Wednesday, October 31, 2018

Kapal Penjelajah Prinz Eugen


Foto koleksi pribadi Lohengrin ini memperlihatkan acara peluncuran schwere Kreuzer Prinz Eugen pada tanggal 22 Agustus 1938, yang diselenggarakan di Germaniawerft Kiel, Jerman. Sebagai identifikasinya: 1.Perwira Hungaria yang tidak diketahui namanya, 2.Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), 3.Altabornagy (Letnan-Jenderal) Gusztav Jany (Kepala Kekanseliran Militer Hungaria), 4.Admiral Conrad Albrecht (Kommandierender Admiral Marinestation Ostsee), 5.General der Artillerie Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), dan 6.Vizeadmiral Karlgeorg Schuster (Befehlshaber der Sicherung der Ostsee)


Foto koleksi pribadi Lohengrin ini memperlihatkan acara peluncuran schwere Kreuzer Prinz Eugen pada tanggal 22 Agustus 1938, yang diselenggarakan di Germaniawerft Kiel, Jerman. Sebagai identifikasinya: 7.Alexander Freiherr von Dörnberg zu Hausen (Leiter Protokollabteilung des Auswärtigen Amtes) 8.General der Flieger Erhard Milch (Staatssekretär Reichsluftfahrtministerium) 9.??? 10.??? 11.Wilhelm Frick (Reichsminister des Innern) dan 12.???. Paling kiri yang wajahnya terhalang oleh mikrofon adalah pemimpin Hungaria Miklós Horthy, yang menjadi tamu kehormatan dalam acara peluncuran Prinz Eugen. Di tengah (terhalang total oleh botakers yang membelakangi kamera, dan hanya kelihatan tudung topinya saja) adalah Magda, istri Horthy. Dari foto ini pula kita bisa melihat betapa menjulangnya Freiherr von Dörnberg, meskipun dia berdiri di latar belakang. Ini tidaklah mengherankan, karena tingginya memang 2 meter lebih!


Foto koleksi pribadi Lohengrin ini memperlihatkan acara peluncuran schwere Kreuzer Prinz Eugen pada tanggal 22 Agustus 1938, yang diselenggarakan di Germaniawerft Kiel, Jerman. Sebagai identifikasinya: 13.SS-Gruppenführer Arthur Seyss-Inquart (Reichsstatthalter Ostmark) 14.Generaladmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), dan 15.SA-Brigadeführer Friedrich Christiansen (Korpsführer NSFK). Wanita yang bersama Raeder kemungkinan adalah istrinya



Kunjungan pemimpin Hungaria Miklós Horthy ke acara peluncuran kapal penjelajah berat (schwere kreuzer) "Prinz Eugen" yang diselenggarakan di galangan kapal Germaniawerft (Kiel) pada tanggal 22 Agustus 1938. Baris pertama dari kiri ke kanan: Miklós Horthy de Nagybánya (Regen Kerajaan Hungaria), Generaladmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), dan Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler). Baris kedua: General der Artillerie Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht), Vizeadmiral Karlgeorg Schuster (Befehlshaber der Sicherung der Ostsee), dan Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Baris ketiga: General der Flieger Erhard Milch (Staatssekretär Reichsluftfahrtministerium)




Sumber :
Foto koleksi pribadi Lohengrin

Friday, October 26, 2018

Peraih Pertama Ritterkreuz




Oleh : Alif Rafik Khan

Medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pertama kali diberikan tanggal 30 September 1939 untuk 13 orang yang dianggap berjasa dalam Fall Weiß (invasi Jerman atas Polandia):

Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht)
Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) 
Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe)
Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine)
Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Nord)
Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd)
General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 3. Armee)
General der Artillerie Günther von Kluge (Oberbefehlshaber 4. Armee)
General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee)
General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee)
Generaloberst Wilhelm List (Oberbefehlshaber 14. Armee)
General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1)
General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4)


 Upacara penganugerahan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (Knight's Cross of the Iron Cross) #1 untuk Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) yang diselenggarakan di bangunan Neue Reichskanzlei, Berlin, pada bulan Oktober 1939 (pemberitahuannya telah diumumkan dari tanggal 30 September 1939). Ritterkreuz sendiri adalah medali keberanian tertinggi di era Third Reich, yang hanya kalah tingkatannya dari Großkreuz (Grand Cross) yang diberikan hanya kepada satu orang, Hermann Göring. Dari tanggal pertama penganugerahannya, 30 September 1939, sampai dengan tanggal terakhir, 17 Juni 1945, tercatat 7.321 medali yang telah dikeluarkan. Untuk mengakomodasi penerima Ritterkreuz yang masih terus berprestasi di medan pertempuran, maka dikeluarkanlah medali-medali tambahan yang masih satu turunan dengan Ritterkreuz: Eichenlaub (Oak leaves), Schwerter (Swords), Brillanten (Diamonds), dan Goldenem Eichenlaub (Golden Oak Leaves)

-------------------------------------------------------------

Selanjutnya Ritterkreuz diberikan pada tanggal 18 Oktober 1939 untuk 1 orang yang dianggap paling berjasa dalam penenggelaman kapal Inggris di Scapa Flow:

Kapitänleutnant Günther Prien (Kommandant U-47)

-------------------------------------------------------------

Kloter ketiga (sekaligus kloter terakhir untuk tahun 1939) diberikan pada tanggal 27 Oktober 1939, sebagai tambahan untuk 13 orang yang dianggap berjasa dalam Fall Weiß:

General der Artillerie Franz Halder (Chef des Generalstabes des Heeres) 
General der Infanterie Adolf Strauß (Kommandierender General II. Armeekorps)
General der Infanterie Hermann Hoth (Kommandierender General XV. Armeekorps)
General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [mot.])
General der Panzertruppe Heinz Guderian (Kommandierender General XIX. Armeekorps [mot.])
Generalleutnant Friedrich Olbricht (Kommandeur 24. Infanterie-Division)
Generalleutnant Kurt von Briesen (Kommandeur 30. Infanterie-Division)
Generalleutnant Georg-Hans Reinhardt (Kommandeur 4. Panzer-Division)
Generalmajor Ludwig Kübler (Kommandeur 1. Gebirgs-Division)
Oberst August Schmidt (Kommandeur Infanterie-Regiment 20 / 10.Infanterie-Division)
Hauptmann Dietrich Steinhardt (Chef 2.Kompanie / Infanterie-Regiment 51 / 18.Infanterie-Division)
Leutnant Josef Stolz (Zugführer di 10.Kompanie / Infanterie-Regiment 51 / 18.Infanterie-Division)
Generalmajor Hans Jeschonnek (Chef des Generalstabes der Luftwaffe)


Heinz Guderian menerima box Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes langsung dari tangan Adolf Hitler dalam upacara pembagian medali untuk para perwira tinggi Jerman yang berprestasi dalam invasi ke Polandia. Upacara tersebut diadakan di Reichskanzlei (Berlin) tanggal 27 Oktober 1939. Dari kiri ke kanan: General der Artillerie Franz Halder (Chef des Generalstabes des Heeres), General der Panzertruppe Heinz Guderian (Kommandierender General XIX. Armeekorps [motorisiert]), General der Infanterie Hermann Hoth (Kommandierender General XV. Armeekorps [motorisiert]), General der Infanterie Adolf Strauß (Kommandierender General II. Armeekorps), General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), dan Generalleutnant Friedrich Olbricht (Kommandeur 24. Infanterie-Division). Dua nama terakhir kemudian dihukum mati karena melakukan upaya kudeta terhadap Hitler tanggal 20 Juli 1944! Setelah Olbricht sebenarnya masih ada lagi enam orang penerima lain tapi tidak terlihat dalam foto ini. Berurutan: Generalleutnant Georg-Hans Reinhardt (Kommandeur 4. Panzer-Division), Generalleutnant Kurt von Briesen (Kommandeur 30. Infanterie-Division), Generalmajor Ludwig Kübler (Kommandeur 1. Gebirgs-Division), Oberst August Schmidt (Kommandeur Infanterie-Regiment 20 / 10.Infanterie-Division), Oberleutnant Dietrich Steinhardt (Chef 2.Kompanie / I.Bataillon / Infanterie-Regiment 51 [motorisiert] / 18.Infanterie-Division), dan Leutnant Josef Stolz (Zugführer di 10.Kompanie / III.Bataillon / Infanterie-Regiment 51 [motorisiert] / 18.Infanterie-Division)


 Setelah kemenangan gemilang Jerman dalam perang melawan Polandia satu bulan sebelumnya, Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) menganugerahkan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes kepada 11 orang perwira Wehrmacht terpilih, yang telah memperlihatkan keberanian serta kepemimpinan mereka yang mengagumkan dalam pertempuran. Foto ini memperlihatkan saat sang Führer berpidato di hadapan para penerima, dari kiri ke kanan: General der Artillerie Franz Halder (Chef des Generalstabes des Heeres), General der Panzertruppe Heinz Guderian (Kommandierender General XIX. Armeekorps [motorisiert]), General der Infanterie Hermann Hoth (Kommandierender General XV. Armeekorps), General der Infanterie Adolf Strauß (Kommandierender General II. Armeekorps), General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), Generalleutnant Friedrich Olbricht (Kommandeur 24. Infanterie-Division), Generalleutnant Georg-Hans Reinhardt (Kommandeur 4. Panzer-Division), Generalleutnant Kurt von Briesen (Kommandeur 30. Infanterie-Division), Generalmajor Ludwig Kübler (Kommandeur 1. Gebirgs-Division), Oberst August Schmidt (Kommandeur Infanterie-Regiment 20 / 10.Infanterie-Division), dan Hauptmann Dietrich Steinhardt (Chef 2.Kompanie / I.Bataillon / Infanterie-Regiment 51 / 18.Infanterie-Division). Di sebelah kiri berdiri Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). BTW, sebenarnya ada dua orang lagi yang mendapatkan Ritterkreuz di hari itu, tapi entah kenapa mereka tidak ikut nongtot di foto. Mereka adalah: Leutnant Josef Stolz (Zugführer di 10.Kompanie / III.Bataillon / Infanterie-Regiment 51 / 18.Infanterie-Division) dan Generalmajor Hans Jeschonnek (Chef des Generalstabes der Luftwaffe). Foto ini sendiri diambil pada tanggal 27 Oktober 1939 oleh fotografer dari Scherl / Süddeutsche Zeitung
-------------------------------------------------------------

Peraih Ritterkreuz pertama di tahun 1940: tanggal 1 Maret 1940, oleh Kapitänleutnant Herbert Schultze (Kommandant U-48).

6 (enam orang) peraih Ritterkreuz pertama dari Waffen-SS:
4 Juli 1940 : SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandeur SS-Infanterie-Regiment (motorisiert) "Leibstandarte SS Adolf Hitler").
15 Agustus 1940: SS-Oberführer Georg Keppler (Kommandeur SS-Standarte "Der Führer" / SS-Division Verfügungstruppe).
15 Agustus 1940: SS-Oberführer Felix Steiner (Kommandeur SS-Standarte "Deutschland" / SS-Division Verfügungstruppe).
4 September 1940: SS-Hauptscharführer Ludwig Kepplinger (Stosstruppführer und Zugführer di 11.Sturm / SS-Standarte "Der Führer" / SS-Division Verfügungstruppe).
4 September 1940: SS-Obersturmführer Fritz Vogt (Zugführer di 2.Kompanie / SS-Aufklärungs-Abteilung / SS-Division Verfügungstruppe).
4 September 1940: SS-Sturmbannführer Fritz Witt (Kommandeur I.Sturmbann / SS-Standarte "Deutschland" / SS-Division Verfügungstruppe).


Sumber :

Thursday, October 25, 2018

Pos Jaga dan Pasukan Penjaga

 Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) bersiap-siap untuk menaiki mobil beroda enam Mercedes-Benz G4 dan duduk di samping pak supir, sementara di belakangnya terparkir sebuah Mercedes-Benz 540k. Foto ini diambil pada tanggal 12 Oktober 1938 di kota Reichenberg (Sudetenland), pada saat proses pengambilalihan wilayah Sudetenland dari Cekoslowakia ke tangan Nazi Jerman. Panji di bagian samping depan mobil Brauchitsch adalah "Flagge für den Oberbefehlshaber des Heeres" (bendera untuk Panglima Angkatan Darat), sementara panji di mobil belakangnya adalah "Kommandoflagge für den Oberbefehlshaber eines Armeeoberkommandos" (bendera komando untuk Panglima Komando Tinggi Angkatan Darat)


Sumber :
 Foto koleksi Bundesarchiv Jerman

Wednesday, October 24, 2018

Foto Adolf Hitler Mengenakan Pakaian Sipil

JAS

Koleksi Hoffmann Fotoarchiv yang dibuat pada bulan April 1936 ini memperlihatkan, dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), x , SS-Untersturmführer Heinz Linge (persönliche Ordonnanz Hitlers), SS-Obersturmbannführer Alfred-Ingemar Berndt (Leiter Abteilung IV in der Presseabteilung des RMVP), x , x , x , dan SS-Obersturmführer Karl Brandt (Hitlers Begleitarzt)


 Adolf Hitler bertemu dengan para panglima angkatan perangnya di Berghof, Obersalzberg, tanggal 22 Agustus 1939. Dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), General der Artillerie Günther von Kluge (Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 6), Generaloberst Wilhelm List (Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 5), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), dan Oberst Walter Warlimont (Stellvertreter Chef Wehrmachtsführungsamt). Dalam pertemuan ini, sang Führer memberitahu bahwa perang dengan Polandia sudah tak terhindarkan, dan dia meminta semua panglimanya untuk menghadapi hal tersebut dengan penuh keyakinan serta optimisme, meskipun dibayangi kemungkinan bahwa Inggris dan Prancis akan berada di pihak Polandia (pidato lengkap Hitler bisa dilihat DISINI). Dalam foto ini kita bisa melihat bahwa mereka semua mengenakan pakaian sipil. Ini karena pertemuan tersebut bersifat diplomatik, sebagai sebuah persiapan sebelum perundingan antara Hitler dengan Duta Besar Inggris untuk Jerman, Neville Henderson, yang dilangsungkan di tempat yang sama keesokan harinya (23 Agustus 1939)

-----------------------------------------------------------------------------------

TAILCOAT

Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) dan General der Flieger Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe) dalam acara pembukaan Pameran Seni Polandia yang digelar di Berlin tanggal 19 Maret 1935. Di belakang Hitler berdiri Józef Lipski (Duta Besar Polandia untuk Jerman), sementara yang berada paling kanan adalah Mieczysław Treter (kepala pameran). Diantara Göring dan Treter adalah SS-Brigadeführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant Führer und Reichskanzler), sementara pria tinggi besar yang berdiri paling kiri adalah SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant Führer und Reichskanzler)

-----------------------------------------------------------------------------------

TUXEDO

 Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) menerima ucapan selamat secara resmi dari para petinggi angkatan perangnya dalam acara perayaan tahun baru yang diselenggarakan di Berlin, malam tanggal 31 Desember 1935 - 1 Januari 1936. Dari kiri ke kanan: Generaloberst Werner von Blomberg (Reichskriegsminister und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), General der Flieger Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), General der Artillerie Werner Freiherr von Fritsch (Oberbefehlshaber des Heeres), dan Admiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine). Dalam foto ini Hitler mengenakan tuxedo!


 Adolf Hitler dan Winifred Wagner dalam acara Bayreuth Festspielhaus (Festival Teater Bayreuth), yang diselenggarakan dari tanggal 25 Juli s/d 3 Agustus 1939. Di setiap musim panas, dari tahun 1933 sampai 1939, sang Führer selalu menyempatkan diri untuk menghadiri festival yang didedikasikan kepada komponis Jerman ternama abad ke-19, Richard Wagner. Winifred sendiri - yang kelahiran Inggris - merupakan istri dari mendiang Siegfried Wagner, anak dari Richard Wagner. Dalam foto ini Hitler tampak mengenakan gesselschaftanzug alias tuxedo


Sumber :

Foto Polandia dalam Perang Dunia II

Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) dan General der Flieger Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe) dalam acara pembukaan Pameran Seni Polandia yang digelar di Berlin tanggal 19 Maret 1935. Di belakang Hitler berdiri Józef Lipski (Duta Besar Polandia untuk Jerman), sementara yang berada paling kanan adalah Mieczysław Treter (kepala pameran). Diantara Göring dan Treter adalah SS-Brigadeführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant Führer und Reichskanzler), sementara pria tinggi besar yang berdiri paling kiri adalah SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant Führer und Reichskanzler)


Sumber :

Tuesday, October 23, 2018

Foto Kudeta Nazi Tahun 1923 (Beer Hall Putsch / Münich Putsch)

Sketsa ini dimuat dalam "Illustrierter Beobachter" No. 45 tahun 1935, dan memperlihatkan rute yang ditempuh oleh para pelaku kudeta. Dari gedung pertemuan Bürgerbräukeller, sekitar 2.000 orang anggota dan simpatisan Nazi berencana untuk bergerak ke arah utara menuju ke alun-alun kota, sebelum meneruskan perjalanan mereka ke gedung Kementerian Perang di Ludwigstraße. Di tengah perjalanan, tepatnya di Residenzstraße di samping monumen Feldherrnhalle tepat sebelum Odeonsplatz, mereka dihentikan oleh satuan polisi Bavaria. Tak lama kemudian kedua belah pihak sudah terlibat dalam baku tembak, dengan akibat 14 orang pelaku kudeta dan 4 orang anggota polisi harus kehilangan nyawanya (2 orang anggota Nazi lainnya tewas di tempat yang berbeda). Hitler sendiri terluka dalam peristiwa ini, dan harus dilarikan oleh anakbuahnya ke tempat yang aman. Salah satu panji swastika yang dibawa oleh mereka didapati basah oleh darah dari salah seorang yang terbunuh, dan panji inilah yang nantinya menjadi "Blutfahne" (Bendera Darah), yang memegang peranan penting dalam gerakan Nazi di tahun-tahun setelahnya


Gambar ini diambil dari buku "Deutschland Erwacht" (Jerman Bangkit) terbitan tahun 1933, dan memperlihatkan para "martir" Nazi yang tewas dalam peristiwa kudeta tanggal 9 November 1923 (yang lebih dikenal dengan nama "Beer Hall Putsch" atau "Münich Putsch"). Uniknya, meskipun aslinya jumlah korbannya adalah 16 orang, tapi dalam gambar ini hanya tercantum 14 orang! Mereka adalah, dari atas kiri ke kanan: Anton Hechenberger (tukang kunci), Andreas Bauriedl (penjual topi), Martin Faust (pegawai bank), Wilhelm Wolf (pengusaha), Theodor Casella (mantan Leutnant), Theodor von der Pfordten (pegawai pengadilan negeri), Johann "Hans" Rickmers (mantan Rittmeister kavaleri), Carl Laforce (mahasiswa teknik), Oskar Körner (pengusaha), Dr. Max Erwin von Scheubner-Richter (petinggi partai), Karl Neubauer (pelayan), Lorenz Ritter von Stransky-Griffenfeld (insinyur), Klaus Maximilian von Pape (pengusaha), dan Karl Kuhn (kepala pelayan di restoran). Dua lagi yang wajahnya tidak dicantumkan disini adalah Felix Allfarth (pedagang) dan Wilhelm Ehrlich (pegawai bank). Selain dari para pelaku kudeta, ikut terbunuh pula empat orang polisi Bavaria yang menjadi lawan mereka: Friedrich Fink, Nikolaus Hollweg, Max Schobert, dan Rudolf Schraut


Sumber :
www.forum.axishistory.com
www.thirdreichruins.com

Monday, October 22, 2018

Foto 376. Infanterie-Division

Foto ini diambil pada musim panas tahun 1942 saat 6. Armee sedang dalam perjalanan menaklukkan Stalingrad. Seorang prajurit tampak sedang mengawasi kejauhan dengan menggunakan scherenfernrohr (teropong gunting), sementara di dasar parit duduk para perwira Wehrmacht. Yang tampak kelelahan di tengah adalah Generalmajor Alexander Edler von Daniels (Kommandeur 376. Infanterie-Division). Di akhir Pertempuran Stalingrad - tepatnya tanggal 29 Januari 1943 - dia dan sisa-sisa divisinya menyerahkan diri pada Kolonel Ivan Konstantinovich Morozov, Komandan Divisi Senapan ke-422 Soviet. Daniels kemudian diinterogasi oleh Kapten Nikolay Dyatlenko sebelum digelandang ke kamp tawanan perang


Sumber :

Sunday, October 21, 2018

Upacara Marsekal Baru Jerman Tahun 1940



Oleh : Alif Rafik Khan

Pada tanggal 19 Juli 1940, bertempat di Krolloper (Gedung Opera Kroll) di Berlin, diselenggarakan upacara kenaikan pangkat luar biasa untuk 12 orang Generalfeldmarschall baru Wehrmacht (9 dari Heer dan 3 dari Luftwaffe), yang dianggap berperan penting dalam Pertempuran Prancis yang dimenangkan oleh Jerman. Upacara ini sekaligus diadakan untuk menunjukkan hegemoni Jerman atas musuh-musuhnya: Prancis dianggap sebagai negara yang mempunyai militer terkuat di Eropa, tapi dia berhasil dipermalukan hanya dalam waktu enam minggu!

Ke-12 orang Marsekal Lapangan baru Jerman adalah :

Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht)
Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres)
Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe A)
Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B)
Generaloberst Wilhelm Ritter von Leeb (Oberbefehlshaber Heeresgruppe C)
Generaloberst Erwin von Witzleben (Oberbefehlshaber 1. Armee)
Generaloberst Günther von Kluge (Oberbefehlshaber 4. Armee)
Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee)
Generaloberst Wilhelm List (Oberbefehlshaber 12. Armee)
Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe)
General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 2)
General der Flieger Hugo Sperrle (Chef Luftflotte 3)

Selain itu, diangkat pula 19 orang menjadi Generaloberst baru (14 dari Heer dan 5 dari Luftwaffe):

General der Artillerie Franz Halder (Chef des Generalstabes des Heeres)
General der Artillerie Friedrich Fromm (Chef Heeresrüstung und Befehlshaber des Ersatzheeres)
General der Infanterie Nikolaus von Falkenhorst (Oberbefehlshaber Heeresgruppe XXI)
General der Kavallerie Maximilian von Weichs (Oberbefehlshaber 2. Armee)
General der Artillerie Friedrich Dollmann (Oberbefehlshaber 7. Armee)
General der Infanterie Adolf Strauß (Oberbefehlshaber 9. Armee)
General der Infanterie Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee)
General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 18. Armee)
General der Artillerie Curt Haase (Kommandierender General III. Armeekorps)
General der Infanterie Eugen von Schobert (Kommandierender General VII. Armeekorps)
General der Infanterie Hermann Hoth (Kommandierender General XV. Armeekorps [mot.])
General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [mot.])
General der Panzertruppe Heinz Guderian (Kommandierender General XIX. Armeekorps [mot.])
General der Kavallerie Ewald von Kleist (Kommandierender General XXII. Armeekorps [mot.])
General der Flieger Ernst Udet (Generalluftzeugmeister und Chef Planungsamts der Luftwaffe)
General der Flieger Hans-Jürgen Stumpff (Chef Luftflotte 5)
General der Flieger Ulrich Grauert (Kommandierender General I. Fliegerkorps)
General der Flieger Alfred Keller (Kommandierender General IV. Fliegerkorps)
General der Flakartillerie Hubert Weise (Kommandierender General I. Flakkorps)

Ini adalah untuk pertama kalinya dalam Perang Dunia II bahwa Hitler mengangkat seorang Marsekal berdasarkan prestasi militernya. Sebelumnya dia telah memberikan gelar yang sama kepada tiga orang (Werner von Blomberg, Hermann Göring dan Erich Raeder), tapi semata karena mereka dianggap berjasa dalam pengembangan Heer, Luftwaffe dan Kriegsmarine.

Pangkat Generalfeldmarschall yang prestisius ini sendiri telah dihapuskan semenjak berakhirnya Perang Dunia I, dan baru diadakan lagi oleh Hitler di masa pemerintahannya.



Pada tanggal 19 Juli 1940 bertempat di Krolloper (Gedung Opera Kroll) dalam Reichstagssitzung (sesi Reichstag), Adolf Hitler mengumumkan promosi 12 orang Generalfeldmarschall (Jenderal Marsekal Lapangan) baru Wehrmacht yang telah berprestasi luar biasa dalam peperangan di Barat satu bulan sebelumnya. Ke-12 orang tersebut terdiri dari 9 orang marsekal Heer dan 3 orang marsekal Luftwaffe. Selain itu, naik pangkat juga Panglima Luftwaffe Hermann Göring dari Generalfeldmarschall menjadi Reichsmarschall. Dalam foto ini para Generalfeldmarschall anyar dari Heer berfoto bersama Hitler dan Göring sambil membawa Marschallstab (Tongkat Marsekal) mereka. Dari kiri ke kanan: Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht), Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe A), Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Wilhelm Ritter von Leeb (Oberbefehlshaber Heeresgruppe C), Wilhelm List (Oberbefehlshaber 12. Armee), Hans-Günther von Kluge (Oberbefehlshaber 4. Armee), Erwin von Witzleben (Oberbefehlshaber 1. Armee), dan Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee)


 Pada tanggal 19 Juli 1940 bertempat di Krolloper (Gedung Opera Kroll) dalam Reichstagssitzung (sesi Reichstag), Adolf Hitler mengumumkan promosi 12 orang Generalfeldmarschall (Jenderal Marsekal Lapangan) baru Wehrmacht yang telah berprestasi luar biasa dalam peperangan di Barat satu bulan sebelumnya. Ke-12 orang tersebut terdiri dari 9 orang marsekal Heer dan 3 orang marsekal Luftwaffe. Dari kiri ke kanan: Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), serta para penerima: Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), Wilhelm Ritter von Leeb (Oberbefehlshaber Heeresgruppe C), Wilhelm List (Oberbefehlshaber 12. Armee), Hans-Günther von Kluge (Oberbefehlshaber 4. Armee), Erwin von Witzleben (Oberbefehlshaber 1. Armee), dan Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee)


 Masih dalam upacara pengangkatan para jenderal dan marsekal baru Jerman yang diselenggarakan tanggal 19 Juli 1940 di Krolloper. Ini adalah para Marsekal anyar Luftwaffe, dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe als Vertreter des Oberbefehlshabers Göring), Generalfeldmarschall Hugo Sperrle (Chef Luftflotte 3), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Reichsmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), dan Generalfeldmarschall Albert Kesselring (Chef Luftflotte 2). Total terdapat lima orang Marsekal Luftwaffe, dan sisa dua orang lagi diangkat setelah acara ini: Generalfeldmarschall Wolfram Freiherr von Richthofen (16 Februari 1943) dan Generalfeldmarschall Robert Ritter von Greim (25 April 1945)


Masih dalam upacara pengangkatan para jenderal dan marsekal baru Jerman yang diselenggarakan tanggal 19 Juli 1940 di Krolloper. Foto ini memperlihatkan Hitler menyalami para Generaloberst baru yang diangkat pada hari yang sama. Dari kiri ke kanan: Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (punggung menghadap ke kamera, Oberbefehlshaber des Heeres), dan Generalfeldmarschall Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe als Vertreter des Oberbefehlshabers Göring). Selanjutnya adalah orang-orang yang naik pangkat menjadi Generaloberst: General der Artillerie Franz Halder (Chef des Generalstabes des Heeres), General der Artillerie Friedrich Dollmann (tidak kelihatan, Oberbefehlshaber 7. Armee), General der Kavallerie Ewald von Kleist (tidak kelihatan, Kommandierender General XXII. Armeekorps [motorisiert]), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Oberbefehlshaber 2. Armee), General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 18. Armee), General der Infanterie Eugen Ritter von Schobert (bersalaman dengan Hitler, Kommandierender General VII. Armeekorps), General der Infanterie Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee), General der Panzertruppe Heinz Guderian (Kommandierender General XIX. Armeekorps [motorisiert]), dan General der Infanterie Hermann Hoth (Kommandierender General XV. Armeekorps). Uniknya, para Generaloberst baru (dari Halder sampai Hoth) berdiri sesuai susunan senioritasnya! Generaloberst lain yang diangkat di hari yang sama tapi tidak kelihatan dalam foto ini adalah (sesuai urutan dari kiri ke kanan setelah Hoth): General der Infanterie Adolf Strauß (Kommandierender General II. Armeekorps), General der Artillerie Curt Haase (Kommandierender General III. Armeekorps), General der Infanterie Nikolaus von Falkenhorst (Oberbefehlshaber Armeegruppe XXI), General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), dan General der Artillerie Friedrich "Fritz" Fromm (Chef der Heeresrüstung und Befehlshaber des Ersatzheeres). Total ada 14 Generaloberst baru!


Para jenderal Wehrmacht duduk di Krolloper (Gedung Opera Kroll) dalam Reichstagssitzung (sesi Reichstag) tanggal 19 Juli 1940, dimana Jerman baru saja menang perang atas Prancis dan Inggris dalam Pertempuran Prancis, dan beberapa Marsekal baru diangkat oleh Hitler serta jenderal lainnya naik pangkat. Untuk identifikasinya: 1: Hans-Günther von Kluge (diangkat sebagai Generalfeldmarschall), 2: Fedor von Bock (diangkat sebagai Generalfeldmarschall), 3: Gerd von Rundstedt (diangkat sebagai Generalfeldmarschall), 4: Wilhelm Ritter von Leeb (diangkat sebagai Generalfeldmarschall), 5: Wilhelm List (diangkat sebagai Generalfeldmarschall), 6: Johannes Blaskowitz (Generaloberst), 7: Ernst Busch (diangkat sebagai Generaloberst), 8: Georg von Küchler (diangkat sebagai Generaloberst), 9: seorang laksamana, 10: Alfred von Vollard Bockelberg (General der Artillerie), 11: Curt Ludwig Freiherr von Gienanth (General der Kavallerie z.V.), 12: Ewald von Kleist (diangkat sebagai Generaloberst), 13: Friedrich "Fritz" Fromm (diangkat sebagai Generaloberst), 14: Franz Halder (diangkat sebagai Generaloberst), 15: Walter Heitz (General der Artillerie), 16: tidak diketahui, 17: tidak diketahui, 18: tidak diketahui, 19: tidak diketahui, 20: Walther von Reichenau (diangkat sebagai Generalfeldmarschall), 21: Adolf Strauß (diangkat sebagai Generaloberst), 22: Werner Kienitz (General der Infanterie), 23: Hermann Hoth (diangkat sebagai Generaloberst), 24: Sigismund von Förster (Generalleutnant), 25: tidak diketahui, 26: tidak diketahui, 27: Richard Ruoff (General der Infanterie), 28: Erich Hoepner (diangkat sebagai Generaloberst), 29: tidak diketahui, 30: Emil Leeb (General der Artillerie), 31: Alfred Streccius (berjanggut, Charakter als General der Infanterie), 32: tidak diketahui, 33: Friedrich Olbricht (General der Infanterie), 34: Curt Haase (diangkat sebagai Generaloberst), 35: Georg Hans Reinhardt (General der Panzertruppe), 36: Rudolf Schmidt (General der Panzertruppe), 37: Heinrich von Vietinghoff (General der Panzertruppe), 38: Erich von Manstein (tangan di hidung, General der Infanterie), 39: Georg Stumme (General der Kavallerie), 40: tidak diketahui, 41: tidak diketahui, 42: tidak diketahui, 43: Joachim von Kortzfleisch (Generalleutnant), 44: tidak diketahui, 45: tidak diketahui. Yang memberi salam hormat ala Nazi adalah Ewald von Kleist, yang berdiri saat namanya disebut dalam daftar promosi. Keterangan tambahan: pangkat dalam kurung adalah pangkat saat foto ini diambil (19 Juli 1940) dan bukan pangkat terakhir mereka!



Sumber :

Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (1881-1948), Panglima Heer




Album foto Walther von Brauchitsch bisa dilihat DISINI

Oleh : Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Heinrich Alfred Hermann Walther von Brauchitsch
Panggilan/julukan: Brauchitsch
Lahir: 4 Oktober 1881 di Berlin (Jerman)
Meninggal: 18 Oktober 1948 di Hamburg (Jerman)
Nomor keanggotaan NSDAP: Tidak ada
Nomor keanggotaan SS: Tidak ada
Gelar akademis: Tidak ada
Anggota keluarga: Bernhard Eduard von Brauchitsch dan Charlotte Sophie Auguste Bertha Von Gordon (orangtua); Agnes Charlotte von Brauchitsch dan Adolf-Wilhelm Bernhard von Brauchitsch (saudara); Elisabeth von Karstedt dan Charlotte Rüffer (istri); Bernd von Brauchitsch (anak)
Ciri fisik: Tidak diketahui

Beförderungen (Promosi):
22.03.1900 Leutnant
18.10.1909 Oberleutnant
18.12.1913 Hauptmann
15.07.1918 Major
01.04.1925 Oberstleutnant
01.04.1928 Oberst
01.10.1931 Generalmajor
01.10.1933 Generalleutnant
20.04.1936 General der Artillerie
04.02.1938 Generaloberst
19.07.1940 Generalfeldmarschall

Karriere (Karir):
00.00.1895 - 00.00.1900 Bergabung dengan Akademi Militer di Potsdam
22.03.1900 - 20.11.1900 Leutnant di Königin Elisabeth-Garde-Grenadier-Regiment Nr. 3
20.11.1900 - 18.05.1901 Diperbantukan di Garde-Feld-Artillerie-Regiment Nr. 3
18.05.1901 - 22.03.1912 Dipindahkan ke Garde-Feld-Artillerie-Regiment Nr. 3
10.02.1903 - 31.05.1903 Mengikuti pelatihan Kursus II di Feldartillerie-Schule
01.05.1905 - 13.05.1905 Ditugaskan ke pabrik senjata di Spandau
05.02.1906 - 28.02.1909 Adjutant II.Bataillon / Garde-Feld-Artillerie-Regiment Nr. 3
13.04.1909 - 31.03.1912 Adjutant Garde-Feld-Artillerie-Regiment Nr. 3
22.03.1912 - 22.03.1914 Diperbantukan di Großer Generalstab
22.03.1914 - 02.08.1914 Dipindahkan ke Großer Generalstab
02.08.1914 - 17.10.1915 Generalstabsoffizier XVI. Armeekorps
17.10.1915 - 19.03.1917 Stabsoffizier 34. Infanterie-Division
19.03.1917 - 27.03.1917 Generalstabsoffizier z.b.V. Heeresgruppe Deutscher Kronprinz
27.03.1917 - 23.08.1917 Stabsoffizier 7. Höherer Bau-Stab
23.08.1917 - 19.02.1918 Stabsoffizier 11. Infanterie-Division
19.02.1918 - 06.08.1918 Stabsoffizier 1. Garde-Reserve-Division
06.08.1918 - 03.01.1919 Generalstabsoffizier Garde-Reserve-Korps
03.01.1919 - 26.01.1919 Generalstabsoffizier VI. Armeekorps
26.01.1919 - 15.03.1919 Generalstabsoffizier III. Armeekorps
15.03.1919 - 01.04.1919 Kembali bertugas di Garde-Feld-Artillerie-Regiment Nr. 3
01.04.1919 - 24.03.1919 Stabsoffizier 34. Division
24.05.1919 - 28.09.1919 Stabsoffizier Auflösungsstab 62
28.09.1919 - 01.10.1920 Generalstabsoffizier Wehrkreiskommando II
01.10.1920 - 01.10.1921 Stabsoffizier Artillerieführer II
01.10.1921 - 01.11.1922 Batteriechef di 2.(Preußische) Artillerie-Regiment
01.11.1922 - 01.10.1925 Heeresausbildungs-Abteilung (T 4) di Reichswehrministerium (RWM)
01.10.1925 - 01.12.1925 Dipindahkan ke 6. (Preußische) Artillerie-Regiment
01.12.1925 - 01.11.1927 Kommandeur II.Abteilung / 6. (Preußische) Artillerie-Regiment
18.07.1927 - 04.08.1927 Mengikuti Infanterie-Lehrgang di Döberitz
01.11.1927 - 15.01.1930 Chef des Stabes 6. Division
15.01.1930 - 01.02.1930 Dipindahkan ke Reichswehrministerium (RWM)
01.02.1930 - 01.03.1932 Leiter Heeresausbildungs-Abteilung (T 4) im Truppenamt (TA) RWM
01.03.1932 - 01.02.1933 Inspekteur der Artillerie
01.03.1933 - 21.06.1935 Kommandeur 1. Division und Befehlshaber Wehrkreis I
21.06.1935 - 01.04.1937 Kommandierender General I. Armeekorps und Befehlshaber Wehrkreis I
01.04.1937 - 04.02.1938 Oberbefehlshaber Gruppenkommando 4
04.02.1938 - 20.12.1941 Oberbefehlshaber des Heeres
20.12.1941 - 08.05.1945 Führer-reserve
08.05.1945 - 18.10.1948 Dalam masa penahanan di kamp tawanan Inggris
18.10.1948 - 18.10.1948 Meninggal dalam tahanan

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):
13.09.1914 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse
07.05.1915 Ritterkreuz I.Klasse des Königlich Württembergische Friedrichs-Orden mit Schwertern
01.10.1915 1914 Eisernes Kreuz I.Klasse
15.05.1917 Ritterkreuz des Königlicher Preußen Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern
01.01.1918 Herzoglich Sachsen-Meiningisches Ehrenkreuz für Verdienst im Kriege
17.04.1920 Königlich Preußische Dienstauszeichnungskreuz
00.00.19__ Ehrenritter des Königlich Preußische Johanniter-Ordens
18.12.1934 Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918
02.10.1936 Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. bis I. Klasse
20.08.1938 Grosskreuz des Königlich Ungarisches Verdienstordens
05.09.1938 Ehrenzeichen des Deutschen Roten Kreuzes I. Klasse mit Stern
21.11.1938 Medaille zur Erinnerung an den 13.03.1938
03.01.1939 Grosskreuz des Königlich Italienische Ordens des heiligen Mauritius- und Lazarus
10.03.1939 Grosskreuz des Ordens der Weissen Rose von Finnland
00.04.1939 Goldenes Ehrenzeichen der NSDAP
01.06.1939 Orden der Krone von Jugoslawien, Großkreuz
07.06.1939 Medaille zur Erinnerung an den 01.10.1938 mit Spange “Prager Burg”
30.11.1939 Medaille zur Erinnerung an die Heimkehr des Memellandes
00.00.1939 Königlich Spanisches Militär-Verdienstkreuz I. Klasse
30.09.1939 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse
30.09.1939 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz I.Klasse
30.09.1939 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #1, Generaloberst und Oberbefehlshaber des Heeres
00.00.19__ Eichenlaub zur Wehrmacht-Dienstauszeichnung I. Klasse
15.05.1941 Grosskreuz des Königlich Bulgarische Ordens vom Heiligen Alexander mit Schwertern
31.05.1941 Grosskreuz des Königlich Ungarische Verdienstordens mit Schwertern
14.10.1941 Königlich Rumänische Orden “Michael der Tapfere” III. bis I. Klasse
20.10.1941 Slowakisches Kriegssiegerkreuz I. Klasse
25.06.1942 Grosskreuz des Finnischen Freiheitskreuzes
26.09.1942 Japanischer Orden der aufgehenden Sonne I. Klasse

Aufzeichnungen (Catatan):
* Berasal dari keluarga aristokrat Prusia yang mempunyai tradisi panjang di kemiliteran.
* Anak kelima dari pasangan General der Kavallerie Bernhard von Brauchitsch (1833-1910) dan Charlotte Bertha von Gordon (1844-1906). Ayahnya telah berusia 47 tahun sewaktu Walther dilahirkan. Saudara-saudara Walther yang diketahui namanya: Agnes von Brauchitsch (1869-1945) dan Generalmajor Adolf-Wilhelm von Brauchitsch (1876-1935).
* Walther von Brauchitsch menikah dengan Elisabeth von Karstedt (1881-1952), seorang pewaris tanah kaya-raya seluas 300.000 hektar dari Brandenburg, pada tanggal 29 Desember 1910, dan dikaruniai tiga orang anak (yang tertua bernama Bernd von Brauchitsch, 1911-1974). Mereka kemudian bercerai pada tanggal 8 April 1938 setelah sang suami ketahuan selingkuh. Brauchitsch kemudian menikah lagi dengan Charlotte Rüffer (1903-1992) pada tanggal 23 September 1938. Istri keduanya ini, yang merupakan putri seorang hakim dari Silesia, telah dikenalnya dari tahun 1925. Dari awal Brauchitsch sudah mengutarakan niat untuk menceraikan Elisabeth, tapi istrinya menolak. Rüffer kemudian menikah dengan seorang direktur bank bernama Schmidt, yang nantinya tewas tenggelam di kamar mandinya saat sedang mengunjungi Berlin. Ketika Brauchitsch kembali dari masa tugasnya di Prusia Timur pada tahun 1937, kedua insan ini kembali menjalin hubungan terlarang. Mereka buru-buru menikah tak lama setelah Brauchitsch bercerai dengan Elisabeth.
* Anak Walther von Brauchitsch, Bernd von Brauchitsch, menjadi ajudan Panglima Luftwaffe Hermann Göring dari tahun 1940 s/d akhir perang, dengan pangkat terakhir Oberst.
* Walther von Brauchitsch adalah paman dari Manfred von Brauchitsch, seorang pembalap Grand Prix Jerman terkemuka di tahun 1930-an dengan mobil andalannya, Mercedes-Benz "Silver Arrow". Dia juga merupakan paman dari Hans Bernd von Haeften dan Werner von Haeften, dua bersaudara anggota gerakan perlawanan rahasia terhadap Hitler yang nantinya terlibat dalam Plot 20 Juli 1944.
* Brauchitsch mempunyai ketertarikan pribadi pada bidang politik serta seni.
* Pada saat mengikuti pendidikan militer di Hauptkadettenanstalt Groß Lichterfelde pada akhir tahun 1890-an, Brauchitsch menjadi salah satu kadet terbaik sehingga dipilih sebagai salah satu ajudan militer Ratu Augusta Viktoria, istri dari Kaiser Wilhelm II (hal yang sama terjadi pada kakaknya, Adolf, lima tahun sebelumnya!). Di masa-masa inilah Brauchitsch belajar etiket kaum ningrat, dan nantinya menjadi sebuah kebiasaan yang dibawanya sampai akhir hayat.
* Saat lulus sekolah militer tahun 1900, Brauchitsch pada awalnya ditempatkan resimen infanteri. Kondisi kesehatannya kemudian dianggap tidak lulus uji sehingga dia dipindahkan sebagai perwira staff di resimen artileri.
* Saat Perang Dunia Pertama pecah di tahun 1914, Brauchitsch sudah berpangkat Hauptmann. Dia ikut serta dalam Pertempuran Verdun, Pertempuran Hutan Argonne, Pertempuran Kedua dan Ketiga Aisne, Ofensif Aisne-Marne, Pertempuran Armentières, dan Pertempuran Flanders. Hampir semua pertempuran besar tersebut dijalaninya sebagai seorang perwira staff. Ketika perang berakhir pada tahun 1918, pangkatnya telah naik satu tingkat menjadi Major.
* Brauchitsch adalah seorang perwira artileri jempolan yang sangat berpengaruh dalam perkembangan unit artileri Jerman, terutama di masa antara dua Perang Dunia. Dialah yang mereorganisasi formasi-formasi artileri dengan memodifikasi klasifikasi sistem artileri ringan, menengah dan berat (sebagai contoh, artileri berat - yang sebelumnya biasa dinamakan sebagai "artileri korps" - kemudian berganti julukan menjadi "artileri penguat/pembantu"). Dia juga yang meletakkan dasar-dasar koordinasi antara unit artileri dan infanteri.
* Sewaktu menjadi Befehlshaber Wehrkreis I di Prusia Timur tahun 1935, Brauchitsch berkonflik dengan Erich Koch, Gauleiter Nazi lokal. Koch dikenal sebagai seorang bajingan yang sangat menikmati kekuasaan yang dipegangnya, dan biasa melakukan kekerasan terhadap musuh-musuhnya. Karena keduanya sama-sama tidak ingin dicopot dari jabatannya, Brauchitsch dan Koch menyembunyikan permusuhan mereka dengan rapi sehingga hampir-hampir tidak diketahui oleh Berlin.
* Saat Brauchitsch mendengar kabar bahwa Reichsführer-SS Heinrich Himmler mempunyai rencana untuk mengganti pasukan penjaga Heer di Prusia Timur dengan orang-orang SS pilihannya (demi untuk menekan kaum Yahudi serta gereja Katolik dan Protestan yang berada disana), sang Komandan Militer Jerman untuk wilayah Prusia Timur berusaha sebisa mungkin untuk mencegahnya. Pada akhirnya Brauchitsch berhasil dalam usahanya tersebut, meskipun dengan menciptakan musuh baru dalam diri Himmler dan anakbuahnya. Sang Reichsführer-SS yang kesal menjuluki Brauchitsch sebagai seorang "junker" (bangsawan menengah Prusia), dan mengadukan masalah perselisihannya kepada Hitler. Brauchitsch kemudian membela diri dengan kata-kata singkat: "Warga sipil dilarang memasuki wilayah tersebut."
* Saat Generaloberst Werner Freiherr von Fritsch didakwa sebagai homoseksual pada awal tahun 1938 dan dicopot dari jabatannya sebagai Panglima Angkatan Darat Jerman, Brauchitsch yang ditunjuk oleh Hitler untuk menggantikannya. Meskipun pada awalnya Brauchitsch kurang bersimpati dengan Hitler beserta "gerombolan" Nazi-nya, pada akhirnya hubungan mereka membaik seiring dengan berjalannya waktu. Ketika Brauchitsch dipusingkan oleh konflik dengan istri pertamanya yang menguras waktu dan dana, Hitler lah yang menyarankan kepada panglimanya untuk menceraikan istrinya serta menikah kembali, dan bahkan bersedia meminjamkan 80.000 reichsmark demi untuk memuluskan perceraiannya tersebut (meskipun secara pribadi sang Führer dikenal sebagai orang yang sangat anti perceraian!). Seiring waktu, Brauchitsch semakin menggantungkan diri pada Hitler untuk masalah finansial.
* Seperti halnya Generaloberst Ludwig Beck sebelumnya, Brauchitsch menentang keputusan Hitler untuk menganeksasi Austria dan Cekoslowakia, meskipun dia tidak berani menampakkannya secara terang-terangan (dengan beralasan bahwa itu sudah masuk ke ranah politik!).
* Brauchitsch jarang mendebat setiap keputusan Hitler, meskipun notabene dia adalah seorang panglima Angkatan Darat. Ini karena dia merasa berutang budi pada sang diktator yang telah menempatkannya di posisi tersebut. Selain itu, Hitler pula yang telah membayarkan biaya perceraian yang menguras dompetnya, beberapa waktu setelah pengangkatannya di tahun 1938.
* Di bulan-bulan terakhir sebelum Perang Dunia II, Brauchitsch memfokuskan diri pada potensi Italia untuk membantu tujuan militer Nazi. Pada bulan Mei 1939 dia melakukan perjalanan inspeksi ke instalasi militer Italia di Libya dan La Spezia untuk menguatkan lagi aliansi kedua negara. Yang terjadi adalah, tugasnya tidak semudah yang dikira karena pemimpin Italia Benito Mussolini mengharapkan dukungan ekonomi Jerman bagi negaranya sebagai timbal-balik kolaborasi militernya. Panglima AD Jerman sebelumnya Werner Freiherr von Fritsch telah memberitahu Brauchitsch bahwa militer Italia sangat tidak bisa diandalkan manakala terjadi perang. Sayangnya, Menteri Luar Negeri Jerman Joachim von Ribbentrop - yang juga adalah arsitek utama aliansi negara-negara Poros - secara terus-menerus berusaha untuk ikut campur dalam usaha Brauchitsch dalam memberikan laporan yang berimbang, karena dia ingin agar hasil pekerjaannya berbuah dengan manis... berapapun harga yang harus dibayar.
* Meskipun Brauchitsch memegang tanggungjawab operasional selama berlangsungnya invasi Jerman atas Polandia dan Prancis, dia hanya mempunyai sedikit pengaruh saja, secara keseluruhan, terhadap keberlangsungan perang. Dia juga mendukung tindakan keras terhadap populasi Polandia yang dianggap membandel, yang dia anggap merupakan hal yang dibutuhkan demi mengamankan "Lebensraum" (ruang hidup) Jerman. Dia mempunyai peranan utama dalam pelaksanaan hukuman mati terhadap para tawanan Polandia yang ditangkap setelah berakhirnya pertempuran memperebutkan kantor pos Danzig, dengan menolak permohonan pengampunan yang diajukan.
* Pada awal bulan November 1939, Brauchitsch dan Kepala Staf-nya, Franz Halder, mulai mempertimbangkan rencana untuk menggulingkan Hitler dari kekuasaan. Sang Führer sebelumnya telah memberitahu Brauchitsch bahwa dia mempertimbangkan untuk menyerang Prancis pada tanggal 12 November 1939, waktu yang diyakini oleh Brauchitsch dan Halder sebagai terlalu terburu-buru dan hanya akan berakhir dengan kegagalan. Pada tanggal 5 November 1939, mereka berdua mengajukan memorandum khusus yang meminta Hitler untuk menunda rencana invasi ke Barat di tahun itu. Dengan segan, Brauchitsch membacakannya langsung di hadapan Hitler, dan menambahkan bahwa moral pasukan Jerman saat ini lebih rendah dibandingkan tahun 1918. Klaim ini membuat Hitler murka, dan membuatnya langsung menuduh Brauchitsch sebagai orang yang tidak kompeten, sementara para staffnya dikatakan sebagai gerombolan tidak loyal, penakut, telah menyerah sebelum bertanding, dan bahkan berusaha melakukan sabotase! Hari itu Brauchitsch pulang ke markasnya di Zossen "dalam kondisi yang begitu menyedihkan, sehingga tidak bisa menceritakan hasil pertemuan yang baru saja terjadi dengan bahasa yang mudah dimengerti". Setelah pertemuan tersebut, Brauchitsch dan Halder mengatakan kepada Carl Friedrich Goerdeler, pimpinan utama gerakan rahasia anti-Nazi Jerman, bahwa upaya penggulingan Hitler tak mampu lagi mereka lakukan, dan biarlah orang lain yang melakukannya. Tak lama kemudian Hitler meminta pertemuan tambahan. Kali ini dia mendeklarasikan bahwa negara-negara Barat akan diserbu dalam waktu setahun. Dia juga bersumpah untuk "menghancurkan semangat Zossen", sebuah ancaman yang membuat Halder begitu panik sehingga dia buru-buru meminta para konspirator untuk membatalkan rencana kudeta mereka yang kedua! Pada tanggal 7 November 1939, tak lama setelah badai salju yang melanda Jerman dan sebagian besar wilayah Eropa lainnya, Hitler mengatakan kepada pimpinan Angakatan Daratnya bahwa dia menunda rencana penyerbuan dalam waktu yang tidak ditentukan, dan dengannya membuat Brauchitsch dan Halder kehilangan motivasi utama dalam plot untuk menggulingkan pemimpin mereka sendiri.
* Pada tahun 1941 Brauchitsch menginstruksikan pada para panglima Angkatan Darat untuk menghentikan kritik terhadap kebijakan rasial Nazi, dengan beralasan bahwa hal tersebut diperlukan demi "peperangan akbar di masa depan dalam menentukan nasib bangsa Jerman". Saat Nazi menyerbu Uni Soviet tanggal 22 Juni 1941, Brauchitsch memegang peranan penting dalam memodifikasi rencana awal. Seperti koleganya Wilhelm Keitel, Brauchitsch tidak mengajukan protes saat Hitler mengeluarkan instruksi pada Angkatan Darat - sama dengan yang diperintahkan ke SS - untuk mengeliminasi golongan-golongan tertentu di wilayah yang diduduki, meskipun kemudian dia mengeluarkan instruksi tambahan yang memerintahkan untuk membunuh para Komisar Politik "hanya saat mereka memperlihatkan sentimen anti-Jerman yang menonjol".
* Saat Pertempuran Moskow mulai berlangsung di bulan Oktober 1941, kesehatan Brauchitsch mulai memburuk. Meskipun begitu, dia tetap bertugas dengan determinasi tinggi demi memastikan bahwa Moskow telah berhasil diduduki sebelum musim dingin bermula. Kegagalan Wehrmacht dalam menguasai Moskow membuat Hitler memusuhi Brauchitsch, dan keadaan ini diperburuk saat sang Panglima Angkatan Darat terkena serangan jantung di bulan November 1941. Dia kemudian diberitahu oleh dokternya bahwa penyakit jantung yang dideritanya telah berada dalam tahap yang tidak tersembuhkan.
* Setelah kegagalan pasukan Jerman menduduki Moskow, Brauchitsch diberhentikan dari jabatannya sebagai Panglima Angkatan Darat pada tanggal 19 Desember 1941, dan dipindahkan statusnya menjadi Führerreserve (Perwira Cadangan). Posisi ini dijalaninya sampai dengan perang berakhir, dan dia sendiri tak pernah bertemu dengan Hitler lagi. Brauchitsch menghabiskan tiga tahun terakhir dari kehidupannya di Pegunungan Brdy, baratdaya Praha (Cekoslowakia). Salah satu komentarnya yang dipublikasikan setelah masa pensiunnya adalah kecaman kerasnya terhadap para pelaku Plot 20 Juli 1944, dimana dia mencela beberapa mantan koleganya yang dituduh terlibat. Nantinya Brauchitsch beralasan kepada Halder bahwa komentar tersebut dia publikasikan semata demi menyelamatkan keluarganya dari kemungkinan "pembersihan" oleh Gestapo.
* Setelah Perang Dunia II usai di Eropa, Brauchitsch ditangkap oleh Sekutu di tempat tinggalnya, dan kemudian dipenjarakan di Camp 198 yang terletak di Wales selatan. Dia dituduh terlibat dalam kejahatan perang. Pada tanggal 18 Oktober 1948 Walther von Brauchitsch meninggal dunia dalam usia 67 tahun di rumah sakit Hamburg (yang diduduki oleh pasukan Inggris) akibat pneumonia bronkus yang dideritanya, sebelum hukuman atas kejahatan perang dijatuhkan kepadanya.
* Sejarawan Helmut Krausnick menyebut Brauchitsch sebagai "seorang profesional luar biasa yang sangat berdedikasi terhadap tradisi profesinya, tapi yang kurang mempunyai keberanian untuk berhadapan dengan Hitler". Sejarawan lainnya, Ian Kershaw, menggolongkan Brauchitsch sebagai  seorang "individu yang lemah, yang takut kepada Hitler. Dia bukanlah tipe orang yang cocok untuk memimpin front pertempuran manapun atau gerakan perlawanan apapun."



Sumber :
www.de.metapedia.org
www.en.wikipedia.org
www.genealogieonline.nl
www.geni.com
www.geocities.ws
www.lexikon-der-wehrmacht.de

Saturday, October 20, 2018

Jumlah Jenderal Wehrmacht dan SS-Polizei (1933-1945)



Catatan:
* Tabel diatas diambil dari jumlah yang tercantum dalam buku "Die Wehrmacht-Elite" karya Reinhard Stumpf. Daftar ini tidak termasuk jenderal medis, administrasi, hukum, dan lain-lain. Selain itu, tidak termasuk pula jumlah jenderal Waffen-SS.
* Untuk melihat keseluruhan namanya bisa dicek di situs-situs berikut ini: unithistories, Axis Biographical Research, atau generals.dk.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

HEER

Generalfeldmarschall 20

Generaloberst 39
Generaloberstarzt 3 
Generaloberstabsrichter 1 
Generaloberststabveterinar 2 
Generaloberstabsintendant 1 

General der Infanterie 188 
General der Artillerie 78
General der Panzertruppe 47 
General der Kavallerie 22
General der Gebirgstruppe 16
General der Pioniere 5 
General der Nachrichtentruppe 2

Generalleutnant 795 
Generalstabsingeniur 1 
Generalstabsrichter 4 
Generalstabsintendant 17 
Generalstabsveterinar 15 
Generalstabsarzt 43 

Generalmajor 1.158 
Generalrichter 22 
Generalintendant 27 
Generalveterinar 51 
Generalarzt 98 

Total: 2.655

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

LUFTWAFFE

Reichsmarschall 1 

Generalfeldmarschall 5 

Generaloberst 12 

General der Flieger 76
General der Flakartillerie 17 
General der Fallschirmtruppe 6 
General der Luftnachrichtentruppe 3 
General der Luftwaffe 1 
Generaloberstabsarzt 2 
Generaloberstabsintendant 1 

Generalleutnant 171 
Generalstabsingeniur 1 
Generalstabsrichter 3 
Generalstabsintendant 6 
Generalstabsarzt 9 
Ministerialdirektor 5 

Generalmajor 279
Generalingeniur 23 
Generalrichter 13 
Generalintendant 17 
Generalarzt 19 
Generalarzt der Reserve 3 
Ministerialdirigent 16 

Total: 689

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

KRIEGSMARINE

Grossadmiral 2 

Generaladmiral 11

Admiral 39
Admiraloberstabsintendant 3 
Admiraloberstabsarzt 1 

Vizeadmiral 89
Admiralstabsrichter 1 
Admiralstabsintendant 1 
Admiralstabsintendant der Marine 1 
Admiralstabsarzt 1 
Ministerialdirektor 9 
Senatsprasident 1 

Konteradmiral 159
Admiralrichter 4 
Admiralintendant 3 
Admiralarzt 20 
Ministerialdirigent 17 
Generalmajor (Pioniere) 2 
Reichskriegsanwalt 1 
Reichskriesgerichtsrat 1 

Total: 366

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Total Wehrmacht (tidak termasuk SS dan Polizei): 3.710

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

SS

Reichsführer-SS 1
Oberstgruppenführer 4
Obergruppenführer 100
Gruppenführer 116
Brigadeführer 344

Total: 565

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

POLIZEI (tidak termasuk SS)

Generalleutnant 3 
Generalmajor 43 
Generalarzt 5 
Generalveterinar 3 
Beamten mit Generalsrang 1 

Total: 55 

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Total SS dan Polizei: 620

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------




Sumber :
www.forum.axishistory.com

Friday, October 19, 2018

Peraih Deutsches Kreuz in Gold Pertama



Deutsches Kreuz in Gold (German Cross in Gold / Salib Jerman Emas) pertama kali diperkenalkan pada tanggal 28 September 1941 (meskipun mulai diberikan kepada penerima pertamanya satu bulan kemudian), dan dimaksudkan sebagai "jembatan" dari peraih Eisernes Kreuz (Iron Cross) menuju ke Ritterkreuz (Knight's Cross), yang dianggap terlalu tinggi tingkatannya. Secara umum, Deutsches Kreuz in Gold dianugerahkan kepada prajurit yang menunjukkan keberanian secara terus-menerus dalam pertempuran atau kepada komandan pasukan yang brilian, tapi yang keduanya belum memenuhi kriteria Ritterkreuz meskipun sudah mendapatkan Eisernes Kreuzes. Sampai dengan tanggal 8 Mei 1945 (menyerahnya Nazi Jerman dalam Perang Dunia II), tercatat bahwa medali ini telah diberikan kepada 24.204 orang (24.190 Jerman dan 14 sekutu asing). 

Penerima Kloter Pertama dari Heer (18 Oktober 1941):
Generalmajor Hans Baeßler: 9. Panzer-Division 
Oberst Karl Becker: Infanterie-Regiment 18 
Hauptmann Gerhard von Berckefeldt: 3.Kompanie / Schützen-Regiment 113 
Oberleutnant Alfred Bottler: 9.Kompanie / Infanterie-Regiment 41 (motorisiert) 
Leutnant Eberhard Brandes: Kradschützen-Bataillon 3 
Wachtmeister Kurt Busch: 6.Schwadron / Reiter-Regiment 1 
Major Ernst Drewes: I.Bataillon / Infanterie-Regiment 87 
Oberleutnant Kurt Ehrlicher: 7.Kompanie / Infanterie-Regiment 21 
Major der Reserve Dr. Herbert Freudenthal: III.Bataillon / Infanterie-Regiment 183 
Oberst Martin Gareis: Infanterie-Regiment 282 
Oberleutnant Martin George: Infanterie-Regiment 120 (motorisiert) 
Oberst Eckhard von Geyso: Infanterie-Regiment 121 
Major Alfred Greim: Infanterie-Regiment "Großdeutschland" (motorisiert) 
Oberleutnant Georg Grüner: 1.Kompanie / Panzer-Regiment 33 
Leutnant Heinrich Halmschlag: 4.Kompanie / Infanterie-Regiment 120 (motorisiert) 
Oberleutnant René de l’ Homme Courbière: 6.Kompanie / Infanterie-Regiment "Großdeutschland" 
Oberstleutnant Hans Källner: Aufklärungs-Abteilung 11
Oberst Ewald Kraeber: Panzer-Regiment 33 
Oberst Rudolf-Eduard Licht: Schützen-Regiment 40 
Oberst Max von Lofen: Infanterie-Regiment 190
Oberwachtmeister Ernst Neufeld: 3.Kompanie / Radfahr-Abteilung 1 
Oberleutnant Konrad Niemann: Infanterie-Regiment 31 
Rittmeister Willi Orschler: Aufklärungs-Abteilung 263 
Oberleutnant Gerhard Ortler: Radfahr-Bataillon 402
Major Werner Rodust: III.Bataillon / Infanterie-Regiment 90 
Rittmeister Martin-Alexander Rosenow: Aufklärungs-Abteilung 106 
Major Anton Schmid: I.Abteilung / Panzer-Regiment 10 
Major Gustav-Albrecht Schmidt-Ott: I.Abteilung / Panzer-Regiment 6 
Oberst Paul Schultz: Infanterie-Regiment 308 
Major Hermann Seidel: III.Abteilung / Artillerie-Regiment 80 
Oberst Paul Seyffardt: Infanterie-Regiment 111 
Oberleutnant Günter Soest: 1.Kompanie / Panzer-Abteilung 65 
Oberst Karl Freiherr von Thüngen: 1. Reiter-Brigade 
Oberst Hermann von Wedel: Infanterie-Regiment 208 
Hauptmann Adalbert Weitzel: I.Bataillon / Schützen-Regiment 7 
Hauptmann Artur Wendland: 3.Kompanie / Kradschützen-Bataillon 160 
Oberleutnant Heinz Westhofen: 3.Kompanie / Schützen-Regiment 73 
Oberleutnant Hans-Henning Freiherr von Wolff: 1.Kompanie / Kradschützen-Bataillon 18

Penerima Kloter Pertama dari Kriegsmarine (20 November 1941):
Generaladmiral Hermann Boehm: Kommandierender Admiral Norwegen 
Vizeadmiral Otto Ciliax: Befehlshaber der Schlachtschiffe 
Kapitän zur See Kurt Caesar Hoffmann: Kommandant Schlachtschiff "Scharnhorst" 
Kapitän zur See Otto Klüber: Chef des Stabes Marinegruppenkommando Nord
Vizeadmiral Otto von Schrader: Kommandierender Admiral norwegische Westküste 



Sumber :
www.forum.axishistory.com
www.wehrmacht-awards.com

Wednesday, October 17, 2018

Foto 39. Infanterie-Division

Generalmajor Alfred Gutknecht menginspeksi kelaikan kendaraan truk milik 39. Infanterie-Division di markas mereka di Vlissingen, Belanda. Tidak ada keterangan kapan foto ini diambil, tapi setidaknya dalam rentang waktu September 1942 s/d Januari 1943, saat divisi infanteri ke-39 Wehrmacht ini berada di Belanda sebagai bagian dari 15. Armee. Gutknecht sendiri melakukan inspeksi tersebut dalam kapasitasnya sebagai Höherer Kommandeur der Kraftfahrtruppen beim Oberbefehlshaber West, alias Komandan Tertinggi Inspektorat Kendaraan Bermotor di Staff Panglima Barat, posisi yang sudah dipegangnya dari sejak tanggal 20 September 1942


Sumber :
www.de.metapedia.org

Tuesday, October 16, 2018

Foto Walther von Brauchitsch, Panglima Heer

 
Pada hari kamis tanggal 1 Maret 1938, rakyat Jerman merayakan ulangtahun ketiga dari Angkatan Udara kebanggaan mereka, Luftwaffe (biasa dinamakan "Tag der Luftwaffe"). Puncak dari acara perayaan ini digelar di Halaman Kehormatan Reichsluftfahrtministerium di Berlin yang berbatasan dengan Wilhelmstrasse. Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe) menyampaikan pidato, yang disebarluaskan melalui radio. Sementara itu, delapan kompi Luftwaffe berparade di depan para petinggi Wehrmacht di Wilhelmstrasse. Foto ini memperlihatkan saat Marsekal Göring baru saja keluar dari Reichsluftfahrtministerium, dan memberi hormat dengan menggunakan Marschallstab kepada masyarakat yang telah menunggunya. Di belakangnya berdiri, dari kiri ke kanan: Generalleutnant Hans-Jürgen Stumpff (Chef des Generalstabes Luftwaffe), General der Artillerie Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), Charakter als General der Infanterie Carl-Eduard Herzog von Sachsen-Coburg und Gotha (Präsident Vereinigung der deutschen Frontkämpferverbände), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (1. Adjutant Reichsminister für Luftfahrt), Generaladmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Bernhard Rust (Reichserziehungsminister), General der Flieger Otto von Stülpnagel (Leiter Lufttechnischen Akademie), dan Viktor Lutze (Stabschef der SA)

Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe) terlihat sedang ngadu huntu dengan Generalmajor Ernst Udet (Direktor des Technischen Amts der Luftwaffe im Reichsluftfahrtministerium). Foto ini diambil pada tanggal 13 Juni 1938, pada saat berlangsungnya latihan militer Luftwaffe di Barth, Pommerania, yang terletak di wilayah pantai Laut Baltik. Disini Hitler menyempatkan diri untuk berpidato di hadapan 40 orang jenderal Wehrmacht. Disini Göring mengenakan Blutorden di saku kanannya, tapi anehnya dia tidak mengenakan medali kebanggaan Pour le Mérite di lehernya! BTW, jenderal Heer yang sedang mendongak ke angkasa di sebelah kiri adalah Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres)


 Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) melakukan kunjungan ke Theresianische Militärakademie di Kastil Wiener Neustadt, Austria, tanggal 26 Juni 1938. Dia diperkenalkan dengan para perwira pengajar di akademi militer yang didirikan oleh Ratu Maria Theresa (Austria) pada tahun 1751 tersebut. Jenderal tinggi besar di sebelah kiri adalah Generalmajor Karl Moyses (Kommandeur Theresianische Militärakademie), sementara kebalikannya, perwira mungil yang bersalaman dengan Brauchitsch adalah Oberstleutnant Dr.rer.pol. Friedrich "Fritz" Franek (Taktiklehrer an der Theresianische Militärakademie). Jenderal berkumis persis di belakang Brauchitsch sendiri adalah Generalmajor Fritz Brand (Inspekteur der Inspektion der Kriegsschulen). Kejadian yang tidak biasa terjadi pada saat "Anschluss" (penyatuan Austria ke dalam Nazi Jerman) bulan Maret 1938, dimana Komandan Theresianische Militärakademie pada saat itu, Generalmajor Rudolf Towarek, mencegah pasukan Wehrmacht memasuki kastil selama beberapa hari. Peristiwa ini tercatat sebagai satu-satunya perlawanan bersenjata yang diberikan oleh militer Austria terhadap pasukan Jerman yang menduduki negara mereka! Uniknya, tindakan pembangkangannya ini tidak mendapatkan hukuman dari pemerintahan baru Nazi di Austria. Hanya saja, tak lama setelahnya Towarek dipensiunkan dengan kompensasi bahwa dia tetap diperbolehkan mengenakan seragam militer Austria, sebuah hal yang sangat jarang terjadi! Setelah Anschluss, Wehrmacht mengubah peruntukan dari Akademi Militer ini, dari pendidikan perwira menjadi bintara, sekaligus mendirikan bangunan baru di sebelah kastil lama. Sebagai komandannya ditunjuk Erwin Rommel (waktu itu masih berpangkat Oberst), yang nantinya terkenal ke seantero dunia sebagai si "Rubah Gurun"


 Acara kunjungan Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) ke Theresianische Militärakademie di Kastil Wiener Neustadt, Austria, tanggal 26 Juni 1938. Dalam foto ini terlihat sang Panglima Angkatan Darat Jerman (tersenyum sambil terlihat gigi) sedang memperhatikan benda yang dipajangkan di Ehrensaal (Aula Kehormatan) Akademi. Di sekelilingnya ikut kepo beberapa jenderal Wehrmacht lain. Dari kiri ke kanan (setelah patung): tidak dikenal, Generalmajor Bernhard Waber (Kommandierender General und Befehlshaber Luftgau VIII), Brauchitsch, General der Infanterie Wilhelm List (tertutup oleh Brauchitsch, Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 5), Generalmajor Karl Moyses (Kommandeur Theresianische Militärakademie), tidak diketahui (membelakangi kamera), Generalleutnant Richard Ruoff (Chef des Generalstabes Heeresgruppen-Kommando 5), dan Generalmajor Fritz Brand (Inspekteur der Inspektion der Kriegsschulen)


 Pada tanggal 19 Agustus 1938, Hitler mengadakan kunjungan ke Truppenübungsplatz Gross-Born untuk melihat pelaksanaan latihan militer disana. Hal pertama yang dilakukan oleh sang Führer saat baru tiba di lokasi adalah menginspeksi Ehrenkompanie (Kompi Kehormatan) dari Heer, yang semuanya mengenakan paradeanzug (seragam parade). Dari kiri ke kanan: Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 1), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), dan Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht). Entah apa sebabnya dalam foto ini muka Rundstedt dicoreng-moreng!


Foto koleksi pribadi Lohengrin ini memperlihatkan acara peluncuran schwere Kreuzer Prinz Eugen pada tanggal 22 Agustus 1938, yang diselenggarakan di Germaniawerft Kiel, Jerman. Sebagai identifikasinya: 1.Perwira Hungaria yang tidak diketahui namanya, 2.Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), 3.Altabornagy (Letnan-Jenderal) Gusztav Jany (Kepala Kekanseliran Militer Hungaria), 4.Admiral Conrad Albrecht (Kommandierender Admiral Marinestation Ostsee), 5.General der Artillerie Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), dan 6.Vizeadmiral Karlgeorg Schuster (Befehlshaber der Sicherung der Ostsee)



Kunjungan pemimpin Hungaria Miklós Horthy ke acara peluncuran kapal penjelajah berat (schwere kreuzer) "Prinz Eugen" yang diselenggarakan di galangan kapal Germaniawerft (Kiel) pada tanggal 22 Agustus 1938. Baris pertama dari kiri ke kanan: Miklós Horthy de Nagybánya (Regen Kerajaan Hungaria), Generaladmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), dan Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler). Baris kedua: General der Artillerie Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht), Vizeadmiral Karlgeorg Schuster (Befehlshaber der Sicherung der Ostsee), dan Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Baris ketiga: General der Flieger Erhard Milch (Staatssekretär Reichsluftfahrtministerium)


 Dari kiri ke kanan: General der Flieger Erhard Milch (Staatssekretär im Luftfahrtministerium), General der Artillerie Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generaladmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), dan General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps). Foto ini diambil pada tanggal 12 September 1938, pada saat berlangsungnya upacara penutupan Reichsparteitag Großdeutschland Tag der Wehrmacht yang diselenggarakan di Nürnberg (Jerman). Acara ini sendiri telah berlangsung dari tanggal 5 September 1938


Foto ini diambil pada saat berlangsungnya kunjungan Adolf Hitler ke Karlsbad (Baden) tanggal 4 Oktober 1938, demi untuk mempersiapkan operasi militer Jerman atas wilayah Sudetenland (Cekoslowakia). Dalam kunjungannya ini, sang Führer ikut didampingi pula oleh para perwira tinggi militer serta pejabat-pejabat partai. Baris depan, dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) dan General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 4). Baris belakang: SS-Oberführer und Major der Reserve des Heeres Dr.jur. Harald Turner (Preußischer Staatsrat), Charakter als Generalleutnant Erich Volk (Kommandeur Kavallerieschule Hannover), dua orang perwira Heer yang tak diketahui namanya, Oberst Anton Dostler (Ia Erster Generalstabsoffizier Heeresgruppen-Kommando 4), serta perwira staff tak dikenal


 Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) bersiap-siap untuk menaiki mobil beroda enam Mercedes-Benz G4 dan duduk di samping pak supir, sementara di belakangnya terparkir sebuah Mercedes-Benz 540k. Foto ini diambil pada tanggal 12 Oktober 1938 di kota Reichenberg (Sudetenland), pada saat proses pengambilalihan wilayah Sudetenland dari Cekoslowakia ke tangan Nazi Jerman. Panji di bagian samping depan mobil Brauchitsch adalah "Flagge für den Oberbefehlshaber des Heeres" (bendera untuk Panglima Angkatan Darat), sementara panji di mobil belakangnya adalah "Kommandoflagge für den Oberbefehlshaber eines Armeeoberkommandos" (bendera komando untuk Panglima Komando Tinggi Angkatan Darat)


Foto ini diambil pukul 08:30 pagi pada tanggal 13 Oktober 1938 di Karlsbad (Baden), pada saat berlangsungnya pelepasan kontingen militer Wehrmacht menuju Sudetenland, tak lama setelah wilayah di Cekoslowakia tersebut dinyatakan sebagai bagian dari Jerman berdasarkan hasil Perjanjian Münich satu bulan sebelumnya. Yang memberi hormat pada konvoy Panzer I adalah Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), sementara di belakangnya yang memakai stahlhelm adalah Generalleutnant Paul Otto (Kommandeur 13. Infanterie-Division)


 Pada tanggal 16 Oktober 1938, Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) melakukan truppenbesuch (kunjungan pasukan) ke wilayah Wallern, Hutan Bohemia. Dalam foto ini sang Panglima Angkatan Darat Jerman (kiri) tampak sedang berbincang-bincang dengan Charakter als Generaloberst Wilhelm Ritter von Leeb (Oberbefehlshaber 12. Armee). Di latar belakang kiri adalah Generalmajor Carl von Tiedemann (Landwehr-Kommandeur Stargard/Pommern), sementara di tengah adalah Generalleutnant Otto-Wilhelm Förster (Inspekteur zum General der Pioniere)


 Reka ulang perjalanan dari Feldherrnhalle ke Königsplatz yang dilakukan oleh Führergruppe dalam peringatan Beer Hall Putsch (Kudeta Aula Bir) yang ke-15 di Münich, tanggal 9 November 1938. Rombongan Führergruppe (orang-orang di sekeliling Hitler yang merupakan veteran kudeta) diiringi pula oleh panglima-panglima tinggi Wehrmacht. Bapak-bapak gundul yang berjalan paling depan adalah Julius Streicher. Yang memegang Blutfahne (Bendera Darah) adalah Jakob Grimminger. Baris pertama di belakangnya, dari kiri ke kanan: Hans Streck, Theodor Kuhn (tertutup panji Swastika), Prof. Dr.med.vet. Friedrich Weber, Hermann Göring, Adolf Hitler, Generaladmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), Generaloberst Erhard Milch (tertutup oleh Blutfahne, Staatssekretär zum Reichsluftfahrtministerium), Ulrich Graf, Hermann Kriebel, dan Richard Kolb. Baris kedua di belakang Hitler: Max Sasselmann, Prof.Dr. Walter Schultze, Alfred Rosenberg, Gustav Schickedanz, dan Philipp Bouhler. Jenderal Luftwaffe Hugo Sperrle bisa kita lihat di belakang Sasselmann, sementara kepala ajudan Hitler, Wilhelm Brückner, adalah orang tinggi besar yang berjalan di belakang Streck


 Pembukaan Geschichtstagung (Konferensi Sejarah) di Berlin, tanggal 30 November 1938. Para tamu kehormatan duduk di barisan terdepan, dari kiri ke kanan: Generaladmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), dan SS-Obergruppenführer Dr. Philipp Bouhler (Chef der Kanzlei des Führers). Di bangku jajaran kedua, persis di belakang Raeder, adalah Generalmajor der Polizei Adolf von Bomhard (Chef Kommando-Amt im Hauptamt Ordnungspolizei). BTW, perhatikan bahwa Keitel terlihat mengantuk sekali dalam foto ini!



Baris depan, dari kiri ke kanan: Oberst Karl Kriebel (Kommandeur Kriegsschule Dresden), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), dan Generalmajor Fritz Brand (Inspekteur der Inspektion der Kriegsschulen). Baris belakang dari kiri ke kanan: Oberst Dr.Phil. Friedrich Altrichter (Kommandeur Lehrgruppe A) dan Oberst Johannes Frießner (Chef des Stabes der Inspektion der Kriegsschulen). Foto ini kemungkinan besar diambil pada saat sang Panglima Heer Brauchitsch melakukan kunjungan ke Kriegsschule Dresden pada akhir tahun 1938 atau awal tahun 1939. Semua perwira Wehrmacht Jerman setidaknya harus mengikuti pendidikan di Kriegsschule dalam masa pelatihan mereka. Wehrmacht sendiri memiliki lima buah Kriegsschulen yang berlokasi di Potsdam, Dresden, München, Hannover, dan Wiener-Neustadt


 Dengan ditemani oleh Generaloberst Walther von Brauchitsch (kiri, Oberbefehlshaber des Heeres), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) menyalami para jenderal Heer dalam sebuah acara resepsi. Para jenderal yang menghadap Hitler, dari kiri ke kanan: Generalleutnant Günther Schwantes (Kommandeur 19. Infanterie-Division), General der Kavallerie Wilhelm Knochenhauer (Kommandierender General X. Armeekorps), Generalmajor René de l'Homme de Courbière (Kommandeur Landwehr-Kommando Glogau), Generalmajor Eduard Dietl (bersalaman dengan Hitler, Kommandeur 3. Gebirgs-Division), Generalmajor Paul Laux (Infanteriekommandeur 10), dan Charakter als Generalmajor Hugo Höfl (Landwehr-Kommandeur Insterburg). Foto diambil pada periode akhir tahun 1938 atau awal tahun 1939


 Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) dalam sebuah foto yang diambil pada bulan Januari 1939. Sang Panglima Angkatan darat Jerman berasal dari keluarga aristokrat Prusia yang mempunyai tradisi panjang di kemiliteran. Dia adalah anak kelima dari pasangan General der Kavallerie Bernhard von Brauchitsch (1833-1910) dan Charlotte Bertha von Gordon (1844-1906). Ayahnya telah berusia 47 tahun sewaktu Walther dilahirkan. Saudara-saudara Walther yang diketahui namanya: Agnes von Brauchitsch (1869-1945) dan Generalmajor Adolf-Wilhelm von Brauchitsch (1876-1935)



Pada hari Sabtu tanggal 28 januari 1939, Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) menerima kedatangan para joki kawakan dari luar negeri, yang akan mengikuti Kompetisi Menunggang Kuda Internasional yang diadakan di kota Berlin, Jerman. Foto ini memperlihatkan saat Jenderal Brauchitsch menyambut kedatangan delegasi dari Italia. Perwira botak di tengah adalah Generale di Brigata Efisio Marras (Atase Militer Italia di Berlin)


 Foto ini berasal dari seri propaganda Nazi dan memperlihatkan para petinggi Third Reich sedang menonton sebuah pertunjukan di tribun VIP Staatsoper Unter den Linden (Berlin State Opera), dalam perayaan Heldengedenktag (Hari Pahlawan) yang diselenggarakan pada tanggal 12 Maret 1939. Baris  pertama dari kiri ke kanan: Dr. Joseph Goebbels (Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommandos der Wehrmacht), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), General der Flieger Hans-Jürgen Stumpff (Chef der Luftwehr), Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 1), SS-Gruppenführer Reinhard Heydrich (Chef der Sicherheitsdienst), Lina Mathilde von Osten (istri Heydrich), dan SS-Obergruppenführer und General der Polizei Kurt Daluege (Chef der Ordnungspolizei). Duduk di belakang Von Bock adalah SA-Gruppenführer Hanns Oberlindober (Reichsführer der Nationsozialistischen Kriegsopferversorgung e. V.), sementara di antara Hitler dan Von Brauchitsch adalah Reichsführer-SS Heinrich Himmler


Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger di atas kapal perang Scharnhorst yang sedang berlabuh di pangkalan Angkatan Laut Wilhelmshaven tanggal 1 April 1939. Acaranya adalah penganugerahan Admiralstab (Tongkat Laksamana) oleh Adolf Hitler untuk Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) yang baru saja mendapat kenaikan pangkat luar biasa dari Generaladmiral (Laksamana Jenderal) menjadi Großadmiral (Laksamana Besar). Di belakang Hitler adalah Korvettenkapitän Alwin-Broder Albrecht (Marine-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler") yang membawa boks pembungkus Admiralstab beserta Urkunde (dokumen). Berdiri mengelilingi, dari kiri ke kanan: enam orang laksamana Kriegsmarine tak dikenal, Oberstleutnant Rudolf Schmundt (Heeres-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Reichskanzler"), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant “Führer und Reichskanzler”), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant des Führers), Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe als Vertreter des Oberbefehlshabers Göring), SS-Gruppenführer Dr.rer.pol. Otto Dietrich (Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda), SS-Gruppenführer Dr.jur. Hans Lammers (Staatssekretäfr und Chef der Reichskanzlei), dan Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht)



 Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht)  memberi selamat pada Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) yang baru saja mendapat kenaikan pangkat luar biasa dari Generaladmiral (Laksamana Jenderal) menjadi Großadmiral (Laksamana Besar). Di sebelah kiri adalah Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Tempatnya adalah di atas kapal Scharnhorst yang sedang bersandar di pangkalan Angkatan Laut Jerman di Wilhelmshaven tanggal 1 April 1939. Di latar belakang kita bisa melihat meriam tripel dengan laras 28 cm (11.1 in) L/54.5 dari turet "Bruno" milik kapal tersebut. Dalam istilah Jerman, deretan meriam kapal perang selalu dinamai sesuai alfabet A,B,C,D,E yang sesuai urutan dari haluan ke buritan. Untuk memudahkan pengingatannya digunakan istilah semacam "Anton", "Bruno", "Caesar", dan "Dora". Foto oleh Hugo Jaeger


 Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger pada saat kunjungan Hitler ke Kriegsmarinewerft Wilhelmshaven, Niedersachsen, Jerman, tanggal 1 April 1939. Tujuannya kesana adalah untuk meresmikan peluncuran Schlachtschiff (kapal perang) Tirpitz, sekaligus penaikan pangkat luar biasa Panglima Kriegsmarine Erich Raeder, dari Generaladmiral menjadi Großadmiral. Disini sang Führer dan rombongan sedang berada di dek Schlachtschiff Tirpitz. Dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), Marinehafenbaudirektor Karl Tiburtius (Hafenbaumeister Wilhelmshaven), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Admiral Alfred Saalwächter (Kommandierenden Admiral der Marinestation der Nordsee), dan Admiral Hermann Boehm (Flottenchef). Hal yang perlu menjadi perhatian: dalam foto ini, Marinehafenbaudirektor Tiburtius tampaknya memegang stik bilyard!


 Para petinggi Nazi Jerman tiba di Prager Burg, Praha, Cekoslowakia, untuk melakukan upacara resmi penyambutan Konstantin Freiherr von Neurath sebagai Reichsprotektor Cekoslowakia, tanggal 5 April 1939. Dari kiri ke kanan: 1.SS-Brigadeführer Karl-Hermann Frank (Staatssekretär Reichsprotektor für Böhmen und Mähren), 2.SS-Gruppenführer Dr.jur. h.c. Konrad Henlein (Gauleiter und Reichsstatthalter Sudetenland), 3.General der Infanterie Ernst Busch (Kommandierender General VIII. Armeekorps und Befehlshaber Wehrkreis VIII), 4.Konstantin Freiherr von Neurath (Reichsprotektor für Böhmen und Mähren), 5.General der Infanterie Viktor von Schwedler (Kommandierender General IV. Armeekorps und Befehlshaber Wehrkreis IV), 6.General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 3), 7.Oberstleutnant Curt Siewert (1. Adjutant Oberbefehlshaber des Heeres), 8.Generalmajor Hans-Gustav Felber (Chef des Generalstabes Heeresgruppen-Kommando 3), 9.Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), dan 10.General der Infanterie Wilhelm List (Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 5)


Generaloberst Walther von Brauchitsch (kiri, Oberbefehlshaber des Heeres) menyambut kedatangan Reichsprotektor Konstantin Freiherr von Neurath di halaman Prager Burg, Praha, Cekoslowakia, tanggal 5 April 1939. Sebelumnya, selama bertahun-tahun Neurath adalah Menteri Luar Negeri Jerman dari sejak tanggal 1 Juni 1932, tapi kemudian posisinya digantikan oleh Joachim von Ribbentrop pada tanggal 4 Februari 1938. Setelah menjadi Menteri tanpa posisi selama beberapa waktu, Neurath diangkat oleh Hitler sebagai Reichsprotektor für Böhmen und Mähren (Pelindung Reich untuk Bohemia dan Moravia) - dengan kata lain, penguasa wilayah pendudukan Jerman di Cekoslowakia - pada tanggal 21 Maret 1939. Dia menempati posisinya sampai dengan tanggal 24 Agustus 1943


Parade pasukan Wehrmacht di Lapangan Wenceslas, Praha, untuk menyambut datangnya penguasa wilayah pendudukan Cekoslowakia yang baru, Konstantin von Neurath, tanggal 5 April 1939. Berdiri di podium kehormatan, dari kiri ke kanan: Konstantin von Neurath (Reichsprotektor für Böhmen und Mähren), Emil Hácha (Staatspräsident Reichsprotektor für Böhmen und Mähren), dan Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Di belakang mereka kita bisa melihat General der Infanterie Wilhelm List (Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 5) dan General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 3)


Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger pada waktu berlangsungnya latihan militer musim semi yang diselenggarakan di St.Pölten, Austria Bawah (60km sebelah barat Wina), tanggal 17 April 1939. Wilayah ini merupakan markas dari 4. leichte Division, unit yang dibentuk dari orang-orang Austria. Baris depan, dari kiri ke kanan: Reichsleiter Martin Bormann (Chef des Stabes Stellvertreter der Führer), SS-Gruppenführer Dr.rer.pol. Otto Dietrich (Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), dan Generalmajor Dr.jur. Alfred Ritter von Hubicki (Kommandeur 4. leichte Division)


19 April 1939: Dalam salah satu rangkaian perayaan ulangtahun Hitler yang ke-50 - yang akan diselenggarakan keesokan harinya - para petinggi pemerintahan dan militer Nazi Jerman berdiri di depan pintu Ehrenhof Reichskanzlei, sambil mendengarkan repertoar musik yang dibawakan oleh Musikkoprs Leibstandarte SS Adolf Hitler pimpinan Musikdirektor SS-Hauptsturmführer Hermann Müller-John. Baris depan, dari kiri ke kanan: SS-Obergruppenführer Josef "Sepp" Dietrich" (Kommandeur Leibstandarte SS Adolf Hitler), Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der SS und deutschen Polizei), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Dr. Joseph Goebbels (Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda), dan Reichsleiter Martin Bormann (Chef des Stabes Stellvertreter des Führer). Di baris belakang tampak wajah-wajah "familiar", dari kiri ke kanan: Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), Dr. Wilhelm Frick (Reichsminister des Innern), Adolf Hühnlein (Korpsführer NSKK), Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auswärtigen), Konstantin Hierl (Reichsarbeitsführer), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), dan Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Mereka semua sedang menyimak kertas berisikan lirik dari lagu-lagu dangdut yang dibawakan oleh Musikkorps LSSAH


 Acara kunjungan Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) ke Italia, tanggal 2 Mei 1939. Foto ini memperlihatkan saat sang Panglima Angkatan Darat Jerman - dengan diiringi oleh para petinggi militer Jerman dan Italia - berjalan menuju ke Monumen Makam Prajurit Tak Dikenal Italia untuk menyerahkan karangan bunga tanda penghormatan. Untuk identifikasi orang-orang di belakangnya, dari kiri ke kanan: jenderal Luftwaffe tak dikenal, Kapitän zur See Werner Lange (Marineattaché an der Deutschen Botschaft in Rom), Generale di Brigata Efisio Marras (Atase Militer Italia di Berlin), petinggi NSDAP tak dikenal, perwira Italia tak dikenal dari unit Artileri Kuda, Oberst Enno von Rintelen (Militärattaché an der Deutschen Botschaft in Rom), Generalmajor Kurt von Tippelskirch (Oberquartiermeister IV im Generalstab des Heeres), ajudan Jerman tak dikenal, dan perwira Italia tak dikenal lain dari unit Grenadiere


 
Foto berwarna hasil jepretan Heinrich Hoffmann (fotografer pribadi Hitler) ini memperlihatkan saat Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) melakukan inspeksi ke benteng pertahanan Jerman di Barat (yang dinamakan sebagai Westwall / Siegfried Line), dengan ditemani oleh Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Kunjungan tersebut berlangsung dari tanggal 14 Mei s/d 19 Mei 1939 dengan rincian sebagai berikut: Pada tanggal 14 Mei, sang Führer memulai inspeksi enam harinya dengan mengunjungi wilayah Aachen dan Herzogenrath; pada tanggal 15 Mei dia mengunjungi wilayah Eifel dan Moseltal; pada tanggal 16 Mei dia mengunjungi wilayah Rheinland Pfalz dan Saarland; pada tanggal 17 Mei dia mengunjungi wilayah Saarpfaltz dan Lorraine; pada tanggal 18 Mei dia mengunjungi wilayah antara Karlsruhe dan Kehl, dilanjutkan dengan inspeksi ke bunker-bunker di Ottersdorf dengan berkendara melewati Plittersdorf dan Wintersdorf; pada tanggal 19 Mei (hari terakhir), dia mengunjungi Westwall diantara Kehl dan perbatasan dengan Swiss


 Petinggi Nazi Jerman dan Fasis Italia memberi hormat pada masyarakat Berlin di atas balkon Reichskanzlei setelah penandatanganan "Stahlpakt" (Pakta Besi/Pact of Steel/Patto d'Acciaio) untuk mempertegas aliansi kedua negara tanggal 22 Mei 1939. Baris depan dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auwärtigen),  Galeazzo Ciano (Menteri Luar Negeri Italia yang juga adalah menantu Benito Mussolini), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), dan Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe). Di belakang kita bisa melihat Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) dan Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Uniknya, dalam foto ini kita bisa melihat EMPAT cara hormat yang berbeda: hormat Nazi alias Hitlergruß (Von Ribbentrop dan Hitler), hormat Fasis (Ciano), hormat militer (Von Brauchitsch), dan hormat Marsekal (Raeder dan Göring)!



 
Petinggi Nazi Jerman dan Fasis Italia memberi hormat pada masyarakat Berlin di atas balkon Reichskanzlei setelah penandatanganan "Stahlpakt" (Pakta Besi/Pact of Steel/Patto d'Acciaio) untuk mempertegas aliansi kedua negara tanggal 22 Mei 1939. Baris depan dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auwärtigen), Galeazzo Ciano (Menteri Luar Negeri Italia yang juga adalah menantu Benito Mussolini), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), dan Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe). Di belakang kita bisa melihat Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) dan Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Uniknya, dalam foto ini kita bisa melihat EMPAT cara hormat yang berbeda: hormat Nazi alias Hitlergruß (Von Ribbentrop dan Hitler), hormat Fasis (Ciano), hormat militer (Von Brauchitsch), dan hormat Marsekal (Raeder dan Göring)!


 Generaloberst Walther von Brauchitsch (kanan, Oberbefehlshaber des Heeres) menganugerahkan dokumen resmi pengangkatan Karl Kübler menjadi Leutnant a.D. (pensiunan militer yang diaktifkan kembali dengan pangkat Leutnant), sekaligus memberi selamat kepadanya. Kübler sendiri adalah pria berusia 51 tahun dari Alpirsbach, Schwartzwald, yang bekerja sebagai insinyur perusahaan AEG di Spanyol. Saat Perang Saudara pecah pada tahun 1936, dia mendaftar menjadi sukarelawan Legion Condor (Kontingen Pasukan Jerman di Spanyol), dan mendapat tugas sebagai supir pribadi Oberst Wilhelm Ritter von Thoma (Kommandeur Panzertruppen der Legion Condor). Dedikasi tinggi serta semangat juangnya membuat ayah dari empat orang anak ini mendapat anugerah pengaktifan kembali profesi militernya yang telah lama dipensiunkan. Dalam foto ini tampak Kübler mengenakan seragam Legion Condor, lengkap dengan beret hitamnya. Tak ada keterangan kapan foto ini diambil, tapi kemungkinan besar pada tanggal 3 Juni 1939 di Döberitz (Brandenburg/Jerman), pada saat upacara penyambutan Gruppe Imker yang baru pulang dari Spanyol



  Para pemimpin Jerman berkumpul di Ehrentribüne (tribun kehormatan) saat berlangsungnya demonstrasi udara Luftwaffe di Tiergartenstraße (Berlin) dalam rangka menyambut kunjungan kenegaraan Pangeran Regen Paul dari Yugoslavia tanggal 2 Juni 1939. Berdiri di baris depan dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Pangeran Regen Paul (terhalang oleh Göring), Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), dan dua orang diplomat: Konstantin Freiherr von Neurath (Reichsprotektor in Böhmen und Mähren) serta Ernst von Weizsäcker (Staatssekretär des Auswärtigen Amtes), yang merupakan ayah dari Presiden Federal Jerman Barat seusai perang, Richard von Weizsäcker. Kita dapat melihat dengan jelas Göring mengenakan selempang merah dan Grand Cross of the yugoslavian Order of the White Eagle. Raeder dan Von Neurath juga mengenakan selempang yang sama, sementara Von Brauchitsch mengenakan selempang biru dan Grand Cross of the Order of Yugoslavian Crown, serta Von Weizsäcker mengenakan Order of Saint Sava. Bagaimana dengan Hitler sendiri? Seperti biasa, dia tidak mau menerima medali asing dari tamu kenegaraan yang berkunjung ke Jerman...


Puncak dari acara kunjungan kenegaraan Pangeran Regen Paul (Yugoslavia) di Jerman adalah parade mesin-mesin perang Wehrmacht - dalam foto ini adalah senjata artilerinya- yang digelar di hadapan Ehrentribüne (tribun kehormatan). Foto ini diambil oleh SS-PK Roth di Tiergartenstraße, Berlin, tanggal 2 Juni 1939. Baris depan, dari kiri ke kanan: Pangeran Regen Paul, Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), dan Konstantin Freiherr von Neurath (Reichsprotektor für Böhmen und Mähren). Baris belakang, dari kiri ke kanan: dua orang perwira militer Yugoslavia tak dikenal, Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (Verbindungsoffizier zwischen dem Oberbefehlshaber der Luftwaffe und dem Führerhauptquartier), Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Oberstleutnant Rudolf Schmundt (Chefadjutant der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Hauptmann Nikolaus von Below (Luftwaffen-Adjutant beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), dan Hauptmann Gerhard Engel (Heeres-Adjutant beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht)


 Jamuan makan malam untuk menghormati kedatangan Pangeran Regen Paul dari Yugoslavia di Jerman, yang diselenggarakan di Chrlottenburger Schloss (Kastil Charlottenburg), Berlin, pada tanggal 5 Juni 1939. Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Putri Olga (istri Pangeran Paul), Emmy Sonnemann (istri Göring), Pangeran Paul, dan Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Paul sendiri datang ke Jerman untuk memenuhi undangan dari Adolf Hitler, dan menghabiskan waktu selama sembilan hari di Berlin


Foto karya Hugo Jaeger yang memperlihatkan acara Hari Veteran Reich (Heldengedenktag) yang diselenggarakan di Kassel, Jerman, tanggal 4 Juni 1939. Duduk baris depan dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer Karl Wolff; ? (sedikit tertutup oleh Bormann); Reichsleiter Martin Bormann; Charakter als Generaloberst Franz Ritter von Epp; Reichsführer-SS Heinrich Himmler; Generaloberst Wilhelm Keitel; Generaloberst Walther von Brauchitsch; Großadmiral Erich Raeder; Adolf Hitler; dan Gauleiter Karl Weinrich. Perwira SS berseragam hitam yang berdiri di depan tengah adalah SS-Oberführer Max von Behr. Duduk baris depan dari kanan ke kiri: Reichspressechef Otto Dietrich dan Charakter als General der Infanterie Carl Eduard Herzog von Sachsen-Coburg und Gotha. Sekarang masuk ke tribun belakang: SS-Brigadeführer yang duduk tepat di atas kepala von Sachsen-Coburg und Gotha sambil menatap ke kamera adalah Franz Breithaupt; Jenderal Heer yang duduk di atas di antara Raeder dan Hitler adalah charakter als Generalmajor und SA-Obergruppenführer Hans Georg Hofmann; Perwira yang duduk tepat di muka wajah von Behr adalah SA-Obergruppenführer und Reichskriegsoperferführer Hanns Oberlindober



Foto karya Hugo Jaeger yang memperlihatkan acara Hari Veteran Reich (Heldengedenktag) yang diselenggarakan di Kassel, Jerman, tanggal 4 Juni 1939. Duduk baris depan dari kiri ke kanan: Charakter als General der Infanterie Carl Eduard Herzog von Sachsen-Coburg und Gotha (menghadap ke belakang); Generaloberst Walther von Brauchitsch; Großadmiral Erich Raeder; Adolf   Hitler; dan Gauleiter Karl Weinrich. Perwira SS berseragam hitam yang berdiri di depan tengah adalah SS-Oberführer Max von Behr. Dalam foto ini kita bisa melihat Jenderal Hiroshi Oshima, Duta Besar Jepang untuk Jerman, yang menghadap kamera dari barisan penonton


Hari Veteran Reich (Heldengedenktag) yang diselenggarakan di Kassel, Jerman, tanggal 4 Juni 1939. Duduk baris depan dari kiri ke kanan: Charakter als Generaloberst Franz Ritter von Epp (wajah terpotong); Reichsführer-SS Heinrich Himmler; Generaloberst Wilhelm Keitel; Generaloberst Walther von Brauchitsch; Großadmiral Erich Raeder; SS-Gruppenführer Wilhelm Reinhard; Adolf Hitler; dan Gauleiter Karl Weinrich


Dari kiri ke kanan: 1.Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), 2.Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), 3.SS-Obersturmbannführer tak dikenal, 4.Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), 5.General der Flieger Waldemar Klepke (Höherer Flieger-Ausbildungs-Kommandeur 3), 5.Brigadir-Jenderal Efisio Marras (Atase Militer Italia di Berlin), dan 6.Brigadir-Jenderal Dino Alfieri (Duta Besar Italia untuk Jerman). Tidak ada keterangan kapan foto ini diambil, tapi kemungkinan besar pada saat Hari Veteran Reich (Heldengedenktag) yang diselenggarakan di Kassel, Jerman, tanggal 4 Juni 1939


 Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) memberi hormat militer dalam acara Heldengedenktag (Hari Pahlawan Reich) yang diselenggarakan di Kassel tanggal 4 Juni 1939. Perhatikan bahwa di bawah baris medalinya dia memasang pin Goldenes Parteiabzeichen der NSDAP yang didapatnya beberapa bulan sebelumnya, tanggal 20 Maret 1939. Foto dibuat oleh fotografer pribadi Hitler, Hugo Jaeger



Upacara penyambutan sekaligus penghormatan terhadap Legion Condor yang dihelat di lapangan Lustgarten, Berlin, tanggal 6 Juni 1939. Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) menyalami Generalmajor Dr.-Ing. Wolfram Freiherr von Richthofen (Kommandeur Legion Condor) di podium kehormatan, sementara di belakang Richthofen satu demi satu para komandan terdahulu Legion Condor menaiki tangga untuk bersalaman dengan sang Führer. Dari bawah ke atas: Oberst Walter Warlimont (penasihat militer Jerman untuk Francisco Franco tahun 1936 sebelum Legion Condor dibentuk), General der Flieger Hellmuth Volkmann (Komandan kedua Legion Condor, periode 1 November 1937 - 31 Oktober 1938), dan General der Flieger Hugo Sperrle (Komandan pertama Legion Condor, periode 6 November 1936 - 31 Oktober 1937). Berdiri di podium, dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer Julius Schaub (Persönlicher Adjutant Führer und Reichskanzler), Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht), perwira militer Spanyol tak dikenal, ajudan Luftwaffe tak dikenal, Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), serta SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant Führer und Reichskanzler). Foto ini terdapat dalam salah satu dari dua album foto pribadi milik Generalfeldmarschall Wolfram Freiherr von Richthofen, yang dilelang secara terbuka oleh Dickins Auctioneer Ltd pada bulan Maret 2017 (satu album memperlihatkan saat sang Baron menjadi komandan Legion Condor tahun 1939, sementara album lainnya diambil pada saat Unternehmen Barbarossa tahun 1941). Tulisan tangannya adalah asli milik Richthofen sendiri!


Para petinggi militer Jerman berdiri bersama dalam salah satu rangkaian upacara penyambutan Legion Condor yang dihelat di lapangan Lustgarten, Berlin, tanggal 6 Juni 1939. Untuk identifikasinya: 1.Jenderal SS tak dikenal, 2.SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant Führer und Reichskanzler), 3.Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), 4.Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), 4a.Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), 5.General der Flieger Bernhard Kühl (Offizier z.b.V. des Reichsluftfahrtministerium und Oberbefehlshaber der Luftwaffe), 5a.Generalmajor Karl-Heinrich Bodenschatz (Chef Ministeramts im Reichsluftfahrtministerium und Verbindungsoffizier Görings zu Hitler), 5b.Oberst Walter Warlimont (Stellvertreter Chef Wehrmachtsführungsamt), 6.General der Flieger Hugo Sperrle (mantan Komandan Legion Condor yang pertama), 7.SS-Gruppenführer Karl Wolff (Chefadjutant Reichsführer-SS), 8.Generalleutnant Hubert Weise (Kommandierender General Luftgau-Kommando III), 9.Oberstleutnant Rudolf Schmundt (Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), 10.Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der SS und Polizei), 11.SS-Gruppenführer Dr.rer.pol. Otto Dietrich (Staatssekretär im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda), dan 12.SS-Obergruppenführer Josef "Sepp" Dietrich (Kommandeur "Leibstandarte SS Adolf Hitler")


 7 Juni 1939: Kunjungan delegasi Spanyol ke Berlin untuk menghadiri perayaan kembalinya Legion Condor Jerman dari kemenangan dalam Perang Saudara Spanyol. Disini mereka sedang menghadiri resepsi jamuan makan malam yang diselenggarakan oleh Panglima Angkatan Darat Jerman Walther von Brauchitsch. Sebagai identifikasinya, dari kiri ke kanan: Generalmajor Wolfram Freiherr von Richthofen (mantan komandan terakhir Legion Condor), Kapten-Jenderal Antonio Aranda Mata (Kepala Jawatan Geografi Kerajaan Spanyol), General der Flieger Hellmuth Volkmann (mantan komandan kedua Legion Condor), Letnan-Jenderal Gonzalo Queipo de Llano (Panglima Pasukan Selatan Spanyol), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), General der Artillerie Franz Halder (Chef des Generalstabes des Heeres), tidak dikenal, Mayor-Jenderal Juan Yagüe Blanco (Menteri Angkatan Udara Spanyol), Mayor-Jenderal Rafael García Valiño (Panglima AD di Melilla, Maroko Spanyol), dan Mayor-Jenderal Camilo Alonso Vega (Sub-Sekretaris Kementerian Angkatan Darat Spanyol). Jenderal Spanyol lain yang menghadiri resepsi tapi tidak nongol di foto adalah Carlos Martínez de Campos y Serrano dan José Solchaga Zala. Selain itu, terdapat pula beberapa perwira Spanyol berpangkat Kolonel, ditambah dengan atase militer Spanyol untuk Jerman, Juan Luis Rocamora


 Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) mendapat sambutan dari panitia saat datang di arena pertandingan Fünfkampf (Pentathlon), saat berlangsungnya 41. Deutsche Leichtathletik-Meisterschaften (Kejuaraan Atletik Jerman ke-41), yang diselenggarakan di Olympiastadion, Berlin, tanggal 8-9 Juli 1939. Kejuaran yang mempertemukan para juara atletik Jerman ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 1898 dan diselenggarakan tiap tahun. Begitu pentingnya acara ini sehingga ketika Perang Dunia II pecah, kejuaraan ini tetap diadakan, dan hanya di dua tahun terakhir peperangan saja dihentikan (tahun 1944 dan 1945), sebelum dilanjutkan kembali pada tahun 1946 dan seterusnya. Pemenang cabang Pentathlon dalam 41. Deutsche Leichtathletik-Meisterschaften adalah sebagai berikut, diurut dari peraih Emas, Perak dan Perunggu: Fritz Müller, Dieter Ahrens dan Edmund Harthaus (kategori laki-laki); serta Lydia Eberhardt, Ruth Hagemann dan Grete Busch (kategori perempuan)


 Adolf Hitler bertemu dengan para panglima angkatan perangnya di Berghof, Obersalzberg, tanggal 22 Agustus 1939. Dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), General der Artillerie Günther von Kluge (Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 6), Generaloberst Wilhelm List (Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 5), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), dan Oberst Walter Warlimont (Stellvertreter Chef Wehrmachtsführungsamt). Dalam pertemuan ini, sang Führer memberitahu bahwa perang dengan Polandia sudah tak terhindarkan, dan dia meminta semua panglimanya untuk menghadapi hal tersebut dengan penuh keyakinan serta optimisme, meskipun dibayangi kemungkinan bahwa Inggris dan Prancis akan berada di pihak Polandia (pidato lengkap Hitler bisa dilihat DISINI). Dalam foto ini kita bisa melihat bahwa mereka semua mengenakan pakaian sipil. Ini karena pertemuan tersebut bersifat diplomatik, sebagai sebuah persiapan sebelum perundingan antara Hitler dengan Duta Besar Inggris untuk Jerman, Neville Henderson, yang dilangsungkan di tempat yang sama keesokan harinya (23 Agustus 1939)


 Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) memberikan pidato di kompleks pemakaman Invalidenfriedhof (Berlin), dalam acara pemakaman kenegaraan untuk Generalleutnant a.D. Oskar Freiherr von Watter, yang diselenggarakan pada tanggal 25 Agustus 1939. Watter (kelahiran 2 September 1861) adalah veteran Perang Dunia Pertama yang menjadi Komandan 54. Infanterie-Division di Front Barat. Dia dikenal sebagai seorang komandan divisi yang pemberani sekaligus cerdas, sehingga mendapatkan anugerah medali Eichenlaub zum Pour le Mérite sebagai penghargaan atas prestasinya. Sang pensiunan jenderal era Kekaisaran dan Reichswehr sekaligus pahlawan perang Jerman ini meninggal dunia dengan tenang di usia 77 tahun pada tanggal 23 Agustus 1939 di Berlin


Generaloberst Walther von Brauchitsch (tengah, Oberbefehlshaber des Heeres) memberi hormat kepada Marsekal Edward Śmigły-Rydz (Panglima Angkatan Bersenjata Polandia) saat baru turun dari pesawat Junkers Ju 52 "Generalfeldmarschall Graf Schliessen", tahun 1939. Dia datang ke Polandia untuk membicarakan masalah perdamaian diantara kedua negara. Di belakang Brauchitsch adalah General der Artillerie Franz Halder (Chef des Generalstabes des Heeres)


Foto ini diambil pada saat kampanye militer Jerman di Polandia pada bulan September 1939, dan memperlihatkan dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generalleutnant Rudolf Kaempfe (Kommandeur 31. Infanterie-Division), dan General der Artillerie Franz Halder (Chef des Generalstabes des Heeres)



Dari kiri ke kanan: General der Artillerie Franz Halder (Chef des Generalstabes des Heeres) dan Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Hampir semua buku serta website (termasuk Bundesarchiv) yang memajang foto ini menyebutkan bahwa dia diambil sewaktu berlangsungnya invasi Jerman atas Polandia, bulan September 1939. Kenyataannya, foto ini diambil beberapa bulan sebelumnya. Bagaimana tidak? Dia sudah nongol dalam sampul majalah "Illustrierter Beobachter" terbitan 18 Mei 1939! Dalam Fall Weiss (operasi militer terhadap Polandia) sendiri, meskipun penentu keputusan tertinggi tetap berada di tangan Adolf Hitler, tapi pelaksanaan sehari-hari dari operasi militer Jerman di Polandia diatur oleh dua orang ini. Karenanya, ketika akhirnya pasukan Wehrmacht meraih kemenangan setelah 18 hari bertempur, Halder dan Brauchitsch diganjar medali bergengsi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes oleh sang Führer


Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) berpidato di depan para pekerja pabrik mesin perang Rheinmetall-Borsig-Werke di Düsseldorf, Jerman, tanggal 10 September 1939. Dia berbicara di atas sebuah tank Neubaufahrzeug (NBFZ), sementara di kiri dan kanannya adalah meriam lapangan Jerman dari jenis schwere Feldhaubitze 18 (sFH 18) kaliber 150mm. Kedua mesin perang ini - sudah tentu - merupakan salah satu hasil produksi dari Rheinmetall-Borsig-Werke




Foto ini diambil pada tanggal 25 September 1939 di lapangan udara Alexandrow yang terletak diantara Bzura dan Sungai Vistula (menghadap barat Warsawa, Polandia), pada saat Adolf Hitler mengadakan kunjungan ke wilayah operasional Heeresgruppe Süd yang pada saat itu sedang mengepung kota Warsawa. Dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), General der Artillerie Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generalmajor Hans-Gustav Felber (Chef des Generalstabes 8. Armee), SS-Gruppenführer Karl Wolff (Verbindungsoffizier zwischen dem Reichsführer-SS und dem Führerhauptquartier), perwira Heer tidak dikenal, Generaloberst Gerd von Rundstedt (tertutup oleh Brauchitsch, Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), dan General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee)


 Upacara pemakaman kenegaraan untuk Generaloberst Werner Freiherr von Fritsch (Kommandeur Artillerie-Regiment 12 / 12.Infanterie-Division) yang diselenggarakan di Gedenkhalle/Berlin pada tanggal 26 September 1939. Peti jenazah sang mantan Panglima Angkatan Darat Jerman tersimpan di sebelah kiri, dengan dikelilingi oleh pasukan penjaga kehormatan. Di podium di sebelah kanan sedang berpidato Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), sementara di latar belakang tampak empat orang petinggi Wehrmacht yang menghadap peti jenazah, dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), dan Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe). Nantinya jenazah Fritz dikebumikan di Invalidenfriedhof/Berlin


 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) membaca laporan situasi terkini di Polandia sambil duduk di bangku depan mobilnya. Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Wagner pada tanggal 28 September 1939. Di hari itu sang Führer melakukan kunjungan ke pangkalan Angkatan Laut Jerman di Wilhelmshaven. Di sebelah kiri Hitler adalah Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), sementara di sebelah kanannya adalah supir pribadinya, SS-Sturmbannführer Erich Kempka. Brauchitsch terlihat mengenakan kacamata baca, sebuah momen yang langka!


Majalah TIME volume XXXIV terbitan 25 September 1939 menampilkan cover Generaloberst Walther von Brauchitsch yang sedang tersenyum. Caption di bawahnya berbunyi: "The campaign hung on him" (Kampanye bergantung padanya), yang merujuk pada invasi militer pasukan Wehrmacht yang sedang berlangsung di Polandia


 
Para petinggi Wehrmacht yang berdiri di podium kehormatan pada saat Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), dan Generalleutnant Dr.phil. Friedrich-Ernst von Cochenhausen (Stadtkommandant Warschau)


Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) dan Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) dalam acara Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee yang digelar di Warsawa pada tanggal 5 Oktober 1939. Brauchitsch mengenakan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes di lehernya, yang dia dapatkan beberapa hari sebelumnya (30 September 1939) sebagai penghargaan atas kontribusinya bagi kesuksesan pasukan Heer (Angkatan Darat Jerman) dalam kampanye militer Jerman di Polandia (1 September 1939 s/d 6 Oktober 1939; satu bulan lebih enam hari). Dalam foto ini, Brauchitsch dan Hitler sama-sama mengenakan ledermantel (jaket kulit) sebagai pelindung dari dinginnya musim gugur yang mulai melanda. Foto oleh Berichter Mensing dari Scherl Bilderdienst



Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Berdiri di belakang Adolf Hitler (memberi salam hormat Nazi), dari kiri ke kanan: Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (memakai stahlhelm, Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), dan General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]). Foto ini pertama kali dipublikasikan dalam buku "Mit Hitler in Polen" (Bersama Hitler di Polandia) karya fotografer pribadi sang Führer, Heinrich Hoffmann, dengan caption asli berbunyi: "Der 'Feldzug der achtzehn Tage' ist in die Geschichte eingegangen" ('Kampanye 18 Hari' kini telah menjadi sejarah)


 Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Adolf Hitler sendiri secara khusus terbang kembali ke Warsawa menggunakan pesawat Focke-Wulf Fw 200 A-0 (S-8 ) AC+VH "Grenzmark" untuk menyaksikan parade tersebut. Dia mendarat di bandara Okecie di Aleja Krakowska, dan dengan konvoy bersenjata pergi ke bagian tengah kota dimana acara utama digelar. Setelahnya dia melakukan kunjungan singkat ke beberapa bagian kota Warsawa. Selain Hitler, podium kehormatan diisi oleh para panglima Wehrmacht, sementara di kiri bawah adalah jenderal-jenderal lain yang lebih rendah pangkatnya. Selain itu, kanan bawah diisi oleh para ajudan. Untuk identifikasi yang berdiri di podium, dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), General der Infanterie Werner Kienitz (Kommandierender General XVII. Armeekorps), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des Führers und Reichskanzler). Foto oleh Hugo Jaeger, salah seorang fotografer pribadi Hitler



Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger dan memperlihatkan Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Barisan Panzerkampfwagen II melewati Adolf Hitler serta para petinggi Wehrmacht lainnya yang berdiri di atas podium. Karena satu-satunya formasi lapis baja milik 8. Armee dalam pengepungan di Warsawa adalah I.Abteilung / Panzer-Regiment 23, maka kemungkinan besar tank-tank tersebut berasal dari sana. Berdiri di podium kehormatan, dari kiri ke kanan: General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Korvettenkapitän Karl-Jesko von Puttkamer (Adjutant der Kriegsmarine beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), dan General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1)

Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger dan memperlihatkan Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Barisan Einheits-PKW (mobil penumpang standar) melewati Adolf Hitler dan para petinggi Wehrmacht lainnya yang berdiri diatas podium. Kendaraan di sebelah kiri adalah Stoewer Typ M 12 RW, sementara yang di tengah dan kanan adalah Horch 830 R Kübelwagen. Yang berdiri di podium, dari kiri ke kanan: General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), General der Infanterie Werner Kienitz (Kommandierender General XVII. Armeekorps), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des Führers und Reichskanzler). Para ajudan ikut menonton di bawah podium dan dalam foto ini terlihat di barisan paling kanan


 Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa, yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Berdiri di tribun kehormatan, dari kiri ke kanan: General der Panzertruppe Heinz Guderian (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), General der Infanterie Werner Kienitz (Kommandierender General XVII. Armeekorps), Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), dan Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee)



 Prajurit-prajurit Heer berbaris melewati podium kehormatan tempat Adolf Hitler dan perwira-perwira tinggi Wehrmacht lainnya berada dalam Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee yang diselenggarakan di Warsawa (Polandia) pada tanggal 5 Oktober 1939. Berdiri di podium kehormatan, dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (tertutup oleh Hitler, Oberbefehlshaber des Heeres), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), dan General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1). Sebagai tambahan: perwira SS yang memakai ledermantel dan berdiri paling dekat ke kamera (tengah) adalah SS-Oberführer Alfred-Ingemar Berndt, Leiter Abteilung VIII im Reichsministerium für Volksaufklärung und Propaganda yang nantinya bergabung dengan Heer demi bisa ikut berperang - walaupun harus merelakan pangkatnya turun drastis menjadi bintara - dan menjadi orang kepercayaan Rommel di Afrika Utara! Perhatikan pula bahwa ada seorang Letnan Medis (Assistenzarzt) dengan janggut dan kamus eh kumis "terhampar" di mukanya - sebuah pemandangan yang tidak biasa dalam tubuh Wehrmacht! Kita juga bisa melihat seorang Kriegsberichter sedang bertugas merekam acara parade dengan kamera filmnya



 Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Kendaraan perang yang ditarik kuda dalam foto ini adalah kereta penghantar meriam sFH 18 kaliber 150mm atau K 18 kaliber 105mm, sementara bangunan berkubah di latar belakang adalah kościół św. Aleksandra (Gereja St. Alexander). Berdiri di podium kehormatan, dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (tertutup oleh Hitler, Oberbefehlshaber des Heeres), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), dan General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1)



 Siegesparade (Parade kemenangan) pasukan Jerman dari 8. Armee di Warsawa yang diadakan pada tanggal 5 Oktober 1939. Mesin/kendaraan perang yang ditampilkan disini adalah Krupp L2H 143 Kfz. 69 Protze (für 3,7cm Pak 36). Para petinggi Wehrmacht yang berdiri di podium, dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (tertutup oleh Hitler, Oberbefehlshaber des Heeres), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generaloberst Wilhelm Keitel (tertutup oleh Reichenau, Chef der Oberkommando der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 10. Armee), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4), General der Flieger Albert Kesselring (Chef Luftflotte 1), Generalleutnant Conrad von Cochenhausen (memakai Stahlhelm "Kavallerie" M18, Kommandeur 10. Infanterie-Division), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chefadjutant des Führers und Reichskanzler)



5 Oktober 1939 di Warsawa (Polandia): Para perwira tinggi Wehrmacht dan pejabat partai Nazi dalam kunjungan ke Pałac Belwederski (Istana Belvedere/Schloss Belvedere) setelah usainya acara Siegesparade (Parade Kemenangan) yang digelar di sepanjang jalan Aleje Ujazdowskie. Patung dada di sebelah kanan menampilkan wajah Marsekal Józef Piłsudski, pemimpin Polandia terkemuka yang memerintah dari tahun 1926 s/d 1935. Pałac Belwederski adalah bangunan bersejarah yang dibangun dari tahun 1660 dan kemudian mengalami banyak renovasi selama keberadaannya. Pada masa pendudukan Jerman, gedung tersebut direnovasi kembali sebelum ditempati oleh Gubernur Generalgouvernement Warsawa, Ludwig Fischer. Para pengunjung, dari kiri ke kanan: Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), SS-Gruppenführer Dr.jur. Hans Heinrich Lammers (Staatssekretär und Chef der Reichskanzlei), dan General der Flieger Alexander Löhr (Chef Luftflotte 4)



5 Oktober 1939 di Warsawa (Polandia): Para perwira tinggi Wehrmacht dan pejabat partai Nazi dalam kunjungan ke Pałac Belwederski (Istana Belvedere/Schloss Belvedere) setelah usainya acara Siegesparade (Parade Kemenangan) yang digelar di sepanjang jalan Aleje Ujazdowskie. Patung dada di latar belakang menampilkan wajah Marsekal Józef Piłsudski, pemimpin Polandia terkemuka yang memerintah dari tahun 1926 s/d 1935. Para pengunjung, dari kiri ke kanan: General der Infanterie Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber 8. Armee), Generaloberst Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Süd), Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Reichsführer SS und Chef der Deutschen Polizei), Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), SS-Gruppenführer Julius Schaub (Adjutant der SS beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), SS-Gruppenführer Dr.jur. Hans Heinrich Lammers (Staatssekretär und Chef der Reichskanzlei), dan Prof.Dr.-med. Theodor "Theo" Morell (Hitlers Leibarzt)



Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) mengenakan ledermantel (jaket kulit), tampaknya dalam sebuah inspeksi ke front. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 30 September 1939 sebagai Generaloberst dan Oberbefehlshaber des Heeres atas kepemimpinannya sebagai Panglima Angkatan Darat dalam penyerbuan Jerman ke Polandia yang berlangsung beberapa minggu sebelumnya


 Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) menganugerahkan medali Eisernes Kreuz (tidak disebutkan apakah II.Klasse atau I.Klasse) kepada para prajurit dan perwira Jerman yang berprestasi di Front Barat - saat itu masih berupa wilayah perbatasan Jerman dengan Prancis - pada tanggal 26 Oktober 1939. Meskipun tidak sedahsyat pertempuran yang terjadi di Polandia, tapi pasukan Wehrmacht yang bersiaga di wilayah perbatasan Barat juga terkadang terlibat dalam baku-tembak, meskipun biasanya terjadi secara sporadis dan tidak dalam skala besar. Pada tanggal 7 September 1939 pihak Prancis melakukan invasi ke wilayah Saarland di Jerman. Mereka berharap bahwa Hitler terlalu sibuk di Polandia sehingga pasukannya di Barat tidak akan terlalu memberikan perlawanan berarti. Tapi perkiraan mereka salah. Pasukan penyerbu hanya bisa maju sejauh beberapa kilometer ke wilayah Jerman, sebelum dipukul mundur oleh pihak yang bertahan. "Ketidakseriusan" Prancis dalam melakukan serbuan all-out membuat pasukan Jerman mampu merebut kembali semua wilayah mereka yang diduduki sebelumnya oleh musuh. Pada tanggal 16 September 1939 tentara-tentara Prancis kembali ke tempat berpijak mereka di awal penyerbuan, dengan meninggalkan 2.000 orang yang tewas, hilang, terluka dan tertawan. Pihak Jerman sendiri hanya menderita korban 196 orang yang tewas, 114 hilang, dan 356 luka-luka


 Setelah kemenangan gemilang Jerman dalam perang melawan Polandia satu bulan sebelumnya, Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) menganugerahkan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes kepada 11 orang perwira Wehrmacht terpilih, yang telah memperlihatkan keberanian serta kepemimpinan mereka yang mengagumkan dalam pertempuran. Foto ini memperlihatkan saat sang Führer berpidato di hadapan para penerima, dari kiri ke kanan: General der Artillerie Franz Halder (Chef des Generalstabes des Heeres), General der Panzertruppe Heinz Guderian (Kommandierender General XIX. Armeekorps [motorisiert]), General der Infanterie Hermann Hoth (Kommandierender General XV. Armeekorps), General der Infanterie Adolf Strauß (Kommandierender General II. Armeekorps), General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), Generalleutnant Friedrich Olbricht (Kommandeur 24. Infanterie-Division), Generalleutnant Georg-Hans Reinhardt (Kommandeur 4. Panzer-Division), Generalleutnant Kurt von Briesen (Kommandeur 30. Infanterie-Division), Generalmajor Ludwig Kübler (Kommandeur 1. Gebirgs-Division), Oberst August Schmidt (Kommandeur Infanterie-Regiment 20 / 10.Infanterie-Division), dan Hauptmann Dietrich Steinhardt (Chef 2.Kompanie / I.Bataillon / Infanterie-Regiment 51 / 18.Infanterie-Division). Di sebelah kiri berdiri Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). BTW, sebenarnya ada dua orang lagi yang mendapatkan Ritterkreuz di hari itu, tapi entah kenapa mereka tidak ikut nongtot di foto. Mereka adalah: Leutnant Josef Stolz (Zugführer di 10.Kompanie / III.Bataillon / Infanterie-Regiment 51 / 18.Infanterie-Division) dan Generalmajor Hans Jeschonnek (Chef des Generalstabes der Luftwaffe). Foto ini sendiri diambil pada tanggal 27 Oktober 1939 oleh fotografer dari Scherl / Süddeutsche Zeitung


 Pada tanggal 6 Desember 1939 di Gut Brüssow yang menjadi bagian dari wilayah Uckermark, Brandenburg (Jerman), sang Führer mempersembahkan hadiah kepada Generalfeldmarschall August von Mackensen (satu-satunya aki-aki dalam foto ini), yang merayakan ulangtahunnya yang ke-90 di hari itu. Angkatan Darat Jerman juga ikut memberikan hadiah seekor kuda, yang diberikan langsung oleh panglimanya, Generaloberst Walther von Brauchitsch (memegang dokumen penyerahan). Di belakang Brauchitsch berdiri Hans Georg von Mackensen, anak sang Marsekal yang berprofesi sebagai Duta Besar Jerman untuk Italia. Anak August von Mackensen lainnya, yaitu Eberhard von Mackensen, menjadi pahlawan perang Jerman dalam Perang Dunia II dengan pangkat terakhir Generaloberst


 Dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Hans Georg von Mackensen (Deutscher Botschafter in Italien), Oberstleutnant Hans-Henning von Gersdorff (Adjutant Generalfeldmarschall Mackensen), dan Generalfeldmarschall a.D. August von Mackensen (mantan panglima perang Jerman dalam Perang Dunia Pertama). Foto ini diambil pada tanggal 6 Desember 1939 di Gut Brüssow yang menjadi bagian dari wilayah Uckermark, Brandenburg (Jerman). Di hari itu Marsekal Mackensen berulang tahun yang ke-90. Sebagai tanda ikut berbahagia, Angkatan Darat Jerman menghadiahkan seekor kuda kepadanya, yang diberikan oleh Panglima mereka, Generaloberst Brauchitsch (memegang dokumen penyerahan)


 Acara kunjungan Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) ke Infanterie-Schule Döberitz, tanggal 15 Desember 1939. Disini sang Panglima Heer - yang memakai jaket kulit - memperhatikan latihan menembak para awak leichte Infanteriegeschütz 18 kaliber 75mm (7,5 cm le.IG 18), sebuah meriam artileri ringan yang biasa digunakan oleh unit-unit Gebirgsjäger (Pasukan Gunung), di Truppenübungsplatz Döberitz. Berturut-turut di sebelah kanan Brauchitsch adalah Oberst Johannes Frießner (Inspekteur Erziehungs- und Bildungswesens) dan Oberst Walther Krause (Kommandeur Infanterie-Schule Döberitz)


 Acara kunjungan Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) ke Infanterie-Schule Döberitz, tanggal 15 Desember 1939. Disini sang Panglima Heer sedang menanyakan sesuatu kepada seorang kadet Wehrmacht yang sedang mengikuti Offizierslehrgang (pendidikan calon perwira). Di depan mereka teronggok sebuah scherenfernrohr (teropong gunting), yang biasa digunakan oleh observer artileri atau pasukan di front terdepan


Pada tanggal 21 Desember 1939 Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) mengadakan kunjungan ke semenanjung Westerplatte (Danzig) menggunakan perahu dan berkesempatan menaiki kapal perang Schleswig-Holstein. Setelahnya dia mengadakan kunjungan ke Gotenhafen (Gdynia/Gdingen) dan pulang ke Zoppot di hari yang sama. Foto yang diambil oleh Heinrich Hoffmann ini memperlihatkan saat sang Führer meninjau puing-puing sisa Pertempuran Westerplatte (1-7 September 1939) yang baru berakhir beberapa hari sebelumnya dan yang tercatat sebagai pertempuran pertama dalam Perang Dunia II! Beberapa orang yang bisa saya kenali dari foto ini: 1.Kapitän zur See Gustav Kleikamp (Kommandant Linienschiff "Schleswig-Holstein"), 2.Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), 3.Charakter als Vizeadmiral Lothar von Arnauld de la Perière (Marinebevollmächtigter Danzig), 4.SS-Gruppenführer Dr.jur. Hans Heinrich Lammers (Staatssekretär und Chef der Reichskanzlei), 5.Albert Forster (Gauleiter Danzig), 6.Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur Führer-Begleit-Kommando), 7.SS-Untersturmführer Heinz Linge (Persönlicher Ordonnanzoffizier des Führers), 8.Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), 9.Generalmajor Alfred Jodl (Chef des Wehrmachtsführungsamt), 10.Hauptmann im Generalstab Wilhelm "Willy" Deyhle (Adjutant Chef des Wehrmachtsführungsamt), 11.Hauptmann Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), 12.Reichsleiter Martin Bormann (Persönlicher Sekretär bzw. Stabsleiter des Stellvertreters des Führers Rudolf Hess), 13.Hauptmann Nicolaus von Below (Adjutant der Luftwaffe beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), 14.Konteradmiral Hubert Schmundt (Befehlshaber der Seestreitkräfte in der Danziger Bucht), 15.Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), dan 16.Oberst Walter Warlimont (Stellvertreter Chef des Wehrmachtsführungsamt)


 Panglima Angkatan Darat Jerman Walther von Brauchitsch dalam perjalanan udara menuju ke front terdepan pertempuran. Tidak ada keterangan kapan foto ini diambil, hanya bahwa pangkat Brauchitsch masih Generaloberst (Kolonel-Jenderal), sementara medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes sudah tercantol di lehernya. Karenanya, besar kemungkinan dia diambil di musim dingin tahun 1939/40


Berdiri di barisan depan, dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Charakter als Generalleutnant Hans Schmidt (Kommandeur 260. Infanterie-Division), General der Artillerie Friedrich Dollmann (Oberbefehlshaber 7. Armee), Oberstleutnant Kurt Adam (Ia Erster Generalstabsoffizier XXV. Armeekorps) , Generalmajor Walter Friedrichs (Kommandeur 212. Infanterie-Division), Generalmajor Walther Fischer von Weikersthal (Chef des Generalstabes 7. Armee), serta Generalmajor Walter Eckstein (Pionierführer 7. Armee). Foto ini diambil saat Generaloberst Brauchitsch mengunjungi benteng pertahanan Jerman di Oberrhein, yang dinamakan sebagai Westwall. Tidak ada keterangan kapan foto ini diambil, tapi kemungkinan besar pada tanggal 30 Desember 1939. Uniknya, disini Brauchitsch tidak mengenakan medali Ritterkreuz di lehernya, meskipun dia sudah mendapatkan medali tersebut dari akhir bulan September 1939


 Dalam kunjungan ke benteng pertahanan Jerman di Oberrhein yang dilakukan tanggal 30 Desember 1939, yang dinamakan sebagai Westwall, Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) menyempatkan diri untuk mencari informasi mengenai pos-pos terdepan Jerman yang menghadap ke wilayah Prancis. Sayang sekali tidak ada keterangan mengenai identitas jenderal di sebelah kiri yang mendampingi sang Panglima Angkatan Darat Jerman


 Generaloberst Walther von Brauchitsch (kiri, Oberbefehlshaber des Heeres) bersalaman dengan Generalleutnant Ernst Richter (Kommandeur 14. Landwehr-Division) saat mengunjungi wilayah Oberrhein tahun 1939 (tidak ada keterangan tanggal dan bulannya, tapi kemungkinan besar akhir Desember 1939). 14. Landwehr-Division sendiri dibentuk pada tanggal 26 Agustus 1939 dari komponen Grenzschutz-Abschnittskommando Freiburg, dan nantinya dinamai ulang pada bulan Januari 1940 menjadi 205. Infanterie-Division. Tugas divisi ini adalah menjaga perbatasan Barat Jerman di sekitar Westwall. BTW, mobil di latar belakang - yang memajang panji Komandan Korps - adalah Maybach Cabriolet, jenis mobil mewah produksi Maybach-Motorenbau GmbH di Friedrichshafen, dimana sebagian besar badannya dibuat di pabrikan Spohn di Ravensburg. Tipenya sendiri sulit ditentukan, karena tampilan luar Maybach Cabriolet SW 35, SW 38 dan SW 42 begitu mirip satu sama lain. Foto oleh Kriegsberichter Neubauer


 Foto hasil jepretan Kriegsberichter Bauer ini memperlihatkan kunjungan Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) ke benteng pertahanan Jerman di Westwall, tanggal 30 Desember 1939. Seorang perwira Wehrmacht menunjukkan posisi pertahanan Prancis di garis pertahanan Maginot Line, yang berhadap-hadapan dengan pertahanan milik pihak Jerman. Orang Jerman biasa menamakan sistem pertahanan mereka - yang membentang sejauh 630 kilometer dari perbatasan Belanda sampai Swiss - dengan nama Westwall, meskipun pihak Sekutu lebih familiar dengan nama Siegfried Line. Benteng pertahanan ini dibangun dari tahun 1938 s/d 1940, dan dilengkapi dengan 18.000 buah bunker, terowongan, serta perangkap tank!


 Tiga orang panglima angkatan perang Wehrmacht berjalan di bangunan Neue Reichskanzlei (Berlin) dalam acara jamuan tahun baru untuk korps diplomatik negara sahabat Jerman, tanggal 1 Januari 1940. Dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), dan Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine)


 Pada bulan Februari 1940, Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) melakukan inspeksi ke Krakow, Polandia. Foto ini memperlihatkan saat sang Kolonel-Jenderal (menghadap kamera) baru saja tiba di stasiun kereta api Krakow, dan langsung disambut oleh Generalmajor z.V. Eugen Höberth (Oberfeldkommandant Krakau) yang memakai stahlhelm. Di belakang terlihat kereta yang membawa Brauchitsch, sementara ikut terlihat juga staff serta ajudan yang ikut menyertainya


 Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) melakukan inspeksi pada pasukan penjaga kehormatan di halaman Katedra Wawelska (Katedral wawel), Krakow, Polandia. Dari lambang di stahlhelm-nya, diketahui bahwa para prajurit ini berasal dari unit Polizei alias Kepolisian. Selain membawa senapan Kar98k standar, mereka juga mempersenjatai diri dengan pistol setiap orangnya. Sang Panglima Angkatan Darat Brauchitsch berkunjung ke Krakow pada bulan Februari 1940. Mengikuti di belakang Brauchitsch adalah Generalleutnant Franz Barckhausen (Rüstungs-Inspekteur Ober-Ost Krakau)


 Pada bulan Februari 1940, Panglima AD Jerman Walther von Brauchitsch melakukan inspeksi ke Krakow, Polandia. Foto ini memperlihatkan saat dia dan rombongan berkesempatan mengunjungi Katedra Wawelska (Katedral wawel), dan berkumpul di sekeliling makam Kardinal Frederick Jagiellon (1468-1503). Sebagai identifikasinya, dari kiri ke kanan: tidak diketahui, tidak diketahui (tertutup pilar), Generalmajor Karl-Adolf Hollidt (Chef des Generalstabes Oberbefehlshaber Ost), Oberst Walter Buhle (Leiter Operationsabteilung Oberkommando des Heeres), Generalleutnant Franz Barckhausen (Rüstungs-Inspekteur Ober-Ost Krakau), warga sipil tidak dikenal, SS-Gruppenführer Dr.jur. Arthur Seyss-Inquart (Stellvertretender Generalgouverneur im Generalgouvernement), Oberstleutnant Curt Siewert (1. Adjutant Oberbefehlshaber des Heeres), Hans Frank (Generalgouverneur im Generalgouvernement), dan Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres)


Acara kunjungan para petinggi militer Jerman ke Katedra Wawelska (Katedral wawel) di Krakow, Polandia, bulan Februari 1940. Dari kiri ke kanan: SS-Gruppenführer Dr.jur. Arthur Seyss-Inquart (Stellvertretender Generalgouverneur im Generalgouvernement), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Hans Frank (Generalgouverneur im Generalgouvernement), Generalmajor Karl-Adolf Hollidt (di belakang, Chef des Generalstabes Oberbefehlshaber Ost), dan Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber Ost). Brauchitsch dan Blaskowitz sama-sama mengenakan Ritterkreuz di leher mereka, sebentuk medali keberanian yang diraih pada tanggal yang sama: 30 September 1939. Mereka merupakan dua dari hanya 13 orang peraih pertama medali tersebut dalam Perang Dunia II!


 Acara kunjungan para petinggi militer Jerman ke Katedra Wawelska (Katedral wawel) di Krakow, Polandia, bulan Februari 1940. Dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generalmajor Karl-Adolf Hollidt (Chef des Generalstabes Oberbefehlshaber Ost), Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber Ost), tidak diketahui, SS-Brigadeführer Dr.jur. Otto von Wächter (Gouverneur Distrikts Krakau und Vizegouverneur Polen), Hans Frank (Generalgouverneur im Generalgouvernement), Generalleutnant Franz Barckhausen (Rüstungs-Inspekteur Ober-Ost Krakau), Oberstleutnant Curt Siewert (1. Adjutant Oberbefehlshaber des Heeres), dan perwira Heer tak dikenal


 Acara kunjungan para petinggi militer Jerman ke Katedra Wawelska (Katedral wawel) di Krakow, Polandia, bulan Februari 1940. Dari kiri ke kanan: Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber Ost), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Hans Frank (Generalgouverneur im Generalgouvernement), dan Generalleutnant Franz Barckhausen (Rüstungs-Inspekteur Ober-Ost Krakau)


 Februari 1940: Rombongan petinggi Jerman meninggalkan Katedra Wawelska (Katedral wawel), setelah melakukan kunjungan ke Gereja Katolik di Krakow (Polandia) yang sudah berusia ratusan tahun tersebut. Berturut-turut dari bawah ke atas: warga sipil yang tidak diketahui namanya (kemungkinan besar pejabat lokal), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Hans Frank (Generalgouverneur im Generalgouvernement), Generalmajor z.V. Eugen Höberth (memakai stahlhelm, Oberfeldkommandant Krakau), Generalleutnant Franz Barckhausen (Rüstungs-Inspekteur Ober-Ost Krakau), Generalmajor Erwin Jaenecke (Oberquartiermeister Oberbefehlshaber Ost), SS-Hauptscharführer tak dikenal, dan SS-Gruppenführer Dr.jur. Arthur Seyss-Inquart (Stellvertretender Generalgouverneur im Generalgouvernement). Foto ini dibuat oleh Otto Rosner


 Foto ini diambil pada bulan Februari 1940, dan memperlihatkan momen saat kunjungan Generaloberst Walther von Brauchitsch ke Przemyśl, sebuah kota di sebelah tenggara Polandia. Disini sang Panglima Angkatan Darat (tengah) sedang mendengarkan seorang perwira Wehrmacht berkumis Chaplin yang nyerocos tentang apa dan bagaimana kondisi jembatan utama kota tersebut (latar belakang), yang melintang di atas sungai San. Sungai ini sendiri menjadi perbatasan dari wilayah kekuasaan Jerman dan Uni Soviet, yang ditetapkan tak lama setelah berakhirnya perang melawan Polandia tahun 1939. Jenderal di sebelah kanan adalah Generalmajor Erwin Jaenecke (Oberquartiermeister Oberbefehlshaber Ost)


 Di tengah kondisi dingin bersalju, Generaloberst Walther von Brauchitsch (kiri, Oberbefehlshaber des Heeres) melakukan inspeksi prajurit Wehrmacht saat mengadakan kunjungan ke Przemyśl, sebuah kota di sebelah tenggara Polandia, bulan Februari 1940. Dia diiringi oleh para perwira dan staff. Yang memakai jaket kulit adalah Generalmajor Erwin Jaenecke (Oberquartiermeister Oberbefehlshaber Ost), sementara yang memakai jaket hitam dengan kerah bulu adalah Generaloberst Erwin von Witzleben (Oberbefehlshaber 1. Armee)


 Februari 1940: Di tengah kondisi dingin bersalju, Generaloberst Walther von Brauchitsch (tengah, Oberbefehlshaber des Heeres) melakukan inspeksi prajurit Wehrmacht saat mengadakan kunjungan ke Tomaszów Mazowiecki, sebuah kota di Polandia tengah yang dilintasi oleh tiga sungai: Pilica, Wolbórka, dan Czarna Bielina. Yang memakai jaket kulit ketiga dari kiri adalah Generaloberst Johannes Blaskowitz (Oberbefehlshaber Ost). Selama invasi Nazi-Soviet atas Polandia di bulan September 1939, kota Tomaszów Mazowiecki diduduki oleh pasukan Jerman. Hanya berselang satu bulan kemudian - tepatnya tanggal 16 Oktober 1939 - Sinagog Besar di kota tersebut dibakar sampai habis, yang disusul oleh dua sinagog lainnya pada tanggal 7-14 November 1939. Ghetto untuk menampung 16.500 orang penduduk Polandia keturunan Yahudi dibangun pada bulan Desember 1940, dan ditutup dari dunia luar pada bulan Desember 1941. Di dalam ghetto, kelaparan merajalela, begitu pula wabah penyakit pes. Pada bulan Februari 1942 sekitar 15.000 Yahudi dideportasi menggunakan kereta api ke Kamp Konsentrasi Treblinka. Hanya 200 orang keturunan Yahudi dari Tomaszów Mazowiecki yang tercatat selamat sampai akhir perang


 Pada hari Sabtu tanggal 9 Maret 1940, Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) meletakkan karangan bunga ke makam prajurit tak dikenal Jerman yang gugur dalam tugas, sebagai bagian dari prosesi Heldengedenktag yang akan diselenggarakan sehari setelahnya. Pada tanggal 27 Februari 1934, pemerintahan Nasional-Sosialis Jerman memperkenalkan legislasi baru yang mengatur tentang "Heldengedenktag" (Hari Mengenang Pahlawan), yang menggantikan peringatan "Volkstrauertag" (Hari Berkabung Rakyat) warisan Pemerintahan Weimar. Dalam prosesnya, mereka secara total mengubah makna dari peringatan tersebut: dari mengenang yang telah mati demi membela negara, menjadi pemujaan terhadap pahlawan perang Jerman. Selain itu, beberapa tahun kemudian pihak Nazi meregulasikan bahwa peringatan tersebut wajib dilaksanakan pada hari minggu setiap tahunnya, demi untuk menjaga produktivitas rakyat Jerman di masa perang. Menteri Propaganda Joseph Goebbels mengeluarkan peraturan tambahan yang menginstruksikan bahwa bendera nasional tidak lagi dikibarkan setengah tiang. Heldengedenktag terakhir diselenggarakan pada tahun 1945


 Acara peringatan Heldengedenktag (Hari Pahlawan), yang diselenggarakan di Berlin pada tanggal 10 Maret 1940. Hitler menginspeksi Ehrenbataillon (Batalyon Kehormatan) Wehrmacht di Unter den Linden sebelum melakukan upacara penyimpanan karangan bunga di Ehrenmal (Monumen Kehormatan). Baris depan, dari kiri ke kanan: Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), dan Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht). Tertutup oleh Hitler adalah Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe)


 Di dalam ruangan Ehrenmal (Monumen Kehormatan), para petinggi militer Nazi memberi salam penghormatan kepada arwah para pahlawan Jerman yang telah gugur, dalam peringatan Heldengedenktag (Hari Pahlawan) yang diselenggarakan di Berlin pada tanggal 10 Maret 1940. Berdiri menghadap ke arah kiri, dari kiri ke kanan: Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), dan Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe). Foto-foto lengkap Heldengedenktag lainnya bisa dilihat DISINI


 Acara kunjungan Panglima Angkatan Darat Jerman Walther von Brauchitsch ke garis pertahanan Westwall / Siegfried Line di Front Barat, tanggal 11 Maret 1940. Pada saat ini, pihak Jerman sedang giat membangun konstruksi bunker dan jaringan pertahanan yang berhadapan dengan Maginot Line di wilayah Prancis. Berdiri sendirian di tengah adalah General der Infanterie Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee), sementara di atasnya adalah, dari kiri ke kanan: perwira Heer tak dikenal, Generalleutnant Albrecht Schubert (Kommandierender General XXIII. Armeekorps), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Oberst Erich Brandenberger (Chef des Generalstabes XXIII. Armeekorps), dan Generalmajor Franz Mattenklott (Kommandeur 72. Infanterie-Division)


15 Maret 1940: Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) berjabat tangan dengan para pekerja sipil anggota Organisation Todt yang terlibat dalam konstruksi benteng pertahanan Jerman di Westwall (Siegfried Line). Selama beberapa waktu lamanya, terdapat laporan berkala yang menyebutkan tentang keluhan para pekerja ini berkaitan dengan masa pekerjaan yang lama dengan upah yang tidak memadai. Di belakang Brauchitsch adalah Dr. Fritz Todt (Führer Organisation Todt) yang mengenakan seragam kehormatan Generalmajor Luftwaffe


 Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) dalam sebuah foto studio yang diambil pada tanggal 18 Maret 1940. Brauchitsch jarang mendebat setiap keputusan Hitler, meskipun notabene dia adalah seorang panglima Angkatan Darat. Ini karena dia merasa berutang budi pada sang diktator yang telah menempatkannya di posisi tersebut. Selain itu, Hitler pula yang telah membayarkan biaya perceraian yang menguras dompetnya, beberapa waktu setelah pengangkatannya di tahun 1938!


Para penggede Jerman duduk di boks kehormatan saat menonton pemutaran perdana "Feuertaufe" (Baptism of Fire), sebuah film propaganda yang menceritakan tentang aksi Luftwaffe dalam penguasaan Polandia di tahun sebelumnya. Premiere film ini sendiri digelar di Ufa-Palast, Berlin, tanggal 6 April 1940. Baris depan, dari kiri ke kanan: Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), Charlotte von Brauchitsch (istri Panglima Angkatan Darat Walther von Brauchitsch), Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), dan Hans-Karl Bertram (sutradara film "Feuertaufe"). Foto bawah memperlihatkan, persis di atas kepala Brauchitsch, Oberst Paul Conrath (Chefadjutant Oberbefehlshaber der Luftwaffe). Göring sendiri mengenakan ärmelband “Jagdgeschwader Frhr. v. Richthofen Nr. 1 1917/18” di lengan kanannya, karena dia merupakan komandan terakhir unit legendaris warisan Sang Red Baron tersebut dalam Perang Dunia Pertama


 Upacara pemakaman kenegaraan untuk General der Artillerie Prof.Dr.-Ing. Dr.Phil.h.c. Karl Becker (Chef Heeres-Waffenamt), yang diselenggarakan di Technische Hochschule Berlin, tanggal 12 April 1940. Becker meninggal dunia beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada tanggal 8 April 1940, akibat dari bunuh diri. Selama berbulan-bulan dia mengalami depresi karena mendapat tekanan dari Hitler dan atasannya, yang menyalahkannya atas menurunnya kapasitas produksi mesin-mesin perang Jerman. Bunuh dirinya sang jenderal ditutupi dengan upacara pemakaman kenegaraan yang megah, yang dihadiri langsung oleh Adolf Hitler. Dalam foto ini, tiga orang yang berada di belakang sang Führer adalah, dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Rudolf Hess (Stellvertreter des Führers), dan Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe). Di belakangnya lagi adalah para ajudan: Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), Hauptmann Gerhard Engel (Adjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht), dan Oberstleutnant Curt Siewert (1. Adjutant Oberbefehlshaber des Heeres)


Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) beramah-tamah dengan bocah-bocah belia anggota Hitlerjugend, dalam kunjungan sang Panglima Angkatan Darat ke wilayah Barat Jerman, tanggal 16 April 1940. Para bocah ini dipersiapkan untuk menjadi "kloter" selanjutnya bagi sumber daya manusia militer Nazi. Mereka juga dijanjikan bahwa suatu saat nanti mereka akan mendapat kehormatan untuk berjuang demi membela tanah air Jerman. Di latar belakang kita bisa melihat dua jenderal Wehrmacht lainnya, dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee) dan Generalleutnant Kurt von Briesen (Kommandeur 30. Infanterie-Division). Tiga orang dalam foto ini - Brauchitsch, Reichenau dan Briesen - tercatat sebagai tiga dari 27 orang penerima pertama Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (medali yang tergantung di leher mereka), yang didapatkan pada bulan September-Oktober 1939. Di akhir perang, penerima medali keberanian bergengsi ini "membludak" menjadi 7.364 orang, termasuk 43 penerima dari luar Jerman!


 Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) menerima ucapan selamat dari Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) - yang memberikan salam hormat Nazi - di hari ulangtahunnya yang ke-51, tanggal 20 April 1940. Meskipun Angkatan Bersenjata Jerman baru secara resmi mengadopsi salam Nazi dari mulai tanggal 20 Juli 1944 (setelah upaya pembunuhan yang gagal terhadap Hitler), tapi salam khas partai ini sudah digunakan secara terbatas dari bertahun-tahun sebelumnya, terutama bila berhadapan dengan sang Führer langsung. Foto ini diambil oleh fotografer pribadi Hitler, Heinrich Hoffmann. Foto-foto lain dari Führergeburtstag (perayaan ulang tahun Hitler) bisa dilihat DISINI


 Atas nama Führer und Reichskanzler, Panglima Angkatan Darat Walther von Brauchitsch menganugerahkan medali Eisernes Kreuz II.Klasse kepada 11 orang pekerja Westwall, yang dengan gagah berani membangun benteng pertahanan Jerman di front terdepan, persis di depan pengawasan pasukan Prancis. Di hari ulang tahun Adolf Hitler yang ke-51 tanggal 20 April 1940, Dr. Fritz Todt (Reichsminister für Bewaffnung und Munition) memperkenalkan tiga orang diantara mereka ke hadapan Panglima Angkatan Darat. Mereka adalah, dari kiri ke kanan: Insinyur dan Betriebsfphrer Karl Göttert dari Weisel, Vorarbeiter Franz Hoffmann dari Essen, dan Frontführer (SA-Oberführer) Hans-Gerhard Breymann dari Göttingen. Dalam foto ini, Todt mengenakan holster untuk pistol berukuran kecil seperti Mauser HSc, CZ Modell 27, atau Walther PPK


Generaloberst Walther von Brauchitsch (kanan, Oberbefehlshaber des Heeres) dalam acara penghargaan medali untuk prajurit-prajurit Wehrmacht yang berprestasi dalam pertempuran di Front Barat, bulan Mei 1940. Di belakangnya memperhatikan General der Infanterie Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee). Foto oleh Kriegsberichter Otto Schönstein dari firma Heinrich Hoffmann



Para perwira Jerman meriung di sekeliling dua jenderal terkemuka mereka. Bapak-bapak botak yang menghadap ke arah kamera adalah Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), sementara yang memegang peta adalah General der Panzertruppe Heinz Guderian (Kommandierender General Panzergruppe Guderian). Wajah yang ikutan nongol persis di atas topi Guderian adalah Oberst Walther Nehring (Chef des Generalstabes Panzergruppe Guderian). Foto ini diambil di Prancis, kemungkinan besar tanggal 11 Juni 1940



Foto karya Fritz Schulz dari firma Heinrich Hoffmann ini memperlihatkan Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) sedang membahas strategi penyerangan akhir ke Prancis bersama dengan para jenderal-jenderalnya di Kartenraum (ruang peta) Führerhauptquartier Wolfsschlucht, Brûly-de-Pesche (Belgia), tanggal 20 Juni 1940. Dari kiri ke kanan: Major im Generalstab Wilhelm "Willy" Deyhle (Adjutant Chef Wehrmacht-Führungsamt Jodl), Generalmajor Alfred Jodl (Chef Wehrmacht-Führungsamt), Hitler, Generaloberst Walther von Brauchitsch (Chef des Oberkommandos der Wehrmacht, OKW), dan Großadmiral Dr.phil.h.c. Erich Raeder (Chef des Oberkommandos der Kriegsmarine, OKM)


Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der SS und Polizei) berbincang-bincang dengan Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe). Di belakang Himmler adalah Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auswärtigen), sementara di belakang Göring adalah Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Foto ini diambil oleh fotografer pribadi Hitler, Hugo Jaeger, di hutan Compiègne pada tanggal 21 Juni 1940, yang merupakan hari pertama dari dua hari negosiasi gencatan senjata antara Prancis dan Jerman yang mengakhiri pertempuran di Front Barat pada tahun 1940. Pada tempat yang sama berpuluh-puluh tahun sebelumnya, tepatnya tanggal 11 November 1918, Jerman menyerah kalah kepada pihak Sekutu dan - dengannya - mengakhiri Perang Dunia I


Sebelum dimulainya negosiasi gencatan senjata antara pihak Jerman dan Prancis yang diselenggarakan di Clairière de l'Armistice, Compiègne (Prancis), tanggal 21 Juni 1940, para petinggi Third Reich ngobrol-ngobrol sebentar, yang dilanjutkan dengan naiknya mereka semua ke Compiègne Wagon untuk menunggu kedatangan delegasi Prancis. Semuanya mendengarkan dengan santai saat sang Führer ngacapruk, sementara di latar belakang terlihat gerbong bersejarah Compiègne Wagon yang nantinya akan menjadi lokasi penandatanganan. Gerbong tersebut bertulisan "Compagnie Internationale des Wagons-Lits et des Grands Express Européens" (Perusahaan Kereta-Tidur Internasional dan Express Akbar Eropa). Sebagai identifikasi orang-orang yang nongol dalam foto ini, dari kiri ke kanan: Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auswärtigen), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Rudolf Hess (Stellvertreter des Führer), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) serta Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres)


21 Juni 1940: Delegasi Jerman tampak sedang menunggu kedatangan delegasi Prancis dalam perundingan gencatan senjata yang akan mengakhiri perang antara kedua negara. Perundingan ini diselenggarakan selama dua hari (21-22 Juni 1940), di dalam Compiègne Wagon yang diparkir di Hutan Compiègne, persis di lokasi yang sama dimana Jerman menyerah kalah dalam Perang Dunia Pertama tahun 1918. Dalam foto ini kita bisa melihat, duduk searah jarum jam: Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auswärtigen), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), dan Rudolf Hess (Stellvertreter des Führer). Yang sedang menjepretkan kameranya diantara Ribbentrop dan Raeder adalah Heinrich Hoffmann, fotografer pribadi Hitler; sementara bintara SS yang berada paling dekat dengan kamera adalah SS-Hauptscharführer Otto Günsche (Adjutant Führer und Reichskanzler)


21 Juni 1940: 12 menit setelah kedatangan delegasi Prancis di gerbong kereta yang dipakai sebagai tempat negosiasi gencatan senjata antara pihak Jerman dan Prancis, Hitler berdiri, memberi hormat dengan kaku, dan pergi meninggalkan kereta. Waktu menunjukkan pukul 15:42 (seluruh prosesi penyerahan sendiri hanya berlangsung sekitar 15 menit). Hitler dan rombongan lalu meninggalkan lokasi, dengan diiringi lagu "Deutschland, Deutschland uber Alles" serta "Horst Wessel" yang dibawakan oleh Musikkorps Führer-Begleit-Bataillon. Foto ini memperlihatkan saat sang Führer memberi hormat kepada Oberstleutnant Kurt Thomas (Kommandeur Führer-Begleit-Bataillon) sebelum mampret. Di belakang Hitler berdiri, dari kiri ke kanan: Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auswärtigen), Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Rudolf Hess (Stellvertreter des Führer), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), serta Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe)


 Dengan diiringi oleh para petinggi militer Nazi Jerman serta ajudannya, Hitler meninggalkan lokasi Clairière de l'Armistice, Compiègne (Prancis), setelah menyerahkan draft syarat gencatan senjata kepada delegasi Prancis, tanggal 21 Juni 1940. Dari kiri ke kanan: Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Rudolf Hess (Stellvertreter des Führer), dan Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auswärtigen), Hauptmann Nikolaus von Below (Luftwaffen-Adjutant beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Oberst Rudolf Schmundt (Chefadjutant der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), dan SA-Obergruppenführer Wilhelm Brückner (Chef-Adjutant Führer und Reichskanzler)


 Dari kiri ke kanan: Generalleutnant Johann Pflugbeil (Kommandeur 221. Infanterie-Division) bersalaman dengan Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), sementara General der Artillerie Friedrich Dollmann (Oberbefehlshaber 7. Armee) memperhatikan di sebelah kanan. Foto ini kemungkinan besar diambil pada bulan Juni 1940 (setidaknya setelah tanggal 24 Juni, ketika Dollmann dianugerahi Ritterkreuz), saat 221. Infanterie-Division (Pflugbeil) berada di bawah komando 7. Armee (Dollmann). Pada waktu itu, divisi infanteri tersebut bermarkas di Oberrhein. 221 ID sendiri dibentuk pada bulan Agustus 1939. Sebagian besar dari kekuatan divisi kemudian ditransfer ke unit-unit lainnya ketika divisi ini digunakan sebagai pasukan pendudukan di Polandia. Pada bulan Maret 1941, umur divisi ini tamat ketika kekuatannya dipreteli untuk kedua kalinya demi digunakan sebagai penyumbang utama tiga divisi keamanan baru Wehrmacht: 221. Sicherungs-Division, 444. Sicherungs-Division, dan 454. Sicherungs-Division


 Dari kiri ke kanan: General der Artillerie Friedrich Dollmann (Oberbefehlshaber 7. Armee), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), dan Generalleutnant Johann Pflugbeil (Kommandeur 221. Infanterie-Division). Foto ini kemungkinan besar diambil pada bulan Juni 1940 (setidaknya setelah tanggal 24 Juni, ketika Dollmann dianugerahi Ritterkreuz), saat 221. Infanterie-Division (Pflugbeil) berada di bawah komando 7. Armee (Dollmann). Pada waktu itu, divisi infanteri tersebut bermarkas di Oberrhein. Dalam foto ini, Dollmann dan Brauchitsch mengenakan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes di leher mereka, sementara Pflugbeil mengenakan medali Kommandeurkreuz II. Klasse des Königlich Sächsischen Militär St. Heinrichs-Ordens, yang dia dapatkan dalam Perang Dunia I, tepatnya tanggal 31 Agustus 1916



6 Juli 1940: Rakyat Jerman menyambut dengan penuh sorak-sorai para pemimpin mereka yang berdiri di balkon bangunan Neue Reichskanzlei (Berlin) yang menghadap Wilhelmplatz, yang baru saja meraih kemenangan gilang-gemilang di Front Barat melawan pasukan Sekutu. Hitler sendiri baru saja balik ke Berlin dari masa tinggalnya di Führerhauptquartier Tannenberg, Schwarzwald, yang berlangsung selama seminggu (28 Juni s/d 5 Juli 1940). Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auswärtigen), dan Generaloberst Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht). Dua orang yang berada di ujung kanan kemungkinan adalah awak kamera. Foto paling bawah memperlihatkan sebuah mobil yang nangkring di bawah balkon. itu adalah Mercedes-Benz 320 Pullman Limousine (1937)



Pada tanggal 19 Juli 1940 bertempat di Krolloper (Gedung Opera Kroll) dalam Reichstagssitzung (sesi Reichstag), Adolf Hitler mengumumkan promosi 12 orang Generalfeldmarschall (Jenderal Marsekal Lapangan) baru Wehrmacht yang telah berprestasi luar biasa dalam peperangan di Barat satu bulan sebelumnya. Ke-12 orang tersebut terdiri dari 9 orang marsekal Heer dan 3 orang marsekal Luftwaffe. Selain itu, naik pangkat juga Panglima Luftwaffe Hermann Göring dari Generalfeldmarschall menjadi Reichsmarschall. Dalam foto ini para Generalfeldmarschall anyar dari Heer berfoto bersama Hitler dan Göring sambil membawa Marschallstab (Tongkat Marsekal) mereka. Dari kiri ke kanan: Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommando der Wehrmacht), Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Heeresgruppe A), Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Wilhelm Ritter von Leeb (Oberbefehlshaber Heeresgruppe C), Wilhelm List (Oberbefehlshaber 12. Armee), Hans-Günther von Kluge (Oberbefehlshaber 4. Armee), Erwin von Witzleben (Oberbefehlshaber 1. Armee), dan Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee)


Pada tanggal 19 Juli 1940 bertempat di Krolloper (Gedung Opera Kroll) dalam Reichstagssitzung (sesi Reichstag), Adolf Hitler mengumumkan promosi 12 orang Generalfeldmarschall (Jenderal Marsekal Lapangan) baru Wehrmacht yang telah berprestasi luar biasa dalam peperangan di Barat satu bulan sebelumnya. Ke-12 orang tersebut terdiri dari 9 orang marsekal Heer dan 3 orang marsekal Luftwaffe. Foto ini memperlihatkan Hitler menyalami para Generaloberst baru yang diangkat pada hari yang sama. Dari kiri ke kanan: Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (punggung menghadap ke kamera, Oberbefehlshaber des Heeres), dan Generalfeldmarschall Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe als Vertreter des Oberbefehlshabers Göring). Selanjutnya adalah orang-orang yang naik pangkat menjadi Generaloberst: General der Artillerie Franz Halder (Chef des Generalstabes des Heeres), General der Artillerie Friedrich Dollmann (tidak kelihatan, Oberbefehlshaber 7. Armee), General der Kavallerie Ewald von Kleist (tidak kelihatan, Kommandierender General XXII. Armeekorps [motorisiert]), General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Oberbefehlshaber 2. Armee), General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 18. Armee), General der Infanterie Eugen Ritter von Schobert (bersalaman dengan Hitler, Kommandierender General VII. Armeekorps), General der Infanterie Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee), General der Panzertruppe Heinz Guderian (Kommandierender General XIX. Armeekorps [motorisiert]), dan General der Infanterie Hermann Hoth (Kommandierender General XV. Armeekorps). Uniknya, para Generaloberst baru (dari Halder sampai Hoth) berdiri sesuai susunan senioritasnya! Generaloberst lain yang diangkat di hari yang sama tapi tidak kelihatan dalam foto ini adalah (sesuai urutan dari kiri ke kanan setelah Hoth): General der Infanterie Adolf Strauß (Kommandierender General II. Armeekorps), General der Artillerie Curt Haase (Kommandierender General III. Armeekorps), General der Infanterie Nikolaus von Falkenhorst (Oberbefehlshaber Armeegruppe XXI), General der Kavallerie Erich Hoepner (Kommandierender General XVI. Armeekorps [motorisiert]), dan General der Artillerie Friedrich "Fritz" Fromm (Chef der Heeresrüstung und Befehlshaber des Ersatzheeres). Total ada 14 Generaloberst baru!


 Sekumpulan perwira Heer di sebuah lapang terbuka. Sebagai identifikasinya: yang memegang interimstab di tengah adalah Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres); lawan bicaranya yang memegang pedang adalah General der Infanterie Hans von Salmuth (Chef des Generalstabes Heeresgruppe B); dan yang berdiri paling kiri adalah Generalmajor Kurt Himer (Kommandeur 216. Infanterie-Division). Tampaknya foto ini diambil saat Panglima AD Brauchitsch mengunjungi latihan perang 216. Infanterie-Division. Divisi pimpinan Himer ini sendiri menjadi bagian dari Heeresgruppe B (dimana Salmuth menjadi Kepala Staff-nya) dari tanggal 28 Juli 1940 s/d 11 September 1940


Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Erwin von Witzleben (Oberbefehlshaber 1. Armee), General der Infanterie Franz Boehme (Kommandierender General XVIII. Gebirgskorps), Generalfeldmarschall Wilhelm Ritter von Leeb (Oberbefehlshaber Heeresgruppe C), Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (memegang teropong, Oberbefehlshaber des Heeres); serta Generalleutnant Wilhelm Fahrmbacher (Kommandeur 5. Infanterie-Division). Foto ini berasal dari bulan September 1940, tak lama setelah kemenangan pasukan Jerman atas Prancis, dan kemungkinan besar diambil pada saat berlangsungnya latihan perang 5. Infanterie-Division pimpinan Fahrmbacher. Pada saat ini, divisi infanteri tersebut berada di bawah komando XVIII. Gebirgskorps (Boehme), yang berada di bawah komando 1. Armee (Witzleben), yang berada di bawah komando Heeresgruppe C (Leeb), yang berada di bawah perintah langsung Panglima Angkatan Darat Jerman (Brauchitsch)


 Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (tengah, Oberbefehlshaber des Heeres) saat baru tiba di sebuah lapangan udara di Prusia Timur, dalam acara inspeksi ke pasukan Jerman yang ditempatkan di bawah komando I. Armeekorps, tanggal 20 September 1940. Brauchitsch membawa serta interimstab (tongkat komando), yang menunjukkan statusnya sebagai seorang Marsekal atau Panglima Tinggi. Mendampingi di sebelah kanannya - memegang pedang - kemungkinan besar adalah General der Infanterie Kuno-Hans von Both (Kommandierender General I. Armeekorps), sementara yang paling kanan adalah Oberst Walter Weiß (Chef des Generalstabes I. Armeekorps). Brauchitsch sendiri tercatat sebagai Komandan pertama Korps AD ke-1 ini saat dibentuk pada tahun 1934. BTW, sebenarnya saat foto ini diambil Weiß baru saja mendapat pemberitahuan kenaikan pangkat menjadi Generalmajor (1 September 1940), hanya saja dia masih mengenakan seragam Oberst-nya sambil menunggu dokumen resmi serta kelengkapan pangkat barunya, yang biasanya baru keluar di awal bulan selanjutnya (periode menunggu ini dinamakan sebagai "mit wirkung")


 Pada tanggal 5 Oktober 1940 hari Sabtu, Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) melakukan kunjungan ke Den Haag/Gravenhage, Belanda, untuk bertemu dengan SS-Gruppenführer Dr.jur. Arthur Seyss-Inquart (Reichskommissar für die Niederlande) dan General der Flieger Friedrich Christiansen (Militärbefehlshaber Niederlanden). Foto ini memperlihatkan saat sang Panglima Angkatan Darat Jerman menginspeksi pasukan kehormatan sambil memberi hormat marsekal dengan menggunakan interimstab-nya. Jenderal yang selalu "ngintil" bersamanya adalah Charakter als General der Infanterie z.V. Alfred Boehm-tettelbach (Kommandeur Höheres Kommando z.b.V. XXXVII )


 Pada tanggal 5 Oktober 1940 hari Sabtu, Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) melakukan kunjungan ke Den Haag/Gravenhage, Belanda, untuk bertemu dengan SS-Gruppenführer Dr.jur. Arthur Seyss-Inquart (Reichskommissar für die Niederlande) dan General der Flieger Friedrich Christiansen (Militärbefehlshaber Niederlanden). Foto ini diambil dua hari kemudian, tanggal 7 Oktober 1940, dan memperlihatkan saat sang Panglima Angkatan Darat Jerman melakukan jabat tangan perpisahan dengan Seyss-Inquart sebelum kembali ke Jerman. Di sebelah kiri adalah Charakter als General der Infanterie z.V. Alfred Boehm-tettelbach (Kommandeur Höheres Kommando z.b.V. XXXVII )


 Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), Jenderal Eugenio Espinosa de los Monteros (Duta Besar Spanyol untuk Jerman), dan Generaloberst Friedrich Dollmann (Oberbefehlshaber 7. Armee). Foto ini diambil oleh fotografer dari Presse-Illustrationen Heinrich Hoffman pada tanggal 26 Oktober 1940, saat berlangsungnya kunjungan diktator Spanyol Francisco Franco ke Berlin


Dari kiri ke kanan: Admiral Günther Lütjens (Flottenchef), Generaloberst Franz Halder (Chef des Generalstabes des Heeres), General der Panzertruppe Heinrich von Vietinghoff (Kommandierender General XIII. Armeekorps), Generalmajor Otto von Knobelsdorff (Kommandeur 19. Infanterie-Division), serta Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Tidak ada keterangan kapan foto ini diambil, tapi yang jelas setelah berakhirnya perang di Front Barat tahun 1940


Dari kiri ke kanan: General der Infanterie Karl Ritter von Prager (Kommandierender General XXV. Armeekorps), Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), serta Generaloberst Friedrich Dollmann (Oberbefehlshaber 7. Armee). Diantara Brauchitsch dan Dollmann bisa jadi adalah Generalmajor Hans von Greiffenberg (Chef der Operations-Abteilung im Oberkommando der Wehrmacht) atau General der Infanterie Hans-Gustav Felber (Kommandierender General XIII. Armeekorps). Tidak ada keterangan kapan foto ini diambil, tapi yang jelas setelah berakhirnya Pertempuran Prancis (Juni 1940), tapi sebelum Unternehmen Marita (April 1941)



Pada tanggal 6 November 1940, Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch melakukan inspeksi ke Maginot Line, bekas perbentengan Prancis yang dikuasai oleh pihak Jerman setelah berakhirnya peperangan di Front Barat (Mei-Juni 1940). Disini sang Panglima Angkatan Darat berjalan paling depan (tengah). Di belakangnya mengikuti, dari kiri ke kanan: Oberst Anton Dostler (Chef des Generalstabes XXV. Armeekorps) dan Generalfeldmarschall Erwin von Witzleben (Oberbefehlshaber Heeresgruppe D). Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Lehnhardt


 Foto koleksi pribadi Todd Gylsen ini memperlihatkan saat Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) melakukan inspeksi ke pangkalan Kriegsmarine di Bretagne (Prancis), tanggal 20 November 1940. Disini dia sedang berbincang-bincang dengan dua orang laksamana Kriegsmarine, dari kiri ke kanan: Charakter als Vizeadmiral Lothar von Arnauld de la Perière (Marinebefehlshaber Bretagne) dan Vizeadmiral Hans-Herbert Stobwasser (Oberwerftdirektor Brest). Foto ini sendiri diabadikan oleh Kriegsberichter Fremke


 Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) menyalami para perwira Kriegsmarine dalam acara kunjungannya ke Pangkalan Angkatan Laut Jerman di Bretagne, Prancis, tanggal 20 November 1940. Di belakangnya adalah para petinggi Kriegsmarine, dari kiri ke kanan: tidak diketahui, Vizeadmiral Hans-Herbert Stobwasser (Oberwerftdirektor Brest), dan Charakter als Vizeadmiral Lothar von Arnauld de la Perière (Marinebefehlshaber Bretagne)


 Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) meninggalkan sebuah stasiun kereta api, diikuti oleh para perwira Wehrmacht dan staff. Tidak ada keterangan dimana foto ini diambil, hanya ada keterangan waktunya: bulan Desember 1940. Meriam raksasa di latar belakang adalah Krupp K5(E) kaliber 280mm. Senjata yang bergerak menggunakan rel ini mempunyai berat 218 ton, dan mampu memuntahkan 15 buah peluru seberat 243 kg tiap jamnya, dengan jarak jangkau 64 kilometer. Hanya 25 buah meriam Krupp K5 yang diproduksi dalam Perang Dunia II, dengan dua diantaranya selamat sampai akhir perang (satu dipamerkan di United States Army Ordnance Museum, dan satunya lagi di Batterie Todt Museum, Audinghen, Prancis)


 
Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) dalam salah satu tur inspeksi ke wilayah Timur, bulan Desember 1940. Sang Panglima Angkatan Darat Jerman ingin mengetahui kesiapan pasukannya dalam menghadapi kemungkinan operasi militer yang akan datang. Dalam kunjungan ini dia menginspeksi pelatihan prajurit, barak mereka, serta alternatif penggunaan gerbong sipil yang tersedia untuk mengangkut pasukan secara cepat dari satu front ke front yang lain. Ikut mendampingi bersamanya adalah tuan rumah Generalfeldmarschall Hans-Günther von Kluge (Oberbefehlshaber 4. Armee), yang mengenakan generalmantel. Dalam foto ini kita bisa melihat medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tersembul di leher Brauchitsch dan Kluge. Dua orang perwira tinggi Wehrmacht ini mendapatkan medali bergengsi tersebut di hari yang sama, tanggal 30 September 1939, dan tercatat sebagai 2 dari hanya 11 orang penerima pertama medali Ritterkreuz dalam Perang Dunia II!



 Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) dalam salah satu tur inspeksi ke wilayah Kanalküste (Selat Inggris), tanggal 30 Desember 1940. Dalam foto ini dia berbincang-bincang dengan para prajurit Wehrmacht demi mengetahui sejauh mana kesiapan mereka dalam menghadapi kemungkinan operasi militer yang akan datang. Dia kembali ke Berlin dengan perasaan lega setelah mengetahui betapa tingginya level pelatihan pasukan Jerman secara keseluruhan


 Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) dalam salah satu tur inspeksi ke wilayah Kanalküste (Selat Inggris), tanggal 30 Desember 1940. Foto ini memperlihatkan saat sang Panglima Angkatan Darat Jerman berbincang-bincang dengan awak leFH 18 (leichte Feldhaubitze 18) kaliber 105mm, sebuah senjata artileri dari jenis howitzer ringan yang dilengkapi dengan roda besi untuk transportasi dengan kuda


Jenderal Tomoyuki Yamashita dari Jepang memberikan kenang-kenangan sebuah pedang katana khas Samurai kepada Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Tangannya menunjukkan huru-huruf katakana bertuliskan "Marsekal Brauchitsch", yang terdapat di pembungkus pedang tersebut. Foto ini diambil saat delegasi dari Jepang mengunjungi Hauptquartier des Oberkommandos des Heeres di Berlin, tanggal 18 Januari 1941. Yamashita dan Jenderal Kitsuju Ayabe melakukan "Tur Pencarian Fakta" ke Jerman dan Italia dari bulan Desember 1940 s/d Juni 1941. Yamashita nantinya menjadi salah satu jenderal Jepang paling brilian dalam Perang Dunia II, saat dia dan pasukannya menggulung pasukan Inggris di semenanjung Malaya dan Pulau Singapura hanya dalam waktu 70 hari. Tidak hanya itu, ratusan ribu prajurit Inggris yang menyerah membuat shock Perdana Menteri mereka, Winston Churchill, sehingga menyebutnya sebagai "bencana militer terbesar Inggris dalam sejarah"! Dari sejak saat itu, Yamashita mendapat julukan mentereng, 'The Tiger of Malaya'


 Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch, Mayor-Jenderal Tomoyuki Yamashita (Kepala Misi Militer Jepang ke Berlin dan Roma), dan Mayor-Jenderal Kiyotomi Okamoto (Atase Militer Jepang di Jerman). Foto ini diambil pada tanggal 18 Januari 1941, saat delegasi dari Jepang melakukan kunjungan ke Hauptquartier des Oberkommandos des Heeres di Zossen, Berlin. Yamashita dan anggota rombongan lainnya melakukan "Tur Pencarian Fakta" ke Jerman dan Italia dari bulan Desember 1940 s/d Juni 1941. Hasil dari misi tersebut kemudian diimplementasikan dalam rencana perang masa depan Jepang di wilayah Pasifik


 Januari 1941: Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) memberikan sebuah pedang kehormatan sebagai hadiah kepada SA-Stabschef Viktor Lutze, yang beberapa hari sebelumnya berulang tahun yang ke-50 tanggal 28 Desember 1940. Disini tidak diperlihatkan pedang tersebut, sementara yang dipegang oleh Brauchitsch sendiri adalah Marschallstab (Tongkat Marsekal), yang diberikan oleh Hitler kepadanya pada tanggal 19 Juli 1940 saat dia mendapat promosi kenaikan pangkat luar biasa dari Generaloberst menjadi Generalfeldmarschall. Foto atas yang berdiri di tengah adalah SA-Obergruppenführer Max Luyken (Chef des Erziehungshauptamtes der Oberen SA-Führung). Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Reichelt


 Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) dalam acara kunjungan ke unit-unit yang menjadi bagian dari 18. Armee. Tampak beberapa jenderal lain yang bisa diidentifikasi: Generaloberst Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 18. Armee), General der Artillerie Albert Wodrig (Kommandierender General XXVI. Armeekorps), dan Generalleutnant z.V. Hermann Wilck (Kommandeur 161. Infanterie-Division). Tidak ada keterangan persis kapan foto ini diambil, tapi yang jelas di musim dingin tahun 1940/41



Acara kunjungan Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) ke wilayah kekuasaan Jerman di Timur, bulan Januari 1941. Foto ini memperlihatkan saat sang Panglima Angkatan darat Jerman (tengah) menginspeksi leichte Infanteriegeschütz 18 kaliber 75mm (7,5 cm le.IG 18), sebuah meriam artileri ringan yang biasa digunakan oleh unit-unit Gebirgsjäger (Pasukan Gunung). Dua orang jenderal di sebelah kanan adalah, dari kiri ke kanan: General der Infanterie z.V. Friedrich "Fritz" Koch (Kommandierender General XXXXIV. Armeekorps) dan Generalfeldmarschall Hans-Günther von Kluge (Oberbefehlshaber 4. Armee)


 Acara inspeksi Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) ke pasukan Jerman yang ditempatkan di wilayah Timur, tepatnya di Polandia. Tidak ada keterangan kapan foto ini diambil, tapi kemungkinan besar di awal tahun 1941. Jenderal yang nyengir di belakang Brauchitsch adalah Generalleutnant Walter Keiner (Kommandeur 62. Infanterie-Division), karenanya bisa lah kita menyebut bahwa ini adalah kunjungan sang Panglima Angkatan darat ke divisi tersebut



Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) dalam acara kunjungan ke markas Panzer Abteilung 301, tanggal 11 Februari 1941. Batalyon ini direncanakan untuk ikut berpartisipasi dalam penguasaan wilayah Gibraltar (Mediterania) yang diduduki oleh Inggris. Dalam waktu yang mepet, dia dibentuk dari gabungan personil Panzer-Regiment 5 dan 6, sementara tanknya (yang hampir semuanya merupakan hasil rampasan dari Prancis) diambil dari Panzer-Regiment 201. Ketika rencana operasi tersebut dibatalkan, Panzer-Abteilung 301 kemudian dinamai ulang menjadi II.Abteilung / Panzer-Regiment 201 yang menjadi bagian dari 23. Panzer-Division


 Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Eduard Ritter von Böhm-Ermolli (mantan Panglima Austro-Hungaria dalam Perang Dunia Pertama), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), Generalfeldmarschall Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), Rudolf Hess (Stellvertreter des Führers), dan Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der SS und Polizei). Foto ini diambil dalam acara Heldengedenktag (Peringatan Hari Pahlawan), yang diselenggarakan di Berlin tanggal 16 Maret 1941


Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht) berjabat tangan dengan Generalfeldmarschall Eduard Ritter von Böhm-Ermolli dalam acara Heldengedenktag (Peringatan Hari Pahlawan) di Berlin, tanggal 16 Maret 1941. Berturut-turut setelah Böhm-Ermolli adalah, dari kiri ke kanan: Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), Generalfeldmarschall Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), Rudolf Hess (Stellvertreter des Führers), dan Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der SS und Polizei). Böhm-Ermolli adalah satu-satunya di seantero Wehrmacht yang mempunyai pangkat "Charakter als Generalfeldmarschall". Lah, apa artinya ini beibeh? "charakterisierter Dienstgrad" adalah pangkat yang diberikan kepada seorang perwira bukan karena prestasinya di lapangan, melainkan hanya sebagai pangkat kehormatan belaka. Hitler menganugerahkan pangkat Generalfeldmarschall pada Böhm-Ermolli pada tanggal 31 Oktober 1940 sebagai sebuah penghargaan bagi jenderal gaek asal Austria ini, yang menjadi pahlawan perang Austro-Hungaria dalam Perang Dunia Pertama dan salah satu dari sedikit orang yang berpangkat Feldmarschall di akhir perang (diberikan tanggal 31 Januari 1918). Perlu diingat bahwa setelah "Anschluss" (Penyatuan) tahun 1938, Austria tak lagi eksis sebagai sebuah negara independen dan masuk menjadi salah satu provinsi Jerman


Pada tanggal 3 April 1941 hari Kamis, Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) melakukan kunjungan satu hari ke Sofia, Bulgaria. Rencananya dia akan melihat persiapan pasukan Jerman dari 12. Armee yang akan digunakan untuk melakukan invasi ke wilayah Balkan beberapa hari setelahnya (tepatnya tanggal 6 April 1941). Foto ini memperlihatkan saat sang Panglima Angkatan Darat Jerman (kiri) baru saja tiba di bandara Vrazhdebna, dan disambut langsung oleh Letnan-Jenderal Nikola Nikolov Hadzhipetkov (Kepala Staff Angkatan Darat Bulgaria). Memperhatikan di tengah adalah Generalfeldmarschall Wilhelm List (Oberbefehlshaber 12. Armee)



Pada tanggal 3 April 1941 hari Kamis, Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) melakukan kunjungan satu hari ke Sofia, Bulgaria. Rencananya dia akan melihat persiapan pasukan Jerman dari 12. Armee yang akan digunakan untuk melakukan invasi ke wilayah Balkan beberapa hari setelahnya (tepatnya tanggal 6 April 1941). Foto ini memperlihatkan saat sang Panglima Angkatan Darat Jerman melakukan inspeksi terhadap Kompi Penjaga Kehormatan Bulgaria dari Akademi Militer Sofia. Dia diiringi oleh para jenderal Bulgaria, dari kiri ke kanan: Letnan-Jenderal Theodosi Daskalov (Menteri Peperangan Bulgaria), Mayor-Jenderal Nikola Mihov (Komandan Akademi Militer Sofia), Letnan-Jenderal Nikola Nikolov Hadzhipetkov (Kepala Staff Angkatan Darat Bulgaria), Kolonel Ivan Konstantinov Popov (Kepala Seksi Operasional Staff Jenderal Bulgaria), Brauchitsch, dan Mayor-Jenderal Konstantin Lukash (Komandan Garnisun Sofia). Foto ini sendiri diambil di bandara Vrazhdebna. Di latar belakang terlihat pesawat ringan Letov Š-28 produksi Cekoslowakia yang menjadi milik Angkatan Udara Kerajaan Bulgaria


 Pada tanggal 3 April 1941 hari Kamis, Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) melakukan kunjungan satu hari ke Sofia, Bulgaria. Rencananya dia akan melihat persiapan pasukan Jerman dari 12. Armee yang akan digunakan untuk melakukan invasi ke wilayah Balkan beberapa hari setelahnya (tepatnya tanggal 6 April 1941). Foto ini memperlihatkan saat sang Panglima Angkatan Darat Jerman menyalami para perwira 12. Armee di bandara Vrazhdebna. Bapak-bapak tinggi besar di belakang Brauchitsch adalah Generalfeldmarschall Wilhelm List (Oberbefehlshaber 12. Armee), sementara di belakang adalah barisan penjaga kehormatan Bulgaria dari Akademi Militer Sofia


Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Wilhelm List (Oberbefehlshaber 12. Armee), Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), dan Generalmajor Hans von Greiffenberg (Chef des Generalstabes 12. Armee). Foto ini diambil pada tanggal 3 April 1941, dalam kunjungan Brauchitsch ke markas 12. Armee di Sofia (Bulgaria), beberapa hari sebelum berlangsungnya Unternehmen Marita tanggal 6 April 1941, dimana pasukan Jerman secara berkesinambungan menyerbu negara Yunani dan Yugoslavia. Di latar belakang kita bisa melihat dua orang perwira Luftwaffe sedang berbincang-bincang. Dari kragenspiegel (tanda pangkat kerah) mereka, mudah untuk mengetahui pangkatnya: Leutnant (kiri) dan Major (kanan)


 Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Wilhelm List (Oberbefehlshaber 12. Armee) dan Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Foto ini diambil pada tanggal 3 April 1941, dalam acara kunjungan Brauchitsch ke markas 12. Armee di Sofia (Bulgaria), beberapa hari sebelum berlangsungnya Unternehmen Marita tanggal 6 April 1941, dimana pasukan Jerman secara berkesinambungan menyerbu negara Yunani dan Yugoslavia. Di latar belakang kita bisa melihat tiga orang perwira Wehrmacht (satu diantaranya anggota Luftwaffe). Dari adjutantschnur yang melintang di atas lengannya, kita bisa mengetahui bahwa perwira paling kiri adalah seorang ajudan (entah ajudan siapa), sementara perwira Luftwaffe di tengah kemungkinan besar adalah pilot pribadi sang panglima (entah panglima yang mana). Sementara itu, perwira satu lagi yang berdiri paling kanan tampaknya adalah perwira staff (entah staff yang mana)


 Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) melakukan penghormatan militer - setelah meletakkan karangan bunga - di monumen prajurit Bulgaria yang gugur dalam Perang Dunia Pertama. Foto ini diambil pada tanggal 3 April 1941 hari Kamis, dalam acara kunjungan satu hari sang Panglima Angkatan Darat Jerman di Sofia, Bulgaria. Lokasinya sendiri berada di sekitar komplek barak tentara yang sekarang menjadi Istana Nasional Taman Budaya. Pada saat foto ini diambil, terdapat tiga buah dinding raksasa yang memajang ribuan nama prajurit yang telah gugur, ditambah dengan sebuah patung singa (saat ini yang tersisa hanya patung singanya saja). BTW, jenderal Bulgaria yang berada di samping Brauchitsch adalah Letnan-Jenderal Nikola Nikolov Hadzhipetkov (Kepala Staff Angkatan Darat Bulgaria)


 Pada tanggal 20 April 1941, para petinggi militer dan pemerintahan Nazi Jerman menyambangi sang Führer di markasnya, Führerhauptquartier Frühlingssturm (Mönichkirchen, Austria), untuk memberikan ucapan selamat atas hari ulangtahunnya yang ke-52. Wakil Hitler Rudolf Hess juga menyampaikan ucapan selamat yang sama melalui radio. Dari kiri ke kanan: Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auswärtigen), SS-Gruppenführer Julius Schaub (membelakangi kamera, Chefadjutant Führer und Reichskanzler), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der SS und Polizei), Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (membelakangi kamera, Oberbefehlshaber des Heeres), Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler), dan Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht)


Ketiga pimpinan Angkatan Bersenjata memberi ucapan selamat untuk Hitler atas ulang tahunnya yang ke-52 tanggal 20 April 1941, yang dirayakan secara sederhana di Führerhauptquartier Frühlingssturm (Mönichkirchen, Austria). Dua hari kemudian Yunani menyatakan penyerahannya setelah diinvasi oleh pasukan Jerman dan Italia. Disini terlihat dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Panglima Angkatan Darat), Reichsmarschall Hermann Göring (Panglima Angkatan Udara) dan Großadmiral Erich Raeder (Panglima Angkatan Laut). Wajah yang nyelip di belakang sambil tersenyum tampaknya adalah Reichspressechef Dr.rer.pol. Otto Dietrich


Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), dan Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht). Foto ini diambil oleh Walter Frentz pada tanggal 25 April 1941, dan diceritakan bahwa mereka bertiga sedang merundingkan situasi terkini di Balkan, dimana pasukan Jerman baru saja meraih kemenangan gemilang disana, sehingga menambah dua negara baru ke dalam wilayah kekuasaannya: Yugoslavia dan Yunani. Dari interiornya, kemungkinan besar mereka sedang berada di dalam Führersonderzug "Amerika", yang merupakan markas berjalan Hitler apabila sedang bepergian ke berbagai tempat. Kampanye militer di Balkan sendiri adalah kali terakhir Hitler menggunakan kereta api tersebut sebagai markas berjalannya, meskipun kesananya sang Führer tetap "berkelana" menggunakan Führersonderzug di sepanjang sisa perang, bolak-balik antara Berlin, Münich, Rastenburg, Vinnitsa, dan Führerhauptquartier-nya yang lain


Foto hasil karya Kriegsberichter Deeg ini memperlihatkan Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) mendengarkan dengan serius ocehan dari General der Kavallerie Georg Stumme (Kommandierender General XXXX.Armeekorps [motorisiert]). Waktunya sendiri adalah tanggal 29 April 1941, saat Brauchitsch mengadakan kunjungan ke lapangan udara yang dikuasai oleh Jerman di Yunani Utara, saat sedang berlangsungnya Balkanfeldzug (invasi Wehrmacht atas Yugoslavia dan Yunani). Di latar belakang kita bisa melihat sebuah bis MAN Tipe E 3000 yang terparkir di lapangan rumput


 Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (tengah, Oberbefehlshaber des Heeres) dan Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (kanan, Chef Oberkommando der Wehrmacht) menyambut kedatangan Jenderal Ferdinand Čatloš dari Slovakia di markas mereka di Zossen, Berlin-Brandenburg, di malam tanggal 29 April 1941. Čatloš sendiri menjabat sebagai Menteri Pertahanan Slovakia, selain sebagai Panglima pasukan Slovakia dalam invasi ke Polandia (1939) dan Rusia (1941). Ketika Perang Dunia II berakhir, Čatloš dipenjarakan selama tiga tahun karena dianggap sebagai kolaborator Nazi. Dia menghabiskan sisa hidupnya sebagai juru tulis biasa, dan meninggal pada tahun 1972 di Cekoslowakia


Foto ini diambil pada bulan Mei 1941, selama berlangsungnya kunjungan Walther von Brauchitsch ke wilayah Balkan, tak lama setelah penguasaan Jerman atas Yunani dan Yugoslavia. Tampaknya sang Panglima Angkatan Darat sedang menginspeksi mesin-mesin perang Jerman yang dipakai dalam kampanye militer sebelumnya. Senjata di belakang adalah Flak 30 (Flugabwehrkanone 30) kaliber 20mm, hanya saja tanpa dilengkapi dengan kendaraan penarik di bawahnya, dan didudukkan di sebuah trailer. Sebagai identifikasi orang-orangnya: 1.Oberstleutnant Heinz von Gyldenfeldt (Erster Generalstabsoffizier beim Oberbefehlshaber des Heeres), 2.Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), 3.Oberstleutnant i.G. Max-Josef Pemsel (Chef des Generalstabes XVIII. Gebirgskorps), 4.Generalmajor Ferdinand Schörner (Kommandeur 6. Gebirgs-Division), dan General der Infanterie Franz Boehme (Kommandierender General XVIII. Gebirgskorps)


 Kunjungan Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) ke bukit Akropolis, Athena (Yunani), tanggal 11 Mei 1941. Sang Marsekal (membawa interimstab) ditemani oleh Dr. Walther Wrede (Landesgruppenleiter Griechenland), seorang petinggi Nazi yang juga merupakan seorang ahli arkeologi terkemuka. Yang nyempil di sebelah kiri adalah Generalmajor Hans von Greiffenberg (Chef des Generalstabes 12. Armee). Sehari sebelumnya, pada tanggal 10 Mei 1941, Greiffenberg mendapat perintah pemindahan ke Heeresgruppe B untuk menjadi Kepala Staff-nya, dan pada tanggal 18 Mei dia dianugerahi medali Ritterkreuz atas jasa-jasanya dalam penaklukan Yunani. Kembali ke laptop: Di latar belakang kita bisa melihat reruntuhan kuil Parthenon yang terkenal, yang dibangun oleh bangsa Yunani Kuno pada tahun 447 Sebelum Masehi dan didedikasikan untuk dewi Athena. Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Schlickum


 Kunjungan Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) ke bukit Akropolis, Athena (Yunani), tanggal 11 Mei 1941. Sang Panglima Angkatan Darat Jerman berada di tengah membawa interimstab, dengan ditemani oleh Generalmajor Hans von Greiffenberg (Chef des Generalstabes 12. Armee) di sebelah kirinya, dan Dr. Walther Wrede (Landesgruppenleiter Griechenland), seorang petinggi Nazi yang juga merupakan seorang ahli arkeologi terkemuka, di sebelah kanannya. Yang nyempil di antara Brauchitsch dan Greiffenberg adalah Oberstleutnant Heinz von Gyldenfeldt (Erster Generalstabsoffizier beim Oberbefehlshaber des Heeres). Athena jatuh ke tangan pasukan Jerman dari 12. Armee (Generalfeldmarschall Wilhelm List) beberapa hari sebelumnya, pada tanggal 27 April 1941. Kembali ke laptop: Di latar belakang kita bisa melihat reruntuhan kuil Parthenon yang terkenal, yang dibangun oleh bangsa Yunani Kuno pada tahun 447 Sebelum Masehi dan didedikasikan untuk dewi Athena. Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Schlickum


 Kunjungan Panglima Angkatan Darat Jerman, Marsekal Walther von Brauchitsch, ke bukit Akropolis, Athena (Yunani), tanggal 11 Mei 1941. Dari kiri ke kanan: Oberstleutnant Heinz von Gyldenfeldt (Erster Generalstabsoffizier beim Oberbefehlshaber des Heeres), Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Dr. Walther Wrede (Landesgruppenleiter Griechenland), dan Generalmajor Hans von Greiffenberg (Chef des Generalstabes 12. Armee). Foto oleh Kriegsberichter Rauch dari Propaganda-Kompanie 690


Kunjungan Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) ke bukit Akropolis, Athena (Yunani), tanggal 11 Mei 1941. Sang Marsekal (membawa interimstab) ditemani oleh Dr. Walther Wrede (Landesgruppenleiter Griechenland), seorang petinggi Nazi yang juga merupakan seorang ahli arkeologi terkemuka. Yang nyempil di sebelah kanan adalah Generalmajor Hans von Greiffenberg (Chef des Generalstabes 12. Armee). Athena jatuh ke tangan pasukan Jerman dari 12. Armee (Generalfeldmarschall Wilhelm List) beberapa hari sebelumnya, pada tanggal 27 April 1941. Kembali ke laptop: Di latar belakang kita bisa melihat reruntuhan kuil Parthenon yang terkenal, yang dibangun oleh bangsa Yunani Kuno pada tahun 447 Sebelum Masehi dan didedikasikan untuk dewi Athena. Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Schlickum


Kunjungan Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) ke Kanal Corinth (Yunani), tanggal 12 Mei 1941. Disini sang Marsekal (memegang interimstab) terlihat sedang berbincang-bincang dengan para perwira Wehrmacht. Di belakangnya dengan tangan di saku adalah General der Kavallerie Georg Stumme (Kommandierender General XXXX.Armeekorps [motorisiert]), sementara yang mengapit peta di keteknya adalah Oberstleutnant Heinz von Gyldenfeldt (Erster Generalstabsoffizier beim Oberbefehlshaber des Heeres). Kanal Corinth sendiri adalah jalur air sempit yang menghubungkan Teluk Corinth dengan Teluk Saronic di Laut Aegea. Pada pagi hari tanggal 26 April 1941, selama berlangsungnya Pertempuran Yunani, pasukan Fallschirmjäger dan glider Jerman diterjunkan di atas Kanal dalam usaha untuk merebut jembatan utama yang melintang di atasnya. Meskipun jembatan tersebut berhasil direbut dari tangan pasukan Inggris, tapi bom-bom yang dipasang sebelumnya oleh pihak yang bertahan tetap meledak sehingga merusakkan sebagian struktur kanal


 Pada tanggal 19 Mei 1941 diadakan pertemuan antara Adolf Hitler dengan para kadet Wehrmacht di Sportpalast, Berlin. Foto ini memperlihatkan sang Führer dengan para petinggi Wehrmacht dan SS (minus Panglima Angkatan Udara Hermann Göring), dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), dan Reichsführer-SS Heinrich Himmler (Chef der SS und Polizei)


 Pada tanggal 21 Mei 1941, Generaloberst Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) tiba di Paris dari udara, dan disambut di bandara oleh General der Infanterie Otto von Stülpnagel (Militärbefehlshaber Frankreich). Foto ini memperlihatkan saat Panglima Angkatan darat Brauchitsch (kiri) dan Panglima Militer di Prancis Stülpnagel dalam perjalanan ke kota Paris dari bandara. Stülpnagel sendiri adalah seorang jenderal Angkatan darat yang beralih menjadi jenderal Angkatan Udara (dengan pangkat General der Flieger) saat Luftwaffe dibentuk pertengahan tahun 1930-an. Pada bulan Desember 1940 dia balik lagi ke Angkatan Darat dan "berganti" pangkat menjadi General der Infanterie


 

Acara kunjungan Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) ke Stabsquartier Heeresgruppe B tak lama sebelum dimulainya penyerbuan Jerman atas Uni Soviet di bulan Juni 1941. Dia ditemani oleh Panglima Heeresgruppe B, Generalfeldmarschall Fedor von Bock, yang berdiri di sebelah kanannya. Di hari pertama penyerbuan (22 Juni 1941), Heeresgruppe B nantinya dinamai ulang menjadi Heeresgruppe Mitte




Acara kunjungan Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) ke Stabsquartier Heeresgruppe B tak lama sebelum dimulainya penyerbuan Jerman atas Uni Soviet di bulan Juni 1941. Dia ditemani oleh Panglima Heeresgruppe B, Generalfeldmarschall Fedor von Bock, sementara yang mengikuti di belakang dengan adjutantschnur (tambang ajudan) adalah Oberstleutnant Fritz von Below (2.IIa Personalverwaltung Oberbefehlshaber Heeresgruppe B)



Acara kunjungan Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) ke Stabsquartier Heeresgruppe B tak lama sebelum dimulainya penyerbuan Jerman atas Uni Soviet di bulan Juni 1941. Dari kiri ke kanan: Von Brauchitsch, Generalfeldmarschall Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), dan Generalfeldmarschall Hans-Günther von Kluge (Oberbefehlshaber 4. Armee)


 Pada tanggal 7 Juni 1941, Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) melakukan kunjungan ke unit-unit Luftwaffe di wilayah Barat yang diduduki. Dalam inspeksinya tersebut, sang Panglima Angkatan Darat berjumpa dengan jagoan udara terbaik Jerman pada saat itu, Oberstleutnant Werner "Vati" Mölders (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 51), yang telah mengemas 82 kemenangan udara terkonfirmasi. Nantinya Mölders menjadi pilot pertama dalam sejarah yang meraih 100 kemenangan udara, yang diraihnya dalam medan perang Front Timur. Dalam foto-foto hasil karya Kriegsberichter Habedank ini, Mölders adalah orang yang mengenakan medali Brillanten di lehernya


Pada minggu-minggu awal Unternehmen Barbarossa (penyerbuan Jerman ke Uni Soviet) pada musim panas tahun 1941, Panglima Angkatan Darat Walther von Brauchitsch mengadakan kunjungan ke unit-unit Wehrmacht yang bertempur di front. Foto ini memperlihatkan salah satu diantaranya. Dari kiri ke kanan: tidak diketahui, Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Generaloberst Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee), dan Oberst Rolf Wuthmann (Chef des Generalstabes 16. Armee). Pada saat itu, 16. Armee beroperasi di wilayah utara Front Timur di bawah kendali Heeresgruppe Nord pimpinan Generalfeldmarschall Wilhelm Ritter von Leeb. Foto ini sendiri merupakan bagian dari album foto milik 18. Infanterie-Division



Kunjungan Marsekal Rumania Ion Antonescu ke markas pasukan Jerman di muara sungai Bug, wilayah Liman (Ukraina). Mendampingi di sebelah kanannya adalah Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), sementara di belakang mereka mengikuti para perwira tinggi Jerman dan Rumania. Foto ini diambil di musim panas tahun 1941, pada saat berlangsungnya Unternehmen Barbarossa (operasi militer Jerman atas Uni Soviet). Seperti diketahui, bahwa Kerajaan Rumania ikut pula mengirimkan kontingen militernya untuk mengeroyok negara Beruang Merah, disamping negara-negara sekutu Jerman lainnya: Italia, Spanyol, Finlandia, Bulgaria, Slovakia, dan Kroasia. Jangan lupakan pula barisan sukarelawan luar negeri yang bergabung menjadi prajurit di unit-unit Waffen-SS serta Wehrmacht



Kunjungan Marsekal Rumania Ion Antonescu (kiri) ke markas pasukan Jerman di muara sungai Bug, wilayah Liman (Ukraina). Foto ini diambil di musim panas tahun 1941, pada saat berlangsungnya Unternehmen Barbarossa (operasi militer Jerman atas Uni Soviet). Mendampingi di sebelahnya dengan memegang interimstab adalah Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), sementara di kanan belakang yang membawa pedang kehormatan adalah General der Infanterie Hans von Salmuth (Kommandierender General XXX. Armeekorps) 


 Foto atas memperlihatkan, dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Oberstleutnant Heinz von Gyldenfeldt (belakang, Erster Generalstabsoffizier beim Oberbefehlshaber des Heeres), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), dan Generaloberst Franz Halder (Chef der Generalstabes des Heeres). Mereka sedang mendiskusikan situasi terkini di Front Timur, dimana pasukan Jerman baru saja meraih kemenangan besar dalam Pertempuran Pertama Smolensk tanggal 5 Agustus 1941, dimana 310.000 tentara Soviet berhasil ditawan. Foto ini sendiri diambil di Führerhauptquartier Wolfsschanze (Rastenburg/Prusia Timur), dua hari kemudian, pada tanggal 7 Agustus 1941. BTW, versi lain menyebutkan bahwa foto ini diambil pada tanggal 11 Agustus 1941 di Hauptquartier des Oberkommando des Heeres "Askania", Mauerwald (Prusia Timur)


 Pada tanggal 26 Agustus 1941, Diktator Italia Benito Mussolini dan pemimpin Nazi Jerman Adolf Hitler melakukan kunjungan ke markas Panglima Heer (Angkatan Darat Jerman), Walther von Brauchitsch, di Mauerwald, dekat Angerburg (Prusia Timur). Foto ini memperlihatkan saat kedua pemimpin utama pihak Axis tersebut berjalan dengan diiringi para petinggi militer kedua negara, sementara prajurit-prajurit Wehrmacht memberi salam hormat Nazi di kiri dan kanan. Di belakang Hitler berjalan Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) yang memegang interimstab, diikuti oleh Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht). Di belakang Mussolini sendiri adalah Jenderal Ugo Cavallero (Kepala Staff jenderal Tertinggi Italia)


Pada tanggal 8 September 1941, pemimpin Hungaria Miklos Horthy melakukan kunjungan ke sekutu Jermannya, Adolf Hitler, di Führerhauptquartier Wolfsschanze, Rastenburg, Prusia Timur. Disana dia menyempatkan diri untuk bertemu dengan Panglima Angkatan Darat Jerman, Walther von Brauchitsch, serta Panglima Angkatan Udaranya, Hermann Göring, di Hauptquartier masing-masing. Foto ini memperlihatkan saat Horthy (kiri) berjalan bersama dengan Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), dengan diiringi oleh para perwira Jerman dan Hungaria di belakang mereka. Perwira Hungaria yang berjalan persis di belakang Brauchitsch adalah Kolonel-Jenderal Lajos Keresztes-Fischer (Ajudan-Jenderal dan Kepala Bantuan Militer Horthy), sementara perwira Hungaria lain (berkumis) yang berada di belakang Keresztes-Fischer adalah Mayor-Jenderal János Vörös (Kepala Staff AD ke-1 Hungaria). Selain itu, terlihat pula Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht) di sebelah kanan Vörös


 Dari kiri ke kanan: Reichsmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe) dan Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Mereka sedang berjalan-jalan di Hauptquartier Prusia Timur (tidak ada keterangan markas siapa, apakah Göring atau Brauchitsch, karena keduanya mempunyai markas besar disana). Foto ini diambil pada bulan September 1941, sewaktu berlangsungnya invasi Jerman ke Uni Soviet, yang lebih dikenal dengan nama Unternehmen (Operasi) Barbarossa


 Perundingan di Görlitz (Prusia Timur) selama berlangsungnya Operasi Bersama antara Luftwaffe dan Heer, tanggal 18 September 1941. Foto bawah memperlihatkan, dari kiri ke kanan: Generalleutnant Rudolf Gercke (Chef Feldtransportwesens), Reichsmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), Oberstleutnant Heinz von Gyldenfeldt (Erster Generalstabsoffizier beim Oberbefehlshaber des Heeres), dan Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Meskipun secara kelembagaan Göring dan Brauchitsch adalah setara, tapi bisa dibilang bahwa yang pertama lebih mendominasi dalam pengaturan strategi. Ini karena pangkat Göring yang lebih tinggi satu tingkat dibandingkan Brauchitsch, dan juga karena sang Reichsmarschall tambun adalah orang kedua dalam tubuh hierarki Nazi setelah Hitler


 Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) sedang membahas sebuah peta bersama dengan perwira-perwira Wehrmacht. Pertama dari kanan adalah Oberstleutnant Heinz von Gyldenfeldt (Erster Generalstabsoffizier beim Oberbefehlshaber des Heeres), diikuti oleh Generalfeldmarschall Walther von Reichenau (Oberbefehlshaber 6. Armee). Caption foto ini menyebutkan bahwa dia diambil pada tanggal 30 September 1941 di sebuah Hauptquartier (markas), meskipun tidak diketahui markas siapa: Brauchitsch ataukah Reichenau?


 Dari kiri ke kanan: Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), Generaloberst Franz Halder (Chef der Generalstabes des Heeres), dan Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Dalam caption aslinya, disebutkan bahwa Hitler, Keitel dan Halder sedang memberikan ucapan selamat kepada Brauchitsch yang sedang berulang tahun ke-60 di hari itu, tanggal 4 Oktober 1941. Meskipun wajah-wajah dalam foto ini terlihat serius dan muram, sebenarnya mereka dalam kondisi happy, karena beberapa hari sebelumnya pasukan Jerman meraih salah satu kemenangan terbesarnya dalam Perang Dunia II, setelah berakhirnya pengepungan Kiev (Ukraina). tercatat 600.000 tentara Rusia yang menjadi tawanan, belum lagi ratusan tank dan pesawat serta puluhan ribu meriam yang menjadi rampasan perang!


 Generaloberst Franz Halder (kiri, Chef der Generalstabes des Heeres) memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada atasannya, Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (tengah, Oberbefehlshaber des Heeres) yang berhari jadi ke-60 di hari itu, tanggal 4 Oktober 1941. Brauchitsch tampak memegang sesuatu yang terlihat seperti ikat pinggang. Entahlah apakah itu adalah hadiah ulang tahun, ataukah sekedar ikat pinggang punya dia yang sengaja dilepas. Di belakang Brauchitsch tampak Generalleutnant Herbert Osterkamp (Chef Heeresverwaltungsamt)


Perundingan para perwira tinggi Heer bersama dengan Hitler di Hauptquartier des Oberkommando des Heeres "Askania", Mauerwald (Prusia Timur), tanggal 4 Oktober 1941. Dari kiri ke kanan: Oberst Adolf Heusinger (Chef der Operationsabteilung des Generalstabes im Oberkommando des Heeres); perwira tidak dikenal; Generalleutnant Friedrich Paulus (Oberquartiermeister I in der Generalstab des Heeres); Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres); Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht); dan Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (Chef des Oberkommandos der Wehrmacht)



Kunjungan Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres) ke markas 2. Armee di Front Timur. Disini tampak saat Brauchitsch (kiri) beramah-tamah dengan para staff 2. Armee, termasuk sang panglima yang memakai kacamata, Generaloberst Maximilian Reichsfreiherr von Weichs. Di samping Weichs yang memberi hormat militer adalah Oberst i.G. Hermann von Witzleben (Chef des Generalstabes 2. Armee), sementara yang bersalaman dengan Brauchitsch adalah Oberstleutnant Wolfdietrich von Xylander (Ia Erster Generalstabsoffizier 2. Armee). Satu lagi, yang nyempil diantara Brauchitsch dan Weichs di foto ketiga adalah  Oberst Hans Jay (IIa Personalverwaltung 2. Armee). Kunjungan ini diselenggarakan di bulan Oktober 1941, tak lama setelah ulang tahun Walther von Brauchitsch yang ke-60 tanggal 4 Oktober 


 Pada tanggal 23 Oktober 1941 Menteri Pertahanan Slovakia, Ferdinand Čatloš, melakukan kunjungan ke Hauptquartier des Oberkommando des Heeres (Markas Besar Angkatan Darat Jerman) "Askania" di Mauerwald, Prusia Timur. Dalam kesempatan itu, Čatloš (kiri) menganugerahkan medali Slovakia War Victory Cross 1st Class with Star kepada Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres). War Victory Cross sendiri adalah medali keberanian tertinggi Republik Slovakia, dengan beberapa tingkatan untuk penerimanya, sama seperti halnya Ritterkreuz milik Jerman. Dalam Perang Dunia II, tercatat sebanyak 3.769 buah medali ini yang dikeluarkan, dengan 437 diantaranya dianugerahkan kepada sekutu Jerman. BTW, perwira Slovakia di belakang Čatloš kemungkinan adalah seorang jenderal, tapi wajahnya terlalu tertutup oleh bayangan untuk diketahui dengan pasti identitasnya. Lebih ke belakang lagi (keempat dari kiri) adalah jenderal Slovakia lainnya, Brigadir-Jenderal Alexander Čunderlik (Komandan Divisi Slovakia ke-2 Skultéty), sementara di sebelah kanannya adalah Kolonel Alojz Androvič (Atase Militer Slovakia untuk Jerman)



. Para petinggi militer serta pemerintahan Jerman mendengarkan dengan khusyuk saat Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) berpidato di hadapan para anggota Reichstag, pada tanggal 11 Desember 1941. Baris depan dari kiri ke kanan: Dr. Joseph Goebbels (Reichsminister für Volksaufklärung und Propaganda), Dr. Wilhelm Frick (Reichsminister des Innern), Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (Chef Oberkommando der Wehrmacht), Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), Großadmiral Erich Raeder (Oberbefehlshaber der Kriegsmarine), dan Joachim von Ribbentrop (Reichsminister des Auswärtigen). Baris belakang dari kiri ke kanan: Dr. Fritz Todt (Reichsminister für Bewaffnung und Munition), SS-Obergruppenführer Dr.jur. Arthur Seyss-Inquart (Reichskommissar für die Niederlande), Hans Frank (Reichsminister ohne Geschäftsbereich), dan Hanns Kerrl (Reichsminister für die kirchlichen Angelegenheiten). Hanya berselang beberapa hari setelah foto ini diambil - tepatnya tanggal 19 Desember 1941 - Brauchitsch diberhentikan dari jabatannya sebagai Panglima Angkatan Darat, dan dipindahkan statusnya menjadi Führerreserve (Perwira Cadangan). Posisi ini dijalaninya sampai dengan perang berakhir, dan dia sendiri tak pernah bertemu dengan Hitler lagi. Ini karena Hitler menganggap dia bertanggungjawab atas kegagalan pasukan Jerman menguasai Moskow (Uni Soviet)


 Acara perayaan ulangtahun ke-75 dari pemimpin Finlandia, Marsekal Carl Gustaf Mannerheim, yang diselenggarakan di Haus der Flieger, Berlin, pada tanggal 3 Juni 1942. Acara ini diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Finlandia di Jerman, dengan turut mengundang para petinggi Third Reich serta negara-negara sahabat sebagai tamu kehormatan. Duduk di baris terdepan, dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Führer-Reserve), Dr. Toivo Mikael Kivimäki (Duta Besar Finlandia untuk Jerman), Dr.h.c. Hans Draeger (Präsident Nordischen Verbindungsstelle), Generaloberst Friedrich Fromm (Chef Heeresrüstung und Befehlshaber Ersatzheeres), Henrik Ramsay (Menteri Luar Negeri Finlandia), Reichssportführer Hans von Tschammer und Osten (Leiter Nationalsozialistische Reichsbund für Leibesübungen), Arvid Richert (Duta Besar Swedia untuk Jerman), Gertrud Scholtz-Klink (Reichsfrauenführerin), dan Otto Carl Mohr (Duta Besar Wilayah Pendudukan Denmark untuk Jerman). Meskipun sudah tak lagi menjabat sebagai Panglima Angkatan Darat Jerman dari sejak bulan Desember 1941 (karena masalah kesehatan), tapi Generalfeldmarschall Brauchitsch masih menerima gaji normal dalam kapasitasnya sebagai Führer-Reserve. Dia juga masih menyempatkan diri untuk menghadiri acara-acara seremonial yang diadakan di Berlin atau tempat-tempat lainnya


 Walther PPK Pistole berukir milik pribadi dari Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch, mantan Panglima Angkatan darat Nazi Jerman. Pistol ini dirampas oleh seorang perwira Korps Intelijen Inggris dari sang Marsekal, tak lama setelah dia menyerah pada pasukan Sekutu di rumahnya di Schleswig-Holstein pada tahun 1945. Saat ini, pistol tersebut menjadi milik Kementerian Pertahanan Inggris, dan telah dinonaktifkan larasnya. Di salah satu sisinya terdapat ukiran "Waffenfabrik Walther, Zella-Mehlis (Thür). Walther's Patent Cal. 7,65 %" (Pabrik Senjata Walther, Zella-Mehlis, Thüringia. Paten Kaliber 7,65mm)




Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
Foto koleksi Nationaal Archief Belanda
Foto koleksi Österreichische Nationalbibliothek Austria
Foto koleksi pribadi Ken Crane
Foto koleksi pribadi Todd Gylsen
www.audiovis.nac.gov.pl
www.beeldbankwo2.nl
www.akg-images.co.uk
www.commons.wikimedia.org
www.en.wikipedia.org
www.forum.axishistory.com
www.gahetna.nl
www.gettyimages.com
www.gmic.co.uk
www.historicalwarmilitariaforum.com
www.kulturpool.at
www.ome-lexikon.uni-oldenburg.de
www.oorlogsbronnen.nl
www.warrelics.eu
www.wehrmacht-awards.com
www.wordpress.260id.de