juni 1939. Para perwira Luftwaffe ini mengenakan medali Spanienkreuz in Gold mit Brillanten yang mereka peroleh beberapa hari sebelumnya dalam upacara yang sama di Hamburg (30 Mei 1939). Dari kiri ke kanan: Oberleutnant Otto Bertram, Oberleutnant Joachim Schlichting, Hauptmann Harro Harder, Hauptmann Werner Mölders, Hauptmann Wolfgang Schellmann, Oberleutnant Walter Oesau, tidak diketahui, Major Martin Harlinghausen and Major Karl-Heinz Wolf


Upacara penghormatan untuk para prajurit Legion Condor yang diadakan di Berlin pada tanggal 6 Juni 1939


Upacara penyambutan sekaligus penghormatan terhadap Legion Condor yang dihelat di lapangan Lustgarten, Berlin, tanggal 6 Juni 1939. Adolf Hitler baru saja tiba di lokasi upacara dan langsung disambut oleh para pejabat yang berkepentingan. Dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer Karl Wolff (Chef der Hauptamt Persönlicher Stab Reichsführer-SS), Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe als Vertreter des Oberbefehlshaber Göring), Generalmajor Wolfram Freiherr von Richthofen (Befehlshaber der Legion Condor), Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), dan General der Flieger Hugo Sperrle (Chef der Luftflotte 3). Yang menjadi supir di sebelah Hitler adalah SS-Sturmbannführer Erich Kempka
 

Adolf Hitler memberikan salam kehormatan. Paling kanan adalah ajudannya yang dari Heer (Angkatan Darat), Rudolf Schmundt


Adolf Hitler dan para petinggi Nazi tiba di lokasi upacara


Legion Condor berparade di depan Adolf Hitler yang berdiri di tribun kehormatan


Salah satu "pengisi acara" dalam upacara penghormatan untuk Legion Condor. Instrumen di atas (yang biasa dikenal sebagai "Jingling Johnnie" oleh orang Inggris) namanya adalah "Schellenbaum", sedangkan bendera yang ditambahkan di dalamnya dinamakan dengan "Schellenbaumflagge"


Adolf Hitler dalam upacara penghormatan Legion Condor. Seperti biasa, saya akan mencoba mengidentifikasi figur-figur terkenal yang nongol di foto ini: Di belakang Hitler adalah SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner; sedikit di sebelah kanan (memakai baju coklat menghadap kamera) adalah salah seorang komandan Legion Condor Hellmuth Volkmann (pangkat terakhir General der Flieger); tiga orang di bagian tengah dari kiri ke kanan: Großadmiral Erich Raeder, Generaloberst Walther von Brauchitsch dan Reichsmarschall Hermann Göring; perwira yang berjalan paling kanan dengan memakai baju coklat dan wajahnya tertutup bendera adalah komandan terakhir Legion Condor Wolfram Freiherr von Richthofen (pangkat terakhir Generalfeldmarschall); di belakang von Richthofen dengan seragam Allgemeine-SS hitam pasti anda pun tahu, Reichsführer Heinrich Himmler, sedangkan jenderal Luftwaffe di sebelahnya adalah Otto Deßloch (pangkat terakhir Generaloberst). Papan-papan nama yang berada di latar belakang berisikan mereka-mereka dari Legion Condor yang telah gugur di medan pertempuran Spanyol


Para anggota Legion Condor membawa plakat yang berisikan nama-nama mereka yang telah gugur dalam perang saudara di Spanyol


Para delegasi negara asing menyaksikan parade Legion Condor di Berlin, 6 Juni 1939. Jenderal Jerman yang berada di ujung kiri podium adalah Eugen Ritter von Schobert (pangkat terakhir Generaloberst) yang nantinya terbunuh dalam kecelakaan pesawat di medan perang Rusia


Prajurit Legion Condor memakai medali Spanyol


Panglima Luftwaffe Reichsmarschall Hermann Göring berpidato di hadapan para anggota Legion Condor


Komandan terakhir Legion Condor, Generalmajor Dr.-Ing. Wolfram Freiherr von Richthofen (dia menerima diploma insinyur teknik tanggal 10 Mei 1924 dan gelar Doktor teknik tahun 1929), difoto oleh Hugo Jaeger dalam acara penerimaan Legion Condor di Berlin tanggal 6 Juni 1939. Dia adalah salah satu dari hanya 28 orang prajurit terpilih Jerman yang dianugerahi Spanienkreuz mit Schwertern in Gold mit Brillanten (tampak di saku kirinya, persis d bawah Wing Pilot Spanyol), yang dia terima pada tanggal di atas (6 Juni 1939).Di saku kanannya kita bisa melihat dua medali Spanyol lainnya: "Medalla Militar Individual" dan "Medalla de la Campaña 1936-1939" yang diberikan pada semua pasukan yang tergabung di pihak Nasionalis Franco (termasuk Legion Condor) dalam Perang Saudara Spanyol. Dia masih mempunyai hubungan saudara dengan Manfred von Richthofen, jagoan udara paling top dalam Perang Dunia Pertama


Dua orang dedengkot Nazi dalam upacara penghormatan terhadap Legion Condor: Paling depan dengan seragam putih adalah Robert Ley, sedangkan di belakangnya yang memakai kacamata cengdem (goceng adem) adalah Martin Bormann



Upacara penyambutan sekaligus penghormatan terhadap Legion Condor yang dihelat di lapangan Lustgarten, Berlin, tanggal 6 Juni 1939. Foto ini memperlihatkan saat Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) menginspeksi barisan sukarelawan Jerman dalam Perang Saudara Spanyol tersebut, sementara di belakangnya mengikuti, dari kiri ke kanan: Oberst Walter Warlimont (cuma kelihatan sedikit kepalanya, penasihat militer Jerman untuk Francisco Franco tahun 1936 sebelum Legion Condor dibentuk), General der Flieger Hellmuth Volkmann (Komandan kedua Legion Condor, periode 1 November 1937 - 31 Oktober 1938), General der Flieger Hugo Sperrle (Komandan pertama Legion Condor, periode 6 November 1936 - 31 Oktober 1937), Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Generaloberst Walther von Brauchitsch (tertutup oleh Göring, Oberbefehlshaber des Heeres), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Vizeadmiral Hermann von Fischel (Chef des Allgemeinen Marineamtes), serta Generalmajor Dr.-Ing. Wolfram Freiherr von Richthofen (Komandan ketiga sekaligus terakhir Legion Condor, periode 1 November 1938 - 18 Juli 1939). Foto ini terdapat dalam salah satu dari dua album foto pribadi milik Generalfeldmarschall Wolfram Freiherr von Richthofen, yang dilelang secara terbuka oleh Dickins Auctioneer Ltd pada bulan Maret 2017 (satu album memperlihatkan saat sang Baron menjadi komandan Legion Condor tahun 1939, sementara album lainnya diambil pada saat Unternehmen Barbarossa tahun 1941)




Upacara penyambutan sekaligus penghormatan terhadap Legion Condor yang dihelat di lapangan Lustgarten, Berlin, tanggal 6 Juni 1939. Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) menyalami Generalmajor Dr.-Ing. Wolfram Freiherr von Richthofen (Kommandeur Legion Condor) di podium kehormatan, sementara di belakang Richthofen satu demi satu para komandan terdahulu Legion Condor menaiki tangga untuk bersalaman dengan sang Führer. Dari bawah ke atas: Oberst Walter Warlimont (penasihat militer Jerman untuk Francisco Franco tahun 1936 sebelum Legion Condor dibentuk), General der Flieger Hellmuth Volkmann (Komandan kedua Legion Condor, periode 1 November 1937 - 31 Oktober 1938), dan General der Flieger Hugo Sperrle (Komandan pertama Legion Condor, periode 6 November 1936 - 31 Oktober 1937). Berdiri di podium, dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant Führer und Reichskanzler), Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht), perwira militer Spanyol tak dikenal, ajudan Luftwaffe tak dikenal, Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), serta SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant Führer und Reichskanzler). Foto ini terdapat dalam salah satu dari dua album foto pribadi milik Generalfeldmarschall Wolfram Freiherr von Richthofen, yang dilelang secara terbuka oleh Dickins Auctioneer Ltd pada bulan Maret 2017 (satu album memperlihatkan saat sang Baron menjadi komandan Legion Condor tahun 1939, sementara album lainnya diambil pada saat Unternehmen Barbarossa tahun 1941). Tulisan tangannya adalah asli milik Richthofen sendiri!



 Upacara penyambutan sekaligus penghormatan terhadap Legion Condor yang dihelat di lapangan Lustgarten, Berlin, tanggal 6 Juni 1939. Dengan didampingi oleh Generalmajor Dr.-Ing. Wolfram Freiherr von Richthofen (Kommandeur Legion Condor), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) menyaksikan acara parade militer dari unit sukarelawan Jerman dalam Perang Saudara Spanyol tersebut. Foto ini terdapat dalam salah satu dari dua album foto pribadi milik Generalfeldmarschall Wolfram Freiherr von Richthofen, yang dilelang secara terbuka oleh Dickins Auctioneer Ltd pada bulan Maret 2017 (satu album memperlihatkan saat sang Baron menjadi komandan Legion Condor tahun 1939, sementara album lainnya diambil pada saat Unternehmen Barbarossa tahun 1941). Tulisan tangannya adalah asli milik Richthofen sendiri!

Sumber :
Majalah "Der Adler" edisi 1 Juni 1939
Majalah "Luftwaffe im Focus" edisi No.1 tahun 2002 
www.life.com
www.wehrmacht-awards.com