Friday, June 14, 2019

Stahlhelm M18 Kavalleriehelm



Oleh: Alif Rafik Khan

Kavalleriehelm - yang mempunyai nama resmi "Stahlhelm mit Ohrenausschnitten" (helm baja dengan potongan telinga) - pada intinya adalah stahlhelm M1918 yang mempunyai lengkungan di bagian samping, yang berfungsi untuk lebih memudahkan dalam mendengar saat sedang menunggang kuda. Stahlhelm jenis ini biasanya dipakai oleh pasukan kavaleri serta dinas intelijen, dan telah digunakan dari sejak akhir Perang Dunia Pertama.


 Dari kiri ke kanan: Oberst Georg Lindemann (Kommandeur 13.[Preußisches] Reiter-Regiment), Generalleutnant Franz von Roques (Infanterie-Führer VI), dan Oberstleutnant Ulrich Grauert (Kommandeur III.Abteilung / 6.[Preußisches] Artillerie-Regiment). Tiga orang ini mengenakan stahlhelm (helm baja) M18 era Perang Dunia Pertama, dengan Lindemann memakai stahlhelm versi pasukan berkuda (Kavalleriehelm). Tidak ada keterangan kapan foto ini diambil, tapi kemungkinan besar pada periode 1932-1933


Generalleutnant Georg Lindemann (Kommandeur 36. Infanterie-Division) menunggang kuda sambil mengangkat sebuah goblet (gelas besi) sebagai tanda ucapan selamat. Dia mengenakan Kavalleriehelm M18 di kepalanya, yang merupakan stahlhelm khusus untuk pasukan kavaleri Jerman. Tidak ada keterangan kapan foto ini diambil, tapi kemungkinan besar tak lama setelah Lindemann dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 5 Agustus 1940. Nantinya dia akan menambahkan Eichenlaub untuk Ritterkreuz-nya pada tanggal 21 Agustus 1943 saat telah menjadi General der Kavallerie dan Oberbefehlshaber 18. Armee


Sumber :
www.forum.axishistory.com
www.ritterkreuztraeger.blogspot.com
www.wehrmacht-lexikon.de

Kapal Selam Jerman U-83

Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk jagoan U-boat Hans-Werner Kraus yang diselenggarakan pada tanggal 19 Juni 1942. Dari kiri ke kanan: Fregattenkapitän (V) Karl Johannsen (Verwaltungsoffizier Admiral Ägäis), Kapitänleutnant Hans-Werner Kraus (Kommandant U-83), Vizeadmiral Erich Förste (Kommandierender Admiral Ägäis), dan Fregattenkapitän Wolfgang Hübner (1. Admiralstabsoffizier Admiral Ägäis). Kraus mencatat prestasi mengesankan saat dia berhasil menembus pertahanan kuat pangkalan Angkatan Laut Inggris di Selat Gibraltar pada tanggal 18 Desember 1941. Selama karirnya sebagai kapten kapal selam Jerman, dia tercatat menenggelamkan delapan kapal dengan total tonase 12.702 ton, selain merusakkan dua kapal dengan total tonase 9.336 ton


Sumber :
www.liveauctioneers.com

Wednesday, June 12, 2019

Foto Wilayah Pendudukan Denmark (1940-1945)


Potongan klip propaganda ini diambil dari "Die Deutsche Wochenschau" Nr. 694 yang dipublikasikan pada tanggal 22 Desember 1943, dan memperlihatkan kunjungan Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Generalinspekteur der Küstenbefestigungen West) ke wilayah pendudukan Denmark. Kunjungan ini berlangsung dari tanggal 2 s/d 10 Desember 1943, dan Rommel memanfaatkannya untuk melakukan inspeksi ke benteng pertahanan di sepanjang pantai Denmark serta unit-unit Wehrmacht yang menanganinya


 Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B und Generalinspekteur der Küstenbefestigungen West) melihat dari dekat latihan pendaratan amfibi yang dilakukan oleh II.Bataillon /  Reserve-Grenadier-Regiment 202 serta Pionier-Landungs-Lehr- und Ersatz-Regiment di pulau Fanø, lepas pantai Esbjerg (Denmark), pada tanggal 4 Desember 1943. Ikut menemaninya para perwira dari Heer, Kriegsmarine dan Luftwaffe. Di sebelah kiri adalah Generalleutnant Alfred Gause (Chef des Generalstabes Heeresgruppe B)


 
Inspeksi Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B und Generalinspekteur der Küstenbefestigungen West) ke instalasi radar Freya LZc milik Luftwaffe, Büffel Stellung, yang terletak di Blåvand (Blaavandshuk ), pantai barat Jutland, Denmark, pada tanggal 5 Desember 1943. Radar tersebut masih dalam tahap konstruksi. Dalam inspeksi ini, Rommel menyoroti perbedaan njomplang di Luftwaffenortungsanlage Blaavandshuk, terutama antara instalasi radar dan meriam yang dilindungi oleh bunker beton, sementara ruangan barak awaknya masih terbuat dari kayu atau batu-bata. Sang Marsekal meminta agar semua bangunan terbuat dari beton atau besi anti bom. Karenanya tak lama kemudian dibangunlah bunker-bunker khusus dari tipe L 487. BTW, Perwira Luftwaffe yang berjalan mendahului di depan Rommel adalah Oberleutnant Paul Pleines (Chef 12. mittlere Flugmelde-Leit Kompanie / II.Abteilung / Luftnachrichten-Regiment 222)


Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B und Generalinspekteur der Küstenbefestigungen West) bersama dengan penasihat angkatan lautnya, Vizeadmiral Friedrich Ruge, sedang mempelajari sebuah peta dalam inspeksi mereka ke Hanstholm, Denmark, tanggal 7 Desember 1943. Wehrmachtsbefehlshaber Dänemark, General der Infanterie Hermann von Hanneken, nongol di antara Rommel dan Ruge. Paling kanan adalah Korvettenkapitän M.A. der Reserve z.V. Dietrich Knippenberg (Kommandeur Marine-Artillerie-Abteilung 118)



7 Desember 1943: Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B und Generalinspekteur der Küstenbefestigungen West) dan Korvettenkapitän Knippenberg keluar dari bunker kendali baterai yang mengontrol empat buah meriam pantai raksasa kaliber 380mm. Sang perwira Kriegsmarine nama lengkapnya adalah Korvettenkapitän M.A. der Reserve z.V. Dietrich Knippenberg, dan merupakan komandan Marine-Artillerie-Abteilung 118. Unit ini dibentuk di Hansted (Hanstholm) bulan April 1941 dari unit Batterien (Batterie Hanstholm, Batterie Hansted dan Batterie Agger) yang sebelumnya berdiri sendiri. MAA 118 berada di bawah komando Abschnitt Nordjütland, yang kemudian berganti nama menjadi Marine- Artillerie-Regiment 40. Selama masa eksistensinya (1941-1945), unit ini dipimpin oleh Korvettenkapitän M.A. der Reserve Dr. Otto Crüger (April 1941 - Desember 1942); Korvettenkapitän M.A. Dr. Hermann Schneider (Desember 1942 - Mei 1943); dan Korvettenkapitän M.A. der Reserve z.V. Dietrich Knippenberg (Mei 1943 - Mei 1945)

7 Desember 1943: Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B und Generalinspekteur der Küstenbefestigungen West) menginspeksi pasukan Jerman dari unit Marine-Artillerie-Abteilung 118 di Hansted (Hanstholm), Denmark, diiringi oleh komandan mereka, Korvettenkapitän M.A. der Reserve z.V. Dietrich Knippenberg (kedua dari kiri) serta General der Infanterie Hermann von Hanneken (kiri, Wehrmachtsbefehlshaber Dänemark). Di Hanstholm sendiri terdapat empat buah meriam raksasa kaliber 380mm yang telah dibangun dari sejak akhir tahun 1940. Meriam-meriam ini - yang dinamakan sebagai "schwere Batterie Hanstholm" - mempunyai luas jangkauan 3.000 m² dan diawaki oleh 600 orang anggota Marine-Artillerie-Abteilung 118


 Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B und Generalinspekteur der Küstenbefestigungen West) dalam kunjungan inspeksi di wilayah Hansted (Hanstholm), pantai barat Denmark, tanggal 7 Desember 1943. Perwira Kriegsmarine yang mengiringinya di sebelah kanan adalah Korvettenkapitän M.A. der Reserve z.V. Dietrich Knippenberg (Kommandeur Marine-Artillerie-Abteilung 118), sementara bapak-bapak tinggi besar yang mengikuti di belakang Rommel adalah General der Infanterie Hermann von Hanneken (Wehrmachtsbefehlshaber Dänemark). Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Winkelmann, dan pertama kali dipublikasikan dalam bentuk kartu pos pada tanggal 13 Januari 1944


  
 
Kunjungan Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B und Generalinspekteur der Küstenbefestigungen West) ke markas Reserve-Panzer-Abteilung 5 / 233.Reserve-Panzer-Division di dekat Viborg, Denmark, pada tanggal 9 Desember 1943. Ikut mendampingi sang Marsekal dalam kunjungan ini diantaranya adalah General der Infanterie Hermann von Hanneken (Wehrmachtsbefehlshaber Dänemark), Generalleutnant Alfred Gause (Chef des Generalstabes Heeresgruppe B), Generalleutnant Dr.-Ing. Wilhelm Meise (General der Pioniere Heeresgruppe B), dan Generalmajor Kurt Cuno (Kommandeur 233. Reserve-Panzer-Division)


Generalfeldmarschall Erwin Rommel (kanan, Oberbefehlshaber Heeresgruppe B und Generalinspekteur der Küstenbefestigungen West) bersama dengan General der Infanterie Hermann von Hanneken (kiri, Wehrmachtsbefehlshaber Dänemark) dalam acara inspeksi sebuah batalyon Wehrmacht di Kopenhagen, Denmark, tanggal 10 Desember 1943. Di tangan kanannya sang Marsekal memegang sebuah interimstab (tongkat komando). Ini adalah hari terakhir kunjungan kerja Rommel di Denmark yang telah berlangsung dari sejak tanggal 2 Desember 1943. Setelahnya dia berangkat ke Aerodrome Grove pukul 14:35, tiba di Silkeborg dan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kereta api untuk pulang kembali ke Jerman pada pukul 16:15.


Generalfeldmarschall Erwin Rommel (tengah, Oberbefehlshaber Heeresgruppe B und Generalinspekteur der Küstenbefestigungen West) menjadi pemimpin upacara dalam acara parade sebuah batalyon Wehrmacht di Kopenhagen, Denmark, tanggal 10 Desember 1943. Dia memberikan hormat khusus Marsekal dengan mengangkat interimstab-nya. Jenderal tinggi besar di sebelah kiri Rommel adalah General der Infanterie Hermann von Hanneken (Wehrmachtsbefehlshaber Dänemark), sedangkan yang di sebelah kanannya adalah Generalleutnant Ernst Richter (Oberfeldkommandantur Kopenhagen; kemudian dinamai Höheres Kommando Kopenhagen)


Sumber :
www.sgmcaen.free.fr

Foto Pengepungan La Rochelle (1944-1945)

 Baris depan, dari kiri ke kanan: Generalleutnant z.V. Hermann Wilck (Kommandeur 708. Infanterie-Division), Generalleutnant Dr.-Ing. Wilhelm Meise (General der Pioniere Heeresgruppe B), Kapitän zur See Hans Michahelles (Kommandant Seeverteidigung Gascogne), dan Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B). Foto ini diambil dalam acara inspeksi Marsekal Rommel ke benteng pertahanan Jerman di wilayah Royan, Charente-Maritime (Prancis), bulan Desember 1943


 Pengepungan Sekutu terhadap wilayah La Rochelle (Prancis) dan sekitarnya berlangsung dari bulan September 1944 s/d Mei 1945. Selama masa itu, pasukan Jerman yang bertahan di pelabuhan La Rochelle, Royan dan St. Nazaire tetap menjalani kegiatan sehari-hari mereka, hanya saja dengan segala keterbatasan layaknya pihak yang terkepung. Karena tidak mungkin mengandalkan suplai penuh makanan dan perlengkapan dari tanah air, mereka kemudian memanfaatkan lahan setempat yang masih bisa ditanami dengan mengerahkan kompi khusus prajurit-petani (Landwirtschaftskompanie), serta melakukan perdagangan dengan penduduk lokal. Untuk pasokan surat pos serta perlengkapan kesehatan sendiri masih bisa didapatkan lewat udara (berlaku dari bulan Oktober 1944), meskipun hanya bisa dilakukan saat malam telah tiba


Sumber :
www.c-royan.com
www.en.wikipedia.org

Monday, June 10, 2019

Foto 158. Reserve-Division

 Dari kiri ke kanan: General der Artillerie Curt Gallenkamp (Kommandierender General LXXX. Armeekorps), Oberst Hartwig Pohlman (mit der stellvertretenden Führung der 158. Reserve-Division beauftragt), General der Panzertruppe Joachim Lemelsen (Oberbefehlshaber 1. Armee), dan Generalleutnant Ernst Haeckel (Kommandeur 158. Reserve-Division). Foto ini sendiri kemungkinan besar diambil pada musim semi atau awal musim panas tahun 1944, saat 158. Infanterie-Division bermarkas di La Rochelle (Prancis)


Sumber :
www.saintgeorgesdedidonnehier.blogs.sudouest.fr

Foto Serigala dan Rubah Third Reich

Seorang perwira artileri Wehrmacht bermain-main dengan seekor rubah yang menjadi maskot unit baterai artilerinya dari sejak masih anak-anak. Foto ini diambil pada tanggal 16 September 1942 di Pulau Tytärsaari, Finlandia, dan kemudian diwarnai oleh Gherman Mihaly. Dari schulterklappen di pundaknya, kita bisa mengetahui bahwa si perwira berpangkat Oberleutnant, dan setidaknya telah mendapatkan medali Eisernes Kreuz II.Klasse (berdasarkan pita di kancing seragamnya)


Sumber :
www.pinterest.com

Sunday, June 9, 2019

Pertempuran Kantong Ruhr (1-18 April 1945)

Lieutenant Byron Hansford, seorang Polisi Militer dari 99th "Battle Babes" Division, menginterogasi tiga orang perwira tinggi Jerman yang ditangkap di Kantong Ruhr, tanggal 15 April 1945. Empat bulan sebelumnya, divisi infanteri infanteri Amerika Serikat tersebut telah berjuang mati-matian demi menahan serangan besar terakhir Wehrmacht di wilayah Ardennes. Betapa situasi kini telah berubah! Ketiga tawanan VIP tersebut adalah, dari kiri ke kanan: Generalarbeitsführer Paul Hoppenrath (Gauarbeitsführer Alpenland), Generalmajor Maximilian Jais (Kommandeur Abschnittskommando/Kampfgruppe Jais in Westwall ), dan Generalmajor Robert Eimler (Festungs-Pionier-Kommandeur XXI)


Sumber :
Buku "Images of War: Victory in Europe" karya Andy Rawson