Showing posts with label Kriegsberichter dan Propagandakompanie. Show all posts
Showing posts with label Kriegsberichter dan Propagandakompanie. Show all posts

Sunday, January 26, 2020

Foto Karya Pendeta dan Fotografer Alois Beck

Pendeta Wehrmacht (Kriegspfarrer) Dr. Alois Beck di bulan September 1942, di hari-hari sebelum Pertempuran Stalingrad yang membawa bencana. Alois bertugas sebagai pendeta di front depan untuk Infanterie-Regiment 257 / 297.Infanterie Division / LI.Armeekorps / 6.Armee / Heeresgruppe Süd, dan menghabiskan sebagian besar hari-harinya dengan memberikan pengharapan kepada prajurit yang terluka serta menuliskan surat yang akan dikirimkan ke kampung halaman mewakili mereka. Dr. Beck meyakini bahwa 'dari tiga cabang Wehrmacht, Angkatan Darat (Heer) adalah yang paling sedikit mendapat pengaruh ideologi Nasional-Sosialisme'. Kurang dalam jangka waktu enam bulan setelah foto ini diambil, Alois tertangkap pasukan Soviet di Stalingrad. Dia beruntung kemudian bisa kembali pulang ke Jerman dan menuliskan pengalaman perangnya dalam sebuah buku berjudul "Bis Stalingrad"

-----------------------------------------------------------------------------------

FOTO BERWARNA

  Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (menghadap kamera, Oberbefehlshaber 6. Armee) dalam salah satu kunjungan ke unit yang berada di bawah komandonya di Front Timur. Foto ini diambil di musim panas tahun 1941 selama berlangsungnya Unternehmen Barbarossa, penyerbuan Jerman atas Uni Soviet, dimana 6. Armee berada di bawah kendali Heeresgruppe Süd (Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt). Foto ini sendiri diambil oleh Alois Beck, seorang pendeta militer dari 6. Armee yang juga mempunyai hobi fotografi. Dia banyak mengabadikan kondisi pasukan Jerman selama di Front Timur, khususnya dalam Pertempuran Stalingrad. Seusai Perang Dunia II Beck berjasa besar dalam mendata nasib ribuan prajurit Jerman yang tewas atau hilang di Stalingrad


   Dua orang perwira Jerman berkomunikasi menggunakan Feldtelefon (telepon lapangan) di sebuah posisi pertahanan di dekat Stalingrad, musim gugur tahun 1942. Dari kiri ke kanan: Oberst Moritz von Drebber (Kommandeur Infanterie-Regiment 523 / 297.Infanterie-Division) dan Hauptmann Bender. Pada bulan Oktober 1942, resimen pimpinan Drebber berganti nama menjadi Grenadier-Regiment 523. Von Drebber sendiri naik pangkat menjadi Generalmajor pada tanggal 1 Januari 1943, dan pada tanggal 22 Januari 1943 dia ditunjuk menjadi Komandan 297. Infanterie-Division yang baru, menggantikan General der Artillerie Max Pfeffer. Hanya berselang tiga hari kemudian, Drebber dan pasukannya menyerah kepada Tentara Merah di neraka Stalingrad! Foto ini diambil oleh Alois Beck



Sumber :
Buku "The Onslaught: The German Drive to Stalingrad Documented in 150 Unpublished Colour Photographs" karya Max Hastings
www.akg-images.com

Monday, June 4, 2018

Panzer-Propagandakompanie 691



Panzer-Propagandakompanie 691 dibentuk pada musim gugur tahun 1940 di Potsdam, Jerman. Unit setingkat kompi yang beranggotakan para reporter perang (Kriegsberichter) Wehrmacht ini mempunyai logo unik: seekor bebek yang menaiki panzer! Bebek melambangkan tukang bicara (ingat Donal Bebek?), sementara gambar panzer adalah sesuai peruntukannya, dimana unit satu ini khusus "menemani" satuan Panzertruppen dalam misi-misi operasionalnya di Eropa, khususnya Front Timur.

Kronologis penugasan Panzer-Propagandakompanie 691:

- Musim gugur 1940: Didirikan di Potsdam.
- Musim dingin 1940/1941: Di Prancis bersama dengan 7. Armee (tepatnya di sekitar wilayah Arcachon), sambil menunggu panggilan tugas ke Gibraltar, Spanyol, yang tak kunjung tiba.
- Musim semi 1941: Ikut serta dalam Balkanfeldzug (invasi Jerman ke Yugoslavia dan Yunani) bersama dengan 2. Armee dan 12. Armee.
1941: Bersama dengan Panzergruppe 1 dalam invasi Jerman atas Uni Soviet. Bertugas di wilayah Ukraina (Uman, Kiev dan Rostov).
1942-1945: Bersama dengan 1. Panzerarmee di Front Timur.
1942: Rostov, Kaukasus, Don.
1943: Don
1944: Ukraina
1944/45: Vistula, Krakow, Bohemia (Mährisch-Ostrau)

--------------------------------------------------------------------------------

Seorang anggota Wehrmacht berpangkat Obergefreiter (perhatikan chevron di lengannya!) menikmati suguhan air minum yang dipersembahkan oleh penduduk lokal Ukraina dalam fase-fase awal Unternehmen Barbarossa, invasi Jerman atas Uni Soviet, di musim panas tahun 1941. Saat pasukan Wehrmacht mulai memasuki wilayah musuh, kebanyakan warga sipil - yang merupakan keturunan Ukraina - menganggap pihak penyerbu sebagai pasukan pembebas dari belenggu komunis Soviet. Sesuai dengan tradisi lokal, mereka menyuguhkan roti besama dengan air dan garam kepada pihak Jerman sebagai ucapan selamat datang. Melihat dari hampir tidak adanya debu yang menempel di seragam si prajurit, kita bisa berspekulasi bahwa foto ini bisa jadi diambil di bagian barat Uman, di hari-hari pertama invasi. BTW, inisial PK yang terdapat di bagian lampu dari sepeda motor bersespan BMW R75 yang dinaiki oleh si prajurit menunjukkan bahwa dia berasal dari unit Propaganda-Kompanie (Kompi Propaganda), sementara logo bebek menaiki panzer di bagian depan sespan merupakan simbol dari Panzer-Propagandakompanie 691. Dalam penyerbuan ke Rusia, unit ini ikut serta bersama dengan Panzergruppe 1 dan bertugas di wilayah Ukraina (Uman, Kiev dan Rostov). Huruf "K" di bagian fender depan merupakan simbol dari unit-unit yang berada di bawah komando Generalfeldmarschall Ewald von Kleist, Panglima Panzergruppe 1 (unit-unit yang berada di bawah komando Generaloberst Heinz Guderian, Panglima Panzergruppe 2, memajang huruf "G" sebagai penanda). Dalam Unternehmen Barbarossa - dan juga Balkanfeldzug beberapa bulan sebelumnya - Panzer-Propagandakompanie 691 terutama sekali berperan dalam mempropagandakan pencapaian 11. Panzer-Division "Gespenster Division" (Divisi Hantu) dalam operasi-operasi militer yang mereka lakukan, yang dipublikasikan dalam "Panzer Voran", sebuah jurnal berkala yang dibagikan sebanyak 1000 eksemplar buat anggota divisi tersebut



Leutnant Katzke, seorang filmberichter (reporter film) dari Panzer-Propagandakompanie 691, mengarahkan "senjata"-nya untuk mengabadikan pergerakan pasukan Jerman dalam Unternehmen Barbarossa (invasi Jerman atas Uni Soviet) di wilayah Ukraina, bulan Juni 1941. Di belakangnya tampak sebuah Panzer III dengan beberapa awaknya yang bertengger di luar. Dalam penyerbuan Wehrmacht ke Rusia, Panzer-Propagandakompanie 691 ditugaskan untuk meliput Panzergruppe 1 yang berada di bawah pimpinan Generalfeldmarschall Ewald von Kleist


Seorang Panzermann (prajurit panzer) Jerman berpose sambil bersandar di depan sebuah pagar kawat besi. Dia mengenakan seragam hitam khas Panzer, yang mempunyai nama resmi "Sonderbekleidung des Deutschen Panzertruppen". Tidak ada keterangan dari unit mana dia berasal, tapi yang jelas simbol bebek menaiki panzer di belakangnya merupakan kepunyaan dari Panzer-Propagandakompanie 691, sebuah unit Kriegsberichter (reporter perang) yang biasa "menemani" satuan panzer Wehrmacht di Front Timur


Album foto satu ini merupakan kepunyaan dari kolektor Akira Takiguchi, dan berisikan foto kenangan dari pemiliknya saat bertugas sebagai Kriegsberichter (reporter perang) Jerman dalam Perang Dunia II. Terdapat teks penyerta yang bertuliskan: "PK-Fahrzeuge im Einsatz. Aufnahmen: Postorius und Merken" (Kendaraan Kompi Propaganda dalam Aksi di Lapangan. Perekam: Pistorius dan Merken). Terdapat simbol bebek menunggangi panzer di bagian depan fender mobil yang terdapat dalam foto atas. Simbol tersebut merupakan lambang dari Panzer-Propagandakompanie 691, sebuah unit Kriegsberichter yang biasa mengiringi unit-unit panzer Wehrmacht di Front Timur


Sumber :
Buku "Ghost Division: The 11th 'Gespenster' Panzer Division and the German Armored Force in World War II" karya A. Harding Ganz
Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi
Foto koleksi pribadi Hundestaffel
www.ecpad.fr

Wednesday, February 28, 2018

Waffen-SS im Westen

Prajurit Jerman dari SS-Standarte "Der Führer" / SS-Division-Verfügungstruppe (motorisiert) di Prancis tahun 1940. Dia mengenakan cover stahlhelm dan jaket kamuflase dari tipe Platanenmuster. Tak lama setelah kampanye militer Jerman di Prancis, kerah bernomor ditarik dari peredaran untuk alasan keamanan sehingga hanya menyisakan rune SS. Foto ini diambil dari buku "Waffen-SS Im Westen: Ein Bericht In Bildern" karya SS-Kriegsberichter Friedrich Zschäckel yang diterbitkan pada tahun 1941. Caption aslinya berbunyi: "Das Geschicht der Waffen-SS" (Wajah Waffen-SS)


Tim senapan mesin Jerman di Prancis, musim panas tahun 1940. Prajurit di sebelah kiri menggendong tripod 'dreibein' MG 34 - yang difungsikan sebagai senjata anti pesawat udara - lengkap dengan kotak peluru, sementara di tangan kanannya tergenggam pistol P08 Luger. Perhatikan perlengkapan tempur mereka yang terdiri dari ransel kanvas, bungkus masker gas, dan peralatan menggali yang tersembul dari balik ikat pinggangnya, juga lambang elang SS, tanda pangkat pundak hitam serta ärmelstreifen (pita lengan) yang berisikan nama unit. Dari ärmelstreifen yang dikenakan oleh prajurit di sebelah kanan, kita bisa mengetahui bahwa mereka berasal dari SS-Standarte "Germania" / SS-Verfügungstruppe-Division. Mereka semua mengenakan seragam dan celana lapangan versi awal berbahan wol, tanpa tambahan jaket serta penutup helm kamuflase. Foto ini diambil dari buku "Waffen-SS Im Westen: Ein Bericht In Bildern" karya SS-Kriegsberichter Friedrich Zschäckel yang diterbitkan pada tahun 1941. Caption aslinya berbunyi: "Befehl ausgeführt - Sammeln!" (Perintah dilaksanakan - Berkumpul!)


Sumber :
Buku "Waffen-SS Im Westen: Ein Bericht In Bildern" karya Friedrich Zschäckel 
www.forum.axishistory.com

Sunday, December 10, 2017

Foto Hasil Karya Hans Eckle

Pasukan Wehrmacht dari 6. Armee beristirahat sambil menunggu perintah untuk bergerak kembali di sebuah desa Ukraina yang tak diketahui namanya, selama berlangsungnya Unternehmen Blau (Operasi Biru) di musim panas tahun 1942. Foto ini diambil oleh Hans Eckle, seorang prajurit dari 587.Infanterie-Regiment / 320.Infanterie-Division. Unternehmen Blau - terkadang disebut Fall Blau (Kasus Biru) adalah nama sandi yang digunakan oleh Angkatan Bersenjata Jerman untuk rencana ofensif strategisnya di selatan Rusia di musim panas tahun 1942, yang kemudian berlangsung dari tanggal 28 Juni s/d 24 November 1942. Operasi militer ini adalah kelanjutan dari Unternehmen Barbarossa yang berlangsung setahun sebelumnya, yang bertujuan untuk memaksa Uni Soviet keluar dari peperangan. Seperti sebelum-sebelumnya, pihak Jerman mengandalkan metode "pengepungan massal", yang melibatkan dua serangan bercabang: satu mengarah pada ladang minyak Rusia di wilayah Baku, Kaukasus, sementara yang lainnya mengarah ke kota Stalingrad di sepanjang sungai Volga, untuk melapisi bagian samping gerak maju ke Baku. Untuk kepentingan ini, Heeresgruppe Süd dibagi dua menjadi Heeresgruppe A dan B. Heeresgruppe A ditugaskan untuk melintasi pegunungan Kaukasus demi mencapai ladang minyak wilayah Baku, sementara Heeresgruppe B melindungi bagian sampingnya di sepanjang sungai Volga. Pada awalnya, ofensif Jerman berjalan dengan mulus, dimana pasukannya berhasil mencapai wilayah Kaukasus dan mengambil-alih wilayah yang begitu luasnya serta beberapa ladang minyak dari tangan Rusia. Bila saja pihak Jerman meneruskan gerak-majunya ke arah timur dan selatan, maka ada kemungkinan mereka bertemu dengan pasukan Jepang yang sedang bertempur di wilayah Birma dan India, suatu hal yang begitu dikhawatirkan oleh pihak Sekutu. Pada kenyataannya, Tentara Merah mampu membalikkan keadaan dan mengalahkan sang penyerbu di kota Stalingrad (yang telah menjadi puing-puing) melalui operasi balasan, Uranus dan Saturnus Kecil. Kekalahan ini memaksa pasukan Poros untuk mundur dari wilayah Kaukasus, dan hanya menyisakan wilayah Kursk dan Kuban yang masih tetap berada dalam penguasaan mereka


Salah satu kelompok penyerbu Jerman dari 113. Infanterie-Division, yang didukung oleh StuG III Ausf.F dari Sturmgeschütz-Abteilung 244, beristirahat sebentar sebelum meneruskan membereskan sisa-sisa tentara Rusia yang masih bertahan di reruntuhan pabrik traktor “Dzershinzky" Stalingrad (Stalingradski traktorni zavod im. F.E. Dzerzhinskogo), tanggal 15 Oktober 1942. Salah satu titik paling panas dalam Pertempuran Stalingrad adalah pabrik traktor tersebut, yang sebelum kepungan bertanggungjawab atas produksi 50% tank T-34 Soviet yang diterjunkan ke garis depan. Dalam serangan terkoordinasi yang dilancarkan dari tanggal 14 Oktober 1942, tidak kurang dari lima divisi Wehrmacht - lebih dari 90.000 orang, 2.000 senjata artileri, 300 tank, dan gelombang demi gelombang pesawat Stuka - yang diterjunkan untuk menghancurkan dua titik utama perlawanan Rusia yang membentang selebar ± 3,2 kilometer: pabrik Dzershinzky dan Barrikady. Serangan masif tersebut diawali oleh bombardir darat dan udara yang berlangsung selama 1,5 jam, yang meluluhlantakkan segala sesuatu dalam jarak 100 meter dari front terdepan. Meskipun terlihat sebagai sebuah serangan kolosal dengan begitu banyak elemen yang terlibat, penyerbuan Jerman tersebut sebenarnya tidak lebih dari penggambaran tour de force secara teknis daripada sekedar sebuah godam pendobrak. Sebagai contoh, pihak penyerang telah mempersiapkan dengan cermat segala sesuatunya terlebih dahulu, termasuk mendata satu persatu pos pertahanan Rusia yang tersebar di sekitar lingkungan pabrik tersebut melalui penyadapan kode radio musuh, yang diikuti dengan pentargetan untuk dihancurkan sesegera mungkin. Kecermatan khas Jerman ini kemudian membawa hasil, karena dengan cepat semua titik perlawanan berhasil dilumpuhkan melalui pemboman edan-edanan oleh artileri dan pesawat udara. Meskipun Tentara Merah yang bertahan melakukan perlawanan secara heroik dan gagah berani - sehingga mampu mematahkan gelombang serangan pertama yang datang sehingga mengejutkan pihak Jerman yang menyangka tidak akan ada yang mampu bertahan dari pembombardiran serbesar itu - tapi pada akhirnya mereka tergulung pula oleh serangan lanjutan yang dilancarkan setelahnya. Kedua foto di atas diambil oleh Hans Eckle, seorang prajurit dari 587.Infanterie-Regiment / 320.Infanterie-Division


Sunday, November 12, 2017

Postkarte (Kartu Pos) seri Verlag Ernst Steiniger

Postkarte (kartu pos) seri Verlag Ernst Steiniger yang diterbitkan pada masa Perang Dunia II mengkhususkan diri pada jenderal-jenderal tinggi Wehrmacht dengan pangkat Generaloberst serta Generalfeldmarschall. Inilah beberapa diantaranya:


Generalfeldmarschall Ernst Busch (6 Juli 1885 - 17 Juli 1945) bertempur sebagai perwira infanteri dalam Perang Dunia I di Front Barat, meraih Pour le mérite (4 Oktober 1918), dan kemudian tetap dipertahankan dalam organisasi Reichsheer setelah perang usai. Secara tetap karirnya makin menanjak, dan pada tahun 1936 sudah menjadi Generalmajor dan Komandan 23. Infanterie-Division. Selama berlangsungnya invasi Jerman ke Polandia, Busch menjadi Panglima VIII. Armeekorps. Pada tahun 1940 dia ditunjuk sebagai Panglima 16. Armee, dan memimpinnya dalam penyerbuan ke Prancis serta fase pertama pertempuran di Front Timur. Pada tahun 1943 Busch menjadi salah satu dari sedikit perwira tinggi Wehrmacht yang diangkat sebagai Generalfeldmarschall. Dia juga menjadi Panglima Heeresgruppe Mitte di Front Timur, tapi dipecat pada bulan Juni 1944 setelah komandonya hancur-lebur akibat Operasi Bagration yang dilancarkan oleh Soviet. Pada tahun 1945 dia menjadi Panglima Heeresgruppe Nordwest di Front Barat, dan kemudian menyerah pada pasukan Inggris di bulan Mei 1945. Tak lama kemudian Busch meninggal dalam tawanan Inggris karena sakit alami yang dideritanya. Medali dan penghargaan yang diperolehnya: Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 26 Mei 1940 sebagai General der Infanterie dan Oberbefehlshaber 16.Armee; Eichenlaub #274 pada tanggal 21 Agustus 1943 sebagai Generaloberst dan Oberbefehlshaber 16.Armee; 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (20 September 1914) und I.Klasse (6 Maret 1915); Ritterkreuz des Königlichen Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern (14 Juni 1917); Verwundetenabzeichen 1918 in Silber (1918); Pour le mérite (4 Oktober 1918); Ehrenkreuz für Frontkämpfer (1 Januari 1935); Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. bis I. Klasse (2 Oktober 1936); Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 mit Spange “Prager Burg”; 1939 Spange zum 1914 Eisernes Kreuz II. Klasse (18 September 1939) und I.Klasse (25 September 1939); Medaille “Winterschlacht im Osten 1941/1942“ (30 Juli 1942); Demjanskchild; serta Freiheitskreuz I. Klasse mit Stern und Schwertern Finlandia (29 Maret 1943). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht (6 Agustus 1941, 16 September 1941, 21 Oktober 1941, dan 28 Januari 1943). Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI



Sumber :


Sunday, December 25, 2016

Foto Hasil Karya SS-Kriegsberichter Jobst Gösling



Mufti Yerusalem Amin al-Husseini dalam acara kunjungan ke tempat latihan 13. SS-Freiwilligen-Bosnien-Herzegowina-Gebirgs-Division (Kroatien) di Truppenübungsplatz Neuhammer am Queis (Jerman), bulan November 1943. Disini dia sedang menginspeksi latihan menembak (dengan menggunakan peluru tajam!) dari para prajurit muda anggota II.Bataillon / Kroatisches SS-Freiwilligen-Gebirgsjäger-Regiment 2. Berdiri paling kiri  dengan memakai pakaian sipil (di sebelah Mufti) adalah Ibrahim Kirlić, seorang tokoh otonomis Bosnia terkemuka, sementara tiga orang perwira SS yang ikut mengawasi di sebelah kanan adalah, dari kiri ke kanan: SS-Obersturmbannführer Franz Matheis (Kommandeur Kroatisches SS-Freiwilligen-Gebirgsjäger-Regiment 2), SS-Sturmbannführer Egon Zill (Kommandeur II.Bataillon / Kroatisches SS-Freiwilligen-Gebirgsjäger-Regiment 2), serta SS-Sturmbannführer Götz Berens von Rautenfeld (Adjutant 13. SS-Freiwilligen-Bosnien-Herzegowina-Gebirgs-Division). Zill mengenakan apa yang dinamakan sebagai "Totenkopf" (Kepala Kematian/Tengkorak) di kerahnya, sebuah insignia yang dengan bangga tetap dia pakai dari sejak masa penugasannya sebagai Komandan Kamp Konsentrasi Flossenbürg di masa sebelum perang. Seusai Perang Dunia II, Zill bersembunyi dengan menggunakan nama palsu. Penyamarannya terbongkar hanya setelah dia dikaruniai anak perempuan di luar pernikahan, dan dia ingin agar sang anak mempunyai garis keluarga yang sebenarnya sehingga membubuhkan nama aslinya di akte kelahiran! Foto yang dibuat oleh Kriegsberichter SS-Untersturmführer Jobst Gösling ini pertama kali dipublikasikan tanggal 13 Januari 1944



Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman

Sunday, November 13, 2016

Foto Hasil Karya Kriegsberichter Gerhard Garms

 Foto berwarna ini diambil oleh Kriegsberichter Gerhard Garms pada tahun 1942, dan memperlihatkan siluet para personil U-boat saat bertugas di “Brückenwache” (Pengawas Jembatan) ketika lautan sedang bergelora. Kondisi samudera semacam ini dapat memberikan ancaman tersendiri bagi para Pengawas Jembatan bila dia tidak memperhitungkan tinggi ombak yang datang. Pengawasan keadaan sekitar di ruang terbuka seperti ini adalah salah satu tugas awak U-boat yang paling penting. Memperhatikan empat penjuru mata angin bagaikan sebuah "tugas suci", dimana nasib dan kesuksesan kapal selam tergantung padanya. Kecerobohan dalam hal ini dapat menimbulkan konsekuensi yang fatal. Pengawas Jembatan biasanya terdiri dari empat orang: satu perwira dan seorang lagi berdiri menghadap ke depan di menara pengawas, sementara satu bintara dan seorang lagi di belakang mereka. Dengan menggunakan teropong, setiap petugas jaga harus mengamati sektor bagian mereka yang telah ditentukan tanpa terhenti. Tiap lima menit sekali, masing-masing petugas harus memberikan laporan bahwa “Sektor ist frei melden” (sektor clear), bila memang begitu keadaannya. Peraturan melarang keras adanya percakapan antar petugas jaga. Laporan pengawasan harus dibuat dalam bahasa yang jelas dan tepat guna sambil menunjukkan jari ke arah yang dimaksud. Petugas jaga juga dilarang untuk merokok saat bertugas. Di wilayah dimana diperkirakan tak ada ancaman dari udara, awak U-boat lain diperbolehkan untuk ikut nongol di menara pengawas, sekedar untuk merokok, tapi tidak boleh lebih dari dua orang dalam sekaligus (di luar dari empat orang lain yang bertugas jaga). Di malam hari, merokok di menara pengawas sama sekali terlarang. Brückenwache diharapkan untuk lebih waspada lagi di wilayah-wilayah dimana potensi ancamannya sangat besar (Bay of Biscay dan Laut Utara), serta dalam situasi-situasi khusus. Termasuk diantara yang terakhir adalah saat kapal berhenti, senjata dek digunakan, berpapasan dengan kapal selam lain, serta dilamgsungkannya interogasi awak kapal musuh yang selamat. Pada saat-saat semacam ini, perhatian Brückenwache dengan mudah dapat teralihkan, sehingga berakibat pada terpecahnya konsentrasi. Bahaya serangan dadakan muncul terutama pada situasi tersebut. Karena efek cahaya matahari yang menyilaukan, para Petugas Jaga juga diwajibkan untuk mengenakan kacamata hitam ketika sang surya berada di kuadran mereka. Para petugas ini diganti setiap dua atau empat jam sekali, dengan interval masa pergantian tiap lima menit selama satu jam penuh. Hal ini untuk mencegah agar tidak terlalu banyak orang berada di menara pengawas saat tiba-tiba harus menyelam (crash dive), dan juga untuk memberi waktu bagi Petugas Jaga yang baru untuk beradaptasi dengan kegelapan atau cahaya. Khusus untuk malam hari, 15 menit sebelum waktu pergantian, Petugas Jaga baru terlebih dahulu memakai kacamata infra merah di bawah dek. Petugas Jaga lama hanya boleh pergi manakala yang menggantikannya sudah beradaptasi selama beberapa menit dengan lingkungan sekitarnya. Peraturan mensyaratkan bahwa Perwira Pengawas dan Petugas Jaga terbaik bekerja di waktu-waktu yang dianggap paling berbahaya. Penugasan Petugas Jaga sendiri merupakan kewenangan penuh dari kapten kapal. Saat laut bergelora dengan ombak tinggi mencapai menara pengawas, pekerjaan pengawasan semacam ini menjadi sebuah tugas yang menuntut kemampuan maksimal dari para awak U-boat. Bila angin, udara dingin, hujan atau kabut ikut hadir, maka orang-orang ini kadangkala sudah dalam keadaan lelah luar biasa saat tiba waktunya untuk diganti. Dalam kondisi alam yang tidak bersahabat tersebut, sang kapten biasanya memerintahkan para Petugas Jaga untuk memakai sabuk pengaman, yang dapat mencegah mereka terbawa ombak besar. Sabuk ini hanya bisa dilepas juga atas perintah kapten. Pintu keluar di menara pengawas selalu dalam keadaan tertutup apabila ombak sedang tinggi agar air tidak masuk ke dalam. Tanpa Brückenwache yang efisien, maka sebuah U-boat mempunyai kemungkinan yang kecil untuk selamat atau sukses dalam misinya


Foto berwarna ini diambil oleh Kriegsberichter Gerhard Garms pada tahun 1942, dan memperlihatkan saat “Brückenwache" (Pengawas Jembatan) sedang bekerja mengawasi kondisi sekitar tak lama setelah usainya badai lautan yang ganas. Mereka masih mengenakan jaket dan topi karet anti air yang merupakan perlengkapan wajib di saat kondisi laut sedang tidak bersahabat. Selain dari empat pengawas yang merupakan jumlah standar saat bertugas, terlihat pula seorang Obersteuermann (Kelasi Pertama) yang berada di balik periskop, sedang mempersiapkan alat sekstan (alat navigasi untuk menentukan sudut antara kapal dengan benda-benda lain, baik benda-benda di darat maupun benda angkasa) untuk keperluan “Sonne zu Schießen” (melihat matahari). Dia bertanggungjawab untuk keakuratan navigasi kapal dan memanfaatkan setiap kesempatan yang tersedia untuk melihat posisi matahari demi menentukan arah kapalnya. Hanya sang Obersteuermann dan Kapten Kapal yang boleh menuliskan posisi serta arah U-boat mereka menuju. Foto berwarna ini juga memperlihatkan detail menarik yang tidak mungkin didapatkan dari foto hitam-putih biasa: beragam warna berbeda dari jaket karet yang mereka kenakan, dari krem sampai ke hijau pucat dan hijau gelap


Sumber :
Majalah "U-Boot im Focus" edisi no.3 - 2008

Monday, October 31, 2016

Foto Hasil Karya Kriegsberichter Artur Grimm

 Unternehmen 25: konvoy kendaraan lapis baja (terlihat diantaranya adalah Sd.Kfz.251 dan Panzer II) dari 11. Panzer-Division "Gespensterdivision" (Divisi Hantu) / XIV Armeekorps (motorisiert) / 12.Armee melewati kendaraan-kendaraan yang rusak serta truk yang terbakar, yang merupakan kepunyaan dari AD ke-5 Yugoslavia di Niš, sebuah kota Serbia yang terletak di pinggiran sungai Morava. Empat hari kemudian - setelah awalnya kampanye militer yang mudah tapi kemudian berubah menjadi lebih sulit dan penuh rintangan - divisi pimpinan Generalleutnant Ludwig Crüwell tersebut berhasil mencapai Beograd, ibukota Yugoslavia. Dalam berita propaganda tentang pergerakan unit ini yang kemudian dipublikasikan, pasukan pertahanan Yugoslavia digambarkan sebagai satuan-satuan militer yang tidak kompeten serta mudah untuk ditaklukkan. Tapi khusus untuk pihak yang bertahan di sekeliling Beograd, mereka mendapat 'penghormatan' khusus: "Harus kami akui bahwa mereka memanfaatkan alam sekitar dengan maksimal, dan mempertahankan ibukota mereka dengan penuh determinasi dan keberanian". Foto ini diambil pada tanggal 9 April 1941 oleh Kriegsberichter Artur Grimm dari Propaganda-Kompanie (PK) 691


Seorang perwira Heer dari unit artileri menjabat tangan salah seorang bintaranya setelah selesainya upacara pernikahan proxy (ferntrauung) singkat bagi si bintara yang berpangkat Gefreiter (Kopral). Meriam berat dari baterai unit dipajang dengan moncong ke atas sebagai penghias upacara. Foto yang diambil oleh Kriegsberichter Artur Grimm (PK 691) ini dikatakan diambil di dekat Stalingrad musim panas 1942 dan pertama kali dipublikasikan dalam majalah bulanan "Signal"


Sumber :
www.bandenkampf.blogspot.com
www.ww2colorfarbe.blogspot.com

Friday, May 8, 2015

Foto Wawancara Tokoh Third Reich dengan Wartawan

WAWANCARA DENGAN JAGOAN PERANG

Oberleutnant Helmut Wick (Staffelkapitän 6.Staffel / II.Gruppe / Jagdgeschwader 2 "Richthofen") sedang diwawancarai oleh wartawan dari ADLER (majalah mingguan keluaran Oberkommando der Luftwaffe) di bulan Agustus 1940. Beberapa artikel kemudian muncul tentang pengalaman perang sang pilot pemburu, meskipun Wick bukanlah pengarangnya. Semuanya ditulis oleh jurnalis perang dengan mengatasnamakan Wick sebagai pembuatnya. Tidak diketahui kemudian siapa yang mendapatkan bayaran untuk artikel-artikel tersebut


 
Hauptmann Walter "Gulle" Oesau diwawancarai oleh seorang koresponden perang Luftwaffe di dekat pesawat Messerschmitt Bf 109 E-4 (G1+I) Werknummer 1559 milik Hauptmann Wilhelm Balthasar di akhir bulan November 1940, tak lama setelah Oesau menggantikan Balthasar sebagai Gruppenkommandeur III.Gruppe / Jagdgeschwader 3 (11 November 1940), sementara Balthasar ditransfer ke Jagdfliegerschule (JFS) Werneuchen. Oesau mencetak kemenangan udara pertamanya dalam Perang Dunia II tanggal 13 Mei 1940 setelah menembak jatuh sebuah pesawat Curtiss P-36 Hawk (saat itu Oesau bergabung di 7./JG 51). Hanya beberapa bulan setelahnya (20 Agustus 1940) dia dianugerahi Ritterkreuz setelah menjadi pilot kelima Jerman dalam Perang Dunia II yang mencetak 20 kemenangan udara



 Oberstleutnant Günther Freiherr von Maltzahn (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 53 "Pik-As") sedang diwawancari oleh koresponden perang Luftwaffe, Leutnant Johannes Karl Holzamer, di hadapan para anakbuahnya dan rekan seperjuangan dari Italia di Comiso (Sisilia), awal tahun 1942. Perwira botak yang berada di dekat Von Maltzahn adalah Prinz Christoph Ernst August von Hessen-Kassel, mantan SS-Oberführer yang kemudian bergabung secara sukarela dengan Luftwaffe ketika Perang Dunia II pecah. JG 53 sendiri direlokasi ke wilayah tersebut dari Front Timur untuk membantu unit-unit Luftwaffe lainnya dalam menggempur pangkalan Angkatan Laut Inggris di Pulau Malta. Holzamer sendiri nantinya terkenal sebagai direktur stasiun televisi Jerman ZDF seusai Perang Dunia II


Unteroffizier Erich Heintze (kiri) dan Gefreiter Arnold Huebner (kanan) diwawancara oleh seorang koresponden radio perang, bulan April 1942. Mereka berdua baru saja dianugerahi medali keberanian bergengsi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes satu bulan sebelumnya, tepatnya tanggal 7 Maret 1942. Heintze sebagai Geschützführer (Komandan Meriam), sementara Huebner sebagai Richtkanonier (Penembak Meriam). Keduanya berasal dari 3.Batterie / I.Abteilung / Flak-Regiment 33 (motorisiert). Foto ini sendiri diambil oleh Bildberichter Eisenhardt


Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes di Ingolstadt (Jerman) tanggal 14 Januari 1944 kepada awak tank terbaik Wehrmacht: SS-Untersturmführer Michael Wittmann (Zugführer 13.Kompanie (schwere) / SS-Panzer-Regiment 1 "LSSAH") dan gunner-nya, SS-Rottenführer Balthasar "Bobby" Woll, atas prestasi mereka yang sejauh ini telah menghancurkan 88 tank musuh! Yang memberikan medali adalah komandan 1. SS-Panzer-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler, SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Theodor "Teddy" Wisch (membelakangi kamera), sementara komandan SS-Panzer-regiment 1 SS-Obersturmbannführer Jochen Peiper berdiri di sebelah kanan. Acara tersebut diliput oleh Propaganda-Kompanie yang terlihat dari seorang Kriegsberichter yang ikut nimbrung sambil menyodorkan lemper eh mikrofon dari jenis "Neumann Bottle" (Neumann CMV3/3A). Ritterkreuz tampaknya sudah dikalungkan di leher Wittmann (kedua dari kiri), sementara Woll (ketiga dari kiri) masih belum kebagian jatah! Yang nyempil di antara Wisch dan Peiper adalah awak Wittmann lainnya, SS-Panzerschütze Sepp Rößner (Ladeschütze)

-----------------------------------------------------------------------------------

WAWANCARA DENGAN PERWIRA DAN JENDERAL


Generalmajor z.V. und SS-Brigadeführer Egon Groeneveld (SS-Führer beim Stab des SS-Abschnitts XXXXV in Straßburg) diwawancarai selama berlangsungnya acara Veteranentreffen (pertemuan para veteran perang) di Strassburg / Strasbourg pada tahun 1943


Dari kiri ke kanan: SS-Sturmbannführer Fritz Witt (Kommandeur I.Bataillon / Leibstandarte SS Adolf Hitler [motorisiert]), SS-Hauptsturmführer Gunter d'Alquen (Leiter der Propagandatruppe der Waffen-SS), dan SS-Hauptsturmführer Georg Schönberger (Chef SS-Sturmgeschütz Batterie / Leibstandarte SS Adolf Hitler [motorisiert]). Foto ini diambil pada musim panas tahun 1941 di Front Timur oleh SS-Kriegsberichter Roth. Tampaknya d'Alquen sedang menggali keterangan dari Witt, yang tampak santai dengan cerutu di bibirnya


 Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") asyik ngoceh saat sedang diwawancarai oleh Kriegsberichter Lutz Koch, yang menodongkan mikrofon merk Beyer M 19b ke mulutnya, sementara bildberichter di belakang mereka sibuk merekam gambar dengan kamera Arriflex 35mm. Di belakang Rommel terlihat seorang operator sedang sibuk bekerja menggunakan magnetofon AEG "Tonschreiber d (Dora)" - yang tercatat sebagai magnetofon (perekam magnetik) portabel pertama di dunia - diatas mobil Horch Typ 40 mittlerer geländegängiger Personenkraftwagen (m.gl.Pkw) Kfz 15. Foto ini sendiri diambil pada tanggal 22 Juni 1942 saat pasukan Jerman baru saja merebut Tobruk dari tangan Sekutu. Kota pantai di Libya ini mempunyai peran sangat strategis dalam kancah pertempuran Afrika Utara, dan penguasaannya membuat rakyat Jerman terbuai dalam euforia: pendudukan Mesir hanya tinggal menunggu waktu, dan setelahnya adalah bersatunya pasukan Jerman dari Rusia dan Afrika di Kaukasus! Wawancara ini disiarkan secara langsung ke tanah air Jerman, dan didengarkan oleh begitu banyak orang, termasuk oleh Adolf Hitler dan konco-konconya. Di hari itu juga sang Führer - yang merasa sangat gembira - memutuskan untuk memberikan kenaikan pangkat luar biasa untuk jenderal favoritnya tersebut, dari Generaloberst (Kolonel-Jenderal) menjadi Generalfeldmarschall (Marsekal-Jenderal), sebuah pangkat yang secara resmi tidak ada pensiunnya!


 Foto ini diambil pada tanggal 22 Juni 1942 oleh Kriegsberichter Valtingojer dari PK (Propaganda-Kompanie) "Afrika" dan memperlihatkan Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") sedang diwawancarai oleh PK-Tonberichter (reporter radio) Günther Halm mengenai Pertempuran Tobruk yang baru saja usai (dengan pihak Jerman yang keluar sebagai pemenangnya). Di tengah ikut menyimak Oberst im Generalstab Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Deutsches Afrikakorps). Di hari ini pula Rommel naik pangkat secara luar biasa dari Generaloberst menjadi Generalfeldmarschall sebagai penghargaan dari sang Führer untuk prestasinya tersebut


Foto ini memperlihatkan saat Generalmajor Hermann-Bernhard Ramcke diwawancarai oleh seorang Kriegsberichter (Koresponden Perang) dari PK (Propaganda-Kompanie) dari XI. Fliegerkorps. Mikrofon yang digunakan berasal dari jenis "Neumann Bottle" (Neumann CMV3/3A). BTW, terdapat dua orang Kriegsberichter yang ditugaskan bersama Fallschirmjäger-Brigade Ramcke: Leutnant Schnitzer dan Leutnant Rechenberger. Saya tidak tahu dia masuk yang mana


 
Major Wolf-Werner Graf von der Schulenburg (Kommandeur I.Bataillon / Fallschirmjäger-Regiment 1 / 1.Fallschirmjäger-Division) sedang diwawancarai oleh seorang perwira propaganda Luftwaffe, beberapa menit setelah dia dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes dalam sebuah upacara yang dilangsungkan pada tanggal 20 Juni 1943 di Avignon, tenggara Prancis. Foto ini diambil oleh oleh Bildberichter Dahm dari PK (Propaganda-Kompanie) XI. Fliegerkorps, dan pertama kali dipublikasikan pada tanggal 6 Juli 1943


 Setelah kesuksesannya dalam berbagai pertempuran kemudian diberitakan secara intensif oleh mesin propaganda Jerman, nama Adelbert Schulz menjadi makin terkenal layaknya selebritis. Disini dia sedang diwawancarai oleh anggota PK (Propaganda-Kompanie) Wehrmacht. dari kiri ke kanan: Kriegsberichter Heinz Maegerlein, Oberst Friedrich-Carl von Steinkeller (Kommandeur Panzergrenadier-Regiment 7 / 7.Panzer-Division), dan Oberst Adelbert Schulz (Kommandeur Panzer-regiment 25 / 7.Panzer-Division). Foto kemungkinan besar diambil saat unit terdepan dari 7. Panzer-Division berada di selatan Malin (Ukraina) tanggal 8 Desember 1943. Seusai perang Maegerlein menjadi reporter olahraga terkenal Jerman


 
Masih sama dengan foto sebelumnya yang memperlihatkan suasana wawancara koresponden perang Wehrmacht dengan dua orang perwira tinggi dari 7. Panzer-Division "Gespensterdivision". Dari kiri ke kanan: Kriegsberichter Heinz Maegerlein, Oberst Adelbert Schulz (Kommandeur Panzer-regiment 25 / 7.Panzer-Division), dan Oberst Friedrich-Carl von Steinkeller (Kommandeur Panzergrenadier-Regiment 7 / 7.Panzer-Division). Foto kemungkinan besar diambil saat unit terdepan dari 7. Panzer-Division berada di selatan Malin (Ukraina) tanggal 8 Desember 1943. Seusai perang Maegerlein menjadi reporter olahraga terkenal Jerman


Ingenieur Max Brauweiler (30 Maret 1883 - 11 Desember 1944) diwawancarai oleh seorang reporter Kriegsmarine setelah dianugerahi medali Ritterkreuz des Kriegsverdienstkreuz mit Schwertern pada tanggal 12 Agustus 1944. Brauweiler dianugerahi medali tertinggi untuk partisipasi dalam perang tanpa terlibat bertempur langsung tersebut dalam kapasitasnya sebagai 'Montageingenieur der Firma BBC für seine Verdienste beim U-Boot-Bau auf Vorschlag des Oberbefehlshaber der Marine'. Dari sejak tahun 1906 dia telah bekerja di pabrik BBC (Brown Boveri & Cie) dengan tugas utama “elektrische Kraftübertragung“ (mentransformasi tenaga listrik) di Mannheim, pertama sebagai Montagemeister, lalu menjadi Montage-Ingenieur

 


Sumber :
Buku "Luftwaffe at War: Luftwaffe Aces of the Western Front" karya Robert Michulec
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman

www,audiovis.nac.gov.pl
www.forum.axishistory.com
www.menofwehrmacht.blogspot.com

www.wehrmacht-awards.com

Saturday, February 21, 2015

Seri Postkarten (Kartu Pos) "R Series" (Ross Verlag/Film Foto Verlag)

"R Series" (Seri R) adalah kartu pos propaganda Wehrmacht yang dikeluarkan oleh Ross Verlag dan Film Foto Verlag serta pertama kali dikeluarkan pada tahun 1939 (kartu pos edisi perdana yang berhasil dikenali adalah R32/4 yang bertanggal 21 November 1939). Umumnya Seri R diproduksi pertama kali oleh Ross Verlag dan kemudian dipublikasi ulang menggunakan nama Film Foto Verlag. Kartu pos Seri R buatan Ross Verlag terakhir adalah R168. Angka seri dengan huruf R-nya biasanya terpampang di bagian depan atau belakang kartu pos. Untuk Seri R buatan Film Foto Verlag, bagian belakangnya memperlihatkan lambang penerbit dan nomor C2235 (meskipun beberapa kartu pos Seri R buatan Ross Verlag versi akhir ada juga yang memajang angka ini).


 R 1 - Generalfeldmarschall Hermann Göring bersama dengan istri dan putrinya


R 188 - Hauptmann Werner Baumbach


 R 218 - Generaloberst Eduard Dietl


Sumber :

Tuesday, February 10, 2015

Seri Postkarten (Kartu Pos) Tita Binz

Leutnant Paul Baumann (4 Juli 1914 - 6 Februari 1944) bergabung dengan Infanterie-Regiment 2 tahun 1934 dan bersama dengan unitnya tersebut ikut serta dalam invasi Jerman ke Polandia (1939) dan Prancis (1940). Tak lama setelahnya Baumann pindah ke Infanterie-Regiment 422 dan turut berpartisipasi dalam invasi Jerman ke Uni Soviet (1941). Di tahun yang sama dia dipromosikan menjadi Oberfeldwebel dan menjadi komandan peleton kompi sepeda di resimennya. Dalam pertempuran Danau Ladoga ketiga, resimennya berposisi di barat dataran tinggi Sinyavino. Pada tanggal 9 Agustus 1943 Tentara Merah berhasil menerobos sayap kanan resimen sekaligus menguasai wilayah yang sebelumnya diduduki oleh pasukan Jerman. Melihat kondisi kritis ini, Baumann dan peletonnya langsung melakukan serangan balasan yang brilian sehingga mampu mengambil alih kendali posisi sayap kanan yang diperebutkan oleh kedua belah pihak. Tidak hanya itu, serangan baliknya berhasil membinasakan dua kompi musuh dan sekaligus menstabilkan keadaan. Atas prestasinya tersebut dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 1 September 1943 sebagai Oberfeldwebel dan Zugführer di 15.(Radfahr)Kompanie / III.Bataillon / Grenadier-Regiment 422 / 126.Infanterie-Division / XXVI.Armeekorps / 18.Armee / Heeresgruppe Nord. Pada tanggal 26 Januari 1944 Baumann terluka parah dalam pertempuran di Kainelaisi dan meninggal akibat luka-lukanya beberapa hari kemudian di HVP Luga. Pada tanggal 31 Maret 1944 dia direkomendasikan untuk mendapatkan Ehrenblattspange des Heeres und Waffen-SS secara anumerta, tapi rekomendasinya ditolak. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (6 Oktober 1939); Dienstauszeichnung III.Klasse (1940); Eisernes Kreuz I.Klasse (4 November 1941); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Verwundetenabzeichen in Schwarz; Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942); serta Deutsches Kreuz in Gold (22 Mei 1943)


Sumber :
www.pantorijn.blogspot.com

Tuesday, January 6, 2015

Seri Postkarten (Kartu Pos) Heinrich Hoffmann

Hauptmann Manfred Meurer (8 September 1919 - 22 Januari 1944) dalam kartu pos seri Ritterkreuzträger Hoffmann R 165. Meurer dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzesm pada tanggal 16 April 1943 sebagai Oberleutnant dan Staffelkapitän 3.Staffel / I.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1 (NJG 1), serta Eichenlaub #264 untuk Ritterkreuz-nya pada tanggal 2 Agustus 1943 sebagai Hauptmann dan Staffelkapitän 3.Staffel / I.Gruppe / Nachtjagdgeschwader 1 (NJG 1). Pangkat terakhirnya adalah Hauptmann



Hauptmann Friedrich Bauer (23 September 1913 - 10 September 1943) dalam kartu pos seri Ritterkreuzträger Hoffmann R 248. Bauer dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes secara anumerta pada tanggal 13 September 1943 sebagai Hauptmann dan Führer I.Abteilung / Panzer-Regiment 33 "Prinz Eugen" / 9.Panzer-Division. Dia juga secara anumerta dinaikkan pangkatnya menjadi Major



General der Artillerie Maximilian Fretter-Pico (6 Februari 1992 - 4 April 1984) dalam kartu pos seri Ritterkreuzträger Hoffmann R 298. Fretter-Pico dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 26 Desember 1941 sebagai Generalmajor dan Kommandeur 97. Infanterie-Division, serta Eichenlaub #368 untuk Ritterkreuz-nya pada tanggal 16 Januari 1944 sebagai General der Artillerie dan  Kommandierender General XXX.Armeekorps.


Oberstleutnant Hans-Henning Freiherr von Beust (17 April 1913 - 27 Maret 1991) dalam kartu pos seri Ritterkreuzträger Hoffmann R 330. Beust dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 17 September 1941 sebagai Hauptmann dan Gruppenkommandeur III.Gruppe / Kampfgeschwader 27 "Boelcke", serta Eichenlaub #336 untuk Ritterkreuz-nya pada tanggal 25 November 1943 sebagai Oberstleutnant dan Geschwaderkommodore Kampfgeschwader 27 "Boelcke".



Sumber :
www.pantorijn.blogspot.com
www.ritterkreuztraeger.blogspot.com
www.wehrmacht-awards.com