Friday, November 30, 2018

Para Fans Third Reich Indonesia

FOTO DAN POSTER


------------------------------------------------------------------


 HORMAT NAZI


------------------------------------------------------------------


KAOS DAN JAKET





Sumber: Facebook

Thursday, November 29, 2018

Tag der Luftwaffe (Hari Ulang Tahun Angkatan Udara)

-1938-

Pada hari kamis tanggal 1 Maret 1938, rakyat Jerman merayakan ulangtahun ketiga dari Angkatan Udara kebanggaan mereka, Luftwaffe (biasa dinamakan "Tag der Luftwaffe"). Puncak dari acara perayaan ini digelar di Halaman Kehormatan Reichsluftfahrtministerium di Berlin yang berbatasan dengan Wilhelmstrasse. Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe) menyampaikan pidato, yang disebarluaskan melalui radio. Sementara itu, delapan kompi Luftwaffe berparade di depan para petinggi Wehrmacht di Wilhelmstrasse. Foto ini memperlihatkan saat Marsekal Göring baru saja keluar dari Reichsluftfahrtministerium, dan memberi hormat dengan menggunakan Marschallstab kepada masyarakat yang telah menunggunya. Di belakangnya berdiri, dari kiri ke kanan: Generalleutnant Hans-Jürgen Stumpff (Chef des Generalstabes Luftwaffe), General der Artillerie Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), Charakter als General der Infanterie Carl-Eduard Herzog von Sachsen-Coburg und Gotha (Präsident Vereinigung der deutschen Frontkämpferverbände), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (1. Adjutant Reichsminister für Luftfahrt), Generaladmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Bernhard Rust (Reichserziehungsminister), General der Flieger Otto von Stülpnagel (Leiter Lufttechnischen Akademie), dan Viktor Lutze (Stabschef der SA)


Sumber :

Sunday, November 25, 2018

Foto Neubaufahrzeug (NBFZ)


Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) berpidato di depan para pekerja pabrik mesin perang Rheinmetall-Borsig-Werke di Düsseldorf, Jerman, tanggal 10 September 1939. Dia berbicara di atas sebuah tank Neubaufahrzeug (NBFZ), sementara di kiri dan kanannya adalah meriam lapangan Jerman dari jenis schwere Feldhaubitze 18 (sFH 18) kaliber 150mm. Kedua mesin perang ini - sudah tentu - merupakan salah satu hasil produksi dari Rheinmetall-Borsig-Werke



Sumber :
www.kulturpool.at

Saturday, November 24, 2018

Foto Slovakia dalam Perang Dunia II


September 1939: Jenderal Ferdinand Čatloš (Menteri Pertahanan Slovakia sekaligus Panglima pasukan Slovakia dalam invasi ke Polandia) memberikan medali kepada beberapa orang anggota Freiwillige Schutzstaffek, yang memperlihatkan prestasi yang mengesankan dalam pertempuran melawan orang-orang Polandia. Freiwillige Schutzstaffek sendiri adalah unit sukarelawan dalam tubuh Angkatan Darat Slovakia, yang anggotanya diambil dari keturunan Jerman yang berdiam di Carpathia. Karena itulah mereka bertempur dengan mengenakan simbol swastika di lengan, meskipun memakai seragam Slovakia


 Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (tengah, Oberbefehlshaber des Heeres) dan Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (kanan, Chef Oberkommando der Wehrmacht) menyambut kedatangan Jenderal Ferdinand Čatloš dari Slovakia di markas mereka di Zossen, Berlin-Brandenburg, di malam tanggal 29 April 1941. Čatloš sendiri menjabat sebagai Menteri Pertahanan Slovakia, selain sebagai Panglima pasukan Slovakia dalam invasi ke Polandia (1939) dan Rusia (1941). Ketika Perang Dunia II berakhir, Čatloš dipenjarakan selama tiga tahun karena dianggap sebagai kolaborator Nazi. Dia menghabiskan sisa hidupnya sebagai juru tulis biasa, dan meninggal pada tahun 1972 di Cekoslowakia


 Pada tanggal 23 Oktober 1941 Menteri Pertahanan Slovakia, Ferdinand Čatloš, melakukan kunjungan ke Hauptquartier des Oberkommando des Heeres (Markas Besar Angkatan Darat Jerman) "Askania" di Mauerwald, Prusia Timur. Dalam kesempatan itu, Čatloš (kiri) menganugerahkan medali Slovakia War Victory Cross 1st Class with Star kepada Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). War Victory Cross sendiri adalah medali keberanian tertinggi Republik Slovakia, dengan beberapa tingkatan untuk penerimanya, sama seperti halnya Ritterkreuz milik Jerman. Dalam Perang Dunia II, tercatat sebanyak 3.769 buah medali ini yang dikeluarkan, dengan 437 diantaranya dianugerahkan kepada sekutu Jerman. BTW, perwira Slovakia di belakang Čatloš kemungkinan adalah seorang jenderal, tapi wajahnya terlalu tertutup oleh bayangan untuk diketahui dengan pasti identitasnya. Lebih ke belakang lagi (keempat dari kiri) adalah jenderal Slovakia lainnya, Brigadir-Jenderal Alexander Čunderlik (Komandan Divisi Slovakia ke-2 Skultéty), sementara di sebelah kanannya adalah Kolonel Alojz Androvič (Atase Militer Slovakia untuk Jerman)


Sumber :
www.en.wikipedia.org
www.kulturpool.at

Foto Cekoslowakia di Masa Pendudukan Jerman (1938-1945)

 Para petinggi Nazi Jerman tiba di Prager Burg, Praha, Cekoslowakia, untuk melakukan upacara resmi penyambutan Konstantin Freiherr von Neurath sebagai Reichsprotektor Cekoslowakia, tanggal 5 April 1939. Dari kiri ke kanan: 1.SS-Brigadeführer Karl-Hermann Frank (Staatssekretär Reichsprotektor für Böhmen und Mähren), 2.SS-Gruppenführer Dr.jur. h.c. Konrad Henlein (Gauleiter und Reichsstatthalter Sudetenland), 3.General der Infanterie Ernst Busch (Kommandierender General VIII. Armeekorps und Befehlshaber Wehrkreis VIII), 4.Konstantin Freiherr von Neurath (Reichsprotektor für Böhmen und Mähren), 5.General der Infanterie Viktor von Schwedler (Kommandierender General IV. Armeekorps und Befehlshaber Wehrkreis IV), 6.General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 3), 7.Oberstleutnant Curt Siewert (1. Adjutant Oberbefehlshaber des Heeres), 8.Generalmajor Hans-Gustav Felber (Chef des Generalstabes Heeresgruppen-Kommando 3), 9.Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), dan 10.General der Infanterie Wilhelm List (Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 5)


Generaloberst Walther von Brauchitsch (kiri, Oberbefehlshaber des Heeres) menyambut kedatangan Reichsprotektor Konstantin Freiherr von Neurath di halaman Prager Burg, Praha, Cekoslowakia, tanggal 5 April 1939. Sebelumnya, selama bertahun-tahun Neurath adalah Menteri Luar Negeri Jerman dari sejak tanggal 1 Juni 1932, tapi kemudian posisinya digantikan oleh Joachim von Ribbentrop pada tanggal 4 Februari 1938. Setelah menjadi Menteri tanpa posisi selama beberapa waktu, Neurath diangkat oleh Hitler sebagai Reichsprotektor für Böhmen und Mähren (Pelindung Reich untuk Bohemia dan Moravia) - dengan kata lain, penguasa wilayah pendudukan Jerman di Cekoslowakia - pada tanggal 21 Maret 1939. Dia menempati posisinya sampai dengan tanggal 24 Agustus 1943


 
Parade pasukan Wehrmacht di Lapangan Wenceslas, Praha, untuk menyambut datangnya penguasa wilayah pendudukan Cekoslowakia yang baru, Konstantin von Neurath, tanggal 5 April 1939. Berdiri di podium kehormatan, dari kiri ke kanan: Konstantin von Neurath (Reichsprotektor für Böhmen und Mähren), Emil Hácha (Staatspräsident Reichsprotektor für Böhmen und Mähren), dan Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Di belakang mereka kita bisa melihat General der Infanterie Wilhelm List (Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 5) dan General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 3)


Sumber :

Thursday, November 22, 2018

Mobil Maybach Masa Third Reich

MAYBACH CABRIOLET



 Generaloberst Walther von Brauchitsch (kiri, Oberbefehlshaber des Heeres) bersalaman dengan Generalleutnant Ernst Richter (Kommandeur 14. Landwehr-Division) saat mengunjungi wilayah Oberrhein tahun 1939 (tidak ada keterangan tanggal dan bulannya, tapi kemungkinan besar akhir Desember 1939). 14. Landwehr-Division sendiri dibentuk pada tanggal 26 Agustus 1939 dari komponen Grenzschutz-Abschnittskommando Freiburg, dan nantinya dinamai ulang pada bulan Januari 1940 menjadi 205. Infanterie-Division. Tugas divisi ini adalah menjaga perbatasan Barat Jerman di sekitar Westwall. BTW, mobil di latar belakang - yang memajang panji Komandan Korps - adalah Maybach Cabriolet, jenis mobil mewah produksi Maybach-Motorenbau GmbH di Friedrichshafen, dimana sebagian besar badannya dibuat di pabrikan Spohn di Ravensburg. Tipenya sendiri sulit ditentukan, karena tampilan luar Maybach Cabriolet SW 35, SW 38 dan SW 42 begitu mirip satu sama lain. Foto oleh Kriegsberichter Neubauer


Sumber :
www.commons.wikimedia.org

Wednesday, November 21, 2018

Krupp K5, Artileri Rel Kaliber 280mm

 Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) meninggalkan sebuah stasiun kereta api, diikuti oleh para perwira Wehrmacht dan staff. Tidak ada keterangan dimana foto ini diambil, hanya ada keterangan waktunya: bulan Desember 1940. Meriam raksasa di latar belakang adalah Krupp K5(E) kaliber 280mm. Senjata yang bergerak menggunakan rel ini mempunyai berat 218 ton, dan mampu memuntahkan 15 buah peluru seberat 243 kg tiap jamnya, dengan jarak jangkau 64 kilometer. Hanya 25 buah mreiam Krupp K5 yang diproduksi dalam Perang Dunia II, dengan dua diantaranya selamat sampai akhir perang (satu dipamerkan di United States Army Ordnance Museum, dan satunya lagi di Batterie Todt Museum, Audinghen, Prancis)


Sumber :
www.audiovis.nac.gov.pl

Foto Kamp Konsentrasi Treblinka

 Februari 1940: Di tengah kondisi dingin bersalju, Generaloberst Walther von Brauchitsch (tengah, Oberbefehlshaber des Heeres) melakukan inspeksi prajurit Wehrmacht saat mengadakan kunjungan ke Tomaszów Mazowiecki, sebuah kota di Polandia tengah yang dilintasi oleh tiga sungai: Pilica, Wolbórka, dan Czarna Bielina. Yang memakai jaket kulit ketiga dari kiri adalah Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber Ost). Selama invasi Nazi-Soviet atas Polandia di bulan September 1939, kota Tomaszów Mazowiecki diduduki oleh pasukan Jerman. Hanya berselang satu bulan kemudian - tepatnya tanggal 16 Oktober 1939 - Sinagog Besar di kota tersebut dibakar sampai habis, yang disusul oleh dua sinagog lainnya pada tanggal 7-14 November 1939. Ghetto untuk menampung 16.500 orang penduduk Polandia keturunan Yahudi dibangun pada bulan Desember 1940, dan ditutup dari dunia luar pada bulan Desember 1941. Di dalam ghetto, kelaparan merajalela, begitu pula wabah penyakit pes. Pada bulan Februari 1942 sekitar 15.000 Yahudi dideportasi menggunakan kereta api ke Kamp Konsentrasi Treblinka. Hanya 200 orang keturunan Yahudi dari Tomaszów Mazowiecki yang tercatat selamat sampai akhir perang


Sumber :
www.audiovis.nac.gov.pl

Koleksi Video Adolf Hitler


Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) dan tamunya dari Hungaria, Laksamana Miklós Horthy de Nagybánya, menyaksikan parade pasukan Jerman di Ehrentribüne (tribun kehormatan) di Charlottenburger Chaussee, Berlin, tanggal 25 Agustus 1938. Dengan diiringi oleh O.M. Palapa, kompi demi kompi landser (prajurit Jerman) - yang mengenakan seragam parade - lewat di hadapan pemimpin kedua negara. Setelah itu terdapat pula atraksi Kavallerie Musikkorps (korps musik berkuda), yang diikuti oleh penampilan publik pertama dari meriam artileri terbaru kebanggaan Wehrmacht: schwere Feldhaubitze 18 (sFH 18) kaliber 150mm. Dalam acara ini, Horthy mengenakan bicorne di kepalanya, sebuah topi yang umum dikenakan oleh para laksamana Eropa dari sejak abad ke-18


Sumber:
British Pathé

Poster Pencarian Prajurit Jerman oleh Istrinya

"Perhatian! Bagi kalian yang kembali dari Rusia! Siapa yang bisa mengkonfirmasi bahwa suamiku: Feldwebel Otto Becker, lahir tanggal 17 April 1914 di Schleid sekitar Eisenach, dari unit Infanterie-Regiment 529 / 299.Infanterie-Division (kemungkinan 13.Infanterie-Geschütz Kompanie), pada tanggal 21 Juni 1944 di medan tempur Garkovo - 30km selatan Vitebsk - kemungkinan meninggal setelah menderita luka berat di bagian kepala, atau adakah informasi lain tentang dia? Ditunggu balasan secepatnya oleh: Nyonya Else Becker (22 tahun), Distrik Burscheid, Düsseldorf, Hauptstraße 55". Pengumuman ini dibagi-bagikan oleh keluarga dari sang Feldwebel malang kepada para prajurit Jerman yang baru tiba di tanah air setelah dibebaskan dari kamp tawanan Soviet, bertahun-tahun setelah perang usai. Bisa dikatakan bahwa Frau Becker hanyalah satu dari beribu-ribu istri, anak, ibu, dan keluarga lainnya yang masih berharap bahwa orang tercinta mereka dapat kembali ke kampung halaman setelah berjuang di medan pertempuran, walau sekecil apapun kemungkinannya. Kecil kemungkinan bahwa suaminya bisa selamat, mengingat Vitebsk diduduki oleh Tentara Merah di jam-jam pertama Operasi Bagration, tanggal 22 Juni 1944 (satu hari setelah sang Feldwebel terluka parah di bagian kepala dan diberitakan meninggal). Feldwebel Otto Becker sendiri tercatat sebagai prajurit pemberani yang berprestasi di palagan perang, yang terlihat dari medali-medali yang telah diraihnya: Infanterie-Sturmabzeichen (1 Agustus 1941), Eisernes Kreuz II.Klasse (13 September 1941), Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1 Agustus 1942), Verwundetenabzeichen in Schwarz (27 Juli 1943), serta Eisernes Kreuz I.Klasse (1 Agustus 1943)


Sumber :
www.wehrmacht-awards.com

Tuesday, November 20, 2018

Bis Wehrmacht

MAN E 3000

 Sebuah bis Wehrmacht dari merk MAN E 3000 terjebak lumpur di Front Timur, musim semi 1942. Pada awalnya, bis ini diproduksi untuk sipil, tapi pada tahun 1939 panjangnya ditambah serta berat beban yang bisa diangkutnya diperbesar menjadi 3 ton. Dengan tipe penunjukannya yang dirubah menjadi MAN Typ E 3000, maka bis ini dibuat khusus untuk kepentingan Wehrmacht. Ciri khas yang mudah dikenali dari MAN E 3000 adalah atapnya yang tak mempunyai emperan/overhang. Lampu depannya sendiri sangat mirip dengan MAN tipe Z 2 yang dipasang di bemper, yang berbeda dengan tipe-E yang biasanya dipasang di bagian fender depan


 Foto hasil karya Kriegsberichter Deeg ini memperlihatkan Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) mendengarkan dengan serius ocehan dari General der Kavallerie Georg Stumme (Kommandierender General XXXX.Armeekorps [motorisiert]). Waktunya sendiri adalah tanggal 29 April 1941, saat Brauchitsch mengadakan kunjungan ke lapangan udara yang dikuasai oleh Jerman di Yunani Utara, saat sedang berlangsungnya Balkanfeldzug (invasi Wehrmacht atas Yugoslavia dan Yunani). Di latar belakang kita bisa melihat sebuah bis MAN Tipe E 3000 yang terparkir di lapangan rumput



Sumber :
www.audiovis.nac.gov.pl

Monday, November 19, 2018

Foto Hermann Göring dan Wehrmacht


 Perundingan di Görlitz (Prusia Timur) selama berlangsungnya Operasi Bersama antara Luftwaffe dan Heer, tanggal 18 September 1941. Foto bawah memperlihatkan, dari kiri ke kanan: Generalleutnant Rudolf Gercke (Chef Feldtransportwesens), Reichsmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Oberstleutnant Heinz von Gyldenfeldt (Erster Generalstabsoffizier beim Oberbefehlshaber des Heeres), dan Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Meskipun secara kelembagaan Göring dan Brauchitsch adalah setara, tapi bisa dibilang bahwa yang pertama lebih mendominasi dalam pengaturan strategi. Ini karena pangkat Göring yang lebih tinggi satu tingkat dibandingkan Brauchitsch, dan juga karena sang Reichsmarschall tambun adalah orang kedua dalam tubuh hierarki Nazi setelah Hitler


 23 Januari 1942: Reichsmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe) - mewakili sang Führer - memberi hormat menggunakan marschallstab (tongkat Marsekal) di hadapan peti jenazah Generalfeldmarschall Walther von Reichenau yang disemayamkan di Berliner Zeughaus sebelum dikebumikan di Invalidenfriedhof di hari yang sama. Göring juga memberi eulogi (kata kenangan) sebagai penghargaan bagi sang Marsekal yang meninggal akibat serangan jantung beberapa hari sebelumnya, sementara kata sambutan lainnya diberikan oleh Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt


Sumber :
www.alamy.com
www.beeldbank.wo2.nl

Flak 30 (Flugabwehrkanone 30) kaliber 20mm

Foto ini diambil pada bulan Mei 1941, selama berlangsungnya kunjungan Walther von Brauchitsch ke wilayah Balkan, tak lama setelah penguasaan Jerman atas Yunani dan Yugoslavia. Tampaknya sang Panglima Angkatan Darat sedang menginspeksi mesin-mesin perang Jerman yang dipakai dalam kampanye militer sebelumnya. Senjata di belakang adalah Flak 30 (Flugabwehrkanone 30) kaliber 20mm, hanya saja tanpa dilengkapi dengan kendaraan penarik di bawahnya, dan didudukkan di sebuah trailer. Sebagai identifikasi orang-orangnya: 1.Oberstleutnant Heinz von Gyldenfeldt (Erster Generalstabsoffizier beim Oberbefehlshaber des Heeres), 2.Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), 3.Oberstleutnant i.G. Max-Josef Pemsel (Chef des Generalstabes XVIII. Gebirgskorps), 4.Generalmajor Ferdinand Schörner (Kommandeur 6. Gebirgs-Division), dan General der Infanterie Franz Boehme (Kommandierender General XVIII. Gebirgskorps)


Sumber :
www.audiovis.nac.gov.pl

U-903, U-Boat Tipe VIIC

KOMMANDANT

 Oberleutnant zur See Hans Hellmann dilahirkan pada tanggal 8 Maret 1921 di Primkenau/Silesia, dekat perbatasan Jerman-Polandia. Dia meniti karir di Kriegsmarine dengan menjadi komandan U-boat: U-903 (4 September 1943 - 14 Desember 1943) dan U-733 (15 Desember 1943 - 3 Maret 1945), meskipun tidak pernah sekalipun melakukan patroli di lautan. Pada tanggal 3 Maret 1945, Hellmann tewas secara tragis menjelang akhir perang di Wesermünde, Bremen, setelah dibunuh oleh seorang suami yang marah, yang menganggap bahwa dia telah terlalu dekat dengan istrinya! Pihak berwenang Angkatan Laut menganggap serius terhadap anggotanya yang ketahuan menjalin hubungan cinta terlarang dengan wanita yang sudah bersuami, dan sebelum perang hukumannya adalah pemecatan secara langsung. Meskipun demikian, pihak berwenang lain di dalam tubuh Third Reich tidak terlalu menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang tercela. Yang jelas, salah seorang perwira AL yang dipecat karena kasus semacam ini, yaitu Reinhard Heydrich, nantinya diterima di SS dan menjadi salah satu orang paling berpengaruh setelah Reichsführer-SS Heinrich Himmler!


Sumber :
Buku "Wolfpacks At War: The U-Boat Experience In WWII" karya Jak Mallmann Showell
www.uboat.net

U-733, U-Boat Tipe VIIC

KOMMANDANT

 Oberleutnant zur See Hans Hellmann dilahirkan pada tanggal 8 Maret 1921 di Primkenau/Silesia, dekat perbatasan Jerman-Polandia. Dia meniti karir di Kriegsmarine dengan menjadi komandan U-boat: U-903 (4 September 1943 - 14 Desember 1943) dan U-733 (15 Desember 1943 - 3 Maret 1945), meskipun tidak pernah sekalipun melakukan patroli di lautan. Pada tanggal 3 Maret 1945, Hellmann tewas secara tragis menjelang akhir perang di Wesermünde, Bremen, setelah dibunuh oleh seorang suami yang marah, yang menganggap bahwa dia telah terlalu dekat dengan istrinya! Pihak berwenang Angkatan Laut menganggap serius terhadap anggotanya yang ketahuan menjalin hubungan cinta terlarang dengan wanita yang sudah bersuami, dan sebelum perang hukumannya adalah pemecatan secara langsung. Meskipun demikian, pihak berwenang lain di dalam tubuh Third Reich tidak terlalu menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang tercela. Yang jelas, salah seorang perwira AL yang dipecat karena kasus semacam ini, yaitu Reinhard Heydrich, nantinya diterima di SS dan menjadi salah satu orang paling berpengaruh setelah Reichsführer-SS Heinrich Himmler!


Sumber :
Buku "Wolfpacks At War: The U-Boat Experience In WWII" karya Jak Mallmann Showell
www.uboat.net

Friday, November 16, 2018

Foto Adolf Hitler di Acara Pemakaman

 Upacara pemakaman kenegaraan untuk General der Artillerie Prof.Dr.-Ing. Dr.Phil.h.c. Karl Becker (Chef Heeres-Waffenamt), yang diselenggarakan di Technische Hochschule Berlin, tanggal 12 April 1940. Becker meninggal dunia beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada tanggal 8 April 1940, akibat dari bunuh diri. Selama berbulan-bulan dia mengalami depresi karena mendapat tekanan dari Hitler dan atasannya, yang menyalahkannya atas menurunnya kapasitas produksi mesin-mesin perang Jerman. Bunuh dirinya sang jenderal ditutupi dengan upacara pemakaman kenegaraan yang megah, yang dihadiri langsung oleh Adolf Hitler. Dalam foto ini, tiga orang yang berada di belakang sang Führer adalah, dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Rudolf Hess (Stellvertreter des Führers), dan Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe). Di belakangnya lagi adalah para ajudan: Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), Hauptmann Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), dan Oberstleutnant Curt Siewert (1. Adjutant Oberbefehlshaber des Heeres)


Sumber :
www.audiovis.nac.gov.pl

Foto Wehrmacht Schule (Sekolah Wehrmacht)

INFANTERIE-SCHULE DÖBERITZ

 Acara kunjungan Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) ke Infanterie-Schule Döberitz, tanggal 15 Desember 1939. Disini sang Panglima Heer - yang memakai jaket kulit - memperhatikan latihan menembak para awak leichte Infanteriegeschütz 18 kaliber 75mm (7,5 cm le.IG 18), sebuah meriam artileri ringan yang biasa digunakan oleh unit-unit Gebirgsjäger (Pasukan Gunung), di Truppenübungsplatz Döberitz. Berturut-turut di sebelah kanan Brauchitsch adalah Oberst Johannes Frießner (Inspekteur Erziehungs- und Bildungswesens) dan Oberst Walther Krause (Kommandeur Infanterie-Schule Döberitz)


 Acara kunjungan Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) ke Infanterie-Schule Döberitz, tanggal 15 Desember 1939. Disini sang Panglima Heer sedang menanyakan sesuatu kepada seorang kadet Wehrmacht yang sedang mengikuti Offizierslehrgang (pendidikan calon perwira). Di depan mereka teronggok sebuah scherenfernrohr (teropong gunting), yang biasa digunakan oleh observer artileri atau pasukan di front terdepan

---------------------------------------------------------------------------------

 KRIEGSSCHULE POTSDAM

Rombongan para perwira Wehrmacht sedang berjalan-jalan sambil ngabuburit menunggu buka puasa. Yang sedang ngoceh kedua dari kiri adalah Oberst Friedrich-August Schack (Kommandeur Kriegsschule Potsdam), yang meraih medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada awal berlangsungnya Unternehmen Barbarossa (penyerbuan Jerman atas Uni Soviet), tepatnya pada tanggal 24 Juli 1941, sebagai Kommandeur Infanterie-Regiment 392 / 169.Infanterie-Division. Schack (27 Maret 1892 - 24 Juli 1968) menjadi Komandan Sekolah Perang Potsdam dari tanggal 1 Oktober 1942 s/d 29 Maret 1943, sebelum diberi kepercayaan sebagai Komandan 216. Infanterie-Division (7 Mei 1943 - 3 Oktober 1943), 272. Infanterie-Division (15 Desember 1943 - Agustus 1944), LXXXI. Armeekorps (4 September 1944 - 21 September 1944), LXXXV. Armeekorps (15 November 1944 - 16 Desember 1944), serta XXXII. Armeekorps (26 Maret 1945 - 7 Mei 1945). Dia meraih Eichenlaub #597 untuk Ritterkreuz-nya pada tanggal 21 September 1944 saat masih menjadi Generalleutnant dan Komandan 272. Infanterie-Division, sebagai penghargaan atas jasa-jasanya dalam menahan pasukan Sekutu di Pertempuran Caen, Prancis. Divisi yang dipimpin oleh Schack menderita korban berat dalam pertempuran ini, sementara sang Divisionskommandeur sendiri mengalami kelelahan batin akibat non-stop bertempur. Dia sempat mendapat cuti selama beberapa waktu sebelum dipercaya kembali sebagai pemimpin pasukan di front terdepan sampai dengan akhir perang

---------------------------------------------------------------------------------

 PANZERTRUPPENSCHULE II WÜNSDORF

 Penyerahan secara resmi kunci barak bagi pasukan panzer Jerman yang akan menempati markas baru mereka di Wünsdorf (Zossen/Brandenburg), tanggal 20 Oktober 1935. Membelakangi kamera adalah Oberstleutnant Johannes "Hans" Haarde (Kommandeur Heeres-Kraftfahrschule). Lokasi yang menjadi Sekolah Transportasi Bermotor Angkatan Darat Jerman ini kemudian secara khusus menjadi tempat pelatihan pasukan Panzer, dengan nama Panzertruppenschule II. Selain itu, 3. Panzer-Division ikut pula bermarkas disini. BTW, perhatikan bahwa Schutzmütze (Baret Panzer) yang dikenakan oleh para personil pasukan panzer ini masih belum dilengkapi dengan lambang elang Heer

---------------------------------------------------------------------------------

THERESIANISCHE MILITÄRAKADEMIE

 Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) melakukan kunjungan ke Theresianische Militärakademie di Kastil Wiener Neustadt, Austria, tanggal 26 Juni 1938. Dia diperkenalkan dengan para perwira pengajar di akademi militer yang didirikan oleh Ratu Maria Theresa (Austria) pada tahun 1751 tersebut. Jenderal tinggi besar di sebelah kiri adalah Generalmajor Karl Moyses (Kommandeur Theresianische Militärakademie), sementara kebalikannya, perwira mungil yang bersalaman dengan Brauchitsch adalah Oberstleutnant Dr.rer.pol. Friedrich "Fritz" Franek (Taktiklehrer an der Theresianische Militärakademie). Jenderal berkumis persis di belakang Brauchitsch sendiri adalah Generalmajor Fritz Brand (Inspekteur der Inspektion der Kriegsschulen). Kejadian yang tidak biasa terjadi pada saat "Anschluss" (penyatuan Austria ke dalam Nazi Jerman) bulan Maret 1938, dimana Komandan Theresianische Militärakademie pada saat itu, Generalmajor Rudolf Towarek, mencegah pasukan Wehrmacht memasuki kastil selama beberapa hari. Peristiwa ini tercatat sebagai satu-satunya perlawanan bersenjata yang diberikan oleh militer Austria terhadap pasukan Jerman yang menduduki negara mereka! Uniknya, tindakan pembangkangannya ini tidak mendapatkan hukuman dari pemerintahan baru Nazi di Austria. Hanya saja, tak lama setelahnya Towarek dipensiunkan dengan kompensasi bahwa dia tetap diperbolehkan mengenakan seragam militer Austria, sebuah hal yang sangat jarang terjadi! Setelah Anschluss, Wehrmacht mengubah peruntukan dari Akademi Militer ini, dari pendidikan perwira menjadi bintara, sekaligus mendirikan bangunan baru di sebelah kastil lama. Sebagai komandannya ditunjuk Erwin Rommel (waktu itu masih berpangkat Oberst), yang nantinya terkenal ke seantero dunia sebagai si "Rubah Gurun"


 Acara kunjungan Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) ke Theresianische Militärakademie di Kastil Wiener Neustadt, Austria, tanggal 26 Juni 1938. Dalam foto ini terlihat sang Panglima Angkatan Darat Jerman (tersenyum sambil terlihat gigi) sedang memperhatikan benda yang dipajangkan di Ehrensaal (Aula Kehormatan) Akademi. Di sekelilingnya ikut kepo beberapa jenderal Wehrmacht lain. Dari kiri ke kanan (setelah patung): tidak dikenal, Generalmajor Bernhard Waber (Kommandierender General und Befehlshaber Luftgau VIII), Brauchitsch, General der Infanterie Wilhelm List (tertutup oleh Brauchitsch, Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 5), Generalmajor Karl Moyses (Kommandeur Theresianische Militärakademie), tidak diketahui (membelakangi kamera), Generalleutnant Richard Ruoff (Chef des Generalstabes Heeresgruppen-Kommando 5), dan Generalmajor Fritz Brand (Inspekteur der Inspektion der Kriegsschulen)


Sumber :
www.audiovis.nac.gov.pl
www.bildarchivaustria.at
www.en.wikipedia.org
www.europeana.eu
www.forum.axishistory.com
www.kulturpool.at

Thursday, November 15, 2018

Bumi Hangus


  Panzerkampfwagen III Ausf.J satu ini, yang berkendara melewati sebuah desa Rusia yang terbakar pada tanggal 11 Oktober 1941, memperlihatkan nomor sasis di bagian depan kubahnya (persis di atas visor supir): 68435. Selain itu, terdapat pula nomor taktis satu digit "7" di bagian samping depan turet, diikuti dengan gambar bison Eropa di belakangnya. Berbekal itu semua, kita bisa mengidentifikasi panzer ini sebagai milik Panzer-Regiment 7, yang merupakan bagian dari 10. Panzer-Division. Sebuah panji kecil berkibar di bagian atas antenanya. Yang cukup menarik adalah penampilan awaknya, yang dengan santai duduk di luar panzer. Dia mengenakan stahlhelm di kepalanya, sebuah pemandangan yang jarang ditemukan di kalangan Panzermänner (orang-orang tank)!


  Panzerkampfwagen III Ausf.J satu ini adalah contoh paling sempurna dari kemampuan pihak Jerman untuk selalu beradaptasi di medan peperangan, dan dalam hal ini adalah pola kamuflase putih musim dingin. Tidak seperti kamuflase lain yang dibuat dengan menggunakan cat, warna putih yang melekat di sekujur badan panzer ini dibuat dengan memanfaatkan kapur tulis (perhatikan pola awut-awutannya)! Foto ini sendiri dijepret oleh Kriegsberichter Tannenberg di bulan Februari 1942, saat Oberkommando der Wehrmacht dengan terburu-buru mengirimkan unit-unit panzernya demi menambal kebocoran di garis pertahanannya yang berada di sekitar kota Moskow, Uni Soviet. Pada saat itu Oberkommando der Wehrmacht masih belum mengantisipasi dengan baik datangnya musim dingin, sehingga sebagian besar mesin perang yang dikirimkan masih memakai cat musim panas dan bukannya putih. Di latar belakang kita bisa melihat sepasang mittlerer schützenpanzerwagen Sd.Kfz.251 (kemungkinan Ausf.B), yang parkir di pinggir rumah-rumah yang terbakar



Sumber :
Buku "Panzer Vor: German Armor At War 1939-45" karya Frank V. De Sisto

Foto Pertempuran Moskow (1941-1942)

  Panzerkampfwagen III Ausf.J satu ini adalah contoh paling sempurna dari kemampuan pihak Jerman untuk selalu beradaptasi di medan peperangan, dan dalam hal ini adalah pola kamuflase putih musim dingin. Tidak seperti kamuflase lain yang dibuat dengan menggunakan cat, warna putih yang melekat di sekujur badan panzer ini dibuat dengan memanfaatkan kapur tulis (perhatikan pola awut-awutannya)! Foto ini sendiri dijepret oleh Kriegsberichter Tannenberg di bulan Februari 1942, saat Oberkommando der Wehrmacht dengan terburu-buru mengirimkan unit-unit panzernya demi menambal kebocoran di garis pertahanannya yang berada di sekitar kota Moskow, Uni Soviet. Pada saat itu Oberkommando der Wehrmacht masih belum mengantisipasi dengan baik datangnya musim dingin, sehingga sebagian besar mesin perang yang dikirimkan masih memakai cat musim panas dan bukannya putih. Di latar belakang kita bisa melihat sepasang mittlerer schützenpanzerwagen Sd.Kfz.251 (kemungkinan Ausf.B), yang parkir di pinggir rumah-rumah yang terbakar


Sumber :
Buku "Panzer Vor: German Armor At War 1939-45" karya Frank V. De Sisto

Foto Berwarna Rumania dalam Perang Dunia II

Heinkel He 111 H-3 Nr.27 milik Aeronautica Regală Română (ARR, Angkatan Udara Kerajaan Rumania), yang terparkir di sebuah lapangan udara di Bessarabia musim panas 1941 ini, nantinya mengalami kerusakan parah di Stalino tanggal 24 Januari 1943, sehingga ditinggalkan ketika pangkalan udaranya dipindahkan ke front lain. Berdasarkan kontrak militer Jerman-Rumania yang ditandatangani awal tahun 1939, Rumania akan menerima sejumlah persenjataan yang signifikan, di antaranya adalah pesawat tempur. Di antara pesawat-pesawat yang dikirimkan ke ARR tak lama setelahnya adalah 32 buah Heinkel He 111H keluaran terbaru (meskipun Werknummer yang terdapat pada set pertama ini berada di bilangan antara dua set H-5, tapi entah kenapa semua dokumen Rumania merujuknya sebagai H-3!). Kontraknya diselesaikan pada awal tahun 1940, dan bomber-bomber tersebut kemudian dimasukkan ke Grupul 5 bombardament (Grup Pembom ke-5) yang berpangkalan di Brasov (Kronstadt), di sebelah tenggara Transylvania. Grup ini terdiri dari tiga skuadron yang dinamakan sebagai Escadrile bombardament 78, 79 dan 80. Grupul 5 bombardament sendiri merupakan sebuah unit bomber élite dari ARR dalam dua kampanye militer pertama Angkatan Darat Rumania, yaitu “Pertempuran Bessarabia dan Odessa” di musim panas dan gugur 1941, serta “Pertempuran Stalingrad” di musim dingin 1942/1943. Diterjunkan di tengah-tengah sengitnya pertempuran, grup He 111 tersebut menderita banyak korban meskipun bisa dibilang merupakan tipe bomber ARR paling modern pada saat itu (sebelum digantikan oleh Junkers Ju 88 yang berkualitas lebih baik). Pesawat yang menjadi korban kemudian digantikan oleh 15 buah He 111 H-6 bekas pakai yang dimasukkan ke Escadrila 78 bombardament maritime yang baru dibentuk kembali. Meskipun namanya berbau-bau laut, pesawat-pesawat H-6 ini tidak dilengkapi oleh torpedo seperti rencana sebelumnya, tapi malah berperan sebagai pembom biasa untuk menghajar sasaran darat dan bukannya laut! Mereka bertempur di musim semi dan panas 1944 dalam pertempuran untuk mempertahankan Moldavia. Ironisnya, aksi pertempuran terakhir dari Heinkel He 111 Rumania terjadi melawan pasukan Jerman dan Hungaria, tak lama setelah Rumania beralih pihak dan bergabung dengan Sekutu di akhir bulan Agustus 1944! Pada tanggal 20 Desember 1944, beberapa Heinkel He 111 H yang masih tersisa ikut ambil bagian dalam misi terakhir mereka: serangan pembom besar-besaran yang diarahkan pada target-target yang berada di Hungaria utara (saat ini menjadi Lučenec di Slovakia). Setelah perang usai, pesawat He 111 H terakhir yang masih tersisa – yang ternyata merupakan H-20 bekas Luftwaffe yang dirampas akhir bulan Agustus 1944 – ditarik dari tugas aktif dan dipreteli untuk dijadikan besi tua dan dijual ke tukang lek-dut tahun 1956. Heinkel He 111 H-3 Rumania dinomori secara berurutan dari 1 sampai 32 dan diwarnai putih di siripnya. Mereka menggunakan skema kamuflase serpih (splinter) dari masa sebelum perang, yang terdiri dari RLM 61 (Coklat Gelap), RLM 62 (Hijau) dan RLM 63 (Abu-Abu Cerah) di atas RLM 65 (Biru Cerah). Karena pesawat-pesawat Heinkel He 111 H-6 ini merupakan bekas Luftwaffe, maka mereka pun tetap memajang pola kamuflase asli  RLM 71 (Hijau Gelap) dan RLM 70 (Hitam Hijau) di atas RLM 65 (Biru Cerah). Mereka dinomori dari 47 ke 60, dengan nomornya dicat putih di bagian sirip


Dua buah foto yang memperlihatkan pesawat pembom Heinkel He 111 H-3 Nr.5 milik Aeronautica Regală Română (ARR, Angkatan Udara Kerajaan Rumania), yang teronggok di sebuah landasan udara tak dikenal di Bessarabia. Pesawat ini jatuh karena cuaca buruk selama berlangsungnya misi malam hari di bulan Juli 1942, tak jauh dari pangkalan udara Popesti-Leordene di dekat Bukharest, ibukota Rumania. Empat orang terbunuh dalam peristiwa ini (termasuk seorang Leutnant Luftwaffe), sementara seorang lagi selamat meskipun menderita luka-luka


Angkatan Udara Rumania dilengkapi dengan 50 buah pesawat Messerschmitt Bf 109E, 12 buah Bf 109G, dan beberapa IAR 80 serta pemburu PZL. Dari jumlah ini, lebih dari 60% menjadi korban pertempuran di wilayah udara Rusia dan Rumania. Secara total, Corpul Aerian (Komando Udara Rumania) mencakup pula Flotila 2 vanataori, dimana terdapat delapan unit pemburu (masing-masing dilengkapi oleh 10-12 pesawat). Tiga dari unit ini - yaitu Escadrile 56, 57 dan 58 - mendapat alokasi Bf 109E seperti yang ada dalam foto ini, yang diambil di sebuah lapangan udara di sekitar Stalingrad pada tahun 1942. Pesawat Rumania satu ini, Bf 109E-7, No 64, WNr704 "Nella", adalah bekas Luftwaffe yang sebelumnya bertugas di Erganzungstaffel  JG 52. Sebagai pilotnya adalah Adjutantul aviator Tiberiu Vinca. Sebagai penanda pribadi, dia memasang tulisan  'BUCURESTI-MOSCOVA' (Bukharest-Moskow) di bagian bawah kokpit. Selain itu, terdapat pula monogram 'Nella' yang terlihat di bagian kuning dari pesawat, yang merupakan nama kekasih tercintanya. Pada saat foto ini dibuat, Vinca baru mencatat lima kemenangan udara. Dia akan menambah beberapa lagi sampai total 15 kemenangan, sebelum gugur tanggal 13 Maret 1944 di atas wilayah udara Rumania. Ironisnya, pesawatnya ditembak bukan oleh pesawat musuh, melainkan oleh gunner Heinkel He 111 Luftwaffe yang menyangkanya sebagai pilot Rusia!


Sumber :
Buku "Luftwaffe at War: Fighters over Russia" karya Manfred Griehl
Majalah "Luftwaffe im Focus" edisi No.1 tahun 2002

Saturday, November 10, 2018

Foto Adolf Hitler di Balkon

BALKON NEUE REICHSKANZLEI



 Petinggi Nazi Jerman dan Fasis Italia memberi hormat pada masyarakat Berlin di atas balkon Neue Reichskanzlei setelah penandatanganan "Stahlpakt" (Pakta Besi/Pact of Steel/Patto d'Acciaio) untuk mempertegas aliansi kedua negara tanggal 22 Mei 1939. Baris depan dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auwärtigen), Galeazzo Ciano (Menteri Luar Negeri Italia yang juga adalah menantu Benito Mussolini), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), dan Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe). Di belakang kita bisa melihat Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) dan Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Uniknya, dalam foto ini kita bisa melihat EMPAT cara hormat yang berbeda: hormat Nazi alias Hitlergruß (Von Ribbentrop dan Hitler), hormat Fasis (Ciano), hormat militer (Von Brauchitsch), dan hormat Marsekal (Raeder dan Göring)!


Foto diambil di balkon Neue Reichskanzlei yang menghadap Wilhelmplatz tanggal 6 Juli 1940, sekembalinya Hitler ke Berlin dari masa tinggalnya di Führerhauptquartier Tannenberg, Schwarzwald (28 Juni - 5 Juli 1940). Dari kiri ke kanan: Führer Adolf Hitler (Führer und Reichsanzlei), SS-Hauptsturmführer Max Wünsche (SS-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), Reichsmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), dan Generalleutnant Karl-Heinrich Bodenschatz (Chef des Ministeramtes des Reichministers der Luftfahrt und Oberbefehlshabers der Luftwaffe). Foto ini sering nongol di History Channel!



6 Juli 1940: Rakyat Jerman menyambut dengan penuh sorak-sorai para pemimpin mereka yang berdiri di balkon bangunan Neue Reichskanzlei (Berlin) yang menghadap Wilhelmplatz, yang baru saja meraih kemenangan gilang-gemilang di Front Barat melawan pasukan Sekutu. Hitler sendiri baru saja balik ke Berlin dari masa tinggalnya di Führerhauptquartier Tannenberg, Schwarzwald, yang berlangsung selama seminggu (28 Juni s/d 5 Juli 1940). Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auswärtigen), dan Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht). Dua orang yang berada di ujung kanan kemungkinan adalah awak kamera. Foto paling bawah memperlihatkan sebuah mobil yang nangkring di bawah balkon. itu adalah Mercedes-Benz 320 Pullman Limousine (1937)


Sumber :
www.beeldbankwo2.nl
www.gahetna.nl
www.kulturpool.at