Showing posts with label Bangunan dan Benteng. Show all posts
Showing posts with label Bangunan dan Benteng. Show all posts

Tuesday, January 20, 2026

Berlin Pasca Perang (1945)


Rekaman film sejarah yang direstorasi dengan cermat ini berisi urutan-urutan yang sebagian besar tidak diketahui, yang menunjukkan kehidupan di Berlin pada tahun 1945, sebuah kota yang telah hancur total.  Film ini memperlihatkan wajah orang-orang dengan seksama, menyaksikan bagaimana jalan-jalan kembali dipenuhi oleh kehidupan, dan melihat bagaimana warga lokal berusaha mengacuhkan kehancuran yang melanda sekitar mereka.  Kita melihat minggu-minggu pertama pendudukan Soviet dan juga orang Amerika pertama yang mengendarai jip militer mereka melintasi kota Berlin, sebelum kedatangan resmi pasukan Amerika. Terlihat pula sekelompok pria yang menarik trem dan tentara Rusia yang berpesta merayakan kemenangan atas Nazi Jerman. Sementara itu, warga Berlin yang selamat sibuk membersihkan puing-puing.

00:00 – Berlin 1945
00:14 – Kolom Kemenangan, Großer Stern
00:20 – Monumen propaganda Soviet & Reichstag Jerman Raya
00:50 – Alun-alun Leipziger
01:15 – Hotel Fürstenhof & Columbia House, Alun-alun Potsdamer
01:50 – Monumen Nasional Kaiser Wilhelm, Schlossfreiheit
01:56 – Katedral Berlin, Istana Putra Mahkota, Opera Negara, Unter den Linden
02:09 – Alun-alun Kaiser Franz Joseph, "Alun-alun Opera"
02:14 – Hotel Adlon, Unter den Linden
02:18 – Kanselir Reich, Wilhelmstrasse
03:07 – Gereja Rekonsiliasi, Bernauer Strasse
03:30 – Tentara Soviet menari dengan tentara wanita
03:51 – Istana Olahraga, Potsdamer Strasse
03:57 – Stasiun Anhalter
04:13 – Siemens AG, Rheinmetall-Borsig AG, Pelabuhan Barat, AEG AG
05:28 – Stasiun Potsdam
06:00 – Gendarmenmarkt, Gedung Teater
06:52 – Katedral Prancis
07:08 – Kementerian Udara Reich


Sumber :
Chronos Media History

Sunday, October 19, 2025

Compiegne Diduduki oleh Jerman (1940)


Penyerbuan Jerman ke kota Compiègne pada Juni 1940 menjadi bagian dari tahap akhir ofensif Wehrmacht dalam menghancurkan sisa-sisa pertahanan Prancis di utara Paris. Pasukan Jerman memasuki wilayah hutan Compiègne setelah menembus garis pertahanan yang lemah dan menghadapi perlawanan sporadis dari unit-unit Prancis yang sudah kelelahan. Kota ini memiliki makna simbolis besar bagi Jerman, karena di tempat inilah Jerman menandatangani gencatan senjata yang memalukan pada akhir Perang Dunia I tahun 1918. Setelah dikuasai, Compiègne segera dijadikan lokasi penandatanganan gencatan senjata baru pada 22 Juni 1940 antara Jerman dan Prancis, di dalam gerbong kereta yang sama seperti dua puluh dua tahun sebelumnya — sebuah tindakan balas dendam simbolik yang dirancang oleh Adolf Hitler untuk menegaskan kemenangan penuh Reich atas musuh lamanya.


Sumber :
Die Deutsche Wochenschau No. 511 - 20 Juni 1940

Tuesday, July 4, 2023

Foto Berwarna Bangunan Bersejarah


Sturmgeschütz III StuG 40 melintas di jalanan Athena, Yunani, dengan latar belakang bukit Akropolis yang terkenal, dan kuil Parthenon yang berdiri di atasnya. Foto ini diambil pada tahun 1943 - sewaktu Yunani masih berada di bawah kekuasaan pasukan Jerman - dan pertama kali dipublikasikan dalam majalah SIGNAL terbitan awal tahun 1944. Uniknya, StuG satu ini bukanlah milik unit Sturmartillerie Heer (Angkatan Darat) ataupun Waffen-SS, melainkan milik Luftwaffe (Angkatan Udara), tepatnya V.Sturmgeschütz-Abteilung / Panzer-Artillerie-Regiment / Panzer-Division "Hermann Göring". Di tahun 1943 sendiri, unit lapis baja satu-satunya milik Luftwaffe ini beroperasi di wilayah Mediterania, utamanya di Afrika Utara, Sisilia dan Italia daratan



Sumber :
www.sturgeonshouse.ipbhost.com

Foto Bangunan Bersejarah di Eropa


Sturmgeschütz III StuG 40 melintas di jalanan Athena, Yunani, dengan latar belakang bukit Akropolis yang terkenal, dan kuil Parthenon yang berdiri di atasnya. Foto ini diambil pada tahun 1943 - sewaktu Yunani masih berada di bawah kekuasaan pasukan Jerman - dan pertama kali dipublikasikan dalam majalah SIGNAL terbitan awal tahun 1944. Uniknya, StuG satu ini bukanlah milik unit Sturmartillerie Heer (Angkatan Darat) ataupun Waffen-SS, melainkan milik Luftwaffe (Angkatan Udara), tepatnya V.Sturmgeschütz-Abteilung / Panzer-Artillerie-Regiment / Panzer-Division "Hermann Göring". Di tahun 1943 sendiri, unit lapis baja satu-satunya milik Luftwaffe ini beroperasi di wilayah Mediterania, utamanya di Afrika Utara, Sisilia dan Italia daratan



Sumber :
www.sturgeonshouse.ipbhost.com

Sunday, June 12, 2022

Foto Bangunan Bersejarah di Afrika




Pelabuhan Tripoli, Libya, tanggal 12 Februari 1941. Inspeksi kontingen pertama Afrikakorps yang baru tiba di Afrika Utara. Di latar belakang terlihat tiang monumen kapal USS Philadelphia yang bertuliskan "A XVI" (Anno XVI), yang menunjukkan bahwa monumen tersebut didirikan di tahun ke-16 kekuasaan Fasis di Italia (yang berarti tahun 1938). Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Sturm dari KBK Lw 7 (Kriegsberichter-Kompanie Luftwaffe 7)

 
Generalleutnant Erwin Rommel (Kommandierender General Deutsches Afrikakorps) berdiri di depan mikrofon dalam acara parade militer kontingen pertama Afrikakorps di Tripoli, Libya, tanggal 12 Februari 1941. Bapak-bapak berkumis di belakang Rommel adalah Generale d'Armata Italo Gariboldi (Gubernur Jenderal Italia di Libya). Di latar belakang terlihat monumen Remus-Romulus dan serigala - yang merupakan simbol kota Roma - yang bertuliskan "AXVI" (Anno XVI), yang menunjukkan bahwa monumen tersebut didirikan di tahun ke-16 kekuasaan Fasis di Italia (yang berarti tahun 1938). Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Sturm dari KBK Lw 7 (Kriegsberichter-Kompanie Luftwaffe 7)



Parade kontingen pertama Afrikakorps di Tripoli, Libya, tanggal 12 Februari 1941. Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Sturm dari KBK Lw 7 (Kriegsberichter-Kompanie Luftwaffe 7). Baris depan dari kiri ke kanan: Oberstleutnant Claus von dem Borne (Chef des Stabes Deutsches Afrikakorps), Generalmajor Johannes Streich (Kommandeur 5. Leichte-Division), Generale di Brigata Alighiero Miele (Kepala Staff Markas Besar Angkatan Bersenjata Italia di Afrika Utara), perwira polisi kolonial Italia tak dikenal, Generalmajor Erwin Rommel (Kommandierender General Deutsches Afrikakorps), perwira polisi kolonial Italia tak dikenal lainnya, dan perwira Wehrmacht tak dikenal. Di latar belakang terlihat patung berkuda Mussolini yang memegang "Pedang Islam". Patung ini diresmikan pendiriannya pada tanggal 28 Oktober 1938, sebagai sebuah penghormatan untuk status sang diktator Italia sebagai "Pelindung Islam"



Prajurit-prajurit Afrikakorps menunggu giliran untuk ikut berpartisipasi dalam parade militer di Tripoli, Libya, tanggal 12 Februari 1941. Mereka adalah bagian dari kontingen pertama pasukan Jerman yang tiba di Afrika Utara, yang berangsur datang dari tanggal 10 Februari s/d 12 Maret 1941. Meskipun prajurit-prajurit ini sudah mendapatkan jatah tropenuniform (seragam tropis) dan tropenhelm (helm tropis), tapi, sebagian besar perlengkapan dan mesin perang mereka masih menggunakan cat lama yang biasa dipakai di daratan Eropa. Di latar belakang kita bisa melihat patung perunggu Septimius Severus, yang dibangun pada masa Romawi saat Tripoli masih bernama Leptis Magna (Septimius Severus sendiri adalah Kaisar Romawi yang dilahirkan di Leptis Magna). Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Sturm dari KBK Lw 7 (Kriegsberichter-Kompanie Luftwaffe 7)



Parade kontingen pertama Afrikakorps di Tripoli, Libya, tanggal 12 Februari 1941. Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Sturm dari KBK Lw 7 (Kriegsberichter-Kompanie Luftwaffe 7), dan memperlihatkan satuan Beiwagenkrädern (motor bersespan) sedang melintasi jajaran perwira Jerman dan Italia yang berdiri di pinggir jalan. Motor-motor tersebut berasal dari jenis BMW R12. Di latar belakang terlihat bangunan "Palazzo del Governatore" (Istana Gubernur Jenderal), yang didirikan selama masa pemerintahan Gubernur Italo Balbo tahun 1930-an. Bangunan tersebut saat ini masih berdiri, meskipun sebagiannya telah direnovasi dan sekarang beralih fungsi menjadi gedung Perpustakaan Nasional Libya


Sumber ;
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.bild.bundesarchiv.de

Sunday, August 8, 2021

Foto Bunker dan Benteng Pertahanan

 SUDETENLAND

Foto hasil jepretan Hugo jaeger ini memperlihatkan Sekelompok perwira Heer (Angkatan Darat) Jerman melakukan inspeksi ke bunker bekas benteng pertahanan Cekoslowakia di Sudetenland, tak lama setelah wilayah yang berbatasan dengan Jerman tersebut diduduki oleh pasukan Wehrmacht tanpa perlawanan, bulan Oktober 1938. Perwira dengan tangan di belakang punggung adalah General der Infanterie Eugen Ritter von Schobert (Kommandierender General VII. Armeekorps), sementara yang memegang sarung tangan kulit adalah Charakter als General der Infanterie Franz Ritter von Epp (Reichsstatthalter in Bayern). Seorang modeller bernama Kim Hyun membuat sebuah miniatur bunker yang sama DISINI. Silakan anda menilai apakah mirip atau tidak!


Sumber :
Majalah LIFE

Sunday, December 22, 2019

Foto Flaktürme (Menara Flak)

Pada bulan Mei s/d Agustus 1942, delegasi perwira-perwira Angkatan Udara Bulgaria melakukan kunjungan ke rangkaian Flakturm (Menara Flak) Jerman di Berlin. Pada tanggal 2 Desember 1942 OKL (Oberkommando der Luftwaffe) mengeluarkan pengumuman: "Kunjungan ke rangkaian Flak dan fasilitas Luftwaffe di Berlin adalah dalam rangka pelatihan, berlangsung secara rahasia, dan hanya dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Ia (Kepala Operasi) Führungsstab der Luftwaffe". Dalam foto ini, di latar belakang kita bisa melihat gerbang utama dari Gefechtsturm III (Menara Tempur 3) di Humboldthain, dimana truk-truk Wehrmacht bisa keluar-masuk untuk membawa amunisi serta suplai lainnya. Gerbang ini bisa ditutup dengan menggunakan Panzertüren (pintu lapis baja) sebagai sebuah perlindungan tambahan dari upaya penetrasi pihak luar. Saat Tentara Merah mengepung Berlin di bulan April-Mei 1945, mereka terkejut ketika mendapati bahwa bahkan meriam terkuat mereka - yang berkaliber 203mm - tak mampu untuk membuat kerusakan berarti pada lapisan dindingnya yang mempunyai ketebalan 3,5 meter! Pada akhirnya pasukan Soviet dipaksa untuk membiarkan saja para penghuni Flaktürme Jerman ini dalam kondisi terkepung, sampai akhirnya mereka kehabisan persediaan makanan sendiri dan menyerah. Bahkan setelah diduduki oleh pihak musuh pun, menghancurkannya begitu sulit sehingga sebagian besar Flaktürme Jerman (termasuk yang ada dalam foto ini) masih kokoh bertahan sampai hari ini! Seperti biasa, nggak lengkap Aliando ngoceh kalau nggak disebutkan identifikasinya: ketiga dari kanan adalah Generalmajor Ludwig Schilffarth (Kommandeur 1. Flak-Division), sementara kedua dari kanan adalah Oberstleutnant Dr. Ernst Ziem (Kommandeur Turmflakabteilung 123 / 1.Flak-Division). Foto ini sendiri diambil dari buku "Flaktürme Wien Hamburg Berlin" karya Hans Sakkers (halaman 24)


 Kunjungan delegasi Angkatan Udara Bulgaria ke rangkaian Flakturm (Menara Flak) Jerman di Berlin, yang berlangsung di bulan Mei - Agustus 1942. Foto ini memperlihatkan saat para perwira Bulgaria tersebut memperhatikan dengan seksama sebuah Flak 38 kaliber 20mm yang dipasang di Leitturm III di Humboldthain. Senjata anti pesawat udara ini merupakan salah satu dari rangkaian Flak ringan yang disebar di platform bawah menara Flak yang doperasikan oleh Luftwaffe. Tangga di latar belakang menuju ke platform atas dimana dipasang alat penjejak arah yang memudahkan dalam menembak sasaran di udara. Yang memakai ledermantel (mantel kulit) di tengah adalah Generalmajor Ludwig Schilffarth (Kommandeur 1. Flak-Division), sementara perwira yang membelakangi kamera di sebelah kanannya adalah Oberstleutnant Dr. Ernst Ziem (Kommandeur Turmflakabteilung 123 / 1.Flak-Division)


 Kunjungan delegasi Angkatan Udara Bulgaria ke rangkaian Flakturm (Menara Flak) Jerman di Berlin, yang berlangsung di bulan Mei - Agustus 1942. Foto ini memperlihatkan saat para perwira Bulgaria tersebut memperhatikan dengan seksama Kommandogerät 40, sebuah penjejak arah militer yang berfungsi untuk memudahkan para awak Flak (senjata anti pesawat udara) dalam menembak targetnya. Beberapa buah alat ini dipasang dalam rentang jarak 10 meter di platform atas Leitturm III di Humboldthain, Berlin, sementara di platform bawah adalah rangkaian Flak ringan kaliber 20mm. Terlihat Oberleutnant Horst Meyer (Kommandeur Gefechtsturm III und Batteriechef) di sebelah kanan sedang memberi penjelasan kepada para tamu Bulgarianya, sementara paling kiri adalah Oberstleutnant Dr. Ernst Ziem (Kommandeur Turmflakabteilung 123 / 1.Flak-Division) dan Generalmajor Ludwig Schilffarth (Kommandeur 1. Flak-Division) yang sedang sibuk ngadu huntu


Pemasangan pertama Flak 38 kaliber 105mm di bagian atap Gefechtsturm III di Humboldthain, Berlin), pada tahun 1942. Di latar belakang kita bisa melihat samar-samar bangunan Himmelfahrtskirche, sebuah gereja Evangelis yang didirikan pada tahun 1893 dan mempunyai menara setinggi 72 meter. Yang sedang ngoceh di latar depan adalah Generalmajor Ludwig Schilffarth (Kommandeur 1. Flak-Division), sementara yang sedang mendengarkan sambil membelakangi kamera adalah Oberstleutnant Dr. Ernst Ziem, yang merupakan Komandan pertama dari Turmflakabteilung 123 (bagian dari 1. Flak-Division), sebuah jabatan yang diembannya dari tahun 1942 s/d pertengahan tahun 1943




Sumber :
Buku "Flaktürme Wien Hamburg Berlin" karya Hans Sakkers

Sunday, December 1, 2019

Reichsautobahn, Jalan Tol Third Reich



Oleh: Alif Rafik Khan

Rencana pembangunan jalan tol di Jerman telah dimulai dari sejak tahun 1920-an, sebelum Hitler dan Partai Nazi berkuasa. Konstruksi segmen pertama (Köln-Bonn) dimulai pada tahun 1929, dan secara resmi ditahbiskan oleh Konrad Adenauer, Walikota Köln pada saat itu, tanggal 6 Agustus 1932. Ketika Adolf Hitler menjadi Kanselir Jerman pada tahun 1933, dia mengambil-alih program pembangunan yang masih berjalan, dan mengklaimnya sebagai hasil bikinannya sendiri. "Kita sedang menjalankan sebuah program," katanya di akhir tahun tersebut, "yang pelaksanaannya tak ingin kita tunda untuk kemudian dijalankan oleh anak-cucu kita."

Konstruksi autobahn Hitler dimulai pada bulan September 1933 di bawah pengawasan Kepala Insinyur Dr. Fritz Todt. Jalan sepanjang 25 kilometer antara Frankfurt dan Darmstadt, yang dibuka pada tanggal 19 Mei 1935, adalah bagian pertama yang berhasil diselesaikan pada zaman Nazi. Pada bulan Desember 1941, saat kebutuhan perang membuat terhentinya kelanjutan konstruksi Reichsautobahn, para insinyur dan pekerja Jerman telah menyelesaikan jalan tol dengan panjang total 3.819,7 kilometer, dengan 2.500 kilometer sisanya masih dalam tahap pengerjaan!



Sumber :

Wednesday, September 25, 2019

Foto Monumen Feldherrnhalle

 Generalleutnant Walther von Reichenau (Kommandierender General VII. Armeekorps) memberikan hormat militer di depan Feldherrnhalle, Münich, dalam rangkaian upacara sumpah setia para anggota baru NSDAP yang diselenggarakan pada tanggal 7 November 1935. Feldherrnhalle (Aula Marsekal Lapangan) sendiri adalah loggia (bangunan berpilar lengkung) yang terletak di Odeonsplatz, yang dibangun pada tahun 1841 di masa kekuasaan Raja Bavaria Ludwig I. Bangunan ini kemudian menjadi monumen suci kaum Nazi setelah menjadi tempat utama kudeta yang gagal pada tanggal 9 November 1923, dimana 16 orang anggota NSDAP (dan dua petugas polisi) terbunuh. Di masa kekuasaan Adolf Hitler, pada tanggal 9 November setiap tahunnya selalu diselenggarakan napak-tilas untuk mengenang peristiwa kudeta tersebut - yang dinamakan sebagai "Beer Hall Putsch" - dengan puncak acaranya selalu diadakan di Feldherrnhalle


Rangkaian rangkaian upacara sumpah setia para anggota baru NSDAP yang diselenggarakan pada tanggal 7 November 1935 di Feldherrnhalle, Münich. Para petinggi Nazi dan Wehrmacht ikut hadir dalam acara ini. Yang terakhir ikut hadir meskipun notabene acara yang diselenggarakan adalah khusus untuk kepentingan NSDAP. Fenomena dimana Angkatan Bersenjata Jerman yang sedikit demi sedikit mulai tunduk pada kekuasaan Nazi ini biasa disebut sebagai "Das Hakenkreuz über der Wehrmacht" (Swastika diatas Wehrmacht). Baris depan, dari kiri ke kanan: Oberst Hellmuth Felmy (Höherer Fliegerkommandeur V), kemungkinan General der Artillerie Wilhelm Ritter von Leeb (Oberbefehlshaber Heeresgruppenkommando 2), jenderal Heer tak dikenal, Generalleutnant Walther von Reichenau (Kommandierender General VII. Armeekorps), SS-Standartenführer Hans Dauser (Leitender Staatssekretär und Leiter der Abteilung "Arbeit und Fürsorge" im Bayerischen Staatsministerium für Wirtschaft), dan SA-Gruppenführer Ludwig Siebert (Bayerischer Ministerpräsident und Vorsitzender der bayerischen Staatsregierung)


Sumber :
www.beeldbankwo2.nl

Saturday, November 10, 2018

Foto Adolf Hitler di Balkon

BALKON NEUE REICHSKANZLEI



 Petinggi Nazi Jerman dan Fasis Italia memberi hormat pada masyarakat Berlin di atas balkon Neue Reichskanzlei setelah penandatanganan "Stahlpakt" (Pakta Besi/Pact of Steel/Patto d'Acciaio) untuk mempertegas aliansi kedua negara tanggal 22 Mei 1939. Baris depan dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auwärtigen), Galeazzo Ciano (Menteri Luar Negeri Italia yang juga adalah menantu Benito Mussolini), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), dan Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe). Di belakang kita bisa melihat Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) dan Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Uniknya, dalam foto ini kita bisa melihat EMPAT cara hormat yang berbeda: hormat Nazi alias Hitlergruß (Von Ribbentrop dan Hitler), hormat Fasis (Ciano), hormat militer (Von Brauchitsch), dan hormat Marsekal (Raeder dan Göring)!


Foto diambil di balkon Neue Reichskanzlei yang menghadap Wilhelmplatz tanggal 6 Juli 1940, sekembalinya Hitler ke Berlin dari masa tinggalnya di Führerhauptquartier Tannenberg, Schwarzwald (28 Juni - 5 Juli 1940). Dari kiri ke kanan: Führer Adolf Hitler (Führer und Reichsanzlei), SS-Hauptsturmführer Max Wünsche (SS-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), Reichsmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), dan Generalleutnant Karl-Heinrich Bodenschatz (Chef des Ministeramtes des Reichministers der Luftfahrt und Oberbefehlshabers der Luftwaffe). Foto ini sering nongol di History Channel!



6 Juli 1940: Rakyat Jerman menyambut dengan penuh sorak-sorai para pemimpin mereka yang berdiri di balkon bangunan Neue Reichskanzlei (Berlin) yang menghadap Wilhelmplatz, yang baru saja meraih kemenangan gilang-gemilang di Front Barat melawan pasukan Sekutu. Hitler sendiri baru saja balik ke Berlin dari masa tinggalnya di Führerhauptquartier Tannenberg, Schwarzwald, yang berlangsung selama seminggu (28 Juni s/d 5 Juli 1940). Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auswärtigen), dan Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht). Dua orang yang berada di ujung kanan kemungkinan adalah awak kamera. Foto paling bawah memperlihatkan sebuah mobil yang nangkring di bawah balkon. itu adalah Mercedes-Benz 320 Pullman Limousine (1937)


Sumber :
www.beeldbankwo2.nl
www.gahetna.nl
www.kulturpool.at

Saturday, October 15, 2016

Foto Masa Lalu dan Kini (Now and Then)

JERMAN

Marktplatz di Nürnberg


Masih dari Marktplatz di Nürnberg. Bangunan ini ada di belakang Adolf Hitler


Oleh-oleh dari Ofensif Ardennes: Panzer-panzer Königstiger dari Schwere SS-Panzer-Abteilung 501 sedang melintasi jalanan desa Tondorf (Jerman) dalam perjalanan mereka ke front di sore hari tanggal 16 Desember 1944. Ini adalah cuplikan film yang menjadi koleksi US National Archives. Foto bawah adalah foto yang diambil saat ini. Seperti yang bisa kita lihat, Gasthaus zum Weissen Ross ternyata masih beroperasi!

------------------------------------------------------------------------

AUSTRIA

Adolf Hitler dalam kunjungannya ke tempat kelahirannya di Braunau (Austria)


Braunau (Austria), tempat kelahiran Hitler

------------------------------------------------------------------------

BELANDA


SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Paul "Papa" Hausser (Kommandeur SS-Verfügungstruppe-Division) duduk di sebelah kiri sambil berdiskusi dengan para perwira divisinya di Kanal Dyck, sementara di latar belakang adalah pemandangan Wemeldinge yang masuk wilayah Zeeland, Belanda. Kedua dari kiri adalah ajudan Hausser, SS-Obersturmführer Fritz Klingenberg. Foto atas diambil pada bulan Mei 1940 saat penyerbuan Jerman ke Negara-Negara Bawah (Belanda, Belgia, Luxemburg) dan Prancis, sementara foto bawahnya diambil di tempat yang sama tahun 2006

------------------------------------------------------------------------

BELGIA

Foto-foto dari markas besar Hitler di Belgia, Brûly-de-Pesche (Wallonie: Li Broûli-d'-Peche, Belanda: Rode-van-Pesche)


Proven (Belgia). Lokasi tepat tempat di atas adalah sebagai berikut: Foto diambil dari Couthoflaan ke arah Provenplein, sementara jalan ke arah kiri menuju Blekerijweg. Bangunan putih di sebelah kanan dulunya adalah sebuah café. Pendeta Comeyne mendeskripsikan tentang bencana terbesar yang pernah melanda tempat ini: "Tanggal 29 Mei 1940, setelah tembak-menembak antara pasukan Sekutu dengan Jerman, terdengar bunyi ledakan besar yang datangnya dari jalan. Kami melihat sebuah kebakaran di dekat stasiun trem yang merupakan tempat dimana sekitar 25 mobil dan peralatan perang milik Inggris dan Prancis dikumpulkan. Pesawat Jerman terbang di atasnya dan dikabarkan pihak Inggris menembaki mereka dengan gencar. Jawaban Jerman: bom. Rumah J. Doise hancur total sementara 5 buah rumah lain yang berada di blok yang sama terbakar hebat. Yang juga ikut terbakar adalah sebuah truk penuh amunisi, dan inilah yang menyebabkan ledakan hebat tersebut dan menghancurkan kendaraan-kendaraan lain di dekatnya


Lokasi "Pembantaian Malmedy" di Baugnez (Belgia), di bulan Januari 1945 dan di sore hari tanggal 17 Desember 1994, kurang lebih 50 tahun setelah peristiwa tersebut terjadi. Foto yang zaman baheula diambil dari website 30th Division Old Hickory dan merupakan milik pribadi dari Warren Watson

------------------------------------------------------------------------

ITALIA

Beberapa foto dari sudut kota Roma


Santa Costanza di Roma (Italia)


Jalan Asiago di Roma (September 1943) yang menjadi tempat stasiun radio pemerintah utama Italia


Jalan Asiago (Roma)


Fallschirmjäger di Lapangan St. Peter di Roma


Lapangan St. Peter di Roma


Nettuno (Italia)


Teramo, Italia


Roma


Piacenza (Italia)


Roma, September 1943


Mussolini di tempat kediamannya di Roma (Villa Torlonia)


Basilika St. Peter, tahun 1944 dan saat ini


Roma (kalau belum tahu tempat ini dimana, ini adalah ibukotanya Pantai Gading!)... di Italia


Roma


Roma. Bangunan putih di sebelah kanan adalah struktur temporer yang dibuat untuk menyambut kedatangan Hitler ke Italia. Mungkin kelihatannya sulit dipercaya, tapi banyak bangunan yang kita lihat dalam film-film dokumentasi tentang kunjungan Hitler ke Roma sebenarnya adalah palsu belaka, bahkan seluruh kompleks stasiun kereta api (stasiun Ostiense) yang digunakan untuk menyambut Hitler! Mussolini adalah "Rajanya Kepalsuan", sehingga rakyatnya sendiri sampai-sampai percaya bahwa dia dapat menang dalam perang melawan dua negara superpower, Inggris dan Amerika! Sekarang balik lagi ke bangunan di atas: apa yang terjadi setelah Hitler pulang kembali ke Jerman? Sederhana: dihancurkan lagi, karena memang bahan pembuatnya cuma dari kayu dan kertas!


Sebuah jalanan di kota Roma yang dilintasi anakbuahnya Mussolini


Castiglione di Italia


Reruntuhan Cassino yang menjadi medan pertempuran sengit antara pasukan Jerman dan Sekutu di Italia


Hotel Des Roses di Cassino


Akhir dari Biara Monte Cassino


Di dalam Biara Monte Cassino yang sudah menjadi puing-puing


Monte Cassino di dekat tempat pertanian Albaneta


Halaman stasiun kereta api Viale Dante di Cassino


Pandangan arah berlawanan dari jalan yang sama


Cassino


Terowongan di Genoa (Italia) yang dipenuhi kendaraan perang pasukan Amerika


Gereja Santa Maria Novella di Firenze (Florence) Italia. Tampak para perwira Fasis Italia sedang berpose di depan gereja bersejarah tersebut


Anzio, lokasi pendaratan tentara Sekutu di Italia


Acate (Sisilia, Italia). Seonggok Tiger nongkrong di jalan

------------------------------------------------------------------------

PRANCIS

Valenciennes bulan Mei 1940. Kelihatannya jalan di Prancis ini jauh lebih baik dibandingkan dengan saat sekarang! :)


Bunker artileri berat buatan Organization Todt di Cap Gris Nez (Tanjung Hidung Abu-Abu) di Pas-de-Calais (Prancis)



 Foto ini diambil oleh SS-Kriegsberichter Klaus Pachnike pada tanggal 25 Juni 1944 di jalan persimpangan antara D9 (Rue Saint Martin) dan D139 (Rue Flavacourt), yang terletak di wilayah Fontenay-le-Pesnel, sebelah tenggara Tilly, Normandia (Prancis). Pada saat itu pasukan gabungan Panther dan Panzergrenadier dari Kampfgruppe Wünsche berusaha menghambat gerak maju pihak Inggris dalam Operation Martlet. Seorang Grenadier berusaha memeriksa jalan D139 yang mengarah pada wilayah utara dari Fontenay-le-Pesnel. Dari arah itulah serangan musuh datang. Di latar belakang terlihat Église Saint-Martin (Gereja Saint-Martin) yang sebagian bangunannya telah hancur. Saat ini, hanya menara loncengnya yang masih bertahan

------------------------------------------------------------------------

UKRAINA

Sebuah BT-7M (dihancurkan oleh PAK-36?) yang teronggok di Vinnitsa, Ukraina


Ini foto dari tempat yang sama di tahun 1963


Sementara ini di tahun 2007

------------------------------------------------------------------------

YUGOSLAVIA

 Foto masa lalu dan sekarang dari Dom Narodne Skupštine (House of the National Assembly) di Beograd. Setelah SEMBILAN orang anggota Waffen-SS dari Divisi "Reich" di bawah pimpinan Fritz Klingenberg menggunakan kekacauan massal yang terjadi di ibukota Yugoslavia tersebut untuk secara resmi menguasainya pada tanggal 12 April 1941, siang keesokan harinya digelar parade kemenangan oleh penakluk sebenarnya dari Beograd, Panzergruppe 1. Foto kiri, yang diambil pada saat tersebut (13 April 1941), memperlihatkan tank-tank dari Panzer-Regiment 15 / 11.Panzer-Division "Gespensterdivision" (Divisi Hantu) berparade di depan para komandan mereka. Dari kiri ke kanan: Oberstleutnant Gustav-Adolf Riebel (Kommandeur Panzer-Regiment 15), Generaloberst Ewald von Kleist (Oberbefehlshaber Panzergruppe 1), dan Generalmajor Ludwig Crüwell (Kommandeur 11. Panzer-Division). Kejatuhan Beograd juga diabadikan dalam lagu "Panzer Voran / Lied der Panzergruppe Kleist" karya Norbert Schultze dan Jürgen Hahn-Butry: "Wir wurden Sieger über Belgerad. Wir haben jeden Widerstand bezwungen, und machten Schluß mit einem falschen Staat" (Kami adalah penakluk Beograd. Kami mengalahkan semua perlawanan, dan dengannya mengakhiri sebuah negara palsu). Crüwell nantinya bertempur bersama Rommel di Afrika Utara dan setelah perang menjadi Ketua Asosiasi Veteran Afrikakorps; Riebel terbunuh pada tahun 1942 di Stalingrad; sementara Kleist bunuh diri pada tahun 1954 di kamp tawanan Soviet sebagai tertuduh penjahat perang


 Pada bulan Oktober 1942, II.Bataillon / SS-Gebirgsjäger-Regiment 2 / SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen" tiba di kota Topola, Serbia, untuk mengadakan pelatihan tambahan bagi para anggotanya (pelatihan tersebut diselenggarakan di sebuah taman besar, yang juga sekaligus menjadi markas batalyon tersebut selama masa kehadirannya disana). Para prajurit menggunakan kesempatan ini untuk berfoto-foto di depan Monumen Karađorđe di Oplenac. Monumen tersebut menampilkan figur Karađorđe Petrović yang merupakan pendiri Kerajaan Serbia dan Yugoslavia. Foto bawah adalah kondisi monumen di saat ini, yang tongkrongannya tidak jauh berbeda dengan di bulan Oktober 1942 saat foto pertama diambil

------------------------------------------------------------------------

YUNANI

 
Generalleutnant Friedrich-Wilhelm Müller (tengah, Kommandeur Kampfgruppe Müller) bersama dengan pasukannya tak lama setelah merebut Pulau Leros (Yunani) dari tangan gabungan pasukan Italia dan Inggris, bulan November 1943. Bangunan benteng di latar belakang adalah Bellinis Tower, menara buatan tahun 1920 yang saat ini menjadi musium



Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi pribadi Greg Walden
Foto koleksi pribadi Marco de Biagi
Foto koleksi pribadi Marco Marzilli
www.bandenkampf.blogspot.com
www.commons.wikimedia.org
www.digilander.libero.it
www.ierieoggi.net

www.life.com

www.wehrmacht-awards.com